NYERI KEPALA

dr. Usman G.Rangkuti SpS
Batasan Nyeri kepala adalah nyeri pada atau sekitar kepala, termasuk nyeri dibelakang mata serta perbatasan antara leher dan kepala bagian belakang.
Patofisiologi Nyeri kepala timbul karena perangsangan terhadap bangunan-bangunan di daerah kepala dan leher yang peka terhadap nyeri, melalui berbagai cara yaitu oleh peradangan, traksi, kontraksi otot, dan dilatasi pembuluh darah.

Bangunan peka nyeri :

1.Intrakranial :

pembuluh darah besar, duramater dasar tengkorak, N V, VII, IX, X, saraf spinal servikal 1,2,3.

2.Ekstrakranial : mata dan orbita, telinga, sinus paranasalis, hidung, mastoid, orofaring, gigi, kulit kepala, periosteum, kuduk, verteba servikal, otot-otot frontalis,temporalis, oksipitalis.

Lokasi nyeri : Nyeri yang berasal dari bangunan intrakranial tidak dirasakan dalam rongga tengkorak melainkan dirujuk kebagian lain. Nyeri yang berasal dari dua pertiga bagian depan kranium, fosa kranium tengah dan depan serta diatas tentorium serebeli dirasakan didaerah frontal,parietal dan temporal. Nyeri yang berasal dari bangunan dibawah tentorium serebeli, fosa posterior ( serebelum ), diprojeksikan ke belakang telinga, diatas persendian serviko-oksipital atau diabagian atas kuduk.

MSG dll c. hidung. gigi. Nyeri kepala tipe tegang. Menyertai pada hampir segala penyakit infeksi b. Pada kelainan mata. sendi temporo mandibuler serta nyeri rujukan dari daerah vertebra servikalis atas b. Berkaitan dengan kelainan metabolic seperti hiperkapnia dll d. telinga. sinus paranasalis. 2.Nyeri kepala karena penyakit umum a. Nyeri tanpa disertai kelainan structural seperti akibat kedinginan. dll. Nyeri kepala karena kelainan pada kranium dan tengkuk a. 1.Klasifikasi Menurut I H S ( International Headache Society ) yang telah dimodifikasi . dengan maupun tanpa kontraksi otot yang berlebihan . Berkaitan dengan obat-obatan dan alcohol.

Nyeri kepala karena kelainan intracranial. a.3. arteritis. nyeri thalamus. Nyeri kepala akibat kelainan saraf otak seperti pada neuritis optika. . Regangan ataupun iritasi pada tunika adventitia pembuluh darah otak seperti pada akut onset sistemik hipertensi. Iritasi selaput otak akibat proses peradangan infeksi maupun non infeksi b. Tolosa Hunt Syndrome 4. neuralgia trigeminus. TIA dan GPDO lain d. Nyeri kepala vascular yaitu migren dan variannya. Tarikan pada struktur selaput otak karena kenaikan tekanan intracranial maupun karena penurunan tekanan intracranial c.

umumnya bilateral yang awalnya timbul secara episodik dan terkait dengan stress tetapi kemudian nyaris setiap hari muncul dalam bentuk kronis. . tanpa ada kaitan psikologik yang jelas lagi.Nyeri Kepala Tegang Otot Definisi Nyeri kepala tipe tegang adalah rasa nyeri dalam seperti tertekan atau terikat erat.

Klasifikasi 1.Patofisiologi Tidak ada patofisiologi yang dapat menjelaskan terjadinya nyeri kepala tipe tegang secara tuntas. NKTO Kronis 3. NKTO yang tak terklasifikasikan . sejauh ini di duga terkait dengan kejang berlebihan pada otot. ditemukan juga ada hubungan yang erat dengan factor psikofisiologik. NKTO Episodik 2.

. seperti diikat. ditindih barang berat atau perasaan tidak enak di kepala • Nyeri berlangsung 30 menit sampai 7 hari ringan waktu bangun tidur.Gambaran klinik : • Nyeri dirasakan bilateral. makin lama makin berat dan membaik sewaktu mau tidur • Pemeriksaan neurologis tidak menunjukkan kelainan.

Diagnosa NKTO Episodik : . fonofobia .tidak ada rasa mual dan muntah .minimal ada 10 kali serangan .tidak ditemukan fonofobia dan fotofobia NKTO Kronis : serangan paling sedikit 15 kali / bulan dan telah berlangsung > 6 bln diiringi salah satu gejala mual.fotofobia.

.NKTO tak terklasifikasikan : •Semua bentuk nyeri kepala yang mirip dengan gejala diatas. tetapi tidak memenuhi sarat untuk diagnosis salah satu NKTO dan juga tidak memenuhi criteria untuk nyeri kepala migren tanpa aura.

Pendekatan psikologik ( Psikoterapi ) 2. dan minor trankuliser. . Fisiologik ( Relaksasi ) 3. Farmakologik : analgetik.Penatalaksanaan 1. sedative.

lorazepam.Antidepresan .NSAID : naproxen sodium.Asetosal 500-1000 mg / hari .asam mefenamat 1000-1500 mg/hari .Analgesik .klobazam.paracetamol/metampiron 1000-1500mg/hari . dll .Trisikilik antidepresan . dosis 275-550mg 2-3 kali/hari .SSRI : Fluoxetin.Terapi Farmakologis . dll .atau kombinasinya . Sertralin.Minor tranguiliser : diasepam.Muscle relaxan : Eperisone Hcl .

.

Migren Batasan Migren adalah nyeri kepala yang berulang-ulang dan berlangsung 2 – 72 jam dan bebas nyeri antara serangan. umumnya disertai anoreksia. Dalam beberapa kasus migren didahului atau bersamaan dengan gangguan neurologik dan gangguan perasaan hati. bersifat unilateral. berdenyut. mual dan muntah. .

jarang setelah usia 40 tahun. • Dapat terjadi mulai masa kanak-kanak sampai dewasa. .Prevalensi • Bervariasi berdasarkan umur dan jenis kelamin. • Sekitar 65 – 75 % penderita adalah wanita.

Patogenesa Migren merupakan reaksi neurovaskuler terhadap perubahan mendadak dalam lingkungan eksternal atau internal. Masing-masing individu mempunyai “ambang migren” dengan tingkat kerentanan yang bergantung pada keseimbangan antara eksitasi dan inhibisi pada berbagai tingkat sistim saraf. Hasil akhirnya adalah interaksi batang otak dan pembuluh darah cranial yang menimbulkan nyeri kepala dengan ciri berdenyut-denyut. Cacad segmental ini mengakibatkan masukan aferen kortikobulbar yang berlebihan. Mekanisme migren berujud sebagai refleks trigeminovaskular yang tidak stabil dengan cacad segmental pada jalur kontrol nyeri. .

Migren tanpa aura ( migren biasa ) 2. Migren dengan aura ( migren klasik ) .dengan aura hemiplegi familial .dengan awitan aura akut .dengan aura dari batang otak ( basilar migren ) .dengan aura tanpa nyeri kepala .Klasifikasi 1.dengan aura yang tipikal .dengan aura yang diperpanjang .

Migren retinal ( serangan buta < 1 jam. Migren dengan komplikasi . atau skotoma satu mata ) 5.Status migren .3. Gangguan seperti migren yang tak terklasifikasikan .Infark migren 7. Migren oftalmoplegik 4. Migren yang berhubungan dengan gangguan intracranial 6.

fotofobia atau fonofobia .disertai mual.Gambaran klinik 1 . .nyeri bertambah hebat dengan aktivitas fisik .nyeri kepala waktu menstruasi. berhenti pada waktu hamil.serangan migren 4 – 72 jam .nyeri kepala se sisi . intensitas sedang sampai berat . berdenyut. Migren tanpa aura : .

takut cahaya.diikuti mual. Migren dengan aura : nyeri kepala di dahului gejala neurologik fokal yang sepintas ( 5 . Aura dapat berupa : - • gangguan penglihatan • kesemutan unilateral • kelumpuhan unilateral dengan atau tanpa afasia . muka pucat.nyeri kepala se sisi.2.20 menit. berpindah-pindah ( kanan – kiri ) . tidak lebih dari 60 menit ) . muntah.

.Amitryptilin .Metisergid maleat .Propanolol . Terapi medikamentosa : Akut : Ergometrin tartrat Preventif : . Terapi tanpa obat: Yoga Meditasi.Penatalaksanaan 1.Flunarisin 2. hipnotis.

ergotamin tartrat.Analgesik. NSAID .Terapi spesifik : . dihidroergotamin . domperidon 10 mg. zolmitriptan .anti emetik : metoklopramid 10 mg.5 HT1 agonis : .Terapi non spesifik .sumatriptan. .Isometheptene mucate : simpatomimitik vasoaktif .Terapi : Migren • Abortif .nasatriptan.antihistamin . .

.

.CLUSTER HEADACHE PRIMER – – – – Nyeri unilateral orbital. bisa berulang. supraorbital. temporal Berlangsung 15-180 menit Episodik.

lakrimasi Kongesti nasal.SEKUNDER Injeksi konjunctiva. Kening dan wajah berkeringat miosis. ptosis Edem daerah kelopak mata. . rinore.

Sumatriptan - Terapi preventif : .Lithium karbonat .Terapi abortif : O2 murni dengan memakai masker 8-10 l/menit selama 15 menit .Metisergid .Verapamil .Ergotamin tartrat .Lidocain 4 % tetes hidung .Ergotamin tartrat .Klorpromasin .Kortikosteroid .

.

usia > 50 th • 65 % pada wanita.Arteritis Temporalis • Keradangan pada arteri yang mengenai percabangan a. . dapat meng akibatkan kebutaan bila menyebar ke pembuluh darah mata.carotis • Sering terjadi pada orang tua.

nyeri tekan. anemia dan gejala lain seperti pada rheuma . bengkak.Arteritis Temporalis Gejala klinis • Terutama usia > 50 th • Nyeri kepala unilateral. palpasi seakan-akan tidak ada di daerah arteria temporalis • Laboratorium didapatkan LED meningkat.

biofeedback.Hindari faktor pencetus: stres fisik & psikis .Migren  kompres dingin • Penangan khusus . CBT.Non farmakologis : TENS. fisioterapi. kognitif terapi .Hindari makanan tertentu .Istirahat fisik dan mental .Penanganan : • Penanganan Umum .Farmakologis . psikoterapi.

5 mg sehari atau • Prednison 40 mg sehari 5 hari kmd diturunkan secara bertahap bisa dikombinasi dengan ergotamin dan pizotifen .Terapi • Ergotamin 1-2 mg sehari atau • Pizotifen 1.

HAS/Neuro/Bdg/04 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful