ABSTRAK IQBAL FAHRI, S. Pd.

Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Supervisi Akademik di SMP Daar el-Salam, Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), Bogor: SMP Daar el-Salam, Desember 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam melaksanakan supervisi akademik sehingga mampu meningkatkan kompetensi pedagogik guru terutama dalam proses pembelajaran yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan. Penelitian dilakukan dengan dua siklus. Pada setiap siklus memiliki perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang berbeda-beda. Subyek penelitian kepala sekolah dan guru. Kepala sekolah dengan tindakan supervisi akademiknya, sedangkan guru SMP Daar el-salam sebagai obyek sekaligus subyek dalam pemberian perlakuan supervisi akademik. Teknik pengumpulan data melalui supervisi kelas dengan tahapan mensupervisi guru dalam proses pembelajaran dan pengamatan pembelajaran di kelas, untuk mencatat kejadian-kejadian penting yang berhubungan dengan penelitian terutama pada waktu proses pembelajaran berlangsung. Teknik analisa data yang menjadi pedoman pengolahan data dengan menggunakan prosentase (%) pencapaian dengan konstanta 100. Dan untuk melihat interpertasi dengan menggunakan kriteria interpertasi skor untuk memperkuat penafsiran dalam kesimpulan sebagai berikut: 80% - 100% (Baik Sekali), 66% - 79% ( Baik), 56% - 65%

(Cukup), dan 40% - 55% (Kurang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran mengalami peningkatan prosentase pada tiap tahapannya, dari siklus I mencapai rata-rata 63% (cukup) dan pada siklus II mencapai rata-rata 68% (baik). Terdapat

1

peningkatan kemampuan guru sebesar 5% dari siklus I. Secara rinci terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kondisi awal sekolah bila dibandingkan dengan keadaan akhir pada siklus II. Ketepatan guru masuk ke dalam kelas meningkat 48%, pemanfaatan media belajar meningkat 32%, metode variatif meningkat 31%, dan strategi belajar meningkat 36%.

Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik, Supervisi Akademik, dan Peningkatan Mutu Pendidikan Menengah (SMP).

2

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah menegaskan bahwa seorang kepala sekolah/madrasah harus memiliki lima dimensi kompetensi minimal yaitu: kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial. Permendiknas ini merupakan upaya yang sangat penting untuk menghasilkan kepala sekolah/madrasah yang kuat di dalam mewujudkan kualitas siswa yang diharapkan mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan berjiwa kewirausahaan (entrepreneurship). Salah satu tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi akademik. Supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas (Modul Supervisi Akademik, Dirjen PMPTK, 2010). Oleh karena itu, sekolah, sebagai institusi formal yang diharapkan dapat mencetak siswa yang berkualitas, harus dijalankan oleh para pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki profesionalisme yang tinggi untuk memajukan sekolah. Tetapi berdasarkan pengamatan selama satu tahun terakhir, terlihat motivasi dan profesionalisme dari sebagian guru cenderung rendah dalam tugas-tugas mengajar. Hal tersebut dapat dinilai dari hal-hal

3

sebagai berikut: (1) Hanya 50% dari guru yang hadir tepat waktu di kelas pada saat jam mengajar; (2) Hanya 30% dari guru yang memanfaatkan media belajar pada saat mengajar; (3) Hanya 40% dari guru yang menggunakan metode mengajar secara variatif; (4) Hanya 20% guru yang menggunakan strategi belajar secara tepat. Selain masalah-masalah di atas, berdasarkan laporan kemajuan pembelajaran triwulan I Tahun Pelajaran 2010/2011 terdapat sekitar 40% jumlah siswa perkelas, nilainya belum mencapai KKM. Untuk mengatasi masalah di atas, penelitian ini akan melakukan tindakan berupa supervisi akademik, agar motivasi serta profesionalisme guru terutama dalam pengelolaan pembelajaran (kompetensi pedagogik) dapat meningkat dengan baik. Menurut Sullivan dan Glantz (2005) supervisi adalah pembinaan kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Sedangkan menurut Sergiovanni (1987) ada dua tujuan supervisi; pengembangan profesional dan motivasi kerja guru. Melalui PTS ini diharapkan guru-guru dapat meningkatkan motivasi serta profesionalismenya dalam melaksanakan tugas dan fungsi pokoknya terutama pada kompetensi pedagogik (pengelolaan pembelajaran) sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang muncul dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. Rendahnya motivasi serta profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagai pendidik terutama dalam proses pembelajaran (kompetensi pedagogik) 2. Hanya 20% dari guru yang menggunakan strategi belajar secara tepat. 4

3. Hanya 50% dari guru yang hadir tepat waktu di kelas pada saat jam mengajar. 4. Hanya 30% dari guru yang memanfaatkan media belajar pada saat mengajar. 5. Hanya 40% dari guru yang menggunakan metode mengajar secara variatif. 6. Dalam laporan kemajuan pembelajaran triwulan I Tahun Pelajaran 2010/2011 terdapat sekitar 40% jumlah siswa perkelas, nilainya belum mencapai KKM.

C. Pembatasan Masalah Dalam penelitian ini, dari masalah-masalah yang telah teridentifikasi seperti telah disebutkan di atas, maka masalah penelitian dibatasi pada rendahnya kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.

D. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah pokok dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.

Apakah melalui supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru?

2.

Bagaimana langkah-langkah supervisi akademik agar dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru?

E. Pemecahan Masalah Dalam memecahkan masalah di atas, pendekatan pemecahan masalah yang dilakukan adalah dengan melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru.

5

F. Tujuan Penelitian Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk: 1. Meningkatkan kompetensi pedagogik guru terutama dalam proses pembelajaran melalui supervisi akademik. 2. Mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam melaksanakan supervisi akademik agar dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru.

G. Manfaat Penelitian Penelitian tindakan sekolah ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kepala sekolah dalam memecahkan masalah guru, meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya, meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran, dan pada akhirnya meningkatkan kinerja dan mutu sekolah secara keseluruhan. Di samping itu, untuk menemukan langkah-langkah yang tepat dalam melaksanakan supervisi akademik sehingga mampu meningkatkan kompetensi pedagogik guru serta dapat menjadi referensi bagi tindakan serupa untuk kasus yang sama bagi peneliti lain.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

1. HAKIKAT KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU

6

Menurut Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005, dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi guru sebagaimana dimaksud meliputi kompetensi kepribadian,

kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur pendidikan menengah. Profesionalisme yaitu bekerja sesuai dengan keahliannya dan mampu meningkatkan kualifikasi dan kemampuan sosial serta dibuktikan dengan ijazah yang diakui yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Guru yang pendidikan formal, pendidikan dasar, dan

profesional dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik harus memiliki kompetensi pedagogik sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008, yaitu sekurang - kurangnya meliputi:

7

a. pemahaman wawasan atau landasan kependidikan; b. pemahaman terhadap peserta didik; c. pengembangan kurikulum atau silabus; d. perancangan pembelajaran; e. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis; f. pemanfaatan teknologi pembelajaran; g. evaluasi hasil belajar; dan h. pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. 2. HAKIKAT SUPERVISI AKADEMIK Satu di antara tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi akademik. Untuk melaksanakan supervisi akademik secara efektif diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal dan teknikal (Glickman, at al; 2007). Teknik-teknik supervisi akademik meliputi dua macam, yaitu: individual dan kelompok (Gwyn, 1961). Kompetensi supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. Dalam melaksanakan supervisi akademik dikenal dua model supervisi yaitu: a. 1) Model supervisi tradisional Observasi Langsung

8

Supervisi model ini dapat dilakukan dengan observasi langsung kepada guru yang sedang mengajar melalui prosedur: pra-observasi dan post-observasi. a) Pra-Observasi Sebelum observasi kelas, supervisor seharusnya melakukan wawancara serta diskusi dengan guru yang akan diamati. Isi diskusi dan wawancara tersebut mencakup kurikulum, pendekatan, metode dan strategi, media pengajaran, evaluasi dan analisis. b) Observasi Setelah wawancara dan diskusi mengenai apa yang akan dilaksanakan guru dalam kegiatan belajar mengajar, kemudian supervisor mengadakan observasi kelas. Observasi kelas meliputi pendahuluan (apersepsi), pengembangan, penerapan dan penutup. c) Post-Observasi Setelah observasi kelas selesai, sebaiknya supervisor mengadakan wawancara dan diskusi tentang: kesan guru terhadap penampilannya, identifikasi keberhasilan dan kelemahan guru, identifikasi ketrampilan-ketrampilan mengajar yang perlu ditingkatkan, gagasan-gagasan baru yang akan dilakukan.

2) a)

Supervisi akademik dengan cara tidak langsung Tes dadakan Sebaiknya soal yang digunakan pada saat diadakan sudah diketahui validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukarannya. Soal yang diberikan sesuai dengan yang sudah dipelajari peserta didik waktu itu.

9

b)

Diskusi kasus Diskusi kasus berawal dari kasus-kasus yang ditemukan pada observasi Proses Pembelajaran (PBM), laporan-laporan atau hasil studi dokumentasi. Supervisor dengan guru mendiskusikan kasus demi kasus, mencari akar permasalahan dan mencari berbagai alternatif jalan keluarnya.

c)

Metode angket Angket ini berisi pokok-pokok pemikiran yang berkaitan erat dan mencerminkan penampilan, kinerja guru, kualifikasi hubungan guru dengan siswanya dan sebagainya.

b.

Model kontemporer (masa kini) Supervisi akademik model kontemporer dilaksanakan dengan pendekatan klinis,

sehingga sering disebut juga sebagai model supervisi klinis. Supervisi akademik dengan pendekatan klinis, merupakan supervisi akademik yang bersifat kolaboratif. Prosedur supervisi klinis sama dengan supervisi akademik langsung, yaitu: dengan observasi kelas, namun pendekatannya berbeda. Supervisi klinis adalah pembinaan kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran (Sullivan & Glanz, 2005). Menurut Sergiovanni (1987) ada dua tujuan supervisi klinis: pengembangan profesional dan motivasi kerja guru. Menurut Sullivan & Glanz (2005), pelaksanaan supervisi klinis ada empat langkah yaitu: a. b. perencanaan pertemuan, observasi,

10

c. d.

pertemuan berikutnya, dan repleksi kolaborasi.

Langkah-langkah perencanaan pertemuan meliputi: 1) memutuskan fokus observasi (pendekatan umum, informasi langsung, kolaboratif, atau langsung diri sendiri), 2) menetapkan metode dan formulir observasi, 3) mengatur waktu observasi dan pertemuan berikutnya. Langkah-langkah observasi: a) memilih alat observasi, b) melaksanakan observasi, c) memverifikasi hasil observasi dengan guru pada pertemuan berikutnya, d) menganalisis data hasil verifikasi dan menginterpretasi, dan e) memilih pendekatan interpersonal setelah pertemuan berikutnya. Langkah-langkah pertemuan berikunya adalah menentukan fokus dan waktu. Langkah-langkah refleksi kolaborasi: (1) menemukan nilainilai apa? (2) mana yang kurang bernilai, (3) apa saran-saran anda.

BAB III METODE PENELITIAN

A.

LOKASI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMP Daar el-Salam, Gunungputri, Bogor.

B.

WAKTU DAN LAMA WAKTU PENELITIAN

11

Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 1 – 15 Nopember 2010, selama dua pekan.

C.

SUBYEK PENELITIAN Subyek penelitian kepala sekolah dan guru. Kepala sekolah dengan tindakan

supervisi akademiknya, sedangkan guru SMP Daar el-salam sebagai obyek sekaligus subyek dalam pemberian perlakuan supervisi akademik.

D.

VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian terdiri atas variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas

(yang mempengaruhi) dalam penelitian ini adalah supervisi klinis sedangkan variabel terikatnya (yang dipengaruhi) adalah kompetensi pedagogik guru.

E.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data melalui supervisi kelas.

1.

Mensupervisi guru dalam proses pembelajaran. Pengamatan pembelajaran di kelas, untuk mencatat kejadian-kejadian penting yang berhubungan dengan penelitian terutama pada waktu proses pembelajaran berlangsung.

2.

F.

TEKNIK PEMBAHASAN Teknik pembahasan dilaksanakan dari hasil observasi dan evaluasi dengan prosedur

sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, (4) refleksi. Adapun komponen yang dinilai sebagai berikut:

12

KRITERIA NO. URAIAN KEGIATAN 1 1. Persiapan: a. Masuk kelas tepat waktu. b. Mengabsen siswa. c. Mengecek kebersihan dan tempat duduk siswa. d. Memeriksa kelengkapan alat pembelajaran. Apersepsi: PENILAIAN 2 3 4

KETERANGAN/ DESKRIPTOR YANG MUNCUL

2.

a. Menjelaskan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran. b. Menyampaikan cakupan materi dan keterkaitannya dengan materi sebelumnya. c. Menyampaikan uraian kegiatan/langkah kegiatan sesuai silabus. d. Menyampaikan cakupan materi kaitannya dengan kondisi nyata/riil.
3. Relevansi materi dengan tujuan pembelajaran: a. Materi sesuai dengan tujuan pembelajaran. b. Materi diperkaya dengan perkembangan terkini yang relevan. c. Tersedia peta konsep (mind maping) tujuan pembelajaran dan materi ajar atau sejenisnya. d. Materi disampaikan secara sistematis sesuai tujuan pembelajaran. Penguasaan materi: a. Tidak terpaku pada buku teks.

4.

b. Mampu menjawab pertanyaan siswa dan/atau menyelesaikan soal tanpa keraguan.

13

c. Tidak diam sejenak atau bahkan lupa ketika menjelaskan materi. d. Mampu mengaitkan materi dengan contoh nyata.
5.

6.

Strategi Belajar (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi): a. Guru melakukan aktivitas tanya jawab/diskusi/memperagakan sesuatu atau sejenisnya untuk menemukan hakikat materi yang akan/sedang dibahas. (eksplorasi) b. Guru memperdalam materi dengan mengaitkan satu/beberapa materi dengan materi sejenis untuk memperluas wawasan siswa.(elaborasi) c. Guru melakukan serangkaian post-test atau sejenisnya untuk memastikan bahwa siswa memahami materi yang telah disampaikan. (konfirmasi) d. Guru secara konsisten melaksanakan tahapan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi sampai akhir pelajaran. Metode: a. Metode variatif. b. Metode sesuai tujuan pembelajaran. c. Metode mampu mempermudah materi. d. Metode mampu mencapai target/tujuan kegiatan.
Media:

7.

a. Menggunakan media dan alat pembelajaran. b. Penggunaan media tepat sasaran/sesuai tujuan. c. Menggunakan media tanpa hambatan teknis. d. Media menarik perhatian.

14

8.

Manajemen Kelas: a. Kelas dalam kendali guru, terpelihara sampai pembelajaran selesai. b. Mengatur posisi tempat duduk siswa sehingga suasana belajar menjadi kondusif. c. Membimbing siswa secara individual/kelompok. d. Memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi.
Pemberian motivasi kepada siswa:

9.

a. Memberikan penguatan atau penghargaan (reward) kepada siswa baik berupa kata-kata, sentuhan, atau bentuk lainnya. b. Melaksanakan penilaian selama kegiatan berlangsung. c. Mampu memberikan motivasi dengan tepat. d. Respon terhadap keadaan motivasi belajar siswa dengan melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan motivasi (kisah inspiratif, simulasi, games, dll yang relevan dengan materi ajar).
10. Nada dan suara:

a. Suara dapat didengar oleh seluruh siswa di dalam kelas. b. Memberikan penekanan khusus pada kata/kalimat penting. c. Suara berintonasi (tidak datar). d. Artikulasi suara jelas.
11. Penggunaan bahasa:

a. Menggunakan bahasa Indonesia yang baku (EYD). b. Menghindari pemotongan kata yang tidak perlu. c. Menghindari pengulangan kata

15

d. Menggunakan bahasa yang singkat dan padat (tidak bertele-tele). 12. Gaya dan sikap perilaku:

yang sama dan/atau tidak perlu.

a. Bertutur kata santun dan edukatif. b. Berdiri tepat di depan kelas serta tidak monoton pada satu posisi (misal; dengan berkeliling). c. Menggunakan bahasa tubuh secara tepat. d. Menegur dan menyelesaikan dengan baik segala bentuk gangguan dalam belajar.
JUMLAH NILAI RIIL = ……………. KLASIFIKASI …………………………………

JUMLAH NILAI IDEAL = 48 NILAI PERSENTASE = ……………%

Adapun Teknik analisa data yang menjadi pedoman pengolahan data oleh penulis, mengacu kepada pendapat M. Ngalim Purwanto (1987 : 172) dengan rumus sebagai berikut: P= R x 100 T

Keterangan : P = Prosentase

R = Jumlah skor yang diperoleh T = Jumlah total skor maksimal

100 = Konstanta

16

Dan untuk melihat interpertasi dengan menggunakan kriteria interpertasi skor (Arikunto, 2009: 245) untuk memperkuat penafsiran dalam kesimpulan sebagai berikut: Angka Angka Angka Angka 80% - 100% 66% - 79% 56% - 65% 40% - 55% = Baik Sekali = Baik = Cukup = Kurang

G.

RANCANGAN TINDAKAN Rancangan tindakan dilakukan dengan prosedur penelitian berdasarkan pada prinsip

Kemmis dan Taggart (1988) yang mencakup kegiatan sebagai berikut : (1) perencanaan (planning) , (2) pelaksanaan tindakan (action), 3) observasi (observation) , (4) refleksi (reflection) atau evaluasi. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus.

Perencanaan Refleksi

SIKLUS I
Pengamatan Perencanaan

Pelaksanaan

Refleksi

SIKLUS II
Pengamatan

Pelaksanaan

?

17

Gambar 1. Desain Penelitian Tindakan Sekolah

1. Siklus 1 a) Perencanaan
1) Sosialiasi tujuan dan ruang lingkup penelitian kepada guru. 2) Penjelasan fokus penelitian tentang Supervisi Akademik. 3) Diskusi tentang pelaksanaan proses pembelajaran yang ideal.

b) Pelaksanaan
1) Pada Pertemuan awal, peneliti mengumpulkan seluruh guru.

2) Menjelaskan maksud dan tujuan Penelitian Tindakan Sekolah.
3) Penjelasan tentang kompetensi pedagogik guru difokuskan pada

perbaikan komponen proses pembelajaran. Berikut pula penjelasan tentang aspek yang akan diamati melalui deskriptor setara.
4) Tanya jawab tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan penelitian. c) Observasi 1. Penulis

melakukan

pengamatan

sesuai

rencana

dengan

menggunakan lembar observasi. 2. Menilai tindakan dengan menggunakan format evaluasi.

18

3. Pada tahap ini seorang guru melakukan pembelajaran sesuai dengan

aspek dan indikator yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis dan PKS kurikulum melakukan supervisi kelas dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. d) Refleksi
1. Pertemuan refleksi segera dilakukan secepatnya setelah kegiatan

pelaksanaan pembelajaran untuk memperoleh masukan dari guru yang di supervisi tentang kesan yang dialaminya setelah disupervisi. 2. Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan dan mendiskusikannya dengan guru yang telah disupervisi.
3. Tanggapan-tanggapan dari guru yang disupervisi yang difokuskan pada

pembelajaran siswa. 4. Kesimpulan dan saran untuk perbaikan pada tahap berikutnya.

2. Siklus II

a) Perencanaan 1) Menginformasikan kepada guru tentang hasil siklus I.
2) Menyampaikan hasil observasi proses pembelajaran melalui deskriptor

yang telah muncul.

19

3) Mengadakan Tanya jawab tentang kelemahan proses pembelajaran

yang telah terjadi. b) Pelaksanaan
1) Menginformasikan kepada guru, tentang kesesuaian dan kemajuan

(progress) hasil observasi.
2) Mengadakan

diskusi

tentang

hal-hal

yang

berkaitan

dengan

pelaksanaan proses pembelajaran, jika masih ada yang belum dipahami.
3) Mengumpulkan dokumen-dokumen penilaian supervisi kunjungan

kelas.

c)

Observasi
1. Penulis

melakukan

pengamatan

sesuai

rencana

dengan

menggunakan lembar observasi terutama pada aspek dan descriptor yang belum muncul pada siklus I. 2. Menilai tindakan dengan menggunakan format evaluasi. 3. Pada tahap ini seorang guru melakukan pembelajaran sesuai dengan aspek dan indikator yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis dan PKS kurikulum melakukan supervisi kelas dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan.

20

e)

Refleksi
1. Pertemuan refleksi segera dilakukan secepatnya setelah kegiatan

pelaksanaan pembelajaran untuk memperoleh masukan dari guru yang di supervisi tentang kesan yang dialaminya setelah disupervisi pada kali yang kedua. 2. Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan dan mendiskusikannya dengan guru yang telah disupervisi.
3. Tanggapan-tanggapan dari guru yang disupervisi yang difokuskan pada

pembelajaran siswa.
4. Kesimpulan dan saran.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Kondisi Sekolah Berdasarkan pengamatan selama satu tahun terakhir baik secara kualitatif dan kuantitatif, terlihat motivasi dan profesionalisme dari sebagian guru cenderung rendah dalam tugas-tugas mengajar. Hal tersebut dapat dinilai dari hal-hal sebagai berikut: (1) Hanya 20% dari guru yang menggunakan strategi belajar secara tepat; (2) Hanya 50% dari guru yang hadir tepat waktu di kelas pada saat jam mengajar; (3) Hanya 45% dari guru yang keluar tepat waktu sesuai jadwal mengajar; (4) Hanya 30% dari guru yang

21

memanfaatkan media belajar pada saat mengajar; (5) Hanya 40% dari guru yang menggunakan metode mengajar secara variatif. Selain masalah-masalah di atas, berdasarkan laporan kemajuan pembelajaran triwulan I Tahun Pelajaran 2010/2011 terdapat sekitar 40% jumlah siswa perkelas, nilainya belum mencapai KKM.

B. Kegiatan Siklus 1 a) Perencanaan
1) Sosialiasi tujuan dan ruang lingkup penelitian kepada guru. 2) Penjelasan fokus penelitian tentang Supervisi Akademik. 3) Diskusi tentang pelaksanaan proses pembelajaran yang ideal.

b) Pelaksanaan
1) Pada Pertemuan awal, peneliti mengumpulkan seluruh guru.

2) Menjelaskan maksud dan tujuan Penelitian Tindakan Sekolah.
3) Penjelasan tentang kompetensi pedagogik guru difokuskan pada perbaikan

komponen proses pembelajaran. Berikut pula penjelasan tentang aspek yang akan diamati melalui deskriptor setara.
4) Tanya jawab tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan penelitian. c) Observasi

22

1. Penulis melakukan pengamatan sesuai rencana dengan menggunakan lembar

observasi. 2. Menilai tindakan dengan menggunakan format evaluasi.
3. Pada tahap ini seorang guru melakukan pembelajaran sesuai dengan aspek dan

deskriptor yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis dan PKS kurikulum melakukan supervisi kelas dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Secara umum, pertemuan pertama dengan guru-guru berjalan lancar, walaupun menyita waktu yang agak lama, serta dari hasil diskusi ada beberapa orang guru yang merasa belum siap dan keberatan untuk menyiapkan proses pembelajaran yang memenuhi aspek dan deskriptor hanya dalam jangka waktu 1 (satu) minggu, tetapi setelah diberikan penjelasan mereka dapat mengikuti dan memahami tujuan penelitian. d) Refleksi Pada awal siklus ini, hasil observasi peneliti yang dibantu oleh kolega diperoleh gambaran bahwa hasil siklus I total skor terendah 61% artinya bahwa tingkat pelaksanaan proses pembelajaran cukup dan skor tertinggi 70% artinya berada pada interpretasi baik dan hasil prosentase rata-rata dari seluruh guru yaitu 63% (cukup). (untuk lebih jelasnya lihat tabel 1)

23

24

Tabel 1. REKAPITULASI HASIL KUNJUNGAN KELAS SIKLUS I
Nama Guru/Mapel A B C D E F G H I J K L Hasil skor Kls 7-A 7-B 8-A 8-B 9-A 9-B 7-A 7-B 8-A 8-B 9-A 9-B Klts Ckp Ckp Ckp Ckp Ckp Ckp Baik Baik Ckp Ckp Ckp Ckp Ckp Knts 63 65 60 61 63 64 66 70 65 61 64 65
767/ 12=

Aspek dan Deskriptor Yang Muncul 1 a 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 b 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 c 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 d 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 a 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 9 b 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 c 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 6 d 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 6 a 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 7 b 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 3 c 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 5 d 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 7 a 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 8 b 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 9 4 c 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 5 d 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 7 a 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 8 B 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 4 5 c 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 8 d 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 6 a 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 9 b 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 8 6 c 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 d 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 2

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Rata-rata Nilai/Jumlah:

25

64

2

2

1

0

2

1

0

Tabel 1 LANJUTAN. REKAPITULASI HASIL KUNJUNGAN KELAS SIKLUS I
Nama Guru/Mapel A B C D E F G H I J K Hasil skor Kls 8-B 8-B 8-B 9-A 8-B 7-B 7-B 7-A 7-A 8-B 7-B Klts Ckp Ckp Ckp Ckp Ckp Ckp Baik Baik Ckp Ckp Ckp Knts 63 65 60 61 63 64 66 70 65 61 64 a 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 b 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 7 c 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 d 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 a 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 b 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 8 c 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 d 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 a 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 b 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 Aspek dan Deskriptor Yang Muncul 9 c 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 d 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 a 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 b 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 10 c 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 d 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 a 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 b 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 11 c 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 d 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 a 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 b 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 12 C 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 d 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

26

12.

L

7-A

Ckp Ckp

65
767/ 12= 64

1 1 2

1 1 0

1 5

0 3

1 8

1 1 0

0 5

0 4

1 7

0 8

1 8

0 4

1 9

0 5

1 7

0 5

1 1 1

1 7

0 6

1 6

1 9

1 1 0

1 1 0

1 6

Rata-rata Nilai/Jumlah:

Keterangan: 1 = deskriptor pada aspek muncul 0 = deskriptor pada aspek tidak muncul

27

C. Kegiatan Siklus 2 a) Perencanaan 1) Menginformasikan kepada guru tentang hasil siklus I.
2) Menyampaikan hasil observasi proses pembelajaran melalui deskriptor yang

telah muncul.
3) Mengadakan Tanya jawab tentang kelemahan proses pembelajaran yang telah

terjadi. b) Pelaksanaan
1) Menginformasikan kepada guru, tentang kesesuaian dan kemajuan (progress)

hasil observasi.
2) Mengadakan diskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan

proses pembelajaran, jika masih ada yang belum dipahami.
3) Mengumpulkan dokumen-dokumen penilaian supervisi kunjungan kelas.

c) Observasi Penulis melakukan pengamatan sesuai rencana dengan menggunakan lembar observasi terutama pada aspek dan deskriptor yang belum muncul pada siklus I. Pada siklus II ini akan dilihat apakah deskriptor yang telah muncul pada siklus I dapat secara konsisten muncul kembali pada siklus II disertai dengan penambahan deskriptor yang belum muncul sebelumnya.

28

f)

Refleksi Pada Siklus II didapatkan hasil sebagaimana tertera pada tabel 2, halaman

28 dan 29, dengan hasil pengamatan penulis pada siklus II sebagai berikut : Terjadi peningkatan prosentase tingkat kesesuaian, skor terendah 65% (interpretasi cukup ), dan skor tertinggi 80 % (interpretasi Baik ) jika dibandingkan dengan siklus I, dengan rata-rata 68% (interpretasi Baik).

29

Tabel 2. REKAPITULASI HASIL KUNJUNGAN KELAS SIKLUS II
Nama Guru/Mapel A B C D E F G H I J K L Hasil skor Kls 7-A 7-B 8-A 8-B 9-A 9-B 7-A 7-B 8-A 8-B 9-A 9-B Klts Baik Baik Ckp Ckp Baik Baik Baik Baik Ckp Ckp Baik Baik Baik Knts 71 70 65 72 66 67 68 80 65 65 69 66
824/

Aspek dan Deskriptor Yang Muncul 1 a 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 b 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 c 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 D a 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 b 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 2 c 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 9 d 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 9 a 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 9 b 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 9 3 c 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 9 d 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 7 a 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 9 b 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 7 4 c 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 6 d 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 6 a 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 9 b 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 6 5 c 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 8 D a 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 4 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 8 b 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 6 c 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 D 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 J 0 1 5

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Rata-rata Nilai:

30

12= 68

2

2

2

1

0

1

0

1

Tabel 2 LANJUTAN. REKAPITULASI HASIL KUNJUNGAN KELAS SIKLUS II
Nama Guru/Mapel A B C D E F G H I J Hasil skor Kls 8-B 8-B 8-B 9-A 8-B 7-B 7-B 7-A 7-A 8-B Klts Baik Baik Ckp Ckp Baik Baik Baik Baik Ckp Ckp Knts 71 70 65 72 66 67 68 80 65 65 a 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 b 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 7 c 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 d 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 a 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 b 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 c 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 d 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 a 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 b 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 Aspek dan Deskriptor Yang Muncul 9 c 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 d 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 a 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 b 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 10 c 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 d 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 a 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 b 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 11 c 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 d 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 a 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 b 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 c 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 d 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

31

11. 12.

K L

7-B 7-A

Baik Baik Baik

69 66
824/ 12= 68

1 1 1 2

1 1 1 0

0 1 5

0 0 3

1 1 8

0 1 1 0

1 0 5

0 0 4

1 1 7

0 0 8

1 1 8

0 0 4

1 1 9

0 0 5

1 1 7

0 0 5

1 1 1 1

1 1 7

1 0 6

0 1 6

0 1 9

0 1 1 0

1 1 1 0

0 1 6

Rata-rata Nilai:

Keterangan: 1 = deskriptor pada aspek muncul 0 = deskriptor pada aspek tidak muncul

32

D. Pembahasan Tiap Siklus, Antar Siklus, dan Perbandingan dengan Kondisi Awal Sekolah

Berdasarkan hasil siklus I dan siklus II, kemampuan guru secara umum dalam pelaksanaan proses pembelajaran mengalami peningkatan prosentase pada tiap

tahapannya, dari siklus I mencapai rata-rata 63% (cukup) dan pada siklus II mencapai ratarata 68% (baik). Terdapat peningkatan kemampuan guru sebesar 5% dari siklus I. Adapun ketercapaian kemampuan pada setiap indikator dan besarnya prosentase pencapaian kemampuan pada setiap aspek dapat dilihat pada tabel 3 dan 4 berikut ini.

33

Tabel 3. Prosentase Ketercapaian Aspek dan Indikator Pada Siklus II dan Rata-Rata Prosentase Indikator Pada Setiap Aspek

Aspek dan Deskriptor Yang Muncul 1 a 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 B 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 c 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 d 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 11 a 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 10 b 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 11 2 c 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 9 d 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 9 a 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 9 b 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 9 3 c 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 9 d 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 7 A 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 9 b 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 7 4 c 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 6 d 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 6 a 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 9 b 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 6 5 c 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 8 d 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 4 a 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 8 b 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 10 6 c 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 11 d 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 5

34

100 %

100 %

100 %

92 %

83 %

92 %

75 %

75 %

75 %

75 %

75 %

58 %

75 %

58 %

50

50 %

75 %

50 %

67 %

33 %

67 %

83 %

92

42 %

98%

81%

71%

% 58%

56%

% 71%

Aspek dan Deskriptor Yang Muncul 7 a 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 B 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 c 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 d 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 a 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 b 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 8 c 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 d 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 a 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 b 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 9 c 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 d 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 A 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 b 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 10 c 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 d 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 a 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 b 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 11 c 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 d 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 a 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 b 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 12 c 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 d 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0

35

1 12
100 %

1 10
83 % 62%

1 5
42 %

0 3
25 %

1 8
67 %

1 10
83 % 56%

0 5
42 %

0 4
33 %

1 7
58 %

0 8
67 % 56%

1 8
67 %

0 4
33 %

1 9
75 %

0 5
42 % 54%

1 7
58 %

0 5
42 %

1 11
92 %

1 7
58 % 62%

0 6
50 %

1 6
50 %

1 9
75 %

1 10
83 %

1 10
83

1 6
50 %

% 73%

36

Tabel 4. Rekapitulasi Prosentase Pada Setiap Aspek Ketercapaian No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Uraian Aspek Persiapan Apersepsi Relevansi materi dengan tujuan pembelajaran Penguasaan materi Strategi Belajar (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi) Metode Media Manajemen kelas Pemberian motivasi kepada siswa Nada dan Suara Penggunaan Bahasa Gaya dan Sikap Perilaku (%) 98 81 71 58 56 71 62 56 56 54 62 73 Kategori Baik Sekali Baik Sekali Baik Cukup Cukup Baik Cukup Cukup Cukup Kurang Cukup Baik

37

Berdasarkan tabel 3 dan 4 di atas, masih terlihat aspek-aspek yang membutuhkan perbaikan pada masa-masa yang akan datang. Walaupun demikian, upaya memperbaiki keadaan awal sekolah dengan kondisi sebagaimana diuraikan pada bagian (A) kondisi sekolah telah mengalami peningkatan. Berikut ini akan dikomparasikan sejumlah keadaan awal dengan kondisi akhir pada siklus II pada tabel 5.

Tabel 5. Komparasi Peningkatan Kondisi Awal Sekolah dengan Kondisi Akhir Siklus II Ketercapaian No. 1. 2. 3. 4. Uraian Kondisi Masuk tepat waktu di kelas Pemanfaatan media belajar Metode variatif Strategi belajar Keadaan Awal (%) 50 30 40 20 Ketercapaian Selisih Keadaan Akhir Peningkatan (Siklus II) 98 62 71 56 48 32 31 36

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

38

A.

Kesimpulan

1. Kompetensi pedagogik guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran mengalami

peningkatan melalui supervisi akademik pada 2 (dua) siklus. siklus I mencapai rata-rata 63% (cukup) dan pada siklus II mencapai rata-rata 68% (baik). Terdapat peningkatan kemampuan guru sebesar 5% dari siklus I.
2. Terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kondisi awal sekolah bila

dibandingkan dengan keadaan akhir pada siklus II. Ketepatan guru masuk ke dalam kelas meningkat 48%, pemanfaatan media belajar meningkat 32%, metode variatif meningkat 31%, dan strategi belajar meningkat 36%.

B.

Saran

1. Pengumpulan data pada penelitian ini hanya berfokus pada hasil observasi guru pada proses pembelajaran di kelas. Adapun hasil wawancara guru dan siswa baik sebelum dan sesudah pelaksanaan supervisi tidak menjadi bagian dalam teknik pengumpulan data pada penelitian ini mengingat keterbatasan waktu yang ada.
2. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang langkah-langkah perbaikan pada aspek

yang berkategori kurang maupun cukup melalui siklus ketiga dan seterusnya. 3. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang tingkat konsistensi kemunculan deskriptor pada setiap siklus yang menjadi masa rentang penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

39

Arikunto,Suharsimi.2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.Jakarta : Bumi Aksara. Mukhtar dan Iskandar.2009. Orientasi Supervisi Pendidikan. Jakarta : GPP Press Nawawi, Hadari.2006.Kepemimpinan Mengefektifkan Organsiasi.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005, Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Jakarta : Depdiknas. PMPTK, Dirjen, Materi Supervisi Akademik Penguatan Kepala Sekolah dan Pengawas, Jakarta: 2010. Pidarta,Made.2009. Supervisi Pendidikan Kontekstual. Jakarta : Rineka Cipta Purwanto, M. Ngalim. 1987.Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya. Riduwan.2007. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-karyawan dan peneliti muda,Bandung : Alfabeta. Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung : Alfabeta

LAMPIRAN-LAMPIRAN:

40

JADWAL SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS A. SIKLUS I

NO.

HARI/TAN GGAL

NAMA GURU

MATA PELAJA RAN

KLS

JAM KE

PELAKSANAAN SUPERVISI

KET

1.

Selasa, 2/11/ 2010

Bahasa Indonesi a

VIII- 1-2 B

Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. 41

2.

Rabu, 3/11/ 2010

Bahasa Arab

VIII- 8-9 B

3.

Rabu, 3/11/2010

Bahasa Inggris

VIII- 9-10 B

4.

Kamis, 4/11/2010

IPS Terpadu

IX-A 1-2

5.

Kamis, 4/11/2010

PAI

VIII- 5-6 B

6.

Kamis, 4/11/2010

Learning VIISkills B

7-8

7.

Jumat, 5/11/2010

TIK

VIII- 1-2 A

8.

Jum’at, 6/11/2010

Matemat ika

VIIA

3-4

Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas.

9.

Jum’at, 6/11/2010

IPA Terpadu

VIIA

5-6

10.

Senin, 8/11/2010

Penjaske s

VIII- 1-2 B

11.

Senin, 8/11/2010

Bahasa Sunda

VIIB

3-4

12.

Senin, 8/11/2010

PLH

VIIA

9-10

B. SIKLUS II
MATA PELAJA RAN

NO.

HARI/TAN GGAL

NAMA GURU

KLS

JAM KE

PELAKSANAAN SUPERVISI

KET

1.

Selasa, 9/11/ 2010

Bahasa Indonesi a

VIII- 1-2 B

Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di 42

2.

Selasa, 9/11/ 2010

Bahasa Arab

VIII- 3-4 B

kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik;

3.

Selasa, 9/11/2010

Bahasa Inggris

VIII- 5-6 B

4.

Selasa, 9/11/2010

IPS Terpadu

IX-A 7-8

5.

Rabu, 10/11/2010

PAI

VIII- 1-2 B

6.

Rabu, 10/11/2010

KTK

VIIB

3-4

7.

Rabu, 10/11/2010

TIK

VIII- 6-7 A

8.

Rabu, 10/11/2010

Matemat ika

VIIA

8-9

9.

Kamis, 11/11/2010

IPA Terpadu

VIIA

1-2

10.

Kamis,

Penjaske

VIII- 3-4

43

11/11/2010

s

B

Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas. Akademik; Pelaksanaan Pembelajaran di kelas.

11.

Kamis, 11/11/2010

Bahasa Sunda

VIIB

6-7

12.

Kamis, 11/11/2010

PLH

VIIA

7-8

Bogor, 1 Nopember 2010 Kepala SMP Daar el-Salam,

IQBAL FAHRI, S. Pd NIP. -

Lembar Observasi Guru

INSTRUMEN KUNJUNGAN KELAS PADA PROSES PEMBELAJARAN
1. 2. 3. 4. Nama Guru Kelas : Identitas Mata Pelajaran : Standar Kompetensi : :

5. Kompetensi Dasar 6. Waktu 7. Semester :

:

:

44

8. Hari/Tanggal

:

KRITERIA NO. URAIAN KEGIATAN 1 1. Persiapan: a. Masuk kelas tepat waktu. b. Mengabsen siswa. c. Mengecek kebersihan dan tempat duduk siswa. d. Memeriksa kelengkapan alat pembelajaran. Apersepsi: PENILAIAN 2 3 4

KETERANGAN/ DESKRIPTOR YANG MUNCUL

2.

a. Menjelaskan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran. b. Menyampaikan cakupan materi dan keterkaitannya dengan materi sebelumnya. c. Menyampaikan uraian kegiatan/langkah kegiatan sesuai silabus. d. Menyampaikan cakupan materi kaitannya dengan kondisi nyata/riil.
3. Relevansi materi dengan tujuan pembelajaran: a. Materi sesuai dengan tujuan pembelajaran. b. Materi diperkaya dengan perkembangan terkini yang relevan. c. Tersedia peta konsep (mind maping) tujuan pembelajaran dan materi ajar atau sejenisnya. d. Materi disampaikan secara sistematis sesuai tujuan pembelajaran. Penguasaan materi: a. Tidak terpaku pada buku teks.

4.

45

b. Mampu menjawab pertanyaan siswa dan/atau menyelesaikan soal tanpa keraguan. c. Tidak diam sejenak atau bahkan lupa ketika menjelaskan materi. d. Mampu mengaitkan materi dengan contoh nyata.
5.

6.

Strategi Belajar (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi): a. Guru melakukan aktivitas tanya jawab/diskusi/memperagakan sesuatu atau sejenisnya untuk menemukan hakikat materi yang akan/sedang dibahas. (eksplorasi) b. Guru memperdalam materi dengan mengaitkan satu/beberapa materi dengan materi sejenis untuk memperluas wawasan siswa.(elaborasi) c. Guru melakukan serangkaian post-test atau sejenisnya untuk memastikan bahwa siswa memahami materi yang telah disampaikan. (konfirmasi) d. Guru secara konsisten melaksanakan tahapan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi sampai akhir pelajaran. Metode: a. Metode variatif. b. Metode sesuai tujuan pembelajaran. c. Metode mampu mempermudah materi. d. Metode mampu mencapai target/tujuan kegiatan.
Media:

7.

a. Menggunakan media dan alat pembelajaran. b. Penggunaan media tepat sasaran/sesuai tujuan. c. Menggunakan media tanpa 46

8.

hambatan teknis. d. Media menarik perhatian. Manajemen Kelas: a. Kelas dalam kendali guru, terpelihara sampai pembelajaran selesai. b. Mengatur posisi tempat duduk siswa sehingga suasana belajar menjadi kondusif. c. Membimbing siswa secara individual/kelompok. d. Memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi.
Pemberian motivasi kepada siswa:

9.

a. Memberikan penguatan atau penghargaan (reward) kepada siswa baik berupa kata-kata, sentuhan, atau bentuk lainnya. b. Melaksanakan penilaian selama kegiatan berlangsung. c. Mampu memberikan motivasi dengan tepat. d. Respon terhadap keadaan motivasi belajar siswa dengan melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan motivasi (kisah inspiratif, simulasi, games, dll yang relevan dengan materi ajar).
10. Nada dan suara:

a. Suara dapat didengar oleh seluruh siswa di dalam kelas. b. Memberikan penekanan khusus pada kata/kalimat penting. c. Suara berintonasi (tidak datar). d. Artikulasi suara jelas.
11. Penggunaan bahasa:

a. Menggunakan bahasa Indonesia yang baku (EYD). b. Menghindari pemotongan kata yang tidak perlu.

47

c. Menghindari pengulangan kata yang sama dan/atau tidak perlu.
d. Menggunakan bahasa yang singkat dan padat (tidak bertele-tele). 12. Gaya dan sikap perilaku:

a. Bertutur kata santun dan edukatif. b. Berdiri tepat di depan kelas serta tidak monoton pada satu posisi (misal; dengan berkeliling). c. Menggunakan bahasa tubuh secara tepat. d. Menegur dan menyelesaikan dengan baik segala bentuk gangguan dalam belajar.
JUMLAH NILAI RIIL = ……………. KLASIFIKASI …………………………………

JUMLAH NILAI IDEAL = 48 NILAI PERSENTASE = ……………%

A : Baik Sekali : 80% - 100% B : Baik C : Cukup D : Kurang : 66% - 79% : 56% - 65% : 40% - 55%

Saran Pembinaan: ……………………………………………..................... ………………………………………………................. ......................................................................................... ......................................................................................... ......................................................................................... .........................................................................................

……………..,……………… Guru Mata Pelajaran, Kepala SMP Daar el-Salam,

……………………....

……………………..............

48

49

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful