KARYA ILMIAH

PENGOLAHAN BUAH LANGSAT MENJADI DODOL

Disusun Oleh : 1. Dwiyan Ananda B S 2. Pebri Handoyo 3. Ridwan Kurniawan 4. Ryan Probo W (5850) (5869) (5872) (5836)

Kelas : XI IPA 3

SMA Negeri 7 Purworejo Tahun ajaran 2011/2012
1

KARYA ILMIAH

PENGOLAHAN BUAH LANGSAT MENJADI DODOL

Disusun Oleh : 1. Dwiyan Ananda B S 2. Pebri Handoyo 3. Ridwan Kurniawan 4. Ryan Probo W (5850) (5869) (5872) (5836)

Kelas : XI IPA 3

SMA Negeri 7 Purworejo Tahun ajaran 2011/2012
2

3

LEMBAR PENGESAHAN
Dengan ini kami mengesahkan karya ilmiah yang berjudul : “ Pengolahan Buah Langsat Menjadi Dodol "

Penulis : Pebri Handoyo Ryan Probo Wiroto Syambuana Ibnuardi

Telah disetujui dan disahkan oleh pembimbing pada tanggal

2012

Mengetahui, Pembimbing

Dra. Eny Endarwati NIP.

4

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL…………………………………………………… i LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………. ii DAFTAR ISI……………………………………………………………… iii KATA PENGANTAR……………………………………………………. v

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah……………………………………. 2. Rumusan Masalah………………………………………….. 3. Tujuan Penelitian……………………………………...… 4. Manfaat Penelitian……………………………………. 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Buah Langsat………………………...… 2. Manfaat Buah Langsat……………………………... 3 3. Pengertian Dodol……………………………………... 3 BAB III METIDE PENELITIAN 1. Tempat dan Waktu Penelitian……………………… 4 2. Alat dan Bahan……………………………………... 4 3. Langkah – Langkah Pembuatan Dodol………….. 4. Metode Penelitian………………………………….. 5. Pengumpulaan Data………………………………... 5 5 6 2 1 1 1

5

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil……………………………………………... 7

2. Pembahasan………………………………………… 9 BAB V PENUTUP 1. Simpulan………………………………………… 2. Saran…………………………………………….. DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….. 11 10 10

6

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yan telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya pada kita smua sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penulisan penelitian karya ilmiah remaja(KIR) dengan baik. Tak lupa pula shalawat dan salam kepada junjungan kita nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan ke alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Karya ilmiah remaja (KIR) merupakan salah satu bagian dari sekolah berwawasan lingkungan seperti yang saat ini sedang giat-giatnya dilakukan pada SMA Negri 7 Purworejo. Adapun tujuan dari KIR ini adalah untuk melatih remaja terutama generasai muda yang duduk di bangku SMA untuk melakukan penelitian dan memberikan inovasi baru kepada lingkungan. KIR ini dilaksanakan dengan cara observasi langsung di desa Sudimoro. Salah satu desa kecil di Purworejo. Dimana disana banyak terdapat buah langsat. Tak lupa pula penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Dra. Eny Endarwati selaku guru bahasa Indonesia kelas XI IPA yang telah mendukung pembuatan karya ilmiah ini. 2. A Muzaky,S.Pd selaku wali kelas XI IPA 3 yang telah memberikan motivasi dan bimbingan kepada penulis. 3. Amat Kalil selaku penyedia bahan untuk melakukan penelitian. Akhirnya penulis menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang kontraktif dari pembaca untuk perbaikan penulis di masa mendatang. Purworejo, 10 Mei 2012

Penulis

7

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini banyak buah langsat yang jatuh berserakan dan tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat. Hal itu disebabkan karena langsat kalah bersaing dengan buah-buah lainnaya. Selain harganya yang murah buah ini juga kurang diminati karena rasanya yang masam. Akan tetapi dibalik kekurangan itu langsat dapat diolah menjadi aneka makanan yang memiliki nilai jual yang lebih. Salah satunya menjadi dodol langsat. Penulis memilih membuat dodol langsat karena mudah untuk dibuat dan ekonomis. Penulis ingin mencoba member warna dalam dunia perdodolan Indonesia, karena langsat selama ini belum pernah menemui dodol langsat.

B. Rumusan Masalah Di bawah ini adalah rumusan masalah yang akan dibahas: 1. Bahan apa saja yang diperlukan dalam membuat dodol langsat? 2. Bagaimana cara membuat dodol langsat?

C. Tujuan Penelitian Tujuan dari karya ilmiah ini dibuat adalah sebagai berikut; 1. Mengetahui bahan-bahan dasar dalam pembuatan dodol langsat. 2. Menganalisa cara pembuatan dodol langsat. 3. Mengetahui perbedaan antara dodol langsep dan dodol garut

D. Manfaaat Penelitian Sesuai dengan latar belakang masalah dan tujuan penelitian maka diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang pengolahan buah langsat menjadi dodol, sehingga dapat meningkatkan harga jual buah langsat.

8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Buah Langsat Pohon, tinggi 15-20 m. Anak daun 5-7, bertangkai, ellipitis sampai memanjang, dengan pangkal runcing dan ujung meruncing pendek, 12-25 kali 7-13 cm, kerapkali kekuningan. Tanda bunga pada batang dan cabang yang besar, menggantung, berdiri sendiri atau dalam berkas 2-5, pada pangkal kerapkali bercabang, panjang 10-30 cm, berambut. Daun mahkota 4-5, tidak terbentang lebih lebar sesari berkas 1; kepala sari 1 lingkaran. Tangkai putik sangat pendek, tebal. Buah bentuk bola atau bulat memanjang, diameter 2-4 cm, beruang 5, kuning. Biji dengan selubung biji yang transparan, hijau sangat pahit. Okt-Des. Ditanam di bawah 1.200 m, kadang-kadang menjadi liar (J. Van Steenis, Flora, 2005 : 245). Buah langsat adalah jenis buah-buahan yang berasal dari jenis tumbuhan yang sama dengan duku yaitu suku Meliaceae dan mempunyai nama ilmiah Lansium domesticum correa. Ciri tumbuhan ini adalah pohon kayu keras, berdaun lebat dan buahnya dalam tandan yang muncul pada cabang atau batang dan cenderung bergerombol (Margareta Cintya, 2011 : 08 ). Buah Langsat sama dengan Kokosan : tandanya penuh buah. Buahnya berbiji banyak, daging buahnya cukup tebal dan rasanya asam manis. Kulit buah bergetah banyak, meskipun ia sudah masak. Kulit langsat yang tipis, halus dan memiliki warna kuning –langsat, suatu warna yang diidamidamkan oleh golongan wanita Indonesia. Kulit langsat terkenal sebagai bahan bakar untuk dupa setanggi, karena ia dapat mengeluarkan ganda yang aneh baunya, apabila dibakar ( Ir. Kaslan A. Tohir, Bercocok Tanam Pohon BuahBuahan, 1984 : 240 )

9

B. Manfaat Buah Langsat Jika dilihat dari kandungannya, per 100 gram buah langsat mengandung kalori 70 kal, protein 1.0 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 13 gram, mineral 0,7 gram, kalsium 18 mg, fosfor 9 mg dan zat besi 0,9 mg. Untuk kandungan kalori, mineral dan zat besi, buah langsat setingkat lebih tinggi dibandingkan dengan apel atau jeruk. Buah langsat juga mengandung dietary fiber atau serat yang bermanfaat untuk memperlancar sistem pencernaan. Contohnya biji langsat ditumbuk untuk obat cacing dan demam. Kulit buahnya mencegah kanker kolon dan membersihkan tubuh dari radikal bebas penyebab kanker, selain itu juga bermanfaat untuk bahan baku obat anti diare dan menurunkan demam. Kulit kayunya juga dapat digunakan untuk mengobati gigitan serangga berbisa dan obat disentri. Di Filipina, kulit buah langsat dibakar untuk mengusir nyamuk. Buah langsat juga bisa juga sebagai alternative obat pencerah kulit. Cara kerjanya sederhana. Estrak buah langsat yang manis, jika dioleskan pada kulit dapat berfungsi menghambat kerja enzim tirosinase. Dengan kaya antioksidan, buah langsat juga mampu mencegah kulit dari kerusakan permanen.

C. Pengertian Dodol Dodol adalah makanan khas Indonesia yang digemari masyarakat Indonesia dan telah bersaing di pasar internasional. Hal itu disebabkan karena rasanya yang enak, dan tahan lama. Dodol dibuat dari bahan baku yang dicampur bahan lain yang mempengaruhi rasa dan aroma. Bahan utama yang mudah didapat di sekitar tempat tinggal dan harganya yang murah juga mendukung dodol untuk digemari masyarakat. Selain itu bahan baku dodol dapat juga diganti dengan buah misalnya buah langsat, buah rambutan, buah salak dan buah-buah yang lainnya.

10

BAB III METODE PENELITIAN

1. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 April sampai 20 April 2012 di rumah bapak Amat Kalil desa Sudimoro dan rumah Ridwan Kurniawan desa Pangen Jurutengah.

2. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:  Alat : a. Pisau b. Baskom c. Blender d. Kompor e. Pengaduk f. Wajan g. Loyang h. Plastik pembungkus dodol  Bahan : a. Daging buah langsat b. Tepung beras c. Tepung ketan d. Gula merah e. Gula pasir f. Santan kelapa g. Air
11

3. Langkah – Langkah Pembuatan dodol Tepung diadoni dengan santan encer dan garam sedikit. Dibubur sampai matang. Gula direbus dengan dengan santan (sedikit) sampai hancur. Disaring dan dimasukkan ke dalam adonan ketan yang sudah matang. Aduk-aduk santan kental sambil di campurkan sampai kental dan keluar minyaknya. Lalu dituang di atas kertas roti yang sudah dipulas dengan minyak kelapa. Jika sudah keras baru dipotong-potong. Lalu dibungkus dengan kertas minyak.

4. Metode Penelitian

a. Populasi Populasi dalam penlitian ini adalah buah langsat yang ada di sekitar rumah Bapak Amat Kalil yang terletak di Desa Sudimoro Kecamatan Purworejo.

b. Teknik Wawancara Wawancara dilakukan dengan Ibu Titin Susetyowati dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana cara pengolahan buah langsat menjadil dodol. Teknik wawancara ini dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada ibu Titin Susetyowati tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat dan untuk memudahkan membuat laporan penelitian.

c. Metode Survey Tujuannya adalah untuk mendapatkan buah langsat yang ada di lokasi penelitian. Setiap buah langsat dipilih dan dipisahkan antara yang masih baik dan yang sudah busuk. Pemisahan juga dilakukan pada daging buah antara yang berbiji
12

dan yang tidak berbiji. Hal ini dikarenakan jika biji langsat tercampur dalam adonan dodol, maka akan menimbulkan rasa yang pahit.

5. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan setelah lokasi penelitian ditetapkan, setelah hasil survey dan wawancara dicatat. Data dan informasi yang dicatat adalah bagian buah langsat yang digunakan, alat dan bahan yang digunakan dan cara pengolahan buah langsat.

13

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Di bawah ini adalah foto salah satu penulis yang sedang melakukan pembungkusan dodol. Dapat dilihat bahwa proses pembungkusan tidaklah sulit, karena dodol dari buah langsat tidak lengket.

Di bawah ini adalah foto dua orang penulis sedang mencari sumber guna memperkuat proses penelitian pembuatan dodol dari buah langsat.

Di bawah ini adalah foto dua orang penulis sedang mencari sumber guna memperkuat proses penelitian pembuatan dodol dari buah langsat.
14

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, diperoleh perbedaan yang sangat mendasar antara dodol langsat dan dodol garut yang penulis sajikan pada table sebagai berikut.

No Segi pembeda 1 2 3 4 5 6 7 Warna Tekstur Rasa Biaya pembuatan Bahan utama Proses pembuatan Daya tahan

Dodol garut Merah tua Agak kasar dan keras Manis gula Lebih mahal Tepung ketan Rumit 2 bulan

Dodol langsat Kuning tua Halus Alami ( asam manis) Relatif murah Langsat Lebih sederhana + 1 bulan

B. Pembahasan
15

Dari tabel diatas maka kita mengetahui bahwa dodol garut dan dodol langsat memiliki perbedaan yang mendasar, baik itu dari segi warna, tekstur, rasa, biaya pembuatan, bahan utama, proses pembuatan, maupun daya tahan (lama penyimpanan). Dari segi kualitas maka dodol garut lebih baik daripada dodol langsat, itu terbukti dari rasa dan daya tahannya. Namun jika kita lebih

menginginkan kuantitas maka dodol langsat dapat menjadi pilihan, dari segi biaya dodol langsat lebih ekonomis,dan dari bahan dasar maupun proses pembuatan dodol langsat lebih sederhana dibanding dodol garut.

16

BAB V PENUTUP 1. Simpulan
Penulis menarik kesimpulan bahwa bahan dasar pembuatan dodol langsat lebih ekonomis, dengan proses pembuatan yang lebih praktis dan sederhana disbanding dengan dodol garut yang cenderung lebih mahal dalam biaya pembuatan dan proses yang lebih panjang dan dan rumit. Pembuatan dodol langsat membuat penulis berfikir bahwa tidak ada salahnya memanfaatkan sesuatu yang bagi orang banyak kurang menarik perhatian, karena dengan begitu kita sudah menciptakan sesuatu yang baru dan dengan otomatis kita juga memiliki pemikiran baru yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain.

2. Saran
Setelah penulis melakukan penelitian dan pambahasan, penulis menyarankan untuk: 1. Mengonsumsi buah langsat karenaa mengandung banyak vitamin. 2. Mengolah buah langsat menjadi makanan yang lebih menarik, seperti contoh dijadikan dodol. 3. Melanjutkan penelitian penulis karena penelitian penulis masih jauh dari sempurna.

17

BAB VI DAFTAR PUSTAKA

Tohir, Kaslan A. 1984. Bercocok Tanam Pohon Buah – buahan. Jakarta : Pradnya Paramita

Steenis J. Van, dkk. 2006. FLORA. Jakarta : Pradnya Paramita

Kumpulan Naskah PEMENANG Lomba Penelitian Ilmiah Remaja 2006

18