A. Latar belakang Tanaman jagung (Zea mays.

L) berasal dari benua Amerika, selama ribuan tahun tanaman jagung menjadi makanan pokok suku Indian, seorang pelaut Christopher Columbus yang berasal dari Spanyol dengan tidak sengaja telah menemukan tanaman jagung di benua Amerika pada tahun 1492, dan orang yang berjasa menyebarkan tanaman jagung keseluruh dunia maupun ke Indonesia. Tanaman jagung merupakan tanaman yang tumbuh optimal di daerah iklim tropis maupun subtropis, karena tanaman jagung relatif cepat beradaptasi dengan lingkungan dibandingkan dengan tanaman family Graminae lainnya. ( Rahmad Rukmana. 2007). Di indonesia tanaman jagung dibawa oleh orang Portugis dan Spanyol sekitar 400 tahun yang lalu. Awal mula sentral budidaya tanaman jagung di daerah Jawa Tegah, Jawa Timur dan Madura namun semakin berkembang keseluruh wilayah nusantra. (Hadi dan Kristianto. 2007). Tanaman jagung merupakan tanaman komoditi unggulan agribisnis tanaman pangan setelah padi dan gandum yang mempunyai nilai ekonomi di Indonesia. Produktivitas tanaman jagung nasional baru mencapai 3,4 t/ha, kebutuhan jagung dalam negeri untuk pakan ternak sudah mencapai 4,9 juta ton pada tahun 2005 dan diprediksi menjadi 6,6, oleh karena itu peluang ekspor semakin terbuka mengingat negara penghasil jagung seperti Amerika, Argentina, dan Cina mulai membatasi volume ekspornya karena kebutuhan jagung mereka meningkat. (Hafsah, 2004). Menurut (Herdi Yudirachan, 2007) potensi tanaman jagung hampir semua bagian dapat dimanfaatkan ataupun bisa di katakan multiguna, sebab tanaman jagung terkandung gizi yang cukup komplek bagi manusia dan hewan yaitu kandungan gizi kalori 33,00 klo, protein 2,20 g, lemak 0,10 g, karbohidrat 7,40 mg, kalsium 7,00 mg, fosfor 100,00 mg, zat besi 0,50 mg, vitamin A 200 S.I, vitamin B1 0,08 mg, vitamin C 8,00 mg, air 89,50 g dan bagian yang dapat dimakan 100%. Peningkatan produktivitas dan produksi tanaman jagung dapat di pacu dengan penerapapan teknologi tepat guna. Salah satunya dengan pemupukan yang seimbang baik dari dalam maupun dari luar agar menghasilkan tanaman yang benar-benar subur dan produktif. (Pinus Lingga, 2008). Tanaman jagung membutuhkan unsur hara makro dan mikro. pada dasarnya tanah sudah meyediakan unsur hara tersebut. dapat langsung terserdia bagi tanaman unsur hara makro relatif lebih besar di bandingan dengan unsur hara mikro tetapi kedua unsur hara tersebut sangat di butuhkan oleh tanaman jagung. Komposisi cukup baik antara lain unsur N = 1,99%, P = 3,92%, K = 0,69%, S = 0,26%, Cu = 0,045% serta Fe = 0,081% (Kartini, 2000). Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung unsur hara utama lebih dari dua jenis. Jenis unsur hara dapat berupa unsure hara makro ataupun mikro dengan kadar dan formula yang bervariasi sesuai ketentuan yang berlaku (SNI 02-28038-92). Pupuk majemuk yang beredar saat ini pada umumnya berupa pupuk majemuk NPK yang proses pembuatannya dilakukan secara kimia (chemical blending) dan secara fisik (physical blending atau mechanical blending). Penerapan pemupukan berimbang dapat menggunakan pupuk tunggal maupun pupuk majemuk, namun masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan. (Ladiyani 2005) Pemberian dosis pupuk NPK majemuk untuk varietas umur tegah 90-10 hari dan jarak tanan 75 x 4 dengan populasi 53.000-66.000 tanaman jagung, untuk keseimbangan pemberian pupuk agar dapat

memenuhi akan unsur hara yang di butuhkan oleh tanaman jagung serta tidak berefek buruk terhadap ekologi pertumbuhan tanaman jagung maka anjuran pemberian dosis pupuk NPK 24-911 untuk diperoleh pertumbuhan dan produksi optimal. (Rahmat Rukmana, 2007). Pupuk kandang mempunyai kandungan unsura hara nitrogen, fosfor dan kalium yang sangat bervariasi tergantung pada waktu dan cara penyimpanannya, jenis hewan, dan kesehatan hewan. Selain dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman, pupuk kandang juga membantu memperbaiki struktur tanah dan aktifitas hewan dan mikroba tanah.( Agus dan Ruijter, 2004) Menurut (Setiawan, A. T. 2007) pupuk kandang kerbau juga merupakan salah satu alternatif pupuk organik dengan kandungan unsur hara yakni nitrogen dengan komposisi padat 0,60% (cair 1,00%), fosfor padat 0,30 (cair 0,15%) dan kalium 0,34% (cair 1,50%) dengan kandungan air 92% Dengan demikian dapat mengembalikan kesuburan tanah dan menambah kesuburan tanah dan kegembura tanah serta lebih mudah di olah, maka dengan sendirinya akan meningkatkan hasil panen tanaman jagung.. Pengaruh pemberian pupuk NPK dan pupuk Kadang Kerbau (PKK) sangat bervariasi belum diketahui. Oleh karena itu perlu diteliti dosis yang tepat untuk tanaman jagung dalam aplikasi pemberian dosis pupuk npk dan pupuk pkk secara proporsional. sehingga nantinya didapatkan hasil yang optimal. B. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dan pupuk Kandang Kerbau terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. C. Hipotesis 1. Pemberian dosis pupuk NPK berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. 2. Pemberian dosis pupuk kandang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. 3. Terjadi interaksi antara pupuk NPK dan pupuk kandang kerbau terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung.
andilaceh.wordpress.com/2010/08/25/skripsi-ku-bab-i/

BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Identifikasi sifat-sifat kimia tanah pertanian sangat penting dilakukan karena sifat-sifat tersebut berkaitan erat dengan pendugaan potensi kesuburan tanah serta merupakan dasar penyusunan strategi pengelolaan tanah seperti pemupukan. Sifat-sifat tanah tersebut berkaitan erat dengan

dinamika berbagai unsur hara di dalam tanah. Jenis dan jumlah mineral tanah berpengaruh terhadap karakteristik kimiawi tanah, seperti: kapasitas tukar kation (KTK), besarnya fiksasi hara, dan lain-lain Sumber muatan koloid tanah terdiri dari muatan permanen (permanent charge) dan muatan tergantung pH atau muatan variabel (pH dependent charge atau variable charge). Sumber muatan pada mineral liat tipe 2:1 (smektit) didominasi oleh muatan permanen, sedangkan pada liat tipe 1:1 (kaolinit) banyak terdapat muatan tergantung pH. Demikian pula mineral oksihidroksida seperti goetit, hematit, ferrihidrit, gibsit, dan mineral amorf lainnya umumnya didominasi oleh sumber muatan tergantung pH. Kapasitas tukar kation (KTK) tanah dipengaruhi oleh sumber muatan koloid tanah. Ketersediaan hara dipengaruhi oleh dinamika hara atau proses jerapan dan pelepasan hara tersebut yang semuanya dikendalikan oleh koloid liat tanah. Besarnya jerapan kation atau anion oleh koloid tanah tergantung dari luas permukaan koloid tanah. Semakin luas permukaan koloid maka semakin banyak ion yang dapat dijerap. Tanah Inceptisol, Oksisol, Vertisol, dan Andisol yang mengandung jenis mineral liat yang berbeda termasuk tanah pertanian utama di Indonesia karena mempunyai sebaran yang sangat luas. Tanahtanah tersebut mempunyai prospek yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi tanaman pangan terutama jagung asal dibarengi dengan pengelolaan tanah dan tanaman yang tepat. Pemupukan NPK, bahan organik, dan pengapuran tanah masam memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan produksi pertanian tanaman pangan. 1.2 Tujuan Untuk mengidentifikasi sifat-sifat kimia tanah lapisan atas (0-20 cm) tanah Inceptisol, Oksisol, Vertisol, dan Andisol, serta kaitannya dengan kebutuhan pupuk NPK, kapur, dan bahan organik untuk tanaman jagung. BAB 3. PEMBAHASAN Tingkat perkembangan tanah Inceptisol masih relatif muda yang ditandai dengan adanya iluvuasi liat (horizon B) tapi belum terbentuk argilik. Tanah incepticol biasanya banyak mengandung mineral mudah lapuk seperti olivin, piroksin, amfibol dan lain-lain sehingga potensi kesuburannya masih relatif tinggi. Tanah Oksisol berasal dari bahan induk batu liat yang berumur tua (tertier). Suhu dan curah hujan yang tinggi serta drainase yang baik menyebabkan tanah ini mengalami pelapukan dan pencucian yang intensif. Hal ini ditandai dengan terbentuknya selain kaolinit juga mineral besi oksihidroksida atau goetit (FeOOH). Tanah Oksisol biasanya sedikit mengandung mineral mudah lapuk tapi banyak mengandung mineral yang resisten terhadap pelapukan seperti kuarsa dan mineral oksihidroksida sehingga potensi kesuburan tanahnya rendah. Tanah Vertisol berasal dari bahan induk endapan liat berkapur. Drainase tanah buruk dan kadar Ca, Mg, dan Si tinggi (alkalin) sangat mendukung terbentuknya tanah Vertisol. Tanah Andisol berasal dari bahan induk gelas volkan berupa abu, batu apung, sinder atau lava. Pelapukan bahan volkan menghasilkan selain mineral liat kaolinit, juga menghasilkan mineral amorf seperti alofan, imogilit, dan lain-lain. Sifat-sifat kimia tanah berkaitan erat dengan bahan induk, tingkat pelapukan, dan mineral liat yang dominan. Tingkat pelapukan yang lanjut dan pencucian yang intensif pada Oksisol menyebabkan kation basa tercuci. Tanah Vertisol berasal dari bahan induk yang kaya bahan alkalin seperti Ca dan Mg; tingkat pelapukan rendah karena drainase tanah buruk; pH netral dan kelarutan Al rendah. Tanah Andisol biasanya terbentuk di daerah dataran tinggi yang mempunyai suhu relative rendah

jumlah dan jenis mineral liat. dan jenis mineral liat tanah. Efisiensi pupuk pada sistem lahan sawah (lowland) lebih baik dibandingkan sistem lahan kering (upland) karena pencucian hara hampir tidak ada sehingga kehilangan hara lewat pencucian (terutama hara yang mobil seperti N dan K) juga rendah. Kebutuhan pupuk tergantung jenis tanah.sehingga pelapukan bahan organik berjalan relatif lambat. Selain itu penggenangan pada sistem sawah juga menyebabkan ketersediaan hara (terutama hara yang terfiksasi seperti P dan K) meningkat. maka bahan organik (pupuk kandang dan atau pupuk hijau) perlu ditambahkan dalam jumlah banyak. drainase tanah baik (Oksisol dan Andisol). dan Andisol) didominasi oleh mineral liat kaolinit memiliki nilai KTK yang lebih rendah. Tanah Oksisol walaupun memiliki kadar bahan organik lebih tinggi daripada Inceptisol tapi KTK Oksisol lebih rendah daripada Inceptisol karena tanah Oksisol. Oxisol. Namun demikian jerapan K di tanah ini juga tinggi karena K dapat difiksasi di ruang antar lapisan dari mineral liat 2:1. Selain itu tanah Inceptisol dan Oksisol didominasi oleh mineral liat kaolinit dan atau oksihidroksida yang mempunyai KTK tanah rendah sehinggga hara kalium mudah hilang melalui proses pencucian. Tanah Andisol walaupun mempunyai reaksi tanah masam atau pH 4. Selain itu pengapuran di tanah Andisol tidak dianjurkan karena pengapuran dapat merangsang pertumbuhan mikroorganisme tanah sehingga mempercepat pelapukan bahan organik tanah. Tanaman jagung masih dapat tumbuh dengan baik bila kejenuhan Al masing-masing tidak lebih dari 30%. Tanah Vertisol didominasi oleh mineral liat smektit memiliki nilai KTK paling tinggi. Sedangkan tanah lainnya (Inceptisol. Tanah Andisol mempunyai kadar bahan organik paling tinggi dengan demikian maka KTK tanahnya juga lebih tinggi dibandingkan Inceptisol dan Oksisol. P difiksasi selain oleh permukaan luar juga oleh permukaan dalam dari mineral amorf tersebut. KTK tanah rendah (Inceptisol dan Oksisol). Di daerah tropika tingkat pelapukan bahan organic sangat tinggi sehingga turn over Corganik dalam tanah berlangsung singkat akibatnya kadar bahan organic tanah rendah. kapasitas tukar kation. Nilai KTK tanah dipengaruhi oleh jumlah muatan negatif baik yang berasal dari proses substitusi isomorfik maupun muatan variabel yang berasal dari pinggir patahan mineral liat dan oksihidroksida juga berasal dari gugus fungsional bahan organik. spesies tanaman. selain mengandung mineral liat kaolinit juga mengandung mineral besi hiroksida atau goetit. dan system pengelolaan lahan. Perilaku K tanah tergantung bahan induk. Mengingat peranannya yang begitu besar terhadap perbaikan sifat kimia tanah. Tanah Vertisol mengandung K terkestrak HCl yang tinggi yang berasal dari mineral primer penyusun tanah tersebut dan rendahnya laju pencucian. kebutuhan pupuk tanaman tergantung kadar dan perilaku hara tanah yang semuanya dikendalikan oleh mineral liat serta sifat-sifat tanah lain. Selain itu tanah Andisol juga banyak mengandung mineral amorf yang dapat berikatan dengan bahan organik membentuk organo liat stabil Kapasitas tukar kation tanah tergantung dari kandungan bahan organik.5 tapi kadar bahan organiknya tinggi. Bahan organik dapat mengikat Al membentuk ikatan alumino humic yang stabil sehingga tidak meracuni akar tanaman. Dari aspek tanah. Tanah Andisol . Dengan demikian maka fiksasi P tanah Andisol paling tinggi dibandingkan tanah lainnya. dan curah hujan tinggi menyebabkan pencucian K di tanah-tanah tersebut tinggi. Sementara itu pada tanah yang kaya akan mineral amorf seperti alofan dan imogolit (Andisol). Pada tanah masam (Inceptisol dan Oksisol) P difiksasi oleh Al dan Fe bebas serta oksihidroksida Al dan Fe membentuk senyawa Al dan Fe-P yang tidak larut. tingkat pencucian. Pada tanah alkalin (Vertisol) P dapat difiksasi oleh Ca dan Mg bebas membentuk senyawa Ca dan Mg-P. Perilaku P tanah diantaranya tergantung dari pH dan jumlah serta jenis mineral liat di dalam tanah.

faktor cahaya matahari yang tidak merata karena ternaungi menyebabkan pertumbuhan tinggi tanaman terhambat. Kemasaman tanah (pH) sangat besar pengaruhnya terhadap perbandingan serapan ion-ion tersebut. hasil dekomposisi bahan organik memegang peranan penting dalam tersedianya fossfor anorganik bagi tanaman. yaitu perlakuan NK tanpa P. . sehingga P tersedia bagi tanaman. yang dihasilkan oleh penguraian bahan organik tanah. Respirasi akar tanaman menghasilkan CO2 yang akan membentuk H2CO3 dalam air. Derajat ionisasi dan disosiasi kedalam larutan tanah akan menentukan pH tanah. sedangkan tanah lainnya rendah. Selain itu. Air merupakan sumber lain dari sejumlah kecil ion H+. pertumbuhan dan perkembangan tanaman meningkat. Hal ini diduga disebabkan oleh kadar P tersedia dalam tanah tinggi. hasil dekomposisi bahan organik mampu menahan kelarutan P dari pupuk buatan sehingga menjadi lebih tersedia bagi tanaman. salah satunya fosfor. Tanaman menyerap sebagian besar unsur hara P dalam bentuk ion ortofosfat primer (H2PO4-). yaitu apabila tanah tersebut semakin masam. Hal ini diduga karena kombinasi pupuk NK mampu meningkatkan berat 100 butir jagung. hal ini kemungkinan disebabkan karena kadar P tersedia dalam tanah relatif tinggi. Pada pH tanah sekitar 7. Pengaruh langsung yaitu mealui proses dekomposisi bahan organik yang hasil dekomposisinya berupa asam-asam organic seperti asam humat dan asam fuvat yang mempunyai kemampuan mengkhelat Fe pada tanah masam. yang selanjutnya mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pemberian pupuk P meningkatkan secara nyata serapan P dan N tanaman pada umur 28 HST tanaman jagung.memerlukan bahan organik paling sedikit dibandingkan tanah lainnya karena kadar bahan organic tanah Andisol termasuk tinggi. Sedangkan kombinasi pupuk NPK menghasilkan pengaruh persentase kontribusi yang lebih rendah dan menyebabkan pengisian butir jagung terganggu. Sebagian besar ion H+ yang ada dalam tanah akan dijerap oleh kompleks lempung sebagai ion-ion H+ yang dapat dipertukarkan. Akibatnya. bahwa pemberian pupuk organik dapat menurunkan fiksasi P oleh kation-kation di dalam tanah. Pada pemupukan lengkap.22 konsentrasi H2PO4 . merupakan konstituen tanah yang umum yang dapat mempengaruhi kemasaman tanah. Persentase tinggi tongkol terhadap tinggi tanaman dan berat jerami kering jemur tertinggi diperoleh pada perlakuan pemupukan yang sama. yang akan berdisosiasi menjadi ion-ion H+ bebas. Pupuk NPK sangat dibutuhkan untuk merangsang pembesaran diameter batang serta pembentukan akar yang akan menunjang berdirinya tanaman disertai pembentukan tinggi tanaman pada masa penuaian atau masa panen. walaupun tanpa pupuk P. sehingga tidak ada sumbangan yang diberikan oleh kombinasi pupuk NPK.dan HPO4 -2 setimbang . Menurut Sanchez (1992). Selain itu unsur P mampu meningkatkan proses fotosintesis yang selanjutnya akan berpengaruh pula pada peningkatan berat kering tanaman jagung. (1997) menegaskan bahwa jika kekurangan atau kelebihan salah satu unsur hara dapat mengurangi efisiensi unsur hara lainnya. sehingga peluang untuk melangsungkan proses fotosintesis lebih besar juga. sehingga ketersediaan P ini berperan dalam pembelahan inti sel untuk membentuk sel-sel baru dan memperbesar sel itu sendiri. Asam-asam anorganik dan asam organik. Pairunan et al. Jadi. Di samping itu. Peningkatan P-tersedia tanah terjadi akibat pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung dari pemberian pupuk organic terhadap berbagai bentuk fosfor dalam larutan tanah. peluang memperoleh pencahayaan penuh lebih besar karena relatif jauh dari tanaman pagar (Glirisidae). Kombinasi pupuk NK tanpa P juga menghasilkan pengaruh persentase kontribusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kombinasi pupuk PK. sehingga makin banyak yang diserap tanaman dibandingkan dengan HPO4 -2.juga akan semakin besar. maka kadar H2PO4 . NP dan NPK. Sedangkan pengaruh tidak langsung dari peberian pupuk organik yaitu penyumbang unsur hara makro dan mikro.

KESIMPULAN Tanah Inceptisol. keduanya mempunyai kapasitas tukar kation (KTK) tanah tinggi. Tanah Vertisol dan Andisol. Kebutuhan pupuk suatu tanaman pada tanah tertentu tergantung dari sistem pengelolaan tanah.1. 4. Mg. dan K mempercepat umur berbunga betina. Pemupukan N. Pupuk NPK sangat dibutuhkan untuk merangsang pembesaran diameter batang serta pembentukan akar yang akan menunjang berdirinya tanaman disertai pembentukan tinggi tanaman pada masa penuaian atau masa panen http://dodikfaperta. Oksisol. Ca. NP dan NPK.blogspot.html KELEBIHAN DAN KEKURANGAN UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO gambar tanaman kekurangan unsur N . sedangkan Vertisol mempunyai pH netral. Kombinasi pupuk NK tanpa P menghasilkan pengaruh persentase kontribusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kombinasi pupuk PK. BAB 4. P.). Mg. Sistem lahan sawah memerlukan pupuk lebih sedikit dibandingkan sistem lahan kering. 3. meningkatkan persentase tinggi tongkol terhadap tinggi tanaman dan berat jerami kering jemur. kadar P dan KB tinggi. 2. spesies tanaman. dan Andisol mempunyai pH masam. Ca.com/2012/02/pengaruh-sifat-kimia-tanahpada-tanaman. kadar hara dan perilakunya di dalam tanah. tetapi tidak mempengaruhi tinggi tanaman dan berat 100 butir jagung (Zea mays L. serta kejenuhan basa (KB) rendah. dan kadar P. Al.

Dengan demikian cadangan makanan sebagai modal berbunga juga minimal. Untuk mengetahui kandungan N dan bentuk nitrogen dari pupuk bisa dilihat dari kemasan . Kalium (K). Unsur hara ini diantaranya : Besi (Fe). Terdapat 2 bentuk nitrogen yakni amonium dan nitrat. Nitrogen yang berasal dari amonium akan memperlambat pertumbuhan karena mengikat karbohidrat sehingga pasokan sedikit. Jika berlebihan . Boron (B). Cobalt (Co). dan organ tanaman. Seandainya yang dominan adalah nitrogen bentuk nitrat . Akibatnya tanaman tidak mampu berbunga. Silicon (Si). Magnesium (Mg). Natrium (Na). Seng (Zn) dan Klor (Cl). B. Karena itu kehadirannya dibutuhkan dalam jumlah besar . Tembaga/cuprum (Cu). nitrogen digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. UNSUR HARA MAKRO adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif besar. Kalsium (Ca). Belerang (S). beberapa unsur hara ini diantaranya : Nitrogen (N). Fosfor (P). jaringan . dan asam amino. Molibdenum (Mo). terutama saat pertumbuhan vegetatif. maka sel-sel tanaman akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan penyakit. Nitrogen (N) Nitrogen berperan dalam pembentukan sel . sosok tanaman bongsor tetapi rentan terhadap serangan penyakit. protein . A. bila berlebihan menjadi racun. Bersama fosfor (P) . UNSUR HARA MIKRO adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif kecil. Ia berfungsi sebagai sebagai bahan sintetis klorofil . Sejumlah penelitian membuktikan amonium sebaiknya tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi nitrogen. Nikel (Ni). Mangan (Mn). KELEBIHAN DAN KEKURANGAN   UNSUR MAKRO 1.

Hal itu wajar sebab kebutuhan tanaman terhadap fosfor meningkat tinggi ketika tanaman akan berbunga. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih . Produksi bunga menurun. b) Kelebihan Warna daun terlalu hijau . sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik tanaman. ATP penting untuk proses transfer energi . RNA . ATP . pertumbuhan daun kecil . kerdil . Fosfor (P) Fosfor merupakan komponen penyusun beberapa enzim . Tepi daun cokelat . dan mudah roboh. Produksi bunga dan biji rendah. Bersama denga kalium . kerdil dan lemah. tanaman rimbun dengan daun. bunga . Tulang-tulang di bawah permukaan daun muda tampak pucat. dan akhirnya rontok. Fase . dan DNA. Lebih lanjut mengering dan rontok. Hangus . a) Kekurangan Dimulai dari daun tua menjadi keunguan cenderung kelabu. protein . Hal itu menyebebkan rentan serangan cendawan dan penyakit . tulang daun muda berwarna hijau gelap. Dengan membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap nutrisi pun lebih baik. Pertumbuhan tanaman lambat . fosfor dipakai untuk merangsang pembungaan. Proses pembuangan menjadi lama. akar .a) kekurangan Tanaman yang kekurangan nitrogen dikenali dari daun bagian bawah. dan buah. Adenium bakal bersifat sekulen karena mengandung banyak air. 2. Daun itu menguning karena kekurangan klorofil.

tembaga(Cu) . Kendati demkian . Kalium (K) Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis . b) Kelebihan Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) . b) Kelebihan . Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya gugur. Sebab . Bunga mudah rontok. akumulasi . Sifat antagonisme ini menyebabkan kekalahan salah satu unsur untuk diserap tanaman jika komposisinya tidak seimbang. Ada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. 3. a) Kekurangan Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus. sifat antagonisme antara kalium dan magnesium lebih besar daripada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. dan seng(Zn) terganggu.pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil. kelebihan kalium gejalanya mirip tanaman kekurangan kalsium. transportasi karbohidrat . Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman. Tepi daun ‘hangus’ . Dan juga antara kalium dan magnesium. dan rentan terhadap serangan penyakit. atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel. translokasi . Unsur kalium diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium dan magnesium. pada beberapa kasus . Jika unsur kalium berlebih gejalanya sama dengan kekurangan magnesium. daun menggulung ke bawah . Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium. membuka menutupnya stomata .

Daun tua menjadi lemahd dan akhirnya mudah terserang penyakit terutama embun tepung (powdery mildew). Hal ini terjadi karena Mg diangkut ke daun muda. Kalsium (Ca) Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. b) Kelebihan Kelebihan Mg tidak menimbulkan gejala ekstrim. Jadi kecukupan magnesium sangat diperlukan untuk memperlancar proses fotosintesis. Jaringan menjadi lemah dan jarak antar ruas panjang. Ia komponen yang menguatkan . Magnesium (Mg) Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa enzim di dalam tanaman. dan mengatur daya tembus . Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut karena energi yang tersedia sedikit. dan . Unsur itu juga merupakan komponen inti pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis protein. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di daun . 5. Pertumbuhan tanaman terhambat. terutama untuk ketersediaan klorofil. a) Kekurangan Muncul bercak-bercak kuningdi permukaan daun tua. 4. serta merawat dinding sel.Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. sehingga tanaman mengalami defisiensi. Bahkan bila terjadi defiensi Ca . Akibatnya terbentuk selsel berukuran besar tetapi encer. pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu . Ciri-ciri persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman. Perannya sangat penting pada titik tumbuh akar. Yang terbawa hanyalah unsur berbobot ‘ringan’ seperti nitrogen.

belerang (S) a) Kelebihan Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan asamasamamino sistin. b) Kelebihan Kelebihan kalsium tidak berefek banyak .berakibat penyerapan hara terhambat. Belerang merupakan bagian (constituent) dari hasil metabolisme senyawasenyawa kompleks. dan akhirnya rontok. dan mengatur distribusi hasil fotosintesis. 6. tiamin. yang salah satu fungsi utamanya adalah penyusun protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfida antara rantai-rantai peptida. Disamping itu S juga merupakan bagian dari biotin. Ca berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel . Kekahatan S menghambat sintesis protein dan hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya klorosis seperti tanaman . Diperkirakan 90% S dalam tanaman ditemukan dalam bentuk asam amino. ko-enzim A dan glutationin . kofaktor atau regulator enzim danberperan dalam proses fisiologi tanaman b) Kekurangan jumlah S yang dibutuhkan oleh tanaman sama dengan jumlah fosfor (P). kecil . sistein dan metionin. mengeriting . Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan produksi bunga terhambat. hanya mempengaruhi pH tanah. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium. Belerang juga berfungsi sebagai aktivator. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar. terjadi perubahan bentuk daun . a) Kekurangan Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah .

dan mengkerut. Di dalam tanah boron tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci. dan pembagian tugas sel. Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil . Kahat S lebih menekan pertumbuhan tunas dari pada pertumbuhan akar. tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Tanpa unsur mikro . Boron diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh xylem.kekurangan nitrogen. Unsur mikro itu . Gejala kahat S lebih nampak pada daun muda dengan warna daun yang menguning sebagai mobilitasnya sangat rendah di dalam tanaman (Haneklaus dan Penurunan kandungan klorofil secara drastis pada daun merupakan gejala khas pada tanaman yang mengalami kahat S . tebal . b) Kelebihan Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis 2. bahan dasar pembentukan sel. UNSUR MiKRO Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit . a) Kekurangan Daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal . Cirinya mirip daun variegeta. tembaga . dll. Kahat S menyebabkan terhambatnya sintesis protein yang berkorelasi dengan akumulasi N dan nitrat organik terlarut. besi . mangan . Kekurangan boron paling sering dijumpai pada adenium. Hal ini terkait dengan perannya dalam sintetis RNA . Bunga akan lunglai . adalah: boron . pembelahan dan diferensiasi . Boron (B) Boron memiliki kaitan erat dengan proses pembentukan . seng . dan molibdenum. 1. bunga adenium tidak tampil prima. Tembaga(Cu)  .

Kekurangan biasanya terjadi pada media yang sudah lama digunakan. daun kerdil .  b) kelebihan Kelebihan seng tidak menunjukkan dampak nyata. Buah pun akan lebih lemas dan sehingga buah yang seharusnya lurus membengkok. jarak antar buku pendek . Pembentuk klorofil . akar menebal dan berwarna gelap. pertumbuhan bunga terhambat. dan akhirnya gugur. b) Kelebihan Tanaman tumbuh kerdil . tunas daun menguncup dan tumbuh kecil . pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis. sengat berperan dalam aktivator enzim . percabangan terbatas .Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa beberapa enzim. . 3. atau menggulung di satu sisi lalu disusul dengan kerontokan. Dia juga berperan membantu kelancaran proses fotosintesis. pembentukan akar terhambat . terbuka . mengkerut . a) Kekurangan Pertumbuhan lambat . Seng(Zn) Hampir mirip dengan Mn dan Mg . Bakal buah menguning . dan berperan dalam funsi reproduksi. a) Kekurangan Daun berwarna hijau kebiruan .

b) Kelebihan Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun. Fe paling sering bertentanganatau antagonis dengan unsur mikro lain. 5. maka Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid).4. Jika adenium dikeluarkan dari potnya akan terlihat potongan-potongan akar yang mati. sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. a) Kekurangan . Untuk mengurangi efek itu . Unsur ini juga berperan dalam fiksasi nitrogen. Selain itu terjadi karena kerusakan akar. Daun muda tampak putih karena kurang klorofil. Di pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis dan respirasi . Molibdenum(Mo) Mo bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim. EDTA adalah suatu komponen organik yang bersifat menstabilkan ion metal. sebagai katalisator pembentukan klorofil. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada pH tinggi berkurang jauh. a) Kekurangan Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa. Besi (fe) Besi berperan dalam proses pembentukan protein .

Ditunjukkan dengan munculnya klorosis di daun tua . Kekurangan Defisiensi unsur hara. kemudian menjalar ke daun muda b) Kelebihan Kelebihan tidak menunjukkan gejala yang nyata pada adenium. Mangan(Mn) a). Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua c. Peranan mangan dalam fotosintesis berkaitan dengan pelepasan elektron dari air dalam pemecahannyamenjadi hidrogen dan oksigen. 6. . Mangan juga diperlukan untuk mengaktifkan nitrat reduktase sehingga tunbuhan yang mengalami kekurangan mangan memerlukan sumber N dalam bentuk NH4+. b). sebagai aktivator beberapa enzim respirasi. bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman yg tidak normal dapat disebabkan oleh adanya defisiensi satu atau lebih unsur hara. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistem enzym tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948. Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah: a. Mangan sangat berperan dalam sintesa klorofil selain itu berperan sebagai koenzim. Mn dalam level yang tinggi dapat mengsubstitusikan Mo dalam kultur akar tomat. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim d. dalam reaksi metabolisme nitrogen dan fotosintesis. Kelebihan Mangan merupakan unsur mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C b. atau kata lain kekurangan unsur hara. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi Mn diperlukan dalam kultur kotiledon selada untuk memacu pertumbuhan jumlah pucuk yang dihasilkan.

pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda. Sedangkan tulang daun itu sendiir tetap berwarna hijau. sintesis protein. 7. Kadang-kadang pertumbuhan tanaman tomat. Kekurangan mangan ditandai dengan menguningnya bagian daun diantara tulang-tulang daun. ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil. karbohidrat. Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase. Defisiensi unsure Mn antara lain : pada tanaman berdaun lebar. split seed pada tanaman lupin. seringkali defisiensi satu unsur hara bersamaan dengan kelebihan unsur hara lainnya. Gejala dari defisiensi mangan memperlihatkan bintik nekrotik pada daun. Gejala dapat terjadi karena berbagai macam sebab. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs. Mobilitas dari mangan adalah kompleks dan tergantung pada spesies dan umur tumbuhan sehingga awal gejalanya dapat terlihat pada daun muda atau daun yang lebih tua.. daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga. Klor(Cl) a). gandum dan kapas menunjukkan gejala seperti di atas. Tidak jarang gangguan hama dan penyakit menyerupai gejala defisiensi unsur hara mikro. interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua. . keseimbangan ion yang diperlukan bagi tanaman untuk mengambil elemen mineral dan dalam fotosintesis. kelebihan Terlibat dalam osmosis (pergerakan air atau zat terlarut dalam sel). b). dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas. Di lapangan tidak mudah membedakan gejalagejala defisiensi. Identifikasi Gejala defisiensi mangan bersifat relatif. kekurangan Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama pada tanaman sayursayuran.gangguan dapat berupa gejala visual yang spesifik.

meningkatkan panas dan kekeringan tanaman toleransi silikon dapat disimpan oleh tanaman di tempat infeksi oleh jamur untuk memerangi penetrasi dinding sel oleh jamur menyerang. kelebihan Terlibat dalam osmosis (pergerakan air) dan keseimbangan ion pada tumbuhan. b). Tanaman dengan pasokan silikon larut menghasilkan lebih kuat. Natrium(Na) a). Silicon(Si) a). Tanaman cepat menjadi layu. Tingkat kekurangan nitrogen dapat mengakibatkan gejala defisiensi. Salah satu kelebihan efek negatif Na adalah bahwa itu mengurangi ketersediaan K. Kelebihan Si dapat meningkatkan hasil melalui peningkatan efisiensi fotosintesis dan menginduksi ketahanan terhadap hama dan penyakit Ditemukan sebagai komponen dari dinding sel. 9). Cobalt(Co) a). kekurangan . kekurangan Mengurangi pembentukan hemoglobin dan fiksasi nitrogen 10. b). kekurangan Daun-daun tenaman bisa menjadi hijau tua dan tipis.kelebihan kobalt jauh lebih tinggi untuk fiksasi nitrogen daripada amonium gizi.8. b).

Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil. Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri. daun sempit. Benih perlu nikel untuk berkecambah. pendek dan tegak. daun-daun tua cepat menguning dan mati. Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman. kelebihan Diperlukan untuk enzim urease untuk menguraikan urea untuk membebaskan nitrogen ke dalam bentuk yang dapat digunakan untuk tanaman. daun hijau kekuningan. Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun. 2.Dapat mengakibatkan tanaman mudah terserang penyakit. FUNGSI DAN GEJALA UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO  MAKRO 1. kekurangan dapat Gagal untuk menghasilkan benih yang layak . Nikel diperlukan untuk penyerapan zat besi. Pospor (P) . 11. Tanaman tumbuh tanpa tambahan nikel akanberangsur-angsur mencapai tingkat kekurangan sekitar saat mereka dewasa dan mulai pertumbuhan reproduksi b). NITROGEN (N) • • • • Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. Nikel(Ni) a).

daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat ). pengangkutan hasil asimilasi. ujung daun menguning dan kering. daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat. akar. 3. Kalsium adalah untuk menyusun klorofil.• • • • • Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman. Merangsang pembungaan dan pembuahan. Merangsang pertumbuhan akar. kerdil. Tanaman yang kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan buah/dan biji berkurang. Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit. • Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah. • • Kekurangan kalsium mengakibatkan terjadinya disintegrasi padaujung-ujung tanaman (ujung batang. tunas daun yang masih muda akan tumbuh abnormal. Magnesium (Mg) • Merupakan penyusun utama khlorofil yang menentukan laju fotosintesa / pembentukan karbohidrat. Merangsang pembentukan biji. Calsium (Ca) • Merupakan bagian penting dari dinding sel dan sangat penting untuk menunjang proses pertumbuhan. Kalium (K) • Berfungsi dalam proses fotosintesa. Dibutuhkan enzim untuk metabolis karbohidrat. dan buah) sehingga ujungnya menjadi mengering atau mati. Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel. 4. serta mempergiat sel meristem. Berfungsi untuk transportasi fosfat. timbul bercak coklat pada pucuk daun. 5. enzim dan mineral termasuk air. • .

Besi tersedia dalam tanah berkisar 2-150ppm. tanaman kurus dan kerdil. Gejala kekurangan besi pada tanaman dapat menimbulkan korosi. .  MIKRO 7. misalnya daun berwarna hijau mudah pucat hingga berwarna kuning. Belerang/ Sulfur (S) • Pembentukan asam amino dan pertumbuhan tunas serta membantu pembentukan bintil akar tanaman Pertumbuhan anakan pada tanaman Berperan dalam pembentukan klorofil serta meningkatkan ketahanan terhadap jamur Pada beberapa jenis tanaman antara lain berfungsi membentuk senyawa minyak yang menghasilkan aroma dan juga aktifator enzim membentuk papain • • • Gejala kekurangan sulfur pada tanaman pada umumnya mirip kekurangan unsur nitrogen. berperan pada proses-proses fisiologis tanaman seperti proses pernapasan. Kekurangan magnesium yaitu menguningnya daun yang dimulai dariujung da bagian bawah daun. dan pembentuk beberapa enzim. Dan kebutuhan normal tanaman berkisar 40-250ppm. perkecambahan. Mangan (Mn) • Untuk penyusunan klorofil. 8. lembaran daun menjadi kuning/pucat. selain itu besi berfungsi sebagai aktifator dalam proses biokimia didalam tanaman.• menciptakan warna hijau pada daun. perkembangannya lambat. 6. Ferrit/besi (Fe) • Berfungsi untuk pembentukan klorofil. dan pemasakan buah. Dalam jumlah tertentu besi menjadi racun bagi tanaman.

Ciri kekurangan Mn biji yang terbentuk akan sangat jelek. Tembaga/Cupprum (Cu) • Belum banyak diketahui. Berfungsi dalam perkembangan bagian-bagian tanaman untuk tumbuh aktif. Kekurangan unsur ini menimbulkan penyakit . Boron (B) • Unsur ini berfungsi menangkut karbohidrat kedalam tubuh tanaman dan menghisap unsur kalsium. Menaikkan mutu tanaman sayuran dan tanaman buah. Kalau diperhatikan dengan seksama cabang dan batangpun ikut terkena bencana yang mengakibatkan terdapatnya lubang kecil-kecil. Pada tanaman penghasil biji unsur ini berpengaruh terhadap pembagian sel. daun menguning dan beberapa jaringan akan mati. Seng/zink (Zn) • Memberi dorongan terhadap pertumbuhan tanaman karena diduga Zn dapat berfungsi untuk membebtuk hormon tumbuh. 9. 10. namun tembaga berfungsi untuk pembentukan klorofil. daun yang baru muncul terlihat kecil dan tanaman agak kerdil cabang tumbuh sejajar. perkembangan kuncup akan mengalami kegagalan. Unsur seng didalam tanaman tidak dapat dipindahkan dari jaringan tua ke jaringan yang muda sehingga gejala defisiensi akan terlihat lebih awal pada daun muda. malah terkadang klorosis. Ciri kekurangan tembaga daun tidak merata dan daun sering layu. mulai dari bagian bawah daun. Kekuranan unsur ini ditandai dengan daun berwarna aneh-aneh misal kekuning-kuningan atau pada daun yang sudah tua berwarna kemerahan . dan pertumbuhan tanaman terhambat. kuncup-kuncup mati dan berwarna hitam. Gejala Kekurangan berupa daun akan tampak berwarna gelap dan muda. • • • Kekurangan unsur boron paling nyata tampak pada tepi-tepi daun yaitu gejala klorosis.Fungsi adalah berfungsi dalam pembelahan sel. 11. di gunakan dalam proses pernapasan dan fotosintesis.

Ketersediaan Mo dalam tanah antara 0. Klorin (Cl) Klorin diperlukan untuk osmosis dan keseimbangan ionik sel bagian dari regulasi energi. 16. Gejala kekurangan Cl biasanya menimbulkan pertumbuhan akar yang tertekan. Unsur ini diserap tanaman dalam bentuk ion Clkeberadaannya tidak dihasilkan dari metabolisme tanaman.fisiologis . pada tanaman semangka biasanya ditandai dengan pertumbuhan batang muda yang tegak berdiri. Bayam dan bawang adalah jenis tanaman yang sangat peka kekurangan Mo. 14. Dan pada tanaman jagung kekurangan unsur ini bisa mengakibaatkan tongkol tanpa biji sama sekali ( mirip jagung yang tidak terbuahi). 15. ruas pendek. dan Molibdenum (Mo).2-1 ppm. daun layu dan berwarna kuning.dan fungsi lain berkaitan dengan pengaturan tekanan osmosis didalam sel tanaman. Gejala kekurangan unsur Mo yakni daun berubah warna keriput dan melengkung seperti mangkok. juga memainkan peran dalam fotosintesis. dan bila terkena angin batang muda tersebut mudah patah dan mengeluarkan cairan berwarna kecoklatan. Cobalt (Co) Untuk Fiksasi nitrogen dalam penyerapan unsur N (Nitrogen).5 ppm sedang kebutuhan normal pada tanaman 0. 12. muncul bintil-bintil kuning disetiap lembaran daun dan akhirnya mati sehingga pertumbuhan tanaman terhenti. Molibdenum (Mo) Sebagai kofaktor pada beberapa enzim penting untuk membangun asam amino. 13. khususnya pada atanaman sayur dan buah. berperan sebagai pengikat nitrogen yang bebas diudara untuk pembentukan protein dan menjadi komponen pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman. daun mengecil. Silicon (Si) Tersimpan dalam dinding sel yang mengakibatkan sifat mekanis sel yaitu kaku atau elastis. Natrium (Na) Sebagai keseimbangan ion pada regulasi energi untuk membuka dan menutupnya stomata. 17.05-0. Nikel (Ni) . pada tanaman sayur dan buah kekurangan unsur bini agak sulit dibedakan dengan tanaman yang terkena serangan virus. Cobalt dapat digantikan perannya dengan Natrium (Na).

Pada tanaman Keras/tumbuhan tingkat tinggi sebagai aktivasi urease (enzim yang berperan dalam metabolisme Nitrogen untuk proses perombakan urea). karena gejala ini jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda. sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah. Gejala yang tampak pada buah misalnya buah kelapa dan jeruk banyak yang berjatuhan sebelum masak. Kekurangan Unsur Kalium ( K ) Defisiensi Kalium memang agak sulit diketahui gejalanya. Pertumbuhan buah jelek. Kekurangan unsur fosfor ( P ) Sebagaimana telah dijelaskan bahwa fungsi fosfat dalam tanaman adalah: dapat mempercepat pertumbuhan akar semai. selanjutnya mati.html ekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Tangkai daun kelihatan lancip. http://rinoyuhendra. mempercepat dan memperkuat pertumbuhan tanaman dewasa pada umumnya. Kekurangan Unsur Nitrogen ( N ) Gejala sehubungan dengan kekurangan unsur hara ini dapat terlihat dimulai dari daunnya. jagung) daunnya berwarna hijau tua/ keabu-abuan.com/2011/11/unsur-hara-mikro-dan-makro. mengkilap. batang seperti misalnya pada tanaman serealia (padi-padian. meningkatkan produk biji-bijian dan memperkuat tubuh tanaman padi-padian sehingga tidak mudah rebah. Gejala yang terdapat pada batang yaitu batangnya lemah dan pendekpendek sehinga tanaman tampak kerdil. yang dalam hal ini perkembangan buah tidak sempurna. sering pula bagian yang bercak ini jatuh sehingga daun tampak bergerigi dan kemudian mati. 2. sebagai kofaktor beberapa enzim. Perannya dapat digantikan dengan Seng (Zn) dan Besi (Fe). berwarna coklat. Kandungan unsur N yang rendah dapat menimbulkan daun penuh dengan serat. Karena itu defisiensi unsur hara ini akan menimbulkan hambatan pada pertumbuhan sistem perakaran. warna seperti ini tampak pula di antara tulang-tulang daun. Padapermulaannya tampak agak mengkerut dan kadang-kadang mengkilap dan selanjutnya sejak ujung dan tepi daun tampakmenguning. jadi agak berlainan dengan gejala-gejala karena difisiensi N dan P Gejala yang terdapat pada daun terjadi secara setempat-setempat. Pada tanaman dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh pada pertumbuhan. Pada tanaman tingkat rendah. pada akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor. Keadaan yang demikian akan merugikan petani dan tentu saja sangat tidak diharapkan oleh petani A. Gejala Kekurangan Unsur Hara Makro 1. merugikan hasil biji. gandum.blogspot. Kekurangan Unsur Kalsium (Ca) . daun. 3. Bagi tanaman yang berumbi menderita defisiensi K hasil umbinya sangat kurang dan kadar hidrat arangnya demikian rendah. Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. warnanya yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning . jewawut. umumnya kecil-kecil dan cepat matang. warna daun hijau tua berubah menjadi kuning bertitik-titik coklat. Pada tanaman kentang gejala yang dapat dilihat pada daun yang mana terjadi pengkerutan dan peng-gulungan. sedang masaknya buahpun berlangsung sangat lambat. 4. hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-kecil. rumput-rumputan.

Peningkatan takaran ini menyebabkan terakumulasinya hara yang berasal dari pupuk/pestisida di perairan maupun air tanah. selain akar kurang sekali fungsinyapun demikian terhambat. sehingga mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. kemudian menyebar ke seluruh dunia (Rukmana. Penyebaran tanaman jagung ke berbagai negara di dunia diperkirakan terjadi ratusan tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan pengaruh terkumpulnya zat-zat lain yang banyak pada sebagian dari jaringanjaringannya. Atas latar belakang tersebut mulai dikembangkan sistem pertanian organik yang dahulu telah lama dilakukan oleh nenek moyang kita.html PENDAHULUAN Latar Belakang Para ahli botani dan pertanian memperkirakan tanaman jagung berasal dari Benua Amerika yang beriklim tropik.blogspot. Penyebaran jagung ke Benua Eropa diperkirakan dibawa oleh Christopher Columbus sekitar tahun 1942. pada ujung dan tepi-tepinya klorosis ( berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar diantara ujung tulang-tulang daun. 1997a). http://tulisan-kami. Tanah sendiri juga akan mengalami kejenuhan dan kerusakan akibat masukan teknologi tinggi tersebut.com/2012/05/gejala-tanaman-kekurangan-unsurhara. sehingga perlu upaya untuk meningkatkan produktivitasnya dengan jalan pemupukan. dimana daun-daun muda selain berkeriput mengalami per-ubahan warna. gejala-gejalanya yang timbul tampak pada daun. Tanah Entisol merupakan tanah yang relatif kurang menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman. Sistem pertanian konvensional selama ini menggunakan pupuk kimia dan pestisida yang makin tinggi takarannya. Nikolai Ivanovich Vavilov memastikan daerah asal sentrum tanaman jagung adalah Meksiko bagian selatan dan Amerika bagian tengah. Keadaan yang tidak seimbang inilah yang menyebabkan lemah dan menderitanya tanaman tersebut atau dapat dikatakan karena distribusi zat-zat yang penting bagi pertumbuhan bagian yang lain terhambat ( tidak lancar). jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati.Defisiensi unsur Ca meyebabkan terhambatnya pertumbuhan sistem perakara. Beberapa petani di Sleman dan . Kuncup-kuncup yang telah tumbuh mati. Defisiensi unsur Ca menyebabkan pula pertumbuhan tanaman demi-kian lemah dan menderita.

Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah pengaruh pemberian pupuk kimia pada tanah Entisol Marelan terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L. tetapi hara terdapat dalam senyawa yang menyediakan bentuk ion hara yang dapat diserap oleh tanaman (Foth. Hipotesa Percobaan Adanya pengaruh pengurangan salah satu unsur hara terhadap pertumbuhan tanaman Jagung (Zea mays L. Unsur hara fungsional adalah unsur hara metabolisme. atau kalium. Selain itu juga perlu diketahui pemberian pupuk yang optimal pada tanah tersebut.) pada tanah Entisol Marelan Pemberian pupuk kimia berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L. dalam arti luas. Dari keteranggan di atas. 2010a). dan bagaimana pengaruh pemberian pupuk-pupuk kimia terhadap perkembangan tanaman yang akan dibudidayakan di tanah tersebut untuk mendapatkan produksi yang optimal. 1994).) .) Interaksi pemberian pupuk kimia terhadap jenis tanah Entisol berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L. dkk.) dengan Metode Substraksi. Pupuk tidak mengandung unsur hara tanaman dalam bentuk unsur seperti nitrogen. mencakup semua bahan-bahan yang ditambahkan ke tanah untuk memberikan unsur tertentu yang penting bagi pertumbuhan tanaman.Magelang telah melakukannya. fosfor. yang mengandung pengertian fungsi tiap unsur mineral di dalam metabolisme tanaman memperlihatkan apakah peranannya spesifik atau tidak (Nyakpa. maka perlu diketahui bagaimana tingkat kesuburan tanah pada tanah Entisol Marelan. Pupuk. sementara yang lain belum tertarik karena belum mengetahui manfaatnya terutama terhadap perbaikan sifat tanah (Anonimous. 1988).

- Pemberian pupuk kimia dengan pupuk lengkap lebih baik daripada dikurangi satu jenis pupuk dan berpengaruh nyata pada pertumbuhan jagung (Zea mays L. Medan.) Kegunaan Percobaan - Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Kesuburan Tanah dan Pemupukan Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. - Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan TINJAUAN PUSTAKA .

Konsep pusat Entisol adalah tanah di dalam regolit yang dalam atau bumi tanpa horizon kecuali barangkali suatu lapisan bajak. 1996). Mereka memiliki fitur tidak okrik dan diagnostik. Mereka terjadi di banyak lingkungan. 2006). Mereka juga terbentuk pada batuan sangat resisten atau deposito dalam pasir. Tanaman Jagung (Zea mays L. dkk. Akan tetapi. atau A. dan beberapa mengandung batu keras yang dekat dengan permukaan (Foth. kadar bahan organik tergolong rendah dan biasanya kurang dari 1 persen. dan sebagainya. Mereka termasuk tanah di lereng curam.5 sampai 8. tanah berpasir lepas di lereng atas dan bawah. 1994). C (di mana Bw tidak kambik karena terlalu berpasir) (Anonimous.Tanah Entisol Tanah yang kecil atau sedikit pembangunan dan sifat yang mencerminkan bahan induk mereka (root ent dari kata terakhir). Entisol adalah tanah yang muda (belum berkembang) dan dangkal. pembentukannya masih baru. karena beberapa alasan seperti waktu. B.5. Urutan profil khas akan A. agrik atau A2 (albik). menerima deposit (endapan) banjir.) . Entisol adalah tanah yang cenderung untuk berasal baru. Tanah ini masih belum sempurna dan memiliki profil yang horison B-nya belum berkembang. berada pada lereng atau pada slope yang tererosi. daerah vulkan atau tanah pasir pantai laut yang lepas dan belum membentuk struktur tanah (Musa. karena sangat tergantung pada jenis mineral liat yang mendominasinya. Tanah tidak memiliki banyak horison yang hanya berupa lapisan-lapisan tanah. kadar hara tergantung bahan induk. 2010b). kejenuhan basa sedang hingga tinggi dengan KTK sangat beragam. dataran banjir. dicirikan oleh profil A/C atau A/R. beberapa Entisol mempunyai horison plagen. permeabilitas lambat dan peka erosi (Munir. Nilai reaksi tanah sangat beragam mulai dari pH 2. C. dan bukit pasir. Sebagai contoh tanahtanah endapan sepanjang sungai. Tanah ini ditandai dengan kemudaannya dan tidak adanya horizon genesis alami atau hanya mempunyai permulaan horizon.

1997a). Antara pelepah daun dan helaian daun dibatasi oleh spikula yang berguna untuk menghalangi masuknya air hujan/embun ke dalam pelepah daun (Suprapto. Akar koronal muncul dari jaringan batang setelah plumula tumbuh. Tanaman jagung umumnya tidak bercabang. Ruas-ruas batang bagian atas berbentuk silindris dan ruas-ruas batang bagian bawah berbentuk bulat agak pipih (Rukmana. Akar udara tumbuh pada buku-buku di atas permukaan tanah yang berfungsi untuk asimilasi dan pendukung batang terhadap kerebahan (Rukmana. kecuali pada jagung manis sering tumbuh beberapa cabang (beranak) yang muncul dari pangkal batang. Daun terdiri atas pelepah daun dan helaian daun. 1999).Botani Tanaman Menurut Rukmana (1997a). Panjang batang jagung berkisar antara 60 cm-300 cm. tergantung pada tipe jagung. Batang tanaman jagung beruas-ruas (berbuku-buku) dengan jumlah ruas bervariasi antara 10-40 ruas. 1997b). Akar seminal tumbuh pada saat biji berkecambah yang dicirikan dengan arah pertumbuhan akar ke bawah atau menembus tanah. Helaian daun memenjang dengan ujung daun meruncing. . kedudukan tanaman jagung dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom Divisio Subdivisio Kelas Ordo Famili Genus : Plantae : Spermathophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Graminales : Graminaceae : Zea Spesies: Zea mays L.

Tingginya produksi jagung semi (baby corn) dipengaruhi oleh sifat genetik (varietas) dan interaksinya dengan lingkungan tumbuh (environmental). Tanaman jagung membutuhkan suhu hangat antara 210C – 320C dengan suhu optimum untuk pertumbuhan berkisar antara 230C – 270C. 1997a). dan kelembapan udara (Rh) 50% . 85-200 mm/bulan Pertumbuhan tanaman ini memerlukan curah hujan ideal sekitar dan harus merata. Pada waktu tanaman malai tua. Iklim yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung adalah daerahdaerah beriklim sedang hingga daerah beriklim sub-tropis/tropis yang basah. Tanaman ini menghasilkan satu atau beberapa tongkol. Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara Tanah Jagung manis tumbuh pada berbagai jenis tanah. dan bunga betina pada tassel (Rubatzky dan Yamaguchi. 1998). Tanaman ini peka terhadap tanah masam. .Tanaman ini berumah satu dengan bunga jantan tumbuh sebagai perbungaan ujung (tassel) pada batang utama (poros atau tangkai). dan bunga betina tumbuh terpisah sebagai perbungaan samping (tongkol) yang berkembang pada ketiak daun. Tanah liat lebih disukai karena mampu menahan lengas yang tinggi.1995). terutama menuju masaknya biji dibutuhkan keadaan yang panas dan intensitas sinar matahari yang cukup bila tidak maka produksi yang dihasilkan akan menjadi kurang baik (Ginting. Syarat Tumbuh Iklim Tanaman jagung sebaiknya mendapat cahaya matahari langsung. dan tumbuh baik pada 0-50o LU hingga 0-40o LS (Anonimous. Kadang-kadang bunga jantan tumbuh pada ujung tongkol. 2010c).80% (Rukmana.

Fungsi nitrogen yang selengkapnya bagi tanaman adalah sebagai berikut: 1) untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman 2) dapat menyehatkan pertumbuhan daun. dan kaya akan bahan organik. serta cukup air. 1999). Keadaan tanah demikian dapat memicu pertumbuhan dan produksi jagung bila tanah tersebut subur.0 dan 6.8 dan agak toleran terhadap kondisi basa (Rubatzky dan Yamaguchi. 2002). 1997b). Tanah-tanah yang kekurangan air dapat menimbulkan penurunan produksi jagung hingga 15% (Rukmana. Watak ini juga menjadikan endapan-endapan nitrogen yang cukup banyak hanya ditemui di daerah beriklim kering dan itupun terbatas secara setempat (Mas’ud. dengan struktur tanah remah. Tanaman jagung membutuhkan tanah yang bertekstur lempung. Unsur Hara Nitrogen (N) Sumber utama nitrogen adalah nitrogen bebas (N2) di atmosfir. yang takarannya mencapai 78 persen volume. daun tanaman lebar dengan warna yang lebih hijau 3) meningkatkan kadar protein dalam tubuh tanaman 4) meningkatkan kualitas tanaman penghasil daun-daunan 5) meningkatkan berkembangbiaknya mikroorganisme di dalam tanah (Sutedjo. lempung berdebu atau lempung berpasir. aerasi dan drainasenya baik. . Nitrogen sangat jarang ditemui menjadi komponen pelikan oleh karena wataknya yang mudah larut air. dan sumber lainnya senyawa-senyawa nitrogen yang tersimpan dalam tubuh jasad.kisaran pH tanah antara 6. gembur. 1998).

Secara umum.atau NH4+ dari tanah.Nitrogen diserap oleh tanaman dalam bentuk ion NO3. fosfolida. Jenis pupuk ini termasuk pupuk makro. fitin dan turunannya. endapan guano dan endapan fosil tulang. biji atau gabah 4) dapat meningkatkan produksi biji-bijian . Bahan dasarnya biasanya berupa gas alam dan merupkan hasil ikutan hasil tambang minyak bumi. Urea mempunyai sifat higroskopis atau mudah menyerap air dari udara.relatif lebih besar jika dibandingkan dengan ion NH4+ (Rosmarkam dan Yuwono. fosfoprotein. fosfat inositol dan fosfat metabolik (Mas’ud. Pada kelembaban udara 73 % urea akan berubah menjadi air karena uap air di udara ditarik ke dalam pupuk (Marsono dan Sigit. pupuk-pupuk dalam kelompok ini didominasi oleh unsur nitrogen (N). 2002).4% berat kering. Pelikan organik tanah yang mengandung P antara lain: asam nukleat. Tanaman di lahan kering umumnya menyerap ion nitrat NO3. Kandungan N total berkisar antara 45-46 %. Adanya unsur lain di dalamnya lebih bersifat sebagai pengikat atau juga sebagai katalisator.12 % P. Kadar nitrogen rata-rata dalam jaringan tanaman adalah 2 %. Fosfor (P) Sumber dan cadangan fosfor (P) alam adalah kerak bumi yanag kandungannya mencapai 0. 2001). Urea adalah pupuk buatan hasil persenyawaan NH4 (amonia) dengan CO2. 1999). fosfat. fungsi dari P (fosfor) dalam tanaman dapat dinyatakan sebagai berikut: 1) dapat mempercepat pertumbuhan akar semai 2) dapat mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa pada umumnya 3) dapat mempercepat pembungaan dan pemasakan buah. dalam bentuk batuan. Pupuk nitrogen (N) termasuk pupuk kimia buatan tunggal. Sesuai dengan namanya.

Kandungan utama dari endapan tersebut adalah KCl dan sedikit K2SO4. seperti bentuk. 2002). warna. Walaupun sumber fosfor di dalam tanah cukup banyak (Novizan. yakni hanya 36 %. Jenis pupuk super fosfat ini muncul sebagai akibat sulitnya mendapatkan kandungan dasar pupuk TSP yang masih harus diimpor. 2001). Fosfor sebagian besar berasal dari pelapukan bahan organik. ukuran. Hasil pemurniannya mengandung K2O sampai 60 % (Marsono dan Sigit. . seperti kotoran. 2002).(Sutedjo. Fosfor diserap tanaman dalam bentuk H2PO4-. Karena umumnya tercampur dengan bahan lain. Kalium (K) Salah satu jenis pupuk kalium yang dikenal adalah KCl. dan tingkat kekerasannya hampir sama (Marsono dan Sigit. 2002). Dalam hal ini dapat pula ditegaskan bahwa kalium berperan membantu: 1) pembentukan protein dan karbohidrat 2) mengeraskan jerami dan bagian kayu dari tanaman 3) meningkatkan resistensi tanaman terhadap penyakit 4) meningkatkan kualitas biji/buah (Sutedjo. HPO42.atau tergantung dari nilai pH tanah. Sementara sifat-sifat yang lain. Oleh karena itu. Pupuk KCl yang dikenal selama ini sebagian besar merupakan hasil tambang. pupuk ini harus dimurnikan terlebih dahulu. kadar fosfat pada SP-36 jauh lebih rendah dari TSP.dan PO42. Elemen ini dapat dikatakan bukan elemen yang langsung pembentuk bahan organik. 2001).

Rumus kimianya adalah MgSO4.2H2O. Kandungan kieserit murni terdiri dari 29 % MgO dan 23 % S (Lingga dan Marsono. pupuk magnesium sulfat juga sering disebut kieserit. Jumlah Mg2+ yang diperlukan tanaman biasanya tidak sebanyak dari pada Ca2+ atau K+ (Tisdale.Kalium diserap dalam bentuk K+ (terutama pada tanaman muda). et al. 2000). Magnesium (Mg) diserap oleh tanaman dalam bentuk Mg2+ dari larutan tanah dan seperti Ca+ dialirkan ke akar tanaman dengan cara difusi dan massflow. 1993). Dengan demikian kandungan fosfat dalam tanaman dapat dinaikkan dengan jalan menambah unsur magnesium (Lingga dan Marsono.. kalium banyak terdapat pada sel-sel muda atau bagian tanaman yang banyak mengandung protein. magnesiumlah biangnya. inti-inti sel tidak mengandung kalium Magnesium (Mg) Pupuk magnesium pun tergolong pupuk tunggal. Menurut penelitian. 2002). Defisiensi Unsur Hara . (Sutedjo. 2000). lemak dan minyakminyak. Ada dua macam pupuk magnesium yang beredar di pasaran yaitu kieserit dan dolomit. Bahan dasar yanag digunakan dalam pembuatan pupuk ini adalah Mg(OH)2 disebut brucit dan MgCO3 yang disebut magnesit. Di pasaran. Magnesium (Mg) pun memegang peranaan penting dalam transportasi fosfat dalam tanaman. Agar tercipta hijau daun yang sempurna dan terbentuk karbohidrat. Peranan Mg 2+ dalam intersepsi akar tidak sebanyak yang diberikan Ca2+.

nitrogen yang tersimpan pada daun tua akan dipindahkan ke organ yang lebih muda. nitrogen bersifat dinamis (mobil) sehingga jika terjadi kekurangan nitrogen di bagian pucuk. Di dalam tubuh tanaman. mengering. Pemberian nitrogen yang terlalu banyak dapat mengakibatkan sebagai berikut: 1. Fosfor (P) (Lingga . buahnya akan tumbuh kerdil kekuningan dan lekas matang. tanaman terlambat masak. Banyak nitrogen menyebabkan tumbuh suburnya vegetasi tanaman (pembentukan ranting dan daun-daunan). Kalau pada tanah tersebut tidak diberi pupuk yang mengandung unsur nitrogen maka selamanya tanaman akan tumbuh seperti dijelaskan di atas dan Marsono. kualitas produk kurang baik. Daunnya berwarna hijau muda. terutama daun yang sudah tua. lalu meranggas. Namun dalam pembentukan generasi (kembang dan buah) ia terlambat 4. Jaringan-jaringannya mati. Sementara itu. 2000). Tanah yang kekurangan nitrogen menyebabkan tanaman tumbuh kerempeng dan tersendatsendat. 1993). tanaman rebah 2. daun-daun yang lebih tua menguning dan akhirnya kering. lalu berubah menjadi kuning. pada daun-daun yang mengalami gejala kekurangan nitrogen akan terlihat lebih awal (Novizan. Bila tanaman sempat berbuah. Daun menjadi hijau muda. tanaman tumbuh pendek dan kerdil. Selanjutnya daun mengering mulai dari bawah ke bagian atas. meningkatkan kepekaan tanaman terhadap berbagai penyakit 3. (Rinsema. Dengan demikian.Nitrogen (N) Jika terjadi kekurangan (defisiensi) nitrogen. 2002).

lalu mati. Kemudian pada daun akan timbul bercak-bercak merah cokelat. dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning. dan gejalanya sulit diketahui sebagaimana gejala-gejala yang kelihatan pada tanaman-tanaman yang kekurangan unsur N dan K (Nyakpa. . 1988). Apabila terjadi kekurangan unsur P akan menghambat pertumbuhan tanaman.Di dalam tanaman P merupakan unsur yang mobil. 2000). 1994). dkk. maka pembelahan sel di dalam jaringan tanaman terganggu dan pertumbuhan tanaman kerdil (stunt). Selanjutnya. dkk. tampak jelek dan lekas matang. hasilnya rendah dan tidak tahan simpan (Lingga dan Marsono. 2000). Pada tanah seperti itu perlu diberi pupuk yang mengandung unsur fosfor. Tepi daun. cabang. daun akan mengering. Kekurangan kalium mengakibatkan klorotik pada daun dan bintik-bintik pada pinggiran daun yang mengelilingi permukaan daun tanaman (Jumin. kecil. Kalau tanamannya berbuah. Kalau tidak. Tanah yang kekurangan fosfor pun akan jelek akibatnya bagi tanaman. tanaman akan tetap bernasib jelek (Lingga dan Marsono. Jika fosfor kekurangan dalam tanah. dan bilamana terjadi kekurangan unsur ini pada suatu tanaman. Kalium (K) Tanaman yang tumbuh pada tanah yang kekurangan unsur kalium akan memperlihatkan gejala-gejala seperti daun mengerut atau keriting terutama pada daun tua walaupun tidak merata. Warna hijau gelap yang berasosiasi dengan warna ungu (purple) pada daun tanaman muda merupakan gejala kekurangan yang khas (Lubis. maka P pada jaringan-jaringan tua akan ditranslokasikan ke jaringan yang masih aktif. 1986). buahnya kecil. Buah tumbuh tidak sempurna. Gejala yang tampak ialah warna daun seluruhnya berubah kelewat tua dan sering tampak mengkilap kemerahan. mutunya jelek.

tetapi secara perlahan-lahan menyebar ke atas dan ke dalam dari ujung dan pinggir-pinggir daun (Foth. Daun yang semula hijau segar menjadi kekuningan dan tampak pucat. Dapat disimpulkan bahwa kekahatan Mg menghambat sintesis protein. 2000). Magnesium (Mg) Gejala pertama yang terlihat pada tanaman yang kekurangan magnesium (Mg) ialah daun tua mengalami klorosis dan tampak ada bercak-bercak cokelat. Warna kekuningan ini pun timbul diantara tulang-tulang daun. pada daun muda keluar lendir terutama bila sudah lanjut (Hardjowigeno. 1988). 2003). biasanya muncul sebagai suatu “pengering daun”. Daun mengering dan kerap kali langsung mati (Lingga dan Marsono. 1994). Gejala kekurangan magnesium defisiensi pada daun-daun tua. seperti pada kekurangan nitrogen. Tanaman jagung menunjukkan kebutuhan akan kalium dengan menguningnya ujung-ujung dan pinggir-pinggir daun sebelah bawah.Pada kebanyakan tanaman kekurangan kalium. dkk. Pengaruh ini kemungkinan besar karena terjadinya penguraian dalam ribosom ini terjadi proses protein menjadi unit-unit yang lebih kecil (Nyakpa. . daun menguning karena pembentukan klorofil terganggu garis-garis kuning terganggu. Pewarnaan ini tidak meluas sampai ke tulang tengah. Pada umumnya apabila tanaman kahat Mg jumlah N-protein turun dan N-non protein meningkat.

label nama untuk menandai polybag. polybag sebagai wadah tanah. . air untuk menyiram tanaman. dan KCl sebagai penambah unsur hara. Percobaan ini dilakukan pada bulan Februari 2010 sampai dengan bulan Mei 2010. benih jagung (Zea mays L.BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan Percobaan ini dilakukan di Lahan Praktikum dan Laboratorium Kesuburan Tanah dan Pemupukan Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Bahan dan Alat Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah tanah Entisol Marelan sebagai media percobaan.) sebagai objek percobaan. pupuk Kieserit. SP-36. Medan dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl. Urea.

meteran untuk mengukur tinggi tanaman. ayakan tanah untuk menghasilkan tanah yang lebih halus. batu bata untuk dudukan polybag. gembor untuk menyiram tanaman. Pelaksanaan Percobaan Di Laboratorium Diambil 10 gr tanah Entisol kering udara Diovenkan selama 24 jam Dihitung %KA nya dengan rumus %KA= BTKU-BTKO x 100% BTKO Diambil 25 gram tanah kering udara Dijenuhkan selama 24 jam Diambil 10 gram tanah dalam keadaan kapasitas lapang Diovenkan selama 24 jam Dihitung %KL-nya dengan rumus: %KL= BTKL-BTKO x 100% BTKO . jangka sorong untuk mengukur diameter batang. pacak untuk tiang spanduk. timbangan untuk menimbang tanah dan pupuk serta berat tanaman.Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah cangkul untuk membersihkan lahan dan mengambil tanah. goni untuk penyimpan tanah dari tempat pengambilan tanah. oven untuk mengovenkan tanah dan tanaman. spanduk untuk memagari lahan. Metode Percobaan Adapun metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah Metode Substraksi.

-

Dihitung berat tanah yang dibutuhkan untuk setiap polibag bila dikehindaki berat tanah tanpa air 5 kg dengan rumus: BTKU= 5 + (5 x %KA)

Di Lapangan Diambil tanah yang akan dipercobakan di daerah yang telah ditetapkan Dimasukkan ke dalam goni/karung. Dibuka dan dikering udarakan. Dikeringkan dan diayak dengan ayakan pasir, jika keras dihancurkan dengan batu. Ditimbang tanah kira-kira 5 kg dan dimasukkan ke dalam polybag sampai 26 polybag (ulangan I dan II). Diletakkan di atas batu-bata dan disusun 2 baris memanjang dengan berbagai perlakuan secara berurutan: Ulangan I
Kontrol lengkap
-N

± 250 kg.

-P

-K

-Ca

-Mg

-NP

-NK

-PK

-KCa

-CaMg

-NPK

Ulangan II
Kontrol lengkap
-N

-P

-K

-Ca

-Mg

-NP

-NK

-PK

-KCa

-CaMg

-NPK

-

Dijenuhkan air selama 24 jam

-

Dibuat perhitungan pupuk dan kadar air agar diketahui berapa gram pupuk yang diberikan ke tanah dan berapa liter air yang diberikan ke tanah setiap hari.

-

Dimasukkan semua jenis pupuk ke dalam polybag secara berurutan dan sesuai dengan perlakuan masing-masing.

-

Diaduk pupuk (dicampurkan dengan tanah) agar pupuknya tidak menguap Dibiarkan selam 24 jam. Ditanam bibit jagung ke polybag masing-masing 2 buah dengan jarak yang agak jauh dan tidak terlalu dalam.

-

Disiram setiap hari sesuai dengan kebutuhannya. Diambil data setiap minggu dari satu jagung yang menjadi parameter adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan gejala visual.

-

Diambil data berat kering bagian bawah dan bagian atas tanaman ketika panen. Dicatat hasilnya. Dihitung persentase terhadap lengkap dengan rumus : Nilai perlakuan lain x 100 % Nilai perlakuan lengkap

-

Ditentukan kriterianya berdasarkan nilai yang diperoleh sesuai dengan : % terhadap lengkap 0-20 % 21-50 % 51-89 % > 89 % Kriteria Gawat Berat Sedang Cukup Peubah Amatan

-

Tinggi Tanaman (cm)

-

Jumlah Daun (helai) Diameter Batang (mm) Gejala Visual Berat Kering Atas (g) Berat Kering Bawah (g)

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel Kriteria Tinggi Tanaman Perlakuan Kontrol -N -P -K - Ca - Mg - NP - NK - PK - KCa -CaMg -NPK Rataan 79,1 189,05 158,75 169,35 141,05 140,85 76,5 166,65 154,05 136,75 134,45 65,7 Persentase Terhadap Lengkap 49,42 % 118,12 % 99,19 % 105,81 % 88,13 % 88,0 % 48,0 % 104,12 % 96,2 % 85,4 % 84,0 % 41,0 % Kriteria berat cukup cukup cukup sedang sedang berat cukup cukup sedang sedang berat

Tabel Kriteria Jumlah Daun Perlakuan Kontrol -N -P -K - Ca - Mg - NP - NK - PK - KCa -CaMg Rataan 7 13,5 11 12 10,5 10,5 9 12,5 11 10 9,5 Persentase Terhadap Lengkap 56 % 108 % 88 % 95 % 84 % 84 % 72 % 100 % 88 % 80 % 76 % Kriteria sedang cukup sedang cukup sedang sedang sedang cukup sedang sedang sedang

65 1.KCa .83 % 91.45 2.75 % 56.9 % 130.Ca .NK .5 % 93.6 52.Mg .75 % 68.6 % 29.36 % 47.NP .33 % 56.1 2.65 64.3 % Kriteria Gawat Cukup Sedang Berat Berat Berat Gawat Cukup Berat Berat Berat Gawat .CaMg .NP .1 2.25 2.9 2.6 % 87.6 59.8 % 24.KCa -CaMg -NPK Rataan 1.55 94.5 68 % sedang Tabel Kriteria Diameter Batang Perlakuan Kontrol -N -P -K .5 49.5 % 25.PK .75 % 108.Mg .8 % 26.1 2.17 % 87.5 10.7 % 2.NK .3 % 5.PK .Ca .35 3.45 5.2 % Kriteria sedang cukup cukup sedang cukup cukup sedang cukup sedang cukup sedang sedang Tabel Kriteria Bobot Kering Atas Perlakuan Kontrol -N -P -K .25 1.42 % 120.35 Persentase Terhadap Lengkap 60.2 2.85 260.0 % 156 % 55.8 51.-NPK 8.5 % 93.6 Persentase Terhadap Lengkap 3.2 % 129.9 110.6 1.47 % 32.NPK Rataan 6 312.

2 % 90.2 % 121.CaMg . Selanjutnya.35 4.KCa . Kemudian pada daun akan timbul bercak-bercak merah cokelat.9 % 91. Kekurangan unsur hara ini dapat dilihat dari gejala visual yang menunjukkan bahwa pada daunnya bercak-bercak. P.PK . dan K sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung.1 222.NPK Rataan 4 216. tanah tidak diberikan penambahan unsur hara dan pada –NPK hanya diberikan pupuk kieserit yang mengandung unsur Mg.NK .65 111. Serta menyatakan juga bahwa tanah yang kekurangan fosfor pun akan jelek akibatnya bagi tanaman.5 % 67.35 % 4. kuning-kuning dan mengerut.45 61. daun akan mengering.4 % 242.Tabel Kriteria Bobot Kering Bawah Perlakuan Kontrol -N -P -K .6 % 56.3 % Pembahasan Dari hasil pengamatan diketahui bahwa pada parameter tinggi tanaman dengan perlakuan kontrol dan –NPK memiliki kriteria berat terhadap perlakuan lengkap dapat dilihat dengan persentasenya pada kontrol 49. Diketahui bahwa pada kontrol.05 % 2.NP .5 % 48. Hal ini dikarenakan tanah Entisol merupakan tanah yang miskin akan unsur hara dan defisiensi akan unsur hara N.65 66.Mg .85 83.5 2. lalu mati.2 83 51. Hal ini sesuai literatur Lingga dan Marsono (2000) yang menyatakan tanaman yang tumbuh pada tanah yang kekurangan unsur kalium akan memperlihatkan gejala-gejala seperti daun mengerut atau keriting terutama pada daun tua walaupun tidak merata. Gejala yang tampak ialah warna Kriteria Gawat Cukup Cukup Cukup Sedang Sedang Gawat Cukup Sedang Berat Cukup Gawat .0 %.15 Persentase Terhadap Lengkap 4.42 % dan –NPK 41.Ca .3 % 236.3 % 72.95 44.

tanaman tumbuh pendek dan kerdil. daun-daun yang lebih tua menguning dan akhirnya kering. Daunnya berwarna hijau muda.2 %. Hal ini sesuai literatur Novizan (2002) yang menyatakan bahwa jika terjadi kekurangan (defisiensi) nitrogen. pada daun-daun yang mengalami gejala kekurangan nitrogen akan terlihat lebih awal. nitrogen yang tersimpan pada daun tua akan dipindahkan ke organ yang lebih muda. Dengan demikian. Sedangkan menurut literatur Novizan (2002) yang menyatakan jika terjadi kekurangan (defisiensi) nitrogen. tanaman tumbuh pendek dan kerdil. Gejala yang paling mencolok adalah tanaman . Sementara itu. dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan diketahui bahwa pada parameter diameter batang diketahui kriteria terhadap lengkap pada perlakuan -NPK adalah sedang dengan persentase 56. dan K tentu saja sangat mempengaruhi perkembangan tanaman gejala yang ditimbulkan pada kekurangan unsur hara ketiganya akan terlihat sama pada pengamatan secara visual yaitu gejala pada daun. Hal ini dapat dilihat dari gejala visual yang diamati bahwa daun pada perlakuan kontrol sangat sedikit dan pertumbuhannya tidak baik jika dibandingkan dengan perlakuan lain. Dari hasil pengamatan visual dapat dikatakan bahwa tanaman kekurangan unsur N. nitrogen bersifat dinamis (mobil) sehingga jika terjadi kekurangan nitrogen di bagian pucuk. Di dalam tubuh tanaman. daun-daun yang lebih tua menguning dan akhirnya kering. karena dapat dilihat dari warna daun yang hijau muda dan tanamannya kerdil. cabang. Daunnya berwarna hijau muda. Tepi daun. Kekurangan pupuk N.daun seluruhnya berubah kelewat tua dan sering tampak mengkilap kemerahan. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa pada parameter jumlah daun kriteria perlakuan kontrol terhadap lengkap adalah sedang dengan persentase 56 %. P. Sedangkan pada perlakuan lain juga memiliki kriteria sedang dan beberapa cukup tetapi persentase terendah adalah 56 %. Sementara itu.

Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa bobot kering atas (tajuk) tanaman –NP memiliki persentase 2. lalu meranggas. bobot keringnya (biomassa) paling rendah dari perlakuan lainnya. Hal ini sesuai literatur Lubis. lalu berubah menjadi kuning. Selanjutnya daun mengering mulai dari bawah ke bagian atas. maka pembelahan sel di dalam jaringan tanaman terganggu dan pertumbuhan tanaman kerdil . Daun menjadi hijau muda. mengering. Dan menurut literatur Sutedjo (2002) fungsi nitrogen yang selengkapnya bagi tanaman adalah sebagai berikut: untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. meningkatkan kualitas tanaman penghasil daun-daunan. Dan sesuai literatur Lubis. atau K. Serta defisiensi unsur K.pada perlakuan ini sangat kerdil dibandingkan yang lain. meningkatkan kadar protein dalam tubuh tanaman. daun tanaman lebar dengan warna yang lebih hijau. Jaringan-jaringannya mati. dapat menyehatkan pertumbuhan daun.9 % terhadap perlakuan lengkap yang memiliki kriteria gawat. Hal ini sesuai literatur Lingga dan Marsono (2000) yang menyatakan bahwa tanah yang kekurangan nitrogen menyebabkan tanaman tumbuh kerempeng dan tersendat-sendat. P. dkk (1986) yang menyatakan bahwa jika fosfor kekurangan dalam tanah. terutama daun yang sudah tua. Warna hijau gelap yang berasosiasi dengan warna ungu (purple) pada daun tanaman muda merupakan gejala kekurangan yang khas. dkk (1986) yang menyatakan bahwa jika fosfor kekurangan dalam tanah. maka pembelahan sel di dalam jaringan tanaman terganggu dan pertumbuhan tanaman kerdil (stunt). sesuai literatur Jumin (1994) yang menyatakan kekurangan kalium mengakibatkan klorotik pada daun dan bintik-bintik pada pinggiran daun yang mengelilingi permukaan daun tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa vegetatif tanaman jagung membutuhkan unsur N dan unsur P untuk pembelahan selnya sehingga pada perlakuan ini dimana tanah tidak diberikan penambahan unsur N dan P. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman kekurangan unsur N.

daun akan mengering. biji atau gabah 4. fungsi dari P (fosfor) dalam tanaman dapat dinyatakan sebagai berikut: 1. Perakaran biasanya dipacu oleh ketersedian unsur P di tanah. dapat meningkatkan produksi biji-bijian berdasarkan literatur Lingga dan Marsono (2000) yang menyatakan bahwa tanah yang kekurangan nitrogen menyebabkan tanaman tumbuh kerempeng dan tersendat-sendat.(stunt). lalu berubah menjadi kuning. Warna hijau gelap yang berasosiasi dengan warna ungu (purple) pada daun tanaman muda merupakan gejala kekurangan yang khas. Karena unsur P memiliki fungsi untuk memepercepat pertumbuhan akar dan memperkuat pertumbuhannya. terutama daun yang sudah tua. Hal ini menunjukkan akar yang dihasilkan pada tanaman ini memiliki bobot yang sangat kecil. Daun menjadi hijau muda. . dapat mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa pada umumnya 3. Sedangkan menurut Lingga dan Marsono (2000) yang menyatakan tanaman yang tumbuh pada tanah yang kekurangan unsur kalium akan memperlihatkan gejala-gejala seperti daun mengerut atau keriting terutama pada daun tua walaupun tidak merata. dapat mempercepat pembungaan dan pemasakan buah.3 %. Hal ini sesuai literatur Sutedjo (2002) yang menyatakan bahwa secara umum. lalu mati. Selanjutnya daun mengering mulai dari bawah ke bagian atas. Selanjutnya. Dari hasil percobaan diketahui bahwa bobot kering bawah pada perlakuan –NPK memiliki kriteria gawat dengan persentase terhadap lengkap adalah 2. Kemudian pada daun akan timbul bercak-bercak merah cokelat. dapat mempercepat pertumbuhan akar semai 2.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan .

http://vidaashrafida. 2.9 % terhadap perlakuan lengkap yang memiliki kriteria gawat dan tertinggi pada perlakuan –N 156 % dengan kriteria cukup . 3.5 % dengan kriteria cukup. Pada parameter diameter batang diketahui kriteria terhadap lengkap pada perlakuan -NPK adalah sedang dengan persentase 56. Pada parameter tinggi tanaman perlakuan kontrol dan –NPK memiliki kriteria berat terhadap perlakuan lengkap dapat dilihat dengan persentasenya pada kontrol 49.com/2010/10/laporan-kestanpemberian-pupukkimia.2 % dan tertinggi pada perlakuan –NK 129. 5.42 % dan –NPK 41. Pada parameter jumlah daun kriteria perlakuan kontrol terhadap lengkap adalah sedang dengan persentase 56 % sedangkan kriteria tertinggi adalah cukup pada perlakuan –N 108 %. 4.blogspot.html BAB I PENDAHULUAN .3 % serta persentase tertinggi terdapat pada perlakuan –NK yaitu 242.17 % dengan kriteria cukup.0 % sedangkan persentase tertinggi terdapat pada perlakuan –N 118. Pada parameter bobot kering atas (tajuk) tanaman –NP memiliki persentase 2.1. Pada parameter bobot kering bawah pada perlakuan –NPK memiliki kriteria gawat dengan persentase terhadap lengkap adalah 2.12 % dengan kriteria cukup.

yang kemudian menyebabkan degradasi struktur tanah. Jagung merupakan bahan dasar / bahan olahan untuk minyak goreng. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya corn. Jagung manis (Zea mays L. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.) sering disebut pula sweet corn belum lama dikenal di Indonesia. Sekarang banyak para petani melirik untuk menam jenis jagung manis. kerentanan yang . Hal ini didasarkan pada makin meningkatnya tingkat konsumsi perkapita per tahun dan semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia. makanan kecil dan industri pakan ternak. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. tepung maizena. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi. dibuat tepung (dari biji. Selain sebagai sumber karbohidrat. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan. diambil minyaknya (dari biji). 4 %. Namun. dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya). jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya). dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena). Pakan ternak untuk unggas membutuhkan jagung sebagai komponen utama sebanyak 51. ethanol. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. meningkatkan dekomposisi bahan organik. Penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dapat mengganggu kehidupan dan keseimbangan tanah. yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. asam organic.1 Latar Belakang Jagung (Zea mays L. Kebutuhan akan konsumsi jagung di Indonesia terus meningkat. Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan.1. Tongkol jagung kaya akan pentosa. Petani menghargai pupuk buatan karena efek yang cepat dan penggunaannya relatif mudah. selain gandum dan padi.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting.

3. Untuk mengamati pertumbuhan dan perkembangan yang terlihat dari gejala defisiensi unsur hara pada tanaman jagung. Artinya adalah pemberian pupuk tidak semata-mata untuk mengejar pertumbuhan agar tanaman berproduksi secara maksimal. Manfaat Hasil praktikum ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat. baik yang bersumber dari bahan organik maupun pupuk buatan (anorganik) perlu dilakukan secara hati-hati dan bijaksana. Untuk memenuhi syarat 1 SKS praktikum mata kuliah Nutrisi Tanaman. antara lain : 1. Namun demikian. P. Pengembangan ilmu pengetahuan dibidang pertanian dalam hal pemberian unsur hara yang tepat pada tanaman jagung. P dan K yang terus-menerus menyebabkan penipisan unsur-unsur mikro dan aplikasi N yang tidak seimbang dari pupuk mineral nitrogen menyebabkan menurunnya pH tanah dan ketersediaan fosfor bagi tanaman. 3. 1.lebih tinggi terhadap kekeringan dan menurunnya hasil panen. misalnya penggunaan pupuk kandang secara tidak bijaksana dapat mencemarkan tanah dan air permukaan seburuk pencemaran yang ditimbulkan oleh penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Untuk mengetahui pengaruh pemberian unsur hara makro N. . K dan bahan organik terhadap pertumbuhan tanaman jagung 2. dengan langsung mengganti alternatif non kimia belum tentu akan membuat pertanian lebih berkelanjutan. 1.2. Penggunaan pupuk N. Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk : 1. Berdasarkan uraian di atas pemberian Unsur hara atau nutrisi. tetapi juga harus mempertimbangkan aspek kualitas lingkungan dan lestarinya sumber daya alam dalam rangka mewujudkan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture).

1. Secara umum.akar adventif disebut juga akar tungang. Peningkatan produksi tanaman jagung yang dapat merubah perekonomian masyarakat. Meberikan informasi yang bermanfaat bagi banyak pihak. Botani Tanaman Jagung Manis Tanaman jagung manis termasuk dalam keluarga rumput-rumputan dengan spesies Zea mays L. Akar seminal tumbuh dari radikula dan embrio. akar adventif. 3.2. yaitu akar lateral.akar ini tumbuh dari buku paling . BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.klasifikasi dan morfologi dari tanaman jagung manis sebagai berikut: Klasifikasi Tanaman Kingdom : Plantae ( tumbuh-tumbuhan ) Divisi : Spermatophyta ( tumbuhan berbiji ) Subdivisi : Angiospermai ( berbiji tertutup ) Kelas : Monocotyledone ( berkeping satu ) Ordo : Graminae ( rumput-rumputan ) Famili : Graminaceae Genus : Zea Spesies : Zea mays saccarata Morfologi Tanaman Jagung merupakan tanaman berakar serabut yang terdiri dari tiga tipe akar. dan akar udara.

Tinggi batang jagung tergantung varietas dan tempat penanaman.dan terdiri dari beberapa ruas dan buku ruas. Jumlah daun terdiri dari 8 – 12 helai tergantung varietasnya. Bunga jagung juga termasuk bunga sempurna karena bunga jantan dan betina berada pada bunga yang berbeda. Daun terdiri atas tiga bagian yaitu kelopak daun. Bagian atau lapisan kedua yaitu endosperm yang merupakan cadangan makanan biji. Batang jagung tidak bercabang. dan helaian daun.umumnya berkisar 60 – 300 cm. lidah daun.bawah. Kelopak daun umumnya membungkus batang. Perkembangan akar jagung tergantung dari varietas. Daun jagung memanjang dan keluar dari buku-buku batang. sementara bagian paling dalam yaitu embrio atau lembaga. Biji jagung terdiri dari bagian. Sementara akar udara adalah akar yang keluar dari dua atau lebih buku terbawah dekat permukaan tanah. Ligula ini berbulu dan berlemak. yaitu sekitar 4 cm dibawah permukaan tanah. kesuburan tanah. Karekteritis Jagung Manis . berbentuk silinder.fungsi dari ligula adalah mencegah air masuk kedalam kelopak dan batang. Dalam satu tongkol terdapat 200 -400 biji. Penyerbukan pada jagung terjadi bila serbuk sari dari bunga jantan jatuh dan menempel pada rambut tongkol bunga betina. Penyerbukan terjadi dari serbuk sari tanaman lain. Bunga jantan terdapat pada ujung batang. Pada jagung umumnya terjadi penyerbukan silang ( cross pollinated crop ). Antara kelopak dan helaian daun terdapat lidah daun yang disebut ligula.faktor lingkungan dan keadaan air tanah. Pada buku ruas akan muncul tunas yang berkembang menjadi tongkol. Biji jagung tersusin rapi pada tongkol.yaitu sekitar 4 cm dibawah. Adapun bunga betina terdapat diketiak daun ke-6 atau ke-8 dari bunga jantan. Sangat jarang terjadi penyerbukan yang serbuk sarinya bersal dari tanaman jagung itu sendiri. Bunga jagung tidak memiliki petal dan sepal sehingga disebut tidak lengkap. bagian paling luar disebut periscarp.

Jagung dapat tumbuh baik pada berbagai macam tanah. Ketersediaan air dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk buatan yang cukup untuk meningkatkan pertumbuhan akar.lebih genjah. tassel berwarna putih kekuning-kuningan dan rambut kuning. Syarat Tumbuh Jagung (Zea Mays L. 100 biji jagung manis ( 10 g ). Bila jagung normalperlu 15 – 20 kg/ha.Dilihat dari penampilan fisiknya. kerapatan tanaman serta untuk melindungi dari rumput liar dan serangan hama.batang dan tongkollebih kecil. baik jenis tanah lempung berpasir maupun tanah lempung dengan pH tanah 6 -8. a. Rasa lebih manis pada jagung manis disebabkan tingginya kadar gula pada endosperm ( 5 – 6 % ) jika dibandingkan dengan jagung biasa ( 2 – 3 % ). Bila dipanen kering biji jagung manis keriput dan ringan sekali ( 100 biji jagung Arjuna ± 27 g. Sebahagian terdapat juga di daerah pergunungan pada ketinggian 1000. sawah tadah hujan maupun sawah irigasi. kerana tanaman jagung memerlukan aerasi dan pengairan yang baik.tetapi umumnya lebih pendek. Tanah lempung berdebu adalah yang paling baik bagi . Jagung ini kebanyakan ditanam di dataran rendah baik. Kadar pati sekitar 10. Tanah Tanah yang dikehendaki adalah gembur dan subur. Sifat penampilan yang demikian karena seleksi diarahkan pada ukuran tongkol yang disukai konsumen ( 4-5 tongkol /kg ) dan biji yang kuning bersih dari warna rambut yang coklat /merah.1800 m di atas permukaan laut.11 % dan kadar air sekitar 70 %.ini yang menyebabkan keperluan benih persatuan luas jauh lebih rendah dibandingkan jagung normal. Tanaman jagung pacta masa pertumbuhan membutuhkan 45-60 cm air. Temperatur untuk pertumbuhan optimal jagung antara 24-30 °C.) Tanaman jagung mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap tanah. tanaman jagung manis tidak berbeda dengan tanaman jagung normal.maka jagung manis cukup 5 – 6 kg/ha.

Dalam memberikan unsur hara pada tanaman tentunya sangat penting dijaga keseimbangan dan pengaturan kadar pemberian unsur hara tersebut. Bila tidak terdapat penyinaran dari matahari. Nitrogen (N). temperatur. . Kemasaman tanah (pH) yang terbaik untuk jagung adalah sekittir 5.pertumbuhannya. tentunya memiliki fungsi. Tempat penanaman jagung harus mendapatkan sinar matahari cukup dan jangan terlindung oleh pohonPohonan atau bangunan. hasilnya akan berkurang. kelembaban dan angin. Air tanah yang berlebihan dibuang melalui saluran pengairan yang dibuat diantara barisan jagung. Peran Unsur Hara bagi pertumbuhan Tanaman Jagung Manis Setiap mahkluk hidup pasti membutuhkan nutrien sebagai sumber energi pertumbuhan. Iklim Faktor-faktor iklim yang terpenting adalah jumlah dan pembagian dari sinar matahari dan curah hujan. Hidrogen (H). Tanah-tanah berat masih dapat ditanami jagung dengan pengerjaan tanah lebih sering selama pertumbuhannya. Kalium (K). Magnesium (Mg). Oksigen (O). sehingga aerasi dalam tanah berlangsung dengan baik. Untuk dapat hidup dan berkembang secara baik setiap harinya tanaman membutuhkan bahan nutrisi berupa unsur hara yang dapat dikonsumsi.2. demikian pula halnya dengan tanaman. dengan maksud untuk mencegah keganasan erosi yang terjadi pada waktu turun hujan besar. Kalsium (Ca). Temperatur optimum untuk pertumbuhan jagung adalah antara 23 – 27 C. b. demikian pula halnya jika yang diberikan tersebut kurang dari takaran yang semestinya diberikan. Beberapa Unsur Hara Yang Dibutuhkan Tanaman : Karbon (C). Tanah dengan kemiringan tidak lebih dari 8% masih dapat ditanami jagung dengan arah barisan tegak lurus terhadap miringnya tanah. Fosfor (P). sebab jika kelebihan dalam pemberiannya akan tidak baik dampaknya. 2. Setiap jenis unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. kelebihan dan kekurangannya masing-masing.0.5 – 7.

Sumber primer bahan organik adalah jaringan tanaman berupa akar. Jaringan tanaman ini akan mengalami dekomposisi dan akan terangkut ke lapisan bawah serta diinkorporasikan dengan tanah. Bahan organik demikian berada dalam pelapukan aktif dan menjadi mangsa serangan jasad mikro. dikelompokkan menjadi dua. Mg. Sebagai akibatnya bahan tersebut berubah terus dan tidak mantap sehingga harus selalu diperbaharui melalui penambahan sisa-sisa tanaman atau binatang. Ca. Bahan organik tanah merupakan penimbunan dari sisa-sisa tanaman dan binatang yang sebagian telah mengalami pelapukan dan pembentukan kembali. Unsur hara makro meliputi : N. Boron (B).  Unsur Hara Mikro. didaur ulang. Selain itu nitrogen merupakan unsur yang paling banyak terakumulasi dalam bahan organik karena merupakan unsur yang penting dalam sel mikroba yang terlibat dalam proses perombakan bahan organik tanah. seperti selulosa. B. ranting. Mo. yaitu:  Unsur Hara Makro. Unsur karbon ini berada dalam bentuk senyawa-senyawa polisakarida. Besi (Fe). dan Cl.1.bahan pektin dan lignin. Zn. Mo. Berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi tanaman. pati. Mn. Bahan Organik Bahan organik merupakan bahan-bahan yang dapat diperbaharui.Belerang (S). Sedangkan unsur hara mikro meliputi : Fe. Cu. K. 2. dirombak oleh bakteri-bakteri tanah menjadi unsur yang dapat digunakan oleh tanaman tanpa mencemari tanah dan air. P.2. . hemiselulosa. dan bahan. yaitu unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah kecil. dan buah. Tembaga (Cu). batang. daun. Bahan organik dihasilkan oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis sehingga unsur karbon merupakan penyusun utama dari bahan organik tersebut. Seng (Zn) dan Klor (Cl). Unsur hara tersebut tergolong unsur hara Essensial. yaitu unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar. dan S. Mangan (Mn).

dan biologis tanah serta lingkungan. Menurut Setiawan (2002) pengaruh pemberian pupuk kandang secara tidak langsung memudahkan tanah untuk menyerap air. Sumber sekunder bahan organik adalah fauna. menyediakan unsur makro (nitrogen. kalsium. (2008:05) kotoran ayam atau bahan organik merupakan sumber nitrogen tanah yang utama. pupuk organik akan dirombak oleh organisme menjadi humus atau bahan organik tanah. Bahan organik tanah selain dapat berasal dari jaringan asli juga dapat berasal dari bagian batuan. Salah satu jenis pupuk organik adalah pupuk kandang. aktivitas mikrobiologi tanah. tetapi sumber bahan organik dari seluruh makhluk hidup. kimia. serta berperan cukup besar dalam memperbaiki sifat fisik. Fauna terlebih dahulu harus menggunakan bahan organik tanaman setelah itu barulah menyumbangkan pula bahan organik. 2.1. dan molibdenium). . Menurut Syekhfani (2000) bahwa pupuk kandang memiliki sifat yang alami dan tidak merusak tanah. fosfor. Manfaat Kotoran Ayam Menurut Drs. Di dalam tanah. Selain itu pupuk kandang berfungsi untuk meningkatkan daya menahan air. boron. dan belerang) dan mikro (besi.Tumbuhan tidak saja sumber bahan organik. seng.Agus Widodo. Pupuk Kandang Ayam Definisi kotoran ayam Menurut Lukman Ali dalam kamus besar bahasa indonesia. kalium. kobalt.1. Pemberian bahan organik berupa pupuk kandang meningkatkan kesuburan tanah. (1991:394) k otoran ayam merupakan kotoran yang di keluarkan oleh ayam sebagai proses makanan yang disertai urine dan sisa-sisa makanan lainya. nilai kapasitas tukar kation dan memperbaiki struktur tanah.2.

dapat bereaksi dengan ion logam untuk membentuk senyawa kompleks. Keadaan ini berpengaruh besar pada porositas. dan 38. 2. 14. serta 3. (2009:01) kandungan kotoran ayam adalah sebagai berikut: 2. Cu. Aryanto Haesono. kotoran ayam penting dalam: 1. Fe dan Mn dapat dikurangi. Nitrogen (N) . penyimpanan dan penyediaan air serta aerasi dan temperatur tanah. Mo.29 % K2O.79 % N.52% x 1000 kg)/36% = 14.52 % P2O5. Meskipun mengandung unsur hara yang rendah. Mg.Bahan organik berfungsi sebagai “pengikat” butiran primer tanah menjadi butiran sekunder dalam pembentukan agregat yang mantap. Ca.17 kg MOP. Kandungan Kotoran Ayam Menurut Ir.2. 0. Bahan organik dengan C/N tinggi seperti jerami dan sekam memberikan pengaruh yang lebih besar pada perubahan sifat-sifat fisik tanah dibanding bahan organik yang telah terdekomposisi seperti kompos.44 kg Hara K= (%K2O kompos x 1000 kg)/%K2O MPO = (2.Ariyanto Harsono spAK (2009:02)kotoran ayam dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk berbagai komoditas tanaman. 2.2.meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah. Cara menghitungnya sebagai berikut: Hara N = (%N Kompos x 1000 kg)/%N Urea = (2.29% x 1000 kg)/60% = 38.79% x 1000 kg)/45% = 62 kg Hara P= (%P2O5 kompos x 1000 kg)/%P2O5 SP-36 = (0. 2. Maka dalam 1000 kg (1 ton) kompos akan setara dengan 62 kg Urea. menyediakan hara makro dan mikro seperti Zn. sehingga ion logam yang meracuni tanaman atau menghambat penyediaan hara seperti Al.44 kg SP 36.17 kg Hubungan antara kotoran ayam dengan pertumbuhan jagung Menurut Dr. Co.salah satunya adalah tanaman jagung karena dapat merangsang pertumbuhan tanaman jagung serta menambah kesuburan tanah yang akan berdampak pada kesuburan tanaman itu sendiri. dan Si.

tetapi bentuk ini merupakan bentuk antara. NO dan unsur N. N2 tidak bereaksi dengan unsur-unsur lainnya untuk menghasilkan suatu bentuk nitrogen yang dapat digunakan oleh sebagian besar tanaman. NO3-. Bentuk-bentuk organik meliputi NH4+. Juga terdapat bentuk lain yaitu hidroksi amin (NH2OH). Nitrogen merupakan elemen hara yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Menurut Mengel dan Kirby (1987) dalam Rosmarkam dan Yuwono (2002) pada pH tanah yang rendah ion nitrat lebih cepat diserap oleh tanaman dibandingkan ion amonium. Sebagai gas padat. NO2. dkk. menjadi NO2. Klorofil. Penambatan alami disebabkan oleh jasad-jasad renik (terutama bakteri dalam tanah dan alga di air) dan gejala atmosfer tertentu. NO2-. Zat Pengatur Tumbuh. yaitu bentuk peralihan dari NH4+. Sumber utama Nitrogen di dalam tanah yaitu bahan organik tanah. pada pH tanah yang tinggi ion Amonium diserap oleh tanaman lebih cepat dibandingkan ion nitrat dan pada pH netral kemungkinan penyerapan keduanya berlangsung seimbang. Ion-ion ini kemudian membentuk material kompleks seperti asam-asam amino dan asam-asam nukleat yang dapat langsung diserap dan digunakan oleh tanaman tingkat tinggi. Membran sel b) Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan c) Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri .1991). termasuk kilat. Alkohid. Bentuk Nitrogen yang dapat digunakan oleh tanaman adalah ion nitrat (NO3-) dan ion amonium (NH4+). menyatakan bahwa atmosfir terdiri dari 79% Nitrogen (berdasarkan volume) sebagai gas padat N2. Enzym.dan bentuk ini tidak stabil (Hakim. Nitrogen terdapat di dalam tanah dalam bentuk organik dan anorganik. Namun meskipun demikian. Peranan unsur hara nitrogen (N) bagi tanaman adalah sebagai berikut : a) Penyusun Purin. Selain dari bahan organik tanah Nitrogen juga diperoleh dari gas N2 di atmosfer melalui penambatan atau fiksasi Nitrogen.Fenomena alam. penyediaan makanan untuk kehidupan manusia dan hewan-hewan lainnya lebih dibatasi oleh nitrogen daripada unsur-unsur lainnya.

serta pemasakan biji dan buah. energi dapat dipakai untuk menjalankan reaksi – reaksi yang memerlukan energi seperti pembentukan sukrosa. 2.(Sutedjo. Klorosis di daun tua dan semakin parah akan terjadi juga pada daun muda. karena P banyak terdapat didalam sel tanaman berupa unit – unit nukleotida. demikian pula bagi perkembangan jaringan meristem. Hong dan Hakim (1988) P sangat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Menurut Nyakpa. buah kecil dan cepat matang (Marsono dan Sigit. Posfor (P) Fosfor terdapat dalam bentuk phitin. pendek dan tegak. Menurut Indranada (1989) P merupakan bagian integral tanaman pada bagian penyimpanan energi. sedangkan nukleotida merupakan suatu ikatan yang mengandung P sebagai penyusun RNA dan DNA yang berperan dalam sel tanaman. Puling. Munawar.2. Amrah. P terlihat pada penangkapan energi cahaya matahari yang mengenai molekul klorofil energi tersebut yang tersimpan dalam bentuk ATP dan ADP maka. . Gejala kekurangan unsur hara P pada tanaman adalah daun berubah warna menjadi tua atau tampak mengkilap kemerahan. sebagai bahan dasar protein (ATP dan ADP). Unsur hara P berperan dalam merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar. 1999). cabang dan batang berwarna merah ungu kemudian berubah menjadi kuning. merupakan bagian dari protoplasma dan inti sel.dan HPO4. Fosfor diambil tanaman dalam bentuk H2PO4. nuklein dan fosfatide. tepi daun. daun hijau kekuningan. membantu asimilasi dan respirasi. 2001).d) Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman e) Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil. Lubis. daun sempit. mempercepat proses pembungaan dan pembuahan.3. daun-daun tua cepat menguning dan mati. tepung dan protein. Sebagai bagian dari inti sel sangat penting dalam pembelahan sel.

dalam jaringan tanaman. klorosis dan bentuk daun tidak normal. dan warna yang lebih baik . 1988). maupun dalam xylem dan floem. 1983). dkk. P yang larut dalam asam sitrat dan P yang tidak larut dalam asam sitrat.Pemupukan P pada suatu batas tertentu akan memberikan hasil yang meningkat. Kalium mempunyai valensi satu dan diserap dalam bentuk ion K+. Kalium pupuk buatan dan mineral-mineral tanah seperti feldspar.           Sebagai katalisator dalam pembentukan protein Mengatur kegiatan berbagai unsur mineral Menetralkan reaksi dalam sel terutama dari asam organik Menaikan pertumbuhan jaringan meristem Mengatur pergerakan stomata Memperkuat tegaknya batang sehingga tanaman tidak mudah roboh Mengaktifkan enzim baik langsung maupun tidak langsung Meningkatkan kadar karbohidrat dan gula dalam buah Membuat biji tanaman menjadi lebih berisi dan padat Meningkatkan kualitas buah karena bentuk. kadar. Menurut Tisdale dan Nelson (1975) pemberian P yang berlebihan dapat mengakibatkan tanaman menjadi kerdil. Secara umum fungsi Kalium bagi tanaman. Kalium (K) Kalium (K) merupakan unsur hara utama ketiga setelah N dan P.4. P yang larut dalam air P2O5 nya mudah tersedia bagi tanaman. Fosfor dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori berdasarkan kelarutannya yaitu P yang dapat larut dalam air. akan tetapi pemberian yang melampaui batas optimum sering tidak berhasil memberikan respon yang nyata (Supardi.2. antara lain :  Membentuk dan mengangkut karbohidrat. P yang larut dalam asam sitrat P2O5 larut berangsur – angsur sehingga baik untuk tanaman yang tumbuh lambat. Kalium banyak terdapat dalam sitoplasma. Kalium tergolong unsur yang mobil dalam tanaman baik dalam sel. mika dan lain-lain. sedangkan P yang tidak larut dalam asam sitrat lambat tersedia bagi tanaman (Nyakpa. 2.

NP = hanya diberi pupuk N dan pupuk P 3. meteran/penggaris. pupuk urea. Perlakuan yang diberikan adalah : 1. disebelah rumah kaca . serta pupuk kandang ayam sebagai bahan organik. Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum mata kuliah Nutrisi Tanaman ini dilaksanakan setiap hari Jum’at mulai dari tanggal 30 Oktober 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 pada pukul 10. 3. Rancangan Percobaan Rancangan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 10 kelompok. polybag ukuran 5 kg.30 WIB yang bertempat di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian . TSP. NPK + BO = diberi pupuk NPK dan bahan organic 2.2.1. gembor. PK = hanya diberi pupuk P dan pupuk K .   Membuat tanaman menjadi lebih tahan terhadap hama dan penyakit Membantu perkembangan akar tanaman.00 – 11. 3. Berpen dalam proses fotosintesis dan respirasi Kekurangan kalium pada tanaman menyebabkan turgor tanaman menjadi berkurang sehingga sel tanaman menjadi lemah. BAB III METODE PRAKTIKUM 3. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah cangkul. dan alat tulis. NK = hanya diberi pupuk N dan pupuk K 4.3. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah benih jagung manis.Universitas Jambi. dan KCl. parang. tanah ultisol.

3. Penanaman dilakukan pada saat itu juga. yaitu diberi pupuk NPK dan bahan organic kotoran ayam yang sudah terdekoponsisi dengan migroorganisme yang terdapat dalam tanah. Penyulaman dan pengendalian terhadap gulma disekitar tanaman jagung. Persiapan Media Pembersihan lahan sebagai tempat meletakkan media tanam dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2010.3. Penanaman Setelah semua media siap. dengan membersihkan lahan yang akan dikelola dari rerumputan dan kotoran yang lain.2. Pemeliharaan Pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman. serta membersihkan semua gulma yang ada pada disekitar lingkaran lahan yang kami tanaman polybag tanaman jagung. pupuk PK. masing-masing polybag diberi perlakuan yang berbedabeda.5.4.4. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditaburkan melingkar dengan jarak 5-7 cm dari tanaman utama. Setelah semua polybag terisi penuh dengan tanah ultisol .4. –NPK = tidak diberi pupuk sama sekali (control) 3. Sebelumnya sebelum kami melakukan penanaman jagung . dan tanpa diberi pupuk (–NPK). ditepi polybag sebanyak satu tutup botol air mineral untuk masing-masing pupuk. pupuk NP. Maka dari itu bapak irianto menyarankan kami untuk merubah komuniti tanaman kedelai menjadi tanaman jagung. yang pertama kali kami tanam adalah tanaman kedelai.4. yakni pada tanggal 30 Oktober 2010 dengan menanam 3 benih jagung pada masing-masing polybag. Setelah itu dilakukan pengisian media tanam yang menggunakan tanah ultisol ke dalam polybag ukuran 15 X 20 yang kualitas polybeagnya 5 kg sampai penuh sebanyak lima polybag masing-masing kelompok . Pelaksanaan 3.1. 3. tetapi setelah 2-3 hari tanaman kami tadi sudah terserang hama. pupuk NK. . maka dilakukan penanaman benih jagung manis pada masing-masing media.

Untuk membantu pengukuran. baik yang masih hijau maupun yang sudah mati (gugur).2. Tinggi tanaman Pengamatan tinggi tanaman dilakukan setiap minggunya. 3.Penyulaman dilakukan setelah tanaman berumur 1 minggu atau pada tanggal 5 November 2010 dengan meninggalkan 1 tanaman per polybag. Penyiraman disesuaikan dengan kondisi curah hujan yang terjadi pada saat penanaman. Luas daun dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Luas daun = panjang × lebar × Konstanta . dengan memakai dan pengukuran dilakukan dengan menggunakan meteran 3 M. seringnya turun hujan dalam frekuensi yang sering dan volume yang banyak maka penyiraman jarang dilakukan. Variabel yang Diamati 3. 3. digunakan patokan dari ajir yang memiliki kedalaman 2 cm . 3. Pengamatan dilakukan setiap minggunya mulai dari minggu kedua setelah HTS memasuki fase generatif. Karena pada saat penanaman.3.5. Total luas daun Pengamatan total luas daun dilakukan dengan mengukur panjang dan lebar daun yang sudah terbuka sempurna dan masih berwarna hijau. Jumlah daun Pengamatan jumlah daun dilakukan dengan menghitung semua daun yang sudah terbuka sempurna. Mulai dari minggu kedua HTS sampai tanaman memasuki fase generatif.1. Namun tetap saja dilakukan jika hari tidak hujan.5.5.5. Pengendalian gulma disekitar polybag dilakukan setiap minggunya atau dilakukan pencabutan gulma secara manual hingga tanaman memasuki fase generatif.

Jumlah daun Tabel 2. Pengamatan jumlah daun tanaman jagung (helai) Minggu KePerlakuan 1 2 3 4 5 6 7 .1. Pengamatan tinggi tanaman jagung (cm) Perlakua 1 n NP 24 PK 29 NK 22 NPK+BO 32 – NPK 34 2 38.dimana.1. Konstanta (K) luas daun tanaman jagung adalah 0. Setelah itu luas daun pada setiap tanaman dijumlahkan sehingga didapatkan total luas daun per tanaman. Tinggi tanaman Tabel 1. Penampakan visual Selain pengamatan kuantitas seperti di atas.5 3 69 74 69 64 78 Minggu Ke4 110 114 108 111 110 5 138 147 136 129 134 6 150 166 161 138 150 7 162 251 192 149 180 4. Hasil 4.4.1 38 69 79 46. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 3.5.75. Penampakan visual yang diamati adalah penampakan gejala-gejala defisiensi unsur hara pada masing –masing perlakuab pada tanaman tersebut.2.1.1. pengamatan kualitas juga dilakukan dengan melihat penampakan visual pada tanaman jagung.

55 2227.28 776.4.74 2 106 119 138. sedangkan daun ketiga terdapat bintik-bintik karat.3.49 18. Dan pada minggu ke kelima daun keempat dan daun kelima terdapat bercak-bercak kasar.6 135.dan pada daun kedelapan terdapat lubang pada permukaan daun.4 445.1 6 7 4694. dan daun ketiga terdapat bintik putih pada permukaan daun.43 2297.91 1037. tanaman .2 131.83 2202.81 2691.serta daun ke -8 terdapat lobang pada permukaan daun.1.NP PK NK NPK+BO – NPK 2 2 2 2 4 4 4 4 5 6 5 6 6 6 7 7 8 6 6 10 8 8 8 10 13 12 10 11 15 16 16 15 15 16 4. Pengamatan total luas daun tanaman jagung (cm2) Perlakua n NP PK NK NPK+BO – NPK 1 20.92 19. Pada mingggu keenam daun 1 sampai keempat sudah layu. Sedangkan daun 5 dan 6 patah.71 17.88 3013.38 3119. Pada minggu keempat dau pertama dan daun kedua sudah layu.89 1524.9 605 Minggu Ke4 5 1203.75 2079.41 1339.27 3802.8 512 439. pada minggu kedua daun pertama mulai menguning pada ujung daun serta terdapat bintik-bintik putih pada permukaan daun.86 4.92 4100. daun seluruhnya berwarna Pucat.73 1054. ujungnya terdapat kuning kecoklatan .5 24.9 3 596. Dan pada minggu terakhir daun ketujuh terdapat bercak-bercak seperti karat. Total luas daun Tabel 3.38 3418.Perlakuan NP Pada pengamatan minggu pertama ini tanaman tidak memperlihatkan efesiensi atau gejala yang tampak oleh kekuranagan unsure hara. serta tengah daunnya terdapat biktik putih. Pada minggu ketiga daun pertama sudah layu.68 3811.66 2187. sedangkan daun kedua terdapat bintik-bintik kuning pada ujung daun. Sedangkan diantara tengah daun kelima terdapat bercak-bercak kuning. Penampakan visual 1.51 3587.1.

Sedangkan pada minggu ke dua . pada minggu ini polong baru muncul. Sedangkan mingggu terakhir terdapat daun ketujuh mengalami bagian ujungnya menguning sedangkan daun kedelapan terdapat bintik-bintik kuning dan terdapat lobang pada permukaan daun. warna keseluruhan daun pucat. Sedangkan minnngu selanjutnya daun pertama dan keempat sudah layu. sedangka daun keenam terdapat lobang pada permukaan daun. ketiga terdapat bintk-bintik kuning pada ujung daun. batang tanaman keseluruhan berwarna kuning muda. sedangkan minggu keempat daun pertama layu . Perlakuan NK Pada minggu pertama tanaman belum memperlihatkan gejala efesiensi terhadap unsure hara. Perlakuan NPK+BO . daun kelima patah . 2. Daun ketiga menguning . Sedangkan pada minggu keempat daun ketiga menguning dan pada ujung daunnya menggulung. daun kedua separuh permukaan daun menguning. dan daun ketujuh dan kedelapan terdapat bercak-bercak kuning pada tengah daun. sedangkan daun kedua hampir sama dengan daun pertama serta daun ketiga.daun pertama menguning. Pada minggu selanjutnya daun pertama terdapat bintik-bintik kuning pada ujung daun . Perlakuan PK Pada minggu ini tanaman baru menampakkan efesiensi terhadap kekurangan unsure hara pada minggu ke dua. Pada minggu selanjutnya tanamn sudah mengeluarkan tongkol. dan batang pada bagian ujung agak pucat. sedangkan daun keempat dan daun kelima daun patah dan tengahnya ujung menguning.sedangkan pada minggu kelima efesiensinya sama seperti minggu keempat. tepi daun ketiga terdapat bintik-bintik kuning. Pada saat minggu ini tanaman sudah mengeluarkan tongkol. 4. daun pertama menguning sedangkan pada daun ketiga terdapat bintik-bintik kuning.keseluruhan berwarna hijau tua. pada minggu selanjutnya daun 1-6 layu. 3. Sedangkan pada minggu selanjutnya daun pertama dan kedua .

sedangkan minggu kedua daun pertama sudah layu. Kurva pengamatan tinggi tanaman jagung . serta terdapat warna putih pada tengah-tengah daun.2. sedangkan daun kesepuluh terdapat lobang pada permukaan daun. tanaman sudah mengeluarkan 2 tongkol. Pada minggu terakhir pada daun kedelapan tepi daun menguning. dan daun keempat terdapat bercak-bercak kasar. sedangkan daun kedua terdapat garis-garis putih pada permukaan daun. dan daun ketiga terdapat sedikit bintik-bintik putihnya.Pada mingggu kedua daun pertama terdapat bintik-bintik putih pada permukaan daun. daun kedua terdapat bintikbintik putih pada tengah daun. warna keseluruhan tanaman normal.1. sedangkan pada daun keempat terdapat bintik-bintik putih pada tengah daun.2.tanaman sudah mengeluarkan tongkol 5.. Perlakuan -NPK Pada minggu pertama daun pertama terdapat bercaj-bercak kuning pada ujung daun. batang berwarna hijau . Sedangkan minggu terakhir daun 7 terdapat bintik-bintik kuning . Sedangkan daun kelima patah. Dan pada minggu ketiga daun 1-2 layu. Pada minggu selanjutnya semua daun hampir sama dengan minggu sebelumnya . sedangkan pada daun kedua terdapat bintik-bintik putih pada permukaan daun. Pengamatan pertumbuhan tanaman jagung Gambar 1. Sedangkan minggu selanjutnya daun perama sampai ketiga terdapat bintik-bintik kuning pada ujung daun. 4. dan pada daun keempat patah. Pembahasan 4.

Pertambahan tinggi tanaman tersebut membentuk kurva sigmoid yang berbentuk huruf S. terlihat bahwa tinggi tanaman jagung terus bertambah setiap minggunya. Dan potensi pertumbuhan terendah ditunjukkan oleh tanaman dengan perlakuan –NPK dikarnakan didalamkandungan tanah ultisol ini miskin akan unsure hara. Dari kurva di atas. Kurva pengamatan jumlah daun tanaman jagung .Kurva tersebut merupakan kurva pengamatan tinggi tanaman jagung yang diberi perlakuan pupuk berdasarkan data pada tabel 1. Dan terlihat perlakuan pupuk PK memberikan potensi pertumbuhan terbaik yang ditandai dengan tanamannya yang paling tinggi. Gambar 2.

Dari kurva tersebut dapat dilihat bahwa jumlah daun pada tanaman jagung terus bertambah secara nyata (significant) dari minggu ke minggu. . Serta tanaman yang diberi perlakuan –NPK menunjukkan pada minggu terakhir akan menurun peningkatan jumlah daunya.Kurva di atas merupakan kurva pengamatan jumlah daun tanaman jagung yang diberi perlakuan pupuk berdasarkan data pada tabel 2. Pertambahan jumlah daun dalam hal ini dinilai sangat penting karena daun berperan sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis yang dapat menghasilkan gula sebagai bahan baku untuk melakukan pertumbuhan tanaman jagung tersebut. Dan sampai pengamatan terakhir. Dan dengan pertambahan jumlah daun yang signifikan akan mempengaruhi laju pertumbuhan pada bagian yang lain juga. tanaman jagung dengan perlakuan pupuk NP menunjukkan potensi terbaik pada pertambahan jumlah daunnya. Gambar 3. Kurva pengamatan total luas daun .

sehingga tanaman tersebut berpotensi paling baik dalam pertumbuhannya. karana tanama jagung ini merupakan tanaman C4 harus banyak menerima intensitas matahari.Kurva di atas merupakan kurva pengamatan total luas daun pada tanaman jagung yang diberi perlakuan pupuk berdasarkan data pada tabel 3. Dengan bertambahnya jumlah daun pada tanaman. data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan sidik ragam dan untuk melihat perbedaan . maka otomatis luas daunnya juga bertambah. Luas daun berhubungan baik dengan jumlah daun pada tanaman jagung. Hal ini mempengaruhi proses fotosintesis tanaman sehingga berpengaruh pula pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Semakin luas area permukaan daun. Dari kurva di atas terlihat tanaman jagung dengan perlakuan pupuk NP memiliki total luas daun yang tertingi. maka intensitas cahaya matahari yang dapat diserap tanaman semakin banyak pula. 4. Analisis data Untuk melihat perlakuan yang diamati.2.2.

8 2 30. terlihat bahwa tinggi tanaman jagung yang diukur tidak berbeda nyata (nonsignificant) terhadap kelompok (Fhitungsignificant) terhadap perlakuan yang diberikan (Fhitung>Ftabel 5%). Analisis ragam tinggi tanaman jagung SK DB JK 5.58 F 0.16 2.96% adalah error penelitian.32 KT 20.64 .72 517. sedangkan sisanya 16.51ns SK Kelompok Perlakuan DB 9 4 JK 188.636.87 18.116.25ns 3. diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.840.638.87 7.25 32.94* * 2.5 Kelompok 9 Perlakuan 4 Galat Total 36 49 2. Dari hasil analisis ragam tersebut dapat dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5 % yang menghasilkan nilai BNT0.98 7.69* F 0.64 Keterangan : ns = nonsignificant (tidak berbeda nyata) * = significant (berbeda nyata) Koefisien Keragaman (KK) = 16.5 2.16 2.96 % BNT(α=0.00 KT 648. Dari analisis ragam yang dilakukan. Sumbangan perlakuan terhadap tinggi tanaman sebesar 83.67 F hitung 1.04%.909.65.05) = 20. Analisis ragam jumlah daun tanaman jagung F hitun g 6.antar perlakuan diuji dengan menggunakan uji BNT pada taraf 5 %.99 1.65 Dari hasil analisis di atas.05 = 20. Tabel 5.

385.487. Analisis ragam total luas daun tanaman jagung Keterangan : ** = highly significant (berbeda sangat nyata) Koefisien Keragaman (KK) = 42.63% adalah error penelitian.Galat Total 36 49 108.21 % BNT(α=0.0 2 3.02 Keterangan : ns = nonsignificant (tidak berbeda nyata) ** = highly significant (berbeda sangat nyata) Koefisien Keragaman (KK) = 19. Sumbangan perlakuan terhadap jumlah daun tanaman sebesar 80.671.5 29.58.685.5 18.774 97.64 Tabel 6. perlakuan yang diberikan tidak mempengaruhi atau tidak berbeda nyata (nonsignificant) terhadap jumlah daun. sedangkan sisanya 19.16 5.37%.05) = 819.58 Dari hasil analisis di atas. Namun.72** 2.97 .63 % BNT(α=0. Dari hasil analisis ragam tersebut dapat dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5 % yang menghasilkan nilai BNT0.460.682.8 8 328.389.72** 2.271. terlihat bahwa jumlah daun tanaman jagung yang dihitung berbeda sangat nyata (highly significant) terhadap kelompok (Fhitung>Ftabel 1%).832 816.5 49.05 = 1.478.914 4. F F hitung SK Kelompok Perlakuan Galat Total DB 9 4 36 49 JK KT 0.144 5.5 6.05) = 1.

c. Pertumbuhan terbaik ditunjukkan oleh tanaman yang diberi pelakuan pupuk N dan P.79%. sedangkan sisanya 42. b. dan akhirnya mati serta muncul bercak-bercak dan garis belang-belang pada daun.97. terlihat bahwa total luas daun tanaman jagung yang dihitung berbeda sangat nyata (highly significant) terhadap kelompok maupun perlakuan yang diberikan (Fhitung>Ftabel 1%).Saran .21% adalah error penelitian.Dari hasil analisis di atas.2. Maka dari itu dapat diambil kesimpulan bahwa untuk tanaman jagung yang paling penting untuk pertumbuhan adalah pupuk N dan P. kering. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 4. P.1. Unsur hara esensial khususnya unsur hara makro seperti N. Dari hasil analisis ragam tersebut dapat dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5 % yang menghasilkan nilai BNT0.05 = 819. maka dapat disimpulkan bahwa : a.Dari masing-masing perlakuan Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas. Tanaman yang kekurangan unsur hara akan menunjukkan gejala-gejala defisiensi seperti daun menguning (necrosisis). 4. Sumbangan perlakuan terhadap jumlah daun tanaman sebesar 57.Kesimpulan Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peranan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays) dan juga untuk melihat gejala-gejala defisiensi unsur hara pada tanaman jagung. dan K serta bahan organik ternyata berperan penting bagi pertumbuhan tanaman jagung karena sebagai (nutrien) bagi tanaman itu sendiri untuk proses metabolisme. d.

blogspot. . sangat rentang sekali terhadap beberapa faktor-faktor yang sangat sensitif di antaranya adalah adalah unsur hara. P. Keenambelas unsur hara tersebut terbagi kedalam dua bagian besar yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. berkembang dan berproduksi sampai menyelesaikan suatu siklus hidup dengan sempurna biasanya membutuhkan enam belas unsur esensial. Bahan Organik. 2010.html Ir. Unsur hara makro (N. Cu. Fakultas Pertanian Universitas Jambi. M. Unsur hara makro terdiri dari 9 unsur sedangkan unsur mikro atau trace element terdiri dari 7 unsur. 2009. Kami berharap agar di adakan praktek kunjungan di tempat-tempat tertentu untuk mengetahui efesiensi terhadap penggunaan pupuk.Namun dalam praktikum ini belum dapat diketahui dosis pupuk yang tepat untuk pertumbuhan tanaman yang baik. Mn. Hermawati Tiur. http://lestarimandiri.com/2011_01_01_archive.wordpress. Ketersediaan Dan Siklus Hara Nitrogen Serta Cara Untuk Mempertahankannya. Oleh karena itu disarakan untuk melakukan praktikum selanjutnya yang berhubungan dengan dosis pemberian pupuk yang tepat bagi pertumbuhan tanaman jagung.1 Latar Belakang Tanaman merupakan suatu tumbuhan yang di kelola manusia yang berguna untuk mengambil hasilnya atau sering juga disebut budidaya pertanian. Fungsi Unsur Hara. Fotokopian Kuliah Budidaya Tanaman Pangan Utama “ Jagung (zea mays )”. Di antara aspek-aspek yang di sebutkan diatas yang perlu di perhatikan adalah ketersedian unsur hara di dalam media tanam. Jambi. http://acehpedia. http://handiri. PENDAHULUAN 1. tanaman dll. Suatu tanaman dapat tumbuh. 2008. dan Cl). Mo. Mg.org/Fungsi_Unsur_Hara Handiri. Dari Wikipedia bahasa Indonesia.html BAB 1.com/2010/10/25/ketersediaandan-siklus-hara-nitrogen-serta-cara-untuk-mempertahankannya/ Lesman. B. Fe. iklim. Dalam kegiatan budidaya tanaman. Ca. ensiklopedia bebas http://ikbalcowok.org/id/pupuk-organik/92-pupukorganik/156-bahan-organik. 2010. dan S) dan unsur mikro (Zn. DAFTAR PUSTAKA Anonim.Si. Yang bisa bermanfaat bagi adek-adek junior yang mengontrak matakulyah ini. K.

Mn. perkembangan da produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah. Kekurangan Boron (B) saat perkecambahan benangsari pada saat fertilisasi menurunkan jumlah biji bernas. 1988).2 Tujuan Untuk mengetahui gejala defisiensi dan kelebihan nsur hara tertentu pada tanaman. yang menyebabkan terjadinya pengendapan unsur mikro tersebut. Pengapuran juga mempengaruhi ketersediaan unsur hara mikro seperti Fe. terutama unsur mikro (3) mempertahankan keseimbangan ion yaitu antara kation-kation bervalensi satu dan dua (4) dalam sistem oksidasi-reduksi karena sifat valensinya yang dapat berubah. Unsur hara di dalam tumbuhan memiliki peranan diantaranya (1) sebagai penyusun molekul organik yang komplek. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan. 9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai unsur -unsur esensial. Mn. terutama dalam makro molekul (2) membantu peran enzim. Pertumbuhan. dan kebanyakan kation ini berada dalam bentuk yang dapat dipertukarkan dan dalam fraksi organik (Sims. 1986). Penambahan kapur dapat menurunkan kelarutan unsur mikro karena terjadi peningkatan pH.. Untuk praktikum kali ini akan menggunakan indikator hara mikro zn terhadap pertumbuhan terong. TINJAUAN PUSTAKA Ketersediaan unsur hara mikro (Cu dan Zn) dalam larutan tanah relatif tinggi pada pH yang rendah. Pengapuran yang berlebihan dapat menyebabkan tanaman mengalami kekurangan unsur mikro. Molibdenum (Mo) yang disemprotkan melalui pupuk daun dapat menanggulangi turunnya produksi benih. Mineral dalam bebatuan terlarut. b. kecuali unsur N yang berasal dari bahan organik.   BAB 2. mendekatkan enzim dan substrat dalam pembentukan komplek enzim-substrat. Suplai unsur hara dari bahan mineral untuk tanaman secara alami cukup bagi pertumbuhan tanaman secara normal. perkembangan dan produksi suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Cu dan Zn.Secara umum semua unsur hara bersumber dari bebatuan induk tanah/mineral-mineral. ternyata sangat penting untuk produksi benih. Unsur hara mikro yang selama ini belum terperhatikan. terutama Fe. ada tiga kriteria yang harus dipenuhi sehingga suatu unsur dapat disebut sebagai unsur esensial: a. Unsur tersebut diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus hidup tanaman secara normal. Diantaranya 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi. Keduanya berpengaruh terhadap terhambatnya pembungaan dan pembentukan biji. Cu dan Zn karena peningkatan nilai pH tanah mengakibatkan bentuk kation berubah menjadi hidroksida yang tidak larut (Nyakpa et al. Ke-16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makro dan 7 unsur mikro. unsur hara terbebas dan tersedia bagi tanaman. Terlebih lagi benih-benih yang diproduksi pada kondisi kekurangan B mempunyai daya tumbuh yang rendah dan banyak menghasilkan kecambah yang tidak normal. Unsur tersebut memegang peran yang penting dalam proses biokhemis tertentu dalam tubuh . 1. ternyata baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna.

Kadar hara dalam tanaman biasanya menurun sejalan dengan pertumbuhan dan apabila penurunan ini cukup banyak maka laju pertumbuhan menjadi kurang daripada tanaman yang berkadar hara lebih tinggi. Tanaman tingkat tinggi membutuhkan 3 jenis hara esensial yang terdiri atas kelompok hara makro dan mikro. Diagnosis berdasarkan gejala visual di lapangan sangat komplek dan . yaitu pendekatan dengan diagnosis gejala visual dan analisis tanaman. udara dan unsur hara. makin berkuranglah pertumbuhan atau hasilnya dan makin besar kebolehjadian tanaman memperlihatkan tanggapan terhadap pemupukan. seng (Zn). Jadi dengan analisa jaringan orang dapat menduga apakah pengadaan hara dalam tanah sesuai dengan keperluan tanaman akan hara. Gejala defisiensi hara atau kahat hara secara visual umumnya telah cukup membantu dalam mendiagnosis gangguan hara. besi (Fe) dan mangan (Mn) merupakan beberapa contoh unsur hara mikro yang esensial bagi tanaman karena walaupun diperlukan dalam jumlah relatif sedikit tetapi sangat besar peranannya dalam metabolisme di dalam tanaman (Ginta. sedangkan kadar Zn dalam tanaman berkisar antara 20 ppm sampai 70 ppm (Napitupulu. Seng (Zn) berasal dari pelapukan mineral seperti Sithsonite. terikat dengan matriks tanah atau bereaksi dengan unsur-unsur lain. 2005). terutama bila dilakukan oleh ahlinya. dan lain-lain.seng (Zn) diserap oleh tanaman berbentuk ion Zn2+ dan dalam tanah alkalis mungkin diserap dalam bentuk monovalen Zn(OH)+ . Secara kuantitatif dapat dikatakan. 2008). Dengan analisa jaringan yang dirancang secara berulang sepanjang masa tumbuh tanaman. Tembaga (Cu). misalnya Zn-EDTA. 2006). Tanah merupakan suatu sistem yang kompleks. Adsorbsi Zn yang kuat dalam tanah dapat terjadi dengan adanya bahan organik dan mineral liat. meskipun pengelompokan tersebut masih diperdebatkan karena hara mikro tertentu dapat menjadi hara makro untuk tanaman lain. Kadar Zn dalam tanah berkisar antara 16-300 ppm. Seperti unsur mikro lain Zn dapat diserap lewat daun. bahwa kadar genting ialah suatu kadar hara yang menurunkan pertumbuhan tanaman sebanyak 10 % dibandingkan dengan pertumbuhan maksimum. Ion Zn yang terbebas mengalami proses yang lebih lanjut. Pelarutan mineral dapat terjadi secara alami. Seng (Zn) adalah unsur hara mikro esensial bagi mahluk hidup. orang memperoleh serentetan gambaran tentang keadaan pengadaan hara dalam tanah masing-masing saat selama musim tumbuh itu (Notohadiprawiro. c. Semua tanaman hijau memerlukan seperangkat dasar hara mineral yang sama dan berbagai unsur digunakan oleh tanaman yang berbeda untuk menghasilkan tujuan akhir yang sama. Di samping itu Zn diserap dalam bentuk kompleks-khelat. Peranan dari unsur tersebut dalam proses biokimia tanaman adalah secara langsung dan bukan secara tidak langsung. Diagnosis defisiensi hara pada tanaman dapat dilakukan dengan dua pendekatan.tanaman dan peranannya tidak dapat digantikan atau disubtitusi secara keseluruhan oleh unsur lain. Makin lama tanaman berada di bawah kadar genting dan makin awal hal ini terjadi pada musim tumbuh. Kadar hara yang menyebabkan laju pertumbuhan tanaman mulai menurun dibandingkan dengan tanaman yang mempunyai kadara hara lebih tinggi selagi faktor-faktor tumbuh lainnya berada dalam keadaan memuaskan dinamakan kadar hara genting (critical nutrient concennatrion). Apabila tanaman tidak menerima hara yang cukup maka pertumbuhannya akan lemah dan perkembangannya tampak abnormal. berperan sebagai sumber kehidupan tanaman yaitu air.

herbisida bila diaplikasikan pada tanaman walau tidak menimbulkan phytotoxic. Insekta pengisap maupun perusak daun dan jamur parusak akar . ZnSO4. dan O diperoleh dari air dan udara. Sebaliknya tanaman memberikan masukan bahan organik melalui serasah yang tertimbun di permukaan tanah berupa daun dan ranting serta cabang yang rontok.H2O 1. Hara Zn. membutuhkan unsur hara Zn dan asam-asam amino. pertumbuhan akar. parthenocarpy.542 g. P. dan K diperlukan dalam jumlah lebih banyak dan sering kekurangan. tetapi tetap menimbulkan luka. terutama tampak diujung pertumbuhan mengalami klorosis. phototropisme. Zn. NaH2PO4.sulit.006 mg. Hara N. dan sebagai pembentuk enzym dalam bio sintesa protein.H2O 40. H3BO4 1. rozete. Mo. pembentukan callus bila ada luka dan respirasi. merupakan penghambat produksi yang perlu dicermati bila tanaman mengalami kekahatan.5H2O 3. tanaman akan mensintesa lagi. Zn penting dalam bio sintesa tryptophan sebagai bahan pembentuk phytohormon Indole Acetic Acid (IAA=Auxin). et al.kelembaban tanah dan aerasi. CaCl2 11. B. BAB 3 METODELOGI 3. dan sifat fisik maupun kimia tanah (Sirappa. dan Cl diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit. Tanda-tanda kekahatan Zn. 3. CuSO4 0. 2002). Hara Fe. MnSO4.000255 mg.00 WIB. apical dominansi. disebut hara mikro. Unsur C. Bagian akar tanaman memberikan masukan bahan organik melalui akar-akar dan tudung akar yang mati serta dari eksudasi akar (Widjaja.4H2O 0.1 Waktu Pelaksanaan Praktikum Identifikasi Gejala Defisiensi Dan Kelebihan Unsur Hara Mikro Pada Tanaman ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jember pada tanggal 16 April 2011 pukul 14.608 mg. Jadi fungsi Zn tidak lepas dari fungsi Auxin yaitu untuk pengembangan sel. dan masing-masing senyawa . hidrolisis glucosa untuk energi respirasi. Akibatnya Zn akan mengalami kekahatan yang diperparah dengan mudah-nya unsur Zn ini tercuci ditanah. 2007). Larutan Yoshida dengan komposisi: NH4NO3 22. Salah satu metode untuk menentukan unsur hara esensial bagi tanaman adalah dengan menganalisis secara kimia semua unsur yang dikandung oleh tumbuhan sehat (Wijayani. Mn.1434 mg. Hara Ca. fungisida.78 g. 1996). juga insektisida. suhu tanah. Mg. Cu. (NH4)6Mo7O24..098 g.868 g. H. sehingga disebut hara primer.2 Bahan dan Alat 1. Di Indonesia Zn merupakan faktor penghambat produksi yang paling tinggi (Lahuddin. sehingga kandungan auxin berkurang. Luka ini akan memacu timbulnya callus yang membutuhkan auxin.772 g. 2004). Hara primer dan sekunder lazim disebut hara makro. terutama bila kejadian kahat lebih dari satu hara mineral secara simultan atau kahat hara tertentu bersamaan dengan toksik hara yang lain.4H2O 2. pertumbuhan pucuk dan akar sangat terhambat. KCl 15. MgSO4. geotropisme. dan S diperlukan dalam jumlah sedang dan disebut hara sekunder.253 g. Beberapa faktor yang mempengaruhi ketersediaan hara dalam tanah untuk dapat diserap tanaman antara lain adalah total pasokan hara. baik lukan mikroskopis maupun makroskopis. Proses-proses metabolismee dalam tubuhnya.

3 Cara Kerja 1. Beaker glass 5. 2. Menyiapkan polibag yang telah dilubangi bagian bawahnya. 5.5 +Zn 1 4 6 7 8 9 2 6 7 8. 4.5 7. Mengatur kecepatan tetesan agar tanaman tidak kekurangan maupun kelebihan. Menyiapkan larutan Yoshida yang diambil dari larutan stok. Gelas ukur 9. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.18H2O. Melakukan pengetesan pH 4. sedangkan untuk perlakuan kelebihan melakukan dengan menambah salah satu unsur yang diidentifikasi. Melakukan pemberian larutan nutrisi dengan metode tetes menggunakan botol infus. 6. Bibit terong 11. Menyiapkan bibit tanaman dan mencuci akar sampai kotoran hilang.1 Hasil Tabel tinggi tanaman terong (1 minngu sekali) Perlakuan Ulangan Hari ke0 14 21 28 35 -Zn 1 4 5 6. 3.5 pada cairan nutrisi sebelum memberikan pada tanaman. BAB 4. Melakukan pemeliharaan dan pemberantasan hama dan penyakit yang mungkin menyerang. Botol suntik 4.5 9 10.5 7 8 2 4 5 6 7 8.5 7 8 10 Tabel jumlah daun tanaman terong (3 hari sekali) Perlakuan Ulangan Tanggal Rata-rata . Aquadest 3.5 8 9 2 5 5. menanam bibit yang telah disiapkan ke dalam polibag. untuk perlakuan defisiensi melakukan dengan mengurangi salah satu unsure yang akan diidentifikasi. Al2(SO4)3. Pasir steril 3. 7. 2. Batang pengaduk 10. Erlenmeyer 7. Polibag (60 x 40 cm) 6.5 Kontrol 1 5 5. Pipet volume 8. kemudian mengisi dengan pasir steril.dilarutkan 1 liter aqiadest.

2 Pembahasan .3 +Zn 1 5 6 7 6 6 5 5 6 6.5 Kontrol 1 5 6 7 7 6 8 8 5.8 2 6 6 6 7 8 9 9 4.5191667 Kontrol 1 253.7373424 2 325.24 27 30 3 6 9 12 15 -Zn 1 6 6 6 7 8 8 8 4.4 2 6 6 7 5 4 4 4 6.0743085 2 309.6 5.3 Tabel jumlah daun segar tanaman terong (3 hari sekali) Perlakuan Ulangan Tanggal 24 27 30 3 6 9 12 15 -Zn 1 2 2 3 4 5 3 3 3 244654220 +Zn 1 4 5 4 4 3 2 2 2 244233440 Kontrol 1 4 4 4 4 5 3 3 5 233345445 Tabel jumlah daun kuning tanaman terong (3 hari sekali) Perlakuan Ulangan Tanggal 24 27 30 3 6 9 12 15 -Zn 1 4 4 3 3 2 5 5 3 222110223 +Zn 1 1 1 3 3 1 3 3 2 223550224 Kontrol 1 1 2 3 3 0 5 5 0 233331552 Perlakuan ulangan Kandungan klorofil -Zn 1 425.9378283 2 318.3 4.5378784 Pengamatan jumlah klorofil pada tanaman terong.25 2 6 7 7 6 6 6 6 6.   4.6043967 + Zn 1 283.

pembentukan bakal buah terhambat atau tanaman tdak dapat sama sekali berbuah.mengatur pembentukan asam yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman. Pengaplikasian tembaga sangat aman diberikan lewat penyemprotan pupuk daun karena pada tanah organic seperti gambut. ruas pada bagian pucuk lebih pendek. sedangkan kebutuhan normal tanaman 25-125ppm. dan pembentuk beberapa enzim. dan sebagai salah satu elemen dalam proses pembentukan vitamin A dan secara tidak langsung berperan dalam pembentukan klorofil. pertumbuhannya akan tertekan kemudian berubah memutih. lembaran daun menjadi kuning/pucat. tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan prosesproses dalam tumbuhan di antaranya adalah 1. Dalam jumlah tertentu besi menjadi racun bagi tanaman.Unsur hara mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit . jika terjadi kelebihan sedikit saja tanaman akan keracunan . 4. katalisator dalam proses pernapasan dan perombakan karbohidrat. muncul bintil-bintil kuning disetiap lembaran daun dan akhirnya mati sehingga pertumbuhan tanaman terhenti. tembaga terikat sangat kuat sehingga tidak dapat dikomsumsi oleh makanan. Molibdenum (Mo) Molybdenum berfungsi seperti Cu. Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil . unsur ini beperan sebagai aktfiator enzim dalam proses penyimpanan cadangan makanan. Gejala kekurangan seng dapat menyebabkan klorosis.5 ppm sedang kebutuhan normal pada tanaman 0. Unsur seng didalam tanaman tidak dapat dipindahkan dari jaringan tua ke jaringan yang muda sehingga gejala defisiensi akan terlihat lebih awal pada daun muda. Bayam dan bawang adalah jenis tanaman yang sangat peka kekurangan Mo. selain itu besi berfungsi sebagai aktifator dalam proses biokimia didalam tanaman. Gejala kekurangan unsur Mo yakni daun berubah warna keriput dan melengkung seperti mangkok. 3. Kegunaan seng sangat penting antara lain sebagai katalisator dalam pembentukan protein. pembentukan warna kuning diantara tulang daun. Seng (Zn) Kebutuhan seng sangat kecil. Ketersediaan Mo dalam tanah antara 0.kemudian diikuti kematian pada jaringan daun. berperan pada proses-proses fisiologis tanaman seperti proses pernapasan. Gejala kekurangan besi pada tanaman dapat menimbulkan korosi. Ketersediaan seng dalam tanah 1-20Ppm. Dan kebutuhan normal tanaman berkisar 40-250ppm. ukuran menjadi lebih kecil. Besi (Fe) Unsur besi dibutuhkan dalam jumlah sedikit dan sangat dibutuhkan tanaman dalam pembentukan klorofil. . Kekurangan Cu pada padi ditunjukan lewat daun muda yang memutih dengan ujungnya yang mengering. sempit dan menebal.1-4 ppm dan kebutuhan normal tanaman berkisar antara 5-20 ppm. Gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan Cu yaitu daun muda akan menguning. Besi tersedia dalam tanah berkisar 2-150ppm. Tanaman yang memasuki fase generatif sangat memerlukan besi.Tembaga (Cu) Tembaga diserap tanaman dalam bentuk ion Cu2+ atau Cu 3+.05-0. 2. berperan sebagai pengikat nitrogen yang bebas diudara untuk pembentukan protein dan menjadi komponen pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman.2-1 ppm. Ketersediaan Cu pada tanah yang normal 0. sementara itu daun-daun tua akan gugur.

Fungsi Zn antara lain : pengaktif enim anolase. Fungsinya adalah berperan dalam pembentukan dinding sel. di gunakan dalam proses pernapasan dan fotosintesis. histidin deaminase. batang dari tanaman kaku menjadi pecah-pecah/retak. Gejala Kekurangan.. Zn diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn ++ dan dalam tanah alkalis mungkin diserap dalam bentuk monovalen Zn(OH)+.Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan .5. Gejala Kekurangan berupa daun akan tampak berwarna gelap dan muda. Zn diserap dalm bentuk kompleks khelat. Zn dapat diserap lewat daun. daun yang tidak begitu tua pada tulang – tulang – tulang daunnya menguning namun daunnya tetap berwarna hijau. wellemit (ZnSiO3 dan ZnSiO4). pertumbuhan kerdil dengan ruas-ruas yang pendek dan dapat juga berhenti pertumbuhannya. pertumbuhan rata-rata tanaman merosot. zinkit (ZnO). Boron (B) Tanaman menyerap Boron dalam bentuk ion BO33-. gejala dapat dilihat pada daun dengan tanda-tanda yang mengering dan kurus. Mineral Zn yang ada dalam tanah antara lain sulfida (ZnS). daun layu dan berwarna kuning. Zn dalam tanah terdapat dalam bentuk Sulfida (ZnS) atau Calamine (ZnCO3). Seperti unsure mikro lain. 7. Gejala kekurangan Cl biasanya menimbulkan pertumbuhan akar yang tertekan. karbon anhidrase. Selain itu. Kadr Zn dalam tanah berkisar antara 16-300 ppm. Zn memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut: Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan. apabila temperatur tinggi dan tanaman kekurangan B dapat menyebabkan kelopak bunga menjadi pecah (calyx splinting) atau dapat juga sebagai akibat perbedaan temperatur udara siang dan malam terlalu tinggi (lebih dari 10°C). Tanaman terong yang mengalami kekurangan unsur Zn pada bagain dauan mengalami klorosis disekitar tulang daun dan daun berbentuk lebih sempit. 6. misalnya Zn-EDTA. tetapi harus tersedia untuk pertumbuhannya. aldolase. Boron adalah unsur hara yang bersifat immobil. lesitimase. Di samping itu. asam oksalat dekarboksilase. spalerit [(ZnFe)S]. pada daun – daun Perlakuan + Zn menunjukkan gejala pada tanaman terong berupa pada bagian daun yang tua mengalami kekuningan namun tidak terjadi klorosis. keberadaannya tidak dihasilkan dari metabolisme tanaman. Juga berperan dalam biosintesis auxin. dan pertumbuhan tanaman terhambat.sistein desulfihidrase. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis. pemanjangan sel dan ruas batang. ujung daun menjadi coklat. proteinase dan peptidase. super okside demutase (SOD). walaupun B merupakan unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Apabila kadar Mn berelebihan bagi tanaman dapat menyebabkan keracunan. berperan dalam proses fotosintesis. dehidrogenase. sedangkan kadar Zn dalam tanaman berkisar antara 20-70 ppm.dan fungsi lain berkaitan dengan pengaturan tekanan osmosis didalam sel tanaman. Sifat dari Mangan adalah immobile. pembentukan buah. Mangan (Mn) Mangan diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Mn2+ dan juga dalam bentuk kompleks organik. Daun yang berwarna kuning dimulai dari daun tua kemudian mengalai pengguguran namun pertumbuhan tanaman perlakuan + Zn lebih baik dari pada – Zn. Fungsi adalah berfungsi dalam pembelahan sel. pembentukan titik tumbuh dan penting dalam penyerbukan. perkembangan kuncup akan mengalami kegagalan. dalam tanaman bersifat tidak mobil. Clorida Unsur ini diserap tanaman dalam bentuk ion Cl. . smithzonte (ZnCO3).

Tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang mempunyai daya ekspresi atau gejala yang tinggi terhadap defisiensi hara. Lahuddin. Unsur hara mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit. DAFTAR PUSTAKA Ginta. Unsur Hara Mikro Yang Dibutuhkan Tanaman. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang mempunyai daya ekspresi atau gejala yang tinggi terhadap defisiensi hara. Sedangkan unuk jumlah daun tanaman secara rata-rata juga hasil paling banyak adalah pada perlakuan +zn dengan jumlah rat-rata 6. menguning hingga timbul lubang-lubang. Hal ini dikarenakan sifat yang di bawa terong sendiri dimana berasal dari genus yang sangat peka terhadap adanya defisiensi hara. daun juga banyak mengalami pecah-pecah dan timbulnya lubang-lubang pada daun.ugm. Dari data yang di peroleh diketahui bahwa tinggi tanamam menunjukan pertumbuhan paling baik yaitu pada perlakuan +zn akan tetapi daun berwarna kuning dan tidak segar. Tanaman terong sangat rentang terhadap atau sensitif terhadap kekurangan unsur hara. www.doc. J.1 Kesimpulan 1. Untuk gejala visual yang muncul pada terong yang di amati daun terong banyak berwarna kuning pada perlakuan +zn dan –zn. Diakses pada tanggal 10 Mei 2010. Selain itu daun juga mengalami pengerintingan sehingga sangat jelas terlihat tidak normal.25. terutama hara mikro.ac. Medan: USU . KESIMPULAN DAN SARAN 5. Ikut berperan dalam pembentukan IAA dalam tanaman. Akan tetapi daun yang tumbuh dilihat dari data yang diproleh daun segar hanya 2 daun. Hal ini dikarenakan sifat yang di bawa terong sendiri dimana berasal dari genus yang sangat peka terhadap adanya defisiensi hara. Hal ini sangat jauh dengan perlakuan kontrol dimana jumlah daun segar mencapai 5 daun di masing-masing perlakuan.pertumbuhan biji/buah. Terong akan sangat peka dengan menunjukan gejala-gejala gangguan fisiologis misalnya daun layu.id/pnt3404/4%209417.nasih. bentuk daun melintir. Untuk perlakuan –zn jumlah daun rata-rata hanya 5. daun juga banyak mengalami pecah-pecah dan timbulnya lubang-lubang pada daun. 3. Begitu juga sebaliknya jumlah daun kuning perlakuan +zn menunjukan data paling tinggi. BAB 5. Selain itu daun juga mengalami pengerintingan sehingga sangat jelas terlihat tidak normal. 2. Zn dalam tanah terdapat dalam bentuk Sulfida (ZnS) atau Calamine (ZnCO3). keriput. Aspek Unsur Mikro dalam Kesuburan Tanah. Dari data yang di peroleh diketahui bahwa tinggi tanamam menunjukan pertumbuhan paling baik yaitu pada perlakuan +zn yaitu pada ulangan pertama 9 cm dan ulangan kedua pada 10 cm. M.staff. 2007. 2005. 4. 5.8 dengan 3 daun segar pada ulangan 1 dan 0 pada ulangan 2. Untuk gejala visual yang muncul pada terong yang di amati daun terong banyak berwarna kuning pada perlakuan +zn dan – zn.

6 (1) 1-4. 1988. Pulung. 19-31 Januari 1996.blogspot. Bogor. Penentuan Batas Kritis Dan Dosis Pemupukan N Untuk Tanaman Jagung Di Lahan Kering Pada Tanah Typic Usthorthents. Yusuf.html ACARA PRAKTIKUM I RESPON TANAMAN TERHADAP DEFISIENSI UNSUR HARA I. Go Ban Hong.1996. K. A. Universitas Lampung. A. Pusparajah (eds). et al. Kesuburan Tanah.Napitupulu. Wijayani. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 3 (2) (2002) pp 25-37. M. P. A. Lampung press. Dalam Pelatihan Optimalisasi Pemupukan Proyek Pembinaan Kelembagaan Litbang Pertanian bekerjasama dengan Faperta IPB. 2002. G. IP.. Medan. T. Munawar. terutama unsur mikro (3) . 2008. mendekatkan enzim dan substrat dalam pembentukan komplek enzim-substrat. Penggunaan uji tanah dan analisa daun sebagai dasar rekomendasi pemupukan. No. http://haikalfaperta. Amran. Farming Acid Mineral Soils for Food Crops : an Indonesian Experience. Lubis. Tanaman membutuhkan paling kurang 13 unsur hara yang diserap melalui Tanaman menyerap hara dan air dari dalam tanah untuk dipergunakan Widjaja-Adhi. Analisis Logam Berat Seng. M. Monograph. Deteksi Kahat N. Mg dan Ca pada Tanaman Bunga Matahari dengan Sistem Hidroponik. Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatra Utara. Kalium dan Tembaga pada Berbagai Tingkat Kemiringan Tanah Hutan Tanaman Industri PT. Notohadiprawiro. Craswell and E. Sirappa. T. 13: 62. USU eRepository©2008. M.G. A.com/2011/05/identifikasi-gejala-defisiensi-dan. Vol. 2004. PENDAHULUAN Unsur hara di dalam tumbuhan memiliki peranan diantaranya (1) sebagai penyusun molekul organik yang komplek. Nyakpa. terutama dalam makro molekul (2) membantu peran enzim. 1990. Dalam : E. M. P. ACIAR. Jurnal Agrosains.68. Tube Pulp Lestari dengan Metode Spektrometri Serapan Atom (SSA). Management of Acid Soils in the Humid Tropics of Asia.

Unsur hara esensial mutlak dibutuhkan oleh tumbuhan dan harus ada. Unsure Pospor (P) Berperan sebagai penyusun ATP. Co. sebaliknya gejala yang sama dapat disebabkan oleh kekurangan unsur hara yang berbeda. Agar dapat diserap oleh tumbuhan unsur-unsur hara tersebut harus berada dalam keadaan tersedia atau terlarut dalam larutan tanah. c. Zn. walaupun dalam jumlah sedikit. Unsur C. Mg. Golongan unsur hara yang esensial antara lain : C. yaitu unsur hara esensial dan unsur hara non esensial. Apabila tumbuhan kekurangan unsur ini pertumbuhannya terhambat dan biasanya akan tumbuh kerdil. P dan K. O. asam nukleat dan bermacam-macam asam amino bebas. Ca. Na. S. Ca. Mn. unsur-unsur ini mempunyai peran sebagai berikut : a. b. tidak pernah dalam komplek organik di dalam sel. Selain itu unsure nitrogen juga berperan sebagai penyusun klorofil sehingga apabola kekurangan unsure nitrogen. O. S. P. GTP dan sebagainya. Apabila terjadi kekukarangan unsur hara tersebut akan menimbulkan gejala yang disebut dengan penyakit fisiologis. Mo. Se dan Si. Peran unsur hara esensial tidak dapat digantikan oleh unsur hara yang lain. Oleh karena itu kapasitas tukar kation . H. K. Apabila suatu tumbuhan kekurangan unsur hara tertentu dapat menimbulkan gejala yang berbeda.mempertahankan keseimbangan ion yaitu antara kation-kation bervalensi satu dan dua (4) dalam sistem oksidasi-reduksi karena sifat valensinya yang dapat berubah. Fe. N. K. Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah yang relatif besar. Mg. UTP. Selain dibedakan berdasarkan kepentingannya. Unsur Nitrogen (N) Berperan terutama dalam menyusun protein. unsur hara dapat digolongkan menurut jumlahnya yang dibutuhkan oleh tumbuhan. . maka tumbuhan daunnya akan berwarna pucat. B. Cl. Unsur hara dapat dikelompokan menjadi dua macam atas dasar kepentingan. Unsure Kalium (K) Mempunyai peranan sebagai kofaktor pada berbagai enzim dan biasanya berada dalam bentuk ion. Dari unsur hara makro yang paling banyak dibutuhkan oleh tumbuhan adalah N. yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. ATP berperan dalam reaksi metabolisme tumbuhan. pH tanah dan keadaan air merupakan suatu faktor yang sangat berpengaruh terhadap ketersediaan unsur hara. N. Cu. H dan O biasanya diperoleh dari udara dan air dalam bentuk CO 2 dan O2 serta H2O. H. P. seperti : C.

Mengetahui respon tanaman terhadap defisiensi unsur hara tertentu. K dengan herba cenderung mempunyai kandungan Kalium tinggi. Menyebutkan macam unsur hara esensial dan unsur hara bukan esensial. c. dan legum yang mempunyai kandungan Nitrogen tinggi dan pada kasus kedua (legum) ini. 1985). II. Karena penyediaan hara dari tanah sangat bervariasi.Tujuan praktikum respon tanaman terhadap defisiensi unsur hara adalah : a. Beraneka ragam unsur dapat ditemukan di dalam tubuh tumbuhan. Menurut Benyamin Lakitan (1985). 2. Unsur tersebut merupakan penyusun suatu molekul atau bagian tumbuhan yang esensial bagi kelangsungan hidup tumbuhan tersebut. Untuk Ca kisarannya lebih besar. III. menyatakan bahwa unsur hara esensial adalah unsur-unsur yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan dan keberadannya tidak bisa digantikan dengan unsur yang lain. Misalnya Nitrogen sebagai penyusun protein dan Mg sebagai penyusun klorofil. Tumbuhan tidak dapat melengkapi daur hidupnya (sampai menghasilkan biji yang dapat tumbuh) apabila unsur tersebut tidak tersedia. Menjelaskan peranan masing-masing unsur hara esensial terhadap pertumbuhan. sistem perakaran tanaman sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor genetis. Menurut Siti Sutarmi (1985). tetapi tidak berarti bahwa seluruh unsur tersebut dibutuhkan tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya. menyatakan bahwa suatu unsur dikatakan esensial bagi tumbuhan adalah jika : 1. Terdapat suatu kisaran empat kali lipat untuk hara N. sesuai dengan kisaran konsentrasi tanah yang dijumpai di lapang. karena ion Ca2+ menempati tempat pertukaran pada mineral tanah dan bertindak sebagai suatu sistem penyangga. BAHAN . Perbedaan antara spesies adalah karena perbedaan genetis antara spesies tersebut (Lakitan. Pada kondisi fisik dan kimia tanah yang optimum. P. MATERI PRAKTIKUM A. Kandungan Kalsium tanah adalah satu dari banyak faktor yang menentukan pH tanah. TINJAUAN PUSTAKA b. merupakan hasil dari adanya pengikatan Nitrogen secara simbiotik. tidaklah mengherankan bila menemukan perbedaan dalam jumlah hara di dalam tanaman di lapang.

B. Pupuk NPK 10 gram. Oven. • Pot IV : diberi pupuk NK. Pupk PK 10 gram. Pupuk NP 10 gram. setiap minggu dilakukan pengamatan baik secara visual atau dengan diukur. IV. 3. PROSEDUR KERJA 1. . ALAT Alat-alat yang digunakan adalah : Pot pelastik yang berisi pasir steril sebanyak empat buah. Jangka sorong. • Pot V : diberi pupuk PK. Menanam biji jagung dalam polibag yang telah diisi pasir dengan jumlah 5 biji setiap polibag. Pupuk NK 10 gram. 2. Melakukan pemeliharaan dengan menyiram air selama 3 minggu. Penggaris.Bahan yang digunakan yaitu : Benih jagung sebanyak 20 biji. Memberikan pupuk pada biji yang telah ditanam dengan aturan sebagai berikut • Pot I : sebagai kontrol tidak diberi pupuk apapun • Pot II : diberi pupuk NPK. • Pot III : diberi pupuk NP.

2 0 2.3 25.8 21.4.1 22.19 20.4 8.7 18. tanaman dicabut lalu berat tajuk tanaman dan berat akar ditimbang (berat basah akar + tajuk).8 38 40.34 25.6 14.1 9. Panjang Daun HASIL PENGAMATAN dan ANALISIS DATA Umur Grup Tanaman (hari) 0 3 6 9 12 15 18 21 0 3 6 9 12 15 18 21 0 3 6 9 12 15 18 21 Kontrol 0 3.06 33.6 21.3 18.6 Ratarata 0 2.84 0 2.3 NK 0 3.9 0 2.1 0 2.3 18.7 29.7 17.5 28.2 20.4 16.7 28.4 20.2 7.2 10.3 23. Lalu dikering-anginkan dan dioven selama 24 jam.6 25.2 23.1 24.4 31.1 16.7 21.4 20 24.2 24.1 7.2 20.5 26.2 24 24.8 28.4 0 2.6 25.1 25.4 24.2 31 33.94 D-3 D-4 D-5 .76 25.1 25.9 16. Setelah tanaman jagung berumur 1 bulan.2 7.06 18.62 22 25.5 7.2 23.4 18.7 20.9 20.6 Panjang Daun (cm) NPK 0 2.3 24.3 19.0 26.7 23.7 0 2.3 24.5 21.1 18.2 28.7 28.9 PK 0 3.86 30.4 9.9 12.6 0 2.7 27.2 0 2.2 0 3.1 9.2 9.9 21.2 16.1 24.4 26.6 32.5 0 2. Setelah dioven berat kering akar + tajuk ditimbang V.5 0 2.9 17.1 19.4 19.1 19.3 23.0 23.7 6.46 18.3 20.1 21.4 21.0 19.4 5.1 9.32 23.3 29.3 NP 0 2.2 9.2 25.2 30.5 0 2.48 20.3 31. Tabel 1.98 10.7 25.2 10.1 21.2 2.2 18.16 27.8 28 29.7 22.

8 0.5 0.2 0.9 1.5 0.7 0.4 0.44 0 0.8 0.5 1.3 NK 0 0.7 0.8 1.4 0.6 NP 0 0.4 0 0.7 0 0.94 1.1 0.5 0.4 0.3 1.6 0.5 0.2 0.2 0.74 0.9 1.2 1.3 0.38 0.2 0.5 1.4 0.96 1.3 Lebar Daun (cm) NPK 0 0.44 0.32 1.2 0.5 0 0.6 0 0.2 1.8 0 0.7 1.9 1.5 0.1 1.38 0 0.1 1.6 0 0.4 0 0.8 0.5 0.7 1.3 1.9 1.4 D-3 D-4 D-5 .8 0.2 1.18 1.4 0.2 0.2 1.16 0.1 0.5 1.7 0.16 1.3 0.1 0.8 0 0.5 0.6 0.2 1.3 0.3 1.2 0. Lebar Daun Umur Grup Tanaman (hari) 0 hst 3 hst 6 hst 9 hst 12 hst 15 hst 18 hst 21 hst 0 hst 3 hst 6 hst 9 hst 12 hst 15 hst 18 hst 21 hst 0 hst 3 hst 6 hst Kontrol 0 0.2 0.6 0.5 0.2 0.74 0.2 0.6 1.4 PK 0 0.9 1.1 0.0 1.3 0.Tabel 2.1 1.2 0.3 1.4 Ratarata 0 0.6 0 0.7 0 0.3 0.

62 0.6 0.79 7.68 17.07 PK 0 0.6 0.1 1.2 18 29.64 43.4 1.92 26.65 19.5 Tabel 3.6 10.8 0.21 2.5 0.2 19.08 .4 0.8 1.24 2.6 14.42 3.43 0 0.3 55.16 43.96 19.65 12.4 1.1 1.23 0 0.61 7.68 9.85 28.45 26.48 4.4 0.2 60.2 1.2 1.15 0 0.7 0.45 19.06 NPK 0 0.8 0.6 0.9 hst 12 hst 15 hst 18 hst 21 hst 0.96 5.79 9.24 1.21 0 0.2 9.84 10.8 1.27 0 0.44 4.64 2.55 13.44 3.44 28.36 16.5 0.3 0.8 1.46 46.29 4.8 68.35 16.08 (hari) 0 3 6 9 D-3 12 15 18 21 Rata-rata D-4 0 3 6 9 12 Luas Daun (cm) NP 0 0.04 1.14 42 47.85 17.5 56.56 14 NK 0 0.64 5.1 1.8 1.1 1.9 1.52 22.98 16. Pertumbuhan Luas Daun Tanaman Umur Grup Tanaman Kontrol 0 0.28 12.9 1.0 1.95 23.27 36.73 32.

62 2.42 5.8 3.63 5.1 4.75 Tabel 4.54 28.24 17.3 3.26 15.02 5.13 5.06 1.19 30.12 19.33 15.8 4.96 19.28 7.48 2.73 23.07 30.34 20.44 42.7 4.9 5.69 16.02 3. Bobot Batang/ Tajuk (gram) Grup D-3 D-4 D-5 Variabel Bobot Basah Bobot Kering Bobot Basah Bobot Kering Bobot Basah Bobot Kering Bobot Kering Tajuk (perlakuan) gram Kontrol NPK NP NK 6.52 31.78 5.02 23.35 2.12 20.24 39.64 14.7 46.84 19.8 6.04 15.78 51.28 7.3 27.04 15.24 5.44 0 0.76 10.99 PK 7.57 0 0.95 0 0.95 0 0.64 39.48 17.2 2.22 2.33 35.79 5.12 9.2 5.76 56.05 13.84 3.96 40.15 18 21 Rata-rata 0 3 6 9 12 15 18 21 D-5 Rata-rata 14.48 1.39 .65 2.6 4.36 26.61 5.15 11.71 25.96 11.64 3.17 20.38 0 0.89 31.84 18.89 22.54 2.36 14.76 35.65 5.8 6.33 39.02 13.32 6.5 31.08 11.46 8.14 14.14 41.

39 .41 2.74 2.88 2.45 Bobot Kering Akar (perlakuan) gram NPK NP NK 3.51 2.55 2.63 2.37 PK 2.30 2. Bobot Akar (gram) Grup Variabel Bobot D-3 Basah Bobot Kering Kontrol 2.Tabel 5.

7 3.24 2.28 2.40 1.85 1.48 1.8 2.14 3.05 1.21 1.03 2.34 1.Bobot D-4 Basah Bobot Kering Bobot D-5 Basah Bobot Kering 2.48 2.15 1.61 .42 1.78 2.26 1.27 2.63 2.

baru unsur hara tersebut dapat diserap tanaman. artinya tumbuhan tidak membeda-bedakan antara unsur esensial dan unsur non esensial. Molekul air dan gas-gas yang terlarut di dalamnya seperti N2. Setelah berada pada permukaan akar (kontak dengan akar). maka membrannya akan lebih mudah dilalui oleh bahan-bahan yang terlarut (solute). Unsur-unsur esensial yang terdapat dalam konsentrasi tinggi di tanah kerap kali bergerak ke dalam tumbuhan melebihi jumlah yang diperlukan untuk pertumbuhan normal dan bahkan dapat merusak jaringan atau membunuh tumbuhannya. 2. O2. maka ada 4 prinsip penyerapan ion. dan CO2 dapat melalui membran dengan mudah. Pengamatan panjang daun dari ketiga kelompok menunjukan perubahan yang hampir sama bahwasannya pemberian pupuk tersebut sangat mempengaruhi . PEMBAHASAN Unsur hara dapat kontak dengan permukaan akar melalui 3 cara. Jika sel tidak melangsungkan metabolisme atau mati. Ion-ion atau molekul-molekul yang bersifat hidrofilik dengan tingkat kelarutan dalam lemak yang sama akan menembus membran dengan tingkat kemudahan yang berbanding terbalik dengan ukurannya (berat molekulnya). Pengaruh pemberian pupuk terhadap panjang daun baik tanaman yang diberi pupuk NPK. 3. yakni : 1. NP. Perlu ditekankan kembali bahwa serapan ion dikendalikan oleh membran. NK dan PK memiliki tingkat perbedaan panjang daun dari hari ke harinya. Sehubungan dengan peranan membran ini. Pertambahan panjang daun pada tanaman yang diberi pupuk jika dibandingkan dengan tanaman yang tidak diberi pupuk (kontrol) sangat jauh perubahannya. Karena akar tumbuh ke arah posisi hara tersebut dalam matriks tanah. 4.VI. Macam dan jumlah unsur yang diserap oleh akar ditentukan oleh faktor-faktor seperti laju tumbuh akar dan laju kimiawi akar dalam tanah. Tumbuhan juga menyerap unsur-unsur yang tidak esensial untuk pertumbuhannya. yakni: 1. Secara difusi dalam larutan tanah 2. Bahan terlarut yang bersifat hidrofobik dapat menembus membran dengan kemudahan sebanding dengan tingkat kelarutannya dalam lemak. Secara pasif terbawa oleh aliran air tanah 3.

terhadap panjang daun dari tanaman yang diteliti. Pertambahan panjang daun (cm) dari masingmasing kelompok dari hari ke hari menunjukan pertambahan panjang yang tidak konstan, hal demikian dapat terjadi dengan pengaruh lingkungan yang ada pada saat itu, dimana tidak hanya dari faktor genetik dan hara yang dapat diserap oleh tanaman dan bahkan masih tersedianya atau tidak unsur hara tersebut. Tetapi pengaruh sinar matahari yang dapat mendorong tingkat klorofil yang ada di daun tersebut. Jumlah kebutuhan tumbuhan untuk masing-masing unsur hara dikaitkan dengan kebutuhan tumbuhan agar dapat tumbuh dengan baik. Jika unsur hara kurang tersedia, maka pertumbuhan tanaman akan terhambat. Batas konsentrasi unsur hara dalam jaringan tumbuhan yamg menyebabkan pertumbuhan tertekan sebesar 10 % dari pertumbuhan maksimum disebut sebagai batas kritis. Bagi unsur hara tersebut suatu tumbuhan dikatakan kekurangan suatu unsur hara tertentu jika pertumbuhan terhambat, yakni hanya mencapai 80 % dari pertumbuhan maksimum, walaupun semua unsur hara esensial lainnya tersedia berkecukupan. Jika jaringan tumbuhan mengandunng unsur hara tertentu dengan konsentrasi yang lebih tinggi dari konsentrasi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan maksimum, maka pada kondisi ini dikatakan tumbuhan dalam kondisi konsumsi mewah (luxury consumstion). Pada konsentrasi yang terlalu tinggi, unsur hara esensial dapat juga menyebabkan keracuanan bagi tumbuhan. Tanaman membutuhkan unsur hara baik itu unsur hara yang esensial maupun unsur hara yang non esensial. Unsur hara tersebut tersedia di dalam tanah tetapi jumlahnya kurang, maka dari keadaan itu memerlukan tambahan dengan diberikan melalui pemupukan. Pengaruh pemupukan terhadap tanaman tersebut selain dari hasil produksi tanaman tersebut dapat tercapai maksimal, tetapi berpengaruh terhadap sifat fisiologi tumbuhannya. Pengaruh dari unsur hara terhadap panjang daun , berpengaruh juga terhadap lebar daun (cm) dan luas daunnya (cm). Tingkat pencapaian yang paling tinggi terbukti pada hari ke-21 baik untuk panjang, lebar dan luas dari daun. Pengaruh pemberian pupuk yang terbaik adalah pemberian pupuk NPK terlihat pada masingmasing kelompok (D-3, D-4, D-5) memiliki nilai yang lebih besar. Tingkat pengaruh pemberian pupuk NPK tidak hanya berpengaruh terhadap panjang, lebar dan luas saja, tetapi pengaruhnya terlihat jumlah bobot (kering dan basah) baik bobot batang maupun akar. Pemberian pupuk NPK bedrpengaruh sangat besar karena memiliki ketiga unsur yang berperan besar yaitu Nitrogen, posfor dan Kalium.

Jika ketersediaan unsur hara esensial kurang dari jumlah yang dibutuhkan tanaman, maka tanaman akan terganggu metabolismenya yang secara visual dapat terlihat dari penyimpanganpenyimpangan pada pertumbuhannya. Gejala kekurangan unsur ini dapat berupa pertumbuhan akar, batang, atau daun yang terhambat (kerdil) dan klorosis atau nekrosis pada berbagai organ tanaman. Kekurangan unsur hara bagi tanaman akan menimbulkan gejala yang berbeda-beda antara lain : 1. Kalsium (Ca) Klorosis pada bagian daun muda Rontoknya daun Tanaman kerdil Akar menghitam Peranan Kalsium dalaam tanaman antara lain adalah penting dalam sintesis pectin pada lamella tengah dinding sel, terutama metabolisme atau pembentukan inti sel dan mitokondria serta dibutuhkan sedikit dalam katalis. Defisiensi unsure ini menyebabkan deteriorasi yang cepat dan kematian tanaman. 2. Kalium Ditunjukkan dengan bercak klorosis daun tua yang menyebar ke daun tua Area nekrotik berkembang sepanjang garis dan di ujung daun menyebar menjadi hitam Defisiensi Kalium menyebabkan pengurangan pertumbuhan batang, batang lunak dan tidak tahan terhadap serangan patogen Kalium berperan sebagai activator dari berbagai nzim yang esensial dalam reaksi-reaksi fotosintesis dan respirasi, serta untuk enzim yang terlibat dalam sintesis protein dan pati. Kalium sangat penting dalam seluruh metabolisme tanaman. 3. Nitrogen Klorosis pada daun tua, menjadi kuning Klorosis menyebar dari daun tua ke daun uda Perkembangan antosianin batang, pembuluh daun dan tangkai menjadi merah atau ungu Peranan Nitrogen dalam tanaman adalah bahwa Nitrogen adalah merupakan komponen protein, asam-asam nukleat, dan beberapa substansi penting. 4. Fosfor Kehilangan daun-daun tua, perkembangn antosianin batang dan pembuluh daun

-

Jika keadaan parah, daerah nekrotis berkembang ke beberapa daerah tanaman Tampak pertama pada daun-daun tua karena banyak Fosfor yang terurai Daun cenderung menjadi lebih gelap atau klorosis menyebar ke pembuluh daun dan lamella Karbohidrat terlarut terakumulasi Kenaikan secara mendadak pada aktivitas enzim fosfatase, dapat dihubungkan dengan mobilisasi dan penggunaan kembali fosfat yang tersedia Dormansi tunas lateral, yang juga berhubungan dengan defisiensi Nitrogen. Fosfor sangat penting sebagai bagian struktur beberapa campuran seperti asam-asam nukleat dan fosfolipid serta berperan dalam metabolisme energi.

5. Magnesium (Mg) Perkembangan klorosis dalam pembuluh Tampak pigmen merah, orange, kuning, atau ungu Dalam keadaan sangat kekurangan Mg tampak bintik-bintik nekrosis Tampak pertama kali pada daun tua. 6. Sulfur (S) -. Menyebabkan penyakit kuning pada tanaman - Daun menguning dimulai dari daun termuda - Mengganggu metabolisme

VII. KESIMPULAN 1. Tanaman yang dipupuk pertumbuhannya jauh lebih baik daripada yang tidak dipupuk karena unsur hara yang diperlukan tersedia; unsur N, P, K merupakan unsur esensial makro yang mutlak dibutuhkan tanaman. 2. Kalium berperan sebagai activator dari berbagai enzim yang esensial dalam reaksi-reaksi fotosintesis dan respirasi, serta untuk enzim yang terlibat dalam sintesis protein dan pati. Kalium sangat penting dalam seluruh metabolisme tanaman. 3. Peranan Nitrogen dalam tanaman adalah bahwa Nitrogen adalah merupakan komponen protein, asam-asam nukleat, dan beberapa substansi penting.

4.com/2011/01/fisiologi-tumbuhandefisiensi-unsur-hara.blogspot.html . Fosfor sangat penting sebagai bagian struktur beberapa campuran seperti asam-asam nukleat dan fosfolipid serta berperan dalam metabolisme energi http://4pertanian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful