Alergi URTIKARIA PENATALAKSANAAN Antihistamin H1 Dipenhidramin HCI i.m. D: 10-20 mg/dosis,3-4 kali/24 jam.

A: 0,5 mg/kg/dosis, 3-4 kali/24 jam Klorpheniramin maleat D: 3-4 mg/dosis,3 kali/24 jam. A: 0,09 mg/kg/dosis, 3 kali/24 jam Hydroxyzine HCI D: 25 mg/dosis,3-4 kali/24 jam. A: 0,5 mg/kg/dosis, 3 kali/24 jam Terbaik untuk urtikaria kronis, urtikaria dermatografik dan urtikaria kolinergik. Mempunyai efek anti stress. Dapat kombinasi dengan antihistamin H1 lainnya. Cyproheptadin HCI D: 4mg/dosis, 3-4 kali/24 jam Loratadin 10 mg/dosis 1 kali/hari Cetirizin 10mg/dosis 1 kali/hari Kombinasi antihitami H1 dan antihistamin H2 (Tablet Cimetidine 200-400mg, 2-4 kali/hari atau 1x 800mg waktu tidur malam) Untuk urtikaria dermatografik, urtikaria dingin dan urtikaria kronis Kortikosteroid Digunakan pada urtikaria yang akut dan berat Akibat reaksi tipe III Prednison D: 5-10 mg/dosis, 3 kali/24 jam. A: 1 mg/KgBB/hari Deksametason D: 0,5-1 mg/dosis, 3kali/24 jam. A: 0,1 mg/KgBB/hari Kombinasi dengan antihistamin, diberikan selama 2 minggu, biasanya sesudah ini tidak kambuh. Adrenalin injeksi subkutis, untuk yang akut, sangat dan luas (Angioedema + sesak, Urtikaria seluruh tubuh dan urtikanya tebal) D: 0,3-0,5 ml/kali, dapat diulang 15-30 menit kemudian A: 0,1-0,3 ml/kali (BB < 35kg) Tablet Ephedrin D: 2 x 0,5 tablet minimal selama 3 hari A: 0,2-0,3 mg/kgBB/kali 2-3 kali/hari Pengganti injeksi adrenalin. DERMATITIS KONTAK PENATALAKSANAAN Penanganan dermatitis kontak yang tersering adalah menghindari bahan yang menjadi penyebab. Pengobatan medikamentosa terdiri dari: Pengobatan sistemik: Kortikosteroid, hanya untuk kasus yang berat dan digunakan dalam waktu singkat. Prednison D: 5-10 mg/dosis, 2-3 kali/24 jam A: 1 mg/KgBB/hari Deksametason D: 0,5-1 mg/dosis, 2-3 kali/24 jam A: 0,1 mg/KgBB/hari Triamsinolon D: 4-8 mg/dosis, 2-3 kali/24 jam A: 1mg/KgBB/hari

Antihistamin Klorfeneramin maleat D: 3-4 ing/dosis, 2-3 kali/24 jam A: 0,09 mg/kg/dosis, 3 kali/24 jam Difenhidramin D: 10-20 mg/dosis i.m 1-2 kali/24 jam A: 0,5 mg/kg/dosis, 1-2 kali/24 jam Loratadin D: 1 tablet/hari Pengobatan topikal: Bentuk akut dan eksudatif diberi kompres larutan garam faal (NaCL 0,9%) Bentuk kronik dan kering diberi krim hidrokortison 1% atau diflukortolon valerat 0,1% atau krim betametason valerat 0,005-0,1 % DERMATITIS SEBOROIK PENATALAKSANAAN Terapi farmakologis meliputi: Preparat anti fungi untuk menurunkan kolonisasi yeast yang bersifat lipofilik Preparat anti inflamasi Terapi Skuama melekat dan tebal pada bayi: minyak mineral hangat, dibiarkan 8-12 jam, skuama dilepas dengan sikat halus, lalu dilanjutkan dengan shampoo yang tepat. Shampoo anti dandruff yang mengandung: Selenium sulfide 1,8%, atau Pyrithion zinc 1-2%, atau Ketokonasol 2% yang diberikan setiap hari atau selang sehari Untuk skuama yang tebal dan difus: Minyak mineral hangat/olium olivarum dilanjutkan dengan shampoo tar Kombinasi coal tar dan keratolitik Losio kortikosteroid 1-3 kali sehari, atau salep asidum salisilikum 5 Krem hidrotorkison 1% dapat ditambahkan 1-2 kali sehari untuk menekan eritema dan gatal Obat sistemik Tablet kortikosteroid (prednison atau deksametason) Dosis 2-3 kali 2 tablet sampai keadaan membaik. Lalu dosis diturunkan secara bertahap. Tablet ketokonazol (kemasan 200 mg) Dosis 1 kali 1 tablet selama 3 minggu DERMATITIS SEBOROIK INFANTIL PENATALAKSANAAN Bila lesi terbatas pada scalp (cradle cap): Baby oil dan sisir yang lembut dapat mengangkat skuama/krusta Untuk anak yang lebih tua atau remaja, sampo yang mengandung selenium sulfide, zink pyrithione, tar atau ketokonazole 2-3x/minggu Losion kortikosteroid Bila lesi pada wajah atau area popok: Ketokonazol kream Topikal steroid potensi rendah SINDROMA STEVENS- JOHNSON PENATALAKSANAAN Perawatan di tempat khusus untuk mencegah infeksi Mengidentifikasi dan menghentikan pemakaian obat penyebab

Perbaikan terhadap keseimbangan cairan, elektrolit dan protein (sebaliknya pertama kali diperiksa BJ Plasma). Pemberian glukokortikoid misalnya metal prednisolon 80-120 mg per oral (1,5-2mg/KgBB/hari) atau pemberian deksametason injeksi (0,15 – 0,2mg/KgBB/hari) Pemberian antibiotik untuk infeksi, dengan catatan menghindari pemberian sulfonamide, dan antibiotik yang sering juga sebagai penyebab SJS misalnya penisilin, cephalosporin. Sebaiknya antibiotik yang diberikan berdasarkan hasil kultur kulit, mukosa dan sputum. Dapat dipakai injeksi gentamisin 2-3 x 80mg iv. (1-1,5 mg/KgBB/kali). Hematokrit, blood gases, keseimbangan cairan dan elektrolit selalu dimonitor Pemberian makanan TKTP (tinggi karlori tinggi protein) Perawatan dan pengobatan kelainan mata. ERITRODERMA PENATALAKSANAAN Perawatan umum: Perbaiki cairan tubuh Eliminasi faktor-faktor pencetus antara lain: Diet pantang ikan laut Hindari sinar matahari Mandi tanpa sabun/mandi dengan sabun pH netral Pemberian kortikosteroid secara sistemik (jika diagnosis psoriasis disingkirkan) dengan cara “tapering off”: Prednison 3 x 10 mg, 2 x 10 mg, 1 x 10 mg, 1 x 5 mg, atau Deksametason 3 x 1 mg, 2 x 1 mg, 1 x 1 mg Bila perlu dapat diberi antibiotika untuk mencegah infeksi sekunder: Eritromisin 3-4 x 250-500 mg/hari selama 7-10 hari. Antihistamin/antipruritus: CTM 3 x 1 tablet Perawatan topikal: Bila masih menggigil, penderita tidak boleh mandi dulu. Setiap pagi seluruh tubuh diolesi oleum cocos Untuk kulit yang terlalu kering dapat digunakan krim hidritorkison 1%. DERMATITIS NUMULARIS PENATALAKSANAAN Topikal: bila lesi basah dikompres misalnya dengan solusi garam faali (PZ), setelah kering dilanjutkan dengan terapi krim kortikosteroid topikal. Bila kulit kering, diberkan emolien/salep. Sistemik: dapat diberikan antibiotika seperti eritromisin dan bila perlu kortikosteroid jangka pendek. PRURIGO VON HEBRA PENATALAKSANAAN Topikal: keratolitik, kortikosteroid, kombinasi antibiotika. Antihistamin. Kortikosteroid intralesi. Eritro Papulo Skuamus Dermatosa PSORIASIS VULGARIS PENATALAKSANAAN Dalam penatalaksanaan Psoriasis perlu diperhatikan mengenai Luasnya lesi kulit Lokalisasi lesi kulit

Umur penderita. Ada tidaknya kontra indikasi terhadap obat yang akan kita berikan. Pengobatan kausal belum dapat diberikan, sehingga pengobatan ditujukan untuk: Menghilangkan faktor-faktor yang dianggap sebagai pencetus timbulnya psoriasis antara lain: stress diberikan sedative, fokal infeksi dapat berupa tonsillitis, gigi karies, investasi parasit harus diberantas. Menekan/menghilangkan lesi psoriasis yang telah ada meliputi: Pengobatan topikal. Biasanya digunakan salep/krim yang mengandung steroid, tar (salep LCD 5%), Kalsipotriol atau Takrolimus. Pengobatan sistemik Untuk lesi yang luas digunakan methotrexate. Pengobatan kombinasi: Psoralen sistemik dengan penyinaran ultra violet (PUVA) Kombinasi obat topikal dan sistemik. PITIRIASIS ROSEA PENATALAKSANAAN Antihistamin Bedak mengandung asidum salisilikum Steroid topikal/sistemik, bila parah Konseling ERITROKERATODERMA VARIABILIS PENATALAKSANAAN Acitretin 0,5-1,0 mg/kg/hari sangat efektif. Atau bias mempergunakan isotretinoin. Pemakian bahan topical tergantung paa gejala klinis dan difokuskan pada hidrasi, lubrikasi dan keratolitik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful