KODE : BIOTER.

2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

MATA DIKLAT 2 APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 1 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

KODE :BIOTER-2

MATA DIKLAT 2

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Oleh:

Dra.Wisnuwati.M.Pd

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PERTANIAN 2011

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 2 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

DAFTAR ISI
Halaman PETA MODUL/BAHAN AJAR KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PENDAHULUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN A. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Konsep Metabolisme 1. 2. 3. LEMBAR INFORMASI LEMBAR KERJA LEMBAR EVALUASI i ii iV 1 4 4 10 11 12 12 18 18 19 19 22 23 24 24 26 27 28

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN 2. Konsep Enzim 1. 2. 3. LEMBAR INFORMASI LEMBAR KERJA LEMBAR EVALUASI

C. KEGIATAN PEMBELAJARAN 3. Aplikasi Metabolisme Dalam Bidang Pertanian 1. 2. 3. LEMBAR INFORMASI LEMBAR KERJA LEMBAR EVALUASI

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN 4. Peranan Enzim Dalam Bidang Pertanian 1. 2. 3. LEMBAR INFORMASI LEMBAR KERJA LEMBAR EVALUASI DAFTAR PUSTAKA

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 3 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Metabolisme merupakan proses dalam kehidupan makluk hidup baik tumbuhan maupun hewan . Dalam proses metabolisme meliputi kegiatan anabolisme yaitu proses penyusunan zat organik contohnya proses fotosintesis pada tumbuhan , katabolisme merupakan proses penguraian zat organik contohnya proses respirasi pada tumbuhan dan hewan. Enzim merupakan zat organikyang berperan sebagai katalisator dalam proses metobolisme pada hewan dan tumbuhan . Biologi Pertanian yang membahas tentang tumbuhan, peternakan, dan perikanan, tidak lepas dari materi metabolisme sel demi berlangsungnya kehidupan makluk hidup. Pada kegiatan diklat biologi terapan ini akan bahas metabolisme dan enzim serta peranannya dalam bidang pertanian ( tumbuhan dan hewan )

B.

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari modul ini peserta diklat mampu : 1. 2. 3. 4. Memahami konsep metabolisme Memahami konsep Enzim Mengaplikasikan Konsep metabolisme dalam bidang pertanian Mengaplikasikan peranan enzim dalam bidang pertanian

C. Ruang Lingkup Ruang Lingkup modul ini meliputi konsep metabolisme meliputi anabolisme dan katabolisme dan enzim serta peranannya dalam bidang pertanian.

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 4 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MEMAHAMI KONSEP METABOLISME
A. Tujuan

Setelah selesai melaksanakan diklat ini peserta mampu memahami konsep
metabolisme

B.

Materi Pembelajaran :
KONSEP METABOLISME

Setiap makhluk hidup mengadakan pertukaran zat dengan lingkungannya, artinya makhluk hidup tidak hanya mengambil zat-zat tertentu dari lingkungannya, tetapi ia juga mengembalikan zat-zat tertentu kedalam lingkungannya. Inilah yang disebut proses metabolisme. Metabolisme adalah reaksi kimia untuk pembentukkan dan perombakan bahan organik. Metabolisme dibedakan ke dalam anabolisme dan katabolisme.
a.

Anabolisme, yaitu pembentukan senyawa-senyawa kompleks dari senyawa sederhana. Proses ini memerlukan energi. Katabolisme, yaitu penguraian senyawa kompleks menjadi senyawasenyawa sederhana. Proses ini menghasilkan energi. Energi ini dapat digunakan oleh makhluk hidup untuk berbagai kegiatan.Makhluk hidup memerlukan materi dan energi untuk pertumbuhannya. Materi diperoleh dari tanah, air, dan udara. Energidiperoleh dari matahari, reaksi kimia, atau dari makanan. Berdasarkan cara mendapatkan materi dan energi, setiap makhluk hidup dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu:
1) fotoautotrof (mensintesis makanan sendiri dengan menggunakan energi

b.

cahaya matahari melalui proses fotosintesis). Contoh: tumbuhan, dan makhluk hidup berklorofil lainnya.
2) kemoautotrof (mensintesis makanan sendiri dengan menggunakan energi

dari reaksi kimia). Contohnya: bakteri Nitrosomonas, bakteri sulfur, dan bakteri besi).

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 5 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

3) fotoheterotrof (mengubah zat organik dengan bantuan energi matahari

dijadikan makanannya. Contohnya: bakteri purple/ungu.
4) kemoheterotrof (mengubah zat organik dengan bantuan energi dari

reaksi kimia. Makhluk hidup autotrof dapat mensintesis makanannya sendiri, sedangkan makhluk hidup heterotrof tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. Untuk membangun tubuh maupun sebagai sumber energinya, makhluk hidup heterotrof mengambil zat-zat organik dari lingkungannya. Jadi makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, secara langsung atau tidak langsung, hidupnya bergantung pada makhluk lain. Berdasarkan cara hidupnya, makhluk hidup heterotrof dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
1)

Saprofit, yaitu makhluk hidup yang hidupnya bergantung pada sisa-sisa makhluk hidup lainnya yaitu dengan menguraikannya sehingga disebut juga makhluk hidup pengurai. Jenis tumbuhan inimenggunakan energi yang tersimpan dalam sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati tersebut. Contoh sebagian besar jamur dan bakteri. Simbion/ Simbiosis , yaitu makhluk hidup yang hidup bersama dengan makhluk hidup yang lain.
• Simbion helotisme = simbion parasitisme, kedua simbion hidup bersama,

2)

yang satu (inang) dirugikan dan yang lain (parasit) mendapatkan keuntungan.
• Simbion mutualisme, kedua simbion yang hidup bersama ini mendapat

keuntungan. Contoh : bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar tumbuhan kacang-kacangan (legum)
• Simbion komensalisme, dalam hidup bersama ini, makhluk hidup yang

satu mendapatkan keuntungan, sedang makhluk hidup yang lain tidak mendapat rugi maupun untung.

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 6 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

1. Katabolisme (Respirasi) Katabolisme adalah reaksi penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan enzim. Penguraian suatu senyawa dapat menghasilkan energi. Energi kimia yang terdapat dalam senyawa tidak dapat digunakan secara langsung oleh sel. Energi akan diubah terlebih dahulu menjadi adenosin rifosfat (ATP) yang dapat digunakan oleh sel sebagai sumber energi terpakai. Energi itu digunakan untuk melangsungkan reaksireaksi kimia, pertumbuhan, transportasi, reproduksi, dan merespons rangsangan. Contoh katabolisme adalah proses pernafasan sel atau respirasi. Respirasi adalah proses penguraian bahan makanan yang menghasilkan energi. Respirasi dilakukan oleh semua sel penyusun makhluk hidup, baik selsel tumbuhan, bakteri, protista, cendawan, maupun sel hewan dan manusia. Respirasi dilakukan baik siang maupun malam. Ditinjau dari bentuknya respirasi terbagi dua macam,yaitu respirasi eksternal (luar) dan internal (dalam). Respirasi eksternal meliputi proses pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida dan uap air antara makhluk hidup dengan lingkungannya, misalnya pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Respirasi internal disebut juga pernafasan seluler karena pernafasan ini terjadi di dalam sel, yaitu di dalam sitoplasma dan mitokondria.Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, respirasi internal dibagi menjadi respirasi aerobik (memerlukan oksigen) dan respirasi anaerobik (tidak membutuhkan oksigen). 1.1. Respirasi Aerob Respirasi aerob merupakan serangkaian reaksi enzimatis yang mengubah glukosa secara sempurna menjadi CO2, H2O, dan menghasilkan energi sebesar 38 ATP. Pada pernapasan ini, embebasan energi menggunakan oksigen bebas dari udara. Pada tumbuhan, oksigen yang dibutuhkan diperoleh dari udara melalui mulut daun dan lentisel. Zat organik terutama karbohidrat dipecahkan.

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 7 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

Dalam respirasi aerob, glukosa dioksidasi oleh oksigen, dan reaksi kimianya dapat digambarkan sebagai berikut: C6H12O6 + 6 H2O + 6 O2 6 CO2 + 12 H2O + 675 kal Dalam kenyataan, reaksi yang terjadi tidak sesederhana itu. Banyak tahapan reaksi yang terjadi dari awal hingga terbentuknya energi. Reaksi-reaksi itu dapat dibedakan menjadi tiga tahapan, yaitu: glikolisis, siklus Krebs, dan transpor elektron. 1.2. Respirasi anaerob Pernahkah anda membuat atau melihat cara membuat tape? Tape dibuat dari singkong yang dikukus lalu ditaburi dengan ragi.Jika setelah diberi ragi singkong tersebut dibiarkan dalam udara terbuka maka kalian tidak mendapatkan tape yang diinginkan, mengapa demikian? Respirasi anaerob merupakan serangkaian reaksi enzimatis yang memecah glukosa secara tidak sempurna karena kekurangan oksigen. Pada manusia, respirasi anaerob menghasilkan asam laktat sehingga menyebabkan rasa lelah, sedangkan pada tumbuhan, ragi,reaksi ini menghasilkan CO 2 dan alkohol. Respirasi anaerob hanya menghasilkan sedikit energi, yaitu 2 ATP. Respirasi anaerob, disebut fermentasi atau peragian. Padaumumnya respirasi ini terjadi pada tumbuhan, fungi dan bakteri. Proses fermentasi sering disebut sesuai dengan hasil akhir yang terbentuk. Misalnya: fermentasi alkohol bila hasil akhir fermentasi berupa alkohol. Menurut hasil samping yang terbentuk, maka fermentasi dibedakan atas: a. fermentasi alkohol pada ragi (khamir) dan bakteri anaerobik. b. fermentasi asam laktat pada umumnya di sel otot. c. fermentasi asam sitrat pada bakteri heterotrof. Bahan baku respirasi anaerobik pada peragian adalah glukosa, disamping itu juga terdapat fruktosa, galaktosa, dan manosa. Hasil akhirnya adalah alkohol, karbon dioksida, dan energi. Alkohol bersifat racun bagi sel-sel ragi. Sel-sel ragi hanya tahan terhadap alkohol pada kadar 9-18%. Lebih tinggi dari kadar

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 8 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

tersebut, proses alkoholisasi (pembuatan alkohol) terhenti. Hal tersebut merupakan suatu kendala pada industri pembuatan alkohol. Oleh karena glukosa tidak terurai lengkap menjadi air dan karbon dioksida, maka energi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan respirasi aerobik. Pada respirasi aerobik dihasilkan 675kal., sedangkan pada respirasi anaerobik hanya dihasilkan 21 kal. Seperti reaksi dibawah ini: C6H12O6-- C2H5OH + 2 CO2 + 21 kal Dari persamaan reaksi tersebut terlihat bahwa oksigen tidak diperlukan. Bahkan, bakteri anaerobik seperti Clostridium tetani (penyebab tetanus) tidak dapat hidup jika berhubungan dengan udara bebas. Infeksi tetanus dapat terjadi jika luka dalam atau tertutup sehingga memberi kemungkinan bakteri Clostridium tersebut tumbuh subur karena dalam lingkungan anaerob. 2. Anabolisme (fotosintesis dan kemosintesis) 2.1. Fotosintesis Lingkungan fisik menyediakan nutrien-nutrien anorganik. Semua zat anorganik yang diambil makhluk hidup akan dikembalikan lagi pada lingkungannya. Ada yang dikembalikan dalam bentuk ekskret yang dihasilkan oleh makhluk hidup waktu bereksresi, dan sisa-sisa makhluk hidup akan diuraikan (dekomposisi = demineralisasi) oleh makhluk pengurai (dekomposer) seperti cendawan dan bakteri kembali menjadi zat-zat anorganik. Fotosintesis adalah peristiwa penyusunan zat organik (gula) dari zat anorganik (air, karbon dioksida) dengan pertolongan energi cahaya. Fotosintesis dilakukan oleh tumbuhan dan makhluk hidup yang mempunyai klorofil. Komponen-komponen yang diperlukan dalam fotosintesis adalah: CO2, H2O, cahaya dan klorofil. Karbon dioksida diambil dari udara, H2O diambil dari tanah. Peranan klorofil dalam fotosintesis adalah untuk menyerap cahaya dan sumber elektron. Cahaya yang paling efektif digunakan untuk mendapatkan hasil fotosintesis yang maksimum adalah cahaya merah dan biru.Proses pembentukan karbohidrat ini berlangsung secara bertingkat. Zat yang stabil

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 9 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

yang mula-mula terbentuk adalah gula sederhana. Kelebihan molekul-molekul gula sederhana akan disimpan dalam bentuk zat tepung (pati). melalui proses biosintesis dengan melepaskan nH2O. Untuk pembentukan 1 gram gula ternyata sama dengan jumlah energi yang diperlukan dalam pembakaran 1 gram gula yaitu 675 kilo kalori. Inilah jumlah energi yang diperlukan dalam fotosintesis. Menurut percobaan setiap 1 m2 luas daun/jam dapat menyerap ± 200 kilo kalori, sementara di dalam daun dapat terbentuk 1-2 gram gula. Jadi dapat dihitung bahwa energi yang jatuh pada daun hanya 2% yang digunakan untuk fotosintesis. Hasil lain fotosintesis, O 2 dibebaskan ke udara dan ini berasal dari H2O. Ini dapat diketahui berdasarkan uji menggunakan isotop oksigen yang dilakukan olehRuben dan Van Niel. Bagian tubuh tumbuhan yang melakukan asimilasi C (karbon) adalah bagian yang mengandung zat hijau daun. Secara singkat, persamaan reaksi fotosintesis yang terjadi di alam dituliskan sebagai berikut: Chy mthr 6CO2+12H2O ------------- C6H12O6 + 6O2 + 6H2O Klorofil 2.2. Kemosintesis Cahaya digunakan sebagai sumber energi untuk memecah molekul air. Elektron yang dihasilkan digunakan dalam prosestransport elektron yang menghasilkan NADPH dan ATP. Senyawa NADH dan ATP ini digunakan untuk sintesis gula (selanjutnya diubah menjadi amilum) yang akan digunakan sebagai cadangan makanan oleh tumbuhan. Jadi, energi cahaya diubah menjadi energi yang tersimpan dalam bentuk ikatan kimia. Sumber energi tidak hanya cahaya. Beberapa mikroorganisme ada yang dapat memperoleh energi dengan jalan mengoksidasi senyawa kimia. Misalnya bakteri belerang (Begiota, Thiotrix), bakteri nitrit (Nitrosomonas), bakteri nitrat (Nitrosobacter), dan bakteri besi (Cladotrix).

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 10 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

Bakteri belerang mengoksidasikan H2S untuk memperoleh energi. Selanjutnya energi yang diperoleh digunakan untuk melakukan asimilasi C. Proses penyusunan bahan organik itu menggunakan energi pemecahan senyawa kimia, maka disebut kemosintesis. Perhatikan reaksinya: 2H2S + O2 -----2 H2O + 2 S + energi Energi yang diperoleh lebih kecil jumlahnya daripada yang dihasilkan dari cahaya. Energi tersebut digunakan untuk fiksasi CO 2 menjadi karbohidrat. Dengan demikian, reaksi selengkapnya adalah: CO2 + 2 H2S ----- CH2O + 2S + H2O Bakteri besi memperoleh energi kimia dengan cara mengoksidasi Fe 2+ menjadi Fe3 +. Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus mengoksidasi NH4+ untuk memperoleh energi dengan reaksi berikut ini: (NH4)2 CO3 + 3 O2-------- 2 HNO2 + CO2 + 3H2O + Energi Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Dengan fotosintesis, tumbuhan menyediakan makanan bagi makhluk hidup lain baik secara langsung maupun tidak langsung.

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 11 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 MEMAHAMI KONSEP ENZIM A. Tujuan Setelah selesai melaksanakan diklat ini peserta mampu memahami konsep enzim B. Materi Pembelajaran :
Konsep Enzim

Reaksi-reaksi yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup bekerja secara optimal pada suhu 30°C (suhu ruang), misalnya pada suhu tubuh tumbuhan. Sedangkan di dalam tubuh hewan homoitermis berlangsung pada suhu 37°C. Pada suhu tersebut proses oksidasiakan berjalan lambat. Agar reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan katalisator. Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zattersebut tidak ikut bereaksi. Dalam sel makhluk hidup, reaksi- reaksi kimia dapat berlangsung dengan cepat karena adanya katalisator hidup atau biokatalisator, yaitu : enzim. Enzim merupakan pengatur suatu reaksi. Berikut ini adalah contoh reaksi yang diatur oleh enzim. enzim maltase Maltosa ----------------------- 2 glukosa (substrat) ( produk) Bahan tempat enzim bekerja disebut substrat. Dalam contoh reaksi di atas substratnya adalah maltosa. Bahan baru atau materi yang dibentuk sebagai hasil reaksi disebut produk. Dalam contoh reaksi di atas hanya ada 1 produk yaitu glukosa. Enzim yang mengkatalisis adalah maltase. Reaksi tersebut dapat berlangsung ke arah sebaliknya. Dengan kata lain reaksinya dua arah (reversible), maltosa dapat berubah menjadi glukosa dan glukosa dapat berubah menjadi maltosa. Enzim yang bekerja di kedua reaksi adalah maltase. Jika terdapat maltosa lebih banyak daripada glukosa, reaksi

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 12 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

berlangsung dari kiri ke kanan. Sebaliknya, jika glukosa terdapat lebih banyak daripada maltosa, maka reaksi berlangsung dari kanan ke kiri. 1. Susunan enzim Secara kimia, enzim yang lengkap (holoenzim) tersusun atas dua bagian, yaitu bagian protein dan bagian yang bukan protein. Bagian protein disebut apoenzim, bersifat labil (mudah berubah), misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman. Bagian yang bukan protein disebut gugus prostetik (aktif), terdiri atas kofaktor atau koenzim. Kofaktor berasal dari molekul anorganik, yaitu logam, misalnya besi,tembaga, dan seng. Sedangkan koenzim merupakan gugus prostetik terdiri atas senyawa organik kompleks, misalnya NADH, FADH, koenzim A, dan vitamin B. 2. Ciri-ciri enzim Enzim merupakan suatu protein yang bekerja secara khusus, dapat digunakan berulangkali, rusak oleh panas tinggi, terpengaruh oleh pH, diperlukan dalam jumlah sedikit, dan dapat bekerja secara bolak-balik. 2.1. Protein Sebagian besar enzim (kecuali ribozime), adalah protein. Dengan demikian sifat-sifat yang dimilikinya sama dengan sifat sifat protein, yaitu: menggumpal pada suhu tinggi dan terpengaruh oleh pH. 2.2. Bekerja secara khusus Enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi reaksi tertentu, dan tidak dapat mempengaruhi reaksi lainnya. Sebagai contoh: didalam usus rayap terdapat protozoa yang menghasilkan enzim selulase sehingga rayap dapat hidup dengan makan kayu karena dapt mencerna selulosa (salah satu jenis karbohidrat/polisakarida). Sebaliknya manusia tidak dapatmencerna kayu, meskipun mempunyai enzim amilase, yaitu enzimyang dapat mencerna amilum/pati (yang juga merupakan jenis polisakarida). Enzim amilase dan selulase masing-masing bekerja secara khusus.

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 13 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

2.3. Dapat digunakan berulang kali Enzim dapat digunakan berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi. Meskipun dalam jumlah sedikit, adanya enzim dalam suatu reaksi yang dikatalisirnya akan mempercepat reaksi, karena enzim yang telah bekerja dalam reaksi tersebut dapat digunakan kembali. 2.4. Rusak oleh panas Enzim adalah suatu protein yang dapat rusak oleh panas disebut denaturasi. Kebanyakan enzim rusak pada suhu di atas 50°C. Reaksi kimia akan meningkat dua kali lipat dengan kenaikan suhu sebesar 10oC. Kenaikan suhu di atas suhu 50°C tidak dapat meningkatkan reaksi yang dikatalisir oleh enzim, tetapi justru menurunkan atau menghentikan reaksi tersebut. Hal ini disebabkan enzimnya rusak sehingga enzim tersebut tidak dapat bekerja. Demikian juga apabila kita memesan enzim-enzim dari luar negeri, biasanya dikirim dalam pengepakan khusus dalam es kering agar tidak rusak dalam perjalanan, dan enzim tersebut disimpan dalam lemari es. Suhu rendah tidak merusak enzim tetapi hanya menonaktifkannya saja. 2.5. Diperlukan dalam jumlah sedikit Oleh karena enzim berfungsi sebagai mempercepat reaksi, tetapi tidak ikut bereaksi, maka jumlah yang dipakai sebagai katalis tidakperlu banyak. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali, selama molekul tersebut tidak rusak. 2.6. Dapat bekerja bolak-balik Umumnya enzim dapat bekerja secara bolak-balik. Artinya, suatu enzim dapat bekerja menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa-senyawa lain, dan sebaliknya dapat pula bekerja menyusun senyawa-senyawa itu menjadi senyawa semula. Pada tumbuhan, proses fotosintesis menghasilkan glukosa. Apabila glukosa yang dihasilkan dalam jumlah banyak, maka glukosa

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 14 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

tersebut diubah dan disimpan dalam bentuk pati. Pada saat diperlukan, misalnya untuk pertumbuhan, pati yang disimpan sebagai cadangan makanan tersebut diubah kembali menjadi glukosa. 2.7. Kerja enzim dipengaruhi lingkungan Lingkungan yang berpengaruh pada kerja enzim adalah suhu, pH,hasil akhir, dan zat penghambat. • Suhu Enzim bekerja optimal pada suhu 30°C atau pada suhu tubuh dan akan rusak pada suhu tinggi. Biasanya enzim bersifat nonaktif pada suhu rendah (0°C atau di bawahnya), tetapi tidak rusak. Jika suhunya kembali normal enzim mampu bekerja kembali.Sementara pada suhu tinggi, enzim rusak dan tidak dapat berfungsi kembali. • pH Enzim bekerja optimal pada pH tertentu, umumnya pada pH netral. Pada kondisi asam atau basa, kerja enzim terhambat. Agarenzim dapat bekerja secara maksimal, pada penelitian/percobaan yang menggunakan enzim, kondisi pH larutan dijaga agar tidak berubah, yaitu dengan menggunakan larutan penyangga (buffer) • Hasil akhir Kerja enzim dipengaruhi hasil akhir. Hasil akhir yang menumpuk menyebabkan enzim sulit “bertemu’ dengan substrat. Semakin menumpuk hasil akhir, semakin lambat kerja enzim. • Zat penghambat Zat yang dapat menghambat kerja enzim disebut zat penghambat atau inhibitor. Zat tersebut memiliki struktur seperti enzim yang dapat masuk ke substrat, atau ada yang memiliki struktur seperti substrat sehingga enzim salah masuk ke penghambat tersebut. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: semisal enzim itu anak kunci, terdapat zat penghambat (inhibitor) yang strukturnya mirip anak kunci (enzim), sehingga zat penghambat itu dapat masuk ke dalam gembok kunci (substrat). Bentuknya mirip gembok

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 15 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

kunci (substrat), sehingga enzim sebagai anak kunci “keliru masuk ” ke anak kunci palsu. 3. Penamaan enzim Enzim diberi nama sesuai dengan substratnya, diberikan akhiran ase.
a. Enzim selulase, adalah enzim yang dapat menguraikan selulosa. b. Enzim lipase, menguraikan lipid atau lemak.

c. Enzim protease, menguraikan protein. d. Enzim karbohidrase, menguraikan karbohidrat Karbohidrase merupakan suatu kelompok enzim. Termasuk di dalamnya amilase, menguraikan amilum menjadi maltosa, dan maltase menguraikan maltosa menjadi glukosa. Ada dua cara penamaan enzim, yaitu secara sistematis (berdasarkan atas reaksi yang terjadi) dan trivial (nama singkat). Contohnya: ATP+ glukosa ADP+Glukosa 6-Fosfat Nama sistematik: ATP: Glukosa 6-Fosfat Nama trivial : Heksokinase Dengan berkembangnya ilmu genetika dan dilakukannya berbagai percobaan di bidang ini, dapat dibuktikan bahwa pembentukan enzim atau kelompok enzim diatur oleh gen atau kelompok gen dalam kromosom. George Beadle dan Edward Tatum mendapat hadiah novel pada tahun 1958 atas jasa mereka menemukan gen pengendali sintesis protein dan enzim yang disimpulkan dalam suatu teori “one gene, one enzyme”. 4. Cara kerja enzim Molekul selalu bergerak dan bertumbukan satu sama lain. Jika suatu molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat, maka akan menempel pada enzim.Tempat menempelnya molekul substrat pada enzim disebut sisi aktif. Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk. Ada 2 teori mengenai kerja enzim, yaitu:
a.

Teori gembok anak kunci (key-lock)

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 16 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

Sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja. Substrat sesuai dengan sisi aktif seperti gembok kunci dengan anak kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. Jika enzim mengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif berubah sehingga substrat tidak sesuai lagi. Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yang sama. b. Teori cocok terinduksi (induced fit). Sisi aktif enzim lebih fleksibel dalam menyesuaikan struktur substrat. Ikatan enzim dan substrat dapat berubah menyesuaikan dengan substrat. 5. Inhibitor Merupakan zat yang dapat menghambat kerja enzim. Bersifat reversible dan irreversible. Inhibitor reversible dibedakan menjadi inhibitor kompetitif dan nonkompetitif a. Inhibitor kompetitif Menghambat kerja enzim dengan menempati sisi aktif enzim. Inhibitor ini besaing dengan substrat untuk berikatan dengan sisi aktif enzim. Pengambatan bersifat reversibel (dapat kembali seperti semula) dan dapat dihilangkan dengan menambah konsentrasi substrat. Inhibitor kompetitif misalnya malonat dan oksalosuksinat, yang bersaing dengan substrat untuk berikatan dengan enzim suksinat dehidrogenase, yaitu enzim yang bekerja pada substrat oselisuksinat. b. Inhibitor nonkompetitif Inhibitor ini biasanya berupa senyawa kimia yang tidak mirip dengan substrat dan berikatan pada sisi selain sisi aktif enzim. Ikatan ini menyebabkan perubahan bentuk enzim sehingga sisi aktif enzim tidak sesuai lagi dengan substratnya. Contohnya antibiotik penisilin menghambat kerja enzim penyusun dinding sel bakteri. Inhibitor ini bersifat reversible tetapi tidak dapat dihilangkan dengan menambahkan konsentrasi substrat.

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 17 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

Gambar: Kerja enzim seperti gembok-anak kunci - Inhibitor kompetitif dan non kompetitif - Inhibitor irreversibel Inhibitor ini berikatan dengan sisi aktif enzim secara kuat sehingga tidak dapat terlepas. Enzim menjadi tidak aktif dan tidak dapat kembali seperti semula (irreversible). Contohnya, diisopropilfluorofosfat yang menghambat kerja asetilkolin-esterase.

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 18 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 APLIKASI KONSEP METABOLISME DALAM BIDANG PERTANIAN A. Tujuan Setelah selesai pembelajaran ini peserta mampu mengaplikasikan konsep metabolisme dalam bidang pertanian B. Materi Pembelajaran Aplikasi konsep metabolisme dalam bidang pertanian Metabolisme merupakan proses pertukaran zat dengan lingkungan, meliputi anabolisme dan katabolisme. Dalam tumbuhan dan hewan proses ini dilakukan secara berkelanjutan dan terus menerus , apabila berhenti makamakluk hidup akan mati. Kegiatan metabolisme meliputi anabolisme contohnya proses fotosintesis dan katabolisme contohnya respirasi. Fotosintesis Fotosintesis merupakan suatu prosespenyusunan karbohidrat oleh klorofil dengan bantuan cahaya matahari. Respirasi Respirasi merupakan suatu proses penguraian zat- zat organik untuk membebaskan energi, dimana energi yang tersimpan tadi ditimbulkan kembali untuk menyelenggarakan proses- proses kehidupan Pada sel yang hidup respirasi terjadi pada sitoplasma dan mitokondria. Pada tumbuhan daerah yang aktif melakukan respirasi adalah : daerah yang sedang tumbuh yaitu: • Daerah kuncup bunga • Tunas • Biji yang berkecambah • Ujung batang • Ujung akar

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 19 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

Titik Kompensasi Titik kompensasi adalah titik yang menunjukkan kecepatan fotosintesis yang dilakukan tumbuhan sama dengan kecepatan respirasi. Pada keadaan ini volume O2 yang dilepas dan volume CO2 yang digunakan dalam fotosintesis adalah sama. Respirasi anaerob Respirasi anaerob pada jaringan tanaman tinggi hanya terjadi jika persediaan oksigen bebas dibawah minimum. Kecambah jagung tidak dapat mempertahankan hidupnya di dalam suatu tempat yang tidak ada oksigenya sama sekali. Buah apel dan peer dapat bertahan berbulan – bulan di dalam penyimpanan , dimana hanya ada hydrogen atau nitrogen saja. Buah- buah tersebut terus menerus menghasilkan CO 2, suatu tanda bahwa buah- buah tersebut mengalami respirasi terus. Selanjutnya respirasi anaerob berlangsung pada biji- bijian seperti jagung, biji bunga matahari yang tampak kering. Buah- buahan yang basah berdagingpun mengalami respirasi anaerob. Hasil respirasi anaerob dalam jaringan tanaman tinggi adalah asam sitrat, asam malat, asam oksalat, asam lartarat, asam susu. Respirasi aerob Respirasi aerob adalah suatu proses pernapasan yang membutuhkan oksigen dari udara, meliputi : • Absorbsi oksigen
• Pemecahan senyawa organik,misanya glukosa ( karbohidrat ) menjadi

senyawa yang lebih sederhana ( CO2 dan air ) • Membebaskan energi, Sebagian energi dipakai untuk menjalankan proses hidup, sebagian lagi hilang sebagai panas
• Membebaskan CO2 dan air ( H2O)

• Turunnya berat tubuh

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 20 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

Faktor – faktor yangmempengaruhi kecepatan respirasi pada tumbuhan c. Macamnya Substrat • Heksosa, jumlah C = jumlah O, KR 1,0 • Protein, jumlah C> jumlah O, KR < 1,0 ( 0,8- 0,9 ) • Lemak, jumlah C > jumlah O, KR < 1,0 ( 0,7 )
• Asam Organik , jumlah C < jumlah O, KR> 1,0 ( 1,33)

d. Temperatur Temperatur mempunyai pengaruh besar terhadap kegiatan respirasi. Pada suhu O0C respirasi sangat sedikit, sedang pada suhu 30 0C sampai 400C sangat giat melakukan respirasi. Tetapi kalau temperatur terus menerus diatas 300C, maka kegiatan respirasi itu hanya sebentar saja.
e. Kadar O2 di dalam udara

Pada umumnya jika konsentrasi oksigen di dalam udara itu menyimpang sedikit dari 20% , tidak tampaklah pengaruhnya pada respirasi. Hal ini tergantung juga pada jenis tanaman atau jenis jaringan yang diamati. Pada asparagus, bayam, wortel dan pada beberapa tanaman lainya tampak ada kurang giatnya respirasi, bila konsentrasi oksigen di dalam udara itu rendah sekali, bahkan jika udara tidak mengandung oksigen, maka respirasi masih bisa berlangsung yaitu secara an-aerob
f. Konsentrasi CO2 dalam udara

Penyimpangan yang tidak terlalu banyak dari konsentrasi yang normaltidak mempunyai efek atas kegiatan respirasi. Umbi kentang mengalami respirasibertambah giat jika konsentrasi CO 2 naik sampai 60%. Kurang O2 maupun kelebihan CO2 mempunyai efek yang tampak pada kegiatan respirasi biji- bijian , akar dan batang yang terpendamdalam tanah. Jika konsentrasi CO2 naik sampai 10% dan konsentrasi O 2 turun sampai 0% (terjadi di dalam tanah yang buruk ventilasinya) maka respirasi akan terhenti. g. Persediaan Air Pengalaman membuktikan, bahwa biji yang akan kita simpan harus kita keringkan terlebih dahulu, agar respirasi berlangsung minimal. Air dalam

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 21 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

jumlah sedikit, maka respirasi berlangsung kecil. Setelah biji diberi kesempatan untuk menghisap air, barulah kegiatan respirasi mulai tampak lagi. Pada daun-daun yang mulai layu,kita ketahui adanya respirasi yang lebih giat, karena bertambahnya gula yang terbentuk dari timbunan tepung. h. Cahaya Cahaya / sinar mempergiat fotosintesis, yang selanjutnya fotosintesis menambah substrat, sedang penambahan substrat mempergiat respirasi , jika organik lainya tidak mengganggu. Sinar itu menambah panas, dan panas menambah kegiatan respirasi i. Luka Jika jaringan itu terluka, maka tampaklah respirasi bertambah giat, sebagai manifestasi dari aktifitas sel- sel parenkhim yang berusaha untuk menutupi luka tersebut. j. Pengaruh bahan kimia ( toksin ) Zat yang menghambat respirasi adalah sianida, fluoride, jodo asetat, karbon monoksida (jika diberikan pada jaringan). Sebaliknya eter, kloroform, aseton, formaldehida, dalam konsentrasi rendah akan menambah kegiatan respirasi dalam waktu pendek.

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 22 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 PERANAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN A. Tujuan Setelah selesai pembelajaran ini peserta mampu mengaplikasikan peranan enzim dalam bidang pertanian B. Materi Pembelajaran Peranan Enzim Dalam Bidang pertanian Enzim dihsilkan oleh sel hidup baik hewani maupun nabati. Bila digabungkan dengan bahan organik tertentu maka bisa mengubah susunan menjadi persenyawaan yang lebihsederhana, namun enzim itu tidak turut berubah. Sehingga enzim dikenal memiliki peran sebagai biokatalisator/katalisator organik yang dihasilkan oleh sel. Enzim sangat penting dalam kehidupan dan tidak ada organisme tumbuhan atau hewan yang dapat hidup tanpa enzim, contohnya tepung tidak akan memiliki sifat-sifat tertentu bila dalam biji gandum tidak ada enzim. Enzim adalah suatu katalisator biologis yang dihasilkan oleh selsel hidup dan dapat membantu mempercepat bermacam-macam reaksi biokimia. Enzim yang terdapat dalam makanan dapat berasal dari bahan mentahnya atau mikroba yang terdapat pada makanan tersebut. Bahan makanan seperti daging, ikan susu, buah-buahan dan biji-bijian mengandung enzim tertentu secara normal ikut aktif bekerja di dalam bahan tersebut. Enzim dapat menyebabkan perubahan dalam bahan pangan. Perubahan itu dapat menguntungkan ini dapat dikembangkan semaksimal mungkin, tetapi yang merugikan harus dicegah. Perubahan yang terjadi dapat berupa rasa, warna, bentuk, kalori, dan sifat-sifat lainnya. Mikroba merupakan sumber penting dari beberapa jenis enzim. Sebagai sumber enzim, mikroba memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan hewan maupun tanaman, yaitu : produksi enzim pada mikroba lebih murah

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 23 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

Peranan Enzim dalam Bidang Pangan a. Peranan Enzim dalam Adonan Roti Ada dua jenis enzim yang sangat penting, yaitu diastase dan protease. Diastase adalah suatu enzim kombinasi dari α dan β amylase, dan berfungsi mengubah pati yang rusak menjadi gula maltose. Sehingga bila butir-butir pati rusak atau kurang tahan disenyawakan dengan diastase, maka α amylase akan mengubah pati menjadi dekstrin, sedangkan β amylase akan mengubah dekstrin, mengakibatkan pati hancur menjadi gula maltosa. Selanjutnya gula maltosa diubah oleh enzim maltose menjadi gula biasa, yang bila diasimilasikan dengan ragi akan menghasilkan karbondioksida yang dapat mengembangkan adonan, alkohol dan sejumlah kecil bahan lain seperti asam. Enzim protease berfungsi melembekkan, melembutkan atau menurunkan gluten yang membentuk protein. Sehingga bila ingin memperoleh adonan roti yang baik maka sedikit enzim protease perlu ditambahkan.
b. Peranan enzim dalam pengolahan daging

Beberapa enzim yang penting dalam pengolahan daging adalah bromelin dari nenas dan papain dari getah buah atau daun pepaya. Enzim Bromalin Didapat dari buah nenas, digunakan untuk mengempukkan daging. Aktifitasnya dipengaruhi oleh kematangan buah, konsentrasi pemakaian dan waktu penggunaan. Untuk memperoleh hasil yang maksimum sebaiknya digunakan buah yang muda. Semakin banyak nenas yang digunakan, semakin cepat proses bekerjanya. Enzim Papain Berupa getah pepaya, disadap dari buahnya yang berumur 2,5~3 bulan. Dapat digunakan untuk mengempukan daging, bahan penjernih pada industri minuman bir, industri tekstil, industri penyamakan kulit, industripharmasi dan alat-alat kecantikan (kosmetik) dan lain-lain. Enzim papain biasa diperdagangkan dalam bentuk serbuk putih kekuningan, halus, dan kadar

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 24 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

airnya 8%. Enzim ini harusdisimpan dibawah suhu 60 °C. Pada 1 (satu) buah pepaya dapat dilakukan 5 kali sadapan. Tiap sadapan menghasilkan ± 20 gram getah. Getah dapat diambil setiap 4 hari dengan jalan menggoreskan buah tersebut dengan pisau
Enzim mikrobia dan kegunaannya

a. Amilase Strain Bacillus dan Aspergillus menghasilkan beberapa enzim yaitu

α-amilase mengkatalisa hidrolisis ikatan α-1,49 glukosidik, berfungsi memecah pati menjadi dextrin dan maltosa langsung menghasilkan glukosa dari pati. amiloglikosidase yang

• •

Maltase menghidrolisa maltosa menjadi glukosa. Amilase yang dihasilkan oleh Aspergillus niger dan A. oryzae digunakan untuk hidrolisa pati menjadi gula

b. Protease Protease dihasilkan oleh Bacillus subtilis dan Bacillus licheniformis atau A. niger,A. oryzae. Protease alkalin bersifat toleransi terhadap pH basa dan aktif dengan adanya sodium perborat atau sodium alkylbenzen sulfonat. Prolease alkalin dihasilkan oleh Bacillus dan Streptomyce.

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 25 dari 26

KODE : BIOTER.2 PJJ

APLIKASI METABOLISME DAN ENZIM DALAM BIDANG PERTANIAN

Departemen Sains Terapan dan Lingkungan

DAFTAR PUSTAKA
Frank Bsalysbury, Cleon W Ross, 1995, Fisiologi Tumbuhan, diterjemahkan oleh: Dr Diah R Lukman , ITB Bandung Siti Laila .M.Pd., Biologi Sains dalam Kehidupan, 2005, Yudhistira F.G. Winarno, 2002, Fisiologi Lepas Panen Produk Hortikultura, M.Brio press Bogor Gembong Citro Soepomo, Fisiologi Tumbuhan , Gajah Mada Universitas, Yogyakarta 1986 Ameilia.dkk, Biologi Pertanian ,Departemen Pendidikan Nasional ,Jakarta 2008 Sri Rini Dwi Ari, dkk, Teknologi Pangan Untuk SMK , Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta 2008 Pramono, K.Udy, Drh. MM., Mujiyono, Sp., Kesehatan Cianjur, 1999. Ternak , PPPG Pertanian

Pelczar, Michael J.Ir., Dasar-dasar Mikrobiologi 1, Universitas Indonesia, Jakarta, 1986. Hadioetomo, Ratna Siri, Mikrobiologi Dasar Dalam Praktik, PT. Gramedia, Jakarta, 1985. Suriawiria, Unnus, Pengantar Mikrobiologi Umum, Penerbit Angkasa, Bandung, 1986. Sutarmi, Siti Tjitrosomo M.Sc,dkk, Biologi, Penerbit Angkasa, Bandung

Disusun : Dra.Wisnuwati.M.Pd Tanggal : Februari 2011

Revisi : 0 Tanggal :

Halaman 26 dari 26