P. 1
Laporan Pratikum Pemuliaan Tanaman Terapan 2

Laporan Pratikum Pemuliaan Tanaman Terapan 2

|Views: 418|Likes:
Published by tulus

More info:

Published by: tulus on Jun 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRATIKUM PEMULIAAN TANAMAN TERAPAN MENGENAL MORFOLOGI TANAMAN MEYERBUK SILANG (TANAMAN ALLOGAM

)

Disusun Oleh :

NAMA NIM

: Tulus Yudi Widodo Wibowo : A4111962

PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH JURUSAN PRODUKSI TANAMAN KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NASIONAL POLITEKNIK NEGERI JEMBER 2012

1. Tujuan Praktikum Mahasiswa diharapkan mampu : a. Menyebutkan bagian-bagian bunga allogam b. Menyebutkan posisi putik dan benang sari pada bunga untuk masing-masing jenis tanaman yang diamati c. Menyebutkan sebab-sebab tanaman melakukan penyerbukan silang

2. Teori Terdapat banyak jenis tanaman semusim maupun tahunan yang termasuk dalam golongan tanaman menyerbuk silang. Misalnya jagung, kelapa sawit, kelapa, anggrek, dll merupakan contoh tanaman yang menyerbuk silang. Bunga dapat dipandang sebagai suatu batang atau cabang berdaun dan telah mengalami perubahan bentuk. Rangkaian daun yang pertama biasanya berwarna hijau disebut kelopak (clyx), rangkaian daun yang kedua yang terletak diatasnya tampak lebih halus dan lebih lebar serta indah warnanyadisebut tajuk atau mahkota (corolla). Rangkaian daun yang ketiga yang masih bergulung disebut benang sari (stamen). Rangkaia daun yang keempat yang terletak paling ujung disebut puti (pistilum). Tanaman allogam adalah tanaman yng selalu mengadakan penyerbukan silang dimana untuk masing-masing bunga tanaman mempunyai peredaan dalam hal bentuk serta jumlah benangsari, panjang tangkai putik, serta tangkai sari. Penyerbukan silang pada tanaman biasanya disebabkan oleh beberapa hal diantaranya sebagai berikut: 1. Berumah satu (monoicus) yaitu organ antara jantan dan betina terdapat pada satu tanaman tetapi pada bunga yang berlainan. 2. Tanaman yang mempunyai jenis kelamin terpisah yaitu pada satu tanaman hanya terdapat organ bunga jantan saja atau betina saja. 3. Masaknya putik dan benang sari pada satu tanaman tidak bersamaan. 4. Morfologi tanaman itu sendiri yang mengahalangi terjadinya penyerbukan sendiri. 5. Inkompabilitas atau tidak sesuaian alat kelamin. Warna bunga serta bentuk daun tajuk untuk setiap tanaman berbeda yaitu:

a. Merah, kemerah-merahan, merah jambu dan merah batu b. Kuning, kuning-kuningan, kuning menyala, kuning jeruk dan oranye c. Coklat, coklat kotor, coklat kuning dan coklat berkarat d. Ungu, merah lembayung dan ungu pucat e. Hijau, kehijau-kehijauan dan hijau pucat

3. Alat dan Bahan 3.1 Alat 3.2 Bahan : pinset, kertas HVS, pensil, kaca pembesar : bunga anggrek, jagung, semangka, kopi robusta, kelapa sawit, salak

4. Prosedur Pelaksanaan Praktikum 4.1 Gambar semua bunga yang telah disediakan lengkap dengan keterangan bagian-bagian bunga 4.2 Tulis jenis tanamannya, varietas, warna bunga, posisi putik dan benagsari, jumlah kelopak bunga dan jumlah tangkai sari. 4.3 Buatlah uraian singkat dibawah masing-masing gambar tentang alasan mengapa tanaman tersebut harus menyerbuk silang serta jelaskan kapan pada saat bunga mekar dan berapa lama masa reseptifnya.

5. Hasil Praktikum  Terlampir

6. Pembahasan Bunga merupakan alat perkembangbiakan tanaman. Bunga adalah wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan gamet betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Fase dimulai dari pembungaan, penyerbukan, pembuahan, pembentukan buah, dan dilanjutkan dengan pembentukan biji. Dalam hal ini terdapat permasalahan, yaitu selama masa berbunga tidak semua pucuk dapat terinduksi dan bertransisi dari fase vegetatif ke fase reproduktif. Keberhasilan proses pembungaan dimulai setelah terjadi induksi bunga, diikuti proses diferensiasi, pendewasaan organ-organ bunga, antesis, dan polinasi. Dilihat dari bagian-bagian penyusunnya, bunga dapat dibedakan menjadi :

1. Bunga lengkap yaitu bunga yang memiliki semua bagian bunga, yang meliputi kelopak (calyx), mahkota (corolla), benang sari (androecium) dan putik (gynaecium). Yang

termasuk bunga lengkap, misalnya bunga tomat, bunga papaya (hemaprodit), bunga sepatu, bunga anggrek, bunga cabai, bunga terong, bunga melati, bunga mawar, bunga matahari dan latulip. 2. Bunga tidak lengkap, yaitu bunga yang tidak memiliki komponen penyusun bunga secara lengkap, terdapat satu atau lebih komponen penyusun bunga yang tidak dimilikinya. Contoh bunga tidak lengkap, yaitu bunga kelapa, bunga padi, bunga papaya, bunga jagung, bunga salak, bunga melinjo. Dilihat dari kelengkapan alat kelamin jantan dan alat kelamin betina, bunga dibedakan menjadi : 1. Bunga sempurna, yaitu bunga yang memiliki benang sari (androecium) dan putik (gynaecium) pada satu bunga yang sama. Contoh bunga sempurna, yaitu bunga padi, bunga papaya (hemaprodit), bunga melati, bunga tomat, bunga terung, bunga cabai, bunga anggrek, bunga sepatu, bunga melati dan bunga mawar. 2. Bunga tidak sempurna, yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu dari alat kelamin jantan (benang sari) atau alat kelamin betina (putik). Contoh bunga tidak sempurna, yaitu bunga kelapa, bunga jagung, bunga salak, bunga melinjo, bunga semangka, bunga papaya. Karakter bunga yang dimiliki oleh tanaman, menentukan tipe persilangan dari setiap tanaman, terutama mengenai keberadaan alat kelamin jantan dan betina. Tipe persilangan tanaman dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tanaman menyerbuk sendiri dan tanaman menyerbuk silang. Penyerbukan sendiri (autogami), terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga itu sendiri. Dengan kata lain, penyerbukan terjadi antara tepung sari dan putik yang berasal dari bunga dari tanaman yang sama. Contoh tanaman yang melakukan penyerbukan sendiri, antara lain alpukat (Persea Americana), padi (Oryza sativa), rambutan (Nephelium lappaceum), mangga (Mangifera indica), kedelai (Glycine max), kapas, kacang tanah dan gandum. Tanaman menyerbuk sendiri umumnya homozigot. Tanaman yang mulanya heterosigot, keragaman genetiknya akan menurun bila terjadi penyerbukan sendiri terus-menerus.

Penyerbukan silang terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari bunga yang berbeda. Dengan kata lain, penyerbukan yang terjadi antara tepung sari dari bunga yang berbeda pada satu tanaman atau dari tanaman yang berbeda pada satu spesies. Penyerbukan silang ini akan menimbulkan keragaman genetic yang besar. Contoh tanaman yang melakukan penyerbukan silang, antaralain salak (Salacca zalacca), pepaya (Carica papaya), jagung (Zea mays), nanas (Ananas comosus), dan kedondong (Spondias dulcis Forst.). Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya penyerbukan silang, antara lain : 1. Letak bunga jantan dan betina yang terpisah. 2. Serbuk sari yang mudah diterbangkan angin dan tahan lama. 3. Gangguan mekanis terhadap penyerbukan sendiri. 4. Perbedaan periode matang sebuk sari dan kepala putik. 5. Sterilitas dan inkompatibilitas 6. Adanya bunga monocious dan diocious. Dari hasil praktikum yang dilakukan di laboratorium TPB pada tanaman salak, jagung, semangka, kelapa sawit, kopi dan anggrek dapat diperoleh data yaitu adanya beberapa hal yang mempengaruhi tanaman menyerbuk silang hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain faktor organisme hidup, iklim dan keterampilan dari pemulia agar tanaman tersebut dapat menyerbuk silang dan hanya terjadi pada tanaman yang bukan satu bunga saja. Sehingga penyerbukan silang mudah untuk dilakukan daripada tanaman yang menyerbuk sendiri sehigga varietas tanaman yang diinginkan menjadi tercapai. Disamping karena faktor morfologi bunga dari tanaman yang menyerbuk silang yang letak bunga jantan dan betina yang berjahuan, serta perbedaan periode tingkat kematangan dari serbuk sari dan kepala putik yang berbeda. Pada tanaman salak Kebanyakan berumah dua (dioesis), karangan bunga terletak dalam tongkol majemuk yang muncul di ketiak daun, bertangkai, mula-mula tertutup oleh seludang, yang belakangan mengering dan mengurai menjadi serupa serabut. Tongkol bunga jantan 50100 cm panjangnya, terdiri atas 4-12 bulirsilindris yang masing-masing panjangnya antara 715 cm, dengan banyak bunga kemerahan terletak di ketiak sisik-sisik yang tersusun rapat. Tongkol bunga betina 20-30 cm, bertangkai panjang, terdiri atas 1-3 bulir yang panjangnya mencapai 10 cm.

Pada tanaman jagung Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri). Pada tanaman kopi, bunga kopi berukuran kecil, mahkotanya berwarna putih dan berbau harum semerbak. Kelopak bunga berwarna hijau, pangkalnya menutupi bakal buah yang mengandung dua bakal biji. Benangsarinya terdiri dari 5-7 tangkai yang berukuran pendek. Bila bunga sudah dewasa, kelopak dan mahkotanya akan membuka dan segera mengadakan penyerbukan (peristiwa bertemunya tepungsari dan putik). Setelah terjadi penyerbukan, secara perlahan-lahan bunga akan berkembang menjadi buah. Mula-mula mahkota bunga tampak mengering dan berguguran. Kemudian kulit buah yang berwarna hijau makin lama makin membesar. bila sudah tua kulit ini akan berubah menguning dan akhirnya menjadi merah tua. waktu yang diperlukan sejak terbentuknya bunga hingga buah menjadi matang ± 6-11 bulan, tergantung dari jenis dan faktor-faktor lingkungannya. Kopi arabika membutuhkan waktu 6-8 bulan, sedangkan kopi robusta 8-11 bulan. Sehingga pada sistem penyerbukan silang pada tanaman kopi, salak, jagung, kelapa sawit dan semangka yang ada pada bahan yang dipraktekkan dapat dibantu oleh beberapa perantara. Perantara tersebut adalah angin (anemogami) yang hanya dapat terjadi bila serbuk sari ringan, kecil, banyak, dan kering. Selain itu air (hidrogami), hewan (zoogami), dan manusia (antropogami) juga dapat membantu penyerbuka.

7. Kesimpulan Dari hasil praktikum yang dilakukan di Laboratorium TPB – POLIJE dapat disimpulkan beberapa point penting yaitu: 1. Banyak hal yang mempengaruhi pada tanaman menyerbuk silang antara lain faktor yang juga berpengaruh pada persilangannya, antara lain pengaruh organisme hidup, iklim dan keterampilan pemulia. 2. Persilangan pada tanaman menyerbuk silang lebih mudah dilakukan dari tanaman yang menyerbuk sendiri. 3. Secara morfologi/ fisik kedudukan putik (pistilum) dan benang sari (stament) sedemikian rupa sehingga mencegah penyerbukan sendiri (herkogamie), seperi pada tanaman panili. 4. Tepung sari dan sel telur berbeda masaknya (dichogamie). Protandris yaitu bila bungan jantan masak lebih dahulu dari bunga betina, dan protoginis bila bunga betina masak (putik) lebih dahulu dari bunga jantan. 5. Adanya sifat inkompatibilitas yaitu terjadinya penyerbukan pada bunga tetapi tidak dilanjutkan pembuahan, karena adanya hambatan fisiologis. Hambatan fisiologis dapat berupa inaktifnya zat tumbuh (phytohormon) sehingga buluh serbuk sari tidak terbentuk, seperti pada kakao. 6. Self-sterility, adalah tidak terjadinya penyerbukan bungan karena bunga jantan tidak berfungsi (mandul) secara genetik. 7. Tanaman berumah satu (monoecious), adalah tanaman dimana bunga jantan dan betina tumbuh pada satu tanaman, tetapi letaknya berbeda, seperti pada tanaman jagung. 8. Tanaman berumah dua (dioecious) adalah tanaman dimana bunga jantan dan betina masing-masing tumbuh pada tanaman berbeda, seperti pada tanaman pepaya. DAFTAR PUSTAKA
Teknologi Produksi Benih. 2012. BKPM Pemulian Tanaman Terapan. Politeknik Negeri Jember. Jember

I. PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Salah satu ciri organisme hidup seperti tumbuhan adalah berkembang biak menjadi lebih banyak atau memperbanyak diri. Ada dua cara tumbuhan dalam memperbanyak diri, yaitu dengan cara aseksual dan seksual. Cara perkembangbiakan secara aseksual adalah suatu cara perkembangbiakan dengan menggunakan organ vegetatif. Cara ini banyak dilakukan oleh tanaman yang tidak mempunyai bunga atau tidak mampu melakukan penyerbukan karena bunga tidak lengkap atau karena faktor lain yang menghalangi terjadinya penyerbukan. Bagian tanaman yang dipakai untuk berkembang biak adalah batang, umbi, atau mata tunas. Sedangkan cara perkembangbiakan secara seksual adalah perkembang biakan dengan menggunakan biji. Biji berasal dari bakal biji, yang dapat disamakan dengan makrosporangium dan terdapat di dalam bunga. Ciri yang amat penting dalam reproduksi seksual adalah pembuahan, yaitu penyatuan sel betina dan sel jantan, atau gamet untuk membentuk zigot. Zigot tumbuh menjadi embrio (janin) di dalam biji. Bila berkecambah akan menjadi tumbuhan dewasa (Tjitrosomo dkk, 1985). Bunga merupakan salah satu alat reproduksi secara seksual pada tumbuhan. Pada bunga yang sempurna terdapat benang sari yang merupakan alat reproduksi jantan dan putik yang merupakan alat reproduksi betina. Dari peleburan antara benang sari dan putik inilah nantinya akan muncul buah yang di dalamnya terdapat biji, dan biji inilah yang nantinya dijadikan alat perkembangbiakan pada suatu tumbuhan. Dari segi biologi bunga merupakan alat perkembangbiakan tanaman. Sebab, bunga dapat tumbuh menjadi buah yang berisi biji, dan dari biji dapat tumbuh menjadi tanaman yang baru. Pembungaan, penyerbukan, pembuahan dan pembentukan buah merupakan faktor yang sangat menentukan produktivitas tanaman. Dari keempat faktor tersebut yang terpenting adalah pembungaan, karena tanpa pembungaan maka tidak akan terjadi penyerbukan bunga atau pembentukan buah dan tidak akan diperoleh biji dari suatu tanaman (Darjanto dan Satifah, 1984). Bunga juga dapat dipandang sebagai suatu batang atau cabang pendek yang berdaun dan telah mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) sebelum suatu tumbuhan mati. Karena pentingnya keberadaan bunga bagi tanaman, maka perlu dipelajari lebih lanjut mengenai

karakteristik berbagai macam bunga. Sebab setiap bunga memiliki karakteristik yang berbedabeda pada setiap jenis tanaman yang akan menentukan tipe persilangan tanaman tersebut. Setiap bunga terbentuk pada tangkai khusus, yaitu tangkai bunga (pedicellus). Bagian bunga yang paling menyolok ialah daun mahkota (petal) atau biasa disebut mahkota bunga. Kelopak dan mahkota bunga, keduanya merupakan perhiasan bunga. Sedangakan. Putik dibentuk oleh satuan daun buah atau carpellum, yang secara kolektif dinamai gynaecium (Tjitrosoma, 1984).

Tujuan Praktikum Mahasiswa diharapkan mampu : d. Menyebutkan bagian-bagian bunga allogam e. Menyebutkan posisi putik dan benang sari pada bunga untuk masing-masing jenis tanaman yang diamati f. Menyebutkan sebab-sebab tanaman melakukan penyerbukan silang

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bunga merupakan suatu batang atau cabang pendek yang terbatas, neruas pendak-pendek dan daunnya telah mengalami perubahan bentukbmenjadi kelopak, mahkota, benang sari dan putik, yang tersusun melingkar rapat sehingga tampaknya seperti bertumpuk pada sebuah buku (Darjanto dan Satifah, 1984). Hasil penelitian lebih lanjut tentang bunga, menunjukkan bahwa : 1. Bunga dapat terletak di ujung batang atau cabang dan di ketiak daun, yang letaknya sama dengan tempat tunas yang akan tumbuh manjadi cabang. 2. Bagian-bagian bunga (kelopak, tajuk, benang sari, putik) kadang-kadang dapat menyerupai daun biasa dengan perbedaan sedikit sampai besar sekali. 3. Pada ketiak daun kelopak atau daun tajuk kadang-kadang dapat terbentuk sebuah kuncup. 4. Kadang-kadang bunga dapat membentuk cabang biasa yang berdaun. Bunga sangat beragam strukturnya. Meskipun demikian, persamaan yang pokok di antara tumbuhan itu lebih besar dibandingkan dengan kelainannya, karena semua bunga mempunyai kerangka struktur dasar yang sama. Menurut botaniwan, bunga adalah sepotong batang atau cabang dengan sekumpulan daun yang mengalami metamorfosis yang behubungan dengan fungsinya untuk bereproduksi.(Tjitrosoma, 1984). Dilihat dari komponen penyusunnya, menurut Nasir (2001) menyatakan bahwa bunga dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu : 1. Bunga lengkap, yaitu sunga yang memiliki semua bagian bunga secara lengkap. 2. Bunga tidak lengkap, yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu atau lebih komponen penyusun bunga.

Sedangkan, dilihat dari keberadaan alat kelamin jantan dan betina, Nasir (2001) membedakan bunga menjadi : 1. Bunga sempurna, yaitu bunga yang memiliki alat kelamin jantan dan betina pada satu bunga. 2. Bunga tidak sempurna, yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu dari alat kelamin jantan atau alat kelamin betina. Menurut Darjanto dan Satifah (1984), bunga lengkap mempunyai empat bagian yaitu : kelopak (calyx), mahkota (corolla), benang sari (stamen), dan putik (pistilum). Bunga dapat dipandang sebagai suatu batang atau cabang pendek yang bedaun dan telah mengalami

perubahan bentuk kuncup. Kelopak merupakan rangkaian dari daun-daun bunga pertama dari bawah, yang pada kuncup bunga terletak paling luar. Adapun fungsi kelopak adalah untuk melindungi bagian-bangian bunga lainnya dari gangguan luar sebelum kuncup bunga itu mekar. Rangkaian daun bunga yang kedua dari bawah adalah corolla, yang biasanya lebih halus, lebih lemas, tidak kaku, lebar, dan lebih indah warnanya. Rangkaian daun bunga yang ketiga semuanya masih bergulung dan disebut benang sari. Benang sari adalah bagian bunga yang berfungsi sebagai alat kelamin jantan pada bunga. Benang sari yang normal mempunyai tangkai sari (bagian dari benang sari yang biasanya berbentuk silinder dan cukup panjang) dan kepala sari (bagian dari benang sari yang terletak pada ujung tangkai sari). Dan rangkaian daun yang keempat disebut putik, yang berada paling ujung dan berlekatan menjadi empat bunga duduk di atas dasar bunga (receptaculum), yaitu di ujung tangkai bunga yang biasanya melebar. Putik adalah bagian bunga yang berfungsi sebagai alat kelamin betina. Putik terdiri atas kepala putik, tangkai putik (berupa sebuah pipa atau tabung yang panjang dan merupakan tiang penghubung antara kepala putik dan bakal buah), dan bakal buah (bagian dari putik yang terletak paling bawah dan duduk di atas dasar bunga).

III. METODE PRAKTIKUM

A.

Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum biologi bunga ini adalah berbagai macam bunga dari tanaman yang akan diamati. Bunga yang diamati : bunga anggrek, jagung, semangka, kopi robusta, kelapa sawit, salak

B.

Alat Alat yang di gunakan dalam praktikum biologi bunga ini, antara lain:

1. Loupe 2. Alat tulis dan gambar. : pinset, kertas HVS, pensil, kaca pembesar

C. 1.

Prosedur Kerja Morfologi bunga dari masing-masing jenis tanaman diamati. Apabila perlu, lup digunakan untuk mengamati bagian-bagian yang kecil.

2. Bunga digambar, lengkap dengan bagian-bagiannya.

IV. PEMBAHASAN Pada dasarnya tanaman penyerbuk silang adalah heterozigot dan heterogenus. Satu individu dan individu lainnya genetis berbeda. Karena keragaman genetis yang umumnya cukup besar dibanding dengan tanaman penyerbuk sendiri dalam menentukan kriteria seleksi diutamakan pada sifat ekonomis yang terpenting dulu, tanpa dicampur aduk dengan sifat – sifat lain yang kurang urgensinya. Pengertian yang bertalian dengan keseimbangan Hardy-Weinberg pengertian mengenai silang dalam, macam – macam gen dan sebagainya sangat membantu memahami sifat – sifat tanaman penyerbuk silang dan metode – metode seleksinya Karena keragaman genetis yang umumnya cukup besar dibanding dengan tanaman penyerbuk sendiri dalam menentukan kriteria seleksi diutamakan pada sifat ekonomis yang terpenting dulu, tanpa dicampur aduk dengan sifat – sifat lain yang kurang urgensinya. Pengertian yang bertalian dengan keseimbangan Hardy-Weinberg pengertian mengenai silang dalam, macam – macam gen dan sebagainya sangat membantu memahami sifat – sifat tanaman penyerbuk silang dan metode – metode seleksinya. Banyaknya genotipe suatu keturunan hasil perkawinan bisa diduga dan diperhitungkan, hanya ketepatan peramalan sangat tergantung pada beberapa faktor misalnya jumlah lokus serta allele yang dimiliki, genotipe orang tua serta banyaknya gamet yang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Keturunan – keturunan tersebut semakin banyak, akan merupakan suatu populasi genetis yang semakin berkembang karena adanya persilangan antara individu – individunya. Dalam perkembangannya, mungkin suatu populasi akan menjadi lebih baik atau sebaliknya, sesuai dengan perubahan komposisi gen yang dimilikinya.

Alasan Utama Suatu Tanaman Menyerbuk Silang 1. adanya inkompatibilitas sendiri dan sterilitas jantan. Maksudnya adalah antara bunga jantan dan bunga betina dalam satu pohon memiliki ketidakcocokan atau terdapat sterilitas jantan sehingga suatu tanaman tidak dapat menyerbuk silang. 2. masaknya organ jantan dan betina berbeda, Organ jantan dan organ betina dapat masak diwaktu berbeda. Progeni : Jika bunga betina masak terlebih dahulu dibanding bunga jantan dan Protandri jika bunga jantan masak terlebih dahulu baru diikuti bunga betina. Masaknya bunga betina disebut reseptif sedangkan masaknya bunga jantan disebut anthesis. 3. tanaman berumah satu(monoceous) atau berumah dua (dioceous). Landasan Genetis Tanaman Menyerbuk Silang - Heterosigot dan Heterogen - Heterozigot heterogen adalah pasangan alel dominan-resesif yang diwakili oleh beberapa gen. AaBbCc - Setiap individu dalam populasi berbeda secara genetis - Keragaman genetik dalam populasi sangat besar - Terjadi silang dalam, depresi silang dalam, heterosis - Pengetahuan tentang kesetimbangan genetik (Kesetimbangan Hardy-Weinberg), peran

gen, heritabilitas diperlukan untuk memahami metode seleksi tanaman menyerbuk silang

Dari hasil praktikum yang dilakukan di Lab. TPB dapat kita ketahui hasil perbedaan utama pada tanaman jantan dan betina pada tanaman jagung, anggrek, salak dan kelapa sawit. Hal ini pada tanaman yang menyerbuk silang diketahui bahwa jarak antara benangsari dan putik pada satu tanaman letaknya berjauhan sehingga waktu tingkat kemasakan dari masing-masing organ menjadi berbeda dan adanya inkompabilitas dan sterilisas jantan sehingga tanaman tersebut menyerbuk silang.

V .PENUTUP

4.1

Kesimpulan  Bunga memiliki organ reproduksi yaitu stamen dan pistil. Selain itu petal pada bunga berfungsi untuk mempercantik bunga.  Jenis bunga yaitu bunga sempurna (perfect) yaitu bunga biseksual, stamen dan pistil terletak pada bunga yang sama. Bunga tak sempurna (imperfect) yaitu bunga uniseksual, stamen dan pistil terdapat pada bunga yang berbeda taua terpisah. Bunga lengkap (complete), yang mempunyai keempat organ bunga yaitu sepal, petal, stamen dan pistil. Bunga tak lengkap (incomplete), yang tidak mempunyai satu atau dua organ bunga.  Terjadinya penyerbukan sendiri disebabkan karena bunga tidak membuka, serbuk sari sudah matang dan jatuh sebelum bunga terbuka atau mekar, stigma dan stamen tersembunyi oleh organ bunga sesudah bunga terbuka, dan stigma memanjang melalui tabung stigminal segera setelah anther terbuka.  Disrtibusi bunga pada tanaman yaitu monocious dan diocious serta ekspersi bunga yaitu sempurna dan tidak sempurna menentukan juga apakah bunga tersebut dapat menyerbuk silang (cross pollination) atau menyerbuk sendiri (self pollination).

DAFTAR PUSTAKA
Teknologi Produksi Benih. 2012. BKPM Pemulian Tanaman Terapan. Politeknik Negeri Jember. Jember

LAPORAN PRATIKUM PEMULIAAN TANAMAN TERAPAN MENGENAL MORFOLOGI TANAMAN MEYERBUK SILANG (TANAMAN ALLOGAM)

OLEH :

NAMA NIM

: Ahmad Dwi Kuniawan : A4111948

PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH JURUSAN PRODUKSI TANAMAN KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NASIONAL POLITEKNIK NEGERI JEMBER 2012

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->