P. 1
prosudur beracara

prosudur beracara

5.0

|Views: 2,606|Likes:
Published by am
prosudur beracara
prosudur beracara

More info:

Published by: am on Jan 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

original

Pasal 31 Sebelum adanya hukum acara yang diatur dalam qanun tersendiri, maka hukum acara yang diatur

dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, dan Peraturan Perundang-undangan lainnya tetap berlaku sepanjang tidak diatur di dalam qanun ini.

SUMBER BERLAKU KUHAP DLM UU

N0. 11 Thn 2006 (1) Hukum acara yang berlaku pada Mahkamah Syar’iyah adalah hukum acara yang diatur dalam Qanun Aceh. (2) Sebelum Qanun Aceh tentang hukum acara pada ayat (1) dibentuk: a. hukum acara yang berlaku pada Mahkamah Syar’iyah sepanjang mengenai ahwal al-syakhsiyah dan muamalah adalah hukum acara sebagaimana yang berlaku pada pengadilan dalam lingkungan peradilan agama kecuali yang diatur secara khusus dalam Undang-Undang ini. b. hukum acara yang berlaku pada Mahkamah Syar’iyah sepanjang mengenai jinayah adalah hukum acara sebagaimana yang berlaku pada pengadilan dalam lingkungan peradilan umum kecuali yang diatur secara khusus dalam Undang-Undang ini.

(competentie) lembaga peradilan di indo ada 3 hal
Political will pemerintah Dasar yuridis kewenangan Batas-batas

kewenangan; sep. personalitas keislaman, teritorial

asas

• UUD 1945 • PP no.45 th 1957/Masya selain jawa • UU NO. 7 TH 1989 • UU NO.4 THN 2004/kekuasaan kehakiman • uu. No. 3 thn 2006 • Undang-undang Nomor 44 tahun 1999 • Kepres 11 th 2003. ttg mahkamah syar’iyah • Undang-undang Nomor 11 tahun 2006) •Qanun Nomor 10 tahun 2002. peradilan syariat Islam

Eksistensi peradilan indonesia
Peradilan Umum; › Peradilan Agama; › Peradilan Militer; dan › Peradilan Tata Usaha Negara Psl tsb sama Uu no. 14 th 1970 kec.penambahan dl psl 15 uu no.4 th 2004. (2). Peradilan syariat islam merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan p.a. sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan agama, dan merupakan pengadilan khusus dlm lingkungan peradilan umum sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan umum 01/04/09

uu. 4 thn 2004 psl 10

-Penyidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undangundang untuk melakukan penyidikan -Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. -Penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini. -Penuntutan adalah tindakan penuntut umum untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini dengan permintaan supaya diperiksa dan diputus oleh hakim di sidang pengadilan -Jaksa adalah pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang ini untuk bertindak sebagai penuntut umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. .Penuntut umum adalah jaksa yang diberi wewenang oleh undang-undang ini untuk melakukan penuntutan dan melaksanakan penetapan hakim.

PENGERTIAN UMUM

Istilah dalam qanun
Mahkamah : Mahkamah Syar’iyah Kabupaten/ Kota dan Mahkamah Syar’iyah Provinsi ( tingkat banding ) Wilayatul Hisbah : Lembaga yang bertugas membina, mengawasi dan melakukan advokasi terhadap pelaksanaan amar makruf nahi mungkar Jarimah : Perbuatan terlarang yang diancam dengan ‘uqubat qishash-diat, hudud dan ta’zir ‘uqubat : Ancaman hukuman terhadap pelanggaran jarimah qishash-diat, hudud dan

Kew. Masya. Dlm UU. No.7 th 1989. psl. 49
Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus perkara tk.l antara orang islam; b. Perkawinan c. Kewarisan,wasiat dan hibah d. Wakaf dan sadakah

Psl 49 Qanun No. 10 thn 2002 ttg peradilan syari’at islam.
 Ahwal al-syakhshiyah;  Mu’amalah; dan  Jinayah

Psl. 49 qanun No. 10 th 2002.
 Ahwal al syaksiah; diatur dlm uu no. 7 th 

 d. e. f.

1989 Muamalat; perikatan dan kebendaan, seperti; jual beli, hutang piutang, qiradh/permodalan, wakilah(kuasa, ihyatul mawat (buka lahan), perbankan , ijarah ,takaful,perburuhan, wakaf,hibah, sadaqah dan hibah. Jinayah; hudud; zina dan qadhaf, mencuri/merampok,khamar,murtad. Qishas/diat; pembunuhan, penganiayanyaan Takzir ; selain hudud dan qishas; sep. judi, penipuan,pemalsuan, khalwat, meninggalkan

Kedudukan Masya. Dlm kepres 11 th 2003 ps. 1;
Seluruh Peng. Agama.Yang ada di

NAD diubah menjadi mahkamah syar’iyah (mis.lsm,pidi dsb) Peng. Agama Prov. diubah menjadi Masya prop.

Kewenangan masya dlm uu no. 11 tahun 2006 psl. 128
 Perd. Syariat islam bagian dari

peradilan nasional yang dilakukan oleh masya tanpa pengaruh siapapun.  Masya bagi yg beragama islam  Masya berwenang menadili ahwalus alsyaksiah, muamalat, jinayah berdasarkan islam  Ketentuan lebih lanjut diatur dalam qanun aceh.

Psl 132. uu no.11 th 2006
Hkm acara masya diatur dalam qanun

aceh Sbl hukum acara qanun aceh dibentuk berlaku; - mengenai hukum keluarga dan muamalah berlaku hukum acara peng. Agama/hir./r.bg, -hukum jinayah berlaku hukum acara pengadilan negeri

uu no. 3 th 2006 kewe. Masya psl. 49
Pengadilan bertugas dan berwenang ; b. Perkawinan c. waris d. wasiat e. hibah f. wakaf. g. F. zakat. g. infaq h. shadaqah. Dan Ilmu ekonomi Syari,ah

Jarimah menurut perspektif Syari’at 

Jarimah hudud, diancam dengan hukuman had yaitu hukuman yg sdh tertentu dan hak allah yg tidak mempunyai hak terendah atau tertinggi yg tidak boleh digunakan oleh siapapun.  Jarimah qishas-diat; ada pembunuhan sengaja dan tidak sengaja  Jarimah takzir, syariat tidak menetapkan hukuman tertentu bagi setiap jarimah takzir, syariat menetapkan sebagian dari jarimah takzirmis. Riba, mengkhianati amanah, memaki,suap, sedangkan lain diserahkan kepada ulilamri sikon masya.  Istlah jarimah ialah perbuatan pidana, tindak pidana, delik, pelanggaran pidana, perbuatan

Qanun 12 th 2003 ttg khamar.ps. 26.
Setiap orng melanggar ketentuan dlm psl

5 diancam dng hukumn hudud 40 kali cambuk Pelangagaran trhadap larangan dl psl. 5 adalah jarimah hudud

01/04/09

pasal 5 ;setiap orng dilarang mengkosumsi minuman khamar dan sejenisnya

Qanun 13 thn 2003 ttg maisir;
 Setiap org yg melanggar ketentuan

sebagaimana dimaksuddlm psl 5, diancam dgn uqubat cambuk didepan umum paling banyak 12 kali dan paling sedikit 6 kali;  Setiap orng atau badan hukum atau badan usaha non intasi pemerintah yg melanmggar ketentuan sebagaimana dimaksud pasal 6 dan 7 diancam dengan uqubaat atau denda 35 juta, plng sedikit 15 jut.  Pelanggaran psl 5.6. dan 7 adalah jarimah takzir.

Qanun 14 thn 2003 ttg. Khalwat psl 22
 Setiap orang yg melanggar ketentuan

sebagaimana dimaksud dalam psl .4 diancam dng uqubat takzir berupa dicambuk paling tinggi 9 kali, paling rendah 3 kali/ atau denda banyak 10jut, paling sedikit 2.500.000, Setiap orang yg melanggar ketentuan sbagaimana dimaksud dalam pasal 5 diancam dng uqubat takzir berupa kurungan palinga lama 6 bulan, paling singkat 2 bulan dan/atau denda palinga banyak 15 juta, paling sedikit 5 juta  Pelanggaran dalam psl 5 dan 6 adalah psl. 6, larangn memberikan jarimah takzir. fasilitas

Unsur-unsur khalwat -Adanya perbuatan bersunyi-sunyi -Dilakukan oleh dua orang mukallaf atau lebih -Berlainan jenis kelamin -Mereka bukan muhrim -Antara mereka tidak ada ikatan perkawinan

Penyelidik

(1) Penyelidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4: a. Karena kewajibannya mempunyai wewenang : 1. menerima laporan atau pengaduan dari seorang tentang adanya tindak pidana; 2. mencari keterangan dan barang bukti; 3. menyuruh berhenti seorang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri; 4. mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab. b. atas perintah penyidik dapat melakukan tindakan berupa: 1. penangkapan, larangan meninggalkan tempat, penggeledahan dan penyitaan; 2. pemeriksaan dan penyitaan surat; 3. mengambil sidik jari dan memotret seorang; 4. membawa dan menghadapkan seorang pada penyidik. (2) Penyelidik membuat dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tindakan sebagaimana tersebut pada ayat (1) huruf a dan huruf b kepada penyidik.

Penyidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a karena kewajibannya mempunyai wewenang : a. menerima Iaporan atau pengaduan dari seorang tentang adanya tindak pidana; b. melakukan tindakan pertama pada saat di tempat kejadian; c. menyuruh berhenti seorang tersangka dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka; d. melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan dan penyitaan; e. melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat; f. mengambil sidik jari dan memotret seorang; g. memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi; h. mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara; i. mengadakan penghentian penyidikan; j. mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.
dalam qanun No. 14 th 2003 pasal 17

Penyidik/ KUHAP pSL 5

Arti Penahanan.
Psl. 1 butir 2 KUHAP
Penahanan

adalah penempatan tersangka atau terdakwa di tempat tertentu oleh penyidik atau penuntut umum atau hakm dengan penetapannya. Dalam hal serta menurut caraa yang di atur dalam Undang-Undang ini.

Penahanan. Psl. 20
• (1)Untuk kepentingan penyidikan, penyidik

atau penyidik pembantu atas perintah penyidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 berwenang melakukan penahanan. • (2) Untuk kepentingan penuntutan, penuntut umum berwenang melakukan penahanan atau penahanan lanjutan. • (3) Untuk kepentingan pemeriksaan hakim di sidang pengadilan dengan penetapannya berwenang melakukan penahanan.

PERPANJANGAN TAHANAN

Penyidik Pen. Umum 20 hari Pen. Umum KPN 20 hari Pem. Sidang 30 hari 30 hari 20 hari

KPN 60 hari

pe Jen na is ha n na

Pasal 22

Jenis penahanan
Jenis penahanan dapat berupa:  a.penahanan rumah tahanan negara;  b.penahanan rumah;  c.penahanan kota. Penahanan rumah dilaksanakan di rumah tempat tinggal atau rumah kediaman tersangka atau terdakwa dengan mengadakan pengawasan terhadapnya untuk menghindarkan segala sesuatu yang dapat menimbulkan kesulitan dalam penyidikan, penuntutan atau pemeriksaan di sidang pengadilan. Penahanan kota dilaksanakan di kota tempat tinggal atau tempat kediamati tersangka atau terdakwa, dengan kewajiban bagi tersangka atau terdakwa melapor din pada waktu yang ditentukan. Masa penangkapan dan atau penahanan dikurangkan seluruhnya dan pidana yang dijatuhkan. Untuk penahanan kota pengurangan tersebut seperlima darijumlah lamanya waktu penahanan sedangkan untuk

Perintah penahanan/penahanan
lanjutan
21 Pa s al

Pelimpahan berkas Unsur srt dakwaan; -Indentitas lk - uraian lkp, cermat, waktu,tempat . Psl 142

Penunt ut umum

Surat dakwaan.psl. 142

Tuntutan. Psl 137

Peralihan tahanan Psl. 23 KUHAP
Penyidik, Penuntut Umum, Hakim berwenang

untuk mengalihkan jenis penahanan yang satau kepada penahanan yang lain. Pengalihan jenis penahanan dinyatakan secara tersendiri dengan surat perintah dari penyidik atau penuntut umum atau penetapan hakim yang tembusan disampaikan pada tersangka/terdakwa/ keluarganya. Catatan: UU tidak mengatur tentang peralihan tahanan.

PENUNTUTAN : Dilakukan Oleh :

Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) yang ada pada Kejaksaan Negeri setempat.
( pasal 39 UU No. 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan ) Kejaksaan berwenang menangani perkara pidana yang diatur dalam Qanun sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.
 

Menerima dan memeriksa berkas dari penyidik. •Mengadakan pra penuntutan. •Menahan dan memberi perpanjangan penahanan. •Membuat surat dakwaan. •Melimpahkan perkara ke Mahkamah. •Menyampaikan surat panggilan sidang kpd terdakwa •Melaksanakan penuntutan •Melaksanakan putusan dan penetapan hakim (eksekusi). •Melakukan tindakan lain dalam lingkup tugas dan

tanggungjawab sebagai penuntut umum menurut hukum

Surat dakwaan
 Surat Dakwaan. Psl. 143-144 Kuhap.  Penuntut umum melimpahkan perkara ke P.N/Masya disertai

surat dakwaan.  Surat dakwaan berisi: Indentitas dan uraian dengan jelas, cermat dan lengkap disertai dengan menyebut waktu dan tempat tindak pidana. Tidak terpenuhi unsur tersebut bisa batal demi hukum  Surat dakwaan disampaikan pada semua yang terkait.  Penuntut Umum dapat mengubah surat dakwaan sbl pengadilan menetpkan hari sidang.

Surat dakwaan hanya dapat diperbaiki satu kali, 7

hari sebelum hari sidang dan menyampaikan pada tersangka, penasehat hukum, penyidik.

FUNGSI SURAT DAKWAAN
Bagi Penuntut Umum : sebagai dasar

pelimpahan perkara, dasar pembuktian, dasar tuntutan, dasar upaya hukum. Bagi Hakim; sebagai dasar pemeriksaan, dasar pertimbangan, dasar pengambilan keputusan tentang bersalah tidaknya terdakwa Bagi Terdakwa/Penasehat hukum; sebagai dasar untuk mempersiapkan pembelaan.

Syarat Formil : Nama lengkap Tempat lahr Umur dan tgl lahir Jenis kelamin Kebangsaan Tempat tinggal Agama Pekerjaan Unsur Surat Dakwaan Syarat Materil :  Uraian cermat ttg tindak pidana; Uraian jelas Uraian yang lengkap Waktu/tempus delctie Tempat tindak pidana dilakuan/locus delictie

Contoh bentuk surat dakwaan

BENTUK SURAT-SURAT DAKWAAN
1)Tunggal, penuntut umum hanya mendakwakan satu tindak pidana saja; cth psl 362 tentang pencurian. 2)Subsidiaritas, Penuntut umum mendakwakan terdakwa dengan beberapa tindak pidana secara berlapis yang dimulai dari tindak pidana yang paling berat ancaman pidananya. akan tetapi di dalam pembuktian hanya satu saja dakwaan yang dibuktikan sesuai dengan urutannya. Lazimnya bentuk subsidiaritas ini disusun dengan Primair dan subsidiar;

3)Alternatif, penyusunan dakwaan dalam bentuk ini hampir mirip dengan bentuk subsidiaritas, Penuntut umum ragu tindak pidana yang akan terbukti, apakah pencurian atau penadah, ataupun penuntut umum ragu , peraturan hukum pidana yang mana aan diterapan oleh hakim menurut fakta dipersidangan. 4)Kumulatif, dalam bentuk ini ada beberapa tindak pidana yang didakwakan mis. Pencurian dan membawa senjta api tanpa izin yang berwajib. Dakwaan disusun I dan II, pembuktian sendiri-sendiri.

Langkah-langkah sbl pemeriksaan persidangan.
Ketua P.N. setelah menerima

berkas(wewenangnya) menunjuk Majelis oleh ketua Majelis menetapkan hari sidang. Ket. Majelis memerintahkan Jaksa untuk pemanggilan terdakwa dan saksi (psl 152) Dalam pemeriksaan di persidangan ketua majelis memimpin jalnnya sidang dalam bahasa dimengerti oleh terdakwa/saksi

Sidang dinyatakan Terbuka untuk umum,

kecuali perkara susila, anak-anak.(batal demi hukum) Anak belum 7 tahun tidak diperkenankan masuk ruang sidang.

Jenis Pemeriksaan

Perkara kejahatan dan pelanggaran tid termasuk pasal 25, pembuktian dan penerapan hukumnya mudah dan sifatnya sederhana. Psl. 203

Kuhap tidak memberi batasan tentang

Pidana ringan Pereri ksaan lalu lintas

Yaitu tindak pidana ringan kurungan paling lama 3 bulan atau denda sebanyakbanyaknya Rp. 7500. psl. 205

Proses pe merisaan perkara pidana/jin ayah
Pembuka Indent an sidang itas oleh terda hakim kwa ketua Pemb acaan srt dawa an Eksepsi penase hat hukum Brg bukti/pe meriksa an terdakw a

Tuntuta n

Replik

Putusan hakim Alat bukti: 1.Ket.saksi Jawab 2.kt. Ahli Putus an 3.Surat an tuntut 4. Petunjuk eksep an 5.Ket.terdakwa si

Duplik

Jar. hudud

2. Qazf 3. Pencur i 4. Syurb. 5. Hiraba h 6. Riddah 7. baghy u

@Bentuk & jenis tlh ada dlm nas.

Jarimah

Jar.Qis hasdiat

Jar.Taz ir

@Hukuman balasan yg sebanding, yg tdk ada maaf dari ahli waris. @diat, ganti rugi kpd korban/keluarga korban. *Abd. Qadir Audah, jenis perapan hukum takzir, adalah : hukum Takzir bunuh, hukuman dera, penjara, dlm salib, peringatan perbuatan pengasingan, keras,,pengucilan,celaan, maksat Per. pengumuman putusan, denda. Mengangg Pemcatan dari jabatan, hak tdk u kept. diangkat mjd pejabat, penytaan umum harta. Atas * Dalam Qanun Aceh; Cambuk, perbuatan penjaraa atau kurungan, denda makruf

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->