MOTOR BAKAR DIESEL JURUSAN TEKNIK MESINFAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS BUNG HATTA KATA PENGANTAR Dalam bu u ajar

Teori Mesin Disel mahasiswa diarah an untu mempelajari danmemah ami teori dasar erja Mesin Disel beserta omponen- omponennya. Uraian teoridasa r erja Me sin Disel membahas si lus dasar termodinami a bai untu si lus te an antetap atau si lus Disel. Pembahasan teori dasar juga menyinggung bahan-ba ar s ebagaisumber energi hususya bahan-ba ar solar.Perhitungan-perhitungan dasar ten tang onsep efisiensi dan cara mening at an performa dari Mesin Disel mendapat a n porsi yang cu up banya dalam bu u ajar TeoriMesin Disel, dengan harapan mahas iswa mampu menganalisa mesin dan menentu an cara bagaimana me sin be erja lebih efisien. Komponen- omponen me sin dipapar an denganmemberi an alat peraga dalam laboratorium. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL -------------------------------------------------------------------------i KATA PENGANTAR ----------------------------------------------------------------------ii DAFTAR ISI----------------------------------------------------------------------------------ii BAB 1 DASAR MOTOR BAKAR 1.1. Sejarah Motor Ba ar------------------------------------------------------------------11.2. Si lus 4 Lang ah dan 2 Lang ah -------------------------------------------------51.3. Daftar Istilah-Istilah Pada Motor Ba ar-------------------------------------------7 BAB 2 SIKLUS MOTOR BAKAR 2.1. Si lus Termodinami a Motor Ba ar---------------------------------------------122.2. Menghitung Efiseinsi Si lus Udara Ideal---------------------------------------17 BAB 3 PRESTASI MESIN 3.1. Propertis Geometri Silinder--------------------------------------------------------203.3. Perhitungan Daya Mesin-----------------------------------------------------------243.4. Efisiensi Mesin------------------------------------------------------------------------34 BAB 4 KOMPONEN MESIN 4.1. Mesin Motor Ba ar ------------------------------------------------------------------374.2. Bagian Mesin -------------------------------------------------------------------------37 BAB 5 KELENGKAPAN MESIN 5.1 Sistem Pelumasan--------------------------------------------------------------------495.2. Sistem Pendinginan ----------------------------------------------------------------57 BAB 1 DASAR MOTOR BAKAR Motor ba ar merupa an salah satu jenis mesin penggera yang banya dipa aiDengan memanfaat an energi alor dari proses pemba aran menjadi energi me ani .Motor b a ar merupa an salah satu jenis mesin alor yang proses pemba arannya terjadidal am motor ba ar itu sendiri sehingga gas pemba aran yang terjadi se aligus sebaga ifluida erjanya. Mesin yang be erja dengan cara seperti tersebut disebut mesinp emba aran dalam. Adapun mesin alor yang cara memperoleh energi dengan prosespem ba aran di luar disebut mesin pemba aran luar. Sebagai contoh mesin uap, dimanae nergi alor diperoleh dari pemba aran luar, emudian dipindah an e fluida erja melaluidinding pemisah.Keuntungan dari mesin pemba aran dalam dibanding an deng

 

 

   

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

     

 

 

 

 

 

   

     

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

     

     

 

 

 

 

   

 

an mesin pemba aranluar adalah ontru sinya lebih sederhana, tida memerlu an fl uida erja yang banya danefesiensi totalnya lebih tinggi. Sedang an mesin pemba aran luar euntungannya adalahbahan ba ar yang diguna an lebih beragam, mulai d ari bahan ba ar padat sampai bahan-ba ar gas, sehingga mesin pemba aran luar ban ya dipa ai untu eluaran daya yangbesar dengan banan ba ar murah. Pembang it t enaga listri banya mengguna an mesinuap. Untu endaran transpot mesin uap tid a banya dipa ai dengan pertimbangan ontru sinya yang besar dan memerlu an flui da erja yang banya 1.1. Sejarah Motor Ba ar Sejarah motor ba ar mengalami per embangan yang menggembira an seja tahun1864. Pada tahun tersebut Lenoir mengembang an mesin pemba aran dalam tanpa proses omp resi [gambar 1.1]. Campuran bahan ba ar dihisap masu silinder dan dinyala anseh ingga te anan nai , selanjutnya gas pemba aran bere spansi yang mendorong piston ,lang ah beri utnya gas pemba aran dibuang. Piston embali bergera menghisapcam puran bahan ba ar udara dengan mengguna an energi yang tersimpan dalam rodagila. Mesin Lenoir pada tahun 1865 diprodu si sebanya 500 buah dengan daya 1,5 hppad a putaran 100 rpm PPV Gambar 1.1 Mesin Lenoir Mesin beri utnya yang lebih efesien dari mesin Lenoir ad alah Otto langen engin [gambar 1.2]. Mesin ini terdiri dari piston yang tida dihubung an dengan poros eng ol,tetapi piston bergera bebas secara verti al pada proses leda an dan tena ga. Setelah itu,

− Langkah e tiga adalah penyalaan dan pemba aran selama menuju titi mati emudian terjadi e spans i, piston bergera menjauh dari ruang ba art − Langkah e empat adalah pembuangan pada wa tu piston menuju ruang ba ar.busi atup masu atup buan gbuangGambar 1.3 Prinsip erja mesin dengan onsep Beau de Rochas 3 batangpenghubungporos eng ol

 

secara gravitasi piston bergera turun dan terhubung dengan gigi pinion diterus an e rodagila. Selanjutnya energi yang tersimpan dalam roda gila diguna an oleh piston untu energilang ah isap. Pada lang ah isap campuran bahan ba ar udara m asu silider untu pemba aran.pemba aran Disengaged output shaft Engaged output shaft Gambar 1.2 Otto lan gen engin generasi pertama dan Otto langen engin generasi eduaKonsep- onsep untu menai an efesiensi mesin pemba aran dalam teru s diala u anoleh para peneliti . Pada tahun 1862 di Prancis, Beau de Rochas menu lis prinsip dasar untu efisiensi sistem mesin pemba aran dalam. Adapun prinsip dasar dari mesin Rochasadalah sebagai beri ut [gambar 1.3] − Langkah pertama adalah lang ah isap pada wa tu piston bergera menjauh ruangba ar. Campuran baha n ba ar udara masu ruang ba ar. − Langkah edua adalah meng ompresi campuran bahan ba ar udara selama pistonbergera menuju ruan g ba ar. 2 piston

 

 

     

 

 

  

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

         

   

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

   

 

   

 

     

     

 

 

 

 

 

 

   

   

     

     

     

           

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

cran case tenagabuang Gambar 1.4 Mesin Otto pertamaPada mesin 4 lang ah untu setiap si lusnya ada sat u lang ah tenaga dan duaputaran poros eng ol. Pada tahun 1881 Dugald Cler memat en an mesin 2 lang ah yangmenghasil an 1 lang ah tenaga dalam satu putarannya. P rinsip erjanya mengi uti si lusotto, proses e pansi, pembuangan dan pengisian t erjadi pada wa tu piston menuju titi matibawah, sebali nya proses ompresi dan penyalaan terjadi pada wa tu piston menuju titi mati atas.Tahun 1876 oleh orang jerman Ni olaus August Otto membuat mesin dengan onsepBeau de Rochas, dan menga ju an paten atas namanya [gambar 1.4] Mulai saat itu, semuamesin yang dibuat sam a dengan mesin Otto, sehingga sampai se arang si lus yangter enal adalah si lus Otto.Gambar 1.5 Dasar erja dari mesin Disel 4

tertutup. Kemudian piston bergera lagi menuju e TMA mendesa gas pemba aran e luar melalui atup buang.Proses pengeluaran gas pemba aran disebut dengan lang a h buang [4]. Setelahlang ah buang selesai si lus dimulai lagi dari lang ah isap dan seterusnya. Piston bergera dari TMA-TMB-TMA-TMB-TMA membentu satu si lus. A da satu lang ah tenaga dengandua putaran poros eng ol. Motor ba ar yang be erja dengan si lus len ap tersebutdi lasifi asi an masu golongan motor 4 lang ah. MESIN OTTO isap ompresitenagabuang MESIN DISEL Gambar 1.7 Proses erja mesin 4 lang ah Otto dan Disel B. Si lus 2 lang ahLang ah pertama setelah terjadi pemba aran piston bergera dari TMA menuju TMBmela u an e spansi , lubang buang mulai terbu a. Karena te anan didalam silinder lebihbesar dari li

 

   

Pada tahun 1892 Rudolf Diesel, orang Jerman, membuat onsep se aligus membuatmes innya dengan prinsip penyalaan ompresi [gambar 1.5]. Udara dimasu an e dalamsi linder emudian di ompresi sampai temperaturnya nai , sebelum piston mencapai ti ti mati atas, bahan ba ar disemprot an sehingga terjadi proses pencampuran denga n udarabertemperatur tinggi. Karena temperatur nyala bahan ba ar tercapai, terja dilah prosespenyalaan sendiri, selanjutnya berlangsung proses pemba aran. Lang a h tenaga terjadipada wa tu piston mulai bergera dari titi mati atas menuju tit i mati bawah. Efesiensimesin Diesel se itar 26,2 % mengguna an bahan ba ar sola r. Pada gambar 1.6A adalahmesin diesel modern Dalam per embanganya mesin 2 lang ah juga bisa diapli asi an padamesin diesel [gambar 1.6B]Gambar 1.6 Mesin Disel modern dan mesin disel 2 ta 1.1. Si lus 4 Lang ah dan 2 Lang ahA. Si lus 4 lang ah Motor ba ar be erja melalui me anisme lang ah yang terjadi berulang-ulang ataupe riodi sehingga menghasil an putaran pada poros eng ol. Sebelum terjadi prosespe mba aran di dalam silinder, campuran udara dan bahan-ba ar harus dihisap dulu de nganlang ah hisap [1]. Pada lang ah ini, piston bergera dari TMA menuju TMB, a tup isapterbu a sedang an atup buang masih tertutup.Setelah campuran bahan-ba a r udara masu silinder emudian di ompresi denganlang ah ompresi [2], yaitu pis ton bergera dari TMB menuju TMA, edua atup isap danbuang tertutup. Karena di ompresi volume campuran menjadi ecil dengan te anan dantemperatur nai , dalam ondisi tersebut campuran bahan-ba ar udara sangat mudahterba ar. Sebelum piston sampai TMA campuran dinyala an terjadilah proses pemba aranmenjadi an te anan da n temperatur nai , sementara piston masih nai terus sampai TMAsehingga te anan dan temperatur sema in tinggi. Setelah sampai TMA emudian tora didorong menuju TMB dengan te anan yang tinggi, atup isap dan buang masih tertutup.Selama pisto n bergera menuju dari TMA e TMB yang merupa an lang ah erja [3]atau lang ah e spansi. volume gas pemba aran bertambah besar dan te anan menjaditurun. Sebelum piston mencapai TMB atup buang dibu a, atup masu masih 5

 

   

   

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

lang ah hisaplang ah tenagalang ah buanglang ah

ompresi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

     

 

     

 

 

T 1 isap campuranbb+udara Keuntungan dan e uranag si lus 4 lang ah dan 2 lang ah dapat dilihat dari tabel beri utiniGam bar 1.8 Proses erja 2 lang ah C. Daftar Istilah-Istilah Pada Motor Ba ar Pada gambar 1.9 adalah mesin pemba aran dalam penyalaan busi. Silinder terpasang pada blo silinder, dibagian atas ditutup dengan epala sinder. Didalam silinder terdapat piston yang bergera bola -bali . Ruang dianatara bagian atas silinder dan titi mati at as piston disebut dengan ruang ba ar. Bahan ba ar dan udara dicampur terlebihdahulu di arburator emudian masu silinder melewati inlet manifold. Pada arburator terdapat trotle untu mengatur jumlah campuran bahan ba ar udara masu ruang ba ar.Pada epala s ilinder terdapat atup masu , atub buang dan bus i. Katup masu bergunauntu memeasu an campuran bahan ba ar dan udara dari arburat or, atup eluar untu pembuangan gas pemba aran, sedang an busi untu penyalaan proses pemba aran.Gambar 1.9 Mesin dan omponen- omponennya 7

 

Gambar 1.10 Komponen- omponen mesin 4 ta dan 2 ta 8

 

 

ng ungan, gas pemba aran eluar melalui lubang buang. Piston terus begera menuju TMB lubang buang sema in terbu a dan saluran bilas mulai terbu a. Bersamaandeng an ondisi tersebut te anan didalam arter mesin lebih besar daripada di dalam s ilinder sehingga campuran bahan ba ar udara menuju silinder melalui saluran bila s sambilmela u an pembilasan gas pemba aran. Proses ini disebut pembilasan, pros es ini berhentipada wa tu piston mulai begera dari TMB menuju TMA dengan lubang buang dan saluranbilas tertutup. Lang ah edua setelah proses pembilasan selesai, campuran bahan -ba ar masu edalam silinder emudian di ompresi, posisi piston menuju TMA. Sesaat sebelum pistonsampai di TMA campran bahan-ba ar dan udara dinyala an sehingga terjadi prosespemba aran. Si lus embali lagi e proses awal seperti diurai an diatas.Dari uraian diatas terl ihat piston mela u an dua ali lang ah yaitu dari : [1] TMA menuju TMB ; proses yang terjadi e spansi, pembilasan ( pembuangan danpengisian) [2] TMB menuju TMA ; prose yang terjadi ompresi, penyalaan pemba aran 6

 

 

 

 

 

 

   

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

   

       

 

   

   

 

   

 

 

 

   

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

       

Saluran air pendinginBatangtora arter Salu ranhisap Gambar 1.11 Komponen utama pembang it energi mesin multi silinder Me ani atupP engatur hidroli Katup masu Katup buangtora Spro et batangno arburator Timing be lttensor Gambar 1.12 Komponen mesin multi silinder 10 Gambar 1.13 Komponen mesin me ani atup dan tora 11 Alur atupStemManifold udaraKepala atupDudu an atup campuran fuel danudara terba ar BAB 2 SIKLUS MOTOR BAKAR 2.1. Si lus Termodinami a Motor Ba ar Analisa si lus termodinami a sangat penting untu mempelajari motor ba ar. Prose s ima dan termodinami a yang terjadi pada motor ba ar sangatlah rumit untu dian alisis.Jadi diperlu an suatu si lus yang diideal an sehingga memudah an untu me nganalisamotor ba ar. Si lus yang diideal an tentunya harus mempunyai esamaan d engan si lussebenarnya. Sebagai contoh esamaannya adalah urutan proses, dan per bandingan ompresi. Di dalam si lus a tual, fluida erja adalah campuran bahanba ar udara danprodu pemba aran, a an tetapi di dalam si lus yang diideal an fluid anya adalah udara.Jadi si lus ideal bisa disebut dengan si lus udara. A. Si lus udara ideal Penggunaan si lus ini berdasar an beberapa asumsi adalah sebagai beri ut1.Fluida erja dianggap udara sebagai gas ideal dengan alor sepesifi onstan (tida ad abahan ba ar)2.Lang ah isap dan buang pada te an onstan3.Lang ah ompresi dan t enaga pada eadaan adiabatis4.Kalor diperoleh dari sumber alor dan tida ada pr oses pemba aran atau tida adarea si imiaSi lus udara pada motor ba ar yang a a n dibahas adalah 1. Si lus udara pada volume onstan ( Si lus Otto) 2. Si lus udara pada te anan ostan ( Si lus Disel) 3. Si lus udara te anan terbatas.( Si lus gabungan )A.1. Si lus udara volume onstan Si lus ideal volume ostan ini adalah si lus untu mesin otto. Si lus volume on stansering disebut dengan si lus leda an ( explostion cycle) arena secara teori tis prosespemba aran terjadi sangat cepat dan menyebab an pening atan te anan ya ng tiba-tiba.Penyalaan untu proses pemba aran dibantu dengan loncatan bunga api . Ni olaus AugustOtto mengguna an si lus ini untu membuat mesin sehingga si lus ini sering disebutdengan si lus ottoGambar 2.1 adalah diagram p-v untu si lus ideal otto. Adapun urutan prosesnyaadalah sebagai beri ut [1] Lang ah isap (0-1) merupa an proses te anan onstan. [2] Lang ah ompresi (1-2) merupa an proses adiabatisProses pemba aran volume onstan (2-3) dianggap sebaga i proses pemasu an alor pada volume ostan. [3] Lang ah erja (3-4) merupa an proses adiabatisProses pembuangan alor (4-1) dianggap sebagai proses

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

   

 

 

 

 

      

 

 

 

 

 

 

 

 

       

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

   

 

                 

Me ani

atupKatu masu

&

eluar

 

 

 

 

 

 

 

               

   

Gambar 2.1 Si lus udara volume onstan 13 Isentropi ompresi p = onstan Isentropi penambahan panase spansi p = onstan pembuangan panas A.1. Si lus udara te anan onstan Gambar 2.2 Si lus Udara Te anan KonstanSi lus ideal te anan ostan ini adalah si lus untu mesin diesel. Gambar 2.2 adalahdiagram p-v untu si lus ideal Disel. Adapun urutan prosesnya adalah sebagai beri ut [1] Lang ah isap (0-1) merupa an proses te anan onstan. [2] Lang ah ompresi (1-2) merupa an proses adiabatisProses pemba aran te anan onstan (2-3) dianggap sebag ai proses pemasu an alor pada te anan onstan. [3] Lang ah erja (3-4) merupa an proses adiabatisProses pembuangan alor (4-1) dianggap sebagai proses pengeluaran alor pada volume onsatan [4] Lang ah buang (1-0) merupa an proses te anan onstanDapat dilihat dari urutan proses diatas bahwa pa da si lus te anan ostan pemasu an alornya pada te anan ostan berbeda dengan si lus volume onstan yang prosespemasu an alornya pada ondisi volume onstan. S i lus te anan onstan sering disebutdengan si lus diesel. Rudolf Diesel yang per tama ali merumus an si lus ini dan se aliguspembuat pertama mesin diesel. Prose s penyalaan pemba aran tejadi tida mengguna anbusi, tetapi terjadi penyalaan se ndiri arena temperatur didalam ruang ba ar tinggi arena ompresi. 14 Isentropi ompresi p = onstan Isentropi penambahan panase spansi p = onstan pembuangan panas Gambar 2.3 Mesin otto dan mesin disel A.2. Si lus udara gabungan Gambar 2.4 Si lus gabungan 15 udara TMB pemasu an Qte anan onstan Q in pemasu an Qvolume onstan Perbedaan dari dua si lus yang telah diurai an sebelumnya, yaitu pada prosespemb a aran dimana alor dianggap masu sistem. Sedang an pada si lus yang etigayait u si lus gabungan, proses pemasu an alornya mengguna an dua cara yaitupemasu an

 

 

 

   

pengeluaran alor padavolume onsatan [4] Lang ah buang (1-0) merupa an proses te anan onstan, gas pemba aran dibuanglewat 12

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

     

   

 

 

 

       

   

     

 

 

 

 

     

   

 

   

 

 

 

 

 

 

 

   

   

   

   

 

 

 

 

 

 

 

 

             

     

 

                 

atup buang

   

 

 

alor volume onstan dan te anan onstan. Dari cara pemasu an alornyaterlihat bahwa si lus ini adalh gabungan antara si lus volume onstan dan te anan onstan, arena itu si lus ini sering disebut si lus gabungan Diagramnya p-v dapat dilih atdari gambar ... B. Si lus a tualGambar 2.5 Si lus a tual otto Pada gambar 2.5 diatas adalah si lus a tual dari mesin otto. Fluida erjanya ada lahcampuran bahan ba ar udara, jadi ada proses pemba aran untu sumber panas. Pa dalang ah hisap, te anannya lebih rendah dibanding an dengan lang ah buang. Pros espemba aran dimulai dari penyalaan busi (ignition) sampai a hir pemba aran. Proses ompresi dan e spasi tida adiabatis, arena terd apat erugian panas yang eluar ruangba ar. 16 bu a lang ah ompresi lang ah tenaga Gambar 2.6 Si lus a tual dari mesin diesel.Pada gambar 2.6 diatas adalah si lus a tual dari mesin diesel. Alasan yang samadengan mesin, dengan perbeadaan pada d isel pada lang ah isap hanya udara saja, bahanba ar diseprot an melalui nosel di epala silinder. Proses pemba aran untu menghasil anpanas arena ompresi, ata u pemba aran ompresi. 2.1. Menghitung Efiseinsi Si lus Udara Ideal Gambar 2.7 Bagan efisiensi erja dari motor ba ar 17

Dari hu um termodinami a II dapat di etahui bahwa tida mung in membuat suatumes in yang bisa merubah semua energi yang masu menjadi erja semuanya. Dengan ata lain, harus ada sebagain energi yang ebuang e ling ungan. Jadi, erja yang ber gunaadalah pengurangan dari jumlah energi yang masu dengan energi yang terbuang .Perbandingan antara erja berguna dengan jumlah energi yang masu e mesin adal ahdefinisi dari efisiensi. A. Efesiensi dari si lus Otto Pada gambar 2.2 diagram p-v untu si lus otto, dari gambar bisa dianalisa untu m enghitung efesiensi si lus sebagai beri ut. Energi alor yang masu pada volume ostanadalah sebesar Q m =Δ mc v T.Q m =mc v (T 3 T 2 ) dengan Q m

 

 

= adalah

alor masu

 

 

   

 

 

 

   

   

 

 

 

Gas buanglang ah tenagalang ah buanglang ah mesin motorba ar

ompresi

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

   

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

       

 

m = massa fluida c v = panas jenis pada volume onstan Ä T = perbedaan temperatur Energi yang Q l = Δ mc v T Q l =mc v (T 4 T 1 ) dengan Q l = adalah alor eluar m = massa fluida c v = panas jenis pada volume onstan Ä T = perbedaan temperatur Definisi dari efisiensi yaitu energi alor masu W erja berguna ç = =__________________________ Q m alor masu - -Q- Q mc T T mc TT ()() m _________l___________v _______________________v_____________ 3______2_________________4_______1 ç =

erja berguna dibagi dengan

 

 

 

   

eluar sistem pada volume onstan adalah

 

 

 

 

 

   

=______________________ QmcTT (32 ) mv() T TT 4 ________11 = η = 1 -(32 ) TTT 2 Apabila rasio ompresi didefinisi an sebagi perbandingan anata volume silinder d ibagidengan volume ruang ba arnya yaitu volume silinder V V + l_______s = volume ruang ba ar V s 1 ma a rumusan efesiensi diatas bisa ditulis an sebagai() 1 ç 1-= r 18 r = rasio ompresi r Gambar 2.8 Grafi efisiensi terhadap rasio ompresi mesin ottoD apat dilihat dari gambar 2.8, bahwa efisiensi si lus otto a an nai apabila ita menai an rasio ompresinya. Kenai an rasio ompresi mesin otto dibatasi oleh per itiwa eno ing, yaitu suara berisi arena terjadi leda an dari pemba aran sponta n dari mesinotto. Karena no ing daya menjadi turun sehingga efisiensi pun menur un. B. Efisiensi si lus te anan onstan Dengan definisi yang sama onstan adalah sebagai beri ut 11 § β ·____ ¨___________ ( )¸1 1 â ©¹

 

 

 

   

 

 

 

 

 

     

   

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

     

r rasio ompresi r Gambar 2.9 Grafi efisiensi terhadap rasio ompresi mesin diselDengan menai an r asio ompresi efisiensi si lus te anan onstan atau dieselsema in nai . Kenai an rasio ompresi berarti te anan ompresi juga tinggi sehinggamaterial yang dibut uh an harus lebih uat. Pada rasio ompresi yang sama efisiensi mesinotto lebih tinggi dibanding an dengan mesin diesel, a an tetapi mesin otto tida be erjapad a rasio ompresi disel arena terlalu tinggi 19 rasio ompresiyang dipa ai motor bensinuntu raso ompresi, efisiensi dari si lu s te anan ç = BAB 3 PRESTASI MESIN Motor ba ar adalah suatu mesin yang meng onversi energi dari energi imia yangte r andung pada.bahan ba ar menjadi energi me ai pada poros motor ba ar. Jadi day ayang berguna a an langsung dimamfaat an sebagai penggera adalah daya pada poro s.Proses perubahan energi dari mulai proses pemba aran sampai menghasil an daya padaporos motor ba ar melewati beberapa tahapan dan tida mung in perubahan ener ginya100%. Selalu ada erugian yang dihasi an dari selama proses perubahan, hal ini sesuaidengan hu um termodinami a edua yaitu "tida mung in membuat sebuah m esin yangmengubah semua panas atau energi yang masu memjadi erja". Jadi selalu ada" eterbatasan" dan " eefe tifitasan" dalam proses perubahan, u uran inilah y angdinama an efisiensi.Kemampuan mesin motor ba ar untu merubah energi yang mas u yaitu bahanba ar sehingga menghasil an daya berguna disebut emampuan mesin a tau prestasimesin. Pada gambar 3.1 adalah penggambaran proses perubahan energi b ahan ba ar.Gambar 3.1 Keseimbangan energi pada motor ba ar Pada motor ba ar tida mung in mengubah semua energi bahan ba ar menjadi dayaberguna. Dari gambar ter lihat daya berguna bagiannya hanya 25% yang artinya mesinhanya mampu menghasil a n 25% daya berguna yang bisa dipa ai sebagai penggera dari100% bahan ba ar. Ene rgi yang lainnya dipa ai untu menggera an asesoris atauperalatan bantu, erugia n gese an dan sebagian terbuang e ling ungan sebagai panasgas buang dan melalui air pendingin. Kalau digambar dengan hu um termodinami a duaadalah sebagai beri ut . 3.1. Propertis Geometri Silinder Bahan ba ar di ba ar didalam silinder untu menghasil an energi. Jadi silinder a dalah omponen utama sebagai tempat proses pemba aran. Dibawah ini adalah gambar 3.3,propertis dari geometri silinder 20 25% daya bergunagese an dan asesoris30% pendingin 180 o TMB Gambar 3.2 Properties geometri silinder motor ba ar Pada gambar 3.2, 3.3, 3.4 di atas adalah propertis dari geometri silinder motor ba ar.Adapun definisi dari ma sing masing adalah sebagai beri ut [1] Silinder, adalah bagian yang memindah an panas e tenaga me ani denganmengguna an piston atau tora yang bergera bola bali didalam silinder. Gera an pistona an bersinggungan den gn dinding silinder. [2] Kepala silinder,

 

   

 

   

 

 

 

   

 

   

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

     

 

 

 

   

 

 

       

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

       

     

 

 

 

     

   

terdiri dari ruang ba ar (Vc), lubang-lubang untu busi atau noselinje si dan ma ani atup (isap dan buang) [3] Diameter silinder (d ), adalah u uran melebar dari silinder. [4] Panjang lang ah (L), adalah jara terjauh piston bergera didalam silider, atau jara gera an piston d ari Titi Mati Bawah (TMB) e Titi Mati Atas ( TMA) [5] Poros eng ol dan batang tora , adalah omponen pengubah gera bola bali pistonmenjadi gera putar atau rotasi 21 2790 - Busi untu mesin Otto- Penginje si bahanba ar pada mesinTiti Mati Atas[TMA] [6] Sudut eng ol è adalah sudut perputaran poros eng ol pada lang ah tertentu, satuputaran penuh ad alah 360 0 .Gambar 3.3 Lang ah mesin volume lang ah V d volume ruang ba ar V c Gambar 3.4 Volume lang ah dan volume ruang ba ar A. Volume lang ah dan volume ruang ba ar Volume lang ah adalah volume eti a tora bergera dari TMA e TMB disebut jugav olume displacement dari mesin. Volume mesin satu silinder dihitung dengan rumus 22 TMATMB 2 ð D = V d L Volume lang ah pada dengan N jumlah silider adalah 2 ð DV =_______ xLxN 4 Volume ruang ba ar atau clearance volume adalah Vc B. Perbandingan ompresi ( compression ratio) Perbandingan ompresi (r) adalah menciri an seberapa banya campuran bahan-ba ar dan udara yang masu sili nder pada lang ah hisap, dan yang dimampat an padalang ah ompresi. Perbandingan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

             

 

 

     

 

 

 

   

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

nya adalah antara volume lang ah dan ruang ba ar (V d +V c ) yaitu pada posisi piston di TMB, dengan volume ruang ba ar (V c ) yaitu pada posisipiston di TMA, dapat dirumus an dengan persamaan ; volume silinder pada posisi piston di TMB r = volume silinder pada posisi piston di TMA V V + d_________c r = V c Dari rumus efisiensi termal dapat dilihat bahwa dengan menai an rasio ompresi a anmenai an efisiensi, dengan ata lain te anan pemba aran bertambah dan mesin a anmenghasil an daya berguna yang lebih besar. A an tetapi, enai an te anan pem ba arandidalam silinder dibarengi dengan enai an temperatur pemba aran dan ini menyebab anpemba aran awal, peristiwa tersebut dengan no ing dan meyebab an day a mesin turun.Pada mesin diesel rasio ompresi lebih tinggi dibanding dengan mes in bensin. Rasio ompresi sema in tinggi pada mesin diesel dibarengi dengan enai an efisiensi. Kenai anrasio ompresii a an menai an te anan pemba aran, ondisi ini a an memerlu an materialyang uat sehingga bisa menahan te anan dengan temp eratur tinggi. Material yangmempuyai ualitas tinggi harus dibuat dengan te nolo gi tinggi dan harganya mahal,sehingga secara eseluruhan menjadi tida efe tif. C.Kecepatan piston rata-rata Piston atau tora bergera bola bali ( reciprocating) didalam silinder dari TMA eTMB dan dari TMB e TMA. Kecepatan pergera an piston dapat dihitung denganmengambil harga rata ratanya yaitu U p = 2 xLxn dengan U p = adalah ecepatan piston rata-rata (m/s) n= putaran mesin rotasi per wa tu (rpm ) L =panjang lang ah atau stro e 3.1. Torsi dan daya mesin Torsi adalah u uran emampuan mesin untu mela u an erja, jadi torsi adalah sua tuenergi. Besaran torsi adalah besaran turunan yang biasa diguna an untu menghi tungenergi yang dihasil an dari benda yang berputar pada porosnya. Adapun perumu san daritorsi adalah sebagai beri ut. Apabila suatu benda berputar dan mempunyai besar gayasentrifugal sebesar F, benda berpuar pada porosnya dengan jari jari s ebar b, dengan datatersebut torsinya adalah T = Fxb (N.m) 23 4

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

   

 

 

     

=

 

energi dari energi imia bahan ba ar dengan proses pemba aran menjadi energi me ani pada tora .Daya indi ator adalah merupa an sumber tenaga persatuan wa tu ope rasi mesinuntu mengatasi semua beban mesin. Mesin selama be erja mempunyai omp onen- omponen yang saling ber aitan satu dengan lainnya membentu esatuan yang ompa .Komponen- omponen mesin juga merupa an beban yang harus diatasi daya indi ator.Sebagai contoh pompa air untu sistim pendingin, pompa pelumas untu siste mpelumasan, ipas radiator, dan lain lain, omponen ini biasa disebut asesoris m esin.Asesoris ini dianggap parasit bagi mesin arena mengambil daya dari daya in di ator.Disamping omponen- omponen mesin yang menjadi beban, erugian arenages e an antar omponen pada mesin juga merupa an parasit bagi mesin, dengan alasany ang sama dengan asesoris mesin yaitu mengambil daya indi ator. Seperti pada gamb ar 3.1 terlihat bahwa daya untu meggera an asesoris dan untu mengatsi gese an adalah5% bagian.Untu lebih mudah pemahaman dibawah ini dalah perumusan dari mas ing masingdaya. Satuan daya mengguna an HP( hourse power ) N e

 

 

dengan T = Torsi benda berputar (N.m) F = adalah gaya sentrifugal dari benda yang berputar (N) b = adalah jara benda e pusat rotasi (m)Karena adanya torsi inilah yang menyebab an benda berputar terhadap porosnya,dan benda a an berhenti apabila ada usaha m elawan torsi dengan besar sama denganarah yang berlawanan. F-F Gambar 3.5 S ema pengu uran torsiPada motor ba ar untu mengetahui daya poros ha rus di etahui dulu torsinya.Pengu uran torsi pada poros motor ba ar mengguna an alat yang dinama anDinamometer. Prinsip erja dari alat ini adalah dengan member i beban yang berlawananterhadap arah putaran sampai putaran mende ati o rpm, Beb an ini nilainya adalah samadengan torsi poros. Dapat dilihat dari gambar 3.5 ada lah prinsip dasar dari dinamometer.Dari gambar diatas dapa dilihat pengu uran to rsi pada poros ( rotor) dengan prisippengereman dengan stator yang di enai beban sebesar w. Mesin dinyala an emudianpada poros disambung an dengan dinamometer. Untu megu ur torsi mesin pada porosmesin diberi rem yang disambung an dengan w pengereman atau pembebanan.Pembebanan diterus an sampai poros mesin hampir berhe nti berputar. Beban ma simumyang terbaca adalah gaya pengereman yang besarnya sa ma dengan gaya putar porosmesin F. Dari definisi disebut an bahwa per alian antara gaya dengan jara nnya adalahsebu ah torsi, dengan difinisi tersebut Tosi pada poros dapat di etahui dengan rumus T = wxb (Nm)dengan T = adalah torsi mesin (Nm)w = adalah beban ( g)b = adalah jara pemb ebanan dengan pusat perputaranPada mesin sebenarnya pembebanan adalah omponenomponen mesin sendiriyaitu asesoris mesin ( pompa air, pompa pelumas, ipas radi ator), generator listri ( pengisian a i, listri penerangan, penyalan busi), ges e an mesin dan omponen lainnya.Dari perhitungan torsi diatas dapat di etahui ju mlah energi yang dihasi an mesinpada poros. Jumlah energi yang dihasi an mesin s etiap wa tunya adalah yang disebutdengan daya mesin. Kalau energi yang diu ur pa da poros mesin dayanya disebut dayaporos 3.2. Perhitungan daya mesin Pada motor ba ar, daya dihasil an dari proses pemba aran didalam silinder danbia sanya disebut dengan daya india tor. Daya tersebut di ena an pada tora yang be erjabola bali didalam silinder mesin. Jadi didalam silinder mesin, terjadi per ubahan 24

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

   

   

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

     

N i (N g + N a ) ( HP)dengan N e = adalah daya efe tif atau daya poros ( HP) N i = adalah daya indi ator ( HP) N g

Gambar 3.6 Mesin uji ele tri dan me anis [B] Mesin uji me anis. Mesin uji terdiri dari dua perang at [gambar 3.6B]. Perang atpertama adalah mesi n otto dan yang edua adalah perang at me anisme pencatat.Proses pemba aran pada te anan dan volume tertentu didalam silinder mesin otto. Padasilinder dibuat lu bang sebagai tempat saluran pipa yang a an mendite si perubahante anan didalam s ilinder selama si lus erja mesin. Pipa tersebut terhubung dengansilinder pada p erang at edua yang terdiri dari piston, batang piston dan tuas pencatatatau ind i ator scriber. Pada tuas pencatat ujungnya a an bersinggungan dengan drum ertas . Respon volume setiap ondisi piston adalah didete si dengan mengguna anme anis

 

=adalah erugian daya asesoris ( HP) A. Daya indi ator Seperti yang sudah diurai an diatas daya indi ator adalah daya yang dihasi andid alam silinder pada proses pemba aran. Sehingga untu menghitung daya indi ator t erlebih dahulu ditentu an te anan indi ator rata-rata yang dihasil an dari prose spemba aran satu si lus erja. A.1. Diagram indi ator Cara memperoleh si lus erja dari suatu mesin adalah dengan mengguna an sebuahmo tor atau mesin uji yang dipasang seperang at alat untu mencatat setiap ondisi erjamesin pada semua lang ah. Dengan mesin uji tersebut dapat dihasil an diagra m indi ator satu si lus erja. Pada gambar beri ut adalah mesin uji yang diguna an untu menggambar an diagram indi ator satu si lus erja mesin, jenis me anis d an jenis electri .Gambar diagram indi ator adalah sebuah garfi hubungan p dan v , jadi setiap te anan pada edudu an tertentu dari piston dapat di etahui.Cara e rja mesin uji adalah sebagai beri ut. [A] Mesin uji ele tri . Mesin uji be erja dengan sinyal digital. Alat pendite si te anan( pressure trans duser) dipasang pada ruang silnder, alat pendite si volume (inductivepic up) di pasang pada piringan yang terpasang pada bagian bawah silinder terhubungdengan p oros eng ol. Masing masing alat pendite si memberi an respon dari setiap ondisi yang diu ur, emudian rspon tersebut diubah dalam bentu sinyal listri yanga an di uat di unit amplifier dan trigger. Sinyal sinyal digital di tampil an pada l ayar osilos op dalam bentu grafi hubungan sudut poros eng ol dan te anan silin der [gambar 3.6A] 25

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

= adalah N a

erugian daya gese ( HP)

 

 

 

     

 

   

 

 

 

 

 

me tuas yang dipasang pada piston, emudian disambung an dengan abelyang dihubu ng an drum ertas. Setiap pergera an piston a an memutar drum. Jadi padasaat mes in mulai be erja te anan didalam silinder mulai berubah sehingga tuas pencatatmu lai bergera , arena edudu an piston juga berubah menyebab an tuas pada piston juga berubah posisinya, sterusnya drum berputar arena ditari dengan abel dari tuaspiston.Diagram indi ator yang dihasil an mesin uji me anis menggambar an o ndisite anan pada setiap edudu an piston didalam silinder [gambar 3.7]. Sehingg a secarasederhana diagram indi ator bisa digambar an sebagai beri ut.Dari diagra m indi ator diatas terlihat satu si lus erja dari mesin otto. Si lus inimenggam bar an ondisi a tual dari mesin ddalam silinder. Te anan isap dan buang terliha tberbeda, proses pemba aran juga tida pada volume onstan, pembuangan gas sisa jugatida pada volume onstan.Diagram indi ator yang dihasil an mesin uji ele tr i menggambar an ondisi te ananpada setiap edudu an piston didalam silinder. S ehingga secara sederhana diagramindi ator bisa digambar an sebagai beri ut. 26 Gambar 3.7 Diagram indi ator mesin uji me ani Gambar 3.8 Diagram indi ator mesin uji ele tri Diagram diatas adalah hubungan antara te anan didalam silinder deng an sudut eng olpada mesin. Dengan mengguna an grafi ini dapat dianalisa setipa lang ah erja 27 mesin, yaitu mulai isap (inta e), ompresi (compression), pemba aran (combustion), tenaga (expansion), dan buang (exhaust). Te anan pemba aran pada piston yaitu padasumbu tega menggambar an ondisi a tua l perubahan te anan selama mesin be erja A.1. Kerja indi ator Kerja indi ator adalah erja pada piston arena perubahan te anan dan volumesela ma si lus erja mesin. Adapun erja indi ator persi lusnya dirumu an denganpersa maan sebagai beri ut; W i = ³ pdv atau disederhana an menjadi W i =Δ pxv dengan p = adalah te anan didalam silinder (atm) Ä v = adalah beda volume arena pergera an pistonPada gambar 3.9 adalah digram p-v d ari mesin otto, pada daerah A adalah erjaindi ator positif pada lang ah ompres i dan tenaga, sedang an pada daera B adalah erjanegatif pemompaan lang ah isap dan buang. Adapun jumlah total dari edua daerah erjaterebut adalah erja indi ator total, dirumus an dengan persamaan ;

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

       

 

 

 

 

   

   

 

 

   

   

 

   

 

 

 

 

 

                   

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

W idi atortotal =W indi ator W pemompaan Gambar 3.9 Diagram indi ator mesin otto 28 Gambar 3.10 Kerja indi ator totalKerja indi ator total [gambar 3.10] adalah erj a yang a an diterus an tora e poroseng ol. Kerja indi ator a an selalu berubah menyesuai an dengan jumlah campuran bahanba ar udara yang dihisap oleh mesin. P ada ondisi putaran rendah erja indi ator ecil, erja indi ator paling besar ap abila mesin mencapai efisiensi ma simum.Gambar 3.11 Supercharger pada motor ba a r gas buang masu turbin Gambar 3.12 Turbocharger pada motor ba ar 29 aliran udara ter ompresi Gambar 3.13 Instalasi turbocharger pada motor-ba ar Harga dari Wpemompaan yaitu erja yang dibutuh an pada lang ah isap dan buang a anselalu berharga nega tif pada mesin standar, dimana udara masu e silinder pada lang ahisap, arena diruang silinder te anannya lebih rendah. Jadi diusaha anW pemompaan serendah mung in untu menghasil an W net indi ator yang besar.Pada mesin mesin yang dipasang s upercharger [gambar 3.11] atau turbocharger [gambar 3.12] Wpemompaan berharga positif arena udara dipa sa masu pompa sehingga garislang ah isap dia tas lang ah buang. Jadi erja indi ator total adalah W net indi ator = W indi ator +W pemompaan. Jadi bisa di ata an mesin yang dipasang supercharger atau turbocharhger mempunya i W net indi ator yang lebih besar dibanding an dengan mesin yang standar (W net indi ator superchager > W net indi ator) . Diagram indi ator untu mesin yang dipasangsuperchager atau turbocharger dapat d ilihat pada gambar 3.14Gambar 3.14 Perubahan diagram indi ator dengan supercharg ing 30 A.2. Te anan indi ator rata-rata Te anan rata-rata atau Mean Effective Pressure (MEP)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

   

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

adalah suatu onsep untu mencari harga te anan tertentu yang onstan yang apabil a mendorong piston sepanjanglang ahnya dapat menghasil an erja persi lus W net 2 yang sama dengan si lus yangdianalisa Wnet 1. Pada gambar adalah garfi erja indi ator netto denga MEP nyaTe anan rata-rata d irumus an sebagai beri ut erja persi lus P rata -rata = volume lang ah to ra W P ,2 nett = P rata- rata xV d Luasan Wnet adalah segiempat dengan lebar te anan rata rata (MEP) dan panjang V d (V TMA V TMB), ma a untu mencari luasannya adalah W net = panjang x lebar = V d X MEP = (V TMA V TMB) X MEP TMATMB Gambar 3.15 Diagram te anan rata-rataJadi Prata-rata adalah suatu garis te anan onstan, dimana pada posisi tersebut luasdiagram p -v yang dibatasi oleh A-B-C-D sama dengan luasan bidang 1-2-3-3. W net 1 adalahidenti dengan W net 2 31 P P

 

 

 

 

 

 

 

   

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

rata-rata (MEP) Gambar 3.16 Diagram indi ator rata-rataGambar diatas adalah diagram indi ator hu bungan te anan dan volume. Dari diagramtersebut dapat di etahui erja indi ator netto Wnet,i dari si lus. Untu mengetahui erjaindi ator netto, dihitung terlebih dahulu te anan efe tif india tor rata-rata atau Indicated Mean Effective Pressure (IMEP) dari si lus, adapun cara adalah sebagi beri ut. Daridiagram indi ator yang dihas il an dari mesin uji, baca se ala te anan dan se ala lang ahtora nya. Se ala lang ah tora adalah 1 mm = X m-Se ala volume lang ah adalah 1 mm = AX m 3 -Se ala te anan adalah 1 mm = Y N/m 2 -Se ala erja adalah 1 mm 2 = Y.AX N.mApabila di etahu luasan erja indi ator adalah C mm 2 , ma a erja indi ator persi lus =C.Y.AX N.m, sehingga te anan indi atornya dapat dihitung dengan rumus erja indi ator persi lus P rata -rata,i = volume lang ah to ra 32 2 CxYxAX N/m 2 V d 2 CxYxAX P rata- ratai = N/m 2 jadi , AxL 2 CxYxX P rata- ratai = N/m 2 ,L

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

       

 

 

 

 

   

   

dengan L = panjang lang ah tora cmTe anan indi ator rata-rata yang diperoleh da ri perhitungan diatas dapat diguna anuntu menghitung daya indi ator. Dari rumus dapat diperoleh perhitungan sebagai beri ut ; Kerja indi ator persi lus = P rata- rata, i x volume lang ah to ra W net,i =P ratarata,i xV d dengan P rata-rata, i = te anan indi ator rata-rataDaya adalah erja perwa tunya N = W/t (1/t adalah r otasi per wa tu atau n ), ma a dayaindi ator dapat dihitung dengan persamaan; N i =, W neti xn Nm/sdengan n = putaran mesin (rpm)Untu mesin multi silinder untu 4 lang ah ata u 2 lang ah, rumus umum untu menghitungdaya indi ator adalah N i =P ratarata , ixVdxnxaxz Nm/sdengan n = putaran mesin (rpm)a = jumlah si lus perputaran= 1 untu 2 lang a h dan 1/2 untu 4 lang ah z= jumlah silinder B. Daya poros atau daya efe tif Daya poros adalah daya efe tif pada poros yang a an diguna an untu mengatasibeb an endaraan. Daya poros diperoleh dari pengu uran torsi pada poros yang di ali andengan ecepatan sudut putarnya atau bisa ditulis an dengan persamaan sebagai beri ut ; N e = Tx ù Nm/s = Tx 2 ð n = 2 ð (Txn) dengan Ne = Daya poros Nm/s ( Watt) T= Torsi Nm

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

     

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

harusdi etahui terlebih dahulu torsi T dan putaran n mesinnya. Torsii diu ur langsung dengan alatdinamometer dan putaran mesin diu ur dengan tachometer. 33 P rata ratai , C. Kerugian daya gese Daya gese adalah merupa an energi persatuan wa tu dari mesin yang harusdiberi a n untu mengatasi tahanan dari omponen- omponen mesin yang bersinggungan.Besarn ya daya gese dapat dihitung dengan mengurangi daya indi ator dengan dayaporos, perhitungan ini dengan asumsi daya asesoris diabai an. Perumusannya adalah N e = N i (N g + N a ) apabila diasumsi an N a = 0 ma a, N g = N i N e Perhitungan daya gese dengan cara ini cu up bagus untu se ala laboratorium. 3.3. Efisiensi Mesin Efisiensi mesin menggambar an ting at efe tifitas mesin be erja. Secara alamiahs etiap proses memerlu an energi, menghasil an erja untu mela u an proses, emud ianada energi yang harus dibuang. Seperi manusia yang harus ma an untu mela u a na tifitas erja, selanjutnya secara alamiah harus ada yang dibuang. Apabila pro ses ini tida berjalan semestinya, manusia dinyata an dalam eadaan sa it dan tid a bisa mela u an erja. Dalam ondisi ini seandainya manusia adalah mesin ma a m anusia dalam eadaanrusa .Konsep efisiensi menjelas an bahwa perbandingan antar energi berguna denganenergi yang masu secara alamiah tida pernah mencapai 100% . Pada motor ba ar adabeberapa definisi dari efisiensi yang menggambar an ondis i efe tifitas mesin be erja, yaitu1.Efisiensi termal2.Efisiensi termal indi ator 3.Efisiensi termal efe tif 4.Efisiensi me ani A.Efisiensi termal Efisiensi termal adalah onsep dasar dari efisiensi si lus ideal yang didefinisi

 

     

 

 

   

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

   

ù = Kecepatan sudut putar Dari perumusan diatas, untu e power) N e

menghitung daya poros ( bra

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

•• QG m xQ = fc N i ç = i • Q m ______ N ___ i ç =_____________ i • G xQ fc PxVxnxaxz -, ç = i

 

anperbandingan antara energi yang berguna dengan energi yang masu . Energi berg unaadalah pengurangan antara energi masu dengan energi terbuang. Jadi efisiensi termaldirumus an dengan persamaan : Energi berguna B.Efisiensi termal indi ator Efisiensi termal indi ator adalah efisiesi termal dari si lus a tual diagram ind i ator.Energi berguna dari diagram indi ator adalah erja indi ator dan energi m asu nya adalahenergi dari proses pemba aran per ilogramnya. Perumusannya adalah sebgai beri ut Energi berguna =___________ daya indi ator ç i =_____________________ Energi masu laju energi alor masu per g N i ç = i • Q m Karena efisiensi termal indi ator adalah pada si lus a tual ma a fluidanya adala hbahan ba ar dengan udara, sehingga perhitungan energi a or adalah sebagai beri ut 34 ç = Energi masu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

• GxQ fc dengan N i • Q m • G f Q c = Daya indi ator (watt)= laju alor masu per g bahan ba ar ( cal/ g.jam)= laj u bahan ba ar yang diguna an ( g/jam) =Nilai alor bahan ba ar per cal/ g C. Efisiensi termal efe tif Efisiensi termal efe tif adalah perbandingan daya poros atau daya efe tif dengan laju alor masu nya. Perumusannya adalah sebagai beri ut dayaporos N e ç =______________________________________= e • laju energi alor masu per g Q m __________ N e ç = e • G xQ fc P xV xnxaxz -, • GxQ fc D. Efisiensi me ani Semua beban mesin diatasi dengan sumber energi dari proses pemba aran yangmengha sil an energi me ani . Energi me ani yang teru ur pada diagram indi ator adalah erja indi ato. Kerja indi ator persatuan wa tu inilah yang a an dtransfer mejad i erja porospersatuan wa tu. Adapun besarnya nilai efe tifitas dari transfer da ya indi ator menjadi dayaporos adalah efisiensi me anis. Jadi efisiensi me anis adalah perbandingan antara dayaporos dengan daya indi ator dan dirumus an dengan persamaan sebagai beri ut. N e ç = m N i

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

   

 

 

   

   

 

 

 

 

   

 

 

     

 

 

 

 

 

NN ei Apabila ç =dan ç = ei •• QQ mm 35 ç = i N e ma a dua persamaan tersebut disubsitusi an pada ç = m N i ç e menjadi ç = jadi jelas bahwa daya poros yang dihasil an dari daya indi ator harus m ç i di ali an dengan efisiensi me ani nya. ç = e ç m xç i E. Efisiensi volumetri Udara yang dihisap masu silinder selalu banya mengalami hambatan aliransehingg a aliran udara banya ehilangan energi, disamping itu udara hisap juga menyerap panas dari saluran hisap terutama pada ujung saluran hisap yang ada atup masu n ya.Karena menyerap panas temperatur udara menjadi nai dan menyebab an massa jen isturun tetapi menai an nilai vis ositasnya. Dengan ondisi tersebut udara lebi h sulitmengalir dengan massa per satuan volumenya juga ber urang. Untu mendefin isi an jumlah udara yang masu e ruang silinder dirumus an u uran eefe tifan a liran udaranmasu yaitu efisiensi volumetri. Perumusannya adalah sebagai beri ut : ï G jumlah

 

 

   

udara masu a ç =

edalam silinder a tual g/jam ()

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

  

 

 

 

   

ï =__________________________________________________________________ v jumlah udara masu edalam silinder ideal( g/jam) G ai ïï G ã aa ç == dengan ã = massa jenis udara ( g/m 3 ) v ïï G ã aiai Hubungan efisiensi volumetri dengan te anan rata-rata efe tif adalah: P erata rata = η e ç . v . f . Q c . ã ai .0,0427 g/cm 2 dengan f = perbandingan bahan ba ar udara ï G jumlah bahan ba ar yang diguna an g/jam f f = ο =___________ jumlah udara yang diguna an g/jam G a dari perumusan di atas terlihat bahwa te anan efe tif rata-rata bergantung dari nilai dari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

v ç . F. Laju Pema aian Bahan Ba ar Spesifi Laju pema aian bahan ba ar spesifi atau spesific fuel consumtion (SFC) adalah jumlah bahan ba ar ( g) per wa tunya untu menghasi an daya sebesar 1 Hp. Jadi SFCadalah u uran e onomi pema aian bahan ba ar. Perhitungan untu mn getahui SFCadalah: ï G f SFC = e N e NN ee ç =___________ ç = xQ • e • ec ï 1 G f = = SFC ç xQ e N ec 36 BAB 4 KOMPONEN MESIN 4.1. Mesin Motor Ba ar Mesin meruapa an suatu jenis pesawat erja yang mengubah energi ima bahanba ar menjadi energi me ani . Untu mela u an proses perubahan, mesin mempunyai ompone n- omponen yang be erja ompa menjadi satu esatuan. Adapun omponen darimesin dibagi menjadi dua yaitu mesin dan eleng apan mesin. Komponen pertama yaitumesi n adalah omponen pembang it tenaga. Komponen yang edua adalah omponenyang men jamin mesin be erja dengan bai untu pembang itan tenaga.Rincian dari omponen mesin adalah sebagai beri ut. 9 Blo silinder 9 Kepala silinder 9 Piston atau tora 9 Batang tora 9 Poroseng ol

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

9 Bearing atau bantalan 9 Roda penerus 9 Me ani Katup 4.1. Bagian Mesin Seperti yang telah disebut an diatas bagian omonen mesin yang pertama adalahber fungsi pembang it tenaga. Proses ini berlangsung didalam silinder. Sumber energiberasala dari energi imia bahan ba ar yang masu melalui melalui me anisme atup di epala silinder. Bahan ba ar setelah masu e silinder emudian diba ar terjadilah prosespemba ar an. Proses pemba aran menghasil an te anan dan temperatur tinggi, emudianterjad i e pansi dan ompresi volume sehingga tora terdorong menghasi an gera an bola bali yang diterus an e batang tora . Oleh batang tora gera bali diubah menjadigera an rotasi pada poros eng ol . Poros eng ol ditumpu dengan bantalan pada ba eng ol cran case dan pada ujungnya dipasang roda penerus. Gambar 4.1 Mesin dan omponen- omponennya 37 4.1.1 .Blo silinder Blo silinder adalah bentu dasar dari mesin, terbuat dari material besi cor, te tapi bisa juga dengan paduan aluminium dengan tujuan mengurangi berat mesin [gam bar 4.2].Susunan silinder dipasang pada blo silinder, epala silinder menutup b agian atas, bagianbawah terdapat ba eng ol tempat tumpuan poros eng ol sumbu no dan me ani atup.Untu mobil berpendingin air, pada blo silineder terdapat l ubang-lubang yang merupa anmantel air tempat sir ulasi air pendingin yang mengel ilingi susunan silinder. Pada sisi blo dipasang eleng apan- leng apan mesin sep erti stater, alternator, pompa bensin dandistributor Gambar 4.2 Blo silinder mo del in lineGambar 4.3 Blo silinder model V-8 38 Gambar 4.4 Model susunan blo silinder 4.1.1. Silinder Silinder adalah bagian yang berfungsi sebagai tempat perpindahan tenaga panasmen jadi tenaga me ani dengan gera an tora bola -bali arena e spansi dan ompres i[gambar 4.2]. Karena proses pemba aran menghasil an te anan yang tinggi dimung in anterjadi ebocoran gas eluar ruang silinder menuju bagian bawah mesin. Kebo coranbisanya melalui celah antara dinding silinder dengan ring pada tora . Keboc oran a anmenurun an te anan sehingga mesin ehilangan sebagian energinya. Keboco ran terjadi arena terjadi eausan arena gese an ger an piston dengan dinding si linder. Untu mengatasi ondisi ini dinding silinder harus diper eras atau dengan di lapisi chrome.Bila dinding -dinding silinder sudah mengalami eausan sehingg a diameter silider bertambah, ebocoran a an membesar, tenaga mesin drop dan oli bisa masu e dalamsilinder. Untu memperbai ondisi ini dinding silinder dibo r embali. Karen diinding dibor sehingga diameternya bertambah diperlu an tora yang sesuai dan lebih besar ( oversize). Metode untu menghindari eausan yang sering diguna an adalah denganpemasangan p

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       

   

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

   

 

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

       

   

elapis silinder atau silinder liner [gambar 4.3]. Keuntungan dari silinder liner inidalah lebih tahan dari eausan dan apabila terjad dapat diganti, sehigga tid a ada metodepengeboran dengan tora oversize. Model dari pelapis ini ada dua yai tu pelapis silider basah dan pelapis silider ering. Pelapis silinder basah di e lilingi langsung dengan mantelair untu pendinginan, sedang an pelapis silinder ering tida berhungan langsung denganmantel air 39 Untu menai an daya mesin dibutuh an volume silinder yang besar, tetapi tida pra tis hanya dengan menguna an satu silinder. Untu tiu, mesin berdaya besar padau mumnya adalah multisilinder [gambar 4.2, 4.3]. Jumlah silinder biasanya jumlahny a genapantara 2 sampai 4. Untu mesin dibawah 1000 cc biasanya bersilinder 2 ata u 4, sedang andari 1000 cc sampai 2000 cc besilinder 4 atau 6 dan diatas 2000 cc bersilinder 6 atau 8silinder.Pada mesin 4 ta pada setiap ali dua putaran poro s eng ol hanya menghasil an satu ali tenaga pada 360 0 , tetap dengan multi silinder, misal an mesin 4 ta 4 silinder setiap aliberput ar 720 0 ma a pada setiap sudut eng ol 180 0 terjadi lang ah tenaga, sehingga sangatmenguntung an.Gambar 4.5 Bentu susunan s ilinder Model susunan silinder bermacam-macam dan selalu mengalami per embangan. Bentu susunan dima sud an untu beberapa hal seperti mengurangi getaran,memper ecil u uran mesin sehingga beratnya turun, dan tujuan lainnya. Model susunanyaya itu model satu garis memanjang [gambar 4.2], model V [gambar 4.3, 4.5], ada juga yangmodel meling ar [gambar 4.5] untu pengera baling-baling pesawat terbang onvesional.Blo silinder dengan susunan model V, pada model ini silinder-silinde r tersusun luruspada edua bagian blo silinder, silinder-silinder yang ada pada dua bagian blo menghadap poros eng ol. Untu mesin 8 silinder bentu V, mempunya i 4 silinder padamasing masing sisinya. Keuntumgan dari model ini adalah geteran mesin yang rendah 40 arena mesin sangat balance dan u uran mesin mejadi lebih ecil dengan alasan ju mlahsilider terbagi mejadi dua sisi.Perbandingan antara diameter silinder dengan panjang lang ah sangat penting untu perancangan. Ada tiga macam model dari yait u [1]Mesin dengan D/L ecil atau L>>D dinama an mesin lang ah panjang. Model mesinini sangat menguntung an bagi proses pemba aran, arena lang ahnya ya ng panjang,wa tu bagi lang ap isap lebih lama sehingga pencampuran bahan-ba ar d an udara lebihbai . Kerugiannya adalah untu memperoleh putaran mesin yang sama, ecepatan pistonmesin lang ah panjang lebih tinggi. Dapat dilihat dari rumus me nghitung ecepatan rata-ratayaitu U = 2xLxn. Untu n yang sama terlihat mesin lang ah panjang ecepatan pistonnyalebih tinggi . Pada ecepatan piston yang tinggi gese an sema in besar sehinggamempercepat e ausan. [2] Mesin dengan D/L = 1 dinama an square engine dan mesin dengan D/L > 1dinama an over square engine, mempunyai elebihan arena ecepatan piston rata-ratarendah sehingga eausan sil inder bisa dihindari. Dengan memperbesar diameter silider atup atup menjadi le bih besar, efe nya pada ecepatan piston yang tinggi efisiensipengisihan diperta han an bai . Kerugian dari model mesin ini adalah dengan sema inbesar diameter s ilinder, ruang ba arnya pun menjadi lebih luas, sehingga untu ecepatanrendah,

 

 

   

 

 

 

 

   

 

 

     

 

   

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

 

 

     

Untu mencegah ebocoran dari ruang silinder yang berte anan tinggi, pada tora d ipasang ring tora . Ring tora berfungsi sebagai perapat dan tempat saluran pelu mas,untu melumasi dinding silinder.Piston be erja pada beban tinggi yaitu tempe ratur dan te anan tinggi, dengan alasantersebut piston a an mengalami pemuaian s ehingga bisa bersinggungan dengan dindingsilinder. Kondisi tersebut sangat merug i an arena dinding silinder a an cepat aus. Untu mengatasi ondisi tersebuat an

 

Gambar 4.7 Kepala silinder Ruang ba ar yang terdapat pada epala silinder adalah tempat prosespemba aran, sehingga epala silinder harus terbuat dari material y ang tahan padatemperatur da te anan tinggi. Material yang diguna an adalah besi cor atau paduanaluminium yang dapat membatasi pemuian. Sama halnya dengan blo s ilinder, epalasilinder juga ada yang dileng api dengan mantel air yang terhubun g dengan mantel air yangada pada blo silinder. Mesin yang berpendingin udara pa da epala silindernya dipasangsirip siri untu pendiginan. A.Bentu ruang ba ar Pada ruang ba ar seperti yang sudah disebut an adalah ruangan dimana dimulaipros es pemba aran . Terdapat me anisme atup dengan model bentu atup a anmempengar ui dari ruang ba ar. Pada umumnya ada tiga maca bentu yaitu [1]Bentu setengah ling aran [gambar] Katup pada model ini mempunyai posisi atup diatas memusat pada sumbu tengah sil inder.Penempatanya tida mema a banya tempat, arena mempunyai permu aan yang t er ecilper unit volume, pengaruhnya panas yang hilang juga minimal. Katup dapat dibuat lebihbesar, sehingga pengisihannya lebih efisien. Kerugian atup model in i adalah penyusunanme ani atupnya rumit dan pembuatanya tida mudah. Ruang ba arnya membentu erucut dan biasanya busi dipasang an dibagian tengah. [2]Model baji [gam bar] Aliran udara model ini lebih ringan tanpa banya halangan arena eleng ungan sa luraninta e dan outlet tida banya . Dengan ata lain tida banya erugian alir an sehingga bisamenai an efisiensi volumetri dan pengisian. Gas sisa lebih muda h dibuang e luar silinder sehingga campuran udara bahan ba ar lebih banya masu silinder. Kontru si atupnyalebih sederhana. Ruang ba arnya membentu limas. [3] Model bath tub [gambar] Dengan atup model ini bentu ruang ba ar menjadi terpusat, pada ondisi pistonm ela u an dorongan pada lang ah ompresi, capuran bahan ba ar udara a an menujuru angan ini sehingga proses pemba aran lebih cepat. Ruang ba ar membentu an balo . B.Piston atau tora Tora adalah omponen mesin yang paling pertama menerima energi daripemba aran. Energi tersebut emudian diterus an denagn batang tora . Sambunganantara tora d engan batang tora diguna an pen tora . Posisi sambungan antara tora dengan bata ng tora dengan pen tora diusaha an tida pada satu garis dengan posisiporos en g ol (offset engine), alau ondisi ini tida dicermati menga ibat an gaya doron gdari pergera an tora a an besar di dinding meyebab an dinding aus sebagian. 42

   

efisiensi pemba aranya rendah, mesin mejadi dingin dan ada emung inan mesinmati . 4.1.2. Ba eng ol Ba eng ol terdapat pada bagian bawah blo silinder mesin [gambar 4.6]. Pada ba eng ol terdapat bantalan untu tumpuan poros eng ol. Sumbu no juga ada yang dip asangparalel dengan poros eng ol . Pada bagian bawah ba eng ol terdapat pan oil atau arter.Karter berguna untu menampung minya pelumas mesin dan terbuat dar i baja press.Gambar 4.6 Ba eng ol 4.1.3. Kepala silinder Kepala silinder dibaut dibagian atas epala silinder [gambar 4.7]. Terdapat ruan gba ar berbentu ce ungan, di epala silider juga terdapat lubang lubang untu pe masangan busi dan me anisme atup. Antara epala silider dengan silider diselip angas et. Fungsi gas et adalah untu mencegah ebocoran- ebocoran gas dari dalam silinder. Meterial gas et harus tahan temperatur tinggi, biasanya terbuat dari p lat tembagayang dilapisi asbes. 41

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

   

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

   

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

   

 

 

   

     

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

   

 

 

     

  

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

       

 

 

   

 

 

 

         

 

 

 

 

 

Tora model ini dipotong bagian bawahnya untu mengurangi berat dan mengurangige se an. [3] Tora model autotermisPada bagia atas dibagian dalam piston terdapat plat baja y ang mempunyai pemuaian yangrendah, hal ini untu mengatasi perubahan bentu yang diseba an panas. [4] Tora lonjong (oval piston)Diameter tora pada bagian bos pena ora dibua lebih ecil sehingga piston elihanberbenu oval. Dengan bentu oval, tora apabila en a panas diameternya a an samasetiap sisinya bila dalam eadaan muai E. Ring tora Pada penjelasan terdahulu bahwa antara piston dan dinding piston terdapat celah( clearence) yang berfungsi sebagai ruang muai piston. Celah ini bisa menimbul an masalahyaitu ebocoran gas pada wa tu lang ah ompresi dan tenaga. Untu mengata si hal tersebutpada piston diberi seal atau perapat sehingga ebocoran dapat dih indari. Perapat tersebutberbentu ring . Adapun fungsi ring piston secara umum a dalah sebagai beri ut.[1]Menjaga agar gas tida eluar silinder selama lang ah ompresi atau lang ah tenaga.Pada lang ah ini perbedaan antara te anan dalam sili nder dengan luar silinder sangatbesar sehingga ada emung inan gas bisa eluar m elalui celah-celah antara piston dengansilinder.[2]Sebagai omponen pelumasan ya itu ring piston a an mengi is minya pelumas didinding silinder adan se aligus m encegah minya pelumas masu e ruang ba ar.[3]Karena ring piston bersingungan l angsung dengan dinding silinder, ma a ring pistonbisa sebagai media untu menyal ur an panas dari piston edinding silinder. ring tora ompresi pelumas Gambar 4.9 Piston dan batang penghubungMaterial ring piston terbuat dari besi co r husus, berbentu ling aran berdiameter lebih besar dari diameter piston, untu memudah an pemasangan pada piston ring pistondipotong. Ada beberapa model poto ngan yaitu ; [1] butt joint, [2] angle joint, dan [3] gap joint. Celah sambungan ( gap joint) harus disesai an dengan sepesifi asi mesin. Bila ce

 

 

 

tara dinding denga piston diberi jara atau celah sehinggapada wa tu piston meng alami pemuaian masih ada tempat, onta langsung dengandinding silinder dapt dih indari C.Kontru si tora Dapat dilihat pada gambar 4.9. Bagian paling atas adalah epala tora , biasanyap ermu aannya datar, tetapi ada pula yang berbentu ce ungan atau cembungan. Bentu -bentu permu aan dari epala tora difungsi an untu membantu turbulensi pada wa tu ompresi, sehingga capu ran udara bahan ba ar lebih homogenPada bagian atas tora juga terdapat celah celah untu pemasangan ring tora danbentu bos dibag ian tengah tora fungsinya untu dudu an pen tora .Dengan alasan tora be erja p ada daerah bertemperatur dan berte anan tinggi jugapada ecepatan tinggi, materi al tora harus mempunyai e uatan yang tinggi. Besi cor banya diguna an tetapi berat, untu menggantinya diguna an paduan aluminium yanglebih ringan dan ondu tifitas panasnya lebih bai .Kelemahan dari paduan aluminium adalah mudah memuai, sehingga pada suhutinggi u uran piston mejadi lebih besar, hal ini sangat tida menguntung an. Untu mengatasinya bentu piston dibuat tida sama, pada bagian b awah dibuat lebih ecil,sehingga pada wa tu memuai bentu nya sama. D.Model tora Berbagai model tora di embang an untu menai an unju erja dari tora . Materia ltora yang diguna an harus ringan, mampu beroperasi pada beban tinggi dan ondu tiftasnya harus bai . Adapun contoh model-model tora yang banya diguna ansebag ai beri ut. [1] Model split pistonTora model ini dileng ap dengan parit-parit bentu T dan U un tu menampung e spansipanas dan membentu celah sisi. [2] Tora model selop 43

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

   

   

     

 

 

   

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

       

                       

 

   

lahsambungan terlalu besar a an menga ibat an ebocoran gas, bila terlalu ecil ujung-ujungnya a an bersentuan dan apabila mememuai a an merusa ring piston. 44 Model ring pegas ada dua yaitu [1] Ring ompresi, Fungsi ring ini adalah mencegah gas elua pada wa tu lang ah ompr easi dan e spansi. Ring ompresi dipasang berurutan pada posisi atas piston.Poto ngan ring diposisi an antara satu dengan yang lainnya pada posisi 120 0 , atau 180 0 ,dengan ma sud untu untu mencegah ebocoran.[2]Ring oli. Fungsi dari ring ini adalah untu mengi is elebihan oli pada dinding silinder dan untu mecegah agar minya pelumas tida memasu i ruang ba ar. F. Batang tora Batang tora atau batang penerus (conecting rod) adalah omponen yangmenerus an tenaga dari tora e poros eng ol. Dengan batang tora ini gera an tora yaitutr anslasi bola -bali dtubah menjadi gera an rotasi pada poros eng ol. Bentu dari batangtora dapat dilihat pada gambar 4.10. Bagian ujung yang disambung dengan pen padatora berbentu lebih ecil dan ujung satunya yang terhubung lansung den gan poros eng olberbentu lebih besar. Pada bagian ujung yang besar dibuat dalam bentu split dandipasang pada pin eng ol dengan baut-baut yang dibuat dari loga m husus.Sama dengan tora , batang tora juga be erja pada beban tinggi secara b erulangulang. Temperatur pada batang tora juga masih tinggi arena bersinggunga n langsungdengan tora . Dengan alasan tersebut batang tora dibuat dengan baja husus.Pada ujung ecil sampai ujung besar dari batang tora diberi lubang peluma s untu melumasi bagian bagian dari batang tora mulai dari pen tora sampai pada pin eng ol.Pada ujung ecil sistem pelumasanya dengan perci an. Pada bagian uju ng besar dipasangbantalan untu mencegah eausan.Gambar 4.10 Kontru si dari bata ng penghubung 4.1.4. Poros eng ol Fungsinya sama dengan batang tora yaitu menerus an tenaga dari tora . Bedanyaba tang tora mela u an gera an gabungan translasi dan rotasi, poros eng ol hanyabe rgera rotasi saja. Adapun ontru si dari poros eng ol dapat dilihat pada gambar . Jadibagian bagian dari poros eng ol adalah cran journal yang ditumpu pada cra n casedengan bantalan dan erupa an pusat tumpuan dan putaran. Cran pin adalah omponendari poros eng ol dimana batang tora dipasang. Antara cran journal deng a cran pindihubung an dengan cran arm. 45

Gambar 4.11 Poros eng olPada bagian ujung dari poros eng ol dibuat alur untu pe masangan dari roda gigitiming untu menggera an sumbu no (chamsaft) dan puli un tu menggera an pompa dangenerator. Bagian ujung satunya dipasang roda gaya atau roda penerus. Pada mesinsegaris jumlah cran pin sama dengan jumlah silinder dan untu bentu V jumlahnya adalahsetengahnya. Jumlah cran jurnal bertambah banya pada mesin putaran tinggi atau bebantinggi.Putaran poros eng ol bervariasi dar i putaran rendah sampai putaran tinggi. Bebanyang diitanggung oleh poros eng ol tida hanya dari putaran, tetapi juga dari dorong a sialbatang penerus, a ibatny a poros eng ol a an bergetar dan cenderung tida stabil, bantalana an cepat aus. Pada mesin multi silinder ondisi ini diatasi dengan mengatur posisi cran pin t ida pada satu garis dengan cran jurnal, tetapi membentu sudut tertentu. Disam pingitu, pada poros eng ol juga dipasang massa penyeimbang (balance weight) untu meyerapenergi yang berlebih.Untu megurangi getaran dan pembebanan yang tida merata, urutan pemba aran juga harus diatur sehingga mempunyai wa tu yang sama s etiap dua putaran poros eng ol.Dengan pengaturan tersebut, lang ah tenaga menjad i teratur dan dorongan batang tora eporos eng ol bergantian dengan teratur. 4.1.6. Roda gaya Pada mesin 4 ta dalam satu si lus erja dengan dua putaran poros eng ol hanyaad a satu lang ah tenaga. Ini berarti poros eng ol mendapat an tenaga putar dari la

 

 

 

 

 

 

   

     

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

   

 

 

 

   

 

 

   

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

     

 

   

     

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

   

 

   

ng ahtenaga saja, untu lang ah lainnya memerlu an tenaga. Agar dapat be erja un tu lang ahlainya, poros eng ol harus dapat menyimpan energi dari lang ah tenaga . Bagian omponenmesin yang berfungsi menyimpan energi atau tenaga putar ini dis ebut roda gaya atau rodapenerus.Roda penerus dipasang pada ujung poros eng ol da n dileng api dengan ring gear yang a an dihubung an dengan gigi pinion starter. Roda penerus berbentu piringan danterbuat dari material besi cor [ gambar] 4.1.7. Bantalan Untu mecegah eausan arena gese an-gese an pada setiap tumpuan-tumpuan dipasan gbantalan (bearings). Pada poros eng ol bantalan dipasang pada cran jurnal 46 dan cran pin. Untu membantu mengurangi gese an dan se aligus mendingin anbanta lan-bantalan, minya pelumas dialir an melalui celah-celah minya pelumasBantala n-bantalan yang diguna an pada jurnal poros eng ol disebut dengan bearingutama d an yang diguna an pada bagian ujung besar batang tora disebut bantalan batangto ra . Bentu dari bantalan adalah split yang dipa ai pada jurnal poros eng ol dan bentu split tunggal pada bantalan pena tora yaitu bushing.Gambar 4.12 Bantalan 4.1.8. Me ani Katup Katup merupa an omponen mesin yang berfungsi sebagai laluan udara dan bahanba a r masu silinder ( atup masu ) atau sebagai laluan gas sisa pemba aran eluar si linder ( atup eluar]. Untu mengatur membu a dan menutupnya atup diperlu anme anisme atup.Gambar 4.13 Me ani atupAda beberapa me anisme atup yaitu[1] Susu nan atup sisi ( Side Valve)Susunan atup sisi ontru sinya sangat sederhana, me ani atupnya tida rumit dandipasang disisi silinder, omponennya terdiri dari atup sendiri, pegas atup, pengang at 47 atup (valve lifter), no dan poros no . Pergera an atup membu a dan menutup di la u anoleh no pada poros no yang diteru an oleh pengang at atup. Poros no d itempat anparalel disamping poros eng ol. Karena leta nya dibagian sisi silinder tida di epalasilinder, menjadi an ontru si silinder menjadi sagat sederhana.[ 2]Susunan atup epala (Overhed valve)Me ani atup terdiri dari atup, push rod , valve lifter,roc er arm. Posisi atup di epalasilinder bai atup isap atau a tup buang. Cara erja dari me ani adalah sebagai beri ut.apabila pengang at at up didorong no , push rod terdorong eatas, push rod a anmendorong salah satu uj ung dari roc er arm dan ujung roc er arm yang lainnya a anmene an atup ebawah dan atup mulai terbu a. No emudian berputar, dorongan pushrod menjadi hilang, roc er arm menjadi bebas, demi ian juga atup menutup embali arena gaya pegas. Seperti yang telah disebut an bahwa atup terleta pada epalasilinder, posisi ini membentu ruang ba ar yang lebih longgar dengan atup yang bisadiperluas unt u mema simal an pengisihan.[3]Susunan atup epala dengan poros no diatas epa la silinder Me ani atup terdiri dari omponen yang sama dengan jenis yang edu a, perbedaannyaterleta pada poros no nya terleta pada epala silinder (over he ad camshaft).Pengembangan me ani atup jenis ini adalah untu menai an performa si atup dalammerespon ondisi mesin putaran tinggi. Pada me ani atup jenis e dua dimana poros no terleta pada sisi silinder bagian bawah, dalam merespon unt u pembu aan jalannya terlalupanjang, melewati beberapa omponen yaitu lifter, p ush rod emudian roc er arm barumene an atup. Apabila cara erja disederhana an yaitu menghilang an push rod danlifter, dengan memasang poros no diatas epala silinder, emudian dileng api denganpenumbu atup (valve roc er arm), atup a an lebih cepat merespon pergera an no untu pembu aan dan penutupan 48

BAB 6 KELENGKAPAN MESIN Motor ba ar adalah suatu mesin onversi energi yang omple s. Sumber energiberas al dari energi imia bahan ba ar. Dengan proses pemba aran energi imiapemba ara n a an terlepas menjadi energi panas. Dengan berbagi jenis omponen mesinyang sa ling be erja serenta a an mengubah energi panas menjadi energi me ani poros,ya itu erja berguna.Pada proses peralihan energi diperlu an peralatan bantu yang a an mejaminberlangsungnya proses tersebut dengan lancar dan efisien. Bagian pent

 

 

 

   

 

 

 

   

 

     

 

 

       

 

   

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

   

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

   

     

 

 

 

 

 

 

           

 

 

   

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

   

 

 

 

 

                 

   

 

 

 

 

 

     

 

 

   

 

   

 

 

     

           

ing yang bergera pada mesin telah dibicara an pada pasal terdahulu. Dalam eadaa n tersebut, mesin belumdapat bergera dan hidup sebagaimana mestinya. Untu itu masih diperlu an eleng apan- eleng apan lainnya. Keleng apan- eleng apan yang d ibutuh an oleh suatu motor ba ar adalah sistem pelumasan, sistem pendinginan, si stem bahan ba ar, sistem pengapian,sistem starter dan sistem pembuangan gas be a s. Dengan eleng apan mesin tersebutmesin a an be erja sempurna. 6.1 Sistem Pelumasan Semua elemen mesin yang terbuat dari logam a an bergera relatif antara satudeng an lainnya dapat mengalami hambatan yang besar arena gese an permu aan.Karena h al tersebut, fungsi pelumas menjadi sangat penting. Dengan pelumasan dapatdihind ari onta langsung dari dua bagian logam mesin yang bergese an. Pada gambar 13. 1 diperlihat an pelumasan poros dengan bantalannya. Komponen- omponen mesina an terselimuti oleh lapisan pelumas sehingga antara bagian satu dan lainnya sepert i tida bersentuan. Kondisi a an menimbul an gaya gese yang ecil antara ompone n mesin.Secara garis besar fungsi pelumasan adalah sebagai beri ut:1.Mengurangi gese an yang timbul antar omponen mesin sehingga pergera an omponen mesin menja di lebih ringan. 2. Menyerap panas yang timbul arena pergese an antara omponen- omponenmesin, hal ini menguntung an arena omponen mesin terhindar dari overheating atau panas berlebih.3.Khusus pada pelumasan di silinder a an memperbai i erapat an antara tora dansilinder.4.Mencegah abrasi dan orosi omponen- omponen mesin .Untu menjamin eberlangsungan proses pelumasan pada wa tu operasi mesinsehingg a omponen- omponen mesin terlumasi semua, pelumas harus disir ulasi an.Sistem y ang menjamin eberlangsungan proses pelumasan pada mesin disebut sistempelumasan .bantalan 49 Gambar 13.1 Pelumasan pada bantalan A. Minya pelumas Pelumas merupa an zat cair yang mempunyai e entalan tinggi yang dihasil an dari proses pengolahan minya bumi. Untu menambah an emampuannya, pelumas banya dic ampur dengan bahan aditif. Selain dari pengolahan minya bumi, adapula yang dipe rolehdari bahan-bahan organi lainnya, misalnya minya jara , minya sawit dan astrol. Agar pelumas mempunyai emampuan pelumasan yang bai ma a pelumas yang b ai harusmempunyai persyaratan sebagai beri ut: 1. Vis ositas minya mesin harus sesuai dengan jenis operasi mesin yangbersang utan . Ji a vis ositasnya terlampau rendah a an menga ibat an overheating padamesin. Sebali nya ji a vis ositas minya tersebut terlampau tinggi, tahanan gese a anbertambah sehingga mung in mesin su ar dihidup an.2.Memili i daya pela pisan atau ele atan yang bai pada permu aan logam atau omponen- omponen mesin. 3.Tida mudah bercampur dengan barang-barang lainnya ( otoran- otoran)4.Memili i titi nyala yang tinggi dan su ar menguap sehingga pelumas tida mudahterba ar pada suhu tinggi.5.Mempunyai oefesien perpindahan panas ondu si yang bai sehi ngga mudahmemindah an panas.6.Mempunyai titi be u yang rendah, hal ini dibutuh an pada ondisi mesin yangbe erja pada daerah dingin.Secara garis besar pelumas di lasifi asi menurut tiga hal yaitu bahan asal pelumas,vis ositas, dan yang ter a hir menurut penggunaannya. Uaraian adalah seperti di bawah ini:a.Penggolongan menurut bahan asalPelumas dibeda an menjadi dua yaitu pelumas mineral dan sintet is. Pelumas mineraldibuat dari bahan dasar (base oil) yang berasal dari minya mentah (crude oil), dengantambahan aditif se itar 10-20%. Sedang an pelumas sinteti dibuat dari uns ur-unsur imiasinteti , bai bahan dasarnya maupun aditifnya. Bahan imia yang b anya diapli asisebagai pengganti minya mentah adalah polyalphaole fins, ester berbasa dua, ester organofosfat, ester sili at, gli ol

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

   

 

 

       

 

 

 

 

 

 

 

 

         

 

 

 

   

   

 

 

     

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

   

       

 

 

 

 

     

 

 

 

 

   

 

   

 

 

   

   

   

 

       

 

     

 

polial ilena, sili on atau fluor hidro arbon. Karenamengandal an bahan sinteti dan proses pembuatannya pun cu up rumit, ma a hargapelumas sinteti menjadi jauh lebih mahal dari pelumas mineral.Pelumas sint eti dipa ai pada mesin-mesin yang dioperasi an dalam ondisi erja yangberat, m obil balap yang terus menerus dipacu pada rpm tinggi, atau pada ondisi “ stop andgo ” , atau alau memang itu dire omendasi an oleh pembuat mesin. Pelumas sinteti ju gadiperlu an di daerah yang beri lim sangat dingin seperti di Eropa atau sangat panasdidaerah gurun. Dalam ondisi cuaca yang sangat dingin, oli mineral umumnya membe u.Pelumas sinteti memili i estabilan cair yang alami, yang memberi an a liran pelumas yanglebih bai di dalam mesin mes i temperatur sangat rendah. Pelu mas sinteti memangmempunyai elebihan dibanding oli mineral. Pelumas sinteti u mumnya memili i rentang e entalan yang sangat luas atau besar sehingga lebih fle sibel beradaptasi terhadapberbagai perubahan temperatur. Bah an ada oli sinteti yang ting at e entalannya sangate strim, misalnya SAE 10W-60 atau 5W-50. Pelu mas dengan e entalan seperti itu dapatdibilang “ dingin tida be u, panas tida encer”.b.Penggolongan menurut vis ositasVis ositas minya pelumas sangat bergantung terhadap perubahan temperatur. Padatemperatur y ang tinggi minya pelumas cenderung encer dan pada temperatur yang rendahcenderu ng ental. Society of Automobile Engineers [SAE] yang ber edudu an di Ameri aSeri at menggolong an pelumas berdasar an peno moran SAE. Dalam eadaan suhu yangsama, sema in besar nomor SAE nya menanda an s ema in besar pula vis ositasnya.Pada umumnya mobil mengguna an minya lumas SAE 5 sampai dengan SAE 70. Minya lumas SAE 40 biasanya dipa ai untu musim panas, s edang an untu 50 musim dingin dipa ai SAE 20. Untu musim semi dan musirn gugur dapat dipa ai SAE 30[Tabel 13.1]. Untu pelumas-pelumas yang dipa ai mesin yang beroperasi pada d aerahbertemperatur rendah SAE mengguna an huruf "W" [winter], sebagai contoh 5W20, 5W-30, lebih leng apnya dapat dilihat pada Tabel 13.1. Pada umumnya penomora n dengansimbol "W" dengan vis ositas yang sama dengan penomoran tanpa "W" mempun yai eunggulan emampuan pelumasan yang sangat bai pada daerah dingin, hal ini arenapelumas dapat lebih encer dan mudah bersir ulasi untu pelumasan, terutama pada wa tustart awal dengan ondisi mesin dingin. Sebagai contoh " 10W-30 " mempunyai emampuanyang sama dengan pelumas SAE 10W yang bagus pelumasannya pada daerah dingintetapi mempunyai vis ositas yang sama dengan SAE 30 pada T = 100 0 C jadipenomorannya digabung memjadi "10W-30" .Tabel 13.1 Penomoran SAE dan vis o sitasnya SAE Viscosity GradeVis ositas pelumas( CentiSto es @ 100 ° C10 3.00( 2- 5) 20 7.45( 6- 8) 30 10.90( 9- 12) 40 13.40(1- 16) 50 19.10(1- 21) Tabel 13.2 penomoran SAE "W"

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

   

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

     

 

 

 

 

   

     

 

 

 

       

   

SAEViscosity Vis ositas pelumas( CentiSto es @ 100 ° C 0W2.85W2.810W3.115W4.620W4.625W9.3Tabel 13.3 p en gg unan SAE 16.3 seri x " WTemperatur ling unganTipe SAE untu mobil penumpang 0 0 C5W-20,5W-30,10W-30,10W-40,20W-50-18 0 C5W-20,5W-30,10W-30,10W-40< -18 0 C5W-20,5W-30b.Penggolongan menurut penggunaannyaUntu memperoleh hasil pelumasan yang bai ma a minya lumas dibagi dalambeberapa jenjang disesuai an dengan pen ggunaannya.Tabel 13.4 Pema aian pelumas menurut penggunaan JenisPelumasPenggunaan Jenis MLDipa ai untu motor-motor bensin yang beroperasi ringan.Jenis minya ini tida mengandung additive. Jenis MMDipa aipada mesin-mesinbensin erja sedang,mengandungbahantambah oxidationinhibitor yangbersifatmencegahterjadinya arat(oxidasi).Jenis MSDapat dipa ai untu motor b ensin yang beroperasi berat.Jenis DGDiguna an untu motor-motor diesel yang bero perasi normal, dapat jugadiguna an untu motor bensin. Minya ini mengandung det ergen untu 51 JenisPelumasPenggunaan mencegahpembentu an arbon.Selainituterdapatjuga oxidationinhibitor. Umumnya jenis minya inilah yang banya diguna an.Jenis DMDiguna an untu motormotor diesel yang beroperasi berat, dapat jugadiguna an untu motor bensin. Sela in mengadung bahan tambahan, jugamengandung pour point depressant, sehingga minya ini masih dapatmemenuhi syarat walaupun be erja pada suhu operas i yang tinggi. Oleh arena itu jenis ini disebut juga minya bermutu tinggi (high grade oil). Jenis DSBiasanya dipa ai untu motor-motor diesel yang pengguna an bahanba ar be rmutu rendah. Jenis ini masih mengandung bermacam-macambahan tambahan dan hargan ya pun mahal, sehingga jarang yangmengguna annya. B. Model pelumasan Bagian-bagian yang bergera dalam mesin dilumasi dengan empat macam cara yaitude ngan cara perci an (splash), te anan (force feed), gabungan dari perci an serta te anan,yang tera hir adalah pelumasan campur bahan ba ar dengan pelumas (patrol lubrication). a.Sistem perci anMinya lumas a an terbawa oleh batang spoon atau dipper pada wa tu pistonbergera e bawah emudian pelumas diperci an oleh ujung bagian bawah connecting rod epada dinding silinder dan bearing. Konstru si sistem perci an cu up sederhana, tetapi endalanya ialah bahwa minya lumas sangat sulit melalui celah-celah yang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

   

sempit.Oleh arenanya sistem ini se arang jarang se ali diguna an. [gambar 13.2 ]gayung pelumasGambar 13.2 Proses pelumasan perci anb.Sistem penyaluran pa saMes in yang omple s terutama pada multisilinder mempunyai banya bagianbagianyang s empit dan jauh dari jang auan tang i pelumas. Padahal semua omponen tersebuthar us dilumasi, untu itu diperlu an sistem pelumasan yang mampu mensir ulasi anpel umas e seluruh omponen atau bagian mesin yang membutuh an. Untu mensir ulasi a n minya pelumas, pelumas dipompa sehingga mempunyai energi yangcu up untu samp ai e bagian-bagian yang harus dilumasi dengan te anan tertentu. Minya pelumas t er umpul dalam arter dihisap oleh pompa minya melalui saringan minya . Darisin i minya disalur an e bagian-bagian mesin melalui lubang-lubang minya yang ter dapatpada blo silinder, poros eng ol dan sebagainya. Sesudah minya mela u an p elumasanpada bagian-bagian mesin, minya embali lagi e arter.[gambar 13.3] 52 mesin bensin multi silinder 4 ta mesin bensin 1 silinder 2 ta Gambar 13.3 Proses pelumasan pa sa dan campur Keuntungan dengan sistem ini bahwa semua bagian-bagian pada mesin dapat dilumasidengan bai . Kerugiannya ji a pomp a minya rusa , ma a sistem ini tida dapat be erja.c.Sistem ombinasi perci an dan te ananDalarn sistem ini diperguna an edua sistem, sistem perci an dan te a nan.d.Sistem campu ran bahan ba ar pelumas.Sistem ini dipa ai pada motor dua lan g ah (2 ta ). Pelumas dan bahan ba ar dengan omposisi campuran urang lebih 1: 3 0 sampai 1 :50 a an berfungsi sebagi pelumas danse aligus perapatan antara silin der dan piston pada wa tu mesin be erja. Kerugiannyaadalah pelumas i ut terba ar sehingga metode ini sangat boros pelumas [gambar 13.3b] 53 pompa pelumassaringan pelumas pan pelumasan Gambar 13.4 Komponen pelumasan dan sir ulasi pelumas Gambar 13.5 Komponen- omponen pelumasan pada mesin disel C.Bagian-bagian utama pada sistem pelumasan te an1. Pompa pelumas Pompa adalah alat untu menai an energi fluida yang pada sistem pelumasan inifl uidanya berupa minya pelumas dengan e entalan tinggi. Pompa pelumas menghisapp elumas dari arter dan menyalur an e seluruh bagian bagian mesin. Saringan miny a dipasang an sebelum lubang masu pompa untu menyaring otoran- oloran. Pompam inya digera an oleh batang distributor atau gigi sumbu no . Pompa minya yangb anya diguna an adalah model roda gigi dan model rotor.a. Pompa pelumas model ro da gigiSistem pelumasan pada mesin membutuh an pompa yang mampu mesir ulasi anpe lumas dengan debit yang rendah tetapi harus mempunyai tinggi te an yang besar (h eadtinggi). Pompa yang coco dengan ondisi ini adalah pompa perpindahan positif model rodagigi. Pompa model roda gigi ini terdiri dari body dan dua buah roda g igi yang ber aitan didalarn body. Bila salah-satu dari roda-roda gigi ini berput ar, ma a roda gigi lainnya a anberputar berlawanan arah. Karena itu, minya yang terdapat di antara celah-celah roda gigidan body didesa e luar dari lubang ma su e lubang buang. Pompa minya inimempunyai onstru si yang sederhana dan dap at be eria dengan bai . 54 Gambar 13.6 Pompa minya pelumas jenis roda gigi b.Pompa model rotor Model pompa roda gigi yang lain yang sering dipa ai adalah model pompa rotor. Padapompa mod el ini rotor penggera (drive rotor) dan rotor yang digera an (driven rotor) ber aitan bersama dalam pompa body seperti terlihat pada gambar. Poros drive rot or dibuate sentri terhadap bodinya, dengan demi ian pada w atu drive rotor berp utar, driven rotor juga berputar dan volume ruangan di antara rotor-rotor itu a an berubah-ubah. Minya masu melalui saluran masu yang terdapat pada ruang di antara rotor-rotor dan diterus an e bagian lainnya dengan jalan memper ecil ruan gan

 

 

 

 

   

 

       

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

   

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

     

 

       

 

   

   

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

   

 

 

     

    

 

 

 

 

 

 

     

 

 

   

   

   

     

   

 

drive dan driven rotor. Pompaminya ini mempunyai emampuan erja yang sama dengan pompa minya model ro dagigi. Keuntungan lainnya ialah, pompa minya mempunyai bentu yang lebih ecil sehinggabanya se ali diguna an.Gambar 13.7 Pompa roda gigi jenis rotor 2. Regulator minya pelumas Sir ulasi minya pelumas harus diatur sehingga debitnya sesuai dengan yangdibutu h an. Untu epentingan tersebut pada sistem pelumasan selalu dipasang regulator minya . Hal ini untu mengatasi elebihan minya pelumas apabila mesin be erja denganputaran tinggi. Regulator te anan minya a an mengatur te anan minya agar tida terjadipenyalu ran yang berlebihan.Pengatur te anan minya ini terdiri da ri atup yang biasanya berbentu bola besertapegasnya dan dipasang an pada salur an minya yang terdapat pada pompa minya .Te anan minya harus mengalir pada on disi te anan tertentu. Ji a ondisi tersebut tida tercapai, ma a a an timbul gan gguan dan esulitan. Kondisi te anan minya ini dapat 55 gigi yang digera angayung pelumasbagian buang

 

 

   

 

 

 

   

   

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

 

 

   

   

   

 

 

   

 

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful