You are on page 1of 2

Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa masuknya arus modal ke dalam emerging market memberikan dampak yang

positif dan negative bagi perekonomian negara emerging market sehingga otoritas moneter harus dapat membuat kebijakan dan langkah yang tepat untuk mengatur aliran modal masuk dengan tujuan mengantisipasi dampak negative dari capital inflow, dan memaksimalkan potensi masuknya aliran modal untuk meningkatkan performa perekonomian. Hendarsah (2010) menyebutkan bahwa untuk mengatur volume dari arus modal masuk dalam suatu perekonomian, maka dibutuhkan respon kebijakan dari otoritas moneter, yaitu adalah exchange rate flexibility, melakukan intervensi pada pasar valuta asing, meningkatkan akumulasi dari cadangan devisa luar negeri, meningkatkan strategi manajemen likuiditas. Untuk kebijakan exchange rate flexibility, dengan menggunakan exchange rate flexibility, berarti otoritas moneter mengijinkan kurs mata uang dapat menyesuaikan dalam mereduksi transmisi dari likuiditas global dan mereduksi aliran modal masuk yang dapat meningkatkan apresiasi kurs. Hal ini didukung oleh Miranda (2008) yang mengatakan bahwa dengan sistem kurs yang flexible memungkinkan otoritas moneter melakukan penyesuaian terhadap apresiasi kurs mata uang. Kebijakan kedua adalah mengenai intervensi di pasar valuta asing. Intervensi valuta asing sebagai salah satu kebijakan penting dari menghadapi arus modal masuk yang besar dalam emerging market. Pertumbuhan arus modal masuk secara besar-besaran, menyebabkan apresiasi kurs yang pesat pada jangka pendek dapat menciptakan ketidakpastian dalam sector business. Dalam kondisi seperti ini, intervensi diperlukan untuk memperhalus apresiasi dari kurs dan mereduksi ketidakpastian dalam pasar valuta asing. Selanjutnya, peningkatan apresiasi kurs juga menyebabkan melemahnya daya saing sector export dan dapat mereduksi potensial economic growth dalam emerging market. Kebijakan intervensi kurs ini lah yang dapat mereduksi efek dari apresiasi kurs mata uang. Intervensi otoritas moneter pada kurs mata uang menyebabkan peningkatan pada akumulasi cadangan devisa luar negeri.