Jakarta, 09 September 2011. 11:02 pm Berhenti atau Meneruskan itu pilihan ….

Sudah pernah terjatuh? Ketika terjatuh, teman-teman berpikir seperti apa? Terus berjalan atau berhenti?

Setiap diantara kita tentunya pernah merasakan terjatuh ketika ingin mencapai harapan apa yang kita inginkan. Tetapi apakah diantara kita semua sudah memilih berdiri kembali dan meneruskan untuk mencapai mimpi kita meskipun akan terjatuh kembali. Moment terjatuh yang pernah terjadi dihidup saya ketika saya kelas 2 sma tahun 2008, saat itu ibu yang melahirkan saya meninggal dunia. Saya berpikir “saya belum bisa kasih apa-apa, saya belum balas budi dengan semua pengorbanan yang beliau berikan untuk saya “ pernyataan penyesalan selalu ada dibenak saya tidak hanya sekali terus menerus hal itu terjadi. Pernah saat sore hari ketika saya pulang sekolah dan sesampainya dirumah “mah………………… tio pulang, mamah dimana? Tolong suapinkan tio dong mah………” diam dan berkata kepada diri saya sendiri. Percaya mamah sudah tidak ada secara fisik tetapi selalu ada dihati. Percaya itu. Hanya satu pesan yang beliau sampaikan sebelum beliau meninggalkan saya “sekolah yang bener ya na…” hanya itu. Beliau meminta untuk saya serius dalam pendidikan. Melanjutkan kuliah dan berhasil dalam sekolah. Satu alasan beliau memberikan amanat tersebut karena diantara ketiga anaknya kedua kakak saya tidak dapat melanjutkan ke perkuliahan dan hanya saya harapannya. Satu tahun saya memutuskan untuk berdiri kembali dan melanjutkan untuk mencapai mimpi saya dan amanat beliau. Sulit, dan memang tidak mudah untuk melepas perasaan itu. Tetapi saya berpikir, dengan sikap saya seperti ini apa saya bisa mewujudkan mimpi saya, harapan ibu saya. Saya pikir tidak.

Tentunya teman-teman memiliki cerita tersendiri ketika terjatuh, cerita yang menjadikan pengalaman untuk teman-teman. Cerita yang membuat alasan memilih untuk berhenti atau meneruskan karena itu semua pilihan. Jadikan cerita atau pengalaman teman-teman Saat memutuskan untuk berhenti, menurut saya teman-teman sudah tidak hidup. Mengapa? Pernah dengar statement ini “Hidup itu Susah, Jika mau hidup maka berjuang. Jika tidak mau berjuang, maka tidak usah hidup”. Dari kita dilahirkan sampai dengan konidisi kita sekarang seperti ini sebenarnya kita sudah berjuang tetapi apakah hanya sampai sebatas itu? Kembali ke teman-teman ingin meneruskan atau berhenti itu pilihan. Sang pencipta menghadirkan diri ini di dunia nyata; manusia memilih untuk bekerja keras apa yang ada di hadapannya, mengganti kata masalah menjadi tantangan. Berjuang, walau hasil yang didapat belum tentu terlihat, bekerja keras mengantarkan ke impian dunia nyata. Manusia telah sampai di sini karena hidup tidak ada yang sempurna, hidup selalu melahirkan batas antara harapan dan kenyataan. Karena layaknya hidup adalah tantangan yang harus dihadapi dengan berani, dan setiap kita pun tahu, kita menjadi baik karenanya. Manusia tidak akan mencapai tingginya langit dan dalamnya samudera jika hidup adalah sempurna, karena hanya seorang pengecut mengharapkan hidup yang sempurna. By: Donny Dhirgantoro (Novel berjudul 2) Selamat membaca  Best Regards Satrio Mulyo Purnomo Campus Ambassador Young On Top Universitas Brawijaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful