KLASIFIKASI GANGGUAN JIWA MENURUT PPDGJ III

KONSEP DASAR GANGGUAN JIWA
• Gangguan jiwa adalah suatu sindoma yang secara klinis bermakna dan menimbulkan disfungsi dalam pekerjaan. • PPDGJ III, gangguan jiwa adalah sindrom atau pola perilaku,atau psikologik seseorang yang secara klinis bermakna dan secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) atau hendaya(impairment) dalam satu atau lebih fungsi yang penting dari manusia.

• Disfungsi adalah gangguan fungsi dalam segi perilaku, psikologik atau biologik dan gangguan itu tidak semata-mata terletak di dalam hubungan antara orang itu dengan masyarakat • Disabilitas adalah keterbatasan/ kekurangan kemampuan untuk melaksanakan suatu aktivitas pada tingkat personel yaitu melakukan kegiatan hidup sehari-hari yang biasa diperlukan untuk perawatan diri dan kelangsungan hidup ( mandi, makan, kebersihan dll)

PENGGOLONGAN GANGGUAN JIWA
• Pendekatan deskriptif dan ateoritik ( transteoritik ) pada PPDGJ-III yaitu pendekatan menurut gambaran klinis, tidak nerdasarkan teori tertentu, tidak menjelaskan bagaimana terjadinya secara dinamik atau patofisiologik, kecuali pada GMO, dimana etiologi organiknya memegang peranan penting.

latar belakang sosial.riwayat perjalanan penyakit ( sekarang dan dulu) . terapi okupasional 5. radiologi. Anamnesis . Pemeriksaan . Terapi : farmakoterapi.pemeriksaan tambahan ->lab. Diagnosis : evaluasi multiaksial 4. dll .status mental .riwayat kehidupan pribadi . Tindak lanjut: evaluasi th dan diagnosis.Keluhan utama ( alasan berobat / dirawat ) . terapi sosial. psikoterapi.PROSES DIAGNOSIS GGN JIWA 1.status fisik . keluarga 2. dll 3.

Struktur klasifikasi PPDGJ .III .

Gangguan masa remaja dan kanak.Gangguan Gangguan organik mental organik dan simptomatik Gangguan akibat alkohol dan obat/zat Gangguan Skizofrenia dan mental psikotik gangguan yang terkait Gangguan afektif Gangguan neurotik dan gangguan kepribadian Gangguan neurotik Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa F0 Gangguan mental organik termasuk gangguan mental simptomatik F1 Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan alkohol dan zat psikoaktif lainnya F2 Skizofrenia. remaja. gangguan somatoform dan gangguan terkait stress F5 Sindrom perilaku yang berhubungan dengan gangguan fisiologis dan faktor fisik F6 Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa F7 Retardasi mental F8 Gangguan perkembangan psikologis F9 Gangguan perilaku dan emosional dengan onset biasanya pada masa kanak dan remaja Gangguan Retardasi mental masa kanak. dan perkembangan perkembangan . gangguan skizotipal dan gangguan waham F3 Gangguan suasana perasaan F4 Gangguan neurotik.

termasuk Gangguan Mental Simtomatik Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Alkohol dan Zat Psikoaktif Lainnya Skizofrenia.URUTAN HIRARKI BLOK DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA BERDASARKAN PPDGJ III F0 Fl Gangguan Mental Organik. Gangguan Somatoform dan Gangguan Terkait Stres F2 F3 F4 . Gangguan Skizotipal dan Gangguan Waham Gangguan Suasana Perasaan (Mood [Afektif]) Gangguan Neurotik.

F5 F6 F7 F8 F9 Sindrom Perilaku yang Berhubungan dengan Gangguan Fisiologis dan Faktor Fisik Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa dewasa Retardasi Mental Gangguan Perkembangan Psikologi Gangguan Perilaku dan Emosional dengan Onset Biasanya Pada Masa Kanak dan Remaja .

Penyakit atau gangguan fisik/ kondisi medik yang secara primer mempengaruhi otak secara fisiologis disfungsi otak 2. Penyakit/ kondisi fisik di luar otak yang secara sekunder mempengaruhi fungsi otak secara fisiologis  disfungsi otak .F0 Gangguan Mental Organik Ciri khas : gangguan jiwa (mental)nya disebabkan oleh: 1.

Gambaran utama : 1. gg perhatian) 3. Gangguan pada persepsi. Gangguan fungsi kognitif (gg daya ingat) 2. Gangguan sensorium (gg kesadaran. isi pikir. suasana perasaan .

kerusakan dan disfungsi otak Gangguan mental atau simptomatik ytt .F 00 F 01 F 03 F 04 F 05 F 06 F 07 F 09 Demensia pada penyakit Alzheimer Demensia vaskuler Demensia pada penyakit lain ydk Sindrom amnesik organik bukan akibat alkohol dan zat psikoaktif lain Delirium bukan akibat alkohol dan zat psikoaktif lain Gangguan mental lainnya akibat kerusakan dan disfungsi otak dan penyakit fisik Gangguan kepribadian dan perilaku akibat penyakit.

F1 Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif Gangguan mental yang diakibatkan oleh karena penggunaan satu atau lebih zat psikoaktif F 10 alkohol F 11 opioida F 12 Kanabinoida F 13 sedatif atau hipnonika F 14 Kokain F 15 stimulansia lain termasuk kafein .

F 16 F 17 F 18 F 19 halusinogenika tembakau pelarut yang mudah menguap penggunaan zat multipel dan penggunaan zat psikoaktif lainnya .

F2 Skizofrenia. Gangguan Skizotipal. afek yang tidak wajar (inappropriate) atau tumpul • Kesadaran jernih • Kemampuan intelektual biasanya terpelihara . dan gangguan waham Skizofrenia • Ditandai dengan penyimpangan dari pikiran dan persepsi.

3 Skizofrenia tak terinci F 20.4 Depresi pasca skizofrenia F 20.2 Skizofrenia katatonik F 20.6 Skizofrenia simpleks F 20.8 Skizofrenia lainnya .1 Skizofrenia hebefrenik F 20.0 Skizofrenia paranoid F 20.5 Skizofenia residual F 20.• Jenis-jenis : F 20.

tipe depresi .onset < 2 minggu • Gangguan waham terinduksi (F24)  dua atau lebih orang punya sistem waham yang sama. mistik • Gangguan waham menetap (F22)  waham yang menonjol. waktu > 3 bulan. khas pribadi. psikotik akut lainnya. punya hubungan dekat. satu orang menginduksi yang lain • Gangguan skizoafektif (F25)  gejala skizofrenia dan afektif menonjol bersama dan timbul bersama  tipe manik. Tidak ada halusinasi. sistematik. • Gangguan psikotik akut dan sementara (F23)  polimorfik akut.• Gangguan Skizotipal (F21)  eksentrik. skizofrenia like .

Mania tanpa gejala psikotik F30.2 .0 .1 .Mania dengan gejala psikotik F30.F3 Gangguan suasana perasaan • Perubahan suasana perasaan (mood) kearah depresi atau kearah elasi (meningkat) F30.hipomanik F30. Episode manik  mood yang meningkat. perilaku meningkat : .

Bipolar kini depresi berat tanpa ciri psikotik • F31.Bipolar episode kini campuran .6.1.2.Bipolar kini depresi berat dengan ciri psikotik • F31. . Gangguan afektif bipolar : terdapat episode mania dan depresi yang berulang (sekurangnya 2 episode).Bipolar kini manik tanpa ciri psikotik • F31.4.• F31.5.Khas : terjadi penyembuhan sempurna antar episode Episode manik : 2 minggu-5 bulan Episode depresi : rata-rata 6 bulan • F31.Bipolar kini manik dengan ciri psiotik • F31.

harga diri dan kepercayaan diri berkurang .Kehilangan minat dan kegembiraan .konsentrasi dan perhatian berkurang .Tidur terganggu .Pandangan masa depan suram dan pesimis .F32.Ide rasa bersalah dan tidak berguna .Afek depresi . Episode Depresi • Gejala utama : .Berkurangnya energi • Gejala lainnya : .Nafsu makan terganggu • Waktu sekurangnya 2 minggu .

Episode depresi berat dengan gejala psikotik (disertai adanya waham atau halusinasi) • F33. Episode depresi ringan (2 utama. Episode depresi sedang (2 utama. 3-4 tambahan) • F32. 4 tambahan) • F32.Gg depresi berulang • F34.2.1. Gg mood menetap : siklotimia.3.0. distimia . 2 tambahan) • F32. Episode depresi berat tanpa gejala psikotik (3 utama.• F32.

Agorafobia : takut tempat terbuka • F40. dan gangguan terkait stres • F40.0.1.F4 Gangguan Neurotik.2. Gg anxietas fobik : dicetuskan oleh adanya situasi atau objek yang sebenarnya tidak membahayakan. Fobia sosial : situasi sosial tertentu • F40. dihindari dan bila dihadapi dengan kecemasan hebat • F40. Fobia khas . gangguan somatoform.

1.2.Gejala anxietas primer yang berlangsung hampir setiap hari dalam waktu beberapa minggu-bulan .Mengenai kehidupan sehari-hari.Bersifat free floating .Berlangsung sebentar (5-15 menit) • F41. overaktivitas otonom • F41. . ketegangan motorik.0. Gangguan campuran anx-dep : anxietas dan depresi tidak berat .Gejala berupa : kecemasan. Gangguan cemas menyeluruh : .Timbul tiba-tiba .Serangan anxietas berat berulang dalam satu bulan . Gangguan panik : .• F41.

Gejala obsesif atau kompulsif ditemukan hampir setiap hari selama 2 minggu berturutturut . gangguan obsesif kompulsif : .• F42.

Reaksi stres akut • F43. Gangguan stres pasca trauma • F43.1.2. Gangguan penyesuaian .0.• F43 Reaksi terhadap stres berat dan gg penyesuaian • F43.

kontrol terhadap gerakan tubuh .Ada bukti penyebab psikologis yang bersifat stresful .Gejala utama adalah kehilangan sebagian atau seluruh integrasi normal antara ingatan masa lalu.• F44. Gangguan disosiatif (konversi) . identitas.

2. Gg hipokondrik : keyakinan menetap adanya penyakit fisik yang serius F45.0. Gangguan somatoform . disertai dengan permintaan pemeriksaan medik  tidak ditemukan kelainan .1. Gg somatoform tak terinci : keluhan> tapi tidak penuhi somatisasi F45.• F45.Menyangkal adanya konflik .Keluhan gejala-gejala fisik yang berulang-ulang. Disfungsi otonomik : keluhan otonomik berulang F45.Tidak mau mendengarkan penjelasan dokter F45. Gg Somatisasi : banyak keluhan fisik  2 tahun F45.3.4. Nyeri somatoform menetap : gejala nyeri dominan dan menetap .

F50 – F59 SINDROM PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN FISIOLOGIS DAN FAKTOR FISIK F50 F51 F52 gangguan makan gangguan tidur non organik disfungsi seksual bukan disebabkan oleh gangguan atau penyakit organik gangguan mental dan perilaku yang berhubungan dengan masa nifas YTK faktor psikologis dan perilaku yang berhubungan dengan gangguan atau penyakit YDK penyalahgunaan zat yang tidak menyebabkan ketergantungan sindrom perilaku YTT yang berhubungan dengan fisiologis dan faktor fisik F53 F54 F55 F59 .

dan merupakan ekspresi dari pola hidup yang khas dari seseorang dan cara-cara berhubungan dengan diri sendiri maupun orang lain.  beberapa berkembang sejak dini dari masa pertumbuhan dan perkembangan dirinya sebagai hasil interaksi faktor-faktor konstitusi dan pengalaman hidup.  beberapa didapat pada masa kehidupan selanjutnya .F60 – F69 GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU MASA DEWASA  berbagai kondisi klinis yang bermakna dan pola perilaku yang cenderung menetap.

F60 F61 F62 F63 F64 F65 F66 F68 F69 gangguan kepribadian khas gangguan kepribadian campuran dan lainnya perubahan kepribadian yang berlangsung lama yang tidak diakibatkan oleh kerusakan atau penyakit otak gangguan kebiasaan dan impuls gangguan identitas jenis kelamin gangguan preferensi seksual gangguan psikologis dan perilaku yang berhubungan dengan perkembangan dan orientasi seksual gangguan kepribadian dan perilaku dewasa lainnya gangguan kepribadian dan perilaku dewasa YTK .

yang terutama ditandai oleh terjadinya hendaya ketrampilan selama masa perkembangan. . sehingga berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan secara menyeluruh.F70 – F79 RETARDASI MENTAL  retardasi mental adalah suatu keadaan perkembangan jiwa yang terhenti atau tidak lengkap.  hendaya perilaku adaptif selalu ada tetapi dalam lingkungan sering terlindung.  dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik lainnya.

F70 F71 F72 F73 F78 F79 retardasi mental ringan retardasi mental sedang retardasi mental berat retardasi mental sangat berat retardasi mental lainnya retardasi mental YTT .

1 tidak ada.8 F7x.Menentukan luasnya hendaya perilaku.9 .0 F7x. atau terdapat hendaya perilaku minimal terdapat hendaya perilaku yang bermakna dan memerlukan perhatian atau terapi hendaya perilaku lainnya tanpa penyebutan dari hendayaperilaku F7x. bila hal ini tidak disebabkan oleh suatu gangguan lain yang menyertai : F7x.

F80 – F89 GANGGUAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS  GAMBARAN UMUM  onset bervariasi selama masa bayi atau kanak-kanak.  yang khas adalah hendayanya berkurang secara progresif dengan bertambahnya usia anak (walaupun defisit yang lebih ringan sering menetap sampai masa dewasa) .  adanya hendaya atau keterlambatan perkembangan fungsifungsi yang berhubungan erat dengan kematangan biologis dari susunan saraf pusat . dan  berlangsung secara terus-menerus tanpa adanya remisi dan kekambuhan yang khas bagi banyak gangguan jiwa.

F80 gangguan perkembangan khas berbicara dan berbahasa F81 gangguan perkembangan belajar khas F82 gangguan perkembangan motorik khas F83 gangguan perkembangan khas campuran F84 gangguan perkembangan pervasif F88 gangguan perkembangan psikologis lainnya F89 gangguan perkembangan psikologis YTT .

8 gangguan tingkah laku lainnya F91.0 gangguan tingkah laku yang terbatas di lingkungan keluarga F91.1 gangguan tingkah laku hiperkinetik F90.1 gangguan tingkah laku yang tak berkelompok F91.8 gangguan hiperkinetik lainnya F90.0 gangguan aktivitas dan perhatian F90.2 gangguan tingkah laku yang berkelompok F91.9 gangguan tingkah laku YTT .F90 – F99 GANGGUAN PERILAKU DAN EMOSIONAL DENGAN ONSET BIASANYA PADA MASA KANAK DAN REMAJA F90 GANGGUAN HIPERKINETIK F90.3 gangguan sikap menentang F91.9 gangguan hiperkinetik YTT F91 GANGGUAN TINGKAH LAKU F91.

9 gangguan campuran tingkah laku dan emosi YTT F93 GANGGUAN EMOSIONAL DENGAN ONSET KHAS PADA MASA KANAK F93.9 gangguan emosional masa kanak YTT .3 gangguan persaingan antar saudara (sibling rivalry) F93.8 gangguan campuran tingkah laku dan emosi lainnya F92.1 gangguan anxietas fobik masa kanak F93.2 gangguan anxietas sosial masa kanak F93.0 gangguan anxietas perpisahan pada masa kanak F93.8 gangguan emosional masa kanak lainnya F93.0 gangguan tingkah laku depresif F92.F92 GANGGUAN CAMPURAN TINGKAH LAKU DAN EMOSI F92.

0 gangguan “Tic” sementara F95.0 mutisme elektif F94.2 gangguan kelekatan tak terkendali masa kanak F94.2 gangguan campuran “Tic” motorik dan vokal multipel (sindrom de la Tourette) F95.9 gangguan “Tic” YTT .8 gangguan fungsi sosial masa kanak lainnya F94.1 gangguan kelekatan reaktif masa kanak F94.1 gangguan “Tic” motorik atau vokal kronik F95.F94 GANGGUAN FUNGSI SOSIAL DENGAN ONSET KHAS PADA MASA KANAK DAN REMAJA F94.9 gangguan fungsi sosial masa kanak YTT F95 GANGGUAN “TIC” F95.8 gangguan “Tic” lainnya F95.

5 gagap (stuttering/stammering) F98.6 berbicara cepat dan tersendat (cluttering) F98.3 pika masa bayi dan kanak F98.8 gangguan perilaku dan emosional lainnya YDT dengan onset biasanya pada masa kanak dan remaja F98.2 gangguan makan masa bayi dan kanak F98.9 gangguan perilaku dan emosional lainnya YTT dengan onset biasanya pada masa kanak dan remaja F99 GANGGUAN JIWA YTT .F98 GANGGUAN PERILAKU DAN EMOSIONAL LAINNYA DENGAN ONSET BIASANYA PADA MASA KANAK DAN REMAJA F98.1 enkopresis non organik F98.4 gangguan gerakan stereotipik F98.0 enuresis non organik F98.

yaitu: • AksisI: .Retardasi mental • AksisIII:-Kondisi Medik Umum • Aksis IV:-MasalahPsikososial dan • AksisV:-Penilaian Fungsi Secara Global .Kondisi lain yang menjadi fokus perhatian klinis • AksisII:.Ciri atau Gangguan Kepribadian .DIAGNOSIS MULTIAKSIAL Diagnosis multiaksial terdiri dari lima aksis.Gangguan Klinis .

Namun. III.Antara aksis I. tidak selalu harus ada hubungan etiologi atau patogenesis. hubungan antara aksis I-II-III dan aksis IV dapat timbal balik salingmempengaruhi . II.

sehingga dapat membantu dalam • perencanaan terapi holistik • meramalkan prognosis (outcome) 2.TUJUAN DIAGNOSIS MULTIAKSIAL 1. kondisi medik umum.Mencakup informasi yang komprehensif (gangguan jiwa. taraf fungsi pasien secara global). masalah psikososial dan lingkungan. . pendidikan dan penelitian.Memacu penggunaan model bio-psiko-sosial dalam klinis.Format yang mudah dan sistematik sehingga dapat membantu dalam •menata dan mengkomunikasikan informasi klinis •mengetahui kompleksitas situasi klinis •menggambarkan heterogenitas individual dengan diagnosis klinisyang sama. 3.

dan Gangguan Waham F30-F39 : Gangguan Suasana Perasaan (Mood/Afektif) F40-F48 : Gangguan Neurotik.2 dan R69 .AKSIS I • • • • • • • • • • • F00-F09 : Ganggguan Mental Organik (termasuk Gangguan Mental Simtomatik) F10-F19 : Gangguan Mental dan Perilaku akibat Penggunaan Zat Psikoaktif F20-F29 : Skizofrenia. Gangguan Identittas Jenis Kelamin. Gangguan Kebiasaan atau Impuls. onset biasanya pada masa Kanak dan Remaja F99 : Gangguan Jiwa YTT (Yang Tidak Tergolongkan. Gangguan Somatoform dan Gangguan Terkait Stress F50-F59 : Sindrom Perilaku yang Berhubungan dengan Gangguan Psikologis dan Faktor Fisik F62-F68 : Perubahan Kepribadian Non-organik. Gangguan yang Berhubungan dengan Perkembangan dan Orientasi Seksual F80-F89 : Gangguan Perkembangan Psikologis F90-F98 : Gangguan Perilaku dan Emosional. Gangguan Skizotipal. Gangguan Preferensi Seksual. unspecified) KONDISI LAIN YANG MENJADI FOKUS PERHATIAN KLINIS Z03.

AKSIS II • • • • F 21 : g Kepribadian Skizotipal F60 : G Kepribadian Khas F61 : g kepribadian campuran lainnya F70-F79 : Retardasi Mental .

dan metabolik G00-G99 : Penyakit susunan saraf H00-H59 : Penyakit mata dan adneksa H60-H95 : Penyakit telinga dan proses mastoid I00-I99 : Penyakit sistem sirkulasi J00-J99 : Penyakit sistem pernapasan K00-K93 : Penyakit sistem pencernaan L00-L99 : Penyakit kulit dan jaringan subkutan M00-M99: Penyakit sistem muskuloskletal dan jaringan ikat . nutrisi.AKSIS III • • • • • • • • • • • A00-B99 : Penyakit infeksi dan parasit tertentu C00-D48 : Neoplasma E00-G90 : Penyakit endokrin.

• N00-N99 : Penyakit sistem genitourinaria • O00-O99 : Kehamilan. keracunan. kelainan kranial • R00-R99 : Gejala. deformasi. dan akibat kausa eksternal • V01-Y98 : Kausa eksternal dari morbiditas dan mortalitas • Z00-Z99 : Faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan dan pelayanan kesehatan . tanda dan temuan klinis laboratorium abnormal • S00-T98 : Cedera. kelahiran anak dan masa nifas • Q00-Q99 : Malformasi kongenital.

AKSIS IV • • • • • • • • • Masalah dengan “primary support group” (keluarga) Masalah berkaitan dengan lingkungan sosial Masalah pendidikan Masalah pekerjaan Masalah perumahan Masalah ekonomi Masalah akses ke pelayanan kesehatan Masalah berkaitan interaksi dengan hukum/kriminal Masalah psikososial dan lingkungan lain .

pekerjaaan. 10-01 : Seperti di atas. 30-21 : Disabilitas berat dalam komunikasi dan daya nilai. 0 : Informasi tidak adekuat. 80-71 : Gejala sementara dan dapat diatasi. disabilitas sangat berat dalam komunikasi dan merawat/mengurus diri. persisten dan lebih serius. disabilitas berat dalam beberapa fungsi. 20-11 : Bahaya mencederai diri/orang lain.AKSIS V ( Skala GAF ) • • • • 100-91 : Gejala tidak ada. cukup puas. sekolah. disabilitas ringan dalam fungsi. 60-51 : Gejala sedang (moderate). 50-41 : Gejala berat (serious). 40-31 : Beberapa disabilitas dalam hubungan dengan realita dan komunikasi. • • • • • • • . tidak lebih dari masalah harian yang biasa. dll. disabilitas sedang. disabilitas berat. disabilitas ringan dalam sosial. 90-81 : Gejala minimal. tidak mampu berfungsi hampir semua bidang. berfungsi baik. secara umum masih baik. 70-61 : Beberapa gejala ringan dan menetap. tidak ada masalah yang tak tertanggulangi. berfungsi maksimal.

0 Gangguan Afektif Tunggal (Depresi) disebabkan hipotiroid • Aksis II : Z03.Contoh pencatatan diagnosis multiaksial : • Aksis I : F38.0 Hipotiroid • Aksis IV : Ancaman kehilangan pekerjaan • Aksis V : GAF = 45 (pada saat masuk RS) GAF = 65 (pada saat pemulangan) .2 Tidak ada diagnosis Gambaran kepribadian histrionik • Aksis III : E02.