Cara Membuat Tahu

Cara Membuat Tahu – Banyak yng menanyakan bagaimana cara membuat tahu?. Bisnis tahu bagus juga utuk bisnis rumahan loh. Ok karena banyak yng menginginkan resep cara membuat tahu tersebut, di bawah ini akan berita terkini paparkan cara membuat tahu yang baik dan benar.

Cara membuat tahu : 1.Kedelai ditampi untuk dipilih biji yang besar. 2.Kedelai dicuci, lalu direndam dalam air besar selama enam jam. 3.Kedelai dicuci lagi selama setengah jam. 4.Kedelai disosoh dan dipecah menggunakan MESIN PEMECAH KEDELAI 5.Kemudian digiling sampai halus, menggunakan MESIN GILING KEDELAI PISAH AMPAS, dan susu kedele mengalir ke dalam tong penampung. 6.Susu kedelai langsung direbus sampai mendidih di dalam mesin pemasak berukuran besar. 7.Susu kedelai lalu dipindahkan dari wajan ke bak atau tong untuk disaring dengan kain belacu atau kain mori kasar yang telah diletakkan pada sangkar bambu. Agar semua sari dalam susu kedelai tersaring semua, pada kain itu diletakkan sebuah papan kayu dan seseorang naik di atasnya dan menggoyang-goyangnya. Limbah penyaringan, yang disebut ampas tahu, diperas lagi dengan menyiram air dingin, sampai tidak mengandung sari lagi. Penyaringan dilakukan berkali-kali hingga bubur kedelai habis. 8.Air saringan yang tertampung dalam tong warna kuning atau putih dicampur dengan asam cuka agar menggumpal. Selain asam cuka, dapat juga ditambahkan air kelapa, atau cairan whey (air sari tahu bila tahu telah menggumpal) yang telah dieramkan, atau bubuk batu tahu (sulfat kapur).

9.Air asam dipisahkan dari gumpalan atau jonjot putih dan disimpan, sebab masih dapat digunakan lagi. Gumpalan atau jonjot tahu yang mulai mengendap dituangkan dalam CETAKAN TAHU DARI KAYU dan dialasi kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa selama satu menit, sehingga air yang masih tercampur dalam adonan tahu itu terperas habis. Adonan tahu berbentuk kotak yang sudah padat dipotong-potong, misalnya dengan ukuran 6 x 4 cm2. Tahu pun siap dijual. Selamat mencoba ya, cara ini bisa anda membuat sendiri di rumah untuk mengkonsumsi sendiri atau siapa tahu anda bisa berhasil dengan berbisnis tahu

Cara Membuat Tahu Tanpa Pengawet
oleh: nuketea
   

Pengarang : kristinemonia.multiply.com

Summary rating: 2 stars (2 Tinjauan) Kunjungan : 339 kata:300

Rasanya yang enak membuat Tahu digemari oleh sebagian besar masyarakat indonesia. Tahu adalah makanan hasil olahan dari kacang kedelai. Tahu bisa diperoleh di setiap pelosok indonesia. Bahkan ada daerah yang terkenal karena Tahu seperti Sumedang. Selain dari membeli Tahu dapat dibuat sendiri. Untuk membuat Tahu sangat mudah. Berikut ini cara membuat Tahu. Bahan-bahan: 1. Kedelai, sesuai kebutuhan. 2. Vinegar (cuka) warna putih. 3. Kain Belacu untuk saringan Cara membuat : 1. Pilih kedelai dengan kondisi bagus, bersihkan kemudian rendam dalam air. rendam kurang lebih selama 6 jam. 2. Cuci kembali kedelai terus menerus kurang lebih 1/2 jam. 3. Hancurkan kedelai sampai halus dengan blender. 4. Kedelai yang telah halus kemudian di rebus selama 15-20 menit. Untuk memperoleh Tahu yang bagus (tidak keras) jangan terlalu lama membiarkan kedelai setelah di blender. 5. Rebusan kedelai dituangkan kedalam wadah yang atasnya dibuat saringan dari kain belacu sambil diaduk-aduk hingga sari dari adonan habis. 6. Peras ampas kedelai dengan air panas berulang-ulang sampai tidak ada sari lagi di ampas kedelai. 7. Campur sari kedelai dengan cuka supaya menggumpal aduk sampai rata. Cuka bisa diganti dengan

air kelapa atau sulfat kapur. 8. Pisahkan air cuka dari gumpalan-gumpalan sari kedelai. Gumpalan-gumpalan yang mulai mengendap dimasukan kedalam cetakan berukuran 30x20 cm yang di alasi kain belacu. 9. Adonan dalam cetakan tadi di kempa beberapa saat agar airnya benar-benar hilang. 10. Bila adaonan itu sudah padat bisa dipotong-potong sesuai selera. 11. Jadilah Tahu made in sendiri. Tahu buatan sendiri sudah pasti bebas bahan pengawet dan pewarna buatan. Selamat menikmati Tahu buatan sendiri.

Sumber: http://id.shvoong.com/lifestyle/food-and-drink/2080992-cara-membuat-tahu-tanpapengawet/#ixzz1v5tYDXez

Proses Pembuatan Tahu
Proses Pembuatan Tahu created by mahasiswa ITP-FTP UB 2006

Tahu merupakan salah satu makanan tradisional yang populer. Selain rasanya enak, harganya murah dan nilai gizinya pun tinggi. Bahan makanan ini diolah dari kacang kedelai. Meskipun berharga murah dan bentuknya sederhana, ternyata tahu mempunyai mutu yang istimewa dilihat dari segi gizi. Hasil-hasil studi menunjukkan bahwa tahu kaya protein bermutu tinggi, tinggi sifat komplementasi proteinnya, ideal untuk makanan diet, rendah kandungan lemak jenuh dan bebas kholesterol, kaya mineral dan vitamin (Koswara, 2006). Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan tahu adalah:

Kedelai

Kedelai merupakan bahan utama dalam pembuatan tahu. Kedelai yang digunakan adalah kedelai jenis Bola I.

Air

Hampir semua tahapan dalam pembuatan tahu membutuhkan air dari proses perendaman, pencucian, penggilingan, pemasakan, dan perendaman tahu yang sudah jadi sehingga dibutuhkan air dalam jumlah banyak. Air yang digunakan di berasal dari air tanah atau air artesis.

Asam Cuka

Asam Cuka berfungsi untuk mengedapkan atau memisahkan air dengan konsentrat tahu. Asam cuka mengandung cuka dan garam sehingga bersifat asam. Asam cuka yang digunakan diperoleh dari pabrik tahu lain dan dapat digunakan secara berulang-ulang. Proses pembuatan tahu terdiri beberapa tahap yaitu:

Perendaman

Pada tahapan perendaman ini, kedelai direndam dalam sebuah bak perendam yang dibuat dari semen. Langkah pertama adalah memasukan kedelai ke dalam karung plastik kemudian diikat dan direndam selama kurang lebih 3 jam (untuk 1 karung berisi 15 kg biji kedelai). Jumlah air yang dibutuhkan tergantung dari jumlah kedelai, intinya kedelai harus terendam semua. Tujuan dari tahapan perendaman ini adalah untuk mempermudah proses penggilingan sehingga dihasilkan bubur kedelai yang kental. Selain itu, perendaman juga dapat membantu mengurangi jumlah zat antigizi (Antitripsin) yang ada pada kedelai. Zat antigizi yang ada dalam kedelai ini dapat mengurangi daya cerna protein pada produk tahu sehingga perlu diturunkan kadarnya.

Pencucian kedelai

Proses pencucian merupakan proses lanjutan setelah perendaman. Sebelum dilakukan proses pencucian, kedelai yang di dalam karung dikeluarkan dari bak pencucian, dibuka, dan dimasukan ke dalam ember-ember plastik untuk kemudian dicuci dengan air mengalir. Tujuan dari tahapan pencucian ini adalah membersihkan biji-biji kedelai dari kotoran-kotoran supaya tidak mengganggu proses penggilingan dan agar kotoran-kotoran tidak tercampur ke dalam adonan tahu. Setelah selesai proses pencucian, kedelai ditiriskan dalam saringan bambu berukuran besar.

Penggilingan

Proses penggilingan dilakukan dengan menggunakan mesin penggiling biji kedelai dengan tenaga penggerak dari motor lisrik. Tujuan penggilingan yaitu untuk memperoleh bubur kedelai yang kemudian dimasak sampai mendidih. Saat proses penggilingan sebaiknya dialiri air untuk didapatkan kekentalan bubur yang diinginkan.

Perebusan/Pemasakan

Proses perebusan ini dilakukan di sebuah bak berbentuk bundar yang dibuat dari semen yang di bagian bawahnya terdapat pemanas uap. Uap panas berasal dari ketel uap yang ada di bagian belakang lokasi proses pembuatan tahu yang dialirkan melalui pipa besi. Bahan bakar yang digunakan sebagai sumber panas adalah kayu bakar yang diperoleh dari sisa-sisa pembangunan rumah. Tujuan perebusan adalah untuk mendenaturasi protein dari kedelai sehingga protein mudah terkoagulasi saat penambahan asam. Titik akhir perebusan ditandai dengan timbulnya gelembung-gelembung panas dan mengentalnya larutan/bubur kedelai. Kapasitas bak perebusan adalah sekitar 7.5 kg kedelai.

Penyaringan

Setelah bubur kedelai direbus dan mengental, dilakukan proses penyaringan dengan menggunakan kain saring. Tujuan dari proses penyaringan ini adalah memisahkan antara ampas atau limbah padat dari bubur kedelai dengan filtrat yang diinginkan. Pada proses penyaringan ini bubur kedelai yang telah mendidih dan sedikit mengental, selanjutnya dialirkan melalui kran yang ada di bagian bawah bak pemanas. Bubur tersebut dialirkan melewati kain saring yang ada diatas bak penampung. Setelah seluruh bubur yang ada di bak pemanas habis lalu dimulai proses penyaringan. Saat penyaringan secara terus-menerus dilakukan penambahan air dengan cara menuangkan pada bagian tepi saringan agar tidak ada padatan yang tersisa di saringan. Penuangan air diakhiri ketika filtrat yang dihasilkan sudah mencukupi. Kemudian saringan yang berisi ampas diperas sampai benar-benar kering. Ampas hasil penyaringan disebut ampas yang kering, ampas tersebut dipindahkan ke dalam karung. Ampas tersebut dimanfaatkan untuk makanan ternak ataupun dijual untuk bahan dasar pembuatan tempe gembus/bongkrek.

Pengendapan dan Penambahan Asam Cuka

Dari proses penyaringan diperoleh filtrat putih seperti susu yang kemudian akan diproses lebih lanjut. Filtrat yang didapat kemudian ditambahkan asam cuka dalam jumlah tertentu. Fungsi penambahan asam cuka adalah mengendapkan dan menggumpalkan protein tahu sehingga terjadi pemisahan antara whey dengan gumpalan tahu. Setelah ditambahkan asam cuka terbentuk dua lapisan yaitu lapisan atas (whey) dan lapisan bawah (filtrat/endapan tahu). Endapan tersebut terjadi karena adanya koagulasi protein yang disebabkan adanya reaksi antara protein dan asam yang ditambahkan. Endapan tersebut yang merupakan bahan utama yang akan dicetak menjadi tahu. Lapisan atas (whey) yang berupa limbah cair merupakan bahan dasar yang akan diolah menjadi Nata De Soya.

Pencetakan dan Pengepresan

Proses pencetakan dan pengepresan merupakan tahap akhir pembuatan tahu. Cetakan yang digunakan adalah terbuat dari kayu berukuran 70x70cm yang diberi lubang berukuran kecil di sekelilingnya. Lubang tersebut bertujuan untuk memudahkan air keluar saat proses pengepresan. Sebelum proses pencetakan yang harus dilakukan adalah memasang kain saring tipis di permukaan cetakan. Setelah itu, endapan yang telah dihasilkan pada tahap sebelumnya dipindahkan dengan menggunakan alat semacam wajan secara pelan-pelan. Selanjutnya kain saring ditutup rapat dan kemudian diletakkan kayu yang berukuran hampir sama dengan cetakan di bagian atasnya. Setelah itu, bagian atas cetakan diberi beban untuk membantu mempercepat proses pengepresan tahu. Waktu untuk proses pengepresan ini tidak ditentukan secara tepat, pemilik mitra hanya memperkirakan dan membuka kain saring pada

waktu tertentu. Pemilik mempunyai parameter bahwa tahu siap dikeluarkan dari cetakan apabila tahu tersebut sudah cukup keras dan tidak hancur bila digoyang.

Pemotongan tahu

Setelah proses pencetakan selesai, tahu yang sudah jadi dikeluarkan dari cetakan dengan cara membalik cetakan dan kemudian membuka kain saring yang melapisi tahu. Setelah itu tahu dipindahkan ke dalam bak yang berisi air agar tahu tidak hancur. Sebelum siap dipasarkan tahu terlebih dahulu dipotong sesuai ukuran. Pemotongan dilakukan di dalam air dan dilakukan secara cepat agar tahu tidak hancur.

Cara Membuat Tahu Yang Enak Dan Gurih <p>Your browser does not support iframes.</p> Tahu merupakan favorit makanan indonesia sbagai makanan lauk pauk sehari-hari. Saat ini tahu banyak di jual dan di jumpai di pasar-pasar karena tahu cara pembuatannya sangat mudah dan harganya pun juga murah. Berikut ini saya akan memposting Cara Membuat Tahu yang enak dan gurih serta sehat untuk anda sekalian jika ingin membuat tahu sendiri, jika berhasil bisa juga untuk kerjaan sampingan.

Berikut ini Cara Membuat Tahu untuk anda : Bahan : Kacang kedelai (sesuai kebutuhan saja) biasanya aku pakai 3 kg (utk keluarga kecil) Vinegar (cuka) warna putih Kain Belacu (kain bekas karung tepung) Cara membuat : Bersihkan kedelai, buang yg sudah layu/kisut atau tdk bagus lagi, kalau bisa pilihlah yg bijinya besar. Cuci bersih kedelai lalu rendam dalam air banyak (sampai kedelai tenggelam) selama kurleb 6 jam. Setelah itu cuci kedelai terus menerus selama kurleb setengah jam. Lalu bagi-bagi kedelai (sesuai dgn kapasitas blender or juicer) dan letakkan didalam wadah bamboo atau plastic. Kedelai digiling sampai halus (disini aku menggunakan blender biasa) tapi kalau ada juicer lbh baik lagi kedelai digiling halus dan air ditampung. Kalau memakai blender biasa, setelah diblender bisa langsung direbus tanpa perlu memisahkan air dan ampas.

Ampas kedelai langsung direbus selama 15-20 menit dalam wajan yg cukup besar. Jgn terlalu lama membiarkan ampas tahu, begitu penggilingan selesai segera rebus ampas tahu untuk mendapatkan hasil tahu yg bagus (tdk keras). Adonan ampas kedelai yg sudah direbus tadi langsung dituang kedalam kain belacu (yg sudah disiapkan sebelumnya diatas wadah besar dr clay atau plastic dan diikat kuat agar saat menuang adonan rebusan kain tdk jatuh kedalam wadah dan kain juga harus kuat menahan berat adonan). Atau boleh juga kain belacu tsb di-paste-kan kedalam saringan bamboo. Aduk2/goyang2 adonan terus menerus hingga sari kedelai jatuh kebawah dan adonan tadi cukup kering. Lalu peras ampas kedelai dgn menggunakan air panas, lakukan berulang ulang hingga tidak ada sari lagi yg tersisa diampas kedelai. Air saringan yg tertampung (biasanya warna kuning atau putih) lalu dicampur dgn asam cuka agar menggumpal, aduk sampai rata (asam cuka bisa digantikan dgn air kelapa atau sulfat kapur). Air asam dipisahkan dari gumpalan2. Gumpalan2 tahu yg mulai mengendap dituangkan dalam kotak berukuran 30x20 cm2 dan dialasi kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa selama bbrp saat agar air yg masih tercampur dalam adonan tadi habis. Bila adonan itu sudah padat (yg disebut tahu), sudah dpt dipotong2 dan simpan dikulkas, dan siap diolah setiap saat. Atau di bawah ini cara membuat tahu yang saya ambil dari http://evimeinar.multiply.com/recipes/item/24 : Bahan-bahan: 5 kg kedelai 1 gram batu tahu (Kalsium Sulfat atau CaSO4) atau 3 ml asam cuka air secukupnya Alat-alat yang dibutuhkan Ember besar Tampah (nyiru) Kain Saring atau kain blancu Kain pengaduk Cetakan Keranjang Rak bambu Tungku atau kompor Alat penghancur (alu) Petunjuk 1. Pilih kedelai yang bersih, kemudian dicuci; 2. Rendam dalam air bersih selama 8 jam (paling sedikit 3 liter air untuk 1 kg kedelai). Kedelai akan mengembang jika direndam; 3. Cuci berkali-kali kedelai yang telah direndam. Apabila kurang bersih maka tahu yang dihasilkan akan cepat menjadi asam; 4. Tumbuk kedelai dan tambahkan air hangat sedikit demi sedikit hingga berbentuk bubur; 5. Masak bubur tersebut, jangan sampai mengental pada suhu 70 ~ 80C (ditandai dengan adanya

gelembung-gelembung kecil); 6. Saring bubur kedelai dan endapkan airnya dengan menggunakan batu tahu sebanyak 1 gram atau 3 ml asam cuka untuk 1 liter sari kedelai, sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan-lahan. 7. Cetak dan pres endapan tersebut. Cari MP3, Software,Video, Foto Di sini.... Lijit Search