KATA PENGANTAR Puji dan syukur ke hadirat Alla SWT karena berkat rahmat, karunia dan nikmat sehat

dari-Nya lah saya bias menyelesaikan skripsi ini, untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah. Adapun judul dari proposal saya adalah FAKTOR-FAKTOR YANGDIPERTIMBANGKAn KONSUMEN DALAM PEMBELIAN MOBIL CV. SENTRAL MOTOR BANJARMASIN. Data-data yang terdapat pada skripsi ini didapat dari internet dan buku-buku yang bersangkutan dengan judul yang saya ambil. skripsi saya ini memang tidak sempurna, guna perbaikan pada masa yang akan datang, saya sangat mengharapkan kritik dan saran baik dari dosen maupun dari pihak lainnya. Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Penulis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Konsep pemasaran sekarang ini menjadi lebih nyata diterapkan diberbagai macam jenis usaha yang ada di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan semakin tingginya tingkat persaingan untuk memperebutkan pangsa pasar yang potensial yang menjadi target market dari setiap jenis usaha yang ada Pengaruh dari perkembangan dunia usaha saat ini telah membawa para pelaku dunia usaha ke persaingan yang sangat ketat untuk memperoleh perhatian para konsumen untuk lebih mempercayai produk yang dihasilkan oleh para pelaku bisnis tersebut. Berbagai cara serta pendekatan bisa dilakukan untuk mendapatkan simpati konsumen dalam arti luas masyarakat, baik melalui peningkatan mutu produk yang di hasilkan, sarana dan prasarana yang mendukung bahkan hingga sampai menggunakan fasilitas teknologi tinggi sehingga mampu meyeimbangkan dengan perkembangan sumber daya manusia. Persaingan untuk memberikan yang terbaik oleh pelaku usaha kepada konsumen telah menempatkan peranan konsumen sebagai salah satu persoalan yang harus segera dapat ditangani dengan lugas oleh pelaku usaha baik dengan melakukan pendekatan secara individual maupun kelompok, sehingga dengan begitu para pelaku usaha dapat mengambil simpati para konsumen dan juga dapat mempengaruhi pertimbangan mereka untuk dapat menerima produk usaha yang dihasilkan sehingga dapat berpengaruh pada perilaku konsumen dalam pengambil keputusan mereka. Semakin banyaknya pelaku usaha yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis yang beroperasi serta memproduksi dengan menawarkan berbagai macam produk/jasa yang ditawarkan, membuat masyarakat sulit menentukan pilihan sesuai dengan kebutuhan mereka. Oleh sebab itu, para pelaku usaha berlomba untuk meningkatkan mutu produksi sehingga dapat menarik para konsumen untuk membeli hasil produk yang ditawarkan. Dewasa ini, keberhasilan dalam pemasaran suatu produk yang dihasilkan oleh perusahaan tidak hanya dinilai dari seberapa banyak produk itu laku terjual atau seberapa banyak konsumen yang membeli produk tersebut dalam kurun tertentu atau pun menilai

seberapa banyak konsumen yang berhasil diperoleh, namun yang lebih diutamakan oleh setiap pelaku usaha ialah bagaimana cara mempertahankan konsumen tersebut dan juga setiap pelaku usaha hendaknya memahami konsep-konsep dasar pemasaran, faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran,mengetahui informasi mengenai keinginan yang dibutuhkan konsumen serta bauran pemasaran (marketing mix) sampai penentuan sasaran pasar. Dalam pemasaran dikenal bahwa setelah konsumen melakukan keputusan pembelian, ada proses yang dinamakan tingkah laku pasca pembelian yang didasarkan pada rasa puas dan tidak puas terhadap hasil produk yang dibeli. Rasa puas dan tidak puas konsumen biasanya terletak pada hubungan antara harapan konsumen dengan prestasi yang diterima dari produk/jasa. Bila produk/jasa tidak memenuhi harapan konsumen, konsumen akan merasa tidak puas, sehingga dimasa yang akan datang konsumen tidak akan melakukan pembelian ulang, bahkan sebaliknya jika konsumen merasa puas dengan hasil produk yang dibeli kemungkinan besar mereka akan melakukan pembelian ulang dengan jumlah yang lebih banyak. Di lain pihak seperti halnya yang sudah disebutkan, apabila sebuah produk/jasa melebihi harapan konsumen, konsumen akan merasa puas dan akan melakukan pembelian ulang. Hal ini merupakan perilaku konsumen dimana suatu tindakan nyata bagi konsumen yang dipengaruhi oleh faktor-faktor kejiwaan dan faktor luar lainnya yang dapat mengarahkan mereka untuk memilih dan mempergunakan barang/jasa yang diinginkannya. Perilaku konsumen terhadap suatu produk dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keyakinan konsumen terhadap produk yang bersangkutan, keyakinan terhadap referen serta pengalaman masa lalu konsumen. Bahkan berkaitan dengan keinginan konsumen untuk membeli produk yang dihasilkan tersebut, istilah dikenal minat beli. Minat beli merupakan bagian terpenting dari proses menuju ke arah tindakan pembelian yang dilakukan oleh seorang konsumen. yang merupakan bagian dari kajian perilaku konsumen. Perilaku konsumen dapat dirumuskan sebagai perilaku yang ditunjukkan oleh orang-orang, dalam hal merencanakan, mempertimbangkan, membeli dan menggunakan barang-barang atau jasa-jasa yang ditawarkan oleh setiap pelaku usaha. Dengan demikian

dapat disimpulkan perilaku konsumen terdiri dari aktivitas-aktivitas yang melibatkan orang-orang sewaktu sedang menyeleksi, mempertimbangkan, membeli dan menggunakan produk-produk dan jasa-jasa, sedemikian rupa sehingga hal tersebut dapat memberikan kepuasan bagi mereka sehingga terpenuhi kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan mereka. Minat beli setiap seseorang dapat ditingkatkan dengan memperhatikan beberapa faktor, antara lain faktor psikis yang merupakan faktor pendorong yang berasal dari dalam diri konsumen itu sendiri yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan, keyakinan dan sikap, selain itu faktor sosial yang merupakan proses dimana perilaku seseorang dipengaruhi oleh keluarga, status sosial, dan kelompok acuan, kemudian pemberdayaan bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan juga distribusi. Perilaku konsumen pasca pembelian sangat penting bagi suatu perusahaan. Dengan demikian perilaku konsumen dapat mempengaruhi orang atau pihak lain dengan ucapan-ucapan mereka tentang suatu produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Bagi semua perusahaan, baik yang menjual produk maupun jasa, perilaku konsumen pasca pembelian, akan menentukan minat konsumen apakah mereka akan membeli lagi produk/jasa perusahaan yang ditawarkan tersebut. Ada kemungkinan konsumen tidak akan membeli produk/jasa perusahaan yang ditawarkan lagi setelah mereka merasakan ketidaksesuaian kualitas produk/jasa yang didapatkan dengan keinginan atau apa yang digambarkan sebelumnya. Berkaca dari pesatnya perkembangan bidang usaha industri tersebut, hal ini berpengaruh kepada semakin meningkatnya tarap hidup dan keinginan yang dicapai oleh masayakat, ini terbukti dalam dari beberapa tahun yang lalu permintaan masyarakat atas suatu produk yang dihasilkan oleh beberapa pelaku usaha terus meningkat, sebagai contoh yaitu meningkatnya perhatian dan permintaan masyarakat terhadap produk otomotif dalam hal ini mobil. Dari awal perkembangannya produk mobil ini terus berkembang dengan pesat, tahun 2000 saja tercatat data penjualannya mencapai lebih dari 300 ribu unit, sehingga pasaran otomotif nasional semakin bergairah hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan permintaan mobil dari tahun ketahun, sampai dengan tahun 2004 saja jumlah permintaan mobil naik mencapai 40.5 persen dibanding dengan tahun sebelumnya dengan volume

penjualan mencapai 533.922 unit, sedangkan pasaran mobil dalam negri sendiri tumbuh 36.4 persen (483.168 unit) dibanding dengan tahun 2003 dengan total penjualan mencapai 354.355 unit. Walaupun peningkatannya tidak sebesar tahun 2004, angka ini telah memberikan rasa optimisme bagi pelaku usaha tersebut Di tahun 2005, terdapat sejumlah kendaraan bermotor yang laris manis di pasaran dalam negri, kendaraan yang paling laku dipasaran adalah kendaraan yang berharga di bawah Rp 200 jutaan. Jika lebih spesifik, mobil yang paling banyak diminati berharga dibawah 130 jutaan seperti Toyota Avansa (54.893 unit), Suzuki APV (27.882), dan Daihatsu Xenia (27.505 unit), begitu juga dengan pasaran mobil Honda pada tahun 2005 saja sudah membukukan kenaikan yang melebihi pasaran mobil sekelasnya. Begitu pula halnya dengan produk-produk mobil lainya yang terus meningkat, lihat saja data penjualan mobil mencapai 53.750 mobil sepanjang tahun 2005 atau tumbuh 15,6 persen dibandingkan dengan total penjualan tahun 2004 yang tercatat sebanyak 533.922 unit, Sementara itu, Honda memberikan kontribusi penjualan terbesar di antara produk- produk mobil, dengan total penjualan sepanjang tahun 2005 mencapai 32.241 unit. Jumlah ini lebih besar 29,8 persen dibandingkan dengan penjualan tahun 2004 sebanyak 24.844 unit. Produk kendaraan penumpang serba guna membukukan penjualan sebanyak 3.658 unit. Toyota menduduki peringkat kedua dalam penjualan mobil, dengan angka penjualan 7.694 unit, meningkat 14,8 persen dibandingkan penjualan tahun sebelumnya. Di kelas sedan, penjualan Honda mencapai 7.475 unit di bandingkan dengan mobil produk lain sekelasnya. Dapat dipastikan bahwa persaingan pangsa pasar dan peningkatan penjualan terhadap produk mobil. Hal ini didukung oleh top 10 dari data penjualan produk mobil terlaris yang terdapat pada media cetak maupun elektronik seperti berikut ini:

No

Merek

Unit

Persen

1 TOYOTA AVANZA 2 TOYOTA KIJANG 3 DAIHATSU XENIA 4 SUZUKI CARRY/FUTURA 5 MITSUBISHI COLT DIESEL FE 6 HONDA JAZZ 7 TOYOTA DYNA 8 SUZUKI APV 9 ISUZU PANTHER 10 MITSUBISHI L-300 Sumber: Gaikindo (2007)

52.260 46.565 23.555 23.301 21.740 18.581 13.479 12.283 11.615 10.722

16,4 14,6 7,4 7,3 6,8 5,8 4,2 3,9 3,6 3,4

Dari data di atas berdampak pula terhadap meningkatnya minat dan ketertarikan masyarakat di kota-kota besar lainnya seperti halnya kota Banjarmasin yang berdampak pada meningkatnya permintaan pembelian mobil baru mapun lama dengan kenaikan mencapai 15,22 persen sepanjang tahun 2006. lihat saja dengan semakin banyaknya pemakai mobil di Banjarmasin yang penjualannya sudah mencakup wilayah kecil disekitar kota Banjarmasin sendiri. Sebagian banyak pemakai mobil di Banjarmasin lebih banyak memilih mobil dengan harga yang terjangkau dengan perawatan yang tidak terlalu sulit, tilik saja pemakaian mobil merek Honda, Toyota, Daihatsu, serta merek lain yang sekelasnya lebih mendominasi atau lebih diminati oleh masyarakat Banjarmasin. Dipasaran lokal peningkatan permintaan tersebut mencapai 20.1 persen sepanjang tahun 2006 terutama pada produk-produk mobil yang bertransmisi otomatik dibandingkan dengan variannya manual. Oleh sebab itu, dengan kenaikan permintaan pasar tersebut membuat sebagian pengusaha lokal berlomba-lomba meningkatkan pelayanan Lain halnya dengan pasaran mobil nasional mencetak angka penjualan tertinggi pada 2007 sebesar 41.470 unit. Penjualan tersebut lebih tinggi delapan persen dibanding dengan akhir tahun 2006 yang sebanyak 38.398 unit. Total penjualan mobil nasional bulan Januari hingga Agustus 2007 saja mencapai 277.189 unit. Dengan demikian, peningkatan tersebut tidak berpengaruh terhadap naiknya harga minyak mentah, permintaan mobil terus meningkat hal ini dibuktikan dengan kenaikan tersebut. Dikarenakan hal tersebut sudah menjadi gaya hidup masyarakat sekarang ini yang didasari oleh faktor-faktor peribadi serta faktor-faktor psikologis masayakat.

Di Kalimantan saja khususnya Banjarmasin meningkatnya permintaan mobil sangat dirasakan oleh beberapa perusahaan yang bergerak dibidang penjualan mobil baik itu bersifat formal maupun informal. Dari beberapa jenis mobil yang banyak diminati oleh masyarakat kota Banjarmasin adalah mobil-mobil keluaran terbaru maupun yang lama dengan kisaran harga kurang lebih 100 jutaan. Seperti halnya seperti halnya yang dirasakan oleh CV. Sentral Motor Banjarmasin.dibawah pimpinan Bapak Mujahidin S.E dalam perkembanganya terus menerus mengalami perkembangan yang berarti, sudah mencakup wilayah-wilayah kecil disekitar kota Banjarmasin, sehingga dalam pengadaan (pendistribusian) mobil tersebut terus ditingkatkan dengan jalan meningkatkan teknik pelayanan serta promosi yang dilakukan. Bahkan sampai melayani jasa servis. Data yang di ambil dari CV. Sentral Motor menunjukkan peningkatan minat beli terhadap mobil pada tahun 2007 dari pada tahun 2006. Jenis Jazz CV-R (MPV) City Civic Toyota Avanza Inova Corolla Xania Yaris Suzuki Vitara APV Swift Hyundai Getz Atoz JUMLAH Merek Honda 2006 21 3 4 0 0 2 9 3 4 1 0 2 0 0 1 50 2007 34 6 9 2 1 6 13 8 9 3 4 6 1 2 0 104 Satuan Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit

Perkembangan dunia bisnis khususnya pemasaran mobil yang semakin ketat saat ini membuat peranan pemasaran menjadi sangat penting guna menunjang kemajuan perusahaan. Satu hal yang sangat esensial dalam pemasaran adalah bagaimana memiliki pengetahuan tentang konsumen serta hal-hal yang mempengaruhi minat konsumen dalam pembelian. Persoalan ini tidak sekedar tahu tentang konsumen, tetapi yang lebih penting

adalah mengetahui bagaimana prilaku mereka sebelumnya, selama dan sesudah membeli suatu produk. Pemahaman ini teramat penting di era bisnis dan globalisasi yang memegang falsafah pemasaran berdasarkan akan kepuasan pelanggan. Konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi yang lebih penting mereka membeli manfaat yang diharapkan dari produk tersebut dan cocok dengan kebutuhan hidup. Saat ini konsep-konsep baru dalam dunia pemasaran terus berkembang mengikuti perubahan perilaku dari sistem organisasi bisnis, proses pemasaran, mekanisma pasar dan secara khusus perilaku konsumen. Dengan adanya spirit pemasaran relasional maka dapat dikembangkan suatu rangkaian proses pemasaran yang terintegrasi secara menyeluruh untuk menghasilkan seperangkat nilai manfaat bagi setiap petaruh (stakeholder) yang terlibat dalam eksistensi bisnis yang memasarkan produk atau jasa tersebut (Teddy Pawitra, 2004). Para usahawan dan praktisi pemasaran harus benar-benar mengerti akan pentingnya mengenal para stakeholder dari suatu bisnis yang dijalankan dan juga mengetahui dengan tepat target market yang potensial bagi bisnis tersebut. Dengan demikian dapat diciptakan suatu nilai-manfaat bagi setiap stakeholder yang benar-benar berperan dalam mengembangkan dan menjaga kelangsungan bisnis yang dijalankan. Namun dalam pemasaran relasional juga dikenal pemutusan hubungan terhadap para petaruh yang tidak potensial lagi, tentunya setelah melakukan analisa terhadap prospek dari hubungan bisnis tersebut dikemudian hari. Pada dasarnya setiap melakukan suatu awal transaksi para konsumen dalam hal ini pembeli, melakukan pertimbangan yang mendasari pengambilan keputusan pembelian. Para pemasar terlebih dahulu mendalami berbagai pengaruh terhadap para pembeli dan mengembangkan suatu keputusan pembelian. Berbicara tentang keputusan pembelian yang dilakukan konsumen, maka tidak terlepas dari konsep keterlibatan. Tingkat keterlibatan konsumen dalam keberadaannya dipengaruhi kepentingan masing-masiang yang timbul dari kekuatan rangsangan. Atau dengan kata lain seseorang merasa terlibat dengan produk merupakan dampak dari penting atau tidaknya dia terhadap produk. Mereka akan terlibat bila penting, dan bila pemahaman bagaimana sebenarnya konsumen membuat

tidak penting tidak akan terlibat. Satu fakta yang terungkap, ternyata kepentingan konsumen terhadap produk dapat disentuh dan dibangkitkan oleh rangsangan dari luar. Dalam hal ini terdapat dua tipe keterlibatan konsumen,yaitu, keterlibatan sementara, dan keterlibatan permanen. Keterlibatan sementara terjadi seketika pada situasi special dan temporer sifatnya. Sedangkan keterlibatan permanent terjadi saat konsumen begitu pentingnya terhadap produk dan tidak sementara. Seperti seorang konsumen yang selalu membeli pakaian dengan merek tertentu karena dia merasa mampu mengekspresikan citra dirinya. Keterlibatan permanen mendorong keputusan pembelian yang penuh pertimbangan, informasi alternatif banyak dikumpulkan, dan evaluasi alternatif pun dilakukan namun lebih cenderung loyal di kemudian hari dalam hal mereka terpuaskan. Informasi alternatif tidak banyak dikumpulkan dari kehadiran keterlibatan sementara atau dengan kata lain apa yang ada di hadapan itulah yang akan mereka beli. Keterlibatan sementara dapat berangsur menjadi keterlibatan permanen bila ternyata pembeliannya yang tiba-tiba tersebut memenuhi kebutuhan dan keingianannya yang telah lama tersimpan konsumen. Pendek kata, semakin permanen keterlibatan konsumen, maka semakin sukar konsumen untuk memutuskan pembeliannya dalam hal pembelian pertama kali dilakukan. Dalam kehidupan sehari-hari konsumen membuat sejumlah keputusan pembelian, hal inilah yang harus diteliti oleh pelaku usaha bagaimana pengambilan keputusan pembelian konsumen secara mendetail, pertanyaan kunci bagi pemasar adalah: Bagaimana konsumen menanggapi usaha pemasaran yang mungkin digunakan oleh pemasar?pelaku usaha yang benar-benar mengerti bagaimana reaksi konsumen terhadap barang/jasa yang ditawarkan. Menurut Kotler (2000;194), tugas untuk memahami konsumen tidaklah mudah. Sedangkan salah satu tujuan pemasaran adalah untuk memahami serta mempengaruhi kesediaan konsumen untuk memilih barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan kepasar. Hal ini berarti bahwa sangat penting bagi perusahaan untuk pembelian mengapa dan bagaimana konsumen memahami menetapkan suatu produk. Konsep

pemasaran modern masa kini sangat relevan jika orientasi diarahkan kepada pelanggan.

Hal ini diperlukan karena semakin pesatnya persaingan antar perusahaan, kemajuan teknologi dan semakin globalnya pemasaran. Menurut Risyanto dan Ihalauw (2005:9) perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana pembuat keputusan baik individu maupun kelompok atau pun organisasi membuat keputusan-keputusan beli atau melakukan transaksi pembelian suatu produk dan mengkonsumsinya. Sedangkan menurut Kotler & armstrong (2001;200-201) faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen adalah faktor budaya, sosial, pribadi, dan faktor psikologis. yang dalam interaksinya dapat mempengaruhi prilaku konsumen baik secara individu mapun kelompok. Dengan mempelajari hal-hal perilaku konsumen dalam mendasari pengambilan keputusan pembelian tersebut, setiap perusahaan dapat memahami prilaku konsumen serta mempelajari peluang yang akan dapat diraih sehingga dapat menetapkan pasar sasaran yang tepat bagi perusahaan. Dalam hal mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan pembelian, maka perusahaan perlu untuk memahami prilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian secara mendalam. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas, maka yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Faktor-faktor apa saja yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian mobil pada CV. Sentral Motor Banjarmasin 1.3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : a. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan konsumen dalam pembelian mobil CV. Sentral Motor Banjarmasin di Banjarmasin.

b. Untuk dapat berguna atau bermanfaat bagi pihak manajemen perusahaan (CV. Sentral Motor Banjarmasin) dalam menentukan berbagai kebijakan dalam pemasaran. c. Menjadi bahan acuan dalam perkembangan penjualan serta pemasaran mobil bagi perusahaan yang akan datang. 1.3.2 Manfaat Penelitian Adapun Mmanfaat penelitian ini adalah : a. Sebagai sarana dan media untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan literature untuk menambah wacana baru bagi dunia akademis b. Sebagai sarana untuk memperoleh informasi yang tepat dan akurat serta strategi dalam mempengaruhi dan mengetahui pengambilan keputusan oleh konsumen yang dilihat dari prilaku pembelian konsumen. c. Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam hal menambah pelanggan yang potensial. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemasaran ( Marketing ) Kegiatan pemasaran merupakan kegiatan bisnis yang berbeda dengan kegiatan bisnis lainnya. Pada kegiatan pemasaran para manajer berurusan dengan konsumen, baik konsumen intern perusahaan maupun konsumen ekstern perusahaan. Para manajer dituntut untuk dapat memahami konsumen, dengan demikian para manajer dapat menyediakan produk atau jasa yang sesuai dengan keinginan konsumen. Tidak hanya sampai di situ saja, para manajer harus mampu menciptakan komunikasi yang efektif dengan konsumennya sehubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan yang dipimpinnya. Selain itu, para manajer harus mampu menggerakkan perusahaannya untuk mengantarkan produk atau jasa sampai dinikmati oleh konsumen. Tujuan akhir dari semua kegiatan itu agar tercipta kepuasan

konsumen, yaitu seluruh komponen yang terlibat dengan kegiatan bisnis perusahaan, sehingga kegiatan tersebut dapat menguntungkan perusahaan dan stakeholder-nya. 2.1.1 Pengertian Pemasaran Nenek moyang manusia melakukan pertukaran barang atau jasa (barter) untuk memenuhi kebutuhan mereka pada saat itu. Jalur sutra, yang terbentang mulai dari Cina, India, Timur Tengah, sampai ke Eropa ( Venetia di Itali ) merupakan jalur perdagangan dunia yang terkenal pada tempo dulu. Pada saat ini seluruh kegiatan tersebut kita kenal sebagai kegiatan pemasaran. Kotler dan Armstrong ( 6: 2001 ), mengemukakan definisi pemasaran sebagai berikut: “Marketing as social and managerial process whereby individuals and groups obtain what they need and want through creating and exchanging products and value with others.” Pemasaran sebagai proses sosial dan manajerial dimana setiap individu atau kelompok bisa mendapatkan kebutuhan dan keinginan melalui kegiatan menghasilkan dan melakukan pertukaran produk dan nilai dengan pihak lain. Kinnear, Bernhardt, Krentler (6:2003), mendefinisikan pemasaran sebagai berikut: “Marketing is the process of planning and executing the conception, pricing, promotion, and distribution of ideas, goods and services to create exchanges that satisfy individual and organizational objectives.” Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan pelaksanaan keputusan sebuah konsep, menetapkan harga, melakukan promosi, dan mendistribusikan ide-ide, barang-barang, dan jasa-jasa untuk menciptakan pertukaran yang dapat memuaskan tujuan individu atau tujuan organisasi. Dari kedua definisi di atas dapat penulis simpulkan bahwa pemasaran merupakan suatu proses sosial dan manajerial (perencanaan dan pelaksanaan) dalam konsep, menetapkan harga, melakukan promosi, dan mendistribusikan ide-ide, barang-barang, dan jasa-jasa untuk menciptakan pertukaran yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan setiap komponen yang terkait dalam kegiatan bisnis

perusahaan

(baik

individu

maupun

kelompok),

agar

tujuan

akhir

yang

menguntungkan perusahaan tercapai. 2.1.2.Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Bauran pemasaran tersebut terdiri dari 4P (Product, Price, Place, dan Promotion): 1. Product / Produk Menurut Kotler (597:2001), yang dimaksud dengan produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, untuk dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan. Yang dimaksud dengan produk adalah objek fisik, jasa, orang, tempat, organisasi, dan gagasan. 2. Price / Harga Menurut Kotler (559:2001), yang dimaksud dengan harga adalah jumlah uang yang harus dibebankan atas suatu produk atau jasa. Secara lebih luas, harga adalah jumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut. Harga merupakan hal penentu yang utama dalam pilihan pembeli. 3. Place / Saluran Distribusi Menurut Kotler (6:2001), yang dimaksud dengan saluran distribusi adalah seperangkat atau sekelompok organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalam proses yang memungkinkan suatu produk atau jasa tersedia bagi penggunaan atau konsumsi oleg konsumen atau pengguna industrial. 4. Promotion / Promosi Menurut Kotler (105: 2001), pemasaran modern tidak hanya memerlukan pengembangan produk yang baik, pebetapan harga yang menarik, dan membuatnya tersedai bagi konsumen sasaran, tetapi juga harus bisa mengadakan komunikasi dengan konsumen-konsumennya. Mengadakan komunikasi dengan konsumen tentang, produk yang dibuat, harga yang ditetapkan, dan saluran distribusi yang disediakan oleh perusahaan inilah yang disebut dengan promosi. 2.2 Keputusan Pembelian Konsumen

Keputusan pembelian menurut Engel (2000) terdiri dari beberapa langkah yaitu Pengenalan kebutuhan, Pencarian Informasi, Evaluasi Alternatif, Pembelian, Hasil. 2.2.1 Pengenalan Kebutuhan Menurut Engel ( 31: 2000 ), pada tahap ini, konsumen mempresepsikan perbedaan antara keadaan yang diinginkan dan situasi aktual yang memadai untuk membangkitkan dan mengaktifkan proses keputusan. Pada tahap ini konsumen merasakan kondisi aktual yang berbeda dengan keadaan yang diinginkan, hal ini membuat konsumen mengenali kebutuhannya. Misalkan; Pada saat mobilitas konsumen sangat tinggi, konsumen mulai mengenali kebutuhannya akan telepon genggam. 2.2.2 Pencarian Informasi Menurut Engel ( 31: 2000 ), pada tahap ini, konsumen mencari informasi yang disimpan di dalam ingatan (pencarian internal) atau mendapatkan informasi yang relevan dengan keputusan dari lingkungan (pencarian eksternal). Setelah mengenali kebutuhannya, konsumen mencari informasi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhannya. Informasi yang didapat dari dirinya sendiri, seperti; pengalaman pribadi dan ingatan konsumen akan sesuatu hal yang relevan dengan kebutuhannya, disebut dengan pencarian internal. Sedangkan yang dimaksud dengan pencarian eksternal adalah ketika konsumen mencari informasi dari lingkungannya, seperti; iklan, pengalaman kawan dekatnya, pendapat masyarakat, dll. 2.3.3 Evaluasi Alternatif Menurut Engel ( 31: 2000), pada tahap ini, konsumen mengevaluasi pilihan berkenaan dengan manfaat yang diharapkan dan menyempitkan pilihan hingga alternatif yang dipilih. Pencarian internal dan eksternal yang diperoleh konsumen kemudian dievaluasi, hingga ke arah yang sesuai dengan harapan konsumen dalam memuaskan kebutuhannya. Setelah itu konsumen menyempitkan pilihan hingga ke alternatif yang akan dipilih. 2.2.4 Pembelian

Menurut Engel ( 32: 2000) pada tahap pembelian, konsumen memperoleh alternatif yang dipilih atau pengganti yang dapat diterima bila perlu. Evaluasi yang telah dilakukan membawa konsumen untuk melakukan pembelian. Jika ia mengalami kegagalan untuk melakukan pembelian produk/ jasa yang diinginkannya (alternatif yang dipilih), konsumen melakukan pembelian ke alternatif lain atau alternatif pengganti yang masih dapat diterima. 2.2.5 Hasil Menurut Engel ( 32: 2000), pada tahap ini, konsumen mengevaluasi apakah alternatif yang dipilih memenuhi kebutuhan dan harapan segera sesudah digunakan. Setelah mengkonsumsi alternatif yang dipilih, konsumen kembali melakukan evaluasi terhadap barang/ jasa yang dikonsumsinya. Jika kinerja barang/ jasa yang digunakannya telah sesuai dengan harapannya, maka konsumen tersebut akan merasa puas. Begitu pula sebaliknya, jika kinerja barang/ jasa yang digunakannya tidak sesuai dengan harapannya, maka konsumen tersebut akan merasa tidak puas. Pada tahap ini, kita bisa melihat Keputusan pembelian sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : pendirian orang lain, risiko, tindakan pasca pembelian konsumen dan tindakan pasca pembelian di pihak perusahaan. Untuk meraih keberhasilan, pemasar harus melihat lebih jauh bermacammacam faktor yang mempengaruhi pembeli dan mengembangkan pemahaman mengenai begaimana konsumen melakukan keputusan pembelian. Secara khusus, pemasar mengidentifikasikan siapa yang membuat keputusan pembelian, jenis-jenis keputusan pembelian, dan langkah-langkah dalam proses pembelian. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran masing-masing. Peran yang dilakukan tersebut adalah: 1. Initiator, adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu;

2. Influencer, pembelian.

adalah

individu

yang

berpengaruh kriteria

terhadap

keputusan akan

Informasi

mengenai

yang

diberikan

dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak; 3. Decider, adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli, bagaimana membelinya; 4. Buyer, adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya; 5. User, yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.(http://digilib.itb.ca.id/peminatan-manajemen-pemasaran.htm). Adapun langkah-langkah konsumen dalam melakukan proses

pengambilan keputusan pembelian, yaitu :
Pencarian Informasi Pengevaluasian Alternatif Keputusan Pembelian

Pengenalan Kebutuhan

Perilaku setelah Pembelian

Gambar 2.1 : Proses Pengambilan Keputusan Pembeli (Kotler dan Amstrong,2001 : 222) Tahap-tahap proses keputusan Pembelian a. Pengenalan masalah atau Kebutuhan Tahap pertama proses keputusan pembelian dimana konsumen mengenali permasalahan atau kebutuhan. Pemasar perlu mengidentifikasikan keadaan yang memicu kebutuhan tertentu. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat mengidentifikasikan rangsangan yang paling sering membangkitkan minat akan suatu kategori produk. Pemasar kemudian dapat mengembangkan strategi pemasaran yang memicu minat konsumen. b. Pencarian Informasi Tahap proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen tergerak untuk mencari info tambahan, konsumen mungkin sekedar mengingatkan perhatian atau mungkin pula menari info secara aktif. c. Pengevaluasian Alternatif

Tahap proses keputusan pembelian dimana konsumen menggunakan info untuk mengevaluasi berbagai merek alternatif di dalam serangkaian pilihan. d. Keputusan Pembelian Tahap proses keputusan dimana konsumen secara aktual melakukan pembelian produk. e. Perilaku setelah Pembelian Tahap proses keputusan pembelian konsumen melakukan tindakan lebih lanjut setelah pembelian berdasarkan pada keputusan ketidak-puasan mereka. 2.3 Perilaku Konsumen Ada beberapa konsep pemasaran yang dapat dianut oleh para manajer dalam melakukan pengembangan strategi untuk mencapai tujuan pemasaran. Salah satu konsepnya yang paling kontemporer adalah konsep yang berorientasi konsumen. Para manajer dalam perusahaan yang mengaunut konsep ini berusaha menghasilkan apa yang diinginkan oleh konsumennya. Tugas utama dari para manajernya adalah (1)menentukan keinginan , kebutuhan, dan harapan konsumen yang menjadi target marketnya, dan (2)menentukan bentuk perusahaan sehingga barang dan jasa dapat tersalurkan hingga ke tangan konsumen dengan lebih efektif dan lebih efesien dibanding dengan perusahaan pesaing. Penekanan yang primer dalam orientasi ini adalah riset konsumen, pengembangan produk, promosi, dan seluruh bauran pemasaran lain yang sama pentingnya. ( Encyclopedia Of Professional Management Volume 1, 211 ) Orientasi konsumen ini sangatlah erat kaitannya dengan pemahaman tentang perilaku konsumen. Dalam menjalani aktivitas bisnis, mengetahui dinamika perilaku konsumen merupakan tugas yang sangat penting, apalagi dalam kondisi perkembangan teknologi yang sangat pesat. Dalam menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan perilaku konsumen para manajer harus memandang perilaku konsumen dengan sudut pandang yang lebih dinamis, karena perilaku konsumen akan berubah secara dinamis dari waktu ke waktu. Para manajer harus mampu mengantisipasi segala bentuk perubahan yang

terjadi pada konsumennya, dengan demikian para manajer tersebut dapat dengan cepat mengantisipasi keinginan konsumen. Jika keinginan konsumen dapat dipenuhi oleh perusahaan, maka keuntungan akan berada pada seluruh stakeholder perusahaan tersebut. ( Encyclopedia of Professional Management Volume 1, 211 ) Memahami dan mengetahui dinamika perilaku konsumen merupakan tugas yang sangat penting, apalagi dalam kondisi perkembangan teknologi yang sangat pesat. Dalam menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan perilaku konsumen para manajer harus memandang perilaku konsumen dengan sudut pandang yang lebih dinamis. Karena perilaku konsumen akan berubah secara dinamis dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan segala bidang. Para manajer harus mampu mengantisipasi segala bentuk perubahan yang terjadi pada konsumennya, dengan demikian para manajer tersebut dapat dengan cepat mengantisipasi keinginan konsumen. Jika keinginan konsumen dapat dipenuhi oleh perusahaan, maka keuntungan akan berada pada seluruh stakeholder perusahaan tersebut. ( Encyclopedia of Professional Management Volume 1, 211 ) 2.3.1 Pentingnya Perilaku Konsumen Pemahaman tentang perilaku konsumen dalam pemasaran merupakan suatu hal yang penting. Seperti dikemukakan oleh Sutisna ( 4: 2003), bahwa ada dua alasan utama tentang pentingnya perilaku konsumen, yaitu:

1. Konsumen sebagai titik sentral perhatian pemasaran. Mempelajari apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen pada saat ini merupakan hal yang sangat penting. Memahami konsumen akan menuntut pemasar pada kebijakan pemasaran yang tepat dan efesien. 2. Perkembangan perdagangan pada saat ini menunjukkan bahwa lebih banyak produk yang ditawarkan daripada permintaan. Kelebihan penawaran ini menyebabkan banyak produk yang tidak terjual atau tidak dikonsumsi oleh konsumen, sehingga merugikan perusahaan. Karena itu, perilaku konsumen diharapkan perusahaan memiliki daya saing yang lebih kuat dibanding perusahaan lain. Selain dua alasan di atas, mempelajari perilaku konsumen memberikan beberapa manfaat. Menurut Mowen (1995), dalam buku Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran ( 5: 2003 ) karangan Sutisna, manfaat yang bisa diperoleh dalam memahami perilaku konsumen sebagai berikut: 1. Membantu para manajer dalam mengambil keputusannya. 2. Memberikan pengetahuan kepada peneliti pemasaran dengan dasar pengetahuan analisis konsumen. 3. Membantu legislator dan regulator dalam menciptakan hukum dan peraturan yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang dan jasa. 4. Membantu konsumen dalam pembuatan keputusan pembelian yang lebih baik. 2.3.2 Pengertian Perilaku Konsumen Dalam bukunya yang berjudul Consumer Behavior, Solomon (2004) mengungkapkan definisi perilaku konsumen sebagai berikut:“Consumer behavior covers a lot of ground: It is the study of the processes involved when individuals or group select, purchases, use, or dispose of products, services, ideas, or experiences to satisfy needs and desires.”( Solomon: 7 )

Perilaku Konsumen mencakup beberapa sudut pandang: Perilaku Konsumen adalah sebuah studi mengenai proses-proses yang terlibat ketika induvidu atau kelompok memilih, membeli, menggunakan, atau membuang suatu produk, jasa, ide-ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan. Del I. Hawkins berserta kawan-kawannya ( 7: 2004 ), mengemukakan definisi Perilaku Konsumen sebagai berikut: “The field of consumer behaviour is the study of individuals, groups, or organizations and the processes they use to select, secure, use, and dispose of products, services, experiences, or ideas to satisfy needs and the impacts that these processes have on the consumer and society” Ruang lingkup perilaku konsumen adalah sebuah studi mengenai individu, kelompok, atau perusahaan dan proses yang mereka gunakan dalam memilih, melindungi, menggunakan, dan membuang sebuah produk, jasa, ataupun gagasan-gagasan dalam rangka memuaskan kebutuhan dan pengaruh hal-hal tersebut terhadap konsumen dan masyarakat luas. 2.3.3 Model Perilaku Konsumen Menurut Sutisna (5: 2003), kerangka berpikir dari pembahasan perilaku konsumen bertujuan untuk mengetahui dan memahami berbagai aspek yang ada pada konsumen, yang akan digunakan dalam menyusun strategi yang pemasaran yang berhasil. Henry Assael (1992), dalam buku Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran ( 5: 2003 ) karangan Sutisna, menggambarkan model perilaku konsumen seperti pada gambar 2.2 Model Perilaku Konsumen.

Gambar 2.2 Model Perilaku Konsumen

Konsumen Individu

Pengaruh – Pengaruh LIngkungan

Pembuatan Keputusan Konsumen

Tanggapan Konsumen

Penerapan dari Prilaku Konsumen Pada Strategi Pemasaran

Sumber: Sutisna ( 5: 2003 ) Gambar 2.2 Model Perilaku Konsumen menunjukkan adanya interaksi antara pemasar dengan konsumennya. Komponen pusat dari model ini adalah pembuatan keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh pribadi konsumen, lingkungan konsumen, dan penerapan perilaku konsumen terhadap strategi pemasaran. Dalam pembuatan keputusan tersebut konsumen melalui proses merasakan dan mengevaluasi informasi merek produk, mempertimbangkan bagaimana alternatif merek dapat memenuhi kebutuhan konsumen, dan pada akhirnya memutuskan merek apa yang akan dibeli.

TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN (1). Konsumen Individu Pilihan merek dipengaruhi oleh ; (1). Kebutuhan konsumen, (2). Persepsi atas karakteristik merek, dan (3).Sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia. (2). Pengaruh Lingkungan Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh (1). Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), (2). Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), (3). Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan (4). Faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha). (3). Marketing strategy Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah (1). Barang, (2). Harga, (3). Periklanan dan (4).Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan.

Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Penelitian pemasaran pemasaran mengenai memberikan kebutuhan informasi konsumen, kepada persepsi organisasi tentang

karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek. Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen. Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. Selama evaluasi, konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola pengumpulan informasi mungkin berubah, evaluasi merek, dan pemilihan merek. Pengalamn konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi. Panah umpan balik mengarah kembali kepada organisasi pemasaran. Pemasar akan mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan. Tetapi informasi ini tidak menceritakan kepada pemasar tentang mengapa konsumen membeli atau informasi tentang kekuatan dan kelemahan dari merek pemasar secara relatif terhadap saingan. Karena itu penelitian pemasaran diperlukan pada tahap ini untuk menentukan reaksi konsumen terhadap merek dan kecenderungan pembelian dimasa yang akan datang. Informasi ini mengarahkan pada manajemen untuk merumuskan kembali strategi pemasaran kearah pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik. Menurut Kotler dan Amstrong (2001;196), bahwa perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis.

BUDAYA

L
 Budaya

SOSIAL PRIBADI

Kelompo k Acuan

Siklus Hidup Pekerjaan

PSIKOLOGIS  Motivasi Persepsi PEMBELIAN

Subkebudayaan

Keluarg a

  Kondisi ekonomi


   Kelas sosial Peran dan status Gaya hidup  Kepribadia n dan

Pembelajar an Keyakinan dan sikap

Gambar 2.1 : Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian (Kotler dan Amstrong, 2001:197) Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, menurut Kotler (2001;197-218), yaitu : 1. Faktor Budaya. Pada setiap kelompok masyarakat pasti memiliki budaya, dimana budaya tersebut bisa digunakan sebagai aturan, kebiasaan dan ciri khas dari suatu kelompok masyarakat. Faktor dari budaya adalah terdiri dari : a. Budaya. Budaya adalah susunan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari dari anggota suatu masyarakat, keluarga dan institusi lainnya.. Setiap kebudayaan secara berangsur-angsur menghasilkan acuan-acuan perilaku sosial yang unik. Kebudayaan adalah kompleks, yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang

didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Menurut Lamb, hair, dan MeDaniel (2001;202) budaya merupakan karakter yang penting dari suatu sosial yang membedakannya dari kelompok kultur yang lainnya. Dengan kata lain, kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan , ini merupakan faktor penentu yang sangat dasar dari perilaku konsumen. b. Subkebudayaan. Subkebudayaan adalah setiap kebudayaan yang mengandung subkebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang-orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Subkebudayaan meliputi kewarganegaraan, agama, kelompok ras, dan daerah geografis. Subkebudayaan disini dapat diartikan sebagai sistem nilai yang fungsinya adalah mendorong dan membimbing masyarakatnya menjawab tantangan yang mereka hadapi sepanjang masa. Sistem nilai tersebut merupakan ciri identitas sebuah kelompok masyarakat budaya. c. Kelas sosial Kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya memiliki nilai, kepentingan dan perilaku yang serupa. Ukuran atau kriteria biasanya dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat ke dalam kelas-kelas tertentu ialah, kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan ilmu pengetahuan. Menurut Mangkunegara (2002:47) kelas sosial dapat dikategorikan sebagai berikut, yaitu : 1) Kelas sosial golongan atas memiliki kecenderungan membeli barang-barang yang mahal, membeli pada toko yang berkualitas dan lengkap, konservatif dalam konsumsinya,

barang-barang yang dibeli cenderung untuk dapat menjadi warisan bagi keluarganya.. 2) Kelas sosial golongan menengah cenderung membeli barang untuk menampakkan kekayaannya, membeli barang dengan jumlah yang banyak dan kualitasnya cukup memadai, dan cenderung membeli barang yang mahal dengan sistem kredit. 3) Kelas sosial golongan rendah cenderung membeli barang dengan mementingkan kuantitas daripada kualitasnya. Pada umumnya membeli barang untuk kebutuhan sehari-hari, memanfaatkan penjualan barang-barang yang diobral atau penjualan dengan harga promosi. 2. Faktor Sosial Perilaku konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor sosial antara lain : a. Kelompok Acuan Perilaku konsumen umumnya di pengaruhi oleh individu yang lainnya, individu yang mempengaruhi tersebut dapat dimasukan sebagai kelompok primer yang terdiri atas kelompok terdekat dari individu tersebut misal keluarga, teman dan tetangga. Sedangkan kelompok kedua adalah kelompok sekunder yang mempunyai interaksi yang lebih formal dan memiliki sedikit interaksi. Kelompok sekunder meliputi kelompok keagamaan, serikat buruh dan asosiasi profesional. Menurut Kelompok acuan berfunsi sebagai titik banding/referensi langsung (tatap muka) atau tidak langsung yang membentuk sikap maupun perilaku seseorang. Kelompok acuan mempengaruhi seseorang dalam tiga hal, yaitu menghadapkan seseorang pada perilaku dan gaya hidup baru, perilaku dan konsep pribadi seseorang, dan menciptakan tekanan untuk mematuhi apa yang mungkin mempengaruhi pilihan produk dan merek aktual seseorang.

b. Keluarga Menurut Mangkunegara (2002:49), keluarga dapat didefinisikan sebagai suatu unit masyarakat yang terkecil yang perilkunya sangat mempengaruhi dan menentukan dalam pengambilan keputusan membeli. Anggota keluarga sangat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pembelian terhadap individu, keluarga mempunyai peran yang sangat penting, dimana setiap anggota keluarga saling mempengaruhi. Peranan setiap anggota dalam membeli berbeda-beda menurut macam barang tertentu yang dibelinya. Setiap anggota keluarga memiliki selera dan keinginan yang berbeda. Keluarga, ini akan membentuk sebuah referensi yang sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumen . Peran suami dan istri dalam penelitian sangat bervariasi sesuai kategori produk / jasa yang dibeli. Dalam mengalisis perilaku konsumen, faktor keluarga dapat berperan sebagai berikut, yaitu : 1) Siapa pengambil inisiatif, yaitu siapa yang mempunyai inisiatif membeli, tetapi tidak melakukan proses pembelian. 2) Siapa pemberi pengaruh, yaitu siapa yang mempengaruhi keputusan membeli. 3) Siapa yang melakukan pembelian, yaitu siapa yang menentukan keputusan apa yang dibeli, bagaimana cara membelinya, kapan ddan dimana tempat membeli. 4) Siapa yang melakukan pembelian, yaitu siapa di antara keluarga yang akan melakukan proses pembelian. 5) Pemakai, yaitu siapa yang akan menggunakan produk yang dibeli. c. Peran dan Status Dalam kehidupan bermasyarakat, peran dan status selalu mengikuti perjalanan setiap individu. Peran dan status seorang individu dalam kelompok tertentu misalnya keluarga sangat mempengaruhi individu tersebut dalam perilaku pembelian.

Peran dan status, ini akan menentukan posisi seseorang dalam suatu kelompok. Setiap peranan membawa status yang mencerminkan harga diri menurut masyarakat sekitarnya. Disamping 3. Faktor Pribadi Dalam perilaku pembelian faktor pribadi juga mempengaruhi seorang individu. Faktor tersebut terdiri dari : a. Umur dan Tahap Siklus Hidup Dalam kehidupan, perjalanan usia tidak dapat dihindarkan. Dengan berjalanan usia maka juga terjadi perubahan pola konsumsi untuk masing-masing usia. Umur dan tahapan dalam siklus hidup, ini akan menentukan selera seseorang terhadap produk / jasa. b. Pekerjaan Pekerjaan juga dapat mempengaruhi seorang individu dalam perilaku konsumsinya, misalnya seorang pekerja kasar maka cenderung akan membeli pakaian untuk pekerjaan kasar, sedangkan pekerja kantoran akan cenderung untuk membeli stelan kemeja atau jas. c. Situasi Ekonomi Dalam perilaku pembelian sedikit banyak juga dipengaruhi oleh situasi ekonomi, dengan berubahnya situasi ekonomi, maka biasanya akan merubah perilaku konsumen dalam melakukan pembelian. Keadaan ekonomi, yaitu terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya, kemampuan untuk meminjam. d. Gaya Hidup Individu dengan latar belakang gaya hidup yang berbeda, memiliki kecenderungan dalam berbeda pula dalam perilaku pembeliannya. Gaya hidup dapat dipengaruhi oleh keluarga, itu orang cenderung memilih produk yang mengkomunikasikan peran dalam masyarakat.

situasi, pekerjaan, hobi dan masih banyak lagi lainnya. Gaya hidup adalah pola kehidupan kegiatan, seseorang minat, seperti dan yang diperlihatkannya dalam pendapat-

pendapatnya. Gaya hidup ini menggambarkan seseorang secara keseluruhan yang berinteraksi dengan lingkungan, disamping itu juga dapat mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang, misalnya kepribadian. Riset gaya hidup mengukur perbuatanperbuatan orang dalam hubungannya dengan, yaitu kegiatan, minat, pendapat mereka, dan ciri demografis dasar tertentu. e. Kepribadian dan Konsep Diri Kepribadian dapat mempengaruhi perilaku pembelian. Kepribadiaan adalah karateristik psikologis unik seseorang yang menghasilkan tanggapan-tanggapan yang relatif konsisten dan menetap terhadap lingkungannya. Kepribadian biasanya dijelaskan dengan menggunakan ciri-ciri seperti kepercayaan diri, dominasi, ketaatan, kemampuan bersosialisasi, daya tahan, dan kemampuan beradaptasi. Menurut Edward (2002:161), yang berkaitan dengan keperibadian adalah konsep diri (citra pribadi) seseorang, yaitu gambaran yang dipunyai seseorang tentang dirinya sendiri.. 4. Faktor Psikologis Pilihan-pilihan seseorang dalam melakukan pembelian dipengaruhi juga oleh faktor psikologis yaitu : a. Motivasi Motivasi individu merupakan faktor yang terpenting dalam memulai dan mengatur kegiatan-kegiatannya. Kegiatan yang serasi dengan motif-motif seseorang adalah menyenangkan dan mendatangkan kepuasan sedang kegiatan lain dapat saja menjengkelkan atau menimbulkan frustasi. Seorang individu dalam kehidupan bermasyarakat juga memerlukan motivasi untuk menjalani hidupnya, motivasi sendiri juga dapat

mempengaruhi seeorang individu dalam melakukan pembelian. Motivasi ini pula yang membangun seseorang untuk melakukan perilaku pembelian. Motivasi adalah suatu kebutuhan yang secara cukup dirangsang untuk membuat keputusan atas kebutuhannya. b. Persepsi Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengatur, dan menginterprestasikan mempunyai motivasi informasi untuk untuk bertindak membentuk akan suatu gambaran yang berarti mengenai dunia. Orang yang sudah dipengaruhi persepsinya pada situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. Menurut Edward (2002:161) Persepsi adalah bagaimana pembeli memahami dirinya sendiri dan produk yang dia beli. Para pembeli melihat dirinya sendiri maupun produk-produk yang mereka beli dalam rangkaian citra. Citra-citra ini adalah kesankesaan resmi yang bertempat tinggal, baik disadari atau tidak, dalam ingatan-ingatan para individu sehubungan dengan subyeksubyek tertentu. Acuan-acuan perilaku beli dipengaruhi oleh citra yang dipunyai konsumen tentang berbagai produk, merek-merek khusus, perusahaan, toko, pengecer, dan tentang diri mereka sendiri. c. Pembelajaran Pembelajaran adalah perubahan pada perilaku individu yang muncul dari pengalaman. Dalam melakukan tindakan seorang individu tidak lepas dari pembelajaran, perubahan perilaku individu dalam pembelian juga dipengaruhi oleh pengalaman dan pembelajaran dari pembelian sebelumnya. Menurut Lamb, Hair, MeDaniel (2001;231) pembelajaran (learning) adalah proses penciptaan perubahan perilaku melalui pengalaman dan latihan. Menurut Sunarto (dalam jurnal Ario;2001) proses pembelajaran berlangsung melalui drive (dorongan), stimulus (rangsangan), seseorang mencari

cues (petunjuk), response (tanggapan) dan reinforcement (penguatan). d. Keyakinan dan Sikap Kepercayaan/keyakinan ini akan membentuk citra produk dan merek, serta orang akan bertindak berdasarkan citra tersebut. Sedangkan sikap akan mengarahkan seseorang untuk berperilaku yang relatif konsisten terhadap objek-objek yang sama. Keyakinan (belief) adalah pemikiran deskriftif seseorang mengenai sesuatu. Sedangkan sikap (attitude) adalah evaluasi, perasaan, dan kecenderungan seseorang terhadap suatu obyek atau gagasan. Seorang pemasar biasanya memperhatikan keyakinan konsumennya akan produknya, seringkali seorang pemasar harus merubah iklannya untuk membentuk keyakinan seorang individu dalam pemilihan suatu produk. Dalam hubungannya dengan perilaku konsumen, keyakinan dan sikap sangat berpengaruh dalam menentukan suatu produk, merek, dan pelayanan. Keyakinan dan sikap konsumen terhadap suatu produkatau merek dapat diubah melalui komunikasi yang persuasif dan pemberian informasi yang efektif kepada konsumen. Dengan demikian konsumen dapat membeli produk atau merek baru, atau produk yang ada pada toko itu sendiri. Adapun beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut: 1. Teori Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain;

2.

Teori Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung;

3. Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya. (http//www.azuar.tripod. com.) Jadi, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan individu yang langsung terlibat dalam usaha untuk mendapatkan, menggunakan dan mengkonsumsi barang dana jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan tersebut. 2.4 Tinjauan Empiris Penyajian penelitian empiris dalam laporan penelitian faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian mobil di Banjarmasin disini disajikan dalam bentuk matrik. Nama Peneliti & Tahun Benyamin Parubak (2000) Judul Penelitian Faktor-faktor yang dipertimbangka n konsumen dalam pembelian kain donggala di Kotamadya Palu Tinjauan Penelitian (1)Faktor budaya, ekonomi, dan psikologis, (2) faktor gaya hidup (3) faktor mutu, (4) faktor promosi (5) Alat Analisis Analisis faktor dan Analisis regresi linier berganda Hasil Penelitian Faktor eksternal (budaya, ekonomi, dan psikologis) dan faktor internal (persepsi dan sikap)

faktor referensi (6) faktor harga (7)faktor produk pada keputusan Ashfi Khairany (2002) Analisis Faktor Eksternal, Internal Yang Berhubungan Dengan Pengambilan Keputusan Konsumen Dalam Pembelian Kaktus (Studi kasus di Desa Sidomulyo Kec. Batu Kota Batu) pembelian Faktor Eksternal, Internal, Terhadap Keputusan Pembelian Kaktus Analisis faktor dan Analisis regresi linier berganda

mempunyai pengaruh yang positif terhadap keputusan konsumen faktor dominan yang terlibat dalam pengambilan keputusan kaktus adalah faktor atribut harga

Ardinal Muhamad (2005)

Analisis Faktor Lingkungan Terhadap Keputusan Pembelian Telepon Genggam Dikalangan Mahasiswa

Faktor Lingkungan ;Budaya,kelua rga,pengaruh pribadi,situasi ,kelas social terhadap keputusan pembelian

Analisis factor,dan regresi linear berganda

FakTor Lingkungan budaya,keluar ga,pengaruh pribadi,situasi, kelas social berpengaruh kepada keputusan

Universitas Widyatama Bandung 2.5 Kerangka Pemikiran Factor Sosial

pembelian konsumen

Keputusan pembelian

Factor Pribadi

Gambar 2.2 : Kerangka pemikiran 2.6 Hipotesis Adapun yang menjadi hipotesis (dugaan sementara) dalam penelitian ini adalah : HA : Diduga faktor sosial dan faktor pribadi dipertimbangkan oleh konsumen dalam Ho pembelian mobil CV. Sentral Motor CV. Sentral Motor Banjarmasin. : Diduga faktor sosial dan faktor pribadi tidak dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian mobil CV. Sentral Motor Banjarmasin. HA : Diduga faktor pribadi menjadi faktor yang dominan dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian mobil CV. Sentral Motor Banjarmasin. Ho : Diduga faktor pribadi tidak menjadi faktor yang dominan dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian mobil CV. Sentral Motor Banjarmasin.

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian yang berjudul “Faktor-Faktor yang dipertimbangkan Konsumen dalam Pembelian mobil pada CV. Sentral Motor Banjarmasin. Menggunakan pendekatan positivisme yaitu dimana objek penelitian memiliki keteraturan yang naturalistik, empiris, dan behavioralistik. 3.2 Tipe Penelitian Pada penelitian ini, penulis menggunakan tipe yang bersifat eksplanatory. Penelitian eksplanatory yaitu suatu penelitian yang mengkaji hubungan antar variabel satu dengan variabel atau faktor-faktor yang lain dengan menguji hipotesis yang di ajukan. 3.3 Lokasi Penelitian Dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di kota Banjarmasin, terhadap pembeli atau konsumen pemakai mobil . Lamanya penelitian ini adalah 1 bulan. 3.4 Populasi dan Sampel Sugiyono ( 55: 2005 ) mengemukakan definisi populasi sebagai berikut: “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.” Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang telah menggunakan mobil ataupun yang akan membeli mobil, Peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada dalam populasi, oleh karena itu ditariklah beberapa sampel.

Sugiyono ( 56: 2005 ) mengemukakan definisi sampel sebagai berikut: “Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.” Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik simple random sampling, yakni sampel diambil secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Populasi dianggap homogen. Besarnya sampel dalam pewnelitian ini sebanyak 50 responden dari berbagai golongan dan berbagai usia pengguna mobil di Banjarmasin. 3.5 Teknik Penggumpulan Data a. Data Primer Data primer adalah data yang langsung diperoleh oleh peneliti dari sumber pertama. Data primer yang diperoleh dengan cara kuesioner. Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan data dengan menggunakan seperangkat pertanyaan yang diajukan kepada responden untuk memperoleh data yang diinginkan. Teknik pengumpulan data kuesioner dalam penelitian ini penulis gunakan sebagai masukan atau input variabel yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian mobil. Pengambilan data ini dilakukan dengan jalan menyebarkan kuesioner pada pemakai/pembeli mobil di Banjarmasin b. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung oleh peneliti. Data sekunder yang di dapat yaitu data penjualan serta produk yang di jual di CV. Sentral Motor, data jumlah industri di provinsi Kalimantan Selatan, dan data jumlah pariwisata yang datang ke Provinsi Kalimantan Selatan. 3.6 Variabel Penelitian

Variabel penelitian ini bersifat multivariat yaitu kelompok acuan, keluarga, peran dan status, usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, kondisi ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri dan keputusan pembelian. Pengembangan instrumen faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian mobil Pada CV. Sentral Motor Banjarmasin, dilihat dari faktor perilaku pembelian konsumen, yaitu : Faktor 1. Sosial Indikator/Variabel Kelompok acuan Nomor Item Angket 4. Pengaruh dari orang / kelompok lain Keluarga 5. Pengaruh dari keluarga Peran dan status 6. Sesuai dengan peran dan statusnya Usia & Tahap siklus hidup 7. Perubahan dalam hidup dari segi usia dan status dirinya Pekerjaan 8. Tuntutan dari jenis pekerjaan Kondisi ekonomi 9. Pendapatan tiap bulan Gaya hidup 10.Gaya hidup dalam berkendara Kepribadian dan konsep11. Memakai mobil sesuai dengan diri citra pribadinya

2. Pribadi

3.6.1

Definisi Operasional Variabel Keputusan pembelian adalah proses dimana individu atau kelompok menetapkan suatu barang ataupun jasa yang akan dibeli untuk memenuhi kebutuhannya. Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian mobil, yaitu : . 1. Faktor Sosial .a Kelompok acuan (X4) adalah kelompok yang mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perilaku seseorang. Kelompok acuan ini dapat diukur dari besarnya pertimbangan dari kelompok atau orang lain dalam pengambilan keputusan pembelian mobil oleh konsumen. .b Keluarga (X5) adalah organisasi yang sangat berperan penting dalam perilaku pembelian seseorang. Indikator ini

dapat diukur dari besarnya pertimbangan dari keluarga dalam pengambilan keputusan pembelian mobil oleh konsumen. .c Peran dan status (X6) adalah posisi ataupun kedudukan seseorang dalam tiap-tiap kelompok yang berpengaruh terhadap perilaku pembelian dirinya sendiri. Indikator ini dapat diukur dari besarnya pertimbangan dari konsumennya sendiri dalam pengambilan keputusan pembelian mobil yang dipengaruhi oleh peran dan statusnya dimasyarakat. 2. Faktor Pribadi a. Usia dan tahap siklus (X7) hidup adalah pertambahan usia dan perubahan siklus terhadap ini dapat mobil, kehidupannya perilaku diukur dimana yang dari akhirnya besarnya itu berpengaruh Indikator/variabel keputusan b c pembeliannya.

pertimbangan dari konsumennya sendiri dalam pengambilan pembelian keputusan dipengaruhi oleh usia dan perubahan dalam kehidupannya. Pekerjaan (X8). Indikator ini terkait dengan jenis pekerjaan konsumen apakah memerlukan mobil dalam bekerja . Keadaan ekonomi (X9). Indikator ini diukur dari sejumlah dana yang diterima konsumen setiap bulan. Maksudnya disini harga dari mobil itu sendiri masih terjangkau oleh dana yang didapat oleh konsumen setiap bulannya. d Gaya hidup (X10) adalah suatu perilaku yang ingin menghubungkan tepat tidaknya menggunakan mobil dengan gaya hidup orang ataupun konsumen yang bersangkutan.. e Kepribadian dan konsep diri (X11) adalah karakteristik psikologis yang dimiliki oleh seseorang dan gambaran yang dipunyai seseorang tentang dirinya sendiri yang memberikan pengaruh terhadap perilaku pembeliannya. Indikator ini diukur dari konsep pribadi yang dapat dihubungkan dengan attribut tertentu dari pilihan produk.

3.7 Validitas dan Reliabilitas 3.7.1 Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui valid tidaknya instrumen pengukuran. Dimana instrumen dikatakan valid apabila dapat mengukur apa yang semestinya diukur atau mampu mengukur apa yang ingin dicari secara tepat. Valid tidaknya suatu instrumen dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi antara skor item dengan skor totalnya pada taraf signifikan 5%, item-item yang tidak berkorelasi secara signifikan dinyatakan gugur. Dalam kaitannya dengan besarnya angka korelasi ini, Saifuddin Azwar (2003:159) menyebutkan bahwa koefisien validitas yang tidak begitu tinggi, katakanlah berada di sekitar 0,5 sudah dapat diterima dan dianggap memuaskan. Namun apabila koefisien validitas ini kurang dari 0,3 maka dianggap tidak memuaskan. Jadi dapat disimpulkan bahwa item dari suatu variabel dikatakan valid jika mempunyai koefisien ≥ 0,30 (Saifuddin Azwar, 2003:159). Berikut model matematisnya r = n ∑ ХҮ – ( ∑ Х ) ( ∑Ү ) √ { n ∑ Х ² - ( ∑ Х ) ² } { n ∑Ү ² - ( ∑Ү ) ² } Keterangan : r ∑Х ∑Ү = Keofisien korelasi = Jumlah skor variabel X = Jumlah skor variabel Y

∑ ХҮ = Jumlah skor ∑ Х ² = Jumlah skor kuadrat variabel X ∑Ү ² = Jumlah skor kuadrat variabel Y

n

= Jumlah responden Oleh karena data yang diambil merupakan data primer, maka

terlebih dahulu perlu dilakukan uji validitas butir. Dengan mengambil sampel 10 responden, maka hasil pengujian validitas sebagai berikut :

Tabel 3.1 Hasil Uji Validitas (Pra Penelitian) SOSIAL 1. Kelompok Acuan (X4) 2. Keluarga (X5) 3. Peran & Status (X6) PRIBADI 1. Usia & Tahap S.H (X7) 2. Pekerjaan (X8) 3. Keadaan Ekonomi (X9) 4. Gaya Hidup (X10) 5. K & Konsep Diri (X11) SIGNIFIKAN TOTAL SKOR ITEM 0,714 0,714 0,841 0,839 0,929 0,882 0,905 0,786 0,795 0,841 0,839 0,929 0,882 0,905 0,786 0,795

Perhitungan koefisien korelasi menunjukkan bahwa 15 item yang diteliti menghasilkan koefisien korelasi antara 0,714 hingga 0,996, sedangkan (r tabel = 0,707 pada taraf signifikan α = 5%). Dengan demikian seluruh r hitung lebih besar daripada r tabel yang berarti seluruh butir pada instrumen dinyatakan valid.

3.7.2

Reliabilitas

Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Untuk mengetahui apakah alat ukur reliable atau tidak, diuji dengan menggunakan metode Alpha Cronbach. Suatu penelitian dikatakan reliabel apabila alpha lebih besar atau sama dengan 0,6 (Widayat dalam jurnal Ario;2001). Berikut model matematisnya : a Keterangan : a δ K ∑ δ ² Хi δ²Х = Koefisien validitas = Alpha = Jumlah pecahan = Total dari varian masing-masing pecahan = Varian dari total skor = K K1 ( 1 - ∑ δ ² Хi ) δ²Х

Dengan mengambil sampel 10 responden, maka hasil pengujian reliabilitas sebagai berikut : Tabel 3.2 Hasil Uji Reliabilitas (Pra Penelitian) FAKTOR SOSIAL (F2) PRIBADI (F3) ALPHA 0,7163 0,8306 STANDAR ITEM ALPHA 0,7188 0,7844

Untuk mengukur kehandalan suatu instrumen digunakan koefisien Alpha Crombach, dengan hasil perhitungan 4 (empat) kelompok faktor yang diamati diperoleh alpha terkecil 0,7163. Sementara untuk keseluruhan item pada masing-masing kelompok dinyatakan handal apabila alpha lebih besar atau sama dengan α = 0,60 (Widayat dalam jurnal Ario;2001). Hasil perhitungan menunjukkan angka di atas 0,60 yang berarti bahwa data yang diperoleh dapat dipercaya konsistensinya.

3.8 Teknik Pengumpulan Skor Data yang dihasilkan dikumpulkan kemudian dianalisa secara kuantitatif. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian mobil pada VC. Sentral Motor Banjarmasin, maka diukur dengan skala Likert. Dalam Skala Likert digunakan 5 katagori penilaian yang masing-masing katagori tersebut akan dikualifikasikan dengan memberi katagori bobot penilaian. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat ditentukan klasifikasi pengukuran sebagai berikut :

Tabel 3.3 Klasifikasi Pengukuran Klasifikasi Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 3.9 Teknik Analisa Data 3.9.1 Analisis Faktor Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis yang dikemukakan di muka adalah analisis faktor. Menurut Malholtra (dalam jurnal Ario, 2001), analisis faktor adalah merupakan sekelompok atau serangkaian prosedur untuk mengurangi dan meringkas data. Model matematisnya : Skors 5 4 3 2 1

XI = Ai1F1 + Ai2F2 + Ai3F3 + … + Aim Fm + ViUi Keterangan : XI = variabel standar ke-i Aij = koefisien loading dari variabel i pada faktor umum j. F = faktor umum Vi = koefisien standartized loading dari variabel i pada faktor khusus i. Ui = faktor khusus bagi variabel i. m = jumlah dari faktor umum. Sedangkan faktor-faktor umum dapat dinyatakan sebagai berikut : Fi = Wi1X1 + Wi1X2 + … + WikXk Dimana : Fi = estimasi faktor loading ke-i. Wi = bobot atau koefisien nilai faktor. k = jumlah variabel Tahap-tahap dalam analisis faktor sebagai berikut : 1. Menguji ketepatan dari Analisis Faktor. Ini dapat dilakukan dengan Uji Bartlett dan melihat KMO-nya 2. Penentuan Jumlah Faktor, yaitu dengan melihat Eigen Value dan Persentase Komulatif Variance-nya. 3. Rotasi Faktor, yaitu untuk memudahkan interpretasi dan metode yang digunakan adalah metode varimax. 4. Interpretasi Faktor Selanjutnya untuk pengolahan data baik secara descriptive maupun pengujian statistik inferensial akan dibantu dengan menggunakan software SPSS 13.0 for Windows BAB IV GAMBARAN UMUM 4.1 Sejarah Perusahaan

Perusahaan CV. Sentral Motor Banjarmasin adalah merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang yang melayani penjualan dan pembelian mobil baru maupun bekas.. Pimpinan perusahaan ini adalah Bapak H.Mujahidin S.E, beliau lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Negri di Banjarmasin, setelah beliau lulus, beliau melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi di Jakarta. Sejak tahun 1999 beliau menggantikan ayahnya untuk mengelola usaha di bidang jual beli/tukar tambah cash/kredit mobil yang dulunya tidak diberi nama. Tempat usahanya sudah satu kali berpindah, pertama-tama dirumah beliau sendiri yaitu tepatnya di jln. Pramuka Km. 6, setelah usahanya di nilai sudah agak maju kemudian pindah ke jln. Ahmad Yani Km. 4,5 . Setelah maju usahanya, beliau menunaikan ibadah haji Tanah Suci Mekkah. Setelah beliau kembali ke Banjarmasin dan meneruskan usaha ayahnya pada bidang jual beli mobil tersebut. Jumlah tenaga kerja pada waktu itu untuk hanya di kerjakan oleh beliau sendiri di bantu dengan kerabat dekat saja. Kemudian pada ahkir tahun 1999 tepatnya tanggal 3 Desember 1999 yang awal-awal berdirinya usaha beliau tersebut belum diberi nama kemudian diberi nama dengan nama Sentral motor tetapi masih belum berbentuk CV. Oleh karena majunya usaha ini beliau mulai menambah tenaga kerja sehingga menjadi 12 orang, serta memilih seorang wakil yaitu Bapak Yuliadi, dengan bagian tata usaha sebanyak 9 orang dan bagian bengkel sebanyak 3 orang tenaga kerja. Kemudian menambah lagi tenaga

kerja sebanyak 8 orang sehingga jumlah pegawai keseluruhan berjumlah 20 orang. Dengan dibantu pegawai sebanyak inilah beliau berusaha bekerja dengan giat dan ulet untuk memajukan usahanya. Sejak tahun 2003 diberilah penamaan perusahaan tersebut

menjadi CV. Sentral Motor Banjarmasin, yang bergerak pada bidang : 1. 2. 3. 4. Pengadaan mobil bekas maupun yang baru Peralatan dan perlengkapan mobil. Cleaning service, belencing control juga pencucian. Bengkel. Perusahaan memperoleh modal sendiri dan juga mendapat bantuan dari pemerintah melalui pinjaman dari Bank. Perusahaan CV. Sentral Motor Banjarmasin ini awal-awalnya tanpa akte notaris, kemudian pada tahun 2003 di sahkan dengan Akte Notaris No.23 pada tanggal 18 Maret 2003di Banjarmasin, seiring dengan berubahnya perusahaan tersebut menjadi CV. Yang di buat oleh notaris Bertha Suriati Ihalauw Halim, SH dengan bentuk perusahaan komanditer atau CV. Dengan adanya Akte Notaris ini kemudian dilengkapi dengan Surat Izin Usaha Perdagangan Nomor 103/1803/PM/IIX/2003. Dalam menjalankan usahanya perusahaan ini mempunyai dua fungsi yakni : 1. Fungsi Produksi yaitu dengan bekerja sama dengan perusahaan mobil yang ada di Banjarmasin maupun yang berda di luar Banjarmasin seperti Jakarta .

2. Fungsi tempat yaitu membeli/menerima dari para pengusaha yang tidak mempunyai badan hukum perusahaan sendiri. Dengan kedua fungsi tersebut di atas perusahaan CV. Sentral Motor Banjarmasin mempunyai dampak yang baik bagi masyarakat, dunia usaha dan juga pemerintah. Dampak tersebut pertama adalah menciptakan lapangan kerja baru sehingga dalam perkembangannya dapat turut serta mengurangi pengangguran, kedua membantu memasarkan mobil yang akan di jual oleh pemiliknya. 4.2 Struktur Organisasi Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan struktur organisasi adalah gambaran skematis tentang hubungan-hubungan kerjasama dari orang-orang yang terdapat dalam struktur tersebut dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Dalam sebuah perusahaan struktur organisasi merupakan suatu hal yang penting dan harus dimiliki dengan tujuan agar kegiatan dalam perusahaan tersebut dapat berjalan lancar sesuai dengan bidang dan keahliannya masing-masing, serta tanggung jawab dari prosedur yang ada pada perusahaan tersebut. Perusahaan CV. Sentral Motor Banjarmasin dalam menjalankan usahanya mengunakan Sistem Organisasi Garis. Sistem Organisasi Garis adalah dimana suatu tanggung jawab dan arus kekuasaan berjalan secara garis lurus, yaitu tangung jawab dari pekerja atau karyawan dari tingkat yang paling bawah ke tingkat paling atas, sedangkan arus kekuasaan

mangalir dari atasan menuju kebawahan yang semuanya menurut garis lurus. Adapun struktur organisasi Perusahaan CV. Sentral Motor Banjarmasin ini, serta beberapa jabatan struktural dari CV. Sentral Motor Banjarmasin ini dapat kita lihat sebagai berikut :

Direktur Wakil Direktur

Bagian Penjualan

Bagian Pembelian

Bagian Administrasi & Keuangan Tata Usaha & Personalia Kasir I

Bagian Gudang/Bengk

Resepsioni sI Perawatan Resepsionis II

Bagian Penerimaa nn Bagian Perbaikan

Promosi

Kasir II Gudang Akuntansi

Data struktur CV. Sentral Motor Banjarmasin Sumber : CV. Sentral Motor Banjarmasin Gambar 4.1 : Struktur Organisasi Pada CV. Sentral Motor Banjarmasin

Pembagian tugas dari masing-masing bagian yang terdapat pada perusahaan CV. Sentral Motor Banjarmasin, yaitu : 1. Direktur/Pimpinan a. Penanggung jawab kebijaksanaann perusahaan, baik ke dalam dan ke luar perusahaan. b. Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan akhir dalam memecahkan masalah perusahaan. c. Membuat perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan

pengawasan atas jalannya perusahaan. d. Mengangkat, memberhentikan, mempromosikan para karyawan perusahaan. 2. Wakil Direktur/Pimpinan Wakil Direktur/Pimpinan bertugas menggantikan direktur/pimpinan, apabila direktur/pimpinan tidak ditempat atau di luar lingkungan kerja. 3. Bagian Penjualan a. Mengarahkan, membimbing, menkoordinasikan serta mengawasi kegiatan promosi yang dilakukan. b. Mengetahui semua penjualan dan biaya promosi. c. Membuat laporan penjualan. 4. Bagian Pembelian a. Mengarahkan, membimbing, menkoordinasikan serta mengawasi semua kegiatan pembelian dari mobil bekas maupun baru yang

layak pakai, konveksi dan juga segala keperluan yang dibutuhkan perusahaan. b. Mengetahui semua pengeluaran dan biaya pembelian. c. Membuat laporan pembelian. d. Membina hubungan kerja dengan para pemasok bahan seperpart mobil, bahan-bahan yang diperlukan dan keperluan perusahaan lainnya. e. Menyiapkan order pembelian. f. Merencanakan dan melaksanakan pembelian secara teratur bila ada pemesanan.

5. Bagian Administrasi dan Keuangan a. Menyangkut anggaran belanja perusahaan dan pembelian barang produksi, gaji dan sebagainya. b. Mengatur pembelanjaan perusahaan dan mengawasi semua

penerimaan yang baik melalui kas maupun dari bank. c. Mengatur dan mengawasi tata persuratan dan administrasi umum. d. Membuat laporan keuangan perusahaan setiap bulan. e. Membuat laporan tahunan tentang kemajuan perusahaan dan laporan rugi/laba perusahaan berserta neracanya. Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan dibantu oleh 4 (empat) seksi, yaitu :

1. Tata Usaha dan Personalia a. Mengarahkan, membimbing, menkoordinasikan serta mengawasi kegiatan peneriamaan pembianaan karyawan. b. Mengetahui semua pengeluaran biaya pada bagian personalia. c. Membuat data personalia. d. Menerima dan menyeleksi karyawan e. Melatih dan mendidik karyawan. 2. Kasir I dan kasir II a. Membayar gaji/upah para karyawan baik mingguan maupun bulanan. b. Membayar pembelian barang/bahan baku keperluan produksi seperti bahan seperpart, peralatan dan sebagainya. c. Menerima penyimpanan dan pemasukan uang dari hasil penjualan produksi. d. Mencatat seluruh pengeluaran dan penerimaan uang dalam bukti pembayaran. 3. Akuntansi a. Mencatat dalam daftar seluruh pengeluaran maupun penerimaan yang diserahkan oleh kasir. b. Membuat dan melaporkan posisi keuangan setiap hari. 6. Bagian Bengkel a. Mengadakan perbaikan serta perawatan b. Mencatat jumlah mobil yang diperbaiki

c.

Membuat laporan perbaikan untuk disarahkan kepada bagian gudang

d. Membuat permintaan pengadaan barang/bahan baku seperpart yang diperlukan 7. Bagian Gudang a. Mencatat klasifikasi barang/bahan baku b. Mencatat mutasi keluar dan masuk barang c. Menyortir barang/bahan baku. d. Membuat laporan penerimaan barang 4.3 Bahan dan Peralatan Pada tiap perusahaan untuk berjalan dengan lancarnya

perusahaan diperlukan bahan/seperpart dan peralatan yang hampir semua merupakan suatu bahan pokok untuk perusahaan. Perusahaan CV. menjual jenis mobil sebagai berikut : 1. Mobil yang dijual bermacam merek dan kondisi baru maupun second, yaitu :     2. Honda / semua varians Toyota /semua varians Isuzu / semua varians Suzuki / semua varians peralatan bengkel seperti obeng-obeng, kunci pas dari yang paling kecil sampai yang paling besar.    Daihatsu /semua varians Mitsubishi / semua varian Merek lain

3.

Peralatan kantor, seperti pensil, gunting, penggaris dan lainlain yang mendukung

4.4

Proses Produksi Proses produksi dalam perusahaan ini biasanya hanya

mengandalkan dari orang-orang yang ingin menjual atau membeli mobil secara cepat dikarenakan proses transaksi lebih praktis dan efesien. Dan juga bagaimana hasil perbaikan yang dilakukan oleh bagian perbaikan dengan kata lain bagian bengkel. 4.5 Visi dan Misi Perusahaan Visi dari CV. Sentral Motor Banjarmasin adalah menjadi perusahaan mobil yang dapat memberikan kepuasan layanan yang baik kepada para pelanggan atau konsumen dan nilai serta harga yang lebih dapat di jangkau oleh masyarakat, Sedangkan misi dari CV. Sentral Motor adalah bisa

menpermudah masyarakat memperoleh mobil dengan harga yang murah dan juga dapat dijangkau oleh semua lapisan. 4.6 Lokasi Perusahaan CV. Sentral Motor berlokasi di Jl. Jend. A. Yani Km 5

Banjarmasin, telepon (0511) 3274468, 3274469. 4.7 Pemasaran

Memasarkan barang yang telah dihasilkan tidaklah mudah dapat berhasil begitu saja. Memasarkan mobil ini perusahaan dengan

menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Menentukan lokasi penjualan Dengan memilih tempat yang strategis untuk memasarkan. 2. Waktu yang tepat Untuk mencapai target maka harus waktunya harus disesuaikan dengan saat yang tepat pula dan agar tidak terjadi pemborosan waktu yang berlarut-larut. 3. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab Pembagian kerja yang disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. 4. Pelaksanaan tindakan yang terperinci dan terarah merupakan satuan program yang tersusun sebelum pelaksanaan dimulai. 5. Komunikasi dan informasi yang lengkap dapat menunjang dalam

pengambilan keputusan yang lebih tepat. Selain daripada itu perusahaan juga menggunakan Sistem Informasi Pasar (SIP). Sistem Informasi Pasar sangat berguna sebagai cara yang paling praktis utnuk memperoleh data, sehingga sangat memudahkan mengetahui segala hal yang mengganggu kegiatan kelancaran pemasaran mobil dapat diambil keputusan penyelesaiannya dengan lebih efektif dan efisien. Saluran distribusi yang digunakan CV. Sentral Motor Banjarmasin ini adalah secara langsung kepada konsumen, konsumen

datang sendiri kepada perusahaan, melalui telepon dan pesanan-pesanan melalui perantara. Perusahaan juga melakukan promosi melalui pemasangan iklaniklan (melalui surat kabar, radio, internet dan sebagainya), pajangan etalase (window display) agar terlihat oleh calon konsumen atau pembeli, melalui pameran-pameran seperti pameran pembangunan, pameran industri dan lainlain, melalui show room dengan mengadakan pertunjukan dimana ruangannya telah diatur sedemikian rupa dan dapat dilihat oleh masyarakat umum , serta melalui pembungkusan dan hadiah-hadiah untuk menarik perhatian konsumen dengan membuat merek barang-barang yang di jual, simbol dan tulisan yang maksudnya membujuk, mempengaruhi dan memberikan informasi kepada konsumen. Oleh sebab itu, hasil penjualan yang dilakukan oleh perusahaan ini selalu meningkat dari tahun ke tahun dengan pesat. 4.8 Tenaga Kerja dan Jam kerja Tenaga kerja atau sering disebut dengan karyawn pada perusahaan mempunyai unsur penting dalam pengendalian produksi, menentukan berhasil tidaknya suatu proses produksi tergantung dari kemampuan kerja dan kesungguhan kerja dari karyawan tersebut. Sangat pentingnya bagi perusahaan tentang kemampuan dan kesungguhan kerja, sehingga dalam memberikan kebijaksanaan yang nantinya memberikan umpan balik dalam bekerja bagi tenaga kerja.

Klasifikasi tenaga kerja tersebut dengan fungsi yang berbeda pula : 1. Tenaga kerja Administrasi Mereka mengelola administrasi, organisasi dan manajemen perusahaan. Mereka diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan perusahaan. Mereka memperoleh gaji per bulan. 2. Tenaga Kerja Lepas Mereka mengerjakan proses produksi, tetapi khusus menyirang dan tidak mempunyai keterikatan langsung dengan perusahaan. Mereka adalah masyarakat yang berada di rumah masing-masing, mereka mendapat upah per meter dari kain yang mereka hasilkan. 3. Tenaga Kerja Penjualan Mereka yang mengatur pengiriman barang-barang yang masuk dan yang keluar dari perusahaan. Mereka meneriman gaji per bulan. Jam kerja perusahaan sesuai dengan peraturan pemerintah tentang jam kerja yang diperbolehkan. Perusahaan menetapkan jam kerja sebagai berikut : 1. Pagi 2. Istirahat 3. Siang : 09.00 – 12.00 Wita : 12.00 – 13.00 Wita : 13.00 – 17.00 Wita Jam kerja ini berlaku setiap hari kerja, tidak terkecuali pada hari libur. Dari jam kerja ini perusahaan menetapkan upah yang berbeda dari tiap unit pekerjaan produksi tersebut.

4.9

Profile Konsumen Dengan dibagikannya kuesioner pada 50 responden pada CV. Sentral Motor Banjarmasin, maka diperoleh karakteristik responden, yaitu : 1. Jenis Kelamin Tabel 4.1 Jenis Kelamin No Jenis Kelamin 1. Laki – laki 2. Perempuan Total F 40 10 50 Persentase % 80 % 20% 100 %

Dari tabel 4.1, dapat diketahui bahwa konsumen dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 40 orang atau dengan persentase sebanyak 80 %. Sedangkan perempuan dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 10 orang atau 20 %. Dengan ini, berarti responden mayoritas berjenis kelamin laki - laki.

2. Pendidikan Terakhir Tabel 4.2 Pendidikan Terakhir No 1. 2. 3. 4. Pendidikan Terakhir SMA Diploma 3 S1 S2 Total F 10 18 20 2 50 Persentase % 20 % 36 % 40% 4% 100 %

Pendidikan terakhir para responden lulusan SMA sebanyak 10 orang atau dengan persentase sebanyak 20 %, untuk lulusan Diploma 3 sebanyak 18 orang atau 36 %, untuk S1 sebanyak 20 orang atau 40 %, sedangkan S2 sebanyak 2 orang atau 4 %.

3. Usia Tabel 4.3 Usia Responden No 1. 2. 3. 4. 5. Usia Di bawah 20 Tahun 20 - 25 Tahun 26 – 35 Tahun 36 – 40 Tahun 40 Tahun Ke atas Total F 0 5 20 15 10 50 Persentase % 0% 10 % 40 % 30 % 20 % 100 %

Dari data responden yang didapat, maka responden di bawah 20 tahun sebanyak 0 %, responden 20 sampai 25 tahun ada 5 orang atau 10 %, responden yang berusia 26 sampai 35 tahun sebanyak 20 orang dengan persentase 40 %, usia 36 hingga 40 tahun sebanyak 15 responden atau 30%, sedangkan respoden berusia di atas 40 tahun sebanyak 10 orang atau 20 %. 5. Jenis Pekerjaan Tabel 4.4

Jenis Pekerjaan No 1. 2. 3. 4. 5. Jenis Pekerjaan PNS Pegawai Swasta Wiraswasta Pelajar/Mahasiswa Lain-lain Total F 15 10 20 0 5 50 Persentase % 30 % 20% 40 % 0% 10 % 100 %

Dari tabel di atas terlihat bahwa responden dengan pekerjaan sebagai PNS sebanyak 15 orang atau dengan persentase sebanyak 30 %, pegawai swasta 10 orang atau 20 %, wiraswasta 20 responden atau 40 %, pelajar/mahasiswa 0 %, sedangkan lain-lain sebanyak 5 orang atau persentasenya sebanyak 10 %.

6. Pendapatan Perbulan Tabel 4.5 Pendapatan Perbulan No 1. 2. 3. 4. 5. Pendapatan Perbulan Di bawah Rp. 2.000.000,Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000.000 ,Rp. 3.000.000 – Rp. 4.000.000 ,Rp. 4.000.000 – Rp. 5.000.000 ,Di atas Rp. 5.000.000 ,Total F 5 9 11 10 15 50 Persentase % 10 % 18 % 22 % 20 % 30 % 100 %

Dari tabel 4.6 di atas terlihat bahwa responden yang berpendapatan di bawah Rp. 2.000.000,- dan berpendapatan diantara Rp. 2.000.000,- sampai Rp. 3.000.000,sebanyak 9 orang atau 18 %, responden dengan gaji perbulan berkisaran antara Rp. 3.000.000,- sampai Rp. 4.000.000,- ada 11 orang atau 22 %, dan Rp.

4.000.000,- sampai Rp. 5.000.000,- ada 10 responden atau 20 %, sedangkan responden yang berpendapatan di atas Rp. 5.000.000,- sebanyak 15 atau dengan persentase sebanyak 30 % responden. BAB V PEMBAHASAN .1 Analisis Deskriptif Analisis deskrptif diperlukan untuk mendukung analisis

kuantitatif dan memberikan gambaran mengenai variabel-variabel yang ada dalam faktor-faktor. Variabel pada faktor sosial, variabelnya adalah kelompok acuan, keluarga dan peran dan status, dan pada faktor pribadi adalah ; usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup dan keperibadian dan konsep diri. Dari tiap variabel tersebut akan disajikan dalam distribusi frekunsi menurut item yang ada. Dari deskriptif frekuensi diketahui nilai skor masing-masing item dan rata-rata skor masing-masing variabel. Adapun dasar interprestsi skor item dalam variabel penelitian adalah sebagaimana digambarkan pada tabel berikut. Tabel 5.1 Dasar Interprestsi Skor Item dalam Variabel Penelitian Klasifikasi Sangat Setuju Sekali Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skors 5 4 3 2 1

Hasil dari skor masing-masing item secara keseluruhan variabel penelitian disajikan dalam lampiran. Dari lampiran tersebut dibuat frekuensi untuk tiap-tiap variabel penelitian seperti berikut ini : 1. Faktor Sosial Tabel 5.2 Deskriptif Frekuensi Faktor Sosial N o Variabe l Peneliti 1 an Kelomp ok Acuan 2 Keluarg a 3 Peran dan Status Pengaruh dari kelompok lain Pengaruh dari keluarga Sesuai dengan peran 50 1 3 3 2,5 50 4 10 1 2 1 5 3 7,5 8 30 8 2 0 2 0 1 4 4 10 0 0 35 2 5 50 6 15 1 5 3 7,5 6 1 5 1 1 27,5 2 5 Item F To t F SSS % S F % Skor N TS F % F % STS F %

status Sumber : Data Primer diolah (2008) Pada variabel kelompok acuan dapat diketahui, bahwa sebanyak 21 orang atau 52,5 % konsumen setuju dan sangat setuju sekali jika mereka membeli kain sasirangan di Citra Sasirangan, karena pengaruh dari orang lain atau kelompok lain. Pada variabel keluarga sebanyak 16 orang atau 40 % konsumen setuju dan sangat setuju, namun 40 % nya lagi konsumen menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju dan 8

orang menjawab netral. Hal ini berarti bahwa para konsumen membeli kain sasirangan bukan karena pengaruh dari keluarga, melainkan ada pengaruh dari orang atau kelompok lain. Sedangkan pada variabel peran dan status para konsumen yang menjawab setuju dan sangat setuju sekali, bahwa meraka membeli kain sasirangan di Citra Sasirangan sebanyak 28 orang atau 70 %. 2. Faktor Pribadi Tabel 5.3 Deskriptif Frekuensi Faktor Pribadi N o 1 Variabel Penelitian Usia Tahap Siklus Hidup & Perubahan dalam hidup baik segi dan 2 Pekerjaan dari usia status 50 1 3 50 1 5 50 6 3 2,5 3 7,5 15 1 6 1 3 1 3 50 8 20 2 2 3 2,5 3 1 30 8 6 15 5 40 5 12,5 6 1 5 1 2,5 2 0 1 2,5 3 7,5 2 5 1 2,5 1 2,5 0 0 50 9 2 2 55 4 10 3 7, 5 2 5 2,5 2 Item F To t SSS F % S F % Skor N F % TS STS F % F %

dirinya Tuntutan dari jenis pekerjaan Pendapatan tiap bulan Gaya hidup dalam berpakaian Motifnya dengan citra

3 4.

Keadaan Ekonomi Gaya Hidup

2,5 2 55 5

5.

Kepribadi an Konsep

& sesuai

Diri

pribadinya

Sumber : Data Primer diolah (2008) Dari tabel di atas, pada variabel usia dan tahap siklus hidup, 31 orang atau 77,5 % konsumen menjawab setuju dan sangat setuju sekali. Jadi, kesimpulannya mayoritas karayawan setuju dengan adanya perubahan dalam hidup mereka, baik dari segi usia maupun status dari diri meraka ketika mereka memutuskan untuk melakukan pembelian kain sasirangan di Citra Sasirangan. Pada variabel pekerjaan sebanyak 29 orang atau 72,5 % menjawab setuju dan sangat setuju sekali. Jadi, kesimpulannya mayoritas konsumen di Citra Sasirangan setuju bahwa meraka membeli kain sasirangan karena tuntutan pekerjaan meraka. Pada variabel keadaan ekonomi 28 orang atau 70 % manjawab sangat setuju sekali dan setuju. Jadi, kesimpulannya konsumen Citra Sasirangan setuju bahwa kain sasirangan yang dijual di Citra Sasirangan masih terjangkau bagi para konsumen Citra Sasirangan itu. Pada variabel gaya hidup, para konsumen menjawab setuju dan sangat setuju sekali sebanyak 19 orang atau 47,5 %, dan sisanya netral 12 orang atau 30 %, tidak setuju 8 orang atau 20 % serta 1 orang atau 2,5 %, hal ini berarti bahwa meraka membeli bukan karena kain sasirangan sesuai dengan gaya hidup meraka melainkan karena hal lain. Sedangkan pada variabel kepribadian dan konsep diri konsumen yang membeli kain sasirangan karena motif nya sesuai dengan citra pribadi meraka menjawab setuju dan sangat setuju sekali sebanyak 30 orang atau 75 %.

5.2

Analisis Validitas dan Reliabilitas

5.2.1 Analisis Validitas Oleh karena data yang diambil merupakan data primer, maka terlebih dahulu perlu dilakukan uji validitas butir. Dengan mengambil sampel 15 responden, maka hasil pengujian validitas sebagai berikut : Tabel Hasil Uji Validitas SOSIAL 1. Kelompok Acuan (X1) 2. Keluarga (X2) 3. Peran & Status (X3) PRIBADI 1. Usia & Siklus Hidup (X4) 2. Pekerjaan (X5) 3. Keadaan Ekonomi (X6) 4. Gaya Hidup (X7) 5. Kepribadian (X8) Sumber : Data Primer diolah (Februari, 2008) Signifikan 0,001 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Total Signifikan Item 0,776 0,900 0,872 0,872 0,879 0,855 0,820 0,810

Berdasarkan hasil pengujian validitas terhadap instrumen yang digunakan dalam penelitian ini seperti dikemukakan di atas dapat diketahui bahwa perhitungan koefisien korelasi menunjukkan bahwa 8 item yang diteliti menghasilkan koefisien korelasi antara 0,776 hingga 0,900 lebih besar dari 0,3, dimana koefisien validitas yang tidak begitu tinggi, katakanlah berada di sekitar 0,5 sudah dapat diterima dan dianggap memuaskan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pada instrumen dinyatakan valid. 5.2.2 Analisis Relibilitas Dengan mengambil sampel 15 responden, maka hasil pengujian reliabilitas sebagai berikut : Tabel Hasil Uji Reliabilitas FAKTOR ALPHA STANDAR ITEM ALPHA 0,8117 0,9025

SOSIAL (F1) 0,7982 PRIBADI (F2) 0,8967 Sumber : Data Primer diolah (Februari, 2008)

Untuk mengukur kehandalan suatu instrumen digunakan koefisien Alpha Crombach, dengan hasil perhitungan 2 (dua) kelompok faktor yang diamati diperoleh alpha terkecil 0,8117. Sementara untuk keseluruhan item pada masing-masing kelompok dinyatakan handal apabila alpha lebih besar atau sama dengan α = 0,60. Hasil perhitungan

menunjukkan angka di atas 0,60 yang berarti bahwa data yang diperoleh dapat dipercaya konsistensinya. 5.3 Analisis Faktor Dalam analisis faktor terdapat beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut : 1. Menguji ketepatan dari analisis faktor. Hal ini dilakukan dengan uji Barlett dan melihat KMO-nya.

Tabel
KM O and Bartle tt's Te st Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square df Sig. .764 201.694 28 .000

Nilai KMO hasilnya 0,764 yang lebih besar dari 0,5. Hal ini berarti ada kedekatan antar variable. Hasil uji barlett diperoleh nilai statistic 201,694 pada taraf siknifikansi 0,000 berarti antar variable terjadi korelasi (signifikansi < 0,05). Untuk nilai MSA variable yang termasuk dalam factor social dan factor pribadi menunjukkan nilai MSA>0,5, hal ini berarti memperlihatkan ada hubungan antar variable yang sangat erat.

2.

Menentukan banyaknya faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen dengan melihat Eigen Value dan persentase Komulatif Variance Tabel Total Variance Explained

Co Initial Eigenvalues mp o Total % of Cumulati nent Varianc ve % e 1 4,27 53,489 53,489 2 9 14,575 68,063 3 1,16 10,425 78,488 4 6 7,204 85,692 5 ,834 5,192 90,884 6 ,576 4,443 95,327 7 ,415 2,801 98,128 8 ,355 1,872 100,000 ,224 ,150

Extraction Sums of Squared Loadings Total % of Cumulati Varianc ve % e 4,27 53,489 53,489 9 14,575 68,063 1,16 6

Rotation Sums of Squared Loadings Tota % of Cumulati l Varianc ve % e 2,88 36,006 36,006 0 32,058 68,063 2,56 5

Angka initial eigenvalues menunjukkan kepentingan relative masing-masing factor dalam menghitung varians keseluruhan variable yang dianalisis. Component menunjukkan jumlah factor, dan jumlah factor yang terbentuk dapat dilihat pada table total variance explained adalah 2 (dua), hal ini karena pada component 3 angka initial eigenvalues sudah dibawah 1 (0,834), sedangkan pada component 2 angka initial eigenvalues diatas 1 ( 1,166), sehingga factor yang terbentuk adalah 2 faktor. Hasil dari proses tersebut menunjukkan bahwa kemampuan teknik ini dalam menjelaskan keragaman seluruh data yang ada adalah sebesar 68,063 % sedangkan sisanya 31,937 % dijelaskan oleh factor

lain diluar penelitian ini. Nilai kumulatif sebesar 68,063 % ini masih dipandang baik dalam menjelaskan fenomena data ini, karena masih diatas 50 %, artinya lebih dari variabilitas data masih dapat dijelaskan dengan baik oleh teknik ini. 3. Rotasi faktor sosial, dan faktor pribadi Setelah jumlah faktor yang terbentuk telah diketahui, dilanjutkan dengan melakukan proses rotasi faktor, dimana penelitian ini menggunakan rotasi varimax. Hasilnya tertera pada tabel, sebagai berikut :

Tabel Rotated Component Matrix Component 1 2 X1 ,259 ,674 X2 ,117 ,879 X3 ,183 ,786 X4 ,694 ,178 X5 ,624 ,608 X6 ,707 ,392 X7 ,778 ,448 X8 ,889 7,195E03 Dari hasil rotasi factor dapat diperoleh 8 variabel yang tercakup ke dalam 2 faktor yaitu, factor social dan factor pribadi, dimana

semuanya mempunyai factor loading lebih besar dari 0,50. Hasil rotasi menunjukkan bahwa semua variable yang ada mengelompok sesuai dengan dengan kelompoknya masing-masing. Jadi, jelas dapat disimpulkan bahwa semua variable tersebut adalah valid. Angka-angka yang tertera pada tiap kolom component pada tabel disebut factor loading, yang menunjukkan korelasi antara suatu dengan masing-masing faktor yang terbentuk. Masing-masing variabel dikelompokkan ke dalam faktor menurut angka factor loading terbesarnya. Sebagai contoh, variabel “kelompok acuan” mempunyai factor loading sebagai berikut: 0,259 (pada component 1), dan 0,674 (pada component 2), Factor loading terbesarnya adalah 0,674 (pada component 2), yang berarti bahwa variabel kelompok acuan tersebut termasuk dalam kelompok component 2 (faktor 2).

4. Interpretasi Faktor sosial, dan faktor pribadi Interpretasi hasil berdasarkan factor loading dari setiap faktor dapat dijelaskan sebagai berikut : a) Faktor 1 (Pribadi) Faktor pribadi merupakan faktor dominan yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian karena mempunyai egien value sebesar 4,279 dan mampu menjelaskan keragaman variasi sebesar 36,006 % Faktor ini terdiri dari indikator -indikator, yaitu : usia dan tahap

siklus hidup (factor loading 0,694); pekerjaan (factor loading 0,598); keadaan ekonomi (factor loading = 0,707); gaya hidup (factor

loading = 0,778); dan kepribadian (factor loading = 0,889), semua indikatornya mengelompok pada component 1. b) Faktor 2 (Sosial) Faktor Sosial merupakan faktor yang mempunyai egien value

sebesar 1,166 dan mampu menjelaskan keragaman variasi sebesar 32,058 %. Dari tabel 5.10 dapat dilihat indikator yang termasuk dalam faktor ini adalah : kelompok acuan (factor loading = 0, 674); keluarga (factor loading = 0,879); dan peran dan status (factor loading = 0,786), semua variabel mengelompok dan terletak pada component 2. Selanjutnya dilakukan pemberian nama faktor menurut

kesesuaian dengan indikator-indikator/variabel-variabel di dalamnya, sehingga didapat hasil akhir yang ditunjukkan pada tabel, sebagai berikut : Tabel Hasil Analisa Faktor No. Indikator/Variabel Faktor Yang Terbentuk Faktor – 1 (Faktor Pribadi) Eigien value 4,142 Factor Loading 0,889 0,778 0,707 0, 694 0,598 % Variance 36,006

1. Kepribadian (X8) 2. Gaya Hidup (X7) 3. Keadaan Ekonomi (X6)

4. Usia & Tahap Siklus Hidup 5. (X4)

Pekerjaan (X5) 6 Keluarga (X5) 7. Peran & Status (X6)

Faktor – 2 (Faktor Sosial) 1,166

0,879 0,786 0, 674 32,058

8. Kelompok Acuan (X4) Sumber : Data Primer diolah (Februari, 2008)

Hasil analisa faktor pada tabel menunjukkan bahwa pribadi (faktor 1) merupakan faktor utama atau faktor dominan yang dipertimbangkan oleh pembeli Banjarmasin, karena faktor ini

mempunyai eigen value lebih besar dari 1, yaitu 4,142 atau lebih besar dari faktor sosial. Hal ini tentu saja dapat dimengerti karena Banjarmasin. 5.4 Pengujian Hipotesis 1. Pengujian Hipotesis I Berdasarkan hasil analisa faktor di atas pada tabel ,maka dapat diketahui bahwa ada 2 (dua) faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian Banjarmasin, yaitu faktor sosial,dan pribadi, dimana jumlah faktor yang terbentuk dilihat pada angka initial eigenvalues terkecil, yaitu yang lebih besar dari 1. Pada tabel 5.9, posisi tersebut terletak pada component 2, dimana angka initial eigenvalues untuk component 2 adalah 1,166 (di atas 1), sedangkan untuk component 3 angka initial eigenvalues sudah di bawah 1 (0,834), maka faktor yang terbentuk adalah sejumlah 2 faktor. Jadi, dengan demikian menjawab hipotesis pertama (1) dari perumusan masalah yang diterima adalah HA, bahwa faktor social dan pribadi dipertimbangkan konsumen dalam pembelian Banjarmasin.

2. Pengujian Hipotesis II Berdasarkan hasil analisa faktor di atas pada tabel dan tabel, maka dapat diketahui bahwa faktor pribadi merupakan faktor yang dominan dipertimbangkan konsumen dalam pembelian dari pada faktor sosial, , karena eigen values faktor pribadi lebih besar dari faktor sosial, yaitu sebesar 4,279 dan semua indikator/variabel dari faktor pribadi mengelompok pada component 1, yang menyatakan bahwa faktor pribadi merupakan faktor yang ada pada urutan pertama (1) pada tabel. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua (2) yang diterima adalah HA, bahwa faktor pribadi menjadi faktor yang dominan

dipertimbangkan konsumen dalam pembelian Banjarmasin. BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan Fokus penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian mobil pada CV. Sentral Motor Banjarmasin dan faktor yang lebih dominan dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian mobil pada CV. Sentral Motor Banjarmasin. Analisis semula didasarkan pada 15 variabel yang dikelompokkan ke dalam 4 (empat) faktor yakni : faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis, dimana hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa keempat faktor tersebut merupakan faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian mobil

pada CV. Sentral Motor Banjarmasin dan yang menjadi faktor dominannya adalah faktor budaya dan sosial. Penelitian ini menggunakan analisis faktor. Analisis faktor digunakan untuk menyederhanakan dan mereduksi beberapa

indikator/variabel dari 15 (lima belas) indikator/variabel yang diamati ke dalam sejumlah faktor sehingga bisa diyakini sebagai faktor atau sumber yang melandasi pertimbangan konsumen dalam pembelian mobil pada CV. Sentral Motor Banjarmasin. Teknik analisis faktor yang digunakan adalah Principal Component Analysis (PC) dan menggunakan rotasi varimax. Dari uji analisis faktor diperoleh hasil bahwa ke 15 (lima belas) indikator/variabel yang ditahan didalam model dan mengelompok ke dalam 4 (empat) faktor tersebut memenuhi kriteria MSA > 0,50. Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian mobil pada CV. Sentral Motor Banjarmasin yang disusun sesuai dengan hasil dari analisa faktor, dimana faktor budaya dan sosial merupakan faktor yang lebih dominan dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian mobil pada CV. Citral mobil Banjarmasin tersebut. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : a. Faktor budaya, yang terdiri dari indikator/variabel: budaya (X1), subkebudayaan (X2), dan kelas sosial (X3). b. Faktor pribadi yang terdiri dari indikator/variabel: usia dan tahap siklus hidup (X7), kepribadian & konsep diri (X11),

pekerjaan hidup(X10). c.

(X8),

keadaan

ekonomi

(X9)

dan,

gaya

Faktor Psikologis yang terdiri dari indikator/variabel : Pembelajaran (X14), motivasi (X12), keyakinan & sikap (X15) dan persepsi (X13),

d.

Faktor sosial yang terdiri dari indikator/variabel : peran dan status (X6), kelompok acuan (X4) dan keluarga (X5).

6.2 Saran Dari hasil penelitian dan didasarkan pada kesimpulan yang ada maka dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut : 1. Mengingat bahwa terdapat 4 (empat) faktor yang

dipertimbangkan konsumen terhadap pembelian mobil pada CV. Sentral Motor Banjarmasin, maka pihak produsen perlu memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan keempat faktor tersebut yaitu faktor : budaya, sosial, pribadi dan psikologis. Keempat faktor tersebut merupakan faktor yang berasal dari luar lingkungan konsumen dan dari dalam individu konsumen. 2. Berkaitan dengan faktor budaya, yang paling dominan terhadap pembelian konsumen mobil diantara keempat faktor tersebut, maka pihak produsen perlu lebih memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan indikator-indikator/variabelvariabel yang terdapat didalam faktor budaya tersebut, yaitu

indikator/variabel : budaya, subkebudayaan dan kelas sosial, terhadap produk mobil. Untuk mengantisipasi persaingan dengan perusahaan yang sejenis, maka pihak produsen perlu lebih kreatif dan inovatif dalam mengkreasikan produknya dengan cara mempromosikan lewat media cetak maupun elektronek serta meningkatkan pelayanan terhadap konsumen. Dengan demikian diharapkan para pelanggan maupun konsumen yang baru senantiasa tertarik untuk membeli mobil pada perusahaan kita.

Kuesioner FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN MOBIL CV. SENTRAL MOTOR BANJARMASIN Kuesioner tertutup Kuesioner ini hanya untuk keperluan persyaratan dan penelitian skripsi. Jadi, saya mohon Bapak, Ibu, saudara/i mau membantu saya dalam mengisi kuesioner ini. Atas bantuan yang diberikan saya ucapkan terima kasih. Petunjuk Pengisian: 1. Isilah Identitas Responden 2. Berilah Tanda Silang (X)/(√) Pada Jawaban Yang Anda Anggap Benar 3. keterangan jawaban SS S N TS STS : Sangat Setuju : Setuju : Netral : Tidak Setuju : Sangat Tidak Setuju : : :

Identitas Diri Responden A. No Responden B. Alamat C. Usia

1. dibawah 20 tahun 2. 20 – 25 tahun 3. 26 – 35 tahun D. Jenis Pekerjaan ; 1. PNS 2. Pegawai Swasta 3. Wiraswasta E. Pendapatan per Bulan: 4. Kurang dari Rp. 2.000.000,5. Rp. 2.000.000,- - Rp.3.000.000,6. Rp.3.000.000,- - Rp.4.000.000,7. Rp.4.000.000,- - Rp.5.000.000,8. Di atas Rp.5.000.000,-

4. 36 – 40 tahun 5. di atas 40 tahun

4. Pelajar/Mahasiswa 5. Lain-lain

A. Faktor Sosial: : Anda membeli Mobil pada CV. Sentral Motor Banjarmasin, kerena? Indikator Kelompok acuan Keluarga Pertanyaan Adanya pengaruh dari orang atau kelompok lain Adanya pengaruh atau dorongan dari SS S N TS STS

keluarga Peran dan Sesuai dengan peran dan status anda di status masyarakat B. Faktor Pribadi : : Anda membeli Mobil pada CV. Sentral Motor Banjarmasin, kerena? Indikator Pertanyaan Usia & tahap Adanya perubahan dalam hidup, baik dari siklus hidup segi usia maupun status anda Pekerjaan Tuntutan dari pekerjaan anda Keadaan Adanya perubahan dalam segi ekonomi penghasilan hidup anda Gaya hidup Sesuai dengan gaya hidup anda Kepribadian Sesuai dengan citra pribadi anda & konsep diri SS S N TS STS

Usia & Siklus Hidup

Gaya Hidup

Responden

Kpribadian

Peran dan Status

Pekerjaan

kelompok Acuan

Keluarga

Kondisi Ekonomi

1

4

5

4

13

4

4

4

4

5

21

Pribadi

Sosial

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

4 3 3 4 4 5 5 4 4 2 4 4 3 3 4 2 3 4 1 4 2 4 2 4 4 2 2 4 2 2 5 4 5 4 4 3 4 5 4 5 5 5 5 4 3 2 3 4 5

4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 2 3 4 3 4 3 3 4 1 1 2 1 2 1 2 2 2 4 2 4 5 4 5 4 4 3 4 4 5 3 4 3 5 5 5 4 4 3 3

4 4 4 5 5 3 5 5 4 4 4 3 5 4 4 3 3 4 4 3 5 4 4 4 4 2 5 2 4 4 5 4 5 5 5 4 2 3 3 4 5 5 4 3 2 4 5 5 4

12 11 11 13 13 10 14 12 12 10 10 10 12 10 12 8 9 12 6 8 9 9 8 9 10 6 9 10 8 10 15 12 15 13 13 10 10 12 12 12 14 13 14 12 10 10 12 12 12

4 4 5 4 5 4 5 5 5 4 4 4 4 4 5 1 4 4 2 1 5 4 4 1 5 4 4 4 4 4 1 1 2 4 4 4 4 3 5 3 4 4 4 5 5 5 2 2 1

2 2 5 3 5 2 4 5 5 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 5 3 4 4 5 5 5 4 3 3 4 2 3 2 4 5 4 2 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 3 3

5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 2 2 2 4 5 3 2 4 5 1 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 2 4 5 4 4 5 3 4 4 4 3 4 5 5 5 3 4

4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 2 3 3 4 5 2 3 3 2 1 4 4 3 4 3 2 4 2 4 4 2 3 2 3 4 4 3 4 2 5 5 5 5 5 4 3 4 3 4

5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 2 4 4 4 5 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 2 4 1 4 4 1 3 2 3 5 4 4 4 1 5 4 4 3 4 5 4 3 5 5

20 19 22 20 25 21 21 25 23 20 14 17 17 20 23 12 17 19 17 11 21 19 19 17 21 16 20 14 19 20 9 13 10 18 23 20 17 21 15 22 21 22 19 23 23 21 18 16 17

Lampiran Hasil SPSS Uji Reliability
R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A)

Correlation Matrix X1 X1 X2 X3 1.0000 .6405 .4622 X2 1.0000 .6662 X3

1.0000

N of Cases =

15.0

Reliability Coefficients Alpha = .7982

3 items Standardized item alpha = .8117

R E L I A B I L I T Y

A N A L Y S I S

-

S C A L E

(A L P H A)

Correlation Matrix X4 X4 X5 X6 X7 X8 1.0000 1.0000 .6298 .6396 .7288 .7727 X5 1.0000 .7993 .6490 .5822 X6 X7 X8

1.0000 .5540 .5384

1.0000 .6002

N of Cases =

15.0

Reliability Coefficients Alpha = .8967

5 items Standardized item alpha = .9025

Lampiran Hasil SPSS Uji Validitas

Corre lations X1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X1 1.000 . 15 .641* .010 15 .462 .083 15 .776** .001 15 X2 .641* .010 15 1.000 . 15 .666** .007 15 .900** .000 15 X3 .462 .083 15 .666** .007 15 1.000 . 15 .872** .000 15 F1 .776** .001 15 .900** .000 15 .872** .000 15 1.000 . 15

X2

X3

F1

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Corre lations X4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X4 1.000 . 15 .630* .012 15 .640* .010 15 .729** .002 15 .773** .001 15 .872** .000 15 X5 .630* .012 15 1.000 . 15 .799** .000 15 .649** .009 15 .582* .023 15 .879** .000 15 X6 .640* .010 15 .799** .000 15 1.000 . 15 .554* .032 15 .538* .038 15 .855** .000 15 X7 .729** .002 15 .649** .009 15 .554* .032 15 1.000 . 15 .600* .018 15 .820** .000 15 X8 .773** .001 15 .582* .023 15 .538* .038 15 .600* .018 15 1.000 . 15 .810** .000 15 F2 .872** .000 15 .879** .000 15 .855** .000 15 .820** .000 15 .810** .000 15 1.000 . 15

X5

X6

X7

X8

F2

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Lampiran Hasil SPSS Analisis Faktor

KM O and Bartle tt's Te st Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square df Sig. .764 201.694 28 .000

Total Variance Explained Initial Eigenvalues % of Cumulative Variance % 53.489 53.489 14.575 68.063 10.425 78.488 7.204 85.692 5.192 90.884 4.443 95.327 2.801 98.128 1.872 100.000 Extraction Sums of Squared Loadings % of Cumulative Total Variance % 4.279 53.489 53.489 1.166 14.575 68.063 Rotation Sums of Squared Loadings % of Cumulative Total Variance % 2.880 36.006 36.006 2.565 32.058 68.063

Com pone nt 1 2 3 4 5 6 7 8

Total 4.279 1.166 .834 .576 .415 .355 .224 .150

Extraction Method: Principal Component Analysis.

a Compone nt M atrix

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8

Component 1 2 .626 .306 .676 .574 .663 .461 .634 -.333 .871 3.292E-02 .788 -.183 .877 -.189 .665 -.591

Extraction Method: Principal Component Analysis. a. 2 components extracted.

a Rotate d Compone nt M atrix

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8

Component 1 2 .259 .647 .117 .879 .183 .786 .694 .178 .624 .608 .707 .392 .778 .448 .889 7.195E-03

Extraction Method: Principal Component Analysis. Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization. a. Rotation converged in 3 iterations.

Lampiran Skor Responden
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 x1 x2 x3 f1 x4 x5 x6 x7 x8 f2

5 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 4 3 4 4 3 3 4 2 3 2 4 3 3 4 2 2 4 2 3 5 4 3 4 4 3

5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 4 3 3 4 2 1 2 4 3 1 2 2 2 4 2 4 5 4 3 4 4 3

4 4 4 5 4 5 4 5 5 5 4 4 4 4 4 5 3 3 4 2 1 3 4 4 1 5 2 4 4 4 4 5 2 2 4 4 4

14 13 14 14 12 13 13 14 14 13 12 14 11 11 12 13 9 9 12 6 5 7 12 10 5 11 6 8 12 8 11 15 10 8 12 12 10

5 5 4 4 5 5 3 5 5 4 4 4 3 5 4 4 3 3 4 4 2 3 4 4 3 3 2 4 2 4 4 5 4 3 4 5 4

4 4 4 5 4 5 5 4 5 5 4 4 4 3 4 3 2 3 4 4 1 3 4 4 2 5 2 4 3 3 4 5 3 2 4 5 4

4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 2 2 2 4 3 3 2 4 5 1 2 4 4 2 4 2 4 4 4 4 5 3 2 4 5 4

4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 2 3 3 4 3 2 3 3 2 1 2 4 3 2 3 2 4 2 4 4 5 3 2 3 4 4

5 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 2 4 4 4 3 3 3 4 4 2 2 3 3 3 4 2 4 1 4 4 3 3 2 3 5 4

22 23 21 21 22 25 23 21 25 22 20 14 16 17 20 16 13 14 19 19 7 12 19 18 12 19 10 20 12 19 20 23 16 11 18 24 20

38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Total

4 5 4 5 5 5 5 4 3 2 3 4 5
191

4 4 5 3 4 3 5 5 5 4 4 3 3
181

4 3 5 3 4 4 4 5 5 5 2 2 1
186

12 12 14 11 13 12 14 14 13 11 9 9 9 558

2 3 3 4 5 5 4 3 2 4 5 5 4
192

2 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 3 3
190

4 5 3 4 4 4 3 4 5 5 5 3 4
189

3 4 2 5 5 5 5 5 4 3 4 3 4
176

4 4 1 5 4 4 3 4 5 4 3 5 5
183

15 21 13 23 22 23 19 21 20 20 21 19 20 930

Keterangan : F1 X1 X2 X3 : Sosial : Kelompok Acuan : Keluarga : Peran dan Status F2 X4 X5 X6 X7 X8 : Pribadi : Usia dan Siklus Hidup : Pekerjaan : Kondisi Ekonomi : Gaya hidup : Kepribadian

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful