MENTERI ENERGI DAN.

SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA
PERA TURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAY A MINERAL
NOMOR: 08TAHUN 2011
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS
BIDANG LlSTRIK PERDESAAN TAHUN ANGGARAN 2011
DENGAN. RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAY A MINERAL,
Menimbang a. bahwa pembangunan pembangkit tenaga listrik yang
Mengingat
menggunakan energi terbarukan telah didanai dari dana alokasi
khusus. bidang listrik perdesaan sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.07/2010 tentang
PedomanUmumdan Atokasi Dana Alokasi Khusus Tahun
Anggaran 2011;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a dan sesuai ketentuan Pasal 59 ayat (1) Peraturan
Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan,
perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi
Khusus Bidang Listrik Perdesaan Tahun Anggaran 2011;
1. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana
Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4575); .
2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah
Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran
Nega·ra Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
3. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tanggal 21 Oktober
2009;
4. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18
Tahun 2010· tentang Organisasl dan Tata Kerja Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2010 Nomor 552);
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.07/2010 tentang
Pedoman Umum· dan Alokasi Dana Alokasi Khusus Tahun
Anggaran 2011 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010
Nomor 590);
MEMUTUSKAN ...
Menetapkan
-2-
MEMUTUSKAN:
PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER OAYA MINERAL
TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI
KHUSUS BIDANG LlSTRIK PEROESAAN TAHUN ANGGARAN
2011.
BABI
KETENTUAN UMUM
Pasal1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1. Dana Alokasi Khusus Bidang Listrik Perdesaan, selanjutnya
dlsebut DAK Bidang Listrik Perdesaan, adalah dana yang
bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada Daerah tertentu
dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan
pembangunan Energi Terbarukan berupa Pembangkit Listrik
Tenaga Mikro Hidro dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Terpusat dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
2. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, selanjutnya disebut
PL TMH adalah suatu pembangklt listrik skala kecil yang
menggunakan tenaga air dl bawah kapasltas 1 MW yang dapat
berasal dari saluran irigasi, sungai,atau air terjun alam, dengan
cara memanfaatkan tinggi terjunnya dan jumlah debit air.
3. Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat, selanjutnya disebut
PL TS Terpusat adalah suatu pembangkit listrik yang
menggunakan tenaga matahari dengan cara memanfaatkan
intensitas cahaya dimana energi yang dihasilkan, disalurkan
kepada pemakai melalui jaringan listrik.
4. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menangani bidang energi,
selanjutnya disingkat SKPD yang menangani bidang energi
adalah organisasVlembaga pada Pemerintah Daerah yang
bertanggung jawab dan menangani bidang energi yang akan
menggunakan anggaran atau menyelenggarakan kegiatan yang
dibiayai dari OAK Bidang Listrik Perdesaan.
5. Menteri adalah Menteri Energi dan Sumber Oaya Mineral.
6. Kementerian adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral.
Pasal2
(1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi
Kementerian dan Pemerintah Kabupaten dalam perencanaan,
pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari segi teknis terhadap
kegiatan yang dibiayai dari DAK Bidang Listrik Perdesaan.
(2) Petunjuk teknis ini bertujuan:
a. menjamin tertib perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan
. evaluasi OAK Bidang Listrik Perdesaan yang dilaksanakan
oleh Pemerintah Kabupaten;
b. menjamin ...
-3-
b. menjamin terlaksananya koordinasi antara Kementerian dan
Pemerintah Kabupaten dalam perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan dan evaluasi kegiatan yang dibiayai dengan OAK
Bidang Listrik Perdesaan;
c. meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemanfaatan OAK
Bldang Listrik Perdesaan, serta mensinergikan kegiatan yang
dibiayai dengan OAK Bidang Listrik Perdesaan;
d. meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sebagai upaya
mewujudkan sasaran bauran energi nasional untuk
mengurangi ketergantungan terhadap energi
fosiVkonvensional;
e. meningkatkan peran serta pemerintah daerah dalam upaya
pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan.
(3) Ruang Iingkup pengaturan dalam Peraturan Menteri ini meliputi
arah kegiatan, sasaran dan perencanaan, koordinasi
penyelenggaraan, tugas dan tanggung jawab pelaksanaan
kegiatan dan anggaran, pemantauan dan evaluasi, pelaporan,
serta penilaian k i n e ~ a .
BAB II
ARAH KEGIATAN, SASARAN DAN PERENCANAAN
Pasal3
(1) OAK Bidang Listrik Perdesaan diarahkan untuk membiayai
kegiatan fisik bidang energi terbarukan yang meliputi:
a. pembangunan PL TMH baru;
b. rehabilitasi PL TMH yang rusak;
c. perluasan/peningkatan pelayanan tenaga listrik dari PLTMH;
d. pembangunan PLTS Terpusat.
(2) Kegiatan pembangunan PL TMH baru sebagaimana dimaksud
pad a ayat (1) huruf a merupakan kegiatan prioritas.
(3) Kegiatan pembangunan PL TS Terpusat sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf d dapat dilakukan apabila daerah di
Kabupaten tidak mempunyai potensi PL TMH yang layak secara
teknis dapat dikembangkan.
(4) Ketentuan mengenai spesifikasi teknis kegiatan fisik bidang
energi terbarukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
tercantum dalam Lampiran yang merupakan bag ian tidak
terpisahkan dengan Peraturan Menteri In/.
Pasal4
Sasaran penerima/pemanfaat OAK Bidang Listrik Perdesaan
diprioritaskan untuk desa terpencillterisolir dari jangkauan listrik PT
PLN (Persero).
PasaI5 ...
-4-
Pasal 5
(1) Berdasarkan penetapan Bidang
dari Menteri Keuangan, Bupatl/Waltkota penenma OAK Bldang
Listrik Perdesaan membuat Rencana Kegiatan yang akan dibiayai
dengan OAK Bidang Listrik Perdesaan secara partisipatif
berdasarkan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
(2) Rencana Kegiatan dan us ulan perubahannya disampaikan
kepada Menteri dengan tembusan kepada Sekretaris Jenderal
Kementerian dan Oirektur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan
Konservasi Energi.
(3) Rencana kegiatan dan usulan perubahannya sebagaimana
dimaksud pad a ayat (2), harus mendapatkan persetujuan dari
Oirektur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi
Energi atas nama Menteri.
BAB III
KOORDINASI PENYELENGGARAAN
Pasal6
(1) Oalam rangka penyelenggaraan kegiatan OAK Bidang Listrik
Perdesaan, Kementerian melakukan koordinasi dengan
Pemerintah Kabupaten.
(2) Oalam rangka koordinasi sebagaimana dimaksud pad a ayat (1),
Kementerian melakukan kegiatan sebagai berikut :
a. memfasilitasi pelaksanaan sosialisasi kepada Oaerah-daerah
yang mendapat OAK Bidang lIstrik Perdesaan;
b. memfasiUtasi pelaksanaan bimbingan teknis terhadap
pelaksanaan OAK Bidang lIstrik Perdesaan oleh Oaerah;
c. melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap
pelaksanaan OAK Bidang Listrik Perdesaan oleh Oaerah.
BABIV
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
PELAKSANAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN
Pasal 7
(1) SKPO yang menangani bidang energi melaksanakan kegiatan
yang dananya bersumber dari OAK Bidang Listrik Perdesaan
sebagaimana telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
(2) Kepala SKPD yang menangani bidang energi bertanggung jawab
secara fisik dan keuangan terhadap pelaksanaan kegiatan yang
dibiayai dari OAK Bidang Listrik Perdesaan.
PasaI8 ...
-5-
Pasal 8
(1) Bupati penerima OAK Bidang Listrik Perdesaan wajib
mengalokasikan dana pendamping dari Anggaran P e n ~ ~ p a t a n
Belanja Oaerah paling kurang 10 % (sepuluh persen) dan Jumlah
OAK Bidang Listrik Perdesaan yang diterimanya.
(2) Dana pendamping sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
digunakan untuk kegiatan fisiko
(3) Selain dana pendamping sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Bupati penerima OAK Bidang Listrik Perdesaan mengalokasikan
dana penunjang untuk kegiatan operasional lainnya.
BABV
PEMANTAUAN DAN EVALUASI
Pasal9
Kementerian melaksanakan pemantauan dan evaluasi dari segi
teknis terhadap keglatan yang diblayai dengan OAK Bidang Listrik
Perdesaan.
Pasal 10
Pelaksanaan OAK Bidang Listrik Perdesaan yang dipantau dan
dievaluasi meliputi:
a. kesesuaian antara Rencana Kegiatan dengan arah kegiatan OAK
Bidang Listrik Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3;
b. kesesuaian antara pelaksanaan dengan Rencana Kegiatan.
Pasal11
Pengawasan fungsionaVpemeriksaan pelaksanaan kegiatan dan
pengelolaan keuangan OAK Bidang Llstrik Perdesaan dilakukan oleh
instansi-instansi terkait sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
BABVI
PELAPORAN
Pasal 12
Pelaporan pelaksanaan OAK Bidang Listrik Perdesaan dilakukan
secara berjenjang, mulai dari Kepala SKPO yang menangani bidang
energi, dan Bupati sebagai berikut:
a. Kepala SKPO yang menangani bidang energi sebagai pelaksana
OAK Bidang' Listrik Perdesaan wajib menyampaikan laporan
triwulan tentang realisasi pelaksanaan OAK Bidang Listrik
Perdesaan dan laporan akhir tahun anggaran kepada Bupati;
b. Bupati ...
-6-
b. Bupati wajib menyampaikan laporan triwulan tentang
pelaksanaan OAK BI dang Listrik Perdesaan dan laporan akhlr
tahun anggaran kepada Menteri, Menteri Keuangan, Menteri
Oalam Neger! dengan tembusan kepada Sekretaris Jenderal
Kementerian, dan Oirektur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan
Konservasi Energi.
c. Laporan triwulanan dan Laporan akhir tahun anggaran memuat
gambaran umum rencana kegiatan OAK Bidang Listrik
Perdesaan, sasaran yang ingin dicapai, uraian pelaksanaan, hasil
yang telah dicapai dan realisasi anggaran, serta hambatan dan
permasalahan dalam pelaksanaan.
d. Pelaporan menjadi salah satu dasar penilaian dalam kriteria
alokasi anggaran OAK Bldang Listrik Perdesaan pada tahun
berikutnya.
BAB VII
PENILAIAN KINERJA
Pasal 13
(1) Pelaksanaan OAK Bidang Listrik Perdesaan yang tidak sesuai
dengan ketentuan Peraturan Menterl Ini dapat berakibat pada
penilaian yang negatif, yang akan dituangkan dalam
laporan Menteri ke Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan
Pembangunan NasionallKetua Bappenas, dan Menteri Oalam
Negeri.
(2) penyelenggaraan OAK Bidang Listrik Perdesaan akan
dijadikan salah satu pertimbangan dalam usulan pengalokasian
OAK Bidang Listrik Perdesaan oleh Kementerian pada tahun
berikutnya.
(3) Penyimpangan dalam pelaksanaan OAK Bidang Listrik Perdesaan
dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan.
BAB VIII
KETENTUAN LAIN-LAIN
Pasal14
(1) Oalam hal terjadi bencana alam, Oaerah dapat mengubah
penggunaan OAK untuk kegiatan di luar yang telah diatur dalam
Petunjuk Teknis ini, setelah sebelumnya mengajukan usulan
perubahan yang telah mendapatkan pertimbangan Menteri Oalam
Negeri dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Menteri.
(2) Bencana alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1), merupakan
bencana alam yang dinyatakan secara resmi oleh Kepala Oaerah
terkait.
(3) Perubahan penggunaan OAK sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dapat dilakukan sepanjang dalam bidang yang sama dan tidak
mengubah besaran alokasi OAK pad a bidang tersebut.
BABIX ...
-7-
BABIX
KETENTUAN PENUTUP
Pasal15
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
Peraturan Menteri inl dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Indonesia.
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal .13 Mei 2011
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 13 M ei ·2011
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAY A MINERAL,
ttd.
DARWIN ZAHEDY SALEH
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
PATRIALIS AKBAR
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011
Salinan sesuai de1l9an aslinya
DA MBER DAYA MINERAL
LAMPIRAN PERATURAN MENTER! ENERGI DAN SUMBER DAY A MINERAL
NOMOR 08:TAHUN 2011
TANGGAL : 13 MEl 2011
SPESIFIKASI TEKNIS KEGIATAN DAK BIDANG LISTRIK PERDESAAN
A. PEMBANGUNAN PEMBANGKIT USTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH)
1. Persyaratan Umum
a. Kapasltas terpasang darl PLTMH sesual dengan kemampuan pabrlkan lokal
b. Telah mempunyal dokumen FS seclerhana yang mengangkut gambaran lokasi, kapasitas,
layoutlokasl pembangunan, rencana anggaran blaya
c. Kejelasan status lahan, Daerah menyedlakan lahan untuk keperluan rumah pembangkit,
saluran pembawa, plpa pesat dan jalan akses
d. Rencana pengelolaan yang menggambarkan keterlibatan masyarakat mulai dari perencanaan,
pembangunan sampal dengan pengoperaslan/ pemellharaan.
e. Kesiapan masyarakat selaku calon pengguna untuk mengoperaslkan unit pembangkit dan
membayar blaya pemakalan tenaga IlstrIk pada tlngkat harga yang dlsepakati bersama.
2. Spesifikasi Teknis
a. Spesifikasl PLTMH Umum - Pemllihan Peralatan Elektro Mekanik
Pemilihan peralatan elektro mekanik blsa mengacu pada tabel berlkut Inl.
Komponen
Dalaip" Kurang darl Leblh dari
10kW 10kW
Turbin Jenls Cross Flow Cross Flow
Propeller Propeller
PAT PAT
Generator Jenis Sinkron Sinkron
kecuali T1ga Fasa
Propeller Open
Flume blsa
Aslnkron
Satumga
Fasa
Dengan Brushless Brushless
BruSh! Brushless
Eftslensl Minimal 60% Minimal 80%
Generator dlsarankan
80%
Tegangan dan 220/240 V, 1 415 V, 3
Frekuensl fasa, 50 Hz fasa, 50 Hz
Rekomendasi atau
415 V, 3 fasa,
50Hz
Kontrol Jenis ELC ELC
Ballast Pemanas Air atau Udara
Roda gUa Perlu untuk operasl sendiri (stand
alone)
Switch Gearelan MCB/MCCB untuk proteksi over
Earth Fault current
Protection ELCB perlu ada
Monitoring dan Arus, Tegangan, Frekuensi
Proteksl
Meter Produksi Energi, kWh meter, Hour
Meter elan lain-lain
Efislensl Paela debit elan Lebih besar lebih besar
Skama head rancangan elarl400/0 darl4S0/0
PLTMH
-2-
b. Bangunari Sipil dan Peralatan Pendukung
Bangunan slpil adalah baglan pentlng dalam suatu skema PLTMH. Pada umumnya bangunan
slpll terdtrl darl bangunan Inmke dan pengallh allran, saluran pembawa, bangunan forebay,
bangunan rumah pembangklt (rumah pembangkif) dan bangunan tailrace. Aksesori bangunan
slpll sepertl peralatan hidro mekanik juga merupakan baglan tak terlepaskan dari komponen
slpll suatu PLTMH.
1. Spesifikasl
1.1 Umum
• saluran pembawa air, kecuali plpa pesat dan tall race, harus mampu menampung
debit air 10% leblh tlnggl darl debit rancangan. Hal Inl dltujukan agar pada saat
operasl maksimal muka air di forebay tldak turun dari ketlnggian biasanya dan
untuk tlnggl jagaan agar terhindar darl pellmpasan apabila terjadi kelebihan debit.
• Survel topografi secara lengkap harus dllakukan dan hasilnya digambarkan pada
peta situasl dengan skala 1:1.000 atau lebih keeil, termasuk potongan memanjang,
potongan mellntang dan secara jelas menunjukkan informasi topografi daerah
rencana pembangunan PLTMH.
• Survei geoteknlk dlperlukan untuk mengetahul kondisi batuan di daerah rencana
bangunan slpll termasuk dl dalamnya kestabllan tanah dan lain-lain.
1.2 Intake dan Diversion Structure
• Drop intake blsa dlpergunakan jlka gradient sungal leblh dari 5% jika kurang dari
Itu Intake lateral blsa dlpergunakan (mlsalnya sIde Intake).
• Lokasl Intake harus dlplllh dl tempat yang mampu menyedot sebanyak mungkin air
dan tldak membawa sedlmen apung yang akan masuk ke dalam intake. Bendung
dan Intake sebalknya mampu menahan banjlr tahunan minimum dengan periode
25 tahunan.
• Bukaan Intake (intake orifice) harus tenggelam dl bawah muka air setiap kondisi
allran.
• Plntu menutup Intake dlperlukan dalam rangka mengosongkan bangunan
pembawa air dan untuk perawatan atau berbalkan.
• Trash rack harus dlpasang dl Intake khususnya untuk sedimen apung berukuran
besar.
• Bangunan Intake harus dlrancang sedemlklan rupa sehingga aliran banjir selalu
melewatl bendung dan tldak engallr melalul bangunan Intake.
• Pedoman teknls bangunan air dapat mengacu kepada Standar Nasional Indonesia
SNI 03-1731-1989 tentang Pedoman Perencaan Bendungan Bangunan Sipil.
1.3 Bak Pengendap
• Bak pengendap harus mampu mengendapkan material sedimen seperti tanah,
paslr dan bebatuan
• Allran air harus tldak menimbulkan olakan (turbulensi) di dalam bak pengendap
sehlngga material sedlmen blsa dengan mudah dlendapkan.
• Bak pengendap harus dlbuat darl konstruksl beton bertulang.
• Mekanlsme pembuangan endapan harus ada dan dapat berupa plntu air atau jenis
lain.
• Jlka air yang dipakai adalah mata air yang tldak membawa material sedimen, maka
bak pengendaptldak dlperlukan
• Jlka kualltas air yang blasanya buruk dan banyak membawa material sedimen,
maka setelah bangunan Intakeharus dllengkapl dengan bak pengendap.
• Kemlrlngan lantal bak pengendap paling tldak 1:20 untuk intake lateral atau 1:10
untuk intaketlpe drop (river bed intake)
• Bentuk bak harus sedemlklan rupa sehlngga endapan terkumpul diujung bak dan
mendekatl katup atau plntu penguras.
-3-
• Kapasitas plntu penguras harus eukup besar sehingga air dl bak pengendap tetap
blsa terbuang sementara Inl:8ke tetap terbuka penuh untuk memasukkan air
penguras
• Spill way untuk bak pengendap sebalknya ada di sepanjang bak di slsi sungai
sehlngga luapan air dapat langsung terbuang ke sungal.
1.4 Saluran Pembawa
• Tldak dlsarankan menggunakan saluran alaml dart tanah.
• Aelan dlndlng saluran pembawa menggunakan adukan semen dengan
perbandlngan minimum 1:3 (1 semen, 3 paslr).
• Penguatan slope tanah perlu dllakukan dlsesualkan dengan kebutuhan lokasi.
• Plpa plastlk blsa dlpergunakan untuk saluran pembawa. Jlka dipergunakan pipa
PVC atau HOPE maka plpa harus dlpendam dengan kedalaman minimum 60 em.
• Jembatan plpa atau talang dapat dlpakal pada daerah yang rawan longsor.
• Jlka saluran pembawa sangat panjang dan melalul teblng yang terjal, saluran
pembuang air harus dlarahkan ke saluran alaml sehlngga aman bagi kekuatan
tanah.
• Jlka diperlukan, pada saluran pembawa yang menggunakan plpa dipasangkan pipa
pelepas udara dl lokasl-lokasl belokan tajam.
• Untuk saluran pembawa tlnggl muka air minimal berjarak 25 em dari blbir saluran
(freeboard) pada saat beban makslmal.
Hal yang berkaltan dengan konstruksl blsa dlllhat dalam baglan konstruksl bangunan
slpll.
1.5 Forebay
• Forebay dalam bentuk tankl blsa dlbuat dart pasangan batu, atau beton bertulang.
Ketebalan beton minimal mempunyal diameter 25 an.
• Forebay harus dlbuat dart konstruksl kedap air dan tahan bocor
• Forebay menghubungkan saJuran pembawa dan plpa pesat
• Forebay harus dllengkapl dengan :
a. Trash rack yang leblh halus.
b. Spill waydengan kapasltas 120% darl debit rancangan.
e. Saluran pembuangan darl Flush gate untuk membuang endapan lebih baik
terplsah darl saluran spill way.
d. Saluran pembuang air darf spill way dilengkapl dengan struktur pemeeah
energl air (mlsalnya kosntruksl tangga).
• Lebar forebay paling tldak selebar trash rack, spill way sebaiknya sepanjang
forebayjuga.
• Plpa pesat (p/pa pesat) harus terendam air dalam kedalaman minimum 2 kali
diameter plpa pesat, jarak plpa pesat dart dasar forebcrymlnlmum 30 em.
• Endapan dlrencanakan sedemlklan rupa sehlngga tldak masuk ke plpa pesat.
• Tangga harus dlsedlakan untuk pembersthan tangkl forebay.
Masalah konstruksl bangunan slp/l blsa dilihat pada baglan konstruksi.
1.6 Plpa Pesat (Penstock)
• Pipa pesat blsa terbuat dart mild steel, HOPE, .atau PVC harus dalam kondlsi baru
dan balk.
• Ketebalan bahan plpa pesat dart bahan best harus disesuaikan dengan head,
minimal ketebalan adalah 3,2 mm.
• Ptpa pesat harus dlcegah terjadlnya korosl, kearnanan menjadi faktor penting.
• Plpa pesat dart bahan plastik (HOPE atau PVC) harus dl tanam di dalam tanah atau
dHlndungl dart slnar mataharl langsung dengan dlbungkus dengan bahan yang
tahan terhadap cuaca mlsalnya karung gonl.
• Plpa pesat harus dlrancang sedemklan sehlngga kehllangan tekanan (head losses)
dl dalam plpa pesat makslmal 10% dart head total.
• Plpa pesat yang amat panjang (5xhead) makslmal kehllangan tekanan 15% masih
blsa ditoleransl.
• Tlngkat tekanan yang blsa dlterima plpa pesat harus mempertimbangkan tekanan
tlba-t1ba (surge pressure),tekanan statlk dan tekanan yang dihasilkan karena
-4-
penutupan guide vane. Speslfikasi tekanan Ini harus blsa diapllkasikan di seluruh
baglan plpa pesat.
• Plpa pesat harus mampu menahan tekanan aklbat water hammer.
• Plpa pesat harus dllengkapl dengan plpa napas dl ujung atas pipa pesat. Ukuran
diameter plpa napas berklsar 1% sampal 2% diameter pipa pesat.
• Jlka dlpertukan katup udara (aIr release valve) dlpasang pada tltlk-titik dimana ada
perubahan arah plpa pesat yang slgnlflkan sepertl pada belokan.
• Speslflkasi katup udara dlsesualkan dengan t1ngkat tekanan yang kemungkinan
dltertma dl t1t1k tersebut.
Masalah pabrtkasl dan konstruksi pipa pesat blsa dilihat pada bagian pabrikasi dan
konstruksl.
Pedoman teknls pekerjaan Inl mengacu kepada Standar Naslonal Indonesia SNI 7-
6405-2000 dan SNI 13-3472-1994.
1.7 Rumah Pembangklt (Power House)
• Rumah pembangklt harus mampu me\lndungl peralatan elektro mekanlkal dan
kontrol dart cuaca yang buruk serta akses dart orang yang tldak memlliki hak.
• Rumah pembangklt harus berada pada poslsl yang leblh tlnggi dart ketinggian
banjlr tahunan (mlsalnya banjlr 25 tahunan atau 50 tahunan).
• Layout peralatan dl dalam rumah pembangldt harus mengindahkan kemudahan
pergerakan operator dl dalamnya termasuk saat perbalkan turbin ataU kontrol.
• Luas rumah pembangkJt harus dlsesualkan dengan besarnya turbln dan kubikel
kontrol.
• Jika dimungklnkan, rumah pembangklt memlllld rei gantung (hoist) rsebagai alat
bantu kerja perbalkan.
• Pondasl rumah turbln dibuat dari konstruksl beton bertulang yang mampu
menahan gaya dan tekanan dart turb'n maupun dart plpa pesat.
• Anchor block harus dlpasang di rumah pembangkJt sehingga tekanan dari pipa
pesat tldak dlbebankan kepada turbine housing namun disalurkan ke tanah.
• Saluran kabel dl dalam rumah pembangklt harus dlrancang agar tidak mudah
terendam air (misalnya jlka ada kebocoran).
• T1nggl atap atau platon minimum adalah 2.5 meter atau tanpa plafon sama sekali.
• Tailrace harus dlrancang sehlngga ketlngglan muka air saat turbin berada pada
operasl maksimal berjarak minimum 30 em dart outlet turbln.
• Rumah pembangkJt yang terbuat dart dlndlng kayu hanya boleh dilakukan untuk
PLTMH berkapasltas dl bawah 5 kW. Olsarankan rumah pembangkit untuk semua
kapasitas menggunakan dlndlng pasangan bata.
• Pembumlan proteksl dalam rumah pembangldt :
a. Semua barang terbuat dart metal di dalam rumah pembangklt harus diberi
pembumlan sebagal proteksl.
b; Pembumlan darl semua peralatan tersebut dljadikan satu.
C. Batang untuk pembumlan minImal berukuran 10 mm
2
dan terbuat dari
tembaga dan ditanam cukup dalam ke dalam tanah.
d. Proteksi untuk peralatan lain dlsesualkan dengan spesifikasl dan metode dari
produsen.
Konstruksi bangunan rumah pembangldt mengacu kepada bagian konstruksi sipil.
Proteksl pertanahan jartng tegangan rendah dan Instalasl dapat mengacu kepada
Standar PLN : SPLN 3-1978.
1.8 Trash rack
• Trash rack tidak boleh terbuat dar! bambu atau kayu. Trash rack harus dibuat
dengan menggunakan besl peJal dengan diameter minimal 4 mm atau besi plat
dengan ketebalan minimum 3 mm.
• Trash rack dipasang di Intake dan saluran pembawa awal dengan bukaan yang
relatif lebar tergantung kepada karakter ukuran sampah dengan bukaan minimal 5
em dan makslmum 10 em.
-5-
• Inlet plpa pesat harus menggunakan trash rack yang lebih sempit bukaannya.
Bukaan atau jarak antar besl dlsesualkan dengan ukuran nozzle turbin pada kasus
turbln Impuls.
• Trash rack harus mampu menahan tekanan air karen a adanya penyumbatan pada
kondlsl air penuh.
• Kemlrlngan trash rack paling tldak adalah 70 derajat dari data ran sehingga
memudahkan untuk pemberslhan.
• Trash rack harus blsa dllepas dari struktur slpil untuk akses perbaikan dan
pemberslhan.
• Untuk pabrikasl trash rack, bIsa mengacu kepada baglan pabrikasi peralatan hidro
mekanlk.
1.9 Plntu Air dan Katup Pengaman
• Tldak dlsarankan menggunakan plntu air dengan stop log keeuali untuk PLTMH
dengan kapasltas dlbawah 5 WI.
• Ukuran plntu air disesualkan dengan ukuran saluran yang akan dilayanl.
• Menggunakan alat bantu pemutar sehlngga memudahkan operasl.
• Plntu air harus dlllndungi dart karat.
• Plntu air harus mampu menahan tekanan pada kondisi air penuh.
• Katup pengaman turbln harus mampu menahan tekanan statik maupun tekanan
surja serta water hammer.
• Katup pengaman sebalknya dlpasang pada slstem PL TMH dengan kapasitas lebih
besar 15 kW yang menggunakan turbln Impuls.
Untuk pabrfkasl plntu air, mengacu kepada baglan pabrtkasl peralatan hidro mekanlk.
Pabrlkasl katup tldak dlatur, namun speslflkasl katup yang dlpakai harus sesuai
dengan pedoman teknls yang bertaku dan tekanan air yang dlterima.
2. Konstruksl Peralatan Hldro Mekanlk
Peralatan hldro mekanlk antara lain adalah peralatan mekanik yang menjadl pelengkap
bangunan air seperti mlsalnya trash rack, plntu air, plpa pesat, dan katup pengaman
turbln. Dalam hal Inl, katup-katup blasanya merupakan produksi masal sehlngga pedoman
teknfs khusus sudah dlterapkan untuknya. Oleh karena ftu dalam baglan Inl hanya dlbahas
mengenal pabrlkasl trash rack, plpa pesat serta plntu-plntu air.
2.:1. Trash rack
• Trash rack harus dlbuat dengan menggunakan besi beton dengan diameter
minimal 4 mm atau besl plat dengan ketebalan minimal 3 mm. Pengelasan harus
kuat dan rapl. Pengelasan menggunakan las IIstrik.
• Trash rack harus dlllndungi dart karasl dengan melakukan pengecatan atau
gaivanlsasl. Pengecatan dflakukan dengan cat dasar besl kemudlan dlcat anti karat
minimal dua kall pengecatan. Pengecatan dUakukan setelah dllakukan proses sand
blasting untuk menghllangkan karat atau proses lain untuk menghilangkan karat.
Pengecatan menggunakan cat khusus anti karat. Galvanlsasl direkomendaslkan
untuk dllakukan jlka proses blsa dllakukan.
• Trash rack untuk Intake dan saluran pembawa paling tidak memillkl celah selebar 5
em atau leblh lebar.
• Trash rack untuk Inlet plpa pesat harus memillkl celah yang lebih keeil dari trash
rack dl Intake. Ukuran celah tldak boJeh Jeblh besar darl 0.5 kall jarak antar runner
blades (balk propeller maupun cross flow) atau 0.5 kall diameter nozzle untuk
pelton. Untuk turbln tlpe lain dlsesualkan dengan ukuran sampah keeil yang sering
terbawa dalam air.
2.2. Pintu Air
• Plntu air adalah pintu air itu sendirl dan frame yang tertanam dalam konstruksi sipil
• Pintu air harus dlbuat dart.besl dengan ketebalan plat minimal 3 mm.
• Plntu air harus dlllndungi dart karat menggunakan cat atau galvanisasi. Pengecatan
dllakukan setelah dllakukan proses sand blasting untuk menghllangkan karat atau
dengan prases lain. Pengecatan d1lakukan dengan cat dasar besi kemudlan dicat
-6-
anti karat minimal dua kall pengecatan. Perlakuan perlindungan dari karat
dlkerjakan sebelum dlklrlm ke lokasl.
• Plntu air harus menggunakan alat bantu untuk memudahkan operasi buka dan
tutup. Mekanlsme atau tlpe alat bantu tldak dlbatasl.
• Plntu air harus dJlengkapl dengan mekanlsme pengund pada pintu-pintu yang
pentlng mlsalnya dl saluran pembawa setelah bak pengendap pertama ataU tepat
sebelum plpa pesat agar operasl plntu air hanya dJlakukan oleh orang yang
berwenang.
• Pengelasan harus rapl dan kuat dan tldak memberikan kesempatan kepada
kebocoran. Pengelasan menggunakan las IIstrik.
Pedoman teknis plntu air dapat mengacu kepada Standar Naslonal SNI 03-2829-1992
2.3. Pipa pesat dan Talang Air
Plpa pesat yang dlatur dalam hal pabrlkasl adalah plpa pesat darl bahan galvanized
steelatau mild steel. Plpa pesat bahan HOPE atau PVC tldak dlatur pabrlkaslnya. Plpa
pesat blasanya dlpabrlkasl atau dlrangkal dllokasl dalam artl pengelasannya dllakukan
dl tokasl. Jembatan air atau talang yang terbuat darl mild steel juga harus mengalami
perlakuan yang sarna dengan plpa pesat.
• Pengelasan yang dllakukan dl Iapangan harus dilakukan dengan baik dan rapi.
Operator las harus berpengalaman mengerjakan pengelasan untuk struktur dengan
tekanan tlnggl. Pengelasan menggunakan las IIstrik.
• Pengelasan sebaiknya menggunakan peralatan bantu, seperti rei gantung sehingga
pembentukan dan konstruksl plpa pesat menjadl sempurna.
• sambungan las harus ter,lamln darl kebocoran akibat tekanan air yang tinggi.
Baglan pengelasan yang buruk harus dlbuang dan jlka perlu dllakukan pemotongan
baglan plpa pesat tersebut.
• Mis-alignment, atau ketldaktepatan biblr antar plpa, pada sambungan antar pipa
yang dllas hanya dlber! toleransl sebesar makslmal 3 mm, kecuali jika pipa
dtsambung dengan menggunakan flange.
• Pembuatan sambungan llange harus selalu sepasang sehingga tidak ada mis-
alignment pada saat pemasangan
• Baglan dalam dan luar plpa pesat harus dillndungl darl korosi dengan pengecatan
bahan cat khusus anti karat.
• Pengecatan baglan dalam plpa pesat dllakukan minimal dua kall, dengan
pengecatan dasar terleblh dahulu, sebelum dllakukan penyambungan.
• Pengecatan baglan luar dlakukan minimal dua kall dengan pengecatan dasar
terlebih dahulu. Jlka material besl maslh tampak, maka pengecatan harus diulang
kemball.
• ExpansIon joInt atau flange harus dlperslapkan dl pabrlk dan tldak di lokasl.
Komponen Inl harus dlllndungi darl karat sebelum dlpasang.
• Mur dan baut untuk sambungan flange harus dlsedlakan dan diperlakukan
perllndungan karat padanya.
• SlidIng support plpa pesat harus dlperslapkan untuk setiap penyangga pipa pesat
yang dlrencanakan.
• Seal dan packIng bagl sambungan flange harus diperslapkan di pabrik.
• Sebalknya diperslapkan minimal 1 buah expansIon JoInt bagl sebuah plpa pesat.
• Setlap anchor block harus dllengkapl 1 buah expansIon JoInt
• Dlperslapkan sebuah release vent udara bagl sebuah plpa pesat. Diameter antara
1 % hlngga 2% darl diameter plpa pesat.
• Diameter jembatan plpa atau talang air sebalknya dibuat sedemikian sehingga
memungklnkan orang untuk masuk dan memberslhkan baglan dalamnya.
• Penyangga untuk jembatan plpa atau talang harus dlsedlakan dl bengkel dan harus
mengalaml perlakuan pertlndungan karat dengan galvanlsasl.
• Penyangga plpa pesat dar! kayu hanya blsa dlpakal untuk kapasltas PLTMH kurang
dart 5 kW.
-7-
3. Konstruksl Bangunan Sipil
Ketentuan umum dalam konstruksl bangunan slpll pembangunan sistem PLTMH adalah:





Konstruksi slpiJ untuk bangunan seperti Intake, bendung, saluran pembawa, bak
pengendap, dan fotebayharus selalu mempertlmbangkan kekuatan tanah pandasi.
Penggallan tanah harus dllakukan secara hat/-hat/. Tanah gallan dltempatkan pada 5151
yang stabll atau dlberlkan penahan darl kayu. Kedalaman makslmal gallan tanpa
penahan dlndlng adalah 1,3 meter.
Pengurukan kemball harus dllakukan selapls deml selapls dan ketebalan tiap lapisan
t/dak meleblhl 15 em. Pemampatan tanah pada 5151 dekat plpa harus dllakukan
dengan hat/-hatl. Batuan dengan ukuran kecll hanya boleh dllakukan dl ujung urugan.
Tldak boleh ada batuan dl dekat urugan plpa.
Ketebalan pasangan batu tanpa pembebebanan mnimum darl 20 em, ketebalan
pasangan batu untuk penahan amah minimum darl SO em, dlhitung berdasarkan
kekuatan dlndlng ketebalan penahan tanah dan dllpillh ukuran yang paling besar.
besl beton blasa t/dak boleh kurang dart 15 em dan ketebalan beton
bertulang tldak boleh kurang darl 10 em. Ketebalan dlndlng dlsesulkan dengan beban
yang dltahan.
• Adukan semen untuk bag Ian yang terkena air dlsarankan 1 bag Ian semen dan 4 bag ian
paslr. Jlka tldak bersentuhan dengan air maka satu baglan semen dan enam baglan
paslr.
• Beton untuk bangunan struktur, mlsalnya beton bertulang, lebih balk menggunakan
campuran 1 baglan semen, 2 baglan paslr, dan 3 baglan kerlkiJ. Beton lain dlpakal
perbandlngan 1:3:5.
• Beton bertulang paling tldak menggunakan tulangan dengan ukuran minimal 8 mm dan
jarak antar tulangan makslmal 200 mm.
• Jika terdapat jembatan air dengan plpa yang terbuat darl mild steel maka harus
diJengkapl dengan expansIon joint dan plpa harus dllakukan pengecatan serta
perllndungan terhadap karat.
• Trash rack harus bisa dllepas dari bangunan sipll untuk akses perbalkan.
• Plpa pesat darl bahan besl tldak boleh dlpendam dl dalam tanah. Harus terdapat jarak
minimal 30 em antara tanah dengan plpa pipa pesat.
• Pipa pesat darl bahan PVC atau HOPE sebaiknya dipendam dl dalam tanah dengan
kedalaman minimal 60 em darl 5151 atas pipa pesat.
• Jlka tldak memungklnkan dlpendam maka plpa darl bahan PVC atau HOPE harus
dltutup atau dlbungkus dengan balk sehlngga tldak terekspas oleh slnar matahari.
• Jika dlpergunakan pipa PVC untuk plpa pesat maka minimal memllikl spesifikasi
tekanan kerja sebesar 12 kg/em
2
untuk kapasltas PlTMH maksimal 5 kW. Untuk
kapasltas leblh besar maka harus dlsesualkan dengan debit dan head.






Sambungan plpa pesat darl bahan selaln mild steel menggunakan metoda yang biasa
dllakukan untuk bahan tersebut. Penyambungan plpa untuk HOPE atau PVC dlsarankan
menggunakan sambungan f!8nge atau bell spigot
Penyangga pipa pesat atau anchor block harus dlbangun sehlngga tldak tergelinelr.
Anchor block harus mampu menyalurkan gaya lateral dan longitudinal plpa pesat ke
tanah. Kedalaman pandasl minimal adalah SO em dl bawah permukaan tanah.
Penyangga plpa pesat blsa dlbuat darl pasangan batu atau beton bertulang. Anchor
blockdlbuat dar! beton bertulang.
Penyangga plpa pesat harus dllengkapl dengan saddle yang memberikan kebebasan
bagl plpa pesat untuk memual atau seballknya.
Setlap anchor block dllengkapl dengan expansion Joint pada bagian plpa pesat dl
bawahnya.
Rumah pembangklt harus memlllkl :
a. Plntu yang cukup lebar untuk memasukkan peralatan termasuk turbln dan kubikel
kontrol. Plntu tersebut harus blsa dlkund. Pfntu btsa terbuat darl kayu atau besi.
b. Jendela yang memberlkan cahaya alaml dan ventllasl udara yang eukup ke dalam
ruangan. Rangka jendela blsa terbuat dar! kayu atau aluminum.
c. Saluran pembuangan air balk dl dalam maupun dl sekitar rumah pembangkit.
Saluran harus dlarahkan ke saluran air alaml.
-8-
d. Ventilasi yang cukup sehingga panas dart mesin bisa dlkeluarkan dari ruangan.
Ventllasl harus mampu menjaga supaya serangga tldak masuk ke ruangan.
e. Atap yang tldak mudah bocor dan tidak menggunakan atap yang terbuat dari
bahan alaml sepertllJuk amu rumbla.
f. Almart penylmpanan alat kerja dan catatan (log booK) operator. Almari bisa terbuat
dart kayu maupun besln.
• Konstruksl rumah pembangkJt sebalknya menglndahkan ruang istlrahat bagi operator.
• Lantal rumah pembangkJt, khususnya pada baglan base frame turbln dan generator
harus terbuat dart beton bertulang. Ketebalan lantal pada bagian tersebut disesuaikan
dengan besar turbln. Minimal keteba!an adalah 200 mm.
• Ballast pemanas udara dltempatkan pada Iokasl yang terlindung dari akses tak
bertanggung jawab dan mendapat ventilasl balk.
• P e n ~ r a n g a n harus dibertkan dl lokasl Intake, sepanJang saluran dengan jarak 30 meter
tlap !ampu, dl forebay, sepanjang plpa pesat dengan jarak 30 meter tlap lampu, teras
rumah pembangkit, dan ruangan kerja rumah pembangkit.
• Penerangan luar harus terllndung darl perubahan cuaca. Penerangan tidak boleh
menggunakan lampu pijar atau lampu n (neon) blasa.
4. Pengujlan Setelah Konstruksl
• Dlpastikan semua struktur bebas dart batuan atau sampah konstruksi saat selesal
dlbangun dan sebelum dllakukan pengetesan.
• Sebelum dllakukan pengetesan minimal semua struktur sudah berumur 1 minggu sejak
selesal finishing.
• Saluran pembawa dan forebay harus dlujl kebocoran dengan cara mengislnya dengan
air hlngga pada batas freeboard dan dlamati selama paling tldak 2 mlnggu.
• Pengetesan dllakukan per baglan saluran pembawa dlmana setlap bagian maksimal
sepanjang 50 meter.
• llka saluran pembawa tldak begltu panjang, total kurang dari 50 meter, maka
pengetesan dllakukan bersamaan dengan pengetesan forebay.
• llka terdapat baglan saluran pembawa yang menggunakan jembatan plpa, maka
jembatan plpa harus juga dlJakukan tes kebocoran secara tersendirl.
• Tes kebocoran bak pengendap dan forebay dllakukan dengan merendam bak tersebut
sampal batas maksimal dan mengamatlnya selama paling tldak 3 mlnggu.
• Plpa pesat harus dluji kebocoran dengan melakukan ujl tekanan statik dengan cara
menglsl plpa pesat secara penuh dan dldlamkan selama paling tldak 24 jam.
• Pengecatan dan juga kualitas pengelasan harus dllnspeksl setelah konstruksi selesai
dan sebelum pengetesan dlJakukan, khususnya bagl komponen hldro mekanikal sepertl
plpa pesat dan plntu-plntu air.
c. Peralatan Elektro Mekanik
Turbin
lenis turbin yang bisa dipakai untuk kapasitas PL TMH sampai 30 kW antara lain adalah turbin
aUran silang (cross flow), turbln propeller, atau pelton (untuk head tlnggi).
1. Turbin AUran Silang
1.1 Kalkulasi
Turbin yang dibuat harus dlsertai dengan kalkulasi minimum:
• Perhltungan daya desaln
• Perhitungan kecepatan putar runner
• Perhitungan elemen pembawa putaran (Jlka menggunakan elemen pembawa)
sepertl belt dan pull dan plummer block.
-9-
1.2 Material
• Casing turbin dari mild steel dengan ketebalan paling tidak 10-16 mm. Semakin
tlnggl tekanan air (head) semakln tebal casing turbln. Jenls mild steel yang dlpakai
adalah MS-41/SS-41/ST-37.
• Baglan yang terkena air langsung pada bagian casing harus dilapisi lembaran besi
mIld steel dengan ketebalan paling tldak 8 mm. Semakln tlnggi tekanan air (head)
semakln tebal laplsan pelapls Inl. Jenls mild steel yang dipakai adalah MS-41/SS-
41/ST-37.
• Runner shaft (as), runner dIsc (plringan), dan runner blade (sudu-sudu) disarankan
dlbuat menggunakan bahan stainless steel. Jlka tidak, maka dipergunakan:
- Runner shalt dlbuat menggunakan mIld steel dengan jenis paling tldak ST-50
atau leblh tinggl (ST-60).
- Runner disc dan blade dlbuat dengan menggunakan mild steel jenis MS-41/SS-
41/ST-37.
• Guide vane (katup pengatur) dibuat darl besl pejal dengan bahan mild steel jenis
MS-41/SS-41/ST-37. Best pejal harus dlpakal.
• Bearing yang dlpakal harus memlllkl spesiflkasl umur operasi selama 40.000 jam
operasl nonnal. .'
• Seal harus dlbu,at darl bahan non meta Ilk.
1.3 Proses Produksi
Pada dasamya proses produksl harus menglkutl desain yang dljadikan acuan.
Pemlllhan bahan, proses pengerjaan, pemllihan komponen standar, ukuran baut
penglkat, dan lain-lain harus menglkutl desaln acuan.
• Material turbin harus baru dan bebas dari korosl dan berkualitas sesuai dengan
peruntukannya.
• Pengelasan casing turbin harus rapi balk yang berada di luar casing maupun di
dalam casIng sehlngga kuat menahan tekanan statik maupun dlnamlk.
• Runner disc untuk ukuran dl bawah 20 mm lebih balk dlbuat menggunakan laser
cutting.
• CasIng turbin harus memlllkl pintu inspeksl untuk pembersihan runner atau
perbalkan.
• casIng turbin sebaiknya memllikl webs dan ribs penguat untuk mengurangi getaran
dan keblslngan.
• Runnerharus dUas dengan rapl agar efislensl turbin tlnggl.
• Seluruh komponen turbln harus bebas dari karat. Harus dllakukan pengecatan anti
karat. Proses sand blasting sebalknya dflakukan untuk menghllangkan karat.
Pengecatan minimal dilakukan 3 lapis.
• Turbin harus dliakukan static bal8nc1ng.
• CasIng turbln harus dilengkapl clnclng pengangkat.
• Baglan dalam yang bersentuhan dengan air harus dl cat dua lapis (Iebih baik
dengan cat khusus epoxy atau untuk kapaliaut).
• Baglan luar harus dlcat dua lapis dengan cat primer lalu dicat dua lapis dengan cat
blasa (cat wama).
• Baglan yang bergesekan harus diberi lubrikasl. Bearing harus diberi lubrikasi
awalan dengan jumlah cukup sesual dengan ketentuan produk.
• Semua bagian ulir pada baut harus diberl sediklt grease agar tidak mudah
berkarat.
1.4 Efisiensi Turbin
• Turbin grade 1 adalah yang memillkl efisiensi pada poros turbin paling tidak
sebesar 70% pada debit dan head rancangan.
• Turbin grade 2adalah yang memlllkl eflslensi pada poros turbin paling tidak
sebesar 55% pada debit dan head rancangan.
- 10-
2. Turbin Propeller
2.1 Material
• Casing turbin dart mild steel dengan ketebalan paling tldak 10-16 mm. Semakin
tlnggl tekanan air (head) semakln tebal casing turbln. Jenls mild steel yang dipakai
adalah MS-41/SS-41/ST-37.
• Shatlterbuat dart:
a. Besl anti karat ataui
b. Besl dengan speslflkasl ST-50 atau leblh tlnggl.
• Runner untuk kapasltas dl bawah 5 kW blsa menggunakan aluminium, untuk
kapasltas leblh besar dlsarankan menggunakan besl anti karat
• Untuk komponen yang dlcor, dlpergunakan besl cor dengan spesiflkasi FCD.
Penggunaan besl anti karat leblh dlsarankan.
• Guide vane (katup pengatur) dlbuat darl besl pejal dengan bahan mild steel jenis
MS-41/SS-41/ST-37. Besl pejal sebalknya dlpakal.
• Bearing yang dlpakal harus memlllkJ speslflkasl umur operasi selama 40.000 jam
operasl normal.
• Semua sealharus dlbuatdarl bahan non metallk.
• Bahan untuk komponen metal pendukung lain sebaiknya adalah yang tahan
karat/terllndungl darl karat.
2.2 Proses Produksl
• Material turbln harus baru dan bebas darl koresl dan berkualitas sesual dengan
peruntukannya. .
• Pengelasan casing turbln harus rapi balk yang berada di luar casing maupun di
dalam casing sehlngga kuat menahan tekanan static maupun dinamlk.
• Pengecoran harus dllaksanakan dengan balk dan menjaga homogenitas material
dan menghllangkan pengotor.
• Seluruh komponen turbln harus bebas darl karat Harus dllakukan pengecatan anti
karat. Proses sand blasting sebalknya dllakukan untuk menghilangkan karat.
Pengecatan minimal dllakukan 3 lapis.
• casing turbln sebalknya dllengkapl clndn pengangkat.
• Baglan dalam yang bersentuhan dengan air harus dl cat dualapis (Ieblh baik
dengan cat khusus epoxyatau untuk kapallaut).
• Baglan luar harus dlcat dua lapis dengan cat primer lalu dlcat dua lapis dengan cat
blasa (cat wama).
• Baglan yang bergesekan harus diberl lubrlkasl. Bearing harus diberl lubrikasi
awalan dengan jumlah cukup sesual dengan ketentuan produk.
• Semua baglan ullr pada baut harus dlbert sedlkJt grease agar tidak mudah
berkarat.
2.3 Efisiensl Turbin
Eflslensi turbln propeller paling tldak 75% pada poros turbln pada debit dan head
rancangan.
3. Turbin Pelton
3.1 Material
• CasIng bJsa menggunakan plat mild steel dengan spesifikasi MS-41/SS-41/ST-37
dengan ketebalan minimal 16 mm.
• Casing yang dlcor blsa menggunakan baja dengan spesiflkasi feD ketebalan caSing
dlsesualkan dengan tlnggl head.
• Mangkuk blsa menggunakan besl anti karat atau baja spesifikasi FCD.
• Nozzle dlsarankan dlbuat menggunakan besl anti karat.
• Bearing yang dlpakal harus memlllkJ speslflkasl umur operasi selama 40.000 jam
operasl normal.
• Semua sea/harus dibuat dari bahan non metallk.
• Bahan untuk komponen metal pendukung lain sebalknya adalah yang tahan
karat/terllndungl dart karat.
- 11 -
3.2 Proses Produksl
• Material turbln harus baru dan bebas darl korosl dan berkualitas sesual dengan
peruntukannya.
• Pengelasan casing turbln harus rapl balk yang berada dl luar casing maupun di
dalam casing sehlngga kuat menahan tekanan static maupun dlnamlk.
• Pengecoran harus dllaksanakan dengan balk dan menjaga homogenitas material
dan menghllangkan pengotor.
• Seluruh komponen turbln harus bebas darl karat. Harus dllakukan pengecatan anti
karat. Proses sand blasting sebalknya dllakukan untuk menghilangkan karat.
Pengecatan minimal dllakukan 3 lapis.
• Casing turbln sebalknya dllengkapl dndn pengangkat.
• Baglan dalam yang bersentuhan dengan air harus dl cat dua lapis (Iebih baik
dengan cat khusus epoxyatau untuk kapallaut).
• Baglan luar harus dlcat dua lapis dengan cat primer lalu dicat dua lapis dengan cat
blasa (cat wama).
• Baglan yang bergesekan harus dlberl lubrlkasl. Bearing harus dlberl lubrlkasi
awalan dengan jumlah cukup sesual dengan ketentuan produk.
• Semua baglan ullr pada baut harus dlberl sedlklt grease agar tidak mudah
berkarat.
3.3 Eflslensl Turbin
Efislensl turbln pelton paling tldak 80% pacta poros turbln pada debit dan head
rancangan.
4. lain-lain
4.1 Ketentuan lain
• Sebalknya proses allgnmentdan Instalasl dllakukan Ieblh dulu dl bengkel produksl.
Proses alignment (dl bengkel produksl dan dl rumah pembangklt) harus dllakukan
dengan menggunakan alat-alat pendukung yang memadal dan dilakukan oleh
operator yang telah terlatlh.
• Setelah proses alignment selesal, seluruh baglan-bagian yang berpasangan harus
dlberl tanda atau dlberl pin penepat agar memudahkan dalam proses bongkar
pasang (mlsalnya untuk keperluan transport).
• Turbin Inletharus memlllkf pressure gauge (alat pengukur tekanan air).
• Turbin harus dlrangkal sebelum dlklrlm ke Iokasl.
• Base frame harus dlsedlakan oleh produsen turbln dan dlsesuaikan dengan jenis
generator yang dlpakaf dan layout rumah turbln. Base frame harus kuat dan
flekslbel untuk melakukan pengaturan dan penyejajaran.
• Ketebalan besl baseframe minimal adalam 3 mm.
• . Mur dan baut harus tertlndung dart karat dan dlpak secara khusus sebelum dikirim.
• Penglrlman turbln dllakukan dengan kotak kayu tertutup sehlngga terllndung dari
perubahan cuaca selama penglrlman.
• Setlap turbln yang dlklrtm harus dllengkapl :
a. Panduan Pengoperaslan dan Perbalkan
b. Perkakas untuk pemellharaan
c. Suku Cadang
4.2 Perllndungan Karat
• Semua komponen turbln harus tertlndung dart karat.
• Pengecatan casing turbln minimal dllakukan tIga lapis dengan cat anti karat.
• Sand blasting untuk menghilangkan pengotor dan karat dalam proses produksi
sangat dlsarankan.
• Penggunaan mur/baut dengan bahan tahan karat dlsarankan.
• Dalam transportasl ke lokasl, semua peralatan turbln harus terlindung dari
perubahan cuaca sehlngga terjaga dart kemungklnan karat.
-12 -
4.3 NamePlate
Pada turbln harus dllengkapl dengan name plate. Name plate harus paling tidak berisi
Informasl sebagal berlkut:
• Produsen - nama, alamat, nomer teleponi
• Debit dan head rancangani
• Kecepatan putaran turbln pada debit dan head rancangan;
• Output rancangan pada as turbln;
• Tahun pembuatani
• Jumlah mangkuk atau jet pada turbln pelton;
• Lebar dan diameter runnerpada turbln allran silang.
4.4 Pengetesan Turbin
Turbin harus mengalaml test kebocoran sebelum dlklrlm. Hal Inl harus dlbuktikan oleh
pembuat dengan adanya ·surat buktl tes.
4.5 Base Frame
Base frame untuk dudukan turbln harus dlsedlakan oleh pembuat turbin dengan
spesfflkasl minimal sebagal berlkut :
• Kuat menopang turbJn;
• Memberl keleluasaan pengaturan keseJaJaran;
• Ketebalan minimal besl base frame adalah 3 mm.;
• Mur dan baut base frame harus terllndung darl karat.
4.6 Pull (Pulley)
Jlka turbln memerlukan pull maka :
• Ukuran pull harus dlsesualkan dengan kapasltas dan kecepatan putaran turbin dan
generator;
• Pull harus dl-balance sehingga beroperasl dengan balk;
• Pull dan belt harus dlllndungi oleh sangkari
• Dlsarankan menggunakan nat belt, sedangkan haln belttldak disarankan.
4.7 Suku Cadang dan Perkakas Untuk Pemellharaan
Pabrlkan harus menyedlakan suku cadang utama dan peralatan kerja utama dari
turbln dan transmlsl mekanlk sepertl mlsalnya :
• Bearing;
• Belt;
• Kuncl pas;
• Mur dan Baut;
• V-beltatau Flat Belt,
• Gasket, O-Ring;
• Mlnyak seal, packing kareti
• Alat pengisl pelumas (gemuk);
• Pelumas;
• Crane- jlka diperlukan;
• Spanner,
• Obeng plus dan minus;
• Penarlk bearing;
• dU.
4.8 Panduan Pengoperaslan dan Perawatan
Harus dlsedlakan buku manual pengoperaslan dan perawatan turbin. lsi manual ini
paling tldak adalah :
• Oaftar komponen turbln dengan fotojgambamya;
• Cara pengoperaslan;
• Cara pemellharaani
• Cara perbalkan di lapangani
• Cara pelepasan komponeni
• Gambar sk.ema turbln.
-13 -
4.9 Garansi Turbin
Garansl terbatas turbln harus dlberikan paling tldak selama 1 tahun.
d. Kontroler
1 Kublkel
a. Terbuat darl bahan metal dan dilapisi cat tahan karat, dan khusus untuk peralatan
IIstrik.
b. Memlllkl mekanlsme penguncl sehlngga tldak blsa diakses oleh sembarang orang.
c. Memlllkl klsl pendlngln yang cukup, terutama dl bag Ian samplng kanan kiri dan atas.
d. Kisl penelingln blsa menghalangl blnatang liar untuk masuk ke bagian dalam kubikel.
e. Memlllkl k1pas penyecJot atau pembuang udara panas minimal 2 buah dan atau
dlsesualkan dengan kapasltas pembangklt.
f. Blsa dlgantung pada dlndlng atau dldlrlkan dl atas lantal.
2 Informasl Pada Panel
a. Memlllkl panellnformasl tegangan tlap fasa dan netral pada jalur beban dan ballast
b. Memlllkl panellnformasl arus tlap fasa dan netral pada Jalur beban dan ballast
c. Memlllkl panellnformasl frekuensl keluaran IIstrfk.
d. Memlllkl panellnformasl jam operasl pembangklt.
e. MemJllkl panel kilowatt hour meter (kWh).
f. Memlllkl tombol staltdan stoptanpa perlu membuka plntu kublkel.
g. Memllfkllampu penanda pembangkit offline atau online.
h. Dlsarankan memillkl slrlne penanda overload.
I. Dlsarankan meml/lkl fungsl yang menyimpan data digital yang bisa dilihat melalui
panel:
• Jumlah energl yang terproduksl;
• Jumlah energl yang terkonsumsl;
• Beban makslmal;
• Beban minimal.
3 Proteksi
Kontroler harus memillkl sistem proteksl yaitu pembatas air dan pengaman hubungan
singkat dengan Jenls MCCB (Molded CMe CIrcuit Breakel) dengan nllal breaking Cilpaclty
minimal 10 kA.
4 Pengkabelan
a. Pengkabelan harus mengedepankan keselamatan operaslonal.
b. Terminal sambungan kabel harus dJberllabel sesual dengan peruntukan untuk
memudahkan Instalasl dan ldentlflkasl.
5 Peletakan dan Instalasi
a. Kontroler yang berbobot kurang darl 25 kg blsa dltempelkan pada dindlng bata setinggi
paling tldak 1.5 meter.
b. Kontroler yang berbobot lebih clart 25 kg leblh balk diletakkan dl atas lantal.
c. Dudukan dl atas lantal paling tlclak setlnggl 1.5 meter terbuat darl bahan yang kuat
dan tldak lapuk. Disarankan dudukan dart beton atau pasangan batao
d. Jlka kublkel berbentuk almarl perslapkan dudukan paling tldak setlnggi 25 em dari
lantal terbuat dart beton atau pasangan bata.
e. Harus ada mal atau pola pemasangan kubikel pada dinding yang disediakan oleh
produsen kontrol .
.t. Harus ada dralnase di sekitar dudukan almari kontrol.
g. Sambungan kabel harus kuat dan tepat dan dillndungi dari benturan mekanik dengan
plpa khusus untuk proteksl. Kabel dart kontrol tidak boleh mellntang bebas di lantai.
h. Penggantungan kublkel kontrol dI dlndlng rnenggunakan dyna bolt atau visser yang
dlsesualkan dengan bobot.
i. Ballast balk pemanas udara maupun air harus dlluar rumah pembangklt.
j. Ballast pemanas udara harus dlllndungi dalam kerangkeng 2 lapis agar tldak tersentuh
oleh orang awam.
-14 -
k. Ballastpemanas udara harus mendapatkan aUran udara secara bebas. d
I. Ballilst pemanas air harus mendapatkan air secara bebas dan berslh agar tldak terja i
penyumbatan.
m. Kublkel kontrol harus dlbumlkan secara benar dan kuat.
6 Ketentuan Lain
a. Harus dlsedlakan wiring dlilgrllm (diagram pengkabelan) dari kontrol.
b. Harus dlsedlakan panduan pengoperaslan.
c. Nilme plilte harus dlpasang pada plntu kublkel dan berlsl Informasi :
• nama pembuatj,
• tlpej
• kapasltasj
• alamat kontaki
• telepon pembuatj
• nama PLTMHj
• tahun pembuatan.
d. Garansl kontrol minimal 1 tahun.
e. Kontrol leblh balk telah lulus uJI darl produsen.
f. Hasll ujl dltunjukkan dalam Informasl produsen.
g. Suku cadang yang harus dlsedlakan antara lain fuse (sekering), lampu indikator dan
saklar elektronlk ELC (SCR/TRIAC).
e. Transmisi dan Distrlbusl
1. Speslflkasl Umum
Untuk masatah transmlsl dan dlstribusl (JTR), spesJflkasf dan perancangan harus mengacu
kepada Standar PLN mengenal Transmtsl dan Olstrfbusl untuk Listrik Perdesaan. Ketentuan
umum lalnnya adalah :
a. Transmlsl tegangan menengah dan dlstribusl tegangan rendah harus sesuai dengan
Standar PLN mengacu SPLN 72-1987.
b. Tegangan IIstrik dan frekuensl dl tlngkat konsumen memilikl toleransi lebih kurang
10% sesual dengan SNI 04-0227-1987 dan SNI ()4-1922-1990.
c. Tegangan dl rumah pembangklt harus blsa dlatur melalui AVR atau potenslometer di
kontrol (untuk generator Induksl).
d. Peta jarlngan dlstrlbusl harus ada untuk semua kapasitas PL TMH yang berisl :
• tegangan dl rumah pembangkit;
• panjang kabel jarlngani
• beban makslmal dl pusat-:pusat bebanj
• tegangan minimal yang dltoleransl dl tltIk pusat beban;
• jumlah tersambung tlap fase dl tiap tltIkj
• poslsl penangkap petlrj
• poslsl switch pemutus.
e. Pada jarlngan dlstribusl 3 fasa maka beban sebaiknya selalu seimbang setiap saat di
tlap fasa.
f. Power filctor untuk generator slnkran tldak boleh kurang dari 0,8 dan tidak boleh
kurang dari 0,95 untuk generator Induksl.
g. Pembumlan dan penangkap petlr harus dllakukan sesual SNI 04-3855-1995 atau SPLN
27-1980.
h. Kabel transmlsl atau dlstribusJ harus dlsesualkan dengan perkiraan beban dan
kehllangan daya (penurunan tegangan yang dlperbolehkan).
i. Kabel dl atas tanah sebalknya berada minimal S meter dl atas tanah.
j. Tlang IIstrik harus inenggunakan tlang besl atau tlang beton pratekan sesuai dengan
SPLN 93-1991.
k. Jarak antar tlang untuk kabel berukuran 16 mm2 dual core disarankan adalah 30
meter, sedangkan untuk kabel berukuran sampat 35 mm2 disarankan adatah 2S meter
sesuai dengan SPLN 87-1991 Standar konstruksi Ustrik perdesaan. Maksimal rentangan
adalah 50 meter.
- 15-
I. Semua kabel yang dipakai harus sesual dengan SNI 04-1926-1990 jaringan listrik
perdesaan SPLN.
2. Spesltikasl Tlang Ustrik
Speslflkasl tlang IIstrik dan pondaslnya balk untuk saluran tegangan rendah maupun
menengah dlsesualkan dengan standar yang ada. Jlka pada kondisl yang ekstrim dan
standar tldak blsa dlpenuhl maka speslflkasl berlkut dapat dlpakai :
a. Tlnggl tlang minimal untuk jarlngan tegangan rendah adalah 6 meter.
b. liang listrlk dan pondaslnya harus mampu menahan tekanan angin dengan
menggunakan tlang besl blasa lain. Ketebalan minimal untuk tlang besl adalah 2 mm
dan memperklrakan untuk korosl sebesar 1 mm.
c. Jlka ada perubahan arah kabel maka tlang harus dlberlkan penahan balk berupa kabel
(guy wire) atau bahan lain sepertl tlang penyangga.
d. Keclalaman pondasl minimal 15% darl panjang tlang.
e. Jlka dlpergunakan tfang besl berlubang, maka ujung atas harus tertutup sehingga air
tldak masuk.
f. Pondasl yang dipergunakan adalah beton dengan campuran minimal 1:3:5 (semen,
paslr, kerlkll).
3. Instalasllaringan Transmlsl dan Disbibusl
Instalasl peralatan jarlngan transmlsl dan dlstrlbusl harus dlsesuaikan dengan standar
terkait. Instalasi peralatan jarlngan dan transmlsl harus menggunakan peralatan yang
sesual. Prlnslp utama :
a. Kabel transmlsl atau distrlbusi tldak boleh terlalu dekat dengan tanah. Jarak minimal
dengan tanah adalah 6 meter.
b. Cabang-cabang pepohonan di sekltar jarlngan harus dfpotong sehingga terhindar dari
kemungkinan cabang jatuh ke kabel.
c. Pemasangan harus aman dan d/lengkapi dengan pengaman, terutama pengamanan
terhadap petlr.
d. Instalasi jarlngan dllakukan oleh tenaga Instalatur bersertifikat. Pada kondisl tertentu
jlka tldak terdapat tenaga ahfl dapat menggunakan tenaga yang terlatih.
Pedoman teknis Instalasi jaringan dapat mengacu kepada SNI 04-3855-1995
4. Instalasllaringan Sambungan Rumah
a. Proses Instalasl harus dllakukan oleh tenaga bersertifikat dan terlatih dengan
menggunakan peralatan kerja yang tepat guna.
b. Instalatur harus meJakukan pelatlhan dan pengarahan Instalasi kepada operator
sehingga operator blsa melakukan dl kemudlan harl.
c. Kabel untuk dalam rumah tldak dipergunakan untuk kabel luar rumah.
d. Koneksl klaster antar rumah menggunakan kabel sesual dengan SPLN 87-1991.
e. Instalasl dl dalam bangunan/rumah perdesaan harus menggunakan kabel yang tepat
sesualSNI 04.-1925-1990.
f. Jlka dlpergunakan kabel NYM dengan pellndung tunggal, maka kabel harus dilindungi
dengan plpa PVC sesual dengan SPLN 42-2-1992.
g. Setlap tltIk koneksl dlsambung dengan menggunakan terminal dan terlindung dengan
adanya T-Dos.
h. Setlap paket Instalasi rumah harus mempunyal pembumian yang cukup sesual dengan
SPLN 27-1980.
i. Lampu yang dlpergunakan adalah lampu CFL (compact fluorescent lamps) atau lampu
hemat energl. Tldak dlanjurkan menggunakan lampu pijar atau lampu TL efisiensi
rendah.
j. Setlap alat pembatas daya atau alat pengukur konsumsi daya (kWh meter) harus
sesuai dengan SNI04-3862-1995.
k. Saat listrlk telah menyala maka setlap sambungan rumah harus diujl beban sehingga
nllal pembatas yang dlpakal benar sepertl yang tertera pada alat pembatas tersebut.
Ujl dilakukan secara populasl terhadap seluruh pelanggan. Uji tidak boleh dilakukan
secara sampeJ.
-16 -
Jika lebih dar! 10% dari semua pembatas yang terpasang gaga I lulus uji maka semua
pembatas harus dlgantl dengan menggunaken komponen yang yang leblh balk.
f. Daftar SPLN dan SNI Terkait PLTMH
SPLN (Standar PLN)
1. SPLN 3-1978 : Pentanahan Jarlngan Tegangan Rendah dan Instalaslnya
2. SPLN 2-1978 : Pentanahan Netral Sistem Transmlsl
3. SPLN 7-1978 : Pedoman Pemlllhan Tlngkat Isoiasl Transfonnator dan Penangkap Petir
4. SPLN 20-1980 : Pedoman Penerapan untuk Komlslonlng Pengusahaan dan Pemeliharaan
Turbin Air
5. SPLN 54-1983 : Standar Tlang Baja
6. SPLN 56-1984: Sambungan Ustrlk
7. SPLN 72-1987 : Speslfikasl Desaln Jarlngan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan
Tegangan Rendah (JTR)
-8. SPLN 74-1987 : Standar Ustrlk Perdesaan
9. SPLN 76-1987 : Transfonnatur Arus
10. SPLN 27-1990 : Pentanahan Jarlngan Ustrlk Perdesaan
11. SPLN 55-1990 : Alat Pengukur Pembatas dan Perlengkapannya
12. SPLN 90-1990 : Komlslonlng PLTA
13. SPLN 3-1991 : Tlang Beton Pratekan untuk Jarlngan Dlstribusl
14. SPLN 83-1991 : Kelengkapan Sambungan Rumah dengan Saluran Udara Berlsolasl
15. SPLN 87-1991 : Standar Konstruksl Ustrlk Perdesaan
16. SPLN 88-1991 : Pembumfan Netral 51
17. SPLN 42-2-1992: Kabel Berlsolasl dan Berselubung PVC Tegangan Pengena1300/500 Volt
18. SPLN 91-1-1992 : Speslflkasl Plpa Untuk Instalasl Ustrlk - Baglan 1 Persyaratan Umum
19. SPLN 56-1-1993: Sambungan UstrlkTegangan Rendah (SLTR)
20. SPLN 56-2-1993 : Sambungan Ustrlk Tegangan Menengah (SLTM)
21. SPLN 57-1-1993 : kWh meter Arus BoIak Balik Kelas 0.5, 1 dan 2 - Bagian 1 Pasangan
Dalam
22. SPLN 57-2-1993: Ketentuan Tambahan untuk kWh meter Pasangan Luar
23. SPLN 102-1993 : Elektroda Buml Jenls Batang Bulat Berfapls Tembaga
24. SPLN 108-1993 : Pemutus Tegangan Mini untuk Pembatas dan Pengaman Arus Lebih untuk
Instalasl Gedung dan Rumah
25. SPLN 1-1995 : Tegangan-Tegangan Standar·
26. SPLN 115-1995 : Tlang Kayu untuk Jarlngan Dlstrlbusl
27. SPLN 50-1997 : Speslflkasl Transfonner Dlstrlbusl
28. SPLN 72-1997 : Speslfikasl Design Jarlngan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan
Tegangan Rendah (JTR)
SNI (standar Naslonallndonesia)
Khusus PL TMH
1. SNI 0+3849.2-1995 : Instalasl Pembangklt UstrIk Perdesaan, Baglan 2 - Pusat Listrik
Tenaga Mlkro Hldro Berkapasltas Sampal 50 kW (PL TM-P50). Sub Baglan 2: Pembuatan,
Pernasangan dan Pengujlan
2. SNI 0+3849.2.1-1996 : Instalasl Pembangklt Llstrik Perdesaan, Baglan 2 - Pusat Listrlk
Tenaga Mlkro Hldro Berkapasltas Sampal 50 kW (Pll.M-P50)
3. SNI 0+6953-2003 : Pembangkit Ustrlk Hldro Skala Keell Gambar Konstruksi PL TMH Tipikal
Sipil
1. SNI 03-1731-1989 : Tatacara Perencanaan Keamanan Bandungan (Design, Konstruksi,
Operasl dan Pemellharaan)
2. .SNI 03-1724-1989 : Pedoman Perencanaan Hidrologl dan Hldraulik Untuk Bangunan di
Sungal
3. SNI 03-1734-1989 : Tatacara Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang
untuk Rumah dan Gedung
4. SNI 03-2414-1991: Metode Pengukuran Debit pacla Sungai dan Saluran Terbuka
- 17-
S. SNI 03-2400-1991: Tatacara Perencanaan Umum Krib Sungal
6. SNI 03-2401-1991: Pedoman Keamanan Desaln Bendung
7. SNI 03-2415-1991 : Metocle Pengukuran Debit Banjlr
8. SNI 03-2819-1992 : Metocle Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat
Ukur Arus Tlpe Baling-Baling
9. SNI 03-2820-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungal dan Saluran Terbuka dengan
Pelampung Permukaan
10. SNI 03-2830-1992 : Metode Perhltungan T1nggl Muka Air Sungal dengan Cara Pias
Berdasarkan Rumus Manning
11. SNI 03-2925-1992: Plntu Air Pengatur dan Pengukur untuk Irlgasl
12. SNI 03-2828-1992: Plntu Air Pengatur Sorong
13. SNI 03-3412-1994 : Metocle Perhltungan Debit Harian Sungai
14. SNI 03-3441-1994 : Sungal, Tatacara Perencanaan Teknlk PeUndung Tebing darl Pasangan
Batu
15. SNI 03-3432-1994 : Bendungan, Tatacara Penetapan Banjlr Design dan Kapasltas Pelimpah
16. SNI 03-0090-1999: Speslflkasl Bronjong Kawat (Dfmensl, Bahan Baku, Mutu)
17. SNI 03-1726-2002: Tatacara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung
18. SNI 7-1769-1990: Penyambungan Plpa Air Mlnum Bertekanan darl Besl Tuang Kelabu
19. SNI 7-6405-2000 : Tatacara Pengelasan Plpa Baja untuk Air di Lapangan
20. SNI 13-3472-1994: Pengelasan Saluran Plpa dan Fasilitas Terkait
21. SNI 13-6220-2000 : Praktek Pengelasan Pemellharaan Saluran Pipa
Turbin Air
1. SNI 04-1905-1990: Turbin Air, Pedoman Ujl Slap Guna, Operasl dan Pemeliharaan
2. SNI 05-3030-1992: Turbin Air Skala Keell, Istllah dan Penamaan
3. SNI 4-6915-2002 : Petunjuk Speslflkasl Sistem Kendall Turbin Air
4. SNI 4-1706.2-2002 : Evaluasl Lubang Kavltasl Pada Turbin Air, Pompa Tando dan Pompa
Turbin - Baglan 2 Evaluasl pada Turbin Pelton
S. SNI 4-7023.2-2004 : Evaluasl Lubang Kavltasl Pada Turbin Air, Pompa Tando dan Pompa
Turbin - Baglan 2 Evaluasl pada Turbin Pelton
6. PNPS-2007: Pedoman Penerapan Ujl Penerimaan Model/Prototlpe Turbin Air
Elektro Mekanik PL TMH
1. SNI 04-10n-1989 : Generator Sinkron, Cara Ujl
2. SNI 4-1930-1995 : Pedoman bagl Peralatan Elektromekanlk untuk Pusat Tenaga Listrik Mini
Hldro - Baglan 1 Uralan Rencana dan Kond/sl Operasl Instalasl dari Pusat Pembangklt
3. SNI 4-1930.3-1995 : Pedoman bag/ Peralatan Elektromekanlk untuk Pusat Tenaga Llstrlk
Mini Hldro - Baglan 3 Pemeriksaan, Penyerahan dan Pemellharaan
4. SNI 4-1930.4-1995 : Pedoman bagl Peralatan Elektromekanlk untuk Pusat Tenaga Listrik
Mini Hldro - Bag/an 4 Deflnlsl, Istllah dan Lambang
Instalasl dan laringan Listrlk
1. SNI 04-0225-2000 : Peraturan Umum Instalasl Ustrik 2000 (PUlL 2000)
2. SNI 04-0227-1987: Tegangan Standar
3. SNI 04-1630-1989: Pengamanan Tegangan Kurang, Pesyaratan Umum
4. SNI 04-1707-1989: Ustrik Perdesaan
5. SNI 04-1690-1989 : Tlang Kayu, Syarat-Syarat Teknls
6. SNIO+0533-1989: Sakelar Arus Bolak-Ballk
7. SNI04-017-1989 : RttlngLampu Arus Bolak-Ballk
8. SNI 0+1705-1989: Sistem Dlstrlbus/, Keandalan
9. SNI 0+0532-1989: Kotak Hubung Bagl Arus BoIak-Salik
10. SNI 04-1471-1989: InstalaslUstrik pada Mesln Peralatan Pabrlk, Persyaratan Umum
11. SNI 04-1922-1990: Frekuensl Standar
12. SNI 04-1923-1990 : Arus Pengenal Standar
13. SNI 04-1925-1990: Instalasl Rumah/Bangunan Ustrik Perdesaan
14. SNI 0+1926-1990 : Jaringan Distribusl Ustrik Perdesaan
15. SNI 04-2702-1992 : Kilowatt Hour Meter Arus Solak-Balik Kelas 0.5, 1,2
16. SNI 04-3593-1994 : Instalasl Ustrlk untuk Bangunan, Baglan 2 - Prinsip Dasar
- 18-
17. SNI 04-3559-1994: Lampu Fluorescentuntuk Penggunaan Umum, Muti dan Cara Uji
18. SNI 04-3846-1995: Papan Meter Konsumen
19. SNI 04-3862-1995 : Meter kWh Statls, Speslflkasl Metrologl untuk Meter Kelas 2.0 dan O.5S
20. SNIO+3874-1995 : Perlengkapan Ujl Meter Energl Ustrlk
21. SNI 04-3853-1995 : Speslflkasl Design untuk Jarlngan Tegangan Menengah dan Jaringan
Tegangan Rendah
22. SNI 04-3855-1995 : Pembumlan Jarlngan Tegangan Rendah dan Instalasl Tegangan
Rendah
23. SNI 04-3879-1995 : Gangguan pada Sistem Suplal yang Dlaklbatkan oleh Plranti Listrik dan
Perlengkapannya
24. SNI 04-3879-1995 : Gangguan pada Sistem Suplal yang Diaklbatkan oleh Plrantl Listrlk dan
Perlengkapannya
B. REHABIUTASI PLTMH
Rehabllltasl PL TMH dldeflnlslkan sebagal keglatan untuk memperbalkl sebuah PL TMH yang rusak dan
sudah tidak beroperasl lagl. Kerusakan PL TMH yang dapat dlclanal melalul proposal rehabllltasl adalah
kerusakan yang dlsebabkan oleh :
1. Bencana alam. Bencana alam sepertJ banjlr, tanah longsor, gunung meletus atau gempa bumi yang
beraklbat kerusakan balk pada bangunan slpll PL TMH, peralatan elektro mekanlk, maupun jaringan
dlstrlbusl. Dlbuktlkan dengan foto-foto seluruh skema PLTMH dari bangunan penyadap hingga
rumah pembangkJt yang menunjukkan kondlsl secara umum maupun speslflk daerah kerusakan.
Kejadlan Bencana harus dljelaskan kapan waktunya secara Jelas dan dlbuktlkan dengan konfirmasi
darl kepala desa setempat serta konflrmasl dart staslum BMKG yang terdekat.
2. Kesalahan operaslonal. Kesalahan operaslonal yang beraklbat terbakarnya generator, terbakarnya
rumah pembangkJt, rusaknya sudu-sudu turbin, rusaknya peralatan kontrol atau pecahnya pipa
pesat. Dlbuktlkan dengan foto-foto kerusakan serta foto-foto kondlsl skema PLTMH secara umum.
OAK Bidang Listrik Perdesaan tidak dapat dlalokaslkan untuk PL TMH yang mengalami kerusakan yang
dlsebabkan oleh :
1. Kesalahan rancangan, sehingga terjadi tanah longsor dan mengaklbatkan bangunan slpll dan atau
peralatan elektro mekanlk rusak.
2. Kesalahan rancangan, sehlngga bangunan PL TMH tersapu banjlr.
3. Kesalahan rancangan, sehlngga air yang tersedla tldak mencukupl untuk operaslonal PLTMH.
4. Kesalahan rancangan, sehlngga terjadl overload kepada pembangklt (harus dlbuktlkan dengan FS
terdahulu).
PLTMH yang dapat dlajukan dan layak'dldanal melalul proposal rehabilitasi selain harus sesuai dengan
persyaratan dl atas, Juga harus memenuhl syarat tambahan berlkut :
1. Mengalaml kerusakan dan sudah tidak beroperasl minimal 3 tahun yang lalu. PL TMH yang
mengalaml kerusakan dan sudah tldak beroperasl kurang darl 3 tahun hanya dapat dldanal jlka
kerusakannya dlsebabkan oleh bencana alam.
2. Mampu menunjukkan slstem pengelolaan PLTMH· sebagai dokumen penunjang seperti buku
anggota, buku luran, struktur pengelola dan lain-lain sebagal dokumen asH dan bukan foto kopi.
Ookumen-dokumen yang dlbutuhkan sebagal syarat untuk pengajuan proposal rehabilitasi PLTMH
melalul OAK Bidang Ustrik Perdesaan antara lain :
1. Dokumen FS asH PLTMH yang terbangun.
2. Dokumen FS Baru untuk rehabllitasl PL TMH.
3. Dokumen penunjang sepertl :
a. Surat konflrmasl adanya bencana oleh kepala desa dan kepala staslun BMKG yang terdekat
b. Data jumlah penduduk per tahun sejak PLTMH tldak beroperasl;
c. Data-data asll pengelolaan PLTMH sepertl (bukan data baru): daftar anggota, daftar iuran,
struktur organlsasl pengelola terakhlr;
d. Peta penunjang dan data GPS penunjang.
4. Foto-foto darllokasl dengan ketentuan:
a. Foto darl seberang sungal terhadap skema PL TMH darl bendung dan intake, bak pengendap
pertama, saluran pembawa (sepanjang saluran), forebay, plpa pesat, rumah pembangklt.
Komponen yang tertutup tanaman liar harus dlberslhkan terleblh dahulu.
-19 -
b. Foto detll dar! bendung, intake, bak pengendap pertama, saluran pembawa (terutama jika ada
yang rl,lsak), forebay, plpa pesat dl setlap seksl, rumah pembangklt balk tampak luar maupun
tampak dalam, peralatan elektro mekanlk, peralatan hldro mekanlk (plntu-plntu air, katup-
katup, sartngan-sartngan, dU.) dan jartngan dlstrlbusl.
C. PERLUASAN/PENINGKATAN PELAYANAN TENAGA USTRIK DARI PLTMH
Perluasan/penlngkatan pelayanan tenaga IIstrlk dar! PLTMH dldefinlslkan sebagal keglatan untuk
menlngkatkan kualltas atau kuantltas pelayanan PL TMH yang saat Inl masih beroperasl dengan tidak
optimal. Keglatan perluasan/penlngkatan pelayanan tenaga Iistrik darl PLTMH yang dapat didanal
melalul OAK Bidang Ustrlk Perdesaan adalah untuk Pl TMH yang :
1. Masih beroperasi dengan peralatan yang baik, memfllkl kapasitas lebih, dan memerlukan
penambahan Janngan dlstrlbusl karena adanya pertambahan pelanggan.
2. Maslh beroperasl dengan balk, namun sebaglan peralatan elektro mekanlk tldak beroperasi dengan
optimal sepertl mlsalnya: control rusak, AVR generator rusak, turbln bocor, dan lain-lain, sehingga
mengganggu operasl PL TMH secara jangka panjang.
3. Masih beroperasl dengan balk, namun sebaglan bangunan slpll mengalaml kerusakan minor seperti
saluran bocor, dlndlng rumah pembangklt retak, penyangga plpa pesat rusak, bendung sebaglan
rusak, atau kerusakan-kerusakan minor lalnnya ,yang tldak mengganggu operaslonal PL TMH secara
jangka panJang.
4. Maslh beroperasl dengan balk, namun maslh ada potensl air yang blsa dimanfaatkan sehingga
dapat menambah kapasltas pel'llbangklt, mlsalnya dengan merubah dlmensi saluran, dlmensi
forebay, dlmensl plpa pesat, dimensl Intake, peralatan elektro mekanik, dan atau jaringan
dlstrlbusl.
5. Maslh beroperasl dengan balk namun terbentur masalah untuk keglatan produktlf, misalnya dengan
tldak adanya janngan 3 fasa ke pusat beban.
6. Maslh beroperasl namun pada kondlsl sangat minimal karena ada kerusakan pada komponen
pentlng PL TMH balk Itu di bangunan slpil maupun dl peratatan elektro mekanik seperti bendung
yang rusak, bendung yang maslh menggunakan bronjong, saluran yang maslh berupa saluran
tanah, turbin yang tldak efislen, generator yang tldak efislen, tidak adanya kontrol, dimensl
jaringan dlstrlbusl yang minim dan lain-lain.
7. Maslh beroperasl dengan balk namun kelayakan lain belum tercapal seperti misalnya rumah
pembangklt dart kayu, tiang IIstrik dan kayu, faktor keamanan pembangklt tldak balk (penta nahan
tldak balk), plpa pesat seadanya dan lain-lain yang memerlukan penlngkatan.
Selain sudah sesual dengan salah satu persyaratan dl atas, PL TMH yang layak didanai dengan dana
perluasan/penlngkatan PL TMH OAK Bldang Ustrlk Perdesaan harus :
1. memlliki dokumen FS lama untuk PL TMH Terbangun.
2. memiliki dokumen FS baru untuk perluasan dan atau penlngkatan layanan PLTMH.
3. memillkl dokumen pendukung, antara lain:
a. Bukti keberadaan pengelolaan PLTMH yaitu adanya buku luran, buku anggota, susunan
pengurus yang dlsahkan.
b. Foto-foto peralatan atau kondisi yang Ingin dltlngkatkan.
4. sudah beroperasl minimal selama 3,tahun.
D. PEMBAN GUNAN PEMBANGKIT USTRIK TENAGA SURYA (PLTS) TERPUSAT
1. Persyaratan Umum
a. Desa/dusun tersebut tidak mempunyai altematlf sumber mlkrohidro yang secara teknls
layak untuk dlkembangkan.
b. PLTS Terpusat (slstem komunal) menggunakan modul surya photovoltaik dan cahaya
mataharl sebagal pembangkit tenaga IIstrik. Modul surya photovoltatk menghasilkan energi
IIstrtk tegangan DC (searah) apablla terkena cahaya matahari dan energi listrik tersebut
dtsimpan dalam bateral untuk dlgunakan sesual kebutuhan.
c. Pengaturan energl yang masuk dan keluar dart bateral dilakukan oleh Solar Charge
ControllerjInverter. Apablla bateral telah penuh terlsl, maka secara otomatis Solar Charge
Controller/Inverter akan memutus penglslan ke bateral. Demlkian juga sebaliknya, apab/Ja
- 20-
energl yang tersedia di dalam bateral telah mencapal batas minimum pemakaian, Solar
Charge ControllerjInvertersecara otomatls akan memutus energl ke beban/pemakaian.
d. Secara umum PLTS Terpusat terdlrl darl:
• Modul surya;
• Solar Charge Controller;
• Inverter;
• Baterali
• Rumah Pembangkiti
• Struktur pendukung dan instalasl.
2. Spesifikasl Teknls
Spesifikasl Teknls PL TS Terpusat yang akan dlpasang adalah sebagal berikut :
a. Modul Surya
• Jenls : po/ycrystal/Monocrystal
• Kapasltas : minimum 100 Wp
• Jumlah sel per modul : minimum 36 sel
• Power Tolerance per Modul : ± 5%
• Vpm : minimum 17,5 V
• Ipm : minimum 5,6 A
• Isc : minimum 6.4 A
• Voc : minimum 22,4 V
• J-Box : d/lengkapl dengan cable gland atau DC-MultI
Connector
• Sertlfikasi : SNI
• Garansl : minimum 10 tahun untuk degradasi output < 10%
• Efislensl : minimum 14%
• Menggunakan produk dalam negerl yang dlbuktlkan dengan melampirkan sertifikat
TKDN.
• Diproduksi di pabrlk yang memiliki sertlflkat ISO 9001 dan melamplrkan sertifikatnya.
• Label data petformance modul dl tempel dl baglan belakang modul.
b. Penyangga Modul Surya (NoduleAn-aySupport)
• Bahan dan treatment : plat besl, besl slku dan atau plpa dengan hot dip .
galvanized treatment
• Tinggi penyangga : minimum 1 meter darl permukaan tanah
• Module array support dapat berupa modul support untuk pemasangan pada
permukaan tanah ataupun dl atap bangunan.
• Untuk pemasangan dl atas permukaan tanah, perlu dllengkapi dengan sistem
anchol/manzet
c. Solar Charge Controller
• Umum
• Tegangan Input
• Eflslensl
• Tegangan baterai
• Charge control
• Sistem proteksl
: kontroler berfungsl mengatur charging ke baterai,
discharge darl bateral harus dapat dlkontrol agar
tldak merusak bateral.
: minimum 48 Vdc
: >90%
: minimum 48 Vdc
: PWM (Pulse WIdth Modulation), kapasitas disesualkan
: High Voltage DIsconnect (HVD), Low Voltage
Dlsconnect(LVD), Short Grcuit Protection.

DUengkapl dengan display, data logger, sensor temperatur bateral.

Garansl minimum 1 tahun.
d. Inverter
• Umum
• Wave Form
• Rated AC Voltage
: inverter berfungsi merubah arus DC ke AC
: pure sIne wave
: 220/230 Vac (1 fasa) atau 380/400 Vac (3 fasa)
- 21 -
• Frekwensi
: 50Hz
:<3%
• output Voltage HD Factor
• Eflslensi
: >90%
• Tegangan bateral
: minimum 48 Vdc
: PWM (Pulse Width Modulation) kapasitas disesuaikan
: High Voltage Dlsamnect(HVD), Low Voltage
• Charge Control
• Sistem Proteksl



Disconnect (LVD), Short Circuit Protection
Dllengkapi dengan display, data logger, sensor temperature baterai
Menyedlakan fasllltas remote monitoring
Garansl minimum 1 tahun
e. Baterai
• l1pe
: VRlA ( Valve Regulated Lead Acid)
• Kemampuan cycling : minimal 1.200 cyclepada 80% DOD (Depth
of Discharge)
• Sertlfikasi : Lembaga Naslonal atau Internasional
• Garansl : minimum 1 tahun
• Harus dllengkapl dengan slstem koneksl yang dapat mencegah korosl dan arus hubung
sing kat (termasuk pada waktu pemasangan)
f. laringan Distrlbusl
• Umum
: jarlngan dlstrlbusl terdiri darl tiang listrik dan
kabel.
• l1ang Llstrik : pole minimum 4 Inch, tinggi minimum 6
meter, hot dip galvanized. Dilengkapi dengan
anchotl manzet untuk pondasi tiang dan
slstem Idem untuk memegang kabel.
• l1pe kabel : twisted
Secara umum spesfflkasi teknls jarlngan transmlsl dan distrlbusi PLTS Terpusat dapat
mengacu kepada speslflkasl teknls jarlngan transmlsl dan dlstrlbusl PL TMH yang sudah
dluralkan dl atas.
g. Instalasl Rumah


Umum:
Instalasl Rumah mencakup Instalasl kabel dart jarlngan ke rumah dan instalasi listrik di
dalam rumah. Instalasl dl dalam rumah terdlrl darllnstalasl jarlngan kabel, 3 buah titik
lampu, 1 buah stop kontak, alat proteksl short circuit, dan alat pembatas pemakaian
energl IIstrik.
Kabel Instalasl
• Lampu Penerangan
: NYM 2 xl,S mm
2
(memlllkl SNI), makslmal 25 meter
: Lampu Hemat Energy (Tl.JPl/CFL) max 8 watt, 220 V
• Alat pembatas :
Berfungsl membatasl pemakaian energl (VAh) dengan spesifikasi sebagai berikut :
- Makslmum arus output sampal dengan 10 A, 220 V
- Batas pemakalan energl dan reset time dapat dlatur
- Setting batas pemakalan per harl adaJah tetap.
- MemlJlkl slstem untuk memutus (dan menyambung kemball) hubungan listrik pada
pelanggan tertentu yang bermasalah .
- Memlllki fungsl proteksl apablla terjadi arus hubung singkat (Short-circuit). Fungsi
Inl tidak menggunakan peralatan yang memertukan stok penggantl (contoh stok
mechanical fUsdsekerlng)
- Memlllkl slstem pengaman/segel sehingga pelanggan tldak dapat melakukan
bypass (pencurlan energl).
h. Sistem Pengaman
Sistem pengaman jaringan listrlk jika tetjadl gangguan, balk untuk alasan keselamatan,
gangguan soslal, maupun untuk memudahkan perbaikan harus menjadi bagian dari desain
slstem.
- 22-
I. Shelter
• Umum
1. Sistem Modular (knock-down system), sehlngga menghemat waktu instalasi
Menggunakan slstem knock down, dlmana modul shelterslap dlpasang dalam waktu
makslmum 2 hart sesudah pekerjaan pondasl/perkuatan dlselesaikan.
2. T1pe
Tahan cuaca panas/dingin dan anti karat.
3. Flekslbel
Shelterharus mudah dllepas/dlpasang apablla akan diplndahkan ke lokasllain.
4. Perawatan yang sederhana.
Perawatan shelterharus dapat mengurangi blaya yang dibutuhkan.
5. Efts/ensl Energl
Modul atau panel untuk shelter terbuat dart bahan polyurethane dengan ketebalan
modul atau panel minimum 75 mm. Modul tersebut dapat mengurangi hingga 10
dBA kebisingan yang berasal dart bagian dalam ruangan dan memantulkan hingga
90% energl panas atau cahaya pada bag ian luamya.
• Pondas! Shelter
Perkuatan shelter terbuat dart bahan yang mampu menahan beban diatasnya. Shelter
dipasang dengan sJstem bolttlng (menggunakan mur dan baut) pada frame-nya
sehlngga tldak dlperlukan pekerjaan pengelasan, pemotongan atau pekerjaan berat
lalnnya ketika akan dlpasang. Blla pandasl sheJtetl.nya berada dlatas tanah, maka
pondasl harus dlbuat daH beton bertulang/batu kall yang mampu menahan beban.
• Modul
Oinding shelter berupa modul yang dldalamnya bertsl frame;f'angka yang cukup mampu
menahan angln dengan kecepatan 120 km/jam, huJan dan panas atau gangguan
lalnnya. Modul tersebut dlhubungkan dengan lalnnya pada suatu jointing bonierdengan
slstem pengund anti karat.
• Atap
Atap terbuat dart bahan yang sama dengan panel dinding/modul shelter.
• Plntu
Pintu terbuat dari bahan yang memillki kemampuan yang sama dengan dinding/modul
shelter, dan engsel plntu harus tidak blsa dlbongkar dartluar.
3. Daftar SNI Tekait PL TS Terpusat
SNI (Standar Nasionallndonesla) khusus penguJlan komponen PLTS
1. SNI 04-3850.2-1995: Karaktertstlk Mociul Surya Fotovoltalk
2. SNI04-6391-2000 : Karaktertstik dan Kapasltas Battery Charge Regulator
3. SNI 04-6392-2000 : Kapasltas dan S/k/us Bateral Sekunder
4. SNI 04-6393-2000 : Karaktertstik dan Slklus Sistem lampu F1uoresen
E. PENUTUP
Olrektorat Jenderal Energl Baru, Terbarukan dan Konservasl Energl melaksanakan pembinaan dan
supervisi atas pelaksanaan keglatan OAK Bldang Ustrik Perdesaaan.
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAY A MINERAL,
ttd.
DARWIN ZAHEDY SALEH

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful