BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Salah satu proses penting dalam radiografi adalah prosedur pengolahan yang mengubah gambaran laten yang diciptakan oleh x-ray menjadi gambar radiografi. Prosedur ini memerlukan bantuan dari cairan kimia fotografi. Bidang teknologi radiologi terus berkembang menjadi lebih otomatis dan mekanis untuk

menyeimbangkan pekerjaan dengan tingkat beban kerja yang terus meningkat di klinik atau instalasi radiologi . Selama jumlah hasil rontgen yang diproduksi setiap hari meningkat, metode pengolahan film-film ini lebih cepat menjadi sebuah kebutuhan. Akibatnya, prosesor otomatis telah berkembang dari proses manual dan sekarang digunakan banyak rumah sakit. Proses pengolahan otomatis menyediakan sarana pengolahan kualitas film secara lebih tepat waktu. Peralatan tersebut sangat kompleks dan proses ini jauh lebih bersih. Waktu pemrosesan bervariasi dari mesin ke mesin, berkisar dari 90 detik ke sembilan menit. Sebagai perbandingan, proses manual membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 1-1/2 jam untuk sebuah film benar-benar kering. 1.2. Prinsip Dasar Beberapa perusahaan produsen prosesing otomatis dan mereka semua beroperasi pada prinsip dasar yang sama.Tetapi terdapat sedikit variasi antara produk dari produsen yang berbeda, Produsen akan memberikan data spesifik pada jenis yang digunakan dalam fasilitas medis. Proses otomatis menggunakan prinsip yang sama seperti prosesing manual dengan perubahan dalam larutan dan
1

suhu untuk memberikan waktu proses lebih cepat. Prosesor otomatis terdiri dari sistem dasar - sistem transportasi, sistem sirkulasi dan filtrasi, sistem pengisian, sistem pengubah, dan sistem pengering. Sistem dasar ini ditemukan di semua prosesing. Oleh karena itu, dengan mempelajari bagaimana cara kerjanya, Anda akan memahami pengoperasian semuanya dan memiliki pengalaman tentang kerusakan untuk menyesuaikannya. Sistem yang akan dibahas secara terpisah sehingga peran setiap sistem dalam siklus pengolahan dapat divisualisasikan.

2

BAB II AUTOMATIC PROCESSING X-RAY

Gambar 1 Komponen Automatic processing

3

2.1. Sistem Transportasi Roler Sistem roler transportasi terdiri dari, penggerak utama, dan sejumlah roler penggerak film pada tangki cairan. a. Ketika film ini ditempatkan di baki dua roler menarik film tersebut ke dalam mesin. Sebuah tombol mikro biasanya digunakan sebagai alat pengaman untuk memperingatkan operator ketika lebih dari satu film ditempatkan dalam mesin pada saat yang sama. Juga, saklar mikro akan aktif ketika sistem sedang beroperasi. b. Film ini bergerak sirkuler melalui jalurnya dan vertikal ke bawah masuk ke dalam cairan developer melalui serangkaian roler menyusun mengitari

susunan roler lalu bergerak vertikal ke atas, melewati rol yang lain. Bergerak dengan cara yang sama melalui bahan kimia. c. Roler bergerak melewati rangkaian roler melalui poros penggerak utama dijalankan oleh motor penggerak. Melalui serangkaian roda gigi, gir, gerak mekanik yang diberikan kepada rol dari penggerak utama.

Gambar 2 .Transportasi roler
4

2.2. Sistem Sirkulasi Penyaringan Pergerakan sistem roller menekan emulsi film masuk dan keluar dari developer, fixer dan air, memberikan proses untuk membangkitkan dan

meningkatkan kecepatan reaksi. Sistem ini digunakan untuk meningkatkan reaksi. Pompa sirkulasi untuk menyaring cairan melalui filter untuk menjaga bahan kimia bercampur dan juga menjaga tetap bersih dalam keadaan

agitasi. Nilai batas penyaringan air Penyaring air : filter 50 µm, tiap 3 bulan diganti, water flux : 0,95 – 5,7 l/min

2.3.. Sistem Replenisher a. Setiap film melewati prosesing otomatis, akan merubah bahan kimia dari developer dan fixer. Untuk mengimbangi kekurangan yang dihasilkan, cairan developer baru dan fixer dalam jumlah tertentu yang diukur memompa cairan ke dalam tangki. b. Ada dua tangki, yang disebut replenisher tangki, di mana fixer dan developer disimpan. Tank-tank dilindungi dengan penutup debu dan untuk mengurangi oksidasi. c. Ketika film ini awalnya dimasukkan ke dalam processing, maka akan pompa replenisher

mengaktifkan tombol mikro, tombol mikro menyalakan dan cairan baru dipompa ke dalam system tambahan.

d. Tangki pengisian harus diperiksa mingguan dan diisi ulang secara berkala. Perawatan harus dilakukan untuk memastikan bahwa cairan yang tidak terkontaminasi.

5

Gambar 3. system Replenishmen 2.4. Sistem Pemanasan a. Sifat kimia dari prosesing otomatis diatur dan dikendalikan oleh sistem pemanasan. Seperti dalam proses manual, ada hubungan antara waktu dan suhu. (Misalnya, bahan kimia yang lebih aktif dan atau lebih tinggi suhunya membutuhkan waktu lebih sedikit pada developer). Untuk mempertahankan suhu yang diinginkan pada developer dan fixer, perangkat pemanas dan thermostat otomatis digunakan. Cairan dilewatkan melalui katup pencampuran, sehingga 4 atau 5 derajat celcius di bawah suhu yang diinginkan, dan kemudian dipanaskan ke suhu yang diinginkan oleh elemen pemanas dalam mesin. Suhu yang diperlukan akan bervariasi dari mesin ke mesin. Gunakan temperatur yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat berdasarkan pada jenis bahan kimia dan waktu yang dibutuhkan untuk diproses. Suhu biasanya akan lebih tinggi dalam mesin maka lebih cepat panas. Selama pertukaran panas, cairan tersebut harus pada suhu yang sama. Variasi temperatur tidak lebih dari 2 derajat. b. Suhu air pembilas dikendalikan oleh katup pencampuran yang mencampur air panas dan dingin. Sebuah alat ukur termometer terletak antara katup dan tangki cuci dekat katup pencampuran. Biasanya katup penutup terletak antara
6

termometer dan katup pencampuran sehingga pengaturan kembali dari katup pencampuran tidak dibutuhkan pada setiap waktu air mengalir dimatikan.

2.5. Sistem Pengering Terdiri dari blower, lubang ventilasi, ventilasi tabung pengering dan sistem pembuangan. Carakerjanya ada pemanas untuk memanaskan udara dan blower untuk memindahkan udara ke sekitar film . Harus ada sistem pembuangan yang baik untuk mengeluarkan udara yang hangat dan lembab sehingga hanya panas yang tersisa, udara kering diarahkan ke film ketika film bergerak melalui sistem transportasi roller. Ada lubang di ujung tabung dan celah sepanjang sisi tabung udara untuk mengarahkan udara ke film. 2.6. Cairan Kimia a. Komponen kimia dari bagian ini. Produsen akan memberikan instruksi

meliputi urutan dalam pencampuran, kekuatan larutan, dan suhu yang akan digunakan. Komponen kimia yang digunakan biasanya diidentifikasi sebagai tipe A dan tipe B, dalam beberapa kasus, tipe-tipe tersebut akan disebut bagian A, B, dan C. Bagian yang terakhir tipe yang diberikan (B atau C) berisi bromida, cairan akan digunakan dalam cairan dasar tambahan. b. Kontaminasinya cairan selalu menjadi masalah. Cairan yang di pisahkan kedalam tangki stainlesteel yang mirip dengan tangki yang digunakan dalam proses manual. Pergerakan film dari satu tangki ke tangki yang lain secara berulang dilakukan . Tank membutuhkan perawatan menjaga kualitas prosesing.
7

tetapi bukan cairan

secara berkala untuk

Gambar 4. Cairan developer dan fixer 2.7. Sistem Kelistrikan Dalam urutan mengoperasikan prosesing, harus ada sumber listrik. Prosesing itu sendiri memiliki sistem listrik yang sangat kompleks. Karena kompleknya sistem kabel dan rangkaiannya, tidak akan dibahas dalam bagian ini. Namun, operator harus menyadari beberapa pertimbangan yang sangat umum. Prosesing memiliki pemutus sirkuit dan menjadi ground yang baik. Sejak bervariasinya sistem kabel dan dikontrol secara terpisah, ada switch terpisah untuk motor

penggerak utama dan untuk pengering udara, sirkulasi, suhu, dan sistem pengisian. Operator harus mengerti dengan urutan dari switch dan sikering untuk masing-masing sistem.

2.8. Pengoperasian Prosesing Otomatis a. Awal Pengoperasian (1) Buka kran air pembilas dan katup tangki pengisian. (2) Hidupkan semua saklar. (3) Biarkan 15 menit untuk pemanasan cairan. (4) Buka penutup prosesing. Putar roda gigi dan bersihkan rol dengan spons basah atau kain. Lap rol stainless steel dan pelat developer. Hal
8

ini harus dilakukan setiap kali telah mesin dioperasikan cukup lama untuk bahan kimia yang mengering pada roller. (5) Periksa permukaan dalam tangki prosesing dan tangki pengisian.

Periksa aliran air pembersih (6) Periksa filer air (7) Masukkan film kedalam prosesing dan sesuaikan ukuran aliran untuk tingkat pengisian yang benar. (8) Pasang kembali penutup prosesing lalu pengering. (9) Pastikan semua penutup dan panel di tempatnya. (10) Jalankan film pembersih untuk membersihkan roler, yang terenda cairan. Jangan menggunakan kain pembersih. (11) Pastikan developer dan air pembersih telah stabil pada suhu yang tepat. b. Feeding Film (1) Tempat film di tray input prosesing dan dorong sampai roler periksa rangkaian rol

menariknya. (Lihat rekomendasi pabrik untuk petunjuk lengkapnya.) (2) Ketika indikator bunyi berbunyi, tandanya prosesing siap diisidengan film lain. c. Selama Operasi. (1) Lihat pengisian dan aliran air sesekali. (2) Lihat air pembersih dan termometer developer sesekali. d. Menghentikan. (1) Matikan semua switch.
9

(2) Buka cover dan bersihkan dengan spons basah atau kain. Gunakan alas bukan logam untuk kotoran membandel dan bahan kimia. (3) Bersihkan rol stainless stell dan periksa bahwa putaran roller bebas dari noda dan kemudian pasang penutupnya. (4) Bersihkan roller pengering. (5) Siram bak di bawah tangki cairan (6) Lap zat kimia yang menempel pada processing. (7) Matikan air pembersih. (8) Untuk mencegah berkarat, biarkan tutup pengering dan prosesing terbuka sedikit ketika mesin tidak berjalan. e. Posisi diam (1) Untuk mengatasi pekerjaan darurat pada malam hari atau selama

masa-masa sepi lainnya, biarkan hanya tombol pemanas dan pengering tetap menyala.. Kemudian, ketika switch lain diaktifkan, mesin siap untuk memproses. (2) Juga biarkan katup terbuka pada saat air pembilas dingin mengisi untuk penggantian air yang panasnva. (3) Untuk menghemat waktu, putar switch lainnya sebelum memproses film.

f. Melepaskan Film Tersumbat. (1) Lembar film. (a) Biarkan prosesing tetap menyala (b) Buka penutup prosesing di depan tumpukan film.
10

(c) Lepaskan film pada titik itu untuk menghindari lagi film yang menumpuk. Masukan film ke dalam tangki berisi air untuk

mencegah film saling menempel. (d) Atasi film tersumbat. Matikan sirkulasi, jika susunan roler telah dipindahkan. (e) Lepaskan film di dalam susunan roler yang dekat dengan titik sumbatan. (f) Menentukan penyebab sumbatan dan memperbaiki sumbatan. (2) Roll film. (a) Matikan prosesing (b) Potong film. (c) Bersihkan film dari rangkaian roler g. Ukuran waktu pemrosesan (a) Jumlah waktu yang dibutuhkan fil melewati proses pencucian dengan rentang waktu antara45-210second (b) Jenis film, temperature dan ukuran replenishmen menentukan waktu pemrosesan. Table ukuran waktu pemrosesan pada tiap cairan dan pengering: Waktu Pemrosesan Developer Fixer Wash dryer 20-25secs 20 secs 20 secs 25-30 secs

11

BAB III PROGRAM KUALITAS CONTROL DAN JAMINAN KUALITAS PROSESING OTOMATIS

Jadwal perawatan prosesing dapat dilakukan secara teratur dalam urutan perawatan dan mencegah kerusakan . lihat catatan pemeliharaan dan perawatan pada manual operators. Ikuti pemeliharaan yang telah di tentukan. Mengingat bahwa pemeliharaan sangat penting. Ikutilah jadwal yang ditetapkan 3.1. Perawatan 1. Perawatan harian a. Sebelum prosesing automatic dinyalakan:  Buka tutup processing, cek keadaan cairan developer, fixer, dan air.  Periksa suhu cairan  Periksa pH larutan.  Periksa warna dan bau dari cairan  Periksa ukuran larutan pada tangki  Periksa tangki replenishmen.  Periksa selang karet tangki replenishmen untuk menghindari

selang menekuk atau bocor.  Periksa kecepatan pengisian replenishmnen  Tempatkan pipa saluran air dengan kedudukan yang tepat.  Nyalakan air dan periksa bahwa tangki air telah terisi.  Bersihkan bagian permukaan luar mencakup tray alur masuknya film dan tempat keluarnya film.  Bersihkan penutup tangki.  Periksa kebersihan sekitar bagian dalam prosesing.  Tempatkan kembali plat pengarah alur film dan penutup tangki.

12

b. Prosesing automatic dinyalakan :  Nyalakan tombol prosesing, (tombol kecil manual pada penutup tangki.)  Dengarkan apakah ada suara yang tidak normal atau terjadi getaran.  Periksa system penggerak film.  Periksa system kerja pengisian replenishmen.  Lakukan satu proses tes prosesing dengan menggunakan film 35 x 43 cm (jangan dilakukan pada proses pencucian film )  Periksa proses pembersihan film, masukkan film ke dua bila dirasakan perlu.  Periksa operasional prosesing sampai kondisi tanpa suara yang janggal dan sampai kondisi normal.  Tempatkan kembali penutup prosesing c. Operasional normal prosesing automatic  Ikuti instruksi pengoperasian  Respek terhadap beberapa suara yang tidak normal, perubahan dalam pengoperasian, kebocoran atau kerusakan pada film yang diproses  Jangan menarik film yang telah di tarik oleh roler pada saat proses pencucian. d. Prosesing otomatis dimatikan :  Tombol prosesing mati  Buka penutup prosesing. Ingat penutup prosesing bila dibuka tidak akan bisa beroperasi, tetapi bila perlu untuk menyalakannya ada tombol kecil untuk mengoperasikannya. (lihat petunjuk

pemeliharaan.)  Tempatkan kembali penutup prosesing, tinggalkan sedikit celah untuk menghindari penguapan dan pengembunan cairan dan

menghindari mengencernya cairan.  Pintu kamar gelap dibuka untuk system ventilasi.  Tulis semua hasil pemeriksaan dan laporkan hasilnya.
13

2. Perawatan mingguan  Ikuti aturan perawatan pabrik.  Cek suhu cairan, untuk developer.  Bandingkan dengan beberapa aturan di instalasi dan recommendasi pabrik Sesuaikan bila diperlukan  Periksa kecepatan tangki pengisian replenishmen, Sesuaikan bila diperlukan  Buka dan bersihkan semua rangkaian dalam roler dan tangki cairan dengan air panas.  Periksa untuk fungsi yang benar pada semua prosesing automatik, bisa digunakan atau tidak.  Periksa batang penggerak utama roler dan rangkaian penggerak.  Cek semua alur selang pengisian dan pembuangan cairan.  Cek system pengering film.  Cek filter air.  Servis pada ahlinya untuk pemeliharaan yang di recommendasikan dari pabrik.  Laporkan semua kerusakan 3. Perawatan bulanan.  Ikuti aturan perawatan pabrik.  Periksa semua rangkaian dan komponen penggerak roler.  Periksa system kelistrikan.  Periksa system pemanas cairan  Bersihkan filter air.  Bersihkan tangki replenishmen dan siram selangnya.  Buang sisa bahan kimia dalam tangki replenishmen.  Bersihkan sub komponen alat pengolah seperti roller transport system, bak larutan kimia pompa-pompa larutan repenishmen, air dll dari kerak atau kemacetan system penggerak, atau tergantung beban kerja alat.  Keringkan semua tangki cairan developer dan fixer, bersihkan dan isi kembali dengan cairan yang baru.
14

 Untuk alternatif pemeriksaan cairan, bila dibutuhkan untuk diganti maka gantilah sesuaikan dengan beban kerja prosesing.  Servis pada ahlinya untuk pemeliharaan yang di recommendasikan dari pabrik bila dirasa perlu.  Laporkan semua kerusakan. 4. Perawatan tahunan  Servis prosesing automatik kepada unit servis yang ditentukan oleh penyedia alat. 3.2. Laporan pemeliharaan 1. Catatan pemeliharaan:  Jika ada hal-hal yang perlu di catat untuk semua prosedur quality control, perawatan dan perbaikan dapat lolos.  Catat semua bagian pembelian  Catat semua pengeluaran  Periksa secara berkala , perbaikan, biaya-biaya dan kualitas untuk citra radiografi. 2. Dengan pemeriksaan dan prosesing digunakan dengan benar maka akan:  Sedikit gangguan  Sedikit penurunan waktu  Menekan biaya perawatan  Lebih efisien  Pekerjaan yang lebih puas 3. System pemeriksaan mekanik: a. Harian b. Mingguan c. bulanan d. Tahunan dengan tenaga servis , Jenis yang akan di periksa:  Sambungan listrik dan kabel  Micro switches  Audio signal
15

 Pemanas dan pengukur suhu  Penggerak  Penggerak roler  Pompa  Selang

4. Suhu cairan :  Suhu pada developer biasanya adalah kira-kira 35-37derajt celcius (lihat zat kimia dan film recomendasi pabrik).  Suhu pada fixer kurang dari atau sama dengan developer.  Suhu Developer dapat di uji secara teratur.
Cairan Developer Fixer Wash Dryer Suhu 35° C 35 ° C 32-35 ° C 57 ° C pH 9,7-10,7 4-5

5. Pemeriksaan suhu : a. Frekuensi untuk pemeriksaan  Harian b. Alat yang diperlukan:  Thermometer non air raksa ( lebih baik yang digital). c. Caranya:  Uji pada waktu yang sama untuk beberapa hari, bilamana mempunyai suhu yang stabil.  Tempatkan thermometer pada developer.  Baca saat pada developer  Hubungkan bacaan thermometer dengan temperatur yang telah baca sebelumnya. d. Evaluasi:
16

 Bandingkan uji temperatur dengan :  Suhu rekomendasi pabrik  Suhu yang telah di tentukan  Tulis suhu harian pembanding  Dapat dibuat grafik untuk menampilkan variasi tiap waktu.  Lihat untuk variasi suhu:  Terlalu tinggi  Terlalu rendah  Standar e. Tindakan ;  Biasanya beberapa perbedaan antara satu atau dua tingkat masih dapat dicari.  Periksa penyebab terbesar:  Pemanas  Pengukur panas  Melakukan Uji dengan waktu yang berbeda tiap hari  Suhu developer pengoperasian.  Jika dibutuhkan, hubungi ahli servis prosesing automatic. tidak melebihi tingkat pengoperasian setelah

f. Sistem Replenishmen cairan developer dan fixer Biasanya dengan penambahan manual, tetapi penambahan secara otomatis diatur ukurannya dan aktivitasnya untuk cairan kimia

prosesing. Pompa dengan sendirinya mengisi developer dan fixer ke tangki setiap saat film dimasukan ke prosesing. Angka penambahan bisa diatur dan di variasikan pabrik. Replenishment rate : taklebih dari yang direkomendasikan

Developer Fixer

60 –600 ml / menit 80 – 800 ml / jam
17

3.3 Indikator Pemantauan Kendali Mutu Pemantauan kerja alat merupakan bagian terpenting dari kendali mutu pengolahan film otomatik. Pengendalian mutu radiograf agar konsisten dari waktu ke waktu ditentukan oleh dry-to-dry film processing. Dengan

melakukan aplikasi sensitometry terhadap pengolahan film otomatik setiap hari dan dikombinasi dengan pengecekan semua variable yang berpengaruh terhadap aktivitas larutan kimia maka unjuk kerja yang optimal dari pemrosesan film otomatik setiap hari dan dikombinasi dengan pengecekan semua variable yang berpengaruh terhadap aktivitas larutan kimia maka ujuk kerja yang optimal dari alat pemroses film otomatik dapat terjaga dari waktu ke waktu. Disamping itu, gangguan-gangguan alat bersifat sederhana yang dapat mereduksi kualitas output pemrosesan film dapat terdeteksi secara dini pula. 3.3.1 Tujuan Mengetahui kinerja alat pengolahan film otomatik radiograf sehingga dapat terjaga kualitas nya dari waktu-kewaktu. ketidak benaran kontrol prosesing menyebabkan 13 % film reject Mengetahui performa dan gangguan teknis alat dengan melakukan analisa terhadap processing chart (density difference, mid density dan fog) 3.3.2 Alat yang digunakan : 1. Sensitometer elektronik ( bila pembuatan film strips tidak dengan sinar-x) 2. Densitometer 3. Film sinar-X (dari box film dengan film batch yang sama) 4. Processor control chart 5. kalkulator
18

6. Milimeter blok

3.3.3 Cara kerja 1. Pastikan alat pengolah film otomatik telah mengikuti warm up procedur minimal 30 menit 2. Dengan metode light sensitometer, buat 6 buah film strips pada hari pertama dan proses film-film tersebut dengan alat pengolah film otomatik yang sama guna menentukan base line kinerjanya. 3. Ukuran densitas optis 6 film strip, tabulasikan data baca densitas sesuai masing -masing stepnya dan hitung nilai rata-ratanya,

sehingga didapatkan satu set data densitas optis base line. 4. Gambarkan kurva H & D dan tentukan daerah straight line portion, dan tetapkan serta catat data titik densitas B +Fog , maksimum, minimum dan mid density film dengan cara sebagai berikut:  Kurva sensitometri atau kurva HD (Hurter & Driffield) adalah kurva yang menunjukkan tingkat / derajat kehitaman (optical density – OD) untuk menilai : Kontras , speed (sensibility) dan nilai base+fog (D min) dari film hasil prosesing  Densitas pada daerah yang lurus (straight portion / linear range) dari kurva digunakan untuk menunjukkan film latitude (gray scale).  Kontras pada daerah straight portion antar point /step berada pada densitas 0,24 dan 2,0 di atas base+fog (contrast index , D = 2,4+Dmin).  Speed adalah inverse dari expose (dalam Roentgen) berada pada area OD = 1,0 diatas base + fog (Speed index =

19

1,00+Dmin). Fast film ditunjukkan dengan less exposure ≈ OD (slow film).  Speed step yang paling dekat adalah dengan nilai 1,2 (1,0+base+fog). Penilaian  Dmin  Speed index  Contrast index 5. = 0,16 < Dmin < 0,25 = Dopt = 1,00 + Dmin = Dopt = 2,40 + Dmin

Lakukan secara berulang setiap hari semua prosedur di atas selama alat pengolah film otomatis masih digunakan.

3.3.4 Frekuensi uji setiap hari (daily) sebelum alat pengolahan film otomatik digunakan: 1. Penilaian dan evaluasi untuk memonitor kinerja alat pengolah film otomatik dapat dibaca berdasarkan interpretasi terhadap processor control chart untuk observasi terhadap variable density difference (contras index) dan mid density (speed index). Toleransi diperkenankan < + 0,15, Fog (Fog index) + < 0,05 2. Identifikasi gangguan sederhana pada alat pengolah film otomatik dapat dirujuk kepada informasi sebagaimana table berikut:

20

Problem Speed dan kontras

Penyebab indek 1. Suhu developer terlalu tinggi 2. Developer berlebihan mengalami replenishmen

bertambah tinggi (melampaui upper limit level + 15 % base line). Speed dan contras

indeks 1. Developer terperatur terlalu rendah 2. Developer replenishmen 3. Film transport speed mengalami mengalami under

memburuk (melampaui lower limit level + 15% of base line)

peningkatan developer resirkulasi yang jelek Speed dan fog indeks bertambah 1. Developer mengalami kontaminasi tinggi ( melampaui upper limit level) Contras indeks memburuk ( melampaui lower limit level + 5% of base line) 2. Safetylight yang keliru 3. Test terhadap strep fog keliru atau membutuhkan box film yang lebih baik kondisinya

21

Gambar 5. HD Curve dengan step wedge dan Gambar density curve dengan sensitometer
22

BAB IV KESIMPULAN 4.1. Ringkasan Aktivitas larutan kimia dipengaruhi beberapa variable, termasuk diantarnya adalah suhu larutan, replenishment rate, pH larutan specific

gravity dan kesempurnaan campuran larutan. Pengecekan terhadap variable ini sebaiknya dilakukan secara rutin setiap hari sesuai rekomendasi pabrik (Daily). Pembersihan alat. Prosedur pembersihan alat dimaksud untuk melepas dan membersihkan subkomponen alat pengolah otomatik seperti roller transport system, bak larutan kimia dan lain-lain dari kerak atau kemacetan system penggera. Prosedur ini dilakukan enem bilan sekali (semi-annually) atau tergantung beban kerja alat mengacu rekomendasi pabrik. Perawatan dan pemantaun kinerja alat. Prosedur ini dilakukan secara regular seminggu sekali (weekly) atau tergantung beban kerja alat. Perawatan sub komponen khusus pada pompa-pompa larutan replenishment dan air sebaiknya dilakukan secara periodik sebulan sekali (montly) atau tergantung beban kerja alat mengacu rekomendasi pabrik. Pemantauan kerja alat merupakan bagian terpenting dari kendali mutu pengolahan film otomatik. Pengendalian mutu radiograf agar konsisten dari waktu ke waktu ditentukan oleh dry-to-dry film processing. Dengan melakukan aplikasi sensitometry terhadap pengolahan film otomatik setiap hari dan dikombiasi dengan pengecakan semua variable yang berpengaruh tehadap aktivitas larutan kimia maka unjuk kerja yang optimal dari pemrosesan film otomatik setiap hari dan dikombinasi dengan pengecekan semua variable yang berpengaruh terhadap aktivitas larutan kimia maka ujuk kerja yag optimal dari alat pemroses film otomatik dapat terjaga dari waktu ke waktu. Disamping itu, gangguan-gangguan alat bersifat sederhana yang dapat mereduksi kualitas output pemrosesan film dapat terdeteksi secara dini pula.
23

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful