Organon Visus berasal dari 2 kata yaitu organ dan visus, visus disini artinya tanjam penglihatan, jadi

pengertian organon visus adalah organ-organ untuk melihat.

Jadi system sensori memiliki beberapa cabang, seperti Visus untuk penglihatan, vestibulocochleare untuk pendengaran dan keseimbangan, olfactory untuk penghidu, gustatoria untuk pengecapan dan yang terakhir Integumentum commune untuk perabaan/panas/tekanan dll. Nah organ2 sensuum (organa sensuum) ini biasanya disebut dengan panca indera atau five sense.. xD

Bagian kiri pada gambar itu lateral dan bagian kanannya medial (yang mengarah ke hidung yaa)..bisa dilihat sendiri bagian-bagiannya 

Keterangan gambar : Palpebra Canthus Sclera Kornea Pupil Iris Konjungtiva : bagian mata yang tepiannya ditumbuhi bulu mata : pertemuan antara palpebra inferior dan superior : bagian mata yang berwarna putih : berwarna jernih, diatas iris & pupil : bulatan kecil yang dikelilingi oleh iris. Inget ya Pupil ini lubang looh.. :D : bagian mata yang berwarna, ada yang warnanya biru, coklat, item dll : selaput tipis jernih yang melapisi sclera hingga palpebra

Organ visus/organ penglihatan terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu oculus (bola matanya) dan organon oculi acsesoria (aksesoris tambahan). Disini yang berperan penting dalam penglihatannya adalah oculusnya. Oculus dibagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu nervus opticus dan bulbus oculi. Kalo ada gangguan di salah satunya, dapat dipastikan ada gangguan penglihatan tapi kalo yang terganggunya bagian oculi aksesorisnya, belum tentu ada kelainan soalnya mereka gak berperan langsung dalam proses penglihatan. Dinding bulbus oculi terdiri dari 3 lapisan, yaitu Tunica fibrosa, Tunica vasculosa, Tunica nervosa dan Isi dari bulbus oculi ada 3 juga, yaitu Humor aquosus, Lensa crystalina, Corpus vitreum. Keterangan Gambar : Apparatus lacrimalis : organ penghasil dan penyalur air mata

**jadi kata dokternya apparatus itu „badan‟ jadi disini app. Lacrimalis terdiri dari glandula lacrimalis, kanalikuli lacrimalis, punctum lacrimalis, sakus lacrimalis dll, udah ada di skills lab kan :D m. oculi nervus opticus : otot-otot penggerak bola mata : melanjutkan stimulus dari sel-sel konus dan basilus retina ke otak

Tunica fibrosa

Tunica nervosa

Tunica Vasculosa

Kata dokternya, nanti kalo ada pasien datang dengan keluhan mata merah dll, harus ditanyain “ada gangguan penglihatan atau nggak??”, kalo emank gak ada gangguan pada visusnya, mungkin kelainannya bukan pada oculinya tapi kemungkinan besar ada pada organ-organ oculi acsesorisnya… >o< Tapii ceman2, bukan berarti gangguan pada oculi acsesoris ini gak bakalan bisa menimbulkan gangguan penglihatan ya. Jadi kalo gangguannya lama dan berulang bisa juga mempengaruhi visus… Ookkeeeeee…yo ayooo kita mulai bahas satu persatu 

Orbita
Bola mata dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak yang membentuk suatu rongga yang disebut orbita. Rongga ini berbentuk piramid dan berfungsi sebagai wadah dari oculus, musculi oculi, nervus, pembuluh darah darah, lemak dan glandula lacrimalis. Orbita dilindungi oleh palpebra.

Bantalan lemak untuk bola mata m. oculi melekat pada sklera

Batas-batas dari orbita dibentuk oleh Superior : os frontal, os zigomatikum, ala magna os.sfenoid Lateral Inferior Nasal : os zigomatikum , os maksila, os palatina : os maksila, os zigomatikum, os palatina : os maksila, oa lakrimal, os etmoid

Os etmoid terletak diantara kedua orbita dan memiliki sinus etmoidalis. Os lakrimal memiliki fosa untuk tempat sakus lakrimalis dan pada bagian belakang orbita terdapat terdapat ala mayor dan minor os sfenoid dengan fisura orbitalis superior diantaranya. Terdapat juga kanalis opticus dan fisura infraorbitalis.

Conjunctiva
Seperti yang udah disebut diatas tadi, konjungtiva adalah membran mukosa transparan yang melapisi permukaan dalam palpebra dan bola mata. Tadi inget ya, palpebra masuk ke organ oculi acsesoris jadi bila ada kelainan, tidak langsung akan mempengaruhi visusnya.

Bagian-bagian konjunctiva 1.
2.

Conjunctiva palpebralis Conjunctiva bulbi Fornix conjunctiva

: melapisi permukaan dalam kelopak mata/palpebra : menutupi permukaan sklera pada bagian depan bola mata : tempat peralihan konjungtiva palpebralis dan bulbi

3.

BULBUS OCULI
Kamera oculi anterior

Kamera oculi posterior

Seperti yang udah disebutin diatas tadi, bulbus oculi ini adalah bola mata yang terdiri dari 3 lapisan dan berisi 3 material juga..ini dia sedikit penjelasannya..

dinding bulbus oculi terdiri dari 3 lapisan, yaitu : 1. Tunica fibrosa : lapisan terluar yang dibentuk oleh jaringan fibrosa sehingga konsistensinya keras & kuat gitu. Yang termasuk dalam lapisan ini adalah sclera dan kornea. Pertemuan antara sclera dan kornea disebut Limbus corneae. 2. 3. 1. Tunica vasculosa: disini banyak terdapat pembuluh darah. Terdiri dari 3 bagian yaitu khoroid, korpus siliaris, iris. Lensa termasuk juga kedalamnya. Tunica nervosa : tempat sel-sel saraf. Yang termasuk didalamnya adalah retina. Humor aquosus : cairan mata yang berada di dalam rongga kamera oculi anterior. Jadi letaknya didepan lensa mata (lihat gambar ya), terus bedakan ya antara cairan mata dan air mata..itu bedaaaa xD 2. 3. Lensa crystalina Corpus vitreum

Isi bulbus oculi ada 3 juga, yaitu

SCLERA
Sclera ini kan tadi masuknya kedalam lapisan tunica fibrosa yang dibentuk oleh jaringan fibrosa sehingga konsistensinya keras dan berfungsi sebagai lapisan terluar yang melindungi bola mata.. Jaringan ikat fibrosa opak dan tampak putih. • • • • Lapisan terluar hampir seluruhnya terdiri atas lapisan kolagen  analog dengan duramater Di bagian posterior sclera ditembus oleh n. Opticus  menyatu dengan selubung duramater saraf ini (penjelasan lebih lengkap ada dibawah) Sclera juga ditembus oleh a. Ciliaris dan v. Vorticosae Lapisan sclera : 1. 2. Substantia propria sclerae : berujung pada tendo mm. rectus bulbi Lamina fuschka : lapisan berpigmen coklat pada permukaan dalam sklera

Kata dokternya, selain dibentuk oleh jaringan fibrosa, sclera ini juga dibentuk oleh sebagian dari duramater..ayo pada inget duramater gak??? Ilmu anatominya dikeluarin lagi.. xD Duramater ini adalah lapisan terluar dari pembungkus otak, keras juga seperti sclera. Duramater ini selain membungkus otak nantinya akan berlanjut membungkus n. opticus. Nah seperti yang kita tau, nantinya n. opticus ini akan menembus sclera pada bagian posterior sehingga nantinya sclera tadi akan bertemu dan menyatu dengan duramater yang membungkus n. opticus.. intinya sii n. opticus akan mempertemukan sii sclera dan duramater..Begitu cerita dokternya  NB : lapisan pembungkus otak : duramater, arachnoidea, dan piamater

Cornea

Cornea dalam bahasa latin “cornum” artinya seperti tanduk, merupakan selaput bening mata yang sangat tipis seperti kubah transparan  jendela mata. Pada orang meninggal, warnanya akan berubah menjadi keruh. Cornea ini merupakan struktur primer (terkuat) untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke mata (sebagai media refraksi). Cornea dipersarafi oleh banyak saraf sensoris dan avaskuler. Diameter : ± 12 mm Limbus cornea: batas antara cornea dan sclera Ketebalan kornea dapat di kurangi untuk membantu refraksi pada orang2 dengan kelainan refraksi seperti miopi. Lapisan Cornea (dari paling luar ke dalam) adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Epithel: epithel squamous Membrana Bowman: lamina limitans anterior Substantia propria Membrana descement: lamina limitans posterior Endothelium camerae anterioris

Pada orang-orang usia lanjut dapat terjadi Arcus senilis, yaitu kekeruhan pada tepi cornea. Jadi kekeruhannya akan berbentuk cincin dan melingkari mata. Oya.. bila terjadi kelainan/peradangan pada lapisan epithel kornea, dia masih bisa beregenerasi. Tapi kalo peradangan terjadi pada lapisan dibawahnya, dapat terjadi kelainan seperti penurunan visus akibat dari jaringan parut yang terbentuk karena kemampuan regenerasinya gak sebagus lapisan epitel kornea 

Tunica Vasculosa
Masih inget yaa, , tunica vaskulosa/uvea ini lapisan tengah yang kaya pembuluh darah dan dibentuk oleh koroid, corpus ciliaris dan iris.

Batas sclera dan kornea, lihat dibelakangnya ada corpus ciliare (2)

Kita bahas ya, liat gambar diatas buat letaknya  1. 2. 3. Choroidea (1) : melapisi seluruh sclera dari dalam Corpus ciliare (2): terletak disekitar batas antara cornea dan sclera Iris (3) : – – lanjutan ke frontal corpus ciliare di Puncaknya terdapat lubang yang disebut dengan pupil

Canalis schlemm

lensa

ligamentum suspensorium lenti

Corona ciliaris
Corpus ciliare dibagi lagi menjadi : 1. Corona ciliaris

Processus ciliaris
: bagian posterior corpus ciliaris yang bersambungan dengan retina

2.

Processus ciliaris

: lipatan-lipatan tersusun radial dan menonjol, tempat melekatnya

ligamentum suspensorium lenti yaitu penggantung dari lensa mata. Disini juga merupakan tempat produksi humor aqueous 3. M. ciliaris radiar dan sirkuler. : berfungsi mengatur akomodasi mata. Otot ini terdiri dari otot longitudinal,

Editor jelasin dikit dulu ya tentang cairan humor aqueous, ,cairan ini berfungsi untuk mempertahankan tekanan bola mata, diproduksi di proc. Ciliaris lalu mengalir ke camera oculi posterior dan masuk ke kamera oculi anterior melalui pupil. Nah cairan ini nantinya didrainage melalui canalis schlemm (liat gambar diatas untuk letaknya) lalu masuk ke sirkulasi darah. Kadang-kadang bila terjadi perlengketan antara iris dan kornea maka cairan humor aqueous ini terakumulasi pada kamera okuli anterior sehingga tekanannya intra okuler meningkat, yang disebut sebagai glaucoma. Tekanan yang meningkat ini akan disalurkan ke segala arah sehingga dapat menekan bagian lain dari mata termasuk n. opticus.
Iris dan Pupillae terletak di bagian anterior choroid dan berbatasan langsung dengan permukaan anterior corpus ciliare. Iris merupakan diafragma berpigmen yang tipis dan kontraktil. Di tengahnya terdapat lubang yang disebut pupilla. Letak iris yang berada di antara lensa dan cornea membagi kamera oculi menjadi menjadi camera oculi anterior dan camera oculi posterior. Fibra otot iris  involunter, terdiri atas: 1. 2. Serat sirkuler : m. sphincter pupillae merupakan saraf parasimpatis yang berfungsi mengecilkan pupil saat cahaya terang dan untuk akomodasi Serat radier : m. dilator pupillae merupakan saraf simpatis, berfungsi untuk pelebar pupil pada saat cahaya kurang

Humor Aqueous

Editor jelasin dikit dulu ya tentang cairan humor aqueous, ,cairan ini berfungsi untuk mempertahankan tekanan bola mata, diproduksi di corpus ciliar, tepatnya di proc. Ciliaris lalu mengalir ke camera oculi posterior dan masuk ke kamera oculi anterior melalui pupil. Nah cairan ini nantinya didrainage/dibuang melalui canalis schlemm/trabercular meshwork (liat gambar diatas untuk letaknya) lalu masuk ke sirkulasi darah. Kadang-kadang bila terjadi perlengketan antara iris dan kornea maka cairan humor aqueous ini terakumulasi pada kamera okuli anterior sehingga tekanannya intraokuler meningkat, yang disebut sebagai glaucoma.

Fungsi Humor aqueos: • • • Menyokong dinding bola mata  tekanan bola mata dari dalam Memberi nutrisi pada lensa Membuang sisa metabolisme.

Seperti yang udah disebut diatas, kalo terjadi gangguan pada pembungan cairan humor aqueos dapat menimbulkan glaucoma, , Inget ya glaucoma itu TIOnya meningkat, Tekanan yang meningkat ini akan disalurkan ke segala arah sehingga dapat menekan bagian lain dari mata termasuk n. opticus.

Lensa crystalina
Bangunan bikonveks, avascular dan tranparan Letaknya di belakang iris, di depan corpus vitreum Dikelilingi oleh processus ciliaris Melekat ke processus ciliaris melalui ligamentum suspensorium lentis Fungsinya memfokuskan cahaya ke retina

Bagian belakang lensa mata lebih cembung dari bagian depannya..  Iris Lensa corpus vitreum

Lensa ini memiliki kemampuan untuk akomodasi untuk mengatur bayangan agar tepat jatuh diretina. Perubahan bentuk lensa disebut akomodasi yaaa..  Proses akomodasi adalah : Tarikan ligamentum suspensorium menjadikan lensa menjadi pipih sehingga mata dapat difokuskan pada obyek-obyek yang jauh m. ciliaris berkontraksi  menarik corpus ciliare ke depan dan dalam  ligamentum suspensorium relaksasi  lensa menjadi lebih bulat  untuk berakomodasi terhadap obyekobyek yang dekat KELAINAN REFRAKSI A. Presbyopia Kelainan akomodassi yang terjadi pada Orang tua karena lensa bertambah padat dan kurang elastis sehingga kemampuan akomodasi menjadi kurang (presbyopia)

B. MIOPI Kelainan akomodasi yaitu tidak bisa melihat jauh (rabun jauh) akibat bayangan jatuh didepan retina. C. HIPERMETROPI Merupakan rabun dekat akibat bayangan jatuh dibelakang retina. Oya, biasanya pada anak-anak, kelainan miopi/hipermetropi ini biasanya akibat diameter antero posterior terlalu panjang/pendek. Bila panjang, banyangan akan jatuh didepan retina, bila terlalu pendek akan jatuh dibelakang retina. D. Cataract Kekeruhan pada lensa disebut dengan cataract. Biasanya pada Orang tua tapi bisa juga terjadi pada anak2 hingga BBL (kalo bayi baru lahir itu akibat infeksi TORCH kata dokternya ) Penatalaksanaanya bisa dengan Lensanya diambil lalu diganti dengan lensa sintetis.

Corpus vitreum

Berbentuk gel transparan, dibungkus oleh membrana vitrea mengisi bola mata di belakang lensa Anterior : membrana vitrea membentuk ligamentum suspensorium lentis Fungsi : a. Menambah pembesaran mata b. menyokong permukaan posterior lensa c. Membantu melekatkan pars nervosa pada pars pigmentosa retina.

Tunica Interna/Sensoria/nervosa: Retina
makula

Discus Cup

papil

Ujung anterior retina: ora serrata  non-reseptif Bagian posterior : daerah yang paling jelas untuk penglihatan : macula lutea dan di bagian : fovea centralis tengah makula berlekuk

Ini lapisan dari retina..mf2 aja ya kalo ada yg salah soalnya gambar yg atas tulisan.y bner2 gak jlas :D Sebernarnya sel kerucut itu warna aslinya ada yang ijo, merah ama biru, ,berhubung misc itu opak dan lusen, jadi gak keliatan xD

Retina terdiri atas: 1. 2. Pars pigmentosa/stratum pigmenti : di sebelah luar Pars nervosa : di sebelah dalam.

Nervus opticus meninggalkan retina melalui discus n. Optici Pada discus tidak memiliki sel-sel coni maupun bacili  “bintik buta” atau macula ceca Bagian tengah discus n. optici berlekuk  tempat keluarnya a. Centralis retina

Media yang dilalui cahaya • • • Cornea Humor aquosus Lensa Anterior segment Pupil Lens Posterior segment Neural layer

• Corpus vitreus Lintasan cahaya: Cornea of retina Pigmented retina

Lintasan visual

Jadi masing2 serabut saraf dari nervus opticus yang keluar dari retina akan bercabang menjadi 2 yaitu cabang lateral dan medial. Serabut dari arah lateral berfungsi menerima cahaya dari arah medial (kearah nasal) dan serabut dari arah medial berfungsi menerima cahaya dari arah lateral (arah temporal) (jadi totalnya kita punya 4 cabang serabut saraf). Ke empat serabut ini setelah keluar dari retina akan masuk kedalam otak. Saat memasuki otak, ke-4 serabut ini akan bertemu di chiasma opticum dan KHUSUS untuk serabut saraf dari arah medial nantinya akan menyilang dipertemuan tersebut (kalo yang serabut dari arah lateralnya gak

menyilang). Setelah bersilangan dichiasma opticum, serabut saraf tersebut berlanjut ke tractus opticus hingga nantinya akan berakhir pada pusat visual di lobus occipitalis (liat gambar di bawah)

Di lobus occipitalis

Udah lumyan ngerti kan ama perjalanan serabut sarafnya  sekarang kita lanjut ke kelainannya..Liat Gambar yang diatas biar lebih muda ya  jadi kita bisa mengidentifikasi dimana letak dari kelainan sarafnya melalui penglihatan pasien. Misalnya bila terjadi penekanan pada chiasma opticum (tempat persilangan) akibat pembesaran kelenjar hipofisis maka pasien hanya dapat melihat ke medial saja dan tidak bisa melihat kearah lateral (lurus aja gitu pandangannya/buta setengah, normalnya kan walaupun kita menghadap kedepan, kita masih bisa ngeliat samping kan, nah orang dengan kelainan ini hanya dapat melihat depan)..Kenapaa?? balik lagi ke dasarnya, serabut saraf dari arah medial berfungsi untuk menangkap bayangan dari arah lateral jadi bila terganggu, nantinya bayangan dari arah lateral tidak dapat diterima/terganggu. Begituuuu  nah defek2 kelainanya dan lokasi kelainannya ada digambar,,monggo dilihat ^O^ oya buta separo ini disebut dengan hemianopsia….

Hemianopia

Alat gerak: Musculi extra-occuli
Okeee,,sekarang kita masuk ke alat penggerak bola mata yaitu musculi extra occuli, yang musculi intra oculi itu yang m. sfingter ama dilator pupil yang udah disebut diatas tadi.

m. oblique superior

M. rectus superior

M. rectus medialis M. rectus lateralis

M. rectus inferior

m. oblique Inferior

Ototnya adalaaaahhhhh…… Adduksi : kearah nasal – M. rectus medialis bulbi – M. rectus superior bulbi – M. rectus inferior bulbi Abduksi : kearah temporal – – M. rectus lateralis bulbi M. obliquus superior bulbi

– M. obliquus inferior bulbi Gerakan ke cranial : – – M. rectus superior bulbi M. obliquus inferior bulbi

Gerakan ke caudal : – M. rectus inferior bulbi – M. obliquus superior bulbi

Keterangan : 1. Otot rectus medialis : bila berkontraksi akan menghasilkan adduksi bola mata kearah nasal dan dipersarafi oleh saraf ke III (n.oculomotorius) 2. Otot rectus lateralis : kontraksinya akan menghasilkan abduksi bola mata kearah temporal dan dipersarafi oleh nervus ke VI (n. abdusen) 3. Otot rectus superior : bila berkontraksi akan mengelevasi,,adduksi dan intorsi bola mata kearah kranial. Dipersarafi oleh nervus ke III (n.oculomotorius) 4. Otot rectus inferior : bila berkontraksi akan menghasilkan gerakan bola mata kearah kaudal. Dipersarafi oleh nervus ke III (n.oculomotorius) 5. Otot oblique superior : gerakan kearah caudal bersama dg m.rectus inferior dan dipersarafi oleh nervus ke IV (n.trochlearis) 6. Otot oblique inferior: kearah cranial dipersarafi oleh nervus ke III (n.oculomotorius) Musculi recti Origo: annulus tendineus communis  cincin penebalan periosteum yang mengelilingi canalis opticus Insersi: sclera  6 mm di belakang tepi cornea. Terdiri atas: – – – – m. rectus superior, berasal dari bagian atas cincin, inervasi: n. oculomotorius m. rectus inferior dari bagian bawah cincin, inervasi: n. oculomotorius m. rectus medialis dari bagian tengah cincin, inervasi: n. oculomotorius m. rectus lateralis dari bagian lateral cincin, inervasi: n. abducens.

Musculi obliquus M. Obliquus superior. – – Origo: corpus ossis sphenoidalis, insersi: sclera Inervasi: n. trochlearis

M. obliquus inferior – origo: bagian anterior dasar orbita, insersi: sclera – inervasi: ramus inferior n. oculomotorius N. Oculomotorius

Divisi Superior  m. rectus superior dan m. levator palpebrae. Divisi Inferior  m. rectus inferior dan medialis dan m. obliquus inferior Inervasi musculi pada pupillae

KELAINAN-KELAINANnya A. Oculomotor palsy Kelumpuhan pada n. oculomotor (menginervasi pupil, m.levator palpebra, m.rectus medialis) mengakibatkan m.rectus medialis akan lumpuh dan mata akan tertarik kearah lateral akibat m.abdusennya yang masih aktif sehingga akan terjadi strabismus kearah luar. Selain itu juga menyebabkan Pupil berdilatasi yang disebut dengan midriasis serta Ptosis yaitu kelopak mata jatuh/tidak dapat membuka sendiri.

ptosis

strabismus

B. Trochlear palsy Kelumpuhan pada n.trochlearis yang menginervasi m.obliquss superior yang digunakan untuk melihat kearah caudal/bawah. Jadi kalo mau ngeliat bawah, kepalanya harus ditundukkan terlebih dahulu yang disebut dengan Head tilt.

C. Abducens palsy Kelumpuhan m.rectus lateralis sehingga mata akan tertarik ke arah medial, disebut dengan internal strabismus.

Apparatus Lacrimalis
Kita masuk ke organ2 penghasil dan penyalur air mata. Jadi penghasil air mata itu adalah Glandula lacrimalis yang terletak dibagian kanan atas.glandula lacrimalis dibagi menjadi : 1) pars orbitalis 2) pars palpebralis 3) Muara: lateral fornix superior conjunctiva Aliran air mata dimulai dari glandula lacrimalis menghasilkan air mata  membasahi cornea  mengumpul dalam lacus lacrimalis  canaliculi lacrimales melalui puncta lacrimales  bermuara ke saccus lacrimalis  ductus nasolacrimalis  meatus nasi inferior.

Inervasi : Saraf sekretomotoris parasimpatis berasal dari nucleus lacrimalis n.VII  mencapai glandula lacrimalis sebagai n. Lacrimalis.

INERVASI ORGANON VISUS
• N. Opticus – – masuk ke orbita melalui canalis opticus bersama-sama a. ophthalmica Saraf ini beserta meningens yang menyelubunginya menembus sclera. Meningens menyatu dengan sclera, sehingga cavum subarachnoidea yang berisi liquor cerebrospinalis (LCS) meluas sampai ke bola mata. Akibatnya, peningkatan tekanan LCS di cavum cranii akan diteruskan ke belakang bola mata. • N. Lacrimalis – – • cabang dari divisi ophthalmicus n. V (n. trigeminus) menginervasi glandula lacrimalis (serabut sekretomotorik parasimpatik) dan kulit bagian lateral palpebra superior. N. Frontalis. – – – cabang dari divisi ophthalmicus n. V (n. trigeminus) Tepat sebelum mencapai tepi orbita, nervus ini bercabang menjadi n. supratrochlearis dan supraorbitalis menginervasi kulit dahi

N. Nasociliaris – – dipercabangkan dari divisi ophthalmicus n. V. Cabang-cabang: – – – – – – Ramus communicans ke ganglion ciliare: bersifat sensoris dari bola mata Nn. Ciliares longi: mengandung serabut simpatis untuk m. dilator pupillae. N. ethmoidalis posterior: ke sinus ethmoidalis dan sphenoidalis. N. infratrochlearis: menginervasi kulit bagian medial palpebrae superior dan bagianbagian hidung yang berdekatan N. ethhmoidalis anterior: menginervasi sebagian mukosa hidung dan kulit hidung. Ganglion ciliare: merupakan ganglion parasimpatis, terletak di posterior orbita.

N. Trochlearis: – menginervasi m. obliquus superior.

N. oculomotorius: – – ramus superior: menginervasi m. rectus superior dan m. levator palpebrae superioris ramus inferior: menginervasi m. rectus inferior, rectus medialis, obliquus inferior. menginervasi m. rectus lateralis.

N. Abducens: –

Refleks cornea

Refleks cahaya

VASCULARISASI:
Arteri ophthalmica • • Cabang dari a. Carotis interna Cabang-cabangnya adalah: – – – – – A. centralis retina: berjalan dalam serabut n. opticus dan masuk ke dalam bola mata pada pusat discus n. opticus Aa. Musculares Aa. Ciliares: di anterior masuk ke bola mata di dekat batas cornea-sclera dan dekat n. opticus di posterior. Aa. Lacrimales: ke glandula lacrimalis A. supratrochlearis dan supraorbitalis: ke kulit dahi.

Info lebih lanjut • Nur Hayati

• • •

Departemen Anatomi dan Histologi FK UMY Email: hayati_arisk@yahoo.com 0817461778

Referensi :
Ilmu penyakit mata UI Stovamesis Respiratory.usu.ac.id Digilib.unimus.ac.id

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful