DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PABRIK ROKOK

*)
Oleh : Amin Nugroho **)

RINGKASAN / PENGANTAR
Dampak lingkungan kegiatan pabrik rokok merupakan pengaruh atau akibat berbagai kegiatan pabrik rokok terhadap lingkungan hidup. Lingkungan hidup terdiri dari lingkungan fisik kimia, lingkungan biologi, lingkungan sosial-ekonomi, dan sosial-budaya. Kegiatan penimbul dampak lingkungan pada pabrik rokok antara lain adalah kegiatan pengolahan tembakau dan cengkeh; kegiatan pencampuran tembakau, cengkeh, dan saos; serta kegiatan pengepakan rokok. Dampak lingkungan fisik kimia antara lain meliputi : penurunan kualitas udara, peningkatan kebisingan, timbulnya bau, penurunan kualitas air, timbulan sampah, dan sebagainya. Dampak lingkungan biologi antara lain meliputi : gangguan terhadap biota darat (flora darat dan fauna darat), gangguan terhadap biota air (plankton, benthos, ikan). Dampak lingkungan sosial-ekonomi dan sosial-budaya antara lain meliputi : kesempatan kerja, peluang berusaha, matapencaharian, pendapatan, pendapatan asli daerah, penurunan tingkat kenyamanan masyarakat, adanya persepsi positif dan negatif masyarakat, dan sebagainya. Dengan adanya dampak kegiatan pabrik rokok tersebut terhadap lingkungan, maka perlu dilakukan pengelolaan lingkungan, sehingga dampak-dampak terhadap lingkungan hidup yang diakibatkan oleh kegiatan pabrik rokok dapat dikurangi / dieliminir. Dengan demikian pembangunan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai.

*) Disampaikan dalam rangka Kegiatan Penyuluhan Dampak Lingkungan Kegiatan Pabrik Rokok pada Masyarakat di Sekitar Pabrik Rokok, di Kabupaten Pati, 25 Juni 2009 **) Staf. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia dan Staf. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Lembaga Penelitian (Lemlit), Universitas Diponegoro, Semarang

PENDAHULUAN
1

dan pembangunan yang memperhitungkan dayadukung lingkungan serta pembangunan di bawah nilai ambang batas. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan tersebut juga sering kali menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup. sehingga masih dapat digunakan untuk berbagai kepentingan hidup manusia. Kegiatan pembangunan dan pertumbuhan penduduk jelas akan menghasilkan kerusakan lingkungan. dan tumbuhan.Pembangunan adalah upaya merubah suatu keadaan dari kondisi tertentu ke suatu keadaan yang lebih baik. Pengelolaan lingkungan sangat dibutuhkan untuk kehidupan manusia. Dampak tersebut dapat bersifat positif maupun negatif. Kegiatan pabrik rokok tentunya dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan. manusia berupaya mengembangkan kemampuannya untuk meningkatkan kesejahteraan. pembangunan yang menekankan pengelolaan sumberdaya alam secara bijaksana. hewan. dan sosial-budaya. biologi. sehingga daya dukung lingkungan perlu dijaga dan dilindungi. Dampak tersebut merupakan beban sosial yang harus ditanggung oleh masyarakat dan Pemerintah. Dengan demikian. Hal tersebut harus dilakukan mengingat kapasitas dan daya pulih lingkungan relatif tetap. Kerusakan lingkungan dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan penurunan daya dukung lingkungan sampai ke tingkat pencemaran lingkungan. sosial. sementara kegiatan 2 . kerusakan lingkungan tersebut perlu dikendalikan melalui prinsip-prinsip pembangunan secara berkelanjutan agar dampak terhadap kualitas lingkungan masih dalam kategori layak (masih mempunyai daya dukung lingkungan). Untuk itu perlu dikaji dampak-dampak tersebut. sedangkan dampak negatif perlu diminimalkan. Dalam proses pembangunan. ekonomis. sosial-ekonomi. baik dari aspek fisik-kimia. Oleh karena itu pembangunan yang bijaksana harus dilandasi wawasan lingkungan sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan dengan mempertimbangkan generasi sekarang maupun yang akan datang. dan institusional. Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan tersebut meliputi antara lain : pembangunan berdasarkan pemikiran aspek lingkungan sedini mungkin. baik secara teknis. Dampak positif perlu dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.

namun hal ini cenderung berbiaya tinggi. Limbah merupakan buangan yang sampai saat ini belum dapat dimanfaatkan secara teknis dan ekonomis. Dampak Lingkungan merupakan pengaruh atau akibat kegiatan terhadap terhadap lingkungan hidup. limbah cair. Pengelolaan lingkungan hidup merupakan upaya secara terpadu dalam pemanfaatan.yang merusak lingkungan semakin lama semakin besar. namun bebannya sudah tidak terlalu tinggi. maka dayadukung lingkungan sangat sulit dipertahankan. sehingga saat ini strategi pengelolaan justru ditekankan pada upaya pencegahan. lingkungan biologi. dan sosial-budaya. Namun dengan peningkatan kegiatan pembangunan dan populasi penduduk yang semakin tinggi. penataan. Komponen lingkungan hidup terdiri dari lingkungan fisik kimia. Pada awalnya strategi pengelolaan didasarkan pada pendekatan dayadukung lingkungan (environmental carrying capacity) dengan cara memperbaiki lingkungan agar masih lingkungan tersebut masih mempunyai dayadukung. pemulihan. pengendalian. PENGERTIAN . bau dan bising. Bila suatu saat limbah tersebut dapat dimanfaatkan secara teknis dan ekonomis. limbah gas. pemeliharaan. maka buangan tersebut sudah tidak dapat lagi dikatakan sebagai limbah. lingkungan social-ekonomi. Pendekatan pengelolaan selanjutnya bergeser pada penanganan. disamping upaya penanganan. Limbah terdiri dari limbah padat. Oleh karena itu proses kerusakan lingkungan harus dapat dicegah dan ditanggulangi melalui pengendalian lingkungan sejak dini. apalagi ditingkatkan dengan pendekatan tersebut. pengawasan.PENGERTIAN Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya. 3 .

4 . atau komponen lain secara sengaja atau tidak disengaja ke dalam lingkungan oleh manusia atau proses alam. pengamatan dan pengumpulan informasi terhadap komponen lingkungan secara berulangulang pada selang waktu dan lokasi tertentu. dan lingkungan sosial-budaya. lingkungan sosial-ekonomi. Pengelolaan juga mengandung arti pencegahan dan penanggulangan terhadap dampak lingkungan. Oleh karena itu. penggunaan kembali (re-use). sehingga kualitas lingkungan menurun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan kondisi lingkungan tidak sesuai lagi dengan peruntukannya. tetapi hanya mengalami penurunan kualitas lingkungan. Pemantauan lingkungan hidup merupakan upaya pengukuran. Pemantauan juga mengandung arti evaluasi terhadap pengelolaan lingkungan hidup. kualitas lingkungan harus dikendalikan agar masih sesuai atau masih mempunyai dayadukung terhadap lingkungan melalui upaya-upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan. atau komponen lain yang ada atau unsur pencemar yang dapat ditenggang adanya dalam lingkungan pada kondisi tertentu sesuai dengan peruntukannya. zat. Pencemaran lingkungan adalah peristiwa kehadiran atau penambahan makhluk hidup. maka tidak dapat dikatakan terjadi pencemaran lingkungan. lingkungan biologi. penggantian bahan ramah lingkungan (repace). energi.dan pengembangan lingkungan hidup. Produksi bersih (clean production) meliputi : pengurangan (reduce). Bila penurunan kualitas lingkungan masih sesuai dengan peruntukannya. zat. energi. SUMBER – SUMBER DAMPAK LINGKUNGAN Sumber dampak lingkungan merupakan kegiatan pabrik rokok yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Baku mutu lingkungan merupakan batas kadar atau makhluk hidup. baik lingkungan fisik kimia. penggantian teknologi ramah lingkungan (re-design). daur ulang (recycle).

kertas dan lem serta material kemasan di dalam proses produksi akan dirangkai menjadi rokok. sedangkan bahan pendukung berupa kertas. Hasil blending ini bersama filter dari filter maker selanjutnya masuk ke cigarette 5 . maka kedua bahan tersebut dilembabkan dengan cara disemprot uap air.Sumber utama dampak lingkungan adalah kegiatan pengolahan dan pencampuran bahan pembuatan rokok (proses primer) dan proses produksi rokok (proses sekunder). tetapi ada juga yang dibeli berupa sediaan jadi dari supplier. kemudian diaplikasikan ke tembakau dengan jalan disemprotkan secara merata. kerikil). cengkeh. Dari proses ini. Mula-mula tembakau. filter. Bahan tersebut kemudian dikomposisikan menjadi casing dan flavour. Agar tembakau dan cengkeh tidak mudah rusak saat dirajang dan di proses selanjutnya. cengkeh. Saos (casing and flavour) adalah bahan pemberi rasa dan aroma yang ditambahkan agar campuran tembakau mempunyai karakter sesuai desain aroma dan rasa. dan saos di-blending. Tembakau dari gudang dibersihkan dari kotoran berupa gagang tembakau dan jengkok (debu tembakau) serta kotoran lain (pasir. filter dan lem. Bahan saos ada yang diperoleh dengan cara ekstraksi. PROSES PRIMER (PRIMARY PROCESS) Bahan baku berupa tembakau. sehingga kadar airnya naik. dan saos. dan selanjutnya dikeringkan lagi dengan dryer. kerikil) dengan serangkaian mesin pemisah (separator). PROSES SEKUNDER (SECONDARY PROCESS) Bahan master tobacco and clove bersama saos (flavour and casing). Cengkeh dari gudang juga dibersihkan dari kotoran berupa jengkok (debu cengkeh) dan kotoran lain (pasir. maka tembakau dan cengkeh telah menjadi master tobacco and clove dan siap untuk di blending bersama saos (casing and flavour). Hasil blending ini selanjutnya masuk ke maker atau proses produksi (secondary process).

3. 4. dan sebagainya.making process untuk di proses menjadi rokok. Dampak lingkungan fisik kimia antara lain : penurunan kualitas udara. 5. Rokok dalam kemasan kemudian dikemas lagi dalam dalam kardus-kardus dan selanjutnya dimasukkan ke dalam gudang penyimpanan produk (warehouse) DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN SUMBER DAMPAKNYA Dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan pabrik rokok meliputi : dampak lingkungan fisik kimia. sehingga dihasilkan rokok dalam kemasan. Bahan yang digunakan dalam secondary process adalah tembakau finished blend. kertas dan lem) selanjutnya masuk ke cigarette making process untuk di proses menjadi rokok. Sumber penurunan kualitas air adalah : 1. penurunan kualitas air. sehingga dihasilkan rokok dalam kemasan. dampak lingkungan sosial-ekonomi. filter. Air cucian proses pembuatan saos. dampak lingkungan biologi. Air cucian lem. Air limbah buangan boiler 6 . Produksi rokok yang telah dihasilkan selanjutnya dimasukkan ke cigarette packaging process. Bahan-bahan tersebut (tembakau finished blend. timbulnya bau. Air cucian pada proses pelunakan cengkeh dan gagang tembakau 2. peningkatan kebisingan. Air cucian peralatan proses produksi. filter. Produksi rokok yang telah dihasilkan selanjutnya dimasukkan ke cigarette packaging process. kertas dan lem serta material kemasan. timbulan sampah. Rokok dalam kemasan kemudian dikemas lagi dalam dalam kardus-kardus dan selanjutnya dimasukkan ke dalam gudang penyimpanan produk (warehouse). dan dampak lingkungan sosial-budaya.

Proses pembakaran bahan bakar terutama di genset 2. Sumber penurunan kualitas udara adalah : 1. penurunan tingkat kenyamanan. Debu organik tembakau dan cengkeh saat pengolahan.6. Gangguan terhadap biota air disebabkan oleh dampak lanjut dari penurunan kualitas air. cengkeh. Air limbah rumah tangga. matapencaharian. peluang berusaha. Peluang berusaha seperti warungan jasa kos-kosan disebabkan oleh adanya tenaga kerja yang ada. Sumber timbulnya bau adalah pengolahan tembakau. Kesempatan kerja disebabkan oleh adanya penggunaan tenaga kerja pada kegiatan pabrik rokok. Sumber kebisingan adalah suara mesin-mesin pabrik rokok. Sumber timbulnya sampah adalah pengolahan tembakau. ikan). Demikian pula matapencaharian dan pendapatan juga disebabkan oleh adanya tenaga kerja yang digunakan pabrik rokok. cengkeh. dan kegiatan rumah tangga. 7 . Pendapatan asli daerah disebakan oleh adanya restribusi daerah oleh pabrik rokok. Dampak lingkungan sosial-ekonomi dan sosial-budaya antara lain : kesempatan kerja. pendapatan. persepsi positif dan negatif masyarakat. Dampak lingkungan biologi antara lain : gangguan terhadap flora dan fauna darat. pendapatan asli daerah. gangguan terhadap biota air (plankton. benthos. dan saos. Gangguan flora dan fauna darat disebabkan oleh adanya dampak lanjut dari penurunan kualitas udara dan kebisingan.

kebisingan. PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN 1. timbulnya bau. menimbulkan bau yang sangat mencolok. Dampak timbulan limbah padat dapat dikelola dengan pemanfaatan kembali (reuse) dan pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). pembuatan dan pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Beberapa contoh pendekatan teknologi untuk mengantisipasi dampak kegiatan antara lain : Dampak penurunan kualitas air akibat buangan limbah cair dapat dikelola dengan produksi bersih (clean production). Dampak penurunan kualitas udara dapat dikelola dengan penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan dan pembuatan stack (cerobong) yang tinggi yang dilengkapi dengan filter. 8 . dan lain-lain. penurunan kualitas air. Gangguan terhadap biota air disebabkan oleh dampak lanjut dari penurunan kualitas air. hanya sedikit menyerap tenaga kerja masyarakat sekitar pabrik / lokal. Dampak peningkatan kebisingan dapat dikelola dengan pembuatan ruang kedap suara bagi mesin-mesin penghasil bising. Pendekatan Teknologi Pendekatan teknologi merupakan salah satu pendekatan yang bertujuan agar pengelolaan lingkungan dapat dilakukan secara teknis berdasarkan tingkat penguasaan teknologi yang tersedia. menimbulkan kebisingan yang tinggi. dan hanya sedikit memberikan bantuan terhadap masyarakat sekitar bahkan tidak sama sekali.Penurunan tingkat kenyamanan masyarakat sekitar disebabkan oleh dampak lanjut dari penurunan kualitas udara. perawatan mesin-mesin. Persepsi positif dapat timbul manakala kegiatan pabrik rokok tersebut dipandang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. antara lain : dapat menyerap tenaga kerja masyarakat sekitar pabrik / lokal. Persepsi negatif dapat timbul manakala kegiatan pabrik rokok tersebut dipandang dapat mencemari lingkungan sekitar. dan dapat memberikan bantuan terhadap masyarakat sekitar.

Pendekatan Sosial .2. d. Melaksanakan pengawasan terhadap hasil unjuk kerja pengelolaan lingkungan oleh instansi yang berwenang. bantuan kesehatan. Pendekatan Institusional Pendekatan institusional merupakan upaya pendekatan pengelolaan lingkungan yang bertujuan agar pelaksanaan pengelolaan dapat berjalan dengan baik. pengawas) dan aspek keterkaitannya. Meningkatkan peran aparat setempat dalam melakukan sosialisasi kegiatan pabrik rokok kepada masyarakat sekitar. 9 . dan sebagainya). dimana masyarakat dilibatkan dalam setiap kegiatan pengelolaan lingkungan hidup. 3. b. bantuan pendidikan. c. secara terpadu antar berbagai instansi dan kelembagaan (pelaksana. bantuan karang taruna. Mengadakan kerjasama dengan instansi terkait untuk melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup dengan cara koordinasi lintas sektor sampai tingkat desa.Ekonomi Pendekatan sosial sebagai salah satu upaya pendekatan pengelolaan lingkungan yang berlandaskan pada interaksi sosial. Sedangkan pendekatan ekonomi merupakan salah satu pendekatan pengelolaan lingkungan yang menggunakan dana sebagai kompensasi dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan. bantuan penghijauan. Pendekatan institusional akan dilakukan dengan cara : a. Pemrakarsa kegiatan harus mencantumkan standard operating procedure (SOP) untuk semua persyaratan teknis dalam operasional pabrik dan pemeliharaan serta mewajibkan semua unit kerja untuk mematuhi disamping perundang-undangan yang berlaku. Contoh pendekatan sosial – ekonomi pada pabrik rokok adalah pelaksanaan Community Development (Comdev) dan Coorporate Social Responsibility (CSR) antara lain : bantuan terhadap masyarakat sekitar (pembangunan saraan – prasarana. bantuan PKK.

pasir diarahkan sebagai bahan urugan fasum-fasos (jalan kampung). o Sortiran kerikil. yang meliputi: 10 . o Sampah rumah tangga dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah. o Filter bekas/ sortiran. PENGELOLAAN LIMBAH PABRIK ROKOK PENGELOLAAN DAMPAK KOMPONEN FISIK KIMIA LIMBAH PADAT: o Jengkok (kotoran) pengolahan tembakau dan cengkeh dapat dijual untuk dimanfaatkan kembali. pallet bekas dimanfaatkan kembali. Air Limbah: Dasar pengelolaan air limbah adalah minimisasi jumlah (debit) air limbah dan kualitas (kandungan pencemar) mulai dari sumbernya dan untuk lebih menerapkan pengelolaan akhir yang efektif dan efisien. LIMBAH CAIR Oli bekas: Oli bekas diserahkan ke pihak ke-3 yang berwenang untuk didaur ulang. o Aki bekas. o Keranjang/ tikar bekas. Keberhasilan penerapan produksi bersih sejak dari hulu memegang peran penting pada proses pengolahan akhir dari air limbah. lumpur dari IPAL dibuat kompos. kemasan bekas. Membuat laporan hasil pengelolaan lingkungan secara berkala kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pengolahan akhir merupakan kombinasi antara pengolahan fisika-kimia dan biologi. kayu bekas pallet dibakar.e.

o Proses pengendapan awal dan pengaturan pH : merupakan proses pengendapan padatan tersuspensi dengan penambahan kapur (CaO). Pengolahan biologis: Merupakan inti dari proses pengolahan air limbah untuk mengurai kandungan organik menggunakan mikroba yang butuh oksigen.Pengolahan fisik-kimia: Merupakan proses awal pengolahan air limbah yang berasal dari cucian dan proses produksi yang bertujuan untuk mengurangi beban pada pengolahan biologis. meliputi: o Proses fisik : proses penyaringan partikel bahan padat/ partikulat yang terikut dalam air limbah. sekaligus sebagai proses pengaturan pH (diatur sekitar 7). 11 . Mikroba tersebut dapat menguraikan kandungan organik dalam air limbah sehingga kadar pencemar dalam air limbah menjadi menurun. agar proses biologis dapat berjalan dengan baik.

WASTE WATER Screen Collecting Tank (80 m3) Pre-Sedimentasi (30 m3) Cair Bio Reaktor 0 (700 m3) Bio Reaktor 1 (600 m3) Padat Bio Reaktor 2 (300 m3) Return sludge Sedimentasi (175 m3) Padat Thickener (80 m3) Cair Penjernihan (175 m3) Cair Padat Filter Press (1m3/press) Kolam Ikan PENGOMPOSAN SUNGAI 12 .

o Mengisolasi sumber kebisingan sehingga getaran dan suara bising tidak menyebar ke luar. pencampuran/ blending sampai proses linting. 13 . kinerja pembakaran yang baik. Debu organik berasal dari berbagai aktivitas dari penyiapan bahan baku (cengkeh dan tembakau). o Program perawatan berkala terhadap mesin-mesin yang berpotensi menimbulkan kebisingan.LIMBAH KE UDARA o Debu organik (dari dan di dalam proses produksi) o Emisi udara dari cerobong boiler dan genset. o Pengurangan intensitas kebisingan terhadap operator dengan penggunaan APD (ear plug atau ear muff) tergantung tingkat penurunan kebisingan yang hendak dicapai. proses pemotongan/ rajang. Minimisasi timbulan debu seperti mengganti proses pembersihan dengan sistem sedot/ isap debu sebagai pengganti sistem penyemprotan dengan udara KEBISINGAN : Sistem pengelolaan yang diterapkan: o Pemilihan peralatan yang cenderung lebih tenang. Pengelolaan yang diterapkan terutama: o tekan. o Melokalisir/ mengisolasi aktivitas dengan timbulan debu tinggi untuk mencegah penyebaran ke area/ lingkungan sekitar. Pengelolaan emisi udara dari sumber kegiatan ini dititik beratkan pada pemilihan peralatan yang hemat energi. melewatkan emisi udara pada cerobong yang cukup tinggi. o Menerapkan daerah penyangga/ buffer zone terhadap pemukiman penduduk sekitar untuk daerah dengan tingkat kebisingan yang masih relatif tinggi o Melakukan penghijauan di sekeliling pabrik sebagai peredam bunyi/ suara ke lingkungan di luar kegiatan/ masyarakat. dan perawatan mesin-mesin secara berkala.

Namun. maka kegiatan pertukaran emisi dapat diperluas/ ditingkatkan dengan mendukung program penghijauan di wilayah lain (ex-situ program). tembakau). Proses lanjutan adalah penanaman pohon di sekeliling operasional kegiatan sebagai zona peredam bau. berdasarkan aktivitas kegiatan yang multi fungsi dan relative besar kalkulasi kompensasi tsb umumnya menunjukkan defisiensi pada penyerapan atau masih terjadi kelebihan emisi yang belum terkompensasi. Jenis dan jumlah pepohonan serta lokasi penempatannya dapat dikorelasikan berdasarkan perhitungan teoritis antara rencana total (kapasitas maksimal) produksi. Penanaman pohon/ penghijauan di dalam dan di sekeliling areal pabrik merupakan salah satu langkah penanggulangan dan cara kompensasi (exchange) langsung (in-situ) terhadap kontribusi pencemaran udara akibat kegiatan operasional.BAU : Pada dasarnya bau adalah indikasi adanya kandungan zat kimia di udara. Mengingat emisi adalah masalah global (terutama CO2/ gas rumah kaca à pemicu efek pemanasan global) yang tidak mengenal batas wilayah. dlsb. essence. di bak/ tempat sampah/ penimbunan sampah domestik (pembusukan anaerobik) di pengolahan limbah (pembusukan lumpur/ biomass). Bau bisa didapati di proses produksi (bahan baku (cengkeh. dari septic tank (H2S). Disamping itu. specific emisi per-unit product dan daya serap specifik per unit pohon. saos. rempah-rempah. PENGELOLAAN DAMPAK KOMPONEN BIOLOGI : 14 . kepatuhan terhadap angka KDB (koefisien dasar bangunan). yaitu rasio bangunan dan lahan terbuka hijau dengan keberadaan pohon penyerap emisi tsb sekaligus meningkatkan daya serap air tanah di sekeliling lokasi kegiatan. Kegiatan operasional dilakukan berdasarkan penerapan ProTap/ SOP. flavor. diproses pengomposan (terlalu basah dan terjadi pembusukan anaerobik) Sistem pengelolaan bau lebih terfokus pada cara pencegahan dan minimisasi terjadi/ timbulnya proses ke-bau-an (emisi bahan kimia yang tidak diharapkan ke udara) terutama akibat kegiatan operasional pengelolaan limbah dan/ atau akibat proses pembusukan secara anaerobik dan tidak terkontrol.).

Dengan demikian pengelolaan dampak terhadap komponen fisik kimia secara otomatis merupakan pengelolaan terhadap komponen biologi. karang taruna. baik terhadap biota darat (flora fauna darat) maupun terhadap biota air (plankton.Dampak terhadap komponen biologi merupakan dampak sekunder atau dampak lanjutan dari komponen fisik kimia. dan persepsi negatif masyarakat. bau. kesehatan. dan insitusional. Disamping itu. maka diharapkan dapat bermanfaat bagi peserta dan dapat diimplementasikan di daerah masing-masing. Adapun pendekatan pengelolaan yang dilakukan meliputi : pendekatan teknologi. juga dilakukan pengelolaan secara sosial dengan cara kompensasi. dampak yang dtimbulkan. Contoh pendekatan sosial – ekonomi pada pabrik rokok adalah pelaksanaan Community Development (Comdev) dan Coorporate Social Responsibility (CSR) antara lain : bantuan terhadap masyarakat sekitar (pembangunan saraan – prasarana. sosial-ekonomi. mendalami dan memahami tentang metoda pengelolaan dan pemantauan lingkungan. penghijauan. PKK. dan ikan atau nekton) PENGELOLAAN DAMPAK KOMPONEN SOSEKBUD : Dampak negatif terhadap komponen sosial-ekonomi dan sosial-budaya antara lain : penurunan tingkat kenyamanan. Dengan mengetahui. Dengan demikian pengelolaan yang dilakukan adalah pengelolaan fisik kimia tersebut di atas. sehingga dapat tercipta suatu pembangunan yang berkelanjutan. PENUTUP Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa identifikasi sumber dampak. Penurunan tingkat kenyamanan dan persepsi negatif masyarakat merupakan dampak lanjutan dari penurunan kualitas udara. kebisingan. bantuan pendidikan. dan efisien. dan pengelolaan lingkungan merupakan hal yang penting (kata kunci) di dalam pelestarian lingkungan. dan penurunan kualitas air. efektif. DAFTAR PUSTAKA 15 . benthos. dan sebagainya). sehingga diharapkan pengelolaan dan pemantauan lingkungan dapat berjalan secara lebih terarah.

International Student Edition. Djarum Kudus.. Sixth Edition. 1980. 1977. Reuse.. R.. 1979. Tata Mc-Graw Hill Publishing Company Limited.1990. GE International Service & Part. Environmental Impact Assessment. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.G. Sumitomo. Tokyo. 1987. Environmental Impact Analysis Handbook. New York. New York. Teknologi Pengolahan Limbah Cair Lanjut Bagian I. J. 1974.2007. Suratmo. Universitas Indonesia Press. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Tokyo 8. Canter. 10. Chemical Engineers Handbook.C.. 6. 5. D. 9. 2nd Edition. 1991. 3. Manohar. Gadjah Mada University Press.Sugiarto. Yogyakarta.1. McGraw . New York.USA 11. Ltd. Disposal. DasarDasar Pengolahan Limbah Cair. 1993.1985. Kudus 4. Standard Hanbook Of Environmental Engineering. McGraw-Hill Kogakusha Ltd. F. Semarang.H.. New York.SC. Perkins. Wastewater Engineering: Treatment. Gunarwan.. McGraw-Hill Book Company. McGraw Hill. McGraw Hill Series Water Resources and Environmental Engineering. New York. H. Perry. Manajemen Pengelolaan Limbah. & Wooten.. Air Pollution. S.C.D. Metcalf and Eddy..Green. Greenville.Hill. Rau.N. 2. PT.. Jakarta. A. 16 . Tall Chimneys Design and Construction.1984. Gas Turbin Generator Fundamentals MS9001E.W. Corbitt. L.Hill Kogakusha.A. 7. Nugroho. 1997. Inc.. R. McGraw.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful