L - III DESKRIPSI MIKROFOSIL 1. Satuan Batulempung Hitam (Tmblh) 1.1 Batulempung Hitam bagian atas (Stasiun 089) 1.1.

1 Foraminifera Planktonik Batulempung Hitam bagian atas (Stasiun 089) Globigerinoides subquadratus REUSS ( St 089 no 1) Plate 1

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang trochospiral, equatorial periphery lobulate, axial periphery membundar dengan besar; aperture interiomarginal, umbilical dengan arch medium hingga tinggi dibatasi oleh rim, kamar terakhir terdapat 2 apertur sekunder sutural yang berbeda; kamar tersusun dari 3.5 hingga 4 putaran, 5 kamar pada putaran terakhir bertambah ukuran secara cepat; sutura pada sisi spiral agak melengkung tertekan, pada sisi umbilical memancar, tertekan; umbilicus agak tipis.

Globigerina seminulina (St 089 no 2) Plate 1

Komposisi cangkang calcareous; bentuk cangkang trochospiral rendah; aperture primer intraumbilical, low arch, aperture tambahan pada sisi spiral; kamar terdiri dari 3.5 sampai 4 putaran dan bertambah ukuran secara cepat; umbilicus cukup lebar dan dangkal.

Orbulina suturalis (St 089 no 3 ) Plate 1

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang bulat, tahap awal trochospiral; aperture interiomarginal, umbilical pada tahapan awal, pada keadaan dewasa bukaan kecil; kamar globular, kamar akhirnya membungkus seluruh bagian awal cangkang.

L - III Globigerina immaturus LEROY (St 089 no 4) Plate 1

Cangkang trochospiral, bikonveks tidak sama, equatorial peripheral membulat, sumbu spheriperal melingkar lebar, dinding berpori, permukaannya berbintik, kamar spherical, tersusun oleh 3,5 putaran, 3 – 4 kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah secara medium, sutura pada sisi spiral melengkung, tertekan, umbilicus menyempit, apertur utama interiormarginal, umbilical dengan busur rendah–medium dibatasi oleh lingkaran. Globorotalia mayeri CUSHMAN & ELLISOR (St 089 no 5 ) Plate 1

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang trochospiral sangat rendah, equatorial periphery lobulate, axial periphery membundar; aperture interiomarginal, ekstraumbilikal-umbilikal, agak rendah, bukaan arch elongate dibatasi oleh bibir atau rim; kamar berkembang subglobular tersusun dari 3 putaran dengan 5-6 kamar pada putaran terakhir bertambah ukuran secara regular; sutura pada sisi spiral dan umbilical memancar, tertekan; umbilicus agak lebar, agak tipis Globorotalia siakensis LEROY (St 089 no 7 ) Plate 1

Cangkang trochospiral sangat rendah, equator periphery lobulate, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori kasar, permukaan halus, kamar membundar, subglobular, terdiri dari tiga putaran, terdiri dari 5-6 pada putaran terakhir ukurannya bertambah. Sutura pada sisi spiral berbentuk melengkung hingga radial, umbilicus agak sempit, segitiga pada specimen yang normal. Aperture interiomarginal, umbilicalextraumbilical, dengan sangat besar, dibatasi tepian yang jelas di bagian atas

1.1.2

Foraminifera Bentonik Batulempung Hitam bagian atas (Stasiun 089)

L - III Amphistegina lessonii (St 089 no 9) Plate 1

Cangkang berbentuk cakram tipis sampai tebal, simetris bilateral sampai sangat asimetris; kamar-kamar tersusun secara planispiral involute; pada satu sisi berhiaskan radietsigmoid, hiasan radiet-sigmoid agak renggang sampai berdekatan antara yang satu dengan lainnya; sedangkan pada sisi ujung hiasan radiet-sigmoid bercabang dua, pada sisi ini dijumpai apertur.

Amphistegina quoyi (St 089 no 10) Plate 1

Cangkang relatif besar , lebih dari 10 kamar pada setiap putaran, aperture tipis (slit) permukaan cangkang tidak beraturan, cangkang trochospiral, dinding cangkang berpori.

Uvigerina peregrina (St 089 no 11 ) Plate 1

Cangkang elongate, polythalamus. Dinding halus, permukaan kasar, komposisi dinding cangkang calcareous. Kamar tersusun dalam tiga baris susunan (triserial). Sutura melengkung. Aperture terminal, bulat dengan ornamentasi neck (semacam leher) dan bibir serta kadang – kadang ada gigi.

1.2 1.2.1

Batulempung Hitam bagian tengah (Stasiun 008) Foraminifera Planktonik Batulempung Hitam bagian tengah (Stasiun 008)

L - III Orbulina universa D’ORBIGNY (St 008 no 13 ) Plate 1

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang bulat, tahap awal trochospiral; aperture interiomarginal, umbilical pada tahapan awal, pada keadaan dewasa bukaan kecil; kamar globular, kamar akhirnya membungkus seluruh bagian awal cangkang.

Sphaeroidinella subdehiscens (St 008 no 14) Plate 1

Cangkang agak bulat, streptospiral; apertur terletak pada pertemuan antara tiga sutura dari tiga kamar terakhir, apertur hampir tertutup oleh gigi bulat yang menempel pada basal sutura.

Globigerinoides immaturus LEROY (St 008 no 15 ) Plate 1

Cangkang trochospiral, bikonveks tidak sama, equatorial peripheral membulat, sumbu pheriperal melingkar lebar, dinding berpori, permukaannya berbintik, kamar spherical, tersusun oleh 3,5 putaran, 3 – 4 kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah secara medium, sutura pada sisi spiral melengkung, tertekan, umbilicus menyempit, apertur utama interiormarginal, umbilical dengan busur rendah–medium dibatasi oleh lingkaran, beberapa kamar terakhir memperlihatkan satu sutura apertur sekunder yang berlawanan dengan apertur primer.

Globorotalia siakensis LEROY (St 008 no 16) Plate 1

L - III

Cangkang trochospiral sangat rendah, equator periphery lobulate, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori kasar, permukaan halus, kamar membundar, subglobular, terdiri dari tiga putaran, terdiri dari 5-6 pada putaran terakhir ukurannya bertambah. Sutura pada sisi spiral berbentuk melengkung hingga radial, umbilicus agak sempit, segitiga pada specimen yang normal. Aperture interiomarginal, umbilicalextraumbilical, dengan sangat besar, dibatasi tepian yang jelas di bagian atas.

Globigerina praebulloides REUSS (St 008 no 17) Plate 1

Komposisi cangkang calcareous; bentuk cangkang trochospiral rendah; aperture primer intraumbilical, low arch, aperture tambahan pada sisi spiral; kamar terdiri dari 3.5 sampai 4 putaran dan bertambah ukuran secara cepat; umbilicus cukup l;ebar an dangkal, umur.

Globorotalia mayeri CUSHMAN & ELLISOR (St 008 no 18) Plate 1

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang trochospiral sangat rendah, equatorial periphery lobulate, axial periphery membundar; aperture interiomarginal, ekstraumbilikal-umbilikal, agak rendah, bukaan arch elongate dibatasi oleh bibir atau rim; kamar berkembang subglobular tersusun dari 3 putaran dengan 5-6 kamar pada putaran terakhir bertambah ukuran secara regular; sutura pada sisi spiral dan umbilical memancar, tertekan; umbilicus agak lebar, agak tipis.

1.2.2 Foraminifera Bentonik Batulempung Hitam bagian tengah (Stasiun 008) Uvigerina perregrina (St 008 no 20) Plate 1

L - III

Cangkang elongate, polythalamus. Dinding halus, permukaan kasar, komposisi dinding cangkang calcareous. Kamar tersusun dalam tiga baris susunan (triserial). Sutura melengkung. Aperture terminal, bulat dengan ornamentasi neck (semacam leher) dan bibir serta kadang – kadang ada gigi.

Quinqueloculina sp. (St 008 no 21) Plate 1

Komposisi dinding cangkang porselen, cangkang polythalamus terdiri dari 5 kamar dari luar, 4 kamar dari satu sisi, 3 kamar terlihat dari sisi lainnya. Aperture terletak di terminal, bulat, atau oval, mempunyai gigi.

Textularia sagitulla (St 008 no 22) Plate 1

Cangkang biserial, polythalamus, agak gepeng, dengan komposisi agglutinin, dinding cangkang berpori halus, aperture low arched pada dasar kamar terakhir.

1.3 1.3.1

Batulempung Hitam bagian bawah (Stasiun 035) Foraminifera Planktonik Batulempung Hitam bagian bawah (Stasiun 035)

Orbulina universa D’ORBIGNY (St 035 no 25) Plate 1

L - III

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang bulat, tahap awal trochospiral; aperture interiomarginal, umbilical pada tahapan awal, pada keadaan dewasa bukaan kecil; kamar globular, kamar akhirnya membungkus seluruh bagian awal cangkang.

Orbulina bilobata D’ORBIGNY (St 035 no 26) Plate 1

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang bilobate, tahap awal trochospiral; aperture interiomarginal, umbilical; kamar spherical

Globigerinoides immaturus REUSS (St 035 no 27) Plate 1

Cangkang trochospiral, bikonveks tidak sama, equatorial peripheral membulat, sumbu pheriperal melingkar lebar, dinding berpori, permukaannya berbintik, kamar spherical, tersusun oleh 3,5 putaran, 3 – 4 kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah secara medium, sutura pada sisi spiral melengkung, tertekan, umbilicus menyempit, apertur utama interiormarginal, umbilical dengan busur rendah–medium dibatasi oleh lingkaran, beberapa kamar terakhir memperlihatkan satu sutura apertur sekunder yang berlawanan dengan apertur primer. Globigerinoides trilobus REUSS (St 035 no 28) Plate 1

L - III

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang planispiral pada keadaan dewasa, trochospiral pada tahap awal, evolute, equatorial periphery lobulate, axial periphery membundar; aperture interiomarginal, arch besar yang dibatasi oleh rim yang tidak jelas; kamar tersusun dari 3.5-4 putaran, 5-6 kamar pada putaran terakhir bertambah ukuran secara cepat; sutura memancar, tertekan.

Globigerinoides subquadratus REUSS (St 035 no 29) Plate 1

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang trochospiral, equatorial periphery lobulate, axial periphery membundar dengan besar; aperture interiomarginal, umbilical dengan arch medium hingga tinggi dibatasi oleh rim, kamar terakhir terdapat 2 apertur sekunder sutural yang berbeda; kamar tersusun dari 3.5 hingga 4 putaran, 5 kamar pada putaran terakhir bertambah ukuran secara cepat; sutura pada sisi spiral agak melengkung tertekan, pada sisi umbilical memancar, tertekan; umbilicus agak tipis. 1.3.2 Foraminifera Bentonik Batulempung Hitam bagian bawah (Stasiun 035)

Amphistegina lesonii (St 035 no 31) Plate 1

Cangkang berbentuk cakram tipis sampai tebal, simetris bilateral sampai sangat asimetris; kamar-kamar tersusun secara planispiral involute; pada satu sisi berhiaskan radietsigmoid, hiasan radiet-sigmoid agak renggang sampai berdekatan antara yang satu dengan lainnya; sedangkan pada sisi ujung hiasan radiet-sigmoid bercabang dua (seperti huruf “Y” yang melengkung), pada sisi ini dijumpai apertur; ciri lain yang khas, yang mudah dikenali adalah adanya tonjolan-tonjolan halus (pustulet) di depan muka aperture (awal putaran terakhir); lingkungan pengendapan 5-75 m. Cassidulina sp. (St 035 no 32) Plate 1

L - III

Komposisi dinding cangkang calcareous; permukaan cangkang halus, berpori; kamar berbaris 2 (biserial). Posisi aperture lateral, memanjang pada permukaan akhir septa.

2. Satuan Batupasir abu-abu kehitaman (Tmbph) 2.1 Batupasir bagian atas (Stasiun 045) 2.1.1 Foraminifera Planktonik Batupasir kehitaman bagian atas (Stasiun 045) Globigerinoides sacculifer (BRADY) . (St 045 no 1 ) Plate 4

Cangkang trochospiral biconvex, sisi equatorial lobulate. Dinding berlubang, permukaannya berduri. Kamar spherical, kecuali kamar terakhir elongate, tersusun dalam 3,5 putaran dan pada kamar terakhir ukurannya lebih besar. Sutura pada sisi spiral melengkung dan pada sisi umbilical tertekan melingkar. Apertur interiormarginal, kamar terakhir mempunyai apertur sekunder. Globigerinoides trilobus REUSS (St 045 no 2) Plate 4

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang planispiral pada keadaan dewasa, trochospiral pada tahap awal, evolute, equatorial periphery lobulate, axial periphery membundar; aperture interiomarginal, arch besar yang dibatasi oleh rim yang tidak jelas; kamar tersusun dari 3.5-4 putaran, 5-6 kamar pada putaran terakhir bertambah ukuran secara cepat; sutura memancar, tertekan.

Globoroalia menardii D”ORBIGNY (St 045 no 3) Plate 4

L - III

Cangkang trochospiral,sangat rendah,biconvex, equatorial periphery lobilate, periphery axial dengan jelas oleh keel, dinding cangkang berpori, permukaan pada kamar awal sedikit, rugose dekat pundak, kemudian menghalus, kamar menekan dengan kuat, terdiri dari tiga putaran, lima sampai tujuh pada putaran terakhir tumbuh secara tetap ukurannya, sutura pada bagian dorsal spiral melengkung rendah, letaknya tinggi, pada bagian umbilical interiomarginal,ekstraumbilical, sampai umbilical, celah yang rendah dibatasi oleh bibir yang rendah.

Globoroalia siakensis LEROY (St 045 no 4) Plate 4

Cangkang trochospiral sangat rendah, equator periphery lobulate, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori kasar, permukaan halus, kamar membundar, subglobular, terdiri dari tiga putaran, terdiri dari 5-6 pada putaran terakhir ukurannya bertambah. Sutura pada sisi spiral berbentuk melengkung hingga radial, umbilicus agak sempit, segitiga pada specimen yang normal. Aperture interiomarginal, umbilicalextraumbilical, dengan sangat besar, dibatasi tepian yang jelas di bagian atas.

Orbulina bilobata D”ORBIGNY (St 045 no 5) Plate 4

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang bilobate, tahap awal trochospiral; aperture interiomarginal, umbilical; kamar spherical.

Orbulina universa D”ORBIGNY (St 045 no 6) Plate 4

L - III

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang bulat, tahap awal trochospiral; aperture interiomarginal, umbilical pada tahapan awal, pada keadaan dewasa bukaan kecil; kamar globular, kamar akhirnya membungkus seluruh bagian awal cangkang.

2.1.2 Foraminifera Bentonik Batupasir abu-abu kehitaman bagian atas (Stasiun 045) Amphistegina lessonii (St 045 no 13) Plate 4

Cangkang berbentuk cakram tipis sampai tebal, simetris bilateral sampai sangat asimetris; kamar-kamar tersusun secara planispiral involute; pada satu sisi berhiaskan radietsigmoid, hiasan radiet-sigmoid agak renggang sampai berdekatan antara yang satu dengan lainnya; sedangkan pada sisi ujung hiasan radiet-sigmoid bercabang dua, pada sisi ini dijumpai apertur. Textilaria sp (St 045 no 14) Plate 4

Cangkang polythalamus, agak gepeng, dinding cangkang berpori halus, aperture terminal pada leher yang lebar, kamar terakhir ukurannya relative membesar.

2.2 Batupasir abu-abu kehitaman bagian bawah (Stasiun 50) 2.2.1 Foraminifera Planktonik Batupasir kehitaman bagian bawah (Stasiun 050) Globoroalia obesa BOLLI (St 050 no 1) Plate 5

L - III

Cangkang trochospiral sangat rendah, equator periphery lobulate, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori kasar, permukaan berbintik- bintik, kamar pertama terlihat ramping dan kasar. Kamar membundar, spherical, terdiri atas 2,5 – 3 putaran, umumnya empat kamar yang diperlihatkan putaran terakhir, dengan penambahan ukuran yang sangat cepat. Sutura pada sisi spiral, umbilical pada sisi radial tertekan. Aperture interiomarginal, umbilical-extraumbilical, dibatasi tepian yang ramping di bagian atas. Globoroalia menardii D”ORBIGNY (St 050 no 2) Plate 5

Cangkang trochospiral,sangat rendah,biconvex, equatorial periphery lobilate, periphery axial dengan jelas oleh keel, dinding cangkang berpori, permukaan pada kamar awal sedikit, rugose dekat pundak, kemudian menghalus, kamar menekan dengan kuat, terdiri dari tiga putaran, lima sampai tujuh pada putaran terakhir tumbuh secara tetap ukurannya, sutura pada bagian dorsal spiral melengkung rendah, letaknya tinggi, pada bagian umbilical interiomarginal,ekstraumbilical, sampai umbilical, celah yang rendah dibatasi oleh bibir yang rendah. Globigerinoides sacculifer (BRADY) (St 050 no 3) Plate 5

Cangkang trochospiral biconvex, sisi equatorial lobulate. Dinding berlubang, permukaannya berduri. Kamar spherical, kecuali kamar terakhir elongate, tersusun dalam 3,5 putaran dan pada kamar terakhir ukurannya lebih besar. Sutura pada sisi spiral melengkung dan pada sisi umbilical tertekan melingkar. Apertur interiormarginal, kamar terakhir mempunyai apertur sekunder. Globorotalia siakensis LEROY (St 050 no 4) Plate 5

L - III

Cangkang trochospiral sangat rendah, equator periphery lobulate, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori kasar, permukaan halus, kamar membundar, subglobular, terdiri dari tiga putaran, terdiri dari 5-6 pada putaran terakhir ukurannya bertambah. Sutura pada sisi spiral berbentuk melengkung hingga radial, umbilicus agak sempit, segitiga pada specimen yang normal. Aperture interiomarginal, umbilicalextraumbilical, dengan sangat besar, dibatasi tepian yang jelas di bagian atas.

Orbulina universa D”ORBIGNY (St 050 no 5) Plate 5

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang bulat, tahap awal trochospiral; aperture interiomarginal, umbilical pada tahapan awal, pada keadaan dewasa bukaan kecil; kamar globular, kamar akhirnya membungkus seluruh bagian awal cangkang.

Globigerinoides trilobus REUSS (St 050 no 6) Plate 5

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang planispiral pada keadaan dewasa, trochospiral pada tahap awal, evolute, equatorial periphery lobulate, axial periphery membundar; aperture interiomarginal, arch besar yang dibatasi oleh rim yang tidak jelas; kamar tersusun dari 3.5-4 putaran, 5-6 kamar pada putaran terakhir bertambah ukuran secara cepat; sutura memancar, tertekan.

2.2.2 Foraminifera Bentonik Batupasir kehitaman bagian bawah (Stasiun 050) Amphistegina lessonii (St 050 no 13) Plate 5

L - III

Cangkang berbentuk cakram tipis sampai tebal, simetris bilateral sampai sangat asimetris; kamar-kamar tersusun secara planispiral involute; pada satu sisi berhiaskan radietsigmoid, hiasan radiet-sigmoid agak renggang sampai berdekatan antara yang satu dengan lainnya; sedangkan pada sisi ujung hiasan radiet-sigmoid bercabang dua, pada sisi ini dijumpai apertur.

Textularia sp (St 050 no 14) Plate 5

Cangkang polythalamus, agak gepeng, dinding cangkang berpori halus, aperture terminal pada leher yang lebar, kamar terakhir ukurannya relative membesar.

3. Satuan Batupasir abu-abu kecoklatan (Tmbp) 3.1 Batupasir abu-abu kecoklatan bagian atas (Stasiun 016) 3.1.1 Foraminifera Planktonik Batupasir kecoklatan bagian atas (Stasiun 016) Orbulina bilobata (D’ORBIGNY) (St 016 no 1) Plate 2

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang bilobate, tahap awal trochospiral; aperture interiomarginal, umbilical; kamar spherical.

Orbulina universa D’ORBIGNY (St 016 no 2 ) Plate 2

L - III

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang bulat, tahap awal trochospiral; aperture interiomarginal, umbilical pada tahapan awal, pada keadaan dewasa bukaan kecil; kamar globular, kamar akhirnya membungkus seluruh bagian awal cangkang.

Globigerinoides obliquus BOLLI (St 016 no 3) Plate 2

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang trochospiral, bikonveks, equatorial periphery lobulate, axial periphery membundar; aperture interiomarginal, umbilical dengan perbedaan arch agak tinggi dibatasi rim, kamar terakhir terdapat aperture sekunder sutual; kamar tersusun dari 3.5 putaran, 3-4 kamar pada putaran terakhir bertambah ukuran secara perlahan; sutura pada sisi spiral melengkung tipis, tertekan, pada sisi umbilical radial, tertekan; umbilicus tipis.

Sphaeroidinelopsis subdehiscens BLOW (St 016 no 4) Plate 2

Cangkang agak bulat, streptospiral; apertur terletak pada pertemuan antara tiga sutura dari tiga kamar terakhir, apertur hampir tertutup oleh gigi bulat yang menempel pada basal sutura.

3.1.2 Foraminifera Bentonik Batupasir abu-abu kecoklatan bagian atas (Stasiun 016) Nodosaria sp. (St 016 no 6) Plate 2

L - III

Cangkang polythalamus, terdiri dari beberapa baris kamar yang letaknya semakin membesar ke arah berlawanan, aperture elips-lonjong.

3.2 3.2.1

Batupasir abu-abu kecoklatan bagian bawah (Stasiun 024) Foraminifera Planktonik Batupasir kecoklatan bagian bawah (Stasiun 024)

Globigerinoides trilobus REUSS (St 024 no 25) Plate 2

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang planispiral pada keadaan dewasa, trochospiral pada tahap awal, evolute, equatorial periphery lobulate, axial periphery membundar; aperture interiomarginal, arch besar yang dibatasi oleh rim yang tidak jelas; kamar tersusun dari 3.5-4 putaran, 5-6 kamar pada putaran terakhir bertambah ukuran secara cepat; sutura memancar, tertekan.

Globigerinoides sacculifer BRADY (St 024 no 26 ) Plate 2

L - III

Cangkang trochospiral biconvex, sisi equatorial lobulate. Dinding berlubang, permukaannya berduri. Kamar spherical, kecuali kamar terakhir elongate, tersusun dalam 3,5 putaran dan pada kamar terakhir ukurannya lebih besar. Sutura pada sisi spiral melengkung dan pada sisi umbilical tertekan melingkar. Apertur interiormarginal, kamar terakhir mempunyai apertur sekunder.

Sphaeroidinellopsis subdehiscens BLOW (St 024 no 27) Plate 2

Cangkang trochospiral rendah, kompak, sisi equatorial agak lobulate, sisi sumbu bulat. Dinding kamar perforate, dinding halus. Kamar sub-gobular, terdiri atas tiga putaran, tiga kamar pada putaran terakhir bertambah ukurannya secara perlahan. Sutura lurus pada sisi spiral maupun umbilical, tertekan. Apertur primer interiomarginal, umbilical, dengan lengkungan yang rendah pada permukaannya yang halus dan tebal.

Hastigerina aequilateralis (BRADY) (St 024 no 28) Plate 2

Cangkang planispiral, pada tahap awal trochospiral sangat rendah, sisi equatorial lobulate, sisi axial membundar. Dinding kamar permukaannya halus dan berpori kasar. Kamar inflated, sub-globular agak saling melingkupi, berkisar tiga putaran, pada putaran kamar terakhir terdapat empat sampai lima kamar. Sutura pada babian umbilical radial dan tertekan. Apertur interiomarginal, ekstraumbilical, sangat dangkal dan dikelilingi bibir dan rim yang kurang jelas.

Globoquadrina dehiscens BERMUDEZ (St 024 no 29) Plate 2

L - III

Cangkang trochospiral biconvex, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori dengan permukaan berlubang, kamar spherical tersusun dalam tiga putaran, sutura pada posisi spiral berbentuk melengkung dan tertekan, aperture primer interiomarginal, pada umbilicus membentuk busur yang rendah yang dibatasi bibir umbilicus rendah.

3.2.2 Foraminifera Bentonik Batupasir kecoklatan bagian bawah (Stasiun 024) Robulus sp. (St 024 no 31) Plate 2

Cangkang planispiral, lenticular, simetri bilateral, involute, dengan komposisi hyalin, coiled test , kamar polythalamus, pada sisi samping berbentuk segitiga, aperture berupa lubang yang terletak pada puncak luar dari permukaan septa, pada bentuk yang tua bulat, pada bentuk muda radiate.

4. Satuan Batulempung Abu-abu (Tmbl) 4.1 Batulempung Abu-abu bagian bawah (Stasiun 101) 4.1.1 Foraminifera Planktonik Batulempung bagian bawah (Stasiun 101) Orbulina bilobata (D’ORBIGNY) (St 101 no 25 ) Plate 3

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang bilobate, tahap awal trochospiral; aperture interiomarginal, umbilical; kamar spherical. Globigerinoides immaturus LEROY (St 101 no 26) Plate 3

L - III

Cangkang trochospiral, bikonveks tidak sama, equatorial peripheral membulat, sumbu pheriperal melingkar lebar, dinding berpori, permukaannya berbintik, kamar spherical, tersusun oleh 3,5 putaran, 3 – 4 kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah secara medium, sutura pada sisi spiral melengkung, tertekan, umbilicus menyempit, apertur utama interiormarginal, umbilical dengan busur rendah–medium dibatasi oleh lingkaran, beberapa kamar terakhir memperlihatkan satu sutura apertur sekunder yang berlawanan dengan apertur primer.

Orbulina universa D’ORBIGNY (St 101 no 27) Plate 3

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang bulat, tahap awal trochospiral; aperture interiomarginal, umbilical pada tahapan awal, pada keadaan dewasa bukaan kecil; kamar globular, kamar akhirnya membungkus seluruh bagian awal cangkang.

Hastigerina aequilateralis (BRADY) (St 101 no 28) Plate 3

Cangkang planispiral, pada tahap awal trochospiral sangat rendah, sisi equatorial lobulate, sisi axial membundar, dinding kamar permukaannya halus dan berpori kasar, kamar inflated, sub-globular agak saling melingkupi, berkisar tiga putaran, pada putaran kamar terakhir terdapat empat sampai lima kamar, sutura pada bagian umbilical radial dan tertekan, aperture interiomarginal dan ekstraumbilical, sangat dangkal dan dikelilingi bibir dan rim yang kurang jelas.

Globigerinoides sacculifer BRADY (St 101 no 29) Plate 3

L - III

Bentuk cangkang trochospiral, dinding berpori, permukaan berlubang, kamar spherical, kecuali pada bagian terakhir yang relatif memanjang, terdiri dari 3,5 putaran, sutura pada tepi spiral agak melengkung tertekan, apertur primer interiomarginal.

Globigerinoides trilobus REUSS (St 101 no 30) Plate 3

Komposisi dinding cangkang calcareous; bentuk cangkang planispiral pada keadaan dewasa, trochospiral pada tahap awal, evolute, equatorial periphery lobulate, axial periphery membundar; aperture interiomarginal, arch besar yang dibatasi oleh rim yang tidak jelas; kamar tersusun dari 3.5-4 putaran, 5-6 kamar pada putaran terakhir bertambah ukuran secara cepat; sutura memancar, tertekan.

Globoquadrina dehiscens BLOW (St 101 no 31) Plate 3

Cangkang trochospiral biconvex, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori dengan permukaan berlubang, kamar spherical tersusun dalam tiga putaran, sutura pada posisi spiral berbentuk melengkung dan tertekan, aperture primer interiomarginal, pada umbilicus membentuk busur yang rendah yang dibatasi bibir umbilicus rendah.

Globorotalia merotumida BLOW and BANNER (St 101 no 32) Plate 3

L - III

Cangkang trochospiral rendah, sumbu periphery membundar. Dinding berpori, permukaan pada kamar awal halus. Kamar terakhir menonjol, tersusun oleh O kamar dan pada 5 kamar pertama involute cepat. Pada sisi spiral dan sisi umbilical agak melengkung. Apertur interiormarginal, umbilical dibatasi oleh rim, kamar terakhir memperlihatkan apertur yang berlawanan dengan apertur primer.

4.1.2 Foraminifera Bentonik Batulempung Abu-abu bagian bawah (Stasiun 101) Dentalina sp. (St 101 no 35) Plate 3

Komposisi dinding cangkang Hyalin, Cangkang satu baris (uniserial), memanjang, melengkung busuran, sutura agak miring terhadap sumbu, aperture di ujung, radiate.

Textularia sp. (St 101 no 36 ) Plate 3

Cangkang polythalamus, agak gepeng, dinding cangkang berpori halus, aperture terminal pada leher yang lebar, kamar terakhir ukurannya relative membesar.