BAB I SENSOR DAN PARAMETER DRILLING

1.1. SENSOR PIT Sensor pit ada 2 macam yaitu delaval dan potensio meter. Pit sensor delaval bekerja dengan rangkaian IC yang dipengaruhi oleh naik turunnya pelampung sensor. Pit sensor potensio bekerja dengan berdasarkan perubahan resistivity pada potensio meter yang digerakkan ( diputar ) oleh naik-turunnya pelampung sensor. Pergerakan bola sensor terjadi oleh naik turunnya permukaan Lumpur di pit dimana sensor tersebut di pasang. Parameter yang dihasilkan/dipengaruhi oleh sensor Pit adalah 1 2 3 4 5 Pit Volume ( Pit 1 , Pit 2, Pit 3 …dst ) Pit G/L Total Pit Volume Trip Tank Volume Trip Tank G/L ( Gain/Loss )

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada sensor Pit / Pit Volume 1 Pasang sensor agak jauh/aman dari putaran agitator Lumpur. Sensor terpasang dengan kuat menggunakan “C” claim 2 Sensor dikalibrasi ulang tiap 7 hari sekali ( atau cek nilai volume/signal max dan min pada saat TSK/WOC ) 3 Catat nilai signal/volume min dan max tiap-tiap sensor pada kalibrasi pertama kali ( tabel … ) 4 Cek setiap saat kondisi sensor pastikan dalam keadaan baik. Bola sensor dapat bergerak bebas/tanpa hambatan, posisi sensor lurus vertical ( tidak miring ), Jbox sensor tertutup rapat, rangkaian kabel terpasang aman (di bawah lantai ) sampai J-box utama (main J-box) 5 Bersihkan sensor saat tank Lumpur di kuras dan saat rig down. 6 Bila terjadi penurunan volume pit active, kemungkinan ada transfer kebocoran tangki Lumpur, atau Pit drill. Bila terjadi loss akan disertai penurunan SPP 7 Bila terjadi penaikan volume pit active, kemungkinan ada transfer atau kick ( gain ) perhatikan gas dan cek degasser pastikan dalam kondisi bagus.

1 Cek selalu oli pelumas pada regulator atau suntikkan oli pelumas ke slang angin tiap 1 jam sekali. Prinsip kerja degasser ini pada dasarnya mengaduk Lumpur dengan agitator agar gas dalam Lumpur keluar dan diisap oleh vacuum pump untuk dianalisa oleh Chromatograph. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1 Sensor terpasang dengan kuat menggunakan “C” claim dan posisi tegak 2 Bersihkan degasser saat possum belly kosong. Dc-exp.1.2 SENSOR DENSITY LUMPUR Sensor ini ada dua buah terpasang di possum belly untuk MW out dan di pit aktiv untuk MW in. Parameter yang dihasilkan adalah Temp in /out Hal-hal yang perlu diperhatikan 2 Sensor terpasang dengan kuat menggunakan “C” claim 3 Bersihkan sensor saat possum belly atau pit active kosong. Lumpur keluar dari corong degasser setengah penuh. atau setelah penyemenan. GAS TRAP ( DEGASSER ) Degasser dipasang di possum belly. Cara kerja sensor ini berdasarkan pengaruh temp lumpur terhadap sensor yang terpasang dan di record dalam bentuk satuan arus listrik (mA). Cara kerja sensor ini berdasarkan pengaruh Lumpur terhadap membrane yang terpasang di sensor dan di record dalam bentuk satuan arus listrik (mA). Surge press. ECD. 4 Posisi sensor diusahakan tidak terbenam oleh tumpukan cutting di possum belly 1. Parapeter yang dihasilkan adalah : MW in /out Hydrolika ( Hyd press. . 1. Untuk degasser electric jarang hamper tidak pernah digunakan. 3 Posisi degasser dan putaran agitator bagus dalam keadaan drilling/sirkulasi. Swab press ) Hal-hal yang perlu diperhatikan 1 Sensor terpasang dengan kuat menggunakan “C” claim 2 Bersihkan sensor saat possum belly atau pit active kosong.4. Kecuali untuk rig yang tidak menyediakan angin compressor. Ada dua macam degasser berdasarkan tenaga penggerak/pemutar agitator yaitu degasser dengan tenaga listrik ( electric ) dan degasser dengan tenaga angin (air degasser ). Press loss.3 SENSOR TEMPERATUR Sensor ini ada dua buah terpasang di possum belly untuk Temp out dan pit aktiv untuk Temp in.

1. 4 Tekanan angin 20-30 psi ( kondisi degasser bagus )untuk memutar agitator guna memecah Lumpur. Sensor akan mengirimkan signal digital ke DAU jika tersentuh/didekati oleh logam. Prinsip kerja sensor ini berdasarkan system electromagnetic yang ditransfer ke dalam arus listrik. 3 Pelankan putaran agitator bila degasser tidak digunakan. Prinsip kerja sensor dengan pressure tranducer. SENSOR POMPA ( SPM ) Sensor pompa dipasang di atas liner pompa rig.0. spot LCM.5. slow pump rate.5 cm ) LED pada card sensor akan menyala. dan saat sangat diperlukan perhitungan stroke pompa/spm. 6 Pasang card sensor pada tongkat sensor agar mudah melihat/memastikan nyala lamp LED saat sensor active.2 Cek sekali-sekali kondisi agitator saat stop sirkulasi. yang mendapat tekanan saat drilling line mendapat beban dan tekanan tersebut akan ditransfer ke DAU sebagai arus listrik ( 0 – 24 mA). . 4 Lindungi proximity dari semprotan air. spot black magic.6 SENSOR HOOK LOAD Sensor hook load di pasang di pancake. 5 Pastikan kabel tersambung dengan baik ( + dan – jangan terbalik ) dan tidak basah. Jika sudah goyah. 5 Cek posisi degasser bila terjadi perubahan Flow Rate ( gpm ) 1. displace sement bila pakai pompa rig. Parameter yang dihasilkan/dipengaruhi oleh sensor pompa : 1 SPM 2 Total Stroke 3 Lag / Down Stroke 4 Lag Depth 5 Lag / Down time 6 Flow in/Pump rate ( gpm ) 7 Hydorolika pemboran Hal-hal yang perlu diperhatikan dari SPM 1 Sensor terpasang dengan kuat menggunakan “C” claim 2 Cek posisi sensor terutama setelah perbaikan pompa 3 Pastikan posisi sensor dalam keadaan baik bila akan mulai drilling. Bila proximity sensor tersentuh/dekat logam ( jarak +/. segera dikencangkan/perbaiki atau ganti dengan degasser spare.

atau loss (flow out & vol pit berkurang ). WOB ( Weigh On Bit ) 4. problem pompa. . In: bila hook load lebih kecil dari jumlah beban Kelly dan hook ) lihat Slip Threshold 3. Bit depth dan Depth Hal-hal yang perlu diperhatikan: 1 Pastikan sensor terpasang dengan kuat. isi dengan martin decker fluid setelah dipasang male /male quick coupling 3 Pastikan kabel tersambung dengan baik ( + dan – jangan terbalik ) dan tidak basah. isi dengan martin decker fluid setelah dipasang male/male quick coupling 3 Pastikan kabel tersambung dengan baik ( + dan – jangan terbalik ) dan tidak basah. 4 Bila SPP berkurang sampai lebih 100 psi dengan rate pompa SPM tetap. 4 Perhatikan hook load saat cabut/angkat pipa bila melebihi 5-10 klbs dari berat string “terbouyancy” itu normal karena pengaruh drag dan gravity ( apalagi pada sumur berarah /directional ) jika sampai melebihi 30 – 40 Klbs berarti ada over pull.Parameter yang dihasilkan/dipengaruhi adalah : 1. prinsip kerja sensor dengan pressure tranducer yang mendapat tekanan saat pemompaan melewati stand pipe. Parameter yang dihasilkan/dipengaruhi adalah: • Stand pipe pressure ( SPP ) Hal-hal yang perlu diperhatikan dengan sensor SPP/SPP: 1 Pastikan sensor terpasang dengan kuat. ( catat berapa over pull /selisih dari berat normal string) 5 Bila Hook load berkurang pada saat masuk pipa dari berat string normal (saat bergerak turun / sluck off ) berarti tight hole/ fill (duduk). SENSOR STAND PIPE PRESSURE Sensor dipasang di stand pipe pressure. tekanan tersebut akan ditransfer ke DAU sebagai arus listrik ( 0 – 24 mA). quick coupling sesuai ukuran dengan rig biasanya ¼ “.7. quick coupling sesuai ukuran dengan rig biasanya ¼ “. 2 Bila pressure tranducer baru. Hook Load 2. Pasang sensor pada saat hook tidak ada beban. kemungkinan wash pipe. Slip status : in/out ( out:bila hook load melebihi jumlah beban Kelly dan hook. 1. 2 Bila pressure tranducer baru. Pasang sensor pada saat hook tidak ada beban.

SENSOR CASING PRESSURE Sensor dipasang di BPM ( Back Pressure Manifold). tekanan tersebut akan ditransfer ke DAU sebagai arus listrik ( 0 – 24 mA). kemungkinan ada line buntu.9. Parameter yang dihasilkan/dipengaruhi adalah: • Casing pressure ( CSP ) Hal-hal yang perlu diperhatikan: 1 Pastikan sensor terpasang dengan kuat. 2 Bila pressure tranducer baru. prinsip kerja sensor dengan pressure tranducer yang mendapat tekanan saat pipa diputar. tekanan tersebut akan ditransfer ke DAU sebagai arus listrik ( 0 – 24 mA). isi dengan martin decker fluid setelah dipasang male /female quick coupling . SENSOR TORQUE Sensor berupa press tranducer 5000 psi dipasang di Drilling console atau di “T” connector torque Top drive.8. Pasang sensor pada saat hook tidak ada beban. biasanya 10000 psi ) 3 Bila pressure tranducer baru. isi dengan martin decker fluid setelah dipasang male /male quick coupling 4 Pastikan kabel tersambung dengan baik ( + dan – jangan terbalik ) dan tidak basah 5 Casing pressure diamati pada saat shut in well atau saat Leak off test / integrity test.5 Bila SPP bertambah lebih 100 psi dengan SPM tetap.nozzle plug atau pack off ( annulus penuh cutting ) perhatikan torsi biasanya besar. 1. dengan signal min nilai 0 psi dan signal max: 4020 dengan nilai 10000/5000 psi ( sesuai ukuran tranducer. quick coupling sesuai ukuran dengan rig biasanya ¼ “. Parameter yang dihasilkan/dipengaruhi adalah: -. quick coupling sesuai ukuran dengan rig biasanya ¼ “. 2 Kalibrasi setelah dipasang. prinsip kerja sensor dengan pressure tranducer yang mendapat tekanan saat Pipe ram ditutup dan ada pressure melewati BPM. Torque / Relatif Torque ( bila di drilling console tidak ada satuan ) Hal-hal yang perlu diperhatikan pada Sensor dan Torque: 1 Pastikan sensor terpasang dengan kuat. 1.

Baturaja atau F. Caranya dengan mengisikan angka pada – realtime—control --.11. Potensio meter tersambung dengan pedal.3 Pastikan kabel tersambung dengan baik ( + dan – jangan terbalik ) dan tidak basah.equipment -. Pemutaran potensio meter akan menghasilkan perubahan resistivity dan arus listrik ( 0 – 24 mA). Prinsip kerja dengan menggunakan potensio meter.F2 --. kemungkinan factor bit yang sudah aus/dull. pipa terjepit (stuck pipe). Bila dengan Top drive. harus menggunakan kabel yang besar dan kuat.Kujung ) 5 Bila torque/relative torque berubah ubah (eratic) dengen RPM tetap. sensor dan target dipasang di motor pemutar pipa Top drive. 6 Bila torque tiba-tiba tinggi kemungkinan pack off ( SPP juga membesar). RPM -. Prinsip kerja pada dasarnya sama dengan sensor pompa. SENSOR RPM Sensor dan target dipasang di motor penggerak rantai pemutar Kelly terletak di depan drilling console/dekat drawwork. 3 Kalibrasi dengan menyamakan RPM rig/top drive. SENSOR FLOW OUT Sensor flow out dipasang di flow line. Pedal akan bergerak naik/turun memutar potensio meter bila ada aliran Lumpur melewati flow line. ada benda logam jatuh ke lobang ( ada gram/metal pada cutting) atau pengaruh geometri lobang ( directional well). D-exp Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1 Sensor dan target terpasang dengan kencang menggunakan “C” claim kecil bila memungkinkan. dan bit hours sudah tinggi.RPM gear ratio diisi dengan angka berapapun sampai sesuai dengan RPM rig flor/top drive/ atau manual. 1. Kabel ditarik mengikuti hose hitam/engine fluid top drive. kemungkinan ada perubahan formasi misal dari shale ke Limestone ( F. ada fasilitas untuk RPM mud logging dengan menggunakan connector 5 kaki. atau bila rusak/short. 2 Jika dipasang di motor Top drive. Parameter yang dihasilkan/dipengaruhi adalah: -. 1. 4 Bila torque bartambah significant pada RPM tetap . Parameter yang dihasilkan/dipengaruhi adalah: 1 Flow out 2 Flow G/L . biasanya disertai munculnya gram-gram (metal) pada cutting.10.

kemungkinan ada kick/gain perhatikan gas dan cek degasser.++ -+ -Parameter yang dihasilkan/dipengaruhi adalah 1 Depth 2 Bit Depth 3 ROP ( tiap perubahan depth 1 m ) 4 ROP instant ( ROP tiap perubahan depth 10 cm ) 5 Hook position Hal yang perlu diperhatikan Depth dan ROP: 1 Sebelum di pasang di crown block.Hal yang perlu diperhatikan dari Flow Out: 1 Sensor terpasang kuat dan tidak ada kebocoran Lumpur pada dudukan sensor 2 Pemasangan kabel potensio meter ke card sensor harus benar (tidak terbalik) 3 Pastikan pemasangan pedal ke potensio terpasang dengan bagus. Terdiri dari dua proximity yang dipasang sejajar miring +/. target terus bergerak melewati proximity no2 (no1 padam no2 juga padam ).3 cm yang permukaannya dilapisi alluminium tape. 2 Sensor terpasang dengan kuat menggunakan “C” claim 3 Jarak ujung proximity dengan permukaan target max -/+ 0. terus bergerak dan melewati proximity no1 tapi masih mengenai proximity no2 (no1 padam dan no2 nyala ). 5 Demikian pula sebaliknya bila flow out mengecil disertai SPP mengecil. SENSOR DEPTH dan ROP Sensor depth dipasang di crown block. Pasang kabel sensor ke J-box dimana kabel multi core sudah terpasang dan ada power. dan SPM tetap.5 cm 4 Permukaan target rata dan tebal target satu dengan lainnya harus sama -/+ 3 cm 5 Pastikan kondisi sambungan kabel bagus dan posisi kabel dalam keadaan . Cek sensor di bawah pastikan sensor bekerja dengan baik . Dua sensor proximity ini akan dilewati 4-6 target ( sesuai diameter crown block ) dalam satu putaran crown block. Bila pedal digerakkan. Target berupa stereofoam dengan ukuran 25 x 25 cm tebal +/.padam maka : +. kemungkinan terjadi loss 1. Jika dinyatakan : + nyala . 4 Bila flow out tiba-tiba membesar sedangkan SPM tetap. jarak antar target usahakan sama. Posisi target terhadap proximity adalah sebagai berikut : crown berputar dan target bergerak mengenai proximity no1 tapi belum mengenai proximity no2 ( no1 nyala dan no2 padam). Depth akan bertambah atau berkurang sesuai dengan arah putaran target yang mengenai proximity.45 derajat.12. Coba dengan target secara manual . target terus bergerak dan mengenai kedua proximity ( 1 dan 2 nyala semua ). potensio ikut berputar.

8 ROP membesar/lambat-sangat lambat. tunggu bottom up perhatikan gas. • Pasang ujung tubing stainless 1/16” ke Chromatograph M200. -. • Buka valve gas Helium dan regulator sehingga gas keluar lewat stainless tubing 1/16” diamkan selama 0. lanjutkan ulangi step sebelumnya.5-1 menit. 7 ROP mengecil/cepat ( 0. buka semua plug yang ada di sisi belakang dan depan • Pasang Connector IO dari CPU ke Chromatograp • Pasang kabel power supley 12 V ke Chromatograph • Pasang Regulator Gas helium dan pasang stailess tubing 1/16” ke regulator Gas Helium. kemungkinan perubahan formasi atau kondisi bit ( cek bit hours ) atau bit tidak cocok. • Regulator dan Gas Helium masih dalam keadaan tertutup • Buka valve utama Gas Helium ( pastikan press He masih cukup 500 – 2000 psi ) .aman. untuk flushing agar kotoran dan gas CO2 di dalam tubing keluar . Dianjurkan untuk spot sample dan perhatikan ada loss atau kick.1-0. coba ganti filter 0.3 dari ROP sebelumnya ) terjadi drilling break. kemungkinan ada perubahan formasi. Install M200: • Siapkan M200. tutup valve.5 micron yang ada di stain less tubing. sampai kencang. • Bila gas tidak keluar. Gas carrier berupa gas He bertekanan max 80 psi.13 GAS CHROMATOGRAPH M200 Detektor gas yang dapat mendeteksi gas sampai pentane (C5H12) dan menganalisa tiap 30 detik. kemudian tutup valve gas helium dan regulator. 6 Amati dalam keadaan block bergerak naik turun.55 > 55 60 40 -17-1/2” – 16” 110 75 60 12-1/4” 165 85 75 8-1/2” 240 125 100 Diameter Lobang 1. Hub ROP ft/hrs max terhadap diameter lobang inclinatio n 26” 0 – 35 35 .

Untuk mengubah setup method. Masuk windows . Cari kebocoran dan perbaiki. set up Biasanya m200:**NEW** ( jika masih unplugged. control. m200admn. Jika turun berarti ada kebocoran. biasanya diulang 2 – 4 kali baru tertera **NEW** ) • Diamkan. tekan lagi F7 Bila M200 : Unplugged ( jangan coba-coba tekan F7 hang !!! ) • F4 ( keluar ). ( baru dapat berubah ) • Cocokkan semua parameter setup dengan sheet kalibrasi yang ditempel di Chromat. ganti port : null menjadi port: $mdm • F7 • Pada menu chromat tertera M200:**NEW** • Tekan F7.dan akhirnya --running— • Jika didiamkan tak berubah.cfg otomatis terbentuk kembali • Masuk Q-log menu • Control • Chromatograph • Setup • F8. matikan power m200 • $ dau_kill m200admn • $ M200admin & Hidupkan power m200 • Q-log menu. tekan F7 setelah selesai tekan lagi F7 Untuk mengubah configurasi tekan F6 setelah selesai tekan F7 Kalibrasi m200 Chromatograph. chromatograph.3 – 4 jam. • diamkan selama +/. • tekan tombol depan ( lampu hijau menyala ) untuk Hidupkan Chromatograph. hidupkan kembali. • • Siapkan test gas. cek pressure He turun atau tetap. tekan lagi F7.cfg Setelah hidupkan m200 chromat. Aktifkan m200 Chromatograph • m200admin & • cd /datalog/config • rm m200admn. berubah lagi menjadi –idle. matikan power m200.diiringi bunyi “teklek”. • Tekan F7. tak lama **NEW** berubah menjadi --off line-.• Buka valve regulator pelan-pelan hingga pressure menunjukkan 70-75 psi • Cek valve regulator dengan air sabun ada kebocoran atau tidak.

• Ulangi lagi pilih record ketik 27nov • Tunggu bunyi “teklek” • Pilih select—27nov • Lihat grafik gas.2 ok • Pilih define--. .F2. • Lakukan hal yang sama untuk C2 pada parabola ke tiga beri nilai 0.control---chromatograph---setup--. F4 (keluar) • masukkan polyflow dari test gas ke M200.C3---A--.CO2---B—klik batas kiri kemudian kanan pada grafik parabola kedua. Beri nilai 0.00. enter • Tunggu sampai 2x bunyi “teklek” • Pilih select—pilih file 27nov • Lihat grafiknya . jangan segan-segan call office atau minta datang teknisi/service engineer. bila sudah bagus. semua beri nilai 0.klik batas kiri kemudian kanan pada grafik parabola pertama.2 ok • Lihat hasil calibrasi dari C1 hingga CO2 bagaimana composisinya bila sudah sesuai.• menu Q-log--. F2 ( m200: running ). ---. muncul current_sample ganti dengan tgl calibrasi missal 27nov.2 ok • Lakukan hal yang sama untuk C4 sampai iC5 grafik parabolanya juga urut sampai terakhir . harus lewat filter Mg perchlorat dan finite filter • Lihat komposisi gas dari C1 hingga C5 + CO2 biasanya komposisinya masih kurang bagus.calib • Pilih record . dari pada rusak makin parah *** Hal yang perlu diperhatikan dari M200 1 Tempatkan M200 Chromat di ruangan ber AC dan dingin. atau paling tidak mendekati : C1 : C2 : C3 : iC4 : nC4 : iC5 : nC5 : CO2 : 10000 ppm 2000 ppm 2000 ppm 2000 ppm 2000 ppm 2000 ppm 2000 ppm 2000 ppm 27nov juga hasil set-upnya dan • Print hasil kalibrasi dan catat file kalibrasi temple di atas chromat. apa peak-peak gas sudah lengkap jika belum.selesai ----- *** bila susah set up atau susah running. pilih define • Pilih C1 – B—klik batas kiri kemudian kanan grafik parabola pertama ( sebagai grafik (C1 ) beri nilai 1. ok • Pilih define --. • Pilih menu chromatograph--.

1 Bila total gas besar mis: 300 unit tapi pada monitor tampil C1 – C5 +CO2 hanya kecil mis: 11 unit. Cek selalu tekanan pada helium pastikan stabil. Keluar dari q-log dau-kill semua. keluar dari menu.3.exe Klik START ( sudut kiri bawah monitor ) Klik RUN ----> pilih C:/MTI/UTILITY/Gcsetup.2. PROGRAM MTI M200 CHROMATOGRAPH • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • dau_kill m200adm ( Helium dan power 200 tetap hidup ) copot kabel RS232 yang nyambung ke node 1 dari m200.4 …dst Jika melewati angka 12. / matikan CPU kemudian nyalakan lagi.1. Poliflow magnesium perchlorat panjang min 15 cm .calib --. matikan dulu vacuum pump baru matikan m200 Ganti Finite Filter bila sudah/hamper jenuh ( warna agak kusam ).2 3 4 5 6 7 8 Jika akan mematikan m200. iC4 dan nC4 ). tunggu +/. Biasanya di database gas-gas selain hidrikarbon muncul nilai 2%.exe Lihat memori eror ada tanda ‘X’ atau tidak ? Jika tidak. jika Tanya ID. Dalam hal ini ada gas lain yang ikut terhitung oleh” total gas” Windows – buka chroamograph--. klik ok .10 menit Klik OK. klik H. jika munculnya agak lama. putar regulator colom A & B ada di belakang M200 ke arah zero. Klik START ( sudut kiri bawah monitor ) Klik RUN ----> pilih C:/MTI/EZCHROM/200/Ezchrom. kira-kira 1-3 menit. walaupun tampilan di monitor jumlah total gas sudah sesuai. sambungkan ke computer off line (tersambung m200 dan computer off line melalui kabel RS232 ) klik START( sudut kiri bawah monitor off line ) klik RUN ----> pilih C:/MTI/UTILITY/Check. klik quite Keluar dari menu Check.klik SO2 . muncul gas C3. Ganti Calcium Chloride bila sudah mengkristal/berair Ganti Magnesium Chloride bila ujungnya sudah tampak berair. klik Reset CHP offset Ikuti petunjuknya ( lepas Helium. kemungkinan poliflow terlalu panjang bergulung-gulung.exe (kilk ok klik cancel) Klik menu Instrument Klik Status Sambungkan kembali Helium dengan press 70 psi Set Colom A dan B sesuai dengan print out setup m200 kalibrasi terakhir. Sekali-sekali cek dengan korek gas dari slang yang tersambung dengan degasser ( gas korek api sempat melewati CaCO2 dan Glicol. klik CO (pokoknya klik semua selain hidrokarbon dan CO2 ) oke.exe ada pertanyaan “Is The GC connected ?” klik yes akan dijawab GC was connected. akan keluar hitungan 0.undefined--.

. sesuaikan semua parameter dengan print out kalibrasi terakhir. jika sudah sama klik ok. ganti port :null dengan port: $mdm. ketik m200admin & enter Masuk ke menu qlog system – realtime—chromat-. press F7 Keluar m200: “NEW”.• • • • • • • • • • • • Klik menu method Klik instrument –setup. Klik menu instrument Klik send current method.setup Pres F8.teklek…. jika semua telah sesuai dengan print out kalibrasi terakhir. . Klik START pada menu ezrom data system Juka running bagus. lepas kabel RS232 yang connect ke computer offline dan connect kembali ke computer Node 1. Di komp node 1 . ok Check lagi status dan enstrument setup. running …. press F7 dua kali ( baca bismillah ) Ok bunyi …. klik ok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful