BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG 1. VISI DAN MISI Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan Pemerintah Daerah untuk menyusun dokumen perencanaan daerah. Selanjutnya Pemeritah Daerah telah menyusun Rencana Strategis

(RENSTRA) Pemerintah Kabupaten Magelang Tahun 2005-2009 dalam Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2004. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Magelang Tahun 2009 merupakan tahun kelima dari penjabaran Rencana Strategis (RENSTRA) Kabupaten Magelang. Visi dan Misi Kabupaten Magelang sesuai Rencana Strategis tersebut adalah: Visi Kabupaten Magelang : “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Magelang yang Mandiri, Berdaya Saing, Madani dan Sejahtera“ Misi Kabupaten Magelang : 1. Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui pembinaan dan pengembangan kehidupan beragama, fasilitasfasilitas peribadatan beserta perangkatnya. 2. Meningkatkan kualitas pendidikan, ketrampilan dan penguasaan ilmu dan teknologi dalam rangka pengembangan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. 3. Pemberdayaan masyarakat dan seluruh potensi ekonomi dengan

mengembangkan sistim ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada potensi Sumber Daya Alam / Lingkungan dan Sumber Daya Manusia yang produktif, berdaya saing serta berwawasan pembangunan berkelanjutan.

Bab I –1

4. Terjaminnya kondisi tertib, aman, demokratis, penegakan hukum dan hak asasi manusia yang berlandaskan pada keadilan dan kebenaran. 5. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dalam seluruh aktivitas di masyarakat serta bebas dari praktek-praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). 6. Meningkatkan kemandirian dan pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah dalam rangka terbentuknya otonomi daerah yang tangguh dan bertanggung jawab. Makna Visi yang akan diwujudkan dengan misi tersebut adalah: “Masyarakat Kabupaten Magelang yang mampu mengembangkan potensi diri dan daerah, berprestasi unggul, profesional, agamis, menjunjung tinggi supremasi hukum, demokratis, sejahtera lahir dan batin ”.

2. KONDISI UMUM 2.1 Geografis Secara Geografis Kabupaten Magelang terletak di antara 110° 01’ 51” 110° 26’ 58” Bujur Timur dan 7° 19’ 33” - 7° 42’ 1 6” Lintang Selatan. Kabupaten Magelang sebagian besar wilayahnya merupakan daerah datar dengan ketinggian rata-rata 360 meter di atas permukaan laut dan berada pada posisi yang strategis, potensial, menguntungkan karena terletak pada jalur persimpangan dari berbagai arah. Batas Kabupaten Magelang meliputi : Sebelah Utara : Kabupaten Semarang Sebelah Timur : Kabupaten Boyolali. Sebelah Selatan : Kabupaten Purworejo dan Provinsi D.I.Y. Semarang dan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten

Bab I –2

Sebelah Barat

:

Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo.

Di tengah

:

Kota Magelang.

2.2 Jumlah Penduduk Jumlah Penduduk Kabupaten Magelang dari Tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2005 sebesar 1.168.557 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 583.871 jiwa dan perempuan 584.686 jiwa, tahun 2006 jumlah penduduk meningkat menjadi 1.179.866 jiwa yang terdiri 590.028 jiwa laki-laki dan 589.838 jiwa perempuan sehingga terlihat bahwa pertumbuhan jumlah penduduk mencapai 0,97%. Jumlah penduduk berdasarkan kelompok usia pada tahun 2006 yaitu usia 0-14 sebanyak 325.110 jiwa, usia 15-64 sebanyak 779.071 jiwa, dan usia diatas 65 tahun sebanyak 75.686 jiwa. Kepadatan penduduk Kabupaten Magelang rata-rata pada tahun 2005 mencapai 1.053 orang per km2. Rata-rata usia harapan hidup untuk laki-laki dan perempuan pada tahun 2006 adalah 68,8 tahun

2.3 Luas Wilayah Luas wilayah Kabupaten Magelang 108.573 Ha dengan penggunaan lahan untuk tanah sawah 37.447 Ha (34,49 %) dan tanah kering 71.126 Ha (65,51 %). Dari lahan sawah seluas 37.447 Ha tersebut, seluas 6.678 Ha (17,83 %) berpengairan teknis, 5.008 Ha (13,37 %) berpengairan setengah teknis, 17.210 Ha (45,99 %) berpengairan sederhana dan 8.551 Ha (22,83 %) berpengairan tadah hujan.

Bab I –3

3. KONDISI YANG ADA SEKARANG 3.1 Pendidikan Jumlah siswa di Kabupaten Magelang tahun 2006-2007 ditampilkan dalam tabel: 1.1 Dalam tabel ini ditunjukkan terjadinya penurunan jumlah siswa SD/MI dan SMP, antara lain disebabkan oleh keberhasilan program KB. Tabel 1.1: Jumlah Siswa TK, SD/MI , SMP/MTs , SMA/MA, SMK Negeri Swasta No. 1 Uraian Naik / Turun (%)

2006

2007

Jumlah siswa - TK 14.269 2 Jumlah siswa SD 142.842 SD 109.666 MI 33.176 3 Jumlah siswa SMP 36.292 SMP 36.292 4 Jumlah siswa SLTA 20.605 SMA 9.388 MA 2.466 SMK 8.751 Sumber : Dinas Pendidikan Kab.Magelang

14.979 133.472 102.242 31.230 37.031 37.031 20.878 9.838 2.289 8751

4,98% -6,56% -6,77% -5,87% 2,04% 2,04% 1,32% 4,79% -7,18% 0,00%

Jumlah guru di Kabupaten Magelang tahun 2006-2007 dapat dilihat pada tabel 1.2. Dalam tabel terlihat bahwa jumlah guru SD/MI terjadi penurunan. Sedangkan jumlah guru SMK terjadi peningkatan yang besar, antara lain untuk merespon minat masyarakat untuk sekolah di SMK. Tabel 1.2 Jumlah Guru Kabupaten Magelang Tahun 2007 Jenjang TK SD SD SLB SMP SMA 2006
882 8,841 6,388 44 2,409 908

2007 861 8,349 5,818 44 2,487 926

Tambah (Kurang) (21) (492) (570) 78 18 112

% -2.44 -5.89 -9.80 0.00 3.14 1.94 14.58

SMK 771 659 Sumber : Dinas Pendidikan Kab. Magelang

Bab I –4

Sarana pendidikan tahun 2007 bisa dilihat dalam tabel 1.3. Dalam tabel ditunjukkan adanya kenaikan yang besar minat masyarakat untuk mengikuti kejar paket. Kenaikan yang besar juga terjadi pada PAUD. Sementara itu sekolah swasta lebih cepat merespon minat masyarakat pada jenis pendidikan tertentu, misalnya sekolah kejuruan dan SD plus.

Tabel 1.3: Jumlah Sarana Pendidikan Tahun 2006-2007

2006 No. Uraian 1 2 1 Jumlah TK - Negeri - Swasta 2 Jumlah SD - Negeri - Swasta 3 Jumlah SMP - Negeri - Swasta 4 Jumlah SMA - Negeri - Swasta 5 Jumlah SMK - Negeri - Swasta Jumlah Kegiatan Kejar 6 Paket - Kejar Paket A (Keaksaraan Fungsional ) - Kejar Paket B - Kejar Paket C Kelompok bermain 7 (Pendidikan Anak Usia Dini ) Sumber : Dinas Pendidikan Kab. Magelang 67 240 51 20 311 3 351 1 350 615 577 38 117 54 63 33 10 23 29 2 27

2007 4 351 1 350 610 570 40 116 54 62 33 10 23 31 2 29

Naik / Turun (%) 5 0,00% 0,00% 0,00% -0,81% -1,21% 5,26% -0,85% 0,00% -1,59% 0,00% 0,00% 0,00% 6,90% 0,00% 7,41%

826

165,59%

740 61 25

208,33% 19,61% 25,00%

85

26,87%

Bab I –5

Tabel 1.4: Realisasi dan Target Upaya Peningkatan Kinerja Pendidikan Tahun 2006-2008 No. 1 Uraian Program MBS - Jumlah SD MBS - Jumlah MI MBS 2 3 Jumlah SMP Standar Nasional Jumlah SMA/SMK Standar SNBI SMA SMK 4 Sertifikasi Guru SD MI SMP MTs SMA SMK MA 5 Rehab Gedung Sekolah TK SD (MOU) SMP/MTs (MOU) 6 Rehab Berat Gedung Sekolah SD MI SMP MTs SMA SMK MA 7 R. Laboratorium SMA SMK 8 R. Bengkel SMK
Sumber: Dinas Pendidikan

2006

2007

2008

92 27 9 1 0 56 0 29 0 0 0 0 0 0 0

92 27 8 1 1 250 50 200 50 150 50 50 0 50 11 57 20 0 0

108 32 10 2 2 300 75 300 75 250 75 50 75 50 7 70 20 34 7 12 10 5 6

10

10

3 2

0 0

7 3

Bab I –6

Partisipasi pendidikan Kabupaten Magelang dapat dilihat melalui Angka Partisipasi Kasar, Angka Partisipasi Murni maupun Angka Putus Sekolah bisa dilihat pada tabel 1.5.
Tabel 1.5: Realisasi dan Target Kinerja Pendidikan Tahun 2006-2008

Realisasi No. Uraian 2006 1 Angka Putus Sekolah - SD / MI - SMP / MTs - SMA / SMK / MA 2 Angka Partisipasi Kasar - SD / MI - SMP / MTs - SMA / SMK / MA 3 Angka Partisipasi Murni - SD / MI - SMP / MTs - SMA / SMK / MA 4 Wajar Dikdas 9 Tahun Angka Putus Sekolah Angka Partisipasi Kasar Angka Partisipasi Murni 5 Peningkatan Kelulusan SD MI SMP MTs SMA SMK MA
Sumber : Dinas Pendidikan Kab.Magelang

Realisasi 2007

Target 2008

0,23 1,14 1,11 107,65 77,33 31,01 92,20 57,78 23,81 0,28 90,00 89,00 99,79 99,78 84,57 75,30 92,19 68,79 84,30

0,20 1,09 1,08 107,68 86,92 32,18 92,40 62,48 24,85 0,24 92,00 90,00 99,883 99,778 84,508 78,128 93,224 76,37 89,189

0,19 0,85 0,95 107,90 88,50 35,45 93,50 63,50 25,25 0,20 95,00 92,00 99,90 99,80 93,22 88,99 95,25 78,99 90,99

3.2 Kesehatan Pembangunan kesehatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Magelang. Sarana dan

Bab I –7

prasarana kesehatan yang tersedia di Kabupaten Magelang bisa dilihat dalam tabel 1.6. Tabel 1.6: No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan Kab. Magelang Tahun 2006-2007 Uraian Tahun 2006 Tahun 2007 3 29 3 26 63 14 110 30 13 129 19 11 15 99 15 303 325 3 29 3 26 63 14 118 30 13 144 20 11 13 71 13 309 325

Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas Rawat Inap Puskesmas Pukesmas Pembantu Rumah Bersalin Polindes/PKD Puskesmas Keliling Balai Pengobatan/Klinik/ Praktek dokter Apotik Ambulan Dokter Spesialis Dokter Umum Dokter Gigi Praktek Bidan Perawat

Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Magelang Pencapaian kinerja bidang kesehatan Kab. Magelang Tahun 2006-2007 bisa dilihat dari indikator-indikator berikut ini:

Indikator Kesehatan • • • Usia Harapan Hidup Angka kematian bayi per 1.000 kel. Angka kematian ibu melahirkan per 100.000 persalinan

2006 68,80 7,04

2007 68,80 6,09

72,88

62,87

Bab I –8

• •

AKABA per 1.000 KH Jumlah kasus gizi buruk Tabel 1.7:

0,63 171

0,43 171

Hasil Pelayanan Keluarga Berencana Kabupaten Magelang Tahun 2006 -2007

No. 1
I II 1

Uraian 2
Pasangan Usia Subur (PUS) Hasil Pelayanan KB/Peserta KB Baru Non Hormonal : a.IUD b.MOW c.MOP d.Kondom Jumlah :

Perbandingan 2006 2007 3 4
207.598 194.410

Naik / Turun Jml % 5 6
-13.188

1.171 511 21 202 1.905

1.110 576 31 247 1.964

(61) 65 10 45 59

(5,21) 12,72 47,62 22,28 3,10

II 1 2 3

Hormonal : Implant Suntik Pill Jumlah : Total Pelayanan KB Kesertaan KB/Peserta KB Aktif 6 7 8 9 10 11 12 a.IUD b.MOW c.MOP d.Kondom Jumlah : Hormonal : Implant Suntik Pill Jumlah : Total PESERTA KB AKTIF 13.801 66.274 26.690 106765 160.139 13.420 66.768 24.418 104606 150.919 1462 9.430 1.084 11.976 13.881 1650 9.858 1.092 12.600 14.564 188 428 8 624 683 39.140 10.470 2.231 1.533 53.374 32.529 10.119 1.431 2.234 46.313 (6.611) (351) (800) 701 (7.061) (381) 494 (2.272) -2159 -9220 (2,76) 0,75 (8,51) (2,02) (5,76) (16,89) (3,35) (35,86) 45,73 (13,23) 4,54 0,74 5,21 4,92

III

Sumber: Dinas Dukcapil Kab. Magelang

Bab I –9

3.3 Kemiskinan Jumlah KK miskin pada tahun 2007: 142.886 KK, yang terdiri dari: Sangat miskin Miskin : 62.460 KK (19.58%) : 80.426 KK (25.21%)

Tabel 1.8: Tahapan Keluarga Sejahtera

Kab. Magelang Th. 2006-2007

No. 1

Uraian 2

Perbandingan 2006 2007 3 4

Naik / Turun Phisik (%) 5

1

Jumlah Kepala Keluarga ( KK ) Tahapan Keluarga Sejahtera Hasil Pendataan Keluarga :

315.952

322.462

6.510

2.06

a.Keluarga Pra Sejahtera

116.568

112.708

(3.860)

(3,31)

b.Keluarga Sejahtera I

53.399

53.592

193

0,36

b.Keluarga Sejahtera II

57.236

62.445

5.209

9,10

c.Keluarga Sejahtera III

73.639

78.127

4.488

6,09

d.Keluarga Sejahtera III Plus Sumber: Dinas Dukcapil Kab. Magelang

15.110

15.650

540

3,57

3.4 Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Magelang pada saat ini masih diwarnai dengan laju pertumbuhan angkatan kerja yang cukup tinggi berikhtisar 1% lebih. Terbatasnya lapangan kerja disektor formal juga

semakin meningkatkan jumlah pengangguran yang dari ke tahun terus meningkat. Upaya yang telah dilakukan dalam penempatan tenaga kerja selama ini adalah melalui mekanisme AKL (Antar Kerja Lokal) AKAD (Antar Kerja Antar Daerah) dan AKAN (Antar Kerja Antar Negara). Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi pengangguran yang ada di Kabupaten Magelang.

Bab I –10

Realisasi kegiatan penempatan tenaga kerja sampai dengan Tahun 2007 adalah sebanyak 1.277 orang, dengan perincian sebagai berikut : Penempatan melalui mekanisme AKL Penempatan melalui mekanisme AKAD Penempatan melalui mekanisme AKAN : 163 orang : 742 orang : 372 orang

Upaya lain yang dilakukan dalam penanggulangan pengangguran adalah melalui pelatihan kerja yang dilaksanakan oleh Balai Latihan Kerja Magelang (UPTD Disnakertrans), dan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta di bawah binaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Magelang. Jumlah Lembaga Pelatihan Kerja Swasta di Kabupaten Magelang saat ini ada 25 LPK dengan berbagai jenis kegunaan. Dalam tahun 2007 Balai Latihan Kerja Magelang melatih 976 orang pencari kerja . Sedangkan jumlah peserta pelatihan LPKS di Kabupaten Magelang sampai bulan November 2007 sebanyak 272 orang. Kemudian dalam hubungan dan perlindungan tenaga kerja Di Perusahaan belum biasa berjalan dengan baik terbukti masih adanya Pemutusan Hubungan Kerja / PHK, upaya minimum Kabupaten juga masih rendah dan belum semua pekerja mendapatkan hak normatif sehinggga kesejahteraan pekerja masih rendah. Sementara itu jumlah perusahaan di Kabupaten Magelang sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1981, perusahaan besar 6 buah, perusahaan sedang 21 buah,dan perusahaan kecil 144 buah dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 16.198 orang, yang terdiri dari tenaga kerja laki-laki sebanyak 10.678 orang dan tenaga kerja wanita sebanyak 5.520 orang.Sedangkan pekerja yang terkena PHK yang telah terindentifikasi dan terfasilitasi sebanyak: 320 orang. Banyaknya pencari kerja yang terdaftar di Dinas Nakertran Kabupaten Magelang tahun 2007, sebagai berikut:

Bab I –11

Tabel 1.9: Banyaknya Pencari Kerja Terdaftar Tahun 2007 Pencaker • • • • • • • • Tidak Tamat SD SD SLTP SLTA D1/D2/D3 S1 S2 JUMLAH 7,539 1,247 6,292 115 4,495 1,087 1,842 103 762 251 131 12 3,733 836 1,711 Penempatan Sisa

Sumber : Dinas Nakertran Kab. Magelang 2007 Jumlah ’pengangguran’ pada tahun 2007, menurut catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Magelang, sebesar 122.688 jiwa. Jika diperinci menurut tingkat pendidikan, pengangguran tersebut adalah sebagai berikut: Sekolah Dasar : 86.705 orang SMP SLTA D1, D2, D3 S1 keatas : 17.309 orang : 13.495 orang : 2.147 orang : 3.032 orang 122.688 orang Realisasi Pemberangkatan Transmigrasi pada tahun 2007 sebagai berikut: • Transmigrasi Umum: 41 KK yang terdiri dari 175 jiwa. Dengan penempatan: 16 KK / 68 jiwa di tempatkan di UPT Sambungan, Kecamatan Lia Bulungan Kalimantan Timur, dan 25 KK / 107 jiwa ditempatkan di UPT Santan SP2 Kecamatan Napal Putih Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.

Bab I –12

TSM sebanyak 10 KK / 32 jiwa ditempatkan di UPT Sekayun Kecamatan Pematang Tigi Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.

3.5 Sarana dan Prasarana. Sarana dan prasarana/ Infrastruktur sebagai sarana penunjang sangat diperlukan dalam upaya mencapai sasaran pembangunan, terutama dalam kegiatan pembangunan ekonomi. Biaya pembangunan jalan kabupaten dari APBD Kabupaten Magelang sampai dengan saat ini baru dapat menangani sebesar kurang lebih 30% dari kondisi kerusakan yang ada. Sedangkan untuk jalan-jalan poros desa dan jalan desa penanganannya diarahkan kepada kecamatan dan desa yang bersangkutan. Tabel 1.10: Sarana Jalan dan Jembatan Kabupaten Magelang Th. 2007 No 1 2 3 1 2 Kondisi Sarana Kondisi Jalan Kabupaten : Baik / Mantap Sedang Rusak Kondisi Jembatan Kabupaten : Baik / Mantap Rusak Satuan

410,50 km 201,71 km 28,90 km

281 buah 15 buah

Sumber : DPU Kab. Magelang

Bidang Pengairan Sarana Irigasi di Kabupaten Magelang untuk sarana penunjang pertanian adalah sebagai berikut : Secara umum sarana irigasi saat ini mengalami kekurangan air, karena terjadi peningkatan kebutuhan air (air rumah tangga dan bahkan untuk perikanan) sementara persediaan air mengalami penurunan yang

diakibatkan semakin buruknya kerusakan lingkungan (penggundulan hutan pengolahan lahan di daerah tangkapan air yang tidak ramah lingkungan, peningkatan pemukiman penduduk.

Bab I –13

Karena saat ini terjadi peningkatan kerusakan lingkungan, maka diperlukan suatu pengelolaan Daerah Aliran Sungai secara terpadu dan konseptual agar fungsi sumber air dapat dipertahankan, disamping perlunya sosialisasi kepada masyarakat tentang masalah yang terkait dengan banjir dan kekeringan (konservasi lahan dan air). Tabel 1.11 : Sarana Irigasi Kab. Magelang Tahun 2007
Saluran (km) No 1 2 3 Uraian Irigasi Teknis Irigasi setengah teknis Irigasi Sederhana Areal (ha) 16.631,36 6.224,30 14.787,13 37.642,79 Sumber : DPU Kab. Magelang. Primer 75,61 20,72 14.787,13 14.883,46 Sekunder 79.855 10,94 763 80.658,94 Tersier 2,40 26,40 381,50 410,30

Kondisi Jaringan Irigasi: • • • Kondisi Baik : 16.696,68 Ha.

Kondisi Rusak Ringan : 13.906,06 Ha. Kondisi Rusak Berat : 7.041,24 Ha.

Sarana irigasi Teknis dan Setengah teknis sebagaian besar terletak di bagian hilir yang arealnya relatif agak datar sehingga hanya memerlukan perbaikan/ Rehab dan Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan disamping perlunya pemberdayaan P3A. Sedangkan Sarana irigasi sederhana yang sebagian besar ada di bagian hulu, jaringan irigasinya memerlukan biaya perbaikan/ Rehab dan O&P sangat mahal, bahkan banyak terjadi kerusakan berat pada bangunan utama dan bangunan airnya, bahkan sebagaian besar perlu dibangun kembali. Daerah hilir yang sebagian terdapat Daerah irigasi Teknis dan Setengah Teknis banyak terjadi alih fungsi lahan, sehingga terkesan saat ini melakukan pembangunan kembali sarana/prasarana irigasi ex PIK dan PID yang sebagaian besar terletak di bagian hulu.

Bab I –14

Drainase adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan air permukaan ke badan penerima air dan atau bangunan resapan buatan. Keberadaan jaringan drainase sangatlah penting untuk membebaskan likungan dari genangan air, erosi, dan banjir. Kabupaten Magelang diuntungkan dengan banyaknya sungai yang mengalir sehingga dapat berfungsi sebagai saluran drainase alam. Namun demikian, perubahan tata guna lahan menjadi areal terbangun pada beberapa wilayah telah menyebabkan naiknya koefisien limpasan. Hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas saluran drainase buatan yang mengalirkan air limpasan dari kawasan permukiman ke saluran drainase induk maupun sungai-sungai yang ada. Akibatnya terjadi genangan pada beberapa kawasan di kota Grabag, Mertoyudan, Muntilan, dan Secang. Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Ketersediaan air baku bagi sumber air bersih di Kabupaten Magelang cukup melimpah. Menurut data dari PDAM Kabupaten Magelang tahun 2007, mata air yang ada sejumlah 55 sumber dengan debit air baku berkisar 9.509 liter/detik. Namun potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pada saat musim kemarau masih terdapat beberapa wilayah di Kabupaten Magelang yang mengalami krisis air bersih. Akses sanitasi dasar bagi penduduk di Kabupaten Magelang baru sekitar 53 %. Angka ini belum mempertimbangkan kepemilikan sarana serta bagaimana standar teknisnya. Rendahnya akses terhadap sanitasi terutama di lingkungan padat mempengaruhi kualitas air tanah, padahal sebagian besar penduduk di Kabupaten Magelang memanfaatkan sumur gali sebagai sumber air bersih. Oleh karena itu, peningkatan pelayanan air bersih dan sanitasi perlu manjadi salah satu prioritas penanganan infrastruktur permukiman.

Bab I –15

Tabel 1.12 : Kondisi Infrastruktur Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman di Kabupaten Magelang Tahun 2007
No 1 Infrastruktur Drainase Kondisi Drainase Ketep panjang : 540 m Drainase Kota Grabag panjang : 170 m Drainase Kota Sawangan panjang : 110 m Keterangan Genangan pada sebagian kawasan di kota Grabag, mertoyudan, muntilan, dan secang Masih terdapat 13 desa kekeringan rawan air bersih dari 370 desa di Kabupaten Magelang Cakupan pelayanan sanitasi baru mencapai 53%

2

Air bersih

Jaringan air bersih : Ds. Losari Cs. Kec. Grabag panjang : 4400 m Ds. Kaliangkrik Kec. Kaliangkrik : 6500 m Ds. Wonogiri Cs. Kec. Kajoran : 3000 m Ds. Giriwarno Cs. Kec Kaliangkrik : 4000 m Ds. Kanigoro Cs. Kec Ngablak : 1800 m Ds. Tlogorejo Cs. Kec. Grabag : 1000 m

3

Sanitasi

Cubluk Tangki septic Sanitasi komunal

: 30 % : 23 % : 2 unit

Sumber : DPU Kab.Magelang

Sarana terminal yang dimiliki Kabupaten Magelang berjumlah 6 buah yang terdiri dari terminal Kelas B 2 buah dan Kelas C 4 buah. Sarana perdagangan berupa pasar umum 18 buah, pasar hewan 3 buah, pasar ikan 2 buah dan pasar desa sejumlah 33 buah.

3.6 Bidang Unggulan a. Pertanian Pertanian merupakan pendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Magelang karena sesuai dengan kondisi Kabupaten Magelang yang merupakan daerah agraris. Dilihat dari keadaan alam ketersediaan sarana dan prasarana juga letak geografis yang sangat strategis. Dari keseluruhan luas tanah di Kabupaten Magelang (108.573 ha), seluas 37.250 ha merupakan Tanah Sawah dan 37.011 ha merupakan Tanah Tegal/Kebun/Ladang/Huma, selengkapnya bisa dilihat dalam tabel 1.3.

Bab I –16

Dalam rangka pelestarian lingkungan maka telah dilakukan upaya pengelolaan lahan, hasilnya adalah berkurangnya Luas Lahan Kritis di Kab Magelang sebagai berikut: • • Akhir Tahun 2006 Akhir Tahun 2007 : 11.626 Ha : 10.726 Ha

Tabel 1.13: Luas Tanah menurut Penggunaannya di Kab Magelang Tahun 2007
Jenis Tanah / Types of Land (1) I. Tanah Sawah / Wetland 1. Berpengairan teknis / Technical Irrigation 2. Berpengairan 1/2 teknis / Semi Technical Irrigation 3. Berpengairan sederhana (PU dan Non PU)/ Simple Technical Irrigation 4. Tadah hujan / Reservation I. Tanah Kering / Dryland 1. Tanah untuk bangunan dan halaman sekitar/ House Compound 2. Tegal/kebun/ladang/huma / Cleared Land 3. Padang rumput / Meadows 4. Tambak / Brakish 5. Kolam/tebat/empang / Pond 6. Tanah sementara tidak diusahakan 7. Tanah untuk tanaman kayu / Wooded Land 8. Hutan negara / Government Forest 9. Perkebunan negara / Estate 10. Tanah lain-lain / Other Jumlah /Total Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Magelang 1.960 7.875 223 4.698 108.573 144
Luas Tanah (Ha) / Land Area 2006 Luas Tanah (Ha) / Land Area 2007

(2) 37.417 6.678 5.010 17.196 8.533 71.1576 18.578 36.906 2

(3) 37 .250 6 .624 5 .011 17. 180 8 .435 71 .323 17. 985 37 .011 2 145 2 .916 7 .874 237 5 .153 108 .573

Kabupaten Magelang merupakan sumber utama produksi komoditas tanaman pangan dan holtikultura di Jawa Tengah. Data luas dan

produksi pertanian Kabupaten Magelang tahun 2006 dan 2007 dapat dilihat pada tabel 1.14

Bab I –17

Tabel 1.14: Produksi Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Magelang Th.2006 – 2007
No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Komoditas 2 Padi Sawah Jagung Ketela pohon Ketela Rambat Kacang Tanah Kentang Kobis Wortel Kacang Panjang Cabe Tomat Kedelai Jeruk Mangga Durian Pisang Rambutan Pepaya Salak Melon Semangka Anggrek Mawar Sedap Malam Tebu Rakyat Luas Panen (Ha/Phn/M2) 2006 2007 3 53.632 ha 12.203 ha 4.033 ha 1.393 ha 1.333 ha 304 ha 2.911 ha 1.027 ha 1.658 ha 3.277 ha 1.498 ha 2 ha 41.589 phn 8.285 phn 11.416 phn 532.477 phn 61.756 phn 68.655 phn 2.274.489 phn 46 ha 61 m2 23.974 m2 360.190 m2 696.393 m2 588 ha 4 53.229 ha 13.535 ha 3.646 ha 1.599 ha 1.247 ha 359 ha 3.493 ha 1.383 ha 1.409 ha 3.130 ha 1.370 ha 2 ha 38.199 phn 12.904 phn 20.611 phn 501.701 phn 91.172 phn 54.075 phn 2.369.857 phn 15 ha 43 m2 20.451 m2 359.904 m2 149.960 m2 628 ha Produksi (Ton/Tangkai) 2006 2007 5 282.437 ton 55.256 ton 71.089 ton 28.319 ton 1.813 ton 4.904,70 ton 51.191,50 ton 14.333,50 ton 12.324,70 ton 19.527,60 ton 17.168,10 ton 1 ton 2.796,70 ton 510,60 ton 2.061, 10 ton 7.516,50 ton 9.484,40 ton 4.877,50 ton 29.891,20 ton 820,50 ton 1.270,50 ton 114.581 tangkai 15.502.331 tangkai 4.533.689 tangkai 29.760 ton 6 299.610 ton 68.327 ton 75.857 ton 39.507 ton 1.727 ton 5.294 ton 59.385,40 ton 21.009,90 ton 10.924,10 ton 19.309,60 ton 17.606,10 ton 3 ton 2.645,10 ton 636 ton 1.828,80 ton 6.883,10 ton 8.119,40 ton 4.641,30 ton 20.270,80 ton 270,10 ton 753,90 ton 75.376 tangkai 17.941.746 tangkai 1.755.326 tangkai 26.776 ton

Bab I –18

1 26 27 28 29 30

2 Cengkeh Kopi Robusta Tembakau Klembak Kapulogo

3 964 ha 1.278 ha 1.416 ha 185 ha 357 ha

4 959 ha 1.023 ha 4.961 ha 163 ha 328 ha

5 213 ton 408 ton 704,09 ton 84,47 ton 291 ton

6 211 ton 404 ton 2.737 ton 3.236 ton 290 ton

Sumber : Dinas Pertanian Kab. Magelang

Konsumsi bahan pangan perkapita pertahun Kabupaten Magelang tahun 2007 adalah sebagai berikut :

Tabel 1.15: Konsumsi bahan pangan per kapita pertahun Kabupaten Magelang Tahun 2006 dan 2007
Konsumsi Kg/Kap/Th No 1 2 3 4 5 Beras Kacang-kacangan (Tahu – Tempe) Ubi-Ubian Sayuran Buah-Buahan Bahan Pangan 2006 92,87 41,23 17,34 53,23 28,09 2007 83,30 43,50 21,60 53,80 13,80

Sumber : Dinas Pertanian Kab. Magelang

Dalam rangka mengembangkan agribisnis Kabupaten Magelang, maka telah dibangun 2 Sub Terminal Agribisnis (STA) yaitu di Desa Sewukan Kecamatan Dukun dan Desa Ngablak Kecamatan Ngablak serta Pasar Buah Salak Nglumut di Desa Sucen Kecamatan Salam. Tabel 1.16: Hasil Kehutanan (Hutan Rakyat) Kab. Magelang Th.2006 – 2007
Luas lahan (Ha) No Uraian Pembuatan Hutan Rakyat : 1 2 Sengon Jati 2006 268 ha 2007 915 ha 26.300 20.000 115.950 2.500 Jumlah Tanaman (Batang) 2006 2007

Bab I –19

1 3 4 5 6 7 8 9 10 Suren Durian Alpukat Damar Acasia Nangka Mahoni Pete

2

3

4

5 40.050 5.000 6.900 13.200 2.000 2.200 0 0

6 237.150 8.000 13.200 9.400 0 6.600 15.400 5.500

Sumber : Dinas Pertanian Kab. Magelang

b. Perikanan Perikanan di Kabupaten Magelang berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat. Potensi tersebut meliputi budidaya kolam dan perairan umum. Produksi perikanan Kabupaten Magelang tahun 2007 dapat dilihat tabel berikut ini. Tabel 1.17: Produksi Perikanan Kabupaten Magelang Th.2007 No. 1
Komoditas 2 Produksi 3 Kg 827.700 1.453.700 377.200 355.800 150.500 232.200 682.800 4.079.900 Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg

Produksi perikanan budidaya air tawar:
1 2 3 4 5 6 7 Ikan Mas Nila Tawes Lele Gurame Bawal Air Tawar Lainnya Jumlah

Bab I –20

1 Produksi perikanan

2

3

4

Penangkapan di perairan umum: Produksi Produksi Perikanan Produksi benih siap tebar (X 1000 ekor) 1 2 3 4 5 6 7 Ikan Mas Nila Tawes Lele Gurame Bawal Air Tawar Lainnya 105.611,9 226.405,0 64.017,0 76.937,7 4.905,5 2.452,7 3.269,2 Ekor Ekor Ekor Ekor Ekor Ekor Ekor Ekor 217.060 Kg

Jumlah 483.600,1 Sumber : Dinas Peternakan & Perikanan Kab.Magelang

Konsumsi Ikan masyarakat Kabupaten Magelang tahun 2006 adalah 10,28 Kg/perkapita/tahun untuk tahun 2007 meningkat menjadi 11,06 kg/perkapita/tahun. Di Kabupaten Magelang terdapat 3 Balai Benih Ikan (BBI) yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Magelang dan 2 Balai Benih Ikan yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sarana penunjang yang ada di Kabupaten Magelang terdiri dari pasar ikan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten ada 2 unit dan 10 unit pasar desa serta 1 taman ikan dan 2 unit labkeswanling

c. Peternakan Pengembangan peternakan Kabupaten Magelang didukung oleh potensi wilayah untuk pengembangan ternak besar maupun ternak kecil

Bab I –21

serta ternak unggas. Populasi ternak di Kabupaten Magelang tahun 2007 dapat dilihat pada tabel berikut ini Tabel 1.18: Populasi Ternak Kabupaten Magelang Tahun 2007
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 KOMODITAS Sapi Potong Sapi Perah Kambing Domba Kerbau Kuda Ayam Buras Ayam Ras Petelur Ayam Ras Pedaging Itik Itik Manila Kelinci Burung Puyuh POPULASI 70.089 ekor 1.304 ekor 67.432 ekor 78.640 ekor 9.314 ekor 804 ekor 798.618 ekor 1.151.987 ekor 491.837 ekor 164.190 ekor 65.160 ekor 25.685 ekor 211.861 ekor 5.104 ekor

14 Angsa Sumber : Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Magelang

Hasil ternak di Kabupaten Magelang tahun 2007 dapat dilihat pada tabel beriku ini : Tabel 1.19: Produksi Peternakan Kab. Magelang Tahun 2007 No. 1 DAGING : 1 2 3 4 Daging Sapi Daging Kerbau Daging Kambing Daging Domba 845.405 Kg 1.100 Kg 399.162 Kg 664.467 Kg KOMODITAS 2 POPULASI 3

Bab I –22

1 5 6 7 8

2 Daging Ayam Pedaging Daging Ayam Buras Daging Itik Daging itik manila/Entog TELUR :

3 5.020.672 Kg 712.919 Kg 72.244 Kg 19.548 Kg

1 2 3 4

Ayam Ras Ayam Buras Itik Puyuh

9.781.752 Kg 697.673 Kg 1.137.837 Kg 357.825 Kg

SUSU Sumber : Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Magelang

821.520 Liter

Konsumsi protein hewani perkapita dari hewan adalah telur 2,05 gram/kapita/hari, susu 0,02 gram/kapita/hari, daging 3,45 g/kapita/hari. Pos Inseminasi Buatan (IB) sejumlah 19 buah dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sejumlah 2 buah.

d. Industri Kecil Menengah, Perdagangan, Koperasi dan UKM, serta Penanaman Modal Potensi Industri Kecil dan Menengah yang dapat dikembangkan di Kabupaten Magelang adalah industri pengolahan hasil pertanian, pemanfaatan pasir lava Merapi, kerajinan tanduk, kerajinan kaleng bekas dan kerajinan bambu serta kerajinan pahat batu untuk mendukung pariwisata. Sentra industri yang menonjol diantaranya sentra industri kecil, kerajinan pahat batu di Desa Taman Agung Kecamatan Muntilan, Sentra Industri Makanan dari ketela (slondok) di Desa Sumur Arum

Bab I –23

Kecamatan Grabag; Sentra Industri Makanan Jenang Dodol Krasikan di Desa Gulon Kecamatan Salam, Sentra Industri Makanan dari Beras Ketan (Tape Ketan dan Wajik) di Desa Gunung Pring Kecamatan Muntilan dan Desa Salaman Kecamatan Salaman, Industri Kerajinan Tanduk di Desa Pucang Kecamatan Secang; genting Desa Sidomulyo, Kecamatan Salaman; kaleng bekas di Desa Tirtosari Kecamatan Sawangan; Industri Mainan Anak-Anak di Desa Kalijoso Kecamatan Secang; Industri Kerajinan Perak di Desa Balerejo Kecamatan Kaliangkrik dan Industri Kerajinan Sangkar Burung di Desa Prajegsari Kecamatan Tempuran. Perkembangan jumlah unit usaha Industri Kecil Menengah di Kabupaten Magelang sepanjang tahun 2007 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini total IKM yang ada di Kabupaten Magelang sejumlah 38.179 unit usaha yang terdiri dari 71 unit usaha skala menengah dan 38.108 unit usaha skala kecil. Dibandingkan dengan tahun lalu jumlah unit usaha bertambah unit terdiri 7.930 dari 22 unit usaha skala menengah dan 7.908 unit usaha skala kecil. Tabel 1.20: Perkembangan Unit Usaha Industri
No. 1 1 Uraian 2 Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan a. Menengah b. Kecil 2 Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka a. Menengah b. Kecil Total a. Menengah b. Kecil Total Sektor
Sumber Data : Dinas Perindagkop dan PM Kab. Magelang

Unit Usaha Industri 2004 3 2005 4 2006 5 2007 6

28 27.019

32 27.053

33 27.064

55 35.240

12 2.614

14 2.685

16 2.686

16 2.868

40 29.633 29.673

46 29.738 29.784

49 29.750 29.799

71 38.108 38.179

Bab I –24

Perkembangan IKM ini juga memicu kenaikan angka penyerapan tenaga kerja. Pada 2006 lalu tenaga kerja yang terserap sejumlah 78.577 orang, hingga akhir 2007 naik menjadi 84.851 orang. Tabel 1.21: Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri

No.

Uraian 2004

Jumlah Tenaga Kerja 2005 4 2006 5 2007 6

1 1

2 Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan a. Menengah

3

4.831

4.857

5.107

9.786

b. Kecil

58.643

58.825

58.879

60,449

2

Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka a. Menengah

6,990

7,015

7,129

7,129

b. Kecil

7,433

7,452

7,462

7,487

Total a. Menengah

11.821

11.872

12.236

16.915

b. Kecil

66.076

66.277

66,341

67.936

Total Sektor

77.897

78,149

78,577

84,851

Sumber Data : Dinas Perindagkop dan PM Kab. Magelang

Eksistensi UKM/IKM saat ini mampu memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pengembangan ekonomi daerah. Nilai investasi UKM/IKM Kabupaten Magelang pada 2007 mencapai Rp 330.531.980.000,00 dibandingkan tahun lalu naik sebesar Rp 59.210.460.000,00.

Bab I –25

Tabel 1.22: Nilai Investasi yang ditanam

No.

Uraian 2004

Nilai Investasi dalam Rp 000 2005 4 2006 5 2007 6

1 1

2 Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan a. Menengah b. Kecil Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka a. Menengah b. Kecil

3

151.643.221 9.023.010

151.643.111 9.061.215

153.324.221 10.398.744

190.929.839 28.232.040

2

87.277.094 3.084.470

87.278.130 3.428.829

104.387.726 3.210.829.

104.387.726 6.982.375

Total a. Menengah b. Kecil 238.920.315 12.107.480 238.921.241 12.490.044 257.711.947 13.609.573 295.317.565 35.214.415

251.027.795 251.411.285 Sumber Data : Dinas Perindagkop dan PM Kab. Magelang

Total Sektor

271.321.520

330.531.980

Hal ini disebabkan adanya kenaikan nilai produksi dari

Rp

922.168.243.000,00 menjadi Rp 1.623.145.870.000 atau naik sebesar Rp 700.977.627.000,00.

Tabel 1.23: Perkembangan Nilai Produksi

No.

Uraian 2004

Nilai Produksi dalam Rp 000 2005 4 2006 5 2007 6

1 1

2 Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan a. Menengah b. Kecil Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka a. Menengah b. Kecil

3

120,850,634 384,255,796

120,855,934 384,260,450

123,535,934 385,355,830

420,090,635 734,778,014

2

309,126,267 53,121,928

309,127,081 53,122,898

360,127,081 53,149,398

360,127,015 108,150,206

Total a. Menengah b. Kecil

429,976,901 437,377,724

429,983,015 437,383,348

483,663,015 438,505,228

780,217,650 842,928,220 1,623,145,870

Total Sektor 867,354,625 867,366,363 922,168,243 Sumber Data : Dinas Perindagkop dan PM Kab. Magelang

Bab I –26

Untuk memperluas jangkauan pemasaran, IKM Kabupaten Magelang dilibatkan dalam berbagai kegiatan promosi seperti Pameran

Kabupaten Magelang, Pameran BKKSI, Pameran Regional dan Nasional, INACRAFT, Invesda Expo di Yogyakarta, Agro and Food

Expo di Jakarta, serta Mega Jateng Fair. Dalam ajang Invesda Expo 2007 Kabupaten Magelang meraih Juara Harapan III, sementara dalam Agro and Food Expo 2007 meraih Juara II Kategori Kabupaten Kota. Sedangkan dalam Mega Jateng Fair 2007 memperoleh Juara III. Tahun lalu IKM dari Kabupaten Magelang berhasil meraih prestasi dalam ajang Cipta Kriya Nusantara 2006. IK mainan anak Qima meraih penghargaan Kriya Terbaik I Kategori Mainan Anak sementara Kerajinan Kaleng Bekas Karya Baru meraih penghargaan Kriya Potensi Ekspor. Saat ini kegiatan promosi ke luar negeri sedang diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang melalui instansi vertikal teknis baik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah pusat.

Departemen Perdagangan melalui Badan Pengembangan Ekspor Nasional memiliki berbagai program promosi ke luar negeri. IKM yang pernah ikut serta yaitu Alia Jewellery yang merupakan pengrajin perhiasan dari Kabupaten Magelang yang difasilitasi Dinas

Perdagangan Provinsi Jawa Tengah berkesempatan meraih pasar internasional melalui Hong Kong Jewellery and Watch Fair 2006. Sedangkan tahun 2007 eksportir mebel PT Kayu Lima Utama dipercaya Menteri Perindustrian sebagai wakil Jawa Tengah dalam Index Dubai 2007 di Uni Emirat Arab. Selain showroom dan workshop muncul gagasan pembangunan pasar bersama produk IKM unggulan berpotensi ekspor oleh Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) Cabang Kabupaten Magelang. Pasar bersama ini akan memfasilitasi pemasaran beberapa

Bab I –27

produk seperti kerajinan akar kayu, mebel, mainan, kuningan, tanduk, dan kulit. Pemkab Magelang juga memfasilitasi bantuan alat dan kredit lunak bagi IKM. Untuk memacu peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Magelang menyalurkan alat-alat produksi IK kerajinan. Selain itu bantuan modal pinjaman bergulir juga akan disalurkan kembali bekerja sama dengan BAPAS 69. Bantuan lunak dengan nilai pinjaman Rp 5 juta perorang dengan bunga 6 persen diharapkan mampu memperkuat modal IKM yang telah ada. Beberapa produk IKM mulai menembus pasar internasional. UKM/IKM berpotensi ekspor tersebut antara lain produk kayu olahan, kulit samak, alat rumah tangga, daun pakis dan bunga potong, keripik singkong, mebel, benang dan kerajinan batu. Nilai ekspor untuk 2007 sebesar US $ 28,195,326. Tabel 1.24: Perkembangan Realisasi Ekspor Non Migas

No.

Uraian 2004

Perkembangan Ekspor ($) 2005 4 3,584,372,264.00 471,915,198.00 20,826,620.00 40,299,870.00 239,984.00 246,131,429.00 2006 5 13,949,687.49 468,116.09 320,397.00 571,007.50 180,090.00 3,000,000.00 17,777.00 16,217,827.34 4,363,785,365.00 18,507,075.08 28,195,326.26 2007 6 18,588,508.00 7,407,407.00 320,397.00 601,804.50 93,150.00 1,184,059.76

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9

2 Kayu Olahan komponen bahan bangunan Kulit Samak Alat rumah tangga dari kayu Daun Pakis / bunga Potong Kripik Singkong Mebel Benang Kerajinan Kayu Kerajinan Batu JUMLAH

3 11,092,344.00 3,998,833.34 185,524.00 399,837.00 190,684.00 348,522.00 2,083.00

Sumber Data : Dinas Perindagkop dan PM

Upaya yang ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Magelang untuk memajukan dan mengintegrasikan sektor pertanian dengan sektor industri dan perdagangan diwujudkan dengan konsep agropolitan dan agrobisnis. Hal ini ditempuh sebagai salah satu upaya untuk mendorong

Bab I –28

pengembangan UKM/IKM di bidang agropolitan dan agrobisnis yang prospeknya sangat baik sehingga menjadi komoditas unggulan daerah. Kegiatan agropolitan dan agrobisinis ini dilaksanakan melalui programprogram yang mencakup aktifitas dari hulu ke hilir yang meliputi: 1. Terbentuknya sentra-sentra produk pertanian yang berada di kawasan pegunungan di antaranya Sawangan, Grabag, Bandongan, Kajoran, dan Windusari. Di daerah-daerah tersebut terdapat sentra peternakan sapi di Ngablak dan Grabag, sentra peternakan kambing/domba di Candimulyo, dan sentra perikanan di Muntilan dan Mungkid. 2. Sentra-sentra produk industri kerajinan dan industri makanan olahan hasil pertanian di antaranya sentra industri makanan olahan di kecamatan Mungkid, Borobudur, Salam dan Grabag. 3. Pengembangan subterminal agro di daerah-daerah potensial di Kabupaten Mgelang yaitu di Sewukan, Kec. Dukun dan Ngablak, Kecamatan Ngablak. Rencananya akan dibangun lagi subterminal agro di Kaliangkrik. Aktifitas subterminal agro adalah penjualan hasil pertanian oleh asosiasi petani sayur dan buah kepada pengumpul yang selanjutnya didistribusikan ke pasar antarlintas kabupaten/kota. 4. Membuat jaringan pasar di luar Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Magelang telah memiliki gudang dan tempat penjualan di Pontianak dan di Pangkalpinang. Tahun 2007 ini akan dikembangkan showroom di Pontianak untuk Klaster Industri Slondok. 5. Memanfaatkan jaringan distribusi melalui pasar lelang agro spot dan forward di Soropadan, Temanggung serta di luar Provinsi Jawa Tengah. 6. Memanfaatkan peluang pasar di Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Induk Cipinang untuk produksi beras, peluang pasar ikan hias di

Bab I –29

Jakarta dan Yogyakarta, serta pangsa pasar ternak di Rumah Potong Hewan Kapuk, Jakarta. Selain dari Pemerintah Kabupaten Magelang, beberapa UKM/IKM telah menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui dinas-dinas terkait seperti Dinas Pelayanan Koperasi dan UKM melalui Program Bantuan Modal Kerja UKM Berperspektif Gender kepada Retnade Boutique Mendut. Beberapa UKM Kabupaten Magelang juga menjadi mitra binaan BUMN melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) seperti PT Angkasa Pura I dan Perum Peruri. Di Kabupaten Magelang terdapat 11 UKM mitra binaan PT Angkasa Pura I. UKM yang telah berhasil mengembangkan usahanya berkat kemitraan dengan PT Angkasa Pura I adalah UD Tidar Putra Desa Kalangan, Kecamatan Grabag dan UD Karya Rasa, Desa Rambeanak, Kecamatan Mungkid. Perum Peruri membina 46 koperasi dan UKM Kabupaten Magelang. Beberapa UKM yang berhasil antara lain Elang Sakti Mertoyudan, CV Tamika Jaya Mertoyudan, UD Merapi Jaya Mertoyudan, dan Resmi Motor Borobudur.

Tabel 1.25: Perkembangan Jumlah Koperasi
URAIAN TAHUN 2005

2004

2006

2007

KUD: Jumlah KUD Primer Jumlah KUD Sekunder Jumlah anggota Volume usaha (Rp 000,000) Non KUD: Jumlah koperasi Jumlah anggota 24 24 24 24

100.687 15.989

100,687 27.055

100.859 30.623

100.859 9.221

342 39.095

345 38.415 14.635

425 38.484 47.275

520 176.045 100.258

Volume usaha (Rp 000,000) 29.847 Sumber: Dinas Perindagkop PM Kab. Magelang

Bab I –30

d. Pariwisata Potensi pariwisata di Kabupaten Magelang yang dapat dikembangkan dalam rangka menarik wisatawan untuk mengunjungi obyek-obyek parisiwata yaitu wisata alam, wisata budaya, wisata religi, seni budaya dan kriya. Potensi wisata tersebut antara lain : Wisata Alam : Obyek wisata Ketep dengan keindahan Panorama Gunung Merapi. Air Terjun Kedung Kayang Kecamatan Sawangan, Pos Pengamatan Babadan di kecamatan Dukun, air Terjun Sekarlangit, Air Terjun Seloprojo di Kecamatan Ngablak, Pemandian Air Hangat Candi Umbul di Kecamatan Grabag, Goa Gondopurowangi di Kecamatan Borobudur, Wana Wisata Cupu Mas Desa Sambak Kecamatan Kajoran dan sebagainya. Wisata Budaya Candi Borobudur, candi Mendut, candi Pawon, candi Canggal, candi Gunungwukir, candi Lumbung, candi Pendem, candi Aso, candi Ngawen, candi Selogriyo. Wisata Religi Langgar Agung P. Diponegoro, Makam Kyai Condrogeni, Makam Sunan Geseng, Makam Kyai Raden Santri dan lain-lain Wisata Seni Budaya dan Kriya Kesenian Tradisional, Kerajinan Cinderamata, Kerajinan Mebel / Interior, Kerajinan Makanan Khas, dan lain-lain. Dari obyek wisata yang ada di Kabupaten Magelang, belum seluruh obyek dapat menyerap pengunjung, hanya beberapa obyek saja seperti Candi Borobudur, Candi Mendut, Taman Rekreasi

Kalibening, Telaga Bleder, Taman Anggrek, Taman Rekreasi

Bab I –31

Mendut, Air Hangat Candi Umbul, serta obyek wisata Dataran Tinggi Ketep. Adapun pada tahun 2006 tercatat jumlah kunjungan wisatawan adalah sebagai berikut :
Tabel 1.26: Jumlah Pengunjung Obyek Wisata Kab. Magelang Th. 2006-2007 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Obyek Wisata Candi Borobudur Candi Mendut & Pawon TR. Kalibening Candi Umbul TR. Mendut Telaga Bleder Ketep Pass Taman Anggrek Jumlah Th 2006 1.285.304 24.588 26.400 9.539 44.417 4.110 216.385 14.970 1.625.705 Th 2007 1773.020 34.000 29.284 11.266 49.105 3.586 345.225 11.226 2.258.184

Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Magelang

Jumlah Wisatawan Asing : 85.066 orang Yang berasal dari : Asia Pasifik Eropa Amerika Timur Tengah Lainnya : 32.190 orang : 44.276 orang : 5.691 orang : 736 orang

: 2.171 orang 85.064

Sarana Penginapan, sebagai penunjang Wisata sebagai berikut: Hotel Bintang Lima : 1 Hotel Bintang Tiga : 3 Hotel Bintang Satu : 1 Hotel Non Bintang : 16

Bab I –32

3.7 Pertambangan Bahan Galian Golongan C di Kabupaten Magelang terdiri dari Andesit, Tanah Urug, Mangaan, Tras, Marmer, Kaolin, Oker, Tanah Liat, Diatome, Pasir Kuarsa, Granit, Pasir Batu. Kegiatan pertambangan di Kabupaten Magelang yang menonjol adalah marmer dan pasir batu. Namun kegiatan pertambangan pasir dan batu di kawasan Gunung Merapi belum dilaksanakan sesuai dengan usaha pertambangan yang baik dan berwawasan lingkungan sehingga telah terjadi kerusakan lingkungan akibat penambangan tersebut. Aktifitas penambangan marak terjadi dengan tanpa ijin pertambangan dan dilakukan di kawasan terlarang yang hutan lindung ataupun di wilayah bahaya lahar Gunung Merapi.

3.8 Kapasitas Pemerintah Daerah Perangkat Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang sebagai

penyelenggara pemerintahan daerah memiliki struktur organisasi dan tata kerja yaitu : 1. Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah dibantu oleh 3 Asisten Sekretaris Daerah yaitu Assisten Administrasi Pemerintahan yang terdiri dari 4 bagian yaitu Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Pemerintah Desa, Bagian Organisasi dan Aparatur serta Bagian Hukum. Assisten Administrasi Pembangunan terdiri dari 3 Bagian yaitu Bagian Perekonomian, Bagian Pembangunan, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Assisten Administrasi Umum terdiri dari 3 Bagian yaitu Bagian Informasi dan Komunikasi, Bagian Tata Usaha Sandi dan

Telekomunikasi serta Bagian Umum dan Protokol.

Bab I –33

2.

Sekretaris DPRD Sekretaris DPRD dalam menjalankan tugas dan fungsinya dibantu oleh 2 Kepala Bagian yaitu Bagian Umum serta Bagian Persidangan dan Sarana.

3.

Dinas Jumlah Dinas di Kabupaten Magelang terdiri dari 13 Dinas yaitu : a. Dinas Pertanian b. Dinas Peternakan dan Perikanan c. Dinas Perindustrian, Koperasi dan Penanaman Modal d. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi e. Dinas Kesehatan f. Dinas Pendidikan g. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat h. Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana i. j. Dinas Pekerjaan Umum Dinas Lingkungan Hidup

k. Dinas Perhubungan l. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

m. Dinas Pasar 4. Badan Jumlah Badan di Kabupaten Magelang ada 6 Badan yaitu : a. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) b. Badan Pengawasan Daerah (BAWASDA) c. Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) d. Badan Pengelolaan Perpustakaan Kearsipan dan Data Elektronik (BP2KDE) e. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) f. Badan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum (BPK RSU)

Bab I –34

5.

Kantor Kantor di Kabupaten Magelang sejumlah 5 Kantor yaitu : a. Kantor Pertambangan dan Energi b. Kantor Informasi Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan c. Kantor Pelayanan Terpadu d. Kantor Polisi Pamong Praja e. Kantor Kesatuan Bangsa dan perlindungan Masyarakat

Pada saat ini untuk melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, sedang

dipersiapkan Raperda tentang Sturtur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang. Untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Magelang pada tahun 2007, didukung oleh jumlah pegawai sebanyak 12.010 Orang, yang terdiri dari: Golongan I : 78 orang, Golongan II 2.166 orang, Golongan III : 7.917 orang, dan Golongan IV : : 2.259

orang. Dari 12.010 PNS tersebut 4.416 laki-laki dan 7.594 perempuan.
Gambar 1: Perbandingan Laki-laki dan Perempuan PNS
8 6 4 2 0 Laki-laki Perempuan
16 4,4 94 7,5

Sebaran PNS menurut tingkat pendidikan adalah sebagai berikut: SD: 238, SMP: 297, SMA: 3.456, Diploma: 5.027, S1: 2.894, S2: 96.

Bab I –35

Gambar 1.2: PNS Menurut TIngkat Pendidikan

5500 5000 4500 4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0

7 ,02 5 6 ,45 3

94 2,8

8 23

7 29

96

SD

SMP

SMA

Dip

S1

S2

Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM PNS pada tahun 2007 telah dilaksanakan Diklat dengan jumlah peserta sebagai berikut: • • • Diklat teknis fungsional Diklat penjenjangan PNS tugas belajar : 179 orang : : 128 orang 126 orang

Jumlah pelayanan perijinan yang telah dikeluarkan Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Kabupaten Magelang pada tahun 2007 meliputi 25 jenis perijinan dan ijin yang telah diterbitkan sebanyak 2.928 ijin, dengan perincian:. IMB Ijin Prinsip SIUP Ijin Usaha Penggilingan Padi Usaha Jasa Kontruksi Ijin Hak Pengusahaan Petambangan : 128 : 68 : 351 : 37 : 35 : 10

Bab I –36

4. ISU STRATEGIS DAN PERMASALAHAN Isu strategis di Kabupaten Magelang adalah sebagai berikut : 1. Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah. 2. Belum optimalnya kualitas pelayanan publik. 3. Belum optimalnya pengembangan wisata alam, budaya dan religi. 4. Belum optimalnya pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. 5. Masih rentannya keberlanjutan investasi. 6. Masih adanya rasa kurang aman akibat kemungkinan bencana alam dan rendahnya kesadaran hukum. 7. Dukungan infrastruktur masih belum optimal.

Permasalahan di Kabupaten Magelang yang dijumpai saat sebagai berikut : 1. 2. Tingkat pendapatan masyarakat rendah.

ini adalah

Masih rendahnya kualitas pendidikan dan ketrampilan masyarakat, serta pemerataannya.

3. 4. 5. 6. 7.

Masih rendahnya kualitas / derajad kesehatan masyarakat. Masih tingginya angka pengangguran dan kurangnya kesempatan kerja. Masih banyaknya jumlah rakyat miskin. Reformasi birokrasi belum berjalan optimal. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, penanganan daerah terisolir.

8. 9.

Masih kurang memadainya Pendapatan Asli Daerah. Belum optimalnya pemberdayaan SDM, SDA Daerah Obyek Tujuan Wisata.

10. Belum optimalnya pengembangan pariwisata yang memungkinkan.
11. Belum optimalnya pengembangan pertanian dan industri kecil untuk mendukung pariwisata.

Bab I –37

12. Produktivitas dan kualitas hasil pertanian masih rendah khususnya padi dan jagung. 13. Kerusakan lingkungan akibat masih adanya penambangan liter.

14. Masih rendahnya minat investor masuk Kabupaten Magelang, kurangnya modal, komoditas ekspor. 15. Penegakan hukum dan sosialisasi aturan hukum masih belum optimal. 16. Belum memadainya kesiapan dalam menghadapi bencana. 17. Belum optimalnya hubungan antar Desa. 18. Kurang optimalnya pelayanan jaringan irigasi. 19. Perlunya peningkatan percepatan pembangunan.

20. Perlunya peningkatan sarana prasarana pelayanan publik.

B.

MAKSUD DAN TUJUAN RKPD Kabupaten Magelang tahun 2009 dimaksudkan sebagai upaya untuk mengarahkan seluruh dimensi kebijakan pembangunan, pedoman atau arahan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan serta pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat mencapai sasaran dan tujuan pembangunan daerah. Tujuan dari penyusunan RKPD Kabupaten Magelang adalah : 1. Memberikan arah dan landasan berpijak bagi penyelenggaraan

pembangunan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan pengawasan sampai pada tahap evaluasi tahun anggaran 2009 2. Sebagai petunjuk operasional bagi penyelenggaraan pembangunan

Kabupaten Magelang pada tahun anggaran 2009.

C. RUANG LINGKUP Penyusunan RKPD tahun 2009 meliputi seluruh kegiatan Pemerintah,

pembangunan dan kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Magelang sesuai kewenangan yang menjadi urusan pemerintahan Kabupaten berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2007,Permendagri 13

Bab I –38

Tahun 2006,dan Permendagri 59 Tahun 2007. Adapun Urusan-urusan tersebut adalah sebagai berikut : a. Urusan Wajib 1. Pendidikan 2. Kesehatan 3. Pekerjaan Umum 4. Perumahan 5. Penataan Ruang 6. Perencanaan Pembangunan 7. Perhubungan 8. Lingkungan Hidup 9. Pertanahan 10. Kependudukan dan Catatan Sipil 11. Pemberdayaan perempuan 12. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera 13. Sosial 14. Tenaga Kerja 15. Koperasi Usaha Kecil dan Menengah 16. Penanaman Modal 17. Kebudayaan 18. Pemuda dan Olah Raga 19. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 20. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum & Administrasi Keuangan 21. Ketahanan Pangan 22. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 23. Statistik 24. Kearsipan 25. Komunikasi dan Informatika

Bab I –39

b. Urusan Pilihan : 1. Pertanian 2. Kehutanan 3. Energi dan Sumberdaya Mineral 4. Pariwisata 5. Kelautan dan Perikanan 6. Perdagangan 7. Industri 8. Ketransmigrasian Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) disusun melalui forum perencanaan partisipatif dengan melibatkan semua pelaku pembangunan di Kabupaten Magelang dalam suatu forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan

Kabupaten Magelang Tahun 2008.

D. SISTEMATIKA Sistematika RKPD Kabupaten Magelang Tahun 2009 adalah : BAB I PENDAHULUAN A. B. C. D. BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI LATAR BELAKANG MAKSUD DAN TUJUAN RUANG LINGKUP SISTEMATIKA

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH RENCANA KERJA DAN PENDANAAN RINGKASAN PENDANAAN PENUTUP

LAMPIRAN : DAFTAR PRIORITAS KEGIATAN PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2009.

Bab I –40

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.