BUDAYA KESEHATAN PENGERTIAN BUDAYA  Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan

bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai"kultur"dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.  Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.  Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.  Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.  Menurut konsep budaya Leinenger, karakteristik budaya dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Budaya merupakan pengalaman yang bersifat universal sehingga tidak ada dua budaya yang sama persis. 2. Budaya bersifat stabil, tetapi juga dinamis karena budaya itu diturunkan kepada generasi berikutnya sehingga mengalami perubahan. 3. Budaya diisi dan ditentukan oleh kehidupan manusianya sendiri tanpa disadari.  Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.  Beberapa pendapat ahli yang mengemukakan komponen atau unsur kebudayaan antara lain sebagai berikut. a. Melville J. Herskovits (2007) menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu: 1. alat-alat teknologi 2. 3. 4. sistem ekonomi keluarga kekuasaan politik

b. Bronislaw Malinowski (2007) mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi: 1. sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya 2. organisasi ekonomi

tidak dapat diraba atau disentuh. mengadakan kontak. penjahit. Didasarkan pada rasa susila yaitu anusia malu jika telanjang. antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain.  Contoh: Benda hasil budayanya berupa baju seragam.Wujud Budaya  MenurutD. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia. dan didokumentasikan. gagasan. toko pakaian. peraturan. baju olahraga. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut. dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba. dilihat. senjata. konkret. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitasaktivitas manusia yang saling berinteraksi.3. mencuci pakaian dan sebagainya 3. organisasi kekuatan (politik) WUJUD DAN KOMPONEN BUDAYA a. terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Gagasan (Wujud ideal)  Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide. Kebudayaan material  Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan. aktivitas. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat. untukmempercantik diri serta memenuhi norma agama dan etika. wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan. perbuatan.  Contoh: Konsep manusia perlu berpakaian. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama: 1. norma-norma. dingin dan tantangan alam. 2. dan seterusnya. peragaan busana.  Contoh: Sebagai aplikasi dari gagasan yang dikemukakan. Kebudayaan material juga mencakup barang- . Aktivitas (tindakan)  Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. dan sebagainya yang sifatnya abstrak. Dari konsep diatas. didapatkan fungsi pakaian yaitu untuk melindungi tubuh dari cuaca panas. nilainilai. dan dapat diamati dan didokumentasikan. Sifatnya konkret. baju pesta dan sebagainya  Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat. perhisalan. b. Oneil(2006). Komponen Budaya  Berdasarkan wujudnya tersebut. serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Artefak (karya)  Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas. manifestasi pelaksanaanya dilakukan kegiatan pabrik tekstil. alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama) 4. dan artefak. 1.

Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapatdipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)  Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. pakaian. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama.  Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja. nenek dan seterusnya. senjata. dan keluarga unilateral. misalnya berupa dongeng. Sistem kekerabatan dan organisasi social  Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. seperti televisi.  Unsur-unsur budaya 1. Bahasa. dan mesin cuci. menangkap ikan 3. di antaranya: berburu dan meramu. bercocok tanam di ladang. alat-alat transportasi 2.Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik). Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti. lisan.  Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan. tingkah laku. stadion olahraga. serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. berkomunikasi. alat-alat menyalakan api. dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. dan lagu atau tarian tradisional. Dalam kajian sosiologi-antropologi. wadah. dan paroh masyarakat. Melalui bahasa. gedung pencakar langit.Sementara itu. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. ataupun gerakan (bahasa isyarat). keluarga luas. adik. tempat berlindung dan perumahan. paman. cucu. dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. tata krama masyarakat. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari- .Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat.Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi. ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal. pesawat terbang. dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. 4. memakai.barang. cerita rakyat. klan. ibu. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi. manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat. keluarga bilateral. Sistem mata pencaharian hidup. kakak. anak. M. makanan. yaitu: alat-alat produktif. beternak. Kebudayaan nonmaterial  Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi. fatri. baik lewat tulisan. pakaian. kakek. baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum. menantu. organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat. atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian. dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan. bibi. 2.

ibu dan bayi selamat. baik secara individual maupun hidup bermasyarakat. kelahiran. atau pada ibu-ibu lanjut usia. yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. dan berbudaya pada anak. Kebiasaan ini mungkin dapat mencegah penularan dari penyakitpenyakit infeksi seperti cacar atau TBC. dan kelangsungan hidup suku mereka. Berbagai kebiasaan dikaitkan dengan kehamilan. Bila mereka tidak mengetahui nutrisi mana yang dibutuhkan bayi (biasanya demikian). tradisi budaya ini dapat menimbulkan masalah tersendiri. Secara bersamaan.  Menjadi sakit memang tidak diharapkan oleh semua orang apalagi penyakit-penyakit yang berat dan fatal. seperti posyandu atau sekolah. Ini dapat merupakan sumber . mewujudkan seni (sastra). Masih banyak masyarakat yang tidak mengerti bagaimana penyakit itu dapat menyerang seseorang.sehat. 5. manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta. Ada beberapa yang kenyataannya malah merugikan. dan gagal.hari. Ada kebiasaan dimana setiap orang sakit diisolasi dan dibiarkan saja. mempelajari naskah-naskah kuna. maka digunakan pengobatan secara tradisional. Kebiasaan menyusukan bayi yang lama pada beberapa masyarakat. Sistem kepercayaan  Ada kalanya pengetahuan. Ini dapat dilihat dari sikap mereka terhadap penyakit itu sendiri. tidak semua kebiasaan itu baik. 6. dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks. Budaya memeriksakan secara dini kesehatan anggota keluarga belum tampak. Hidup sehat adalah hidup bersih dan disiplin sedangkan kebersihan dan kedisiplinan itu sendiri belum menjadi budaya sehari-hari. Sehubungan dengan itu. sebagian besar penduduknya bermukim di daerah pedesaan dengan tingkat pendidikan mayoritas sekolah dasar dan belum memiliki budaya hidup sehat. misalnya gerakan 3M pada pencegahan demam berdarah belum terdengar gaungnya jika belum mendekati musim hujan atau sudah ada yang terkena demam berdarah. merupakan contoh baik kebiasaan yang bertujuan melindungi bayi. bayi dapat mengalami malnutrisi dan mudah terserang infeksi. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi. Posyandu yang ada di komunitas seharusnya diberdayakan untuk menanamkan perilaku hidup bersih. kebiasaan hidup dan adatistiadat dibentuk untuk mempertahankan hidup diri sendiri. Bentuk pengobatan yang diberikan biasanya hanya berdasarkan anggapan mereka sendiri tentang bagaimana penyakit itu timbul. Dia berusaha menyusui bayinya. dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi. BUDAYA KESEHATAN INDONESIA  Indonesia sebagai Negara agraris. muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini. pemberian makanan bayi. Dari sudut pandangan modern. yang bertujuan supaya reproduksi berhasil. Kesenian  Karya seni dari peradaban Mesir kuno.  Di dalam masyarakat sederhana. Hal ini terlihat dari banyaknya klien yang datang ke pelayanan kesehatan untuk memeriksakan keadaan kesehatan sebagai tindakan kuratif belum didukung sepenuhnya oleh upaya promotif dan preventif.Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Kalau mereka anggap penyakit itu disebabkan oleh hal-hal yang supernatural atau magis. Tetapi bila air susu ibu sedikit.  Menanamkan budaya hidup sehat harus sejak dini dengan melibatkan pranata yang ada di masyarakat. Pengobatan modern dipilih bila mereka duga penyebabnya faktor alamiah. pemahaman.

padahal rumah sakit itulah tempat ideal bagi penyebaran kuman-kuman yang telah resisten terhadap antibiotika. 1. Pelayanan keperawatan transkultural diberikan kepada pasien sesuai dengan latar belakang budayanya. menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi : melakukan pengkajian dalam upaya mengumpulkan data dan evaluasi yang benar.  Negosiasi budaya adalah intervensi dan implementasi keperawatan untuk membantu klien beradaptasi terhadap budaya tertentu yang lebih menguntungkan kesehatannya. sesuai kedudukannya dalam suatu system. kebudayaan yang universal adalah kebudayaan dengan nilai dan norma yang diyakini dan dilakukan oleh hamper semua kebudayaan seperti budaya olahraga untuk mempertahankan kesehatan. Peran perawat dipengaruhi oleh keadaan social baik dari dalam maupun dari luar profesi keperawatan dan bersifat konstan. perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan secara langsung dan tidak langsung kepada klien. Budaya modern menuntut merawat penderita di rumah sakit. serta proses untuk mempertahankan atau meningkatkan perilaku sehat atau perilaku sakit secara fisik dan psikokultural sesuai latar belakang budaya ( Leininger. Misalnya.  Doheny (1982) mengudentifikasi beberapa elemen peran perawat professional meliputi: 1. melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana yang ada.ataupun Dayak. menegakkan diagnosis keperawatan berdasarkan hasil analisis data. Sedangkan. Seluruh perencanaan dan implementasi keperawatan dirancang sesuai latar belakang budaya sehingga budaya dipandang sebagai rencana hidup yang lebih baik setiap saat. dan melakukan evaluasi berdasarkan respon klien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilakukannya. Tengger. jika klien yang sedang hamil mempunyai pantangan untuk makan makanan yang berbau amis seperti ikan.konflik bagi tenaga kesehatan. yamh difokuskan pada perilaku individu atau kelompok. maka klien tersebut dapat mengganti ikan dengan sumber protein nabati yang lain. pola rencana hidup yang dipilih biasanya yang lebih menguntungkan dan sesuai dengan keyakinan yang dianut.1978). Perawat membantu klien agar dapat memilih dan menentukan budaya lain yang lebih mendukung peningkatan status kesehatan. merencanakan intervensi keperawatan sebagai upaya mengatasi masalah yang muncul dan membuat langkah atau cara pemecahan masalah. 1984).  Restrukturisasi budaya perlu dilakukan bila budaya yang dimiliki merugikan status kesehatan klien. bila ternyata pengobatan yang mereka pilih berlawanan dengan pemikiran secara medis. Di dalam masyarakt industri modern. Kebudayaan yang spesifik adalah kebudayaan dengan nilai dan norma yang spesifik yang tidak dimiliki oleh kelompok lain seperti pada suku Osing. 1987). KEPERAWATAN TRANSKULTURAL  Keperawatan transkultural adalah suatu pelayanan keperawatan yang berfokus pada analisa dan studi perbandingan tentang perbedaan budaya (Leinenger. Tujuan Keperawatan Transkultural  Tujuan pengguanaan keperawatan transkultural adalah pengembangan sains dan keilmuan yang humanis sehingga tercipta praktik keperawatan pada kebudayaan (kultur—culture) yang spesifik dan universal (Leininger. PERAN PERAWAT DALAM MENGHADAPI ANEKA BUDAYA  Peran merupakan seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang. Keperawatan transkultural merupakan ilmu dan kiat yang humanis. Care giver  Sebagai pelaku atau pemberi asuhan keperawatan. Perawat berupaya melakukan strukturisasi gaya hidup klien yang biasanya merokok menjadi tidak merokok. iatrogenic disease merupakan problema. .

alternative lain beserta resikonya. 2. perawat berfungsi sebagai penghubung antar klien dengan tim kesehatan lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan klien. Konseling diberikan kepada individu/keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan penglaman yang lalu.  Selain itu. 2. perawat juga dapat memberikan pendidikan kesehatan kepada kelompok keluarga yang beresiko tinggi. perawat harus dapat melindungi dan memfasilitasi keluarga dan masyarakat dalam pelayanan keperawatan. dan lain sebagainya. membela kepentingan klien dan membantu klien memahami semua informasi dan upeya kesehatan yang diberikan oleh tim kesehatan dengan pendekatan tradisional maupun professional. Coordinator  Perawat memanfaatkan semua sumber-sumber dan potensi yang ada. Educator  Sebagai pendidik klien perawat membantu klien meningkatkan kesehatannya malalui pemberian pengetahuan yang terkait dengan keperawatan dan tindakan medic yang diterima sehingga klien/keluarga dapat menerima tanggung jawab terhadap hal-hal yang diketahuinya. Mengoordinasi seluruh pelayanan keperawatan Mengatur tenaga keperawatan yang akan bertugas Mengembangkan system pelayanan keperawatan . tindakan medic apa yang hendak dilakukan. pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit/ sarana pelayanan kesehatan tempat klien menjalani perawatan 2. Dalam menjalankan peran sebagai coordinator perawat dapat melakukan hal-hal berikut: 1. antara lain : 1. perawat memperhatikan individu sebagai makhluk yang holistic dan unik. perawat juga harus dapat mempertahankan dan melindungi hak-hak klien. pendidikan kesehatan. Client advocate  Sebagai advokat klien. Dalam memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan. Sebagai pendidik. 4. Adanya pula interaksi ini merupakan dasar dalam merencanakan metode untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya. mengubah perilaku hidup kearah perilaku hidup sehat. 3. dan menjalankan tindakan medis sesuai dengan pendelegasian yang diberikan. dll 3. Hak mendapat informasi yang meliputi antara lain. Memberikan konseling/ bimbingan kepada klien. keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan sesuai prioritas. Counsellor  Tugas utama perawat adalah mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya. penyakit yang dideritanya. Dalam menjalankan peran sebagai advokat. Collaborator  Perawat bekerja sama dengan tim kesehatan lain dan keluarga dalam menentukan rencan maupun pelaksanaan asuhan keperawtan guna memenuhi kebutuhan kesehatan klien. Peran advokasi sekaligus mengharuskan perawat bertindak sebagai narasumber dan fasilitator dalam tahap pengambilan keputusan terhadap upaya kesehatan yang harus dijalani oleh klien.Peran utamanya adalah memberikan asuhan keperawatan kepada klien yang meliputi intervensi atau tindakan keperawatan. observasi. pemecahan masalah difokuskan pada masalah keperawatan. 5. kadar kesehatan. 4. Hak atas informasi . baik materi maupun kemampuan klien secara terkoordinasi sehingga tidak ada intervensi yang terlewatkan maupun tumpang tindih.

3. Memberikan informasi tentang hal-hal yang terkait dengan pelayanan keperawatan pada sarana kesehatan 6. Mengembangkan kemampuan untuk bekerja dengan yang lain dalam konteks budaya. 7. kerjasama. 6. Bias dan nilai budaya ditafsirkan secara internal 4. Change agent  Sebagai pembaru. Perilaku dan nilai budaya di tunjukkan oleh masyarakat Budaya bersifat kreatif dan sangat bermakana dalam hidup. Ketiga: 6. Nilai budaya tidak selalu tampak kecuali jika mereka berbagi secara sosial dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Secara simbolis terlihat dari bahasa dan interaksi Budaya menjadi acuan dalam berpikir dan bertindak . yaitu: Pertama: 1. 2. diluar penilaian etnosentris Pahami bahwa budaya bersifat dinamis. maka perawat dalam menjalankan perannya harus dapat memahami tahapan pengembangan kompetensi budaya. tetapi dalam bentuk atau arti berbeda. 4. Proses pemikiran yang terjadi pada perawat juga terjadi pada yang lain. Consultan  Elemen ini secara tidak langsung berkaitan dengan permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan keperawatan yang diberikan.  Untuk menghadapi berbagai fenomena kebudayaan yang ada di masyarakat. 5. perawat mengadakan inovasi dalam cara berpikir. Dengan peran ini dapat dikatakan perawat adalah sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi spesifik lain. 5. 2. bertingkah laku. Kedua: 1. Budaya menggambarkan keyakinan bahwa banyak ragam budaya yang ada sudah sesuai dengan budayanya masing-masing 8. Menjadi peduli dengan budaya sendiri. Penting untuk membangun sikap saling menghargai perbedaan budaya dan apresiasi keamanan budaya 9. 3.4. perubahan yang sistematis dalam berhubungan dengan klien dan cara memberikan keperawatan kepada klien 7. dan meningkatkan keterampilan klien/keluarga agar menjadi sehat. Menjadi sadar dan peduli dengan budaya orang lain trerutama klien yang diasuh oleh perawat sendiri 7. Elemen ini mencakup perencanaan. Hal ini merupakan proses kumulatif dan berkelanjutan Hal ini dipelajari dan dibagi dengan orang lain. bersikap.

Kegunaan Makalah Dalam penyusunan makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang antropologi. sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan orang banyak. Untuk mengetahui pengertian antropologi 2. dan bisa juga diakibatkan oleh kebiasaan-kebiasaan atau pantanganpantangan yang dianut atau dipercaya oleh suatu masyarakat. Apa yang dimaksud dengan antropologi ? 2. Elly M. meningkatkan daya tahan tubuh sehingga bisa terhindar dari berbagai penyakit.DAFTAR PUSTAKA 1. Masalah ini sangat meresahkan sekali. 2009. BAB I PENDAHULUAN 6. Apa yang dimaksud dengan gizi ? 3. Momon. Ferry. dkk. Jakarta. Untuk mengetahui pengertian gizi 3. E. Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori Dan Praktik Dalam Keperawatan. maka penulis dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut : 1. Kekurangan gizi ini bisa diakibatkan oleh panen yang gagal. karena asupan gizi itu penting sekali bagi kelangsungan hidup manusia. Makalah . B. Dengan adanya masalah ini memotivasi penulis untuk menyusun makalah yang berjudul “HUBUNGAN ANTARA ANTROPOLOGI DENGAN GIZI”. MAKALAH ANTROPOLOGI KESEHATAN 5. Jakarta : Kencana Sudarma. A. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis. Setiadi. dan hubungan antara keduanya agar dapat menigkatkan derajat kesehatan. umumnya bagi pembaca. Dengan gizi yang baik. 2008. gizi. dimana tidak boleh memakan atau mengkonsumsi suatu makanan yang justru mengandung banyak gizi. Effendy. Untuk mengetahui hubungan antara antropologi dengan gizi D. 3. Hal ini diharapkan dapat memecahkan masalah atau setidaknya dapat memberikan pengetahuan kepada kita tentang masalah kekurangan gizi ini supaya kita dapat memperbaiki tentang masalah gizi ini. Tujuan Makalah Makalah ini disusun dengan tujuan : 1. kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi itu sendiri. Bagaimana hubungan antara antropologi dengan gizi ? C. Latar Belakang Pada zaman sekarang banyak sekali orang yang kekurangan gizi atau mengalami gizi buruk. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan. Jakarta : Salemba M 4. Salemba Medika 2. Sosiologi untuk Kesehatan. Prosedur Metode yang digunakan dalam makalah ini adalah metode deskriptif dan teknik kajian pustaka. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. manusia dapat hidup sehat karena dengan mengkonsumsi gizi yang baik dapat mencegah penyakit. 2006. untuk mengetahui secara lebih mendalam kebiasaan-kebiasaan suatu masyarakat dalam hal makanan.

Ilmu antropologimenggunakan pendekatan yang menyeluruh atau bersifat sistem. Masalah mengenai azas-azas dari kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat dari semua suku bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi masa kini. yang langsung dapat dibandingkan dengan subjek-subjek . antropologi biologi antropologi sosial. ruang lingkup dan batas lapangan perhatiannya yang luas ini yang menyebabkan timbulnya paling sedikit 5 masalah penelitian. dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia di seluruh dunia. c. antropologi kesehatan. Ahli antropologi menawarkan kepada ilmu-ilmu kesehatan suatu metodologi penelitian yang longgar dan efektif untuk menggali serangkaian masalah teoritis dan praktis yang sangat luas. Masalah perkembangan. sudah dapat dipastikan terdapat ilmu-ilmu yang terdapat dalam ilmu antropologi yang membahas tentang ke-5 masalah tersebut. Begitu pula sebaliknya. bagaimana seluruh bagian dari sistem itu saling menyesuaikan dan bagaimana sistem itu bekerja. Menurut Koentjaraningrat (1981 : 11) antropologi berarti “ilmu tentang manusia. yang akan mengarahkan peneliti kepada banyak jalur penemuan. Koentjaraningrat (1981 : 12) mengemukakan tentang 5 masalah ini : masalah sejarah asal dan perkembangan manusia secara biologi. Ilmu antropologi memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses-proses perubahan sosial dan buaya dan juga untuk membantu memahami keadaan dimana para warga dari “kelompok sasaran” melakukan respon terhadap kondisi yang berubah dan adanya kesempatan baru. dengan masalah-masalah umum yang luas. Tinjauan Teoritis 1. Dengan melihat 5 masalah di atas. Akan tetapi Anderson (2006 : 246) juga menyatakan antropologi tidak mencukupi diri dalam menghasilkan hipotesis-hipotesis dan topik-topik penelitian baru. Terdapat macam-macam antropologi seperti antropologi fisik. Ilmu antropologi memberi sumbangan bagi ilmu kesehatan. penyebaran. menurut Anderson (2006 : 244) ilmu-ilmu kesehatan menawarkan kepada ilmu antropologi berbagai bidang yang khusus.” Ilmu antropologi telah berkembang dengan luas. Menurut Anderson (2006 : 257) pendekatan holistik antropologi terhadap interpretasi atas bentuk-bentuk sosial dan budaya serta ketergantungan pokok pada observasi partisipasi untuk mengumpulkan data dan menghasilkan hipotesis adalah hasil dari. Untuk memecahkan suatu masalah sudah dapat dipastikan dibutuhkan beberapa penelitian untuk mengetahui sumber masalah itu sendiri dan pemecahannya.BAB II PEMBAHASAN A. Seorang ahli antropologi tidak terlalu mempersoalkan untuk memisahkan antara masalah-masalah penelitian yang kecil dan ketat yang dapat mereka kerjakan dengan disain-disain penelitian yang dari segi estetika memuaskan. Anderson (2006 : 247) menyatakan bahwa kegunaan antropologi bagi ilmu-ilmu kesehatan terletak dalam 3 kategori utama : a. perkembangan dan penyebaran aneka warna bahasa yang diucapkan manusia di seluruh dunia. Ilmu antropologi memberikan suatu cara yang jelas dalam memandang masyarakat secara keseluruhan maupun para anggota individual mereka. Pengertian Antropologi Antropologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk manusia dan juga budayanya. atau berkaitan erat dengan sampel umum dari penelitian antropologi. dimana peneliti secara tetap menanyakan. b. masalah sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia. Kita (ahli antropologi) didorong oleh data dan ide-ide dari berbagai bidang lain. dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya masalah sejarah asal. yang dihadapi dalam berbagai program kesehatan. Menurut Anderson (2006 : 256) ahli antropologi melaksanakan penelitian mereka dengan cara eksplorasi yang relatif tanpa struktur dan meliputi masalah-masalah yang sangat luas. antropologi budaya.

yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit. Selain pendapat Almatsier. Anderson (2006 : 3) menyatakan bahwa antropologi kesehatan adalah disiplin biobudaya yang memberi perhatian kepada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia. 2. Guthrie (1983). bahasa – segala sesuatu yang dilakukan manusia atau diingat pernah dilakukan mereka. religi. akan tetapi antropologi kesehatan ini mempunyai akar. Di satu sisi ilmu gizi berkaitan dengan makanan dan di sisi lain dengan tubuh manusia. seperti yang dikatakan Anderson (2006 : 244). beliau menyatakan prinsip-prinsip gizi dasar adalah ilmu yang mempelajari makanan. fisiologi. budaya. mencatat. dan kesehatan sehingga kita dapat mengetahui kaitan antara budaya suatu masyarakat dengan kesehatan masyarakat itu sendiri. Gizi merupakan zat yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab Ghidza. proses pencernan. fungsi serta akibat kekurangan atau kelebihan zat gizi bagi tubuh. terutama tentang cara-cara interaksi ntara keduanya di sepanjang sejarah kehidupan manusia. Sediaoetama (1987). simpati terhadap orang lain. biologi. zat gizi. yang berarti “makanan”. dan juga menerangkan mengapa suatu sikap atau tingkah laku di suatu masyarakat bisa terjadi. Gerakan kesehatan masyarakat internasional setelah perang dunia II. Almatsier (2004 : 3) menyatakan ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal. kesenian. Akan tetapi semua ini tidaklah cukup seorang ahli antropologi harus bisa mengetahui. Anderson (2006 : 4) menyatakan antropologi kesehatan kontemporer mempunyai 4 sumber : a. dan tentunya dapat memasuki dunia kesehatan dan masyarakat kesehatan yang bersedia menerma kehadiran para ahli antropologi itu. selain yang sudah disebutkan. Perhatian ahli antropologi fisik terhadap topik-topik seperti evolusi. . Antropologi kesehatan merupakan bagian dari ilmu antropologi yang sangat penting sekali. dan serologi. banyak juga yang berpendapat tentang ilmu gizi yang dibahas dalam buku FKM UI (2007 : 4). Antropologi kesehatan ini tidak serta merta muncul dengan sendirinya. metabolisme dan penyerapan dalam tubuh. anatomi. seorang ahli antropologi kesehatan haruslah sabar dan teliti karena seperti yang dikatakan Anderson (2006 : 246) beliau menyatakan : Para ahli antropologi harus menjadi generalis. a. organisasi sosial. adaptasi. Untuk menjadi ahli antropologi kesehatan. biokimia. beliau menyatakan ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari hal ikhwal makanan yang dikaitkan dengan kesehatan tubuh. naluri terhadap masalah. b. oksidasi. Perhatian etnografi tradisional terhadap pengobatan primitif. Dan untuk mengetahui tentang gizi ini kita harus lebih mendalam mempelajari tentang gizi. c. rekreasi. dan lain-lain. d. karena di dalam antropologi kesehatan diterangkan dengan jelas kaitan antara manusia. memahami. pengalaman penelitian. termasuk ilmu sihir dan magis.tradisional seperti masyarakat rumpun dan desa-desa. dan kalorimetri. tipetipe ras genetika. Gerakan “kebudayaan dan kepribadian” pada akhir 1930-an dan 1940-an yang merupakan kerjasama antara ahli-ahli psikiatri dan antropologi. b. dan menginterpretasikan data tentang geografi. Lahirnya ilmu gizi diawali dengan penemuan tentang hal yang berkaitan dengan penggunaan energi makanan meliputi proses pernapasan. Untuk menjadi seorang ahli antropologi kesehatan tidaklah mudah. foklor. Pengertian Gizi Ilmu gizi merupakan salah satu ilmu terapan yang berkaitan dengan berbagai ilmu dasar seperti ilmu kimia. seseorang memerukan dasar latihan antropologi ang baik. ilmu pangan. naluri dalam menyikapi masalah. dibutuhkan pegalaman. pathologi. beliau menyatakan : untuk menjadi seorang ahli antropologi kesehatan. kehidupan ekonomi. kebudayaan material. komparatif.

maka program-program pendidikan gizi yang efektif yang mungin menuju kepada perbaikan kebiasaan makan . Setelah mengetahui betapa pentingnya gizi bagi kesehatan atau fungsi tubuh kita. dan air adalah bagian dari jaringan tubuh. Oleh karena itu. kebiasaan makan yang salah. pantangan-pantangan dan upacaraupacara. membangun dan memelihara jaringan. dan protein. ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari zat-zat dari pangan yang bermanfaat bagi kesehatan dan proses yang terjadi pada pangan sejak dikonsumsi. Protein mengatur keseimbangan air di dalam sel. Kekurangan gizi menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. dan menyebabkan orang tidak mungkin melakukan kerja keras. yang mencegah orang memanfaatkan sebaik-baiknya makanan yang tersedia bagi mereka. dan juga tergantung pada kepercayaan-kepercayaan. Dengan demikian. Dengan melihat pengertian ilmu gizi di atas. juga muncul karena kepercayaan-kepercayaan keliru yang terdapat di mana-mana. Angka yang tepat tidak ada. mineral. dan vitamin diperlukan untuk mengatur proses tubuh. Apapun tolok ukur kita. Faktor primer adalah bila susunan makanan seseorang salah dalam kuantitas dan atau kualitas yang disebabkan oleh kurangnya penyediaan pangan. air. memelihara. kelaparan (dan sering mati kelaparan) merupakan hambatan yang paling besar bagi perbaikan kesehatan di sebagian terbesar negara-negara di dunia. karena akan berbahaya. dicerna. Kekurangan gizi ini selain dari ketidakmampuan negara-negra non industri untuk menghasilkan cukup makanan untuk memenuhi kebutuhan penduduk mereka yang berkembang. kurang baiknya distribusi pangan. perkembangan. 3. dan sebagainya. Pertumbuhan dan pemelihara jaringan tubuh : protein. Jadi apabila kita memilih makanan. lemak. Menurut Almatsier (2004 : 9) bahwa gangguan gizi disebabkan oleh faktor primer dan sekunder. dan kelangsungan hidup manusia serta faktor yang mempengaruhinya. Mengatur proses tubuh : protein. kita harus memilih makanan yang mengandung zat gizi yang berfungsi seperti yang dikatakan Anderson (2006 : 8).c. melainkan juga pada kebiasaan makanan tradisional yang berubah. ketidaktahuan. Faktor sekunder meliputi semua faktor yang menyebabkan zat-zat gizi tidak sampai di sel-sel tubuh setelah makanan dikonsumsi. Memberi energi : zat-zat gizi yang dapat memberikan energi adalah karbohidrat. Hubungan antara Antropologi dengan Gizi Dari empat bilyun manusia di dunia. mineral. mengenai hubungan antara makanan dan kesehatan. Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan kegiatan/aktivitas. diperlukan untuk membentuk sel-sel baru. maka semua organisasi pengembangan internasional maupun nasional yang utama menaruh perhatian tidak semata-mata pada pertambahan produksi makanan. bukan suatu garis yang jelas. diserap sampai dimanfaatkan tubuh. Anderson (2006 : 311) menyatakan karena pengakuan bahwa masalah gizi di seluruh dunia didasarkan atas bentuk-bentuk budaya maupun karena kurang berhasilnya pertanian. maka kita harus senantiasa menjaga agar jangan sampai kita ini kekurangan ataupun kelebihan gizi. Beliau menyatakan bahwa : a. c. serta mengatur proses-proses jaringan. menyebabkan banyak penyakit kronis. ratusan juta orang menderita gizi buruk dan kekurangan gizi. b. serta dampaknya terhadap pertumbuhan. bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai pangkal organisme yang bersifat infektif dan bahanbahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh. untuk mencapa keuntungan maksimal dari gizi yang diperoleh dari makanan yang tersedia. kemiskinan. sudah dapat dipastikan gizi merupakan zat gizi atau makanan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. tidak ada sensus mengenai kelaparan dan perbedaan antara gizi cukup dan gizi kurang merupakan jalur yang lebar. Menurut Almatsier (2004 : 3) zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu menghasilkan energi. National Academy of Science (1994). apabila kita memilih makanan sehari-hari kita harus memilih dengan baik karena makanan yang baik dapat memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. dan mengganti sel-sel yang rusak. Karena kebiasaan makan hanya dapat dimengerti dalam konteks budaya yang menyeluruh.

Dengan demikian. Di antara masyarakat yang cukup makanan. budaya. b. pantangan-pantangan. Menurut Anderson (2006 : 313) menyatakan bahwa para ahli antropologi memandang kebiasaan makan sebagai suatu kompleks kegiatan masak-memasak. masalah kesukaran dan ketidaksukaran. Anderson (2006 : 313) menyatakan bahwa nutrimen adalah suatu konsep biokimia. dan suatu peristiwa yang kebetulan dalam sejarah ada bahan-bahan yang bergizi baik yang tidak boleh dimakan. Bidang itu memperhatikan gejala-gejala antropologi yang mengganggu status gizi dari manusia. Anderson (2006 : 315) menyatakan nafsu makan. mereka diklasifikasikan sebagai “bukan makanan”. nafsu makan lapar adalah suatu gejala yang berhubungan namun berbeda. kepercayaan-kepercayaan. ahli-ahli antropologi melihat makanan mempengaruhi dan berkaitan dengan banyak kategori budaya lainnya. kearifan rakyat. persiapan. suatu zat yang mampu untuk memelihara dan menjaga kesehatan organisme yang menelannya. Makanan selain penting bagi kelangsungan hidup kita. makanan yang mempunyai dampak yang besar . Anderson (2006 : 317) menyatakan tentang simbolik dari makanan : a. kebudayaan mereka mendikte. kapan dimakannya. Makanan adalah suatu konsep budaya. suaty pernyataan yang sesungguhnya mengatakan “zat ini sesuai bagi kebutuhan gizi kita. lapar menggambarkan suatu kekurangan gizi yang dasar dan merupakan suatu konsep fisiologis. sejarah dan kebudayaan. juga penting bagi pergaulan sosial. Sebaliknya. terdiri dri apa dan etiket makan. takhayul. Setelah mengetahui betapa kuatnya kepercayaan-kepercayaan kita atau suatu masyarakat mengenai apa yang dianggap makanan dan apa yang dianggap bukan makanan. serta berapa banyak mereka harus makan agar memuaskan rasa lapar. Studi mengenai makanan dalam konteks budayanya yang menunjuk kepada masalah-masalah yang praktis ini. Sifat sosial. terutama dalam masyarakat-masyarakat tradisional. dan takhayul-takhayul yang berkaitan dengan produksi. kepercayaan tentang kesehatan. Makanan sebagai ungkapan ikatan sosial Barangkali di setiap masyarakat. akan tetapi konsep tentang makanan. menawarkan makanan (dan kadang-kadang minuman) adalah menawarkan kasih sayang. Dalam buku karya Anderson (2006 : 312). dan adaptasinya kepada variabel gizi yang berubah-ubah dalam kondisi lingkungan yang beraneka ragam menggambarkan bahan-bahan yang merupakan titik perhatian dalam antropologi gizi. Norge Jerome menyatakan bahwa “Antropologi Gizi” meliputi disiplin ilmu tentang gizi dan antropologi. evolusi manusia. Jadi dengan demikian. Namun tidak semua makanan mempunyai nilai lambang seperti ini.harus didasarkan atas pengertian tentang makanan sebagai suatu pranata sosial yang memenuhi banyak fungsi. dan persahabatan. Menerima makanan yang ditawarkan adalah mengakui dan menerima perasaan yang diungkapkan dan untuk membalasnya. dan apa yang diperlukan untuk memuaskan adalah suatu konsep budaya yang dapat sangat berbeda antara suatu kebudayaan dengan kebudayaan lainnya. penting untuk membedakan antara nutrimen dengan makanan. Dengan kata lain. perhatian. dan konsumsi makanan. Pendeknya. Menurut Anderson (2006 : 312) ada dua aspek penting dari antropologi gizi : a. Karena pantangan agama. Cara-cara dimana dimensi-dimensi sosial budaya dan psikologi dari makanan berkaitan dengan masalah gizi yang cukup. Makanan sebagai ungkapan dari kesetiakawanan kelompok Makanan sering dihargai sebagai lambang-lambang identitas suatu bangsa atau nasional. kapan mereka merasa lapar dan apa. sehingga terbukti sangat sukar untuk meyakinkan orang untuk menyesuaikan makanan tradisional mereka demi kepentingan gizi yang baik. b. sebagai suatu kategori budaya yang penting. dan psikologis dari makanan (yaitu peranan-peranan sosial budaya dari makanan yang berbeda dengan peranan-peranan gizinya). jelas merupakan suatu peranan para ahli antropologi yang sejak pertama dalam penelitian lapangannya telah mengumpulkan keterangan tentang praktek-praktek makan dan kepercayaan tentang makanan dari penduduk yang mereka observasi.” Dalam kebudayaan bukan hanya makanan saja yang dibatasi atau diatur.

cara lainnya adalah mempersalahkan ancaman dari dalam akibat pengaruh-pengaruh luar. juga kebutuhan-kebutuhan akan makanan khusus bagi anak setelah penyapihan. Simbolisme makanan dalam bahasa Pada tingkatan yang berbeda. Kemajuan akan sedikit sekali tercapai. bagi kita yang menaruh perhatian pada usaha memperbaiki tingkatan gizi dari masyarakat yang menderita kurang gizi. masalahnya tidak terbatas pada pencarian cara-cara untuk menyelesaikan lebih banyak bahan makanan. yang cukup. hal itu dibuktikan oleh angka-angka kekurangan gizi di perkotaan. Dan Marchione yang berpendapat tentang masalah gizi karena perubahan budaya. d. makanan juga bisa lebih buruk terutama dalam perubahan dari ekonomi sub sistem menjadi ekonomi uang. Penemuan Burgess dan Dean tentang masalah gizi karena perubahan budaya dalam buku karya Anderson (2006 : 325) menggambarkan aturan yang umum. Anderson (2006 : 323) menyatakan bahwa dalam perencanaan kesehatan. melainkan harus pula dicarikan cara-cara untuk memastikan bahwa bahan-bahan makanan yang tersedia digunakan secara efektif. Bahwa suatu peningkatan dalam pertanian sub sistem sebagian besar atau seluruhnya menjelaskan perbaikan ini. yang pada ukuran tertentu mungkin tidak tertandingi oleh bahasa lain. jelaslah bahwa analisis klinis dari kekurangan gizi baru merupakan langkah awal. baik sebelum maupun sesudah penyapihan. yang hidupnya berorientasi pada pertanian setengah sub sistem.adalah makanan yang berasal atau dianggap berasal dari kelompok itu sendiri dan bkan yang biasanya dimakan di banyak negara yang berlainan atau juga dimakan oleh banyak suku bangsa. Kebalikannya. persepsi kepribadian. kata-kata sifat dasar yang biasa digunakan untuk menggambarkan kualitas-kualitas makanan digunakan juga untuk menggambarkan kualitaskualitas manusia. Menurut mereka. Barangkali yang terpenting dari kesenjangan itu adalah kegagalan yang berulangkali terjadi untuk mengenal hubungan yang pasti antara makanan dan kesehatan. sehubungan dengan ancaman terhadap jiwa atau terhadap keamanan emosional adalah melebih-lebihkan bahaya dari luar. Kesenjangan yang besar dalam pemahaman tentang bagaimana makanan itu digunakan dengan sebaikbaiknya. menurun secara menyolok terutama di atara anakanak. Meskipun terdapat suatu kecenderungan umum bahwa makanan menjadi lebih baik dengan bertambahnya penghasilan. dan kepercayaan yang terkait dengannya. yang tetap konstan karena perubahan yang berarti dalam hal pola penyediaan makanan. dan keadaan emosional. Dalam bahasa Inggris. bukan pula dari keseimbangannya dalam hal berbagai makanan. Kesenjangan besar yang kedua dalam kearifan makanan tradisional pada masyarakat rumpun dan masyarakat petani adalah seringnya kegagalan mereka untuk mengenali bahwa anak-anak mempunyai kebutuhan-kebutuhan gizi khusus. Makanan dan stres Makanan memberi rasa ketenteraman dalam keadaan-keadaan yang menyebabkan stres. suatu cara untuk mengatasi stres ini dari dalam. c. Beliau menemukan masalah kekurangan gizi pada rumah tangga-rumah tangga di desa yang lebih miskin. bukan kualitasnya mengenai makanan yang pokok. Burgess dan Dean menyatakan bahwa sikap-sikap terhadap makanan sering mencerminkan persepsi tentang bahaya maupun perasaan stres. Pengetahuan mengenai kepercayaan lokal tersebut dapat dipakai dalam perencanaan perbaikan gizi. Dalam buku Anderson (2006 : 330) Cassel telah menunjukkan netapa pengidentifikasian makanan-makanan sehat . kecuali apabila petugas penyuluhan juga memahami fungsifungsi sosial dari makanan. Setelah mengetahui keterkaitan atau hubungan antara gizi atau makanan dengan antropologi atau kebudayaan. Setelah mengetahui betapa rumit masalah yang berhubungan dengan gizi ini ataupun makanan karena berkaitan dengan kebudayaan masyarakat yang berbeda-beda. Susunan makanan yang cukup cenderung ditafsirkan dalam rangka kuantitas. arti simbolik. maka salah satu cara adalah dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang apa yang sering belum dipelajari oleh masyarakat rumpun maupun masyarakat pedesaan adalah hubungan antara makanan dan kesehatan serta antara makanan yang baik dengan kehamilan. bahasa mencerminkan hubungan-hubungan psikologis yang sangat dalam di antara makanan.

Setelah mengetahui tentang antropologi dan gizi. Dengan mempelajari antropologi akan memudahkan kita untuk meningkatkan derajat kesehatan. dan di dalam antropologi juga diterangkan tentang antropologi kesehatan yang menerangkan tentang hubungan manusia. Mereka mengalami gizi buruk karena mereka tidak mau memakan makanan yang seharusnya mereka makan yang jelas mengandung banyak gizi dikarenakan mereka mempercayai bahwa makanan tersebut tidak boleh dimakan ataupun kebudayaan mereka melarang mereka untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Dengan ilmu ini kita dapat meyakinkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan ini dan betapa pentingnya makanan yang mengandung gizi untuk tubuh kita. Di sinilah antropologi memberikan sumbangan besar kepada ilmu gizi dalam lapangan penelitian dan pengajaran. Pembahasan Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan manusia dan budayanya. Agar apa yang kita usahakan tidak sia-sia karena tidak mungkin atau kecil sekali kemungkinan kita dapat memperbaiki gizi syatu daerahkalau apa yang kita sarankan itu bertentangan dengan kebudayaan mereka. budaya. Kesadaran akan praktek-praktek demikian dan pengetahuan tentang “hambatan-hambatan” yang harus diatasi untuk dapat merubah mereka adalah sangat penting untuk membantu masyarakat memaksimalkan sumber-sumber pangan yang tersedia bagi mereka. Hubungan antropologi dengan gizi ini sangat kuat sekali atau sangart erat. B. Dengan mengkonsumsi gizi seseorang dapat tumbuh dengan baik karena zat gizi ini dapat memberikan zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sehingga tubuh dapat terpelihara dengan baik. Akan sulit sekali . padahal dalam kelompok masyarakat itu terdapat cukup banyak makanan yang mengandung gizi. akan tetapi bisa juga diakibatkan oleh kepercayaan atau budaya seseorang. Di dalam antropologi kesehatan ini diterangkan dengan lebih jelas tentang tingkah laku manusia yang mempengaruhi kesehatannya dikarenakan budayanya. sungguh mengecewakan untuk melihat bahwa betapa seringnya praktek-praktek budaya menimbulkan kekurangan kebutuhan dasar. Hal ini tentu saja sangat mengecewakan karena banyak sekali kelompok masyarakat yang kekurangan gizi karena tidak bisa mendapatkannya karena masalah ekonomi. dan kesehatan. Akan tetapi ada suatu kelompok masyarakat yang mampu untuk mendapatkan makanan tersebut namun mereka tidak mempergunakannya dengan sebaik-baiknya. maka kita sebagai penyuluh kesehatan penting sekali bagi kita untuk mempelajari antropologi atau kebudayaan penduduk setempat yang akan diberi penyuluhan. Dengan ilmu antropologi kita akan mengetahui bagaimana menangani masalah kesehatan atau kekurangan gizi suatu masyarakat.dalam makanan kuno orang Zulu dapat membangkitkan perhatian mereka terhadap makanan dan dengan motivasi nasionalistik bersedia menerima banyak perubahan-perubahan demi peningkatan gizi mereka. Setelah mengetahui hubungan antara antropologi dengan gizi. Kemiskinan dan kekurangan akan gizi yang memadai pada tingkatan tertentu membatasi kemungkinan untuk memperbaiki gizi jutaan penduduk yang menderita kurang pangan. Hal ini menyebabkan banyaknya suatu kelompok masyarakat yang kekurangan gizi. ataupun kita bisa memberikan alternatif lain yaitu dengan cara kita memberikan penyuluhan dengan cara menyarankan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak gizi yang tidak bertentangan dengan kebudayaan mereka. Seseorang atau suatu kelompok masyarakat mengalami gizi buruk atau kekurangan gizi bukann hanya karena masalah ekonomi. maka sedikit banyak kita dapat melihat hubungan antara antropologi dengan gizi. Gizi merupakan zat yang terdapat di dalam makanan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup. Banyak sekali terdapat suatu kelompok masyarakat yang mengalami gizi buruk dikarenakan mereka percaya kepada kepercayaan atau kebudayaan mereka. Sebaliknya. karena kalaun kita sebelum memberikan penyuluhan kita mempelajari kepercayaankepercayaan atau kebudayaan penduduk setempat akan memudahkan kita untuk memberikan penyuluhan karena kita sudah mengetahui seluk beluk masyarakat tersebut.

kita merubah perilaku seseorang yang diakibatkan oleh budaya. B. Ilmu gizi sendiri adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal. Hal ini menimbulkan sesuatu yang sangat mengecewakan. 2. BAB III SIMPULAN DAN SARAN A. sehingga pembaca dapat mengetahui tentang pentingnya gizi dan pengaruh antropologi terhadap gizi suatu masyarakat. maka kita akan terhindar dari berbagai penyakit karena kita mempunyai tubuh yang sehat. akan tetapi diakibatkan oleh kepercayaan atau kebudayaan mereka yang melarang memakan makanan yang sebenarnya mengandung banyak gizi. Antropologi Kesehatan. Jakarta : PT. Jakarta : PT. Hubungan antara antropologi dengan gizi itu sangat erat sekali. di sisi lain terdapat masyarakat yang kekurangan gizi akibat kebudayaan mereka tidak mengizinkan atau melarang mereka memakan makanan tersebut yang seharusnya dipergunakan dengan sebaik-baiknya karena makanan tersebut sangat bermanfaat bagi mereka. Apabila gizi kita terpenuhi. DAFTAR PUSTAKA Almatsier. Foster. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. hal itu akan memakan atau membutuhkan proses yang lama dan panjang. Akhirnya. Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk manusia dengan budayanya. dan kesehatan sehingga kita dapat mengetahui kaitan antara budaya suatu masyarakat dengan kesehatan masyarakat itu sendiri. penulis berharap pembaca lebih mendapatkan pengetahuan tentang hubungan antara antropologi dengan gizi. (2006). semoga penyusunan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Dalam antropologi diterangkan bagaimana hubungan manusia dengan budayanya dan apa pengaruhnya. salah satunya antropologi kesehatan yang menerangkan tentang manusia. karena banyak sekali orang yang kekurangan gizi yang bukan diakibatkan oleh masalah ekonomi. atau juga berarti ilmu tentang manusia. Anderson. Sunita. . Simpulan 1. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : UI Press. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. (2007). FKM UI. Di satu sisi terdapat masyarakat yang kekurangan gizi karena mereka tidak bisa mendapatkannya karena masalah ekonomi. budaya. Gizi itu sangat penting sekali bagi kelangsungan hidup kita. sehingga pembaca mendapatka pengetahuan tentang cara-cara meningkatkan derajat kesehatan. 3. Raja Grafindo Persada. (2004). Saran Setelah membaca makalah ini. Gizi merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Cakupan ilmu antropologi itu luas sekali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful