PRESENTASI KASUS I. Identitas Nama Usia Jenis Kelamin Pekerjaan Alamat Tanggal masuk Tanggal periksa : An.

R G : 3 tahun : Laki-laki :: : 27 Februari 2010 : 02 Maret 2010

II. Anamnesis (Alloanamnesis)

Keluhan Utama Keluahan tambahan

: Tersiram kuah panas sejak 2 hari SMSRS : Demam

1

Riwayat Penyakit Sekarang

:

Pasien datang ke RSUD Arjawinangun karena tersiram kuah bakso yang panas dua hari sebelum masuk Rumah Sakit. Menurut orang tua pasien kulit pasien langsung memerah dan mengelupas sesaat setelah tersiram kuah panas. Kuah panasnya mengenai wajah pasien pada pipi dan dahi sebelah kanan, belakang kepala sebelah kiri pasien, lengan kanan pasien, tangan kiri pasien dan sedikit pada punggung kanan pasein. Setelah itu ibu pasien langsung menyiram pasien dengan air dingin dan membuka pakaian pasien. Saat itu pasien menggunakan pakaian dari bahan kaos. Lalu orang tua pasien

membawanya ke Puskesmas terdekat dengan lama perjalanan 10 menit. Disana pasien diperiksa, diberi resep obat dan diperbolehkan pulang. Orang tua pasien mengatakan beberapa jam setelah pulang dari Puskesmas timbul lepuh-lepuh di belakang kepala sebelah kiri pasien, lengan kiri pasien, dan tangan kanan pasien. Pada luka di wajah sebelah kiri pasien terlihat berwarna putih di tengah luka dan terlihat mengkilat seperti lilin. Terlihat gambaran kehitaman pada sekitar luka-luka tersebut. Karena keadaan tidak membaik pasien dibawa ke RS dua hari setelah tersiram kuah panas. Sebelumnya di Puskesmas pasien diberi obat sirup amoksisilin, sirup parasetamol dan salep bioplasenton untuk dioleskan pada lukanya.

2

Keluhan sesak nafas dan bengkak disangkal.Orang tua pasien mengatakan pasien beberapa kali demam setelah tersiram kuah panas. Riwayat kejang demam pada waktu 2 bulan diakui pasien. III. diare berkepanjangan disangkal pasien. Riwayat Penyakit keluarga : Riwayat adanya alergi pada keluarga pasein disangkal. Keluarganya mengatakan BAK pasien normal dengan jumlah yang sama seperti sebelum sakit. Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien dalam keadaan sehat ketika tersiram kuah panas. Riwayat sering demam. Pasien tidak mempunyai alergi. Pemeriksaan Fisik STATUS GENERALIS Keadaan Umum Kesadaran : Tampak sakit berat : Kompos mentis 3 .

iktus cordis tidak terlihat P : iktus cordis teraba pada ICS V garis midclavikula P : batas jantung sulit dinilai A . gallop(-) 4 . BJ I-II reguler. murmur(-).Tanda Vital : TD N S R : 100/70 mmHg : 120 x/menit : 36. isokor Refleks pupil -/Leher : Tiroid tidak teraba membesar KGB tidak teraba membesar Thoraks : cor I .2oC : 24 x/ menit Kepala : normocephal Mata : Konnjungtiva anemis -/Sklera ikterik -/Pupil bulat.

hiperemia(+). rhonki -/-.Pulmo : I : pergerakan hemitoraks kanan dan kiri simetris dalam keadaan statis dan dinamis P : vokal fremitus hemitoraks kanan dan kiri sama P . nyeri tekan (+). (6. vesikular. sonor pada kedua lapangan paru A . krusta(+).5%) Eritema(+). bulla(+).5%) 5 . waxing appearance(+) - Luka bakar pada belakang kepala sebelah kiri (6. wheezing -/Abdomen I P : Asimetris : supel. tidak teraba pembesaran hepar lien dan teraba massa pada kiri bawah P A : Timpani ada perkusi seluruh lapang abdomen : Bising usus (+) normal : Luka bakar (+) Ekstremitas : Superior Inferior: Tidak ada kelainan STATUS LOKALIS - Luka bakar pada pipi dan dahi kanan.

krusta(+) IV. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium WBC Granulosit HGB HCT MCV PLT : 25300 : 21000 : 16. - Luka bakar pada lengan kiri (2%) Eritema(+). hiperemia(+). bulla(+). hiperemia(+). hiperemia(+).8 : 446000 V.4 : 47.Eritema(+).9 : 79. krusta(+). bulla(+). krusta(+) - Luka bakar pada tangan kiri dan punggung kiri (6%) Eritema(+). Saran Pemeriksaan : 6 .

Penatalaksanaan • Medikamentosa : . Diagnosis banding Luka bakar derajat II-III 14.5% x 12kg x 4ml = 696 cc 348 cc untuk 8 jam pertama setelah terpapar 348 cc untuk 16 jam berikutnya 7 .- Uji tusuk jarum untuk membedakan anestesi pada derajat II-III GDS AGD Elektrolit - VI.5 % VII.IVFD RL 14. Diagnosis Kerja Luka bakar derajat II-III 14.5 % + infeksi sekunder VIII.

Sulfadiazine zalp .Cefotaksim 2x500 mg IV . C) • - Non Medikamentosa Diet tinggi kalori tinggi protein Monitor output urin Kebersihan luka • Debridement IX. E. Prognosis Ad Vitam : ad bonam 8 .Roborantia (Vitamin A.Antrain 2x150mg IV .348 cc untuk hari kedua RL maintenance saat ini : 11 gtt .

Jenis dan berat memperlihatkan morbiditas dan derajat cacat yang relatif tinggi dibanding dengen cedera oleh sebab lain. Patofosiologi Luka Bakar Pada luka bakar perubahan suhu pada tubuh terjadi baik karena kondisi panas langsung atau radiasi elektromagnetik. listrik. termasuk kondisi jaringan yang terkena sewaktu kontak dengan sumber tenaga panas dan pigmentasi permukaan. juga pajanan suhu tinggi dari matahari. gelombang mikro. 1 II. sinar UV dan cahaya tampak. maupun bahan kimia. sedang tulang yang paling tahan.Ad Functionam : dubia ad bonam TINJAUAN PUSTAKA Luka Bakar Luka bakar merupakan cedera yang cukup sering terjadi. Sumber-sumber radiasi elektromagnetik meliputi sinar X. 9 . Saraf dan pembuluh darah merupakan struktur yang kurang tahan terhadap konduksi panas.1. Derajat luka bakar berhubungan dengan beberapa faktor. Penyebab luka bakar selain terbakar api langsung atau tidak langsung.

antidiuretic hormon. tetapi pada rentang panas yang lebih tinggi. tubuh dapat mengeluarkan tenaga panas dengan perubahan sirkulasi.Radiasi ini dapat merusak jaringan baik dengan panas (gelombang mikro) atau ionisasi (sinar X). Pada rentang panas yang lebih rendah. hal ini tidak efektif. kortisol. protein mengalami denaturasi dan kerusakan jaringan sangat hebat. Respon Metabolisme terhadap Luka Bakar Sekresi katekolamin.3. Temperatur di atas 70oC menyebabkan kerusakan selular yang sangat cepat dan hanya periode penyinaran yang dapat ditahan. Tanda-tandanya adalah peningkatan basala rate menjadi dua kali lipat. Energi berasal dari pemecahan simpanan glikogen dan pada proses glikolisis anaerob.2 II. renin angiotensin. Antara 44oC-51oC. Diagnostik Anamnesis : 10 . dan aldosteron meningkat. kecepatan kerusakan jaringan berlipat ganda untuk tiap derajat kenaikan temperatur dan waktu penyinaran yang terbatas yang dapat ditoleransi.2. II. Hipermetabolisme sering terjadi pada periode sesudah luka bakar. glukagon. Evaporasi air dapat mencapai 300 mL/m2/jam (normal 15 mL/m2/jam. Di atas 51oC. Sel-sel dapat menahan temperatur hingga 44oC tanpa kerusakan bermakna.

jam dan lokasi geografis dari cedera. DM. Harus ditanyakan dengan jelas tanggal.4 Pemeriksaan Fisik : Pengamatan pertama yang tepat dapat mengenali kesulitan seperti cedera inhalasi yang berat. Pengamatan kedau yang menyeluruh dapat dideteksi adanya cedera-cedera lain yang menyertainya. dan AIDS. penyakit pembuluh darah koroner. listrik. karena memperburuk prognosis. elektrolit dan profil biokimia standar perlu diperoleh segera. 1 11 .Adanya riwayat terkena paparan sinar matahari. yang menimbulkan kerusakan jalan napas atas dan obstruksi.3. api. air panas. zat kimia. Derajat Luka Bakar Luka bakar bisanya dinyatakan dengan derajat yang ditentukan oleh kedalaman luka bakar. Perlu pula diketahui keadan pasien sebelum sakit. beratnya luka bakar bergantung pada dalam. luas. Walaupun demikian. dan letak luka. penyakit kronis sebelumnya. Pemeriksaan penunjang : Hitung darah lengkap. penyakit serebrovaskular. radiasi atau suhu dingin. atau keracunan karbon monoksida yang mendekati letal. penyakit paru kronis.3 II. AGD dan karboksihemoglobin perlu segera diukur oleh karena pemberian oksigen dapat menuutupi keparahan keracunan karbon monoksida yang dialami penderita.

3 2. Bahan baju yang paling aman adalah yang terbuat dari woll. Pembagian berdasarkan kedalaman kulit yang terbakar. tanpa menimbilkan bekas. selain mudah terbakar juga mudah lumer pada suhu tinggi. dibagi atas derajat satu. Luka bakar yang superfisial.1. ditandai oleh lepuh. edema kulit minimal dan jarang ditemukan efek sistemik. Kedalaman luka bakar Kedalaman luka bakar ditentukan oleh tingginya suhu dan lamanya pajanan suhu tinggi. Ditandai oleh eritema dan hiperemia.II.1 Luka bakar secar klasik. Bahan sintetis yang mudah terbakar seperti nilon dan dakron. Luka bakar derajat satu.3. hanya mengenai epidermis luar. epitelium yang rusak mengelupas sediki demi sedikit. Selain api yang langsung menjilat tubuh. derajat dua dan derajat tiga. fungsi proteksi kulit tetap utuh. Gejala sisitemik dan proses penyembuhan berhubungan langsung dengan banyaknya elemen epitel lapisan dermis sehat yang tersisa. Perubahan jaringan sangat minimal. 1. Untuk yang lebih dalam adanya gambaran kemerahan yang disisinya ada lapisan putih sebagai batas tegas dengan jaringan 12 . Luka bakar derajat dua. Dalam 5-10 hari. sehingga menjadi lengket dan memperberat kedalaman luka bakar. melibatkan seluruh lapisan epidermis dan sebagian dari dermis. Nyeri dan gejala utama biasanya membaik dalam 48-72 jam. baju yang ikut terbakar juga memperdalam luka bakar. Kejadian yang paling sering pada luka bakar derajat satu adalah karena terpapar sinar matahari.

Dapat juga didiagnosis berdasarkan berkurangnya sensasi rasa nyeri. Konversi oleh bakteri mungkin terjadi. gambarannya dapat berwarna coklat. dan folikel rambut. Timbulnya bula yang berisi cairan eksudat yang keluar dari pembuluh karena permeabilitas dindingnya meninggi. Hipertrofi pada bekas luka biasanya terjadi karena pecahnya bulla. kelenjar keringat. Luka terlihat berwarna putih dan gambaran lilin. merah kehitaman atau hitam. Luka bakar derajat tiga ini biasanya disebabkan oleh pemaparan yang lama. Luka bakar derajat tiga. Pada luka derajat dua yang lebih dalam penyembuhan terjadi dalam 25-35 hari dengan ditutupi oleh epitel yang rapuh yang tumbuh dari sisa epitel yang masih sehat. capillary refill yang sedikit dan tekstur kulit yang tidak normal.1. Luas Luka Bakar 13 .3 II.3.3 3.2.sehat sekitaranya. misalnya epitel kelenjar sebasea. Seluruh elemen epitel hancur menjadikan tidak adanya lagi potensi untuk reepitelisasi. Skin grafting pada luka derajat dua yang dalam jika munkin dapat memeperbaiki penampilannya. yang mengenai jaringan lemak dan jaringan di bawahnya. Pada luak derajat dua yang superfisial biasanya sembuh dalam 10-14 hari kecuali terjadi infeksi. meliputi seluruh kedalaman epidermis dan dermis atau organ yang lebih dalam.

yang berbeda pada orang dewasa dan anak-anak.4. Pada pemerksaan ringkas luka bakar yang kecil. Pada luka yang besar (>20%) tindakan ini dapat mempengaruhi jumlah cairan yang diberikan untuk resusitasi. Korban dapat mengusahakanya dengan cepat menyjatuhkan diri 14 . misalnya dengan menyelimuti dan menutupi bagian yang terbakar untuk menghentikan pasokan oksigen pada api yang menyala. Penatalaksanaan Terapi Upaya pertama saat terbakar adalah mematikan api pada tubuh. Dalam rumus ini. kepala dan leher memiliki daerah permukaan yang jauh kebih besar daripada orang dewasa dan anggota gerak bawah yang lebih kecil. tiap anggota gerak bawah diberi angka 18%. bagan seperti bagan Lund-Bowder dapat digunakan untuk menentukan TBSA luka bakar pada setiap umur. Penentuan daerah luka dapat dilakukan dengan Rule of Nine. batang tubuh depan dan belakang masing-masing 18%. Tiap anggota gerak atas diberi angka 9%. Tetapi kita tetap perlu waspada pada persentasi relatif bagian anatomi tubuh. kepala dan leher 9% serta perineum dan genitalia 1%. Pada anak-anak. dilakukan penilaian presentase luka pada seluruh daerah permukaan tubuh (TBSA). yang merupakan perkalian 9. Untuk menghindari kesulitan ini. tiap daerah anatomi ditentukan presentase TBSA-nya.Sewkatu pasien diperiksa untuk pertama kalinya. satu permukaan tangan pasien dapat digunakan sebgai penetuan 1% daerah permukaan tubuh.3 III.

Pendinginan luka baker harus dilakukan sesegera mungkin dan cukup lama Pada luka baker ringan. mengurangi ruang mati. Dengan demikian. dan 15 . atau melepaskan baju yang tersiram air panas. dan menutup permukaan luka. Proses ini dapat dihentikan dengan mendinginkan daerah yang terbakar dan mempertahankan suhu dingin ini pada jam pertama. Oleh karena itu merendam bagian yang terbakarselama lima belas menit pertama dalam air sangat bermanfaat untuk menurunkan suhu jaringan sehingga kerusakan lebih dangkal dan diperkecil. selain penanganan umum seperti pada luka baker ringan. dilakukan resusitasi segera bila penderita menunjukan gejala syok. Kalau terjadi udem laring. Trakeostomi berfungsi untuk membebaskan jalan nafas.dan berguling agar bagian yang terbakar tidak meluas. diberikan campuran udara lembab dan oksigen. Proses koagulasi protein sel dijaringan yang terpajan suhu tinggi berlangsung terus setelah api dipadamkan sehingga destruksi cepat meluas. mencegah infeksi dan memberi kesempatan sisa sel epitel untuk berplorifikasi. bila penderita menunjukan gejala terbakarnya jalan nafas. misalnya dengan mencelupkan bagian yang terbakar atau menceburkan diri keair dingin . Kontak dengan dahan yang panas juga harus cepat diakhiri.kurangnya lima belas menit. dipasang pipa endotrakea atau buat trakeostomi. Pencelupan dan penyiraman dapat dilakukan dengan air apa saja yang dingin tidak usah steril. Pertolongan pertama setelah sumber panas dihilangkan adalah merendam daerah luka bakar dalam air atau menyiramnya dengan air yang mengalir selama sekurang. Pada luka bakar berat. Luka dapat dirawat secara tertutup atau terbuka. prisip penanganan adalah mendinginkan daerah yang terbakar dengan air. luka yang sebenarnya menuju derajat dua dapat berhenti pada derjat satu.

dikali volume larutan RL yang akan diberikan dalam 24 jam pasca luka bakar. Dua sistem yang paling sering digunakan dalam menghitung kebutuhan cairan saat ini adalah Modifikasi Brooke dan Parkland. III. Resusitasi pada Penderita Luka Bakar Terapi dasar penderita luka bakar yang besar dengan menghindari komplikasi defisiensi cairan dan elektrolit pada periode pasca-luka bakar dini.1. Pada kedua perhitungan. pemantauan tekan sentral dengan kateter Swan-Ganz harus dilakukan.4. Kateter urina digunakan sebagai indeks perfusi ginjal dan untuk mengevaluasi keefektifan resusitasi cairan. Kalau perlu.memudahkan pembersihan jalan nafas dari lendir atau kotoran. penderita dimandikan dahulu. diberikan oksigen murni. Perawatan lokal adalah mengoleskan luka dengan antiseptik dan membiarkannya terbuka untuk perawatan terbuka atau menutupnya dengan pembalut steril untuk perawatan tertutup. setengah jumlah cairan diberikan dalam 8 jam pertama resusitasi. Analgetik diberikan bila penderita kesakitan. Kedua rumus ini menghitung kebutuhan cairan berdasarkan luas daerah luka bakar dikali berat pasien dalam kilogram. 16 . Selanjutnya. Bila ada dugaan keracunan CO. Penentuan presentase TBSA luka menjadi tahap awal dalam menghitung kebutuhan cairan. Pada penderita luka bakar dengan inahalasi paru atau pada penderita dengan penyakit kardiovaskular dan paru. Juga pasien harus ditimbang beratnya pada awal terapi untuk menentukan berat dasar sebagai pedoman terapi. diberikan pencegahan tetanus berupa ATS dan/ atau toksoid. penderita dimandikan dahulu.

Kebutuhan cairan keseluruhan untuk 24 jam pertama 3 ml per kg per TBSA dan diberikan setengah pada 8 jam pertama dan seperempat pada tiap jam 17 . adalah metode resusitasi yang tepat. Urin output harus 30-50 cc per jam pada penderita luka bakar yang berhidrasi baik. seperti terlihat dengan keberhasilan pada sebagian besar penderita. Tetapi dokter yang ikut serta menangani resusitasi pasien luka bakar harus waspada bahwa masing-masing rumus dapat digunakan hanya sebagai pedoman untuk menentukan kebutuhan cairan. merupakan tindakan yang tepat. Bila output urin rendah atau ada ketidakstabilan kardiovaskular pada pemberian volume intra vena yang tampaknya cukup besar. Keduannya memberikan cukup cairan untuk perhitungan awal kebutuhan resusitasi. namun manfaatnya sering melebihi resiko penggunaan jangka pendek selama resusitasi awal. Volume larutan RL yang dianjurkan pada rumus modifikasi Brooke dan Parkland masing-masing 4cc kg per luka bakar dan 2 cc per kg persen luka besar . Walaupun kateter ini dapat menimbulkan komplikasi vaskular dan septik. harus membuat dokter mewaspadai adanya penurunan aliran serebrovaskular. Rumus yang sama dapat digunakan berdasarkan berat badan dalam kilogran dikalikan persentase TBSA dari bagan seperti bagan Lund-Bower. Perubahan kesadaran pada awal pasca luka bakar pada penderita dengan gas darah arteri yang normal. Resisutasi pada anak membuthkan perubahan parameter. dengan fungsi ginjal yang normal.seperempat dari seluruh jumlah semula diberikan tiap 8 jam berikutnya. pengeluaran urin. Pemantau yang teliti dan cermat atas sensorium. dan tekanan vaskular sentral dengan perubahan terapi berikutnya dalam terapi cairan yang ditentukan oleh respon pasien. maka pemasangan kateter termodilusi Swan-Ganz untuk memantau tekana jantung kiri dan kanan serta curah jantung.

Dapat diestimasi dengan (25 x % burn) x m2 TBS Perawatan bertujuan untuk menurunkan stimulasi dari katekolamin dan menyediakan kalori yang cukup untuk melawan efek hipermetabolisme. Pemberian nutrisi dapat dimuai sedini mungkin untuk memaksimalkan penyembuhan luka dan meminimalisasi defisiensi imun. Hipovolemia harus dicegah dengan cairan yang cukup.berikutnya.2.2 II. Profilaksis penisilin pada pasien luka bakar masih kontroversial. Periode Post Resusitasi Cairan intravena selam 24 jam perlu disertai dengan glukosa ada cairan garam hipotonik untuk menggantikan kehilangan akibat evaporasi dan juga diberikan protein plasma untuk menjaga agar volume sirkulasi tetap adekuat. Cara terbaik untuk menentukan kebutuhan awal cairan pada penderita luka bakar adalah dengan menggunakan 2-4ml per kg. nyeri dan ansietas harus dikontrol ketat. Resusitasi cairan yang cukup dapat diperiksa denagn memantau tanda-tanda vital dan pengeluaran urin. Natrium bikarbonat ditambahkan pada tiap liter RL. Rentang ini dapat digunakan sebgai pedoman untuk pemberian cairan berdasarkan indeks perfusi. 18 .4. Pada anak. berat 30 kg atau kurang. pengeluaran urin harus tetap 1ml per kg per jam. Hipotermia. per TBSA. Evaporasi akan terus dipertimbangkan sampai luka telah sembuh atau dilakukan skin grafted.

atau menimbulkan cacat estetis yang jelek sekali. dapat terjadi ateletaksis. terutama bila parut tersebut berupa keloid.3. Kekakuan sendi memerlukan program fisioterpi intensif dan kontraktur yang memerlukan tindakan bedah. terutama jika cacat mengenai wajah atau tangan. Permasalahan Pasca Luka Bakar Setelah sembuh dari luka. masalah berikutnya adalah akibat jaringan parut yang dapat berkembang menjadi cacat berat.Vitamin A. dan diperlukan pertolongan ahli bedah rekonstruksi. pneumonia. Dosis rendah heparin mungkin juga menguntungkan seperti pada pasein dengan cedera jaringan lunak. C dan Zinc diberikan sampai lukanya tertutup. kontraktur kulit dapat mengganggu fungsi dan menyebabkan kekakuan sendi. Pada cacat estetik yang berat mungkin diperlukan ahli ilmu jiwa untuk mengembalikan rasa percaya diri penderita.3 III. Bila luka bakar merusak jalan nafas akibat inhalasi. E.4. Luka sengatan listrik 19 . atau insufisiensi fungsi paru pasca trauma1.

karena adanya loncatan arus atau karena tegangan tinggi. pada kecelakaan tersengat arus listrik didaerah kepala. Jaringan yang tahanannya tinggi akan lebih banyak dialiri arus dan panas yang timbul lebih tinggi. tendo dan tulang..Kecelakaan akibat arus listrik dapat terjadi karena arus listik mengaliri tubuh. Kejang tetanik yang kuat pada otot skelet dapat menimbulkan fraktur kompresi vetebra. Energi panas yang timbul akibat tahanan jaringan yang dilalui arus menyebabkan luka bakar pada jaringan tersebut. Pengobatan 20 .500 C. Urutan tahanan jaringan dimulai dari yang paling rendah adalah saraf. dapat juga terjadi udem otak. Arus listrik Arus listrik menimbulkan kelainan karena rangsangan terhadap syaraf dan otot. kulit. Panas yang timbul pada pembuluh darah akan merusak intima sehingga terjadi trombosis yang timbul pelen-pelan. antara lain akibat petir. pembuluh darah. otot.Energi panas dari loncatan arus listrik tegangan tinggi yang mengenai tubuh akan menimbulkan luka bakar yang dalam karena suhu bunga api listrik dapat mencapai 2. pada otot dada (m. penderita dapat pingsan lama dan dapat henti nafas.interkostal) keadaan ini menyebabkan gerakan nafas terhenti sehingga penderita dapat mengalami asfiksia.

petir bervoltase 20-100 juta volt dan arus dapat mencapai 20. disusul dosis rumat 12. kalau banyak terjadi kerusakan otot. kecelakaan tersambar petir dapat terjadi melalui empat cara. perlu pembersihan jaringan mati secara bertahap.000 kelvin. kecelakaan ini disebut tersambar langsung. urin akan berwarna gelap oleh mioglobin: penderita ini perlu diberi manitol dengan dosis awal 25gr. kalau perlu dilakukan resusitasi jantung dengan masase jantung dan nafas buatan dari mulut kemulut. harus diingat penderita mengandung muatan listrik selama masih berhubungan dengan sumber arus.000 ampere dengan suhu inti sampai 30. bila luka pada ekstremitas mungkin perlu fisiotomi pada hari pertama untuk mencegah sindrom kompartemen. bila ada udem otak diberikan diuretik dan kortikosteroid. Pada luka bakar yang dalam dan berat. arus listrik harus diputus.Terlebih dahulu. Tersambar petir Patogenesis. sebelum penderita ditangani. kalau perlu manitol diberikan sampai enam kali. Cara pertama terjadi bila seseorang secara terbuka berada dilapangan luas sehingga orang itulah yang dicapai oleh muatan listrik dari awan sebelum mencapai bumi. umumnya perlu pemberian cairan lebih banyak dari yang diperkirakan karena sering kerusakan jauh lebih luas dari yang disangka.5 gram/jam. 21 .

22 . berdiri. Penyulit. biasanya orang akan sadar kembali dalam tertentu. maupun henti jantung. arus listrik masuk dikepala melalui lubang kepala. yaitu telinga. kejadian ini disebut tersambar langkah. penyulit dini pada kecelakaan tersambar petir langsung dan tersambar petir samping merupakan perforasi membran timpani dan konjungtivitis. atau jongkok dekat tanah yang tersambar petir. mata atau mulut. pusat pernafasan. dan jantung sehingga korban dapat pingsan. Pada jalan arus listrik terdapat sebagian otak. henti nafas. sedangkan kelumpuhan pusat nafas juga akan berlalu setelah lima sampai sepuluh menit. Biasanya pada kejadian tersambar langsung atau tersambar samping. tubuh dan kaki. Resusitasi. biasanya asistolik juga akan pulih bila nafas buatan mulut kemulut dilakukan secara memadai. ini disebut tersambar samping. Oleh karena itu. dan katarak lensa sebagai penyulit lama. korban korban akan selamat bila diberikan resusitasi berupa nafas buatan segera setelah kecelakaan. dan mencapai bumi melalui leher.Cara kedua terjadi bila seseorang berada didalam daerah paling jauhdua meter sekitar batang pohon yang tersambar petir karena terjadi loncatan arus listrik dari batang pohon. Cara yang ketiga terjadi bila korban bersandar pada pohon atau didanau yang tersambar petir yang disebut tersambar kontak Cara yang keempat terjadi bila melangkah berdiri.

serta pemberian cairan serta 23 . pengobatan pada umumnya penanganan dilakukan dengan mengencerkan zat kimia secara massif. tanat. asam tanat. seperti mobil. kecelakaan kerja. serta larutan basa. dan akibat penggunaan jat beracun akibat peperangan Zat kimia seperti kaporit. kalium permanganas. dan kecelakaan diindustri atau dilaboratorium. seperti kallium hidroksida menyebabkan denaturasi protein. Luka akibat zat kimia Luka akibat zat kimia biasanya merupakan luka bakar. diusahakan membersihkan pelan-pelan secara mekanis. Gas yang dipakai dalam peperangangan menimbulkan luka bakar dan menyebabkan anoksia sel bila berkontak dengan kulit atau mukosa.dan klorida. Lisol menyebabkan methhemoglobinemia. seperti fenol dan fosfor putih. pertengkaran. Denaturasi akibat penggaramandapat disebabkan oleh asam formiat. bahan korosif. Sebagai tindakan lanjut kalau perlu dilakukan resusitasi perbaikan keadaan umum. formiat.Pencegahan sewaktu datang guntur dapat dicari perlindungan dirumah. yaitu dengan mengguyur penderita dengan air mengalir sambil kalau perlu. Asam sulfat merusak sel karena bersifat cepat menarik air. kromat. flourat. gedung atau sangkar faraday. asetat. dan asam kromat dapat bersifat oksidator. pikrat dan fosfor dapat merusak hati dan ginjal kalau diabsorbsi. asam flourida dan oksalat dapat menyebabkan hipokalsemia. ini dapat terjadi akibat kelengahan.

pada derjat satu ditemukan hyperemia dan udem.elektrolit. Baju dan pakaian yang ketat dan kaku. mungkin diperlukan luka debridemen yang disusul cangkok kulit dan rekonstruksi. pemberian kalsium glukonat 10% dibawah jaringan yang terkena berman faat mencegah ion flour menembus jaringan dan menyebabkan dekalsifikasi tulang. atau yang lembab dan basah.beratnya kerusakan dibagi menjadi berapa derajat. terdapat juga nyeri seperti pada luka bakar yang biasanya berlangsung sampai lima minggu. Pada derajat dua terjadi nekrosis kulit dan subkutis.seperti kaos kaki dan sepatu basah. seperti pada luka bakar derajat satu. Ion flour akan terikat menjadi kalsium flourida yang tidak larut. berpengaruh buruk. terjadi mumifikasi yaitu bagian tubuh tersebut berwarna hitam dan mengkerut. seperti hidung. seperti jari kaki dan tangan. kemudian terbentuk kropeng yang berwarna hitam dan mngelupas. dan tangan. telinga. Luka ditangani seperti luka bakar derajat tiga. telinga. Pada kecelakaan akibat sam flourida. Pada derajat empat terjadi kerusakan seluruh jaringan. 24 . Cedera suhu dingin Cedera akibat suhu dingin terutama terjadi pada bagian ujung tubuh yang langsung terkena suhu dingin.9% secara terus-menerus sampai penderita dirawat dirumah sakit. batas jaringan mati menjadi jelas dan dalam waktu satu bulan tampak demarkasi bagian tubuh yang mati sehingga dapat dilakukan amputasi. dan hidung. Pejanan jat kimia pada mata perlu tindakan darurat segera berupa irigasi dengan air atau sebaliknya larutan garam 0. Jika ada luka dalam. Factor kelembaban udara yang rendah serta angina kencang memperberat kerusakan pada daerah yang tidak terlindung pakaian.

selanjutnya diberikan perawatan pada luka bakar biasa. bagian yang sakit secara perlahan-lahan dihangatkan kembali dengan merendamnya dalam air suam-suam kuku (kira-kira 30 C).1 25 .Pengobatan semua pakaian dan baju yang ketat dilonggarkan.

Hal 67-84 2. Edisi ke-2.Page 245-259. 3. Jakarta : EGC 2000.1994. 4. Oswari J.Buku Ajar Bedah. 26 . Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah.Hal151-163. USA : McGraw Hill. Schwartz. Current Surgical Diagnosis and Treatment. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.2004. Sjamsuhidajat R.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sabiston D.2006. De Jong Wim. Doherty GM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful