P. 1
Block Caving

Block Caving

|Views: 72|Likes:
Published by Yasnia Efrika

More info:

Published by: Yasnia Efrika on Jun 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2013

pdf

text

original

Block caving merupakan cara dengan biaya rendah untuk melakukan penambangan bawah tanah, di mana blok-blok

besar bijih bawah tanah dipotong dari bawah sehingga bijih runtuh akibat gaya beratnya sendiri. Setelah runtuh, bijih yang dihasilkan "ditarik" dari drawpoint (titik tarik) dan diangkut menuju alat penghancur.

Pada block cave DOZ, alat LHD (loader) meletakkan lumpur ke dalam ore pass yang menuju saluran pelongsor. Selanjutnya saluran tersebut memuat truk-truk angkut AD-55 pada tingkat angkutan untuk mengangkut bijih ke alat penghancur. Dari sana, bijih yang telah dihancurkan dikirim ke pabrik pemroses (mill) melalui ban berjalan (conveyor).

Cut and fill stoping Metoda ini sebgaimana namanya, menerapkan urutan kerja dimana dijih diambil dalam potonga yang sejajar dan setiap potongan yang telah diambil dilakukan pengisian dengan waste fill dalam stope sehingga menyisakan ketinggian ruang yangmencukupi untuk melakukan pemboran bijih. Material filling digunakan sebagai tempat berpjak, apabila bijih telah diledakan dan diambil, maka timbered chute dan manway diperpanjang, sebelum dilakukan kegiatan filling dilakukan untuk mengisi ruang yang terbentuk Pada Cut and fill,stoping dilakukan secara horizontal atau miring. Bagian punggung akan lenih mudah disanggan pada stoping horizontal dibandingkan stoping miring, lagi pula penggunaan lubang bor horizontal pada peledakan akan membentuk punggung dengan kondisi lebih baik dibandingkan pemboran vertical atau miring. Material filling seringkali berupa waste rock dari kegiatan debelopment dan eksplorasi sekitar tambang kemusian ditumpahkan melaui rise mengarah ke stope yanga akan diisi.Mill tailings merupakan salah satu sumber material filling ternaik untuk mengisi stope.apabila tailing ini telah dikentalkan menjadi sekitar 70 % kepadatan, maka tailing ini dapat dibawa melalui pipa dan ditumpahkan kedalam stope untuk mengankat kekuatan material pengisi, maka dapat ditambahkan sement.

Block caving Salah satu metoda penambangan bawah tanah yang cukup banyak digunakan di dunia adalah Block Caving, dalam bahasa Indonesia lebih di kenal dengan sebutan metoda ambrukan. Metoda ini memanfaatkan gravitasi alam dalam mengambil bijih yang akan di tambang. Bijih di tambang melalui draw point yang terletak level ekstraksi. Draw point dapat digambarkan sebagai lubang tempat keluarnya bijih yang turun akibat dari gaya gravitasi. Level ekstraksi adalah tempat di mana proses produksi berlangsung, bijih di tarik dari dalam draw point menggunakan alat muat (loader) kemudian di angkut dan di buang melalui lubang vertical (grizzly). Bijih tersebut akan turun ke level pengangkutan (haulage level), di sini truk angkut telah siap untuk menerima bijih yang turun untuk di bawa dan di buang ke dalam feeder conveyor. Selanjutnya bijih akan masuk ke pabrik

pengolahan. Proses penambangan block caving sendiri berawal dari undercut level yang terletak di atas level ekstraksi. Proses undercutting sendiri dapat digambarkan sebagai berikut. Bayangkan sebuah kotak yang memiliki panjang dan lebar sebesar lapangan sepak bola dan tinggi 400 m. Garis putih di sekeliling lapangan adalah batas penambangan yang akan dilakukan, di dalam batas ini terdapat mineral berharga yang memiliki nilai ekonomis untuk di tambang. Awalnya kita memulai proses undercutting dengan meledakan batuan dari tengah dengan area 3m x 3m. Luas area ini akan bertambah besar hingga mencapai batas penambangan tadi, batuan yang telah hancur akibat peledakan kemudian didepannya diledakan kembali, begitu seterusnya. Bandingkan jika kita meledakan area 3m x 3m dengan 30m x 30m, tentu luas area terakhir yang lebih mudah untuk membuat batuan menjadi runtuh. Runtuhan inilah yang masuk ke dalam lubang-lubang vertical yang terhubung dengan level produksi. Dalam prose persiapannya tentu penambangan ini akan banyak mempertimbangkan banyak faktor-faktor teknis, seperti jenis dan kondisi batuan, geotechnical, lokasi awal dan arah proses undercutting, hingga bentuk draw bell. block caving,caving,metode tambang bawah tanah,penambangan block caving,blok caving Produksi pada tambang block caving terdiridari : 1.Pemboran (daerah undercut),mengunakanAlat pneumatic dan rotary–percussion. 2.Peledakan (daerah undercut).Bahan peledakyang digunakan umumnya adalahEmulssion. 3.Pemuatan (dari drawbell atauorepass).Peralatan yang di gunakan adalahL a e. odr 4.Pengankutan (pada level utama). Peralatan untk pgkutn LHD truck Ambrukan blok, ambrukan bongkah (block caving) Metode penambangan bawah tanah dengan cara membuat lubang bukaan dibawah blok dan melanjutkannya dengan meruntuhkan blok diatasnya Ambrukan subparas ( sublevel caving ) Metode penambangan bawah tanah yang menyebabkan bagian atas ambruk karena bagian bawah endapannya ditambang secara bertahap Tambang longwall harus dilakukan dengan membuat perencanaan yang hati-hati untuk memastikan adanya geologi yang mendukung sebelum dimulai kegiatan penambangan. Kedalaman permukaan batu bara bervariasi di kedalaman 100-350m. Penyangga yang dapat bergerak maju secara otomatis dan digerakkan secara hidrolik sementara menyangga atap tambang selama pengambilan batu bara. Setelah batu bara diambil dari daerah tersebut, atap tambang dibiarkan ambruk. Lebih dari 75% endapan batu bara dapat diambil dari panel batu bara yang dapat memanjang sejauh 3 km pada lapisan batu bara. 1. LONGWALL MINING Longwall mining merupakan metode penambangan paling produktif gan dan paling aman juga. Total batubara yg diambil bs mencapai 80% dari total sumberdaya yg ada. Metode ini

merupakan metode dari Europa dan di adopsi US pada mid-1950. Sebelum ini, tambang batubara US menggunakan metode room-and-pillar. Tambang jaman dulu nh gan. teknologi nya minim Pada metode longwall, batubara ditambang panel per panel. Panel tersebut adalah blok batubara yg berukuran 1km panjang x 200-300 m lebar, makanya dinamakan longwall mining. Dari satu panel ke panel yg lain, disangga oleh pillar2 batubara yg berukuran kira2 30m x 30 m, disebut gateroad pillar. Dan tiap 4-5 panel, disangga oleh pillar yg lebih besar dinamakan barrier pillar (> 100 m gan). Nih layout nya:

Proses development panel nya gan

Yang berwarna putih itu adalah jalan (disebut entry) buat org dan alat, batubaranya udah diambil untuk membentuk panel tsb, sedangkan warna biru tua adalah panel dan pillar ygn ditinggalkan untuk menyangga batuan diatasnya. Proses ini dinamakan developement stage (belum mining stage, walaupun batubara nya sudah diambil sebagain untuk membuat entry). Kalo agan liat 2 panah di bwh tulisan gateroads, itu ada alat gali yg bekerja membuat entry2 tersebut, namanya continuous miner (CM). CM ini akan menggali sejauh 6m x 6m lalu mudur, dan mesin penyangga (Rock bolter) masuk untuk menyangga batuan yg batubara nya barusan digali oleh CM, sementara itu si CM pindah ke entry sebelahnya dan menggali lagi 6 m x 6m. Begitu seterusnya gan. Continuous Miner

Nah kalo panel2 tersebut sudah siap, baru deh panel tersebut ditambang oleh alat yg dinamakan shearer. Batubara yg digali shearer (shearer menggali bolak baliksepanjang lebar panel) ini akan ditransfer ke Armoured Face Conveyor (AFC) lalu di transfer ke belt conveyor di entry untuk selanjutnya di trasport ke permukaan melalui slope shaft. Yg terpenting disini adalah selama shearer menggali batubara, shearer dan operator nya di lindungi oleh penyangga yg dinamakan shield yg bergerak automatis mengikuti kemajuan penggalian shearer. Shearer biasanya menggali sedalam 1 m, sehingga shield pun akan bergerak maju sejauh 1 m jg gan. Ketika shield (sepanjang panel tsb) maju, maka batuan di atasnya tidak ada yg menyangga dan dibiarkan ambruk, daerah ambukan dinamakan gob atau goaf. Animasinya nh gan

biru muda = shearer, hijau = AFC, cokelat = shield. nh bandingin gambar di atas dgn yg dibawah:

Tinggi shield dan diameter drum shearer = tinggi lapisan batubara yg digali gan, biasanya 1.6-2.5 m gan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->