Sistem Pernapasan dan Mekanismenya

Aprianus Musa Dopong(102011156) Kelompok F3 Email: chompz99@gmail.com Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Terusan Arjuna no. 6, Jakarta 11510

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem pernafasan dibagi atas dua bagian yaitu bagian konduksi yag menyalurkan udara dan bagian respirasi sebagai tempat pertukaran gas. Sistem pernafasan dimulai dari hidung sampai alveolus. Merokok merupakan suatu tindakan yang tidak baik dan harus dikurangi karena dapat menyebabkan batuk dan sesak. Tidak hanya batuk dan sesak tetapi juga berbagi penyakit lainya yang berbahaya bagi tubuh. Untuk itulah, kita harus mengetahui kandungan dari rokok yang dapat menyebabkan berbagai penyakit terutama dalam menghambat sistem pernafasan sehingga menyebabkan batuk dan sesak. Selain itu, kita juga terlebih dahulu harus mengetahui struktur saluran pernafasan secara makroskopis dan mikroskopis, mekanisme pernafasan, difusi dan transpor O2 dan CO2 serta keseimbangan asam basa. 1.2 Tujuan  Mampu mengetahui struktur saluran pernafasan secara makroskopis dan mikroskopis  Mampu mengetahui mekanisme pernafasan  Mampu mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan batuk dan sesak  Mampu mengetahui difusi dan transfor O2 dan CO2  Mampu mengetahui keseimbangan asam basa

1

PEMBAHASAN 2.1 Struktur Makroskopis Saluran Pernafasan 1. Hidung Hidung bagian luar berbentuk piramid, berkesinambungan dengan dahi dan ujung bebasnya disebut puncak hidung. Ke arah inferior hidung memiliki dua pintu masuk berbentuk bulat panjang, yaitu nares yang terpisah oleh septum nasi dan ke arah posterior berkesinambungan dengan nasopharynx melalui choana. Rongga hidung terdiri atas tiga regio yaitu vestibulum, penghidu dan pernapasan. Vestibulum hidung merupakan sebuah pelebaran yang letaknya tepat di sebelah dalam nares dan dilapisi kulit yang mengandung bulu hidung, yang berguna untuk menahan aliran partikel yang terkandung di dalam udara yang dihirup. Regio penghidu berada di sebelah cranial yang meluas sampai setinggi concha nasalis superior dan bagian septum nasi yang ada di hadapan concha tersebut dan regio pernafasan adalah bagian rongga hidung selebihnya. Dinding lateral hidung memperlihatkan tiga elevasi yakni concha nasalis superior, medius, dan inferior. Meatus nasi superior terletak inferior terhadap concha nasalis superior, meatus nasi medius berada inferolateral terhadap concha nasalis medius, dan meatus nasi inferior terletak di caudal dan lateral terhadap concha nasallis inferior. Sinus paranasalis berada di sekitar hidung terdiri atas sinus frontalis, ethmoidalis, sphenoidalis, dan maxillaris. Sinus meringankan tulang tengkorak dan menanbah resonansi suara.1 2. Pharynx (Tekak) Pharynx adalah pipa musculo membranosa, panjang 12-14 cm, membentang dari basisi cranii sampai setinggi vertebra cervical 6 atau tepi bawah cartilago cricoidea. Di sebelah caudal dilanjutkan dengan oesophagus (kerongkongan). Pharynx dibagi menjadi tiga bagian yakni nasopharynx (epipharynx), oropharynx

(mesopharynx), dan laryngopharynx ( hypopharynx).

2

Ke arah bawah. Larynx berada di antara pembuluh-pembuluh besar leher dan di sebelah ventral tertutup oleh kulit. dan cartilago epiglottis yang masing-masing sebuah serta cartilago arytaenoidea. Rongga nasopharynx tidak pernah tertutup dan ke arah ventral nasopharynx berhubungan dengan rongga hidung melalui choanae. Ke arah atas lidah larynx terbuka ke dalam laryngopharynx.1 3.Nasopharynx berada di sebelah dorsal hidung dan sebelah cranial pallatum molle. Di sebelah ventral berhubungan dengan cavum oris melalui isthmus oropharyngeum (isthmus faucium) dan berhadapan dengan aspek pharyngeal lidah. membentang antara lidah sampai trachea atau pada laki-laki dewasa setinggi vertebra cervical 3 sampai 6 tetapi sedikit lebih tinggi pada anak perempuan dewasa. Nasopharynx dan oropharynx berhubungan melalui isthmus pharyngeum. 3 . dinding posterior larynx menjadi anterior laryngopharynx. Ke arah caudal laryngopharynx dilanjutkan sebagai oesophagus. Dinding lateral oropharynx terdiri atas arcus palatopharyngeus dan tonsilla palatina. cartilago cricoidea. Larynx (Pangkal Tenggorok) Larynx merupakan saluran udara yang bersifat sphincter dan juga organ pembentuk suara. Laryngopharynx membentang dari tepi cranial epiglottis sampai tepi inferior cartilago cricoidea atau mulai setinggi bagian bawah corpus vertebra cervical 3 sampai bagian atas vertebra cervical 6. Pada masng-masing ostium pharyngelae tubae auditiva dan di sebelah dorsocranila dibatasi oleh elevasi tuba (torus tubarius).di sebelah dorsal torus tubarius mukosa nasopharynx membatasi recessus pharyngeus. larynx dilanjutkan sebagai trachea. Tulang-tulang rawan larynnx terdiri atas cartilago thyroidea. terdapat pintu masuk ke dalam larynx (aditus laryngis) dam di bawah aditus laryngis ini terdapat permukaan posterior cartilago arytaenoidea dan cartilago cricoidea. Tonsila pharyngea (gerlach)=adenoid merupakan jaringan limfoid pada submukosa recessus pharyngeus di sekitar bursa pharyngea. fascia-fascia dan otot-otot depressor lidah. Oropharynx terbentang mulai dari pallatum molle sampai tepi atas epiglotis atau setinggi corpus vertebra cervical 2 dan 3 bagian atas. cartilago cuneiforme. Dinding anteriornya tidak sempurna. dan cartilago corniculatum yang masing-masing sepasang.

Lateral terhadap tiap sisi plica glossoepiglotica mediana terdapat vallecula.Epiglottis merupakan tulang rawan berbentuk daun. membentang mulai setinggi cervical sampai batas sampai tepi atas vertebra thoracal 5. Bronchus principalis mempercabangkan bronchus sekunder/lobaris yang menuju ke lobus-lobus paru. Articulatio cricothyroidea adalah persendian synovial antara kedua cornu inferius cartilago thyroidea dengan sisi-sisi cartilago cricoidea dan articulatio cricoarytenoidea adalah persendian sinovial antara bagian lateral tepi atas lamina cartilago cricoidea dengan basis cartilago arytaenoidea. Ujung caudal trache terbagi menjadi bronchus principalis (primer. utama) dexter dan sinister.1 5. di sebelah dorsal lidah dan corpus ossis hyoidei. Rongga thorax yang dibatasi oleh dinding thorax dan difragma ini terbagi menjadi tiga kompartemen utama yakni cavum pleurae (rongga pleura) kanan dan kiri yang masing-masing mengelilingi sebuah paru dan mediastinum. Rongga thorax memilki akses masuk ke dalam lewat pintu atas dan pintu bawah thorax. 4 .1 4. pada batas caudal mediastinum superius. Bronchus principalis/primer/utama berasal dari percabangan trachea menjadi dua (bifurcation trachea) setinggi tepi atas vertebra T 5. Di dalam lobus paru. bronchus lobaris ini mempercabangkan bronchi segmentorum/ tersier. sebagai plica glosso-epiglottica mediana dan dua plica glossoepiglotica lateralis. Mukosa yang menutupi bagian atas permukaan anterior epiglottis membuat tiga lipatan menuju aspek pharyngeal lidah dan dinding latera pharynx. di ventral aditus laryngis. Tiap sisi epiglottis dilekatkan ke masing-masing cartilago arytenoidea oleh plica aryepigottica. Mempunyai bentuk kerucut yang terpacung horizontal. sebagai lanjutan dari larynx. Trachea (Tenggorok) Merupakan sebuah pipa udara yang terbentuk dari tulang rawan dan selaput fibro-muskular. berproyeksi serong ke atas. Persendian pada larynx terdiri atas dua yaitu articulatio cricothyroidea dan articulatio cricoarytenoidea. Thorax (Dada) Merupakan bagina superior batang baan antara leher dan perut. Di dalam thorax ini terkandung rongga thorax.

Dinding thorax terdiri atas muskuloskeletal (tangka dan oto-otot) yakni di sebelah dorsal dibentuk oleh deretan vertikal 12 buah vertebra thoracal dan discus intervertebrale yang letak di antara masing-masing vertebra thoracal tersebut. Pleura parietalis dibedakan atas pleura costovertebralis (costalis). pleura cervicalis (cupula pleurae) dan pleura medistinalis. Pleura mediatinalis adalah batas lateral mediastinum. ujung-ujung sternal iga dan tulang rawan iga 7-12. menutupi sebagian besar diphragma dan struktur-struktur yang menempati daerah tengah thorax disebut pleura parietalis. Pleura costalis berhubungan dengan iga dan selaiga-selaiga. Pleura cervicalis berada di atas apex pulmonis. Ini menimbulkan recessus/sinus di sepanjang lipatan pleura. di antara rongga thorax dan rongga perut. Pleura diphragmatica menutupi sebagian besar permukaan atas masing-masing belah diapragma. Arcualtum mediale dan lateral serta crura diapramatica.1 6. perlekatannya pada daerah lumbal ini berlangsung melalui perantaraan ligg. Pleura (Selaput Dada) Merupakan selaput serosa yang membentuk sebuah kantong tertutup yang terinvaginasi oleh paru. di sebelah lateral dibentuk dan dibatasi leh 12 iga dan tiga lapis otot tipis yang membentang pada sela iga yang berdekatan. Manubrium sterni dan corpus sterni membentuk sudut yang dikenal sebagai angulus sterni Diafragma merupakan jaringan musculofibrosa yang berbentuk dua belah kubah. Pada masing-masing sisi. Paru-paru tidak mengisi cavum pleurae dengan sempurna. Tempat lekat diafragma meliputi processus xiphoideus. Pleura yang melapisi permukaan dalam separuh dinding thorax. di mana lapisan-lapisan pleura parietalis 5 . Di sebelah anterior dibatasi oleh sternum. Pleura pulmonalis dan pleura parietalis saling berkesinambungan di sekitar struktur hilus. dan processus transversus V L 1 dan corpus vertebra lumbal atas. Ruang potensial antara pleura parietalis dan pleura pulmonalis disebut rongga pleura. Bagian pelura yang melekat pada permukaan paru dan fissurafissura interlobularis paru disebut pleura visceralis atau pleura pulmonalis. Di antara kedua rongga pleura disebut mediastinum (ruang interpleura). pleura diaphargmatica.

mengapung dalam air. yang diadaptasikan bagi recessus costodiapragmaticus. Dikenal dua recessus yaitu recessus costomediastinalis dan recessus costodiphragmaticus. fundus ventriculi/lambung dan limpa.1 7. Bentuk paru menyerupai separuh kerucut. terdapat pada masing-masing sisi cavum pleurae. menonjol ke arah kiri daripada ke arah kanan. terbaring pada permukaan superior diapragma. karena mediastinum medius yang berisi jantung. Recessus costomediastinalis terbesar berada pada sisi medial cavum pleurae kiri yang menutupi jantung. karena ada udara di dalam alveoli. Akar paru yang menghubungkan permukaan medial paru menuju jantung dan trachea pada mediastinum. di mana pleura costalis berhadapan dengan pleura mediastinalis. sangat elastik dan berekspritasi bila diraba. dibentuk oleh sekelompok strukur pipa pendek yang 6 . Permukaan ini memperlihatkan alur-alur yang sesuai dengan iga-iga yang menutupinya. Recessus ini terdapat pada masing-masing cavum pleurae. basis. Recessus costodiaphragmaticus merupakan recessus terbesar dans ecara klinik paling penting. tiga tepi dan dua permukaan. Kedua paru saling terpisah oleh jantung dan mediastinum lainnya. Pulmo (Paru) Terletak bebbas di dalam cavum pleurae. Paru memiliki apex (puncak). Apex berkontak dengan pleura cervicalis (cupula pleurae). yang memisahkan paru kanan dari lobus dexter hepatis dan paru kiri dari lobus sinister hepatis. Basis paru berbentuk semiulnar dan konkaf. Di sebelah posterolateral. dibatasi oleh pleura costalis dan pleura diaphragmaticus. Permukaan costalis tampak konveks. Recessus ini paling dalam setelah ekspirasi paksaandan menjadi paling dangkal setelah inspirasi paksaan. kecuali struktur-struktur yang melintasi hilus pulmonis. Sebelah posterior apex terdapat ganglion simpatis cervicothoracale.saling berhadapan dan terpisah. basis memiliki tepi yang tajam. pada daerah antara margo inferior paru dan tepi inferior cavum pleurae. Paru berupa spons. Recessus costomediastinalis terdapat di sebelah anterior ( di dorsal sternum dan tulang-tulang rawan iga). Normal paru kanan sedikit lebih besar daripada paru kiri. dipisahkan dari dinding thorax (iga-iga dan selaiga-selaiga) oleh pleura costalis.

impressio cardiaca berbatasan dengan permukaan anteriora auricula dextra. memisahkan permukaan costal dari permukaan mediastinalis bagian anterior. Tepi inferior paru tipis. permukaan anterolateral atrium dextrum dan sebagian permukaan anterior ventriculus dexter. yakni lingula. imperssio cardiaca berbatasan dengan permukaan anterior dan kiri ventriculus sinister. ke arah medial tepi inferior ini memisahkan basis dari permukaan mediastinal. Biasanya ujung bawah incisura cardiaca lobus superior ini memiliki sebuah taju kecil. auricula sinistrum.memasuki atau meninggalkan hilus pulomonalis. Paru kiri dibagi menjadi lobus-lobus superior dan inferior oleh fissura obliqua. fissura ini mulai setinggi vertebra thoracal 4 atau sedikit lebih rendah. bertumpang tindih dengan pericardium. Alur yang naik di ventral hilus mengakomodasikan trunkus pulmonalis. medius. sedangkan tepi anterirornya tipis dan tajam. lebih pendek dan lebih vertikal daripada yang kiri. Bronchus sekunder (lobaris) lobus 7 . dan inferior oleh dua fissura. bagian anterior infundibulum dan sebagian ventriculus dextrum. Pada facies mediastinalis paru kiri. Fissura obliqua memisahkan lobus inferior dari lobus medius dan lobus superior. Setinggi discus intervertebrale T 4/5 trachea bercabang menjadi bronchus primer/pricipalis dexter dan sinister. Hilus pulmonis teletak setingi vertebra thoracal 5-7. Bronchus principalis dexter lebih lebar. Lobus inferior yang lebih besar berada postero-inferior terhadap fissura obliqua tersebut. Dekat ujung bawah tepi anerior lobus superior ini terdapat incisura cardiaca. karena dari arah mediastinum medius jantung berproyeksi ke dalam cavum pleurae kiri. Lobus superior berada di sebelah anterosuperior terhadap fissura ini. Fissura horizontal yang pendek memisahkan lobus superior dan lobus medius. Pada facies mediastinalis paru kanan. Pada tepi psterior. Paru kanan terbagi menjadi lobus superior. memisahkan basis dari permukaan costal dan membentang ke dalam recessus costodiaphragmaticus. Tepi posterior merupakan pembatas yang tumpul antara permukaanpermukaan costal dan mediastinalis bagian vertebral (posterior).

Bronchus sekunder lobus superior kiri berasal dari aspek anterolateral bronchus principalis sinister. 2. Masing-masing bronchopulmonalis berbentuk sebuah kerucut/pyramid tak beraturan dengan puncak pada pangkal bronchus segmentorum terebut (menghadap radix pulmonis) dan basisnya terproyeksi ke arah perifer pada permukaan paru. Bronchus sekunder lobus inferior kiri turun posterolateral sejauh 1 cm dan selanjutnya memberikan empat cabang bronchus segmentorum. Pulmonalis kanan. Bronchus lobus medius mempercabangkan dua bronchus segmentorum. dapat diisolasi dan diangkat tanpa melibatkan daerah/segmen jaringan paru sekitar. Bronchus lobus superior kanan berpangkal dari aspek laterla bronchus principalis dan melintas ke arah superolateral untuk memasuki hilus. Bronchus lobus inferior kanan merupakan lanjutan bronchus principalis di sebelah caudal pangkal bronchus lobus medius. masing-masing bronchi segmentorum ini meberikan 20 sampai 25 generasi percabangan dan akhirnya menjadi bronchiolus terminalis. Masing-masing bronchus segmentorum/tertier bercabang-cabang di dalam sebuah unit jaringan paru yang disebut segmen bronchopulmonalis. Masing-masing bronchiolus terminalis mempercabangkan banyak generasi bronchiolus respirasi dan masing-masing bronchiolus respirasi mempercabangkan 2-11 ductus alveolaris. sebuah segmen bronchopulmonalis adalah daerah/unit jaringan paru terkecil yang terpisah. bronchus lobus inferior tersebut mempercabangkan lima bronchus segmentorum. Selanjutnya. Dengan demikian. melengkung ke lateral dan bercabang menjadi empat bronchus segmentorum. sebagai cabang pertama bronchus principalis. Bronchus principalis sinister bercabang menjadi bronchus-bronchus sekunder (lobaris) lobus superior dan inferior. Alveolus paru merupakan unit dasar pertukaran gas di dalam paru.2 Struktur Mikroskopis Saluran Pernafasan Sistem pernafasan mencakup paru-paru dan sistem saluran yang menghubungkan tempat pertukaran gas dengan lingkungan luar. Masing-masing ductus alveolaris memberikan 5-6 saccus alveolaris. berada di sebelah posterosuperiorterhadap A. Sedikit di sebelah caudal terhadap pangkalnya.superior kanan. bebas secara fungsional.2 Sistem pernafasan biasanya dibagi menjadi 2 daerah utama yaitu bagian konduksi yang terdiri atas rongga 8 .

2 1. konka nasalis media dan konka nasalis inferior. duktus alveolaris. dan alveoli. terdapat banyak kelenjar sebasea dan kelanjar keringat selain rambut pendek tebal atau vibrisa yang menahan dan menyaring paerikel-partikel besar dari udara inspirasi.2 Merupakan neuron bipolar2-4 dengan dendrit bagian apikal dan akson ke lamina propia. bronkiolus. Hidung Hidung terdiri atas kerangka tulang dan tulang rawan yang dibungkus oleh jaringan ikat dan kulit.hidung. Dari permukaan keluar 68 silia olfaktorius. epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk berubah menjadi epitel beringkat torak bersilia bersel goblet sebelum masuk fossa nasalis. nasofaring. Ujung dendrit menggelembung yang disebut vesikula olfaktorius.2 Konka nasalis superior ditutupi oleh epitel olfaktorius khusus.4 Kemoreseptor penghidu terletak di epitel olfaktorius yaitu suatu daerah khusus dari membran mukosa yang terdapat pada pertengahan kavum nasi dan pada permukaan konka nasalis superior. Pada dinding lateral ada tiga tonjolan tulang yang disebut konka yaitu konka nasalis superior.2 Di sekitar permukaan dalam nares.4 sedangkan konka nasalis media dan inferior dilapisi oleh epitel bertingkat torak bersilia bersel goblet.2 Sel olfaktorius terletak di antara sel basal dan sel penyokong. dan bronkiolus teminalis dan bagian respirasi yang terdiri atas bronkiolus respiratorius. berperan untuk menghangatkan udara yang melalui hidung.3 bagian konduksi mempunyai dua fungsi utama yaitu menyediakan sarana bagi udara yang keluar masuk paru dan mengkondisikan udara yang dihirup tersebut sedangkan bagian respirasi merupakan tempat berlangsungnya pertukaran gas. berhubungan dengan bagian atas nasofaring melalui koana (nares posterior).2.4 Rongga hidung/cavum nasi dipisahkan oleh septum nasi.2 Vestibulum adalah bagian paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung.3 Rongga hidung terdiri atas 2 struktur yaitu vestibulum di luar dan fossa nasalis di dalam. trakea. Epitel yang melapisi konka nasalis inferior banyak terdapat plexus venosus yang disebut swell bodies.2. sel penyokong dan sel basal. laring. Akson tak bermyelin dan bergabung dengan akson reseptor lain di lamina propia membentuk Nervus Olfaktorius/ N II. Lubang hidung depan/ nares anterior dan lubang hidung belakang/ nares posterior. bronki.4 9 .2.4 Epitel olfaktorius adalah epitel bertingkat torak terdiri atas tiga jenis sel yaitu sel olfaktorius.2.4 di dalam vestibulum.

Laringofarings terletak di belakang larings. tetapi sebagian besar epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Berebntuk segitiga dengan inti lonjong.4 Sinus-sinus paranasal sering merupakan tempat timbulnya radang yaitu sinusitis. yang menghubungkan traktus digestivus dan traktus respiratorius.4 Inti lonjong di tengah. Terdapat muara dari saluran yang mengubungkan rongga hidung dan telinga tengah yang disebut osteum faringeum tuba auditiva. Yang termasuk bagian dari faring yaitu nasofarings. yang sering meradang disebut tonsilitis.3. Nasofarings dilapisi oleh epitel beringkat torak bersilisa bersel goblet. Pada sinus paranasalis epitel bertingkat torak bersilia bersel goblet. Di bawah membrana basalis. sinus sphenoidalis.Sel sustentakuler/sel penyokong. Sinus paranasalis ialah rongga dalam tulang tengkorak yang berhubungan dengan cavum nasi.4 2. Merupakan reserve cell/ sel cadangan yang akan embentuk sel penyokong dan mungkin menjadi sel olfaktorius. Kelenjar-kelenjar di sini memproduksi mukos yang akan dialirkan ke cavum nasi oleh gerakan silia-silia. Orofarings dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Lamina propia lebih tipis dari cavum nasi dan melekat pada periosteum di bawahnya. bentuk selnya silindris tinggi dengan bagian apex lebar dan bagian basal menyempit. Pada anak-anak sering membesar dan meradang yang disebut andenoiditis.4 Pada permukaan terdapat mikrovili. Yang termasuk sinus paranasalis ialah sinus maxillaris. Laringofarings dilapisi oleh epitel yang bervariasi. Pada bagian posterior terdapat jaringan limfoid yang membentuk tonsila faringea.4 Sel basal terletak di bagian basal. pada lamina propia terdapat kelenjar campur. Faring Faring merupakan ruangan di belakang cavum nasi.4 10 .2-4 Sitoplasma mempunyai granula kuning kecoklatan. Orofarings akan dilanjutkan ke bagian atas menjadi epitel mulut dan ke bawah ke epitel oesophagus. Sekelilingnya banyak kelompok jaringan limfoid yang disebut tonsila tuba. Pada sinus paranasalis epitel bertingkat torak bersilia bersel goblet. sinus frontalis. dan sinus ethmoidalis. Di sini terdapat tonsila palatina.2. Terletak di belakang rongga mulut dan permukaan belakang lidah. orofarings dan laringofarings.

Sebagian lamina propia melekat pada perikondrium. yang akan melanjutkan ke trakea dan bronkus.4 bentuk tidak beraturan/irreguler. terdiri dari jaringan penyambung jarang.2 Pada permukaan lingual. Merupakan bagian posterior yang paling sering berkontak dengan makanan. meluas ke dalam faring dan memiliki permukaan lingual dan laringeal. Epiglotis yang terjulur keluar dari tepian larin. Di bawah epiglotis terdapat 2 lipatan mukosa yang menonjol ke lumen laring. Lamina propia di bawahnya mempunyai kelenjar campur (lebih banyak daripada permukaan lingual). sejajar dengan lig. Lamina prolia tipis. Di antara dua plika ventrikularis terdapat daerah yang disebut rima vestibuli. Dilapisi oleh epitel beringkat torak bersilia. dan kelenjar campur. tulang rawan tiroidea. Pada permukaan laringeal yang menghadap ke laring dilapisi oleh epitel berlapsi gepeng yang tipis dari permuakaan lingual menjadi epitel bertingkat torak bersilia bersel goblet.3. menghadap ke lidah. Terdapat kelenjar campur dan jaringan limfoid. Larings dilapisi oleh epitel beringkat torak bersilia bersel goblet kecuali ujung plika vokalis berlapis gepeng. tulang rawan ini berfungsi sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan ke dalam trakea. dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. otot skelet. jaringan ikat. Tulang rawan ini juga berfungsi sebagai alat penghasil suara untuk fonasi. Merupakan bagian naterior yang paling sering berkontak dengan akar lidah. Pada lamina propia terdapat serat-serat elastin tersusun sejajar membentuk lig.vokalis. Pada dindingnya dibentuk oleh rulang rawan hialin dan tulang rawan elastis. Lamina propia di bawahnya langsung melekat pada perikondrium. Terdapat kelenjar campur dan mempunyai kelompok jarngan limfoid.vokalis terdapat otot skelet yang disebut M. 2.vokalis yang berfungsi mengatur ketegangan pita suara dan ligamentum sehingga udara yang melalui pita suara dapat menimbulkan suara dengan nada yang berbeda-beda.4 Selain berfungsi sebagai penyokong (menjaga agar jalan napas terbuka). Di bagian atas disebut pita suara palsu/ plika ventrikularis.4 11 . pada waktu proses menelan. Bagian bawah disebut pita suara sejati/ plika vokalis. Laring Laring adalah tabung tak teratur yang menghubungkan faring dan trakea. Di antara dua plika vokalis terdapat daerah yang disebut rima vokalis/ rma glotidis. Dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk.

Trakealis. Sel goblet mempunyai apparatus golgi dan retikulum endoplasma kasar di basal sel. longitudinal. Sel goblet mensintesa dan mensekresi lendir. Bagian trakea yang mengandung tulang rawan disebut pars kartilagnia dan bagian trakea yang mengandung otot disebut pars membranasea. Pars membranasea ada serat otot polos yang berjalan transversal. Sel sikat mepunyai mikrovili apex yang berbentuk seperti sikat. Terdapat kelenjarkelenjar campur. sel bsal dan sel sekretorik bergranul. Trakea Rangka trakea berbentuk huruf C yang terdiri atas tulang rawan hialin. Berjumlah 16-20 buah.4 12 . Ada dua macam sel sikat yaitu sel sikat 1 yamg mempunyai mikrovili sangat panjang dan sel sikat 2 yang dapat berubah menjadi sel pendek.anulare untuk mencegah agar lumen trakea jangan meregang berlebihan sedang otot polos beperan untuk mendekatkan kedua tulang rawan. Lamina propia mempunyai serat-serat elastin yang berjalan longitundinal. Sel sekretorik/bergranula pada sitoplasmanya terdapat granula yang mengandung katekolamin yang akan mengatur aktivitas sel goblet dan gerakan silia.laringeus rekuren menyebabkan kelnjar-kelenjar mengeluarkan sekretnya.4. kelenjar campur (glandula trakealis) yang banyak di bagian posterior. oblique disebut M. Sel basal merupakan sel induk yang akan bermitosis yang berubah menjadi sel lain. lemak. Lamina basalis agak tebal dan jelas. Tunika submukosa terdiri dari jaringan ikat jarang. Pada tunika adventisia terdapat kelenjar campur. Terdapat mikrovili di apex dan sifatnya sekresi apokrin dan mengandung tetesan mukus yang kaya akan polisakarida. Mukosa trakea dilapisi epitel bertingkat torak bersilia bersel goblet. membentuk membran elastika interna. Bagian posterior trakea terdapat banyak kelenjar sepanjang lapisan muskular dan rangsanagan N. Terdapat empat jenis sel-sel epitel trakea/ epitel respiratorius yaitu sel goblet. sel sikat. Jaringan fibroelastis yang berhubungan dengan perikondrium sebelah luar pars kartilegenia. Cincin-cincin tulang rawan satu dengan yang lain dihubungkan oleh jaringan penyambung padat fibroelastis dan retikulin disebut lig. Tergolong sel APUD (Amine Precursor Uptake Decarboxylation) dan mengatur sekresi mukosa dan serosa.

Di antara sel kubis terdapat sel clara. Pada lamina propianya terdapat jaringan ikat jarang. Bronkiolus respiratorius merupakan bagian atara konduksi dan bagian respirasi.5. glikoprotein. pembuluh darah. noduli limfatisi. Pada lapisannya luarnya tesusun atas serat kolagen. Duktus alveolaris Duktus alveolaris berdinding tipis. Pada bronkiolus terminalis dilapisi oleh epitel selapis torak rendah dan di antara sel ini terdapat sel clara yang memilki mikrovili dan bergranula kasar. Terbuka ke atrium yaitu ruangan yang menghubungkan sakus alveolaris. dan kelenjar bronkialis menjadi kelenjar campur. memiliki serat elastin. Bronkus ekstrapulmonal sama dengan trakea tapi diamternya lebih kecil.4 6. Terdapat dua bronkiolus yaitu bronkiolus terminalis dan bronkiolus respiratorius. dan kolesterol. serat kolagen. 7. dan otot polos terputus-putus. Lamina propianya tersusun dari serat kolagen. Dilapisi oleh epitel bertingkat torak bersilia besel goblet dan membran basalisnya jelas. Bentuknya sferis dan tulang rawan tidak beraturan serta susunan muskulus seperti spiral. fungsinya diduga iktu berperan terhadap pembentukan cairan bronkiolar yang mengandung protein. Dilapisi epitel torak rendah/ epitel selapis kubis.2 Bronkus terdiri atas 2 yaitu bronkus ekstrapulmonal dan bronkus intrapulmonal. Lamina propia sangat tipis dan serat elastin serta tidak memilki kelenjar. 13 . serat elastin. Pada lamina propianya tipis. dan tidak memilki kelenjar dan noduli limfatisi. otot polos relatif lebih banyak daripada jaringan ikat. Terdapat jaringan ikat elastin. limfe dan saraf. sebagian besar terdiri dari alveoli dan dikelilingi sakus alveolaris. serat elastis dan muskulus poros spiral. serat elastin. Bronkus intrapulmonal memiliki mukosa membentuk lipatan longitudinal. berbentuk kubah. tak bersilisa. Di mulut alveolus dilapisi epitel selapis gepeng (sel alveolar tipe I). Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer yang memasuki paru di hilus. berotot polos ataupun tidak sebagai titik-titik kecil. bagian puncak yang menonjol ke lumen. Bronkiolus Bronkiolus tidak memilki tulang rawan dan dilapisi oleh epitel selapis torak bersilia dan ada yang bersel goblet dan tidak.

8.4 2. Alveolus dilapisi oleh epitel selapis gepeng. Di sekitar alveoli terdapat serat elastin yang akan melebar pada saat inspirasi dan menciut pada saat ekspirasi dan serat kolagen yang mencegah regangan yang berlebihan sehingga kapiler dan septum intra-alveolaris tidak rusak. sel alveolar fagosit. Sel pneumosit tipe I mempunyai inti yang gepeng. Sel pneumosit tipe II mempunyai inti subis. Sel endotel kapiler melpisi kapiler darah dan mempunyai inti gepeng dan kromatin inti halus. Sel ini berkerja memfagosit debu mikroorganisme dan benda asing yang terdapat dalam alveoli yang ikut saat inspirasi. dan sel kapiler endotel. Pada dinding alveolus terdapat lubang-lubang kecil berbentuk bulat/lonjong disebut poros/stigma alveolaris. Selain pada dinding alveoli terdapat juga pada lumen alveolus.3 Mekanisme Pernapasan Udara mengalir masuk dan keluar paru selama proses pernafasan dengan mengikuti penurunan gradien tekanan yang berubah berselang seling antara alveolus dan atmosfer akibat siklik otot-oto pernafasan. Alveolus Merupakan kantong kecil yang terdiri dari selpis sel seperti sarang tawon. Pada alveolus terjadi pertukaran gas yaitu O2 dan CO2 antara udara dan darah. intra-alveolus dan intrapleura. Berasal dari monosit darah. sitoplasma tipis mengelilingi seluruh dinding alveol dan mempunyai membrana basalis yang memisahkan sel ini dengan sel endotel kapiler. Sakus alveolaris Merupakan kantong yang dibentuk oleh beberapa alveoli. Terdapat serat elastin dan serat retikulin yang melingkari muara sakus alveoli dan sudah tidak punya otot polos. sel alveolar tipe II/pneumosit tipe II. sering menonjol ke lumen dan sitoplasmanya mengandung multilameral bodies. 14 . Terdapat tiga tekanan berbeda yang penting pada ventilasi antara lain tekanan atmosfer. Stigma ini penting apabila terjadi sumbatan di salah satu cabang btonkus/bronkiolus karena udara dapat mengalir dari alveolus satu ke alveolus lain. 9. Sel alveolar fagosit disebut juga sel debu/dust cell dan memiliki inti bulat. zat ini dilepas ke permukaan sel. sebagai surfaktan untuk menjaga agar permukaan alveoli tidak kolaps pada akhir ekspirasi (dengan menurunkan tegangan permukaan). Sel-sel dinding alvelus terdiri atas 4 yaitu sel aveolar tipe I/ pneumosit tipe I.

dan tekanan intra-alveolus setara dengan tekanan atmosfer. Tekanan ini juga dikenal sebagai tekanan intratoraks.5 Inspirasi merupakan proses aktif. Kontraksi otot-otot tambahan ini. dapat terlihat menonjol ke depan sewaktu inspirasi karena diafragma yang turun mendorong isi abdomen ke bawah dan ke depan. Dengan demikian. Diafragma yang melemas berbentuk kubah yang menonjol ke atas ke dalam rongga toraks. Kontraksi ini berfungsi sebagai peredam daya rekoil paru dan memperlambat ekspirasi. melainkan udara mengalir ke dalam paru karena turunnya tekanan intraalveolus akibat paru yang mengembang. paru juga dipaksa mengembang untuk mengisi rongga toraks yang membesar. Pada awitan inspirasi. tidak ada udara yang mengalir. yaitu tekanan yang terjadi di luar paru dalam rongga toraks. Inspirasi yang lebih dalam dapat dilakukan dengan menkontraksikan difragma dan otot antariga eksternal secara lebih kuat dengan mengaktifkan otot-otot insiprasi tambahan untuk semakin memperbesar rongga toraks. udara mengalir masuk ke paru mengikuti penururnan gradien tekanan dari tekanan tinggi ke rendah. ekspirasi merupakan proses pasif yang tidak memerlukan kontraksi otot untuk menurunkan volume intratorakal. diafragma bergerak ke bawah dan memperbesar volume rongga toraks dengan menambah panjang vertikalnya. tekanan intraalveolus menurun karena molekul dalam jumlah yang sama kini menempati volume paru yang lebih besar. pengembangan paru bukan disebabkan oleh perpindahan udara ke dalam paru. Sewaktu paru mengembang.Tekanan atmosfer (barometrik) adalah tekanan yang ditimbulkan oleh berat udara di atmosfer terhadap benda-benda di permukaan bumi. Selama pernafasan tenang. Pada saat rongga toraks mengembang. suatu lembaran otot rangka yang membentuk dasar rongga toraks dan dipersarafi oleh saraf prenikus. otot-otot inspirasi yaitu diafragma dan otot antar iga eksternal terangsang untuk berkontraksi sehingga terjadi pembesaran rongga rongga toraks. jika melemas. Dinding abdomen. Otot inspirasi utama adalah diafragma. Sewaktu berkontraksi karena stimulasi saraf frenikus. Namun. pada awal ekspirasi masih terdapat kontraksi ringan otot inspirasi. Tekanan intra-alveolus yang dikenal juga sebagai tekanan intrapulmonalis adalah tekanan di dalam alveolus.6 Sebelum inspirasi dimulai. otot-otot pernafasan melemas. Karena sekarang tekanan intra-alveolus sekarang lebih rendah daripada tekanan atmosfer. 15 . Udara terus mengalir dalam paru sampai tidaka lagi terdapat gradien yaitu sampai tekanan intra-alveolus setara dengan tekanan atmosfer. Tekanan intrapleura adalah tekanan di dalam kantung pleura. Kontraksi otot-otot inspirasi akan meningkatkan volume intratorakal.

tekanan intraalveolus meningkat. Udara sekarang keluar paru mngikuti penurunan gradien tekanan dari tekanan intra-alveolus yang tinggi ke tekanan atmosfer yang lebih rendah. Akibatnya. otot ekspirasi harus berkontraksi untuk semakin mengurangi volume rongga dada toraks dan paru. Saat melemas. aksi otot-otot ini berlawanan dengan aksi otot antar iga eksternal. mengangkat sternum dan dua iga pertama. Perbedaan natara tekana 16 . mengakibatkan diafragma semakin terangkat ke rongga toraks dibandingkan dengan posisi istirahatnya. ekspirasi adalah suatu proses pasif karena terjadi akibat penciutan elastik paru saat otot-otot inspirasi melemas tanpa memerlukan kontraksi otot atau pengeluaran energi. otot-otot ekspirasi semakin mengurangi volume rongga toraks. Dalam keadaan normal. terjadi peningkatan aliran udara masuk paru sebelum terjadi keseimbangan dengan tekanan atmosfer yaitu pernafasan menjadi lebih dalam. Pada ekspirasi istirahat. Sewaktu kontraksi aktif. Otot ekspirasi terpenting adalah otot-otot di dalam dinding abdomen. karena jumlah molekul udara yanglebih besar yang terkandung di dalam volume paru yang besar pada akhir inspirasi sekarang terkompresi ke dalam volume yang lebih kecil. terjadi peningkatan tekana intra-abdomen yang menimbulkan gaya ke atas pada diafragma. yang kontraksinya menarik iga-iga ke bawah dan ke dalam. paru juga semakin membesar sehingga tekanan intaalveolus semakin turun. Aliran keluar udara berhenti jika tekanan intra-alveolus menjadi sama dengan tekanan atmosfer dan tidak lagi terdapat gradien tekanan.yang terletak di leher. Pada akhir inspirasi. Sebaliknya. sangkar iga yang terangkat turun karena adanya sifat elastik. insiprasi selalu aktif. Otot-otot ekspirasi lain adalah otot antariga internal. Sewaktu otot-otot abdomen ini berkontraksi. Tekanan intra-alveolus menjadi semakin meningkat karena udara di dalam paru ditempatkan di dalam volume yang lebih kecil. memperbesar bagian atas rongga toraks. volume paru juga semakin berkurang karena paru tidak harus teregang banyak untuk mengisi volume rongg toraks yang lebih kecil yaitu paru diperbolehkan menciut lebih kecil. karena hanya ditimbulkan oleh kontraksi otot-otot inspirasi dan menggunakan energi. sehingga semakin meperkecil ukuran vertikal ronga toraks. sewaktu otot antar iga ekspernal melemas. Untuk melakukan ekspirasi aktif atau paksa. tekanan intra-alveolus meningkat. diafragma kembali ke bentuknya seperti kubah. Sewaktu paru menciut berkurang volumenya. Pada saat rongga toraks semakin memperbesar volumenya dibandingkan keadaan istirahat. otot-otot inspirasi melemas. meratakan dinding dada dan semakin memperkecil ukuran rongga dada toraks.

CO (Karbon Monoksida) Pengaruh bagi tubuh manusia : ~ mengikat hemoglobin. paru mengalami pengosongan lebih sempurna selama ekspirasi aktif paksa dibandingkan selama ekspirasi pasif tenang. Zat Iritan ~ Mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru ~ Menyebabkan batuk 17 .5 2. Zat karsinogen Pengaruh bagi tubuh manusia : ~ Memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh 5. Nikotin Pengaruh bagi tubuh manusia : ~ menyebabkan kecanduan / ketergantungan ~ merusak jaringan otak ~ menyebabkan darah cepat membeku ~ mengeraskan dinding arteri 2. Tar Pengaruh bagi tubuh manusia : ~ membunuh sel dalam saluran darah ~ Meningkatkan produksi lendir diparu-paru ~ Menyebabkan kanker paru-paru 3.natara intra-alveolus dan atmosfer menjadi semakin besar dibandingkan saat eksprasi pasif sehingga lebih banyak udara keluar mengikuti penurunan gradien tekanan sebelum keseimbangan tercapai.4 Faktor Penyebab Batuk dan Sesak Beberapa zat kimia berbahaya yang terdapat dalam asap rokok:7 1. Dengan cara ini. sehingga tubuh kekurangan oksigen ~ menghalangi transportasi dalam darah 4.

endotel kapiler serta membran basalis masing-masing yang berfusi. Seperti halnya CO. Faktor yang terpenting yang menyebabkan difusi gas adalah tekanan parsial alveoli dan darah. Setiap batang rokok rata-rata mengandung nikotin 0. Dari jumlah tersebut. Sebagian udara campuran ini akan dikeluarkan. Ikatan CO dengan Hb (COHb) akan membuat HB tidak bisa melepaskan ikatan CO dan sebagai akibatnya fungsi Hb sebagai pengangkut oksigen berkurang fungsinya. terdiri atas ratusan bahan kimia gelap dan lengket. banyak pabrik rokok tidak mencantumkan kadar tar dan nikotin dalam kemasan rokok produksi mereka. udara inspirasi bercampur dengan udara alveolus. Kandungan O2 udara alveolus akan menurun dan kandungan CO2nya meningkat sampai inspirasi berikutnya.5 Difusi dan Transpor O2 dan CO2  Difusi O2 dan CO2 Proses difusi merupakan proses masuknya molekul gas ke dalam cairan. luas penampang.Nikotin dengan cepat masuk kedalam otak begitu seseorang merokok.4 Oksigen terus menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbondioksida terus menerus berdifusi dari darah dalam alveoli.4 Kapasitas difusi paru untuk suatu gas berbanding lurus dengan luas membran alveolus-kapiler dan berbanding terbalik dengan tebal membran.1-1. Gas berdifusi dari alveoli ke dalam darah kapiler paru atau sebaliknya melintasi membran alveolus kapiler yang tipis yang dibentuk oleh epitel pulmonal. dan tergolong sebagai racun pembuat kanker. panjang jarak yang harus ditempuh molekul-molekul gas dan daya larut gas. Pada keadaan seimbang. kapasitas difusi O2 pada keadaan istirahat adalah 25 mL/menit/ mmHg dan P O2 dalam darah meningkat mencapai 97 18 . namun jumlah yang kecil itu mampu mencapai otak dalam waktu 15 detik Tar bukanlah zat tunggal. Kadar nikotin yang dihisap akan mampu menyebabkan kematian apabila kadarnya lebih dari 30 mg. kadar nikotin yang masuk dalam peredaran darah tinggal 25 %.6 Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan proses difusi adalah perbedaan tekanan parsial gas dan tekanan gas (dalam cairan).8 2.2 mg nikotin. menggantikan O2 yang telah masuk ke dalam darah dan mengencerkan CO2 yang telah memasuki alveoli. Seringkali. P O2 udara alveolus normal adalah 100 mmHg dan P O2 darah yang memasuki kapiler paruh adalah 40 mmHg. Karbon monoksida merupakan racun yang mengusir Oksigen dari ikatannya dengan haemoglobin dalam butir darah merah .

konsentrasi 2. suhu meninggi. sedangkan dalam udara alveolus dalah 40 mmHg. Disosiasi oksi Hb (pelepsan O2 dari Hb) ditentukan oleh P O2 dan medium sekelilingnya.mmHg. tiap ml darah hanya dapat membebaskan 0. dan kapasitas difusi paru untuk CO2 jauh lebih besar dibandingkan O2. CO2 diangkut oleh plasma darah (7%) karena kelarutan CO2 dalam plasma darah adalah 24 kali lebih besar daripada kelarutan O2.5 Transport O2 dan CO2 teutama dilakukan di eritrosit sebab mengandung Hb. Di kapiler jaringan Hb melepaskan O2 (Deoksigenasi) menjadi Deoxygenated (Deoksihemoglobin) yaitu HbO2  Hb + O2. P CO2 meninggi. Dengan cara fisika.6  Transpor O2 dan CO2 Oksigen yang diserap oleh arah di paru harus diangkut ke jaringan agar dapat digunakan oleh sel-sel. CO2 mampu menembus seluruh membran biologis dengan mudah. Hb dapat berubah bentuk “Oxygenated” waktu mengikat O2dan membentuk “Oksihemoglobin” yaitu Hb + O2  HbO2.3 CO2 dalam bentuk terlarut. Kelarutan O2 dalam plasma darah adalah kecil karena perbedaan kepolaran antara gas dan pelarutnya kecil. Transport O2 dalam bentuk larut sangat sedikit dan terikat secara kimiawi dengan Hb. O2 berdifusi dalam sel darah merah dan terikat secara kimiawi dengan hemoglobin.3 BPG meninggi dalam sel darah merah. Tiap komponen Hb mengandung 1 atom zat besi (Fe). CO2 terikat denga HB lebih kurang 19 . sehingga CO2 berdifusi dari darah ke dalam alveoli sesuai selisih tekanan tersebut. Di sel jaringan tekanan CO2 tinggi sehingga terjadi difusi CO2 ke pembuluh darah kapiler dan diangkut melalui 2 cara yaitu fisika dan kimia. dan P O2 menurun. CO2 merupakan hasil respirasi selular. Hb mengikat O2 di kapiler paru dan dilepaskan di jaringan. Nilai ini berkurang menjadi 95 mmHg di dalam aorta akibat adanya pintas fisiologis. CO2 sebagai terlarut. CO2 berdifusi ke sel darah merah dan diubah menjadi carbamino haemoglobin (HbCO2) dan ion bikarbonat (70%). Transport O2 dalam arah dilakukan melaui 2 cara yaitu secara fisika maupun kimia. Sebaliknya CO2 yang diproduksi oleh sel-sel harus diangkut ke paru-paru untuk dieleminasi. Disosiasi oksi Hb meningkat (Hb mudah melepaskan O 2) bila pH menurun. P CO2 darah yang meninggalkan paru adalah 40 mmHg. Dengan cara kimia. P CO2 darah vena adalah 46 mmHg. nilai yang sedikit lebih rendah daripada P O2 alveolus. daya larut CO2 lebih besar dari O2. Pada transport CO2. Hb dapat mengikat CO2 yang diproduksi jaringan dan dilepaskan di paru.

0). Bikarbonat (suatu komponen basa) berada dalam kesetimbangan dengan karbondioksida (suatu komponen asam). Tubuh menggunakan 3 mekanisme untuk mengendalikan keseimbangan asambasa darah: 1.(pergeseran klorida). Suatu asam kuat memiliki pH yang sangat rendah (hampir 1. Karbondioksida adalah hasil tambahan penting dari metabolisme oksigen dan terus 20 .keluar dari sel darah merah menuju plasma diganti oleh ion Cl. sebagian besar dalam bentuk amonia Ginjal memiliki kemampuan untuk merubah jumlah asam atau basa yang dibuang. Jika lebih banyak basa yang masuk ke dalam aliran darah. Jika lebih banyak asam yang masuk ke dalam aliran darah.23 % membentuk HbCO2.0 adalah asam. Kelebihan asam akan dibuang oleh ginjal. Ion HCO3. CO2 berdifusi dalam sel darah merah embentuk HCO3-. sedangkan suatu basa kuat memiliki pH yang sangat tinggi (diatas 14. karena perubahan pH yang sangat kecilpun dapat memberikan efek yang serius terhadap beberapa organ.35-7.45. yang biasanya berlangsung selama beberapa hari. Keseimbangan asam-basa darah dikendalikan secara seksama. maka akan dihasilkan lebih banyak karbondioksida dan lebih sedikit bikarbonat. maka akan dihasilkan lebih banyak bikarbonat dan lebih sedikit karbondioksida.bertindak sebagai buffer untuk mengontrol pH darah.0 adalah netral # pH diatas 7.4 2. Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Ion H+ dinetralisir oleh Hb (daya buffer Hb) menjadi HHb. 2. 3.0). Pembuangan karbondioksida.6 Keseimbangan Asam Basa Derajat keasaman merupakan suatu sifat kimia yang penting dari darah dan cairan tubuh lainnya. Suatu penyangga pH bekerja secara kimiawi untuk meminimalkan perubahan pH suatu larutan. Penyangga pH yang paling penting dalam darah menggunakan bikarbonat.0 adalah basa (alkali) # pH dibawah 7. Dalam plasma ion HCO3. Darah memiliki pH antara 7. Satuan derajat keasaman adalah pH: # pH 7.

Dengan mengatur kecepatan dan kedalaman pernafasan. Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah. tergantung kepada penyebab utamanya. kadar karbon dioksidadarah menurun dan darah menjadi lebih basa. Asidosis respiratorik atau alkalosis respiratorik terutama disebabkan oleh penyakit paruparu atau kelainan pernafasan. Sistem pernafasan dibagi menjadi dua bagian yaitu konduksi yang menyalurkan udara dan bagian respirasi sebagai tempat pertukaran gas.menerus yang dihasilkan oleh sel. Asidosis metabolik dan alkalosis metabolik disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam pembentukan dan pembuangan asam atau basa oleh ginjal. Jika pernafasan meningkat. Pernafasan dimulai dari hidung. 21 . faring.10 KESIMPULAN Pernafasan adalah pertukaran dua gas yaitu oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2). Darah membawa karbondioksida ke paru-paru dan di paru-paru karbondioksida tersebut dikeluarkan (dihembuskan). Terjadinya asidosis dan alkalosis merupakan petunjuk penting dari adanya masalah metabolisme yang serius. Asidosis dan alkalosis dikelompokkan menjadi metabolik atau respiratorik. Sistem pernafasan mencakup organ paru-paru dan saluran yang menghubungkan jaringan paru dengan udara dari luar tubuh ke jaringan tubuh. Adanya kelainan pada satu atau lebih mekanisme pengendalian pH tersebut. Pusat pernafasan di otak mengatur jumlah karbondioksida yang dihembuskan dengan mengendalikan kecepatan dan kedalaman pernafasan.9. Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah. maka pusat pernafasan dan paru-paru mampu mengatur pH darah menit demi menit. Jika pernafasan menurun. Sistem pernafasan dilalui udara yang dihirup yang mengandung O2 yang penting untuk metabolisme dan mngeluarkan CO2 dan zat-zat lain yang merupakan hasil metabolisme tubuh. Asidosis dan alkalosis bukan merupakan suatu penyakit tetapi lebih merupakan suatu akibat dari sejumlah penyakit. kadar karbondioksida darah meningkat dan darah menjadi lebih asam. yaitu asidosis atau alkalosis. bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa.

5. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.php?mod=artikel&id=299/22/12/2009. Tidak hanya itu.medicastore. bronkus ekstrapulmonal. Janquiera LC. 2.org/beberapa-zat-kimia-berbahaya-yang-terdapat-dalam-asaprokok/18/04/2010. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.laring. 2001.com/index. Histologi dasar. Sherwood L. Respirasi 1. Diunduh dari http://sites. 4. 22 .google. difusi dan transport gas baik O2 dan CO2 yang terjadi secara fisika maupun kimia serta keseimbangan asam basa. Edisi 20. Jakarta: FK Ukrida. 2007. Ayosz. 2002. 2002. Edisi 2. Buku ajar fisiologi kedokteran. trakea. Buku ajar histologi. 10 Mei 2012. Tirtarahardja Hartati. Husin Elly. Medicastore. 2007. DAFTAR PUSTAKA 1.com/f/11140-keseimbangan-asam-basa/02/2008. Capah Ribka. 2010. 10. 9. 8. 11 Mei 2012. 6. Diunduh dari http://organisasi. sakus alveolaris hingga alveolus/alveoli. Gunardi Santoso. Lumbanraja Sahala. Diunduh dari http://www. dkk. bronkus intrapulmonal. duktus alveolaris. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Ganong WF. Selain mengetahui sruktur makroskopis dan mikrokopis sistem pernafsan. 7. Nurcahyo. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Goenawan J. juga dapat mengetahui mekanisme pernafasan yang terjadi baik pada saat inspirasi maupun ekspirasi. Edisi 12. Diunduh dari http://www. Carneioro J. Anatomi sistem pernafasan. ternyata kandungan zat-zat kimia yang terdapat dalam asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan terutama dalam hal ini menghambat sistem pernafasan sehingga dapat menyebabkan batuk dan sesak.com/site/asidosis/Home/keseimbangan-asam-basa/02/2008. Edisi 10.indonesiaindonesia. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. bronkiolus respiratorius. Gunardi Santoso. 10 Mei 2012. 3. bronkiolus terminalis. Wibawani Ninik. 11 Mei 2012. Bloom and Fawcet.