P. 1
Stop Buang Air Besar Sembarangan. Community-Led Total Sanitation. Pembelajaran dari Para Penggiat CLTS

Stop Buang Air Besar Sembarangan. Community-Led Total Sanitation. Pembelajaran dari Para Penggiat CLTS

|Views: 112|Likes:
Published by Oswar Mungkasa

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Oswar Mungkasa on Jun 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2014

pdf

text

original

Sections

Pemanfaatan teknologi sederhana dapat
menunjang upaya penyediaan sarana jamban yang
terjangkau. Bahkan pengetahuan masyarakat setempat

dapat membantu mengatasi kendala fsik lahan sepert
air tanah tnggi, daerah rawa, pantai dan daerah cadas.

Penyediaan sarana jamban yang terjangkau
juga dipengaruhi oleh faktor ketersediaannya. Untuk
itu, keberadaan bengkel sanitasi sebagai suatu pusat
penyedia sarana dapat membantu menghasilkan jamban
yang terjangkau dengan mengurangi biaya angkut
dan biaya produksi. Sekaligus juga akan membantu
masyarakat meningkatkan kualitas jamban secara

bertahap melalui pendampingan rutn pemerintah

daerah.

50

Tabel 3.1 Rekapitulasi Pembelajaran Stop BABS di Indonesia

Kelembagaan

Pembelajaran

Lokasi

Diseminasi yang intensif membangun komitmen
semua pelaku pembangunan AMPL untuk
melaksanakan program Stop BABS

Lokasi WSLIC2, CWSHP, WES Unicef, Pro Air, Pamsimas, Plan

Internatonal Indonesia, PCI

Adopsi program Stop BABS dalam proyek AMPL
mempercepat upaya pengarusutamaan program
Stop BABS
Pelaksanaan ‘Road Show’ sebagai pembuka jalan
proses internalisasi program Stop BABS kedalam
program pemerintah daerah

Kabupaten Grobogan dan Dompu dengan dampingan Plan
Internasional Indonesia, TSSM Jawa Timur

Internalisasi program Stop BABS kedalam
program pemerintah daerah menjadi jaminan
keberlanjutan

Kabupaten Trenggalek, Muaro Jambi, Sumedang

Kerjasama pemerintah daerah dengan berbagai
pihak dalam perencanaan, pelaksanaan dan
pemantauan Stop BABS mempercepat pencapaian
Stop BABS

Kabupaten Grobogan dengan dampingan Plan Internasional
Indonesia

Mahasiswa berpotensi menjadi ujung tombak
pemicuan Stop BABS melalui program Kuliah Kerja

Mahasiswa serta sebagai ttk masuk program

untuk diteruskan oleh Pokja AMPL

Universitas Tirtayasa Banten, Universitas Gajah Mada Yogyakarta,
STIKES Falatehan Kabupaten Serang

Pendampingan intensif memberikan lebih banyak
kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi
dan mempercepat pencapaian Stop BABS

Lokasi PCI dan LAZ Harfa di Kabupaten Pandeglang, Propinsi Aceh
dan Kabupaten Nabire, serta Plan Internasional Indonesia di
Kabupaten Grobogan, Dompu dan Kefa; Yayasan Pancur Kasih di
Kabupaten Landak dan Kubu Raya

Format dan bentuk pemantauan yang sederhana

oleh kader di tngkat desa mendukung upaya

pemantauan dan evaluasi program Stop BABS
yang dapat dikembangkan menjadi perangkat
pemantauan dan evaluasi secara keseluruhan

Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Sumedang

Menjadikan Puskesmas dan Posyandu berikut
jajaran petugas kesehatannya sebagai ujung
tombak mempercepat penerimaan masyarakat
terhadap program Stop BABS

Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim, Puskesmas
Kramatwatu Kabupaten Serang, Puskesmas Ganeas Kabupaten
Sumedang

Pemicuan Stop BABS perlu dilakukan secara
terencana dan memerlukan dukungan aparat desa

Desa Marga Jaya Kabupaten Ciamis; Desa Sindanglaya dan
Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang; Desa
Ulaweng Riaja, Kabupaten Bone; Desa Babak Kecamatan Lembak
Kabupaten Muara Enim,

Deklarasi Stop BABS memicu daerah lainnya untuk
melakukan hal yang sama

Desa Sawe kecamatan Huu Kabupaten Dompu; Desa Sukawening
Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten
Pandeglang

Peluang usaha penyediaan fasilitas sanitasi
dasar paska pemicuan Stop BABS mempercepat
pencapaian Stop BABS

Desa Begendeng, Kecamatan Jatkalen, Kabupaten Nganjuk

51

Pendanaan

Pembelajaran

Lokasi

Optmalisasi sumber daya yang telah tersedia di

daerah dengan mengadopsi program Stop BABS
kedalam program yang telah berjalan

Kabupaten Sumedang

Masyarakat mempunyai inisiatf sendiri dalam

menyelesaikan keterbatasan pendanaan, melalui
arisan jamban atau kredit bahan bangunan

Desa Sungai Rangas Hambu Kecamatan Martapura Barat,
Kabupaten Banjar Baru; Bengkel Sanitasi desa Bocor Kabupaten
Kebumen; Jorong Padang Doto kecamatan Sijunjung, Kabupaten
Sawahlunto Sijunjung; Kelompok Arisan Jamban Desa Rorurangga
Pulau Ende; Desa Salam Harjo Kabupaten Bengkulu Utara

Perubahan skema dana bergulir menjadi non
subsidi lebih menjanjikan

Lokasi WSLIC2 dan CWSHP di Indonesia

Sosial Budaya

Pembelajaran

Lokasi

Kampiun terutama kaum perempuan sebagai
penggerak utama program Stop BABS dan
pendorong utama perubahan perilaku masyarakatKabupaten Muara Enim, Sumedang, Grobogan, Lumajang, Ciamis,

Dompu, Serang, Pandeglang dan Sawahlunto Sijunjung

Dengan memahami karakteristk sosial budaya

daerah akan mempermudah proses pemicuan

sebagai ttk awal proses perubahan perilaku

masyarakat

Kabupaten Sumbawa, Bogor dan Pulau Ende

Pemilihan waktu pemicuan menentukan
keberhasilan pelaksanaan program Stop BABS,

misalnya dengan memperhatkan kalender musim,

waktu bekerja atau cuaca

Kabupaten Sawahlunto Sijunjung dan Pandeglang

Sambil bermain dan bernyanyi anak-anak dapat
berperan dalam pemantauan praktek BABS

Kabupaten Serang, Grobogan dan Sawahlunto Sijunjung

Menciptakan persaingan antarkomunitas dalam
mencapai hasil pemicuan mendorong percepatan
pencapaian Stop BABS

Kabupaten Grobogan, Dompu, Trenggalek

Teknologi

Pembelajaran

Lokasi

Masyarakat berhasil menemukan teknologi
sederhana yang sesuai dengan kemampuannya
dalam upaya untuk mencapai Stop BABS

Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang

Kondisi daerah yang sulit secara teknis tdak

mustahil untuk dilakukan pemicuan

Desa Segarau, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas

Masyarakat

memanfaatkan

pengetahuan
yang dimilikinya dalam mengatasi kendala
pembangunan sarana

Desa Cemeng, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Pacitan

Keberadaan bengkel sanitasi membantu
masyarakat memperoleh jamban dengan harga
terjangkau

Desa Bocor Kabupaten Kebumen

Penerapan konsep jenjang sanitasi yang
mendorong masyarakat meningkatkan kualitas
sarana jamban mereka menuju jamban yang kuat,
aman, nyaman dan sehat, dapat terwujud jika

dilakukan pendampingan rutn

Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Pandeglang dan Sumedang

52

DAFTAR PUSTAKA

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Laporan Perkembangan
Pencapaian Tujuan Pembangunan Millennium Indonesia.

Jakarta, 2007.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Kita Suarakan MDGs
Demi Pencapaiannya di Indonesia 2007/2008. Jakarta, 2007.
Bappenas, Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah,
Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri,
Departemen Keuangan. Kebijakan Nasional Pembangunan
Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat,
Jakarta 2003
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Buku
Petunjuk Teknis Bebas dari Buang Air Besar Sembarangan
(BBABS)/ Community Led Total Sanitaton (CLTS) untuk

Fasilitator. Jakarta, 2008.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Strategi
Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Jakarta, 2008.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kerjasama
dengan Kelompok Kerja Nasional Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan. Petunjuk Teknis Stop Buang Air Besar Sembarangan
untuk Fasilitator. Jakarta, 2008.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kerjasama
dengan Kelompok Kerja Nasional Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan. Pedoman Pelaksanaan Stop Buang Air Besar
Sembarangan. Jakarta, 2008.
Dwi As Setaningsih, Sumadi. Pengusaha Jamban dari Jatkalen.
Kompas, 29 Desember 2009
Jamasy, Owin. CLTS Acton Learning Study (penelitan), Kerjasama
Laboratorium Ilmu dan Pengkajian Pembangunan Indonesia

dengan Insttute of Development Studies at the University of

Sussex, Brighton. Jakarta 2008
Kar, Kamal and Chambers, Robert. Handbook on Community-Led Total

Sanitaton. Plan UK and Insttute of Development Studies at

the University of Sussex. Brighton, 2008.

53

Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Nasional.
“Mencapai Target MDG Sanitasi melalui STBM”. Majalah
Percik, Desember, 2008.
Mungkasa Oswar, ed. Pembangunan Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan di Indonesia, Pembelajaran dari Berbagai
Pengalaman, Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan

Lingkungan. Bappenas – Plan Internatonal Indonesia, Jakarta

2008,
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Selayang Pandang Program
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. 2009
Priyono, Edy. Dimensi Kelembagaan Dalam Penyebaran CLTS di
Indonesia (penelitan), kerjasama Akademika dengan Insttute

of Development Studies at the University of Sussex. Brighton,
2008

Water Sanitaton Policy and Acton Planing Project – Plan Internatonal

Indonesia. Millennium Development Goals Menuju Indonesia
2015. Jakarta 2008.
Water Sanitaton Policy and Acton Planing Project. Laporan

Pelaksanaan Lokakarya Nasional, Konsolidasi Pembelajaran
Pelaksanaan Pembangunan Sanitasi Dengan Pendekatan
Berbasis Masyarakat di Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Jakarta
2009.

Water Sanitaton Policy and Acton Planing Project, Kelompok

Kerja Air Minum Penyehatan Lingkungan Nasional. Strategi
Keberlanjutan Progam Pembangunan Air Minum dan
Penyehatan Lingkungan. Jakarta, 2008.

54

Lampiran 1

Kabupaten Sumedang menuju Kabupaten Stop BABS
Tahun 2012

Kabupaten Sumedang merupakan satu diantara segelintr

kabupaten yang telah mencanangkan menjadi kabupaten Stop
BABS, bahkan lebih cepat dari target RPJMN 2014, yaitu tahun

2012. Target ini sepertnya dapat tercapai dengan menyimak

keberhasilan Kabupaten Sumedang meningkatkan akses sanitasi
dasar melalui program STBM. Peningkatan populasi penduduk
yang mempunyai akses terhadap jamban meningkat tajam dari
58 persen (sebelum STBM/2007) menjadi 69 persen (setelah

STBM/2009), yang berart peningkatan antara 3-5 persen per

tahun. Sebagai perbandingan, sebelum STBM diterapkan,
peningkatan akses jamban hanya sebesar 0,05 persen per tahun.
Untuk itu, Kabupaten Sumedang memperoleh penghargaan

Mandala Karya Bhakt Husada Antala dari Menteri Kesehatan.

Perkembangan jumlah desa yang sudah mencapai Stop
BABS/ODF per tahun 2009, telah mencapai 24 desa. Pencapaian
tersebut melalui berbagai program yaitu Klinik Sanitasi, PPK-IPM,

D E S A

KECAMATAN, PROGRAM dan TAHUN

1. Sukawangi

Pamulihan (Klinik Sanitasi) 2006

2. Sukawening (Stop BABS menuju 5 pilar)

Ganeas (swadaya) Kader PPK IPM

3. Neglasari

Darmaraja (swadaya)

4. Pasigaran

Tanjungsari (swadaya) Kader PPK IPM

5. Sirnamulya

Situ (Pamsimas 2008)

6. Cacaban

Conggeang (Pamsimas 2008)

7. Karangbungur (Stop BABS menuju 5 pilar)

Hariang (Pamsimas 2008)

8. Jatsari (Stop BABS menuju 5 pilar)

Tanjungsari (swadaya) PPK IPM

9. Gunturmekar

Sukamantri (Klinik Sanitasi)

10. Citali (Stop BABS menuju 5 pilar)

Pamulihan (Pamsimas 2009)

11. Tanjungwangi (Stop BABS menuju 5 pilar)

Tanjungmedar (Replikasi 2008)

12. Tanjungmulya

Tanjungkerta (swadaya)

13. Cilembu

Haurngombong (swadaya) PPK IPM

14. Sukapura (Stop BABS menuju 5 pilar)

Wado (Pamsimas 2008)

15. Margajaya

Margajaya (Pamsimas 2008)

16. Cibeusi

Jatnangor (Klinik Sanitasi)

17. Cijeruk

Pamulihan (Klinik Sanitasi)

55

Selain itu, 7 (tujuh) desa di Kecamatan Tanjungmedar
juga telah menjadi desa Stop BABS melalui program Klinik
Sanitasi, dan Desa Siaga dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Sumedang, sehingga sampai bulan Maret 2010 jumlah desa
yang sudah Stop BABS/ODF adalah 24 desa.

Untuk pengelolaan sampah rumah dan limbah cair
rumah tangga, pemerintah daerah telah bekerja sama dengan

LSM Sumedang Sehat Sejahtera, dengan menerapkan azas

pemberdayaan usaha dan pendampingan pengelolaan mulai
dari pemilahan sampah sampai dengan pemasaran hasil daur
ulang sampah, pemanfaatan sampah menjadi biogas, maupun
kompos. Program ini telah berlangsung di 7 Desa, yaitu (i)
Banjarsari, (ii) Sukawening, (iii) Pasigaran, (iv) Karang Bungur, (v)
Tanjungsari, (vi) Gudang, (vii) Cipancar.

Pencapaian tersebut di atas, dilakukan dengan cara
mengadopsi kegiatan Stop BABS kedalam program yang telah
berjalan. Tentunya hal ini dapat dengan mudah dilakukan karena
pada dasarnya kegiatan Stop BABS adalah bagian dari kegiatan
PHBS. Sebagai contoh adalah upaya Dinas Kesehatan Kabupaten
Sumedang, Jawa Barat mengadopsi kegiatan Stop BABS kedalam

kegiatan terkait sepert Program Pengembangan Kompetensi-

Indeks Prestasi Manusia (PPK-IPM), Program Desa Siaga dan
Klinik Sanitasi. Sehingga biaya tambahan dalam melaksanakan
program Stop BABS dapat diminimalkan. Misalnya saja,

pembiayaan kegiatan pelathan Stop BABS dibiayai dari dana PPK-

IPM dan Desa Siaga yang dilakukan di desa. Sedangkan kegiatan
pemicuan dibiayai dari anggaran Klinik Sanitasi. Disamping itu,

kegiatan di Klinik Sanitasi diarahkan untuk melakukan pelathan

Stop BABS bagi kader-kader Posyandu. Selain itu, kegiatan
Stop BABS Kabupaten Sumedang juga telah dipadukan dengan
kegiatan sejenis dalam program nasional PAMSIMAS. Tidak
hanya itu, kegiatan Stop BABS juga telah masuk dalam proses
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di

tngkat kecamatan dan kabupaten.

Pamsimas, bahkan swadaya masyarakat. Menariknya lagi bahwa
setelah mencapai Stop BABS, 13 desa mulai melaksanakan pilar
lainnya dari program STBM. Selengkapnya pada tabel berikut.

56

Selain dari sumber dana pemerintah, Dinas Kesehatan
Kabupaten Sumedang mulai memanfaatkan dana Corporate
Social Responsibility ( CSR) dari Bank Jabar untuk program
Desa Binaan. Program Stop BABS menjadi salah satu bagian
dari program tersebut yang dimulai tahun 2010 di 10 desa di
Kabupaten Sumedang.

Salah satu strategi yang berdampak signifkan adalah
pemaduan kegiatan program Stop BABS kedalam kegiatan rutn

pembangunan di kabupaten Sumedang, sehingga nuansa program
Stop BABS sebagai sebuah proyek yang bersifat sementara menjadi

sirna. Dimulai dari pelathan kepada petugas sanitarian Puskesmas

dan Kader Posyandu/Dasawisma, kemudian dilanjutkan dengan

kegiatan pemicuan di setap dusun oleh kader Posyandu yang
dikoordinir oleh sanitarian Puskesmas. Setap kader melakukan

pencatatan atas perubahan perilaku yang dilakukan oleh masyarakat
paska pemicuan, pencatatan dengan formulir yang disiapkan oleh

Dinas Kesehatan. Kompilasi data perkembangan dari setap dusun

dan desa dilakukan oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Setelah
pemicuan, kader Stop BABS melakukan pemicuan lanjutan di
Posyandu, Arisan dan Pengajian, Pertemuan RT serta melakukan
kunjungan rumah. Adanya keterlibatan tokoh agama juga sangat
mendukung dalam memberi pemahaman tentang perlunya
kebersihan diri dan lingkungan.

Pemicuan yang dilakukan ternyata berdampak pada

tngginya antusiasme masyarakat. Terlihat dari biaya yang
dikeluarkan oleh masyarakat relatf cukup besar dan tanpa subisidi,

yang berkisar antara Rp. 750 ribu sampai Rp. 5 juta. Selain itu,

kesadaran masyarakat pun tdak hanya bersifat individual tetapi

bahkan menjadi sebuah gerakan. Misalnya saja, masyarakat yang
telah membangun jamban melakukan teguran bagi warga lainnya
yang masih melakukan BAB di saluran irigasi atau di sembarang
tempat. Ada juga kesediaan dari warga yang telah memiliki jamban
untuk ditumpangi oleh warga yang belum memiliki jamban, oleh
karena itu beberapa jamban dibangun di bagian luar rumah/

tdak di dalam rumah. Sehingga, masyarakat terpicu untuk
berubah perilakunya disebabkan karena rasa malu dan tdak enak
mengganggu ketenangan tetangga karena bau yang ditmbulkan
tnja.

57

Untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat yang
sudah mencapai desa Stop BABS, telah dilakukan deklarasi dan

pemberian sertfkat Stop BABS/ODF oleh Bupat Sumedang.

Sebagai contoh desa Sukawening, kecamatan Ganeas, kabupaten
Sumedang, yang memulai kegiatan pemicuan pada tahun 2007,
menjelang akhir tahun 2008 mencapai ODF,

Dalam rangka pendataan atas kemajuan program
Stop BABS, kabupaten Sumedang melaksanakan monitoring
melalui kunjungan rumah oleh Kader Dasa Wisma. Selain itu

dipergunakan Stker STBM melalui Program Lingkungan Sehat

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, maupun PAMSIMAS.
Hasil pemantauan kader tersebut kemudian dicatat dalam
format laporan yang disiapkan Dinas Kesehatan Sumedang,
untuk kemudian direkapitulasi sehingga akhirnya pengelola
program STOP BABS mendapatkan laporan perkembangan
program STOP BABS bulanan.

Beberapa kunci keberhasilan Kabupaten Sumedang
diantaranya adalah (i) melakukan internalisasi program Stop
BABS/STBM kedalam program pemerintah daerah. Proses

internalisasi ini tdak hanya dalam bentuk adopsi program

Stop BABS kedalam program pemerintah daerah tetapi juga
mengusulkan program Stop BABS melalui jalur musrenbang; (ii)

adanya dukungan pengambil keputusan, baik eksekutf maupun

58

legislatf; (iii) pemanfaatan sumber dana lain di luar dana
pemerintah sepert dana CSR; (iv) pemberian insentf berupa

piagam penghargaan kepada desa Stop BABS; (v) keberadaan
kampiun baik pegawai pemerintah maupun masyarakat yang

berjuang dengan sepenuh hat dalam pelaksanaan program

Stop BABS.

59

Lampiran 2

Paduan Promosi dan Internalisasi Program Mendorong
Percepatan Program Stop BABS di Kabupaten Trenggalek

Kabupaten Trenggalek, dengan jumlah penduduk
sebanyak 364.877 jiwa adalah salah satu kabupaten lokasi

program Total Sanitaton dan Sanitaton Marketng (TSSM).

TSSM merupakan implementasi program Stop BABS di Jawa
Timur yang didanai oleh Yayasan Bill Gates.

Deklarasi desa Stop BABS pertama kali pada tanggal 14

Mei 2008 oleh bupat. Sampai akhir Februari 2010, telah dipicu

sebanyak 289 komunitas, dengan hasil 118 komunitas yang
mencapai ODF, yang terdiri dari 29 desa dan 67 dusun atau telah
terjadi peningkatan akses bagi 66.563 penduduk (Lokakarya
Nasional CLTS PAMSIMAS, 25-28 Maret 2010). Sejauh ini desa
Stop BABS juga sudah mulai diperkenalkan dengan pilar kedua
STBM yaitu cuci tangan pakai sabun (CTPS).

Pencapaian tersebut dilakukan dengan mendasarkan
pada pendekatan tanggap terhadap kebutuhan (demand
responsive) yang merupakan persyaratan utama dalam
pelaksanaan program stop BABS. Secara sederhana, ini dapat

berart bahwa program Stop BABS hanya dilaksanakan pada

lokasi atau daerah yang menunjukkan adanya kebutuhan yang
ditandai dengan adanya minat dan komitmen terhadap program

ini. Upaya yang biasanya dilakukan untuk mendorong tmbulnya

kebutuhan tersebut adalah melalui diseminasi dan advokasi

pada awal program. Langkah tersebut kemudian ditndaklanjut

melalui upaya internalisasi program Stop BABS kedalam program
pemerintah daerah.

Proses internalisasi program Stop BABS di kabupaten
Tranggalek terlihat dari dukungan pemerintah daerah yang

ditunjukkan melalui (i) penerbitan Surat Keputusan Bupat

Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pelaksanaan Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat; (ii) penyediaan anggaran dana pendukung
program dari APBD Tahun 2009 sebanyak Rp. 400 juta;

60

Melanjutkan upaya internalisasi tersebut, pada
tahun 2010 langkah-langkah yang akan digunakan dengan
memanfaatkan dana APBD diantaranya (i) pengalokasian

anggaran untuk semua desa, (ii) pelathan fasilitator baru, (iii)
pelathan tukang oleh ITS, (iv) pemicuan seluruh desa secara

bertahap, (v) memantapkan lembaga yang sudah terbentuk dan
membentuk lembaga di desa sasaran baru; (vi) memanfaatkan
sekolah (dan anak sekolah) dalam pemantauan, (vii) menyelipkan

kegiatan TSSM pada kegiatan apapun sepert Safari Ramadhan
Bupat; (viii) melibatkan lintas instansi terkait.

Upaya internalisasi tersebut didukung oleh upaya p
romosi melalui berbagai saluran dan bentuk diantaranya (i)

promosi lewat siaran radio sepert RKPD, ADS, Kamajaya, Dimas
Suara untuk acara Diskusi Interaktf, (ii) perkembangan TSSM
dipantau oleh tm Humas Kabupaten, dan setap ada momen
pentng segera dimuat di media massa lokal, (iii) himbauan bagi
masyarakat oleh bupat di media JAWA POS, (iv) upaya deklarasi
sebagai alat promosi, dengan mengundang tokoh (bupat,

dewan, bappekab, semua camat LOI, kepala desa), aparat dari
wilayah lain agar mereka terpicu untuk mereplikasi hal yg sama,
(v) melibatkan tokoh agama (Kyai dan Nyai), (vi) promosi lewat

leafet, poster, (vii) penempelan stker untuk rumah yang sudah

memiliki dan belum meiliki jamban sehat , (viii) peta sosial
sebagai alat pemantauan dan memicu ulang masyarakat.

Selain itu, pemberian insentf juga dilakukan dalam

bentuk penghargaan untuk desa Stop BABS, termasuk juga

pemberian sertfkat bagi komunitas Stop BABS.

Sebelum Pemicuan

Keadaan Trenggalek Sebelum
pemicuan CLTS, banyak
ditemukan “tai” dibawah pohon,
kebun, sungai

Pemicuan

Tahapan dalam foto pemicuan,
perkenalan dan bina suasana,
pemetaan, transect

Pasca Pemicuan

Model Jamban yang dibuat
warga bermacam macam dari
jumbleng berdinding sak semen,
bambu serta closed/ leher angsa

61

Lampiran 3

Dipicu, Terpicu, dan Memicu.

Pengalaman PCI Indonesia dalam
mengimplementasikan Program Stop BABS

Bagaimana proses perkenalan PCI dengan pendekatan CLTS ?

Project Concern Internatonal (PCI) pada akhir tahun
2003 mulai melaksanakan proyek Child Health Opportunites
Integrated with Community Empowerment/CHOICE (Warga

Aktf Hidup Anak Sehat – WAHANA Sehat) di wilayah Kabupaten

Pandeglang, provinsi Banten. Terdapat 5 kecamatan yang

menjadi lokasi kegiatan, yaitu kecamatan Saket (10 desa), Pata

(2 desa), Sukaresmi (3 desa), Pagelaran (10 desa), dan Angsana
(5 desa). Pemilihan lokasi sasaran ini salah satunya berdasarkan
criteria cakupan sarana air bersih dan sanitasi yang rendah.

Pada pertengahan perjalanan proyek, PCI memperoleh
informasi adanya suatu metode/pendekatan baru dalam
transformasi perilaku sanitasi masyarakat, yaitu Community-Led

Total Sanitaton (CLTS) yang diperkenalkan oleh WSP-EAP World

Bank di Indonesia pada Oktober tahun 2005.

Awal perkenalan dengan CLTS dimulai ketka bertemu

dengan Agus Priatna yang pada saat itu bertugas sebagai
fasilitator WASPOLA untuk wilayah provinsi Banten. Setelah
menerima penjelasan CLTS yang salah satu keunggulannya
adalah pada perubahan perilaku dan pembangunan swadaya
oleh masyarakat (tanpa subsidi), maka PCI meminta kepada

WASPOLA untuk memperoleh pelathan pelath (Training of the

Trainer/TOT) tentang CLTS.

Pada Desember 2005, WASPOLA bersama dengan
Pokja AMPL melaksanakan TOT CLTS kepada PCI. Selanjutnya
pada Januari 2006, PCI langsung mulai melakukan pemicuan ke
masyarakat dengan menurunkan fasilitator-fasilitator yang telah
memperoleh TOT ke lokasi-lokasi sasaran kegiatan CHOICE.

62

Apa yang mendorong tertarik dengan CLTS ?

Pada dasarnya terdapat 2 (dua) alasan utama mengapa PCI
berharap besar dengan pendekatan CLTS, yaitu:

• Prevalensi diare di lokasi kegiatan CHOICE cukup tnggi,
namun tdak tersedia alokasi dana untuk kegiatan

sanitasi.

• Belajar dari kegagalan proyek sanitasi yang lalu

(pemerintah, LSM, termasuk PCI di Aceh) yang terlalu
mengutamakan infrastruktur dan mengenyampingkan
soal budaya dan perilaku masyarakat, sehingga sarana

yang telah dibangun tetap terbengkalai tdak

dipergunakan masyarakat.

Upaya apa yang telah dilakukan ?

Sampai Mei 2006, sudah hampir 5 bulan berjalan,
namun masyarakat masih tetap belum berubah perlakunya
dalam BAB dan belum membuat jamban keluarga. Masyarakat
tetap saja BAB di kebun, sungai, saluran irigasi dan berbagai
tempat terbuka lainnya. Masyarakat masih belum sepenuhnya
terpicu untuk merubah perilaku sanitasinya. “Kegagalan” ini
mendorong PCI untuk melakukan studi banding pada bulan Mei
2006 ke Kabupaten Musi Banyuasin dan Lumajang yang telah

berhasil dalam pelaksanaan pendekatan CLTS. Bahkan tdak
hanya staf PCI yang melakukan studi banding, selang tdak lama

kemudian PCI juga mengajak Camat, Dokter Puskesmas dan
Kepala Desa untuk juga belajar ke Kabupaten Musi Banyuasin
dan Lumajang.

Kekurang tepatan strategi pemicuan menjadi pangkal
“kegagalan” PCI dalam menerapkan pendekatan CLTS di
Kabupaten Pandeglang. Belajar dari hasil studi banding ke
Kabupaten Lumajang dan Musi Banyuasin, maka PCI melakukan
perubahan strategi pemicuan dari langsung oleh fasilitator
kepada masyarakat diubah dengan mengikutsertakan kader-
kader posyandu, karang taruna, pemimpin informal, LSM
lokal, organisasi keagamaan dan aparat pemerintah setempat.

Pemicuan sekarang menjadi aksi kolektf seluruh komponen

masyarakat setempat.

63

Per Desember 2006, 6 bulan setelah pemicuan ulang
dengan strategi baru, sebanyak 2.000 jamban keluarga telah

dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Artnya, dalam
tempo hanya 6 bulan, paling tdak ada 2.000 rumah tangga

yang telah mengubah perlakunya dari BAB di tempat-tempat
terbuka menjadi menggunakan sarana jamban masing-masing
di rumahnya. Sekarang jamban bukan hanya sekedar sarana
sanitasi, namun telah menjadi kebanggaan yang meningkatkan
posisi sosial mereka di lingkungan.

Sampai dengan berakhirnya proyek CHOICE pada
September 2007, telah dilakukan pemicuan terhadap 96
kampung dari 120 kampung di 29 desa di 10 kecamatan lokasi
sasaran. Sebanyak 18 kampung telah dinyatakan Stop BAB di
sembarang tempat (open defecaton free - ODF). Pengguna

jamban meningkat dari 20.9% menjadi 63.6% di kampung-

kampung yang sudah dipicu. Sebagai penghargaan, PCI
bekerjasama dengan LSM lokal LAZ HARFA memberikan sarana
air bersih kepada kampung-kampung yang telah ODF.

Keberlanjutan dan perluasan

Pemicuan atau triggering sekarang menjadi “kata”
yang merakyat di lokasi-lokasi sasaran proyek dan sekitarnya.
Kata itu pula yang menjadi kata kunci dan mengawali kegiatan
kampanye sanitasi PCI dan juga sekarang digunakan oleh kawan-
kawan LSM, kader posyandu, sanitarian, pemimpin informal dan
aparat pemerintah lokal (desa dan kecamatan) di Kabupaten
Pandeglang. Keberlanjutan menjadi kata kunci berikutnya,
dan bagaimanakah PCI melakukan upaya-upaya agar terjamin
keberlanjutan dari apa yang telah dihasilkan?

Mempersiapkan staf proyek dan mitra untuk menerapkan
pendekatan CLTS :


• Membangun kemitraan dengan pemerintah (Bappeda,
Dinas Kesehatan, Pokja AMPL, Pemerintah Kecamatan
dan Puskesmas)

64

• Memberikan pelathan kepada staf proyek dan mitra

kerja, termasuk LSM lokal dan organisasi keagamaan
(Aisyiyah dan Muhammadiyah)

Advokasi kepada semua pemangku kepentngan di semua
tngkatan.Program Air Bersih dan Sanitasi dilanjutkan oleh

LSM lokal mitra PCI (LAZ HARFA) di 10 desa. Sampai
April 2008, ada tambahan 3 kampung yang Stop BAB
sembarangan.
Proses pemicuan tetap dilanjutkan oleh Puskesmas dan LSM
mitra (LAZ HARFA).
Pembangunan jamban dan peningkatan kualitas jamban
terus dilanjutkan oleh masyarakat.
Tidak hanya itu, PCI juga melakukan berbagai kegiatan untuk
memperluas penerapan metode/pendekatan CLTS. Berbagai
upaya yang telah dilakukan adalah:

• “Scaling up” ke proyek PCI lainnya.
• Membantu Pokja AMPL memperkenalkan CLTS ke kabupaten

lainnya di Provinsi Banten

• Membagi pengalaman, pengetahuan dan keterampilan

kepada lembaga lain ( LSM lokal dan internasional, perguruan

tnggi, dan lain-lain).

65

• Memperkenalkan pendekatan CLTS kepada provinsi/

kabupaten lain (Kabupaten Nabire, Tangerang, Lebak dan
Serang, propinsi Aceh dan DIY)

• Memperkenalkan CLTS kepada LSM lain dan LSM

Internasional (World Relief, Islamic Relief, CCF, Care).

• Promosi pendekatan CLTS terus dilanjutkan oleh eks staf PCI

melalui berbagai lembaga/proyek.

• Membantu Yayasan Pancur Kasih, Pents division,

menerapkan pendekatan CLTS di 7 desa di Kecamatan

Ambawang, Kabupaten Pontanak dan 7 desa di Kecamatan

Karangan Kabupaten Landak, Kalimantan Barat dan Surfaids
di Pulau Nias.

(Diedit dari tulisan Dipicu, Terpicu dan Memicu, Dr Agustn

Raintung, Health Advisor PCI Indonesia, Majalah Percik,
Juni 2009 )

66

Lampiran 4

Keterlibatan Semua Lapisan Masyarakat:
Kunci Kesuksesan Program Sanitasi “CLTS” Desa Panimbo

Kesehatan lingkungan, bagi sebagian masyarakat

perdesaan, masih belum dianggap sebagai hal yang pentng dan

mendesak. Salah satunya adalah urusan buang air besar. Bagi
mereka BAB di sungai, ladang dan kebun merupakan hal yang
lumrah dan wajar dilakukan, toh mereka juga merasa jarang
mengalami sakit.

Salah satu desa yang mempunyai kebiasaan sepert

diatas adalah warga di desa
Panimbo, yang berada di paling
ujung barat laut Kabupaten
Grobogan, Jawa Tengah. Desa
Panimbo berada di Kecamatan

Kedungjat yang berjarak kurang

lebih 40 km dari pusat kota
Kabupaten Grobogan. Akses jalan
yang sulit dan jarak yang cukup
jauh dari kota kecamatan, sumber
daya alam yang minim (sebagian
besar wilayahnya dikelilingi oleh
kawasan hutan milik Perhutani yang sudah gundul), kesulitan
mencari sumber air adalah hal yang biasa terutama pada
saat musim kemarau. Kondisi ini menjadikan desa Panimbo

menjadi salah satu desa yang dianggap desa tertnggal. Dengan

jumlah penduduk 563 KK
dan terdiri dari 2352 jiwa
Desa Panimbo pada awalnya
hanya mempunyai sekitar 170
buah jamban yang semuanya
berasal dari program bantuan,
bukan jamban yang dibangun
oleh mereka sendiri. Hal ini
menjadikan indikasi bahwa
ada persoalan pada kesehatan
lingkungan terutama untuk

Pak Shoubari dari Puskesmas Kedungjat

saat memfasilitasi pemicuan di desa
Panimbo

Desa Panimbo berada di balik Bukit
yang hutannya sudah gundul dan
letaknya jauh dari pusat kota, akses
jalan masuk ke desa juga susah

67

kebiasaan BAB disembarang
tempat. Pada saat musim
kemarau pemandangan orang
BAB di sungai sudah menjadi
lukisan

alam

pedesaan
Panimbo. Beberapa program
yang sudah digulirkan untuk
menyelesaikan permasalahan
sanitasi ini baik dari pemerintah
maupun

pihak

swasta
belum juga menyelesaikan
permasalahan tersebut, kalaupun ada keberhasilan program

tersebut hanya bersifat setempat dan tdak secara menyeluruh

untuk wilayah desa.

Program CLTS adalah bagian program WES Plan Indonesia
Grobogan, yang diawali TOT CLTS dengan mengikutsertakan
beberapa warga serta tokoh dari Desa Panimbo. Setelah

menyelesaikan pelathan CLTS, warga Panimbo melalui tm CLTS
desa langsung melakukan koordinasi dengan tm CLTS Kecamatan
Kedungjat, perangkat pemerintahan desa dan relawan desa di

Puskesmas membahas pemicuan di desanya yang terdiri dari 9
dusun.

Pemicuan perdana dilakukan di Dusun Plosorejo yang
terdiri dari 85 KK. Pemicuan ini dilakukan dengan kerjasama

antara tm CLTS Kecamatan Kedungjat, Puskesmas Kedungjat

(Shoubari, Riyanto dan Agus), Relawan desa Panimbo (Santo,
Bandi dan Susanto), Bidan
Desa Panimbo, Petugas

Lapangan Plan Internatonal

Desa Panimbo (Nugie)
dan Desa Sendangharjo

- Karanganyar (Sumiyat)

dan WES Facilitator Plan
Grobogan.

Pada saat proses

pemicuan

(“pemicuan”
terhadap rasa jijik, rasa malu,

Proses saat ToT CLTS berlangsung
di Purwodadi Kab. Grobogan

Ibu – ibu PKK, Kader Posyandu dan Ibu
Bidan Panimbo juga ikut mensukseskan
program CLTS di desa.

68

rasa takut sakit, rasa berdosa dan rasa tanggung jawab yang
berkaitan dengan kebisaaan BAB di sembarang tempat ) ternyata
menimbulkan kesadaran yang luar biasa dari masyarakat,
sehingga pemicuan awal ini berjalan dengan lancar dan bagus.
Warga yang terpicu ini sebagian besar adalah warga yang belum
punya jamban keluarga dan biasa buang air besar (BAB) di sungai.
Mereka mau secara sadar membangun jamban demi kesehatan
keluarga mereka dan dusunnya tanpa ada unsur paksaan.

Saat pemicuan ini terlihat antusiasme masyarakat

untuk berkomitmen agar desanya segera terbebas dari tnja

yang berserakan dimana -
mana, terutama di sungai
yang sudah menjadi kebiasaan
mereka bertahun - tahun.
Dalam pemicuan ini terbentuk

tm CLTS RT yang terdiri dari

3 orang yang akan memantau
kegiatan pembuatan jamban di
wilayahnya. Para tokoh desa dan

agama juga terlibat aktf dalam

kegiatan ini. Monitoring dimulai
dan dilaksanakan hari itu juga
setelah pemicuan selesai karena
masing-masing wilayah RT
saling berlomba – lomba untuk

membuktkan pencapaian Stop

BABS.

Dalam program CLTS ini PKK dan Kader Posyandu juga

terlibat aktf untuk memantau kegiatan CLTS ini. Tim dari PKK

dan Kader Posyandu saling bekerjasama dengan memberikan

kesadaran pentngnya kesehatan lingkungan sekaligus

memantau apakah jamban yang dibuat sudah dimanfaatkan.

Pemicuan tdak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja,

tetapi untuk mewujudkan sanitasi total yang sesungguhnya,
perlu melakukan koreksi dan pemicuan disemua lini, salah
satunya adalah dengan melakukan pemicuan untuk siswa SD.
Yang diikutsertakan adalah siswa kelas 4, 5 dan 6 SD. Pemicuan

Pada saat pemicuan siswa – siswi
SD Panimbo

Pada saat transek di sungai
belakang SD Panimbo

69

dilakukan setelah jam sekolah

usai sehingga tdak mengganggu

kelancaran kegiatan belajar
mengajar di sekolah.

Hal yang menarik
dari pemicuan di SD Panimbo
ini, di dapat informasi bahwa
semua orang tua siswa ini
ternyata sudah membuat
jamban sederhana, serta sudah
menggunakan jamban tersebut,
dan memberikan hasil yang

cukup signifkan. Sehingga dari

pemicuan di SD – SD Panimbo
ini melahirkan kelompok anak
yang di desa berfungsi sebagai

polisi tnja yang setap saat mau

memberikan sumbangsih demi
tercapainya sanitasi total.

Pada saat melakukan pemantauan, salah satu hal
yang menarik adalah kunjungan di Dusun Plosorejo dimana di

dusun ini sudah mencapai 100% Stop BAB. Meskipun jamban

yang dibuat adalah jamban yang sederhana, terkadang masih
ada yang masih dalam bentuk lubang saja tanpa ada dinding
dan penutup atap, yang membuat lubang justru dilakukan oleh
ibu – ibu itu sendiri, karena suami ada di luar daerah kerja di
bangunan.

Khusus di Dusun Pablengan ada 2 jamban milik nenek yang
sudah janda, pembangunannya dibantu oleh pemuda dusun yang
bersangkutan dengan sistem gotong.

Pada saat makan siang di warung ada hal yang menarik
dimana perbincangan dan pembicaraan yang dilakukan di warung

nasi ini justru topiknya adalah tentang tnja dan malunya orang

tua terhadap perilaku BAB di sungai serta tentang kesadaran
untuk berubah dan membuat jamban sendiri.

Bapak kerja bangunan di Jakarta

tdak menyurutkan semangat
Ibu Part untuk memiliki dan

membikin Jamban

Nenek beserta jambannya yang
dibantu secara gotong – royong
bersama warganya

70

Lain cerita dari Dusun
Beran, ada orang dewasa yang
BAB di sungai kemudian di
ganggu anak–anak dan dibikin
malu, kemudian ada kejadian
dimana sekolah SMP yang ada
di desa Panimbo di datangi oleh
warganya dan ternyata tanpa
disangka mereka membuat
lubang untuk jamban secara
gotong – royong, kemudian
kepala sekolahnya didatangi agar segera membeli jamban.

Para orang tua warga di desa itu tdak terima jika anaknya yang

sekolah disitu harus BAB sembarangan atau di sungai, tetapi
harus BAB di jamban atau di WC Sekolah.

Itulah beberapa fenomena menarik yang menjadi
bagian catatan tersendiri dari Desa Panimbo. Proses pemicuan
yang belum genap 1 bulan telah mencapai hasil yang luar biasa,
dimana dalam jangka waktu kurang dari 1 bulan ini Panimbo

telah terbebas dari BAB di sembarang tempat, dan tdak ada lagi

BAB di sungai atau di hutan. Ini sebuah prestasi yang luar biasa.

Keterlibatan dari berbagai pihak, masyarakat laki – laki
dan perempuan, anak – anak, puskesmas dan instansi terkait

di tngkat kabupaten semakin mendorong keberhasilan proses

kegiatan CLTS ini. Harapannya keberhasilan awal Desa Panimbo

ini dapat menjadi ttk awal buat pemerintah untuk program–

proram sanitasi yang lain demi tercapainya sanitasi total berbasis
masyarakat.

(Diringkas dari Catatan Pembelajaran CLTS Desa Panimbo,
Catur Adi Nugroho, WES facilitator Plan Indonesia Grobogan).

Jamban dengan menggunakan tutup
dan ember bekas cat tembok

71

Lampiran 5

Desa Sawe Kabupaten Dompu:
Desa Pertama yang Menjawab Tantangan Menteri Kesehatan
di NTB

Pada tanggal 21 Agustus 2008 lalu, Menteri Kesehatan

Dr. dr. Sit Fadilah Supari, Sp.J(PK) membuka Konferensi Nasional

Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (Konas PAM-RT) dan
meluncurkan 10.000 desa kegiatan Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat (STBM), di Jakarta. Lima hari berselang setelah itu,
tepatnya tanggal 26 Agustus 2008, masyarakat Desa Sawe, yang
berada di wilayah Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara
Barat, telah menjawab tantangan tersebut dengan berani
mendeklarasikan desanya yang telah terbebas dari kebiasaan
Buang Air Besar (BAB) Sembarangan.

Deklarasi yang dilakukan oleh 34 perwakilan masyarakat

Desa Sawe ini diresmikan oleh Bupat Dompu, Syaifurrahman

Salman, melalui penandatanganan papan deklarasi desa
terbebas dari kebiasaan BAB sembarangan. Kegiatan deklarasi

yang merupakan cetusan hat dan keinginan dari masyarakat

desa Sawe ini bertujuan untuk menyampaikan kepada
khalayak ramai bahwa masyarakat Desa Sawe telah terbebas
dari kebiasaan Buang
Air Besar sembarangan.
Kebiasaan yang selama ini
merendahkan harga diri dan
mengurangi kekhusyuan
masyarakat Desa Sawe, yang
seluruhnya beragama islam,
dalam beribadah.

WC Helikopter sebagai Gambaran Rendahnya Kesadaran
Sanitasi

Berdasarkan informasi dari pemerintah kecamatan
setempat yang disampaikan melalui laporan Camat Hu’u,
Drs. Imran M. Hasan, sejak tahun 1990-an, warga Desa Sawe
yang dulu masih bergabung dengan Desa Rasabou, sudah

72

banyak menerima program sanitasi dari pihak luar, baik dari

pemerintah atau Lembaga Swadaya Masyarakat sepert program

ESWS tahun 90-an, Dinas Sosial tahun 2001, WSLIC tahun 2005-
2006, program MCK umum dan TSC Plan Indonesia tahun 2005-
2007, dan sebagainya. Program tersebut menawarkan berbagai
bentuk bantuan, mulai dari pembangunan WC hingga selesai,
sampai hanya pemberian subsidi jamban dan semen saja.

Namun sangat disayangkan ternyata pemanfaatannya

masih kurang maksimal karena banyak WC yang tdak jadi, dan
bahkan ada yang WC-nya sudah terbangun tapi tdak digunakan.
Hanya sedikit masyarakat desa Sawe (dibawah 50%) yang

sudah terbiasa menggunakan WC, sedangkan sisanya masih
terbiasa membuang air besar (BAB) sembarangan di sawah,
gunung, parit, sungai, lapangan, dan halaman rumah. Bahkan

mereka menyebutnya WC helikopter, karena ketka ada orang

datang dari arah depan, maka untuk menghindari pandangan
mereka akan berputar ke arah yang lain, begitu seterusnya jika

ada orang hingga mereka berputar posisi sepert baling-baling

helikopter.

Disejumlah pinggiran sungai yang melintasi wilayah

Desa Sawe, dulunya merupakan daerah yang tdak ramah

bagi anak-anak, karena banyak ditemukan kotoran manusia
sehingga menimbulkan bau yang sangat mengganggu. Kondisi
ini juga berkaitan dengan data PUSKESMAS kecamatan
yang menunjukkan Desa Sawe sebagai salah satu daerah di
kecamatan Hu’u yang berkategori rawan diare dan kolera. Serta

tdak sedikit para orang tua di desa Sawe menceritakan bahwa

anak mereka sering terserang mencret-mencret dan memiliki
perut yang buncit namun berbadan kurus, akibat terkena
cacingan.

Pemicuan yang Membawa Hasil

Namun dengan adanya kegiatan Tim CLTS yang
menamakan dirinya Tim Pemberantas Kebiasaan Buang Air
Besar Sembarangan Kecamatan Hu’u yang bekerja sama
dengan Kepala Desa, BPD, Bidan Desa, Babinsa dan tokoh-
tokoh agama, Masyarakat desa Sawe yang tersebar di 3 dusun

73

yakni Lodo, Sawe dan Samakarya dipicu kesadarannya akan
akibat buruk dari kebiasaan BAB Sembarangan baik dari rasa
malunya, rasa jijik, harga diri, segi agama dan juga kesehatan.

Proses pemicuan ini cukup berhasil menimbulkan
kesadaran masyarakat, hal ini terlihat pada perubahan

kebiasaan masyarakat yang sudah tdak lagi membuang air
besar di sembarangan tempat. Sejumlah WC yang tdak dipakai,
kemudian diperbaiki dan diaktfan lagi penggunaanya. Jika

ada yang belum mampu, maka untuk sementara menumpang
dulu ke MCK umum atau jamban tetangganya. Bantuan jamban
yang dulu menjadi pajangan di rumah, di manfaatkan untuk
membangun jamban dengan menggunakan bahan-bahan yang

ada sepert kayu dan bambu. Bagi keluarga yang tdak mampu

membeli jamban, mereka menggunakan teknik sendiri dari
jerigen atau bambu yang dibuat sedemikian rupa menjadi

penggant jamban. Hingga saat ini total sarana sanitasi yang

dimiliki masyarakat desa Sawe sebanyak 136 WC permanen,
163 jamban Semi permanen dan 6 MCK umum. Dengan

penggunaan septc tank hanya sebesar 10%nya dan sisanya

menggunakan lubang penampungan kotoran dengan model
cubluk tunggal.

Bahkan upaya pemicuan kesadaran yang terus menerus
dilakukan tersebut, selain membawa dampak pada perubahan
perilaku, juga berhasil dalam meningkatkan derajat kesehatan

masyarakat-desa yang baru seumur jagung ini (defnitf

April 2008) . Menurut data Puskesmas Kecamatan Hu’u,
dibandingkan tahun-tahun sebelumnya penderita diare jauh
menurun, dan bahkan dalam 3 bulan terakhir (April-July 2008)

sudah tdak ada satupun dari 1.484 jiwa penduduk desa Sawe

yang menderita penyakit diare.

Para Kampiun (Champion) Dibalik Keberhasilan

Upaya keberhasilan mendeklarasikan desa yang telah

terbebas dari kebiasaan BAB sembarangan ini tdak terlepas

dari kerja keras para kampiun (Champion). Mereka-mereka yang

tdak berpikir bahwa perbuatan yang mereka lakukan hanyalah
bagian dari pekerjaan untuk menafahi keluarga. Namun, ada

74

keinginan dan rasa tanggung jawab moral untuk mendorong
kondisi ideal tanpa mengharapkan bayaran.

Upaya untuk mewujudkan keinginan memiliki desa
yang bebas dari najis inilah yang dilakukan tanpa pamrih oleh
Asikin (staf kecamatan), Imran (guru mengaji), Haris (guru
SD), Nasrun (kepala dusun), Haryono (mantri Puskesmas), dan

Dini (tokoh remaja). Para kampiun ini pada awalnya mengikut
pelathan CLTS yang difasilitasi oleh Plan Indonesia Program

Unit Dompu dan dinas kesehatan Kabupaten. Dari hasil praktek

pemicuan langsung pada saat pelathan yang dilakukan pada

bulan Februari 2008 lalu, mereka yang tergabung dalam Tim
Pemberantasan Kebiasaan BAB Sembarangan ini berhasil
memicu kesadaran 12 orang di salah satu dusun untuk siap
membangun WC sendiri tanpa bantuan pihak luar. Selanjutnya
pemicuan dilanjutkan mereka melalui kegiatan keagamaan,
kegiatan sosial masyarakat, kunjungan dari rumah ke rumah,
serta mendorong para keluarga yang telah terpicu dan telah
membangun WC sendiri untuk melakukan pemicuan kepada
keluarga yang lain.

Teknik yang berbeda juga dilakukan para kampiun ini
untuk memicu anak-anak, yakni dengan mengajarkan lagu-

lagu pop, yang pernah mereka dapatkan pada pelathan

CLTS, yang berhubungan dengan pesan tentang larangan BAB

sembarangan, sepert “Cucakrowo” dan “Jablai Tai”. Metode
ini terbukt efektf dalam mengajak anak-anak untuk tdak BAB

Sembarangan lagi.

Tantangan Selanjutnya

Sebagai desa yang pertama di Kabupaten Dompu yang
telah terbebas dari kebiasaan BAB Sembarangan, masyarakat

desa Sawe berharap bahwa upayanya dapat diikut desa-desa

lain di kecamatan mereka khususnya dan Kabupaten Dompu
pada umumnya. Oleh karena itu, sejumlah tukang yang ada
di desa Sawe mencoba menjadi pengrajin jamban dalam
rangka menyediakan jamban yang murah dan mudah didapat
bagi masyarakat yang telah terpicu kesadarannya. Dengan
meminjam cetakan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu,

75

mereka mencoba memproduksi jamban dengan menggunakan
bahan semen dan pasir. Hasilnya cukup memuaskan, meski
perlu sedikit sentuhan dengan amplas guna memuluskan
permukaan atasnya, sebelum di cat khusus. Mereka berharap
selain membantu masyarakat lain, upaya mereka menyediakan
jamban yang dihargai Rp.40.000- 50.000,- ini dapat menambah
pendapatan mereka.

(Diringkas dari Catatan Pembelajaran CLTS Kecamatan Sawe, M.
Afrianto Kurniawan, WES Facilitator Plan Indonesia Kabupaten

Dompu ).

76

Nama

:Nana Djuhana

Tempat Tanggal Lahir

:Cimahi, 19-04-1957

Alamat Rumah

:Jalan Tani, Gang Cimahi, Singkawang, KalBar

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0562-637.234 - 0812.5742.300

Nama Organisasi

:Dinkes Kab Sambas, Kalbar

Jabatan

:-Kesling

Alamat Organisasi

:Jalan Pembangunan, Sambas, Kalbar

No.Telp/Fax. Kantor

:0562-391.691

Nama

:Laisa Wahanudin

Tempat Tanggal Lahir

:Sleman 12 September 1966

Alamat Rumah

:Griya Bukit Jaya G17, No 8-9, Gunung Putri, Bogor

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0813.1961.7180

E-Mail Pribadi

:Udin_uud@hotmail.com

Nama Organisasi

:Depkes

No.Telp/Fax. Kantor

:021-424.7608 psw 128

Nama

:Noor Dwiantoro

Tempat Tanggal Lahir

:Yogyakarta, 01 Juni 1977

Alamat Rumah

:Kakabu, Curung Sulanjana, Gn Sari, Serang, Banten

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0813.1669.1612

E-Mail Pribadi

:nurdwiantoro@yahoo.com

Nama Organisasi

:Sekretariat STBM

Jabatan

:Staf Ahli Sekretariat STBM

Alamat Organisasi

:Jl Percetakan Negara, Gd D Lt3, Depkes, Jak. Pusat

No.Telp/Fax. Kantor

:021-422.6968

E-Mail – Website

:Secretariat-stbm@gmail.com

Nama

:Sutikno Slamet

Tempat Tanggal Lahir

:Trenggalek, 26-12-1961

Alamat Rumah

:Jl Dr Sutomo, Gg Amarto 3, Trenggalek Jawa Timur

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0355-791.277 - 0813.3050.9223

E-Mail Pribadi

:sutiksno@yahoo.com

Nama Organisasi

:Dinas Kesehatan Trenggalek

Jabatan

:Kabd Promkes & Pemberdayaan Masyarakat

Alamat Organisasi

:Jl Dr Sutomo No 4, Trenggalek, Jatim

No.Telp/Fax. Kantor

:0355-791.270 - 795.025

Nama

:Andika Arief Saputra

Tempat Tanggal Lahir

:Madiun, 18 Maret 1986

Alamat Rumah

:Pagung Baru, Sleman, Yogyakarta

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0856-9103.0498

E-Mail Pribadi

:Ndk-saputra@yahoo.com

Nama Organisasi

:Water Plant Community-LPPM UGM

Alamat Organisasi

:Lab Bahan Bangunan Teknik Sipil & Lingkungan – UGM

E-Mail – Website

:waterplantcommunity@yahoo.com

Nama

:Darmanto

Tempat Tanggal Lahir

:Klaten 30 April 1948

Alamat Rumah

:Jl Kaliurang Km7, Yogyakarta

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0274-885.052 - 0811.286.939

E-Mail Pribadi

:Darmanto6191@gmail.com

Nama Organisasi

:LPPM – UGM

Jabatan

:Staf Pengajar Fak Teknik – UGM

Alamat Organisasi

:Jl Grafka No. 2 Yogyakarta

No.Telp/Fax. Kantor

:0274 – 545.675 - 545.676

Lampiran 6

Biodata Peserta Lokakarya Konsolidasi Pembelajaran CLTS di Indonesia,
Lido-Bogor, 17 - 19 Februari 2009

77

Nama

:Antimus

Tempat Tanggal Lahir

:Sepiri, 11 Mei 1971

Alamat Rumah

:Jl Budi Utomo, Komp. Pondok Pangeran I/II Pontianak, Kalbar

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0815.2258.1117

Nama Organisasi

:Yayasan Pancur Kasih

Jabatan

:Sekretaris

Alamat Organisasi

:Jl Gusti Situt Mahmud, Gg Selat Sumba III, Pontianak, Kalbar

No.Telp/Fax. Kantor

:0561- 883.075

Nama

:Subandi

Tempat Tanggal Lahir

:Grobogan, 30 Maret 1978

Alamat Rumah

:Panimbo, Kedungjati, Grobogan

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0815.3689.646

Nama Organisasi

:Kader Desa

Jabatan

:Tim Penggerak CLTS

Alamat Organisasi

:Panimbo, Kedungjati, Grobogan

Nama

:Muhammad Sholech SKM, Mkes

Tempat Tanggal Lahir

:Metro, 7 April 1971

Alamat Rumah

:Taruman RT 02/II, Klambu, Grobogan

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0292 – 421.049 - 0858.6643.0800

E-Mail Pribadi

:msolech@yahoo.co.id

Nama Organisasi

:Dinkes Kab Grobogan

Jabatan

:Staf Seksi PL

Alamat Organisasi

:Jl Gajah Mada, 19 Purwodadi

No.Telp/Fax. Kantor

:0292 – 421.049 - 424.852

Nama

:Donal

Tempat Tanggal Lahir

:06-12-1973

Alamat Rumah

:Perumahan Mutiara Garuda, Blok CII, No. 35,
Teluknaga, Tanggerang

E-Mail Pribadi

:Don_jtk@yahoo.com

Nama Organisasi

:CWSHP – Dit PL Depkes

Alamat Organisasi

:Jalan Percetakan Negara 29, Jakarta

E-Mail – Website

:www.cwshp.net

Nama

:Farida Tahir, SKM

Tempat Tanggal Lahir

:Sidrap, Sulsel, 9-9-1973

Alamat Rumah

:BTN Tibojong BI/1, Bone, Sulsel

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0852.5531.2863

Nama Organisasi

:Dinkes Bone

Jabatan

:Staf PKL

Alamat Organisasi

:Jalan Ahmad Yani, Bone

No.Telp/Fax. Kantor

:0481 – 23485

Nama

:Agustini E Raintung, dr

Tempat Tanggal Lahir

:Pontianak, 20-8-1955

Alamat Rumah

:Jln Purnabakti II No 35, Serang, Banten

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0254 – 20627

E-Mail Pribadi

:Agustini_raintung@yahoo.com

Nama Organisasi

:PCI Indonesia

Jabatan

:Senior Health Advisor

Alamat Organisasi

:Jln Tirtayasa Raya No. 51, Jaksel

Nama

:Drg, P Agustine Siahaan, MKes

Tempat Tanggal Lahir

:Dairi, 14 Agustus 1968

Alamat Rumah

:Taman Duta Mas Blok A14 No12, Batam
Centre,Batam

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0812.784.3700 – purnamaagustine@yahoo.co.id

Nama Organisasi

:Puskesmas Batu Aji, Batam, Kepri

Jabatan

:Dokter Gigi

76

Nama

:Meutia

Tempat Tanggal Lahir

:Aceh, 28 Agustus 1972

Alamat Rumah

:BBS (Bukit Baja Sejahtera) III, Blok A2, No. 10A,
Cilegon, Banten.

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0254-914.4795 - 0812.9853.985

E-Mail Pribadi

:tiaalmer@yahoo.com

Nama Organisasi

:Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten

Jabatan

:Ka Lab Agribisnis Fak Pertanian Untirta

Alamat Organisasi

:Jl Raya Jakarta Serang Km 4, Pakutan, Serang,Banten

No.Telp/Fax. Kantor

:0254 – 280.330 – 0254 – 281.254

Nama

:Cicih Sukaesih

Tempat Tanggal Lahir

:Sumedang, 9-9-1969

Alamat Rumah

:Desa Sukawenang, Kec Ganeas, Sumedang, Jabar

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0812.7184.1600

Nama Organisasi

:Kader Desa Sukawening

Jabatan

:Kader

Alamat Organisasi

:Desa Sukawenang, Ganeas, Sumedang

Nama

:Cucu Cakrawati Kosim

Tempat Tanggal Lahir

:Tasikmalaya, 23 Juni 1964

Alamat Rumah

:Jl Cendrawasih B60, Duta Kranji, Bekasi Barat

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:021 – 88464

Nama Organisasi

:Direktorat PL, Depkes

Jabatan

:Kasie Standarisasi Pengawasan Kualitas Lingkungan

Alamat Organisasi

:Jl Percetakan Negara 29, JakPus

No.Telp/Fax. Kantor

:021 – 424.7608 ext 126/208

Nama

:Wano Irwantoro

Tempat Tanggal Lahir

:Lubuklinggau, 15 Maret 1962

Alamat Rumah

:Jl Ligarmayang Terusan IA RT 03/08, Cibeunying,
Bandung 40191

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:022-8252.3906 - 0811.221.019

E-Mail Pribadi

:Wanowano2002@yahoo.com

Nama Organisasi

:WSP-EAP World Bank, Indonesia

Jabatan

:CLTS Specialist

Alamat Organisasi

:Gd BEI Twr 2, Lt 13, Jl Sudirman 52-53, Jakarta.

No.Telp/Fax. Kantor

:021-5299.3003 - 5299.3004

E-Mail – Website

:wirwantoro@worldbank.org

Nama

:Syarif Potutu

Tempat Tanggal Lahir

:Gorontalo

Alamat Rumah

:Jl Sudirman 41, Muaro Sijunjung

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0754 - 21106

Nama Organisasi

:Dinkes Kab Sawahlunto Sijunjung

Jabatan

:Kabid Promkes PL

Alamat Organisasi

:Jl Sudirman 8 Muaro Sijunjung

No.Telp/Fax. Kantor

:0754 - 20056

Nama

:Encep Mahpud

Tempat Tanggal Lahir

:Pandeglang

Alamat Rumah

:Pasir Mulya, Sindanglaya, Pagelaran, Pandeglang.

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0878.7100.9917

Nama Organisasi

:Desa Sindanglaya, Kec Pagelaran, Pandeglang

Jabatan

:Ketua Tim CLTS

Alamat Organisasi

:Kp Pasir Mulya, Ds Sindanglaya, Kec Pagelaran,
Pandeglang

Nama

:Punto Dewo

Tempat Tanggal Lahir

:Jakarta 27-02-1965

Alamat Rumah

:Jalan Pendidikan, Sambas, Kalbar

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0852.5261.4974

Nama Organisasi

:Dinkes Sambas

Jabatan

:Kasie

Alamat Organisasi

:Jalan Pembangunan Sambas

No.Telp/Fax. Kantor

:0562-391.691

77

Nama

:Ekki Riswandiyah, SKM

Tempat Tanggal Lahir

:Bandung, 10 Nov 1972

Alamat Rumah

:Dsn Pamagersari RT 01/04, Tanjungsari, Smdg

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:022-791.2891 - 0819.1270.6818

E-Mail Pribadi

:eqriswandiyah@yahoo.co.id

Nama Organisasi

:Dinkes Sumedang

Jabatan

:Pj PL Sie Kesling

Alamat Organisasi

:Jl Kutamaya 21 Sumedang

No.Telp/Fax. Kantor

:0261 – 202.377 - 204.941

Nama

:Andi Narwis

Tempat Tanggal Lahir

:Jalang, 24 Maret 1972

Alamat Rumah

:Jl Langsat, Watampone Bone, Sulsel

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0811.410.6072

E-Mail Pribadi

:wajoboys@yahoo.com

Nama Organisasi

:WSLIC2 – Bone

Jabatan

:Konsultan Kesehatan & Pemberdayaan

Alamat Organisasi

:Kantor Dinkes Bone, Jl Ahmad Yani 13, Watampone

No.Telp/Fax. Kantor

:0481 -23485

Nama

:M Afrianto Kurniawan

Tempat Tanggal Lahir

:Tobelo, 4 April 1981

Alamat Rumah

:Jl Nusantara Lingk. Bada, Dompu, NTB – TCI E8,
Cibaduyut, Bandung

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:022-542.4455 - 0812.2111.537

E-Mail Pribadi

:afriali@gmail.com

Nama Organisasi

:Plan International Indonesia – Dompu

Jabatan

:WES Facilitator

Alamat Organisasi

:Jl Udang 6, Kel Bali I, Dompu, NTB

No.Telp/Fax. Kantor

:0373-321963 - 22512

E-Mail – Website

:Dompu.pu@plan-international.org

Nama

:Abdul Sikin

Tempat Tanggal Lahir

:Dompu, 13 Maret 1070

Alamat Rumah

:Rasabou, Kec Huu, Dompu

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0819.1754.5900

Nama Organisasi

:Kantor Camat Huu

Jabatan

:Staf Seksi PMD

Alamat Organisasi

:Kantor Camat Huu

Nama

:Feny Raharyanti, SKM

Tempat Tanggal Lahir

:Bogor, 14 Oktober 1974

Alamat Rumah

:Graha Serdang Metropolis C12B, Harjatani,
Kramatwatu, Serang

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0254-395.247 - 0812.8375.131

E-Mail Pribadi

:fenyraharyanti@yahoo.com

Nama Organisasi

:Stikes Falatehan Serang

Alamat Organisasi

:Jl Raya Cilegon Km6, Kramatwatu, Serang

No.Telp/Fax. Kantor

:0254-230.054

Nama

:Bambang Hermawan

Tempat Tanggal Lahir

:Yogyakarta, 1-9-1959

Alamat Rumah

:Perum Bintang Alam, Kab Karawang

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0267-644.972 - 0812.814.1053

Nama Organisasi

:WSLIC2 – Dit PL, Ditjen PP-PL Depkes

Jabatan

:Staf Monev WSLIC2 Pusat

Alamat Organisasi

:Jalan Percetakan Negara 29, Jakarta Pusat

No.Telp/Fax. Kantor

:021-4287.6816 - 4287.6866

Nama

:Edy Priyono

Tempat Tanggal Lahir

:Jepara, 14 Februari 1967

Alamat Rumah

:Perum Permata Kemang C2/4, Rawalumbu, Bekasi

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0816.185.2430

E-Mail Pribadi

:edymbe@yahoo.com

Nama Organisasi

:Akademika

Jabatan

:Direktur

Alamat Organisasi

:Perum Permata Kemang A2/13, Rawalumbu, Bekasi

No.Telp/Fax. Kantor

:021-8241.3334

E-Mail – Website

:akademika@dnet.net.id - www.akademika.or.id

78

Nama

:Asep Saefulhak

Tempat Tanggal Lahir

:Pandeglang, 24-8-1981

Alamat Rumah

:Kacapi Manis RT02/06,Tegalwangi,Menes, Pandeglang

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0813.1083.0031

E-Mail Pribadi

:Asep_hak@yahoo.co.id

Nama Organisasi

:LAZ Harfa Pandeglang

Jabatan

:Field Koordinator ESP

Alamat Organisasi

:Jl Raya Labuan, Ciekek Lor, Kel Karaton, Majasari,
Pandeglang

Nama

:Christiana Dewi

Tempat Tanggal Lahir

:Yogyakarta

Alamat Rumah

:Jl Destarata Raya 8 Bogor

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0251-833.1180 - 0812-1069.189

E-Mail Pribadi

:Christiana.dewi@yahoo.com

Nama Organisasi

:AusAID

Jabatan

:Program Manager

Alamat Organisasi

:Menara Kebon Sirih Lt 26, Kebon Sirih 17-19, Jakarta

No.Telp/Fax. Kantor

:021-392.4322 ext 541 – 392.7274

E-Mail – Website

:Christiana.dewi@ausaid.gov.au

Nama

:Dyota Condrorini

Tempat Tanggal Lahir

:Bandung, 7 Juli 1985

Alamat Rumah

:Prima Lingkar Asri B4 No 1 Jatibening, Bekasi

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:081213970687

E-Mail Pribadi

:dyota.condrorini@gmail.com

Nama Organisasi

:Sekretariat Pokja AMPL

Alamat Organisasi

:Jl Cianjur No 4 Menteng, Jakarta Pusat, Tlp-31904113

E-Mail – Website

:www.ampl.or.id

Nama

:Joice Irmawati

Tempat Tanggal Lahir

:Manokwari, 28 April 1974

Alamat Rumah

:Kp Cisaat, Ds Tegal, Cikeudal, Pandeglang

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0812.802.3936

E-Mail Pribadi

:Joe_irma@hotmail.com

Nama Organisasi

:Bappeda Kab Pandeglang

Jabatan

:Kasubid Pengembangan Kawasan & LH

Alamat Organisasi

:Jalan Ahmad Yani 1 Pandeglang

No.Telp/Fax. Kantor

:0253 – 210.449

Nama

:Dian Mardiani

Tempat Tanggal Lahir

:Bandung, 21-11-1966

Alamat Rumah

:Jl Tb Bakri 95, Serang

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0254 – 201.261 - 0812.123.2111

Nama Organisasi

:Bappeda Kab Serang

Jabatan

:Kasubid Renbang Sosbud

Alamat Organisasi

:Jalan Veteran 1 Serang

No.Telp/Fax. Kantor

:0254 – 203.135

Nama

:Yunisa TP

Tempat Tanggal Lahir

:Yogyakarta, 25 Juni 1979

Alamat Rumah

:Kp Ciwalet RT 01/10, Sukaratu, Pandeglang

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0253 – 520.7758

E-Mail Pribadi

:Yunisa-geo@yahoo.co.id

Nama Organisasi

:Bappeda Kab Pandeglang

Jabatan

:Pelaksana

Alamat Organisasi

:Jl Jend Ahmad Yani 1 Pandeglang

No.Telp/Fax. Kantor

:0253 – 201.449

Nama

:Dedi Suhaedi

Tempat Tanggal Lahir

:Pandeglang, 10 Oktober 1983

Alamat Rumah

:Beunying Masjid RT 02/01, Kel Cilaja, Mayasari,
Pandeglang

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0852.8536.5999

E-Mail Pribadi

:ddsuhaedi@yahoo.com

Nama Organisasi

:Harfa Pandeglang

Jabatan

:Admin Staf

Alamat Organisasi

:Jl Raya Labuan, Ciekek Lor, Majasari, Karaton,
Pandeglang

79

Nama

:Petrus Noni Fallo

Tempat Tanggal Lahir

:19-10-1967

Alamat Rumah

:Jl Salak 4, Kel Nonohonis, Kota Soe, TTS, NTT

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:081.338.402.412

Nama Organisasi

:ProAir

Jabatan

:Comdev Advisor

Alamat Organisasi

:Radumata, Belakang Keuskupan Waitabula, Sumba
Barat Daya, NTT

Tlp/Fax kantor

:0387 – 24126

Website

: www.proair.or.id

Nama

:Agus Waluyo

Tempat Tanggal Lahir

:Magelang, 29-8-1968

Alamat Rumah

:Jl Dr Ak Gani 95, Muara Enim, Sumsel

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0734 – 432.012 - 0813.6876.3640

Nama Organisasi

:Dinkes Muara Enim

Jabatan

:Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan

Alamat Organisasi

:Jl Dr Ak Gani 70-90, Muara Enim

Tlp/Fax kantor

:0734 – 421.053 - 421.192

Email

: dinkesmuaraenim@depkes.go.id

Nama

:Didik Supriyono

Tempat Tanggal Lahir

:Madiun, 26-4-1964

Alamat Rumah

:Perumahan Bumi Ciluar Indah, Blok B-2 No.4, Bogor

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0251 – 8651.504 - 0816.163.2441

Nama Organisasi

:Dinkes Kab Bogor

Jabatan

:Kasie Penyehatan Lingkungan

Alamat Organisasi

:Jl Raya Kedunghalang Talang 150, Bogor

Tlp/Fax kantor

:0251 – 866.3177 - 866.3175

Nama

:Catur Adi Nugroho

Tempat Tanggal Lahir

:Pati, 2 Maret

Alamat Rumah

:Perum Sewon Indah C-10, Sewon, Bantul, Yogya

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0813.2508.3980

Nama Organisasi

:Plan International Grobogan

Jabatan

:WES Fasilitator

Alamat Organisasi

:Jl Yudistira I/2 Purwodadi

Tlp/Fax kantor

:0292-421.652 - 425.018

Nama

:Rewang Budiayana

Tempat Tanggal Lahir

:

Alamat Rumah

:Purwakarta

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0852.8626.2752

Nama Organisasi

:Ditjen PMD, Kemendagri

Jabatan

:Kasubdit

Alamat Organisasi

:Jl Raya Pasar Minggu Km 19

Tlp/Fax kantor

:021-7919.7109

Nama

:Helda Nusi

Tempat Tanggal Lahir

:

Alamat Rumah

:Bekasi

No.Telp/Fax. Rumah/Hp

:0811.824.373

Nama Organisasi

:Ditjen Bina Bangda, Kemen Dalam Negeri

Jabatan

:Staf Subdit

Alamat Organisasi

:Jl. TMP.Kalibata, No.20. Jakarta Selatan

Tlp/Fax kantor

:021- 7983785 – 794.7746

80

NAMA

:GARY D. SWISHER

UTUSAN

:WASPOLA

INSTANSI

:WASPOLA

NO.TELP.RUMAH/HP

:021 – 3142046 (gswisher@worldbank.org)

NO.TELP./FAX KANTOR

:021 - 31924713

ALAMAT KANTOR

:

Jalan Sawo 37, Menteng, Jakarta Pusat 10350

NAMA

:SOFYAN ISKANDAR

UTUSAN

:WASPOLA

INSTANSI

:WASPOLA

NO.TELP.RUMAH/HP

:0817.228189 (siskandar@worldbank.org)

NO.TELP./FAX KANTOR

:

021 - 31924713

ALAMAT KANTOR

:

Jalan Sawo 37, Menteng, Jakarta Pusat 10350

NAMA

:NUR APRIATMAN

UTUSAN

:WASPOLA

INSTANSI

:WASPOLA

NO.TELP.RUMAH/HP

:0812.111.0867 (ranura58@yahoo.com)

NO.TELP./FAX KANTOR

:021 - 31924713

ALAMAT KANTOR

:Jalan Sawo 37, Menteng, Jakarta Pusat 10350

NAMA

:

PURNOMO

UTUSAN

:

WASPOLA

INSTANSI

:

WASPOLA

NO.TELP.RUMAH/HP

:

0817.305.945 (purnomo@wboj.or.id)

NO.TELP./FAX KANTOR

:

021 - 31924713

ALAMAT KANTOR

:

Jalan Sawo 37, Menteng, Jakarta Pusat 10350

NAMA

:

NUGROHO TOMO

UTUSAN

:

WASPOLA

INSTANSI

:

WASPOLA

NO.TELP.RUMAH/HP

:

0812.960.5217 (bodonk@cbn.net.id)

NO.TELP./FAX KANTOR

:

021 - 31924713

ALAMAT KANTOR

:

Jalan Sawo 37, Menteng, Jakarta Pusat 10350

NAMA

:

ALMA ARIEF

UTUSAN

:

WASPOLA

INSTANSI

:

WASPOLA

NO.TELP.RUMAH/HP

:

0852.3936.9131 (arief_alma@yahoo.co.uk)

NO.TELP./FAX KANTOR

:

021 - 31924713

ALAMAT KANTOR

:

Jalan Sawo 37, Menteng, Jakarta Pusat 10350

WASPOLA Facility

81

Sekretariat : Jl. Sawo No. 37, Menteng
Jakarta 10350 Indonesia
Telp/Fax : (0210 319 24713
E-mail

: waspola1@cbn.net.id
Website : www.waspola.org, www.ampl.or.id

PROGRAM KERJASAMA:

BAPPENAS

Pembelajaran Dari Para Penggiat CLTS

COMMUNITY-LED TOTAL SANITATION

STOP
BUANG AIR BESAR
SEMBARANGAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->