Demi Ibu

Begitu cepat waktu berjalan seolah aku tak pernah menyadarinya , ayah yang telah lama meninggalkan kita bahkan aku tidak pernah merasakan kasih sayangnya, di usiaku yang saat itu masih 4 buan ayah meninggal entah seperti apa perasaan ibuku saat itu tapi aku bangga mempunyai seorang ibu seprti dia, sanggup bertahan dengan kesendiriannya hingga kini aku berusia 17 tahun.. Kini aku pun telah dewasa , aku masih ingat dulu di saat aku masih kecil bermain dengan teman teman sebayaku pergi bersama orangtua dan kakak perempuanku , tapi kini semakin aku dewasa semuanya berubah dengan sendirinya , tangan yang dulu selalu merangkulku kini menghilang satu demi satu . jujur saja aku merindukan saat saat seperti dulu, kini aku merasa sangat kesepian berbagai masalah dating menerpaku.. bahkan aku selalu bertanya “tuhan inikah jalan yang kau berikan kepadaku” berulangkali aku bertanya namun tak pernah aku mendapat jawabnya .. mala mini sama saja seperti malam kemarin, selalu sepi tanpa ibu tanpa ayah tanpa kakak juga tanpamu yang jauh di sana , “apa kabar”? aku selalu berdoa semoga engkau yang ada disana selalu dalam lindungan tuhan. Amin .. terkadang aku ingin seperti mereka mempunyai keluarga yang utuh keluarga yang bahagia , tapi inilah hidup kita tak boleh menyerah dengan apapun yang menghadang kita “Aku percaya janjimu ya ALLAH di setiap rencanamu aku tau itu yang terbaik bagiku aku percaya muzijat itu nyata dan semua akan indah pada waktunya” aku selalu mengingat kata* itu, dan aku yakin semua akan indah pada waktunya.. hidup hanya sekali oleh sebab itu aku ingin hidupku bermakna bermanfaat aku ingin membahagiakan orangtua dan keluargaku dan juga mereka yang menyayangiku .. Tidak mudah berjalan sendiri , rasanya tetap saja merasa sepi rasanya tetap saja sangat sulit.. ayah doa’kan aku semoga hari* yang aku lewati akan selalu bermakna akan selalu bermanfaat dan aku dan ibu, aku janji kelak aku akan membahagiakan ibu mengangkat harkat derajat ibu dan keluarga, doakan aku selalu ayah, aku mencintaimu ayah&ibu

JAELANGKUNG. DI SINI ADA PESTA
Permainan jelangkung lagi ngetren di sekolahan Fairus. Tiap jam istirahat, hampir semua anak baik laki-laki maupun perempuan, miskin maupun kaya, tua maupun muda (eh anak skolah kan masih muda smua ya), tampak asik memainkan jangka di atas kertas sambil mengucap mantra "Jalangkung-jalangkung... di sini ada pesta, bla bla bla dan seterusnya dan seterusnya", ntar kalo tu jangka gerak-gerak berarti arwah yang dipanggil udah dateng dan bisa ditanyain macem-macem, mulai dari nama, matinya kapan dan kenapa, sekarang tinggal di mana,

seorang wanita. Fairus mendengus kesal. "Meneketehe. jadi ngga ada yang tau kalo dia nyontek. "Ya ampuun mas Fairus. begitu pikirnya. kalkulator. Ini sih namanya oportunis! Di rumah. penggaris. persis seperti orang desperate gara-gara ngga ada manusia yang mau diajak kenalan akhirnya kenalan sama mahluk halus. gambar lingkaran terus ada huruf-hurufnya?". sambil sesekali ngedumel.. sampai. Fairus merasa tidak mengenal wanita itu. "Capek ah!". dengan malas Fairus beranjak dari sofa dan membukakan pintu. nonton aja silet ntar siang" hihihi. kok ada kertas. semenit. Sedetik. ia lebih memilih nyalin PR yang belum dikerjakannya di rumah. dua menit. "Siapa sih yang bertamu siang-siang gini?". sampai selesai. mungkin saja. dua detik. Mbak Jum penasaran. apa iya. "Perkenalkan. Adalah Fairus salah satu dari sedikit orang yang katanya tidak percaya sama hal-hal mistis kayak gitu. nama saya MIRA. Fairus langsung membereskan barangbarangnya. Ada buku. "Hallah. Ia lalu melemparkan jangka itu begitu saja dan pergi meninggalkan kamar. "Ting tong. Eh tunggu apa tadi? jangka? Fairus tiba-tiba keinget sama jelangkung. ting tong". . "Iya?". ini apa sih. jangka sama sekali tidak bergerak. Fairus tidak pernah mau bergabung sama teman-temannya yang sibuk berkutat dengan jelangkung . yah mumpung mereka lagi pada sibuk main. arwah bisa datang kalo dipanggil dengan cara itu? Fairus langsung mengambil jangka yang dikaitkan pada seutas tali. "Permisi". ia terus mengamati sambil berusaha memahami. tanyanya dalam hati." Sementara itu di kamar Fairus. jangka. Ini teman kakaknya. mbak Jum tampak sibuk beberes. mejanya berantakan sekali.nomor telepon berapa. seusai mengerjakan PR matematika. Dia mengucapkan mantra yang biasa ia dengar dinyanyikan oleh teman-temanya itu "Jelangkung-jelangkung. Lama-lama dia jadi penasaran. Lagian mau begosip kok sama jelangkung. di sini ada pesta". yang kira-kira lima tahun lebih tua darinya muncul dari balik pintu. kemudian di bawah jangka tersebut diberi kertas dengan gambar lingkaran yang terdapat kolom-kolom yang berisikan huruf. "Bener ngga sih KD selingkuh sama Raul Lemos?" yang akhirnya dijawab sama si arwah. Ada juga yang agak nyeleneh bertanya. palingan jangkanya itu mereka gerak-gerakkin sendiri atau digerakin angin".. maksudnya permainan jelangkung teman-temannya di sekolah.

batin Sari “Kenapa sih bang saya bisa bayar kok”. Hari ini hari minggu waktunya istirahat. Huruf A. masih segar dalam ingatan Sari seminggu yang lalu adiknya menempelkan tulisan yang memalukan di punggunya “Kalau berani ganggu tau rasa nanti!!! “. ujar Sari sambil mengeluarkan uang dari dompetnya “Bukan itu neng “. tanya Sari setelah memilih beberapa sayur-sayuran. tapi ibu tercintanya lebih disayang Allah karena dua tahun yang lalu ia dipanggil menghadap-Nya. Saripun bergegas pergi keluar menghampirinya. Mungkin ia tidak akan sesibuk ini kalau ibunya masih hidup.. kini Sari tinggal bertiga saja bersama adik yang sangat bandel dan ayah yang selalu pulang malam karena pekerjaannya. walaupun dengan begitu dia harus menanggung pekerjaan ibu rumah tangga dan mengurusi adiknya yang nakal.. batinnya kalau mengingat kejadian itu.. Sari langsung melotot kaget . Hmmm apa ya. Sari sangat berusaha menggantikan posisi sebagai ibu di rumahnya meski dia sendiri tidak mampu melakukannya dan tidak ada seorangpun yang menyuruhnya."Loh kok ada huruf yang dilingkarin ya. “Apa dia kira aku tidak bayar ya?“. M. I. “Semuanya berapa bang?“. MIRA! Iya pasti MIRA! bilang sama ibu ah" ADIKKU SAYANG Pagi-pagi sari sudah sibuk di dapur mnyiapkan sarapan dan beres-beres rumah. mbak Jum seperti berusaha untuk tahu apakah mungkin ada nama seseorang dibalik huruf-huruf itu? "Hmmm mungkin. ayah sedang tugas lembur di kantor sedangkan adiknya sedang pergi piknik di TK . kata abang sayur enteng. waktu baru menunjukkan pukul 05. namun Sari sama sekali tidak bisa diam saja di rumah kebetulan tukang sayur langganannya terdengar menggil-manggil para pelanggan... sama R. janganjangan nama pacarnya mas Fairus".00 adzan subuh baru berkumandang sekitar 2 menit yang lalu. Sari bahkan baru menyadari adanya tulisan itu waktu di sekolah itu juga karena Dita yang memberitahunya "Kalau bukan adik kandung sudah kujitak dia”. dasar tukang gosip. Atau. Amir! ah nggak mungkin masa pacarnya mas Fairus namanya Amir. tapi si abang sayur malah cengengesan tidak jelas. katanya menggantung lalu ketawa-ketawa sendiri lagi membuat Sari mengerutkan keningnya “Itu lho neng wajah neng corat-coretan tuh“.

malah membuatnya mengucurkan airmatanya “Maafin kakak Arka“. apa yang harus aku katakan. kakak semua teman-teman mengirim surat untuk ibunya tapi aku malah mengirim surat ke kakak tahu tidak kak aku dimarahi sama buguru lho. bahkan dia juga teman dari mantan aku yang baru putus seminggu yang lalu. Dengan membawa sayursayurannya Sari berlari pulang dengan menutupi wajahnya. Aku takut kalau suatu saat nanti. karena sekarang kakak sudah tidak mau bermain bersamaku lagi karena sibuk bersih –bersih rumah dan sekolah. tapi ternyata yang datang adalah tukang pos dan wajah Sari lagi-lagi mengundang tawa “Maaf ada apa ya?“. teriak Sari begitu dia melihat wajahnya yang didandani seperti ondel-ondel oleh Arka adiknya. Tak ku sangka. Arka Ardian Rakhmat sayang kakak… Saat ibunya meninggal dua tahun yang lalu Sari sama sekali tidak menangis karena memang ia tidak bisa menangis. tanya Sari basa-basi “ini saya mengantar kiriman surat “. tanpa mencuci wajahnya Sari langsung membuka pintu. . tolong jadilah kakaku saja yang setiap hari tersenyum dan bermain bersamaku. aku kehilangan seseorang yang aku cari selama ini. Dilihatnya amplop itu tidak ada alamat pengirimnya. PERASAAN YANG ANEH Tak seharusnya aku merasakan perasaan ini. kemudian pergi setelah amplop itu diterima Sari tentunya. dia mengatakan kalau dia sangat sayang sama aku. dengan rasa penasaran yang besar Sari membuka amplop itu Untuk kakakku tersayang… Kakakku yang galak . Tanggal 22 Oktober. aku ingin kakak seperti dulu saat ibu masih ada di rumah. kakaku sayang tolong jangan jadi ibuku lagi ya. Sari tahu sekarang kenapa pak pos itu senyum-senyum padanya tapi Sari sudah tidak mau ambil pusing. jawab pak pos pasti sambil menyodorkan amplop. Arkaaaaa!!! awas kamu ya!“. tapi kak aku sama sekali tidak mau kakak menggantikan ibu. tiba-tiba bel berbunyi amarah Sari yang masih di ubun-ubun langsung mengira itu adalah Arka adiknya. Dia adalah sahabat aku sendiri. tapi selembar kertas yang ditulis dengan tulisan yang tidak terlalu bagus. Aku bingung. seharusnya aku ngirimsuratnya bukan ke kakak tapi ke ibu tapi karena pak posnya tidak mengantarkan surat sampai ke surga jadi terpaksa aku ngirim surat ke kakak saja yang ada di rumah. kata Sari disela-sela tangisnya. seseorang yang tak aku sangka mengungkapkan perasaannya ke aku.“Pantesan saja dari tadi tetangga pada senyum-senyum. tapi aku bilang ke bu guru kalau ibu aku sekarang sudah ada di surga dan kakaklah pengganti ibuku.

kata dia. aku mulai marasakan sayang sama kamu. karena saat itu kita sudah ada yang memiliki. Waktu terus berputar. Tapi aku tak berani buat ngungkapin semua. dengan hati yang berbunga-bunga. aku tak menuruti perkataan orang tuaku. Aku terkejut mendengar perkatanya. Tapi itu anugrah terindah buat aku. Dengan gaji yang lumayan itulah satu-satunya alasan dia mempertahankan pekerjaan ini. walapun kita jauh kamu pasti ada buat nemenin dan jagain aku.".Dan aku pun bertanya "Sejak kapan kamu suka sama aku?". Di saat itulah. Itu sebutan panggilannya dia kepadaku. Aku tau. Walaupun terasa bosan dengan semuanya tapi mau tidak mau harus dijalani. Cobaan yang kita lalui begitu besar. Dia tak ingin. Hingga suatu saat. secepat itu mantanku melupakan aku. jawabnya. terus membentuk sesuatu yang menyenangkan untuk dipandang. Aku tau. Sebuah senyuman tetap dia pasang walaupun tubuhnya sudah mencapai batasnya. "Apa jawabanmu?". Bekerja sebagai penerima tamu di sebuah restoran yang cukup ramai pengunjung memang melelahkan. tak seharusnya ini terjadi. "Saat kita berempat pergi ke Pasuruan. dia adalah seseorang yang berarti buat aku.. Walaupun cuma satu minggu kita lalui hari-hari yang indah. "Thank's beib. "Tapi kamu adalah teman dari mantan aku". Entah kenapa perasaan itu tiba-tiba muncul. "Selamat datang"."Aku tau. ucap Yuko sambil membungkukan badanya yang mungil. Aku gak bakal bisa ngelupain dia sampai kapanpun. ini memang aneh. Dan sekarangpun. Wajahnya mengalirkan keringat yang cukup banyak tetapi bibirnya. ucap Yuko ramah kepada seorang bapak-bapak yang berdasi. tapi mantan kamu sudah memiliki seseorang di hatinya". Akhirnya dia memutuskan hubungannya denganku. ada seseorang yang memfitnah dia hingga orang tua aku tak menyukai dia. Di zaman sekarang mencari pekerjaan sulit apalagi dengan gaji yang cukup lumayan. Dan sekarang kamu sudah tidak ada yang memiliki. Tapi kita akan coba buat ngejalani ni semua". Tapi di saat aku dekat dengan da. "Sejujurnya aku juga sayang sama kamu. Aku berani buat ungkapin perasaan ini". aku merasakan nyaman banget. Orang itu . Dia bilang. Tak kusangka. SEBUAH PERTEMUAN "Selamat datang". saat kau mengungkapkan perasaanmu. Aku yakin.

"Nenek di zaman ini terlihat lebih cantik sekali ya Kek" "Kau salah. ucap Yuko dengan senyum yang terlukis di wajahnya. Dan Yuko melihat wajah yang tidak asing untuknya. ucap anak itu sambil mengeluarkan bungkusan permen lolipop dari saku bajunya. Sebelum anak kecil itu sempat menjawab datang seorang kakek-kakek dan lansung mengandeng tangan anak kecil itu. "Mau ini?". "Terima Kasih". Karena tidak selalu pelnggan tersenyum kepadanya banyak yang berlalu begitu saja tanpa memandangnya. saat kakek pertama kali berkenalan dengan nenekmu sampai kakek menguburkanya dia masih tetap sama cantiknya tidak kurang tidak lebih Nama : Moh Khanafi . Anak itu memakai kaos putih dan bawahan rok mini merah yang lucu. Yuko hanya tertegun bingung melihatnya. "Namamu siapa?". Yuko membalas uluran tanganya dan menerima bungkusan permen lolipop itu. meskipun tidak terlalu lebar itu sudah cukup membuat hatinya merasa dihargai.membalas Yuko dengan sebuah senyuman. Tak ayal dia langsung menoleh kebelakang mencari arah suara itu. "Hey boleh kenalan?" Yuko di kagetkan oleh suara lelaki dari belakangnya. ucap Yuko sambil tanganya mengusap kepala gadis kecil itu. "Kak" Yuko dikagetkan oleh anak perempuan yang tanpa disadarinya berdiri di depanya. Merka berjalan dengan cepat tanpa mengindahkan Yuko sama sekali. Kedua matanya terus mengawasi kakek-kakek dan anak kecil itu sampai menghilang di kegelapan malam. Pipinya yang putih bersih dan kemerah-merahan menimbulkan rasa ingin mencubitnya saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful