You are on page 1of 1

FILOSOFI CINTA

By
M.Agus Salim El Bahri

Sesungguhnya tak pernah sang kekasih mencari tanpa di cari oleh
kekasihnya.Apabila kilat cinta telah menyebar di hati ini, ketahuilah bahwa ada cinta
dalam hati yang lain. Apabila cinta Allah bertambah besar di hatimu, pastilah Allah
menaruh cinta di hatimu. Tak ada bunyi tepuk tagan hanya dengan satu tangan tanpa
adanya tangan lain. Kebijakan ilahi adalah takdir dan ketetapan,yang membuat kita satu
sama lain. Karena takdir itu, setiap bagian dunia ini dipertemukan dengan jodohnya.
Dalam pandangan orang bijak: langit adalah laki-laki dan bumi adalah
perempuan, bumi memupuk apa yang telah di jatuhkan oleh bumi. Apabila bumi
kekurangan panas maka langit mengirimnya. Apabila ia kekurangan air dan embun langit
memperbaharuinya. Langit berkeliling,bagaikan seorang suami mencari nafkah, kesana
kemari demi istrinya. Dan bumi sibuk dengan urusan rumah tangganya, ia melahirkan
dan menyusui apa yang dilahirkan. Anggaplah bumi dan langit sebagai yang terkarunia,
dengan kecerdasan , karena mereka melakukan pekerjaan makhluk yang memiliki
kecerdasan. Apbila pasangan ini tidak mengecap kenikmatan satu sama lain, mengapa
mereka melangkah besama bagaikan sepasang kekasih?
Tanpa bumi, bagaiman bunga dan pohon-pohon bisa mulai berkembang?
Kalau begitu apa yang dihasilkan oleh air dan kehangatan langit?
Sebagaimana Allah memberikan keinginan kepada lelaki dan wanita sampai akhir
hingga dunia akan terpelihara oleh kesatuan mereka. Demikian juga ia menanamkan
kedalam setiap bagian, keberadaan hawa nafsu terhadap bagian yang lain.
Siang dan malam bermusuhan kelihatannya, namun keduanya memiliki satu
tujuan. Masing –masing dari mereka saling mencintai demi menyempurnakan karya
mereka bersama. Tanpa malam, alam manusia tidak akan menerima penghasilan,
sehingga tidak ada yang akan di pakai waktu siang.