I. 1.

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat pada huruf a, b, c atau d . HTN menurut Van Apeldoorn, adalah : a. Hukum Tata Negara ( Verfassungsrecht ) sebagai Staatsrecht dalam arti luas. b. Sedangkan Hukum Tata Negara dalam arti sempit meliputi pula Kurikulum Administrasi Negara. c. Ruh. Kusnardi dan Harmaily Ibrahim dalam buku Pengantar Tata Negara Indonesia adalah sebagai sekumpulan persatuan hukum yang mengatur organisasi dari pada Negara, hubungan antar alat perlengkapan negara dalam garis vertikal dan horizontal, serta kedudukan negara – negara dan hak asasi. d. Hukum Tata Negara, melihat negara dalam keadaan bergerak (in beweging), sedangkan Hukum Administrasi Negara dalam keadaan diam ( in rast ).

2.

HTN Umum dan HTN Pasif, adalah : a. HTN Umum, membahas HTN ynag berlaku pada suatu tempat dan waktu tertentu, sesuai dengan pengertian umum. b. Sedangkan HTN Positif, membahas asas – asas, prinsip – prinsip yang berlaku positif. c. HTN Umum yang berisi asas – asas Hukum yang bersifat positif. d. HTN yang bersifat positif yang berlaku di Indonesia yang mengkaji mengenai Hukum positif di bidang ketatanegaraan di Indonesia.

3.

Hukum Tata Negara dapat pula disebut Hukum Konstitusi ( Constitusional Law ), adalah : a. HTN / Hukum Konstitusi harusnya sudah berhubungan dengan kegiatan – kegiatan politik di sekitar lembaga. DPR ada di sekitar pembentukan undang – undang yang dilakukan DPR atau kegiatan legislasi bersama Presiden. b. HTN / Hukum Konstitusi dalam prakteknya berhubungan erat dengan fungsi – fungsi legislatif DPR atau fungsi – fungsi Konstitutif di lembaga MPR, tetapi tidak membahas persoalan – persoalan dengan Undang – undang dasar.

1

c. Teori dan pemikiran HTN / Hukum Konstitusi di perguruan tinggi bermuara hanya kepada aktifitas politik di DPR dan MPR dan berhubungan erat dengan praktek di pengadilan. d. HTN / Hukum Konstitusi menjadi sangat politis, karena sudah berhubungan dengan partai politik yang berkembang di suatu negara, baik di MPR maupun di DPR, tidak termasuk DPD yang berkembang di Indonesia. 4. Perkembangan Undang – undang dasar, sejak proklamasi 17 Agustus 1945 yang berlaku di Indonesia, adalah : a. UUD 1945, UUD 1949, UUD 1950, UUD 1945 yang dirubah berturut – turut tahun 1999, 2000, 2001 dan 2002. b. UUD 1945, UUD RIS 1949, UUD 1950, UUD 1945 berserta penjelasannya dan UUD 1945 di ubah berturut – turut tahun 1999, 2000, 2001 dan 2002. c. UUD 1945, UUD 1949 (RIS), UUDS 1950, UUD 1945 berserta penjelasannya dan UUD 1945 yang diamandemen tahun 1999, 2000, 2001 dan 2002. d. UUD 1945, UUD 1949 ( RIS ), UUD 1950, kembali UUD 1945 perubahan tahun 1999, 2000, 2001 dan 2004.

5.

Sejarah Konstitusi Indonesia, telah melewati enam tahap perkembangan, yaitu : a. Periode tanggal 18 – 8 – 1945 s/d 27 Desember 1949 dan periode tanggal 10 – 8 – 2000 s/d sekarang. b. Periode tanggal 18 – 8 – 1950 s/d 5 juli 1959 dan periode tanggal 19 – 10 – 1999 s/d 10 Agustus 2002. c. Periode tanggal 18 – 8 – 1945 s/d 27 Desember 1949; tanggal 27 – 12 – 1949 s/d 17 – 8 – 1950; tanggal 17 – 8 – 1950 s/d 5 juli 1959; tanggal 5 juli 1959 s/d 19 – 10 – 1999; tanggal 19-10-1999 s/d 10 Agustus 2002 dan 10-8-2002 s/d sekarang. d. Periode tanggal 18 – 8 – 1945 s/d 27 Desember 1949; tanggal 27 – 12 – 1949 s/d 17 – 8 – 1950; tanggal 17 – 8 – 1950 s/d 5 juli 1959; tanggal 5 juli 1959 s/d 19 – 10 – 1999; tanggal 19-10-1999 s/d perubahan ke empat sekarang.

6.

Mengapa pengesahan UUD 1945 sebagai Konstitusi tertulis pada tanggal 18 – 8 – 1945, oleh : a. BPUPKI ( Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ) yang di ketuai oleh Dr. KRT. Rajiman Wiryodiningrat, yang berlaku pada tanggal 28 Mei 1945 oleh pemerintah balatentara Jepang bukan oleh PPKI.

2

b. PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ) yang diketuai oleh Ir. Soekarno berlaku tanggal 27 Desember 1949, sebagai negara baru yang diproklamasikan tanggal 17 – 8 – 1945, yang dipersiapkan juga oleh BPUPKI. c. BPUPKI ( Badan Penyelidik Usaha – Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ) yang telah dipersiapkan oleh balatentara Jepang yang beranggotakan 60 orang yang diketuai oleh Raden Panji Suroso, bukan oleh PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ). d. PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ), yang berlaku s/d tanggal 27 Desember 1949, karena sejak proklamasi tanggal 17 – 8 – 1945 negara Republik Indonesia sebagai negara baru sama sekali belum memiliki naskah Undang – undang dasar 1945 ( UUD 1945 ), pertama yang disahkan oleh PPKI dipimpin oleh Ir. Soekarno sebagai ketuanya yang beranggotakan 21 orang. 7. Keabsahan UUD 1945, sebagai Undang – undang dasar 1945 yang pertama yang dalam proses pembuatan / UUD 1945, yaitu : a. BPUPKI ( Badan Penyelidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ), naskah Undang – undang dasar, sedangkan PPKI yang mengesahkan pada tanggal 18-8-1945. b. Kedua lembaga yang terlibat ( BPUPKI dan PPKI ), bukanlah badan Konstituante yang berfungsi sebagai lembaga penyusunan Konstituante. c. BPUPKI dan PPKI, Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR ) hasil pemilihan umum, karena pada saat proklamasi tanggal 17 – 8 – 1945 bersifat sementara. d. Proses pembuatan UUD 1945, dilaksanakan oleh BPUPKI dan PPKI yang dipersiapkan oleh pemerintah bala tentara Jepang. 8. Undang – Undang Dasar 1945, bersifat sementara : a. Berbeda dengan Undang – undang 1949 yang dengan tegas dinyatakan oleh Pasal 186 bersifat sementara, sedangkan Uundang – Undang Dasar 1945 belum jelas. b. Undang – Undang Dasar 1945, menurut ketentuan pasal 3 UUD 1945, hanya menentukan akan ada Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR ) yang salah satunya tugasnya menetapkan UUD 1945 sebagai Undang – Undang Dasar yang tetap, selama MPR belum menetapkan status hukumnyamasih bersifat sementara. c. Sidang MPR hasil pemilihan umum, belum menetapkan Undang – Undang Dasar 1945 statusnya tetap berjalan dalam prakteknya sebagai Undang – undang dasar 1945 yang sah.

3

Pada tanggal 14 Desember 1949 oleh KNP ( Komite Nasional Pusat ) yang diakui sebagai badan perwakilan rakyat di wilayah Republik Indonesia. Walaupun dalam pasal 37 UUD 1945 dapat melakukan perubahan. d. 10. Pada tanggal 17 Desember 1949 oleh KNP ( Komite Nasional Pusat ). 11. 9. Pada tanggal 27 Desember 1949 oleh KNP ( Komite Nasional Pusat ). b. Tgl 27 Desember 1949 s/d 5 Juli 1949. 23 Agustus 1949 s/d tgl 2 Nopember 1949. 13. c. b. Negara Sumatra Timur ( NST ). Negara Indonesia Timur ( NIT ). didirikan kembali NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ). c. 25 Agustus 1949 s/d tgl 4 Nopember 1949. b. 22 Agustus 1949 s/d tgl 1 Nopember 1949. d. Negara Indonesia Timur ( NIT ). maka UUD 1945 yang bersifat sementara sebagai Undang – Undang Dasar 1945 yang tetap. Negara Sumatra Timur ( NST ) dan Negara Irian Barat ( NIB ). 4 . Tgl 17-8-1945 s/d 27 Desember 1949. 27 Agustus 1950 – 5 Juli 1959. Pada tanggal 1 Desember 1949 oleh KNP ( Komite Nasional Pusat ). disetujui : a. menjadi Negara Serikat ( Federal) berdasarkan UUD RIS 1949 bersifat sementara. Konfrensi Meja Bundar ( KMB ) di Denhaag Belanda yang menghasilkan 3 (tiga) persetujuan. d. terbagi dengan RIS ( Republik Indonesia Serikat ) untuk dibagi menjadi 3 ( tiga ) bagian. mulai tanggal: a. UUD RIS yang berlaku : a. 19 Mei 1950 -5 Juli 1959. Rancangan naskah Undang – undang dasar RIS yang di dalam Konfrensi Meja Bundar ( KMB ). Tgl 27 Desember 1949 s/d 27 Agustus 1950. Republik Indonesia ( RI ). Republik Indonesia ketiga UUDS 1950. b. c. yang berlaku mulai : a.d. 12. penyerahan kedaulatan kepada RIS di dirikan Uni antar RIS. c. 12 Agustus 1950 – 5 Juli 1959. d. Sejarah proklamasi Republik Indonesia. mendirikan Negara RIS. Tgl 17-8-1945 s/d 27 Agustus 1950. dan Negara Sumatra Timur ( NST ). Negara Kalimantan Barat ( NKB ). c. Republik Indonesia kedua. Negara Indonesia Timur ( NIT ). b. yaitu : a. 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959. 24 Agustus 1949 s/d tgl 3 Nopember 1949.

c. 199 butir ketentuan yang diadakan penambahan dan perubahan dalam UUD 1945. Pembukaan. b. batang tubuh dan penjelasan.d. 5 Juli 1959 s/d 18 Agustus 2000. Republik ke empat. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). 5 Juli 1959 s/d 10 Agustus 2002. 174 ketentuan baru yang dirumuskan dalam UUD 1945. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). berapa butir yang diubah dan ditambah serta ketentuan yang asli tidak mengalami perubahan. c. Substansi perubahan dan nama UUD 1945 yang terdiri dari 71 butir ketentuan yang dirumuskan ada 37 pasal. b. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ). 17. *dan DPD c. Perubahan pertama sampai dengan perubahan keempat. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). 5 Juli 1959 s/d 9 Nopember 2001. Negara Sumatra Timur ( NST ). termasuk yang tidak mengalami perubahan. kembali UUD 1945. c. Pembukaan dan batang tubuh yang telah disyahkan tgl 18 Agustus 1945. setelah Dekrit Presiden tgl 5 Juli 1959. d. batang tubuh dan penjelasan dalam lembaran berita negara tahun kedua nomor 7. yang dipandang sebagai bagian yang resmi. berlaku dari tanggal: a. d. sesuai pasal 2 ayat 1 terdiri dari : a. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Berarti perubahan melebihi 300 % isi UUD1945 yang mengalami perubahan. Pembukaan dan batang tubuh saja. Negara Indonesia Timur ( NIT ) dan Negara Republik Maluku Selatan ( NRMS ). adalah : a. 5 . d. Pembukaan. b. 15. 5 Juli 1959 s/d 19 Oktober 1999. 174 butir ketentuan yang menjadi norma hukum dasar yang tercantum dalam UUD 1945. 16. 25 butir yang tidak diubah. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). 14. b. adalah : a. Undang – Undang Dasar 1945. d.

22. Pasal 30 ayat 1 UUD 1945. Men Han dan Panglima TNI secara bersama – sama. b. diberhentikan. 20. Kepala Negara dipegang Presiden dan Kepala Pemerintahan di pegang Perdana Menteri. pembukaan ke empat tahun 2002. Susunan dan Kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjelaskan tugasnya. jika Presiden dan Wakil Presiden bersamaan mangkat. Mentri Luar Negeri dan Mentri Kehakiman *pertahanan secara bersama – sama. Pasal 30 ayat 1. Pasal 1 ayat 3 UUD 1945. Sesuai pasal 8 ayat 3 UUD 1945. c. Sistim pemerintahan Presidensil ( Presidensial System ). berhenti. c. Mendagri. Mendagri. Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pasal 30 ayat 5 UUD 1945. Panglima TNI. d. sebagai alat Negara yang menjaga Keamanan dan Ketertiban masyarakat bertugas melindungi. b. 21. syarat. 19. d. Jabatan Kepala Negara ( Had of state ) dan sebagai Kepala Pemerintahan (Had of government) dibedakan dan dipisahkan. adalah : a. b. c. b.18. Mendagri dan Kejaksaan Agung secara bersama – sama. c. Pasal 1 ayat 3 UUD 1945 perubahan ke satu 1999. inipun dalam penjelasan. pembukaan ke tiga tahun 2001. sesuai pasal : a. Sistem campuran ( Mixsed system atau Hybrid system ) tidak dibedakan dan tidak dipisahkan. serta hal – hal yang terkait dengan pertahan dan keamanan diubah dengan Undang – undang. Pasal 30 ayat 2 UUD 1945. Pasal 20 ayat 4. adalah : a. d. Pasal 1 ayat 3 UUD 1945 pembukaan ke dua tahun 2000. Pasal 1 ayat 3 UUD 1945. yang dijelaskan secara tegas dimana : a. mengayomi dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum diatur dalam pasal : a. Men Han. c. Prinsip Negara Hukum dalam UUD 1945 hanya menyebabkan dianutnya prinsip Negara Hukum. Kapolri dan Mendagri secara bersama – sama. b. Pasal 30 ayat 4 UUD 1945. maka pelaksanaan tugas Kepresidenan. Pasal 30 ayat 2. Pasal 30 ayat 5. 6 .syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. d. atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan.

Lembaga Tinggi Negara yang sederajat dengan Presiden. sebagai lembaga tertinggi negara. Walikota dan Wakil Walikota. setelah diubah pada tahun 1999 s/d tahun 2002. Menteri Negara dan Anggota DPR / MPR. Hakim Agung. Pakistan dan Singgapura negara – negara yang berbentuk Republik. dipegang oleh Perdana Menteri ( Prime Minister ). Anggota DPR / MPR. c. Komisi Pemilihan Umum. Gubernur dan Wakil Gubernur. Kepala Negara disebut Presiden dan Kepala Pemerintahan disebut The Real Exsecutive. b. Negara Jerman. India. c. Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR ) sesuai dengan UUD 1945. Kedudukan DPR dengan murni sistem Presidensial sebagai Lembaga Tertinggi Negara. 25. Dewan Gubernur Bank Indonesia. 24. d. Gubernur dan Wakil Gubernur. c. b. Kepala Negara Terpusat di Presiden sedangkan Kepala Pemerintahan menganut sistem Parlementer Terpusat. Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara menggunakan sistim campuran (Mixsed system atau Hybrid system). adalah : a. Lembaga Tertinggi Negara. PPAT. Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan di pegang oleh Presiden. Presiden dan Wakil Presiden. Lembaga Tinggi Negara sesuai UUD 1945 sebagai quasi Presidensial. 23. adalah : a. Presiden dan Wakil Presiden. Anggota DPRD Propensi / kabupaten. diatas Lembaga Tinggi Negara ( Exsecutive dan Legislatif ). e. Anggota DPD / MPR. d.d. 7 . b. Sistim pemerintahan terpusat pada jabatan Presiden sebagai kepala pemerintahan ( Had of government ) sekaligus sebagai Kepala Negara ( Had of state ). Anggota DPR / MPR. Pejabat publik yang dipilih secara langsung oleh rakyat. maka: a.

Panglima TNI dan BPK. b. d. sebagai penyempurnaan atas Undang – Undang No. Walikota dan Bupati. 29. penciptaan iklim yang kondusif. Lembaga Negara yang berada di ranah pemerintahan Eksekutif yang tidak secara langsung dipilih rakyat dan kedudukannya independent dari intervensi kekuasaan poltik para pejabat publik yang berkuasa adalah : a. d. Pendidikan politik bagi anggotanya dan masyarakat luas. Mendagri. Rekruitmen politik. sarana rekruitmen politik dan sarana elaborasi pilihan kebijakan. juga bertujuan diwujudkan secara konstitusional dalam mewujudkan partai politik. meliputi 4 (empat) fungsi politik adalah: a. penyerap dan penghimpun dan panyalur aspirasi masyarakat. b. TNI dan Bank Indonesia. 2 tahun 1999. 31 tahun 2002. Tujuan politik didirikan partai politik adalah untuk : a. memperhatikan kesetaraan dan keandalan gender. 28. c. Partai politik sebenarnya tidak lebih daripada sekedar kendaraan politik bagi kelompok elit politik yang berkuasa. Partai Politik adalah : a. Organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga Negara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita – cita memperjuangkan anggota.26. sarana rekruitmen politik dan pengatur konflik. d. Sarana komunikasi politik. masyarakat. c. Disamping bersifat umum. Kapolri. bangsa dan negara melalui Pemilu. Organisasi politik seperti organisasi pada umumnya. selalu melahirkan dominasi yang bersifat obligarkis. Menurut Undang – Undang No. untuk mempertahankan kekuasaannya. proses pengisian pejabat politik. 27. Memperjuangkan cita – cita dalam kehidupan masyarakat. Kejaksaan Agung. Kapolri. sarana pembentukan pengaruh terhadap perilaku pemilih. b. c. Fungsi politik menurut Meriam Budiarjo. b. MenHan dan Menteri Luar Negeri. Mobilisasi dan intergrasi. sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. sosialisasi politik. Gubernur. Partai politik hanya berfungsi sebagai alat bagi segelintir orang yang beruntung yang berhasil memenangkan suara rakyat melalui Pemilu. berbangsa dan bernegara. 8 .

00 ( dua ratus lima puluh juta rupiah ) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan. Warga Negara Indonesia yang telah berusia 21 tahun ( sekurang – kurangnya ) 50 orang warga negara Indonesia yang dinyatakan dengan akte notaris. sehingga menyebabkan yang bersangkutan diberhentikan. yang bersumber dari : a. 30. Mewujudkan cita – cita nasional bangsa Indonesia. b. di atas. dapat diberhentikan keangotaannya apabila : a. dari keanggotaan partai politik yang bersangkutan.000. Anggota lembaga perwakilan rakyat melakukan pelanggaran perundang – undangan dan mengundurkan diri dari anggota partai yang bersangkutan. b dan c. Swadaya dari anggota dan bukan anggota paling banyak mulai Rp 250.c. Mengundurkan diri. sumbangan yang sah menurut hukum dan bantuan dari Anggaran Negara ( APBN dan APBD ). menjadi anggota partai lain dan melakukan pelanggaran Undang – Undang yang menyebabkan diberhentikan yang bersangkutan. mengembangkan demokrasi berdasarkan pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. termasuk tersebut 30 a. b. dengan persyaratan : a. Diberhentikan dan melanggar Anggaran Dasar ( AD ).000. d. 31 tahun 2002. Pembentukan Partai Politik sebagaimana ketentuan Undang – Undang No. Sebagai Warga Negara Indonesia dapat menjadi anggota partai politik telah berumur 17 tahun atau sudah pernah kawin. 9 . c. dan Anggaran Rumah Tangga ( ART ). Iuran anggota. b. Anggota partai politik yang menjadi anggota di lembaga perwakilan rakyat. 31. d. d. Proses perlembagaan partai politik sangat ditentukan oleh faktor dana atau keuangan organisasi. 32. Menciptakan cita – cita nasional Bangsa Indonesia sebagaimana yang dimaksud dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia. Mengundurkan diri dari anggota partai politik yang bersangkutan dan menjadi anggota partai lain. Setiap Warga Negara Indonesia menyetujui Anggaran Dasar ( AD ) dan Anggaran Rumah Tangga ( ART ) partai politik yang bersangkutan. c. Status anggota politik bersifat sukarela ( foluntar ) dan tidak diskriminatif.

Bergabung membentuk partai politik baru dengan nama lambang dan gambar baru. Partai politik yang bersangkutan dibubarkan oleh Makamah Konstitusi dan bergabung dengan partai politik yang baru. b.000. Kejaksaan Agung dan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintah negara dalam memelihara persahabatan dengan negara lain. Sumbangan dari Badan Usaha Milik Negara. organisasi kemasyarakatan) dan organisasi kemasyarakatan yang bertentangan dengan undang – undang. atau dibubarkan oleh Makamah Konstitusi.000. dengan mengundurkan diri dari partai yang bersangkutan. d. 33. Membubarkan diri atas keputusan sendiri. Partai politik dilarang untuk : a.00 ( satu milyar rupiah ). 35. Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Usaha Milik Desa. lambang dan tanda gambar salah satu partai politik. Menerima dari atau memberikan kepada pihak asing.000. Pembubaran Partai politik dinyatakan bubar. d. c. Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ). mengembangkan ajaran atau paham komunis / markisme / markisme lenimisme ( Tap MPRS No. Departemen Dalam Negeri. Pengawasan terhadap partai politik dilakukan oleh 3 ( tiga ) istansi : a.c. menggabungkan diri dengan partai lain. meminta atau menerima dana dari badan usaha milik negara – daerah / desa / sebutan lainnya (koperasi. b. Menganut. 34. Sumbangan dari perusahaan dan atau badan usaha paling banyak Rp 1. 10 . Bergabung dengan mengunakan nama. melakukan kegiatan yang bertentangan dengan UUD 1945 atau peraturan perundang – undangan lain. Mendirikan badan usaha dan atau memiliki saham suatu badan usaha. apabila : a. swadaya masyarakat. Komisi Pemilihan Umum dan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. menerima sumbangan baik berupa barang maupun uang dari pihak manapun tanpa mencantumkan identitas yang jelas. d. c. b. XXV / MPRS / 1966 Tentang Pembubaran Partai Komunisme Indonesia ). karena partai yang bersangkutan dibubarkan oleh Makamah Konstitusi.

Untuk memungkinkan terjadinya peralihan kepemimpinan pemerintah. menjelaskan fungsi – fungsi pemerintahan negara dan terwujudnya tujuan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD RI tahun 1945. 37. wakil-wakil tersebut diangkat atau dipilih secara demokratis dalam lingkungannya masing-masing sedangkan sistem mekanis dapat dilaksanakan 2 (dua) cara sistem Single Member Constituciss dan Sistem Multi Member Constituciss. yaitu : a. ( Polri ). 36. dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sebagaimana diamanatkan dalam UUD RI tahun 1945. untuk memelihara amanah yang terdapat dalam setiap kekuasaan itu sendiri. Sistem mekanis mencerminkan pandangan yang bersifat mekanisme yang melihat rakyat sebagai individu-individu yang sama ( aliran Liberalisme. memperoleh dukungan yang kuat dari rakyat. Sistem mekanis. untuk membentuk pemerintahan yang demokrasi. Kejaksaan Agung dan Departemen Dalam Negeri.c. Melanjutkan pergantian kepemimpinan nasional. d. terjadinya pergantian pejabat yang akan mewakili kepentinagan rakyat di lembaga perwakilan melaksanakanb prinsip kedaulatan rakyat dan melaksanakan prinsip hak asasi warga masyarakat. c. Sosialisme dan Komunisme) sedangkan sistem pemilihan organis rakyat ditempatkan sebagai sejumlah individu yang hidup bersama dalam berbagai persekutuan hidup. Sistem pemilihan Pemilu dapat dibedakan antara sistem pemilihan mekanisme dan sistem pemilihan organis yaitu : a. Komisi Pemilihan Umum ( KPU ). b. Sistem organis memilih anggota MPR dan DPR oleh DPD. Sistem organis. Memilih wakil rakyat dan wakil daerah. c. wakil-wakil yang duduk di lembaga Pemerintahan Rakyat dipilih secara langsung oleh Rakyat melalui Pemilihan Umum. kuat dan memperkokoh dukungan rakyat. maupun menjalankan fungsi – fungsi kekuasaan pemerintahan negara dan tercapainya tujuan nasional sebagaimana diamanatkan oleh UUD negara RI tahun 1945. Memilih Presiden dan wakil Presiden secara langsung dipilih rakyat. 11 . Kepolisian Negara Republik Indonesia Departemen Dalam Negari. b. d. Kejaksaan Agung dan Tujuan Pemilihan Umum ( general election ) atau pemilu itu pada pokoknya dapat dirumuskan ada 4 ( empat ).

c. 39. karena wilayah negara dibagi dalam distrik pemilihan (daerah-daerah pemilihan) yang jumlahnya sama dengan jumlah anggota lembaga perwakilan rakyat yang tidak dikehendaki. Jumlah anggota DPR 500 orang. maka persentase untuk satu kursi berubah jumlah. Sistem distrik. Sistem mekanis adalah partai-partai politik yang mengorganisasikan para pemilih dan memimpin pemilih berdasarkan sistem bi partai atau multi partai. 38. Walaupun ditentukan jumlah kursi umtuk sistem pemilihan dan sesuai dengan jumlah penduduk yang boleh mengikuti pemilu tidak ditentukan sehingga kursi membutuhkan beberapa suara ternyata tidak sama penduduk memberikan suara atau sebagian yang tidak sah. 12 . d. Sistem ini dimana persentase kursi di lembaga perwakilan rakyat yang dibagikan kepada sebagian partai politik. Sistem Member Constituancy atau Perwakilan Berimbang adalah : a. maka wilayah negara dibagi 500 distrik pemilihan (daerah pemilihan atau Constituciss) jadi sebagai distrik pemerintah diwakili oleh satu orang wakil di Dewan Perwakilan Rakyat. Jumlah pemilih yang sudah pada suatu pemilihan umumnya adalah 10 juta orang. Daerah sistem pemilihan ditentukan hanya untuk satu orang wakil (single member) dalam arti tidak selalu setiap distrik diwakili oleh satu orang wakil di Dewan Perwakilan Rakyat. Sistem organis juga dipraktekkan untuk pemilihan anggota DPR Provinsi. d.d. Single Member Constituciss (district system) adalah : a. c. Orang-orang yang akan dipilih sebagai wakil rakyat dari satu distrik atau daerah pemilihan tidak ditentukan oleh siapa yang memperoleh suara. b. b.000. Pembagian kursi di lembaga perwakilan rakyat tersebut tergantung kepada berapa jumlah suara yang di dapat sehingga partai politik yang ikut pemilihan umum (relatif tidak berimbang). disesuaikan dengan persentase jumlah suara yang diperoleh sebagai partai politik itu. dan jumlah kursi di Badan Perwakilan Rakyat ditentukan 100 kursi berarti untuk satu wakil rakyat ditentukan kurang dari 100.

Pemilihan umum pasca Reformasi karena UUD 1945 tidak secara jelas ditentukan mengenai pemilihan umum. Partai politik peserta Pemilu. melainkan kurang diperhitungkan sebagai cadangan. kecuali di UUD RIS tahun 1949 dan UUD 1950 pemilihan umum diselenggarakan menurut asas-asas yang bersifat: a. umum. kedua. bebas dan rahasia untuk dipilih dan memilih 42. Suara yang kalah tidak hilang sama sekali. b. d. 41. c. Namun yang kelima dan seterusnya diperlukan sebagai cadangan. d. Memperoleh sekurang-kurangnya 3% jumlah kursi DPR. umum. Pemilihan umum yang pertama di Indonesia dilaksanakan pada : a. sistem yang dianut ini untuk pemilihan DPD(Dewan Perwakilan Daerah) bersifat distrik atau sistem distrik. bebas. Setiap provinsi dipilih empat orang anggota DPD yang memperoleh suara terbanyak pertama. Jika dalam masing-masing jabatan anggota DPD terdapat kekosongan karena meninggal atau sebab lainnya maka urutan berikutnya tidak bisa tampil menjadi anggota DPD (Dewan Perwakilan Rakyat). rahasia. Tahun 1953 Tahun 1968 Tahun 1971 Tahun 1955 43. ketiga dan keempat. jujur dan kebersamaan langsung.40. 13 . c. memperoleh sekurang-kurangnya 4% pula kursi DPRD provinsi yang tersebar sekurang-kurangnya jumlah provinsi seluruh Indonesia dan memperoleh sekurang-kurangnya 4% jumlah kursi kabupaten/kota di ½ jumlah kabupaten/kota seluruh Indonesia. langsung. b. Memperoleh sekurang-kurangnya 4% jumlah kursi DPR dan 5% jumlah kursi DPRD provinsi yang tersebar seluruhnya ½ jumlah provinsi seluruh Indonesia serta 5% jumlah kursi kabupaten/kota dengan ½ jumlah kabupaten/kota di seluruh Indonesia. rahasia dan jujur langsung. b. bebas. Sedangkan suara selebihnya dinyatakan tidak terpilih. d. bebas. b. Pemilihan anggota DPD (Dewan Perwakilan Rakyat) pada prinsipnya menganut sistem distrik yaitu : a. dan rahasia (luber) langsung. umum. Penyelenggaraan pemilihan umum anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) sehingga provinsi bias dipilih empat atau lima orang dengan memperoleh suara terbanyak dan tidak ada cadangan. umum. yang harus memenuhi syarat-syarat: a. c.

Provinsi yang berpenduduk 5-10 juta orang/ 1-5 juta orang. Peserta Pemilihan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (presidential election) menurut pasal 5 ayat 1 UU No. 2% jumlah kursi DPR dan 3% jumlah kursi DPRD yang tersebar di ½ jumlah provinsi seluruh Indonesia dan 4% jumlah kursi DPRD kabupaten/kota tersebar ½ jumlah kabupaten/kota seluruh Indonesia. d. Provinsi yang berpenduduk sampai dengan 1 juta orang harus didukung sekurang-kurangnya oleh 1000 orang pemilih atau yang berpenduduk sampai dengan 1-5 juta orang harus didukung sekurang-kurangnya 2000 orang pemilih. d. Diisyaratkan bahwa partai politik atau gabungan partai politik yang dapat mengusulkan pasangan calon hanya partai politik atau gabungan partai politik yang memperoleh sekurang-kurangnya 15% dari jumlah kursi DPR atau sekurangnya 20% dari perolehan suara sah sacara nasional dalam pemilihan umum untuk memilih DPR. Provinsi yang berpenduduk 1 juta orang/1-5 juta orang/5-10 juta orang/1015 juta orang/lebih 15 juta orang harus didukung sekurang-kurangnya 1000 orang/2000 orang/3000 orang/4000 orang/5000 orang pemilih. Memperoleh sekurang-kurangnya 1% jumlah kursi DPR. Calon peserta pemilih dalam rangka pemilihan anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) maka peserta pemilu yang berseorangan atau diri sendiri harus memenuhi dukungan dengan ketentuan sebagai berikut : a. b. d. 1 juta orang harus didukung sekurang-kurangnya 3000 orang/2000 orang/1000 orang. c. Dimaksudkan untuk kepentingan partai politik atau gabungan partai politik atau pemilih untuk mengetahui calon presiden dan wakil presiden yang diusulkan. Pasangan calon yang diusulkan secara berpasangan oleh partai politik atau gabungan partai politik. b. Memperoleh sekurang-kurangnya 2% jumlah kursi DPR dan 3% jumlah kursi DPRD provinsi yang tersebar ½ jumlah provinsi seluruh Indonesia serta 4% jumlah kursi kabupaten/kota dengan ½ jumlah kabupaten/kota di seluruh Indonesia.c. yang paling benar. 14 .23 tahun 2003 adalah : a. Tersebut 45 a. berdasarkan persentase perolehan jumlah kursi DPR atau persentase perolehan suara sah dalam pemilihan DPR. 45. 45 b 45 c. Provinsi 5-10 juta orang/10-15 juta orang/lebih 15 juta orang harus didukung sekurang-kurangnya 3000 orang/4000 orang/5000 orang pemilih. c. 44.

Sistem Pemerintahan Republik Indonesia sejak 17-8-1945 menganut Presidensial tetapi dalam prakteknya yang digunakan sistem parlemen sejak : a. 2001. d. Konstituasi Peralihan adalah masa peralihan dari Konstituasi Indonesia Tahun 1945 menjadi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasca perubahan yang dimulai : a. 2000. b. UUD 1945 versi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 d. UUD 1945 setelah Deklarasi 5 Juli 1959 beserta penjelasannya sebagai satu naskah. 48. UUD Republik Indonesia Tahun 1945 c. b. UUD 1945 pemilihan pertama s/d keempat yang ditetapkan pada tahun 1999. UUD 1945. berdasarkan pasal berapa kedua Undang Umdang itu bersifat sementara : a. Pasal 186 (UUD RIS Tahun 1949) dan pasal 143 (UUD Sementara 1945) b. d. c. UUD 1945 pada perubahan pertama s/d keempat ditetapkan pada tahun 1999. 2004. tidak dapat hak statusnya. 15 Juli 1959 – 15 Oktober 1999 19 Oktober 1999 – 10 Agustus 2002 10 Agustus 2002 – 10 Oktober 2004 19 Oktober 1999 s/d saat ini 15 . 2000. selama MPR belum menetapkan Undang Undang Dasar 1945 sebagai Undang-Undang Dasar yang tetap. UUD 1945 yang bersifat sementara. Undang Undang Dasar RIS tahun 1949 dan Undang Undang Dasar Sementara Tahun 1950. 2001 dan 2002. b.46. UUD 1945 perubahan pertama s/d keempat pada tahun 1999. 17-8-1945 18-8-1945 sejak November 1945 19 September 1945 47. d. 2001. c. 2002. UUD 1945 versi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 melengkapi penjelasan UUD sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari naskah UUD 1945. 2000. 49. masih bersifat sementara sedangkan maksud UUD 1945 bersifat tetap adalah : a. c.

Hukum Tata Negara Statis. II. b. Sejak perubahan ketiga dan keempat yang menetapkan lebih 50% dari jumlah provinsi dengan dukungan 20% di setiap provinsi pemilihan d. Christian Van Volenhoven. Lingkari salah satu Jawaban Yang Paling Tepat Pada Huruf a. Hukum Tata Negara. Van Apeldoorn. b. ditetapkannya : a. Fakultas Hukum Tata Negara kurang berhasil membangun daya keilmuan sendiri. sangat dekat dengan politik dari pihak penguasa yang cenderung otoriter. Pembahasan hukum Tata Negara yang berlaku di suatu tempat dan waktu tertentu. jarang berhubungan dengan praktek di Pengadilan. c. Hukum Tata Negara ( Verfassungsrech ) adalah peraturan yang menentukan badan– badan yang dibutuhkan beserta kewenangannya masing– masing. b . Bidang Studi Hukum Tata Negara kurang di minati mahasiswa. Presiden dan wakil presiden yang semula dipilih oleh MPR sebagai lembaga tertinggi Negara. c atau d. Mac Iver. 16 .50. 3. Van Der Sar 2. Sejak pemilihan 2004 s/d 2009. sesuai dengan pengertian hukum ( missal Hukum Tata Negara Inggris atau Amerika Serikat ). Menjadi Sarjana Hukum Tata Negara bukanlah cita – cita yang tepat bagi kebanyakan sarjana muda. Sejak perubahan pertama amandemen UUD 1945 b. tidak begitu jelas lapangan kerja yang dimasuki. sehingga cenderung mamilih progam studi Hukum Perdata Umum atau Hukum Ekonomi. hubungannya satu sama lain serta hubungannya dengan individu warga negara: a. d. Teori dan pemikiran Akademis di Perguruan Tinggi bermuara pada aktivitas politik di DPR dan MPR. c. b. 1. termasuk : a. Mekanisme yang semula dipilih oleh MPR selanjutnya pemilihan Presiden secara langsung dipilih Rakyat. karena dianggap lahan yang kering. Hukum Tata Negara Dinamis. d. c. Persoalanya adalah : a. Sejak perubahan kedua amandemen UUD 1945 c. Hukum Tata Negara Positif. Hukuim Tata Negara Umum. d.

5. Indische Staatsregelling ( IR ). menyangkut landasan Hukum dan Pemerintahan. Mirsam. Wardiku. Pelaksanaan Putusan Pengadilan dan Pemasyarakatan Terpidana. adalah : a. para pejuang demokrasi. 9. MPR dan DPD dan para penegak Hukum. b. Pasal 30 ( 4 ) UUD 1945 ( Setelah di Amandemen ). Kadatun.4. Hukum Administrasi Pemerintahan. Pratiyawaraja. b. Susunan dan kedudukan Polri dalam Undang – Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. c. pada jaman Sriwijaya berdasarkan prasasti Telaga Biru. sejak : a. d. Pasal 30 ( 5 ) UUD 1945 ( Setelah Kemerdekaan ). Kegiatan Penegakan Hukum yang dimulai dari Penyelidikan. d. Kegiatan Praktek Hukum Tata Negara. 6. 17 . Sejak terbentuk Undang – Undang Dasar RIS Tahun 1949. Pasal 30 ( 3 ) UUD 1945 ( Setelah Amandemen ). Hukum Tata Negara. semuanya membutuhkan di bidang keahlian : a. Yawaraja. petugas pemungut pajak dan Prataya. d. Lembaga Parlemen. para anggota DPR. Yaitu : a. b. 7. b. bentuk Badan Administrasi Kerajaan. Pradatun. Hayaka. Peraturan pada Periode Hindia Belanda yang membedakan golongan penduduk Hindia Belanda dengan Bumi Putra. Sejak Agustus 2003 berdasarkan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pendidikan Hukum dan pembinaan profesi Hukum. c. c. d. Raja kumara dan Raja Putra. Tertera dalam : a. yaitu : a. c. Penyidikan dan Penuntutan. Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana. c. Lembaga Administrasi Pemerintahan dan Lembaga Penegakan Hukum. Para pekerja Hak Asasi Manusia ( HAM ). Pratisara dan Pradadatun. Hukum Tata Usaha Negara. b. Dannayaka. telah resmi di bentuk makamah Konstitusi. Proses pembentukan Hukum Konstitusi akan terus berkembang dinamis dalam rangka penataan sistim Katata Negaraan yang lebih baik. Sejak terbentuknya Undang – Undang Dasar Sementara 1950. Tidak terdapat dalam satu pasalpun dalam Udang – Undang Dasar 1945 ( Sebelum Amandemen ) d. 8. para aktivis pembaharuan Hukum. Menurut Kennel R Hall. Regerings Reglement ( RR ). Sejak 18 Agustus 1945 setelah ada naskah UUD 1945. Senopati. b.

disebut sebagai “ the Fouth estate of democracy atau pilar ke empat dari “ quadra politica “ sistem demokrasi. UUDS 1950. 18 . sejak zaman Hindia Belanda atau Penjajahan Belanda. d. d. c. UUD 1945. yaitu : a. Pasal 7C UUD 1945. Kebebasan setiap warga negara untuk menyatakan pendapatnya secara tertulis melalui media cetak atau secara lisan melalui media elektronik. BPUPKI. Raad Van Justile. Konstituante Naskah UUD 1945. UUD 1945. UUD RIS 1949. UUD RIS 1949. Yaitu : a. b. Pasal 7A UUD 1945. d. UUD 1945 dan UUD 1945 SetelahAmandemen. 12. BPUUKI. UUDS 1950. Pasal 7D UUD 1945. Kembali UUD 1945. c. dalam sistem Presidensial. c. b. c. d. 10. c. yaitu : a. Presiden tidak dapat membekukan dari atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ). Unjuk Rasa melalui Demonstrasi. 14. pada tanggal 1 Maret 1945 telah dibentuk “ Dokuritsu Zumbi Tioozakai”. Algemene Rekenkamer. Pada masa ahkir zaman pendudukan Jepang. Volksaad. PPKI. 13. d. b. UUDS 1950 DAN UUD 1945 ( Perubahan Amandemen ). UUD 1945. Algemene Bepaligen ( AB ). RR dan IS yang menjadi dasar pengaturannya.c. dari segi Ketatanegaraan. 11. Rand Raad. UUD 1945. UUD 1945 beserta penjelasannya dan UUD RI Tahun 1945. Kebebasan Pers. Kebebasan mengeluarkan pendapat. Cikal bakal pembentukan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) yang ada sekarang. d. Pasal 7B UUD 1945. sesuai : a. b. UUD RIS 1949. b. UUD RIS 1949. UUDS 1950. Unjuk pendapat secara lisan dan tertulis. Naskah UUD yang berlaku secara resmi adalah : a.

b. 29 Agustus 1945. 16.15. Pasal 23C UUD 1945. 17 Agustus 1945. c. 18 Agustus 1945. fungsi pengawasan dan penganggaran ( Bugetting ). Pasal 22A UUD 1945. sesuai : a. perimbangan keuangan pusat dan daerah. dalam arti Presiden dan DPR secara timbal balik sama – sama kuat dan tidak dapat saling menjatuhkan di luar prosedur Konstitusi. sesuai : a. Pasal 20C ayat 1 UUD 1945. Pasal IV UUD 1945 yang disyahkan tanggal 18 Agustus 1945 itu juga menentukan: sebelum MPR. c. d. disyahkan tanggal : a. Pasal 7A UUD 1945. c. pembentukan dan pemekaranserta penggabungan daerah. Pasal 22B UUD 1945. Pasal 22C UUD 1945. Pasal 7B UUD 1945. Pasal 20A ayat 1 UUD 1945. Pasal 23A UUD 1945. sesuai : a. b. 19. tanggung jawab dan Indentendensinya diatur dalam Undang – Undang. 19 . d. 28 Agustus 1945. kedudukan. d. Pasal 20B ayat 1 UUD 1945. 18. Pasal 7C UUD 1945. dibentuk menurut UUD ini. b. Pasal 20D ayat 1 UUD 1945. Pasal 23B UUD 1945. 17. Presiden dan Wakil Presiden hanya dapat diberhentikan dalam masa jabatannya. menurut : a. hubungan pusat dan daerah. Hak angket dalam menyatakan pendapat. selain diatur dalam pasal – pasal dalam UUD ini. c. b. Pasal 23D UUD 1945. DPR mempunyai hak interpelasi. dalam melaksanakan fungsinya. Pasal 7D UUD 1945. d. kewenangan. Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) memiliki kewenangan mengajukan kepada DPR rancangan Undang – Undang tentang Otonomi Daerah. d. b. DPR dan DPA. Hak Parlemen yang terkait dengan fungsi Legilasi. Negara memiliki suatu Bank Sentral dengan susunan. c. Sebaliknya oleh MPR atas usul DPR karena alasan yang ditentukan dan menurut prosedur yang ditentukan oleh UUD 1945. Pasal 22D UUD 1945. segala kekuasaan dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah Komite Nasional.

Pasal 1 angka 2 Undang – Undang No. c. sesuai yang diatur : a. Pasal 36A UUD 1945. d.39 Tahun 1999. Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan “ Bhinneka Tunggal Ika “. 20 . 21. b. sesuai : a. b. Pasal 28 ayat 3 UUD 1945. Tiap – tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia : a.20. b. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara Hukum. d. d.8 Drt Tahun 1955.42 Drt Tahun 1950. b.9 Tahun 1992 Undang – Undang No. Pasal 36C UUD 1945.5 Tahun 1983. 22. Undang – Undang No. Pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945 ( Setelah Perubahan ). Pasal 30 ayat 3 UUD 1945. Segala warga negara bersama kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan atau dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. 24.39 Tahun 1999. Pasal 24 UUD 1945. Pasal 30 ayat 2 UUD 1945. yang diatur dalam : a. Pasal 36B UUD 1945. Keimigrasian adalah segala hal Ihwal mengenai lalu lintas orang yang masuk atau keluar Wilayah Negara RI dan pengawasan Orang Asing di Wilayah Negara RI. Undang – Undang No. c. c. Pasal 37 ayat 2 UUD 1945. 25. Kekuasaan Kehakiman ialah kekuasaan yang merdeka artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah terhubung dengan itu. sesuai : a. Pasal 30 ayat 1 UUD 1945. Pasal 1 angka 4 Undang – Undang No. b. Pasal 36D UUD 1945. Pasal 25 UUD 1945. Undang – undang No. HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan setiap manusia sebagai Mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugrah-Nya yang wajib dihormati. 23. d. Pasal 30 ayat 4 UUD 1945. Pasal 1 angka 3 Undang – Undang No.39 Tahun 1999. c. c.39 Tahun 1999. sesuai : a. harus diadakan jaminan dalam Undang – Undang kedudukan para Hakim. Pasal 24 dan 25 UUD 1945 ( Sebelum Perubahan ). d. Pemerintah dan setiap orang. b. Pasal 1 angka 1 Undang – Undang No.

sebagai akibat dari perkawinannya tersebut. Pasal 29 ayat 1 UUD 1945. Pasal 27 ayat 1 UUD 1945. Pasal 28 ayat 1 s/d ayat 4 UUD 1945. Pasal 28 ayat 2 UUD 1945. mulai dari : a. Pasal 29 ayat 2 UUD 1945. b. Deklarasi Universal Hak – hak Asasi Manusia ( DUHAM ) dalam rangka persiapan pembentukan Negara Republik Indonesia Serikat. Pasal 29 ayat 4 UUD 1945. b. Sesuai pasal : a. perundingan antara delegasi BFO dan delegasi Republik Indonesia. 30. 28. d. kehilangan warga Negara Republik Indonesia. Pasal 7 UUDS 1950. dicapai kesepakatan untuk memasukkan seluruh ketentuan Hak Asasi Manusia dalam Konstitusi RIS 1949: a. Pasal 22 ayat 1 s/d ayat 4 UUD 1945. Warga Negara Indonesia disebut dengan bangsa Indonesia asli adalah orang Indonesia yang menjadi warga Negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan dari atas kehendak sendiri : a. 29. c. Pasal 2 Undang – Undang Kewarganegaraan Tahun 2006. Pasal 3 Undang – Undang Kewarganegaraan Tahun 2006. d. yang menjadi dasar pemikiran bagi perumusan ketentuan – ketentuan Hak Asasi Manusia dalam UUD RIS 1949. b. d. b. Sebagai perempuan warga Negara Indonesia yang kawin dengan laki – laki warga Negara Asing. 26. Jika menurut Hukum Kewarganegaraan istri mengikuti kewarganegaraan suaminya. Pasal 43 UUDS 1950. Pasal 6 s/d pasal 42 UUDS 1950. dan kemudian menjadi rumusan UUDS 1950. Tanggal 27 Desember 1949. d. sebagaimana diatur : a. Menurut Yamin. 27. Tanggal 17 Desember 1948. Pasal 26 ayat 1 UUD 1945. 21 . b. Pasal 29 ayat 3 UUD 1945. Negara menjamin kemerdekaan tiap – tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing – masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. d. c. Pasal 24 ayat 1 s/d ayat 4 UUD 1945. Tanggal 1 Desember 1948. Pasal 7 s/d pasal 43 UUDS 1950. d. c. Pasal 1 Undang – Undang Kewarganegaraan Tahun 2006. c.c. Tanggal 10 Desember 1948. c. Pasal 26 ayat 1 s/d ayat 4 UUD 1945.

sebagaimana diatur : a. 32. karena itu perlembagaannya dan eksistensinya dilindungi oleh UUD 1945. Pasal 1 ayat 2 UUD 1945. Makamah Konstitusi. Mekanisme kerjanya memungkinkan UUD sebagai Hukum Tertinggi di suatu negara. keputusan Konstitusi dan keputusan Makamah Agung. sesuai pasal 24C ayat 1 UUD 1945. Wakil Presiden. pelindung Hak Konstitusi. Penafsiran Konstitusi. pengendali keputusan berdasarkan sistem Demokrasi. c. DPR. Pasal 1 ayat 1 UUD 1945. 33. Perubahan Amandemen. c. Konstitusi dan pelindung Hak Asasi Manusia. Makamah Agung. d. constitusional Confention dan melalui judicial interpretation. b. d. Prinsip yang biasa dinamakan Konstitusional Demokrasi menentukan Negara Indonesia adalah Negara Hukum. c. Kewenangan Makamah Konstitusi sebagai pelindung Hak Konstitusional setiap warga negara ( The Protector Of The Citizen Constitusional Reghts ). Pelindung Hak Konstitusi dan pelindung Hak Asasi Manusia. proklamasi dan perebutan kekuasaan dan penyerahan kedaulatan negara. yaitu : a. Pasal 1 ayat 4 UUD 1945. d. 22 . Proses pengambilan keputusan bernegara pada suatu negara. Referendum. Sebagai pengawal Konstitusi. d. 34. Untuk penyempurnaan ada 3 ( tiga ) cara yaitu : a. b. Perubahan Amandemen. demokrasi dan pelindung HAM. Keputusan Politik dan Revolusi politik. pada hakekatnya mencerminkan 5 ( lima ) fungsi. dalam praktek negara dapat ditegakkan dan dilaksanakan. adalah : a. Presiden Selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. b. c. penafsir Konstitusi. b. Sebagai pengawal konstitusi. Pasal 1 ayat 3 UUD 1945. satu – satunya lembaga yang diperkenankan untuk memutuskan partai politik. pengendali keputusan berdasarkan sistem demokrasi. Presiden. Formal Amandemen. DPRD dan DPD. Partai politik adalah demokrasi perwakilan.31. UUD itu sendiri sebagai Konstitusi tertulis buatan manusia yang disyahkan dan diberlakukan melalui proses keputusan politik dalam forum politik dan tidak pernah dikatakan sempurna.

meliputi badan peradilan dalam lingkungan : a. b. 36. d. b. Lembaga Peradilan. lingkungan peradilan agama. Pengadilan militer. Pemberantasan “ Mafia Peradilan “ atau” Makelar Kasus “ ( markus ). Pasal 24 ayat 4 UUD 1945. peradilan tinggi. Pasal 24A ayat 3 UUD 1945. pengadilan koneksitas dan pengadilan utama. peradilan negeri dan peradilan tata usaha negara. pengadilan tinggi dan pengadilan pertempuran. 39. Komisi Yudisial. Peradilan militer adalah badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan militer sesuai undang – undang No. lingkungan peradilan militer. c. c. c. pengadilan militer tinggi ( propensi ) dan pengadilan militer utama. Pasal 24C ayat 3 UUD 1945.31 tahun 1997. 37. Pengadilan militer. Peradilan tinggi. b. peradilan negeri. d. 23 . Pengadilan militer. d. terdiri dari : a. Pasal 24 ayat 1 UUD 1945. peradilan agama dan peradilan militer. Pasal 24 ayat 3 UUD 1945. lingkungan peradilan tata usaha negara dan oleh seluruh makamah Konstitusi. yang memilih kewenangan pengawasan terhadap pelanggaran hukum yang mempengaruhi proses peradilan adalah: a. pengadilan militer tinggi. pengadilan militer tinggi. Peradilan militer. b. Pasal 24D ayat 3 UUD 1945. untuk mendapatkan persetujuan dan selanjutnya ditetapkan sebagai Hakim Agung oleh Presiden sesuai pasal : a. b. Komisi Yudisial ditentukan Calon Hakim Agung diusulkan Komisi Yudisial kepada DPR. c. BPK ( Badan Pemeriksa Keuangan ). sebagaimana diatur : a. d. 38. Badan peradilan yang berada di bawah Makamah Agung. Pasal 24 ayat 2 UUD 1945. Pasal 24B ayat 3 UUD 1945. Penegakan Hukum. Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh Makamah Agung dan badan Peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum.35. pengadilan militer utama dan pengadilan militer pertempuran. Peradilan umum.

Undang – Undang No. d. d. 3 Tahun 2006 Tentang Peradilan Agama. judiciary ) adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas negara menegakkan hukum dan keadilan. c. Kranenburg Rochmat Sumitro. Pengadilan ( Rechts bank court) adalah badan yang melakukan peradilan. b. c. Pasal 18B ayat ( 2 ) UUD 1945. Rochmat Soemito. Pasal 29 ayat ( 2 ) UUD Republik Indonesia Tahun 1945. menurut : a. Sudikno Matokusumo. c. 41. peradilan tata usaha negara dan peradilan konstitusi. bersama badan lainnya di lingkungan Peradilan Umum. 24 . Undang – Undang No. sesuai : a. yaitu memeriksa dan memutuskan / memutus sengketa – sengketa hukum dan pelanggaran – pelanggaran hukum / undang – undang Peradilan ( Rechtspraak. c. Sjachran Basan. Pasal 18C ayat ( 2 ) UUD 1945. Paul Scholten Sjahran Basa. 43.c. peradilan militer dan peradilan tata usaha negara. 42. b. Subekti dan R. menemukan hukumin concerto dalam mempertahankan dan menjamin ditaatinya hukum materiil dengan menggunakan cara prosedural yang ditetapkan oleh hukum formal. d. d. b. peradilan militer. Peradilan agama merupakan salah satu lingkungan peradilan yang berada dibawah Makamah Agung. menurut : a. Negara mengakui dan menghormati kesatuan – kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak – hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diatur dalam undang – undang sebagaimana diatur dalam : a. Pasal 18A ayat ( 2 ) UUD 1945. Peradilan adalah segala sesuatu yang berisikan dengan tugas memutuskan perkara dengan menegakkan hukum. R. d. Undang – Undang No. peradilan agama. Soedibbio. Peradilan umum. b. Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Militer. 7 Tahun 1989 Tentang Peraturan Agama. Peradilan umum. 14 Tahun 1989. Pasal 18D ayat ( 2 ) UUD 1945. 40.

d. Pasal 18B ayat ( 2 ) UUD 1945. sekretaris daerah. dinas daerah. Negara mengakui dan menghormati lembaga satuan pemerintah daerah yang bersifat khusus dan bersifat istimewa yang diatur denga undang – undang. Pasal 18B ayat ( 1 ) UUD1945. Pasal 18C ayat ( 1 ) UUD 1945. setidaknya empat fungsi yang seharusnya bersifat independent. d. Sekretaris daerah. Pasal 18 UUD 1945. secretariat DPRD. 32 Tahun 2004 Tentang pemerintah daerah. POLRI dan Makamah Agung. Dinas Daerah. 45. Negara mengakui dan menghormati satuan – satuan pemerintah daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dalam undang – undang. kecamatan dan kelurahan. dinas daerah dan lembaga tinggi *teknis daerah. 25 . Pasal 17 ayat ( 2 ) UUD 1945. b. d. d. yaitu : a. Perangkat daerah propensi yang diatur dalam pasal 120 Undang – Undang No. POLRI. lembaga tehnis daerah.44. Pasal 17 ayat ( 4 ) UUD 1945. Perangkat daerah kabupaten / kota. Bank Central. Bank Central. TNI. lembaga teknis daerah dan Kecamatan. Perangkat daerah kabupaten / kota. b. pengubahan dan pembubaran kementrian negara diatur dalam Undang – Undang. Perangkat daerah kabupaten / kota. seketariat DPRD. TNI dan BPK. lembaga kecamatan dan kelurahan. Pasal 17 ayat ( 3 ) UUD 1945. yang ditentukan dalam : a. Organisasi Tentara ( militer ). yang terdiri atas : a. c. maka pada kelompok pertama. Pasal 18D ayat ( 1 ) UUD 1945. c. sekretaris daerah. seperti otonomi khusus Aceh dan Papua. seketariat DPRD. Bank Indonesia. yang diatur dalam : a. Bank Indonesia. 47. Pembentukan. sekretaris daerah. Dalam setiap sistem demokrasi. d. 46. Kepolisian Negara dan Tentara Nasional Indonesia. b. c. b. b. Pasal 18B ayat ( 3 ) UUD 1945. c. Pasal 18B ayat ( 1 ) UUD 1945. Pasal 17 ayat ( 5 ) UUD 1945. c. 48. sebagaimana diatur dalam : a. sekretariat DPRD. Pasal 18A ayat ( 1 ) UUD 1945. Organisasi Kepolisian Negara dan Organisasi Penuntut Umum atau Kejaksaan Agung.

Negara Federal dan Negara Sosialis. Menurut pendapat siapa yang biasa digunakan Hukum Tata Negara ( HTN ) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menjadi dua kata yaitu : a. Pasal 16 ayat 2 UUD 1945.49. yang selanjutnya diatur dalam Undang – Undang. Bundestaat). hukum pertanahan dan hukum bangunan. c. hukum keimigrasian. Negara Konfederasi (confederasion. Pasal 16 ayat 1 UUD 1945. yaitu : a. Eendstaat ). Warga Negara dan Hak Asasi Manusia. Pokok –pokok materi yang wajib dalam Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi. Negara Konfederasi III. CT Simorankir. teori dan praktek peradilan Tata Negara dan teori dan praktek peradilan Tata Usaha Negara. Pemerintahan Negara. b. Negara Serikat atau Federal (Federal State. 2. Sri Sumantri. b. c. Pasal 16 UUD 1945 perubahan ke 3 Tahun 2001. Pilihlah yang paling benar. Wiryono Prodjodikoro. Negara Kesatuan. b. Negara Kesatuan. J. c. partai politik dan pemilihan umum. Di dunia sekarang. d. sesuai pasal : a. Negara Komunis. Peristilahan Hukum Tata Negara ada 2 ( dua ) dengan penulisan. 1. Unitary state. 26 . Syahran Baiyah. b. Presiden membentuk dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasehat dan pertimbangan kepada presiden. satatenbond) dan Negara Super Struktural ( Super Struktural / Super State ). Negara Bagian dan Negara Uni Eropa. Pasal 16 UUD 1945 perubahan ke 4 Tahun 2002. c dan d sesuai nomor. Undang – Undang Dasar 1945. b. birokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance). Negara Serikat. c. 50. Negara Kesatuan. dibedakan adanya beberapa macam susunan organisasi termasuk Indonesia. Negara Serikat. Negara Kesatuan. adalah : a. d. Organisasi Negara dan Struktur Kenegaraan. Negara Liberal. jawaban dilingkari pada huruf a. Lembaga perwakilan rakyat. d. yaitu Tata Negara (dua kata) atau Tatanegara ( satu kata ).

L. Muh Kusnardi dan Harmaily Ibrahim Paton George White Cross Van Apeldoorn. 4. Mr Djoko Sutono. Muh. 6. b. Wiryono Prodjodikoro Prof. pengadilan. Kusumadi Pudjosewojo. 27 . sedangkan Ilmu Hukum Administrasi Negara ( Administrative Law. Molan. Pasal 24C ayat ( 1 ) UUD 1945. W. Kusnadi dan Harmaily Ibrahim.C Lemaire. Ilmu Hukum Tata Negara ( Constitutional Law. d. Verwalfungsrecht ) mempelajari negara dalam keadaan statis. Maurice Duvergen 7. Pudjosewojo. c. Kusumadi Pudjosewojo.d. Mr Djoko Sutono. definisi Hukum Tata Negara menurut : a. b. Prof. keuangan. d. 3. Pasal 24C ayat ( 2 ) UUD 1945. Prof. c. yang pertama adalah Hukum Tata Negara dan yang kedua adalah Hukum Tata Negara. membedakan antara “ formeele stelsel maliheed “ dan “ materielle stelsel maligheed “.H. Muh. SH. hukum perpajakan. hubungan luar negeri dan pertahanan negara keamanan umum. J. Hukum Tata Usaha Negara atau Hukum Administrasi Negara meliputi keseluruhan aturan hukum yang menentukan secara bagaimana alat – alat perlengkapan negara yang bersangkutan hendaknya bertingkah laku dalam mengusahakan tugas – tugas pemerintahan. Wiryono Prodjodikoro. perundang – undangan. b. b. d. hubungan antara alat perlengkapan negara dalam garis vertikal dan horizontal. serta kedudukan warga negara dan hak asasinya. pemerintah daerah. c. 5. Verfassung Srecht ) mempelajari negara dalam keadaan statis. b. Kusnadi dan Harmaily Ibrahim. Perubahan orientasi dengan telah terbentuknya lembaga peradilan Konstitusi. menurut : a. Prof. hak asasi manusia dan masalah kewarganegaraan. Michael T. berdasarkan ketentuan perundang – undangan pasal: a. Penegakan hukum dan lembaga peradilan. Hukum Tata Negara dapat dirumuskan sebagai sekumpulan peraturan hukum yang mengatur organisasi dari pada negara. menurut : a. menurut : a. c. d. yaitu Makamah Konstitusi. “ Staatrech ”.A Logemann. sumber hukum dan peraturan perundang – undangan.

Singkel dan Simeuleu) sampai yang ke-19 Jawa Barat ( Periangan. 10.bidang : a.c. d. UUDS 1950 dan UUD 1945 tanpa penjelasan pada waktu disyahkan tanggal 18 Agustus 1945. 11. Aceh Barat. sebab perubahan ide terhadap perundangundangan dasar ditabukan. Pembentukan hukum konstitusi. Hall. terutama ada konsep piagam Jakarta. UUD RIS 1949. penyadaran hukum konstitusi. UUD 1945.Van Vollenhoven. UUDS 1950. yaitu : a. Koentjaraningrat C. adalah : 28 . Penyadaran hukum konstitusi. Penerapan dan pelaksanaan Hukum Konstitusi sangat terbatas. c. dapat dikatakan bahwa Republik Indonesia telah memiliki beberapa naskah Undang – Undang Dasar sebagai dokumen hukum yang tertinggi (de boogstewet) dalam penyelenggaraan kegiatan bernegara. Pembentukan. peradilan hukum konstitusi. c. penyadaran. Pasal 24C ayat ( 3 ) UUD 1945. UUD RIS 1949. c. Sejak Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 sampai sekarang. Undang – Undang Dasar Republik Indonesia Pertama. 9. 8. Hukum Tata Negara dalam arti yang lebih spesifik. pembentukan hukum konstitusi. Ke-19 lingkungan Hukum Adat (rechtskringen) mulai dari Aceh ( Aceh Besar. UUD 1945. penerapan dan peradilan hukum konstitusi melalui kegiatan penataran P4. UUD 1945. sehingga mekanisme peradilan Konstitusi menentukan pada yang konstitusional dan mana yang inkonstitusional secara adil. adalah UUD 1945 yang disyahkan tanggal 18 Agustus 1945 yang berlaku secara Nominal. dapat lebih berkembang secara seimbang di bidang . UUD 1945beserta penjelasannya dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945setelah mengalami perubahan. b. UUD RIS 1949. b. penerapan atau pelaksanaan hukum konstitusi. UUD 1945. d. Sunda. Pasal 24C ayat ( 4 ) UUD 1945. UUDS 1950 dan kembali pada UUD 1945 yang menghendaki tidak ada perubahan UUD 1945. penerapan dan pelaksanaan hukum konstitusi. Kenneth R. yang dikelompokkan oleh : a. d. UUDS 1950 dan kembali kepada UUD 1945 secara murni dan konsekwen. UUD RIS 1949. Jakarta Banten ). P. b. d.J Suwarno.

c. d. yang mulai berlaku tanggal : a. 17 Agustus 1949 – 5 Juli 1959. yaitu Republik ketiga UUDS 1950. 14. 29 . 19 Oktober 1999 – 10 Agustus 2001. c. yang mulai berlaku tanggal : a. 10 Agustus 2002 – s/d sekarang. b. d. 19 Oktober 1999 – 10 Agustus 2002. 17 Desember 1949 – 17 Agustus 1950. b. 18 Agustus 1945 – 5 Juli 1959. Substansi perubahan dan nama UUD 1945 mencangkup substansi yang sangat luas dan mendasar. c. dengan disyahkannya perubahan keempat UUD 1945 pada tanggal : a. 17. d. 18 Agustus 1945 – 27 Desember 1945. 19 Oktober 1999 – s/d Sekarang. Periode terahkir ini adalah periode setelah tuntasnya agenda reformasi konstitusi. 5 Juli 1959 – 19 Oktober 1999. 17 Agustus 1950 – 5 juli 1959.*1949 17 Agustus 1945 – 5 Juli 1959. 17 Agustus 2002 s/d Sekarang. b. d. yang mulai berlaku tanggal : a. terbentuknya Republik kedua yaitu Republik Indonesia Serikat ( RIS ). c. 17 Agustus 1945 – 27 Desember 1945. menjadi Undang – Undang Dasar Sementara RI Tahun 1950. Perkembangan Konstitusi di Indonesia. 27 Desember 1949 – 27 Agustus 1950. 5 Juli 1959 – s/d sekarang. d. d. Konstitusi peralihan dari UUD 1945 menjadi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengalami pasca perubahan ( dari perubahan pertama s/d perubahan keempat ). yang isinya kembali kepada UUD 1945. 16. Pergantian dari Undang – Undang Dasar RIS Tahun 1949. 17 Agustus 1949 – 17 Agustus 1950. 5 Juli 1959 – 10 Agustus 2002. c. 17 Agustus 2000 s/d Sekarang. Presiden Soekarno menetapkan keputusan Presiden yang dikenal dalam sejarah dengan istilah “ Dekrit Presiden 5 Juli 1959 “. b. 15. b. Jumlah ketentuan yang dalam UUD 1945 Proklamasi pelaksanaan tersebut ada 71 butir ketentuan yang dirumuskan dalam 37 pasal. 27 Agustus 1950 – 5 Juli 1959.a. Pada tanggal 5 Juli 1959. 19 Oktober 1999 – 10 Agustus 2000. 13. 12. b. yang mulai berlaku tanggal : a. 10 Agustus 2002 s/d Sekarang. 23 Agustus 1949 – 23 Agustus 1950. 17 Agustus 1945 – 5 Juli 1959. c. 17 Agustus 2001 s/d Sekarang.

25 butir yang tidak mengalami perubahan. c. 19. Pasal 6 ayat ( 4 ) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal 2 ayat ( 3 ) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. b. sehingga seluruhnya menjadi berjumlah 220 butir ketentuan dalam UUD 1945. Pasal 6 ayat ( 2 ) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. sebagaimana diatur dalam : a.berapa butir yang tidak mengalami perubahan dan berapa butir yang diubah dan yang ditambah. Pasal 2 ayat ( 1 ) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 25 butir yang asli yang tidak mengalami perubahan dan terdapat 174 butir substansi ketentuan baru yang dirumuskan dalam UUD 1945. Pasal 7B ayat ( 4 ) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. d. 21. Pasal 2 ayat ( 2 ) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. d. Pasal 2 ayat ( 4 ) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 46 butir yang tidak mengalami perubahan dan 199 yang mengalami perubahan dalam UUD 1945. 20. c. Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR ) terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) dan anggota Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) yang dipilih melalui pemilihan dan diatur lebih lanjut dengan Undang – Undang sesuai. 18. yaitu : a. Pasal 7B ayat ( 3 ) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal 7B ayat ( 1 ) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. d. c. Kabupaten dan Kota itu mempunyai pemerintahan daerah. sesuai pasal : a. dengan pasal : a. lebih 200% perubahan UUD 1945. b. sesuai pasal: 30 . yang diatur dengan undang-undang. d. Pasal 6 ayat ( 1 ) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas Kabupaten dan Kota. b. c. Pasal 7B ayat ( 2 ) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal 6 ayat ( 3 ) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) bahwa Presiden dan atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum tersebut ataupun tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan atau Wakil Presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ). yang di tiap-tiap provinsi. 46 butir yang ditambah dan yang diubah dengan ketentuan baru. Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum. b.

1945. Pasal 18 ayat (1) UUD Negara RI th. 26. Pasal 20A ayat (1) UUD Negara RI tahun 1945. pasal-pasal lain Undang-Undang Dasar ini. Pasal 22E ayat (4) UUD Negara RI tahun 1945. Negara memiliki suatu bentuk sentral yang susunan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempunyai hak interpelasi. d. c. 1945. 1945. Pasal 20A ayat (2) UUD Negara RI tahun 1945. hubungan pusat dan daerah. rancangan Undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah. c. b. d. Pasal 23D UUD Negara RI Tahun 1945. Pasal 23 ayat (4) UUD Negara RI Tahun 1945. kedudukan. Pasal 23 ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945. sesuai pasal: a. sesuai pasal: a. kewenangan. 22. 25. 23. sebagaimana diatur dalam pasal: a. b. Pasal 23 ayat (3) UUD Negara RI Tahun 1945. d. 31 . sesuai pasal: a. Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan Undang-Undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pasal 23 ayat (2) UUD Negara RI Tahun 1945. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapat mengajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasal 20A ayat (4) UUD Negara RI tahun 1945. Pasal 18 ayat (7) UUD Negara RI th. serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. Pasal 23C UUD Negara RI Tahun 1945. Pemilihan Umum diselenggarakan untuk memilih anggota DPR. DPD. pengelolaan sumberdaya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. d. c. Dalam melaksanakan fungsi. 1945. dan penggabungan daerah. Pasal 22D ayat (1) UUD Negara RI tahun 1945. tanggung jawab dan independensinya diatur dengan undang-undang. Pasal 22E ayat (3) UUD Negara RI tahun 1945. Pasal 22D ayat (4) UUD Negara RI tahun 1945. b.a. pemekaran. Pasal 18 ayat (5) UUD Negara RI th. Pasal 22E ayat (1) UUD Negara RI tahun 1945. Pasal 18 ayat (3) UUD Negara RI th. b. 24. Pasal 22D ayat (2) UUD Negara RI tahun 1945. Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). pembentukan. Pasal 22E ayat (2) UUD Negara RI tahun 1945. c. d. dan hak menyatakan pendapat. Pasal 22D ayat (3) UUD Negara RI tahun 1945. Pasal 20A ayat (3) UUD Negara RI tahun 1945. selain hak yang diatur dalam. b. b. c. hak angket. sebagaimana diatur: a.

Pasal 24A ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945. Pasal 24C ayat (2) UUD Negara RI Tahun 1945. lingkungan peradilan militer. sesuai pasal: a. b.c. b. 23F ayat (2) UUD Negara RI Tahun 1945. b. DPR dan DPD. Pasal 24 ayat (4) UUD Negara RI Tahun 1945. Pasal 24C ayat (3) UUD Negara RI Tahun 1945. 30. 29. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan Peradilan dalam lingkungan peradilan umum. MPR dan DPR. d. 32 . MPR. c. sesuai pasal: a. BPK dan BPKP. 28. Pasal 24A ayat (4) UUD Negara RI Tahun 1945. menguji peraturan peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan UndangUndang. 31. Kekuasaan NKRI. Mahkamah Agung berwenang mengadili pada tingkat Kasasi. DPA. Pasal 24 ayat (2) UUD Negara RI Tahun 1945. lingkungan peradilan agama. Pasal 24C ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945. sebagaimana diatur dalam pasal: a. Pasal 24 ayat (3) UUD Negara RI Tahun 1945. Pasal 23E UUD Negara RI Tahun 1945. d. Pasal 24C ayat (4) UUD Negara RI Tahun 1945. 27. c. d. b. Pasal 23A UUD Negara RI Tahun 1945. c. d. c. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD)/dan diresmikan oleh Presiden. Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden namun Undang-undang Dasar sebagaimana diatur dalam pasal: a. Pasal 24A ayat (3) UUD Negara RI Tahun 1945. 23F ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945. d. lingkungan peradilan tata usaha negara dan oleh sebuah Mahkaman Konstitusi. pada pokoknya berasal dari sebagian kekuasaan yang sebelumnya dimiliki oleh lembaga lain yang menurut ketentuan UUD 1945 sebelum perubahan lembaga lain yang kekuasaannya dikurangi dengan terbentuknya MK adalah : a. Pasal 24A ayat (2) UUD Negara RI Tahun 1945. d. 23F ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945. 23F ayat (4) UUD Negara RI Tahun 1945. b. c. Pasal 24 ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945.

DPD. Uji Materiil atas UU dan uji matriil atas peraturan di bawah UU. 33. d. d. c. dikatakan lebih tinggi daripada Kejaksaan Agung : a. c. Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ). b. Konsep “ konkriet norem reviuw “ yang dikenal luas pula adanya abstrak norem reviuew. Ide pembentukan lembaga Konstitusi pertama kali dikemukakan oleh : a. Benar. 37. Judicial Review di MK dan judicial review di pengadilan TUN. b. d. d. Supremasi Konstitusi. Indonesia pasca reformasi menurut paham atau prinsip : a. 34. Lembaga tinggi seperti MPR. Semua lembaga yang kewenangannya ditentukan dalam Undang – Undang. b. Supremasi Hukum. Ketentuan UUD Negara RI Tahun 1945. 35. c. lembaga negara adalah : a.32. Bearg Jellenik. Dapatkah ditentukan kedudukan Konstitusional Kepolisian dan TNI. Dalam perkara impachemen Presiden dan atau Wakil Presiden pihak yang harus aktif sebagai pemohon adalah : a. Pengujian norma dapat dilakukan terhadap norma abstrak dan dapat pula terhadap norma konkriet. Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR ). John Marshall Pas Guele Pas Quino. Lembaga Eksekutif dan legislatif. b. c. BPK dan MA Semua lembaga negara atau warga negara. Hans Kelsen. norma yang abstrak dapt menyangkut : a. c. Salah. Tidak tahu. sedangkan kejaksaan agung sama sekali tidak disebut atau diatur dalam UUD 1945. Partai Politik yang beroposisi. d. b. Pengujian materiil dan pengujian formil. c. 36. DPR. Polri dan TNI diatur dalam pasal 30 UUD 1945. dewasa ini terdiri atas : 33 . d. Lembaga negara yang dapat mengajukan permohonan perkara sengketa kewenangan Konstitusional. Supremasi Institusi yaitu institusi MPR. Tidak benar. b. Supremasi Parlemen. Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ). 38.

c. d. Preesternaad. d.a. Rechtspraak. seperti tersebut diatas hanya dapat dilakukan oleh DPR apabila didukung oleh mayoritas anggota DPR yang bersifat mutlak. 199 butir ketentuan. Pengadilan agama di zaman Hindia Belanda. 1/4 x 1/4 anggota DPR. 2/3 x 1/4 anggota DPR. disebut : a. 174 butir ketentuan. 39. yaitu : a. d. Volksraad. Land Rood. b. 350 butir ketentuan. 25 butir ketentuan. c. Pengujian permintaan kepada MK yang berisi dakwaan pelanggaran hukum. 2/3 x 2/3 anggota DPR. 34 . b. 3/4 x 1/4 anggota DPR. b. c. 40.

MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERGURUAN TINGGI ILMU KEPOLISIAN LEMBAR JAWABAN UJIAN MATA KULIAH DOSEN HARI/TGL WAKTU SIFAT : HUKUM TATA NEGARA : Prof. SH : Jumat.00 .10. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 A B C D KELOMPOK II NO. 15-1-2010 : 08. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 A B C D 35 . Jimly Asshiddiqie. DR.00 : Open Book KELOMPOK I NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 A B C D KELOMPOK III NO.

26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 36 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful