YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec.

Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK PEMERIKSAAN IBU NIFAS (2-6 JAM PASCA PERSALINAN dan 2-6 MINGGU PASCA SALIN)
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

No.

KOMPONEN PERSIAPAN Persiapan alat : a. Tensi b. Stetoskop c. Sarung tangan d. Kom berisi kapas sublimat dan air DTT e. Bengkok f. Larutan chlorine 0,5 % g. Sabun dan handuk tangan Observasi tingkat energi dan keadaan emosi ibu waktu kunjungan Pemeriksaan tanda – tanda vital (TD, Nadi, Suhu) Jelaskan kepada ibu tentang pemeriksaan yanga akan dilakukan Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan lembut dan sempurna kemudian keringkan dengan handuk yang bersih Melakukan pemeriksaan payudara :  Ibu tidur telentang dengan lengan kiri diatas kepala secara sistematis lekukan perabaan /raba payudara sampai axial bagian kiri, perhatikan apakah ada benjolan, pembesaran kelanjar atau abses.  Ulangi dengan prosedur yang sama pada payudara sampai axilla bagian kanan. Melakukan pemeriksaan abdomen :  Lihat apakah ada bekas operasi (jika baru)  Palpasi untuk mendeteksi apakah uterus diatas pubis atau tidak  Palpasi untuk mendeteksi apakah ada massa atau konsistensi/otot parut Memeriksa kaki untuk melihat apakah :  Ada varises  Adakah warna kemerahan pada betis  Tulang kering, kaki untuk melihat edema (perhatikan tingkat/derajat edema jika ada)

0

PENILAIAN 1 2 3

4

1

2 3 4 5

6

7

8

9 10 11

12

Menekuk kedua kaki untuk menilai adakah nyeri betis (tanpa hofman) Membantu mengatur posisi untuk memeriksa perinium Mengenakan sarung tangan pemeriksaan yang bersih Menanyakan tentang tanda bahaya – tanda bahaya :  Kelelahan, sulit tidur  Demam  Nyeri atau perasaan panas pada waktu buang air kecil  Sembelit, haemoroid  Sakit kepala yang terus menerus, nyeri bengakak  Nyeri abdomen  Cairan vagina /lokhia yang berbau busuk  Pembengkakan payudara, pembesaran putting atau putting yang pecah – pecah/terbelah  Kesulitan dalam menyusui  Perasaan sedih  Merasa kurang mampu merawat bayi secara mandiri  Rabun senja

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK EKTRAKSI FORCEPS UUK KIRI DEPAN Nama mahasiswa Nama penilai Tanggal penilai : ....................................................... : ....................................................... : .......................................................

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb : 1. Perlu Perbaikan : Langkah atau tugas tidak dikerjakan dengan benar atau tidak sesuai urutan (jika harus berurutan) atau tidak dikerjakan. 2. Mampu : Langkah atau tugas dikerjakan dengan benar dan berurutan (jika harus berurutan, tetapi peserta secara efisien tidak ada kemajuan dari langkah – langkah. 3. Mahir : Langkah atau tugas dikerjakan dengan benar sesuai dengan urutan (jika harus berurutan)

No. 1 2 3 4 5

Langkah/Tugas Menyiapakan alat dan bahan Menyiapakan ibu dalam posisi litotomi Mencuci tangan dan memakai sarung tangan Melakukan prekontruksi (cara pemasangan alat awal) dari ektraksi forceps Memasukkan sendok forceps kiri kedalam vakum sakralis dengan posisi tangan kiri memegang handle seperti seperti memegang pena, dan empat jari tangan sebagai rel Memasukkan sendok forceps kanan kedalam kavum sakralis dengan posisi tangan kiri memegang handle seperti memegang pena,dan empat jari tangan kiri sebagai rel Mengunci sendok forceps Menilai hasil pemasangan sendok forceps secara digital dengan melakukan pemeriksaan dalam untuk menilai apakah ada jaringan yang terjepit. Bila ada maka sendok forceps dilepaskan dan lakukan pemasangan kembali dari langkah awal Memegang forceps dengan posisi traksi untuk melakukan traksi forceps percobaan secara ringan untuk menilai apakah pemasangan forceps dapat menghasilkan tarikan sesuai dengan yang diharapkan Memastikan posisi sendok forceps pada kepala anak dalam posisi biparietal melintang terhadap kepala, simetris kanan dan kiri Menarik forceps curam kebawah dengan tarikan yang adekuat sampai batas tumbuh rambut anak pada leher tampak, setelah melakukan episiotomi awal Mengarahkan forceps keatas secara perlahan (sesuai sumbu lahir) sampai seluruh kepala lahir.membuka dan melepaskan Sendok forceps.

Skor Penilaian 1 2 3

6

7 8

9

10

11

12

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK KOMPRESI BIMANUAL EKSTERNA (KBE)
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO
1 2 3 4 5

LANGKAH KERJA
Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk melakukan kompresi bimanual eksterna Membaringkan ibu pada bed gynekologi dengan posisi terlentang dan kaki ditekukan pada tempat tidur Memberikan cairan intravena NaCl 0,9 % dan RL yang berisi oksitosin yang berisi 20 IU dengan tetesan cepat Mencuci tangan degan sabun dibawah air mengalir, yang sebelumnnya semua perhiasan dilepaskan Memastikan tetesan cairan infuse yang berisi oksitosin 20 IU berjalan dengan baik dan ergometrin 0,4 mg sudah diberikan secara IM Memasang sarung tangan steril dengan mengambil sarung tangan kiri dengan tangan kanan, memegangnya pada bagian ang terlipat keluar, dan memakai sarung tangan kiri dengan menarik bagian yang terlipat keluar kemudian ambilnsarung tangan kanan degan menaruh sarung tangan kiri yang telah bersarung tangan dibagian bawah yang terlipat keluar. Penolong berdiri menghadap pada sisi kanan ibu (sambil perhatikan perdarahan yang keluar) Meletakan satu tangan pada abdomen, didepan uterus tepat berada pada simfisis fubis Meletakan satu tangan yang lain pada dinding abdomen (sejajar dengan fundus uteri ). Usahakan memegang bagian belakang uterus sebesar mungkin Merapatkan kedua tangan sambil melakukan kompresi pembuluh darah dinding uterus dengan cara menekan uterus diantara kedua tangan. Ini akan membantu uterus berkontraksi dan menekan pumbuluh darah Memasukkan kedua tangan kedalam wadah yang berisi larutan klorin 0,5 % bersihkan sarung tangan dari darah atau cairan tubuh pasien Melepaskan sarung tangan secara terbalik dan rendam dalam wadah tersebut Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih dibawah air yang mengalir dan keringkan Memasang sarung tangan DTT yang baru secara benar (jika akan melakukan kompresi bimanual eksterna, jika perdarahan belum berhenti

0

PENILAIAN 1 2 3

4

6

7 8 9

10 11 12 13 14

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK KOMPRESI BIMANUAL INTERNA (KBI)
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO 1 2 3 4

LANGKAH KERJA Penolong berarti didepan vulva, membasahi tangan kanan dengan larutan antiseptic Membuka kedua labia mayor ke lateral dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk Memasukkan tangan lain secara obstetric melalui introitus vagina (bila diperlukan berikan analgetik) Mengubah tangan obstetric menjadi kepalan dan meletakan dataran punggung dari telunjuk hingga kelingking pada forniks anterior dan dorong segmenbawah uterus kekrsnio anterior Meletakkan telapak tangan luar pada dinding perut dan mengupayakan untuk mencakup bagian belakang korpus uteri/sebanyak mungkin Melakukan kompresi uterus dengan jalan pendekatan telapak tangan luar dengan kepalan tangan dalam forniks anterior Bila perdarahan berhenti, merpertahankan posisi demikian hingga uterus membaik (bila perdarahan berhenti melakukan kompresi aorta abdominalis) Mengeluarkan perlahan – lahan dengan mengubah kepalan menjadi tangan obstetric Memasukkan kedua tangan kedalam wadah yang berisi larutan klorin 0,5 % membersihkan sarung tangan dari darah atau cairan tubuh pasien Melepaskan sarung tangan secara terbalik dan merendam dalam wadah tersebut Mencuci tangan dengan air sabun, mengeringkan tangan dengan handuk bersih dan kering Memakai sarung tangan DTT yang baru secara benar (jika akan melakukan kompresi aorta abdominalis, jika perdarahan belum berhenti

0

PENILAIAN 1 2 3

4

5 6 7 8 9 10 11 12

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK MANUAL PLASENTA
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

No 1

KOMPONEN Persiapan alat : a. Trolley dengan alasnya : 1.Bagian atas berisi : a. Bak intrumen yang berisi :  2 pasang hand scone  ½ kocher  Gunting episiotomi  Benang tali pusat / klem umbilical  2 arteri klem  Gunting tali pusat  Kassa steril  Spuit 3 cc  Kateter nelaton b. Kom tertutup berisi De Lee c. Kom kecil berisi :  Oksitosin 1 ampul  Lidokain 1 % 1 ampul d. Kom kecil yang berisi kapas DTT e. Bak intrumen yang berisi hecting set :  Hand scone  Spuit 10 cc  Pinset  Needle holder  2 buah nald hecting yang terdiri dari 1 buah nald kulit dan 1 buah nald otot  Cut gut (chromic) f. Tensi meter g. Stetoskop h. Thermometer 2. Bagian bawah berisi : a. Leanec b. 1 buah nierbekken c. 1 buah piring plasenta d. Schort e. Masker f. Goggle ( kaca mata)

0

PENILAIAN 1 2 3

4

Sepatu boot/sandal tertutup 1 buah handuk kecil untuk cuci tangan 3 buah kain bersih 2 buah handuk bersih Pakaian bayi terdiri dari :  Kain vernal/bedong  Popok bayi  Baju bayi a. Pakaian ibu yang terdiri dari :  Pakaian dalam  Pembalut  Baju ibu 3. Tiga buah tempat sampah : a. 1 buah berwarna merah untuk tempat sampah kering b. 1 buah berwarna kuning untuk tempat sampah infeksius c. 1 buah berwarna hitam untuk pakaian kotor 4. Satu buah ember berisi larutan klorin 0,5 % 5. partograf b. Baki dengan alasnya berisi : Peralatan infuse :  Cairan NaCl 0,9 % dan RL  Abocath  Kassa  Plester  Gunting Bak intrumen berisi :  1 Hand scone panjang steril  1 hand scone pendek steril  Foley kateter steril  Kocher  Spuit 5 cc Kassa dalam tempat Kapas DTT Medikamentosa :  Analgetik (petidin 1 – 2 mg / kg BB ). Ketamin Hcl 0,5 mg / kg BB.Tremadol 1 – 2 mg/ kg BB.  Sedative (diazepam 10 mg)  Atropine sulfas 0,25 – 0,50 mg / ml  Uteronika (oksitosin, ergometrin, prostaglandin) Oksigen dengan regulatornya Larutan klorin 0,5 % dan tempatnya Persiapan pasien

g. h. i. j. k.

c. d. e.

f. g. h.

2

Langkah kerja 1. Beritahu ibu tindakan yanga akan dilakukan (informed consent) 2. Lakukan pemasangan infuse 3. Beri sedative dan analgetik melalui selang infuse 4. Atur klien dalam posisi litotomi 5. Cuci tangan hingga siku dengan air dan sabun kemudian keringkan 6. Pakai hand scone panjang di kanan dan yang pendek tetap kiri 7. Bersihkan vulva dan perineum dengan kapas DTT 8. Lakukan kateterisasi kandung kemih (lihat prosedur kateterisasi)  pastikan kateter masuk kedalam kandung kemih dengan benar(prinsip pencegahan infeksi)  cabut kateter setelah kandung kemih dikosongkan 9. Jepit tali pusat dengan klem /kocher 5 – 10 cm dari vulva kemudian tegangkan tali pusat sejajar lantai menggunakan tangan kiri 10. Tangan kanan masuk secara obstetric (punggung tangan kebawah) kedalam vagina dengan menelusuri tali pusat bagian bawah mengikuti tali pusat hingga lokas tali pusat berada. 11. Saat plasenta teraba biarkan tali pusat, tangan diatas perut menyangga fundusdan tidak melakukan penarikan untuk mencegah inversion uteri 12. Gerakkan jari – jari didalam uterus dari pinggir hingga tepi plasenta berada 13. pertahankan jari – jari secara rata, letakakn pinggir tangan diantara plasenta dan dinding uterus dengan telapak tangan menghadap ke plasenta 14. Secara bertahap gerakkan tangan kekanan dan kekiri dengan gerakan yang lembut sampai seluruh plasenta terpisah dari dinding uterus denagan gerakan menyamping curigai adanya plasenta akreta dan siapkan untuk tindakan bedah 15. Sementara satu tangan dalam kavum uteri,lakukan eksplorisasi ulang untuk memastikan tidak ada bagian plasenta yng masih melekat pada dinding uterus 16. Pindahkan tangan luar ke supra simpisis untuk menahan uterus pada saat plasenta dikeluarkan 17. Saat plasenta terlepas seluruhnya dan yakin semua jaringan plasenta terambil tarik dengan tangan secara pelahan dengan membawa plasenta keluar 18. Lakukan masase agar uterus tetap berkontraksi 19. Periksa plasenta untuk menyakinkan bahwa plasenta lengkap dan periksa robekan jalan lahir 20. Berikan 10 IU oksitosin dalam 500 ml cairan normal (Nacl 0,9 % atau RL dengan 60 tetes / menit 21. Jika ada perdarahan hebat berlanjut berikan argometrin 0,2 mg IM atau berikan prostaglandin 22. Lakukan dekomentasi pasca tindakan 23. rendam hand scone dalam larutan klorin 0,5 % 24. Rapikan klien dan bereskan alat – alat 25. Cuci tangan dengan air dan sabun kemudian keringkan 26. Perawatan pasca tindakan  Periksa kembali tanda vital klien setiap 15 menit pada jam pertama kemudian 30 menit pada jam kedua  Yakinkan uterus tetap berkontraksi  Catat kondisi pasien Hal –hal yang perlu diperhatikan 1. Sambil melakukan tindakan perhatikan keadaan ibu/klien 2. Lakukan penangan yang sesuai jika terjadi penyulit

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK MANUVER MC.ROBERT
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO 1

KOMPONEN Persiapan alat : a. Partus set yang berisi :  2 pasang hand scone  ½ kocher  Gunting episiotomi  2 arteri klem  Gunting tali pusat  Benang tali pusat/klem inkubinasi  Kassa steril  De lee  Spuit 3 cc  Kateter nelaton b. Oksitosin c. Lidokain d. Kom yang berisi kapas DTT e. Kom yang berisi betadine f. Nierbekken g. Piring plasenta h. 3 kain bersih i. 2 handuk bersih j. Shcrot k. Sepatu boot / sandal tertutup l. Masker m. Goggle (kaca mata) n. 3 buah tempat sampah o. Ember yang berisi larutan klorin 0,5 % p. Leanec q. Partograf r. Tensi meter s. Stetoskop t. Thermometer u. Hecting set yang berisi :  Spuit 10 cc  Hand scone  Pinset

0

PENILAIAN 1 2 3

4

 Needle holder  Nald hecting (1 buah untuk kulit, 1 buah untuk otot)  Cut gut (benang kromik) 2 3 Persiapan tempat : Bersih, aman, nyaman, rapi dan tenang Persiapan lingkungan : a. Menutupi pintu dan jendela b. Memasang sampiran Persiapan pasien : Memberitahu kepada klien tentang tindakan yang akan dilakukan (informed consent) Beritahu ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan Atur posisi ibu, usahakan dalm posisi litotomi  Posisi ibu litotomi dengan cara kedua kaki ditekuk dan dibuka lebar sehingga memudahkan untuk bekerja Lakukan episiotomi sekucupnya :  Sabaiknya dilakukan episiotomi medio lateral, dan jangan terlalu lebar agar tidak terjadi perdarahan Lakukan maneuver Mc Robert ;  Dengan posisi ibu berbaring pada punggungnya, minta ibu untuk menarik kedua lututnya sejauh mungkin kearah dadanya  Minta 2 asisten (boleh suami atau anggota keluarganya untuk membantu ibu) Tekan kepala bayi secara mantap : Terus menerus kearah bawah atau kearah anus ibu untuk menggerakan bahu anterior dibawah simfisis pubis dan hindari tekanan yang berlebihan pada kepala bayi karena mungkin akan melukainya. Minta asisten menekan supra pubis kearah bawah dengan lembut  Jangan lakukan dorongan kuat pada fundus uteri kanan karena akan mempengaruhi bahu lebih jauh dan bisa menyebabkan rupture uteri Lakukan pertolongan persalinan selanjutnya seperti biasa :  Setelah bahu lahir langsung lahirkan badan bayi seperti pertolongan persalinan normal

4

5 6

7

8

9

10

11

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK PEMASANGAN AKDR / IUD
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO 1

KOMPONEN Persiapan Alat : a. Tensi b. Stetoscope c. Tempat tidur gynekologi d. Bak instrument yang berisi :  2 pasang hand scone  Kain steril / doek  Speculum (kecil, sedang atau besar)2 buah  Kassa steril  Sonde uterus  Tenakulum  Tampon tang  Gunting e. AKDR / IUD cut 380 A f. Kom steril berisi kapas DTT g. Korentang h. Kom berisi cairan betadine i. Lampu sorot j. Sabun dan handuk tangan Persiapan pasien a. Pastikan klien benar – benar memilih metode kontrasepsi IUD sebagai pilihannya b. Jelaskan pada klien prosedur yanga akan dilakukan c. Mempersilahkan klien untuk mengajukan pertanyaan bila kurang mengerti d. Sampaikan kepada klien kemungkinan akan merasa sedikit sakit pada beberapa langkah waktu pemasangan dan nanti akan diberitahu bila sampai pada langkah – langkah tersebut e. Pastikan klien telah megkosongkan kandung kemihnya. MEKANISME KERJA Memberi salam pada klien dan sapa dengan ramah dan hangat Dekatkan alat – alat dekat pasien  Alat – alat untuk pemeriksaan fisik dan pemasangan IUD

0

PENILAIAN 1 2 3

4

2

3 4

 Siapkan lampu untuk memasang IUD 5 Pasang sampiran 6 Cuci tangan  Dibawah air mengalir dengan sabun dan keringkan dengan handuk 7 Timbang berat badan klien 8 Ukur tekanan darah 9 Lakukan pemeriksaan payudara  Ajari klien cara memeriksa payudara sendiri 10 Palpasi daerah perut dan periksa apakah ada nyeri, tumor atau kelainan lainnya didaerah supra pubik 11 Cuci tangan 12 Pasang sarung tangan steril 13 Pasang doek steril 14 Posisi klien dalam posisi litotomi 15 Lakukan vulva hygiene 16 Periksa genetalia eksterna  Adakah ulkus,pembengkakan kelenjar getah bening, pembengkakan kelenjar bartolini 18 Periksa dalam  Pastikan gerakan serviks bebas  Tentukan besar dan posisi uterus  Pastikan tidak adanya kehamilan  Pastikan tidak ada infeksi dan kehamilan lanjutkan ketahap berikutnya. Jangan dilakukan pemasangan jika ada tanda infeksi dan kehamilan 19 Masukkan lengan IUD Copper T 380 A didalam kemasan steril dengan tehnik „tanpa sentuh‟  Buka sebagian plastic penutupnya dan lipat kebelakang  Masukan pendorong kedalam tabung inserter  Selipkan kertas pengukur dibawah lengan IUD  Pegang kedua lengan IUD dan dorong tabung inserter sampai kepangkal lengan sehingga lengan akan melipat  Setelah lengan melipat sampai menyentuh tabung inserter dari bawah lipatan lengan  Angkat sedikit tabung inserter, dorong dan putar untuk memasukkan lengan IUD yang sudah terlipat tersebut ke tabung inserter 19 Cuci tangan dengan air klorin 0,5 % dan lepaskan dalam posisi terbalik MASUKKAN LENGAN IUD 20 Lakukan pemeriksaan speculum  Masukkan speculum vagina  Periksa adakah ada lesi atau keputihan pada portio  Inspeksi serviks  Pemeriksaan mikroskopik bila diperlukan PEMASANGAN IUD 21 Pakai kembali sarung tangan yang baru 22 Usap vagina dan serviks dengan menggunakan antiseptic  Usap seluruh portio dengan larutan antiseptic (betadine) 2 kali atau lebih  Berikan anastesi local hanya bila diperlukan 23 Jepit serviks menggunakan tenakulum  Pasang tenakulum secara hati – hati pada posisi vertical (jam 10 atau jam 2)  Lakukan hanya satu tempat untuk mengurangi sakit 24 Masukkan sonde uterus dengan no touch technique “(tidak sentuh)”

 Masukkan sonde secara hati – hati ke dalam rongga uterus denga sekali masuk tampa menyentuh dinding vagina ataupun bibir speculum 25 Tentukan posisi uterus dan kedalam rongga uterus / kavum uteri 26 Keluarkan sonde dan ukur kedalam rongga uterus pada tabung inserter yang masih berada didalam kemasan sterilnya dengan menggeser leher biru pada tabung inserter 27 Buka seluruh plastic penutup kemasan 28 Keluarkan inserter dari tempat kemasan  Jangan sampai pendorongnya terdorong 29 Masukkan tabung inserter secara hati – hati kedalam kavum uteri  Pegang inserter dengan posisi leher biru dalam posisi horizontal (sejajar dengan IUD)  Masukkan kedalam kavum uteri sampai leher biru tresebut menyentuh serviks atau sampai terasa ada tahanan 30 Lepas lengan IUD dengan menggunakan tehnik menarik (with drawal).tarik keluar pendorong  Pergunakan tenakulum untuk menahan saat melepas lengan IUD 31 Setelah lengan IUD, dorong secara perlahan – lahan tabung inserter kedalam kavum uteri sampai leher biru menyentuh serviks 32 Tarik keluar sebagian tabung inserter 33 Potong benang IUD kira – kira 3 – 4 cm panjangnya  Pastikan sisa benang IUD yang telah terpotong masih berada didalam tabung inserter untuk memudahkan pembuangan 34 Keluarkan tabung inserter 35 Lepaskan dan keluarkan tenakulum dengan hati – hati 36 Periksa serviks  Bila ada perdarahan dari bekas jepitan tenakulum tekan dengan kassa selama 30 – 60 detik 37 Keluarkan speculum dengan hati – hati TINDAKAN PASCA PEMASANGAN 38 Buang bahan – bahan habis pakai yang pakai terkontaminasi 39 Rendam seluruh peralatan yang sudah dipakai dengan larutan klorin 0,5 % selama 10 menit 40 Cuci tangan dengan larutan klorin 0,5 % kemudian lepaskan sarung tangan dalam posisi terbalik KONSELING PASCA TINDAKAN 41 Lengkapi rekam medik 42 Ajari klien cara memeriksa sendiri benang IUD 43 Minta klien menunggu di klinik selama 15 – 30 menit setelah pemasangan 44 Yakinkan bahwa klien dapat datangke klinik setiap saat bila memerlukan konsultasi

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK PEMASANGAN IMPLANT
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO

KOMPONEN Persiapan alat a. Tensi b.Stetoskop c. Tempat tidur periksa d.Alat penyangga lengan e. Perlak dan pengalas f. Bak intrumen yang berisi  1 pasang hand scone steril  Kassa steril / doek  Kom steril g. Batang norplant (6 buah) dalam kantong h. Kom berisi cairan betadine i. Anastesi local kosentrasi 1 % j. Epinefrin untuk rejatan analfilatik k. Semprit 5 cc dan jarum no.22 l. Trokart no. 10 m. Skapel no.11 / 15 n. Plaster / band aid o. Klem penjepit p. Pinset q. Bengkok r. Larutan klorin 0,5 % s. Sabun dan handuk tangan Persiapan pasien a. Persiapan klien benar – benar memilih metode kontrasepsi implant sebagai pilihanya b. Jelaskan pada pasien prosedur yang akan dilakukan c. Mempersilahkan klien untuk mengajukan pertanyaan bila kurang mengerti d. Sampaikan kepada klienkemungkinan akan merasa sedikit sakit pada beberapa langkah waktu pemasangan dan nanti akan diberitahu bila sampai pada langkah – langkah tersebut e. Minta klien untuk mencuci daerah yang akan dipasang implant

0

PENILAIAN 1 2 3

4

1

2

MEKANISME KERJA 3 Memberi salam pada klien dan sapa dengan ramah dan hangat 4 Dekatkan alat – alat dekat pasien  Alat – alat untuk pemeriksaan fisik dan pemasangan implant  Siapkan ruangan dengan cahaya yang cukup 5 Pasang sampiran 6 Cuci tangan  Dibawah air mengalir dengan sabun dan keringkan dengan handuk 7 Timbang berat badan klien 8 Ukur tekanan darah 9 Lakukan pemeriksaan payudara  Ajari klien cara memeriksa payudara sendiri 10 Pasang penyangga lengan 11 Letakkan perlak dan alas perlak pada bagian bawah lengan 12 Tentukan tempat pemasangan yang optimal  8 cm dari atas lipatan siku  Gunakan pola dan spidol untuk menandai tempat insisi 13 Siapkan batang implant  Buka bungkus steril tanpa penyentuhnya  Letakkan pada kom steril PEMASANGAN IMPLANT 14 Atur alat dan bahan sehingga mudah dipakai 15 Pakai sarung tangan steril 16 Hitung jumlah kapsul untuk memastikan jumlahnya 17 Persiapakan tempat insisi dengan larutan antiseptic  Gunakan klem steril untuk memegang kassa berantiseptik  Mulai mengusap dari tempat yang akan dilakukan insisi keluar dengan gerakan melingkar sekitar 8 – 13 cm dan biarkan kering sekitar 2 menit 18 Pasang doek bolong steril 19 Pastikan klien tidak alergi terhdap anastesi 20 Lakukan anastesi local  Masukkan jarum tepat dibawah kulit pada tempat insisi  Pastikan tidak masuk dalam pembuluh darah  Tanpa memindahkan jarum masukankebawah kulit sekitar 4 cm  Suntikan masing – masing 1 cc diantara pola pemasangan 1&2, 3 & 4, 5, & 6 21 Uji efek anastesi 22 Buat insisi dangkal selebar 2 mm dengan skapel 23 Sambil mengunkit kulit, tusuk trokart dan pendorongnya sampai batas tanda 1 dekat pangkal trokart 24 Tarik pendorong keluar 25 Masukkan kapsul implant kedalam trokart dengan tangan atau pinset 26 Masukkan kembali pendorong dan dorong kapsul sampai ada tahanan 27 Tarik trokart dan pendorongnya bersama –sama sampai pada batas ujung trokrat  Ujung trokart harus tetap berada dibawah kulit 28 Fiksasi ujung implant yang telah dipasang 29 Arahkan ujng trokart untuk memasang kapsul berikutnya sesuai dengan pola 30 Cabut trokart setelah kapsul terakhir dipasang 31 Raba kapsul untuk mengetahui enam kapsul implant telah terpasang dengan deretan seperti kipas 32 Periksa daerah insisi untuk mengetahui seluruh kapsul berada jauh dari insisi

Dekatkan ujung – ujung insisi Pasang plaster / band aid Buang bahan – bahan habis pakai yang terkotaminasi Rendam seluruh peralatan yang sudah terpakai dengan larutan klorin 0,5 % 10 mnt 37 Cuci tangan dengan larutan klorin 0,5 % kemudian lepaskan sarung tangan dalam posisi terbalik KONSELING PASCA TNDAKAN 38 Lengkapi rekam medik 39 Minta klien menunggu di klinik selama 15 – 20 menit setelah pemasangan 40 Berikan petunjuk pada klien tentang perawatan luka insisi di rumah 41 Bila ada terdapat tanda – tanda infeksi segera kembali ke klinik 42 Yakinkan bahwa klien dapat datang ke klinik setiap saat memerlukan konsultasi 33 34 35 36

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK PENJAHITAN LASERASI PERINIUM / EPISIOTOMI
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO

KOMPONEN

0

PENILAIAN 1 2 3

4

MEMPERSIAPKAN PENJAHITAN 1 Bantu ibu mengambil posisi litotomi sehingga bokongnya berada ditepi tempat tidur /meja. Topang kakinya dengan alat penopang /minta anggota keluarga untuk memegang kaki ibu sehingga ibu berada dalam posisi litotomi 2 Tempatkan handuk/kain bersih dibawah bokong ibu 3 Jika mungkin, tempatkan lampu sedemikian rupa sehingga perinium bisa dilihat dengan jelas 4 Gunakan tehnik aseptik pada saat memeriksa robekan /episiotomi memberikan anastesi local dan menjahit luka 5 Cuci tangan menggunakan sabun dan air bersih mengalir 6 Pakai sarung tangan DTT/steril 7 Dengan menggunakan tehnik antiseptik, persiapkan peralatan dan bahan – bahan DTT untuk penjahitan 8 Duduk dengan posisi santai dan nyaman sehingga luka bisa dengan mudah dilihat dan penjahitan bisa dilakukan tanpa kesulitan 9 Gunakan kain / kassa DTT/bersih untuk menyeka vulva, vagina dan perinium ibu dengan lembut bersihkan darah /bekuan darah yang ada sambil menilai dalam dan luasnya luka 10 Periksa vagina, serviks dan perinium secara lengkap. Pastikan bahwa laserisasi /sayatan perinium hanya merupakan derajat satu / dua 11 Ganti sarung tangan dengan sarung tangan DTT /steril yang baru setelah melakukan pemeriksaan rectum 12 Siapkan jarum dan benang. Gunakan benang kromik 2-0 atau 3-0 benang kromik bersifat lentur, kuat, tahan lama dan paling sedikit menimbulkan reaksi jaringan 13 Tempatkan jarum pada pemegang jarum dengan sudut 90° jepit tersebut. MEMBERIKAN ANASTESI LOKAL 14 Jelaskan pada ibu apa yang anda lakukan dan bantu ibu merasa santai 15 Hisap 10 ml larutan lidokain 1 % kedalam alat suntik sekali pakai ukuran 10 ml (tabung suntik yang lebih besar boleh digunakan jika diperlukan ) jika lidokain 1 % tidak tersedia, lanjutkan 1

bagian lidokain 2 % dengan 1 bagian normal salin /air steril yang sudah diseling 16 Tempelkan jarum ukuran 22 sepanjang 4 cm ke tabung suntik tersebut 17 Tusukkan jarum keujung /pojok laserisasi /sayatan lalu tarik jarum sepanjang tepi luka (kearah bawak mukosa dan kullit perinium) 18 Aspirasi (tarik pendorong tabung suntik )untuk memastikan bahwa jarum tidak berada dalam pembuluh darah. Jika darah masuk ketabung suntik , jangan suntikkan lidokain dan tarik jarum seluruhnya. Pindahkan posisi jarum dan suntikkan kembali 19 Suntikkan anastesia sejajar dengan permukaan luka pada saat jarum suntik ditarik perlahan – lahan 20 Tarik jarum hingga sampai kebawah tempat dimana jarum tersebut disuntikan 21 Arahkan lagi jarum kedaerah luka dan ulangi langkah ke 17 tusukan jarum untuk ketiga kalinya dan sekali lagi ulangi langkah 17 sehingga 3 garis di satu sisi luka mendapatkan anastesi lokal. Ulangi proses ini di sisi luka mendapatkan anastesi luka. Ulangi proses ini disisi dari luka tersebut . setiap sisi luka akan memerlukan kurang adri 5 ml lidokain 1 % untuk mendapatkan anastesi yang cukup 22 Tunggu selama 2 menit dan biarkan anastesi tersebut bekerja dan kemudian uji daerah yang di anastesi dengan cara dicubit dengan forseps /disentuh dengan jarum yang tajam. Jika ibu merasakan jarum/ dicubit tersebut, tunggu 2 menit lagi dan kemudian uji kembali sebelum mulai menjahit luka PENJAHITAN LASERISASI PADA PERINIUM 23 Setelah memberikan anastesi lokal dan memastikan bahwa daerah tersebut sudah dianastesi telusuri dengan hati – hati menggunakan satu jari untuk secara jelas menentukan batas – batas luka. Dekatkan tepi laserisasi untuk menentukan bagaimana cara menjahitnya menjadi satu dengan mudah 24 Buka jahitan pertama kurang lebih 1 cm diatas ujung laserisasi divagina bagian dalam, setelah membuat tusukan pertama, buka ikatan dan potong pendek benang yang lebih pendek dari ikatan bisa dilakukan tanpa kesulitan 25 Tutup muka vagina dengan jahitan jelujur, jahit kebawah kearah cincin hymen 26 Tepat sebelum cincin hymen masukkan jarum kedalam mukosa vagina lalu kebawah laserisasi. Perhatikan seberapa dekat jarum kepuncak luka 27 Teruskan kearah bawah tepi tepat pada luka, menggunakan jahitan jelujur, hingga mencapai bagian bawah laserisasi. Pastikan bahwa jarak setiap jahitan sama dan otot yang terluka telah dijahit. Jika laserisasi meluas kedalam otot, mungkin perlu untuk melakukan satu/dua lapisan jahitan terputus – putus untuk menghentikan perdarahan dan /atau mendekatkan jaringan tubuh secara efektif 28 Setelah mencapai ujung laserisasi, arahkan jarum keatas dan teruskan penjahitan, menggunakan jahitan jelujur untuk menutup lapisan subkutikuler jahitan ini akan menjadi jahitan lapis kedua. Periksa lubang bekas jarum jahit lapisan kedua ini meninggalkan luka yang tepat terbuka berukuran 0,5 cm atau kurang , luka ini akan menutup dengan sendirinya pada saat penyembuhan luka 29 Tusuk jarum dari robekan perinium kedalam vagina jarum harus keluar dari belakang cincin hymen 30 Ikat benang dengan membuat simpul didalam vagina. Potong ujung benag dan sisakan sekitar 1,5 cm jika ujung benang dipotong terlalu pendek simpul akan longgar dan laserisasi akan

31 32

33

34

membuka Ulangi pemeriksaan vagina dengan lembut untuk memastikan bahwa tidak ada kassa/peralatan lain tertinggal di dalam Dengan lembut masukan jari paling kecil kedalam anus raba apakah ada jahitan pada rektum enam minggu pasca persalinan. Jika ada jahitan yang teraba, ulangi pemeriksaan rectum enam minggu pasca persalinan. Jika peenyembuhan belum sempurna (misalnya ada fistula recto vagina / jika melaporkan inkontinesa alvi/feses), ibu segera rujuk ke fasilitas kesehatan /rujukan Cuci daerah genetal dengan lembut dengan sabun dan air DDT, kemudian dikeringkan. Bantu ibu mencari posisi yang lebih nyaman Nasehati ibu untuk :  Menjaga periniumnya selalu bersih dan kering  Hindari pengguna obat – obatan tradisional pada periniumnya  Cuci periniumnya dengan sabun dan air bersih yang mengalir 3 – 4 kali perhari  Kembali dalam waktu seminggu untuk memeriksa penyembuhan lukanya. Ibu harus kembali awal jika ia mengalami demam / mengeluarkan cairan yang berbau dan daerah tersebut menjadi lebih nyeri

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK PERSALINAN SECARA BRACHT
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO

KOMPONEN
Persiapan alat : Trolley dengan alasannya : 1. Bagian atas berisi : a. Bak Instrumen yang berisi partus set :  2 pasang hand scone  ½ kocher  Gunting episiotomi  2 arteri klem  Gunting tali pusat / klem umbilikal  Kassa steril  Spuit 3 cc  Kateter nelaton b. Kom tertutup berisi De lee c. Kom kecil yang berisi Oksitosin 1 ampul Lidokain 1 % ampul d. Kom kecil yang berisi kapas DTT e. Kom kecil yang berisi betadine f. Bak intrumen yang berisi hecting set :  Hsnd scone  Spuit 10 cc  Pinset  Needle holder  2 bauh nald hecting yang terdiri dari 1 buah nald kulit dan 1 buah nald otot  Cut gut (chromik) g. Tensi meter h. Stetoskop i. Termometer 2. Bagian bawah berisi : a. Leanec b. 1 buah nierbekken c. 1 buah piring plasenta d. Schort e. Masker f. Google(kaca mata) g. Sepatu boot / sendal tertutup h. 1 buah handuk kecil untuk cuci tangan i. 3 buah kain bersih j. 2 buah handuk bersih

0

PENILAIAN 1 2 3

4

Pakaian bayi yang terdiri dari :  Kain vernel / bedong  Popok bayi  Baju bayi l. Pakaian bayi yang terdiri dari :  Pakaian dalam  Pembalut  Baju ibu 3. Tiga Buah Tempat sampah  1 buah berwarna merah untuk tempat sampah kering  1 buah berwarna kuning untuk tempat sampah infeksius  1 buah berwarna hitam untuk pakaian kotor  1 buah ember berisi larutan klorin berisi 0,5% I. MELIHAT TANDA DAN GEJALA KALA II 1. Amati tanda dan gejala kala dua  Ibu mempunyai keinginan untuk meneran  Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan/atau vaginanya  Perineum menonjol  Vulva vagina dan sfingter ani membuka II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN 2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan essensial yang siap digunakan.mematahkan ampul 10 unit dan menempatkan tabung suntik steril sekali pakai didalam partus set. 3. Menggunakan baju penutup atau celemek yang bersih 4. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku, mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai / pribadi yang bersih 5. Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk pemeriksaan dalam 6. Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik (dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril) dan meletakkan kembali ke dalam partus set mengkontaminasi tabung suntik  Gunakan one hand touch III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN JANIN BAIK 7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hatihati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang sudah dibasahi air desinfeksi tingkat tinggi.  Jika introitus vagina,perinium dan anus terkontaminasi oleh kotoran ibu,bersihkan dengan seksama dengan menyeka dari depan ke belakang  Buang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam wadah yang tersedia  Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan kedua sarung tangan tersebut dengan benar di dalam larutan klorin 0,5%,langkah 9) 8. Dengan menggunakan tehnik antiseptik, Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan servik sudah lengkap.  Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan sudah lengkap lakukan amniotomi 9. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan chlorin 0.5 % dan kemudian melepaskan dalam keadaan terbalik serta merendamnya didalam larutan chlorin 0.5 % selama 10 menit. Mencuci kedua tangan dengan air DTT 10. Periksa denyut jantung janin (DJJ) diantara kedua kontraksi

k.

untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100 – 150 kali/menit )  Ambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal  Dokumentasikan hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES PIMPINAN MENERAN 11. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik.  Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya  Tunggu ibu hingga mempunyai keinginan meneran. Lanjutkan pemantauan kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktif dan mendokumentasikan hasil yang didapatkan 12. Anjurkan kepada keluarga untuk membantu menyiapkan posisi ibu untuk meneran (pada saat his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ibu merasa nyaman) 13. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran :  Bimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan meneran  Dukung dan beri semangat atas usaha ibu untuk meneran.  Bantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan pilihannya(kecuali posisi terlentang dalam waktu yang lama)  Anjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi  Anjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu  Anjurkan asupan cairan peroral  Lakukan penilaian DJJ setiap 5 menit  Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi segera dalam waktu 120 menit (2 jam) meneran untuk primipara dan 60 menit (1 jam )untuk multipara. 14. Jika ibu tidak ada keinginan untuk meneran :  Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman jika ibu belum ingin meneran dalam 60 menit anjurkan ibu untuk mulai meneran pada puncak kontraksi dan beristirahat diantara kontraksi.  Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi segera setelah 60 menit meneran rujuk ibu dengan segera. V. PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI 15. Jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm, letakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayi  Sediakan untuk antisipasi terjadinya komplikasi persalinan (asfiksia neonatorum) disebelah bawah kaki ibu ditempat yang datar dan alas yang keras. Alaskan 2 kain dan 1 handuk dengan lampu sorot 60 watt (jarak 60 cm dari tubuh bayi) 16. Letakkan kain yang dilipat 1/3 bagian dibawah bokong ibu 17. Buka partus set 18. Gunakan sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan VI. MENOLONG KELAHIRAN BAYI LAHIRNYA BOKONG 19. Saat bokong bayi membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm, biarkan bokong keluar perlahan – lahan. Segera setelah bokong lahir, bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong sejajar dengan panjang paha, jari – jari yang lain memegang daerah panggul).  Jangan melakukan intervensi, ikuti saja proses keluarnya janin 20. Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada.

21. lakukan hiperlordosis janin pada saat angulus skapula inferior tampak dibawah shimpisis (dengan mengikuti gerak rotasi anterior, yaitu punggung janin didekatkan keperut ibu tanpa tarikan) disesuaikan dengan lahirnya badan janin.  Bila pada tahap ini ternyata terjadi hambatan pengeluaran saat tubuh janin mencapai daerah skapula inferior, segera lakukan pertolongan dengan cara klasik atau muller 22. Gerakan keatas hingga lahir dagu, mulut, hidung, dahi, kepala VII. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR 23. Lakukan penilaian bayi dengan cepat (cairan ketuban, nafas, spontan warna kulit, tonus otot dan usia kehamilan). Jika dalam penilaian terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan diatas maka lakukan langkah awal, kemudian letakkan bayi diatas perut ibu dengan posisi kepala bayi lebihrendah bdari tubuhnya (bila tali pusat terlalu pendek, letakkan bayi ditempat yang memungkinkan. 24. Keringkan bayi dengan segera, bungkus kepala dan badan bayi kecuali bagian tali pusat 25. Jepit tali pusat menggunakan klem kira – kira 3 cm dari pusat bayi. Melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem kearah ibu dan memasang klem kedua 2 cm dan dari klem pertama (kearah ibu) 26. Pegang tali pusat dengan satu tangan,lindungi bayi dari gunting dan potong tali pusat diantara 2 klem tersebut 27. Ganti handuk yang basah dan selimuti bayi dengan kain atau selimut yang bersih dan kering. Tutupi bagian kepala dan biarkan tali pusat terbuka  Jika bayi mengalami kesulitan bernafas ambil tindakan yang sesuai 29. Berikan bayi pada ibu dan anjurkan untuk memeluk bayinya dan memulai pemberian ASI jika ibu menghendaki VIII. PENATALAKSANAAN AKTIF PERSALINAN KALA III 30. Letakkan kain kering dan bersih lakukan palpasi abdomen untuk menghilangkan kemungkinan adanya bayi kedua. 31. Beritahu pada ibu bahwa ia akan disuntik. 32. Dalam waktu 2 menit setelah melahirkan bayi, berikan

suntikan oksitosin 10 unit IM disepertiga paha kanan atas Ibu bagian luar , Setelah mengaspirasinya terlebih dahulu
IX. MENGELUARKAN PLASENTA 32. Pindahkan klem pada tali pusat 5 – 10 cm dari vulva. 33. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem dengan tangan kanan. 34. Tunggu uterus berkontraksi dan lakukan penegangan kearah bawah pada tali pusat dengan lembut lakukan tekanan dengan arah berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara menekan uterus ke arah atas dan belakang ( dorso kranial ) dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya terjadinya inversio uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga kontraksi berikutnya.  Jika uterus tidak berkontraksi, ibu atau anggota keluarga diminta untuk melakukan rangsangan putting susu.

35. Setelah plasenta terlepas, anjnurkan ibu untuk meneran sambil menarik tali pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas, ikuti kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah pada uterus.

 

Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjarak 5-10 cm di depan vulva Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan tali pusat selama 15 menit :  Ulangi pembersihan oksitosin 10 unit/IM  Lakukan penilaian kandung kemih dan lakukan kateterisasi kandung kemih dengan menggunakan tehnik abseptik jika perlu  Anjurkan pada keluarga untuk menyiapkan rujukan  Lakukan penegangan tali pusat kembali selama 15 menit berikutnya  Rujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30 menit sejak melahirkan.

37. Jika plasenta terlihat di introitus vagina pegang plasenta dengan dua tangan dengan hati-hati memutar plasenta searah jarum jam hingga selaput ketuban terpilin. Dengan lembut dan perlahan lahirkan selaput ketuban tersebut.  Jika selaput ketuban robek, gunakan handschoon desinfeksi tingkat tinggi atau steril dan lakukan pemeriksaan vagina dan serviks ibu dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan atau klem desinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk melepaskan bagian selaput yang terlepas. X. RANGSANGAN TAKTIL (PEMIJATAN) UTERUS 38. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan massage uterus, letakan telapak tangan difundus dan lakukan massage dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus menjadi keras). XI. MENILAI PENDARAHAN 39. Lakukan pemeriksaan kedua sisi plasenta baik yang merempel ke ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan lengkap dan utuh. Letakkan plasenta ke dalam kantong plastik atau tempat khusus.  Jika terus tidak berkontraksi setelah melakukan massage selama 15 detik segera ambil langkah yang sesuai. 39. Lakukan evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum dan segera menjahit laserasi yang mengalami pendarahan aktif. XII. MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN 40. Lakukan penilaian ulang uterus dan pastikan uterus berkontraksi dengan baik. Lakukan perrdarahan pervaginam. 41. Masukan ke dua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0,5%. Segera bilas kedua tangan yang masih bersarung tangan tersebut dengan air desinfeksi tingkat tinggi dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. 42. Menempatkan klem tali pusat desinfeksi tingkat tinggi atau steril atau lakukan pengikatan tali desinfeksi tingkat tinggi dengan simpul mati disekeliling tali pusat 1 cm dari pusat. 43. Lakukan pengikatan satu lagi simpul mati di bagian tali pusat yang bersebrangan dengan simpul mati yang pertama. 44. Segera lepaskan klem kocher dan masukan kedalam larutan klorin 0,5 %. 45. Selimuti bayi dan tutupi bagian kepalanya pastikan handuk dan kainnya bersih dan kering. 46. Anjurkan Ibu untuk memulai pemberian ASI. XIII. EVALUASI 47. Lanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan pendarahan pervaginam:  2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan  Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan  Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan

 Jika uterus tidak berkontrakasi dengan baik laksanakan perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri.  Jika di temukan laserasi yang memerlukan penjahitan, lakukan penjahitan dengan anastesi lokal dan menggunakan tehnik yang sesuai. 48. Ajarkan pada Ibu atau keluarga bagaimana melakukan massage terus dan memeriksa kontraksi uterus. 49. Evaluasi kehilangan darah. 50. Periksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan.  Periksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam pertama perrsalinan.  Lakukan tindakan yang sesuai jika menemukan keadaan yang tidak normal. XIV. KEBERSIHAN DAN KEAMANAN 51. Masukan semua peralatan ke dalam larutan klorin 0,5 % untuk dekontaminasi (selama 10 menit). Cuci dan bilas peralatan setelah di dekontaminasi. 52. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi kedalam tempat sampah yang sesuai. 53. Bersihkan ibu dengan air DTT. Bersihkan cairan ketuban, lendir dan darah. Bantu ibu untk mengenakan pakaian yang bersih dan kering. 54. Pastikan bahwa ibu merasa aman, Bantu ibu untuk memberikan ASI dan anjurkan keluarga untuk memberikan ibu minum/makan yang diinginkan 55. Lakukan dekontaminasi daerah yang digunakan untuk melahirkan dengan larutan klorin 0,5 % dan segera bilas dengan air bersih. 56. Masukan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0,5 %, balik bagian dalam keluar dan rendam kedalam larutan klorin 0,5 % selama 10 menit. 57. Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir. 58. DOKUMENTASI

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK PERSALINAN SECARA LOVSET
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO

KOMPONEN
Persiapan alat : Trolley dengan alasannya : 1. Bagian atas berisi : a. Bak Instrumen yang berisi partus set :  2 pasang hand scone  ½ kocher  Gunting episiotomi  2 arteri klem  Gunting tali pusat / klem umbilikal  Kassa steril  Spuit 3 cc  Kateter nelaton b. Kom tertutup berisi De lee c. Kom kecil yang berisi Oksitosin 1 ampul Lidokain 1 % ampul d. Kom kecil yang berisi kapas DTT e. Kom kecil yang berisi betadine f. Bak intrumen yang berisi hecting set :  Hsnd scone  Spuit 10 cc  Pinset  Needle holder  2 bauh nald hecting yang terdiri dari 1 buah nald kulit dan 1 buah nald otot  Cut gut (chromik) g. Tensi meter h. Stetoskop i. Termometer 2. Bagian bawah berisi : a. Leanec b. 1 buah nierbekken c. 1 buah piring plasenta d. Schort e. Masker f. Google(kaca mata) g. Sepatu boot / sendal tertutup h. 1 buah handuk kecil untuk cuci tangan i. 3 buah kain bersih j. 2 buah handuk bersih

0

PENILAIAN 1 2 3

4

Pakaian bayi yang terdiri dari :  Kain vernel / bedong  Popok bayi  Baju bayi l. Pakaian bayi yang terdiri dari :  Pakaian dalam  Pembalut  Baju ibu 3. Tiga Buah Tempat sampah  1 buah berwarna merah untuk tempat sampah kering  1 buah berwarna kuning untuk tempat sampah infeksius  1 buah berwarna hitam untuk pakaian kotor  1 buah ember berisi larutan klorin berisi 0,5% I. MELIHAT TANDA DAN GEJALA KALA II 1. Amati tanda dan gejala kala dua  Ibu mempunyai keinginan untuk meneran  Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan/atau vaginanya  Perineum menonjol  Vulva vagina dan sfingter ani membuka II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN 2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan essensial yang siap digunakan.mematahkan ampul 10 unit dan menempatkan tabung suntik steril sekali pakai didalam partus set. 3. Menggunakan baju penutup atau celemek yang bersih 4. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku, mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai / pribadi yang bersih 5. Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk pemeriksaan dalam 6. Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik (dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril) dan meletakkan kembali ke dalam partus set mengkontaminasi tabung suntik  Gunakan one hand touch III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN JANIN BAIK 7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang sudah dibasahi air desinfeksi tingkat tinggi.  Jika introitus vagina,perinium dan anus terkontaminasi oleh kotoran ibu,bersihkan dengan seksama dengan menyeka dari depan ke belakang  Buang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam wadah yang tersedia  Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan kedua sarung tangan tersebut dengan benar di dalam larutan klorin 0,5%,langkah 9) 8. Dengan menggunakan tehnik antiseptik, Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan servik sudah lengkap.  Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan sudah lengkap lakukan amniotomi 9. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan chlorin 0.5 % dan kemudian melepaskan dalam keadaan terbalik serta merendamnya didalam larutan chlorin 0.5 % selama 10 menit. Mencuci kedua tangan dengan air DTT 10. Periksa denyut jantung janin (DJJ) diantara kedua kontraksi untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100 – 150 kali/menit )

k.

 Ambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal  Dokumentasikan hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES PIMPINAN MENERAN 11. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik. Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya  Tunggu ibu hingga mempunyai keinginan meneran. Lanjutkan pemantauan kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktif dan mendokumentasikan hasil yang didapatkan 12. Anjurkan kepada keluarga untuk membantu menyiapkan posisi ibu untuk meneran (pada saat his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ibu merasa nyaman) 13. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran :  Bimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan meneran  Dukung dan beri semangat atas usaha ibu untuk meneran.  Bantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan pilihannya(kecuali posisi terlentang dalam waktu yang lama)  Anjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi  Anjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu  Anjurkan asupan cairan peroral  Lakukan penilaian DJJ setiap 5 menit  Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi segera dalam waktu 120 menit (2 jam) meneran untuk primipara dan 60 menit meneran,rujuk ibu dengan segera. 14. Jika ibu tidak ada keinginan untuk meneran :  Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman jika ibu belum ingin meneran dalam 60 menit  Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi segera setelah 60 menit meneran rujuk ibu dengan segera. V. PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI 15. Jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm, letakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayi Sediakan untuk antisipasi terjadinya komplikasi persalinan (asfiksia neonatorum) disebelah bawah kaki ibu ditempat yang datar dan alas yang keras. Alaskan 2 kain dan 1 handuk dengan lampu sorot 60 watt (jarak 60 cm dari tubuh bayi) 16. Letakkan kain yang dilipat 1/3 bagian dibawah bokong ibu 17. Buka partus set 18. Gunakan sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan VI. MENOLONG KELAHIRAN BAYI LAHIRNYA BOKONG 19. Saat bokong bayi membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm, biarkan bokong keluar perlahan – lahan. Segera setelah bokong lahir, bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong sejajar dengan panjang paha, jari – jari yang lain memegang daerah panggul).  Jangan melakukan intervensi, ikuti saja proses keluarnya janin 20. segera setelah bokong lahir longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada. 21. segera setelah badan janin lahir letakkan diatas tangan kiri penolong sehingga posisi bayi seperti menunggang kuda . 22. jari tengah dimasukkan kedalam mulut , jari telunjuk dan jari manis mencengkeram leher. 23. tangan kanan memegang atau mencengkeram bahu dan tengkuk janin

24. minta seorang asisten untuk menekan fundus uteri 25. Bersamaan dengan adanya his, asisten menekan fundus uteri, penolong melakukan tarikan kebawah sesuai arah sumbu jalan lahir dibimbing jari yang dimasukkan untuk menekan dagu atau mulut. 26. Bila sub oksiput tampak dibawah simpisis, kepala janin dielevasi keatas (mendekati perut ibu ) sehingga berturut - turut dari dagu, mulut, hidung, mata, dahi, lalu lahirlah semua kepala janin. VII. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR 27. Lakukan penilaian bayi dengan cepat (cairan ketuban, nafas, spontan warna kulit, tonus otot dan usia kehamilan). Jika dalam penilaian terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan diatas maka lakukan langkah awal, kemudian letakkan bayi diatas perut ibu dengan posisi kepala bayi lebihrendah bdari tubuhnya (bila tali pusat terlalu pendek, letakkan bayi ditempat yang memungkinkan. 28. Keringkan bayi dengan segera, bungkus kepala dan badan bayi kecuali bagian tali pusat 29. jepit tali pusat menggunakan klem kira – kira 3 cm dari pusat bayi. Melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem kearah ibu dan memasang klem kedua 2 cm dan dari klem pertama (kearah ibu) 30. pegang tali pusat dengan satu tangan ,lindungi bayi dari gunting dan potong tali pusat diantara 2 klem tersebut 31. ganti handuk yang basah dan selimut bayi dengan kain atau selimut yang bersih dan kering.tutupi bagian kepala dan biarkan tali pusat terbuka  jika bayi mengalami kesulitan bernafas ambil tindakan yang sesuai 32. Berikan bayi pada ibu dan anjurkan ibu untuk memeluk bayinya dan memulai pemberian ASI jika ibu menghendakinya VIII. PENATALAKSANAAN AKTIF PERSALINAN KALA III 33. Letakkan kain kering dan bersih lakukan palpasi abdomen untuk menghilangkan kemungkinan adanya bayi kedua. 34. Beritahu pada ibu bahwa ia akan disuntik. 35. Dalam waktu 2 menit setelah melahirkan bayi, berikan

suntikan oksitosin 10 unit IM disepertiga paha kanan atas Ibu bagian luar , Setelah mengaspirasinya terlebih dahulu
IX. MENGELUARKAN PLASENTA 36. Pindahkan klem pada tali pusat 5 – 10 cm dari vulva. 37. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem dengan tangan kanan. 38. Tunggu uterus berkontraksi dan lakukan penegangan kearah bawah pada tali pusat dengan lembut lakukan tekanan dengan arah berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara menekan uterus ke arah atas dan belakang ( dorso kranial ) dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya terjadinya inversio uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga kontraksi berikutnya. Jika uterus tidak berkontraksi, ibu atau anggota keluarga diminta untuk melakukan rangsangan putting susu 39. Setelah plasenta terlepas, anjnurkan ibu untuk meneran sambil menarik tali pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas, ikuti kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah pada uterus.  Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjarak 5-10 cm di depan vulva  Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan 

tali pusat selama 15 menit :  Ulangi pembersihan oksitosin 10 unit/IM  Lakukan penilaian kandung kemih dan lakukan kateterisasi kandung kemih dengan menggunakan tehnik abseptik jika perlu  Anjurkan pada keluarga untuk menyiapkan rujukan  Lakukan penegangan tali pusat kembali selama 15 menit berikutnya  Rujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30 menit sejak kelahiran bayi. 40. jika plasenta terlihat di introitus vagina, pegang palsenta dengan dua tangan dan dengan hati – hati memutar plasenta searah jarum jam hingga selaput ketuban terpilih. Dengan lembut dan perlahan lahirkan selaput ketuban terpilh. Jika selaput ketuban robek, gunakan handschoon desinfeksi tingkat tinggi atau steril dan lakukan pemeriksaan vagina dan serviks ibu dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan atau klem desinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk melepaskan bagian selaput yang terlepas. X. RANGSANGAN TAKTIL (PEMIJATAN) UTERUS 38. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan massage uterus, letakan telapak tangan difundus dan lakukan massage dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus menjadi keras). XI. MENILAI PENDARAHAN 39. Lakukan pemeriksaan kedua sisi plasenta baik yang merempel ke ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan lengkap dan utuh. Letakkan plasenta ke dalam kantong plastik atau tempat khusus.  Jika terus tidak berkontraksi setelah melakukan massage selama 15 detik segera ambil langkah yang sesuai. 40. Lakukan evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum dan segera menjahit laserasi yang mengalami pendarahan aktif. XII. MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN 41. Lakukan penilaian ulang uterus dan pastikan uterus berkontraksi dengan baik. 42. Lakukan perrdarahan pervaginam. 43. Masukan ke dua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0,5%. Segera bilas kedua tangan yang masih bersarung tangan tersebut dengan air desinfeksi tingkat tinggi dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. 44. Menempatkan klem tali pusat desinfeksi tingkat tinggi atau steril atau lakukan pengikatan tali desinfeksi tingkat tinggi dengan simpul mati disekeliling tali pusat 1 cm dari pusat. 45. Lakukan pengikatan satu lagi simpul mati di bagian tali pusat yang bersebrangan dengan simpul mati yang pertama. 46. Segera lepaskan klem kocher dan masukan kedalam larutan klorin 0,5 %. 47. Selimuti bayi dan tutupi bagian kepalanya pastikan handuk dan kainnya bersih dan kering. 48. Anjurkan Ibu untuk memulai pemberian ASI. XIII. EVALUASI 49. Lanjutkan     

kontraksi uterus dan pendarahan pervaginam: 2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan Jika uterus tidak berkontrakasi dengan baik laksanakan perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri. Jika di temukan laserasi yang memerlukan penjahitan, lakukan penjahitan dengan anastesi lokal dan menggunakan

pemantauan

tehnik yang sesuai. 50. Ajarkan pada Ibu atau keluarga bagaimana melakukan massage terusdan memeriksa kontraksi uterus. 51. Evaluasi kehilangan darah. 52. Periksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan.  Periksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam pertama perrsalinan.  Lakukan tindakan yang sesuai jika menemukan keadaan yang tidak normal. XIV. KEBERSIHAN DAN KEAMANAN 53. Masukan semua peralatan ke dalam larutan klorin 0,5 % untuk dekontaminasi (selama 10 menit). Cuci dan bilas peralatan setelah di dekontaminasi. 54. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi kedalam tempat sampah yang sesuai. 55. Bersihkan ibu dengan air DTT. Bersihkan cairan ketuban, lendir dan darah. Bantu ibu untk mengenakan pakaian yang bersih dan kering. 56. Pastikan bahwa ibu merasa aman, Bantu ibu untuk memberikan ASI dan anjurkan keluarga untuk memberikan ibu minum/makan yang diinginkan . 57. Masukan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0,5 %, balik bagian dalam keluar dan rendam kedalam larutan klorin 0,5 % selama 10 menit. 58. Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir. 59. DOKUMENTASI

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK PERSALINAN SECARA MAURICEAU
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO

KOMPONEN
Persiapan alat : Trolley dengan alasannya : 1. Bagian atas berisi : d. Bak Instrumen yang berisi partus set :  2 pasang hand scone  ½ kocher  Gunting episiotomi  2 arteri klem  Gunting tali pusat / klem umbilikal  Kassa steril  Spuit 3 cc  Kateter nelaton e. Kom tertutup berisi De lee f. Kom kecil yang berisi Oksitosin 1 ampul Lidokain 1 % ampul d. Kom kecil yang berisi kapas DTT e. Kom kecil yang berisi betadine f. Bak intrumen yang berisi hecting set :  Hsnd scone  Spuit 10 cc  Pinset  Needle holder  2 bauh nald hecting yang terdiri dari 1 buah nald kulit dan 1 buah nald otot  Cut gut (chromik) g. Tensi meter h. Stetoskop i. Termometer 2. Bagian bawah berisi : a. Leanec b. 1 buah nierbekken c. 1 buah piring plasenta d. Schort e. Masker f. Google(kaca mata) g. Sepatu boot / sendal tertutup h. 1 buah handuk kecil untuk cuci tangan i. 3 buah kain bersih j. 2 buah handuk bersih

0

PENILAIAN 1 2 3

4

Pakaian bayi yang terdiri dari :  Kain vernel / bedong  Popok bayi  Baju bayi l. Pakaian bayi yang terdiri dari :  Pakaian dalam  Pembalut  Baju ibu 3. Tiga Buah Tempat sampah  1 buah berwarna merah untuk tempat sampah kering  1 buah berwarna kuning untuk tempat sampah infeksius  1 buah berwarna hitam untuk pakaian kotor  1 buah ember berisi larutan klorin berisi 0,5% I. MELIHAT TANDA DAN GEJALA KALA II 1. Amati tanda dan gejala kala dua  Ibu mempunyai keinginan untuk meneran  Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan/atau vaginanya  Perineum menonjol  Vulva vagina dan sfingter ani membuka II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN 2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan essensial yang siap digunakan.mematahkan ampul 10 unit dan menempatkan tabung suntik steril sekali pakai didalam partus set. 3. Menggunakan baju penutup atau celemek yang bersih 4. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku, mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai / pribadi yang bersih 5. Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk pemeriksaan dalam 6. Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik (dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril) dan meletakkan kembali ke dalam partus set mengkontaminasi tabung suntik  Gunakan one hand touch III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN JANIN BAIK 7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hatihati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang sudah dibasahi air desinfeksi tingkat tinggi.  Jika introitus vagina,perinium dan anus terkontaminasi oleh kotoran ibu,bersihkan dengan seksama dengan menyeka dari depan ke belakang  Buang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam wadah yang tersedia  Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan kedua sarung tangan tersebut dengan benar di dalam larutan klorin 0,5%,langkah 9) 8. Dengan menggunakan tehnik antiseptik, Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan servik sudah lengkap.  Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan sudah lengkap lakukan amniotomi 9. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan chlorin 0.5 % dan kemudian melepaskan dalam keadaan terbalik serta merendamnya didalam larutan chlorin 0.5 % selama 10 menit. Mencuci kedua tangan dengan air DTT 10. Periksa denyut jantung janin (DJJ) diantara kedua kontraksi untuk

k.

memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100 – 150 kali/menit )  Ambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal  Dokumentasikan hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES PIMPINAN MENERAN 11. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik. Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya  Tunggu ibu hingga mempunyai keinginan meneran. Lanjutkan pemantauan kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktif dan mendokumentasikan hasil yang didapatkan 12. Anjurkan kepada keluarga untuk membantu menyiapkan posisi ibu untuk meneran (pada saat his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ibu merasa nyaman) 13. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran :  Bimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan meneran  Dukung dan beri semangat atas usaha ibu untuk meneran.  Bantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan pilihannya(kecuali posisi terlentang dalam waktu yang lama)  Anjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi  Anjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu  Anjurkan asupan cairan peroral  Lakukan penilaian DJJ setiap 5 menit  Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi segera dalam waktu 120 menit (2 jam) meneran untuk primipara dan 60 menit meneran,rujuk ibu dengan segera. 14. Jika ibu tidak ada keinginan untuk meneran :  Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman jika ibu belum ingin meneran dalam 60 menit  Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi segera setelah 60 menit meneran rujuk ibu dengan segera. V. PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI 15. Jika bokong bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm, letakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayi  Sediakan untuk antisipasi terjadinya komplikasi persalinan (asfiksia neonatorum) disebelah bawah kaki ibu ditempat yang datar dan alas yang keras. Alaskan 2 kain dan 1 handuk dengan lampu sorot 60 watt (jarak 60 cm dari tubuh bayi) 16. Letakkan kain yang dilipat 1/3 bagian dibawah bokong ibu 17. Buka partus set 18. Gunakan sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan VI. MENOLONG KELAHIRAN BAYI LAHIRNYA BOKONG 19. Saat bokong bayi membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm, biarkan bokong keluar perlahan – lahan. Segera setelah bokong lahir, bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong sejajar dengan panjang paha, jari – jari yang lain memegang daerah panggul).  Jangan melakukan intervensi, ikuti saja proses keluarnya janin 20. Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada. 21. lakukan hiperlordosis janin pada saat angulus skapula inferior tampak dibawah shimpisis (dengan mengikuti gerak rotasi

anterior, yaitu punggung janin didekatkan keperut ibu tanpa tarikan) disesuaikan dengan lahirnya badan janin.  Bila pada tahap ini ternyata terjadi hambatan pengeluaran saat tubuh janin mencapai daerah skapula inferior, segera lakukan pertolongan dengan cara klasik atau muller 22. Gerakan keatas hingga lahir dagu, mulut, hidung, dahi, kepala VII. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR 23. Lakukan penilaian bayi dengan cepat (cairan ketuban, nafas, spontan warna kulit, tonus otot dan usia kehamilan). Jika dalam penilaian terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan diatas maka lakukan langkah awal, kemudian letakkan bayi diatas perut ibu dengan posisi kepala bayi lebihrendah bdari tubuhnya (bila tali pusat terlalu pendek, letakkan bayi ditempat yang memungkinkan. 24. Keringkan bayi dengan segera, bungkus kepala dan badan bayi kecuali bagian tali pusat 25. Jepit tali pusat menggunakan klem kira – kira 3 cm dari pusat bayi. Melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem kearah ibu dan memasang klem kedua 2 cm dan dari klem pertama (kearah ibu) 26. Pegang tali pusat dengan satu tangan,lindungi bayi dari gunting dan potong tali pusat diantara 2 klem tersebut 27. Ganti handuk yang basah dan selimuti bayi dengan kain atau selimut yang bersih dan kering. Tutupi bagian kepala dan biarkan tali pusat terbuka  Jika bayi mengalami kesulitan bernafas ambil tindakan yang sesuai 28. Berikan bayi pada ibu dan anjurkan untuk memeluk bayinya dan memulai pemberian ASI jika ibu menghendaki VIII. PENATALAKSANAAN AKTIF PERSALINAN KALA III 29. Letakkan kain kering dan bersih lakukan palpasi abdomen untuk menghilangkan kemungkinan adanya bayi kedua. 30. Beritahu pada ibu bahwa ia akan disuntik. 31. Dalam waktu 2 menit setelah melahirkan bayi, berikan suntikan oksitosin 10 unit IM disepertiga paha kanan atas Ibu bagian luar , Setelah mengaspirasinya terlebih dahulu IX. MENGELUARKAN PLASENTA 32. Pindahkan klem pada tali pusat 5 – 10 cm dari vulva. 33. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem dengan tangan kanan. 34. Tunggu uterus berkontraksi dan lakukan penegangan kearah bawah pada tali pusat dengan lembut lakukan tekanan dengan arah berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara menekan uterus ke arah atas dan belakang ( dorso kranial ) dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya terjadinya inversio uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga kontraksi berikutnya. Jika uterus tidak berkontraksi, ibu atau anggota keluarga diminta untuk melakukan rangsangan putting susu 35. Setelah plasenta terlepas, anjnurkan ibu untuk meneran sambil menarik tali pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas, ikuti kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah pada uterus.  Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjarak 5-10 cm di depan vulva  Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan tali pusat selama 15 menit : 

    

Ulangi pembersihan oksitosin 10 unit/IM Lakukan penilaian kandung kemih dan lakukan kateterisasi kandung kemih dengan menggunakan tehnik abseptik jika perlu Anjurkan pada keluarga untuk menyiapkan rujukan Lakukan penegangan tali pusat kembali selama 15 menit berikutnya Rujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30 menit sejak melahirkan.

36. Jika plasenta terlihat di introitus vagina pegang plasenta dengan dua tangan dengan hati-hati memutar plasenta searah jarum jam hingga selaput ketuban terpilin. Dengan lembut dan perlahan lahirkan selaput ketuban tersebut.  Jika selaput ketuban robek, gunakan handschoon desinfeksi tingkat tinggi atau steril dan lakukan pemeriksaan vagina dan serviks ibu dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan atau klem desinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk melepaskan bagian selaput yang terlepas. X. RANGSANGAN TAKTIL (PEMIJATAN) UTERUS 37. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan massage uterus, letakan telapak tangan difundus dan lakukan massage dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus menjadi keras). XI. MENILAI PENDARAHAN 38. Lakukan pemeriksaan kedua sisi plasenta baik yang merempel ke ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan lengkap dan utuh. Letakkan plasenta ke dalam kantong plastik atau tempat khusus.  Jika terus tidak berkontraksi setelah melakukan massage selama 15 detik segera ambil langkah yang sesuai. 39. Lakukan evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum dan segera menjahit laserasi yang mengalami pendarahan aktif. XII. MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN 40. Lakukan penilaian ulang uterus dan pastikan uterus berkontraksi dengan baik. Lakukan perrdarahan pervaginam. 41. Masukan ke dua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0,5%. Segera bilas kedua tangan yang masih bersarung tangan tersebut dengan air desinfeksi tingkat tinggi dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. 42. Menempatkan klem tali pusat desinfeksi tingkat tinggi atau steril atau lakukan pengikatan tali desinfeksi tingkat tinggi dengan simpul mati disekeliling tali pusat 1 cm dari pusat. 43. Lakukan pengikatan satu lagi simpul mati di bagian tali pusat yang bersebrangan dengan simpul mati yang pertama. 44. Segera lepaskan klem kocher dan masukan kedalam larutan klorin 0,5 %. 45. Selimuti bayi dan tutupi bagian kepalanya pastikan handuk dan kainnya bersih dan kering. 46. Anjurkan Ibu untuk memulai pemberian ASI. XIII. EVALUASI 47. Lanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan pendarahan pervaginam:  2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan  Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan  Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan  Jika uterus tidak berkontrakasi dengan baik laksanakan perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri.  Jika di temukan laserasi yang memerlukan penjahitan, lakukan penjahitan dengan anastesi lokal dan menggunakan tehnik yang sesuai.

48. Ajarkan pada Ibu atau keluarga bagaimana melakukan massage terus dan memeriksa kontraksi uterus. 49. Evaluasi kehilangan darah. 50. Periksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan.  Periksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam pertama perrsalinan.  Lakukan tindakan yang sesuai jika menemukan keadaan yang tidak normal. XIV. KEBERSIHAN DAN KEAMANAN 51. Masukan semua peralatan ke dalam larutan klorin 0,5 % untuk dekontaminasi (selama 10 menit). Cuci dan bilas peralatan setelah di dekontaminasi. 52. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi kedalam tempat sampah yang sesuai. 53. Bersihkan ibu dengan air DTT. Bersihkan cairan ketuban, lendir dan darah. Bantu ibu untk mengenakan pakaian yang bersih dan kering. 54. Pastikan bahwa ibu merasa aman, Bantu ibu untuk memberikan ASI dan anjurkan keluarga untuk memberikan ibu minum/makan yang diinginkan 55. Lakukan dekontaminasi daerah yang digunakan untuk melahirkan dengan larutan klorin 0,5 % dan segera bilas dengan air bersih. 56. Masukan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0,5 %, balik bagian dalam keluar dan rendam kedalam larutan klorin 0,5 % selama 10 menit. 57. Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir. 58. DOKUMENTASI

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK PERTOLONGAN PERSALINAN EKSTRAKSI BOKONG
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO

KOMPONEN
1. Persiapan alat : a. Partus set yang berisi :  2 pasang hand scone  ½ kocher  Gunting episiotomi  2 arteri klem  Gunting tali pusat / klem umbilikal  Kassa steril  Spuit 3 cc  Kateter nelaton b. oksitosin c. lidokain 1% d. Kom kecil yang berisi kapas DTT e. Kom kecil yang berisi betadine f. Nierbeken g. Piring plasenta h. 3 kain bersih i. 2 handuk bersih j. Scort k. Sepatu boot/sandal tertutup l. Masker m. Goggle n. 3 buah tempat sampah o. Ember yang berisi larutan klorin 0,5 % p. Leanec q. Partograf r. Tensimeter s. Stetoskop t. Thermometer u. Hecting set yang berisi :  Spuit 10 cc  Hand scone  Pinset  Needle holder  Nald hecting berbentuk kulit 1 buah untuk otot  Cut gut (benang khromik) 2. persiapan tempat : bersih, aman, nyaman, rapi, dan tenang 1. persiapan lingkungan

0

PENILAIAN 1 2 3

4

a. menutupi pintu dan jendela b. memasang sampiran 2. persiapan pasien memberitahu kepada klien tentang tindakan yang akan dilakukan (informed consent) LANGKAH KERJA I. MELIHAT TANDA DAN GEJALA KALA II 1. Amati tanda dan gejala kala dua  Ibu mempunyai keinginan untuk meneran  Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan/atau vaginanya  Perineum menonjol  Vulva vagina dan sfingter ani membuka II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN 2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan essensial yang siap dipakai.mematahkan ampul oksitosin 10 unit dan menenpatkan tabung suntik steril sekali pakai didalam partus set. 3. Menggunakan baju penutup atau celemek yang bersih 5. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku, mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai / pribadi yang bersih 6. Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk pemeriksaan dalam 7. Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik (dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril) dan meletakkan kembali ke dalam partus set mengkontaminasi tabung suntik  Gunakan one hand touch III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN JANIN BAIK 8. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang sudah dibasahi air desinfeksi tingkat tinggi.  Jika introitus vagina,perinium dan anus terkontaminasi oleh kotoran ibu,bersihkan dengan seksama dengan menyeka dari depan ke belakang  Buang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam wadah yang tersedia  Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan kedua sarung tangan tersebut dengan benar di dalam larutan klorin 0,5%,langkah 9) 15. Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan servik sudah lengkap.  Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan sudah lengkap lakukan amniotomi 16. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan chlorin 0.5 % dan kemudian melepaskan dalam keadaan terbalik serta merendamnya didalam larutan chlorin 0.5 % selama 10 menit. Mencuci kedua tangan dengan air DTT 17. Periksa denyut jantung janin (DJJ) diantara kedua kontraksi untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100 – 180 kali/menit )  Ambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal a. Dokumentasikan hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf

IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES PIMPINAN MENERAN 18. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik. Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya  Tunggu ibu hingga mempunyai keinginan meneran. Lanjutkan pemantauan kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktif dan mendokumentasikan hasil yang didapatkan  Jelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat kepada ibu, saat ibu meneran 19. Anjurkan kepada keluarga untuk membantu menyiapkan posisi ibu untuk meneran (pada saat his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ibu merasa nyaman) 20. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran :  Bimbing ibu agar dapat meneran secara benar dan efektif  Dukung dan beri semangat pada saat meneran dan perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai.  Bantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan pilihannya(kecuali posisi terlentang dalam waktu yang lama)  Anjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi  Anjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu  Anjurkan asupan cairan peroral  Lakukan pemerksaan DJJ setiap kontraksi uterus selesai  Segera merujuk jika bayi belum lahir atau tidak akan lahir setelah 120 menit (2 jam)meneran pada primigravida atau 60 menit (1 jam)untuk multigravida. Jika ibu tidak ada keinginan untuk meneran :  Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman jika ibu belum ingin meneran dalam 60 menit  Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi segera setelah 60 menit meneran rujuk ibu dengan segera. V. PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI 21. Jika bokong bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm, letakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayi Sediakan untuk antisipasi terjadinya komplikasi persalinan (asfiksia neonatorum) 22. Letakkan kain yang dilipat 1/3 bagian dibawah bokong ibu 23. Buka partus set 24. Gunakan sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan VI. MENOLONG KELAHIRAN BAYI LAHIRNYA BOKONG 25. Saat bokong bayi membuka vulva instruksi klien untuk meneran dengan benar jika ada his, pimpin berulang kali hingga bokong turun didasar panggul. 26. Periksa perinium, jika perinium kaku lakukan episiotomi  Lakukan episiotomi saat bokong membuka vulvadan perinium sudah tipis 21. penolong berada didepan vulva dalam posisi kuda - kuda LAHIRNYA BAHU 22. lahirkan janin secara manual aid (klasik, muller, atau lovset)

LAHIRNYA KEPALA 23. jika pada tahap ini terjadi hambatan pengeluaran kepala janin segera lakukan pertolongan dengan cara mauriceu. 24. setelah bayi lahir letakkan bayi diperut ibu, bungkus bayi dengan handuk, segera lakukan penanganan bayi baru lahir. VII PENANGANAN BAYI BARU LAHIR 25. Lakukan penilaian bayi dengan cepat ( cairan ketuban, nafas spontan, warna kulit tonus otot dan usia kehamilan ). Jika dalam penilaiannya terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan di atas maka dilakukan langkah awal. Kemudian letakkan bayi di atas perut ibu dengan posisi kepala bayi lebih rendah dari tubuhnya ( bila tali pusat terlalu pendek, letakan bayi di tempat yang memungkin kan ). 26. Keringkan bayi dengan segera, bungkus kepala dan badan bayi kecuali bagian tali pusat. 27. Jepit tali pusat menggunakan klem kira-kira 3 cm dari pusat bayi melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem ke arah ibu dan memasang klem ke 2 cm dari klem pertama ( kearah ibu). 28. Pegang tali pusat dengan satu tangan, lindungi bayi dari gunting dan potong tali pusat diantara ke 2 klem tersebut. 29. Ganti handuk yang basah dan selimuti bayi dengan kain atau selimut yang berrsih dan kering. Tutupi bagian kepala dan biarkan tali pusat terbuka.  Jika bayi mengalami kesulitan bernafas ambil tindakan yang sesuai. 30. Berikan bayi pada ibu dan anjurkan ibu untuk memeluk bayi nya dan mulai pemberian ASI jika ibu menghendakinya. VIII. PENATALAKSANAAN AKTIF PERSALINAN KALA III OKSITOSIN 31. Letakkan kain kering dan bersih lakukan palpasi abdomen untuk menghilangkan kemungkinan adanya bayi kedua. 32. Beritahu pada ibu bahwa ia akan disuntik. 33. Dalam waktu 2 menit setelah melahirkan bayi, berikan suntikan oksitosin 10 unit IM disepertiga paha kanan atas Ibu bagian luar , Setelah mengaspirasinya terlebih dahulu PENEGANGAN TALI PUSAT TERKENDALI 34. Pindahkan klem pada tali pusat 5 – 10 cm dari vulva. 35. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem dengan tangan kanan. 36. Tunggu uterus berkontraksi dan lakukan penegangan kearah bawah pada tali pusat dengan lembut lakukan tekanan dengan arah berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara menekan uterus ke arah atas dan belakang ( dorso kranial ) dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya terjadinya inversio uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga kontraksi berikutnya.  Jika uterus tidak berkontraksi, ibu atau anggota keluarga diminta untuk melakukan rangsangan putting susu.

MENGELUARKAN PLASENTA 37. Setelah plasenta terlepas, anjnurkan ibu untuk meneran sambil

menarik tali pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas, ikuti kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah pada uterus.  Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjarak 5-10 cm di depan vulva  Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan tali pusat selama 15 menit :  Ulangi pembersihan oksitosin 10 unit/IM  Lakukan penilaian kandung kemih dan lakukan kateterisasi kandung kemih dengan menggunakan tehnik abseptik jika perlu  Anjurkan pada keluarga untuk menyiapkan rujukan  Lakukan penegangan tali pusat kembali selama 15 menit berikutnya  Rujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30 menit sejak melahirkan. 38. Jika plasenta terlihat di introitus vagina pegang plasenta dengan dua tangan dengan hati-hati memutar plasenta searah jarum jam hingga selaput ketuban terpilin. Dengan lembut dan perlahan lahirkan selaput ketuban tersebut.  Jika selaput ketuban robek, gunakan handschoon desinfeksi tingkat tinggi atau steril dan lakukan pemeriksaan vagina dan serviks ibu dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan atau klem desinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk melepaskan bagian selaput yang terlepas RANGSANGAN TAKTIL (PEMIJATAN) UTERUS 39. Seger setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan massage uterus, letakan telapak tangan difundus dan lakukan massage dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus menjadi keras). IX. MENILAI PENDARAHAN 40. Lakukan pemeriksaan kedua sisi plasenta baik yang merempel ke ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan lengkap dan utuh. Letakkan plasenta ke dalam kantong plastik atau tempat khusus.  Jika terus tidak berkontraksi setelah melakukan massage selama 15 detik segera ambil langkah yang sesuai. 41. Lakukan evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum dan segera menjahit laserasi yang mengalami pendarahan aktif. X. MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN 42. Lakukan penilaian ulang uterus dan pastikan uterus berkontraksi dengan baik. Lakukan perrdarahan pervaginam. 43. Masukan ke dua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0,5%. Segera bilas kedua tangan yang masih bersarung tangan tersebut dengan air desinfeksi tingkat tinggi dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. 44. Menempatkan klem tali pusat desinfeksi tingkat tinggi atau steril atau lakukan pengikatan tali desinfeksi tingkat tinggi dengan simpul mati disekeliling tali pusat 1 cm dari pusat. 45. Lakukan pengikatan satu lagi simpul mati di bagian tali pusat yang bersebrangan dengan simpul mati yang pertama. 46. segera lepaskan klem kocher dan masukan kedalam larutan klorin 0,5 %. 47. Selimuti bayi dan tutupi bagian kepalanya pastikan handuk dan kainnya bersih dan kering. 48. Anjurkan Ibu untuk memulai pemberian ASI. EVALUASI 49. Lanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan pendarahan pervaginam:

2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan Jika uterus tidak berkontrakasi dengan baik laksanakan perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri.  Jika di temukan laserasi yang memerlukan penjahitan, lakukan penjahitan dengan anastesi lokal dan menggunakan tehnik yang sesuai. 50. Ajarkan pada Ibu atau keluarga bagaimana melakukan massage terus dan memeriksa kontraksi uterus. 51. Evaluasi kehilangan darah. 52. Periksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan.  Periksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam pertama perrsalinan.  Lakukan tindakan yang sesuai jika menemukan keadaan yang tidak normal. Kebersihan dan Keamanan 53. Masukan semua peralatan kedalam larutan klorin 0,5 % untuk dekontaminasi. 54. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi kedalam sampah yang sesuai 55. Bersihkan Ibu dengan menggunakan air desinfeksi tingkat tinggi. Bersihkan ketuban, lendir dan darah. Bantu Ibu untuk mengenakan pakaian yang bersih dan kering. 56. Pastikan bahwa ibu merasa aman, bantu ibu untuk memberikan ASI dan menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu minum/makan yang diinginkan. 57. lakukan dekontaminasi daerah yang digunakan untuk melahirkan dengan larutan klorin 0,5 % dan segera bilas dengan air bersih. 58. Masukan sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0,5% balik bagian dalam keluar dan rendam ke dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. 59. cuci kedua tangan dengan sabun gan air mengalir. 60. DOKUMENTASI

   

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK PERTOLONGAN PERSALINAN SUNGSANG KLASIK
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO

KOMPONEN
1. Persiapan alat : a. Partus set yang berisi :  2 pasang hand scone  ½ kocher  Gunting episiotomi  2 arteri klem  Gunting tali pusat / klem umbilikal  Kassa steril  Spuit 3 cc  Kateter nelaton b. oksitosin c. lidokain 1% d. Kom kecil yang berisi kapas DTT e. Kom kecil yang berisi betadine f. Nierbeken g. Piring plasenta h. 3 kain bersih i. 2 handuk bersih j. Scort k. Sepatu boot/sandal tertutup l. Masker m. Goggle n. 3 buah tempat sampah o. Ember yang berisi larutan klorin 0,5 % p. Leanec q. Partograf r. Tensimeter s. Stetoskop t. Thermometer u. Hecting set yang berisi :  Spuit 10 cc  Hand scone  Pinset  Needle holder  Nald hecting berbentuk kulit 1 buah untuk otot  Cut gut (benang khromik) 2. persiapan tempat : bersih, aman, nyaman, rapi, dan tenang

PENILAIAN 0 1 2 3 4

3. persiapan lingkungan a. menutupi pintu dan jendela b. memasang sampiran 4. persiapan pasien memberitahu kepada klien tentang tindakan yang akan dilakukan (informed consent) LANGKAH KERJA I. MELIHAT TANDA DAN GEJALA KALA II 1. Amati tanda dan gejala kala dua  Ibu mempunyai keinginan untuk meneran  Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan/atau vaginanya  Perineum menonjol  Vulva vagina dan sfingter ani membuka II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN 2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan essensial yang siap dipakai.mematahkan ampul oksitosin 10 unit dan menenpatkan tabung suntik steril sekali pakai didalam partus set. 3. Menggunakan baju penutup atau celemek yang bersih 4. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku, mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai / pribadi yang bersih 5. Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk pemeriksaan dalam 6. Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik (dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril) dan meletakkan kembali ke dalam partus set mengkontaminasi tabung suntik  Gunakan one hand touch III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN JANIN BAIK 7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang sudah dibasahi air desinfeksi tingkat tinggi.  Jika introitus vagina,perinium dan anus terkontaminasi oleh kotoran ibu,bersihkan dengan seksama dengan menyeka dari depan ke belakang  Buang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam wadah yang tersedia  Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan kedua sarung tangan tersebut dengan benar di dalam larutan klorin 0,5%,langkah 9) 8. Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan servik sudah lengkap.  Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan sudah lengkap lakukan amniotomi 9. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan chlorin 0.5 % dan kemudian melepaskan dalam keadaan terbalik serta merendamnya didalam larutan chlorin 0.5 % selama 10 menit. Mencuci kedua tangan dengan air DTT 10. Periksa denyut jantung janin (DJJ) diantara kedua kontraksi untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100 – 180 kali/menit )  Ambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal b. Dokumentasikan hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES PIMPINAN MENERAN 11. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik.

Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya  Tunggu ibu hingga mempunyai keinginan meneran. Lanjutkan pemantauan kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktif dan mendokumentasikan hasil yang didapatkan  Jelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat kepada ibu, saat ibu meneran 12. Anjurkan kepada keluarga untuk membantu menyiapkan posisi ibu untuk meneran (pada saat his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ibu merasa nyaman) 13. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran :  Bimbing ibu agar dapat meneran secara benar dan efektif  Dukung dan beri semangat pada saat meneran dan perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai.  Bantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan pilihannya(kecuali posisi terlentang dalam waktu yang lama)  Anjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi  Anjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu  Anjurkan asupan cairan peroral  Lakukan pemerksaan DJJ setiap kontraksi uterus selesai  Segera merujuk jika bayi belum lahir atau tidak akan lahir setelah 120 menit (2 jam)meneran pada primigravida atau 60 menit (1 jam)untuk multigravida. 14. Jika ibu tidak ada keinginan untuk meneran :  Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman jika ibu belum ingin meneran dalam 60 menit  Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi segera setelah 60 menit meneran rujuk ibu dengan segera. V. PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI 15. Jika bokong bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm, letakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayi Sediakan untuk antisipasi terjadinya komplikasi persalinan (asfiksia neonatorum) 16. Letakkan kain yang dilipat 1/3 bagian dibawah bokong ibu 17. Buka partus set 18. Gunakan sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan VI. MENOLONG KELAHIRAN BAYI LAHIRNYA BOKONG 19. Saat bokong bayi membuka vulva instruksi klien untuk meneran dengan benar jika ada his, pimpin berulang kali hingga bokong turun didasar panggul. 20. Periksa perinium, jika perinium kaku lakukan episiotomi.  Lakukan episiotomi saat bokong membuka vulvadan perinium sudah tipis. 21. penolong berada didepan vulva dalam posisi kuda - kuda 22. segera setelah bokong lahir, bokong dipegang secara bracht  kedua ibu jari penolong sejajar pada daerah paha, jari – jari yang lain memegang panggul 23. jangan lakukan tarikan ikuti saja prosedur keluarnya bayi 24. longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut sebagian dada LAHIRNYA BAHU 25. untuk melahirkan bahu belakang pegang kedua kaki janin dengan satu tangan penolong pada pergelangan kakinya kemudian di elevasikan ke atas sejauh mungkinsehingga perut janin mendekati perut ibu. 26. Setelah tubuh dan lengan lahir, meluruskan tangan yang ada diatas (anterior) dari punggung ke arah kaki bayi untuk menyanggahnya saat punggung dan kaki lahir. Pegang kedua mata kaki bayi dengan hati-hati membantu kelahiran kaki.

27. bersamaan dengan itu tangan lain penolong dimasukkan kedalam jalan lahir dengan jari tengah dan telunjuk menelusuri bahu janin sampai pada fosa kubiti, kemudian lengan bawah dilahirkan dengan gerakan seolah – olah lengan bawah mengusap muka janin . 28. untuk melahirkan lengan depan tangan penoloing yang telah digunakan memegang pergelangan janin berubah menelusuri bahu janin sampai fosa kubiti dan tangan yang lain memegang pergelangan kaki janin sambil ditarik curam kebawah sehingga punggung janin mendekati punggung janin . 29. dengan cara yang sama lengan depan dilahirkan. 30. bila lengan depan sukar dilahirkan, maka harus diputar menjadi lengan belakang.  Cengkram gelang bahu dan lengan yang sudah lahir dengan kedua tangan penolong dimana kedua ibu jarinterletak dipunggung dan sejajar dengan sumbu badan janin sedangkan jari – jari yang lain mencengkram dada janin, sehingga lengan depan berada dibelakang kemudian lengan belakang dilahirkan dengan tehnik tersebut diatas.

LAHIRNYA KEPALA
31. Jika pada tahap ini terjadi hambatanpengeluaran kepala janin segera lakukan pertolongan dengan cara mauriceu. 32. setelah bayi lahir letakkan bayi diperut ibu, bungkus bayi dengan handuk segera lakukan penanganan bayi baru lahir VII PENANGANAN BAYI BARU LAHIR 33. Lakukan penilaian bayi dengan cepat ( cairan ketuban, nafas spontan, warna kulit tonus otot dan usia kehamilan ). Jika dalam penilaiannya terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan di atas maka dilakukan langkah awal. Kemudian letakkan bayi di atas perut ibu dengan posisi kepala bayi lebih rendah dari tubuhnya ( bila tali pusat terlalu pendek, letakan bayi di tempat yang memungkin kan ). VIII. PENATALAKSANAAN AKTIF PERSALINAN KALA III OKSITOSIN 34. Letakkan kain kering dan bersih lakukan palpasi abdomen untuk menghilangkan kemungkinan adanya bayi kedua. 35. Beritahu pada ibu bahwa ia akan disuntik. 36. Dalam waktu 2 menit setelah melahirkan bayi, berikan suntikan oksitosin 10 unit IM disepertiga paha kanan atas Ibu bagian luar , Setelah mengaspirasinya terlebih dahulu 34. Berikan bayi pada ibu dan anjurkan ibu untuk memeluk bayi nya dan mulai pemberian ASI jika ibu menghendakinya. 35. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem dengan tangan kanan. PENEGANGAN TALI PUSAT TERKENDALI 35. Pindahkan klem pada tali pusat 5 – 10 cm dari vulva. 36. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem dengan tangan kanan. MENGELUARKAN PLASENTA 37. Setelah plasenta terlepas, anjnurkan ibu untuk meneran sambil menarik tali pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas, ikuti kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah pada uterus.  Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjarak 5-10

42. 43. 44. 45. 46

cm di depan vulva Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan tali pusat selama 15 menit :  Ulangi pembersihan oksitosin 10 unit/IM  Lakukan penilaian kandung kemih dan lakukan kateterisasi kandung kemih dengan menggunakan tehnik abseptik jika perlu  Anjurkan pada keluarga untuk menyiapkan rujukan  Lakukan penegangan tali pusat kembali selama 15 menit berikutnya  Rujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30 menit sejak melahirkan.

61. Jika plasenta terlihat di introitus vagina pegang plasenta dengan dua tangan dengan hati-hati memutar plasenta searah jarum jam hingga selaput ketuban terpilin. Dengan lembut dan perlahan lahirkan selaput ketuban tersebut.  Jika selaput ketuban robek, gunakan handschoon desinfeksi tingkat tinggi atau steril dan lakukan pemeriksaan vagina dan serviks ibu dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan atau klem desinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk melepaskan bagian selaput yang terlepas IX. MENILAI PENDARAHAN 46. Lakukan pemeriksaan kedua sisi plasenta baik yang merempel ke ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan lengkap dan utuh. Letakkan plasenta ke dalam kantong plastik atau tempat khusus.  Jika terus tidak berkontraksi setelah melakukan massage selama 15 detik segera ambil langkah yang sesuai. 47. Lakukan evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum dan segera menjahit laserasi yang mengalami pendarahan aktif. X. MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN 48. Lakukan penilaian ulang uterus dan pastikan uterus berkontraksi dengan baik. Lakukan perrdarahan pervaginam. 49. Masukan ke dua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0,5%. Segera bilas kedua tangan yang masih bersarung tangan tersebut dengan air desinfeksi tingkat tinggi dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. 50. Menempatkan klem tali pusat desinfeksi tingkat tinggi atau steril atau lakukan pengikatan tali desinfeksi tingkat tinggi dengan simpul mati disekeliling tali pusat 1 cm dari pusat. 51. Lakukan pengikatan satu lagi simpul mati di bagian tali pusat yang bersebrangan dengan simpul mati yang pertama. 52. segera lepaskan klem kocher dan masukan kedalam larutan klorin 0,5 %. 53. Selimuti bayi dan tutupi bagian kepalanya pastikan handuk dan kainnya bersih dan kering. 54. Anjurkan Ibu untuk memulai pemberian ASI. EVALUASI 55. Lanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan pendarahan pervaginam:  2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan  Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan  Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan  Jika uterus tidak berkontrakasi dengan baik laksanakan perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri.  Jika di temukan laserasi yang memerlukan penjahitan, lakukan penjahitan dengan anastesi lokal dan menggunakan tehnik yang sesuai. 56. Ajarkan pada Ibu atau keluarga bagaimana melakukan massage terus dan memeriksa kontraksi uterus. 57. Evaluasi kehilangan darah. 58. Periksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan.  Periksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam pertama perrsalinan.  Lakukan tindakan yang sesuai jika menemukan keadaan yang tidak normal.

Kebersihan dan Keamanan 59. Masukan semua peralatan kedalam larutan klorin 0,5 % untuk dekontaminasi. 60. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi kedalam sampah yang sesuai 61. Bersihkan Ibu dengan menggunakan air desinfeksi tingkat tinggi. Bersihkan ketuban, lendir dan darah. Bantu Ibu untuk mengenakan pakaian yang bersih dan kering. 62. Pastikan bahwa ibu merasa aman, bantu ibu untuk memberikan ASI dan menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu minum/makan yang diinginkan. 63. lakukan dekontaminasi daerah yang digunakan untuk melahirkan dengan larutan klorin 0,5 % dan segera bilas dengan air bersih. 64. Masukan sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0,5% balik bagian dalam keluar dan rendam ke dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. 65. cuci kedua tangan dengan sabun gan air mengalir. 66. DOKUMENTASI

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK PERTOLONGAN PERSALINAN SUNGSANG MULLER
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO

KOMPONEN
1. Persiapan alat : a. Partus set yang berisi :  2 pasang hand scone  ½ kocher  Gunting episiotomi  2 arteri klem  Gunting tali pusat / klem umbilikal  Kassa steril  Spuit 3 cc  Kateter nelaton b. oksitosin c. lidokain 1% d. Kom kecil yang berisi kapas DTT e. Kom kecil yang berisi betadine f. Nierbeken g. Piring plasenta h. 3 kain bersih i. 2 handuk bersih j. Scort k. Sepatu boot/sandal tertutup l. Masker m. Goggle n. 3 buah tempat sampah o. Ember yang berisi larutan klorin 0,5 % p. Leanec q. Partograf r. Tensimeter s. Stetoskop t. Thermometer u. Hecting set yang berisi :  Spuit 10 cc  Hand scone  Pinset  Needle holder  Nald hecting berbentuk kulit 1 buah untuk otot  Cut gut (benang khromik) 2. persiapan tempat : bersih, aman, nyaman, rapi, dan tenang

0

PENILAIAN 1 2 3

4

3. persiapan lingkungan a. menutupi pintu dan jendela b. memasang sampiran 4. persiapan pasien memberitahu kepada klien tentang tindakan yang akan dilakukan (informed consent) LANGKAH KERJA I. MELIHAT TANDA DAN GEJALA KALA II 1. Amati tanda dan gejala kala dua  Ibu mempunyai keinginan untuk meneran  Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan/atau vaginanya  Perineum menonjol  Vulva vagina dan sfingter ani membuka II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN 2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan essensial yang siap dipakai.mematahkan ampul oksitosin 10 unit dan menenpatkan tabung suntik steril sekali pakai didalam partus set. 3. Menggunakan baju penutup atau celemek yang bersih 4. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku, mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai / pribadi yang bersih 5. Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk pemeriksaan dalam 6. Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik (dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril) dan meletakkan kembali ke dalam partus set mengkontaminasi tabung suntik  Gunakan one hand touch III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN JANIN BAIK 7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang sudah dibasahi air desinfeksi tingkat tinggi.  Jika introitus vagina,perinium dan anus terkontaminasi oleh kotoran ibu,bersihkan dengan seksama dengan menyeka dari depan ke belakang  Buang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam wadah yang tersedia  Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan kedua sarung tangan tersebut dengan benar di dalam larutan klorin 0,5%,langkah 9) 8. Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan servik sudah lengkap.  Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan sudah lengkap lakukan amniotomi 9. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan chlorin 0.5 % dan kemudian melepaskan dalam keadaan terbalik serta merendamnya didalam larutan chlorin 0.5 % selama 10 menit. Mencuci kedua tangan dengan air DTT 10. Periksa denyut jantung janin (DJJ) diantara kedua kontraksi untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100 – 180 kali/menit)  Ambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal  Dokumentasikan hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf

IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES PIMPINAN MENERAN 11. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik. Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya  Tunggu ibu hingga mempunyai keinginan meneran. Lanjutkan pemantauan kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktif dan mendokumentasikan hasil yang didapatkan  Jelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat kepada ibu, saat ibu meneran 12. Anjurkan kepada keluarga untuk membantu menyiapkan posisi ibu untuk meneran (pada saat his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ibu merasa nyaman) 13. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran :  Bimbing ibu agar dapat meneran secara benar dan efektif  Dukung dan beri semangat pada saat meneran dan perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai.  Bantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan pilihannya(kecuali posisi terlentang dalam waktu yang lama)  Anjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi  Anjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu  Anjurkan asupan cairan peroral  Lakukan pemerksaan DJJ setiap kontraksi uterus selesai  Segera merujuk jika bayi belum lahir atau tidak akan lahir setelah 120 menit (2 jam)meneran pada primigravida atau 60 menit (1 jam)untuk multigravida. 14. Jika ibu tidak ada keinginan untuk meneran :  Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman jika ibu belum ingin meneran dalam 60 menit  Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi segera setelah 60 menit meneran rujuk ibu dengan segera. V. PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI 15. Jika bokong bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm, letakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayi Sediakan untuk antisipasi terjadinya komplikasi persalinan (asfiksia neonatorum) 16. Letakkan kain yang dilipat 1/3 bagian dibawah bokong ibu 17. Buka partus set 18. Gunakan sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan VI. MENOLONG KELAHIRAN BAYI LAHIRNYA BOKONG 19. Saat bokong bayi membuka vulva instruksi klien untuk meneran dengan benar jika ada his, pimpin berulang kali hingga bokong turun didasar panggul. 20. Periksa perinium, jika perinium kaku lakukan epsiotomi  Lakukan episiotomi saat bokong membuka vulva dan perinium sudah tipis 21. penolong berada didepan vulva dalam posisi kuda – kuda 22. segera setelahbokong lahir, bokong dipegang secara bracht  kedua ibu jari penolong sejajar pada daerah paha, jari – jari yang lain memegang daerah panggul 23. jangan melakukan tarikan, ikuti saja prosedur keluarnya bayi

24. longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada LAHIRNYA BAHU 25. untuk melahirkan bahu depan bokong janin dipegang secara femuro – pelviks  kedua ibu jari penolong diletakkan pada bokong dan jari telunjuk pada krista iliaka dan jari – jari yang lain mengcengkram paha bagian depan 26. dengan pegangan ini badan janin ditarik curam kebawah sejauh mungkin sampai bahu depan tampak dibawah simpisis  bila lengan depan belum lahir lakukan dengan mengait lengan bawahnya (jari tengah dan telunjuk menelusuri bahu janin sampai pada fosa kubiti, kemudian lengan bawah mengusap muka janin) . 27. setelah bahu depan dan lengan depan lahir, maka badan janin yang masih dipegang secara femuro – pelviks ditarik keatas sampai bahu belakang lahir.

LAHIRNYA KEPALA
28. jika pada tahap ini terjadi hambatan pengeluaran kepala janin segera lakukan pertolongan dengan cara mauriceu. VII PENANGANAN BAYI BARU LAHIR 29. Lakukan penilaian bayi dengan cepat ( cairan ketuban, nafas spontan, warna kulit tonus otot dan usia kehamilan ). Jika dalam penilaiannya terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan di atas maka dilakukan langkah awal. Kemudian letakkan bayi di atas perut ibu dengan posisi kepala bayi lebih rendah dari tubuhnya ( bila tali pusat terlalu pendek, letakan bayi di tempat yang memungkin kan ). 30. Keringkan bayi dengan segera, bungkus kepala dan badan bayi kecuali bagian tali pusat. 31. Jepit tali pusat menggunakan klem kira-kira 3 cm dari pusat bayi melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem ke arah ibu dan memasang klem ke 2 cm dari klem pertama ( kearah ibu).

32. Pegang tali pusat dengan satu tangan, lindungi bayi dari gunting dan potong tali pusat diantara ke 2 klem tersebut. 33. Ganti handuk yang basah dan selimuti bayi dengan kain atau selimut yang berrsih dan kering. Tutupi bagian kepala dan biarkan tali pusat terbuka.  Jika bayi mengalami kesulitan bernafas ambil tindakan yang sesuai. 34. Berikan bayi pada ibu dan anjurkan ibu untuk memeluk bayi nya dan mulai pemberian ASI jika ibu menghendakinya. 35. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem dengan tangan kanan. 36. Tunggu uterus berkontraksi dan lakukan penegangan kearah bawah pada tali pusat dengan lembut lakukan tekanan dengan arah berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara menekan uterus ke arah atas dan belakang ( dorso kranial ) dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya terjadinya inversio uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga kontraksi berikutnya.

37. Jika uterus tidak berkontraksi, ibu atau anggota keluarga diminta untuk melakukan rangsangan putting susu. PENEGANGAN TALI PUSAT TERKENDALI 34. Pindahkan klem pada tali pusat 5 – 10 cm dari vulva. 35. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem dengan tangan kanan. 36. Tunggu uterus berkontraksi dan lakukan penegangan kearah bawah pada tali pusat dengan lembut lakukan tekanan dengan arah berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara menekan uterus ke arah atas dan belakang ( dorso kranial ) dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya terjadinya inversio uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga kontraksi berikutnya.  Jika uterus tidak berkontraksi, ibu atau anggota keluarga diminta untuk melakukan rangsangan putting susu.

MENGELUARKAN PLASENTA 37. Setelah plasenta terlepas, anjnurkan ibu untuk meneran sambil menarik tali pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas, ikuti kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah pada uterus.  Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjarak 5-10 cm di depan vulva  Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan tali pusat selama 15 menit :  Ulangi pembersihan oksitosin 10 unit/IM  Lakukan penilaian kandung kemih dan lakukan kateterisasi kandung kemih dengan menggunakan tehnik abseptik jika perlu  Anjurkan pada keluarga untuk menyiapkan rujukan  Lakukan penegangan tali pusat kembali selama 15 menit berikutnya  Rujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30 menit sejak melahirkan. Jika plasenta terlihat di introitus vagina pegang plasenta dengan dua tangan dengan hati-hati memutar plasenta searah jarum jam hingga selaput ketuban terpilin. Dengan lembut dan perlahan lahirkan selaput ketuban tersebut.  Jika selaput ketuban robek, gunakan handschoon desinfeksi tingkat tinggi atau steril dan lakukan pemeriksaan vagina dan serviks ibu dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan atau klem desinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk melepaskan bagian selaput yang terlepas RANGSANGAN TAKTIL (PEMIJATAN) UTERUS 39. Seger setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan massage uterus, letakan telapak tangan difundus dan lakukan massage dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus menjadi keras). IX. MENILAI PENDARAHAN 40. Lakukan pemeriksaan kedua sisi plasenta baik yang merempel ke ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan lengkap dan utuh. Letakkan plasenta ke dalam kantong plastik atau tempat khusus.  Jika terus tidak berkontraksi setelah melakukan massage selama 15 detik segera ambil langkah yang sesuai. 41. Lakukan evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum dan 38.

segera menjahit laserasi yang mengalami pendarahan aktif. X. MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN 42. Lakukan penilaian ulang uterus dan pastikan uterus berkontraksi dengan baik. 43. Lakukan perrdarahan pervaginam. 44. Masukan ke dua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0,5%. Segera bilas kedua tangan yang masih bersarung tangan tersebut dengan air desinfeksi tingkat tinggi dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. 45. Menempatkan klem tali pusat desinfeksi tingkat tinggi atau steril atau lakukan pengikatan tali desinfeksi tingkat tinggi dengan simpul mati disekeliling tali pusat 1 cm dari pusat. 46. Lakukan pengikatan satu lagi simpul mati di bagian tali pusat yang bersebrangan dengan simpul mati yang pertama. 47. segera lepaskan klem kocher dan masukan kedalam larutan klorin 0,5 %. 48. Selimuti bayi dan tutupi bagian kepalanya pastikan handuk dan kainnya bersih dan kering. 49. Anjurkan Ibu untuk memulai pemberian ASI. EVALUASI 50. Lanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan pendarahan pervaginam:  2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan  Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan  Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan  Jika uterus tidak berkontrakasi dengan baik laksanakan perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri.  Jika di temukan laserasi yang memerlukan penjahitan, lakukan penjahitan dengan anastesi lokal dan menggunakan tehnik yang sesuai. 51. Ajarkan pada Ibu atau keluarga bagaimana melakukan massage terus dan memeriksa kontraksi uterus. 52. Evaluasi kehilangan darah. 53. Periksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan.  Periksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam pertama perrsalinan.  Lakukan tindakan yang sesuai jika menemukan keadaan yang tidak normal. Kebersihan dan Keamanan 54. Masukan semua peralatan kedalam larutan klorin 0,5 % untuk dekontaminasi. 55. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi kedalam sampah yang sesuai 56. Bersihkan Ibu dengan menggunakan air desinfeksi tingkat tinggi. Bersihkan ketuban, lendir dan darah. Bantu Ibu untuk mengenakan pakaian yang bersih dan kering. 57. Pastikan bahwa ibu merasa aman, bantu ibu untuk memberikan ASI dan menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu minum/makan yang diinginkan. 58. lakukan dekontaminasi daerah yang digunakan untuk melahirkan dengan larutan klorin 0,5 % dan segera bilas dengan air bersih. 59. Masukan sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0,5% balik bagian dalam keluar dan rendam ke dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. 60. cuci kedua tangan dengan sabun gan air mengalir. DOKUMENTASI 61. Melengkapi partograf (halaman depan dan belakang).

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK EKSTRAKSI VAKUM Nama mahasiswa Nama penilai Tanggal penilai : ....................................................... : ....................................................... : .......................................................

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb : 1. Perlu Perbaikan : Langkah atau tugas tidak dikerjakan dengan benar atau tidak sesuai urutan (jika harus berurutan) atau tidak dikerjakan. 2. Mampu : Langkah atau tugas dikerjakan dengan benar dan berurutan (jika harus berurutan, tetapi peserta secara efisien tidak ada kemajuan dari langkah – langkah. 3. Mahir : Langkah atau tugas dikerjakan dengan benar sesuai dengan urutan (jika harus berurutan)

DAFTAR TILIK EKSTRAKSI VAKUM LANGKAH TUGAS A. KOMUNIKASI 1. Menyambut ibu dan seseorang yang menemani ibu 2. Memperkenalkan diri kepada ibu 3. Menanyakan Nama dan Usia ibu B. PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK 1. Perkenalkan diri anda selaku petugas yang akan menolong pasien 2. Jelaskan diagnosa, penata laksanaan dan komplikasi Kala II ( Dua) Lama 3. Jelaskan bahwa tindakan klinik 4. Pasien yang keluarganya diberitahu pastikan mengerti 5. Buat persetujuan, surat ijin tindakan medik C. PERSIAPAN ALAT 1. Instrument  Partus Set  Gunting Episiotomi 2. Siapkan ekstraktor vakum  Pipa karet panjang dan pendek  Cup yang besarnya sesuai pembukaan serviks  Memasukan rantai cup kedalam pipa karet dan diganjal dengan paku sedemikian rupa sehingga rantai lebih pendek dari pipa karet, kepala paku ditutup dengan skrup khusus.  Memasang pipa panjang paa botol dengan manometer  Kalau perlu mangkuk dibasahi dengan spritus sabun atau air steril (tidakboleh dengan minyak) E.PERSIAPAN PENOLONG 1. Topi, masker, kaca mata pelindung, celemek, baju, dan alas kaki kamar tindakan 2. Cuci tangan dan lengan sampai siku, keringkan dengan handuk 3. Pakai perlengkapan kamar tindakan dan sarung tangan F. TINDAKAN MEDIK 1. Pasien dengan posisi litotomi, pasangkan dengan kain penutup

KASUS

Ektraktor vakum uji fungsinya dengan tangan penolong Letakkan mangkuk vakum pada tempatnya Lakukan periksa dalam Ganti sarung tangan Pada kepala, kecuali anak dalam letak ,muka,mangkuk dipasang dibagian terendah kepala jangan sampai ada jaringan ibu yang terjepit 7. Lakukan pemompaan tekanan negative secara bertahap, mulai dari 0,2 Hg/m2 , 2 kemudian dipompa lagi sampai 0,4/2 kemudian dipompa sampai 0,6/0,7 (tekanan maksimal tidak boleh dari 8 menit pada kepala bayi) 8. Lakukan penarikan secara bersamaan dengan his, posisi dan cara mengedan harus dilakukan dengan benar 9. Lakukan penarikan pada his berikutnya,apabial pada his sebelumnya bayi belum dapat dilahirkan pada primigravida/perinium yang kaku lakukan episiotomi medialateralis 10. Bila ada his lakukan penarikan sambil meneran, arah tarikan sesuai dengan sumbu jalan lahir hingga kepala bayi 11. Buka skrup pada manometer 12. Pegang kepala secara biparietal, gerakan kebawah untuk melahirkan 13. Bahu depan, keatas untuk melahirksn bahu belakang 14. Setelah bahu lahir, tangan kanan menyangga kepala, leher, dan baju janin bagian posterior dengan posisi ibu jari pada leher ( bagian bawah kepala ) dan keempat jari pada bahu dan dada/punggung janin bagian anterior saat badan dan lengan lahir 15. Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung kearah bokong dan tungkai bawah janin untuk memegang tungkai bawah( selipkan jari telunjuk tangan kiri diantara kedua lutut janin_ G. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR 1. Setelah seluruh badan bayi baru lahir pegang bayi bertumpu lengan kanan sedemikian rupa hingga bayi menghadap kearah penolong, nilai bayi kemudian letakkan bayi diatas perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah dari badan (bila tali pusat terlalu pendek, letakkan bayi ditempat yang memungkinkan) 2. Segera mengeringkan bayi, membungkus kepala dan badan bayi kecuali bagian tali pusat 3. Memeriksa fundus uteri utuk memastikan kehamilan tunggal 4. Menberitahu ibu akan disuntik 5. Menyuntikkan oksitosin 10 unit secara intra muscular pada bagian luar paha 1/3 atas setelah melakukan aspirasi terlebih dahulu untuk memastikan bahwa ujung jarum tidak mengenai pembuluh darah 6. Mengganti penmbungkus bayi dengan kain kering dan bersih, membungkusbayi hingga kepala 7. Memberikan bayi kepada ibu untuk disusui bila ibu menghendaki H. PENATALAKSANAAN AKTIF PERSALINAN KALA III 1. Memindahkan klem pada tali pusat 5 – 10 cm dari pulva 2. Meletakan tangan kiri diatas kain yang ada diperut ibu, tepat diatas simfisis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus. Pegang tali pusat dan klem dengan tangan kanan 3. Saat uterus berkontraksi kemudian regangkan tapi pusat kearah bawah dengan lembut. Sambil mendorong uterus ke arah belakang-atas (dorso kranial) I. MENGELUARKAN PLASENTA 1. Jika dengan Penegangan tali pusat terkendali, tali pusat terlihat bertambah panjang dan adanya pelepasan plasenta. Minta ibu untuk meneran sedikit sedangkan tangan kanan menarik tali pusat kearah bawah kemudian keatas sesuai dengan kurva jalan lahir hingga plasenta tampak pada vulva Bila tali pusat bertambah panjang tetapi plasenta belum lahir, pindahkan kembali klem hingga berjarak 5 – 10 cm dari vulva Bila plasenta belum lepas setelah mencoba langkah no.3 ( peregangan tali pusat terkendali ) dalam waktu 15 menit  Suntik ulang 10 unit oksitosin i.m

2. 3. 4. 5. 6.

 Periksa kandung kemih, lakuka kateterisasi bila perlu  Beritahu keluarga untuk persiapan merujuk  Ulangi lagi langkah no.3 ( peregangan tali pusat terkendali ) selama 15 menit  Rujuk ibu bila plasenta tidak lahir setelah mencoba langkah no.3 ( peregangan tali pusat terkendali ) dalam waktu 15 menit ke 2 ( Lihat bab V ) 2. Setelah plasenta tampak pada vulva, teruskan melahirkan plasenta dengan hati –hati. Bila perlu ( terasa ada tahanan ), pegang plasenta dengan kedua tangan dan lakukan putaran searah untuk membantu pengeluaran, plasenta dan mencegah robeknya selaput ketuban. Bila selaput ketuban robek dapat digunaka klem untuk menarik selaput ketuban tersebut atau masukkan jari telunjuk dan jari tengah tanga kanan kedalam vagina untuk melepaska selaput ketuban dari mulut rahim J. MASASE UTERUS 1. Segera setelah plasenta lahir, melakukan masase pada fundus uteri dengan menggosok fundus secara sirkuler menggunakan bagian palmar 4 jari tangan kiri hingga kontraksi uterus baik ( fundus teraba keras ) K. MEMERIKSA KEMUNGKINAN ADANYA PERDARAHAN PASCA PERSALINAN 1. Sambil tangan kiri melakukan masase pada fundus uteri, periksa bagian maternal dan bagian fetal plasenta dengan tangan kanan untuk memastikan bahwa seluruh kotiledon dan selaput ketuban sudah lahir lengkap dan masukkan kedalam kantong plastik yang sudah tersedia Bila plasenta tidak lahir lengkap atau ada perdarahan, lihat BAB V Bila kontraksi unterus tidak baik selama 15 detik melakukan masase, melalui kompresi bimanual interna ( lihat penaggulangan atonia uteri BAB V ) 2.memeriksa apakah ada robekan pada introitus vagina dan perinium yang menimbulkan perdarahan aktif, segera lakukan penjahitan L. PASCA TINDAKAN 1. Periksa kembali kontraksi uterus dan tanda adanya perdarahan pervaginam, pastikan kontraksi uterus baik 2. Membersihkan sarung tangan dari lendir dan darah di dalam larutan klorin 0.5%, kemudian bilas tangan yang masih mengenakan sarung tangandengan air yang sudah didesinfeksi tingkat tinggi dan mengeringkannya M. MENGIKAT TALI PUSAT 1. Mengikat tali pusat kurang lebih 1 cm dari umbilicus dari simpul mati 2. Mengikat balik tali pusat dengan simpul mati untuk kedua kalinya 3. Melepaskan klem pada tali pusat dam memasukkan kedalam wadah berisi larutan klorin 0,5 % 4. Membungkus kembali bayi 5. Berikan bayi kepada ibu utntuk disusui N. EVALUASI 1. Lanjutkan pemantauan terhadap kontraksi uterus, tanda perdarahan pervaginam dan tanda vital ibu  2-3 kali dalam 10 menit  Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pastikan kontraksi  Setiap 20-30 menit pada jam kedua pastikan kontraksi Bila kontraksi uterus tidak baik, lakukan masase uterus dan beri metilergometrin 0,2 mg i.m 2.mengajarkan ibu/ keluarga untuk memeriksa /mersakan uterus yang memiliki kontraksi baik dan mengajarkan untuk melakukan masase uterus apabila kontraksi uterus tidak baik 3.mengevaluasi jumlah perdarahan yang terjadi 4.memeriksa tekanan darah dan nadi ibu Bila terdapat robekan jalan lahir yang memerlukan penjahitan, lakukan penjahitan (lihat PB penjahitan robekan perinium) O.KEBERSIHAN DAN KEAMANAN 1. Meremdam semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5 %

2. Membuang bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang disediakan 3. Membersihkan ibu dari sisa air ketuban, lendir dan darah serta menganti pakaiannya dengan pakaiannya dengan pakaian bersih /kering 4. Memastikan ibu merasa nyaman dan memberitahu keluarga untuk membantu apabila ibu ingin minum 5. Dekontaminasi tempat persalinan dengan larutan klorin 0,5 % 6. Membersihkan sarung tangan di dalam larutan klorin 0,5 % melepaskan sarung tangan dalam keadaan terbalik dan meremdamnya dalam larutan klorin 0,5 % 7. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir 8. Melengkapi dengan partograf

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK EKTRAKSI KAKI
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

No 1

KOMPONEN Persiapan alat : A. Trolley dengan alasnya : 1. Bagian atas berisi : a. Bak intrumen yang berisi :  2 pasang hand scone  ½ kocher  Gunting episiotomi  Benang tali pusat / klem umbilical  2 arteri klem  Gunting tali pusat  Kassa steril  Spuit 3 cc  Kateter nelaton b. Kom tertutup berisi De Lee c. Kom kecil berisi :  Oksitosin 1 ampul  Lidokain 1 % 1 ampul d. Kom kecil yang berisi kapas DTT e. Kom kecil yang berisi betadine f. Hecting set yang berisi :  Hand scone  Spuit 10 cc  Pinset  Needle holder  2 buah nald hecting yang terdiri dari 1 buah nald kulit dan 1 buah nald otot  Cut gut (chromic) g. Tensi meter h. Stetoskop i. Thermometer 2. Bagian bawah berisi : a. Leanec b. 1 buah nierbekken c. 1 buah piring plasenta d. Schort e. Masker

0

PENILAIAN 1 2 3

4

Goggle ( kaca mata) Sepatu boot/sandal tertutup 1 buah handuk kecil untuk cuci tangan 3 buah kain bersih 2 buah handuk bersih Pakaian bayi terdiri dari :  Kain vernal/bedong  Popok bayi  Baju bayi L. Pakaian ibu yang terdiri dari :  Pakaian dalam  Pembalut  Baju ibu 3.Tiga buah tempat sampah : a. 1 buah berwarna merah untuk tempat sampah kering b. 1 buah berwarna kuning untuk tempat sampah infeksius c. 1 buah berwarna hitam untuk pakaian kotor 4.Satu buah ember berisi larutan klorin 0,5 % B. Baki dengan alasnya berisi : Peralatan infuse :  Cairan NaCl 0,9 % dan RL  Abocath  Kassa  Plester  Gunting C. Bak intrumen berisi :  1 Hand scone panjang steril  1 hand scone pendek steril  Foley kateter steril  Kocher  Spuit 5 cc  Kassa dalam tempat  Kapas DTT  Medikamentosa :  Analgetik (petidin 1 – 2 mg / kg BB ). Ketamin Hcl 0,5 mg / kg BB.Tremadol 1 – 2 mg/ kg BB.  Sedative (diazepam 10 mg)  Atropine sulfas 0,25 – 0,50 mg / ml  Uteronika (oksitosin, ergometrin, prostaglandin)  Oksigen dengan regulatornya  Larutan klorin 0,5 % dan tempatnya  Persiapan pasien Langkah kerja : 1. Beritahukan ibu tindakan yang akan dilakukan (informed consent) 2. Dekatkan alat – alat ke dekat pasien 3. Atur klien dalam posisi litotomi 4. Cuci tangan 5. Gunakan hand scone steril 6. Lakukan vulva hygiene dengan menggunakan kapas DTT 7. Kosongkan kandung kemih dengan melakukan kateterisasi 8. Masukkan tangan penolong yang berdekatan dengan bagian kecil janin ke jalan lahir secara obstetrik, sedangkan tangan lain sebelumnya membuka vulva 9. Tangan dalam menelusuri bokong pangkal paha sampai lutut, kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi tangan yang lain

f. g. h. i. j. k.

mendorong fundus ke bawah 10. Setelah kaki fleksi, pergelangan kaki dipegang dengan 2 jari dan dituntun keluar vagina sampai batas lutut 11. Kedua tangan penolong memegang betis janin yaitu kedua ibu jari diletakkan dibelakang betis sejajar sumbu belakang paha 12. Lalu pegangan dipindah ke pangkal paha setinggi mungkin dengan kedua ibu jari dibelakang paha sejajar sumbu panjang sedangkan jari lain didepan paha 13. Pangkal paha ditarik curam kebawah sampai trokanter depan lahir kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dielevasi hingga trokanter belakang lahir(berarti bokong lahir) 14. Setelah bokong lahir maka dilakukan cara muller, klasik, maupun lovset 15. Lahirkan kepala janin, dengan tehnik mauriceau 16. Setelah bayi lahir bungkus bayi dengan handuk, segera lakukan penanganan bayi baru lahir 17. Lepaskan sarung tangan secara terbalikdan rendam dalam larutan klorin 0,5 % 18. Rapikan pasien 19. Bereskan alat –alat 20. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir Hal –hal yang perlu diperhatikan 1. Sambil melakukan tindakan perhatikan keadaan ibu/klien 2. Melakukan penanganan yang sesuai jika terjadi penyulit

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK AMNIOTOMI
Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut : 0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan. Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu 1 Kurang : mendemonstrasikan sesuai prosedur. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu 2 Cukup : yang diperlukan relatif lebih lama dalam menyelesaaikan tugas. Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya 3 Baik : diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai 4 Sangat baik / Mahir : dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

No 1

KOMPONEN Persiapan alat : a. Tempat tidur pasien b. Bak steril / wadah DTT c. Bengkok d. Kapas cebok e. ½ kocher f. Handscone g. Fotoskop h. Jam i. Ember berisi larutan klorin 0,5 % Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk amniotomi Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih dibawah air mengalir Memeriksa denyut jantung janin Pasang hand scone Melaukan vulva hygiene Melakukan periksa dalam, serviks, konsistensi, posisi, penipisan dan bukaan, pastikan kepala sudah masuk PAP Masukkan½ kocher yang dipegang tangan kiri dengan bimbingan telunjuk dan jari tengah tangan kanan, hingga menyentuh selaput ketuban Gerakan kedua ujung jari tangan dalam bentuk menorehkan gigi kocher hingga merobek selaput ketuban Mencatat cairan ketuban yang mengalir keluar warnanya, kejernihannya, pewarnaan mekonium Setelah cairan keluar, keluarkan ½ kocher dari vagina masukkan kedalam ember berisi larutan klorin 0,5 % Mempertahankan jari tangan dalam vagina agar cairan keluar perlahan, dan yakin bahwa tidak teraba bagian kecil janin atau tali pusat menumbung Keluarkan jari tangan dari vagina, masukkan handscone kedalam ember yang berisi larutan klorin 0,5 % Setelah amniotomi memeriksa DJJ pada saat kontraksi dan segera setelah kontraksi

0

PENILAIAN 1 2 3

4

2 3 4 5 6 7 8

9 10 11 12

13 14

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang. Telp : (0254) 282054

DAFTAR TILIK BREAST CARE Nama mahasiswa Nama penilai Tanggal penilai : ....................................................... : ....................................................... : .......................................................

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb : 1. Perlu Perbaikan : Langkah atau tugas tidak dikerjakan dengan benar atau tidak sesuai urutan (jika harus berurutan) atau tidak dikerjakan. 2. Mampu : Langkah atau tugas dikerjakan dengan benar dan berurutan (jika harus berurutan, tetapi peserta secara efisien tidak ada kemajuan dari langkah – langkah. 3. Mahir : Langkah atau tugas dikerjakan dengan benar sesuai dengan urutan (jika harus berurutan)

DAFTAR TILIK BREAST CARE LANGKAH TUGAS PERSIAPAN ALAT 1. Handuk 2. Waslap 2 buah 3. Minyak kelapa/ baby oil 4. bengkok 5. tisue 6. baskom berisi air dingin dan air hangat Cara kerja 1. mendekatkatkan alat 2. mencuci tangan dan memberitahu pasien 3. pasang handuk di punggung dan depan perut ibu 4. licinkan kedua tangan dengan minyak 5. kedua tangan ditempatkan diantara kedua payudara, urut kearah tengah, samping, bawah, melintang sehingga tangan menopang payudara lakukan sebanyak 15-20 kali 6. telapak tangan kiri menopang payudara kiri telapak tangan kanan dirapatkan sisi kelingking tangan kanan mengurut payudara dari pangkal kearah puting susu. Begitu pula dengan payudara sebelah kanan, lakukan 15-20 kali 7. telapak tangan kiri menopang payudara kiri telapak tangan kanan mengurut payudara dari dalam keluar 8. telapak tangan kiri menopang payudara kiri kepalkan tangan kanan lalu urutlah payudara dengan buku –buku jari lakukan 15-20 kali 9. kemudian ketuklah payudara dengan buku-buku jari tangan kanan secara teratur 15-20 kali 10. siram atau kompres payudara dengan air dingin dan air hangat, bergantian ±5 kali 11. keringkan dengan waslap kering

KASUS

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful