Fokus

Menggugat "Jebakan" Saat Razia Polisi
Seorang perempuan merasa dijebak menyimpan narkoba saat dirazia polisi. Apa aturannya?
RABU, 20 JUNI 2012, 21:29 WIB

Desy Afrianti, Siti Ruqoyah

Razia lalu lintas (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi) BERITA TERKAIT

• • • • •

Polda Minta Warga Jangan Takut Hadapi Razia Polda Periksa Polisi yang Melakukan Razia Sidang Grasi Corby Berlangsung Tertutup Pengendara Harus Berani Tanya Jenis Razia Razia Narkoba di Mobil Lita Versi Ipda Johan

VIVAnews - Sherlita Stephanie atau Lita berkicau sepanjang hari itu di Twitter. Dia kesal merasa dijebak sebagai pemilik empat butir obat alergi yang dituding polisi sebagai narkoba dalam razia di kawasan Bangka, Jakarta Selatan, pada Selasa dini hari, 19 Juni 2012. Dari kicauan Lita, kasus ini tersebar luas. Masyarakat ikut marah atas apa yang dialami perempuan berambut panjang itu. "Saya ngetwit spontan dan tanpa tujuan apa-apa. Makanya kaget bisa sampai seheboh ini," ucapnya kepada VIVAnews. Bidang Profesi dan Pengamanan Internal Polda Metro Jaya berjanji untuk memeriksa polisi yang melakukan razia di kawasan Bangka pada dini hari itu. Semua anggota diperiksa termasuk provost dan penanggungjawab razia. "Dalam waktu dekat akan diperiksa. Kami lakukan pengecekan terhadap internal dulu, nanti kalau dibutuhkan baru periksa korban yang merasa dituduh memiliki narkoba tersebut," kata Kepala Bidang Propam Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Hari Harnowo, Rabu 20 Juni 2012.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menjelaskan sejauh ini belum ada laporan terkait peristiwa itu. Karenanya propam memeriksa seluruh petugas terlebih dahulu. Kejadian ini menjadi perhatian sebab ramai dibicarakan publik. "Polisi akan lebih profesional, dan jangan apriori. Karena razia itu untuk keamanan dan kenyaman masyarakat itu sendiri," ujarnya. Warga Tebet Jakarta Selatan itu belum dapat memastikan kapan dia akan melapor. "Saat ini saya ingin tenang dulu, setelah itu baru melapor," kata dia. Kejadian itu membuat Lita trauma bila melihat polisi. Menurutnya polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat hanyalah slogan. "Mereka kasar, saya jadi takut," ujarnya. Cerita Lita Perempuan yang bekerja di sebuah event organizer itu menjelaskan saat itu dia dan temannya, Yasmin, baru saja pulang dari kawasan Kemang. Ketika tiba di Jalan Bangka, Kijang Innova yang dikendarai Lita diberhentikan sejumlah petugas yang melakukan razia. Polisi yang berjumlah sepuluh orang langsung meminta mereka turun. Dengan nada keras, mereka menyuruh Lita menunjukkan surat-surat kendaraan. Dalam waktu bersamaan, salah satu petugas membuka pintu belakang. Tibatiba seorang polisi berteriak. Dia mengaku menemukan obat-obatan yang disebutnya narkoba. "Saya bilang itu bukan punya saya. Saya bukan pemakai, apalagi pengedar," ujarnya. Lita menyayangkan sikap polisi yang langsung menggeledah. Seharusnya polisi menunggu dia ikut melakukan penggeledahan. "Kami dipepet, dibentakbentak seperti tertuduh," kata dia. Polisi kemudian meminta agar bagasi kendaraan dibuka. Di sana, ada kotak P3K, sejumlah obat pusing dan obat alergi. Lagi-lagi petugas menuduh obat alergi itu sebagai narkoba. Lita bersikukuh dan menantang dilakukan cek darah dan urine ke rumah sakit. Tapi polisi itu hanya diam. "Saya juga mengajak mereka mengecek obat itu ke apotek 24 jam," ucapnya. Para polisi itu tetap ngotot dan terus membentak. Akhirnya, Lita menelepon adiknya. Adiknya datang, dan lalu berbicara baik-baik kepada petugas guna meyakinkan kakak dan temannya bukan pemakai obat terlarang. Perdebatan itu berakhir saat adik Lita menyebut kenalannya seorang perwira tinggi di Polda Metro Jaya. Setelah menyebut nama perwira tinggi itu, sikap polisi-polisi itu berubah drastis. Mereka menjadi lebih santun. "Saya terpaksa, padahal kalau mau dari

awal saya bisa sebut, tapi saya ingin melihat dulu," kata Lita. Lita diperbolehkan pulang. Namun polisi itu lupa membawa 4 butir obat yang disebutnya narkoba. Padahal, obat-obatan itu bukan milik Lita. Dan setelah dicek, ternyata benar itu adalah obat alergi, bukan narkoba. Versi polisi Inspektur Dua Johan Hanafi, anggota kepolisian yang melakukan razia di Jalan Bangka mengungkapkan cerita sendiri. Menurut Johan, Selasa kemarin kepolisian memang sedang menggelar operasi resmi bernama "Operasi Cipta Kondisi 2012". Sebanyak 15 petugas melakukan razia di depan Apotek K-24, Jalan Bangka Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Pada pukul 01.30 WIB, Briptu Feri Guntara, anggota Patroli Kota dengan nomor mobil 4043, menghentikan sebuah mobil Toyota Kijang Innova warna silver dengan nomor polisi tidak diingat yang dikemudikan oleh seorang perempuan--di mobil bersama perempuan lainnya--yang melintas dari arah Kemang menuju Jalan Bangka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful