KERTAS POSISI

Penolakan Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan PT. Semen Gresik di Sukolilo, Pati
Dilaporkan oleh: Jaringan Nasional Untuk Penolakan Semen Gresik di Pati-Jawa Tengah

(WALHI, DESANTARA, KONTRAS, ANBTI, JATAM, ICEL, LBH Jakarta, KRUHA, HUMA, AMAN) Awalan Rencana pendirian Pabrik Semen Gresik di Sukolilo mengundang sejumlah perdebatan sengit yang akhirnya membelah mayarakat ke dalam dua kutub yang saling bertentangan: pro dan kontra. Di luar dua kelompok tersebut, adalah mereka yang tidak peduli terhadap persoalan ini. Masing-masing kelompok memiliki alasan dan pembenarnya masing-masing. Secara umum, masyarakat yang setuju rata-rata memiliki harapan akan mendapatkan pekerjaan yang lebih menarik dari sekedar bertani. Masyarakat ini juga menaruh kepercayaan pada PT. Semen Gresik yang menjamin tidak akan merusak lingkungan serta menjamin pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat jika ada kerusakan pada mata air mereka. Selebihnya, masyarakat golongan ini merasa tidak berdaya karena menganggap rencana penambangan tersebut merupakan keputusan pemerintah yang sudah tidak bisa diganggu gugat. Di lain pihak, masyarakat yang menolak rencana penambangan umumnya memiliki kekhawatiran akan keselamatan lingkungan mereka, terutama pada lahan pertanian dan suplai air dari mata air untuk kebutuhan sehari-hari. Kelompok masyarakat ini tidak termakan janji yang dilontarkan oleh pihak perusahaan, karena tidak percaya akan kebenaran realisasinya. Hal ini didasarkan pada fakta yang sudah ada, dimana setiap industri besar berdiri pasti akan melahirkan persoalan baru yang jauh lebih pelik. Sementara itu, masyarakat yang tidak peduli akan rencana penambangan, kebanyakan adalah mereka yang tinggal di lokasi yang jauh dari daerah rencana konsesi penambangan. Masyarakat golongan ini, sebenarnya tidak keberatan ada aktivitas penambangan di sekitar mereka, namun dengan syarat mereka minta ganti rugi yang sepadan, semisal ada upaya bedol desa ke daerah yang lebih baik dan tidak terlalu jauh dari tempat kelahiran mereka, serta mendapat jaminan hidup dengan layak. Alasannya, mereka ini ingin tetap dapat memantau seperti apa perubahan

KERTAS POSISI

wilayah mereka selama/ pasca penambangan. Ketidakpedulian ini juga agak rumit, karena justru sebagian masyarakat merasa kecewa atas perlakuan beberapa perusahaan tambang yang telah berlaku semena-mena pada saat ekplorasi beberapa waktu sebelumnya. Namun, bila dicermati lebih lanjut, alasan-alasan dari masingmasing kelompok itu masih bersandar pada level ’harapan’ dan ’kekhawatiran’, belum didasarkan pada pemahaman yang utuh dari berbagai sisi yang terkait dengan persoalan ini. Sehingga tidak jarang yang tampak kemudian, masing-masing kelompok dalam berargumen dan menentukan sikapnya atas dasar ”pokoknya”. Lemahnya pemahaman ini terjadi lantaran sulitnya akses informasi dan minimnya peyediaan bahan-bahan yang terkait dengan persoalan tersebut. Untuk itu, kertas posisi ini dibuat agar bermanfaat bagi kita semua dalam upaya untuk memahami lebih jauh mengenai penolakan masyarakat terhadap rencana pendirian pabrik semen Gresik di Sukolilo dan latar belakang serta argumentasi yang kuat dari sisi masyarakat dan lingkungan hidup.

I. GAMBARAN UMUM
1.1. Profile Kabupaten Pati Kabupaten Pati merupakan salah satu dari 35 daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kabupaten Pati terletak di daerah pantai utara Pulau Jawa dan di bagian timur Propinsi Jawa Tengah. Berbatasan dengan Kabupaten Jepara di sebelah utara, Kabupaten Kudus di sebelah barat, Kabupaten Grobogan di sebelah selatan dan Kabupaten Rembang di selebah timur. Secara administratif Kabupaten Pati mempunyai luas wilayah 150.368 hektar yang terdiri dari 58.749 hektar lahan sawah dan 91.619 hektar lahan bukan sawah. Kabupaten Pati terbagi dalam 21 kecamatan, 401 desa, 5 kelurahan. Ada 1.106 dukuh, 1.464 RW dan 7.463 RT. Dari segi letaknya Kabupaten Pati merupakan daerah yang strategis di bidang ekonomi, sosial budaya dan memiliki potensi sumberdaya alam yang dapat dikembangkan dalam banyak aspek kehidupan masyarakat; seperti pertanian, peternakan, perikanan, perindustrian, pertambangan dan pariwisata. Potensi utama Kabupaten Pati adalah pada sektor pertanian1. Potensi pertanian yang cukup besar meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan.
1

Kabupaten Pati dalam angka, 2007.

KERTAS POSISI

Terkait dengan kondisi alam dan peninggalan sejarah, Kabupaten Pati juga menyimpan banyak situs dan juga tempattempat alami yang eksotis yang sangat potensial untuk pariwisata. Salah satu daerah yang potensial untuk pariwisata adalah wilayah di Kecamatan Kayen, Tambakromo dan Sukolilo. Di tiga kecamatan tersebut terdapat banyak goa (Goa Wareh, Goa Lowo, Goa Pancur) dan beberapa situs sejarah (Makan Saridin, Pertapaan Watu Payung, Peninggalan Kerajaan Malawapati). 2.1. Wilayah Administratif Sukolilo Secara administratif, wilayah Kecamatan Sukolilo masuk di wilayah Kabupaten Pati, Secara kordinat terletak pada 0470000 m, 0500000 m dan 922 0000 m,n 9250000 UTM, Peta Bakosurtanal, Lembar Sukolilo, Skala 1 : 25.000. 3.1. Tentang Pegunungan Kendeng Tidak banyak yang tahu bahwa pegunungan kapur (karst) yang membentang dari desa Taban (Kudus) sampai Tuban bernama Pegunungan Kendeng Utara. Di pegunungan yang dulu cukup lebat dengan pohon jati ini bermukim sebagian besar penduduk Kecamatan Sukolilo. Selain digunakan untuk tempat tinggal warga, pegunungan ini juga memberikan beberapa manfaat lain bagi warga yang hidup di sekitarnya. Pertama, sumber air yang telah mengairi 15.873,9 ha lahan pertanian di sekitarnya. Kedua, lahan di pegunungan ini juga menjadi lahan pekerjaan bagai ribuan peladang yang menanam berbagai palawija di sela-sela pepohonan jati milik Perhutani. Rona Lingkuan Alam dan Budaya: • Pegunungan Kendeng dengan kekayaannya berupa sumber air dan goa telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Kayen. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sumber air juga bermanfaat untuk mengairi lahan pertanian. • Secara keseluruhan sumber daya alam di wilayah Pegunungan Kendeng telah memberikan kemanfaatan bagi 91 688 jiwa di kecamatan Sukolilo dan 73 051 jiwa di Kecamatan Kayen. • Kecamatan Sukolilo yang meliputi 16 Desa dan Kecamatan Kayen meliputi 17 Desa yang sistem pengairannya melalui irigasi teknis dengan bersumber dari Waduk Kedungombo (Klambu kanan) dan sistem pompanisasi.

2.53%. Saat ini kapasitas terpasang Semen Gresik Group (SGG) sebesar 16. (IDX: SMGR) adalah pabrik semen yang terbesar di Indonesia. dan masyarakat 24.92 juta ton semen per tahun.90%. DATA MENGENAI PABRIK SG • Mata air di pegunungan Kendeng merupakan sumber pengairan 15.S de. Semen Gresik dengan luas lahan mencapai ± 2000 hektar ( bahkan lebih luas ). Sampai dengan tanggal 30 September 1999 komposisi kepemilikan saham berubah menjadi: Pemerintah RI 51.900 ha sawah di Kecamatan Sukolilo dan 9 603.873. Semen Gresik (Persero) Tbk. Diresmikan di Gresik pada tanggal 7 Agustus 1957 oleh Presiden RI pertama Ir. Semen Gresik Group merupakan produsen semen terbesar di Indonesia. rencananya akan di bangun pabrik semen oleh PT. Semen Padang (Persero) dan PT. Masyarakat 23.46% dan Cemex 25. Semen Tonasa (Persero). Kabupaten Pati.1. Kegiatan penambangan ini tentunya akan mengambil dan mengeruk perbukitan kapur yang berfungsi sebagai penyimpan air alami (reservoir) dari mata air-mata air yang bermunculan di kaki perbukitan kawasan kars tersebut.V pada Blue valley Holdings PTE Ltd. Pada Tanggal 27 Juli Juli 2006 terjadi transaksi penjualan saham CEMEX S. Blue Valley Holdings PTE Ltd 24.09%. • Sawah yang berada di kaki gunung Kendeng utara menggunakan irigasi teknis sementara yang terletak di sebelah utara sepanjang sungai Juana II dan Juana I menggunakan sistem pompanisasi dengan bersumber dari sumber air yang berada pada Pegunungan Kendeng.KERTAS POSISI II. RENCANA PEMBANGUNAN Di Kecamatan Sukolilo. . Sehingga komposisi kepemilikan saham sampai saat ini berubah menjadi Pemerintah RI 51.232 ha di Kecamatan Kayen. dan menguasai sekitar 46% pangsa pasar semen domestik. PT. Bahan baku pabrik semen tersebut adalah batu gamping / batu kapur yang berasal dari kawasan perbukitan Kars di Kecamatan Sukolilo. PT Semen Gresik (Persero) Tbk memiliki anak perusahaan PT. Tentang PT Semen Gresik (Persero) Tbk.01%. Pada tanggal 8 Juli 1991 Semen Gresik tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta merupakan BUMN pertama yang go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat.01%.000 ton semen per tahun. Soekarno dengan kapasitas terpasang 250. C.

jembatan. perumahan. Semen Hidrolis yang dibuat dengan menggiling terak. tanah rawa. Canary Island. terowongan. . bendungan. saluran irigasi. Misalnya digunakan untuk pembuatan jalan raya. gypsum dan bahan pozzolan. Semen Portland Tipe II. Dikenal pula sebagai ordinary Portland Cement (OPC). 3. Kamboja. bangunan irigasi dan fondasi pelat penuh. dermaga. jembatan. Semen khusus yang diciptakan untuk pembangunan mega proyek jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dan cocok digunakan untuk bangunan di lingkungan air laut. Special Blended Cement (SBC). Taiwan. 5. merupakan semen hidrolis yang dipergunakan secara luas untuk konstruksi umum. Hongkong. Lokasi pabrik sangat strategis di Sumatera. Misalnya. 4. Misalnya untuk bangunan di pinggir laut. Mauritius. konstruksi dalam air. pelabuhan dan pembangkit tenaga nuklir. Di kenal sebagai semen yang mempunyai ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. Vietnam. sub distributor dan toko-toko. SGG juga mengekspor ke beberapa negara antara lain: Singapura. landasan pacu dan jalan raya. Semen Portland Tipe III. Selain penjualan di dalam negeri. Jawa dan Sulawesi menjadikan Semen Gresik Group (SGG) mampu memasok kebutuhan semen di seluruh tanah air yang didukung ribuan distributor. beton massa. Portland Pozzolan Cement (PPC). dermaga. Digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang. Bangladesh. Semen Gresik adalah sebagai berikut: 1. Korea. 2. Dikemas dalam bentuk curah. Malaysia. beton massa dan bendungan. Semua jenis ini merupakan semen yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal yang tinggi setelah proses pengecoran dilakukan dan memerlukan penyelesaian secepat mungkin.KERTAS POSISI Produk semen yang diproduksi oleh PT. seperti konstruksi bangunan yang tidak memerlukan persyaratan khusus. jalan raya. Semen Portland Tipe V. Yaman. antara lain : bangunan. Norfolk USA. perumahan. gedung-gedung bertingkat. Australia. jembatan. bangunan tingkat tinggi dan bandar udara. Semen jenis ini dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/air yang mengandung sulfat tinggi dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbang pabrik. Semen Portland Tipe I. 6.

Makassar. 600 ton / hari  PB + PS = + 120 ton / hari  Gipsum =+ 320 ton / hari  KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK  Batubara = + 1. dan Desa Sukolilo.5 juta ton/tahun ini akan memerlukan lahan sekitar 2000 ha. Semen padang memiliki 5 pengantongan semen. Sedangkan lokasi pabrik semen seluas 75 ha terletak di desa Kedumulyo. pembangunan pabrik semen dengan kapasitas 2. sebagai berikut:  KEBUTUHAN BAHAN BAKU Untuk produksi dengan kapasitas 2. Menurut penjelasan pihak PT Semen Gresik dalam sosialisasi di Kecamatan Kayen pada tanggal 16 Nopember 2008. Data Studi Kelayakan Semen Gresik Menurut rencana. Desa Kedumulyo dan Desa Gadudero. Palu. Semen Gresik memiliki beberapa anak perusahaan antara lain : 1. Desa Kedumulyo. Batam. Desa Kasiyan. Bali. Semen Tonasa memiliki 7 (tujuh) pengantongan semen. Desa Baturejo. Belawan. Semen Gresik memiliki 3 pabrik dengan kapasitas terpasang 8.2 juta ton semen per tahun yang berlokasi di Tuban. Lokasi penambangan tanah liat seluas 500 ha terletak di Desa Gadudero. Semen Padang. Benin dan Madagaskar. Desa Sumbersoko. kapasitas terpasang 3. Bitung.2. Semen Gresik. yaitu : Teluk Bayur.24 juta ton semen pertahun berlokasi di Indarung.5 Trilyun . 3.KERTAS POSISI Nigeria. kapasitas terpasang 5. 200 ton / hari  Listrik = + 105 Kwh / ton semen  BIAYA INVESTASI PABRIK SEMEN DI PATI = + 3. Semen Gresik memiliki 2 pelabuhan. Celukan Bawang. 2. Samarinda. Jawa Timur. Banjarmasin. yaitu : Pelabuhan khusus Semen Gresik di Tuban dan Gresik. Semen Tonasa.000 ton semen / hari membutuhkan bahan baku:  Batu kapur = + 11. Sulawesi Selatan. Sumatera Barat. Mozambik. PT. Lahan seluas ini nantinya akan digunakan untuk keperluan penambangan batu kapur seluas 900 ha yang terletak di Desa Tompegunung. Gambia.48 juta ton semen per tahun.5 juta ton semen / tahun atau 8. berlokasi di Pangkep. Tanjung Priok dan Ciwandan. Ambon. Semen Padang memiliki 4 (empat) pabrik semen. 700 ton / hari  Tanah liat = + 2. 2. Semen Tonasa memiliki 3 pabrik semen. yaitu : Biringkasi.

 Kelemahan Yang Ada Dari Studi Kelayakan Semen Gresik  Hanya memuat perhitungan ekonomi produksi (keuntungan dan biaya produksi semen). Valuasi Ekonomi.  Keuntungan produksi tidak memiliki dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Gadudero. • Penambangan batu kapur di pegunungan Kendeng yang meliputi desa Sukolilo.)     KEBUTUHAN LAHAN PT. dan Desa Kasihan. • Penambangan tanah liat dilakukan di lahan pertanian Desa Gadudero. SG di Pati Sawah = + 639 ha Tegalan = + 794 ha Total = 1433 ha  Tapi lahan yang rencananya akan dibebaskan nantinya mencapai + 2000 ha (bahkan bisa lebih luas). . 2.  Tidak secara rinci menjelaskan biaya-biaya apa saja yang dibutuhkan dalam pembangunan pabrik Semen Gresik tersebut. • Pada kenyataan sekarang yang terjadi banyak lahan tegalan yang di tanami pohon jati.3. Desa Baturejo. 2 Ismalina.  Analisis mengenai dampak-dampak negatif diserahkan pada Studi Amdal.. Kedomulyo. jasa kontruksi dll. P. dan Tempo gunung. & ternyata hasil produksinya juga tidak kalah dengan tanaman yang sifatnya musiman. 2007. Sumbersoko. S G = Tenaga Eksternal (jasa angkutan semen.KERTAS POSISI  Kebutuhan Tenaga kerja Pembangunan Pabrik semen di Pati  Kontruksi = + 2000 Orang  Operasi = + 1000 Orang Meliputi : = Tenaga internal PT. Terkait Rencana Pembangunan Pabrik SG2 • Pembangunan pabrik di Desa Kedomulyo.

75% wilayah Pati dialiri oleh sumber air dari Pegunungan Kendeng. Debit mata air tersebut paling kecil 0. dan bukan 10). • Pakan didapat dari jerami di saat masa panen dan rumput di saat tidak ada panen. • Mulut gua berair itu artinya proses karstifikasi masih berjalan. • Kelelawar berguna untuk kontrol hama. artinya gua tersebut merupakan sungai bawah tanah dengan demikian sistem hidrologi tanah di atas gua masih ada. Ini belum termasuk peternak kambing. Inilah indikasi dari karakter KARS I. Yang masuk dalam batasan yang ditetapkan oleh SG. 2 jt • Dari jumlah penduduk 29 474 jiwa kalau dihitung KK 5894. • Dari analisis morfologis. ¼ dari total Kepala Keluarga adalah 1473 KK sebagai peternak sapi • Rata. • Ekosistem di dalam mulut gua berair: kelelawar dalam jumlah besar. • Total debit yang merupakan sisa tersebut 1009. • Mata air itu tersebar dari wilayah yang paling tinggi sampai yang paling rendah di kecamatan Sukolilo. Hanya 10 gua yang masuk di konsesi studi kelayakan SG. Sehingga untuk mendapatkan pakan. • 79 mata air yang mengalir sepanjang tahun di Kecamatan Sukolilo. 2946 ekor sapi x rata – rata Rp 5 jt = 14 730 000 000.06 liter/detik dan paling besar 178 liter/detik. Sapi/ kambing merupakan pendapatan tahunan. ditandai dengan adanya penambang2 fosfat (fosfat dari kotoran kelelawar). • Dari 24 gua yang ditemui.6 liter/detik • Hitung debit air tersebut hanya merupakan sisa dari total karena sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. ada 42 mata air yang mengalir sepanjang tahun (bukan musiman.rata setiap KK punya 2 ekor ternak sapi. 2.KERTAS POSISI • 1 ha ditanami 600 pohon jati dalam jangka waktu 9 tahun bisa di panen & di jual 40 jt – 2 jt biaya produksi bibit & perawatan hasil / tahun rata-rata 4. Kotoran kelelawar dapat dijadikan pupuk.4. dibutuhkan lahan sawah. Perbandingan Jumlah Imajinasi Kemakmuran Tenaga Kerja dan . 15 gua sudah jelas berair.

Dalam sosialisasi yang diadakan pada tanggal 16 Oktober 2008.KERTAS POSISI Selama ini. dengan rincian: Jenis pekerjaan Mengaliri sawah dengan air dari saluran irigasi Menata batas sawah untuk keperluan pengairan (noto galeng) Membajak sawah menggunakan traktor Waktu (hari) 1 1 Jumlah tenaga kerja (orang) 2 6 1 2 .Konstruksi = + 2000 Orang .Meliputi = Tenaga internal PT. bahkan justru akan menambah jumlah pengangguran di masyarakat.Operasi = + 1000 Orang . Namun jika dicermati. ) Jumlah tenaga kerja yang dapat terserap dalam rencana ini jauh dari jumlah tenaga kerja yang terserap jika 2000 ha lahan yang ada di Pegunungan Kendeng urung dijadikan tambang pabrik semen. Lahan persawahan dapat menyerap lebih dari seratus tenaga kerja untuk tiap hektar dalam sekali musim tanam. jasa kontruksi dll. dalam upaya untuk mempengaruhi opini masyarakat agar menyetujui/menerima kehadiran Pabrik Semen Gresik. selalu menggunakan janji-janji ”surgawi” mengenai kesejahteraan. Adanya pabrik semen nanti digambarkan akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. PT Semen Gresik memaparkan rincian tenaga kerja yang akan terserap sebagai berikut: Kebutuhan Tenaga kerja Pembangunan Pabrik semen di Pati: . Meski kesejahteraan yang dimaksud itu masih belum jelas. Benarkah jika pabrik Semen Gresik nanti berdiri mampu menampung tenaga kerja banyak dan bisa mengurangi pengangguran? Jawabannya tentu tidak. Sebab jumlah tenaga kerja yang terserap dalam rencana ini tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja yang dapat ditampung dalam lahan pertanian. S G = Tenaga Eksternal ( jasa angkutan semen. baik pihak Pemerintahan setempat maupun pabrik semen. kesejahteraan itu kerap diindikasikan dari tenaga kerja yang akan direkrut/ditampung oleh Semen Gresik jika pabrik ini nantinya sudah berdiri.

Rata. tiap hektar dari lahan persawahan mampu menyerap 146 orang tenaga kerja. Sehingga untuk mendapatkan pakan. maka petani memperoleh hasil / tahun rata-rata 4. . Belum lagi warga yang memiliki ternak sapi. ¼ dari total Kepala Keluarga adalah 1473 KK sebagai peternak sapi.rata setiap KK punya 2 ekor ternak sapi. Dari jumlah penduduk 29 474 jiwa kalau dihitung KK 5894. masyarakat bisa mendapatkan penghasilan yang tidak kalah dengan tanaman musiman. Lahan seluas 1 ha yang ditanami 600 pohon jati. berapa ribu orang petani yang akan kehilangan pekerjaan? Wilayah pegunungan yang termasuk dalam daerah kering juga mendatangkan keuntungan bagi masyarakat yang mengolahnya. Ini belum termasuk peternak kambing. dibutuhkan lahan sawah. Untuk lahan kering (tegalan) yang sekarang ditanami pohon jati.KERTAS POSISI Membuat lahan persemaian Menyebar benih Merawat Benih Mencabut Benih Menanam benih Membagikan benih untuk ditanam Mencabut rumput (matun) Penyemprotan Perontokan padi Menjemur padi Mengangkut padi dari sawah Menyimpan padi Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 2 1 12 30 2 30 4 30 10 6 2 146 Dengan catatan bahwa separuh dari pekerjaan dilakukan sendiri oleh pemilik lahan. 2946 ekor sapi x rata – rata Rp 5 jt = 14 730 000 000. dalam jangka waktu 9 tahun dapat dipanen dan dijual dengan harga 40 jt rupiah. Pakan didapat dari jerami di saat masa panen dan rumput di saat tidak ada panen. Sapi/ kambing merupakan pendapatan tahunan. Jika 500 hektar lahan pertanian digunakan untuk penambangan tanah liat. Setelah dikurangi dengan biaya biaya produksi bibit dan perawatan sebesar 2 juta rupiah. 2 jt rupiah.

Aliran air masuk kedalam rekahan batuan kapur atau batugamping (limestone) dan melarutkannya. sehingga di bagian bawah kawasan ini bayak ditemukan sumber-sumber mata air yang keluar melalui rekahan-rekahan batuan. Hasil kajian dan survey tersebut akan menjadi bahan acuan dalam pengklasifikasian kawasan Kars Pati (Kendeng Utara) dan pengambilan kebijakan oleh Pemerintahan Kabupaten Pati dalam pengelolaannya berhubungan dengan rencana pembangunan pabrik semen yang berpotensi menimbulkan ancaman kekeringan akibat kerusakan fungsi hidrologi di kawasan tersebut. Berangkat dari isu sentral mengenai rencana pembangunan pabrik semen oleh PT. SEMEN GRESIK dan terbitan KEPMEN ESDM no 1456/K/20/MEM/2000.1. Sering ditemukan lahan yang sangat kering di permukaan saat musim kemarau pada bagian bagian bukit karena sungai-sungai yang mengalir di permukaan sangat jarang. Apabila dalam penetapannya sebuah kawasan kars memiliki kriteria sebagai kawasan Kars Kelas 1 (Pasal 12) maka segala bentuk aktivitas penambangan tidak diperbolehkan di kawasan tersebut. kabupaten Pati hingga Kabupaten Blora belum ditetapkan mengenai klasifikasi wilayah kars tersebut. Tahapan pengkajian dan survey memiliki tujuan menghasilkan data-data potensi kawasan kars. Kawasan Kars Kendeng Utara yang melingkupi Kabupaten Grobogan. Batu gamping bersifat karbonatan (mengandung CaC03) sehingga mudah terlarut oleh air hujan yang . maka kegiatan survey dan pengkajian wilayah Kars Pati (Kendeng Utara) harus dilakukan sebagai tahapan paling penting dalam rencana pengelolaan kawasan kars. Berdasarkan peraturan ”KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1456 K/20/MEM/2000 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KAWASAN KARS MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL” dalam pengelolaan sebuah kawasan kars harus melakukan sebuah pengkajian dan survey terlebih dahulu. KAJIAN KAWASAN KARS SUKOLILO. mengalirnya sungai-sungai bawah tanah dengan lorong gua sebagai koridornya. 3. munculnya mata-mata air pada rekahan batuan.KERTAS POSISI III. Proses Karstifikasi Kars adalah sebutan umum yang digunakan untuk suatu kawasan dimana batuan penyusunnya adalah batu gamping yang telah mengalami proses pelarutan. PATI Fenomena Kars Sukolilo (Kendeng Utara) tercermin melalui banyaknya bukit-bukit kapur kerucut.

Kartisifikasi merupakan serangkaian proses mulai dari terangkatnya batu gamping ke permukaan bumi akibat proses endogen serta terjadi proses pelarutan di dalam ruang dan waktu geologi hingga akhirnya menghasilkan bentukan lahan kars. lembah/topografi negatif di antara sekumpulan bukit kerucut (doline).2. dan lembah-lembah tidak teratur yang buntu (blind Valey). 3 3 Acintyacunya Speleological Club –ASC. menara kars (kars tower). Laporan Survey Speleologi. yakni karren atau lapies. lubang air masuk (ponour). bukit kerucut (conical hill). Proses pelarutan oleh air hujan di permukaan menghasilkan bentang alam eksokars yang khas.KERTAS POSISI mengandung asam. Tawang Harjo dan Kec. Setelah perlipatan mengalami proses pelarutan. Wirosari –Jawa Tengah-. Hidrogeologi Kars dan Permanfaatan Sumberdaya air Kawasan Kars Pati. . 1949) tersebut maka Kawasan Kars Sukolilo Pati terletak pada pegunungan Kendeng (antiklinorium Bogor – Serayu Utara Kendeng). pada bagian puncak perbukitan Kars di permukaan (eksokars) ditemukan morfologi bukit-bukit kerucut (conical hills). Selanjutnya. Fisiografi & Geomorfologi Berdasarkan pengklasifikasian fisiografi Jawa (Bemmelen. Tepatnya pada Pegunungan Kendeng Utara yang merupakan lipatan perbukitan dengan sumbu membujur dari arah Barat – Timur dan sayap Lipatan berarah Utara – Selatan. telaga kars. sungai permukaan hilang masuk ke mulut gua (shallow hole). Morfologi bawah permukaan (endokars) kawasan kars tersebut terbentuk morfologi sistem perguaan dan sungai bawah tanah. mata air dan telaga kars ditemukan pada bagian bawah tebing. Proses tersebut menghasilkan jaringan lorong-lorong komplek dengan jenis dan ukuran bervariasi membentuk sistem perguaan (cave sistem) atau sistem sungai bawah tanah. proses pelarutan berkembang ke bawah permukaan menghasilkan bentukan di bawah permukaan (endokars). cekungancekungan hasil pelarutan (dolina). Pada bagian Utara dan Selatan batas akhir batuan kapur/ batugamping merupakan dataran. sungai periodik yang berujung pada mulut gua vertikal (sinkhole). Kec.3 3. lembah-lembah aliran sungai yang membentuk mulut gua (Sinkhole). Morfologi Kawasan Kars Sukolilo Pati secara regional merupakan komplek perbukitan kars yang teletak pada struktur perbukitan lipatan. 2008. Dikatakan kawasan kars apabila batugamping tersebut telah mengalami proses kartisifikasi.

Gua Tangis. Bagian Selatan dari perbukitan tersebut terdapat tebing yang memanjang dari Barat – Selatan dengan kemiringan lereng tegak hingga atau curam. Bukti lain kalau kontrol struktur mempengaruhi . terbentuk 25 juta tahun yang lalu berdasarkan skala waktu geologi. 3. hal ini merupakan bukti bahwa sistem gua ini terbentuk pada jalur rekahan yang relatif lemah sehingga batuan dasarnya labil dan mudah lepas. alga dan perlapisan batugamping yang juga mengandung foram laut berupa koral. orbitoid dan alga. Yaitu tipe runtuhan dan pelarutan dari permukaan. Sesekali diselangselingi oleh Batupasir Kuarsa bersifat karbonatan. Rekahanrekahan ini merupakan cikal bakal pembentukan dan perkembangan sistem perguaan di kawasan kars setelah mengalami proses pelarutan dalam ruang dan waktu geologi. Kondisi struktur geologi demikian menyebabkan batugamping sebagai batuan dasar penyusun formasi Kars Sukolilo Pati memiliki banyak rekahan. baik yang berukuran minor maupun mayor. 3.3. Gua Telo.KERTAS POSISI Ketinggian tertinggi komplek perbukitan kars ini antara 300 530 mdpl. Sumbu sinklin terdapat pada bagian puncak komplek perbukitan kars yang memanjang dari Beketel hingga wilayah Wirosari. Geologi Stratigrafi kawasan Kars Kendeng Utara masuk kedalam Formasi Bulu dengan batuan penyusun (litologi) batu gamping masif yang mengandung koral. Formasi Bulu penyusun kawasan Kars Grobogan ini terbentuk pada masa Meosen Tengah – Meosen Atas. Tipe runtuhan umumnya membentuk mulut gua vertikal.4. Gua Lowo Misik. Gua Ngancar. Speleologi Mulut-mulut gua di kawasan ini tersingkap dengan 2 tipe. Terdapat juga struktur patahan yang berarah relatif Timur Laut – Barat Daya. Struktur geologi yang berkembang di Kawasan Kars Sukolilo adalah struktur sinklinal. perbatasan dengan Blora. Tipe ini memiliki karakter banyak terdapat bongkahan batuan yang runtuh dari atap lorong. Pada bagian Formasi Bulu yang menjadi kawasan kars merupakan bagian dari sinklin dengan arah sayap lipatan Utara – Selatan. Contohnya Gua Kembang. dan Sumur Jolot Dusun Kancil. Bagian ini merupakan blok struktur patahan dari komplek Perbukitan Kars Sukolilo Pati yang terbentuk saat proses pengangkatan Pegunungan Kendeng Utara. Dusun. Gua Kalisampang. Desa Sumber Mulyo Pati. Disamping itu juga akan di temukan lorong-lorong yang berkelok-kelok seperti retakan batuan. Wates.

Baik zona Utara maupun Selatan adalah sungai-sungai yang muncul dari rekahan batugamping . Hidrogeologi Kars Pola hidrogeologi Kawasan Kars Sukolilo Pati secara regional adalah pola aliran paralel dimana terdapat penjajaran mataair dan mengikuti struktur geologi yang ada. Corridors dapat terbentuk oleh topografi seperti adanya siklus hidrologi seperti lapisan sungai. Dapat di jumpai di beberapa gua yang mulutnya terdapat di dasar-dasar lembah. proses pelarutan yang berasal dari air permukaan juga terdapat di kawasan ini. Guwo. Pada musim hujan mulutmulut gua tersebut merupakan jalur sungai periodik yang masuk kedalam gua dan juga sebagai sungai utama yang keluar dari dalam gua. Kecamatan Sukolilo serta Gua Pancur di Kecamatan Kayen. Corridors adalah suatu struktur fungsional pada bentanglahan. oleh manusia seperti pada kasus pembukaan hutan. Dsn. Seperti pada Gua Urang. yaitu zona aliran Utara dan zona aliran Selatan. sistem hidrologi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pembentukan sistem-sistem perguaan yang terakumulasi pada zona jenuhnya menjadi aliran bawah permukaan atau sungai bawah permukaan. 3. Gua Gondang dan Gua Banyu Desa Sukililo dan Gua Wareh Desa Kedungmulyo. Gua menjadi corridor sistem penghubung antara prosesproses eksokars di permukaan dan endokars dibawah permukaan.5. Sungai-sungai yang mengalir dibagi menjadi dua zona. (lebih detailnya.KERTAS POSISI pembentukan gua dapat dilihat pada penjajaran ornamen gua di atap-atap yang terbentuk dari hasil pengendapan karbonat hasil pelarutan. Corridors adalah suatu fungsi struktur dalam satu bentuklahan. Pada umumnya gua-gua horizontal di kawasan ini berkembang mengikuti pola perlapisan batuan dasarnya dengan kemiringan lapisan ke arah Utara sehingga akumulasi sungai-sungai permukaan akan terpusat pada daerah-daerah bawah yang keluar melalui mata air ataupun mulut-mulut gua. lihat Tabel 1. Selama proses karstifikasi berlangsung. Kemadoh Batur. Gua Serut. Daftar gua di kawasan Kars Pati (Kendeng Utara)). adanya corridors menjadi dasar untuk mencegah fragmentasi menjadi kepingan atau sebaliknya untuk meningkatkan penetrasi dari makhluk asing. Pola aliran seperti ini merupakan cerminan bahwa pola aliran sungai di Kawasan Kars Sukolilo Pati dipengaruhi oleh struktur geologi yang berkembang. Grobogan Gua Bandung. Selain kontrol struktur yang dominan di Kawasan Kars Sukolilo Pati dalam pembentukan sistem perguaannya.

Fungsi Kawasan Kawasan Kars Sukolilo memiliki fungsi utama sebagai fungsi hidrologi. Gua Banyu dan Gua Pancuran. Perhitungan ini akan lebih meningkat drastis pada saat musim hujan. (lebih ditailnya. Daftar mata air kawasan Kars Pati (Kendeng Utara)) 3. Dalam Kawasan Kars Kendeng ini terdapat 33 sumber mata air yang mengelilingi Kawasan Kars Grobogan dan 79 sumber mata air yang mengelilingi Kawasan Kars Sukolilo Pati (Kendeng utara).100 mdpl dan pada Zona Selatan muncul pada ketinggian antara 100 . lihat Tabel 2. Bukti ini dapat dilihat dari sungai bawah tanah yang terdapat di Gua Wareh. Pada Zona Utara pemunculan mata air kars berada pada daerah-daerah berelief rendah hingga dataran dengan kisaran ketinggian 20 . Fenomena tersebut memberikan gambaran bahwa perbukitan Kawasan Kars Sukolilo Pati berfungsi sebagai kawasan resapan air (recharge area).7. Pada musim kemarau berdasarkan perhitungan dari 38 sumber air yang ada di kawasan Sukolilo mencapai lebih dari 1000 lt/dtk. Bukti lain bahwa proses karstifikasi kawasan ini masih berlanjut dan masih merupakan fungsi hidrologis adalah ditemukannya sungaisungai bawah permukaan yang keluar sebagai aliran permukaan melalui corridor-corridor mulut gua yang ada pada daerah Sukolilo. kemudian air resapan tersebut terdistribusi keluar melalui mata air-mata air yang bermunculan di bagian permukiman dan di daerah-daerah dataran sekitar Kawasan Kars Pati. Gua Gua Gondang. Keempat gua tersebut merupakan sistem perguaan sekaligus sistem sungai bawah tanah yang masih aktif.350 mdpl. Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa pemunculan air di sepanjang musim selalu berubah.KERTAS POSISI kawasan tersebut atau Kars Spring dengan tipe mata air kars rekahan (fracture springs). dan mencukupi kebutuhan air lebih dari 7882 KK yang ada di Kecamatan Sukolilo. yang berguna bagi kelangsungan sistem ekosistem yang ada di kawasan kars. Keseluruhan mata air tersebut bersifat parenial artiya terus mengalir dalam debit yang konstan meskipun pada musim kemarau. Berikut ini daftar mata air hasil survey di kawasan Kars Grobogan (Kendeng Utara). . Banyaknya outlet-outlet mataair yang keluar menunjukkan bahwa Kawasan Kars Sukolilo merupakan kawasan kars aktif yang telah dan sedang mengalami proses karstifikasi. Terbentuknya mataair rekahan tersebut akibat terjadinya patahan pada blok batugamping di kawasan ini saat proses pengangkatan dan perlipatan. Zona ditemukannya penjajaran mata air tersebut merupakan batas zona jenuh air di Kawasan Kars Sukolilo Pati.

sehingga dapat langsung ditampung tanpa harus memompa Kawasan karst ini menjadi sebuah tandon air alam raksasa bagi semua mataair yang terletak di kedua kabupaten tersebut. Selanjutnya. dengan sempurna telah menyimpan dan memelihara air. Akifer yang unik menyebabkan sumberdaya air di kawasan karst terdapat sebagai sungai bawah permukaan. menurut studi Linhua (1996). aliran sungai bawah permukaan. “Kemampuan bukit karst dan mintakat epikarst pada umumnya telah mampu menyimpan tiga hingga empat bulan setelah berakhirnya musim penghujan. masuk ke rekahan-rekahan dan pori-pori batugamping menjadi aliran konduit. Mataair epikarst umumnya muncul di kaki-kaki perbukitan. Mataair yang keluar dari mintakat epikarst dapat mengalir setelah 2-3 bulan setelah musim hujan dengan debit relatif stabil. 3. Mudah untuk dikelola. dalam jumlah dan masa tinggal yang ideal. menjadi aliran sungai bawah permukaan. dikenal mempunyai kelebihan dalam hal: 1. danau dolin/telaga. air akan muncul lagi ke permukaan tanah di tempat yang lebih rendah menjadi mataair Fisik dan struktur geologi perbukitan ini. Sehingga dapat mencukupi kebutuhan air bagi warga setempat di musim kemarau sampai datangnya musim hujan berikutnya. Kawasan karst disinyalir . dan mataair. Air hujan yang jatuh di perbukitan. terdapat gua-gua. mataair. Kualitas air. Air yang keluar dari mataair epikarst sangat jernih karena sedimen yang ada sudah terperangkap dalam material isian atau rekahan. air mengalir ke tempat yang lebih rendah melalui rekahan-rekahan dan kemiringan lapisan batuan yang membentuk lorong-lorong gua. sehingga sebagian besar sungai bawah tanah dan mataair mengalir sepanjang tahun dengan kualitas air yang baik. 2001). Hingga akhirnya. Mata air epikarst. Ciri-ciri penting bentukan bukit dan lembah yang khas akibat proses-proses pelarutan. dan muara sungai bawah tanah (resurgence).”(Haryono. akan meresap ke dalam tanah. flora dan fauna yang ada di purmukaan dan manusia sebagai komponen utama yang berperan penting dalam suatu ekosistem. 2. Debit yang stabil.KERTAS POSISI Keberadaan air yang melewati sungai-sungai bawah permukaan dan sumber-sumber air sangat memberikan peranan penting terhadap setiap aset-aset kehidupan dan penghidupan yang ada di kawasan kars baik oleh biota-biota yang ada di dalam gua. Perbukitan batugamping kawasan ini memiliki sifat-sifat kawasan karst.

Sumber ini mampu memenuhi kebutuhan air lebih dari 2000 KK di Kecamatan Sukolilo. Pemanfaatan Sumberdaya Air Sumberdaya air di kawasan kars merupakan aset berharga bagi masyarkat sekitar kawasan kars. Debit ini belum termasuk dengan aliran pipa yang sudah dimanfaatkan pada sumber ini. Desa Kudumulyo (1 mataair).8. Sumber air yang terbesar di kecamatan Sukolilo adalah Sumber lawang yang terletak di Dusun Tengahan. Setiap sumber air yang ada di Kawasan Kars Sukolilo mampu memenuhi rata-rata kebutuhan air masyarakat lebih dari 200 KK di setiap dusun atau desa . Desa Tompe Gunung. Selain itu juga Sumber Lawang juga telah dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik mikrohidro untuk memenuhi kebutuhan listrik di Dusun Tengahan. Desa Gadudero (3 mataair). MCK.KERTAS POSISI merupakan akifer yang berfungsi sebagai tandon terbesar keempat setalah dataran aluvial. dan pantai. Desa Kayen (4 mataair). Desa Sukolilo.06 liter/detik. kebutuhan dasar sehari-hari dan sebagai saluran irigasi untuk lebih dari 4000 hektar areal persawahan di Desa Sukolilo. Kelelawar sangat berperan dalam mengendalikan populasi serangga yang menjadi hama dan vektor penyebaran penyakit menular. Kecamatan Sukolilo dengan debit aliran di musim kemarau 178. karena 90% suplai air berasal dari Kawasan Kars Kendeng Utara. Desa Tompe Gunung (21 mataair). Selain potensi sumber daya air. Dari sumber ini mampu memenuhi kebutuhan air bagi 40 KK yang ada di sekitar Dusun Tompe Gunung. 3. sebagian gua di kawasan karst Kendeng Utara Pati merupakan tempat tinggal bagi komunitas kelelawar. Hampir seluruh masyarakat di kawasan Kars Kendeng Utara meliputi.90 liter/detik. karena sumber ini merupakan sumber utama yang aliran permukaannya bergabung dengan beberapa sumber air yang ada di sekitarnya sehingga menjadi sungai permukaan yang memiliki aliran terbesar dan dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti . Tambakromo Kabupaten Pati memanfaatkan sumber-sumber air yang berasal dari kawasan Kars Sukolilo. debit aliran terkecil yaitu 0. volkan. Hampir setiap dusun yang berada Desa Sukolilo (19 mataair). Desa Sumbersuko (24 mataair) yang ada di Kecamatan Sukolilo memiliki sumber-sumber mataair yang memiliki debit aliran bervariasi dari 1 liter/detik hingga 178.90 liter/detik. Desa Baleadi (3 mataair). Kayen. Dari beberapa mataair yang ada di Kecamatan Sukolilo. kecamatan Sukolilo. mencuci. yaitu Sumber Ngowak di Dusun Tompe Gunung. ternak. Desa Mlawat (1 mataair). Kecamatan Sukolilo.

dll). Wilayah perbukitan pada kawasan Kendeng Utara merupakan kawasan Kars. Geomorfolgi Kawasan Kars Sukolilo adalah Perbukitan Kars Struktural dengan morfologi permukaan (eksokars) berupa bukit kerucut yang menjajar (conical hills).000 ha lahan pertaniaan sebagai sumber penghidupan mereka. muncul pada ketinggian kisaran 5 -150 mdpl radius 1 – 2 km dari perbukitan kars Sukolilo. Morfologi bawah permukaan (endokars) ditemukan sistem perguaan struktural dan sungai bawah tanah yang berkembang mengikuti pola rekahan. Komplek perguaan kawasan Kars Grobogan memiliki potensi sumber daya air untuk kebutuhan dasar 8. Mata air dan sistem sungai bawah tanah di Kawasan Kars Sukolilo bersifat parennial (mengalir sepanjang musim). sungai. dan culture (lingkungan sosial. dan yang lainnya juga dimanfaatkan sebagian besar untuk lahan-lahan pertanian dan peternakan. 3. dapat dihitung jika 1 KK memanfaatkan air untuk kebutuhan sehari-hari bisa mencapai 100 liter.Pola aliran (sistem hidrologi) yang berkembang adalah pola pengaliran paralel yang dikontrol oleh struktur geologi yang ada dikawasan tersebut. terutama pada bagian-bagian atas. batuan. Pola permukiman di kawasan tersebut semuanya mendekati pemunculan mata air-mata air. baik dibagian Utara maupun bagian Selatan Kawasan ini. Penjajaran mata air kars pada bagian Utara dan Selatan perbukitan kars Sukolilo. Tebing patahan yang memanjang. dan adat istiadat) yang berinteraksi antara satu dengan yang lainnya membentuk suatu ekosistem dimana kars sebagai kontrol utamanya.9. Fungsi hidrologi di kawasan ini merupakan pengontrol utama sistem ekologi yang meliputi hubungan antara-komponen-komponen abiotik (tanah. Kesimpulan Berdasarkan hasil kajian dapat ditarik kesimpulan : 1. kebudayaan.000 rumah tangga serta 4. . Lembah-lembah hasil pelarutan (dolina) dan mataair kars (kars spring). biotik (biota-biota gua serta flora dan fauna yang ada di kawasan kars). Perbukitan Kawasan Kars Sukolilo berfungsi sebagai daerah resapan dan penyimpan air untuk mataair–mata air yang mengalir di pemukiman. 3. masyarakat. Hal ini dapat menunjukkan bahwa sumberdaya air yang ada di kawasan Kars Sukolilo melebihi kapasitas kebutuhan air masyarakat. air.KERTAS POSISI Pemanfaatan air per hari untuk 1 orang sekitar 15-20 liter. 2.

Berdasarkan hasil kajian dari fakta-fakta lapangan mengenai potensi dan kerberlangsungan fungsi utama kawasan kars grobogan. Pada tahap ketika masih dalam tahap menjadi Kerangka Acuan AMDAL (KA-AMDAL). PROBLEM EKONOMI AMDAL DAN KAJIAN VALUASI Dalam kaitannya dengan rencana pembangunan Pabrik Semen Gresik di Sukolilo yang mendapat penolakan keras dari warga setempat dan sekitarnya. Namun kenyataannya tidak demikian. sehingga Pemerintahan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Pati perlu menetapkan kawasan ini sebagai kawasan kars yang dilindungi agar fungsinya tetap terjaga sehingga risiko bencana kekeringan bagi 8000 kk dan 4000 ha lahan pertanian di kemudian hari dapat dihindari. AMDAL dijadikan sebagai ukuran utama dan rujukan tunggal untuk menentukan apakah rencana pembangunan tersebut akan dijalankan atau tidak. selalu tersandar pada hasil AMDAL. maka Kawasan Kars Pati – Kawasan Kars Grobogan masuk dalam klasifikasi Kawasan Kars Kelas 1 menurut Kepmen ESDM NO. argumentasi dari pihak pemerintah daerah. 3. dalam konteks ini. Perlu dilakukan eksplorasi bawah pemukaan untuk memetakan sistem-sistem perguaan dan sisten-sistem sungai bawah permukaan di Kawasan Kars Sukolilo seperti yang sudah dilakukan di Kawasan Kars Grobogan untuk menemukan hubungan sistem-sistem utama Kawasan Kars Kendeng Utara. baik kabupaten maupun provinsi. Namun persoalannya kemuadian menjadi pelik ketika proses dan hasil AMDAL tersebut banyak bermasalah sehingga melahirkan sejumlah kritik. .KERTAS POSISI 4.10.4 • IV. KA-AMDAL belum dibenahi tiba-tiba AMDAL sudah diujikan 4 4 Pusat Studi Manajemen Bencana UPN “Veteran” Yogyakarta dan Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta. 2008. KAJIAN POTENSI KARS KAWASAN SUKOLILO – PATI JAWA TENGAH. Artinya. ada beberapa catatan kritik sehingga dihasilkan kesepakan untuk membenahinya. 1456/K/20/MEM/2000 pasal 12. Rekomendasi • Kawasan Kars Sukolilo merupakan kawasan penyimpan air bagi seluruh mata air kars di Pati dan Grobogan.

KERTAS POSISI pada tanggal 1 Desember 2008 dan hasilnya adalah LAYAK LINGKUNGAN BERSYARAT padahal dari segi subtansinya masih banyak “kecacatan”. sosial. rekomendasi kelayakannya justru menyatakan bahwa: LAYAK LINGKUNGAN BERSYARAT. berikut adalah paper yang pernah ditulis oleh Andreas Lako. Rekomendasi tersebut bermakna: Pertama. Komponen yang diatur dan akan dipantau meliputi . Dekan Fakultas Ekonomi UNIKA Soegijapranata Semarang yang diberi judul ”Bolehkah Sukolilo Dijual (Dibeli)?” sebagai kritik atas AMDAL tersebut.1. dan komponen lingkungan. Hasilnya. Kedua. Namun. Hasil ANDAL menyimpulkan bahwa rencana kegiatan pembangunan pabrik semen PT SG di Sukolilo Pati dapat menurunkan prosentase kualitas lingkungan dan dapat menimbulkan perubahan skala kuliatas lingkungan hidup (LH). Lebih mengejutkan lagi ketika satatus LAYAK LINGKUNGAN BERSYARAT itu dalam waktu sekitar hanya satu bulan sudah diubah menjadi LAYAK LINGKUNGAN. dampak-dampak positif dari pembangunan PT SG di Sukolilo hanya akan bisa dicapai dan dinikmati masyarakat dan lingkungan setempat dan sekitarnya jika dan hanya jika PT SG melaksanakan rencana pengelolaan dengan baik sesuai rekomendasi dalam RKL dan pemerintah Pati melakukan pemantauan secara efektif seperti direkomendasi dalam RPL. PT SG bisa diijinkan membangun pabriknya di Sukolilo dengan syarat harus memperhatikan dampak kumulatif terhadap komponen geofisik kimia. Latar Masalah: Hasil Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) yang dilakukan PT Semen Gresik (SG) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Pusat Penelitian Universitas Diponegoro terkait rencana pembangunan prabrik semen PT SG di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah telah selesai. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) sudah diterbitkan untuk kalangan terbatas pada November 2008. biologi. berupa dokumen hasil Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL). Dosen Akuntasi Sosial dan Lingkungan. Dalam RKL dan RPL diatur rencana pengelolaan lingkungan hidup oleh perusahaan dan rencana pemantauan pengelolaannya oleh Pemda Pati. Untuk kajian mendetailnya. 4. kesehatan masyarakat.

2. 2. Pada komponen biologi mencakup flora darat. tata guna lahan. Dari sisi prosedural AMDAL tampak pekerjaan AMDAL yang dilakukan PPLH Undip sudah sesuai prosedur sehingga kesimpulan dan rekomendasi yang diberikan layak dipertimbangkan. plankton dan makrobenthos. fauna darat. bakteri air. sikap dan persepsi masyarakat. Pada komponen sosial mencakup: persepsi negatif dan keresahan masyarakat. komponen biologi. diperlukan persetujuan . Pada komponen geofisik-kimia mencakup tingkat kebisingan. kecemburuan. 2. Namun. proses social.KERTAS POSISI komponen geofisik-kimia. indikator-indikator dan desain yang digunakan dalam AMDAL. Pertanyaan krusial Dengan adanya rekomendasi ANDAL yang menyatakan ”Layak Lingkungan Bersyarat” maka pertanyaan krusialnya adalah: Apakah Pemda Pati dan Pemprov Jateng sudah bisa mengijinkan PT SG membangun pabrik semennya di Sukolilo? Jawabnya: Belum! Mengapa? 1. Dari perspektif etika bisnis. kapasitas pelayanan lalulintas dan keadaan fisik jalan. sikap dan persepsi masyarakat. morfologi dan stabilitas medan. Pada komponen kesehatan masyarakat meliputi pola penyakit dan sanitasi lingkungan. Hal-hal yang direncanakan dan dipantau meliputi: 1. hasil dan rekomendasinya patut diragukan akurasinya. 3. kenyamanan. komponen sosial dan komponen kesehatan masyarakat baik pada tahap kegiatan penambangan maupun pada tahap kegiatan pembangunan pabrik semen dan jalan produksi. menyimak komponen-komponen. kuantitas dan kualitas air permukaan. Rekomendasi ANDAL bukanlah satu-satunya ”kartu AS” untuk melegalkan pemerintah memperbolehkan atau tidak memperbolehkan berdirinya suatu perusahaan di suatu lokasi lingkungan. sikap dan persepsi masyarakat. 4. 4. Kelayakan hasil AMDAL Sukolilo masih harus dinilai Komisi Penilai AMDAL yang terdiri dari unsur pemerintah dan unsurunsur masyarakat yang terkena dampak sehingga belum tentu diijinkan. estetika benteng alam.

4. Hal ini disebabkan PPLH Undip bekerja atas kepentingan atau atas permintaan (dibayar) dari PT SG selaku pemrakarsa pembangunan pabrik semen di Sukolilo sehingga bisa diragukan independensinya. Sementara skor tiga komponen lainnya adalah minus yang bermakna terjadi penurunan kualitas lingkungan. Karena itu. jika masyarakat meragukan atau tidak percaya dengan “kewajaran dan netralitas” hasil AMDAL PPLH Undip-PT SG maka bisa dibentuk tim AMDAL independen untuk menilai tingkat kelayakan. Bukti-bukti empiris dari sejumlah negara juga perlu disertakan untuk memberikan gambaran yang utuh tentang dampak sosial-ekologis kepada masyarakat. pemerintah dan publik untuk pertimbangan dalam bersikap dan mengambil keputusan apakah mengijinkan atau tidak mengijinkan PT SG mendirikan pabriknya di Sukolilo. hanya komponen sosial.KERTAS POSISI langsung yang ”jujur” dari masyarakat yang terkena dampak langsung atau tidak langsung dan pihak-pihak kompeten untuk menerimanya (willingness to accept). Hasil studi empiris tersebut perlu disosialisasikan secara jujur dan transparan kepada masyarakat setempat. ekonomi dan budaya yang mendapat skor positif 4. Dari empat komponen yang dianalisis. 2. yaitu fisik-kimia.3.90%. keakuratan dan kevalidan hasil AMDAL PPLH Undip-PT SG. Permasalahan krusial 1. ekonomi dan budaya. sosial. yang diukur hanya hal-hal yang bersifat jangka pendek atau . dan kesehatan masyarakat. Masih perlu dilakukan suatu studi empiris yang mendalam dan jujur untuk menyajikan fakta-fakta tentang dampak-dampak positif dan negatif terhadap masyarakat dan lingkungan secara longitudinal (jangka waktu yang panjang) yang telah ditimbulkan PT SG dan sejumlah perusahaan semen lainnya di Indonesia selama ini. Hasil analisis dan rekomendasi ANDAL dari PPLH Undip bisa diragukan kewajaran atau kejujurannya oleh masyarakat. Khusus untuk komponen sosial. misalnya dari perguruan tinggi dan LSM. ekonomi dan budaya.Tim ANDAL independen bisa dibentuk atas permintaan masyarakat yang kontra dengan rencana pembangunan pabrik atau kelompok masyarakat independen. 3. Hasil dan rekomendasi AMDAL Undip-PT SG diduga tidak akurat dan bahkan mungkin menyesatkan sehingga perlu dikaji ulang oleh tim independen yang kompeten. biologi.

besarnya PAD yang terkuras untuk biaya pemulihan lingkungan pasca perusahaan beroperasi. bukan sebagai pemilik wilayah yang bisa menjual/membeli semaunya. rusaknya sarana dan prasarana akibat aktivitas ekonomi perusahaan dan masih banyak lagi yang bersifat jangka panjang tidak diperhitungkan. Padahal. namun secara moral dan etika lingkungan perlakuan tersebut salah kaprah karena dalam proses studi kelayakan dan tawar-menawar berdirinya suatu perusahaan di suatu lokasi/daerah. partisipasi aktif dari masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan. Sementara pemerintah seharusnya berperan sebagai mediator. Pemberdayaan masyarakat setempat juga hanya slogan semata. fasilitator dan pengayom. Yang lebih parah lagi. sarana dan prasarana. Rusaknya ekosistem dan hilangnya sumber penghidupan (air) bagi masyarakat di 10 kecamatan dari generasi ke generasi apabila PT SG berdiri tidak diperhitungkan. . • Dalam Laporan RKL dan RPL sama sekali tidak terlihat bagaimana keterlibatan aktif masyarakat ”korban” dalam proses perencanaan. Meski secara prosedural AMDAL mungkin benar. Ini aneh karena sejumlah bukti empiris menunjukkan kecemburuan dan gejolak sosial justru meningkat signifikan pasca perusahaan yang mengeksploitasi sumberdaya alam dan lingkungan berdiri. pemantauan. 3. dalam pengukuran komponen sosial-budaya. pendapatan asli daerah (PAD). evaluasi dan umpan-balik terhadap kinerja sosial dan lingkungan PT SG pada setiap tahapan yang akan dilalui.KERTAS POSISI pragmatis misalnya kesempatan kerja. besaran nilai kecemburuan sosial dan pemberdayaan masyarakat justru positif yang bermakna akan meningkatkan kualitas lingkungan.Laporan Hasil AMDAL per November 2008 yang diterbitkan Direktur Litbang & Operasional PT SG mengandung sejumlah keterbatasan (kelemahan) yang serius: • Laporan tersebut memperlakukan lingkungan hidup. ekosistem dan masyarakat Sukolilo sebagai ”obyek penderita” yang dianalisis dan akan dijadikan ”komoditas transaksi ekonomi’ antara PT SG dan Pemda Pati yang dianggap sebagai subyek pelaku. subyek pelakunya adalah masyarakat ”calon korban” dan perusahaan. tingginya tingkat kemiskinan dan kematian selama dan pasca perusahaan beroperasi. peluang berusaha. Sementara potensi masyarakat akan kehilangan lapangan pekerjaan akibat hilangnya lahan pertanian.

pemantauan. Dampak 1. Memenuhi kebutuhan semen dalam negeri 3. Potensi berbagai jenis limbah: padat. keinginan menggebu-gebu PT SG untuk segera mendirikan pabriknya di Pati karena menilai potensi nilai ekonomis yang akan diperoleh perusahaan dari aset lingkungan Sukolilo sangat besar atau bisa mendongkrak nilai aset dan laba perusahaan dalam jangka panjang. perubahan morfologi dan fisiografi. lalulintas dan proses alamiah di kawasan karst. kestabilan lahan.KERTAS POSISI pembangunan. Manfaat Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam batu kapur dan tanah liat sebagai bahan baku semen 2. 4. limbah cair. Pengabaian tersebut memberi kesan seolah-olah ”aset lingkungan” Sukolilo tidak memiliki harga ekonomis yang tinggi sehingga biarlah kekuatan pasar. ekologi. pengendalian dan umpan-balik kinerja lingkungan dari suatu perusahaan merupakan persyaratan mutlak yang perlu dipertimbangkan. terutama kekuatan atau kesediaan membayar (willingness to pay) dari PT SG. Meningkatkan pendapatan asli daerah 4. yang menentukan harganya. . Kebutuhan tenaga kerja yang besar 6.4. minyaa dan gas 7. Debu yang keluar dari cerobong 2. Penggunaan lahan yang luas 3. limbah gas dari pembakaran batubara. Kebutuhan energi panas yang cukup besar 1. Problema Dampak dan Manfaat ekonomi Dalam Laporan ANDAL (Bab 1) memang telah dipaparkan dampak dan manfaat yang bakal timbul jika PT SG jadi mendirikan pabriknya di Sukolilo (lihat tabel berikut). Padahal. debu. evaluasi. meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sarana dan prasarana wilayah. Kebutuhan energi listrik yang cukup besar 4. Berpotensi mengganggu sistem geohidrologi dan topografi karst. • Dalam laporan ANDAL tidak terlihat hasil valuasi ekonomi terhadap nilai atau harga ”aset lingkungan Sukolilo” yang akan dieksploitasi SG. kesempatan kerja dan kesempatan berusaha 5. dampak sosial.

tingkat kemiskinan dan kematian masyarakat begitu tinggi. menjadi sumber penyakit dan bencana alam. Hal ini sungguh aneh karena yang ditunjukkan seharusnya sejumlah konsekuensi negatif yang bakal ditanggung penduduk setempat dan pemerintah. terlihat manfaat 1-4 hanya bersifat normatif saja. menyimak kedangkalan paparan dampak dan manfaat yang disajikan dalam laporan ANDAL. Valuasi ekonomi aset lingkungan . Karena itu. Sementara dampak 6-7 sudah memaparkan potensi risiko berkelanjutan yang bakal ditanggung masyarakat dan pemerintah serta lingkungan bila pabrik semen SG jadi didirikan. tingkat keresahan dan gejolak sosial begitu tinggi. kenaikan tingkat kesejahteraan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja hanya bisa dinikmati dalam satu atau dua generasi alias jangka pendek. justru mudarat berkepanjangan yang harus ditanggung. Tapi setelah itu. Dari sisi manfaat ekonomi yang ditunjukkan. Dan lebih penting lagi. Manfaat 1-3 lebih berorietansi pada kepentingan negara dan daerah serta masyarakat luas daripada kepentingan masyarakat dan lingkungan setempat (yang akan mengorbankan hak hidup layak masyarakat Sukolilo).5. manfaat ekonomi berupa peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) untuk meningkatkan APBD/APBN. maka harus dilakukan kajian yang mendalam secara ekonomi dan ekologi tentang potensi costsbenefits berkelanjutan yang bakal ditanggung dan dinikmati masyarakat dan lingkungan Sukolilo apabila pabrik semen SG beroperasi. sangat pragmatis dan lebih berorientasi pada kepentingan ekonomi jangka pendek. Fakta-fakta empiris menunjukkan bahwa di daerah-daerah yang terdapat banyak perusahaan pertambangan beroperasi. pemerintah harus menyisihkan sekitar 520% APBN/APBD secara berkelanjutan untuk biaya pemulihan lingkungan yang tak pernah kunjung selesai.KERTAS POSISI Dari sejumlah dampak yang ditunjukkan. 4. tampak bahwa dampak 1-5 lebih berorientasi pada konsekuensi ekonomi yang bakal ditanggung perusahaan yang bisa berpotensi menurunkan laba perusahaan. Singkatnya. pasca operasi perusahaan. dan rusaknya ekosistem. Sementara manfaat 4 lebih berorientasi pada kepentingan ekonomi masyarakat setempat dalam jangka pendek (10-20 tahun) sehingga sangat berpotensi mengorbankan kepentingan hak-hak hidup generasi-generasi berikutnya pasca operasi perusahaan.

RPL dan RKL telah disepakati bersama antara PT SG. Jika salah satu pihak tidak menyepakati atau tidak menerima harga yang ditawarkan.54% (dari kisaran 1 hingga -1) patut diRAGUKAN keakuratan dan kevalidannya. Untuk menentukan berapa level harga yang optimal dan bisa disepakati.6. banyak . tolok ukur dan justifikasi yang sama. Kesimpulan • Sukolilo bisa dijual oleh masyarakat atau dibeli PT SG jika telah dilakukan: 1) hasil ANDAL. masyarakat setempat (pro-kontra) dan pemerintah. model valuasi.KERTAS POSISI Dalam teori ekonomi/akuntansi lingkungan. pemerintah) untuk menerima harga yang ditawarkan perusahaan. Prinsip willingness to accept (WTA): A Penentuan harga pasar suatu aset lingkungan didasarkan pada kemauan perusahaan untuk menerima harga yang ditawarkan pihak lain atau pihak lain (masyarakat. kedua belah pihak perlu memiliki basis teoritis. Berdasarkan prinsip hypothetical valuation tersebut. dan 2) valuasi ekonomi untuk menentukan harga pasar yang wajar dan analisis sustainable costs-benefits yang berbasiskan pada pilar lingkungan. Alasannya. perusaahaan dan masyarakatlah yang berperan dominan menentukan berapa harga maksimal dari suatu aset lingkungan. • Hasil AMDAL PPLH Undip-PT SG yang merekomendasikan “Layak Lingkungan Bersyarat” dengan merujuk pada nilai holistik ANDAL sebesar -0. sosial. ekonomi dan keadilan yang berkelanjutan. didasarkan pada 2. variabel-variabel ukuran. Peran pemerintah dalam proses valuasi tersebut adalah sebagai stimulator dan fasilitator atau “wasit” agar kedua pihak bisa melakukan valuasi dan menentukan harga aset lingkungan secara fair alias tidak curang. ada dua prinsip valuasi aset lingkungan (hypothetical valuation) yang biasa digunakan untuk memvaluasi nilai suatu aset lingkungan: 1. Prinsip willingness to pay (WTP): A Batas atas nilai pasar suatu aset lingkungan kemauan perusahaan untuk membayarnya. maka tidak terbentuk suatu level harga atau tidak terjadi proses jualbeli asset lingkungan. 4.

Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Perijinan . Nomor : 591/001/2008. punya integritas yang tinggi dan merupakan representasi dari pihak-pihak yang berkepentingan langsung atau tidak langsung. ekonomi dan budaya.KERTAS POSISI variabel dampak negatif dari komponen sosial. Masalah Perijinan a. semua pihak. Apabila diperhitungkan besar kemungkinan nilai holistiknya MENJADI lebih besar dari -1 sehingga rekomendasinya adalah TIDAK LAYAK LINGKUNGAN. b. Kekeliruan dalam pengambilan keputusan saat ini justru bisa menimbulkan penyesalan dan kutukan. Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Perijinan Terpadu Kabupaten Pati. Pertimbangan utamanya harus difokuskan pada dampakdampak sosial-ekologi secara berkelanjutan yang bakal timbul bila PT SG membangun pabriknya di Sukolilo karena sifatnya adalah permanen. kolektif dan berkelanjutan. serta kesehatan masyarakat yang tidak diperhitungkan dalam ANDAL. Semoga tidak demikian. maka tim Komisi Penilai AMDAL haruslah independen. Terbit 4 Januari 2008. (orientasi bisnis penanaman modal). karena dampaknya hanya bersifat jangka pendek. menjadi sumber malapetaka dan bisa mengakibatkan Pemda Pati dan Jateng kian melarat di kemudian hari. Ijin lokasi Pabrik. • V. jangan menempatkan pertimbangan ekonomi (dampak positif-negatif) sebagai “panglima tertinggi” dalam berargumentasi dan mengambil keputusan. terutama pemerintah daerah. parsial dan seringkali lebih banyak menimbulkan masalah daripada solusi. kompeten. MASALAH-MASALAH REGULASI 1. Dalam menghadapi kasus pro-kontra rencana dibangunkannya pabrik semen PT SG di Sukolilo (Pati). Alasannya. • Karena Komisi Penilai AMDAL menjadi faktor penentu dalam menilai kelayakan hasil AMDAL PPLH Undip-PT SG dan boleh atau tidak boleh diijinkannya PT SG mendirikan pabrik di Sukolilo. Hal ini dimaksudkan agar keputusan atau hasil penilaian yang dihasilkan komisi ini bisa fair dan diterima masyarakat.

. d. Kab. e. Terbit 14 Juni 2005. Kantor Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Pati. telah sesuai dengan RTRW Pati dengan berdasar Naskah Akademik RTRW Kab. yakni perda RTRW Kab. Surat Pernyataan Bupati Pati Nomor: 131/1814/2008 tentang Kesesuaian RTRW Kab. Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Perijinan Terpadu Kabupaten Pati. Tasiman pada 17 April 2008 ini tidak memiliki landasan dan kekuatan hukum yang jelas. Fakta Raperda RTRW 2008-2027. b. Surat pernyataan yang diterbitkan oleh Bupati Pati. Terbit 29 April 2008. Semen Gresik (Persero) Tbk. Masalah Penyesuanai RTRW-Kabupaten a. Nomor: R/070/082. Badan Planologi Kehutanan Departemen Kehutanan Nomor: 5. Bahkan surat pernyataan ini bisa dikategorikan melawan hukum oleh karena surat itu dengan sengaja menganulir keputusan yang ada diatasnya. Jateng. Nomor : 540/040/2008. Tbk. Semen Gresk Tbk. c. Nomor : 540/039/2008. Ijin Pertambangan Daerah Eksploitasi Galian Golongan C Batu Kapur. terdapat kesesuaian dalam hal peta wilayah eksploitas penambangan dan rencana penambangan PT. Pati. Surat Rekomendasi Penelitian/Research/Kegiatan Sejenisnya. Pati Tahun 2007 dan Raperda RTRW Kab. Tidak Keberatan atas Pelaksanaan Penelitian dan Pengumpulan Data dengan judul: Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) Perluasan pabrik Semen Terintegrasi PT. 2. Pati (tanpa tahun).449/VII-KP/2005 tentang Persetujuan Ijin Kegiatan Penyediaan Umum/Eksplorasi Dalam Rangka Pendataan dan Inventarisasi Bahan Galian Batu Kapur dan Tanah Liat. berlaku mulai 29 April sampai 20 September 2008. Pati Prov. Terbit 22 April 2008. Ijin Pertambangan Daerah Eksploitasi Galian Golongan C Tanah Liat. Pati Tahun 2001-1011. Bahwa lokasi pengambilan bahan baku semen PT. akan tetapi hingga saat ini (10 Oktober 2008) dokumen tersebut belum disahkan menjadi Perda RTRW Kabupaten Pati.KERTAS POSISI Terpadu Kabupaten Pati. Terbit 22 April 2008. Semen Gresik. Meskipun memang pada dokumen RTRW Kabupaten Pati (versi revisi 2008-2027).

hasil penelitian tersebut tidak menyebutkan golongan karst dari pegunungan Kendeng. Gabus. Padahal.2009 Kabupaten Pati masih dalam proses persetujuan Pemerintah Pusat. Tayu. Rikky Raimon. Namun demikian. Perda RTRW Kabupaten Pati periode 2006-2007 telah kadaluarsa. Cluwak.  Kawasan peruntukan industri besar dan sedang terdapat di Kecamatan Margorejo. 131/1814/2008 tanggal 17 April 2008 untuk dijadikan rujukan dalam menilai kesesuaian rencana kegiatan dengan tata ruang kabupaten dan membuat Semen Gresik dapat merealisasikan rencananya untuk membangun Semen Gresik di Kecamatan Sukolilo. Batangan. ataupun III belum memiliki dasar hukum. Juwana. Departemen ESDM bekerjasama dengan Semen Gresik tentang kawasan karst Sukolilo tahun 2005. Kayen. dkk). sebagai berikut:  Pertama. dan Gunungwungkal. Yogyakarta (Dikky Mesah. dan Gabus. rencana pembangunan Semen Gresik tidak berdasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Pati tentang Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) karena Rancangan Perda RTRW 2008. BEBERAPA PELANGGARAN Setelah mempelajari sejumlah data dari beragam sumber. Pucakwangi. Kayen. Dalam Surat Bupati Pati tersebut dinyatakan bahwa:  Lokasi kawasan pertambangan golongan C terdapat di Kecamatan Sukolilo.  Kedua. Sukolilo. penetapan pegunungan Kendeng sebagai kawasan Karst jenis I. sedangkan rencana lokasi pabrik semen di Kecamatan Sukolilo sudah sesuai dengan butir kedua. Dukuhseti. II. Pati. Tlogowungu. Tambakromo. Pati. Kondisi ini pastinya dipahami oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pati.KERTAS POSISI VI. Semen Gresik hanya mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Tata Lingkungan Geologi dan Kawasan Pertambangan. Surat Bupati tidak memiliki kekuatan hukum sebagai pengganti Perda. dan juga Pusat Studi . Gembong. maka didapat informasi tentang beberapa pelanggaran berkaitan dengan rencana pendirin pabrik semen ini. tetapi yang menjadi ganjil adalah ketika Bupati Pati mengeluarkan Surat Bupati Pati No. di dalam KA ANDAL tersebut. AB Rodialfallah. Acintyacunyata Speleological Club (ASC). Sementara hasil penelitian dari Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta (Bapak Eko Teguh Paripurno). Berdasarkan hal tersebut maka lokasi rencana kegiatan penambangan bahan baku di Kecamatan Sukolilo sudah sesuai dengan butir satu.

Kecamatan Grobogan. Tasiman. Bupati Pati. SH juga menyatakan bahwa semua fraksi di DPRD Pati mendukung rencana pembangunan pabrik semen dan meminta masyarakat supaya tidak melakukan penolakan. Ketua DPRD Pati. di luar hal teknis dan regulasi. 1 Agustus 2008 . Tasiman juga mengancam kepada masyarakat yang menolak rencana pembangunan pabrik semen itu dengan istilah: Jangan membangunkan macan tidur!5. 1456/K/20/MEM/2000 pasal 12. Fakta lain.KERTAS POSISI Lingkungan Hidup UGM tentang kajian potensi Kars Kawasan Sukolilo. Kecamatan Brati. Kecamatan Ngaringan. Selain itu perbukitan kawasan Kars Sukolilo berfungsi sebagai daerah resapan dan penyimpan air untuk mata air-mata air yang mengalir di pemukiman. Kabupaten Blora. Kayen dan Tambakromo. yaitu Kecamatan Sukolilo. Sunarwi. Tidak hanya itu. Pegunungan Kendeng Utara di Jawa Tengah ditetapkan oleh KepMen ESDM sebagai kawasan Kars Sukolilo yang meliputi tiga kabupaten: Kecamatan Sukolilo.000 hektar. Hapir semua 5 Harian Kompas.000 jiwa menggantungkan hidupnya pada mata air dari pegunungan kendeng untuk kebutuhan sehari-hari dan juga untuk pengairan lahan pertanian seluas lebih dari 30. baik di bagian Utara maupun bagian Selatan kawasan ini yang meliputi Pati dan Grobogan. lebih dari 300. Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati. Di tiga kecamatan yang masuk dalam wilayah kabupaten Pati. sehingga Pemerintah di dua kabupaten ini seharusnya menetapkan kawasan ini sebagai kawasan Kars yang dilindungi agar fungsinya tetap terjaga sehingga resiko bencana kekeringan bagi 8000 kepala keluarga dan 4000 ha lahan pertanian di kemudian hari dapat dihindari. Kecamatan Kayen. Kecamatan Wirosari. Pati menyimpulkan bahwa kawasan Kars Pati–kawasan kars Grobogan masuk dalam klasifikasi kars I menurut Kepmen ESDM no. Kecamatan Tawang Harjo. aparat pemerintah daerah juga melakukan berbagai praktik intimidasi kepada masyarakat yang menolak rencana ini. Kabupaten Grobogan. Beberapa fakta bisa dilihat dalam beberapa pemberitaan media massa. SH bahkan berkali-kali mengeluarkan statement yang mengancam dan menuduh bahwa aksi-aksi penolakan ditumpangi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan bukan orang asli Pati. Bupati Pati. dan Kecamatan Todanan.

Ahmad Yani 06 Pati dalam bentuk dokumen kliping Koran. Sebagian mereka bahkan berperan sebagai makelar tanah untuk proyek ini. VII.  Perubahan fungsi lahan-lahan pertanian menjadi daerah hunian dan berbagai macam bangunan. Selain dampak lingkungan.KERTAS POSISI statement yang dilontarkan oleh Pemkab (baik oleh bupati maupun staf-staf Pemkab) terkait dengan pro-kontra rencana pembangunan pabrik semen ini tidak ada yang mengindikasikan i’tikat baik kepada masyarakat yang kontra rencana pembangunan pabrik semen ini6. aktivitas produksi masyarakat setempat. Jl. . dan lain-lain7.  Hilangnya mata pencaharian sebagian besar masyarakat wilayah Pati Selatan yang menggantungkan hidupnya pada keberadaan lahan pertanian. apa yang dilakukan kepala desa dan perangkat desa tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Pemkab. jelas akan memunculkan dampak pada lingkungan maupun masyarakat sekitar. 7 Warga bernama Salim Desa Tompe Gunung dan Purwati Desa Sumbersoko mengalami hal ini. antara lain:  Perpindahan tempat tinggal yang berarti tergusurnya masyarakat lokal dan digantikan oleh masyarakat pendatang yang memiliki modal lebih besar. Sekitar 95% kepala desa dan perangkat desa yang berada diwilayah yang masuk peta rencana pembangunan pabrik semen. disamping bersikap mendukung rencana itu juga melakukan intimidasi kepada masyarakat yang menolak. 6 Semua dokumen pendukung terkait dengan hal ini bisa didapatkan di Yayasan SHEEP Indonesia Sekretariat Jawa Tengah. Bentuk intimidasi itu berupa pelarangan terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap mendukung penolakan rencana pabrik semen. Pemkab juga tidak memiliki inisiatif untuk menemui dan membangun komunikasi kepada masyarakat yang kontra. Dampak dari akan dikeprasnya pegunungan kapur dan diambilnya tanah liat untuk bahan baku semen akan mengakibatkan beberapa dampak sebagai berikut:  Perubahan pada produktivitas. DAMPAK YANG DITIMBULKAN Dengan 2000 hektar lahan yang akan digunakan untuk pabrik Semen Gresik.  Perubahan fungsi lahan perikanan menjadi daerah industri dengan tingkat kepadatan yang tinggi. menakut-nakuti warga yang tidak bersedia menjual tanahnya dengan berbagai modus. industrialisasi akan membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Menurut kesaksian masyarakat terkait dengan peran-serta pemerintah desa.

tanah longsor. misalnya perubahan ekosistem pada lingkungan sekitar. gempa bumi. lumpur Lapindo. Kabupaten Pati di temukan 24 mulut gua. polusi suara. tsunami. zat-zat beracun dalam limbah pabrik. Kondisi ini jelas akan memicu persaingan yang menjurus pada konflik pada masyarakat sekitar lokasi pabrik semen. satu-satunya jalan untuk mengurangi bencana tersebut hanyalah menghijaukan kembali Pegunungan Kendeng menjadi kawasan lindung. Hal ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional Pasal 53 Ayat 1 dan 3dan Pasal 60 Ayat 2 huruf ( c) dan ( F ). proses penambangan secara besar-besaran akan membawa dampak pada keseimbangan lingkungan. dimana 14 diantara dengan jelas memiliki aliran sungai aktif. dan perubahan suhu udara. Tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber dan disusun ulang oleh Muhammad Kodim (Divisi Advokasi DESANTARA) Lampiran: Penyebaran Mulut Gua Dari pendataan yang di lakukan di 10 desa di kecamatan Sukolilo.  Rusaknya tatanan sosial dan budaya karena proses industrialisasi akan memunculkan banyaknya tempat-tempat hiburan yang cenderung menuju ke arah kemaksiatan. Tabel 1. hilangnya sumber mata air. kekeringan. polusi udara. dan lain-lain. Dengan adanya bukti banyaknya bencana alam seperti banjir.KERTAS POSISI  Hilangnya semangat kebersamaan dikarenakan tenaga kerja yang diserap oleh industri semen jelas tidak akan menampung seluruh tenaga kerja yang telah kehilangan lahan pertanian. Daftar gua di kawasan Kars Pati (Kendeng Utara) DESA DUSUN Posisi ENTRANCE KETERANGAN . Selain itu.

06 400 37. Daftar mata air kawasan Kars Pati (Kendeng Utara) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ADMINISTRASI DESA Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung DUSUN Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung NAMA MATA AIR Pring Sono Gosangen Ngreceh Nggowak Sobrah Kembang Pring II Tileng KOORDINAT X 495380 495217 495138 495278 495254 495145 495159 495190 495165 Y 9232604 9232632 9232685 9232249 9232110 9231814 9231614 9231555 9231385 ELEVASI (Mdpl) 265 232 234 259 277 303 296 292 292 0.40 6.50 DEBIT (Liter/Dtk) Pemanfaatan KK .KERTAS POSISI NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Kedu Mulyo Kedu Mulyo Kedu Mulyo Kedu Mulyo Kayen Kedu Mulyo Kayen Gadudero Sumber Mulyo Sumber Mulyo Sumber Mulyo Kedung Winong Baleadi Baleadi Baleadi Sukolilo Sukolilo Sukolilo Lebak Kulon Lebak Kulon Bisik Ledok Ledok Ledok Gedongan Gedongan Kedumulyo Kedumulyo Jimbaran Kedumulyo Jimbaran Gadu Dero Kancil Kancil Kancil Kedung Winong Baleadi Baleadi Baleadi Misik Misik Misik NAMA_GUA Bandung Serut Gondang Banyu Payung Gogak Tapan Kedung Aron Wareh Lowo Pancur Lemburan Glatik Kidang Tangis Telo Ngancar Pawon Jolotundo N Jolotundo N Sumur Jolot Hampek Lowo Misik Kalisampang X 490087 490140 492234 492413 491903 492118 493903 492003 495611 494804 492674 495671 497530 492099 492885 492977 492670 489399 486572 486585 486590 492113 492629 492524 Y 9232536 9232198 9232443 9232824 9233771 9233756 9234051 9232224 9234218 9233774 9231037 9234385 9234389 9234089 9231663 9231392 9231392 9232737 9232552 9232503 9232522 9232404 9232765 9232411 Z 104 155 172 213 97 127 54 161 45 183 253 43 37 59 281 289 265 107 33 43 40 177 258 201 Horizontal Horizontal Horizontal Horizontal Horizontal Horizontal Horizontal Horizontal Horizontal Horizontal Horizontal Horizontal Horizontal Horizontal Vertikal Vertikal Vertikal Horizontal Horizontal Horizontal Vertikal Horizontal Vertikal Vertikal Berair/2 Entran Tidak ada ket Berair Berair Ceruk Tidak ada ket Tidak Berair Tidak Berair Berair Berair Berair Tidak Berair Berair Tidak Berair Berair Berair Berair Tidak ada ket Berair Berair Berair Berair Berair Tidak ada ket Tabel 2.70 400 200 0.

50 13.90 16.50 3.40 23.KERTAS POSISI 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Suko Sumber Suko Sumber Suko Sumber Suko Sumber Suko Sumber Suko Sumber Suko Sumber Suko Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Tompe Gunung Gelur Gelur Gelur Gelur Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Kancil Kancil Kancil Kancil Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Soko Sumber Suko Sumber Suko Sumber Suko Sumber Suko Sumber Suko Sumber Suko Sumber Suko Sumber Suko Bowong Gadu Tambang Tempel Sukolilo Lebak Kulon Lebak Kulon Bendo Gentungan Jeruk Bulung Dhanyangan Anonim Dringo Telogo Mbah Dirjo Deleg Bulusan Pucung Kaligede Kompan Blekuthuk Sendang Penatas Pandanan Klampok Nglemprak Pancuran Keceh Keceh II Lebak Cilik Bendo Gayam Sumber Soko 1 Sumber Soko 2 Sumur 1 Sumur 2 Sumur 3 Sumur 4 Sumur 5 Sumur 6 Sumur 7 Sumur 8 Sumur 9 Sumur 10 Sumur 11 Sumur 12 Sapi Kalangan Tambang Duayah Kalireco Sumber Sumber Bendo 495377 494675 494730 494809 496293 496611 496262 496216 496467 496998 497156 496765 493396 493397 493358 493480 492671 492155 492117 491652 491936 492005 491877 492711 493333 493854 493834 493816 493784 493808 493897 493962 494033 494050 494081 494106 494102 490548 491826 490163 490545 490464 490472 490598 9231337 9231892 9231499 9231534 9232261 9232815 9232058 9232125 9230914 9231083 9231156 9231306 9231292 9230984 9230991 9230868 9231037 9231454 9231448 9231055 9230918 9230977 9230562 9229284 9229616 9229672 9229698 9229686 9229714 9229635 9229640 9229688 9229682 9229651 9229673 9229659 9229698 9233401 9234416 9233268 9233128 9232962 9232438 9232173 305 280 296 295 271 155 231 227 270 226 215 231 206 287 290 300 260 235 248 228 244 248 272 318 325 336 338 335 339 338 335 334 332 340 344 346 341 54 23 47 70 71 90 126 0.90 24.44 50 150 70 70 50 28 8.80 500 300 75 150 350 .53 400 0.64 0.50 14.93 19.29 10.50 19.94 4.88 4 0.88 45.19 83.38 8.46 250 500 150 11.20 22.80 22.

86 44.40 71.20 8.89 22.90 6.11 2.52 26.60 63.KERTAS POSISI 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Sukolilo Gadudero Gadudero Gadudero Kedu Mulyo Kayen Kayen Kayen Kayen Kedung Winong Kedung Winong Kedung Winong Baleadi Baleadi Mlawat Sukolilo Sukolilo Tambak Selo Tambak Selo Tambak Selo Gemblung Gemblung Tengahan Sumber Soko Nggeceh Ledok Ledok Gadudero Gadudero Gadudero Kedu Mulyo Jimbaran Jimbaran Kayen Kayen Kedung Winong Kedung Winong Kedung Winong Baleadi Baleadi Mlawat Misik Misik Banyu Biru Sumber Dudukan Sumber Kedungaron Sumber Gemblung Anonim Sumber Lawang Sumber Getuk Sumber Geceh Sumber Pucung Gayam Kepoh Grubug Sumber Krawon Asem Bosok Sumber Ndodo Sumber Glatik Sumur Tuang Sumur Tuang Lanang Wedok Dukuh Pacul Cendi Beji Giwang Belik Ungu Belik Sampang 491321 491800 492003 490918 491114 491332 491587 492140 491314 491333 492084 492237 492960 495823 497231 497530 496538 496538 489175 488929 488696 486614 486635 486417 492826 492473 9232196 9231817 9232224 9231784 9232690 9231950 9231572 9231457 9233116 9233014 9234465 9234460 9234589 9234518 9234117 9234389 9234018 9234018 9233096 9233033 9232268 9232709 9232820 9232574 9232316 9232093 153 189 161 197 122 159 175 235 81 96 16 22 25 104 46 37 49 49 44 44 104 31 35 35 255 252 36.60 49.40 178.30 50 100 50 500 500 500 .60 16.50 48.26 32.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful