MEROKOK

Definisi Merokok
• Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. • Merokok adalah menghisap asap tembakau yang dibakar ke dalam tubuh dan menghembuskannya kembali ke luar (Armstrong, 1990).

Perokok di bagi menjadi dua macam, yaitu:  perokok aktif adalah orang yang merokok secara langsung menghisapnya rokok  perokok pasif adalah orang yang menghisap asap rokok orang lain.

Zat-zat yang terkandung dlm Rokok
• • • • • • • Nikotin Tar Karbon monoksida Ammonia Aseton Hydrogen cyanide Arsen/arsenik

PREVALENSI
• Prevalensi merokok di kalangan orang dewasa meningkat ke 31,5% pada tahun 2001 dari 26,9 % pada tahun 1995 Lebih dari 6 dari 10 pria merokok, namun sedikit wanita yang merokok. Pada tahun 2001, 62,2% dari pria dewasa merokok, dibandingkan dengan 53,4 % pada tahun 1995. Hanya 1,3% wanita dilaporkan merokok secara teratur pada tahun 2001. Jadi, hampir satu dari tiga orang dewasa merokok.

PENYEBAB MEROKOK
Menurut Jamaludin (2011), beberapa pengaruh yg menyebabkan merokok: • Pengaruh orangtua • Pengaruh pergaulan • Faktor kepribadian • Pengaruh iklan

Menurut Laventhal (dalam Harsiwi, 2012) beberapa motif merokok, yaitu: • Faktor Biologis menekankan pada kandungan nikotin di dalam rokok yang dapat mempengaruhi ketergantungan seseorang pada rokok secara biologis. • Faktor Psikologis, dibagi ke dalam lima bagian, yaitu: Kebiasaan, Reaksi emosi yang positif, Reaksi penurunan emosi, Alasan sosial, Kecanduan atau ketagihan

Hasil Wawancara terkait dg Faktor Penyebab Merokok
• Subjek “Y” (Mahasiswa, umur 22 tahun), Y merokok sejak SMA kelas 3. Penyebabnya berawal dari depresi, karena menurutnya pelampiasan yang paling ringan dan aman. Rokok satu bungkus bisa di pakai dalam dua hari. • Selain itu merokok bagi “Y” sebagai teman disaat mengisi waktu senggang dan bersantai.

Lanjut....
• Bagi “Y” merokok bukanlah suatu kecanduan, namun keinginan. Sehingga dia bisa tidak merokok jika sedang berada di rumah, karena takut dimarah oleh orangtuanya. Tapi kalau sudah diluar rumah “Y” kembali lagi merokok. • Subjek “H” (Mahasiswa, umur 20 tahun), merokok sejak SMP kelas 2. dimulai karena awalnya ikut-ikutan akhirnya suka dan berlanjut menjadi suatu kebutuhan. Sehari menghabiskan 2 bungkus rokok, jika tidak merokok seperti ada sesuatu yang kurang/mengganjal. saat ini sudah berusaha mengurangi demi kesehatan jadi dalam sehari mengkonsumsi satu bungkus rokok.

Lanjut....
• Subjek “N” (Pekerja, umur 33 tahun), mulai merokok sejak STM kelas 1, karena ikut-ikutan teman, awalnya merokok terasa pusing namun akhirnya terasa enak dan menjadikan rokok sebagai suatu kebutuhan. Mending beli rokok daripada beli makan. • Subjek “B” (Pekerja, umur 26 tahun), mulai merokok sejak SMA kelas 2, karena ikut-ikutan teman, kemudian menjadi kebiasaan. Namun, karena terserang penyakit bronkitis, sehingga mengharuskan berhenti dan kini merokok bukan menjadi suatu kebutuhan lagi.

Dinamika Merokok
Berdasarkan hasil wawancara yang pada 4 sampel secara acak, beberapa dinamika merokok antara lain : • Dampak merokok bagi Subjek “Y” (Mahasiswa, umur 22 tahun). • Dampak Positif pada Subjek “Y”, Merokok sebagai pelampiasan apalagi kalau sedang sumpek, rokok merupakan pelampiasan yang paling asik karena dapat membuat diri menjadi lebih rileks, pikiran menjadi lebih jernih, membuat diri menjadi lebih tenang.

• Dampak positif lainnya bagi “Y” seorang perokok lebih mudah dalam beradaptsi dan bersosialisasi, karena merokok di sini sebagai pembangun raport yang baik untuk mencairkan suasana menjadi lebih akrab dan nyaman bagi sesama perokok. • Sedangkan dampak negatif pada subjek “Y” kognisi menjadi menurun gampang pikun, gampang capek, nafas menjadi sesak.

• Dampak negatif lainnya bagi “Y” adalah untuk ekonomi memang rokok lumayan menguras uang sakunya, karena jika uang untuk membeli rokok tersebut ditabung mungkin jumlah lumayan banyak untuk di belanjakan pada hal yang lebih bermanfaat. • Dampak merokok bagi subjek “H” (Mahasiswa, umur 20 tahun), Dampak yang dirasakan oleh Subjek “H” nafas terasa sesak, bagian belakang leher terasa sakit dan gampang capek serta mudah pikun. • Dampak merokok bagi subjek “N” (Pekerja, umur 33 tahun), Nafas menjadi sesak, wajah menjadi ga fresh, bibir menjadi hitam. Kalau tidak merokok kepala pusing, muut terasa pahit, rokok dapat menghilangkan stres. • Dampak merokok bagi subjek “B” (Pekerja, umur 26 tahun), Terserang penyakit bronkitis, sehingga mengharuskan berhenti.

Dampak merokok
Dampak pada biologis, yaitu: • Rokok adalah pemicu kanker yang sangat baik • Penyakit yang disebabkan rokok antara lain bronkhitis, gangguan pernafasan, stroke, jantung dan juga gangguan fungsi ginjal. • Dampak negatif merokok yang lain adalah terganggunya fungsi seksual, seperti impoten pada pria. Bagi wanita yang merokok, bisa membuat wanita tidak memiliki anak karena akan mengalami keguguran.

Dampak pada psikologis, sosial dan ekonomi, • Perokok akan ketagihan merokok, hal ini bisa membuat perokok tidak konsentrasi dalam pekerjaan jika tidak merokok (di tempat kerja manapun, umumnya terdapat larangan merokok). • Perokok bisa juga mengalami hal buruk dalam sosialisasinya. • Dampak negatif merokok yang lain adalah menyebabkan penurunan ekonomi.

PENYESUAIAN DIRI PEROKOK
• Terdapat 4 tahap dalam perilaku merokok, yaitu: a. Tahap prepatory b. Tahap initiaton c. Tahap becoming a smoker d. Tahap maintenance of smoking

RESPON PSIKOLOGIS & FISIK
• Aspek-aspek kecanduan merokok menurut Sani (Rahman, 2012) adalah sebagai berikut: • Ketagihan secara fisik atau kimia, yaitu ketagihan terhadap nikotin (nicotine addiction) • Automatic Habit, berupa kebiasaan dalam merokok (ritual habit) seperti membuka bungkus rokok, menyalakannya, menghirup dalam-dalam, merokok sehabis makan dan merokok sambil minum kopi dan lain-lain • Ketergantungan psikologis/ emosional, dimana kebiasaan merokok dipakai dalam mengatasi halhal yang bersifat negatif, misalnya rasa gelisah, kalut ataupun frustasi.

Treatment
Menurut Fawzani & Triratnawati (2005),terdapat tiga macam cara untuk menghentikan merokok yaitu: • metode pengobatan (therapy) pemberian obat berupa permen “antinik”, yang gunanya untuk menghilangkan nikotin dan tar yang ada dalam paru-paru. • perubahan perilaku (changing behavior) seseorang berubah tanpa bantuan obat-obatan, merupakan metode yang paling sederhana, paling mudah dimengerti, paling banyak dicoba, tetapi paling banyak membuat seseorang tidak berhasil atau gagal.

• dorongan positif (positif encouragement) berarti memasukkan pikiran dan perilaku positif dengan perilaku yang diinginkan.

Penanganan lain menurut Durand (2007): a. Substitusi Agonis b. Penanganan Aversif

Pencegahan
• Kita bisa mulai dari keluarga sendiri, dari anak kita sendiri. • Bisa dimulai dengan tidak memberi contoh kebiasaan merokok dalam keluarga. • Berlakukan aturan dan larangan merokok bagi setiap anggota keluarga tanpa kecuali. • Berikan pengetahuan dan pengertian yang tepat dan proporsional tentang bahaya yang timbul akibat kebiasaan merokok

Jurnal terkait
1. Efek Merokok Pasif Pada Kesehatan Anak Anak. 2. Efek Berhenti Merokok Pada Fungsi ParuParu Dan Peradangan Saluran Napas Pada Perokok Yang Mengidap Asma.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful