BABX

METODE PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN

A. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
1. Mana dari pemyataan di bawah ini yang secant!tepat rnenggambarkan produk gabungan? a. Suatu produk yang dihasilkan dari bahan-bahan sisa b. Suatu produk yang mempunyai harga juallebih rendah dari produk utarna c. Suatu produk yang dihasilkan bersarna-sarna dengan produk utama yang nilai jualnya tidak menutup biaya produksi d. Suatu produk yang dihasilkan secara serentak dengan produk utarna dari proses produksi yang sarna dan jumlah nilai penjualannya lebih rendah dari prod uk utama Joint product adalah: a. Dua buah produk atau lebih yang dikombinasikan untuk membuat satu jenis produk yang baru b. Sebuah produk yang dibuat bersarna-sarna antara dua atau lebih perusahaan atau devisi dari sebuah perusahaan c. Sebuah produk yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan d. Dua buah produk atau lebih yang dibuat secara serentak bersarnaan Produk-produk, yang masing-masing mempunyai nilai penjualan yang berarti, yang dihasilkan dengan serentak dikenal sebagai: a. Produk sampingan b. Produk utama c. Produk bersama d. Jawab a, b, dan c benar

2.

3.

Produk b. Perbandingan jumlah tiap jenis produk yang diproduksi c. Proses operasi Dua atau beberapa macarn barang-barang yang dihasilkan dari suatu proses produksi yang sarna pada waktu yang sarna pula. pembedaan apakah suatu produk merupakan produk utama ataukah sampingan didasarkan pada: a.. Untuk menghitung selisih biaya (cost variance) 5 6. 244 . Volume c. Produk ko b. maka produk tersebut dinarnakan: a. Total nilai jual relatifnya b. Produk common Di dalarn perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macarn produk dari satu proses produksi dan dari bahan baku yang sarna. Departemenproduksi d. Co-products c. 8.4 Iika suatu perusahaan memperoleh dua produk yang dapat dijual dari suatu proses penyulingan bahan tambang tertentu. Proses biaya campuran h. proses penyulingan tersebut harus dipcrlakukan sebagai: . Periode akuntansi Tujuan pokok alokasi biaya bersarna kepada produk bersarna ialah: a. Proses produksi biasa I:. 9. bila klasifikasi biaya didasarkan pada hubungannya dengan: a. By-products h. Produk bersarna c. Separable products Perusahaan yang menghasilkan beberapa janis produk dengan menggunakan fasilitas yang sarna tetapi dalam waktu yang tidak sarna dan bahan baku serta tenaga kerja dapat diidentifikasikan untuk setiap jenis produk. Harga jual hipotetis Istilah biaya bersarna (common cost) dan biaya bergabung (joint cost) akan tirnbul. Hal tersebut timbul dalam proses cost method dikenal dengan: a. 7. akan tetapi tidak menggunakan hahan baku yang sarna.. Proses ekstratip d. Joint-products d. Harga jual per unit tiap jenis produk d. Produk sampingan d.

Jawaban a. 5. satuan fisik. Profitabilitas relatif d. 10. 12. Pengendalian biaya bersama d. Jawaban a. c. dan c benar Alokasi a. b. 14. Penentuan harga pokok persediaan dan perhitungan rugi-laba yang sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia c. Nilai penjualan relatif pada split-off b. Salah Untuk pengambilan keputusan memproses lebih lanjut atau tidak satu atau lebih produk bersama. Penentuan harga pokok produk untuk pengambilan keputusan b. Benar b. Berdasarkan perbandingan biaya tambahan (separable costs) setelah titik terpisah (split-off point) c. Untuk mengendalikan biaya Untuk penentuan harga pokok produk Untuk keperluan pajak Tujuan alokasi biaya bersama adalah: a. atau rata-rata tertimbang d. . rata-rata biaya per satuan. Metode volume relatif d. b. Metode berat relatif c. Jam kerja tenaga lang sung 245 13. Metode harga jual relatif b. c. Berdasarkan nilaijual masing-masing produk pada titik terpisah (splitoff point) Biaya-biaya joint product pada umumnya dialokasi dengan menggunakan: a. metode-metode alokasi biaya bersama yang paling tepat adalah: a. joint cost ke setiap produk tidak bermanfaat untuk: Tujuan perencanaan dan pengendalian biaya Tujuan penentuan harga pokok prod uk Tujuan penentuan nilai persediaan Ketiga jawaban di atas betul semua II.. Untuk tujuan perencanaan dan pengawasan biaya adalah perlu untuk melakukan identifikasi biaya pengolahan sesudah saat pemisahan (split-oft) a. dan c benar Biaya bersama (joint cost) dialokasikan: a.b. Berdasarkan nilai jual relatif. Kepada produk sampingan (by-product) b. b. Biaya tambahan setelah split-off c. d. d.

23 Alokasi I oint Cost dengan Metode Nilai J ual Relatif. Metode alokasi biaya bersama (joint cost) kepada produk bersama (joint product) yang akan menghasilkan laba bruto yang sarna besarnya ialah: a. Produk utama dapat laku dijual saat dipisah atau setelah diproses lebih lanjut c.16. Y dan 1jenis produk sampingan Z. X. Rata-rata Tertimbang. Data untuk menjawab soal no.000 Jenis Produk W X Y Z Berat produk per unit (kg) 3 2 4 2.000.d. Prime cost d. Laba bersih d. Conversion cost c. Harga jual relatif c. Joint cost paling sering dialokasikan a. Sales value berdasarkan relative: 17. C benar 18. Jawaban a.50 5 Hargajual per unit Rp20 16 40 246 . Metode satuan fisik d.000 10.200. Metode rata-rata tertimbang c. Data mengenai produk yang dihasilkan perusahaan dengan biaya bersama tersebut adalah: Jumlah produksi unit 20. Hasil penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai penghasilan di luar usaha (other income). dan Ratarata Biaya Persatuan PI' Merdeka menghasilkan 3 jenis produk utama (main products) yaitu W.000 50. Produk utama dapat dijual setelah diolah lebih lanjut d. Besar biaya bersama (joint costs) adalah sebesar Rp 1. Profitability b. metode harga jual hipotetis cocok untuk: a. 21 s. b. Metode rata-rata biaya per bulan Jika perusahaan menghasilkan joint product. Perusahaan yang menghasilkan produk utama dan sampingan Perbedaan kemampuan produk bersama (joint product) untuk menghasilkan pendapatan diakui bi1a alokasi biaya bersama didasarkan: a. 19. Jumlah pisik b.000 10. Produk utama yang laku dijual saat dapat dipisah b. Metode nilai jual relatif b.

500 90. Rp 230. Produk 0 Jenis produk dengan harga pokok per kg terbesar adalah: a.000 Jika biaya bersama dialokasikan dengan metode rata-rata biaya per satuan. Rp 213.500 b. Produk B c.000 190 Jenis produk yang memperoleh alokasi harga pokok bersama terbesar adalah: a. Rp 300.000 ? 30 B 60 ? 110. B.750 c. maka biaya yang dialokasikan ke produk Y adalah sebesar: a.000 40 D 90 ? ? 75 Total 240 ? 400. Produk C d. Produk 0 247 24.667 c. Inforrnasi untuk kegiatan bulan April 1990 adalah: Keterangan Produk yang dihasilakan (kg) Harga pokok produk bersama (Rp) Nilai pasar (Rp) Produk dijual (kg) 23. .777 d. Produk B c. C dan O. yaitu A. Rp300. Rp 127. Selama ini perusahaan mengalokasikan harga pokok bersama dengan nilai jual relatif.000 d. A ? 60. maka alokasi biaya bersama ke produk Y adalah sebesar: a. dengan berat produk sebagai angka penimbang. 26. 28 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Iual Relatif PT "MOl" rnenghasilkan 4 jenis produk bersama. 22. ProdukO Jenis produk yang memperoleh alokasi harga pokok bersama terkecil adalah: a.909 d. Produk A b.000 2!. 25. Data untuk menjawab soal no. Produk B c. Produk C d. Produk C d. Rp290.333 b. Rp287.333 b. Rp 133. maka alokasi biaya bersama ke produk Y adalah sebesar: a.ooo Jika alokasi biaya bersama didasarkan metode rata-rata tertimbang. Rp266. Rp 150. Rp 240. Produk B c. Produk A b. Produk A b. Jika alokasi biaya bersama didasarkan pada metode nilai jual relatif prod uk bersama.000 c. Produk A b. Rp 143. ProdukC d.000 45 C 50 67. 24 s. Produk 0 Jenis produk dengan harga pokok per kg terkecil adalah: a.20.d.

000 Q 2. Produk A dijual pada titik terpisah (split-off point) tanpa memerlukan 248 .000 Rp 15.000 untuk Q dan Rp 9. Data untuk menjawab soal no. Rp 15. berapa nilai jual pada split-off untuk produkP? a.400 untuk Q dan Rp .000 Umpama biaya gabungan/joint cost dialokasikan dengan menggunakan metode nilai jual relatif pada titik pisah split-off. Rp 60.Nilai penjualan jika telah diproses lanjut 28. 1.000 untuk R b. 14 2n% dari harga pokok d. 29 s.Nilai penjualan pada titik pisah/split -off .d. 25% dari harga pokok c.000 Rp 30.Satuan/unit diproduksi .600 untuk R c.000 Rp 36. Rp 12.d. Bahan ini diproses di Departemen I dan pada akhir pernrosesan diperoleh tiga macam produk yaitu A.80 per liter.000 ? Rp 7.000 untuk R Umpama biaya gabungan/joint cost dialokasikan dengan menggunakan metode nilai jual relatif pada titik pisah spit-off. Rp 14. B. 33 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Iual Relatif Sebuah perusahaan membeli bahan baku bemamaZ dengan harga Rp 0. dan R melalui proses tergabung (joint process).lnformasi tambahan adalah sebagai berikut: f .27. Rp 58.000 untuk Q dan Rp 12. Dengannilai pasarrelatiftersebutmasing-masingjenis produk akan menghasilkan labakotor: a. 9.333 b. 25% dari penjualan b.000 Rp 3.000 Rp20.000 RpI20.500 c.000 Rpl00. 162/3 dari harga pokok Data untuk menjawab soal no.000 d. berapa joint cost yang akan dialokasi pada barang produk Q dan R? a. Rp 59.000 29. Rp 63.Biaya gabungan (joint cost) .000 untuk R d.000 Rp 60.000 ? RpI5. 4. Rp 16. 31 s.000 untuk Q dan Rp 8. 30 Alokasi Ioint Cost dengan Metode Nilai Iual Relatif PT Badai Timur memproduksi barang P. dan C.000 ? TOTAL 7.Biaya tambahan jika diproses lebih lanjut .000 ? B.000 Rp 5. Q.000 Rp70.

G. Rp 24. d. Alokasi biaya bersama untuk produk: C ialah: a. dan W dari suatu proses gabungan ( joint process) Biaya gabungan (joint Costs) di alokasi berdasarkan harga jual relatif pada pemisahaan (split-off). b. produk: B diproses di Departemen II dan produk: C diproses di Departemen III. Rp40.000 21.000 liter 10. PT Cemara membuat produk F. c. b. sedangkan produk: B dan C memerlukan proses tambahan sebelum dapat dijual.909.500 c. Untuk mengalokasikan biaya sebelum titik terpisah (split-off point) digunakan metode harga relatif (relative market value). 45.000 Rp 27. Rp35.pemrosesan tambahan.000 III Rp65.64 a. RpI7.000 liter 15.000 10.200 Rp 34. d.000 Produk Departemen II Rp45. 30.000 A Penjualan Persediaan Penjualan n 30. b.000 14. Informasi tambahan untuk: kegiatan produksi bulan Juli 19X1 adalah sebagai berikut: 249 .272. d. Berikut ini ialah data untuk: tahun 19B: I Harga beliZ Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Rp96. Rp24. Alokasi biaya bersama untuk: produk A ialah: RpI6.09 32.000 31.000 liter Rp96. sedangkan pada: akhir tahun tidak ada persediaan bahan baku Z maupun persediaan produk dalam proses.000 Rp36.000 liter Rp 30.500 Alokasi biaya bersama untuk produk B ialah: a.000 Rp 20.000 Tidak terdapat persediaan pada awal tahun.363. Rp60.000 C.000 33.750 akhir 20.000 49.73 c.000 liter Rp 141.000 Rp27.

000 320. Rp 28.000 c.000 Data untuk menjawab soal no.000 600. Rp 300. Rp 30. Rp 400.000.d.000 ? Rp 420. Rp 200.000 Dengan asumsi bahwa 10. Harga pokok produk A apabila tidak diproses lebih lanjut.000 d.000 20 Harga pokok produk A apabila tidak diproses lebih lanjut. Jawaban a. Nilaijual setelah terpisah Rp300.000 Rp60.000 36.000 88. 35 s.Satuan produksi Biaya gabungan (Joint Costs) Harga jual pada pemisahan (Split-off) Biaya tambahan jika diproses lebih lanjut Harga jual apabila diproses lebih lanjut 50. 37 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai J ual Relatif Biaya bersama Rp1.000 b.000 Berat (kg) 40 kg 40 Jenis A B C 34.00 30. Rp 400. Rp 200.000 ? Rp 270.000 d. Semuajawabandiatasbenar 35.000 c.000 b.E G 40.000 Rp 450. berapa laba kotor (bruto) PT Cemara atas penjualan ini? a. dan biaya bersama dialokasikan dengan metode berat relatif adalah: a.000 936.500 c. dan c benar Apakah sebaiknya A diproses lebih lanjut? a.000 b. Rp 300.000 Total 100.000 12. Rp 66. dan biaya bersama dialokasikan dengan metode harga jual relatif adalah: a. b.ooo 600.000 .000 Produk W 10.000 538. produk A sebaiknya tidak diproses lebih lanjut karena kalau diproses lebih Ianjut perusahaan rugi Rp 80.000 78.000 130. Rp 21.000 Rp 750.000 Biaya memproses lebih lanjut RplOO.OOO Nilaijual setelah diproses Lebih lanjut Rp420. 250 . Apabila alokasi biaya bersamanya memakai metode beratrelatif.000 d.000.000 satuan W diproses lebih lanjut dan dijual seharga Rp 78.

000 setelah pemisahan PU-2 Ps 45.000 Sebaiknya A tidak diproses lebih lanjut karena incremental cost apabila diproses lebih lanjut lebih besar dari incremental revenuenya Jawaban a. 251 . d.000 Rp 225.000 90.000 80.: Selama bulan Desember 1985. Perusahaan industri AT AKANA memproduksi produk utarna PU dan dua produk sampingan yaitu PS 1 dan PS2.500 Besarnya laba untuk PS 1 dan PS 2 masing-masing adalah 15% dan 12%.500 satuan @Rp225. Apabila alokasi biaya bersamanya memakai metode harga jual relatif. dan c benar PT KARUGO suatu perusahaan industri yang menghasilkan tiga macam produk berupa dua macam produk utama yaitu PU -1 dan PU -2 serta satu macam produk sampingan yaitu PS. c. produk A sebaiknya diproses lebih lanjut karena kalau diproses lebih Ianjut perusahaan untung Rp 120.500 Jenis biaya Bahan baku Upah tenaga kerja Overhead pabrik Diminta: Menghitung harga pokoksatuan produkPU -1.100 900 13.000 75.500 Biaya pabrikasi 1.500 Penjualan Rp75.000 5.000 3. 38.500 30. Data untuk bulan Agustus 1988 yang tersedia adalah sebagai berikut (angka dalam ribuan rupiah): PSI PS2 Jumlah PU Rp6.50 1. b.300 550 dan Administrasi 6.000 Rp3.500 Biaya pemasaran 750 7. diketahui data produksi sebagai berikut: Produk PU-l PU-2 PS Kuantitas Harga Jual 6.000 Biaya PU-I RpI30.00 Biaya produksi bulan Desember 1985 adalah sebagai berikut: Biaya bersama Rp320. Produk sampingan yang dihasilkan memerlukan proses lebih lanjut agar laku dijual.000 Rp84.000 Rp 1.000 satuan @Rp 112.500 setelah pemisahan 11.00 450 satuan @Rp 55.000 Biaya pabrikasi sebelum pemisahan 37. Terhadappenjualan produk PS diperhitungkan laba sebesar 20% dari harga jualnya .b. 37. PU-2 danPS denganmenggunakan metode harga jual relatif dalam mengalokasikan biaya bersama.000 150.

000 kg/200.000 50.0oo = Jawab: b Alokasi biaya bersama (joint cost) Rpl.0oo *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: Rp400.0oo * Joint cost yang dialokasikan ke W: Rp400.000 3 Rp 360.600.000 ke produk-produk utama berdasarkan metode nilai jual relatif: Jumlah Unit Jenis Produk W X Z Jumlah Diproduksi 20.ooo Rp300.000 = = Rp 360.ooo kg x Rp 1.600.000 RQ1.000 RQ 1.ooo Rp240.200.2oo. Jawab: d Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1.000 Jumlah * ** *** * ** *** Joint cost yang dialokasikan ke W: 60.600.oo0 Biaya Alokasian Rp3oo.2oo.000/Rpl.000 X 600.000 ke produk-produk utama berdasarkan metode rata-rata tertimbang: Berat Biaya Jumlah Unit Berat per Total (kg) Alokasian Jenis Produk Diproduksi Unit (kg) 60.000 Rp6oo.000 Y 4 10.oo0 x Rpl.0oo/Rpl.000 100.000 x Rp 1.000 Rp600.000 x Rp 1.000 21.0oo * 600.000 *** RQ1.000 800.000/200.200.000 240.0oo/Rpl.000 200.000 400.000 Joint cost yang dialokasikan ke Y: 40. = = Rp300.000 40.Diminta: 1 Hitung biaya pabrikasi sebelum pemisahan untuk PS I dan PS2 dengan menggunakan market value method 2 Buat perhitungan laba/rugi untuk PU.ooo ** Joint cost yang dialokasikan ke X: Rp800. B. PS 1 dan PS 2.ooo = 251 .600.000 2 50.200.200.000 Joint cost yang dialokasikan ke X: 100.200.000 ** 300.000 W 20. PENYELESAIAN 20.200.000 10.200.2oo.000 x Rpl.000 HargaJual per Unit Rp20 16 40 Harga Jual Total Rp400.000/200.000 x Rpl.

000 10. Jumlah joint cost yang dialokasikan ke produk C (menjadi harga pokok C).000 Joint cost yang dialokasikan ke Y : Rp15 x 10.000 23. Jumlah joint cost yang dialokasikan ke produk B (menjadi harga pokok B).000 unit = Rp300.000 50.000 x Rp1.000 50.200.000 = RpI50.000 190 = = = = = c d e f Jumlah kg produk A yang diproduksi.200. Jawab: c Untuk memudahkan pemahaman.000/400.000 x Rp1.000 Y Jumlah * ** *** * Joint cost yang dialokasikan ke W: ** Joint cost yang dialokasikan ke X: *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: 20.000 80.000 Rp 1.000 150.000 x Rp 1. berikut ini disajikan kembali data soal yang telah dimodifikasi dengan mengganti data yang tidak diketahui dengan huruf: Keterangan Produk dihasikan (kg) Harga pokok (Rp) Nilai pasar (Rp) Produk dijual (kg) Keterangan: a = b A a 60.000 45 C 50 67. 60 b 110.200.000 x d = b.200.22.000 ke produk-produk utama berdasarkan metode rata-rata biaya per satuan: Jumlah Unit Biaya Jenis Produk W X Diproduksi 20.000 unit = Rp750.000 Rp 300.000/80.000 40 D 90 c f 75 I2tID.500 90.000 unit = Rp150.200.000 10.000 750.000 e 30 B.000 unit = Rp15 Joint cost yang dialokasikan ke W: Rp15 x 20.000 = Atau dapat juga dihitung sebagai berikut: Biaya rata-rata per unit: Rp 1. 253 .200. Jawab: d Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1. Nilai jual produk D. yang dihitung dengancara: f/400. 240 d 400.000/80. yang secara mudah dapat dihitung dengan cara: 240 .000/80. Total joint cost yang dialokasikan ke masing-masing produk.000 Rp Alokasian 300.(60 + 50 + 90) = 40. yang dihitung dengan cara: 110. Nilai jual produk A.000 Joint cost yang dialokasikan ke Y: Rp15 x 50.000/80.000 = Rp750.000 x d = c.

nilai b dapat dihitung sebagai berikut: 110.000.000j90 kg *** **** 254 .500 50 1. nilai pasar yang tidak diketahui dapat dihitung sebagai berikut: Jumlah e: = e /400.000 120.000 e e Jumlah f: x 300.350 D 90. Data produk C dapat digunakan untuk mencari jumlah d dengan cara sebagai berikut: 90.000 e 300.000 x 300. Jawab: a Lihatno.000 (nilai pasar produk A) f /400.23 Jawab: a Perhitungan 90.375 C 67.000/400.000 x 300.000 + 82.000 24.225 d 67.000 = = = = = = = = 60. sehingga dari data produk tersebut dapat digunakan untuk menghitung data-data yang tidak diketahui.000 90.000 ** *** 90 1.000 **** * ** Rp 60.000 f f 24.000 40 1.000 36.000 (nilai pasar produk D) 25.000.500/60 kg Rp 67.500/50 kg Rp 90.500 0.000 x d 67.500 60 1.Il 82.500 = 300. yang terlengkap adalah data mengenai produk C.000 300. nilai c dapat dihitung sebagai berikut: 300.000/400.Dari data tersebut.(60.000 300.000 f 300.000 x 400.000 Setelah data-data biaya yang dialokasikan ke masing-masing produk.500 * . harga pokok per kg: Keterangan Harga pokok (Rp) Produk dihasikan (kg) Harga pokok per unit (Rp) A 60.000 80.500 + 67.000 60.000 .000 d = Setelah nilai d diketahui.500) 90.000 b = b = ~~O Setelah nilai d dan b diketahui.000 x 400.000/40 kg Rp 82.

000 25% 28.000 7.000 15.500 67.500.000) 15.000 3.000 60.000 2.000 c Jumlah b: 15.000 d d = = = = = = = = Jumlah c: Jumlah d: 29.000 1.000 22.500 25% 25% c D 90.000 .000 60.000 Nilai jual pada titik d split-off RpI5.000 + 9. Jawab:c Dengan logika yang sarna dengan soal sebelumnya.500 110.000 Rp36.000 Jumlah a: a a c/l00.000 120. Jawab:d Lihatno. nilai yang didak diketahui dapat dieari dengan cara sebagai berikut: Data yang diperlukan: Q R TOTAL 4.000 30. Jawab: c Lihatno.000 c c d/l00.600.000 Rp 100.500 27.25 Jawab: a 27.000 20.28 255 .000 x 60.000 x 60.26.000 Satuan/unit diproduksi a Biaya gabungan (joint cost) b Rp.000 90.000 1.000 25. Keteranean Harga pokok (Rp) Harga jual (Rp) Laba Kotor (Rp) Persentase laba kotor dari penjualan *) *) Laba Kotor X 100% Harga Jual A 60.(36.000 80.000 36.000 60.000/100.000 x 60.000 60.000 25% n 82.000 b = = b 9. 60.

000 Biaya Alokasian Rp36.000 Biaya Tambahan RpO 66.000 141.000 Biaya tenaga kerja 14.000 Rp 330.50 3.750 Harga Jual per Liter Rp 1.20 5.000 liter B 45.000*** Rp120.30.000 Rp 180.000 liter C Jumlah Nilai Penjualan Rp 30.000 189.ooo 96.50 3. .000 120. Jumlah joint cost adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Departemen I: Biaya bahan (Z) Rp 96.000 x RpI20.000 liter C Harga jual per liter: Jenis Produk Produk Terjual A 20.000 Penjualan Relatif Rp45.ooo 30.000 60.000 114.000** 60.000 Jurnlah liter produk yang diproduksi: Jenis Produk Produk Jumlah Produk Terjual dalam Persediaan Diproduksi A 20.000 Jawab: a Lihatno.15 Alokasi joint cost berdasarkan nilai jual relatif:B Jenis Produk A B C Jurnlah Jumlah Diproduksi 30.000 96.000 Biaya overhead pabrik 10.000 75.000 x RpI20.000 30.000 Jumlah Rp 120.000 liter 6 0.15 Total Penjualan Rp45.000 liter 30.000 75.000/150.000 liter o liter 30.000 x RpI20. 33.000/150.000/150.000 liter 30.20 5.000 Harga Per Unit Rp 1. 45.000 Rp 150.000 liter B 45.000 liter 10.000 liter 15.ooo* 24.000 * ** *** 31.30 Jawab: b Lihatno.30 Jawab: c Data yang dapat digunakan untuk alokasi joint cost bedasar harga jual relatif pada saat plit-off: 32.000 30.000 liter 3 0.

000 48.000 Alokasi total joint cost ke produk G: b = 270.000 Total 100.000 abc Rp 420.000 !i W 10.000 ** 400.000 AlokasianBiaya Rp 200.000 Perhitungan laba kotor produk W:Penjualan (10.000 unit): Alokasian joint cost Rp 36.000nSo.000 750.000 = Rp 36.000 dengan metode harga jual relatif: Jenis A B C lurnlah NilaiJual Rp 300.000 .000.000 *** Rp1.000 35.000 Biaya yang dialokasikan ke produk C: 20 kg x Rp 10.000.000 Rp 60.000 dengan metode berat relatif: Rp7S.000 *** Rp 1.000nso.000 AlokasianBiaya Rp 400.000 x 450.000 = Rp 400.000 = Rp 200. lawab: a Alokasi biaya bersama Rp 1. Rp 30.000 = Rp 252..Satuan produksi Biaya gabungan Biaya jual pada saat pemisahan .000.000 lumlah laba kotor 34. Jawab: b Alokasi biaya bersama Rp 1.000.000 257 .000 20/100 x Rp 1.000 Biaya yang dialokasikan ke produk A: 40 kg x Rp 10.000 Alokasi total joint cost ke produk W:b :::: 60.000 * 400.000 = Rp162.000 = Rp 400.000.000 600.000 x 450.000* 400.000 Jenis A B C Berat 40 kg 40 kg 20 kg 100 kg 40/100 x Rp 1000.000 Rp450.000nSo.E 50.000 40/100xRp 1.000 600.000 40.500.000.000 Alokasi total joint cost ke produk F:a = 420.000 Biaya yang dialokasikan ke produk B: 40 kg x Rp 10.000 Rp 1.000 ** 200.000.000 (+) Biaya pemrosesan lanjut 12.000/1 00 kg = Rp 10.000 Jumlah * ** *** Atau dapat juga dihitung dengan cara sebagaio berikut: Biaya rata-rata per kg: Rp 1.000 x 450.006 unit) Harga 'pokok penjuaJan (10.000 Rp 270.

37 37.000 172.000.000 100.500 Rp595.000 300.ooo Rp 417.500.000 Rp 317.000 Tenaga kerja 5.500 Overhead pabrik 3.000/1.200 ke produk PU-1 dan PU-2: Biaya Pengolahan HargaJual Alokasi Produk HargaJual Lanjutan Hipotetis Biaya PU-1 Rp430.ooo Rp245.200.000/1.000 Rp 120.750 4.000 Labakotor: 20% x Rp24.500 337.000.126. Pengerjaan untuk menjawab no.012.500 Rp 540.000 *** 600.000.500 Rp 10.500.4** Rp 1.000 x Rp 1.* 300. maka sebaikoya diproses lanjut. Jumlah biaya bersama: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik (-) Biaya produk PS sebelum pemisahan: Penjualan produk PS (-) Biaya proses lanjutan: Bahan baku Rp 1.000 Rp 24.200 Perhitungan alokasi biaya bersama sebesar Rp 540.000 x Rp 1.000 36.003.000 Karena apabila produk A diproses lanjut akan menghasilkan kenaikan laba sebesar Rp 20.800 Rp 540.ooo Rp 675.000 Rp 320.000 80.500 223.750 Rp 550.000 Rp 20.000/1.0 258 .000 150.950 14. Jawab: c Pertimbangan untuk menentukan apakah akan diperoses lanjut/tidak dengan membandingkan tambahan pendapatan dengan tambahan biaya: Tambahan pendapatan: Pendapatan bila diproses Ianjut Pendapatan bila tidak diproses lanjut Tambahan biaya: Biaya mernroses lebih lanjut Jumlah kenaikan laba pernrosesn lanjut Rp420.000 x Rp 1000.6* PU-2 165.000 ** 600.500.950 Jumlah biaya produk PS sebelum pemisahan Jumlah biaya bersama produk PU-l dan PU-2 9.

38 38.800 Biaya per unit: Rp19.196.003.6 Biaya alokasian 430.500 JumIah biaya pabrikasi sebelum pemisahan Rp 6.100 900 2.320 Rp 2.4 Biaya pemrosesan lanjutan 165.800/450 satuan = Rp44.0.80 ProdukPS Jumlah biaya pengolahan Biaya produk PS sebelum pemisahan Rp 9.500/Rp417 .000.Perhitungan: *Rp245.0 JumIah Rp 388.500 Rp9000 420 1. Perhitungan biaya pabrikasi sebelum pemisahan: ProdukPSl Penjualan (-) Biaya pengolahan lanjutan Laba kotor: 15% x Rp6.OO Pengerjaan untuk menjawab soal no.000 Rp 4.003.50 Produk PU-2: JumIah biaya pengolahan Biaya alokasian Rp 223.500 x Rp540.000 Rp 1.003.000/Rp417.800 Biaya pengolahan lanjutan 10.200 Perhitungan biaya per unit: Produk PU-l: JumIah biaya pengolahan Biaya pengolahan Rp 317.196.000.4/1.500 satuan = Rp258.6/6.6 Biaya per unit: Rp747.4 Biaya per unit: Rp388.500 x Rp540.000 Rp 3.180 259 .200 **R 172.000 Jumlah biaya pabrikasi sebelum pemisahan ProdukPS2 Penjualan (-) Biaya pengolahan lanjutan Laba kotor: 12% x Rp3. JumIah Rp 747.1.000 satuan = Rp124.000 JumIah Rp 19.

080 Jumlah harga pokok penjualan Labakotor Biaya pemaran danadministrasi Lababersih 8.2.5000 Rp 84.100 PS2: (Rp2.000 + Rpl. Perhitungan rugi-laba: Penjualan produk PU Penjualan produk PS 1 & PS2 Rp75.200 260 .500 Harga pokok penjualan produk PU: Biaya pabrikasi sebelum pemisahan Rp 37.5000 (-) Biaya sebelum pemisahan produk PS 1 Rp 4.~- 38.000 9.500 Rp42.000 Rp33.180 Rp 31.180 6.320 (+) Biaya pengolahan lanjutan 11.3000 Rp26.500 7.180 5l.000 Biaya sebelum pemisahan produk PS2 2.180 + Rp900) 3.820 Harga pokok penjualan produk sampingan: ps1: (Rp4.1OO) Rp 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful