P. 1
Data Kampung Adat Di Jawa Barat

Data Kampung Adat Di Jawa Barat

|Views: 208|Likes:
Published by Bonny Suryawinata

More info:

Published by: Bonny Suryawinata on Jun 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2015

pdf

text

original

1

DATA KAMPUNG ADAT DI JAWA BARAT

1. Nama : Kampung Cikondang Lokasi : Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Pola Permukiman : Pola permukiman masyarakat di Kampung Cikondang adalah mengelompok. Rumah-rumah tinggal berkelompok di lereng bukit dan di level paling tinggi, sebelah selatan pemukiman penduduk, terdapat bumi adat dengan keletakkan bangunan dari arah utaraselatan serta orientasi rumah kearah utara. Hutan keramat terletak di belakang bumi adat berupa lereng bukit. Hutan keramat ini, sangat dikeramatkan, sehingga pohon-pohon tidak boleh sembarang ditebang. Hutan keramat ini dibagi dalam 5 (lima) halaman, dan di sekeliling halaman dipasang pagar bambu serta sebuah pintu masuk yang terletak di tengah halaman (kandang jaga). Di bagian halaman yang teratas, terletak pemakaman keramat dan pemakaman umum. Makam keramat letaknya membujur dari arah utara-selatan dengan orientasi ke arah utara. Selain bangunan adat, terdapat juga rumah-rumah tempat tinggal penduduk yang merupakan kelompok pemukiman dengan jarak antar rumah yang hampir rapat, hanya dipisahkan oleh gang atau jalan setapak. Rumah-rumah penduduk ada yang permanen dan semi permanen. Letak dan orientasi bangunan pada umumnya menghadap ke jalan desa atau gang. Di tengah perkampungan terdapat 2 buah mesjid yang merupakan bangunan modern. Sarana produksi berupa sawah dan ladang terdapat di sekeliling permukiman penduduk, selain itu terdapat sawah dan ladang keramat yang berada di kompleks bumi adat. Untuk MCK, masyarakat menyebutnya pacilingan, tersedia beberapa pancuran yang airnya disalurkan dari mata air di hutan keramat. Sarana jalan berupa jalan desa, melintasi kampung di bagian utara. Adapun jalan-jalan setapak atau gang banyak dijumpai di sudut-sudut kampung.

Bidang Kebudayaan 2009

2

Upacara Adat

: 1. Seleh Taun Mapag Taun ( Musiman/Wuku Taun ) Upacara ini berkaitan dengan peringatan Tahun Baru Hijriah. Diperingati setiap tanggal 15 Muharam. Adapun tujuan pelaksanaan upacara ini yaitu sebagai upacara untuk mengungkapkan rasa terimakasih dan rasa syukur, tujuan lainnya adalah berdo’a, memohon keselamatan kepada Yang Maha Kuasa . Upacara diselenggarakan di Bumi Adat. 2. Ngaruat Lembur (Hajat Lembur) Upacara ini dilaksanakan setahun sekali setiap bulan Safar, hari selasa atau kamis, jam 11.00 s.d 15.00, Upacara ini dilaksanakan di tengah-tengah kampung. Yang dimaksud dengan Ngaruat Lembur atau Hajat Lembur adalah mengadakan selamatan yang dilakukan untuk keselamatan kampung halamannya. 3. Ngaruat Kandang Hayam. Acara ini sering dilakukan pada kesempatan-kesempatan yang berkaitan dengan maksud seseorang, misalnya pada saat akan membuat rumah, membuat pacilingan, dan pada saat seorang warga akan membuat kandang ayam. Upacara ini dilakukan di atas tanah yang akan dibuat sebagai kandang ayam. Kegiatan ini biasa dilakukan sekitar pukul 7.00, 8.00, dan 11.00. 4. Rasulan Maksud upacara rasulan adalah mengadakan upacara adat untuk keselamatan para karuhun, nenek moyang mereka sebagai perintis berdirinya Kampung Cikondang. Upacara ini diadakan di rumah masing-masing dengan mengundang warga sekitar rumah, dan diadakan pada bulan silih Mulud. Upacara ini biasanya diselenggarakan pada hari selasa dan kamis, malam hari antara waktu shalat magrib atau isya. 5. Ngabungbang Upacara Adat ini biasanya dilakukan secara individu, upacara ini dilakukan oleh seseorang yang menginginkan sesuatu seperti misalnya ingin segera mendapatkan pekerjaan tetap, ingin mendapatkan jodoh, dan sebagainya. Upacara ini dilakukan pada tanggal 14 bulan Mulud.

Bidang Kebudayaan 2009

natus.ahirkan kelak.3 6.00) 7. sebagai hiburan sekaligus berisi tentang nasihat-nasihat yang baik untuk didengarkan oleh warga yang hadir. dan berharap diberikan kelancaran pada saat me. Pelaksanaan tirakatan biasanya dilakukan dengan berpuasa disesuaikan dengan hari kelahiran misalnya jika hari kelahirannya Kamis maka ia akan memulai tirakatan pada hari rabu dengan melakukan makan sahur pada pukul satu siang (13. ingin mendapat jodoh. Puncak acara biasanya dibacakan wawacan barjah. rambut bayi dipangkas sampai gundul.00) dan buka puasa pada hari kamis pukul satu siang (13. 9. matangpuluh. Acara ini diadakan pada malam hari dengan melakukan kegiatn makan-makan. Upacara Kematian Upacara yang berhubungan dengan meninggalnya seseorang di Kampung Cikondang adalah. adapun tujuan upacara ini adalah ungkapan terimakasih dan syukur kepad Tuhan YME atas kehamilannya yang berusia 7 bulan. Dibungkus dengan jonggol (serpihan batang pisang). si ibu dibantu oleh paraji (dukun beranak). Tujuan merawat plasenta bayi sampai dikuburkan adalah agar usia anak panjang dan mendapatkan banyak berkah dari Tuhan YME. plasenta si bayi dikuburkan di dekat rumahnya. Tujuh Bulanan Upacara Adat ini merupakan perayaan kehamilan berusia tujuh bulan. Pada acara ini. 8. Pada hari itu juga si bayi diberi nama oleh kedua orangtuanya. Sidekah Tiluna diselenggarakan atas meninggalnya Bidang Kebudayaan 2009 . dan mendak. dan apa yang dimilikinya dapat bemanfaat atau ada hasilnya. 10. Marhabaan Marhabaan dilakukan pada saat bayi berumur empat puluh hari. Ngalahirkeun Pada saat melahirkan. tiluna. Tirakatan Tirakat artinya membersihkan diri dengan bertafakur atau mengasingkan diri di tempat yang sepi. nyewu. Setelah itu membakar kemenyan. Tirakatan dilakukan jika ia menginginkan sesuatu misalnya ingin lulus sekolah. selesai bersalin. Kegiatan ini dilakukan terus menerus sampai cita-citanya tercapai.

Tujuan dilaksanakan upacara seperti ini adalah agar tanahnya tetap subur dan padinya berbuah bagus dan berisi sehingga enak untuk dikonsumsi. dengan demikian jika dilihat dari arah muka tampak dengan jelas keseluruhan garis suhunan yang melintang dari kiri ke kanan. Dihalaman bumi adat terdapat bangunan pelengkap antara lain lumbung padi (leuit). sidekah natus dilaksanakan pada hari keserataus. sidekah matangpuluh diselenggarakan pada hari keempatpuluh.Atap : Bagian penutup atap tebuat dari talahab yaitu penutup atap yang terbuat dari bilahan bambu. dan sidekah mendak dilaksanakan setiap tahun. Adapun saat menjelang panen. kolam. 11.4 seseorang pada hari ketiga. Bahan Bangunan : . diadakan lagi upacara sederhana. Leuit ini terletak di depan (timur laut) rumah. Acara ini dilaksanakn pada pagi hari sebelum pukul 10 pagi.Flapon/langit-langit Bidang Kebudayaan 2009 . sedang kolam dan kamar mandi/jamban terletak di sebelah timur rumah. sidekah tujuhnan dilaksanakan pada hari ketujuh. . artinya setiap tahun setelah kematian yang jatuh pada tanggal dan bulan yang sama. Pada saat akan bertani. sidekah nyewu pada hari keseribu. Pintu muka rumah ini dikenal dengan bentuk buka palayu yakni letak pintu sejajar dengan salah satu sisi bidang atap. merupakan salah satu proto type rumah adat daerah Jawa Barat. para petani menyiapkan seperangkat bahan-bahan untuk melangsungkan upacara yang sangat sederhana. Kedua bidang atap ini dipisahkan oleh jalur bubungan (suhunan) di bagian tengah bangunan rumah. jamban atau kamar mandi. serta saung lisung (tempat menumbuk padi). Tujuan diadakannya upacara menyambut panen ini adalah agar hasilnya lebih banyak sehingga cukup untuk dikonsumsi sampai datang musim panen selanj Bentuk Bangunan : Rumah Panggung (memiliki kolong). Bumi Adat ini memiliki bentuk atap suhunan jolopong (suhunan lurus) yakni bentuk atap yang terdiri dari dua bidang atap yang terdiri dari dua bidang atap.

Bale-bale ini.untuk memudahkan kuncen melakukan tugasnya dalam membuat segala keperluan sesaji. Kamar tidur Ruangan ini berfungsi sebagai tempat tidur kuncen. Dinding Seluruh dinding terbuat dari anyaman bambu (bilik). Dalam ruangan dapur terdapat peralatan dapur yang dipergunakan dalam keseharian.ada juga lalangit yang dibuat dari bambu bulat (utuh) yang dijajar rapat. Goah Ruangan ini sengaja dibuat berdampingan dengan kamar tidur kuncen. Dapur Ruangan ini berfungsi sebagai tempat untuk masak-memasak. Untuk menahan dinding rumah di bagian dalam dipasang kayu dengan posisi horizontal disebut Paneer dan berfungsi pula sebagai penahan tiang rumah. Lantai Seluruh lantai (palapuh) terbuat dari bambu yang dibentuk lempengan bambu yang digelarkan di atas bambu bulat (utuh) dinamakan dengan darurang. untuk pondasi tiang digunakan batu alam berbentuk bulat.5 - - - - Flapon/langit-langit (lalangit/paparan) terbuat dari bilah-bilah bambu yang dipasang dengan jarak tertentu. Tengah Imah Ruangan ini memiliki fungsi sebagai areal untuk menerima tamu dan dipergunakan juga sebagai tempat melakukan upacara adat. biasanya dijadikan Fungsi Bangunan : - - - - Bidang Kebudayaan 2009 . Tiang Tiang terbuat dari bahan kayu. serta daun jendela kayu sebagai penutupnya. Bale-bale (suplemen yang menempel pada rumah) Ruangan ini biasanya dipergunakan pada waktu-waktu pelaksanaan upacara adat. Jendela Jendela berbentuk persegi panjang dan dipasang kayu dengan jarak tertentu secara vertikal disebut jalosi. Ruangan depan (tepas) Ruangan ini memiliki fungsi untuk menerima tamu.

Kawasan Kampung Kuta dapat dibedakan menjadi kawasan Kuta dalam dan kawasan Kuta luar. Rumah ibadat yang berupa masjid jami berjumlah satu buah dan terlatak di tengahtengah Kampung berdekatan dengan bale dusun. Kabupaten Ciamis Pola Permukiman : Pemukiman penduduk Kampung Kuta menunjukkan pola menyebar. yang disebut sebagai hutan keramat berada di sebelah selatan Kampung Kuta. Kecamatan Tambaksari. Kebutuhan air bersih penduduk diperoleh dari sumber mata air yang letaknya tersebar di daerah tersebut. Hutan lindung. Sedang bale sebagai tempat menerima tamu. Kelompok rumah satu dengan yang lainnya tersebut letaknya berjauhan. Masjid ini berfungsi untuk tempat pengajian. 2. Perbedaan Kuta dalam dan luar tidak ada. dan tiap rumah mempunyai pekarangan yang luas. sembahyang atau menerima tamu. Pembersihan hutan dilakikan secara bersama-sama oleh penduduk Kampung Kuta. Nama : Kampung Kuta Lokasi : Desa Karangpaningal. dengan posisi rumah bervariasi dan disesuaikan dengan kondisi dan luas tanahnya. Rumah-rumah terletak berjajar atau berderet di tepi jalan Kampung atau mengelompok pada tanah yang rata. Untuk masuk ke hutan keramat ini harus diantar oleh kuncen. Hutan keramat ini boleh dikunjungi pada hari tertentu yaitu senin dan jumat. Ruangan untuk Hawu (suplemen yang menempel pada rumah) Dalam ruangan ini terdapat dua hawu yang biasa dipergunakan memasak dalam keperluan pelaksanaan upacara tradisi. Arah hadap rumah pada umumnya menghadap kea rah jalan desa atau gang. Sehingga bagi orang Kampung Kuta - Bidang Kebudayaan 2009 . Di Kampung Kuta tidak tersedia tempat pemakaman baik umum ataupun pemakaman keluarga.6 shelter bagi wanita yang sedang haid karena mereka tidak diperbolehkan memasuki rumah adat. sumber mata air ini menyerupai sumur-sumur dan mngeluarkan air bersih dan jernih. Karena keramat orang tidak ada yang berani menebang pohon yang tumbuh di hutan ini. Selain itu rumah-rumah di Kampung Kuta pada umumnya telah dilengkapi kamar mandi dan jamban. musyawarah dan panggung kesenian rakyat. mereka merupakan suatu komunitas dengan rumah dan kebiasaan/adat istiadat yang sama.

Upacara ini diadakan setiap bulan Mulud (Maulud). Upacara ini dipimpin oleh kuncen dan ajengan. Jalan-jalan desa ini terletak di tengah-tengah. Pertanian salah satu mata pencaharian masyarakat kamupng Kuta denngan tanaman padi sebagai tanaman utama selain palawija. 2. Mata pencaharian lain masyarakat Kampung Kuta yang sekarang ini merupakan barang unggulan Kampung Kuta adalah kegiatan pembuatan gula aren (kawung). Upacara Hajat Bumi dilaksanakan denga tujuan mensyukuri atas keberhasilan masyarakat Kampung Kuta dalam bercocok tanam tertama padi dan memohon perlindungan terhadap tanaman pada masa tanam yang akan datang. atau kejadian alam lainnya. Bidang Kebudayaan 2009 . Upacara mendirikan rumah atau ngadegkeun dan mendiami rumah baru. 4. banjir. Upacara Babarit dilaksanakan apabila terjadi gejala-gejala alam seperti gempa bumi. Upacara ini selain memperingati Maulud nabi besar Muhammad SAW. utara dan barat Kampung.7 yang meninggal dimakamkan di Kampung cibodas yang merupakan tetangga Kampung Kuta di sebelah utara. 3. juga sebagai ungkapan rasa syukur karena masyarakat Kampung Kuta telah diberi rejeki. dan terhindar dari malapetaka. Upacara menempati rumah baru cukup dengan mengundang tetangga guna berdoa bersama. kemarau panjang. Upacara nyuguh dilakukan oleh seluruh masyarakat Kampung Kuta bertempat dib alai dusun. setelah itu meraka bersama-sama makan nasi tumpang. ajengan dan kuncen membaca doa seraya memohon kepada penguasa alam dan para karuhun agar penduduk Kampung Kuta dihindarkan dari segala macam bencana yang dapat memusnahkan penduduk Kampung Kuta. Upacara Adat : 1. Sarana jalan desa telah diaspal memanjang mulai arah masuk dari Desa Karang paningal sampai ujung Kampung Kuta. Pelaksanaan ini biasanya dilaksanakan antara bulan September sampai bulan November. Kedua upacara tersebut pada pokoknya bertujuan agar pekerjaan mendirikan rumah dapat diselesaikan dengan lancar serta rumah yang ditinggali dapat diselesaikan dengan lancar serta rumah yang ditinggali dapat memberikan ketenangan bagi penghuninya.

tetapi langsung ke kontruksi atap. berukuran panjang 8. Jendela : Jendela berbahan kayu untuk daun jendela dan kaca sebagai penutupnya atau jendela gebyog (seluruhnya dari papan). Tetapi ada rumah lain yang memakai pintu di bagian dapur berupa pintu geser/sorong dari bambu. Dinding : Bahan dinding bangunan terbuat dari bilik (anyaman irisan bilah bambu) atau tripleks. Masjid : Bangunan masjid dibangun dengan kontruksi rumah panggung.tidak boleh menyiku (nyekon). Flapon/langit-langit : Seluruh flapon/langit-langit (lalangit/paparan) terbuat dari anyaman bambu (bilik). Atap : Penutup atap rumah terbuat dari rumbia atau ijuk.10 meter dan lebar 2 meter. Pintu : Pintu-pintu dibuat dari papan kayu. Bentuk atap jure yaitu atap rendah berbentuk trapesium memiliki empat bagian atap masing-masing bagian atapnya berbentuk segitiga. Bale : Bale berbentuk rumah panggung dengan bentuk terbuka. - - - Bahan Bangunan : - - - - - Bidang Kebudayaan 2009 . Leuit/lumbung padi : Bangunan leuit dan tempat lisung berukuran panjang 4. Setiap tiang-tiang rumah berdiri pada tatapakan (batu pahat yang berbentuk kubus persegi panjang). kecuali dapur yang tidak mengguankan flapon. Tiang : Tiang-tiang penyangga terbuat dari kayu.70 meter dan lebar 6 meter.8 Bentuk Bangunan : Rumah : Bentuk rumah berupa rumah panggung yang persegi. Masjid ini berukuran lebar 7 meter dan panjang 9.10 meter.

selain lantai papan di sejumlah rumah masih dipakai lantai terbuat dari bambu yang berbentu lempengan-lempengan bambu talapuh yang digelarkan di atas bambu bulat (utuh) dinamakan dengan darurang. Nama : Kampung Mahmud Lokasi : Desa Mekarrahayu. Sungai citarum kemudian diluruskan dengan membangun saluran Sungai Citarum baru dan menimbun sungai citarum lama yang terletak di depan kawasan Kampung Mahmud. tanpa ada ketentuan yang mengatur arah menghadap rumah-rumah tadi. Umumnya rumah-rumah mereka berjejer berhadap-hadapan di sepanjang jalan dan gang-gang kecil. Di pawon. Kabupaten Bandung. Kamar tidur (Enggon): Ruangan ini berfungsi sebagai kamar tidur. Satu masjid yang terletak di bagian barat Kampung.bahkan jika terpaksa dapat dijadikan ruang tidur untuk tamu. Fungsi Bangunan : - - 3. Rumah tampak mengelompok. Satu bale yang mempunyai fungsi untuk pengajian. selain juga dipakai untuk tempat menerima tamu. Kondisi delta ini berupa tanah rawa. Ukuran rumah bervariasi Bidang Kebudayaan 2009 . Ruangan Depan (tepas) Ruangan ini berfungsi sebagai ruang tamu. Kecamatan Margaasih. Keletakan rumah-rumah sangat berdekatan atau bahkan saling menempel. yang masih labil dengan keletakan tanah lebih rendah dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Selain rumah tinggal terdapat bangunan-bangunan lain yaitu sekolah/madrasah tsanawiyah terletak di dekat pintu masuk Kampung. Jarak antar rumah yang sempit dipakai sebagai jalan. biasanya terdapat pula goah tempat menyimpan padi atau beras. Dapur (pawon) : Ruangan ini berfungsi keseharian dan digunakan untuk memasak. Rumah-rumah dibangun mengelompok dan memadati bagian selatan sungai citarum baru. Pola Pemukiman : Kawasan Kampung Mahmud ini dahulu merupakan sebuah delta di belokan sungai citarum.9 - Lantai : Lantai terbuat dari papan kayu. dan tempat pertemuan atau musyawarah masyarakat.

pada masa usia itu. Akad Nikah. yakni menerima kedatangan para undanagn yang akan mengucapkan selamat atas pernikahan kedua mempelai dan mencicipi hidangan yang telah disiapkan oleh tuan ruamah. Seserahan. di wilayah RT 02 terdapat komplek perkuburan warga Kampung yang cukup luas. Rumah mereka umumnya dilengkapi sumur-sumaur tradisional. Sealin membawa calon pengantin pria. Dari pengamatan umumnya bangunan rumah yang asli keletakkan dari arah tenggara – timur laut serta orientasi rumah ke timur laut atau menghadap kea rah sungai citarum baru. Khusus untuk makam Sembah Eyang Dalem Haji Abdul Manaf dan beberapa makam keramat lainnya telah dibuatkan bangunan yang menaungi makammakam tersebut. Upacara perkawinan Melamar. mereka melaksanakan Bidang Kebudayaan 2009 . Acara inilah yang meresmikan dan mensahkan status dan hubungan mereka sebagai suami istri. dilakukan oleh keluarga dari calon mempelai pria pada hari pernikahan yang telah disepakati bersama. adalah acara seremonial pertama yang dilakukan oleh keluarga dari pihak laki-laki. disamping itu. merupakan acara yang paling dinantikan kedua calon mempelai dan keluarganya. mereka umumnya membawa barana-barang yang akan diserahkan kepada keluarga calon mempelai wanita. Persawahan terletak di sebelah utara Sungai Citarum baru. Baru kemudian diakhiri dengan resepsi. Upacara Kehamilan Upacara kehamilan di Kampung Mahmud dimulai pada usia kandungan tujuh bulan. yakni di RT 02 dan di dekat makam keramat. Upacara Adat : 1. 2. Jalan utama ini terletak di tengah-tengah Kampung. Jalan utama di Kampung Mahmud sudah beraspal cukup lebar sehingga memungkinkan kendaraan beroda empat juga delman masuk kedalam Kampung. tersedia MCK di dua tempat. Sarana penghubung dari satu tempat ke tempat lain berupa jalan dan gang-gang kecil . mereka yang tidak memiliki sumur sendiri.10 sesuai dengan luas atau sempitnya tanah. Di bagian barat Kampung. Mereka datang kepada keluaraga dari pihak perempuan untuk menyampaikna maksud tersebut.

Upacara Membangun Rumah Upacara dilakukan pada waktu sebelum. Upacara ini dimulai pada hari ketiga atau tiluna. Umumnya. 4. Waktu pelaksanaan upacara biasanya dipilih dari tanggal-tanggal berangka 7. hari keseribu atau newu. telah ditunjuk seorang tokoh masyarakat yang bertugas ngawaredonan jenazah. dan setelah mendirikan rumah. seperti 7. Tujuan tawasul adalah untuk meminta izin dan berkah kepada karuhun yang telah membangun daerahnya agar selamat dalam membangun rumah. jenazah dibawa ke masjid untuk dishalatkan. Mereka juga memiliki tradisi memperingati kematian seseorang yang disebut upacara tilemen. Upacara kedua berlangsung ketika rumah sedang dibangun ata dalam proses pembangunana. Selain itu tawasul juga bertujuan untuk meminta keselamatan bagi penghuni yang akan menempati rumah tersebut. hari keseratus atau natus. hari ketujuh atau tujuhna. Upacara ketiga dilakukan ketka rumah tersebut selesai dibangun. upacara tersebut dilakukan pada saat naekkeun suhunan atau membuat rangka atap rumah. 5. Upacara Kematian Khusus untuk menangani jenazah. Upacara memnadikan keris Upacara memandikan keris dilaksanakan pada tanggal 12 Maulud. Sebelum membangun rumah. mereka lebih memilih tanggal 27 dan dilaksanakan pada pagi hari. 3. Pada malam harinya. sedang. Baru kemudian dikuburkan di wilayah pemakaman yang ada di Kampung Mahmud. Selesai dimandikan dan dikafani. tepatnya. Upacara ini dinamakan selamatan karena pembangunan rumah selamat dari hal-hal yang tidak diinginkan. mendak atau tepung taun. Tahlilan dilangsungkan selama tujuh hari berturut-turut.11 upacara nujuh bulan atau upacara tingkeb. Trujuan upacara ini adalah mangharap barokah di malam 12 Maulud yang diperinhgati sebagai hari lahir Nabi Muhammad SAW.27. hari keempat puluh atau matang puluh. Bidang Kebudayaan 2009 . diadakan tahlilan di rumah orang yang meninggal. mereka biasanya bertawasul.17.

namun demikian kontruksi maupun bentuknya mengikuti bentuk rumah di Kampung Mahmud yaitu rumah panggung. Bentuk rumah menurut letak pintu muka rumah ini.12 Bentuk Bangunan : Bangunan rumah-rumah di Kampung Mahmud mempunyai ciri khas yang berbeda dengan rumah lainnya yakni denah bangunan rumah berbentuk L. dikenal dengan istilah rumah buka pongpok yaitu rumah yang memiliki pintu masuk pada arah sejajar dengan salah satu ujung dari batang suhunan. selain dinding bilik dipergunakan pula dinding papan. - - Bidang Kebudayaan 2009 . untuk pondasi tiang digunakan batu alam yang menyerupai balok persegi panjang dengan ukuran berkisar 40 centimeter. Plafon/langit-langit : Seluruh plafon/langit-langit terbuat dari anyaman bambu (bilik). Dinding : Dinding terbuat dari anyaman bambu (bilik). dengan denah berbentuk L. Memiliki bentuk atap suhunan jolopong (suhunan lurus atau atap pelana) yakni bentuk atap yang terdiri dari dua bidang atap. Bahan Bangunan : Atap : Untuk penutup atap mempergunakan genteng tanah. Tiang : Tiang terbuat dari kayu. Bentuk atap suhunan jolopong ini kini di Kampung Mahmud banyak yang telah diganti dengan bentuk atap jure atau limasan (suhunan pondok) baik untuk rumah dengan arsitektur yang masih asli maupun bangunan permanen. Jika dilihat dari arah muka rumah yang nampak terlihat bidang atap segitiga dari rumah tersebut. Selain rumah tinggal terdapat pula bangunan mesjid yang dibangun dengan kontruksi rumah panggung dan Bale yang merupakan bangunan baru dibangun sekitar bulan Agustus 2001. Jendela : Penutup jendela terbuat dari kayu dan kaca. Kedua bidang atap ini dipisahkan oleh jalur bubungan (suhunan) di bagian tengah bangunan rumah.

Desa Sirnaresmi. Nama Lokasi :Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar :Kampung Sukamulya. - - 4. Kabupaten Sukabumi Pola Permukiman : Permukiman masyarakat Kasepuhan Ciptagelar merupakan prototype dari pola Kampung masyarakat sunad pada umumnya. saung lisung. Sedangkan rumah0rumah yang berada pada lapis kedua. Bangunan-banguna seperti Bumi Ageung. dan ruamh panggung menunjukkan pola perKampungan khas masyarakat tradisional sunda. Pola tatanan rumah lapis kedua ini berderet secara linier mengikuti kntur tanah dan jalan tanah/gang. dapata dikatakan pola Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adala Linier. Dapur : Dalam ruangan ini terdapat peralatan dapur yang dipergunakan dalam keseharian seperti parako atau tempat hawu (perapian) dan paraseuneu (sebuah tempat diatas hawu untuk menyimpan segala kebutuhan dapur) Goah : Ruangan ini berfungsi sebagai penyimpanan bahan makanan dan peralatan dapur. Menagamati pola openempatan bangunan. Kamar Tidur : Ruangan berfungsi sebagai kamar tidur. sangat bergantung pada kondisi tanah. buruan (halaman). Tengah Imah : Ruangan ini berfungsi sebagai ruangan berkumpul keluarga. Fungsi Bangunan : Ruangan depan (tepas) Ruangan ini mempunyai fungsi untuk menerima tamu. Kecamatan Cisolok. leuit (lumbung padi). Jalur linier ini memanjang dari utara ke selatan mulai dari bumi ageing yang terletak paling utara. Golodog : Golodog adalah tangga dari papan kayu yang terletak di bawah dekat pintu ruangan tepas dan pintu ruangan dapur.13 - - Lantai : Lantai terbuat dari bambu yang dibentuk lempengan-lempengan bambu telapuh. Bidang Kebudayaan 2009 .

Berdekatan dengan kelompok leuit terdapat banguna milik bersama tempat menumbuk padi yang dinamakan saung lisung. upacara nguseuk. upacar ngnyaran (makan nasi yang pertama kali dari hasil panen). upacara mipit/nyalin (upacara pendahuluan sebelum dilakukan panen pertama). Upacara Lingkaran Hidup Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar masih melakukan berbagia upacara yang berkaitan dengan lingkaran hidup. upacara yang berkaitan dengan perkawinan seperti lamaran. akad nikah. Upacara Adat : 1. Leuit berbentuk seperti rumah berukuran kecil dengan dinding bilik dan atap dari ijuk ini umumnya berada di pinggir pemukiman. Pada malam harinya. Upacaraupacara yang dimaksud adalah upacara yang berkaitan dengan kelahiran seperti : upacara selamatan pemberian nama dan upacara mengubur bali (ari-ari atau tembuni). dan upacara ngahudangkeun (membangun padi yang telah didiukeun di dalam leuit sebelum dipergunakan oleh pemilik leuit). Di hadapan pusara.14 Setiap rumah tangga memiliki leuit. Upacara Pertanian Pada saat akan memulai mananam padi baik di sawah maupun di ladang. sesepuh girang memanjatkan doa amit. Satu bagian yang dapat dikatakan sebagia cirri khas Kampung Gede Kasepuha Ciptagelar adalah terdapatnya bale pertemuan yang terletak di lingkungan rumah tinggal sesepuh girang. Upacara-upacara yang berkaitan dengan kegiatan berdcocok tanam adalah : upacara membuka lading. dilakukan upacara selamatan di rumah sesepuh girang yang dihadiri oleh para tokoh adat dan segenap sesepuh Kampung. upacara masa kanak-kanak bagi anak laki-laki biasa dilakukan upacara khitanan dan upacara helaran. sesepuh girang bersama para pembantunya berziarah ke makam nenek moyangnya yang berada di daerah Bogor Selatan dan Banten Selatan. dan lain-lain. 2. upacara seren taun (upacara adat pasca panen). dan upacara yang berkaitan dengan kematian. Bidang Kebudayaan 2009 .

leuit (lumbung padi) dan saung lisung. baik bentuk. Pada tiap tingkatan terdapat sederetan rumah yang membujur dari barat ke timur. Adapun bentuk rumahnya rata-rata persegi panjang dengan suhunan panjang (ditambah teritis di bagian depan dan belakang) serta suhunan jure yaitu bentuk atap perisai yang memanjang. ruang tidur lebih menggambarkan ciri kewanitaan. Selain rumah warga. terdiri atas beberapa puluh rumah yang tersususn pada kemiringan tanah yang bertingkat.Tengah Imah : Ruangan ini biasanya digunakan untuk berkumpul semua anggot keluarga. Rumahrumah bercirikan rumah panggung dengan kolong di bagian bawahnya. terdapat juaga bangunan-bangunan lain seperti bumi ageung.15 Bentuk Bangunan :Rumah-rumah warga Kasepuhan Ciptagelar menunjukkan adanya kesamaan dengan pola arsitektur Sunda pada umumnya. Letak antar Bidang Kebudayaan 2009 . bentuk atap demikian merupakan bentuk atap lurus sehingga orang bisa dengan mudah memasang alang-alang atau ijuk sebagai tutup atap yang disusun sedemikian rupa sehingga air tidak bisa masuk ke dalam rumah. rumbia.Padaringan/Goah : Ruangan ini adalah ruangan penyimpanan beras. . Bentuk atap rumah adalah suhunan panjang. Nama :Kampung Dukuh Lokasi :Desa Cijambe. Kabupaten garut Bentuk Bangunan :Rumah-rumah yang ada di Kampung Dukuh. Fungsi Bangunan : .Pangken (ruang tidur) : Ruangan ini merupakan kategorisasi dari daerah wanita. . Pola Pemukiman :Kampung Dukuh merupakan kesatuan pemukiman yang mengelompok. Bahan Bangunan :Material atap yang banyak dipakai adalah daun tepus. 5. Meskipun suami dapat masuk ke dalam ruang ini. atau ijuk. Jenis rumah mereka adalah rumah panggung dengan kolong setinggi kurang lebih 60 centimeter. bahan bangunan maupun arah membujurnya serba seragam. .Dapur : Ruangan ini biasa digunakan untuk memasak. Kecamatan Cikelet.

ke-100 (natus). adat bersunat. Untuk mandi dan mencuci. merupakan hal yang wajib dilakukan. kuncen tidak ikut memandikan dan mengafani. kuncenlah yang selalu diharapkan memimpin upacara kematian tersebut karena dianggap yang paling tahu segala sesuatunya. itupun dalam acara jaroh (ziarah) yang dipimpin oleh kuncen dengan berbagai peraturan yang berlaku secara turun temurun. sehingga jalan Kampung terletak di sela-sela rumah penduduk berupa jalan setapak. Anak perempuan biasanya disunat oleh paraji pada waktu masih bayi. Makam keramat adalah bagia Kampung yang hanya boleh dimasuki pada hari bsabtu.16 rumah hamper berdempetan. Tahlilan dilakukan pada hari kesatu sampai ketujuh (tujuhna). malam harinya diadakan marhabaan yaitu membaca kitab barzanji yang berisi riwayat Rasulullah SAW. kegiatan jaroh juga dilengkapi dengan acara membersihkan sekitar makam keramat. Kandang untuk ternak kambing. Selamatan yang lebih besar diselenggarakan lagi pada usia kandungan berumur 7 bulan. Demikian juga sawah dan lading terletak cukup jauh dari rumah-rumah penduduk. Pada saat usia kandungan 3 bulan. Setelah bayi lahir. Apabila ada yang meninggal. Upacara Adat : Upacara-upacara yang biasa dilakukan diantaranya pada saat mengandung. dan keseribu (nyewu). Sarana peribadatan terdapat dua mesjid yaitu satu untuk anak lakilaki dan satu lagi khusus untuk wanita. dipimpin langsung oleh kuncen. Apabial yang meninggal itu wanita. perkawinan dan kematian. Adat Bersunat. Pengertian jaroh (ziarah) pada dasarnya bukanlah suatu cara untuk memuja apalagi meminta sesuatu. satu tahunnya (mendak). yang diutamakan selain kerabatnya adalah kuncen. diadakan selamatan secara sederhana. ke-40 (matang puluh). domba dan kerbau terletak agak jauh di sebelah timur pemukiman. melahirkan bayi. Selain berdoa dan tahlilan di makam keramat. baik bagi anak laki-laki maupun perempuan. Upacara jaroh dilakukan setiap hari sabtu. Sedangkan anak laki-laki disunat pada usia 4-6 tahun. Bidang Kebudayaan 2009 . masyarakat dapat menggunakan jalan umum yang tersebar di sekeliling Kampung. setelah bayi lahir.

Mitembeyan adalah selamatan pada saat mulai menanam padi. Manaja merupakan salah satu bentuk ketaatan terhadap leluhur. 14 Mulud. Bentuk atap rumah adalah suhunan panjang. Bentuk Bangunan :Rumah-rumah yang ada di Kampung Dukuh. Bahan bangunan : Atap : Penutup atap menggunakan bahan alang-alang atau ijuk. dan meuseul atau nganyaran. Rebo Wekasan. Idul Adha. diantaranya camat.17 Upacara memuliakan bulan dalam arti tanggal-tanggal tertentu dalam bulan perhitungan Hijriah yang masih dimuliakan atau diperingati adalah sebagai berikut : 10 Muharram. nyalametkeun pare. lurah. dan 10 Rayagung. Upacara dalam bidang pertanian yang masih sering dilakukan antara lain : mitembeyan. dan naib. 12 Mulud. Tradisi ini dilakukan pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. bahan bangunan maupun arah membujurnya serba seragam. bentuk atap demikian merupakan bentuk atap lurus sehingga orang bisa dengan mudah memasang alang-alang atau ijuk sebagai tutup atap yang disusun sedemikian rupa sehingga air tidak bisa masuk ke dalam rumah. Nyalametkeun pare adalah upacara yang dilakukan selama menumggu padi menguning. Dinding : Dinding terbuat dari bambu yang disebut bilik. 30 Reuwah. Sedangkan meuseul merupakan syukuran yang dilakukan ketika pertama kali memakan padi hasil panen. Tradisi ini merupakan kebiasaan memberikan hasil pertanian kepada aparat pemerintahan. bulan Ramadhan. Moros merupakan tradisi yang dilakukan satu atau dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Plafon/langit-langit Bidang Kebudayaan 2009 . 27 Rajab. baik bentuk. Rumahrumah bercirikan rumah panggung dengan kolong di bagian bawahnya. Muludan dan bulan Rewah.

Bidang Kebudayaan 2009 . Pintu : Pintu umumnya mempunyai ukuran. Rumah tinggal pada umumnya terletak mengelompok di bagian utara dan selatan Kampung. Ukuran hampir sama umumnya 1 meter x 0. Ruangan Tengah Fungsi ruangan tengah sebagai tenpat berkumpul keluarga. Golodog : Golodog diletakkan di bawah lantai menuju ke ruang tamu dan di bawah pintu di ruangan tengah. terbuat dari kayu. serta daun jendela kayu sebagai penutupnya. Fungsi bangunan : Ruangan Tamu Ruangan tamu terdapat tiga kamar tidur biasanya biasanya dipakai sebagai kamar tidur tamu. Kabupaten Tasikmalaya. Rumahrumah berkelompok di lereng bukit di suatu areal tanah yang tdak sama ketinggiannya.75 meter.75 meter. Dapur Ruang dapur sebagai tempat untuk memasak. Propinsi Jawa Barat. Nama Lokasi : Kampung Naga :Desa Neglasari. Jendela : Jendela berbentuk persegi panjang dan dipasang kayu dengan jarak tertentu secara vertical disebut jalosi. Tiang : Tiang dibuat dari kayu. bentuk dan bahan yang sama. untuk pondasi (tatapakan) tiang digunakan batu alam yang tidak dibentuk. Lantai : Lantai rumah terbuat dari bambu yang disebut palupuh. ukuran pintu 160 meter x 0.18 - - - - Plafon/langit-langit dari bilik dengan pola anyaman. Jarak dari lantai rumah ke langit-langit berukuran tinggi sekitar 3 meter. Lereng bukit yang menjadi tempat keletakkan rumah-rumah yang terdiri dari empat tingkatan. Pola Pemukiman :Pola pemukiman Kampung Naga Adalah mengelompok. kecamatan Salawu. tetapi dipakai batu yang bentuknya agak bulat dan datar untuk meletakkan tiang. 6.

Sarana produksi lainnya adalah sung lisung. Upacara Menyepi Upacara Menyepi dilakukan pada hari Selasa. Bidang Kebudayaan 2009 . Sejajar dengan masjid di sebelah barat pada bagian tanah yang lebih tinggi terdapat sebuah bangunan yangbdikeramatkan sebagai bangunan suci yang disebut bumi ageung. Hutan Keramat ini dikelilingi oleh sungai Ciwulan yang merupakan garis demarkasi bagi areal keseluruhan hutan keramat yang disakralkan. serta menyatakan rasa syukur kepada Tuhan YME. 2. Tersedia sumber air berupa mata air di sebelah selatanKampung Naga yang airnya tidak pernah kering walaupun diambil terus menerus oleh penduduk Kampung Naga dalam mencukupi kebutuhan air bersih untuk makan dan minum. Upacara Hajat Sasih Maksud dan Tujuan dari upacara ini adalah untuk memohon berkah dan keselamatan kepada leluhur Kampung Naga. Rabu. karena pada dasarnya merupakan usaha menghindari pembicaraan tentnag segala sesuatau yang berkaitan dengan adat istiadat. Bagian dari Kampung Naga Lainnya adalah Hutan Keramat yang terletak di timur Kampung. Makam yang dikeramatkan. yaitu makam Sembah Dalem Singaparna (leluhur Kampung naga) letaknya di sebelah barat Kampung Naga.19 Upacara Adat Ditengah Kampung terletak masjid dan bale yang letaknya berdampingan. : 1. dan Sabtu. Sarana produksi berupa sawah atau ladang terdapat di sebelah barat dan timur pemukiman penduduk. Di sebelah timur masjid dan bale terletak tanah lapang/halaman yang disebut alun-alun. Upacara ini meburut pandanagn masyarakat Kampung Naga sanagt penting dan wajib dilaksanakan. yaitu bangunan yang digunakan masyarakat sebagai tempat untuk menumbuk padi.

Bentuk Bangunan : Rumah-rumah di Kampung Naga bentuknya sama dan letaknya teratur.Pada pertemuan kedua belah atap bagian ujung merupakan titik pertemuan yang membentuk sudut puncak bagian muka dan belakang. Bidang atap tambahan yang melambai ini disebut leang-leang. dan diakhiri dengan munjungan. biasanya dipasang gelang-gelang yang terbuat dari bambu membentuk setengah lingkaran atau lurus menyerupai tanduk lengkung atau tanduk lurus. Bahan Bangunan : Atap : Bahan atap rumah pada umumnya menggunakan bahan daun kelapa. daun tepus dan ijuk.20 3. Rumah-rumahnya berbentuk persegi panjang dengan jenis rumah termasuk jenis rumah panggung. Plafon/langit-langit : Plafon/langit-langit terbuat dari bilah-bilah bambu yang dianyam (bilik). Upacara Perkawinan Upacara perkawinan bagi masyarakat Kampung Naga adalah upacara yang dilakukan setelah selesainya akad nikah. Dinding : Dinding rumah di Kampung Naga terbuat dari anyaman bambu “bilik” yang pola anyamannya ada dua macam yaitu kepang dan sasag. Dengan atap yang seragam ini tampak seperti bentuk segitiga bila dipandang dari arah muka dan belakang. Bagian yang seperti tanduk ini disebut “cagak gunting atau capit hurang”. buka pintu. - - - Bidang Kebudayaan 2009 . ngariung. yang merupakan pertemuan kedua sisi atap segi empat panjang. dengan ketinggian kolong kira-kira 50 – 60 cm. sehingga merupakan rentangan sayap burung. nincak endog. yaitu bentuk atap panjang yang kedua sisinya diperpanjang atau ditambah. ngampar. Adapun tahap-tahap upacara tersebut adalah sebagai berikut : upacara sawer. Untuk pondasi (tatapakan) tiang digunakan batu alam yang dipotong berbentuk persegi panjang. Tiang : Tiang dari kayu yang mendukung rangka atap. Atapnya menggunakan gaya suhunan julang ngapak.

Pintu ini berbentuk persegi panjang berukuran 1. Ruangan tengah : Ruangan ini memiliki fungsi sebagai tempat tidur keluarga pada malam hari. Ruangan Depan : Ruangan depan berfungsi untuk menerima tamu. Dapur : Dapur biasa dgunakan untuk memasak.75 meter.21 - - - - Pintu : Pintu terbuat dari bilik dan kayu. Pola Permukiman : suatu keunikan yang menjadi cirri khas Kampung Pulo adalah adanya aturan adat yang mengatur pola pemukiman dan jumlah keluarga yang diperbolehkan tinggal di Kampung tersebut. yang sebelumnya merupakan lantai dari lempengan-lempengan bambu (papuluh). Golodog : Golodog terbuat dari papan. dan dipakai sebagai tempat menerima tamu pada waktu selamatan atau upacara keluarga. Kmpung Pulo hanya boleh ditempati oleh 6 kepala keluarga (6 keluarga inti). Fungsi Bangunan : - - 7. golodog di Kampung Naga dibuat dari bambu. Kabupaten Garut. Selain terbuat dari papan. serta daun jendela kayu sebagai penutupnya. Jendela : Jendela berbentuk persegi panjang dan dipasang kayu dengan jarak tertentu secara vertical disebut jalosi. Lantai : Lantai dari papan. Kecamatan Leles. Pemukiman masyarakat Kampung pulo dengan pola ynag khas. yaitu enam rumah tinggal dibagi dua deret/baris yang terdiri atas tiga buah rumah. Berdasarkan aturan yang berlaku. Keletakkan rumah-rumah simetris dengan jarak antar rumah Bidang Kebudayaan 2009 . Kaca juga dipakai sebagai penutup jendela. tetapi ada juga yang meletakkan batu sebagai ganti golodog tersebut.75 meter x 0. Nama : Kampung Pulo Lokasi : Desa Cangkuang. Kamar tidur : Ruangan ini memiliki fungsi sebagai kamar tidur.

serta Ngaibakan Benda Pusaka. Dengan pemasangan lemabaran bilik diletakkan di bagian atas dan dibawahnya diletakkan bambu bulat yang dijajar denga jarak yang sama antar bambu. - - Bidang Kebudayaan 2009 . Untuk pondasi (tatapakan) tiang digunakan batu alam yang dipotong berbentuk persegi panjang. kehamilan. Tiang : Tiang dari kayu yang mendukung rangka atap. Atapnya menggunakan gaya suhunan julang ngapak. Dua bidang atap lainnya merupakan kelanjutan dari bidang-bidang itu dengan membentuk sudut tumpul. yang berkaitan dengan bayi yang baru dilahirkan. pada saat mendirikan rumah. lantai serta sebagai bagian rangka bangunan rumah induk berjumlah 16 tiang. Dua bidang atap bertemu pada garis suhunan dan letaknya menurun miring. Upacara Adat : Upacara Adat yang masih hidup dan dilaksanakan di Kampung pulo antara lain upacara yang berkaitan dengan lingkaran kehidupan seperti perkawinan. Penutup atap lainnya dibuat dari daun alang-alang atau rumbia dan ijuk yang diikatkan dengan tali dari bambu ke bagian atas dari rangka atap dan menggunakan paku untuk memperkuatnya. yang berkaitan dengan kematian. Plafon/langit-langit : Plafon/langit-langit dari bilik dengan pola anyaman kepang. Dibagian pertemuan kedua belah atap.22 dan ukuran rumah yang hampir sama. Bentuk Bangunan : Rumah-rumahnya berbentuk persegi panjang dengan jenis rumah termasuk jenis rumah panggung. Denah rumah pada umumnya hampir sama dengan bentuk persegi panjang. dibentuk menyerupai tanduk lurus disebut cagak gunting atau capit hurang dan dililitkan tali ijuk.bentuk atap julang ngapak memiliki empat buah bidang atap.pada garis pertemuan antara keduanya. Bidang atap tambahan yang melandi ini disebut leang-leang. yang berkaitan dengan bidang pertanian. Bahan Bangunan : Atap : Penutup atap di ruangan tamu menggunakan bambu bulat yang dipasang berjajar (talahab).

Selain dipakai pengunci kayu. Ruangan Tengah : Fungsi ruangan tengah sebagai tempat berkumpul keluarga. Fungsi Bangunan : - - Bidang Kebudayaan 2009 . serta daun jendela kayu sebagai penutupnya.75 meter x 1 meter. Pintu : Pintu dibuat dari bilik sasag dan kayu. tempat bermusyawarah. ukuran pintu 1. Dinding dikapur warna putih. Jendela : Jendela dipasang kayu dengan jarak tertentu secara vertical disebut jalosi. Pintu umumnya mempunyai ukuran. tempat berkumpul warga. dan ruangan santai di siang hari. dan bahan yang sama. Lantai bilik digelarkan di atas bambu bulat (utuh). dan bentuknya persegi panjang. Dapur : Ruangan dapur dipergunakan untuk kegiatan masak memasak. Golodog : Golodog diletakkan di bawah lantai menuju ke ruangan tamu dan di bawah pintu dapur. paku digunakan untuk memperkuat kontruksi. bentuk. Kamar Tidur : Kamar tidur berfungsi sebagai tempat untuk tidur. Ruangan Tamu : Ruangan ini memiliki fungsi untuk menerima tamu.23 - - - - - Dinding : Dinding terbuat dari bilik yang dianyam dengan pola anyaman kepang. terbuat dari kayu. Lantai : Lantai terbuat dari anyaman bambu (bilik) yang bentuknya kurang lebih sama dengan anyaman yang digunakan untuk dinding rumah dengan motif kepang.

Rumah-rumah penduduk ini cukup bervariasi. rumah-rumah adat di Kampung Urug memiliki karakteristik yang sama dengan rumah-rumah adat Sunda pada umumnya. Bentuk Bangunan : Secara umum. ada yang permanen dan semi permanen. Rumah biasanya berupa rumah panggung yang berkolong dengan tiga bagian (ruangan) yaitu bagian depan. Upacara Salametan Puasa dan Lebaran diadakan sehari sebelum bulan ramadhan dimulai. Salametan Ngabuli ( upacara tutup taun) dilaksanakan pada bulan Muharram di Gedong Sanghyang Tunggal. 2. Bidang Kebudayaan 2009 . tegel atau keramik. Meskipun sebagian besar bentuk bangunan rumah masih bersifat tradisional yakni rumah panggung dengan atap daun alang-alang. Sedangkan rumah yang semi permanen berdinding setengah tembok dan setengah bilik atau triplek. beratap genteng atau asbes. Kecamatan Sukajaya. dan ada juga yang beratap seng. gedong luhur. Elemen penting dari pemukiman adalah rumah-rumah tempat tinggal penduduk. Salametan Maulud dilaksanakan setiap tanggal 12 Maulud di ruang pancaniti gedong sanghyang tunggal. Upacara Adat : 1. bagian tengah dan bagian belakang. Nama : Kampung Urug Lokasi : Desa Kiarapandak. 5. Pola Permukiman : Secara Umum dapat digambarkan bahwa pola permukiman masyarakat di Kampung Urug adalah mengelompok dengan titik sentral gedong gede. Tujuannya adalah untuk “rewah” pada Nabi Adam. Upacara rewah dilaksanakan setiap tanggal 12 Rewah. Selamatan ini adalah untuk memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW. Rumah yang permanen berdinding tembok.. 6. dan beratap genteng. hanya saat waktu mau tebar saja setau sekali pada hari rabu. dan berlantai ubin. Setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Upacara sedekah Bumi tidak dipastikan kapan harus dilaksanakan. 3. dan gedong alit.24 8. masyarakat melaksanakan selametan lebaran. 4. memperingati karuhun Adam dan keturunannya. Kabupaten Bogor. asbes. Upacara Seren Taun adalah upacara yang dilaksanakan setelah panen setiap tanggal 10 Muharram. namun ada juga beberapa rumah terlihat permanen.

Bagian tengah berfungsi sebagai tempat berkmupulnya keluarga. Fungsi bangunan : Bagian depan digunakan untuk menerima tamu. . .Jandela/jendela : Setiap jendela memakai kisi-kisi yang terbuat dari bilah-bilah kayu atau bambu. . . kemudian dirangkay. . Pada bagian belakang ini juga dibuat goah yaitu ruangan penyimpan beras. - Bidang Kebudayaan 2009 .Lalangit/plafon : Plafon terbuat dari bilik bambu yang dianyam. terbuat dari kayu.Palupuh/lantai : Lantai terbuat dari bambu yang dibelah-belah menjadi lempengan-lempengan kecil dan panjang.Hateup/atap : Atap terbuat dari daun kiray. .Panto/pintu : Pintu berbentuk empat persegi panjang.Golodog : Golodog terbuat dari beberapa lempengan kayu yang disusun berundak-undak. Pada bagian tengah ini biasanya dibuat ruangan-ruangan sebagai kamar tidur penghuni. .Bilik/dinding : Dinding rumah terbuat dari anyaman bambu. Sedangkan bagian belakang biasanya merangkap sebagai dapur.25 Bahan Bangunan : Tatapakan : Untuk tatapakan digunakan batu alam yang utuh.

26 Bidang Kebudayaan 2009 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->