LAPORAN PRAKTIKUM BK KARIER DI SMK N 2 SINGARAJA

Oleh : Kelas 4D  Komang Seniawati  Ferra Windystefany (1011011112) (1011011133)

 Ni Kadek mawarmianingsih (1011011128)

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2012

1

BAB I PENDAHULUAN

a.

Masalah-masalah Tentang Karier yang Terjadi di SMK N 2 Singaraja,

Terhadap Siswa Kelas XI. B Tata Busana Dalam pemilihan karir tentu banyak terdapat kendala-kendala atau masalah-masalah yang muncul dan membingungkan bagi yang akan

menjalaninya. Terutama pada siswa di sekolah yang akan memilih untuk melanjutkan kemana ke depannya yang tepat dengan pilihan dan keadaannya. Kesulitan yang dialami siswa dalam memilih dan menentukan karir tidaklah dapat dipungkiri, banyak siswa yang kurang memahami bahwa karir merupakan jalan hidup dalam usaha mengapai kehidupan yang baik dimasa mendatang. Adapun faktor atau masalah yang menyebabkan sisswa kesulitan dalam pemilihan karir antara lain : 1. Faktor yang ada dalam diri siswa. Diantaranya adalah : Tingkat intelengensi yang dimiliki oleh siswa sering tidak disadari oleh siswa itu sendiri. Sikap mental merupakan kesiapan yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Namun, terkadang siswa tidak menghiraukan atau memperhitungkan terlebih dahulu apakah dirinya sanggup untuk menjalani keputusan karir yang dipilihnya nanti. Jenis kelamin juga mempengaruhi dalam pemilihan karir, namun banyak juga siswa yang terkadang salah menentukan karirnya tanpa memikirkan kedepannya karena hanya sekedar menggunakan keinginannya dari rasa kagum atas karir/pekerjaan yang seharusnya digelutinya. Minat terhadap suatu karir dan dengan kemampuan yang sesuai sangatlah berpengaruh terhadap pemilihan karir siswa. Banyak siswa yang salah dalam tidak dipilih atau kurang layak untuk

2

memilih karir, siswa kurang mempunyai minat terhadap karir yang telah dipilihnya karena sekedar mengikuti ajakan teman untuk memilih karir tersebut.

2.

Faktor di luar siswa, diantaranya adalah :

Tingkat ekonomi keluarga terkadang menjadi suatu permasalahan dalam menentukan karir siswa. Banyak siswa yang kebutuhan karirnya tidak terpenuhi karena tingkat ekonominya yang kurang memadai. Minat orang tua terkadang tidak sesuai dengan keinginan anak (siswa) untuk memilih karir yang ia minati. Keinginan orang tua yang terlalu keras tanpa memikirkan kemampuan si anak dan keinginan si anak akan menyebabkan terjadinya permasalahan dalam pemilihan karir si anak. Kondisi social masyarakat juga mempengaruhi pemilihan karir dari tempat tinggal siswa tersebut. Karir yang dipilih harus terlihat layak di mata masyarakat meski bertolak belakang dari keinginan siswa tersebut. Terkadang masyarakat yang kurang mendapat sosialisasi masih menganggap tabu suatu pekerjaan yang sebenarnya masih layak untuk dikerjakan.

b.

Latar Belakang Perlunya Layanan BK Karier yang dilakukan di SMK

N 2 Singaraja Masa depan harus direncanakan disongsong bukan di tunggu. Awal masa depan itu adalah “di sini dan sekarang”. Persiapan untuk menyongsong masa depan dilakukan melalui prosedur-prosedur tertentu baik melalui pendidikan informal, formal maupun non formal. Melalui pendidikan di sekolah siswa dibekali dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap-sikap tertentu. Bekal yang diperoleh siswa di sekolah bertujuan untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja. Karir bagi siswa bukan hal yang mudah untuk ditentukan dan menjadi pilihan yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, namun haruslah ditentukan. Untuk membentukan hal demikian harus didasarkan pada keputusan siswa itu sendiri yang didasarkan pada pemahaman tentang kemampuan dan minat serta pengenalan karir yang ada di masyarakat.

3

Keberhasilan siswa dalam pemilihan karir yang tepat tidaklah semudah seperti apa yang dibayangkan, agar siswa mempunyai pilihan yang tepat terhadap suatu pilihan karir atau pekerjaan. Menurut Hoppock yang dikutip oleh Dewa Ketut Sukardi mengemukakan pokok-pokok pikirannya yang terdiri dari sepuluh butir yang kemudian dijadikan tulang punggung dari teorinya. 10 butir tersebut antara lain: 1. Pekerjaan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi kebutuhan. 2. Pekerjaan, jabatan atau karir yang dipilih adalah jabatan yang diyakini bahwa jabatan atau karir itu paling tidak memenuhi kebutuhannya. 3. Pekerjaan, jabatan atau karir tertentu dipilih seseorang apabila untuk pertama kali dia menyadari bahwa jabatan itu dapat membantunya dalam memenuhi kebutuhannya. 4. Kebutuhannya yang timbul, mungkin bisa diterima secara intelektual yang diarahkan untuk tujuan tertentu. 5. Pemilihan jabatan/karir akan menjadi lebih baik apabila seseorang mampu memperkirakan bagaimana sebaiknya jabatan yang akan datang itu akan memenuhi kebutuhannya. 6. Informasi mengenai jabatan/karir akan membantu dalam pemilihan jabatan/karir yang diinginkan. 7. Informasi mengenai jabatan/karir akan membantu dalam memilih jabatan/karir karena informasi tersebut membantunya dalam menentukan apakah pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhannya. 8. Kepuasan dalam pekerjaan tergantung pada tercapai tidaknya pemenuhan kebutuhan seseorang. 9. Kepuasan kerja dapat diperoleh dari suatu pekerjaan yang memenuhi kebutuhan sekarang/masa yang akan datang. 10. Pemilihan pekerjaan selalu dapat berubah apabila seseorang yakin bahwa perubahan tersebut lebih baik untuk pemenuhan kebutuhannya. Dari dasar teori tersebut tidaklah mungkin siswa dapat menentukan karir tanpa bantuan dan bimbingan dari konselor, karena disadari atau tidak untuk dapat

4

memahami kemampuan diri siswa tidaklah mungkin muncul dengan sendirinya, akan tetapi diperlukan bimbingan dan arahan dari konselor. Pacinski dan Hirsh (1971:8) menegaskan bahwa sekolah-sekolah mendapat kesempatan yang berharga melalui proses pendidikan untuk mempersipakn siswa memasuki dunia kerja. Salah satu bentuk layanan yang diberikan sekolah dalam upaya mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja adalah bimbingan karir di samping kegiatan kurikuler. Melalui bimbingan karir siswa akan memperoleh pemahaman yang lebih tepat tentang dirinya, pengenalan terhadap berbagai jenis sumber-sumber kehidupan serta penghargaan yang objektif dan sehat terhadap karir. Untuk mengantar siswa ke gerbang masa depan (pendidikan dan pekerjaan) yang diharapkan, program bimbingan karir yang dicanangkan di sekolah merupakan wadah yang tepat untuk itu. Melalui kegiatan bimbingan karir, siswa dibekali dan dilatih dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan apa, mengapa dan bagaimana merencanakan masa depan. Artinya siswa mulai dari kelas satu sampai tamat SMK dilatih, dibimbing untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana merencanakan karir sepanjang hidup (career life span).

c. Teori yang Digunakan dan Alasan Penggunaannya a) Teori Yang Digunakan Dalam layanan ini teori yang digunakan adalah teori Ginzberg Pokok yang dijadikan dasar bagi Ginzberg dalam membangun teorinya adalah didasari atas pendekatan psikologis atas tugas-tugas perkembangan yang dilalui manusia. Konsep perkembangan dan pemilihan pekerjaan atau karier oleh Ginzberg dikelompokkan dalam tiga unsur yaitu proses (bahwa pilihan pekerjaan itu merupakan suatu proses), irreversibilitas (bahwa pilihan pekerjaan itu tidak bisa diubah atau dibalik), kompromi (bahwa pilihan pekerjaan itu merupakan kompromi antara faktor-faktor yang main yaitu minat, kemampuan, dan nilai), dan optimisasi yang merupakan penyempurnaan teori (individu yang mencari kecocokan kerja).

5

b)

Alasan Penggunaan Teori dan Implikasinya dengan Bimbingan

Konseling. Serangkaian penjelasan yang dikemukakan oleh Ginzberg di atas, hendaknya dapat dijadikan acuan oleh guru pembimbing dalam kegiatan mereka sebagai fasilitator pendidikan. Bersumber pada pengorganisasian bimbingan konseling di sekolah sebagai sistem yang bermuara pada layanan bimbingan karier sekolah sebagai sub-sistem, maka implikasi teori ini dapat berupa, antara lain : 1) Informasi karier atau pekerjaan oleh guru pembimbing akan lebih

memungkinkan siswa untuk dapat mengenal berbagai jenis pekerjaan dan pola karier yang dapat mereka pilih setelah menyelesaikan pendidikannya. Layanan seperti ini juga ditengarai dapat membantu siswa dalam mengenal secara seksama arah minat dan kemampuan (potensi diri) untuk difantasi dan ditentasikan hingga sampai pada kemampuan untuk merealisasikan orientasi-orientasi itu dimasa yang akan datang. Informasi karier seperti ini oleh Munandir (1996:250) dapat berkenaan dengan informasi jenis-jenis pekerjaan dan informasi jenis-jenis pendidikan. Bentuk lain materi layanan informasi karier yang juga dapat diberikan guru pembimbing adalah dengan penyediaan berbagai sumber informasi pekerjaan, jabatan dan karier, penyediaan papan media bimbingan, dan penyediaan sumber-sumber informasi jabatan (Ketut, 1984 : 238-239). 2) Pengenalan terhadap minat, kapasitas, yang dimiliki siswa dan perangkat

nilai yang dianutnya akan sangat diperlukan oleh guru pembimbing dalam upaya mengembangkan, membina, dan mengarahkan siswa pada pola-pola vokasional dan atau pemilihan pendidikan yang tepat dan selaras dengan kondisi dan pilihan karier tersebut. 3) Aplikasi konseling karier dengan pola pendekatan konseling behavioral

yang muatannya berupa analisis, eksplorasi kondisi yang sesuai mengenai individu, keterampilan yang dimilikinya, minat, keinginan, dan nilai

kemasyarakatan, tekanan, dan arah kecenderungan dunia kerjanya, akan sangat membantu individu dalam mencapai kecocokan dan kepuasan kerja.

6

Dalam kegiatan konseling karier, penjelasan yang diberikan mengenai informasi pekerjaan ini bertujuan untuk mengukuhkan pilihan karier yang telah diambil individu dan membantu individu kalau ia mengalami ketidakpastian antara dua pilihan yang sama-sama menarik. Informasi karier juga bermaksud memberikan dasar pengujian pilihan yang tepat, dan bertujuan memotivasi individu yaitu dengan cara melibatkan individu secara aktif dalam proses pengambilan keputusan. Inilah alasan bagi penulis untuk menjadikan teori Ginzberg sebagai acuan dalam memberikan layanan bimbingan karier di SMK N 2 Singaraja.

7

BAB II Teori Yang Melandasi dan Perangkat Yang Digunakan

A. Konsep teori Ginzberg serta langkah – langkah pemilihan karier.

Konsep Teori Teori ginzberg dikembangkan pada tahun 1951 berdasarkan hasil studi melalui pengamatan dan wawancara dengan sampel yang terdiri dari laki-laki dari keluarga yang pendapatannya diatas rata-rata.Ini dilihat dari pendidikan ayah sebagai tenaga professional dan ibunya yang berpendidikan tinggi. Jadi sampelnya terbatas mencakup sub kelompok tertentu dari seluruh populasi dan memiliki latar belakang sehingga memiliki peluang untuk memilih mereka lebih luas. Teori Gizberg tidak menjelaskan pilihan karir dari keseluruhan populasi.Dalam hal ini mereka yang berasal dari kalangan yang penghasilanya rendah karena anakanaknya telah mulai bekerja pada umur 18 tahun bahkan mungkin lebih awal karena tekanan keadaan.Yang menjadi dasar bagi Ginzberg dalam membangun teorinya adalah pendekatan psikologis atas tugas-tugas perkembangan yang dilalui oleh manusia dari masa ke masa. Konsep perkembangan dan pemilihan pekerjaan atau karier oleh Ginzberg dikelompokkan dalam empat unsur yaitu a. Proses (bahwa pilihan pekerjaan itu merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus-menerus). b. Irreversibilitas (bahwa pilihan pekerjaan itu tidak bisa diubah atau dibalik. Adanya pembatasan pilihan pekerjaan itu bersifat menentukan. Jadi umur akan mempengaruhi karir seseorang dan kesediaan kesempatan bisa saja menyebabkan orang berubah dalam pilihan pekerjaannya). c. Kompromi(bahwa pilihan pekerjaan itu merupakan kompromi antara faktor-faktor yang lainyaitu minat, kemampuan, dan nilai. Dalam unsure kompromi ini seseorang mulai mencari kesempurnaanya lagi melalui perkembangan sehingga muncullah konsep optimism).

8

d.

Optimisme (bahwa setiap orang mencari kecocokan paling baik antara minatnya yang terus mengalami perubahan, tuuan-tujuannya, dan keadaan yang terus berubah).

Proses Pemilihan Karier Proses pemilihan pekerjaan dalam tiga tahapan utama yaitu : 1. Masa Fantasi Masa ini berlangsung pada individu dengan tahap usia sampai kira-kira 10 tahun atau 12 tahun (masa sekolah dasar). Pada masa ini, proses pemilihan pekerjaan masih bersifat sembarangan atau asal pilih, tanpa didasarkan pada pertimbangan yang masak (rasional dan objektif) mengenai kenyataan yang ada.Pilihan pekerjaan pada masa ini hanya didasari atas kesan yang dapat melahirkan kesenangan semata, dan diperolehnya dari/mengenai orang-orang yang bekerja atau lingkungan kerjanya. Menurut Ginzberg, kegiatan bermain pada masa fantasi secara bertahap menjadi berorientasi kerja dan merefleksikan preferensi awal untuk jenis aktifitas tertentu. Berbagai peran okupasional tercermin dalam kegiatan bermain, yang menghasilkan pertimbangan nilai dalam dunia kerja. 2. Masa Tentatif Masa ini berlangsung mencakup anak usia lebih kurang 11 tahun sampai 18 tahun atau pada masa anak bersekolah di SLTP dan SLTA. Pada masa ini, pilihan pekerjaan mengalami perkembangan. Masa ini oleh Ginzberg diklasifikasikan manjadi empat tahap, dimulai dari a. Tahap minat (11-12 tahun) yakni masa dimana individu cenderung melakukan pekerjaan/kegiatan hanya yang sesuai minat dan kesukaan mereka saja.Pertimbangan karierpun juga didasari atas kesenangan, ketertarikan atau minat individu terhadap objek karier, dengan tanpa mempertimbangkan banyak faktor. Akan tetapi, setelah menyadari bahwa oleh Ginzberg diklasifikasikan

9

minatnya berubah-ubah (sebagai reaksi perkembangan dan interaksi lingkungannya), maka individu akan menanyakan kepada dirinya tentang kemampuan yang dimilikinya untuk melakukan suatu pekerjaan. Keadaan ini disebut sebagai tahap kapasitas. b. Tahap kapasitas (13-14 tahun), yakni masa dimana individu mulai melakukan pekerjaan/kegiatan didasarkan pada kemampuannya masingmasing.Orientasi pilihan pekerjaan juga pada masa ini berbentuk upaya mencocokkan kemampuan yang dimiliki dengan minat dan kesukaannya. c. tahap nilai (15-16 tahun), yaitu tahap dimana minat dan kapasitas itu akan diinterpretasikan secara sederhana oleh individu yang mulai menyadari bahwa terdapat suatu kandungan nilai-nilai tertentu dari suatu jenis pekerjaan, baik kandungan nilai yang bersifat pribadi maupun serangkaian nilai yang bersifat kamasyarakatan. Kesadaran akan serangkaian kandungan nilai ini pula yang membuat individu dapat mendiferensiasikan nilai suatu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya. d. tahap transisi (17-18 tahun), yakni keadaan dimana individu akan memadukan orientasi-orientasi pilihan yang dimiliki sebelumnya (minat, kapasitas, dan nilai) untuk dapat direalisasikan dalam kehidupannya. Tahap ini dikenal juga dengan tahap pengenalan secara gradual terhadap persyaratan kerja, pengenalan minat, kemampuan, imbalan kerja, nilai, dan perspektif waktu.Keputusan yang menjadi pilihan itu sudah merupakan bentuk tanggung jawab dan konsekuensi pola karier yang dipilih. 3. Masa Realistik Masa ini mencakup anak usia 18-24 tahun atau pada masa perkuliahan atau mulai bekerja. Pada masa ini, okupasi terhadap pekerjaan telah mengalami perkembangan yang lebih realistis. Orientasi minat, kapasitas, dan nilai yang dimiliki individu terhadap pekerjaan akan direfleksikan dan diintegrasikan secara runtut dan terstruktur dalam frame vokasional (kristalisasi pola-pola okupasi) untuk memilih jenis pekerjaan dan atau memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan arah tentatif mereka (spesifikasi). Masa ini pun dibedakan menjadi tiga tahap yaitu :

10

a. Tahap eksplorasi, yakni tahap dimana individu akan melakukan eksplorasi (menerapkan pilihan-pilihan yang dipikirkan pada masa tentatif akhir dan belum berani mengambil keputusan) dengan memberikan penilaian atas pengalaman atau kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan dalam keterkaitannya terhadap tuntutan kerja yang sebenarnya. Penilaian ini pada hakikatnya berfungsi sebagai acuan dan atau syarat untuk bisa memasuki lapangan pekerjaan atau untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. b. Tahap kristalisasi, yakni tahap dimana penilaian yang dilakukan individu terhadap pengalaman atau kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan baik yang berhasil ataupun yang gagal akan mengental dalam bentuk pola-pola vokasional yang jelas. Pada tahap ini, individu akan mengambil keputusan pokok dengan mengawinkan faktor-faktor internal dan eksternal dirinya untuk sampai pada spesifikasi pekerjaan tertentu, termasuk tekanan keadaan yang ikut memaksa pengambilan keputusan itu. c. Tahap spesifikasi, yaitu tahap pilihan pekerjaan yang spesifik atau khusus. Pada tahap ini, semua segmen dalam orientasi karier yang dimulai dari orientasi minat, kapasitas, dan nilai, sampai tahap eksplorasi dan kristalisasi telah dijadikan pertimbangan (kompromi) yang matang (determinasi tugas-tugas perkembangan yang optimal) dalam memilih arah dan tujuan karier dimasa yang akan datang. Dari berbagai tahapan yang diklasifikasikan Ginzberg di atas, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pemilihan pekerjaan yang terjadi pada individu merupakan suatu pola pilihan karier yang bertahap dan runtut, yang dinilai subjektif oleh individu dalam milieu sosiokulturalnya sejak masa kanak-kanak hingga awal masa dewasanya. Artinya, pada saat keputusan vokasional tentatif dibuat, pilihan-pilihan yang lain akan dicoret. Sehingga individu yang berhasil dalam karier/pekerjaan (memiliki kepuasan kerja) adalah individu yang mampu mengidentifikasi, mengarah, dan mengakomodir semua orientasi minat, kapasitas, dan nilai kedalam proses kompilasi yang tepat dan dinamis.

11

Di beberapa bagiannya, teori ini masih dianggap kurang sempurna, mengingat sampel yang dipilih Ginzberg dalam membangun teorinya ini kurang representatif, yakni hanya diwakili oleh sampel laki-laki dari keluarga yang berpenghasilan diatas rerata (ayahnya adalah tenaga profesional dan ibunya berpendidikan tinggi). Sehingga peluang sampel dalam memilih pilihan karier cenderung lebih luas, dan cenderung tidak mengalami hambatan dalam proses okupasionalnya. Sementara kemungkinan adanya kalangan sampel yang berasal dari keluarga yang berpenghasilan rendah dan mengalami tekanan keadaan tertentu, termasuk juga sampel perempuan yang hampir tidak ada dalam studinya dalam kerangka teori ini kurang mendapat perhatian. Konsep irreversibilitas (pilihan pekerjaan itu tidak bisa diubah atau dibalik) juga mengalami modivikasi dengan tetap menekankan pada pentingnya pilihan itu dilakukan secara dini dalam membantu proses pembuatan karier. Untuk hal ini, Ginzberg menyatakan bahwa irreversibilitas itu tidak bersifat menentukan keberhasilan kerier, dan menekankan konsep optimisasi (pencarian kecocokan) sebagai bagian okupasional dalam mencapai kepuasan kerja. Karena bagi kelompok Ginzberg, reversibilitas disebut sebagai penyimpangan, yang

disebabkan oleh keterampilan okupasional dini dan timing perkembangan realistik secara signifikan lebih lambat datangnya, akibat variabel-variabel tertentu seperti instabilitas emosi, masalah pribadi, dan kekayaan finansial. Sehingga diakhir pendapatnya, Ginzberg juga menyimpulkan bahwa pengambilan keputusan dalam pilihan karier itu berlangsung sepanjang hayat, sebagai refleksi dari perubahan minat dan tujuan-tujuan, serta keadaan atau tekanan yang berlangsung dalam kehidupan seseorang. Konsep ini juga saya anggap sebagai reaksi edukatif Ginzberg atas kelemaham awal tentang batasan umur masa realistis dari teori yang dibangunnya. Sehingga diakhir pendapatnya, Ginzberg (Munandir, 1996:2) menyatakan bahwa “pemilihan pekerjaan merupakan proses pengambilan keputusan yang berlangsung seumur hidup bagi mereka yang mencari kepuasan dari pekerjaannya.Keadaan ini mengharuskan mereka berulang-ulang melakukan

12

penilaian kembali, dengan maksud mereka dapat lebih mencocokkan tujuantujuan karier yang terus berubah-ubah dengan kenyataan dunia kerja”. Konseptualisasi teori ini agaknya lebih bersifat deskriptif daripada eksplanatori. Artinya teori ini tidak memberikan strategi untuk memfasilitasi perkembangan karier ataupun penjelasan tentang proses perkembangannya. Kegunaan utama teori ini tampaknya hanya dalam memberikan satu kerangka baru untuk melakukan studi mengenai perkembangan karier. B. Instrumen yang digunakan Instrumen yang digunakan berupa kuesioner atau angket bidang karier sebagai berikut :

RAHASIA

ANGKET LAYANAN BIMBINGAN KONSELING BIDANG KARIR

LAISEG LAIJAPEN LAIJAPAN

========================================================================

Pilihlah salah satu rencana yang tertera di bawah ini, beserta berikan alasannya. 1. Setelah tamat SMK anda mau kemana?? a. Melanjutkan study : ……………………………………………………………………………. b. Bekerja : ...................................................................................................................... c. Melanjutkan study dan bekerja : …………………………………………………………………………… 2. Jika anda ingin melanjutkan, anda mau melanjutkan kemana dan memilih jurusan apa ?? a. Perguruan tinggi : ……………………………………………………………………………… b. Poltek ( politeknik ) ………………………………………………………………………………

13

3. Jika anda ingin bekerja, apakah anda mempunyai impian untuk bekerja di suatu tempat ?? ( berikan alasan anda ) ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 4. Tuliskan secara ringkas Apakah anda mengalami masalah dengan jurusan anda saat ini ? apabila Ya berikan alasannya, apabila Tidak berikan pula alasannya!! ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 5. Harapan apa atau tanggapan apa yang ingin anda sampaikan kepada pemberi layanan ?? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

Tanggal mengisi Nama pengisi Alamat pengisi Tanda tangan pengisi

: : : :

Tujuan menggunakan kuesioner atau angket seperti diatas pada siswa SMK Negeri 2 Singaraja adalah untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhadap jurusannya sendiri, bagaimana arah pandang siswa mengenai kariernya baik arah karier jangka pendek maupun arah karier jangka panjangnya. Dari kuesioner ini penulis dapat menganalisis tingkatan tersebut dalam bentuk diagram. Sehingga dapat mempermudah untuk memahami fase perkembangan siswa.

14

C. Rencana Pelaksanaan Bimbingan Konseling ( RPBK ) RENCANA PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING ( RPBK ) A. Identitas Sekolah Kelas Bidang bimbingan Jenis layanan Topik layanan : SMK NEGERI 2 SINGARAJA : XI B Tata Busana : Bidang Karier : Layanan Informasi : Memiliki kemantapan pemahaman tentang kelanjutan study / karier siswa SMK Waktu pelaksanaan B. Tujuan Kegiatan mengenai kelanjutan C. Materi : 1 x 45 menit : Untuk memantapkan pemahaman siswa

study / karier siswa SMK : Layanan Informasi

Hasil Analisis Arah Karir Siswa :

Analisis 1 :

20% Bekerja Bekerja & kuliah 80%

15

Arah Kelanjutan Study ( PT / POLTEK ) :

Analisis 2 :

30% 70%

Perguruan Tinggi Tidak Memilih

Contoh lembaga pendidikan yang dapat diikuti antara lain :  Universitas Lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan dengan berbagai cabang keilmuan, setiap cabang keilmuan diwakili dalam satuan fakultas, setiap fakultas terdiri dari beberapa program studi/jurusan yang akan menghasilkan tenaga yang lebih spesifik. Contoh: Universitas Indonesia di Jakarta Universitas Gajah Mada di Jogjakarta Universitas Air Langga di Surabaya Universitas Brawijya di Malang Universitas Udayana di Denpasar Universitas Pendidikan Ganesha di Singaraja

16

Sedangkan program pendidikan di perguruan tinggi antara lain: 1) Diploma (D), terdiri dari: D1, lama pendidikan 1 tahun D2, lama pendidikan 2 tahun D3, lama pendidikan 3 tahun 2) Strata (S), terdiri dari: S1 (Sarjana), lama pendidikan kurang lebih 4 tahun S2 (Magister, Master), lama pendidikan kurang lebih 2 tahun setelah S1 S3 (Doktor), lama pendidikan kurang lebih 2 tahun setelah S2. Pemilihan Jurusan :

Analisis 3 :
10% 10% Bhs. Inggris

70%

10%

Agama Hindu
Desainer Tidak Memilih

Universitas atau perguruan tinggi yang dapat dipilih antara lain : 1. Universitas Pendidikan Ganesha :

17

 

FIP

: Fakultas Ilmu Pendidikan Terdiri dari jurusan BK, PGSD, TP, PGPAUD

FBS

: Fakultas Bahasa dan Seni Terdiri dari jurusan S1 Bahasa Inggris, D3 Bahasa Inggris, D3 Bahasa Bali, Bahasa Jepang, Bahasa dan Sastra Indonesia

  

FOK

:Fakultas Olahraga dan Kesehatan Terdiri dari jurusan Penjaskesrek, dll.

FTK

: Fakultas Tehnik dan Kejuruan Terdiri dari jurusan Boga, Tata Busana, Elektro, dll

FMIPA

: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Terdiri dari Jurusan Matematika, Biologi, Fisika, Geografi,

dll 2. Universitas Surabaya

FAKULTAS TEHNIK Program Kekhususan Desain dan Manajemen Produk website : http://dmp.ubaya.ac.id Beban Studi Total 144 sks dengan lama studi normal 8 semester (4 tahun)

Desain produk industri Membekali mahasiswa tentang bagaimana merancang suatu produk yang nyaman dan indah.

Desain produk teknik

18

Membekali mahasiswa tentang merancang produk dengan memperhatikan aspek keamanan dan keandalan produk

Manajemen produk Menyiapkan mahasiswa agar dapat merancang dan mengevaluasi peluncuran produk ke pasar serta merancang upaya - upaya untuk menjaga keberlanjutan produk di pasar

Desain komunikasi Fokus tentang bagaimana cara meningkatkan nilai produk dengan mendayagunakan unsur-unsur pendukung seperti kemasan dan iklan.

Kompetensi Lulusan Lulusan dari program ini diharapkan mampu melakukan perancangan dan pengembangan produk secara manual dan terkomputerisasi dengan

mempertimbangkan berbagai macam aspek secara komprehensif mulai dari awal sampai akhir siklus proses serta mampu melakukan manajemen produk mulai mendefinisikan produk baru, membawa produk ke pasar, sampai merancang keberlanjutan produk sehingga menghasilkan keuntungan. Produk yang didalami pada program ini bukan merupakan produk jasa atau peralatan di industri tapi lebih kepada produk-produk yang dipakai secara luas oleh masyarakat atau consumer products seperti peralatan rumah tangga, furnitur, peralatan kesehatan, alat transportasi, peralatan pendidikan, mainan, peralatan olah raga, dan produk lain yang sejenis. Untuk membangun kompetensi lulusan tersebut, pembelajaran pada program ini dilaksanakan dengan mengkombinasikan teori dan praktek. Selain melakukan pembelajaran dengan tatap muka, pembelajaran juga dilakukan berbasiskan proyek, dan juga berbasiskan laboratorium. Kualifikasi Calon Mahasiswa

19

Berdasarkan kurikulum yang sudah disusun, calon mahasiswa yang dapat diterima di program Desain dan Manajemen Produk ini adalah siswa SMU IPA, IPS, atau siswa SMK yang relevan dengan keilmuan Desain dan Maria jemen Produk. Selain itu, calon mahasiswa tidak boleh buta warna karena substansi dari program ini sangat terkait dan membutuhkan kemampuan dalam membedakan warna. Fasilitas
     

Studio Gambar Manual Laboratorium Perancangan Kerja dan Ergonomi Teaching Industry Laboratorium Computer Aided Design/Munufucturing/Engineering Laboratorium Pengembangan Produk Laboratorium Pengetahuan Bahan Teknik Laboratorium Proses Manufaktur

Bidang Kerja Lulusan
      

Product manager Brand manager Product design Riset & Development Marketing Production Entrepreneur

Kualifikasi Pengajar Semua pengajar pada program ini mempunyai latar belakang pendidikan yang relevan dengan bidang desain dan manajemen produk. Selain itu para pengajar ini juga merupakan sarjana, master, atau doktor dari berbagai universitas terkemuka di dalam maupun di luar negeri.

Biaya Kuliah

20

Kewajiban Keuangan Mahasiswa Universitas Surabaya (UBAYA) Salah satu syarat yang harus dipenuhi siswa agar dapat dinyatakan secara resmi sebagai calon mahasiswa UBAYA adalah dengan membayar Uang Sumbangan Pendidikan (USP), baik secara lunas maupun angsuran. Biaya pendidikan yang ditetapkan di Universitas Surabaya (UBAYA) Hanya Terdiri Dari Dua Jenis Saja, yaitu:

Uang Sumbangan Pendidikan (USP) USP hanya dibayar satu kali saja ketika mendaftar masuk kuliah ke UBAYA dan besarnya ditentukan dari nilai rapor siswa untuk peserta jalur Tanpa Tes (JPMK) atau dari nilai Tes Potensi Akademik (TPA) untuk peserta jalur Tes.

Uang Penyelenggaraan Pendidikan (UPP) UPP dibayar tiap semester dan TIDAK PERNAH mengalami kenaikan selama masa studi normal, kecuali ada perubahan kebijakan moneter dari pemerintah seperti pemotongan nilai mata uang (sanering) dll. Setelah masa studi normal, UPP mahasiswa mengikuti UPP mahasiswa angkatan berikutnya.

Beasiswa Sebagai wujud komitmen UBAYA dalam meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia di Indonesia, UBAYA menghadirkan berbagai jenis beasiswa bagi mahasiswa baru. Beasiswa mahasiswa baru tersebut dibedakan menjadi 4 Kategori yaitu: 1. Beasiswa Prestasi Akademik 2. Beasiswa Prestasi Non Akademik 3. Beasiswa Sosial Ekonomi (Beasiswa Simpati)

21

4. Beasiswa Keluarga Besar UBAYA 3. INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI ( IHDN ) Kampus Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) a. Kampus di Denpasar : Jl. Ratna No. 51 Denpasar – Bali Phone : (0361) 226656 b. Kampus di Bangli : Jl. Nusantara, Kubu, Bangli

Phone : (0366) 93788 c. Kampus di Singaraja : Jl. Kresna, Gang III, No. 2 B Singaraja Phone : (0362) 21289

Fakultas yang dibuka : 1. Fakultas Dharma Acarya (Pendidikan) terakreditasi a. Jurusan Pendidikan Agama Program Studi Pendidikan Agama Hindu Jenjang : S1 (Strata Satu) b. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Agama Program Studi Pendidikan Bahasa Bali Jenjang : S1 (Strata Satu) 2. Fakultas Brahma Widya (Filsafat dan Ilmu Agama) Terakreditasi a. Jurusan Filsafat Timur Program Studi Filsafat Agama Hindu Jenjang : S1 (Strata Satu) b. Jurusan Teologi Program Studi Teologi Hindu Jenjang : S1 (Strata Satu) 3. Fakultas Dharma Duta (Ilmu Sosial dan Budaya) Terakreditasi a. Jurusan Penerangan Agama 1). Program Studi Penerangan Agama Hindu

22

Jenjang : S1 (Strata Satu) 2) Program Studi Pemandu Wisata (Pramuwisata / Guide) Jenjang : D3 (Diploma Tiga) b. Jurusan Hukum Agama Program Studi Hukum Agama Hindu Jenjang : S1 (Strata Satu) 4. Program Pascasarjana Program Doktor (S3) a. Prodi Ilmu Agama Hindu Program Magister (S2) SK Menteri Agama No. 494 Tahun 2003 a. Program Studi Brahma Widya (Terakreditasi) b. Program Studi Dharma Acarya (Terakreditasi )

Sasaran Karier :

Analisis 4 :
5% 15% Spa Garmen 30% 15% 10% PNS Desainer Butik

23

Untuk arah karier spa maka tempat yang dapat kami anjurkan adalah : Butik Spa Sekar Jagat berada di Jalan By Pass Ngurah Rai No. 96 Nusa Dua, Bali 80363 – Indonesia. Telp: 0361-770210

Garmen Cheeta CV 1.

Category Main Tel Website

: : : :

Garmen, Umum Jl. Gunung Sangyang 120, Denpasar 80117, BALI 0 3614 3594 8,03 6143 6339 http://www.streetdirectory.com/cheeta

Info - Email - Branches

24

2. Matris Collection, PT Category : Garmen Main : Jl. Nyang Nyang Sari, Tuban - Kuta, Badung 80361 - Bali

Info - Edit Company Info

3. Moondi, CV Category : Garmen Main : Jl. Pulau Belitung No. 37, Denpasar - Bali

Info - Edit Company Info

4. Nino, CV Category : Garmen Main : Jl. Tunjung Bang No. 5, Denpasar 80118 - Bali

Info - Edit Company Info

5. Orient Garment, CV Category : Garmen Main : Jl. Raya Kuta No. 57-B (Depan Pom Bensin), Kuta, Denpasar 80361 - Bali Info - Edit Company Info

6. Satya, CV Category : Garmen Main : Tukad Buaji Sesetan, Denpasar - Bali

Info - Edit Company Info

7. Tini's Collection Bali CV Category : Garmen Main : Jl Tukad Yeh Aya 8; DENPASAR; 00000; BALI

Info - Edit Company Info

25

8. Maimoon CV Category : Garmen, Umum Main : Jl Teuku Umar 51; DENPASAR; BALI

Info - Branches - Edit Company Info

9. Budi Artha CV Category : Garmen Main : Jl Tunjung Mekar Gg Ratna 2; DENPASAR; 80361; BALI

Info - Edit Company Info

10. Kecak CV Category : Garmen Main : Jl Soka 126; DENPASAR; 00000; BALI

Info - Branches - Edit Company Info GARMEN BALI di Wilayah Kec Bangli Alamat Lingkungan Kota No telepon : Jl Guliang Kangin Br Guliang Kangin : Wilayah Kec Bangli : Bangli :

26

Kesesuaian Pemilihan Jurusan :

Analisis 5 :

40% 60%

Sesuai Minat Tidak Sesuai

D. Teori yang digunakan E. Langkah – Langkah Kegiatan TAHAP Pembukaan

: Teori Ginzberg : WAKTU 5 menit

URAIAN KEGIATAN 1. Tahap Awal a. Guru memberikan salam “ Selamat pagi anak-anak, bagaimana kabar kalian hari ini?” b. Guru mengabsen siswa “ Anak-anak, apakah ada yang tidak hadir hari ini?” c. Guru memberikan persepsi terkait materi yang diberikan kepada siswa “Apakah sudah siap mendengarkan penjelasan dari ibu? Baik, sebelum ibu melanjutkan lebih jauh lagi, ibu mau bertanya pada kalian, apakah diantara kalian ada yang sudah memiliki suatu pandangan mengenai arah karir untuk masa depan kalian ? d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

27

sesuai standar kompetensi “ Baiklah anak-anak, ibu akan memberikan sebuah simulasi tentang arah karier yang sesuai dengan jurusan kalian sesuai dengan angket yang pernah ibu berikan. Yang terpenting kalian harus memiliki rasa suka dan mantap terhadap jurusan kalian agar mampu mengikuti setiap mata pelajaran yang ada. Kegiatan Inti 2. Tahap Inti a. Guru menyampaikan materi dalam bidang karier dan solusi – solusi mengenai arah karier yang diinginkan siswa dan motivasi untuk memperdalam keahlian dalam jurusan. “ Tadi ibu sudah menanyakan siapa saja yang sudah memiliki suatu pandangan karier. Ternyata banyak dari kalian yang belum tahu arah karier yang ingin dituju karena kurangnya minat dalam jurusan karena desakan dari orang tua untuk memilih jurusan ini. b. Guru memberikan kesempatan kepada siswa tentang materi yang belum dimengerti dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. “ Ya, dari penjelasan ibu tadi, adakah yang belum kalian mengerti? Jika ada, silakan tanyakan kepada ibu” c. Guru memberikan reinforcement (penguatan positif) kepada siswa yang menunjukkan 30 menit

keaktifan dalam kegiatan tanya jawab ini. “ Ya, itu tadi pertanyaan yang sangat bagus sekali. Nah, dari pertanyaan teman kalian, apakah ada dari kalian yang bisa menjelaskannya?”

28

Penutup

3. Tahap Akhir a. Menyimpulkan hasil layanan “Ya anak-anak, dari penguraian ibu tadi tentang karier dan solusi – solusi mengenai arah karier yang diinginkan siswa dan motivasi untuk memperdalam keahlian dalam jurusan dapat disimpulkan bahwa setiap orang terlahir dengan keahliannya masing – masing dan tentu memiliki suatu arah keputusan hidupnya sendiri nanti untuk baik

10 menit

menentukan

kelanjutan study maupun bekerja. Untuk itu sebagai generasi muda yang penuh dengan ide – ide, gagasan – gagasan yang cemerlang perlu memotivasi diri sendiri untuk bertanggung jawab dan giat dengan apa yang dipelajari saat ini karena tidak ada keputusan yang buruk apabila hal itu merupakan keputusan yang sudah kita jalani. Perlu adanya keuletan dan semangat yang tinggi untuk mencapai suatu kesuksesan dalam karier. b. Evaluasi Guna mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan yang telah diberikan, maka guru memberikan kuesioner kepada para siswa. “ Ya anak-anak, setelah ibu menguraikan materi tentang karier dan solusi – solusi mengenai arah karier yang diinginkan siswa dan motivasi untuk memperdalam keahlian dalam jurusan, maka sekarang ibu akan membagikan kuesioner guna mengukur pemahaman dan manfaat informasi yang telah ibu berikan. Ibu minta anak-anak menjawab secara mandiri”

29

c. Guru menutup pertemuan dengan memberikan salam “ Ya anak-anak, demikian pertemuan kita pada pagi hari ini, atas perhatia kalian, ibu ucapkan terima kasih dan Selamat Pagi!”

F. Media/ alat/sumber Informasi: Media : Slide Power Point

G. Evaluasi 1. Evaluasi hasil

: : Jangka pendek, diukur dengan

menggunakan Instrumen berupa Kuesioner. Adapun kuesionernya adalah sebagai berikut : No 1 Pernyataan Saya memahami tentang arah karir yang tepat untuk diri saya 2 Saya tidak memahami tentang arah karier yang tepat untuk diri saya sendiri 3 Saya memahami tentang cara untuk memotivasi diri sendiri 4 Saya tidak memahami tentang cara untuk memotivasi diri sendiri SS S KS TS STS

2. Evaluasi proses

:Dilaksanakan dengan mengadakan pengamatan selama

proses kegiatan berlangsung. Aspek yang diamati antara lain: partisipasi siswa dalam proses kegiatan layanan,. Lampiran : Angket, kuesioner jangka pendek,

Dokumentasi, Print out power point, absen siswa.

30

31

BAB III Hasil dan Pembahasan A. Hasil – hasil yang diperoleh Dari angket atau kuesioner yang disebarkan penulis mendapatkan hasil yang cukup memuaskan karena didukung dengan absensi yang nihil, suasana yang tenang, dan didukung oleh guru BK yang ada di SMK N 2 Singaraja. Guru BK merasa terbantu dalam masalah karier yang dihadapi oleh siswa XI. B Tata Busana begitu pula para siswa merasa termotivasi untuk lebih giat lagi dalam mengikuti pelajaran yang ada. Sebelum penulis melakukan layanan bimbingan karier di sekolah guru BK sudah menyadari bahwa banyak siswa yang memilih jurusan tata busana kurang bersemangat karena kurangnya pemahaman terhadap jurusan dan belum tahu mengenai arah karier mereka. Padahal setelah kami teliti menjadi seorang desainer itu merupakan suatu keahlian yang sangat menjanjikan apabila seorang desainer mampu menciptakan sebuah merk yang dipatenkan. Setelah kami memberikan sosialisasi kepada siswa kami merasakan adanya suatu perubahan ekspresi wajah pada siswa. Penulis menyadari bahwa siswa sudah terbangun motivasi dirinya untuk memantapkan diri pada jurusan mereka.

B. Kelemahan serta Kelebihan Layanan Banyak kelemahan yang dimiliki penulis dalam melakukan layanan ini, antara lain : Kurangnya pengetahuan penulis mengenai desainer. Kurangnya disampaikan. Belum mampu memberikan banyak contoh tauladan kepada siswa mengenai desainer – desainer di indonesia. Kurangnya media yang digunakan. informasi universitas desainer yang

Sedangkan kelebihan dari layanan ini adalah : Mampu menggugah semangat siswa untuk belajar lagi.

32

-

Menambah pemahaman siswa mengenai arah karir siswa dari jurusannya sendiri.

-

Bisa membantu guru BK dalam menangani masalah karier siswa.

-

Sangat membantu dalam memantapkan jurusan yang siswa pilih.

33

BAB IV PENUTUP

Dari analisis diatas dapat penulis simpulkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam hal karier mereka dan dengan berbagai informasi yang diberikan siswa merasa terbantu, teori pemilihan karir oleh ginzberg merupakan pemilihan pekerjaan merupakan proses pengambilan keputusan yang berlangsung seumur hidup bagi mereka yang mencari kepuasan dari pekerjaannya.Keadaan ini mengharuskan mereka berulang-ulang melakukan penilaian kembali, dengan maksud mereka dapat lebih mencocokkan tujuan-tujuan karier yang terus berubah-ubah dengan kenyataan dunia kerja. Teori pemilihan karir oleh gizberg didasarkan atas empat unsur yaitu proses, irreversibilitas, kompromi, dan optimism. Dalam proses pemilihan karir oleh Gizberg ini, diklasifikasikan menjadi tiga tahap perkembangan yaitu tahap fantasi (yang dimulai dari umur 1012 tahun), tahap tentatif (yang dimulai dari umur 11-18 tahun), dan tahap realistik (yang dimulai dari umur 18-24 tahun).Disamping itu juga, teori pemilihan karir oleh Gizberg memiliki impilikasi yang sangat besar bagi perkembangan bimbingan konseling di dunia. 3.2 Saran Untuk konselor atau guru pembimbing adalah hendaknya lebih mendalami dan memahami teori pemilihan karir oleh Ginzberg agar nantinya dapat memberikan bantuan kepada peserta didik dengan tepat, sesuai perkembangan anak. Guru pembimbing adalah hendaknya memahami, mendalami, serta mencari sumber dan bahan kemudian mengaplikasikan teori pemilihan karir ginzberg guna pemahaman awal sebagai calon konselor atau guru pembimbing professional. Dan perlu pula memahami bahwa bukan hanya siswa kelas XII saja yang membutuhkan bimbingan karier melainkan dari SD siswa dibimbing mengenai kematangan karier mereka.

34

Daftar Pustaka

http://akhmadsudrajat.wordprees.com/2010/05/02/tugas-perkembangan-individu/ http://makalahkitasemua.blogspot.com/2009/12/teori-gizberg.html Mansihu,MT.1998.Pengantar bimbingan dan konseling karir.jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sukardi,DK.1990.Tes dalam konselingkarir.Surabaya:Usaha Nasional Munandir.1996.Program Bimbingan Karir di Sekolah.Jakarta:Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan Dariyo A.2003.Psikologi Perkembangan Dewasa Muda.Jakarta:Grasindo

35

LAMPIRAN – LAMPIRAN

36

Dokumentasi Layanan Bimbingan Karier

Sosialisasi layanan Informasi

XI.B TATA BUSANA

Sosialisasi Layanan Informasi

XI.B TATA BUSANA

37

Lampiran Power Point

38

Contoh lembaga pendidikan yang dapat diikuti antara lain :
Universitas : Universitas Indonesia di Jakarta Universitas Gajah Mada di Jogjakarta Universitas Air Langga di Surabaya Universitas Brawijya di Malang Universitas Udayana di Denpasar Universitas Pendidikan Ganesha di Singaraja

Universitas atau perguruan tinggi yang dapat dipilih antara lain :
Undiksha : FIP : Fakultas Ilmu Pendidikan Terdiri dari jurusan BK, PGSD, TP, PGPAUD FBS : Fakultas Bahasa dan Seni Terdiri dari jurusan S1 Bahasa Inggris, D3 Bahasa Inggris, D3 Bahasa Bali, Bahasa Jepang, Bahasa dan Sastra Indonesia FOK :Fakultas Olahraga dan Kesehatan Terdiri dari jurusan Penjaskesrek, dll. FTK : Fakultas Tehnik dan Kejuruan Terdiri dari jurusan Boga, Tata Busana, Elektro, dll FMIPA : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Terdiri dari Jurusan Matematika, Biologi, Fisika, Geografi,

39

FAKULTAS TEHNIK Program Kekhususan Desain dan Manajemen Produk
Total 144 sks dengan lama studi normal 8 semester (4 tahun)
Desain produk industri

Manajemen produk

Desain produk teknik

Desain komunikasi

Kesesuaian Pemilihan Jurusan

Analisis 5 :

40% 60%

Sesuai Minat Tidak Sesuai

40

Don’t Be Lazy!!!!

Om santih, santih, santih, Om

41

42

Kuesioner

43

44

45

46

47

48

49

50

LAISEG

51

52

Daftar Nama

53

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful