BAB I PENDAHULUAN I.

1 Latar belakang Perikatan adalah hubungan hukum yang terjadi diantara dua orang atau lebih yang terletak didalam lapangan harta kekayaan, dimana pihak yang satu berhak atas prestasi dan pihak lainnya wajib memenuhi prestasi itu, sedangkan menurut Vollmar bahwa ditinjau dari isinya, perikatan itu ada selama seseorang itu (debitur) harus melakukan suatu prestasi yang mungkin dapat dipaksakan terhadap kreditur kalau perlu dengan bantuan hakim. Pengertian prestasi adalah apabila dua orang mengadakan perjanjian ataupun apabila undang-undang dengan terjadinya suatu peristiwa untuk menciptakan suatu perikatan untuk memenuhi sesuatu kewajiban. Perikatan memiliki empat unsur, yaitu : a) hubungan hukum, b) kekayaan, c) pihakpihak dan d) prestasi (obyek hukum). Hubungan hukum adalah hubungan yang terhadapnya hukum melekatkan hak pada satu pihak dan melekatkan kewajiban pada pihak lainnya. Apabila satu pihak tidak mengindahkan ataupun melanggar hubungan tadi, lalu hukum memaksakan supaya hubungan tersebut dipenuhi ataupun dipulihkan kembali. Untuk menilai suatu hubungan hukum perikatan atau bukan, maka hukum mempunyai kriteria tertentu yaitu ukuran-ukuran yang digunakan terhadap sesuatu hubungan hukum sehingga hubungan hukum itu dapat disebutkan suatu perikatan. Didalam perkembangan sejarah, apa yang dipakai sebagai kriteria itu tidak tetap, dahulu yang menjadi kriteria ialah hubungan hukum itu dapat dinilai dengan uang atau tidak. Apabila hubungan hukum itu dapat dinilai dengan uang, maka hubungan hukum tersebut merupakan suatu perikatan. Sekalipun suatu hubungan hukum itu tidak dapat dinilai dengan uang, tetapi kalau masyarakat atau rasa keadilan menghendaki agar suatu hubungan itu diberi akibat hukum, maka hukum pun akan melekatkan akibat hukum pada hubungan tersebut sebagai suatu perikatan. Apabila hubungan hukum tadi dijajaki lebih jauh lagi maka hubungan hukum itu harus terjadi antara dua orang atau lebih, yaitu pihak yang aktif adalah kreditur atau yang berpiutang dan pihak yang pasif adalah debitur atau yang berutang. Mereka ini yang disebut

Penggantian debitur harus diketahui atau persetujuan kreditur. bahkan dalam lalu lintas perdagangan yang tertentu penggantian itu telah disetujui terjadi sejak semula. misalnya pengambilalihan utang (schuldoverneming) Didalam perikatan pihak-pihak kreditur dan debitur itu dapat diganti. maka dalam hal benda itu dialihkan kepada pembeli baru. hak mana adalah merupakan hak-hak pribadi yang kualitatif. memberi benda untuk dipakai (menuewa). penyerahan hak milik atas benda tetap dan bergerak. c) tidak berbuat sesuatu. b) berbuat sesuatu.subyek perikatan. Kedudukan debitur dapat berganti dapat atau beralih dengan subrogasi. Dengan demikian maka penggantian kedudukan debitur hanya dapat terjadi apabila kreditur telah memberikan persetujuan. Apabila dalam suatu perikatan kreditur itu ditentukan atau dikenal. sehingga kewajiban memenuhi prestasi dari debitur dinamakan kewajiban kualitatif Penggantian kreditur dapat pula terjadi dengan subrogasi. Menurut pasal 1234 KUHPerdata. Pada setiap perikatan sekurang-kurangnya harus satu orang kreditur dan sekurang-kurangnya satu orang debitur. secara apriori disetujui hakikat penggantian kreditur. bahkan untuk hal-hal tertentu pada saat suatu perikatan lahir antara pihak-pihak. sedangkan perikatan untuk tidak melakukan sesuatu misalnya . bahwa prestasi dibedakan atas : a) memberikan sesuatu. pihak kreditur dapat memberikan persetujuan untuk adanya penggantian debitur. Apabila didalam jual beli ini debitur (pembeli) belum melunaskan seluruh harga beli. 1967) bahwa sejak saat suatu perikatan dilakukan. maka kewajiban untuk membayar tersebut dengan sendirinya beralih kepada pembali itu. Seorang debitur harus selamanya diketahui. Seorang kreditur dapat mengalihkan haknya atas prestasi kepada kreditur baru. sedangkan penggantian kreditur dapat terjadi secara sepihak. namun tidak menutup kemungkinan dalam satu perikatan itu tedapat beberapa orang kreditur dan beberapa orang debitur. misalnya didalam sutu perjanjian jual beli dapat dijanjikan seseorang itu membeli untuk dirinya sendiri dan untuk pembeli-pembeli yang berikutnya. artinya penggantian kreditur dapat terjadi secara sepihak tanpa bantuan debitur. lain halnya dengan kreditur boleh merupakan seseorang yang tidak diketahui. Menurut Asser"s (Handeling tot de beofening van het Ned Burgerlijkrecht. karena seseorang tentu tidak dapat menagih dari seseorang yang tidak dikenal. perikatan untuk melakukan sesuatu misalnya membangun rumah. Kedalam perikatan untuk memberikan sesuatu termasuk pemberian sejumlah uang. maka kreditur yang seperti ini disebut kreditur yang memiliki gugatan atas nama (vordering op naam).

bahwa tiap-tiap anak wajib memberi nafkah kepada orang tuanya dan para keluarga sedarahnya dalam garis keatas apabila mereka dalam keadaan miskin. maka perikatan yang pernah mengikat orang tersebut beralih kepada ahli warisnya. maka undang-undang melekatkan akibat hukum berupa perikatan terhadap orang tersebut. Pihak yang kepentingannya diwakili . Tingklah laku sesorang tadi mungkin merupakan perbuatan yang menurut hukum dibolehkan undangundang atau mungkin pula merupakan perbuatan yang tidak dibolehkan undang-undang (melawan hukum). misalnya kematian dengan meninggalnya seseorang. Perikatan yang bersunber dari undang-undang semata-mata adalah perikatan yang dengan terjadinya peristiwa-peristiwa tertentu.A membuat perjanjian dengan B ketika menjual apoteknya untuk tidak menjalankan usaha apoteknya dalam daerah yang sama. dimana si ayah wajib memelihara anak tersebut. Perikatan sebagai akibat perbuatan orang yang melawan hukum diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata bahwa undang-undang menetapkan kewajiban orang itu untuk memberi ganti rugi. sedangkan perikatan akibat perbuatan mengurus kepentingan orang lain secara suka rela (zaakwaarneming) diatur dalam pasal 1354 KUHPerdata yang menyatakan jika seseorang dengan sukarela. tanpa mendapat perintah untuk itu. Menurut pasal 1321 KUHPerdata. demikian pula kelahiran anak timbul perikatan antara ayah dan ank. Sumber perikatan menurut Pasal 1352 KUHPerdata. Perikatan yang bersumber dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang maksudnya ialah bahwa dengan dilakukannya serangkaian tingkah laku oleh seseorang. bahwa perikatan-perikatan yang dilahirkan dari undang-undang saja (uit de wet alleen) atau dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang (uit de wet ten gevolge van's mensen toedoen). terbit dari perbuatan halal atau dari perbuatan melawan hukum (onrechmatige daad). sedangkan pasal 1353 KUHPerdata mengatakan bahwa perikatan-perikatan yang dilahirkan dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang. maka Ia berkewajiban untuk meneruskan menyelesaikan urusan tersebut hingga orang yang diwakili kepentingannya dapat mengerjakan sendiri urusan itu. Dengan meletakan kewajiban memberi ganti rugi antara orang yang melakukan perbuatan yang melawan hukum kepada orang yang menderita kerugian karena perbuatan itu. ditetapkan melahirkan suatu hubungan hukum (perikatan) diantara pihak-pihak yang bersangkutan. lahirlah suatu perikatan diluar kemauan kedua orang tersebut. terlepas dari kemauan pihak-pihak tersebut. mengurus urusan orang lain.

dalam perjanjian jual beli yang melahirkan kewajiban pada pihak penjual untuk menyerahkan barang atau hak (piutan) yang dijual kepada pembeli pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. melainkan hak milik hanya akan beralih jika penyerahan telah dilakukan sebagaimana mestinya sesuai dengan pasal 612 yaitu : penyerahan kebendaan bergerak. Bagaimana Perbandingan antara perikatan menurut doktrin dan KUH perdata secara umum? BAB II PEMBAHSAN II. perlu diingat dan di perhatikan bahwa menurut pasal 1459 KUHperdata perjanjian jual beli tidak mengakibatkan terjadinya peralihan hak milik.diwajibkan memenuhi perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh si wakil itu atas namanya. Perikatan untuk memberikan sesuatu Kitab Undang-undang Hukum perdata tidak memberikan defenisi dari perikatan untuk memberikan sesuatu. yaitu setiap barang dan tiap hak yang dapat menjadi obyek dari hak milik. Yang dimaksud dengan kebendaan adalah sebagaimana yang dirumuskan dalam pasal 499 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Sebagai contoh. I.2 Rumusan Masalah 1. Pembagian perikatan menurut doktrin 2.1. namun dari rumusan yang ditemukan dalam pasal 1235 Kitab Undang-undang Hukum Perdata dapat kita ketahui bahwa yang dimaksudkan dengan perikatan untuk memeberi sesuatu adalah perikatan mewajibkan debitor untuk menyerahkan suatu kebendaan. Dalam hal yang demikian. dan kewajiban harga jual yang telah disepakati. Pembagian Menurut Isi Perikatan a. dan mengganti semua pengeluaran yang sudah dilakukan oleh si wakil tadi. Bagaimana pembagian perikatan menurut doktrin? 2. Bagaimana pembagian perikatan menurut KUH Perdata? 3. kecuali yang tidak bertubuh dilakukan dengan penyerahan yang .

apabila ia telah membawa dirinya dalam keadaan tidak mampu untuk menyerahkan kebendaannya atau telah tidak merawatnya sepatutnya guna untuk menyelamatkannya. 2. yang mengakibatkan debitor tidak dapat menyerahkan barang itu atau tidak merawatnya dengan baik. dalam mana kebendaan itu berada. Seperti yang tercantum pada pasal 1236 KUHPerdata yaitu debitor adalah berwajib memberikan ganti biaya. 1 Defenisi resiko dalam buku Prof. Debitor menyerahkan kebendaan tersebut tetapi kebendaan tersebut tidak sesuai dengan yang telah ditentukan Ketentuan tersebut mengatur mengenai resiko atas kebendaan yang wajib diserahkan oleh debitor kepada kreditor. hingga penyerahan dilakukan. 59 . Jika kita perhatikan dalam rumusan pasal 1235 KUH perdata kita melihat bahwa selain berkewajiban untuk kebendaan yang telah ditentukan tersebut. Soebekti. rugi dan bunga kepada kreditor . Dalam hal debitor tidak memelihara benda tersebut. Resiko1 ialah kewajiban memikul kerugian yang disebabkan karena suatu kejadian diluar kesalahan salah satu pihak. maka resiko atas kebendaan yang wajib diserahkan tersebut beralih secara hukum kepada debitor. Yang disebut wanprestasi dalam perikatan untuk memberikan sesuatu secara umum. yaitu : 1. Debitor tidak memelihara kebendaan tersebut 3.nyata akan kebendaan tersebut oleh atau atas nama pemilik. atau dengan penyerahan kunci-kunci dari bangunan. Pemeliharaan harus dilakukan sebagaimana layaknya seorang pemilik memelihara barangnya. SH “Hukum Perjanjian” cetakan ke tiga belas – 1999 hal. Debitor tidak menyerahkan kebendaan yang harus diserahkan pada waktunya. maka debitor diwajibkan untuk memberikan ganti biaya. debitor juga berkewajiban untuk menyerahkan kebendaan yang akan diserahkan tersebut. Dalam hal debitor berkewajiban menyerahkan kebendaan yang telah ditentukan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan atau dalam hal tidak ditentukan jangka waktunya tetapi debitor telah ditegur untuk melaksanakan penyerahannya masih tetap tidak memenuhinya . Debitor tidak menyerahkan kebendaan tersebut sama sekali 4. kerugian dan bunga kepada kreditor.

yaitu untuk : 1. Ketentuan tersebut langsung menunujuk pada upaya hukum yang dapat dilakukan oleh kreditor atas wanprestasi pihak debitor. yang dalam hal ini adalah debitor dalam perikatan. Diawali dengan rumusan pasal 1239 yaitu : tiap-tiap periktan untuk berbuat sesuatu atau untuk tidak berbuat sesuatu . dan bunga. Perikatan untuk tidak berbuat seuatu Seperti yang telah dijelaskan terdahulu perikatan untuk tidak melakukan sesuatu ini diatur dalam satu bagian dengan perikatan untuk melakukan sesuatu. kerugian dan bunga akibat dilakukannya perbuatan yang tidak diperbolehkan tersebut. maka pihak yang berkewajiban melakukan pekerjaan atau jasa tersebut dapat bersifat spesifik . Menghapuskan segala sesuatu yang dilakukan secara bertentangan dengan perikatan . walau demikian dari rumusan empat pasal tersebut dapat diketahui bahwa perikatan ini bersifat larangan. Secara logis. Bergantung pada sifat dari pekerjaan atau jasa yang akan dilakukan . akan kiata lihat bahwa tidak banyak hal yang diatur dalam bagian ketiga tersebut. 2. rugi.b. Memberikan penggantian biaya . yang terdiri dari empat pasal. yang menerbitkankerugian pada kreditor. Tidak ada satu ketentuan pun dalam ke empat pasal tersebut yang memberikan pengertian atau defenisi dari perikatan untuk tidak melakukan sesuatu. yang jika dilanggar akan menyebabkan debitor terikat pada suatu perikatan. Perikatan untuk melakukan sesuatu sesuatu Jika kita perhatikan bagian Tiga Bab satu Buku III KUHPerdata dibawah judul Perikatan untuk berbuat sesuatu atau untuk tidak berbuat sesuatu .dengan pengertian bahwa suatu jenis pekerjaan atau jasa hanya dapat dilakukan oleh orang perorangan tertentu. apabila kreditor tidak memenuhi kewajibannya . mendapatkan penyelesaian dalam kewajiban memberikan penggantian biaya. c. dapat kita lakukan bahwa perikatan untuk berbuat sesuatu atau melakukan sesuatu merupakan perikatan yang berhubungan dengan kewajiban debitor untuk melaksanakan “pekerjaan” atau “jasa” tertentu untuk kepentingan kreditor.

dalam hal debitor tidak melaksanakan sendiri kewajibannya untuk menghapuskan segala sesuatu yang telah dibuatnya secara bertentangan dengan perikatan.3. Membayar segala biaya dan ongkos yang dikeluarkan oleh kreditor guna mengembalikan segala sesuatu yang dilakukan oleh debitor secara bertentangan dengan perikatan . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful