BAB I LEMBAGA KEUANGAN (BAGIAN KEDUA

)

disusun oleh:

KELOMPOK 2
1. 2. 3. DWI RETNO SETIANINGTIAS DEVI CAHYANTI SITI ROCHMATUL MASYKUROH 071 303 100 97 101 303 100 03 101 303 100 09

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM KADIRI (UNISKA) KEDIRI 2012
1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufiq, dan hidayahnya kepada kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga kami telah berhasil menyelesaikan tugas mata kuliah “Bank dan Lembaga Keuangan (BLK): LEMBAGA KEUANGAN (BAGIAN KEDUA)” ini.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan (BLK). Sudah tentu tahap pembuatan tugas mata kuliah (makalah) ini merupakan tahapan yang penuh hambatan dan tantangan yang harus kami selesaikan tepat pada waktunya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna,oleh karenanya kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan guna perbaikan di masa yang akan datang. Akhirnya semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua, terutama dalam mendalami dan lebih mengenal bagian kecil dari fakultas ekonomi khususnya tentang akuntansi dalam hal ini adalah bank dan lembaga keuangan. Amiin

Kediri, 29 April 2012

Penulis

2

DAFTAR ISI
Halaman judul.......................................................................................................................................1 Kata Pengantar ......................................................................................................................................2 Daftar Isi ...............................................................................................................................................3 Bab I: Pendahuluan ...............................................................................................................................4 Bab II: Pembahasan A. Sekilas tentang Lembaga Keuangan .........................................................................................5 B. Fungsi Bank ..............................................................................................................................5 C. Lembaga Keuangan sebagai Lembaga Perantara......................................................................7 D. Peran Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank ...................................................................8 Bab III: Penutup..................................................................................................................................11 Bab IV: Daftar Pustaka .......................................................................................................................12

3

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH Lembaga keuangan pada dasarnya adalah lembaga yang menghubungkan antara pihak yang memerlukan dana dan pihak yang mengalami surplus dana. Pentingnya keberadaan lembaga keuangan tentu saja muncul setelah digunakannya uang sebagai alat tukar dalam perekonomian. Berdasarkan peran tersebut, lembaga keuangan memiliki dua kegiatan utama, yaitu penghimpunan dana dari unit surplus dan penyaluran dana kepada unit defisit. Menyadari pentingnya pembahasan mengenai lembaga keuangan ini, maka kami akan mencoba menguraikan tentang lembaga keuangan terutama dalam hal Fungsi Bank, Lembaga Keuangan sebagai lembaga perantara, dan Peranan Bank dan Lembaga Keuangan. B. RUMUSAN MASALAH Apa saja fungsi bank? Bagaimana lembaga keuangan berperan sebagai lembaga perantara? Apa saja peran bank dan lembaga keuangan? C. TUJUAN  Menjelaskan tentang fungsi bank.  Menjelaskan tentang lembaga keuangan yang berperan sebagai lembaga perantara.  Menjelaskan tentang peran bank dan lembaga keuangan.

4

BAB II PEMBAHASAN
A. SEKILAS TENTANG LEMBAGA KEUANGAN Lembaga keuangan adalah badan usaha yang mengumpulkan asset dalam bentuk dana dari masyarakat dan disalurkan untuk pendanaan proyek pembangunan serta kegiatan ekonomi dengan memperoleh hasil dalam bentuk bunga sebesar prosentase tertentu dari besarnya dana yang disalurkan. Lembaga keuangan dapat dikelompokkan dalam 2 bentuk, yaitu bank dan Non Bank. i. Lembaga Keuangan Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. ii. Lembaga Keuangan Non Bank adalah semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana terutama dengan jalan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkan dalam masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan. B. FUNGSI BANK Secara umum, fungsi bank adalah menghimpun dana dari masyarakatdan menyalurkannya kembali kepada masyarakat untuk berbagai tujuan atau sebagai financial intermediary (perantara di bidang keuangan). Secara lebih spesifik bank memiliki 3 fungsi, yaitu:

1. Agent of trust Yaitu lembaga yang landasannya adalah kepercayaan, baik dalam hal

penghimpunan dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menitipkan dananya di bank apabila dilandasi adanya unsur kepercayaan. Masyarakat percaya bahwa uangnya tidak akan disalahgunakan oleh bank, uangnya akan dikelola dengan baik, bank tidak akan bangkrut dan pada saat yang telah dijanjikan simpanan tersebut dapat ditarik kembali dari bank. Pihak bank sendiri akan mau menempatkan atau menyalurkan dananya pada debitur atau masyarakat apabila dilandasi adanya unsur kepercayaan. Pihak bank percaya bahwa pihak debitur tidak akan menyalahgunakan pinjamannya, debitur akan mengelola dana pinjamannya dengan baik, debitur akan mempunyai kemampuan untuk membayar pada saat
5

jatuh tempo, dan debitur mempunyai niat baik untuk mengembalikan pinjaman beserta kewajiban lainnya pada saat jatuh tempo. 2. Agent of develpment Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan perekonomian masyarakat di sektor moneter dan sektor riil tidak dapat dipisahkan. Kedua sektor tersebut selalu berinteraksi dan saling mempengaruhi. Sektor riil tidak akan dapat berkinerja dengan baik apabila sektor moneter tidak bekerja dengan baik. Kegiatan bank berupa berupa penghimpunan dan penyaluran dana sangat diperlukan bagi lancarnya kerugian perekonomian di sektor rill. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi-distribusi-konsumsi ini tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunan uang. Kelancaran kegiata investasi-distribusi-konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian. 3. Agent of services Yaitu lembaga yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Disamping melakukan kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakat. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum. Jasa ini antara lain dapat berupa jasa pengiriman uang,penitipan barang berharga, pemberian jaminan bank, dan penyelesaian tagihan. Secara ringkas fungsi bank dapat dibagi menjadi sebagai berikut a. Menghimpun dana untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana, maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu: i. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian. ii. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas. iii. Dana yang bersumber dari lembaga keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa kredit likuiditas dan call money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik dari bank yang meminjam). b. Penyalur atau pemberi kredit bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam
6

bentuk kredit kepada masayarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti dan memenuhi persyaratan. c. Sebagai penyalur dana, dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat barharga dan penyertaan, pemilikan harta tetap. d. Sebagai pelayan jasa bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu lintas pembayaran uang”. Melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya. C. LEMBAGA KEUANGAN SEBAGAI LEMBAGA PERANTARA Lembaga keuangan memiliki peran yang penting dalam perekonomian, yaitu sebagai wahana yang mampu menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat secara efektif dan efisien ke arah peningkatan taraf hidup rakyat. Lembaga keuangan merupakan penyedia jasa perantara antara pemilik modal dan pasar uang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari penabung atau lenders (unit surplus) kepada peminjam atau borrowers (unit defisit) yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan, sehingga resiko dari para investor ini beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan . Ini adalah merupakan tujuan utama dari lembaga penyimpan dana untuk menghasilkan pendapatan. Dana yang ditransaksikan bisa berupa sekuritas primer (saham, obligasi, promes, dsbg.) serta sekuritas sekunder (giro, tabungan, deposito, polis asuransi, dsbg.). Sekuritas sekunder diterbitkan oleh bank dan lembaga keuangan bukan bank untuk ditawarkan kepada unit surplus. Sebagai pendapatan, unit surplus akan mendapatkan pendapatan bunga. Dana yang dihimpun, akan disalurkan kepada unit defisit oleh bank dan lembaga keuangan bukan bank. Sebagai balas jasa, unit defisit akan membayar biaya bunga. Pada kasus lain, proses transaksi bisa terjadi saat unit defisit mengeluarkan sekritas primer yang dijual kepada bank dan lembaga keuangan bukan bank. Fungsi lembaga keuangan adalah sebagai perantara untuk mempertemukan pihak yang surplus dengan defisit. Dalam hal ini berarti lembaga keuangan memungkinkan adanya aliran dana dari Bank vs non bank Penghimpunan dana 1. Langsung merupakan simpanan masyarakat
7

2. Tidak langsung berupa kertas berharga/penyertaan/pinjama 3. Tidak langsung berupa kertas berharga/penyertaan/pinjaman. A. Bank vs non bank Penyaluran dana 1. Untuk modal kerja, investasi, konsumsi, 2. Untuk badan usaha dan individu, 3. Untuk jangka pendek, menengah dan panjang, 4. Terutama untuk investasi, 5. Terutama untuk badan usaha, 6. Terutama untuk jangka menengah & panjang

memberi pinjaman kepada peminjam. Jasa keuangan adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujuk jasa yang disediakan oleh industri keuangan. Jasa keuangan juga digunakan untuk merujuk pada organisasi yang menangani pengelolaan dana. Bank, bank investasi, perusahaan asuransi, perusahaan kartu kredit, perusahaan pembiayaan konsumen, dan sekuritas adalah contoh-contoh perusahaan dalam industri ini yang menyediakan berbagai jasa yang terkait dengan uang dan investasi. Jasa keuangan adalah industri dengan pendapatan terbesar di dunia pada tahun 2004. industri ini mewakili 20% kapitalisasi pasar dari S&P 500.

D.

PERAN BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK Bank dan lembaga bukan bank mempunyai peran yang penting dalam system keuangan yaitu: 1. Pengalihan aset (asset transmutation) Bank dan lembaga keuangan bukan bank akan memberikan pinjaman kepada pihak yang membutuhkan dana dengan jangka waktu yang telah disepakati. Sumber dana pinjaman tersebut didapat dari pemilik dana yaitu unit surplus yang jangka waktunya dapat diatur sesuai keinginan pemilik dana. Dalam hal ini bank dan lembaga keuangan bukan bank telah berperan sebagai pengalih aset yang likuid dari unit surplus ke unit defisit. 2. Transaksi (Transaction) Bank dan lembaga keuangan bukan bank memberikan kemudahan-kemudahan bagi pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi barang maupun jasa.Dalam transaksi barang maupun jasa tidak terlepas dari transaksi keuangan. Transaksi keuangan selalu diperlukan secara langsung maupun tidak langsung dalam pembelian barang. Maka produk-produk yang dikeluarkan oleh bank dan lembaga keuangan non bank yaitu giro,

8

tabungan, deposito, saham dan sebagainya merupakan penganti uang dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran. 3. Likuiditas (Liquidity) Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk-bentuk produk berupa giro, deposito, tabungan dan sebagainya. Produk-produk tersebut mempunyai tingkat likuiditas yang berbeda-beda. Untuk kepentingan likuiditas para pemilik dana dapat menempatkan dananya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dengan demikian lembaga keuangan, lembaga keuangan memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas kepada pihak yang mengalami surplus likuiditas, sama hal nya dengan pihak yang mengalami kekurangan likuiditas. 4. Efisiensi (efficiency) Bank dan lembaga keuangan bukan bank dapat menurunkan biaya transaksi dengan jangkauan pelayanan. Peranan bank dan lembaga keuangan bukan bank dalam hal ini adalah mempertemukan peminjam dan pengguna modal tanpa mengubah bentuknya. Dengan kata lain mereka memperlancar dan mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan. Adanya informasi yang tidak simetris antara peminjam dan pemberi dana dapat menimbulkan masalah insentif, disinilah peran bank dan lembaga keuangan bukan bank.  Peran Bank Sentral Bank sentral adalah bank yang merupakan pusat struktur moneter dan perbankan d inegara yang bersangkutan dan yang melaksanakan (sejauh dapat dilaksanakan dan untuk kepentingan ekonomi nasional) fungsi-fungsi nya adalah sebagai berikut : 1. Memperlancar lalu lintas pembayaran a. Menciptakan uang kartal b. Menyelenggarakan kliring antar bank umum 2. Sebagai bankir, agen dan penasehat pemerintah  Bank Sentral sebagai Bankir : a. Memelihara rekening pemerintah, b. Memberikan pinjaman sementara, c. Memberikan pinjaman khusus d. Melaksanakan transaksi yang menyangkut jual beli valuta asing e. Menerima pembayaran pajak f. Membantu pembayaran pemerintah dari pusat ke daerah g. Membantu pengedaran surat berharga pemerintah h. Mengumpulkan dan menganalisis data ekonomi  Bank Sentral sebagai Agen dan Penasehat Pemerintah
9

a. Mengadministrasi dan mengelola hutang nasional b. Memberikan jasa bunga atas hutang c. Memberikan saran dan informasi mengenai keadaan pasar uang dan modal 3. Memelihara cadangan/cash reserve bank umum, 4. Memelihara cadangan devisa Negara : a. b. Internal Reserve, untuk keperluan jumlah uang beredar Eksternal Reserve, untuk alat pembayaran internasional

5. Sebagai Bankers bank dan lender of last resort, 6. Mengawasi kredit 7. Mengawasi Bank ( Bank Supervision ) a. Prudential Supervision : Pengawasan bank yang diarahkan agar individual bank dapat dijaga kelangsungan hidupnya sehingga kepentingan masyarakat terjamin. b. Monetary Supervision : Menjaga nilai mata uang negara yang bersangkutan sehingga bank tersebut dapat menjadi penyangga kebijakan moneter maupun kebijakan ekonomi pemerintah lainnya.

10

BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN Lembaga keuangan adalah badan usaha yang mengumpulkan asset dalam bentuk dana dari masyarakat dan disalurkan untuk pendanaan proyek pembangunan serta kegiatan ekonomi dengan memperoleh hasil dalam bentuk bunga sebesar prosentase tertentu dari besarnya dana yang disalurkan. Lembaga keuangan dapat dikelompokkan dalam 2 bentuk, yaitu bank dan Non Bank. Secara umum, fungsi bank adalah menghimpun dana dari masyarakatdan menyalurkannya kembali kepada masyarakat untuk berbagai tujuan atau sebagai financial intermediary (perantara di bidang keuangan). Secara lebih spesifik bank memiliki 3 fungsi, yaitu: 1. Agent of trust 2. Agent of develpment 3. Agent of services Secara ringkas fungsi bank dapat dibagi menjadi sebagai berikut: a. sebagai penghimpun dana b. Penyalur atau pemberi kredit c. Sebagai penyalur dana d. Sebagai pelayan jasa

Lembaga keuangan memiliki peran yang penting dalam perekonomian, yaitu sebagai wahana yang mampu menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat secara efektif dan efisien ke arah peningkatan taraf hidup rakyat. Lembaga keuangan merupakan penyedia jasa perantara antara pemilik modal dan pasar uang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari penabung atau lenders (unit surplus) kepada peminjam atau borrowers (unit defisit) yang membutuhkan dana tersebut Bank dan lembaga bukan bank mempunyai peran yang penting dalam system keuangan yaitu: 1. 2. 3. 4. Pengalihan aset (asset transmutation) Transaksi (Transaction) Likuiditas (Liquidity) Efisiensi (efficiency)

11

BAB IV DAFTAR PUSTAKA
      
Budisantoso Totok, Triandaru Sigit. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta : Salemba Empat. http://id.wikipedia.org/wiki/Bank http://tau25.blogspot.com/2010/06/fungsi-bank.html http://www.scribd.com/doc/23424555/Lembaga-Keuangan-Bukan-Bank http://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-sim/bank-lembaga-keuangan-lain-2/ http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/bab-iii-peran-lemabaga-keuangan-bank-dannon-bank/ http://dwiajisapto.blogspot.com/2010/08/bank-dan-lembaga-keuangan-bukan-bank.html

12

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful