LEMBAR KERJA MAHASISWA KULIAH LAPANGAN

A. Mata Kuliah : Genetika Dan Embriologi B. Lokasi :Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALISTA), Balai

Inseminasi Buatan (BIB), Balai Penelitian dan Pemuliaan Ternak Sapi Perah (BPPT-SP) di Lembang, Bandung. C. Waktu D. Tujuan : Kamis, 3 Mei 2012 :

1. Mengamati hasil penelitian sayuran 2. Mengamati hasil penelitian hewan 3. Melakukan observasi terhadap hasil-hasil persilangan pada beberapa jenis tanaman dan hewan yang unggul

I.

Balai Insemenasi Buatan (BIB) Lembang

Judul PKL Waktu dan Tempat

: Inseminasi Buatan (IB) : Kamis 3 Mei 2012, Balai Insemenasi Buatan (BIB) Lembang

Tujuan Visi dan misi BIB Visi

: Upaya mengetahui bagaimana cara pelaksanaan IB :

“Menjadi produsen semen beku terdepan pada 2015 yang bersih, efisien, dan berprestasi melalui teknologi Inseminasi Buatan untuk kesejahteraan masyarakat peternak”. Misi : 1. Melaksanakan produks, penyimpanan dan distribusi serta pemasaran semen beku dalam ragka pelayanan prima kepada masyarakat. 2. Menggali potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui optimalisasi pemanfaatan aset dalam menunjang tugas pokok dan fungsi Balai 3. Menyelenggarakan dan menggerakan penyempurnaan teknik dan metode untuk pengembangan Inseminasi Buatan 4. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) peternakan melalui pelatihan / magang / bimbingan teknis 5. Mendorong terciptanya peluang dan kesempatan kerja mandiri untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat peternak Program BIB : Penyediaan Semen Beku berkualitas (Sexing and Unsexing) Mekanisme Kerjasama - Penjualan semen beku - Kerjasama produksi dan distribusi semen beku - Pelayanan purna jual semen beku : - Swasembada Daging Sapi / Kerbau 2012-2014 dengan Pemerintah.

Deskripsi

:

Pada kawin alam pejantan yang di gunakan umumnya pejantan lokal dengan berat badan yang tidak terlalu besar karena pejantan unggul sangat terbatas. Kemampuan mengawini seekor pejantan terbatas. Kawin alam dapat juga

menularkan penyakit, selain berpotensi terjadi perkawinan sedarah (in

breeding) karena keterbatasan jumlah pejantan. Ternak yang di pelihara umumnya lokal dengan berat badan rendah pertumbuhan kurang bagus, oleh karena itu sebaiknya di kawinkan dengan metoda Inseminasi Buatan (IB) dengan menggunakan semen beku dari pejantan unggul yang secara genetik dan fisiologis bagus sehingga diharapkan anak yang dilahirkan pertumbuhannya juga bagus. Karena pertumbuhan anak sangat tergantung genetik bapak ibunya. Selain itu penularan penyakit dapat dikendalikan

Tugas Balai Insemenasi Buatan (BIB) Lembang 1. Bagaimana sejarah/latar belakang dan tujuan berdirinya lembaga BIB? Jawab: Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang dibangun tahun 1975 dan diresmikan oleh Menteri Pertanian RI dan Wakil Perdana Menteri Selandia Baru pada tanggal 3 April 1976. Sebagai BIB pertama di Indonesia, diberi mandat Pemerintah untuk memproduksi semen beku ternak sapi perah dan sapi potong, dalam rangka memenuhi kebutuhan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) di Indonesia agar tidak selalu tergantung pada semen beku impor.

2. Apa saja hewan yang di inseminsai di BIB? Jawab: Sapi perah Warna putih dan hitam (Frisian Holstein) atau merah dengan putih (Hungarian). Sapi potong (Simmental, Limousin, Angus, Brangus, Brahman, Ongole). Domba garut, Kambing PE berasal dari Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah dan kambing boehr berasal dari Afrika Selatan.

IB individu. birahi dirancang bersamaan dengan sinkronisasi memakai hormon (PGF 2a) 5. Bagaimana cara melakukan inseminasi di BIB? (Gunakan Bagan!) Jawab: Di BIB Lembang tidak ada inseminasi. Apa yang dimaksud dengan inseminasi? dan ada berapa macam? Jawab: Inseminasi buatan yang telah popular dikalangan peternak yang disebut kawin suntik adalah upaya memasukan semen/mani kedalam saluran reproduksi hewan betina yang sedang birahi dengan bantuan petugas khusus menggunakan alat tujuannya supaya hewan menjadi bunting. pengamatan dan pelaporan birahi. penyediaan sarana dan prasarana. birahi alami siklus setiap 21 hari (IB 24 hari) . seleksi dan pengelolaan pejantan unggul. sambil di dorong ke depan  Masukkan Gun IB dengan posisi miring ke atas  Lewatkan cincin-cincin servix sampai cincin terakhir  Semprotkan semen beku secara pelan-pelan di depan dalam servix .IB masal. Apa saja program-program yang dilakukan di BIB? Jawab : Pembentukan dan pengembangan organisasi penyediaan sumber daya manusia (SDM). Palpasi rektal :  Keluarkan kotoran tanpa mengelurkan tangan  Kenali dan pegang servix secara lembut. produksi dan distribusi semen (semen cair dan semen beku). Bersihkan vulva dengan kapas / tissue 4. Pastikan waktunya tepat 3. Macam inseminasi: . 4. pencatatan dan evaluasi hasil IB. hanya ada penampungan dan pengemasan semennya saja.3. Siapkan dan ikat ternak 2. namun untuk langkah-langkah inseminasi buatan adalah: 1.

apabila dalam rektum banyak kotoran harus dikeluarkan lebih dahulu kemudian Semen disuntikkan/disemprotkan pada badan uterus yaitu pada daerah yang disebut dengan ‘posisi ke empat’. Tarik gun IB----Cek kondisi straw  Catat nama. dan ujung yang mencuat dipotong dengan menggunakan gunting bersih Setelah itu plastic sheath dimasukkan pada gun yang sudah berisi semen beku/straw Sapi dipersiapkan (dimasukkan) dalam kandang jepit. dan lain-lain  Tinggalkan catatan pada ternak. Kemudian straw dimasukkan dalam gun. straw dikeluarkan dari air kemudian dikeringkan dengan tissue. kode pejantan. Jadi semen/straw tersebut dimasukkan dalam air dengan suhu badan 37 oc. selama 7-18 detik. tanggal IB. . Setelah semua prosedur tersebut dilaksanakan maka keluarkanlah gun dari uterus dan servix dengan perlahan-lahan. Setelah dithawing. Suhu untuk thawing yang baik adalah 37oc. hingga dapat menjangkau dan memegang leher rahim(servix). untuk Skema: Sebelum melaksanakan prosedur inseminasi buatan (IB) maka semen harus dicairkan (thawing) terlebih dahulu dengan mengeluarkan semen beku dari nitrogen cair Kemudian memasukkan semen beku dalam air hangat atau meletakkannya dibawah air yang mengalir. dengan ekor diikat Petugas inseminasi buatan (IB) memakai sarung tangan (glove) pada tangan yang akan dimasukkan ke dalam rektum Tangan petugas inseminasi buatan (IB) dimasukkan ke rektum.

jumlah yang dihasilkan. pemasaran. yaitu jumlah pelayanan IB untuk mencapai bungting dan angka conseption rate (CR). Dilihat dari segi perawatan ternak juga. begitupun jika semen beku tadi didistribusikan ke peternakan sapi potong. Dilihat dari tingkat keberhasilan juga bisa dikatakan bagus. ( Fungsi no 9 ). ( Tugas Pokok ) “Distribusi dan Pemasaran semen beku unggul”. Setelah hewan diinseminasi.6. distribusi semen beku DIPA yang menggunakan dana APBN ditargetkan ke 26 provinsi dengan dosis sebanyak 300. hewan pedaging untuk dijual ke pasar atau bagaimana) Jawab: Produk turunan hasil dari Inseminasi Buatan ( IB ) dimanfaatkan tergantung dari distribusi semen bekunya. produk turunan hasil inseminasi dimanfaatkan untuk apa? (misal menghasilkan produk susu. Tingkat keberhasilan IB dapat diukur dari angka S/C ( service per conception). tingkat keberhasilan. misal hambatan. maka produk turunannya berupa sapi potong yang unggul. pemasaran / distribusi BIB lembang pada tahun 2011 saja sangat luas.000 . Jika semen beku tadi didistribusi ke peternakan sapi perah maka produk turunannya berupa sapi perah yang unggul dalam kualitas penghasil susu. 7. Tuliskan kesimpulan dari hasil observasi anda di BIB! Ditinjau dari berbagai faktor. mengingat fasilitas dan bibit unggul yang ada disana sangat baik. pihak BIB sangat menjaga agar hewan ternak disana selalu sehat dan vitalitasnya tetap tinggi. . dan lain-lain) Jawab: Dapat disimpulkan bahwa proses inseminasi buatan di BIB lembang terbilang cukup sukses. Semen beku dari BIB lembang juga dipasarkan sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi BIB itu sendiri yaitu : “Melaksanakan Produksi dan pemasaran semen beku benih unggul ternak serta pengembangan inseminasi buatan”.

276 ekor Hambatan hampir tidak ada. tegang. Bagaimana penanganannya Jawab: Untuk sapi yang telah pada tahap birahi.089. jumlah yang dihasilkan sekitar 3juta straw/tahun. hanya ada sedikit kendala dalam hal fertilitas.93 Jumlah Anak : 152.93 Jumlah Kelahiran : 152. mengeras dengan permukaan tidak rata. Pengamatan 1) Amati dan jelaskan: a. cervix relaksasi dan pada ovarium terdapat folikel de graaf yang membesar dan sudah matang. 8. Jarak antara satu birahi kebirahi selanjutnya adalah kira-kira 21 hari sehingga bila satu birahi terlewati maka kita masih harus menunggu 21 harilagi untuk melaksanakan Inseminasi Buatan (IB) selanjutnya. b. suara bengah-bengah pada sapi tersebut.090 ekor Jumlah Calon bibit : 129. Kegagalan kebuntingan setelah pelaksanaan InseminasiBuatan (IB) juga akan . Karena keterlambatan pelayanan Inseminasi Buatan (IB) akan berakibat pada kerugian waktu yang cukup lama.089. kebengkakan dan alat kelamin luar yang hangat. pemasaran pun lancar. Jika dipalpasi perektal maka uterus terasa kontraksi. segaranya dilakukan inseminasi buatan.Jumlah yang dihasilkan ( berdasarkan laporan tahunan SPI BIB lembang Tahun 2011 ) Jumlah Kebuntingan : 152. adanya lendir yang kental dan bersih yang menggantung keluar dari alat kelamin dan diikuti dengan tingkah laku homoseksual. Ciri-ciri sapi yang mengalami fase birahi Jawab : Sapi yang birahi ditandai dengan adanya kemerahan. tingkat keberhasilan cukup memuaskan.

: 5 – 8 ml b. dan pendistribusiannya! Jawab : a. Vagina Buatan :     Diantara selongsong karet tebal dan tipis diisi air panas (55oC) Suhu yang tepat di bagian dalam vagina buatan adalah 42 – 44oC Salah satu ujung vagina buatan diberi pelicin (vaselin/tragacanth) Konsentrasi : 2000 – 2200 jt / ml semen. Penanganan semen beku dalam container Penanganan sangat penting untuk diperhatikan karena berfungsi untuk mempertahankan kualitas straw tetap baik sehingga dapat digunakan untuk inseminasi buatan pada sapi induk. Ampula : 0. : 0.S. penanganan. selain kerugian materiil dan immateriil karena terbuangnya semen cair dan alat pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) serta terbuangnya biaya transportasi baik untuk melaporkan dan memberikan pelayanan dari pos Inseminasi Buatan (IB) ke tempat sapi birahi berada. volume. Vesikula seminalis /ampula melalui rectum Volume Semen yg dikumpulkan dari kel.berakibat pada terbuangnya waktu percuma. c. V.5 – 23 cc Bersifat alkalis karena tercampur cairan asesoris (kualitas menurun) 2. Proses pengambilan semen 1.5 – 21 cc Volume semen yg dikumpulkan dari kel. Massage kelenjar asesoris :     Dengan cara memijat kel. Bagaimana proses pengambilan semen. Penangananya .

2. 3.Pendistribusian semen beku harus dilakukan dengan mengikuti persyaratanteknis sebagai berikut : 1. Straw harus terendam dalam N2 cair. sehingga akan nampak bekas N2 berwarna putih pada penggaris tersebut. Kontainer yang dipergunakan sesuai dengan jumlah straw yang di kirim. Untuk mengamankan dalam pengangkutan tiap-tiap kontainer harusterbungkus dan disegel serta dilengkapi dengan kartu petunjuk. Pendistribusian semen Distribusi semen beku oleh unit pelaksana teknis dilakukan dalam rangkamendorong percepatan penyebaran bibit ternak yang memenuhi persyaratanteknis bibit di suatu wilayah untuk perbaikan mutu genetik dan produksi.Untuk menghindari terjadinya perkawinan antara dua individu yang bersaudara (inbreeding). baikdalam bentuk pengembangan sentra pembibitan dan atau kawasan perbibitan yang disesuaikan dengan potensi atau agroekosistem. Oleh karena itu kegiatan distribusi dan penggunaan semen beku tersebut agar dilakukan dengan atau . c. maka distribusi dan penggunaan semen beku hendaknya memperhatikan catatan distribusi dan breeding program yang ditetapkan oleh dinas peternakan atau dinas yang membidangi fungsi peternakan di provinsi/kabupaten/kota. Ketika mengambil straw di dalam kontainer tidak boleh melebihi tinggi leher kontainer serta hindarkan dari sinar matahari secara langsung. dan kontainer harus terisi penuh N2 cair sampai batas leher.adalah sebagai bverikut : Semen beku yang ada di dalam kontainer harus selalu terisi N2 cair dan straw terendam dalam N2 cair tersebut yang jaraknya minimal > 15 cm dari dasar container. N2 cair yang ada di dalam kontainer dicek setiap seminggu sekali dengan cara memasukkan penggaris plastik warna hitam atau kayu ke dalam kontener yang langsung diangkat.

pemeriksaan mikroskopis (gerakan masa dan gerakan individu) dan pemeriksaan konsentrasi.30 s/d 11. tetapi konsentrasi spermanya sedikit.dibawah pembinaan dan pengawasan atau bimbingan teknis dinassetempat. Sedangkan volume pada pejantan kuda dan babi biasanya mempunyai volume yang banyak. warna. Apa indikator suatu semen dikatakan berkualitas baik atau buruk? Jawab: Kualitas semen dapat dilihat dari beberapa hal dari cara makroskopis maupun cara mikroskopis. sedangkan jika semen berwarna hijau kekuningan maka semen tersebut mengandung bakteri pseudomonas aeruginosa. 1. d. Sapi Kuda Babi Domba = 1200 juta/ml (vol.5 ml) Warna semen pada sapi adalah putih krem. Pemeriksaan semen yang dilakukan di BIB Lembang meliputi pemeriksaan makroskopis (volume. jika semen berwarna kuning maka semen tersebut mengandung pigmen riboflavin.00. 75-150 ml) = 200 juta/ml (vol. Pengambilan semen yang dilakukan di BIB Lembang menggunakan vagina buatan proses penampungan dilakukan pukul 07. dilakukan proses Filling dan Sealing (pengisian semen). Sedangakan jika semen mengandung gumpalan maka semen tersebut mengandung nanah. Setelah melalui proses tersebut kemudian semen beku didistribusikan. Pre.Freezing. 4-6 ml) = 150 juta/ml (vol.125 ml) = 2000 juta/ml (vol. Volume semen yang baik adalah pada domba dan sapi adalah sedikit tetapi mempunyai konsentrasi sperma yang banyak. konnsistensi). Setelah dilakukan pemeriksaan. dan jika semen tersebut terdapat warna merah maka semen tersebut terdapt darah dari . Freezing (pembekuan) dan PTM (Post Thawing Motility) yaitu pemeriksaan semen beku.

Untuk menentukan baik buruknya semen meliputi: warna : susu.ureter. Dan jika semen tersebut cair berawan dan keruh.8. Dll . kebengkakan dan alat kelamin luar yang hangat. Karena keterlambatan pelayanan Inseminasi Buatan (IB) akan berakibat pada kerugian waktu yang cukup lama. maka semen tersebut berkonsentrasi 100 jt sel/ml. dan pelicin plastin.atau dengan sapi jantan atau vagina buatan itu dilapisi karet inner liner. Jarak antara satu birahi kebirahi selanjutnya adalah kira-kira 21 hari sehingga bila satu birahi terlewati maka kita masih harus menunggu 21 harilagi untuk melaksanakan Inseminasi Buatan (IB) selanjutnya. Jika semen berwarna krem. e. Apa kesimpulanmu? Jawab: Pada sapi yang birahi ditandai dengan adanya kemerahan. Untuk proses pengambilan semen balai inseminasi buatan lembang merangsang pejantan dengan alat. dan jika semn tersebut berwarna kecoklatan maka semen tersebut terkontaminasi dengn kotoran. atau sapi betina . Jika semen seperti susu encer maka konsentrasi sperma adalah 500-600 jt sl/ml.2 – 6. volume : rata-rata sapi 5 ml. adanya lendir yang kental dan bersih yang menggantung keluar dari alat kelamin dan diikuti dengan tingkah laku homoseksual. Dan untuk penanganan ada sapi yang sedang birahi harus segera dilakukan inseminasi buatan. kerbau 2 ml. kekentalan (kosistensi) : sedang – pekat. maka konsentrasi spermanya adalah 1000 juta-2000jt sel/ml. ph : 6. Sampai sapi mencapai libido dan kemudian sperma ditampung dan disimpan pada suhu tertentu agar sperma tidak mati. Hingga akhirnya dapat dilakukan inseminasi pada sapi betina. krem dan kekuning-kuningan. bau : spesifik/normal dan juga kandungan sperma harus lebih 1200 juta/ml.

2) Buatlah skema penanganan sapi hingga semen-nya di transfer ke sapi betina. agar vitalitas sapi pejantan tersebut terjamin dan bagus.Proses IB juga harus memperhatikan keadaan lingkungan dan kesehatan tubuh dan pakan ternak sapi yang menjadi pejantan donor semen. Jawab : pemberian pakan pejantan kesehatan sapi pejantan perawatan ternak pengenceran semen pemeriksaan semen segar (kualitas semen) dan hingga akhirnya dibekukan penampungan semen segar yang didapat dari pejantan pemeriksaan semen inseminasi (pemasukan sperma pada sapi betina) Selesai _ .

I. PTN. Kotak Pos 8413 Lembang 40391 . Tujuan Visi dan misi Balitsa Visi : Melaksanakan penelitian tanaman : “Menjadi lembaga penelitian terdepan di Asia Tenggara dalam menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi strategis sayuran yang berorientasi kepada kebutuhan pengguna. Tangkuban Perahu 517. Balai Penelitian Tanaman dan Sayuran (Balitsa) Jl. Program Balitsa       : Pemuliaan. dan lain-lain : Deskripsi Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA) adalah suatu Lembaga Pemerintah yang bergerak dalam bidang penelitian dan pengembangan tanaman . Perusahaan Swasta Kerjasama luar negeri : Australia. Mengembangkan jaringan kerjasama nasional dan internasional melalui pola kemitraan menuju kemandirian penelitian sayuran.Jawa Barat Telp: 022 2786245 Fax: 022 . menghasilkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi strategis sayuran sesuai kebutuhan pengguna. Misi Menciptakan.2786416. Meningkatkan kapasitas dan publisitas serta pelayanan prima dalam penelitian sayuran. plasma nutfah dan perbenihan Entomologi dan fitoplatologi Fisiologi hasil Ekofisiologi : Mekanisme Kerjasama Kerjasama dalam negeri : BI. 03 Mei 2012. Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balista) Lembang Judul PKL : Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang Waktu dan tempat : Kamis. 2786025.

Jenis tanah yang terdapat di Balitsa Lembang yaitu jenis . Secara fisiografi Balitsa termasuk dalam zona fisiografi depresi Bandung (dimana terbentuk karena terjadinya runtuhan pada bagian tengah atau puncak pada saat terjadi pengangkatan/pelengkungan). Lokasi BALITSA 1.5 km dari kecamatan Lembang ke arah utara timur. bom. formasi yang terbentuk akibat letusan gunung tangkuban perahu. tomat. kacang buncis. lava. Letak Geografis Balitsa terletak di Jl. kangkung. Lembang. berongga. Keadaan Wilayah Balitsa terletak pada formasi geologi QYT (Quartet Young Tuff). Berbagai macam benih sayuran banyak dihasilkan oleh BALITSA. kentang. Akibat runtuhan tersebut muncul kompleks gunung Tangkuban Perahu.. Disebelah timur. wortel. melakukan penelitian tanaman sayuran. BALITSA dibatasi Jalan Raya Lembang menuju Subang.sayuran di Indonesia. dengan bahan induk breksi pasir tufaan. lapili. antara lain cabai. kubis bunga. dan caisim. 2. sebelah selatan dibatasi Desa Cibogo. sedangkan dari Lembang ± 15 menit. Bandung. sebelah Barat dibatasi perkampungan Cibedug dan sebelah utara dibatasi jalan Cikole-Cibedug. bis dan taksi. bayam. bawang merah. 3. Tangkuban Parahu 517 Cikole. angkutan kota. Secara geografis BALITSA terletak pada koordinat antara 107° 36’ 32’’ dan 107° 36’ 33’’ BT dan antara 6° 30’ 46’’ dan 6° 30’ 49’’ LS dengan ketinggian tempat 1250 m dpl. Jawa Barat. kacang panjang. padat yang bersudut dengan banyak bongkahan-bongkahan dan pecahan-pecahan batu apung yang berasal dari gunung Tangkuban Perahu. menyiapkan kerjasama dalam penyebarluasan dan pendayagunaan hasil penelitian tanaman sayuran. mentimun. Transportasi yang dapat digunakan adalah ojek. usaha agribisnis. BALITSA berjarak ± 25 km dari kota Bandung ke arah utara atau ±5. Dari Bandung ± 1 jam ke BALITSA. kepingan-kepingan andesit. basalt. BALITSA dalam kegiataanya. Letak Topografi Topografi dari BALITSA Lembang yaitu bergelombang dan berbukit yang merupakan bagian dari jajaran pegunungan Tangkuban Parahu.

1000 mm/ bulan. BALITSA Lembang terletak pada wilayah sentra produksi sayuran dan lahan yang subur. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITRO) di beberapa daerah di Indonesia. 4. sayuran dan hias. serta rata-rata kelembaban nisbi 70 . balai penelitian ini merupakan balai penelitian tanaman hortikultura yang diantaranya ada tanaman buah. Luas lahannya sendiri sebesar 40 hektar. Balai Penelitian Tanaman Buah (BALITBU).210/3/2000. Tanah di BALITSA merupakan tanah jenis andosol yaitu cokelat kehitaman. Kemudian pada tahun 1995 berubah menjadi Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA) yang letaknya di Lembang Bandung Jawa Barat. juga merupakan daerah Agrowisata.tanah Andosol dengan Ph antara 5. remah. Profil Organisasi Balitsa Berdasarkan keputusan Menteri Pertanian No. Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI). Ketinggian daerah kurang lebih 1200 m dpl. Bahwa Balitsa Lembang berada di bawah garis operasional Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Hortikultura dan sejajar dengan Balai lainnya Balithi Cianjur dan Balitbu Solok. lempung berdebu dan lempung dengan struktur yang lemah dengan konsistensi yang gembur. Setelah semakin maju dan berkembang balai hortikultura ini terbagi atas 4 balai diantaranya ada Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA). Sebelum berdiri BALITSA. Bagaimana sejarah/latar belakang dan tujuan berdirinya BALITSA? Jawab: Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA) Lembang pada awal terbentuknya yaitu tahun 1940 berada di bawah naungan Balai Penelitian Teknologi Petanian Bogor. Tugas Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balista) Lembang 1.5-7 yang berasal dari vulkanik Gunung Tabgkuban Perahu adapun cirri dari tanah tersebut berwarna hitam. 160/KPTS/OT. dengan curah hujan 0 . . Pada tahun 1962 berkembang menjadi Kebun Percobaan Hortikultura yang merupakan cabang dari Lembaga Penelitian Hortukultura Pasarminggu.100 %.

adakah keanekaragaman sifat pada tiap tanaman tersebut? Jelaskan! Jawab: Ada. Tomat sebanyak 7 varietas. Secara umum dapat dikelompokkan menjadi:    Komoditas unggulan : bawang merah. paria.memiliki pori-pori makro dan mikro dengan pH 5. Mentimun sebanyak 3 varietas dan Cabai sebanyak 3 varietas. Petsai sebanyak 3 varietas. . 4. 2. misalnya jenis tanjung yang merupakan salah satu jenis varietas KENTANG yang berasal dari daerah Jawa Tengah. jamur tiram Komoditas prosfektif : terung. Varietas ini di pilih tentu saja karena memiliki keistimewaan rasa yang enak dan masa panen yang cepat. tomat mutiara. Bayam sebanyak 2 varietas. Ini tidak serta merta berlangsung begitu saja. Kangkung sebanyak 1 varietas. mentimun. Bawang merah sebanyak 4 varietas. cabai keriting Komoditas prioritas : tomat.5 – 7. Kacang panjang sebanyak 2 varietas. Bawang putih sebanyak 3 varietas. Tujuan di didirikanya BALISTA ini adalah untuk menciptakan. kentang. buncis. menghasilkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi strategis sayuran sesuai kebutuhan pengguna dan Meningkatkan kapasitas dan publisitas serta pelayanan prima dalam penelitian sayuran. Diperoleh dari hasil persilangan gen untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang tinggi. Tomat toska. dan lain-lain 3. Apa saja jenis tanaman yang dikembangkan di BALITSA? Jawab: Jenis tanaman yang dikembangkan adalah kentang sebanyak 8 varietas. Buncis sebanyak 3 varietas. Berdasarkan hasil pengamatan. dan lain-lain. sebelumnya bibit tersebut di uji oleh balai-balai tertentu. tomat ruby. Dari manakah bibit tanaman awal diperoleh? Jawab: Bibit tanaman awal diperoleh dari lokal.

umur genjah. 5. No 1 2 3 4 5 6 7 Komoditas Kopi Kelapa sawit Padi Sawah Padi Sawah Padi Sawah Padi Sawah Padi Sawah Nama Varietas Andung Sari 2K D x P PPKS 239 Inpari 10 Laeya Inpari 11 Inpari 12 Inpari 13 Inpari 7 Lanrang Tahun 2010 2010 2009 2009 2009 2009 2009 . tahan terhadap tekanan biotik dan abiotik tertentu. seperti potensi hasil tinggi.selain itu terdapat keanekaragaman sifat dari tanaman lainnya yaitu:            kentang (18 varietas) bayam (2 varietas) kacang panjang (3varietas) bawang merah (9 varietas) bawang putih (3 varietas) petsai (3 varietas) tomat (7 varietas) kangkung (1 varietas) buncis (3 varietas) mentimun (3 varietas) cabai (5 varietas) meskipun dalam satu spesies tetapi terdapat keanekaragaman sifat (gen) sehingga terdapat variasi. sesuai dengan selera konsumen. Jelaskan keanekaragaman gen dan jenis yang terbentuk dari tanaman yang dikembangkan! Jawab: Dengan varietas unggul tanaman diperoleh melalui serangkaian penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan varietas dengan sifat-sifat yang diinginkan. dan lain-lain.

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Padi Sawah Padi Sawah Padi Sawah Padi Gogo Padi Gogo Padi Gogo Padi Gogo Padi Pasang Surut/Lebak Padi Pasang Surut/Lebak Padi Pasang Surut/Lebak Padi Pasang Surut/Lebak Padi Pasang Surut/Lebak Padi Pasang Surut/Lebak Padi Hibrida Padi Hibrida Padi Hibrida Padi Hibrida Padi Hibrida Jagung Jagung Jagung Jagung Jagung Jagung Jagung Jagung Jagung Jagung Jagung Jagung Inpari 8 Inpari 9 Elo Kuriak kusuik Inpago 4 Inpago 5 Inpago 6 Mandel Handayani Inpara 1 Inpara 2 Inpara 3 Inpara 4 Inpara 5 Inpara 6 Hipa 10 Hipa 11 Hipa 7 Hipa 8 Poineer Hipa 9 AS 1 Bisi 222 Bisi 816 Bisi 818 DMI 1 DMI 2 DMI 3 Guluk-Guluk Makmur 4 Manding Motoro Kiki Pertiwi 1 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 .

38 39 40 Jagung Jagung Jagung Pertiwi 2 Pertiwi 3 Talango 2009 2009 2009 6. Panen 2-3 kali seminggu. Telah diterapkan 2. Bibit induk dapat disimpan dalam lemari pendingin (4^C) selama 1 tahun. Teknologi persilangan apa yang telah atau sedang diterapkan? Jawab: No Nama Alat Keunggulan Status 1. Teknologi budidaya jamur Edibel 1.5 bulan. Oleh karena itu. Panen Jamur Tiram/Kuping > 9 kali dalam waktu > 1. Teknologi aeroponik dapat menghasilkan umbi kentang yang cukup banyak dibandingkan dengan menggunakan media steril (tanah dan pupuk kandang). 3. 2. Teknologi Aeroponik Terobosa Perbanyakan Cepat Benih Kentang Teknologi aeroponik merupakan terobosan dalam melipatgandakan benih Go. yaitu ke 1-5. pada bulan Desember 2008 peneliti Balai Penelitian tanaman sayuran (Balitsa) bekerjasama dengan ATN mengembangkan teknik aeroponik dan hasilnya Telah diterapkan . 14-16-18-20-26 msi. Panen Jamur Shiitake 5 kali.

52 % Telah diterapkan 7. Adapun ukuran benih yang dihasilkan dengan teknik aeroponik bervariasai dari ukuran sebesar biji kacang tanah sampai sebesar telur bebek. dibandingkan dengan konvensional. Pengendalian Hama Penggorok Daun Pada Kentang Pemanfaatan musuh alami Hemiptarsenus varicornis mampu menekan serangga hama sampai dengan 97. Bagaimana cara melakukan persilangan sehingga menghasilkan bibit unggul? Jawab: persilangan sehingga menghasilkan bibit unggul bisa dilakukan dengan: a. Telah diterapkan 4. Telah diterapkan 5. Cross selfing (persilangan sendiri) b. dapat mengembang kembali seperti bentuk semula. dan jumlah buah per tanaman dari tanaman paprika yang ditanam di rumah plastik kombinasi kayu dan metal lebih tinggi daripada tanaman paprika yang ditanam di rumah plastik bambu. dan penyimpanannya mudah. Sayuran Kering Tahan lama. nutrisi dan warna dapat dipertahankan. bobot buah. pengemasan. 3. Sistem Produksi Paprika di Rumah Plastik Hasil panen paprika. Kultur anter . pengangkutan.mencapai 10 kali lipat.

Tercukupinya produksi sepanjang tahun. 4.Teknik kultur antera dapat mempercepat waktu pemuliaan melalui pembentukan galur haploid ganda (galur murni) dari polen tanaman F1. Faktor biotis yang paling umum adalah serangan hama dan penyakit utama pada sayuran diantaranya layu bakteri. Kendala yang membatasi produktivitas sayuran adalah cekaman biotis. Peningkatan produktivitas dan produksi. busuk daun. B. Peningkatan mutu produk. kultur bunga 8. 5. tingkat keberhasilan. Sistem pekerjaan terkadang sulit untuk bisa selesai dalam kurun waktu relatif. Kendala yang ditimbulkan oleh serangan penyakit tersebut dapat menurunkan hasil antara 20– 80 % 4. 6. sehingga seleksi untuk sifat unggul yang diharapkan dapat dilakukan lebih awal. antraknos. c. Penambahan luas areal tanam dan panen. Adopsi teknologi maju. Hambatan 1. Tingkat Keberhasilan 1. . Apa kesimpulan yang dapat anda ambil? (ditinjau dari berbagai aspek misal hambatan. 2. Menghadapi dan menyelesaikan pekerjaan tidak sistimatis. 3. bersifat berkesinambungan atau terus menerus. 5. Selalu di mulai dengan tidak faham atau tidak sefaham dengan pekerjaan selama melayani obsever. virus. 3. pemasaran. dan lain-lain) Jawab: Kendala yang dialami : musim yang tidak menentu (panas dan dingin) dan fenomena alam (bencana) A. 2. nematoda.

Peningkatan pendapatan petani. 10. Memberikan petunjuk tentang kemampuan usahatani untuk memikul suatu kredit. 8. Lembaga-lembaga ini mempunyai hubungan satu sama lain Selanjutnya dikatakan bahwa perencanaan usahatani bertujuan untuk memaksimumkan pendapatan petani melalui pemanfaatan lahan dan tenaga kerja petani yang tersedia serta melaksanakan pola pertanaman yang paling menguntngkan. pupuk). Tersedianya sarana produksi secara berkelanjutan (benih.6. Menaksir produksi dan pendapatan petani yang akan diperoleh. Terpasarkannya hasil/produk pada tingkat nilai tambah yang layak. . 2. 3. Berkembangnya usaha pengelolaan. 7. Terbentuknya kelembagaan usaha. C. Pemasaran Di dalam pemasaran hasil-hasil pertanian khususnya komoditi tertentu dibutuhkan lembaga pemasaran berupa badan-badan yang menyelenggarakan kegiatan pemasaran. Membantu petani dalam memperbaiki organisasi untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani. 11. 4. 5. Taha (1999) menjelaskan bahwa perencanaan usahtani dan perencanaan biaya mempunyai arti: 1. Dasar untuk menghitung pendapatan petani. Terbangunnya prasarana usaha. Membantu perencanaan pemanfaatan sumber-sumber produksi dan metode-metodenya. 12. menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. 9. Terbentuknya usaha agribisnis.

Jawab: a. Kelembapan b.9. rumah kaca dan peralatannya. e. Instansi  dan sarana prasarana penunjang penyemaian dan penanaman tanaman Fasilitas Kebun Percobaan Laboratorium. d. Pengamatan 1) Amati dan jelaskan bagaimana kondisi lingkungan Balista dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman sayur secara ptimal. . Teknik apa saja yang dilakukan di Balista hingga menghasilkan sayuran yang unggul. struktur dan tekstur tanahnya juga mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman. instansi dan sarana prasarana penunjang penyemaian dan penanaman tanaman. dengan curah hujan 0 1000 mm/ bulan. dan 15-18ºC pada malam hari. Dengan mengecek: a. Suhu Suhu lingkungan berkisar antara 24-27ºC pada siang hari. Kandungan hara dan organik tanahnya cukup baik. Kelembaban Ketinggian daerah kurang lebih 1200 m dpl. remah.100 % (sesuai tabel data curah hujan BALITSA). pH tanah d. b. pH tanah Tanah di BALITSA merupakan tanah jenis andosol yaitu cokelat kehitaman. Suhu c. serta rata – rata kelembaban nisbi 70 . c. memiliki pori – pori makro dan mikro dengan pH 5.5 –7.

Teknologi dengan menanam stek secara in vitro atau in vivo. Perbanyakan dari G2 ke G3 dilaksanakan di BBU (PD Mamin/PD Agribisnis) Pangalengan yang selanjutnya diperbanyak menjadi G4 oleh para penangkar yang telah terlatih. kegiatan penangkaran adalah sebagian dari pemuliaan. pada kenyataannya. yang selanjutnya secara berurut ditanam menjadi G1 (pada screen house) dan G2 (di lapangan). Selain melakukan penangkaran. Selanjutnya G0 berupa stek dikirimkan ke BBI Pangalengan untuk diperbanyak di Screen House A dan menghasilkan mini tuber. Teknik inilah yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) Lembang.    Ruang Perpustakaan dan kearsipan Ruang pertemuan dan fasilitasnya Jaringan Informasi dan Perangkatnya Layanan daya dan jasa. kegiatan memelihara tanaman untuk memperbanyak dan menjaga kemurnian. untuk mendapatkan bibit kentang generasi nol (G0/benih sumber). Teknik apa saja yang dilakukan di BALITSA hingga menghasilkan sayuran yang unggul. e. . pemuliaan berusaha memperbaiki mutu genetik sehingga diperoleh tanaman yang lebih bermanfaat. Pemuliaan tanaman kadang-kadang disamakan dengan penangkaran tanaman. yaitu kegiatan mengubah susunan genetik individu maupun populasi tanaman untuk suatu tujuan. Selain itu juga Di Balitsa menggunakan teknik pemuliaan tanaman.

Syarat-syarat pelilinan:       Buah / umbi (misal kentang) harus betul-betul sehat Buah / umbi (misal kentang) tidak mengandung panas lapangan Buah / umbi (misal kentang) harus dicuci terlebih dahulu dengan larutan pencuci anti bakteri Buah / umbi (misal kentang) harus dalam kondisi bersih dan kering.2) Buatlah skema penanganan tanaman sayuran di terdistribusinya bibit unggul sayuran Jawab: Balista hingga mendapatkan Bibit LOKAL melakukan pengujian terhadap bibit lokal hasil pengujian kemudian disilangkan di hak patenkan diberi nama Varietas sampai didapat bibit yang benarbenar unggul didistribusikan ke masyarakat Deskripsi Temuan: Pada kentang diadakan pelilinan yang bertujuan untuk memperlambat respirasi dan transpirasi serta mengurangi resiko infeksi oleh pathogen. Keuntungan Kualitas buah/ umbi yang dilapis lilin dapat dipertahankan Penampilan umbi kentang lebih menarik . sehingga kualitas umbi dapat dipertahankan lebih lama.

 Kehilangan bobot umbi kentang dapat dikurangi. . Penamaan Benih Untuk penamaan benih berdasarkan:   Nama penemu Bisa menggunakan nama-nama planet. Catatan: Buah / umbi yang telah dilapis lilin sebaiknya ketika dikonsumsi dibersihkan dulu lapisan lilinnya. daerah dan sebagainya.

3. laboratorium susu ) dan peralatan lainnya. Tujuan : Mengamati hasil penelitian hewan. Mekanisme Kerjasama : Program BPPT-SP Bekerja sama pada bulan maret 1997. Direktorat Jenderal Peternakan dengan pemerintah Jepang cq. Bandung. Health Reproductive dan Forage Production and Utility serta bantuan fisik ( bangunan kandang. menjadi lokasi utama ( main site ) kerjasama Teknis Dairy Technology Improvement Project antara pemerintah Indonesia cq. BPPT-SP Lembang Judul PKL Waktu dan Tempat : Penelitian Sapi Perah : Kamis. Memacu perekayasaan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik instansi pemerintah. Workshop. . Memacu perekayasaan teknologi untuk kemandirian bangsa : Pengembangan Pengusahaan Bibit. pasteurisasi. Pengembangan Teknologi bibit Unggul. Pengembangan SDM. Memacu perekayasaan teknologi untuk meningkatkan daya saing produk industry 2. Japan International Cooperation Agency ( JICA ) dalam bentuk transfer teknologi bidang feeding and management. melakukan observasi terhadap hasil persilangan pada beberapa jenis tanaman dan hewan yang unggul Visi dan Misi BPPT-SP Visi : Lembaga penelitian terdepan di Asia Tenggara dalam menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi strategi sayuran yang berorientasi pada kebutuhan pengguna Misi 1. 3 Mei 2012.I. Milking Hygiene. Balai Penelitian dan Pemuliaan Ternak Sapi Perah (BPPT-SP) di Lembang.

B. tujuan pendirian dan mekanisme kerjasama di BPPT? Jawab:  Latar belakang dan tujuan pendirian BPPT Balai Pengembang Pembibitan Ternak Sapi Perah (BPPT-SP) adalah salah satu UPTD dari Dinas Peternakan Jawa Barat.S. yang berlokasi di Desa Cikole. Hatta Rajasa • 2001-2004 6. 7. Prof. . M. Hikam • 1999-2001 5. 8. Rahardi Ramelan • 1998-1998 3.J.Ing. Sc. Ir. Memiliki jarak 22 Km di sebekah utara kota Bandung. 6. Pada tahun 1964 tanggungjawab Balai diserahkan kepada Dinas Peternakan PropinsiDT I Jawa Barat. A.Deskripsi : UPTD Balai Penelitian dan Pemuliaan Ternak Sapi Perah (BPPT-SP) Cikole Lembang berdiri tahun 1952 dengan nama Taman ternak yang di prakarsai oleh Drh. Kecamaan Lembang. Kusmayanto Kadiman • 2004-2006 7. selanjutnya pada tahun 1983 berubah menjadi UPTD BalaiPembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) Cikole Lembang. Kab. Ir. Dr. Dr.Dr. Bandung. 4 Km dari ibukota kecamatan lembang. Marzan A. Said Djauharsyah Jenie. Dr. Soedjono Koesoemohardjo berada di bawah Jawatan Kehewanan Priangan Barat yang kegiatan utamanya budidaya ternak sapi perah serta pengembangan komoditi ternak lainnya. Berikut kepala-kepala BPPT dari awal berdiri sampai sekarang : Periode 1. Dr.D • 2006-2008 8. Bagaimanakah latar belakang. Prof. Iskandar • 2008-Sekarang Tugas BPPT-SP Lembang 1. Padatahun 1999 berubah kembali menjadi UPTD BPT-HMT Ternak Perah Cikole Lembang danpada tahun 2002 hingga saat ini sesuai dengan perda nomor 5 th 2002 menjadiUPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Sapi Perah (BPPT-SP) Cikole Lembang. Prof.Dr. Ir. Habibie • 1974-1998 2. Zuhal MSEE • 1998-1999 4.Prof.

Taman Ternak didirikan untuk melaksanakan kegiatan budidaya ternak. Sedangkan sisa lahan lainnya merupakan bangunan. Soedjono Koesoemoharjo. khususnya untuk sapi perah.Ketinggian lokasi ini sekitar 1.54 hektar.8 hektar di lokasi Cikole (tahun 1952) dan 51. Pada tahun 1964 tanggung jawab Taman Ternak diserahkan kepada Dinas Peternakan Provinsi DTI Jawa Barat. Populasi ternak sapi perah yang dikelola saat ini (per awal Juni 2011) sebanyak 192 ekor. Dari jumlah lahan tersebut. terdiri dari 65 ekor sapi perah dewasa. Sampai menjadi BPPT-SP. berubah menjadi UPTD BPT-HMT Ternak Perah Cikole Lembang Baru pada Tahun 2002. dengan perincian 9.74 hektar diantaranya sementara ini dimanfaatkan untuk kebun rumput yaitu 5 hektar di Cikole dan 51. Luas lahan yang dimiliki hingga saat ini yaitu 61. 56. BPPT-SP berdiri pada tahun 1952 dengan nama awal adalah Taman Ternak. .200 m dan beriklim dingin. 70 ekor sapi muda dan 57 ekor sapi anak.74 hektar (pengembangan lahan tahun 2002 dan 2003) di Instalasi Subang tepatnya di Desa Dayeuh Kolot dan Desa Sukamandi Kecamatan Sagalaherang serta Desa Bunihayu dan Desa Tambak Mekar Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang. berubah menjadi UPTD Balai Pembibitan Tenak dan Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) Tahun 1999. dan berada di bawah Jawatan Kewenahan Priangan Barat. serta pengembangan komoditi ternak lainnya. Pendirian Taman Ternak di prakasai oleh Drh. sesuai dengan perda nomor 5 th 2002.74 hektar di Instalasi Subang. nama BPT-HMT dirubah menjadi UPTD Balai Pengembangan Penerbitan Ternak Sapi Perah (BPPT-SP) Cikole Lembang. Sedangkan jumlah produksi yang dihasilkan berkisar 600 Liter per hari atau rata-rata produksi. Taman ternak telah beberapa kali berganti nama yaitu: Tahun 1983.

1 Jantan FH Betina FH Warna Postur Warna Warna Postur Warna Hasil keturunan .l. Apa saja bidang garapan penelitian yang dilakukan BPPT? Jawab: Bidang garapan BPPT yaitu pengembangan susu hasil sapi perah dan hijauan makanan ternak (HMT). Milking Hygiene. Amatilah ciri-ciri anggota sapi yang dihasilkan dari perkawinan jenis sapi yang berbeda. meliputi warna bulu. Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam bentuk transfer teknologi bidang feeding and management.  Kerjasama Teknis dengan JICA-Jepang Pada bulan Maret tahun 1997. 3. Tuliskan hasil pengamatanmu pada tabel: Jawab: Tabel 3. 2. Direktorat Jenderal Peternakan dengan pemerintah Jepang cq. dan warna mata. pasteurisasi. postur tubuh. 140 ton/Ha/tahun dari Instalasi Subang. Health Reproductive dan Forage Production and Utility serta bantuan fisik (bangunan kandang. Disamping itu di lokasi Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak (BPT-SP & HMT) Cikole Lembang saat ini dimiliki pula kurang lebih 33 jenis hijauan dari jenis rumput dan legiuminosa dalam bentuk kebun koleksi. workshop.1 Hasil pengamatan Jenis induk Frisian Holstein (FH) No. BPPT-SP Cikole Lembang menjadi lokasi utama (main site) Kerjasama Teknis Dairy Technology Improvement Project antara pemerintah Indonesia cq.Kemampuan produksi hijauan makanan ternak (HMT) atau rumput yang dihasilkan saat ini sebanyak 240 ton/Ha/tahun dari lokasi kebun rumput Cikole dan k. laboratorium susu) dan peralatan lainnya.

2 Betina FH Warna bulu Jantan Hitam putih Betina Coklat kehitaman Besar Postur tubuh Besar Warna mata Biru Warna bulu Hitam Postur tubuh Besar Warna mata Biru kehitaman Besar Biru kehitaman Hasil keturunan kehitaman putih Biru Hitam kehitaman putih Keterangan Dari data yang kami peroleh pada saat kunjungan ke BPPT-SP Lembang.bulu Jantan Hitam putih Betina Hitam putih tubuh Besar mata Biru bulu Hitam tubuh Besar mata Biru kehitaman kehitaman putih Besar Biru Hitam Besar Biru kehitaman kehitaman putih Jenis induk FH Jantan FH No. Meskipun kedua induk berbeda warna bulu. karena hal tersebut dikendalikan oleh gen resesif sapi jenis lain. Perbedaan sedikit terlihat pada salah satu sapi induk betina yang memiliki warna bulu coklat kehitaman dan menghasilkan keturunan dengan warna bulu hitam putih. yaitu khusus sapi perah dengan warna bulu hitam putih. bahwa di balai tersebut hanya di kembangan jenis sapi FH saja. meskipun hasil keturunannya 70 % FH dan 30 % jenis lain. postur tubuh besar dan warna mata biru kehitaman yang hampir semuanya sama. Jika sapi jenis FH di silangkan dengan jenis lain. . Ini dinamakan dengan stred. tetap saja hasil keturunan tersebut tidak bisa menghasilkan susu perah seperti keturunan sapi FH yang 100 %. Sehingga 100 % hasil keturunan yang diperoleh adalah jenis FH. Hal ini ditentukan oleh gen dominan induk jantan yang memiliki warna bulu hitam putih. namun keduanya masih satu jenis yaitu sapi jenis FH.

dimana sperma beku diambil dari BIB. Sehinggadi BPPT-SP ini tidak ada persilangan. Adapun kendala yang saat ini dihadapi adalah produksi hijauan makanan ternak (HMT) atau rumput yang dihasilkan saat ini sebanyak 240 ton/Ha/tahun tersebut kurang untuk memenuhi kebutuhan makan sapi ternak. Jenis sapi perah yang dikembangkan adalah 100 % jenis FH. khususnya untuk sapi perah. Jelaskan kesimpulan yang dapat diambil dari hasil observasi! (kendalakendala yang dihadapi. Pada perkembangannya tidak ada persilangan. selain itu di BPPT-SP untuk perkembangbiakannya dilakukan inseminasi buatan. dapat disimpulkan bahwa BPPT-SP merupakan suatu balai yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan budidaya ternak. sebab dibalai ini khusus hanya jenis FH saja yang dikembangakan. Konsep persilangan apa yang biasa digunakan di BPPT? Jawab: Di BPPT-SP ini tidak diadakan persilangan. dan lain-lain) Jawab: Dari hasil pengamatan.4. sehingga hasil keturunan yang diperoeh pun 100% jenis sapi perah FH. namun sperma yang digunakn juga satu spesies dengan sapi yang akan dilakukan inseminasi buatan. hal lain juga di pengaruhi oleh kondisi atau iklim yang tidak menentu menyebabkan produksi rumput tidak maksimal. . 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.