Dental amalgam merupakan bahan tumpatan yang sering digunakan di KedokteranGigi.

Pertama diperkenalkan di Perancis pada awal 1800-an, berisi campuran air raksadengan setidaknya satu logam lainnya. Amalgam telah menjadi metode restoratif pilihanselama bertahun-tahun karena biaya rendah, kemudahan aplikasi, kekuatan, ketahanan, danefek bakteriostatik. Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan penggunaan baru-baru iniadalah dampak merugikan bagi kesehatan, estetika yang kurang, dan pencemaran lingkungan.Masalah estetika adalah karena warna metalik tidak berbaur dengan baik dengan warna gigialami. Hal ini terutama menjadi perhatian bila digunakan pada gigi depan, tetapi dapat diatasidengan menggunakan bahan gigi alternatif. Masalah-masalah lingkungan adalah tentangemisi merkuri selama persiapan dan dari amalgam kremasi sampah pada individu almarhum.Amalgam merupakan bahan yang paling sering digunakan karena bahan ini dapatbertahan lama sebagai bahan tumpatan, mudah memanipulasinya, mudah beradaptasi dengancairan mulut dan harganya relatif murah. Namun, mengenai masalah efek samping yangditimbulkan oleh bahan ini masih dipertanyakan karena masih ada anggapan bahwa amalgamberbahaya bagi kesehatan tubuh pasien, hal ini karena di dalam amalgam terkandung merkuri.Merkuri dalam keadaan bebas sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat meracuni tubuholeh karena itu merkuri di dalam amalgam dianggap berbahaya. Bahaya merkuri ini tidak hanya mengancam kesehatan pasien tetapi juga dokter gigi itu sendiri, uap merkuri yangterhirup pada saat mengaduk amalgam dapat menimbulkan efek toksik kumulatif pada doktergigi tersebut.Biokompatibilitas dapat diartikan sebagai kehidupan harmonis antara bahan danlingkungan yang tidak mempunyai pengaruh toksik atau jejas terhadap fungsi biologi.Biokompatibilitas berhubungan dengan uji biologis yang merupakan interaksi antara sifatfisika atau mekanik dan sifat kimia melalui degenerasi sel, kematian sel dan beberapa tipenekrosis. Tujuan biokompatibilitas adalah untuk mengeliminasi komponen bahan yangberpotensi merusakan jaringan rongga mulut.

Tidak mengandung bahan toksik yang dapat berdifusi. kondensasi. triturasi. Amalgam sebagai bahan tumpatan lebih kuat dari semua jenis bahan tumpatan untuk gigi posterior lainnya. terlepas dan diabsorbsi dalamsistem sirkulasi. Merkuri dicampurdengan bubuk alloy membentuk suatu bahan plastis yang kemudian dimasukkan ke dalamkavitas gigi yang telah dipreparasi. Alloy yang digunakan bersama dengan merkuri untuk keperluan kedokteran gigi biasanya disebut dengan dental amalgam alloy.3.Amalgam memiliki sifat-sifat fisis yaitu perubahan dimensi dan memiliki kekuatanuntuk menahan tekanan pengunyahan. triming dan karving serta polishing yang dapat mempengaruhisifat-sifat fisisnya seperti tekanan kondensasi yang tinggi menghasilkan kekuatan yang lebih .4. Bebas dari agent yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Tidak membahayakan pulpa dan jaringan lunak.Sebuah bahan dikatakan biokompatible ketika bahan tersebut tidak merusak lingkungan biologis di sekitarnya. Pemanipulasian amalgam terdiri darimixing. Tidak berpotensi sebagai bahan karsinogenik.2. Syarat biokompatibilitas bahan kedokteran gigi adalah:1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful