MAKALAH Kasus 3 diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah CNP 1 oleh : Azkya Aryun 220110090079 Desiani Indah

W 220110090141 Dwi Murbarani 220110090108 Galis tresnariyas 220110090113 Lidya Latifah N 220110090107 Lita Puspita Dewi 220110090096 Marthina Chyntia 220110090068 Mita Puspitasari 220110090119 Pisca Octiany P 220110090003 Ripa Sapitri 220110090005 Rizky Amalia 220110090065

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2011

KASUS 3: Sehat, Air Bersih dan Sanitasi Lingkungan Wilayah Pujasari merupakan wilayah pemukiman penduduk yang terletak di wilayah pusat perkotaan sehingga cukup padat, di mana letak antara rumah penduduk berdekatan bahkan berdempetan. Diantara rumah sebagian besar terdiri dari gang-gang, dimana kondisinya cukup permanen. Jarak satu rumah dengan rumah lainnya bervariasi anatar 0,5 s/d 1 meter. Jumlah penduduk wilayah Pujasari sebanyak 1.486 jiwayang terdiri dari 419 KK. Sebagian besar bekerja sebagai karyawan swasta, ibu rumah tangga, dan wiraswasta dengan penghasilan diatas UMR. Kelembaban udara di wilayah tersebut cukup dingin di malam hari dan cukup panas pada siang hari. Hal ini diperburuk dengan pemukiman penduduk yang padat, sehingga dapat mempengaruhi masuknya sinar matahri ke pemukiman penduduk. Sebagian besar warga wilayah tersebut memiliki jenis rumah permanen, hanya sebagian kecil yang memiliki jenis rumah semi permanen. Seluruh keluarga memiliki jamban keluarga. Namun demikian untuk pembuangan limbah hampir seluruh keluarga membuang limbah ke sungai dan hanya bebeerapa keluarga saja yang memiliki septic tank. Seluruh keluarga di wilayah tersebut menggunakan sumber air bersih dari PDAM, sumur pompa dan sumur gali untuk keperluan umum dan keperluan rumah tangga lainnya. Beberapa keluarga memiliki lebih dari satu sumber air, misal: PDAM dengan sumur pompa atau PDAM dengan sumur gali. Berdasarkan hasil wawancara dengan warga dan tokoh masyarakat didapat keterangan bahwa seluruh sampah dari setiap keluarga akan diangkut petugas pada setiap harinya, kemudian sampah tersebut dibakar di tempat khusus. Tidak semua keluarga melakukan pemilahan sampah basah dan sampah kering sebelum sapah tersebut diangkut oleh petugas. Sebagian besar warga memiliki tempat sampah terbuka, hanya sebagian kecil warga yang menggnakan sampah tertutup. Wilayah Pujasari berada di bawah jalan layang (flyover), sehingga warga sering kali mengeluhkan banyaknya sampah karena sampah dibuang begitu saja oleh pengguna jalan layang, selain suara bising dan udara yang menyesakkan akibat kendaraan bermotor dari jalan layang. Selama ini belum pernah ada kejadian luar biasa, tetapi banyak warga mengalami penyakit, seperti ISPA, TBC, demam berdarah dan diare. Bila dilihat dari kebiasaan warga, hampir seluruh warga laki-laki memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah yang sebagian besar tidak memiliki kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni rumah, tidak mencuci tangan sebelum makan, biasa jajan sembarangan serta masih ada ditemukan rumah keluarga yang belum bebas jentik.

SGD Step 1

PERTANYAAN! 1. UMR (Rizki): 2. Jentik (Riva):

JAWABAN! 1. Upah minimum rata-rata (Lidya) 2. -Larva (Lita) -Telur nyamuk (Mita) -Biasanya hidup di genangan air (Lidya)

Step 2 dan 3

PERTANYAAN! 1. Pisca: Jarak normal rumah? 2. Mita: kriteria sampah basah dan kering? 3. Marthina: kriteria rumah sehat? 4. Dwi: apakah ketersediaa air terganggu dengan jarak rumah yang dekat? 5. Galis: pengelolaan sampah? 6. Riva: maksud luas lantai? 7. Azkya: cara memusnahkan sampah? 8. Rizki: mengapa bisa ada jentik nyamuk dan cara memusnahkannya? 9. Lita: upaya pemerintah? 10. Galis: apakah harus dibuat septic tank umum? 11. Rizki: air dari sumur galian apakah sudah tercemar limbah dari air sungai? 12. Mita: kenapa sampah basah dan kering harus dipisah?

Pisca: penanggulangan keluhan sinar matahari yang terbatas? 16. Mita: kriteria lingkungan sehat? 19. berjarak antar rumah. rumah memiliki jamban sendiri dan udara yang tidak berbau -Riva: ventilasi yang baik 4. jauh dari kawasan pabrik dan ada lahan . ada pengelolaan sampah -Mita: memiliki septic tank masing-masing. Desiani: apakah kepadatan rumah berpengaruh juga terhadap kelembababan udara? 14. Marthina: upaya dari RW memberitahu masalah di wilayah ini ke pemerintah? 23. sumur pompa dan PDAM? 15. sampah kering adalah sampah yang tidak bisa membusuk atau didaur ulang 3. Riva: cara menanggulangi banyaknya sampah dan suara bising dari jalan layang? 22.Galis: ada ruang terbuka. Pisca: kriteria tempat sampah yang terbuka dan tertutup? 26. Galis: cara merubah kebiasaan buruk masyarakata? 25.13. kapan penggunaan sumur gali. Galis: apakah ada peraturan khusus tentang jarak rumah? 21. Ibu Raini: kriteria UMR? JAWABAN! 1. Lidya: positif dan negatif hidup dibawah flyover? 17. 2. -Rizki: tergantung kondisi lingkungan -Riva: tergantung daerah -Lidya: tergantung penghijauan 5. -Pisca: dipisah yang basah dan kering -Lidya: yang tidak dapat membusuk. -Pisca: bersih. Lita: sampah basah adalah sampah yang bisa membusuk. Marthina: jika ada dua sumber air bersih. hijau . Riva: penkes? 24. dikubur. Azkya: bagaimana cara mengakali septic tank yang hanya ada di beberapa rumah? 20. Desiani: Penyakit TBC/ISPA apakah karena kebiasaan buruk masyarakat? 18.

dengan bantuan tawas atau kaporit. 9. Dwi: 2. dan yang kering didaur ulang. dapat dipilah untuk diolah kembali 13. dapat berbau tidak sedap dan merupakan sarang penyakit -galis: jika dipisah. -Desiani: Lihat izin tinggal -Riva: pemindahan lokasi -rizki: mengurangi urbanisasi -marthina: pemenuhan fasilitas 10. -Mita: 3M (menguras. -lita: berisik dan polusi -mita: tidak ada yang positif 17. 7.5-3 m2/orang sama seperti nomer 5 Marthina: RW menghubungi pengelola sampah 8. -desiani: kurangnya pengetahuan -galis: pemasangan kaca di atap -rizki: dipengaruhi ventilasi rumah 16. Ada pengelolaan sampah ventilasi . Beri penyuluhan kepada warga tentang pentingnya septic tank 11. 15. mengubur dan membilas) dan fogging. -rizki: sanitasi air bersih. -mita: ada pengolahan lagi dan usahakan berjarak dari limbah -galis: bias terkontaminasi -riva: beri jarak untuk mengurangi pencemaran 12. -riva: faktor yang mempengaruhi seprti iklim -rizki: dipengaruhi oleh ventilasi rumah 14. -lidya: boleh.-Mita: yang basah dijadikan pupuk. -pisca: memudahkan pengelolaan -rizki: jika tidak. lihat daya tampung dan dilakukan penyedotan berkala -riva: difasilitasi tiap warga -rizki: tidak disarankan. 6. 18 dan lidya: IYA -marthina: ada penghijauan dan taman bermain anak-anak.

23.pembuangan limbah . lita: laporkan ke pemerintah -rizki: cara menghindari penyakit adalah menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk -marthina: penggunaan air bersih -lidya: PHBS 24. mitha: jangan ada rumah dibawah jalan layang. sanitasi lingkungan: -pengolahan dan pengelolaan sampah: macam-macamnya .kriteria TPA dan TPS . -Riva: tempat sampah terbuka berupa tumpukan sampah dan tempat sampah tertutup terkubur -mita: tempat sampah terbuka tidak menggunakan tutup da tempat sampah tertutup menggunakan tutup 26. -- Step 4: MINDMAP 1. dan akibatnya jika tidak diolah -ciri-ciri air tercemar -bahan pencemar air -definisi limbah 3.konsep: definisi. 20.19. kriteria dan jenis . penkes tutor 11 25. peraturan untuk tida membuang sampah di jalan layang bagi pengguna jalan dan pemberdayaan petugas kebersihan 22. Sehat: -konsep sehat dan sakit -PHBS -faktor lingkungan -faktor yang mempengaruhi 2. Air bersih: -kriteria -sumber: dari jarak dan jenis -pengolahan air bersih. galis: septic tank bersama -- 21.

UMR dari gaji bersih adalah pe pembayaran yang diberikan dari perusahaan kepada karyawan sebagai kompensasi kerjanya. memberantas jentik nyamuk dirumah 8. sehingga kalau diperhitungkan dengan tunjangan maka besar gaji yang diterima karyawan di atas UMR. UMR ini disebut gaji bersih karena gaji pokoknya tidak termasuk tunjangan karyawan. poinnya termasuk: 1. pengaturan tentang UMR : Di setiap daerah untuk upah minimum mempunyai standar yang berbeda-beda. -pisca: menurut WHO sehat adalah sempurna secara fisik dan mental -dinda: menurut UU no.23/1992 sehat adalah suatu keadaan sejahtera jasmani dan rohani 2. tetapi tidak termasuk tunjangantunjangan karyawan. makan buah dan sayur setiap hari . menggunakan jamban sehat 7. dan lain-lain. pisca: PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) adalah perilaku kesehatan sehingga anggota keluarga dapat menolong dirinya sendiri. seperti uang makan. menggunakan air bersih 5.-pengaruh pengelolaan sampah dengan lingkungan . sehingga Pemerintah menetapkan Undang-undang mengenai pengaturan Upah Minimum Regional yang biasa disebut UMR. transport.kriteria rumah sehat dan yang tidak Step 5: LO 1. Reporting: Step 7 1. menimbang bayi dan balita 4. Nomer 1 dan 20: peraturan pemerintah tentang jarak antar rumah : diatur dalam Perda DKI Jakarta No 7-1991. persalinan ditolong oleh bidan yang berpengalaman 2. pemberian asi ekslusif 3. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. 2. kesehatan.

animal: bangkai binatang 6. dapat atau tidak dibakar 6. household refuse: campuran perumahan 7. dapat membusuk atau tidak Karakteristik berdasarkan nama: 1. demolition waste: sisa pembangunan gedung 9. Sanitasi lingkungan: -lidya: cara pengawasan masyarakat menitikberatkan pada kesehatan lingkungan 4. tidak merokok didalam rumah 3. industri: sampah hasil dari pertaian atau industri 11. jalan. melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. industri 2. abandoned vehicle: bangkai kendaraan 8. rubbish: mudah atau tidak terbakar 3. street sweeping: sampah dari jalanan 5. solid: zat organik . umum. fisik: kering dan basah -rizki: 4. Kimia: organik 5. limbah dan sampah -lita: segala sesuatu dari sekitar kita -mita: definisi sampah adalah sesuatu yang tidak dikehendaki lagi dan bersifat padat yang ada yang bisa membusuk maupun tidak -marthina: kriteria: 1. asess: hasil pembakaran industri 4. Asal: buangan Rumah tangga.9. pasar. jenis: organik dan anorganik 3. Garbage: zat-zat mudah membusuk 2. construction waste:sisa bangunan berupa tanah atau batu 10.

merupakan yang paling baik 2. kering dan tidak mudah terbakar Konsep pengelolaan sampah: . composing: dekomposisi zat-zat organik 4. dumping in water: dibuang ke sungai atau ke laut 8. Pengolahan berupa daur ulang atau pupuk.12. -lita: pengolahan sampah secara teknologi( komposing dan pupuk kalsium) . individual intineration: pembakaran sampah mandiri 9. salvaging: sampah yang dipakai lembab Metode pengumpulan sampah -rizki: duet: kering dan basah Trio: basah. listrik. discharge to sewers: dihaluskan 6. khusus: memerlukan penanganan khusus Pengolahan: -galis: pemusnahan melalui ditanam atau dibakar. intineration: dibakar 3. reduction: sampah dihancurkan menajdi kecil 11. hot feeding: sejenis garbage kepada hewan ternak 5. recycling: daur ulang 10. dumping: diletakkan begitu saja di lapangan terbuka -rizki 7. mandiri dan berbasis masyarakat jenis-jenis pemusnahan: -mita: 1. Pengelelolaan sampah dari tempat sampah hingga ke TPA. sanitary bandfill: ditimbun dengan tanah.

-marthina: terdapat ventilasi. EPR dan prinsip pengotor pembayar Manfaat pengelolaan sampah: -pisca: 1.5-3 m3/orang) -lidya: Kebiasaan dan perilaku penghuni yang baik 1. Terhubung dengan listrik minimal 450 watt dan sumber air bersih dari sumur maupun PDAM. Serta adanya bak sampah dan saluran air -riva: ada ventilasi alami. tinja dan limbah -galis: ventilasi minimal 5 persen dari luas lantai -azkya: menurut depkes RI no. Terdapat saran dan prasarana berupa drainase. 829/menkes/SK/VII/1999 rumah sehat terletak pada daerah yang bukan rawan bencana. jalanan. membersihkan rumah . langit-langit triplek. lingkungan asri 5. bukan bekas pertambangan atau TPA. kebisingan 45-55 desibel. cahaya dan jarak yang cukup (3. Penghematan SDA 2. Dinding diplester. dan bukan pada daerha rawan kecelakaan. cahaya cukup. mengurangi pencemaran 5. luas bangnan 21-36 m2. cukup air bersih dan pengolahan limbah. Kualtias tanah tidak mengandung zat-zat kimia yang berlebih. ada pengelolaan pembuangan sampah. rumah sehat Kriteria: -rizki: RSS(rumah sangat sederhana) : luas tanah 60-90 m2. lantai keramik. dapur dan kamar tidur.-lidya: hirarki sampah. penghematan lahan TPA 4. taman bermain. penghematan energi 3. Fasilitas: terdapat wc. -lita: kualitas udara: ambien( bebas gas beracun).

lampu jalan tidak menyilaukan. .2. menjemur bantal. mebuka jendela pada pagi hari 7. sarana drainase dan jalanan dengan syarat tidak membahayakan kesehatan. kelembaban: 40-70 persen 6. dinding anyaman dan tidak terdapat MCK. guling dan kasur 4. menjaga kesehatan 6. Suhu udara: 18-30 derajat celcius 5. tidak memakai kasur bertingkat Syarat udara bersih: -Galis: 1. tidak tidur bersama orang yang sakit 5. jembatan penyeberangan diberi pengaman. Rumah yang tidak layak huni: -lidya: atap daun. bersin dan batuk sembarangan 3. debu maksimum 350 mikrometer kubik per meter kuadrat per hari 3. gas beracun tidak terdeteksi 2. tidak ada binatang penular penyakit Prasarana dan sarana yang dibutuhkan: -mita: taman bermain. adanya penghijauan -pisca: 4. lantai tanah. tidak meludah.

Self care Resoureces : encangkup pengetahuan. Pengetahuan perawat tentang status perkembangan individu memudahkan untuk melaksanakan pengkajian terhadap individu dan membantu mengatisipasi perilaku-perilku selanjutnya.Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia. 2. Proses disini adalah adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapai terhadap lingkungan sosialnya.PEMBAHASAN KASUS DI MAKALAH KONSEP SEHAT DAN SAKIT BEBERAPA DEFINISI SEHAT SAKIT 1. Mengandung 3 karakteristik : 1. 3. 3. DEFINISI SEHAT PAUNE (1983) Sehat : Fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri (self care Resouces) yang menjamin tindakanuntuk perawatan diri ( self care Aktions) secara adekual.DEFINISI SEHAT SAKIT MENURUT DASAR KEPERAWATAN DEFINISI SEHAT (WHO) 1947 sehat : Suatu keadaan yang sempurna baik fisik. tetapi tidak dapat mengungkapkan dan mengatasi. bukan merupakan suatu keadaan tapi merupakan ptoses. Contoh : .Cina : sehat adalah keseimbangan antara Yin dan yang. Faktor yang mempengaruhi diri seseorang tentang sakit : 1. DEFINISI SEHAT MENURUT PERSEORANGAN Pengertian sehat menurut perseorangan dan gambaran seseorang tentang sehat sangat bervariasi. mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemhan. Self care Aktions : Perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh. merasa sehat.Pengaruh sosial dan kultural Masing-masing kultur punya pandangan tentang sehat dan diturunhan dari orang tua keanakanak. Sehat bukan merupakan suatu kondisitetapai merupakan penyesesuaian. mempertahan kan dan menigkatkanfungsi psicososial da piritual. Perilaku yang sesuai dengan tujuan. 2. 2.Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif. . 3. keterampilan dan sikap. Pengalaman masa lalu.Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan ektersnal. perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesesuaian diperlukan untuk mempertahankanstabilitas dan integritas struktural. Sosok (ekonomi rendah) flu suatu yang biasa. Contoh : Bayi dapat merasakan sakit.DEFINISI SEHAT SAKIT DALAM KEPERAWATAN DEFINISI SEHAT PENDER (1982) Sehat : Perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain (Aktualisasi). Kemampuan mengerti tentang keadaan sehat dan kemampuan merespon terhadap perubahandalam kesehatan dikatakan dengan usia.Status Pekembangan.

Jarak dalam skala ukur : keadaan sehat secara optimal pada satu titik dan kemauan pada titik yang lain. Penyakit adalah istilah medis yang digambarkansebagai gangguan dalam fungsi tubuh yang menghasilkan berkuranya kapasitas. Penerimaan terhadap sakit. . sakit.Tahap asumsi terhadap peran sakit (sick Rok). 2. Mempunyai 3 aspek : secara fisik : nyeri. 4. b. sakit dan penyakit pada dasarnya merupakan keadaan sehat dan sakit. Respons emosi terhadap ketakutan / kecamasan. DEFINISI SAKIT yaitu defiasi / penyimpangan dari status sehat.sebagai manifetasi keberhasilan / kegagalan dalam beradaptasi dengan lingkungan.Hasil interaksi seseorang dengan lingkungan. Faktor-fktor yang mempengaruhi tingkah laku sehat. Hubungan antara sehat. nyeri. sekolah.Gangguan Kesehatan. 1. 3. 2. merasa dirinya tidak sehat / merasa timbulnya berbagai gejala merasa adanya bahaya. Body Image (gambaran diri). 3. buruk. Seseorang mengharapkan dapat berfungsi pada tingkat yang tinggi baik fisik maupun psikososialnya jika mereka sehat. kebutuhan. Faktor lain yang berhubungan dengan diri sendiri. panas tinggi.Suatu skala ukur secara relatif dalam mengukur ke dalam sehat / kesehatan seseorang. Individu mencari kepastian sakitnya dari keluarga atau teman : menghasilkan peran sakit. 1. dan bersifat individual.Self Esleem (harga diri). PEMONS (1972) Sakit : gangguan dalam fungsi normal individu sebagai tatalitas termasuk keadaan organisme sebagai siste biologis dan penyesuaian sosialnya.Adanya gejala : Naiknya temperatur.Bagaimana individu menerima dirinya dengan baik / secara utuh. Konsultasi dengan orang terdekat : gejala perasaan. mengikuti nasehat teman / keluarga. 4. Tahap Transisi : individu percaya bahwa ada kelainan dalam tubuh .Persepsi tentang bagaimana mereka merasakan : baik. 1. SEJAHTERA SEHAT-SEHAT MENENGAH (YANG SEKALI – SEKALI NORMAL SAKIT) Tahapan sakit menurut Suchman terbagi menjadi 5 tahap yaitu : a.Seseoran dapat mempertimbangkan adanya rasa nyeri / sakit disfungsi (tidak berfungsi) membantu menentukan definisi seorang tentang sehat. 2. Kognitif : interprestasi terhadap gejala. Harapan sesorang tentang dirinya. Sehat sakit berada pada sesuatu dimana setiap orang bergerak sepanjang kehidupannya. Mencari pertolongan dari profesi kesehatan yang lain mengobati sendiri. 2.Kemampuan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari : bekerja . kadang-kadang mencoba pengobatan dirumah. peran dan kemampuan. 3.kedudukannya : dinamis. BAUMAN (1965) Seseoang menggunakan3 kriteria untuk menentukan apakah mereka sakit : 1.

Keyakinan bahwa mereka akan baik.Jika tidak ada gejala : individu mempersepsikan dirinya sembuh.Individu yang sakit : meminta nasehat dari profesi kesehatan atas inisiatif sendiri. Individu masih mencari penegasan dari keluarga tentang sakitnya. Perawat * Mengkaji kebutuhan ketergantungan pasien di kaitkan dengan tahap perkembangan. 3 tipe informasi : 1. c.Tahap kontak dengan pelayanan kesehatan . Tahap ketergantungan Jika profesi kesehatan menvalidasi (menetapkan) bahwa seseorang sakit : menjadi pasien yany tergantungan untuk memperoleh bantuan. e. jika ada gejala kembali pada posisi kesehatan.Akhir dari tahap ini dapat ditentukan bahwa gejala telah berubah dan merasa lebih buruk. d. * Support terhadap perilaku pasien yang mengarah pada kemandirian. 2. 3. Validasi keadaan sakit. Tahap Penyembuhan Pasien belajar untuk melepaskan peran sakit dan kembali pada . . Penjelasan tentang gejala yang tidak dimengerti. Setiap orang mempunyai ketergantungan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Rebcana pengobatan dipenuhi / dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman.

persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan 2. makan buah dan sayur setiap hari 9. menimbang balita setiap bulan 4. ragam makanan. Rumah tangga Ber-PHBS adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di rumah tangga yaitu : 1. memberi bayi ASI ekslusif 3. mengkonsumsi Garam beryodium. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya . Anggota keluarga giat bekerja. PHBS di rumah tangga di lakukan untuk mencapai rumah tangga Ber-PHBS. menggunakan jamban sehat 7. . PHBS di rumah tangga    PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memperdayakan anggota rumah tangga agar tahu. memberantas jentik di rumah sekali seminggu 8. minum tablet darah. Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah –masalah kesehatan. memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Anak tumbuh sehat dan cerdas. membersihkan lingkungan.PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) Definisi PHBS keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat. Bagi Masyarakat:    Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. Manfaat di rumah tangga dengan PHBS Bagi Rumah Tangga :     Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit. mencuci tangan dengan air brsih dan sabun 6. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada. menggunakan air bersih 5. tidak merokok di dalam rumah. mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. melakukan aktifitas fisik setiap hari 10. pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

1193/Menkes/SK/X/2004 adalah “Perilaku Hidup Bersih & Sehat 2010” atau “PHBS 2010”. dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan c. Memberdayakan individu. Meningkatkan investasi dalam bidang promosi kesehatan pada khususnya dan bidang kesehatan pada umumnya Tujuan dan sasaran: a. Mencegah timbulnya penyakit dan masalah-masalah kesehatan lainnya b. ambulans desa dan lain-lain. Yang dimaksud dengan “PHBS 2010” adalah keadaan dimana individu-individu dalam rumah tangga (keluarga) masyarakat Indonesia telah melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka : a. Menanggulangi penyakit dan masalah-masalah kesehatan lain. dalam program-program kesehatan Meningkatkan kemitraan sinergis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. keluarga. Mengembangkan dan menyelenggarakan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat 2. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. baik langsung maupun media massa . serta antara pemerintah dengan masyarakat (termasuk LSM) dan dunia usaha. maupun melalui pengorganisasian dan penggerakan masyarakat b. khususnya pemberdayaan masyarakat. Individu dan keluarga  Memperoleh informasi kesehatan melalui berbagai saluran. Memanfaatkan pelayanan kesehatan d. PROMOSI KESEHATAN 1. arisan jamban. Visi Promosi Kesehatan Visi Promosi Kesehatan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI No. Mengadvokasi para pengambil keputusan dan penentu kebijakan serta pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholders) dalam rangka :     Mendorong diberlakukannya kebijakan dan peraturan perundangundangan yang berwawasan kesehatan Mengintegrasikan promosi kesehatan. baik melalui pendekatan individu dan keluarga. Misi Promosi Kesehatan a. tabungan ibu bersalin. Membina suasana atau lingkungan yang kondusif bagi terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat c.

Mempunyai pengetahuan, kemauan dan kemampuan untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya  Memperaktikkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menuju keluarga atau rumah tangga sehat  Mengupayakan paling sedikit salah seorang menjadi kader kesehatan bagi keluarga  Berperan aktif dalam upaya/kegiatan kesehatan. b. Tatanan sarana kesehatan, institusi pendidikan, tempat kerja dan tempat umum   Masing-masing tatanan mengembangkan kader-kader kesehatan Mewujudkan tatanan yang sehat menuju terwujudnya kawasan sehat.

c. Organisasi masyarakat/organisasi profesi/LSM dan media massa    Menggalang potensi untuk mengembangkan perilaku sehat masyarakat Bergotong royong untuk mewujudkan lingkungan sehat Menciptakan suasana yang kondusif untuk mendukung perubahan perilaku sehat.

d. Program/petugas kesehatan    Melakukan integrasi promosi kesehatan dalam program dan kegiatan kesehatan Mendukung tumbuhnya perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan individu, keluarga atau kelompok yang menjadi kliennya Meningkatkan mutu pemberdayaan masyarakat dan pelayanan kesehatan yang memberikan kepuasan kepada masyarakat.

e. Lembaga pemerintah/politisi/swasta   Peduli dan mendukung upaya kesehatan, minimal dalam mengem- bangkan lingkungan dan perilaku sehat Membuat kebijakan dan peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan dampaknya dibidang kesehatan.

Pengertian dan sasaran: 1. Beberapa Pengertian a. Promosi Kesehatan Upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. b. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana (social support) dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) sebagai suatu upaya untuk membantu masyarakat

mengenali dan mengetahui masalahnya sendiri, dalam tatanan rumah tangga, agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya. c. Rumah Tangga Adalah wahana atau wadah, dimana keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan anakanaknya melaksanakan kehidupan sehari-hari d. PHBS Tatanan Rumah Tangga Adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. e. PHBS Tatanan Institusi Pendidikan Adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di tatanan institusi pendidikan

2. Sasaran Intervensi a. Tatanan Rumah Tangga Sasaran PHBS di rumah tangga adalah seluruh anggota keluarga secara keseluruhan dan terbagi dalam : 1) Sasaran primer Adalah sasaran utama dalam rumah tangga yang akan dirubah perilakunya atau anggota keluarga yang bermasalah (individu dalam keluarga yang bermasalah) 2) Sasaran sekunder Adalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu dalam keluarga yang bermasalah misalnya, kepala keluarga, ibu, orang tua, tokoh keluarga, kader tokoh agama, tokoh masyarakat, petugas kesehatan dan lintas sektor terkait, PKK 3) Sasaran tersier Adalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu dalam menunjang atau mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya pelaksanaan PHBS misalnya, kepala desa, lurah, camat, kepala Puskesmas, guru, tokoh masyarakat dll. b. Tatanan Institusi Pendidikan Sasaran PHBS di tatanan institusi institusi pendidikan dan terbagi dalam : pendidikan adalah seluruh anggota keluarga

1) Sasaran primer Adalah sasaran utama dalam institusi pendidikan yang akan dirubah perilakunya atau murid dan guru yang bermasalah (individu/kelompok dalam institusi pendidikan yang bermasalah). 2) Sasaran sekunder Adalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu dalam institusi pendidikan yang bermasalah misalnya, kepala sekolah, guru, orang tua murid, kader kesehatan sekolah, tokoh masyarakat, petugas kesehatan dan lintas sektor terkait, PKK 3) Sasaran tersier Adalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu dalam menunjang atau mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya pelaksanaan PHBS di institusi pendidikan misalnya, kepala desa, lurah, camat, kepala Puskesmas, Diknas, guru, tokoh masyarakat dan orang tua murid.

STRATEGI PHBS Menyadari bahwa perilaku adalah sesuatu yang rumit. Perilaku tidak hanya menyangkut dimensi kultural yang berupa sistem nilai dan norma, melainkan juga dimensi ekonomi, yaitu hal-hal yang mendukung perilaku, maka promosi kesehatan dan PHBS diharapkan dapat melaksanakan strategi yang bersifat paripurna (komprehensif), khususnya dalam menciptakan perilaku baru. Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan telah menetapkan tiga strategi dasar promosi kesehatan dan PHBS yaitu : 1. Gerakan Pemberdayaan Pemberdayaan adalah proses pemberian informasi secara terus-menerus dan berkesinambungan mengikuti perkembangan sasaran, serta proses membantu sasaran agar sasaran tersebut berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek knowledge), dari tahu menjadi mau (aspek attitude), dan dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku yang diperkenalkan (aspek practice). Sasaran utama dari pemberdayaan adalah individu dan keluarga, serta kelompok masyarakat. Bilamana sasaran sudah akan berpindah dari mau ke mampu melaksanakan, boleh jadi akan terkendala oleh dimensi ekonomi. Dalam hal ini kepada yang bersangkutan dapat diberikan bantuan langsung, tetapi yang seringkali dipraktikkan adalah dengan mengajaknya ke dalam proses pengorganisasian masyarakat (community organisation) atau pembangunan masyarakat (community development). Untuk itu sejumlah individu yang telah mau, dihimpun dalam suatu kelompok untuk bekerjasama memecahkan kesulitan yang dihadapi. Tidak jarang kelompok ini pun masihjuga memerlukan bantuan dari luar (misalnya dari pemerintah atau dari dermawan). Disinilah letak pentingnya sinkronisasi promosi kesehatan dan PHBS dengan program kesehatan yang didukungnya. Hal-hal yang akan diberikan kepada masyarakat oleh program

tokoh pengusaha. bukan sebelumnya.Memuat rumusan masalah dan alternatif pemecahan masalah . Binasuasana Binasuasana adalah upaya menciptakan lingkungan sosial yang mendorong individu anggota masyarakat untuk mau melakukan perilaku yang diperkenalkan. (4) sepakat untuk memecahkan masalah dengan memilih salah satu alternatif pemecahan masalah. yaitu : a.hendaknya disampaikan pada fase ini.Dikemas secara menarik dan jelas . dan tepat.Sesuai minat dan perhatian sasaran advokasi .Berdasarkan kepada fakta atau evidence-based . Pada diri sasaran advokasi umumnya berlangsung tahapantahapan.Sesuai dengan waktu yang tersedia. Pihak-pihak yang terkait ini bisa berupa tokoh masyarakat formal yang umumnya berperan sebagai penentu kebijakan pemerintahan dan penyandang dana pemerintah.Memuat peran si sasaran dalam pemecahan masalah . cermat. kelompok arisan. Perlu disadari bahwa komitmen dan dukungan yang diupayakan melalui advokasi jarang diperoleh dalam waktu singkat. (3) peduli terhadap pemecahan masalah dengan mempertimbangkan berbagai alternatif pemecahan masalah. Pendekatan Kelompok c. orangorang yang menjadi panutan/idolanya. (2) tertarik untuk ikut mengatasi masalah. Bahan-bahan advokasi harus disiapkan dengan matang. Terdapat tiga pendekatan dalam Bina Suasana. perlu dilakukan Bina Suasana. dan (5) memutuskan tindak lanjut kesepakatan. dan lain-lain yang umumnya dapat berperan sebagai penentu ”kebijakan” (tidak tertulis) dibidangnya dan atau sebagai penyandang dana non pemerintah. Advokasi Advokasi adalah upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (stakeholders). dan bahkan masyarakat umum) menyetujui atau mendukung perilaku tersebut. yaitu (1) mengetahui atau menyadari adanya masalah. Oleh karena itu. Pendekatan Masyarakat Umum 3. Dengan demikian. maka advokasi harus dilakukan secara terencana. majelis agama. Juga dapat berupa tokoh-tokoh masyarakat informal seperti tokoh agama. dan lain-lain. yaitu : .kesehatan sebagai bantuan. Bantuan itu hendaknya juga sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pendekatan Individu b. untuk mendukung proses pemberdayaan masyarakat. . Seseorang akan terdorong untuk mau melakukan sesuatu apabila lingkungan sosial dimana pun ia berada (keluarga di rumah. 2.khususnya dalam upaya meningkatkan para individu dari fase tahu ke fase mau.

Penggerakan pelaksanaan. Secara singkat. tetapi harus melibatkan petugas lintas program dan lintas sektor terkait terutama masyarakat itu sendiri.Penggerakan dan Pelaksanaan 4. Pengkajian 2. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota harus dapat mengkoordinasikan dan menyusun kegiatan promosi kesehatan dan PHBS di wilayahnya dengan melibatkan sarana-sarana kesehatan yang ada di Kabupaten/Kota tersebut Program PHBS secara operasional dilaksanakan di Puskesmas oleh petugas promosi kesehatan Puskesmas dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor terkait dengan sasaran semua keluarga yang ada di wilayah Puskesmas. masalah perilaku (PHBS) dan sumber daya. rumusan intervensi dan jadwal kegiatan. Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Rumah Sakit bertugas melaksanakan promosi kesehatan dan PHBS kepada individu dan keluarga yangdatang ke Rumah Sakit. Pemantauan dilakukan secara berkala dengan menggunakan format pertemuan bulanan. Perencanaan 3. Pemantauan dan Penilaian Pengkajian dilakukan terhadap masalah kesehatan.MANAJEMEN PHBS Promosi kesehatan dan PHBS di Kabupaten/Kota dikoordinasikan melalui tiga sentra. Manajemen PHBS di Puskesmas dilaksanakan melalui penerapan fungsifungsi menejmen secara sederhana untuk memudahkan petugas promosi kesehatan atau petugas lintas program di Puskesmas dalam pelaksanaan program PHBS di Puskesmas. Penanggung jawab dari semua kegiatan promosi kesehatan dan PHBS di daerah adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Manajemen PHBS di Puskesmas dilaksanakan melalui empat fungsi tahapan Manajemen sesuai kerangka konsep sebagai berikut : Kerangka konsep Manajemen PHBS: 1. Dalam setiap tahapan Manajemen tersebut petugas promosi kesehatan tidak mungkin bisa bekerja sendiri. merupakan inplementasi dari intervensi masalah terpilih. Perencanaan berbasis data akan menghasilkan rumusan tujuan. Puskesmas merupakan pusat kegiatan promosi kesehatan dan PHBS di tingkat kecamatan dengan sasaran baik individu yang datang ke Puskesmas maupun keluarga dan masyarakat di wilayah Puskesmas. yang penggerakannya dilakukan oleh petugas promosi kesehatan. yaitu Puskesmas. sedangkan penilaian dilakukan pada enam bulan pertama atau akhir tahun berjalan. Luaran pengkajian adalah pemetaan masalah PHBS yang dilanjutkan dengan rumusan masalah. sedangkan pelaksanaannya bisa oleh petugas promosi kesehatan atau lintas program dan lintas sektor terkait. tahapan Manajemen PHBS di Puskesmas/Desa/Keluarahan dan luarannya adalah sebagai berikut : . Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melaksanakan promosi kesehatan untuk mendukung promosi kesehatan dan PHBS yang dilaksanakan oleh Puskesmas dan Rumah Sakit serta sarana pelayanan kesehatan lainnya yang ada di Kabupaten/Kota.

rumusan intervensi dan jadwal kegiatan Daftar kegiatan dan penanggung jawab masing-masing kegiatan dan intervensi masalah PHBS terpilih Evaluasi dan penilaian hasil kegiatan melalui kunjungan rumah. Orang bijak mengatakan bahwa “Sehat memang bukan segalanya tetapi tanpa kesehatan segalanya menjadi tidak berarti”. Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. Pemantauan dan Penilaian PENTINGNYA PHBS 1. Pengkajian • Pengkajian masalah kesehatan • Pengkajian masalah PHBS • Pemetaan wilayah • Pengkajian sumber daya 2. Perencanaan 3. kemauan dan kemampuan para pengambil keputusan dan lintas sektor terkait agar PHBS menjadi program prioritas dan menjadi salah satu agenda pembangunan di Kabupaten/Kota. Penggerakan dan Pelaksanaan LUARAN 10 penyakit terbanyak. Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga 4. Dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan dan usaha lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota rumah tangga 4. Oleh karena itu pada tanggal 1 Maret 1999 Presiden RI mencanangkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan yang artinya setiap sektor harus mempertimbangkan dampak pembangunan terhadap kesehatan 3. masalah strata kesehatan tatanan dan ketersediaan sumber daya Rumusan tujuan. Sehat adalah karunia Tuhan yang perlu disyukuri. MANFAAT PHBS 1. Karena itu kesehatan perlu dijaga.TAHAPAN MANAJEMEN 1. karena sehat merupakan hak asasi manusia yang harus dihargai. 4. Rumah tangga sehat dapat meningkat produktivitas kerja anggota keluarga 3. 2. dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak. serta didukung oleh masyarakat. 2. pemetaan masalah PHBS pada tiap tatanan. Sehat juga investasi untuk meningkatkan produktivitas kerja guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu indikator menilai keberhasilan Pemerintah Daerah Kabupaten /Kota dibidang kesehatan . Cakupan rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat sesuai profil PHBS Propinsi Sulawesi Selatan tahun 2004 hanya kurang lebih 14 % 5. Rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat dapat terwujud apabila ada keinginan.

Siswa tidak merokok h. Ibu hanya memberikan ASI kepada bayinya c. Sasaran PHBS tatanan institusi pendidikan adalah sekolah dan siswa dengan indikator : a. Tersedia Jamban i. Ketersediaan UKS yang berfungsi dengan baik e. Makan dengan menu gizi seimbang (makan sayur dan buah setiap hari) g. Tersedia air bersih atau air keran yang mengalir di setiap kelas c. Keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPKM) d. INDIKATOR PHBS 1. Indikator institusi pendidikan adalah Sekolah Dasar negeri maupun swasta (SD/MI).5. Indikator mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Lantai rumah bukan dari tanah 2. Meningkatnya citra pemerintah daerah dalam bidang kesehatan Dapat menjadi percontohan rumah tangga sehat bagi daerah lain. Ibu bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan b. Olah raga atau melakukan aktifitas fisik secara teratur f. Indikator PHBS Tatanan Institusi Pendidikan Indikator PHBS adalah suatu alat ukur untuk menilai keadaan atau permasalahan kesehatan di institusi pendidikan. Kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni j. Ada 10 indikator PHBS yang terdiri dari 6 indikator perilaku dan 4 indikator lingkungan. Siswa pada umumnya (60 %) kukunya pendek dan bersih g. Dengan rincian sebagai berikut : a. Siswa ada yang menjadi dokter kecil atau promosi kesehatan sekolah (minimal 10 orang) . Tidak ada sampah yang berserakan dan lingkungan sekolah yang bersih dan serasi d. Indikator PHBS Tatanan Rumah Tangga Indikator PHBS adalah suatu alat ukur untuk menilai keadaan atau permasalahan kesehatan di rumah tangga. Siswa menjadi anggota dana sehat (JPKM) f. Tersedia jamban yang bersih dan sesuai dengan jumlah siswa b. Anggota keluarga tidak merokok e. Tersedia air bersih h.

pembuangan kotoran. Lingkungan sehat Kesehatan lingkungan sanat berperan dalam upaya kesehatan. Menghindarkan dari bahaya keselakaan atau kebakaran  Kontruksi rumah dan bahan bangunan yang kuat agar tidak runtuh  Sarana pencegahan kasus kecelakaan khusunya bagi anak – anak  Material bangunan tidak mudah terbakar  Lantai tidak licin dan tergenang air . baik secara individual maupun kelempok dalam masyarakat. sumber air bersih e.Lingkungan Sehat Sanitasi lingkungan adalah Status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan. balai pertemuan j. penyediaan air bersih dan sebaginya (Notoadmojo. Memenuhi kebutuhan fisiologis  Suhu ruangan berkisar 18 – 30 ˚C  Penerangan dengan bantuan listrik dan sinar matahari  Ventilasi udara Pertukaran udara yang cukup menyebabkan hawa ruangan tetap segar  Jumlah ruangan atau kamar diperhitungkan berdasarkan penghuni sekitar 5 2. 2003). saluran air kotor c. Memenuhi kebutuhaN psikologis  Keadaan rumah Harus memiliki keindahan sehingga menjadi pusat kesenangan yang sehat bagi setiap angota keluarga  Adanya jaminan kebebasan yang cukup tinggi bagi setiap anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut  Memiliki ruangan tersendiri untuk setiap anggota keluarga sehingga privasi tidak terganggu  Harua ada ruangan untuk interaksi sosial 3. pusat kesehatan masyarakat. Perumahan yang sehat dan baik terdiri dari fasilitas seperti : a. lampu jalan f. lapangan tempat bermain g. sekolah h. Kesehatan lingkungan termasuk dalam kesehatan lingkungan perumahan yang sehat. tempat ibadah i. Kriteria rumah sehat menurut winslow antara lain : 1. jalan raya b. tempat sempah ( TPS dan tempat pengumpulan semua sampah perumahan yang akan diangkut ke TPA) d.

seperti : a. Malaria dan demam berdarah Penyakit yang disebabkan oleh serangga atau nyamuk dengan gigitan tersebut. i. jarak minimal 5 km. d. Penularan langsung atau tidak langsung melalui makanan dan minuman yang telah berkontak dengan kotoran manusia oleh kuman vibrio cholera. kaki gajah . Tifoid Penyakit saluran cerna oleh salmonalla thyphi c. Cacar Penyakit yang menyerang anak – anak. Tempat – tempat beriklim lembab merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempermudah penyebaran penyakit ini. Infeksi pada kulit Scabies Ring worm Impetigo Lepra j. Penyebaran dengan kontak langsung dengan penderita atau pakaian penderita yang disebut penyebaran secara tidak langsung. demikian juga keletihan dan gizi buruk. Kolera Penyakit saluran cerna yang ditularkan lewat penggunaan air dalam kehidupa sehari – hari.ditandai oleh BAB encer dengan atau tanpa darah dan muntah – muntah. Influenza Penjalaran penyakit pada pemukiman yang padat penghuninya. b. Aman dari segi lingkungan  Memiliki su. Leptospirosis Penyakit disebarkan lewat tampungan air hujan yang telah tercemar kencing tikus atau kencing penderita penyakit ini e. kotoran manusia dan air limbah  Mencegah perkembangan penyakit  Letak perumahan jauh dari pencemaran. Arthropoda Infeksi saluran pencernaan daru sumber seperti lalat. bebas banjir dan daerah hijau Selain itu lingkungan yang tidak sehat juga dapat menjadi sumber dari bebrapa penyakit. Penularan disebabkan inhalasi udara pernapasan penderita. penyebaran pada pemukiman yang padat deengan kesehatan lingkungan yang jelek. Berkembang biiak di selokan atau saluran air atau wadah penyimpanan air f. Diare Penyakit saluran cerna karena kerusakan organic atau fungsional oleh serangan kuman atau keracunan akibat pencemaran makanan. h.ber air yang bersih dan sehat  Memiliki tempat pembuangan sampah yang sehat. Tuberculosis Penyakit yang berkembang pada pemukiman yang padat dengan pertukaran udara yang buruk g.4.

di desa ataukah di kota. Lantai kayu sering terdapat pada rumah-rumah orang yang mampu di pedesaan. dari zaman ke zaman mengalami perubahan. Syarat yang penting disini adalah tdak berdebu pada musim kemarau dan tidak basah pada musim hujan. kemudian berkembang. sudah barang tentu disesuaikan kondisi sosial budaya pedesaaan.Rumah Sehat Rumah adalah salah satu persyaratan pokok bagi kehidupan manusia. bentuknya. di daerah pegunungan dekat gunung berapi (daerah gempa) atau di daerah bebas gempa dan sebagainya. dengan ide mereka masing-masing yang dengan sendirinya berdasarkan kebudayaan masyarakat setempat dan membangun rumah mereka dengan bahan yang ada setempat (lokal material) pula. 2003). Sampai pada abad modern ini manusia sudah membangun rumah (tempat tinggalnya) bertingkat dan diperlengkapi dengan peralatan yang serba modern. namun diperlukan pemeliharaan seterusnya (Notoadmojo. kayu atap rumbia dan sebagainya adalah merupakan bahan-bahan pokok pembuatan rumah. danlain sebagainya.sejak zaman dahulu pula manusia telah mencoba mendesain rumahnya. Rumah didaerah pedesaan. misalnya bahanya. Rumah atau tempat tinggal manusia. rumah didekat hutan harus dibuat sedemikian rupa sehingga aman terhadap serangan-serangan binatang buas. Pada zaman purba manusia bertempat tinggal digua-gua. Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat Hal ini dimaksudkan rumah dibangun berdasarkan kemampuan keuangan penghuninya. biologis maupun lingkungan sosial. lantai : Ubin atau semen adalah baik. Untuk memperoleh lantai tanah yang padat (tidak berdebu) dapat ditempuh dengan menyiram air kemudian dipadatkan . menghadapnya. 2. dan inipun mahal. Maksudnya membangun suatu rumah harus memperhatikan tempat dimana rumah itu didirikan. Rumah didaerah gempa harus dibuat dengan bahan-bahan yang ringan namun harus kokoh. 2003). Perlu dicatat bahwa mendirikan rumah adalah bukan sekadar berdiripada saat itu saja. Oleh karena itu. dengan mendirikan rumah tempat tinggal di hutan-hutan dan dibawah pohon. untuk lantai rumah pedesaan cukuplah tanah biasa yang dipadatkan. Setelah manusia memasuki abad modern ini meskipun rumah mereka dibangun dengan bukan bahan-bahan setempat tetapi kadang-kadang desainya masih mewarisi kebudayaan generasi sebelumnya (Notoadmojo. untuk itu maka bahan-bahan setempat yang murah misal bambu. Di pegunungan ataukah di tepi pantai. namun tidak cocok untuk kondisi ekonomi pedesaan. baik lingkungan fisik. Faktor lingkungan. Syarat-syarat rumah yang sehat : 1. Bahan bangunan a. di daerah dingin ataukah di daerah panas. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membangun suatu rumah : 1.

kaso dan reng) Katu untuk tiang. yakni : a) Fungsi kedua dari pada ventaliasi adalah untuk membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri. terutama bakteri patogen. Menurut pengalaman bahan-bahan ini tahan lama. Hal ini berarti keseimbangan O2 yang diperlukan oleh penghuni rumah tersebut tetap terjaga. Dinding : Tembok adalah baik. b.) Funsi kedua daripada ventilasi adalah untuk membebaskan udara ruanganruangan dari bakteri-bakteri. di samping mahal juga menimbulkan suhu panas didalam rumah. 2. Dinding rumah di daerah tropis khususnya di pedesaan lebih baik dinding atau papan. karena disitu selalu terjadi aliran udara yang terus-menerus. Lain-lain (tiang. c. Namun demikian. bambu untuk kaso dan reng adalah umum di pedesaan. namun disamping mahal tembok sebenarnya kurang cocok untuk daerah tropis. maka lubang pada ujung-ujung bambu yang digunakan untuk kaso tersebut ditutup dengan kayu. Ventilasi Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi. dan dilakukan berkali-kali. Fungsi lainya adalah untuk menjaga agar ruangan selalu tetap didalam kelembaban (humuduty) yang optium. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan O2 didalam rumah yang berarti kadar CO2 yang bersifat racun bagi penghuninya menjadi meningkat. Kelembaban ini akan merupakan media yang baik untuk bakteri-bakteri. Untuk menghindari ini cara memotongnya barus menurut ruas-ruas bambu tersebut. Sebab meskipun jendela tidak cukup. Atap seng ataupun asbes tidak cocok untuk rumah pedesaan. dan dapat menambah penerangan alamiah.disamping itu tidak cukupnya ventilasi akan menyebabkan kelembaban udara didalam ruangan naik karena terjadinya proses penguapan dari kulit dan penyerapan. maka lubanglubang pada dinding atau papan tersebut dapat merupakan ventilasi. lebih-lebih bila ventilasinya tidak cukup. patogen (bakteri-bakteri penyebab penyakit. Ada 2 macam ventilasi. karena disitu selalu . banyak masyarakat pedesaan yang tidak mampu untuk itu. Atap Genteng : Atap genteng adalah umum dipakai baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. juga dapat terjangkau oleh masyarakat dan bahkan masyarakat dapat membuatnya sendiri. Fungsi pertama adalah untuk menjaga agar aliran udara di dalam rumah tersebut tetap segar. terutama bakteri patogen. maka atap daun rumbai atau daun kelapa pun dapat dipertahankan. Tapi perlu diperhatikan bahwa lubang-lubang bambu merupakan sarang tikus yang baik.dengan benda-benda yang berat. Bakteri yang terbawa oleh udara akan selalu mengalir. Lantai yang basah dan berdebu merupakan sarang penyakit. d. Disamping atap genteng cocok untuk daerah tropis.

artinya luas lanai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya. api dan sebagainya. Lokasi penempatan jendela pun harus diperhatikan dan dusahakan agar sinar matahari lama menyinari lantai (bukan menyinari dinding). Perlu diperhatika disinni bahwa sistem pembuatan ventilasi harus dijaga agar udara tidak berhenti atau membalik lagi. dan mesin penghisap udara. tidak terhalang oleh bangunan lain. yakni dengan melubangi genteng biasa waktu pembuatanya kemudian menutupnya dengan pecahan kaca. Cahaya matahari ini sangat penting. Luas bangunan rumah Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya. misalnya baksil TBC. Luas bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah . Kurangnya cahaya yang masuk kedalam ruangan rumah. Untuk itu harus ada usaha-usaha lain untuk melindung kita dari gigitan-gigitan nyamuk tersebut. Fungsi jendela disini. misalnya kipas angin. Perlu diperhatikan di dalam membuat jendela diusahakan agar sinar matahari dapat langsung masuk ke dalam ruangan. 3. rumah yang sehat harus mempunyai jalan masuk cahaya yang cukup. juga merupakan media atau tempat yang baik untuk hidup dan berkembangnya bibit-bibit penyakit. yaitu dengan mempergunakan alat-alat khusus untuk mengalirkan udara tersebut. Sebaliknya terlalu banyak cahaya didalam rumah akan menyebabkan silau. terutama cahaya matahari di samping kurang nyaman. b) Cahaya buatan. Di pihak lain ventilasi alamiah ini tidak menguntungkan. karena dapat membunuh bakteri-bakteri patogen di dalam rumah. dam akhirnya dapat merusakan mata. yakni matahari. disamping sebagai ventilasi. karena merupakan jalan masuknya nyamuk dan serangga lainya ke dalam rumah. listrik. Cahaya Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup. Jaln masuknya cahaya ilmiah juga diusahakan dengan geneng kaca. Tetapi jelas alat ini tidak cocok dengan kondisi rumah di pedesaan. 4. b) Ventilasi buatan.terjadi aliran udara dan sebagainya. Oleh karena itu. Cahaya dapat dibedakan menjadi 2. tidak kurang dan tidak terlalu banyak. Seyogyanya jalan masuk cahaya (jendela) luasnya sekurang-kurangnya 15% sampai 20% dari luas lantai yang terdapat didalam ruangan rumah. Maka sebaiknya jendela itu harus di tengah-tenan tinggi dinding (tembok). yakni : a) Cahaya alamiah. juga sebagai jalan masuk cahaya. harus mengalir. seperti lampu minyak tanah. Genteng kaca pun dapat dibuat secra sederhana. yaitu menggunakan sumber cahaya yang bukan alamiah. Artinya di dalam ruangan rumah harus ada jalan masuk dan keluarnya udara.

Luas bangunan yang optimum adalah apabila dapat menyediakan 2. Maka sebaiknya demi kesehatan. Pembuangan Tinja c. Meskipun merupakan air sisa. sebab di samping menyebabkan kurangnya konsumsi O2 juga bila salah satu anggota keluarga terkene penyakit infeksi. dan sebagainya. perkantoran dan industri. Fasilitas-fasilitas didalam rumah sehat Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-fasilitas sebagai berikut: a. karena lebih kurang 80% dari air yang digunakan bagi kegiatan- . Hal ini tidak sehat. Penyediaan air bersih yang cukup b. atau bangunan tersendiri. Dari batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa air buangan adalah air yang tersisa dari kegiatan manusia. ada fasilitas lain yang perlu diadakan tersendiri untuk rumah pedesaan. namun volumenya besar. Oleh karena kandang ternak adalah merupakan bagian hidup dari petani. perhotelan. ternak harus terpisah dari rumah tinggal. Disamping fasilitas-fasilitas tersebut. baik kegiatan rumah tangga maupun kegiatan lain seperti industri. 2003). industri maupun tempat-tempat umum lainya. Fasilitas dapur ruang berkumpul keluarga Untuk rumah di pedesaan lebih cocok adanya serambi (serambi muka atau belakang). Pembuangan air limbah (air bekas) d. dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. maka kadang-kadang ternak tersebut ditaruh di dalam rumah. tempat menyimpan hasil panen. Gudang ini dapat merupakan bagian dari rumah tempat tinggal tersebut. bersama-sama dengan air tanah. Pembuangan sampah e. b) Kandang ternak. 1985). air permukaan dan air hujan yang mungkin ada (Haryoto Kusnoputranto. atau dibikinkan kandang sendiri (Notoadmojo. perdagangan. akan mudah menular kepada anggota keluarga yang lain.5 – 3 m2 untuk tiap orang (tiap anggota keluarga). 5. karena ternak kadangkadang merupakan sumber penyakit pula. Sistem Pembuangan Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga. Batasan lain mengatakan bahwa air limbah adalah kombinasi dari cairan dan sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman. Hal ini tidak sehat. yakni: a) Gudang.penghuninya akan menyebabkan perjubelan (overcrowded).

Air buangan kotapraja (municipal wastes water). perdagangan. Gabungan yang mengandung nitrogen. dan asam amino. hotel. Selanjutnya air limbah ini akhirnya akan mengalir ke sungai dan laut dan akan digunakan oleh manusia lagi. Substansi organic dalam air buangan terdiri dari dua gabungan. dan sebagainya. Air buangan yang bersumber dari rumah tangga (domestic wastes water). Karakter kimiawi Biasanya air buangan ini mengandung campuran zat-zat kimia anorganik yang berasal dari air bersih serta bermacam-macam zat organik berasal dari penguraian tinja. yaitu air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis air limbah ini sama dengan air limbah rumah tangga. biasanya berwarna suram seperti larutan sabun. dan sebagainya. yang berasal dari berbagai jenis industri akibat proses produksi. Kadang-kadang mengandung sisasisa kertas. Zat-zat yang tergantung di dalamnya sangat bervariasi sesuai dengan bahan baku yang dipakai oleh masing-masing industri. dan umumnya terdiri dari bahan-bahan organic. yakni : a. Oleh sebab itu. pada umumnya bersifat basah pada waktu masih baru. tempat-tempat ibadah. air buangan ini harus dikelola atau diolah secara baik. secara garis besar dapat dikelompokan sebagai berikut : 1. urine dan sampah-sampah lainya. logam berat. bagian-bagian tinja. Oleh sebab itu pengolahan jenis air limbah ini. berwarna bekas cucian beras dan sayur. Karakteristik air limbah perlu dikenal. 2. antara lain : nitrogen. sehingga tidak mencemari lingkungan hidup. agar tidak menimbulkan polusi lingkungan memnjadi rumit. misalnya: urea. .kegiatan manusia sehari-hari tersebut dibuang lagi dalam bentuk yang sudah kotor (tercemar). protein. Oleh sebab itu. Pada umumnya air limbah ini terdiri dari ekskreta (tinja dan air seni). Air limbah ini berasal dari berbagai sumber. Terutama air limbah rumah tangga. 3. air bekas cucian dapur dan kamar mandi. karena hal ini akan menentukan cara pengolahan yang tepat. Secara garis besar karakteristik air limbah ini digolongkan menjadi sebagai berikut: 1. Air buangan industri (industrial wastes water). yaitu air buangan yang berasal dari daerah : perkantoran. sedikit berbau. amine. dan cenderung ke asam apabila sudah memulai membusuk. restoran. Karakteristik fisik Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan-bahan padat dan suspensi. zat pelarut dan sebagainya. 2.

Beberapa cara sederhana pengolahan air buangan antara lain sebagai berikut : 1. dan sebagainya. sabun. tanah. termasuk selulosa. Pegolahan air limbah dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup terhadap pencemaran air limbah tersebut. Merupakan sumber pencemaran air permukaan. Menjadi temoat-tempat berkembang biaknya nyamuk atau tempat hidup larva nyamuk. pengendapan yang akhirnya menimbulkan pendangkalan terhadap . karena orang bekerja dengan tidak nyaman. 3. Pengeceran (dilution) Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah. Sesuai dengan zat-zat yang terkandung di dalam air limbah ini. maka jumlah air limbah yang harus dibuang terlalu banyak. typhus abdominalis. Namun demikian. f. dan lingkungan hidup lainya. maka air limbah yang tidak diolah terlebih dahulu akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup antara lain : a. desentri baciler. cara ini menimbulkan kerugian lain. dengan makin bertambahnya penduduk. dan diperluka air pengenceran terlalu banyak pula. c. Menjadi media berkembang biaknya mikroorganisme pathogen. Tetapi. diantaranya : bahaya kontaminasi terhadap badan-badan air masih tetap ada. Secara ilmiah sebenarnya lingkungan mempunyai daya dukung yang cukup besar terhadap gangguan yang timbul karena pencemaraan air limbah tersebut. Gabungan yang tak mengandung nitrogen. maka cara ini tidak dapat dipertahankan lagi. Mengurangi produktivitas manusia. Disamping itu. d. sehingga air limbah perlu dibuang. b. e. misalnya: lemak. alam tersebut mempunyai kemampuan yang terbatas dalam daya dukungnya. Menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan yang tidak sedap. menjadi transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit. kemudian baru dibuang ke badan-badan air. dan karbuhidrat. yang berarti makin meningkatnya kegiatan manusia. Karakteristik bakteriologis Kandungan bakteri pathogen serta organisme golongan coli terdapat juga dalam air limbah tergantung darimana sumbernya. terutama: kholera. namun keduanya tidak berperan dalam proses pengolahan air buangan.b.

Selanjutnnya dapat menimbulkan banjir. perusahaan susu sapi. sehingga memungkinkan memungkinkan sirkulasi angin dengan baik. Kolam Oksidasi (Oxidation ponds) Pada prinsipnya cara pengolahan ini adalah pemanfaatan sinar matahari. Dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun. Seperti yang dikemukakan WHO bahwa perumahan yang tidak cukup dan terlalu sempit mengakibatkan pula tingginya kejadian penyakit dalam masyarakat. dan didaerah yang terbuka. -Kualitas rumah Keadaan perumahan adalah salah satu factor yang menentukan keadaan hygiene dan sanitasi lingkungan. Hal ini terutama dapat dilakukan untuk air limbah dari rumah tangga. sungai. dan sebagainya. ganggang (algae). -Syarat rumah sehat (Winslow) • Memenuhi kebutuhan fisiologis • Memenuhi kebutuhan psikologis • Harus dapat menghindarkan dari kecelakaan • Harus dapat menghindarkan dari terjadinya penyakit -Masalah perumahan : adanya rumah-rumah yang tidak sehat Upaya penanggulangannya : • Pembangunan rumah-rumah sehat dengan harga terjangkau • Penyuluhan pentingnya rumah sehat • Penyuluhan modifikasi rumah sehat • Menurunkan tingkat suku bunga : memudahkan kepemilikan rumah sehat . Irigasi Air limbah dialirkan ke parit-parit terbuka yang digali. 2.badan-badan air. Dalam keadaan tertentu air buangan dapat digunakan untuk pengairan ladang pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk pemupukan. seperti selokan. damn lain-lainya dimana kandungan zat-zat organik dan protein cukup tinggi yang diperlukan oleh tanam-tanaman. bakteri dan oksigen dalam proses pembersihan alamiah. 3. rumah potong hewan. Lokasi kolam harus jauh dari daerah pemukiman. Air limbah dialirkan kedalam kolam berbentuk segi empat dengan kedalaman antara 1-2 meter. dan air akan merembes masuk kedalam tanah melalui dasar dan dindindg parit tersebut. danau.

Sanitasi makanan Makanan yang sehat dan bergizi merupakan modal utama tubuh dalam metabolisme. Diperlukan sanitasi makanan yang baik agar makanan yang dikonsumsi benar-benar memenuhi persyaratan sehat yang dapat menjadikan jasmani kuat. Untuk itu diperlukan air yang memenuhi syarat kesehatan baik kualitas maupun kuantitasnya. Masalah : • Pencemaran bahan – bahan makanan • penggunaan bahan-bahan pengawet dan pewarna • pengolahan bahan makanan yang kurang benar Penanggulangannya • Upaya penyuluhan cara pemakaian pupuk dan pembasmi hama yang benar pada tanaman • pencegahan penyakit pada ternak • penyuluhan tentang bahan pengawet dan pewarna makanan . mencuci. Upaya penanggulangannya : • Penyediaan tambahan air bersih bagi daerah yang kesulitan air • Perbaikan mutu dan kinerja pelayanan air oleh pemerintah (PAM) • Perbaikan sarana penyediaan air • Penyuluhan tentang cara pemanfaatan sumber air dengan benar • Penyuluhan tentang pembuatan sumur • Penyuluhan tentang desinfeksi air sumur • Purifikasi air (pengolahan air permukaan) . Air ini diperlukan untuk minum. memasak.Penyediaan Air Minum Hidup kita tidak dapat lepas dari air.. mandi. Masalah penyediaan air minum : • Belum tersedianya cukup air bersih (kualitas) bagi keperluan rumah tangga • Persediaan air rumah tangga yang masih belum memenuhi syarat – syarat kesehatan secara kualitas • Sumber – sumber air yang tercemar. membersihkan dan keperluan lainnya.

• pemeriksaan secara berkala pada jenis-jenis makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat (BPOM) • penyuluhan cara pengolahan bahan makanan yang benar • Pembuangan tinja Pembuangan kotoran (Feces dan urine) yang tidak menurut aturan. memudahkan terjadinya “water borne disease” Syarat pembuangan kotoran yang memenuhi aturan kesehatan Ehlers dan steel) adalah : • Tidak mengotori tanah permukaan • Tidak mengotori air permukaan • Tidak mengotori air dalam tanah • Kotoran tidak boleh terbuka sehingga dapat dipakai tempat lalat bertelur atau perkembangbiakan vektor penyakit lainnya • Kakus harus terlindung dari penglihatan orang lain • Pembuatannya mudah dan murah Masalah : • Tidak tersedianya jamban (kakus) keluarga • Adanya jamban yang tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan Penanggulangan: • Penyediaan jamban sehat • Penyuluhan tentang perlunya jamban sehat • Pembuangan sampah rumah tangga Sampah adalah semua zat / benda yang sudah tidak terpakai lagi. Garbage : sisa pengolahan ataupun sisa makanan yang mudah membusuk Rubbish : sisa pengolahan ataupun sisa makanan yang tidak mudah membusuk Dari sampah harus diperhatikan: • Penyimpanan (Storage) • pengumpulan (Collection) • pembuangan (disposal) Masalah : .

yaitu dalam pembuatan rumah harus diusahakan agar kontruksinya sedemikian rupa sehingga suhu ruangan tidak berubah banyak dan . Suhu ruangan. air kotor dari dapur . keracunan.• Pembuangan sampah yang tidak tertib (kurang kesadaran) • tempat sampah yang tidak dikelola dengan baik Penanggulangan : • Peningkatan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah dengan benar • pembuatan tempat sampah sementara pada tingkat keluarga • pengelolaan tempat pembuangan akhir dengan baik • pengolahan sampah daur ulang • Pembuangan air limbah (sewage disposal) Air limbah : excreto manusia. bahaya kebakaran karena arus pendek listrik. serta (4) Melindungi penghuninya dari kemungkinan terjadinya kecelakaan dan bahaya kebakaran. Azwar. lingkungan rumah yang sehat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. seperti fondasi rumah yang kokoh. penerangan yang memadai. WC.A.. dan kebisingan 45-55 dB. 1992. kamar mandi. ventilasi yang nyaman. Menurut APHA (American Public Health Assosiation). Memenuhi kebutuhan fisiologis a. air kotor permukaan tanah dan air hujan Masalah : pembuangan limbah rumah tangga yang tidak memenuhi sarat Penanggulangnnya: Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pengolahan limbah yang benar Menurut AmericanPublic Health Association (APHA) rumah dikatakan sehat apabila : (1)Memenuhi kebutuhan fisik dasar seperti temperatur lebih rendah dari udara di luar rumah. sarana pembuangan sampah dan saluran pembuangan air limbah yang saniter dan memenuhi syarat kesehatan. bahkan dari ancaman kecelakaan lalu lintas (Sanropie. (2) Memenuhi kebutuhan kejiwaan. 1996). tangga ya ng tidak curam. (3) Melindungi penghuninya dari penularan penyakit menular yaitu memiliki penyediaan air bersih.

Tempat memasak dan tempat makan hendaknya bebas dari pencemaran dan gangguan binatang serangga dan debu. juga air pembuangan harus bisa dialirkan dengan baik. ruang makan. Ukuran ruang tidur anak yang berumur kurang dari lima tahun minimal 4. Suatu ruangan mendapat penerangan pagi dan siang hari yang cukup yaitu jika luas ventilasi minimal 10 % dari jumlah luas lantai. Harus ada sumber air yang memenuhi syarat.5 x 1 x3 m³) dan diatas lima tahun menggunakan ruangan 9 m³ (3 x 1 x 3 m³) 2. d. juga cukup tersedia air untuk memelihara kebersihan rumah.agar kelembaban udara dapat dijaga jangan sampai terlalu tinggi dan terlalu rendah. Pembuangan kotoran manusia dan limbah harus memenuhi syarat kesehatan. Harus ada tempat menyimpan sampah dan WC yang baik dan memenuhi syarat. yaitu harus dapat mencegah agar limbah tidak meresap dan mengkontaminasi permukaan sumber air bersih. atap dan permukaan jendela tidak terlalu banyak. Harus cukup mendapatkan pencahayaan baik siang maupun malam. b. f. misalnya ruangan untuk anak-anak bermain.5 m³ (1. ruang tidur. Ruangan harus segar dan tidak berbau. Perlindungan terhadap penularan penyakit a. baik secara kualitas maupun kuantitas. Harus ada variasi ruangan. . untuk ini diperlukan ventilasi yang cukup untuk proses pergantian udara. Harus cukup mempunyai isolasi suara sehingga tenang dan tidak terganggu oleh suara-suara yang berasal dari dalam maupun dari luar rumah. artinya dalam satu ruangan anak yang berumur lima tahun ke bawah diberi kebebasan menggunakan volume ruangan 4. lantai. Untuk ini harus diusahakan agar perbedaan suhu antara dinding. Jumlah kamar tidur dan pengaturannya disesuaikan dengan umur dan jenis kelaminnya.5 m³. dll. b. d. e. c. c. pakaian dan penghuninya. sehingga selain kebutuhan untuk makan dan minum terpenuhi.

e. anyaman bambu. (5) Langit-langit untuk menahan dan menyerap panas terik matahari. Kondisi semacam ini akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas perumahan. serta kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Masyarakat kecil berpenghasilan rendah tidak mampu memenuhi persyaratan mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bahkan untuk rumah tipe Rumah Sangat Sederhana (RSS). bisa dari bahan papan. (3) Memiliki jendela dan pintu yang berfungsi sebagai ventilasi dan masuknya sinar matahari dengan luas minimum 10% luas lantai. memberi kestabilan bangunan . Harus ada ruangan udara (air space) yang cukup. (2) Lantai kedap air dan tidak lembab. (4) Dinding rumah kedap air yang berfungsi untuk mendukung atau menyangga atap. harga tanah dan material bangunan yang dari waktu kewaktu semakin bertambah mahal. fly fight. Sebaliknya pemerintah dan swasta pengembang perumahan tidak dapat memenuhi kebutuhan perumahan untuk masyarakat.75 meter Komponen yang harus dimiliki rumah sehat (Ditjen Cipta Karya. tinggi minimum 10 cm dari pekarangan dan 25 cm dari badan jalan. mosquito fight. tripleks atau gipsum.5 m³ per orang dan tinggi langit-langit minimal 2. bahan kedap air. bahkan sering menumbuhkan pemukiman kumuh. dan merupakan konstruksi penghubung antara bagunan dengan tanah. serta (6) Atap rumah yang berfungsi sebagai penahan panas sinar matahari serta melindungi masuknya debu. 1997) adalah : (1) Fondasi yang kuat untuk mene ruskan beban bangunan ke tanah dasar.4 m dari lantai. Hal . Harus ada pencegahan agar vektor penyakit tidak bisa hidup dan berkembang biak di dalam rumah. Luas kamar tidur minimal 8. unt uk rumah panggung dapat terbuat dari papan atau anyaman bambu. angin dan air hujan. g. Masalah yang dihadapi dalam pembangunan perumahan di daerah perkotaan adalah luas lahan yang semakin menyempit. serta menjaga kerahasiaan ( privacy) penghuninya. menahan angin dan air hujan. f. jadi rumah dalam kontruksinya harus rat proof. Demikian juga kondisi perumahan di daerah pedesaan banyak dijumpai perumahan yang tidak memenuhi syarat kesehatan sehingga perlu ditata kembali dan dipugar dengan melengkapi prasarana dan sarana perumahan yang memadai. melindungi dari panas dan debu dari luar. minimum 2.

Kualitas udara Kualitas udara ambien di lingkungan perumahan harus bebas dari gangguan gas beracun dan memenuhi syarat baku mutu lingkungan sebagai berikut : a. kimia. dan biologik di dalam rumah. PERSYARATAN KESEHATAN PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN Kesehatan perumahan dan lingkungan pemukiman adalah kondisi fisik. aliran lahar. b. Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti bantaran sungai.tersebut menimbulkan masalah sosial yang serius dan menumbuhkan lingkungan pemukiman kumuh (slum area) dengan gambaran berhubungan erat dengan kemiskinan. d. kepadatan penghuninya tinggi. 829/Menkes/SK/VII/1999 meliputi parameter sebagai be rikut : 1. sehingga memungkinkan penghuni mendapatkan derajat kesehatan yang optimal. dan sebagainya. di lingkungan rumah dan perumahan. Kebisingan dianjurkan 45 dB.A. 3. gelombang tsunami. daerah gempa. Kebisingan dan getaran a. maksimum 55 dB. Debu maksimum 350 mm3/m2 per hari. sanitasi dasar perumahan yang rendah seh ingga tampak jorok dan kotor yaitu tidak ada penyediaan air besih. Gas SO2 maksimum 0. Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan dan daerah kebakaran seperti jalur pendaratan penerbangan. Persyaratan kesehatan perumahan dan lingkungan pemukiman menurut Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No. terutama lalat. sampah yang menumpuk. kondisi rumah yang sangat menyedihkan. Lokasi a.10 ppm. Gas H2S dan NH3 secara biologis tidak terdeteksi.A. tanah longsor. c. . nyamuk dan tikus. dan banyaknya vektor penyakit. c. 2. Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir (TPA) sampah atau bekas tambang.

b. Pengaturan instalasi listrik harus menjamin keamanan penghuninya. b. tempat hiburan. 4. Kandungan Arsenik (As) total maksimum 100 mg/kg c. Pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga harus memenuhi syarat kesehatan. e. Pengelolaan pembuangan tinja dan limbah rumah tangga harus memenuhi persyaratan kesehatan. c. Kandungan Benzo(a)pyrene maksimum 1 mg/kg 5. tempat pendidikan. dan lain sebagainya. Kualitas tanah di daerah perumahan dan pemukiman a. Indeks lalat harus memenuhi syarat. kesenian. i. komunikasi. sarana rekreasi keluarga dengan konstruksi yang aman dari kecelakaan. . Tingkat getaran maksimum 10 mm/detik . konstruksi trotoar tidak membahayakan pejalan kaki dan penyandang cacat. Memiliki akses terhadap sarana pelayanan kesehatan. g. d. b. Tempat pengelolaan makanan (TPM) harus menjamin tidak terjadi kontaminasi makanan yang dapat menimbulkan keracunan. Kandungan Timah hitam (Pb) maksimum 300 mg/kg b. Tersedia cukup air bersih sepanjang waktu dengan kualitas air yang memenuhi persyaratan kesehatan. Vektor penyakit a. lampu penerangan jalan tidak menyilaukan mata. Indeks jentik nyamuk dibawah 5%. Memiliki sarana drainase yang tidak menjadi tempat perindukan vektor penyakit. h. 6. f. Memiliki sarana jalan lingkungan dengan ketentuan konstruksi jalan tidak mengganggu kesehatan. Prasarana dan sarana lingkungan a. jembatan harus memiliki pagar pengaman. Memiliki taman bermain untuk anak. Kandungan Cadmium (Cd) maksimum 20 mg/kg d. tempat kerja.

d. Kelembaban udara 40 – 70 %. Komponen dan penataan ruangan a. Bahan bangunan a. Suhu udara nyaman antara 18 – 30 oC. Penghijauan Pepohonan untuk penghijauan lingkungan pemukiman merupakan pelindung dan juga berfungsi untuk kesejukan. an tara lain : debu total kurang da per 24 jam. c. Ruang ditata sesuai dengan fungsi dan peruntukannya. b. Langit-langit rumah mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan. Dinding rumah memiliki ventilasi. b. b. Gas SO2 kurang dari 0. Lantai kedap air dan mudah dibersihkan. plumbum (Pb) kurang dari 300 mg/kg bahan. Bumbungan rumah 10 m dan ada penangkal petir. Dapur harus memiliki sarana pembuangan asap. Adapun ketentuan persyaratan kesehatan rumah tinggal menurut Kepmenkes No. Pencahayaan Pencahayaan alam dan/atau buatan langsung maupun tidaK langsung dapat menerangi seluruh ruangan dengan intensitas penerangan minimal 60 lux dan tidak menyilaukan mata. e.10 ppm/24 jam. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme pathogen .7. di kamar mandi dan kamar cuci kedap air dan mudah dibersihkan. 3. c. 4. f. keindahan dan kelestarian alam. 829/Menkes/SK/VII/1999 adalah sebagai berikut : 1. Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan bahan yang dapat membahayakan kesehatan. 2. . Kualitas udara a.

Penyediaan air a. tidak mencemari permukaan tanah dan air tanah. dan tidak mencemari permukaan tanah.d. 7. tidak menimbulkan bau. VENTILASI RUMAH . nyamuk ataupun tikus yang bersarang di dalam rumah. Kepadatan hunian Luas kamar tidur minimal 8 m2 dan dianjurkan tidak untuk lebih dari 2 orang tidur. Ventilasi Luas lubang ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% luas lantai. rumah susun (rusun). 6. Vektor penyakit Tidak ada lalat. 8. b. Sarana penyimpanan makanan Tersedia sarana penyimpanan makanan yang aman . Pembuangan Limbah a. Limbah padat harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan/atau air minum menurut Permenkes 416 tahun 1990 dan Kepmenkes 907 tahun 2002. e. f. 5. Persyaratan tersebut diatas berlaku juga terhadap kondominium. Pertukaran udara 5 kaki3/menit/penghuni. rumah toko (ruko). rumah kantor (rukan) pada zona pemukiman. Gas CO kurang dari 100 ppm/8 jam. Limbah cair yang berasal rumah tangga tidak mencemari sumber air. b. 10. 9. Tersedia sarana penyediaan air bersih dengan kapasitas minimal 60 liter/ orang/hari. Gas formaldehid kurang dari 120 mg/m3.

akibatnya kuman tuberkulosis yang ada di dalam rumah tidak dapat keluar dan ikut terhisap bersama udara pernafasan. pintu dan lubang angin. knalpot kendaraan. 3) Aliran udara diusahakan cross ventilation dengan menempatkan lubang ventilasi berhadapan antar dua dinding. Selain melalui jendela. yaitu: 1) Ventilasi alam. Luas ventilasi rumah yang < 10 % dari luas lantai (tidak memenuhi syarat kesehatan) akan mengakibatkan berkurangnya konsentrasi oksigen dan bertambahnya konsentrasi karbondioksida yang bersifat racun bagi penghuninya. fungsi ventilasi adalah :  menjaga aliran udara di dalam rumah tersebut tetap segar. tidak dicemari asap dari sampah atau pabrik. terutama bakteri patogen seperti tuberkulosis. menurut Lubis (1989). yaitu: daya difusi dari gas-gas. Disamping itu. Aliran udara ini jangan sampai terhalang oleh barangbarang besar. Persyaratan ventilasi yang baik adalah sebagai berikut: 1) Luas lubang ventilasi tetap minimal 5 % dari luas lantai ruangan. temperatur udara dan kelembabannya. . 1989). atap dan lantai. luas ventilasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan mengakibatkan terhalangngya proses pertukaran aliran udara dan sinar matahari yang masuk ke dalam rumah. diperlukan juga ventilasi buatan dengan menggunakan alat mekanis maupun elektrik. maka ventilasi pun dapat diperoleh dari pergerakan udara sebagai hasil sifat porous dinding ruangan. gerakan angin dan gerakan massa di udara karena perubahan temperatur. karena di situ selalu terjadi aliran udara yang terus menerus. 2) Ventilasi buatan Pada suatu waktu. Jumlah keduanya menjadi 10% dari luas lantai ruangan. Ventilasi alam berdasarkan pada tiga kekuatan. Kelembaban ruangan yang tinggi akan menjadi media yang baik untuk tumbuh dan berkembang biaknya bakteri-bakteri patogen termasuk kuman tuberkulosis. sedangkan luas lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup) minimal 5 % dari luas lantai. Bakteri yang terbawa oleh udara akan selalu mengalir (Notoatmodjo. debu dan lain-lain. Alat-alat tersebut diantarana adalah kipas angin. 2) Udara yang masuk harus bersih. Ventilasi alam ini mengandalkan pergerakan udara bebas (angin).Ventilasi adalah usaha untuk memenuhi kondisi atmosfer yang menyenangkan dan menyehatkan manusia (Lubis. misalnya lemari. Berdasarkan kejadiannya. exhauster dan AC (air conditioner). maka ventilasi dapat dibagi ke dalam dua jenis. tidak cukupnya ventilasi akan menyebabkan peningkatan kelembaban ruangan karena terjadinya proses penguapan cairan dari kulit dan penyerapan. Menurut Azwar (1990) dan Notoatmodjo (2003).  membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri. sekat dan lain-lain. Selain itu. dinding. 2003).

misalnya kuman TBC (Notoatmodjo. luasnya sekurang-kurangnya 15 % . yaitu antara 20-25 ºC. suhu rumah yang memenuhi syarat kesehatan adalah antara 20-25 ºC. Kehilangan panas tubuh ini akan menurunkan vitalitas tubuh dan merupakan predisposisi untuk terkena infeksi terutama infeksi saluran nafas oleh agen yang menular. . 2003). seperti lampu minyak tanah. dan suhu rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan adalah < 20 ºC atau > 25 ºC . yaitu suhu yang menunjukkan bahwa udara telah jenuh oleh uap air. Selain itu jalan masuknya cahaya alamiah juga diusahakan dengan genteng kaca. yaitu: a. b. juga sebagai jalan masuk cahaya. Sedangkan Lennihan dan Fletter (1989). Oleh karena itu. Suhu kering.SUHU RUMAH Suhu adalah panas atau dinginnya udara yang dinyatakan dengan satuan derajat tertentu. penilaian suhu rumah dengan menggunakan termometer ruangan. PENCAHAYAAN RUMAH Cahaya berdasarkan sumbernya dibedakan menjadi dua jenis. Pencahayaan buatan bisa terjadi dengan 3 cara.20 %. listrik. semi direct atau general diffusing. konsumsi oksigen dan tekanan darah. Menurut Walton (1991). suhu berperan penting dalam metabolisme tubuh. Cahaya ini sangat penting. Secara umum. Cahaya Alamiah Cahaya alamiah yakni matahari. karena dapat membunuh bakteribakteri patogen di dalam rumah. 2) Suhu basah. indirect. mengemukanan bahwa suhu rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan meningkatkan kehilangan panas tubuh dan tubuh akan berusaha menyeimbangkan dengan suhu lingkungan melalui proses evaporasi. yaitu direct. tidak terhalang oleh bangunan lain. Cahaya Buatan Cahaya buatan yaitu cahaya yang menggunakan sumber cahaya yang bukan alamiah. rumah yang cukup sehat seyogyanya harus mempunyai jalan masuk yang cukup (jendela). Kualitas dari cahaya buatan tergantung dari terangnya sumber cahaya (brightness of the source). umumnya lebih rendah daripada suhu kering. yaitu suhu yang ditunjukkan oleh termometer suhu ruangan setelah diadaptasikan selama kurang lebih sepuluh menit. Suhu udara dibedakan menjadi: 1). Berdasarkan indikator pengawasan perumahan. umumnya suhu kering antara 24 – 34 ºC. Perlu diperhatikan agar sinar matahari dapat langsung ke dalam ruangan. Fungsi jendela disini selain sebagai ventilasi. api dan lain-lain.

2003) . Apabila ada anggota keluarga yang menjadi penderita penyakit tuberkulosis sebaiknya tidak tidur dengan anggota keluarga lainnya. kuman tuberkulosa hanya dapat mati oleh sinar matahari langsung. tergantung dari kualitas bangunan dan fasilitas yang tersedia. 1989. kecuali untuk suami istri dan anak dibawah dua tahun. Oleh sebab itu. rumah dengan standar pencahayaan yang buruk sangat berpengaruh terhadp kejadian tuberkulosis. Untuk kamar tidur diperlukan minimum 3 m²/orang. terutama kuman mycobacterium tuberculosa. Kamar tidur sebaiknya tidak dihuni > 2 orang. 1989). cahaya matahari mempunyai sifat membunuh bakteri. KEPADATAN PENGHUNI RUMAH Kepadatan penghuni adalah perbandingan antara luas lantai rumah dengan jumlah anggota keluarga dalam satu rumah tinggal (Lubis. juga bila salah satu anggota keluarga terkena penyakit infeksi. Untuk perumahan sederhana. Luas rumah yang tidak sebanding dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan perjubelan (overcrowded). Menurut Depkes RI (2002). Hal ini tidak sehat karena disamping menyebabakan kurangnya konsumsi oksigen.Menurut Lubis dan Notoatmodjo (2003). Persyaratan kepadatan hunian untuk seluruh perumahan biasa dinyatakan dalam m² per orang. Notoatmodjo. Luas minimum per orang sangat relatif. minimum 10 m²/orang. terutama tuberkulosis akan mudah menular kepada anggota keluarga yang lain (Lubis.

pemrosesan . lingkungan atau keindahan. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya.SAMPAH DAN LIMBAH Pengelolaan sampah adalah pengumpulan . dan ditutup untuk tidak . diantaranya angin berbau sampah . Kendaraan pemadat sampah penimbunan darat. pengangkutan . berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. Metode pengelolaan sampah berbeda beda tergantung banyak hal . gas . cair . lubang bekas pertambangan . menarik berkumpulnya Hama . Pengelolaan sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Praktek pengelolaan sampah berbeda beda antara Negara maju dan negara berkembang . pendaur-ulangan . tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area Tujuan Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan:   mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis. atau mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup. atau pembuangan dari material sampah. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . atau lubang lubang dalam. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia.Sampah biasanya dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya . Sebuah situs penimbunan darat yg di desain dan di kelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang hiegenis dan murah. Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat . dan adanya genangan air sampah. dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan. diantaranya tipe zat sampah . metode ini adalah metode paling populer di dunia. Metoda Pembuangan Penimbunan darat Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah. Karakter desain dari penimbunan darat yang modern diantaranya adalah metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis plastik. berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan . sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah. atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat. Sedankan penimbunan darat yg tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan . Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yg ditinggalkan .

koran. PP. Metode Daur-ulang Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang. kertas karton. Banyak penimbunan samapah mempunyai sistem pengekstrasi gas yang terpasang untuk mengambil gas yang terjadi. yaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang . botol kaca . Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum .menarik hama (biasanya tikus). LDPE. Pemulihan energi Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar. bisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos. sisa makanan atau kertas . Pengolahan kemabali secara fisik Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulang . dimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen. Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan dan akan dijelaskan dibawah. karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya. Daur-ulang melalui cara "perlakuan panas" bervariasi mulai dari menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. seperti zat tanaman . dan cair. Pengolahan biologis Pengkomposan.Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan dibakar di menara pemabakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus). atau dikenal dengan istilah pengkomposan.Ada beberapa cara daur ulang . Botol HDPE dan PET . dan PS) juga bisa di daur ulang. Material sampah organik . contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali. Jenis plastik lain seperti (PVC. Padatan sisa selanjutnya bisa . kaleng baja makanan/minuman. Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup pada Tekanan tinggi. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padat .Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik. pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau dimurnikan menjadi produk lain. atau dari sampah yang sudah tercampur. majalah. gas. Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas yang berhubungan . dan kardus. atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain.

Hirarki limbah yang tetap menjadi dasar dari sebagian besar strategi minimalisasi sampah. pengurangan bobot kaleng minuman). Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis (campuran antara karbon monoksida dan hidrogen). Konsep pengelolaan sampah Terdapat beberapa konsep tentang pengelolaan sampah yang berbeda dalam penggunaannya.   Hirarki Sampah . mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tissue) . menggunakan kembali sampah dan daur ulang. Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai . yang mengklasifikasikan strategi pengelolaan sampah sesuai dengan keinginan dari segi minimalisasi sampah. antara negara-negara atau daerah.dimurnikan menjadi produk seperti karbon aktif. Tujuan limbah hirarki adalah untuk mengambil keuntungan maksimum dari produkproduk praktis dan untuk menghasilkan jumlah minimum limbah. memperbaiki barang yang rusak . Metode penghindaran dan pengurangan Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk .(EPR) adalah suatu strategi yang dirancang untuk mempromosikan integrasi semua biaya yang berkaitan dengan produk-produk mereka di seluruh siklus hidup (termasuk akhir-of-pembuangan biaya hidup) ke dalam pasar harga produk.hirarki limbah merujuk kepada " 3 M " mengurangi sampah. Tanggung jawab produser diperpanjang dimaksudkan untuk menentukan akuntabilitas atas . Beberapa yang paling umum. Perpanjangan tanggungjawab penghasil sampah / Extended Producer Responsibility (EPR). mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas plastik ). banyak-konsep yang digunakan adalah: Diagram dari hirarki limbah. Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap.dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama (contoh. atau dikenal juga dengan "pengurangan sampah".

 seluruh Lifecycle produk dan kemasan diperkenalkan ke pasar. Universitas pendidikan kejuruan dan dipromosikan oleh berbagai organisasi. keamanan negara. ini umumnya merujuk kepada penghasil sampah untuk membayar sesuai dari pembuangan Pendidikan dan Kesadaran Pendidikan dan kesadaran di bidang pengelolaan limbah dan sampah yang semakin penting dari perspektif global dari manajemen sumber daya. limbah dikelompokkan menjadi 2 yaitu : 1. 4. 3. sehat. dari penipisan lapisan ozon dan emisi dari "rumah hijau" gas mengancam kelangsungan hidup manusia dan ribuan lainnya hidup spesies. Limbah Organik . akumulasi dan distribusi limbah beracun. 5. dan air. Pernyataan yang Talloires merupakan deklarasi untuk kesinambungan khawatir dengan skala dan belum pernah terjadi sebelumnya kecepatan dan degradasi lingkungan. dan penipisan sumber daya alam. Penghematan sumber daya alam Penghematan energi Penghematan lahan TPA Lingkungan asri (bersih. 2. integritas bumi dan keanekaragaman hayati. tanah. misalnya WAMITAB Chartered dan Lembaga Manajemen dari limbah. dan warisan dari generasi masa depan. regional. Ini berarti perusahaan yang manufaktur. Jenis-jenis limbah Jika didasarkan asalnya. nyaman) Mengurangi pencemaran Bencana sampah yang tidak dikelola dengan baik 1. 4. Sehubungan dengan pengelolaan limbah. penipisan dan kerusakan hutan. 2. Beberapa perguruan tinggi telah menerapkan Talloires oleh Deklarasi pembentukan pengelolaan lingkungan hidup dan program pengelolaan sampah. dan global polusi udara. misalnya pengelolaan sampah di universitas proyek. Manfaat pengelolaan sampah 1.prinsip pengotor membayar adalah prinsip di mana pihak pencemar membayar dampak akibatnya ke lingkungan. Longsor tumpukan sampah Sumber penyakit Pencemaran lingkungan Menyebabkan banjir LIMBAH Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). impor dan / atau menjual produk diminta untuk bertanggung jawab atas produk mereka berguna setelah kehidupan serta selama manufaktur. prinsip pengotor membayar . Lokal. 3.

jamur. Limbah anorganik berasal dari sumber daya alamyang tidak dapat di uraikan dan tidak dapat diperbaharui. Limbah ini juga memiliki daya racun tinggi jika berasal dari sisa obat dan aki. bayam. Limbah ini mempunyai sifat kimia yang setabil sehingga zat tersebut akan mengendap kedalam tanah. kaleng dan aluminium. Kakus) dan secara langsung gas yang dihasilkan oleh limbah pabrik tersebut dikonsumsi dan dipakai oleh masyarakat. Air limbah industri dapat mengandung berbagai jenis bahan anorganik. Adapula limbah anorganik yang berasal dari kegiatan rumah tangga seperti botol plastik. begitu pula dengan pemupukan yang berlebihan. Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan biji logam dan bahan bakar fosil. 2. zat-zat tersebut adalah :   Garam anorganik seperti magnesium sulfat.Limbah ini terdiri atas bahan-bahan yang besifat organik seperti dari kegiatan rumah tangga. Limbah ini juga bisa dengan mudah diuraikan melalui proses yang alami. 3. baterai bekas. kol. Limbah Anorganik Limbah ini terdiri atas limbah industri atau limbah pertambangan. Limbah tersebut tergolong (B3) yaitu bahan berbahaya dan beracun. Sedangkan limbah rumah tangga dapat berupa padatan seperti kertas. Limbah Pabrik Limbah ini bisa dikategorikan sebagai limbah yang berbahaya karena limbah ini mempunyai kadar gasyang beracun. botol kaca. kardus atau karton. misalnya MCK(Mandi. Limbah tersebut ada yang mempunyai daya racun yang tinggi misalnya : sisa obat. minyak goreng bekasdan lain-lain. misalnya dari pestisida dan herbisida. limbah kamar mandi. Limbah Rumah Tangga Limbah rumah tangga adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga limbah ini bisa berupa sisa-sisa sayuran seperti wortel. Limbah Industri . magnesium klorida yang berasal dari kegiatan pertambangan dan industri. serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya. Cuci. Limbah pertanian berupa sisa tumpahan atau penyemprotan yang berlebihan. tas plastik. dan berupa cairan seperti air cucian. sedangkan limbah air cucian. danau. slada dan lain-lain bisa juga berupa kertas. virus dan sebagainya. pada umumnya limbah ini dibuang di sungaisungai disekitar tempat tinggal masyarakat dan tidak jarang warga masyarakat mempergunakan sungai untuk kegiatan sehari-hari. dapat mengandung bibit-bibit penyakit atau pencemar biologis seperti bakteri. 2. kegiatan industri. Jika berdasarkan sumbernya limbah dikelompokkan menjadi 3 yaitu: 1. dan air aki. plastik dan lain-lain. dasar sungai.

. yang selanjutnya dapat menyebabkan banjir. seperti selokan.  Ceespool Ceespool ini menyerupai sumur tapi gunanya untuk pembuangan air limbah. bebek dan makluk hidup lainnya termasuk juga manusia Cara Pengolahan Air Limbah  Pengeceran (Dilution) Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah.Cara ini menimbulkan kerugian antara lain : bahaya kontaminasi terhadap badan badan air masih tetap ada.Dibuat pada tanah yang berpasir agar air buangan mudah meresap kedalam tanah. pengendapan yang akhirnya menimbbulkan pendangkalan terhadap badan-badan air. Limbah ini mengandung zat yang berbahaya diantaranya asam anorganik dan senyawa orgaik. sungai. Tangki harus dalam jarak minimum 50 kaki dari sumber air dan lokasi dengan permukaan kering harus jauh dari semua sumber persediaan air bersih. zat-zat tersebut jika masuk ke perairan maka akan menimbulkan pencemaran yang dapat membahayakan makluk hidup pengguna air tersebut misalnya. Pembuatan Septik Tank memerlukan tanah yang agak luas. dan danau. ikan. kemudian baru di buang ke badan – badan air.Limbah ini dihasilkan atau berasal dari hasil produksi oleh pabrik atau perusahaan tertentu. Lokasi septic tank sebaiknya direncanakan supaya mencegah terjadinya kontaminasi sumber atau potensi sumber air bersih.  Septik Tank Merupakan cara terbaik yang dianjurkan WHO.

macam bahan pencemarnya. merusak untuk sementara. b. Suatu zat dapat 1.JENIS POLUSI DAN PENCEMARAN A. bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara. berada pada tempat yang tidak tepat disebut melebihi waktu polutan jumlah yang tidak apabila: normal tepat Sifat polutan adalah: 1. Pencemaran udara Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. merusak dalam jangka waktu lama. jumlahnya 2. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. berada pada 3. PENCEMARAN A. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau. merupakan hash pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. dan tanah. Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. 1.033% di udara berfaedah bagi tumbuhan. dan atau komponen lain ke dalam lingkungan. bersifat racun. Gas CO dan COz. terdapat di kawasan gunung berapi.Macam-macam Pencemaran Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya. 4 Tahun 1982). Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama. Gas ini bersifat racun. Gas HzS.ganggu pernapasan. B. Selain itu. yaitu pencemaran udara. Contohnya sebagai berikut. zat energi.033% dapat rnemberikan efek merusak. air. Contohnya. pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga. gas C02 yang terlalu berlebihan . Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. a. Bila melebihi toleransi dapat meng. Gas COZ dalam udara murni berjumlah 0. POLUSI Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. a. atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No.03%. dan tingkat pencemaran. tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi 2. Menurut tempat terjadinya Menurut tempat terjadinya. Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak. tetapi bila lebih tinggi dari 0. karbon dioksida dengan kadar 0.

dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan. dan bahkan kematian. dalam taraf tertentu. tumbuhan. Zn. Secara ekologis. dan juga pada manusia. Misalnya gangguan pernapasan. Setelah peledakan nuklir. Pembuangan limbah industri. hewan. sisa detergen mencemari air. Sulfur dioksida ber$ama dengan udara serta oksigen dan sinar matahari apat menghasilkan asam sulfur. . yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming alga). hewan. Hg. dapat terakumulasi dan bersifat racun. misalnya bakteri. perubahan morfologi pada daun. Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air. Asam ini membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang disebut hujan asam. Akibatnya. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup. sisa insektisida. materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. dan CO. Pencemaran Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut. dapat menyebabkan mutasi.di bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas. Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi. maupun tumbuhan. virus. maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada manusia. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. kerugian manusia semakin banyak. d. b. dan pembuangan sampah domestik. akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. bulu. Partikel adat. c. c. Buangan industri seperti Pb. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar. membentuk awan dekat tanah yang dapat mengganggu pernapasan. Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif. tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis karena sinar matahari terhalang. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. air. dapat mengganggu ekosistem laut. dan benih. Partikel SOZ dan NO2. Bila terlambat penanggulangan-nya.hasilkan sulfur dioksida. Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan meng. 2. air a. Pemanasan global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumah kaca. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah. Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara. Bila terjadi pencemaran di air. jamur. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk embun. nuklir. berbagai penyakit akibat kelainan gen. Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi. batang. misalnya. misalnya.

Cr dan Hi). Fisik. b. BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemar organik. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. berupa kaleng-kaleng. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3. botol.Parameter Pencemaran Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum. Parameter kimia Parameter kimia meliputi C02. pestisida. radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat. misalnya insektisida. botol. Biologi. zat kimia dari buangan pertanian. pH. sampah-sampah pla. pupuk anorganik. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. kapal terbang. Misalnya pencemaran nuklir. dan logam-logam berat. Entamoeba coli. As. dan Salmonella thyposa. detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan) c. 3. 2. . yaitu sebagai berikut : 1.stik yang sukar hancur. B. 4. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih. dan karet. alkalinitas.3. c. Polusi suara Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor. deru mesin pabrik. karet sintesis. 2. berupa zat radio aktif. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Cd. Menurut macam bahan pencemar Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut. plastik. Cars pengukurannya adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya selama 5 hari. Menurut tingkat pencemaran Menurut WHO. b. Pb. pecahan kaca. Parameter biokimia Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand). Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. detergen dan minyak. 3. Kimiawi. fosfor. berupa mikroorganisme. misalnya Escherichia coli. 1. logam (Hg. dan kaleng b. Pencemaran tanah Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini : a. yaitu jumlah oksigen dalam air. Paramaterparameter yang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut : a.

bakteri coli. . bau. virus. misalnya. dan plankton. bentos. fisik d. kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.Menurut menteri kesehatan. Parameter Parameter fisik meliputi temperatur. dan radioaktivitas. Parameter biologi Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme. rasa. kekeruhan. warna. c.

Tersedia dalam jumlah yang d.5 – 9. Karena standar air yang digunakan untuk konsumsi jelas lebih tinggi dari pada untuk keperluan selain dikonsumsi. Syarat mikrobiologi. Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun b. tipus. penyediaan air harus memenuhi kuantitas dan kualitas. antara lain: a. Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan c.AIR BERSIH Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak. kimia dan juga mikrobiologi. Harganya relatif murah atau terjangkau oleh sebagian besar masyarakat higienis. Syarat fisik. Aman dan b. atau tidak membahayakan kesehatan antara lain: a. Cukup yodium d. Tidak berasa apapun d. Air bersih disini kita kategorikan hanya untuk yang layak dikonsumsi. antara lain: Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri. Tidak berbau apaun e. 2.Kes/Per/VII/1977. 1. Air harus bersih dan tidak keruh b. Tidak meninggalkan endapan 2. a. pH air antara 6. Ada beberapa persyaratan yang perlu diketahui mengenai kualitas air tersebut baik secara fisik. Kandungan unsur kimia di dalam air harus mempunyai kadar dan tingkat konsentrasi tertentu yang tidak membahayakan kesehatan manusia atau mahluk hidup lainnya. Parameter yang ada digunakan untuk metode dalam proses perlakuan. Parameter air yang penting ialah parameter fisik. dan bakteri patogen penyebab penyakit. biologis dan radiologis yaitu sebagai berikut: Parameter 1. Suhu antara 10-25 C (sejuk) f. bukan layak untuk digunakan sebagai penunjang aktifitas seperti untuk MCK.2 3. minum. cukup. yaitu: 173/Men. Tidak berwarna apapun c. kolera. Baik dan layak c. kimia. Air Bersih secara Fisika Kekeruhan Warna bau Rasa & . Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Syarat kimiawi. pertumbuhan tanaman. operasi dan biaya. 3.

antara lain: karbohidrat. 3. pH. Temperatur Endapan Parameter Air Bersih secara Kimia 1. Parameter 1.) E.) cadmium 5. 5. metan.01 1. Coli 2. antara lain: hidrogen sulfida. pestisida. protein. fenol. PTT atau TDS (Kemampuan air bersih untuk menghantarkan arus listrik) PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM PARAMETER WAJIB No.) nitrit (sebagai NO2) Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l 0. deterjen. Jenis Parameter Parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan.003 3 Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel satuan Radiologi hantar Pesistivitas Kadar maksimum yang diperbolehkan . 2. Organik. logam berat. Konduktivitas atau daya 2. 5.) Fluoride 3.5 0. 1. 3.belerang. dll. oksigen. 3. Kimia anorganik 1.) Arsen 2. fosfor. Anorganik.) Total bakteri koliform b. a.4. antara lain: kesadahan. Parameter mikrobiologi 1.05 0. klorida.) total kromium 4. Gas-gas. nitrogen. Virus Air Bersih secara Biologi Bakteri Binatang Tumbuh-tumbuhan Protista Parameter Air Bersih secara 1. minyak/ lemak/gemuk. 4. bahan-bahan beracun. 2.

parameter kimiawi 1.) mangan 6.3 500 250 0.5 – 8.01 Tidak berbau TCU MG/L NTU 15 500 5 Tidak berasa ±3 MG/L MG/L MG/L MG/L MG/L 0.) khlorida 5.) nitrat (sebagai NO3) 7.2 0.) rasa 6.4 6.) total zat padat terlarut 4.) Bau 2.) kesadahan 4. a.) sianida 8.) Seng 8.) Ph 7.5 .) selenium 2.) Tembaga 10.5 MG/L MG/L MG/L MG/L 3 250 2 1.) Sulfat 9.) aluminium 2.) Ammonia Mg/l Mg/l Mg/l 50 0.) besi 3.) Warna 3.07 0. Parameter yang tidak langsung berhubungan dengan kesehatan. Parameter fisik 1.) kekeruhan 5.6.) suhu b.

1998 :140). Hak-Hak Klien antara lain : 1. Perawat adalah anggota tim kesehatan yang paling lama kontak dengan klien. Memberikan pelayanan keperawatan kepada individu. harus dilakukan karena klien yang sakit dan dirawat di rumah sakit akan berinteraksi dengan banyak petugas kesehatan. Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan klien. Hak untuk menentukan nasibnya sendiri 5. Elemen Peran Menurut pendapat Doheny (1982) ada beberapa elemen peran perawat professional antara lain : care giver. 2. collaborator.PERAN PERAWAT KOMUNITAS Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatakan aktifitas perawat dalam praktik. keluarga. Hak untuk mengakhiri hubungan dengan klien 4. Hak atas balas jasa Conselor Konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi tekanan psikologis atau masalah sosial untuk membangun hubungan interpersonal yang baik dan . coordinator change agent. sehingga diharapkan perawat harus mampu membela hak-hak klien. Seorang pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien. Hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian tindakan. educator. Hak atas privacy 4. Hak atas informasi yang benar 2. dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung keperawatan secara professional sesuai dengan kode etik professional. Hak untuk bekerja sesuai standart 3. Client Advocate (Pembela Klien) Tugas perawat : 1. Mempertahankan dan melindungi hak-hak klien. Hak atas pelayanan yang sebaik-baiknya 2. Hak atas rahasia pribadi 6. Care Giver : Pada peran ini perawat diharapkan mampu: 1. Pembelaan termasuk didalamnya peningkatan apa yang terbaik untuk klien. conselor. kelompok atau masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi mulai dari masalah yang bersifat sederhana sampai pada masalah yang kompleks. 2. Bertanggung jawab membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan dan dalam memberikan informasi lain yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (inform concern) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya. Hak atas informasi tentang penyakitnya 3. Perawat menggunakan proses keperawatan untuk mengidentifikasi diagnosis keperawatan mulai dari masalah fisik sampai pada masalah psikologis. perawat harus memperhatikan klien berdasarkan kebutuhan signifikan dari klien. dan interpersonal proses. Hak untuk menolak tindakan yang kurang cocok 5. Hak-Hak Tenaga Kesehatan antara lain : 1. memastikan kebutuhan klien terpenuhi dan melindungi hak-hak klien (Disparty. Dimana setiap peran yang dinyatakan sebagai ciri terpisah demi untuk kejelasan. client advocate.

Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada individu atau keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu. 2. Perubahan pola interaksi merupakan “Dasar” dalam merencanakan metode untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya. Belajar adalah sebuah proses interaktif antara guru dengan satu atau banyak pelajar dimana pembelajaran obyek khusus atau keinginan untuk merubah perilaku adalah tujuannya. Mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya. 3. (Redman.untuk meningkatkan perkembangan seseorang. Pemecahan masalah di fokuskan pada masalah keperawatan Educator : Mengajar adalah merujuk kepada aktifitas dimana seseorang guru membantu murid untuk belajar. Didalamnya diberikan dukungan emosional dan intelektual. Peran perawat : 1. 4. 1998:8). Inti dari perubahan perilaku selalu didapat dari pengetahuan baru atau keterampilan secara teknis .

wikipedia.com/judul-skripsi-tugas-makalah/tugas-kuliah-lainnya/air-bersih .pdf. Pemprov Sulsel. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 18:00 -http://id. 11 juni 2011.go.com/2007/06/konsep-sehat-sakit.id/pdf/Perilaku_hidup_bersih_&_sehat.http://one.com/2009/01/13/polusi-atau-pencemaran-lingkungan .org/wiki/Pengelolaan_sampah -http://gurungeblog.go.id (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan sistem penyediaan Air minum) .wordpress. 2003.html -http://dinkes-sulsel. S.indoskripsi.presidenri.DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan Republik Indonesia Pusat Promosi Kesehatan Tahun 2008 Notoatmojo. Jakarta:Rineka Cipta WEBSITE: -http://csrpdamkotabogor.com/2011/01/20/perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-phbs/ -http://911medical.wordpress.http://www.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful