You are on page 1of 3

Name : Nanda Shabrina Class : XII Science I How To Control the Pollution Pollution is damage caused to land, water,

air, etc by harmful substances or waste. In now say, pollution happends anywhere. The prevention of the pollution have to be done to keep our environment save for the future. As we know, there are many kinds of pollution. Some of the important kinds are land pollution, water pollution, air pollution, sound pollution and pesticide pollution. Land pollution is pollution that happend in the land. For example the garbage that we see everyday. Water pollution is pollution that happend in the water. Air pollution is pollution that happend in the air. And sound pollution that cretae a very loud noise. For example noise of the mechine factory. These are the kinds that we may face in our everyday lives. The process of pollution when sometimes human dont throw trash on the proper place. So it make the environment looks dirty. That is an example of land pollution. When people put the trash in the river it will make the river contaminated and that is an example of water pollution. How does one go about controlling pollution? First of all, pollution control is the management of waste materials in order to minimize the effects of pollutants on people and on environment. The quality of the life of people depends on adequate pollution control. There are at least four ways to control pollution. These are : reduction of industrial activities, dispersion of pollutans, removing pollutants from waste flows and change in the industrial processes. In the first approaches, reduction of industrial activities, we schedule production in such a way that it will not complite the pollution processes in the field. For example, we can reduce industrial activities during the time where there is a lot of pollution. In dispersion of pollutant, we try to spread the pollutants so that it will go as far as possible from where people live. For example, we can put up chimneys as high as possible so that smoke will spread far from people. In the same way, some of the big trucks in the street have their exchaust pipes on top of the car. In the third way, we can remove pollutants from the waste flows by burying the pollutants under the ground or under the sea. However, we must be careful that the burial place does not leak. Otherwise, we sill create a new hazard. Finally, we can make changes in the production 1

processes in industries. For example, we can use materials that will result in less pollutants waste. Or, we can separate or reuse waste so that we can minimize the pollutants. To conclude, of the four approach above, the last one is believed to be the most effective. Now, many industries try to make their production more effective by reusing or recycling materials. And the last, we must save our environment.

Seperti kita ketahui, ada banyak macam dari polusi. Sebagian dari macam yang penting adalah polusi daratan, polusi air, air polusi, bunyi polusi dan polusi pestisida. Ini adalah macam yang kita boleh menghadapi di (dalam) hidup yang sehari-hari [kita/kami]. Bagaimana caranya bepergian polusi pengendalian? pertama Dari semua, pengendalian polusi adalah manajemen dari barang sisa dalam rangka memperkecil barang kepunyaan dari pengotor pada [atas] orang-orang dan pada [atas] lingkungan. Mutu dari hidup dari orang-orang tergantung pada pengendalian polusi yang cukup. Ada sedikitnya empat jalan untuk mengendalikan polusi. Ini adalah: pengurangan dari aktivitas industri, pembubaran dari pollutans, memindahkan pengotor dari arus barang sisa dan perubahan di proses yang industri [itu]. Di pendekatan yang pertama, pengurangan dari aktivitas industri, kita menjadwalkan produksi sedemikian sehingga [itu] tidak akan complite polusi memproses di bidang [itu]. Sebagai contoh, kita dapat mengurangi aktivitas industri sepanjang waktunya di mana ada banyak polusi. Di (dalam) pembubaran dari pengotor, kita mencoba untuk menyebar pengotor sedemikian sehingga [itu] akan pergi sejauh mungkin dari mana orang-orang [adalah] [tinggal/hidup]. Sebagai contoh, kita dapat dibangun cerobong setinggi mungkin sedemikian sehingga asap akan menyebar jauh dari orang-orang. Dengan cara yang sama, sebagian dari truk yang besar di jalan mempunyai pengeluaran mereka menyalurkan lewat pipa di atas sekali dari [kereta;mobil] itu. Di [jalan/cara] yang yang ketiga, kita dapat memindahkan pengotor dari arus barang sisa dengan penguburan pengotor di bawah [tanah/landasan] atau di bawah laut [itu]. Bagaimanapun, kita harus saksama bahwa tempat penguburan tidak bocor. Cara lainnya, kita ambang menciptakan suatu resiko yang baru. Akhirnya, kita dapat membuat perubahan di proses produksi di (dalam) industri. Sebagai contoh, kita dapat menggunakan bahan-bahan, bakal-bakal yang akan mengakibatkan lebih sedikit barang sisa pengotor. Atau, kita dapat memisahkan atau menggunakan kembali barang sisa sedemikian sehingga kita dapat memperkecil pengotor [itu]. Untuk menyimpulkan, dari empat pendekatan di atas, yang terakhir dipercaya sebagai yang paling efektif. Sekarang, banyak industri mencoba untuk membuat produksi mereka yang lebih efektif oleh [kita/kami] kembali atau mendaur ulang bahan-bahan, bakal-bakal.