P. 1
Pembuatan Link Menggunakan Media Wireless Lan

Pembuatan Link Menggunakan Media Wireless Lan

|Views: 60|Likes:
Published by Inge Yulensa Putri

More info:

Published by: Inge Yulensa Putri on Jul 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2015

pdf

text

original

1. Bus Topology

Jenis pertama dalam topologi LAN adalah topologi Bus yang merupakan jenis

pertama dalam teknologi jaringan Ethernet dan terdiri dari cable coaxial yang

terhubung ke semua komputer yang ada dalam jaringan dimana tiap komputer

terhubung dengan sambungan konektor BNC jenis T. Gambar berikut menunjukkan

jenis topologi Bus.

Gambar 2.1 Topologi Bus

Semua komputer berkomunikasi melalui Bus yang sama – makanya Bus juga

merupakan topologi logical juga. Umumnya dalam topologi Bus ini memerlukan

adanya algoritma pendeteksi collision (CD – collision detection) atau penghindar

collision (CA – collision avoidance) karena sifat dari Bus ini adalah broadcast ke

semua komputer sehingga rentan terjadinya tabrakan packet.

Pro:

Topologi Bus ini sangat sederhana dan gampang di implementasikan dengan

jalan menyambung ke semua computer dengan hanya satu backbone kabel

BNC.

Cons:

Topologi Bus ini memerlukan terminator yang bagus dan sempurna pada

kedua ujung kabel Bus. Yang paling sering terjadi adalah short circuit antara

data dan ground jika sambungan terminator tidak bagus. Terminator yang

tidak bagus bahkan bisa menyebabkan jaringan tidak berfungsi.

Dengan satu kabel trunk tunggal menjadi satu titik tunggal kegagalan, satu

titik bermasalah maka akan menyebabkan kegagalan total semua jaringan.

12

Susah dalam troubleshooting masalah jika terjadi kegagalan fungsi kabel.

Anda harus memeriksa segmen per segmen untuk mengidentifikasikan titik

kesalahan.

Jenis topologi Bus ini sudah tidak popular lagi sekarang ini bahkan sudah

susah untuk mencari Ethernet jenis BNC.

2. LAN Star Topology

Topologi LAN kedua adalah topologi Star. Star seperti halnya anda menarik

satu kabel jaringan setiap komputer menuju ke pusat kosentrasi seperti Switch, itulah

konsep dasar topologi Star. Switch menangani Switching traffic keluar ke node

lainnya dalam jaringan. Gambar diagram berikut ini menunjukkan gambaran topologi

Star.

Gambar 2.2 Topologi Star

Pro:

Manajemen jaringan mudah melalui per port Switch. Manajemen dan

administrasi bisa dilakukan secara remote oleh administrator yang authorized.

Setiap kegagalan di salah satu port tidak akan menyebabkan kegagalan total

jaringan.

Instalasi kabel jaringan ke setiap port tidak akan mengganggu layanan jaringan

seperti halnya pada topologi Bus.

Tidak diperlukan terminator.

Anda bisa perhatikan sekarang ini bahwa hampir semua implementasi jaringan

menggunakan topologi Star dalam implementasi fisiknya.

13

3. Ring Topology

Topologi LAN ketiga adalah topologi Ring. Dibanding topologi Bus dan Star,

topologi Ring ini lebih complex akan tetapi menawarkan feature yang menarik. Node

berkomunikasi dengan formasi Ring, dengan setiap node berkomunikasi langsung

hanya dengan upstream dan downstream tetangganya saja.

Gambar berikut menunjukkan topologi Ring. Sebenarnya topologi Ring ini di

implementasikan secara fisik seperti topologi Star.

Gambar 2.3 Topologi Ring

Pada topologi Ring, akses kepada jaringan dikendalikan melalui sebuah Token

yang melewati dari node ke node dengan mekanisme arbitrasi (juri). Setiap node

mengambil gilirannya dengan mengklaim Token saat Token melewati dari tetangga

ke tetangganya, dan saat node mengambil Token, mengambil gilirannya dan

mengirim Token kedalam ring. Sebuah data packet di kirim dari node ke node

berikutnya sampai ke node tujuan. Setelah node tujuan menerima packet, ia

memodifikasi paket untuk menstempel bahwa paket diterima dan dikirim kembali ke

dalam ring. Akhirnya paket menyelesaikan berkeliling kedalam ring dan node yang

mengirim menerima kembali Token tersebut dan memberikan catatan kalau paket

sudah terkirim sempurna. Jika node pengirim sudah selesai, kemudian ia akan

melepas Token ke tetangganya dan proses berulang lagi.

Topologi Ring ini khususnya dipakai pada jaringan Token-ring

Pro:

Tidak diperlukan mekanisme collision detection, sehingga Topologi ring

memberikan bandwidth maksimal.

14

Troubleshooting lebih mudah karena setia node hanya mengetahui dan

berinteraksi dari kedua sisi tetangganya saja.

Cons:

Firmware untuk memelihara Ring adalah sangat complex dan harus ada pada

setiap Card jaringan yang ikut berpartisipasi dalam jaringan

Implementasi Ring adalah sangat mahal dan hampir semua jaringan LAN

sekarang ini hampir semuanya memakai jaringan Ethernet karena lebih murah

dan gampang didapat dipasaran.

4. Mesh Topology

Topologi LAN lainnya adalah topologi Mesh yang merupakan suatu hubungan

satu sama lain diantara beberapa node. Umumnya, suatu topologi mesh dimaksudkan

untuk keperluan redundancy. Setiap jaringan kampus harus menerapkan suatu

topologi mesh untuk mencapai tingkat redundancy dan fault tolerance yang

merupakan tuntutan bisnis dari jaringan data mereka.Ada dua jenis mesh yaitu full

mesh dan partial mesh topologi. Full mesh – setiap node saling berhubungan satu

sama lain dengan dedikasi line tersendiri sementara partial seperti namanya hanya

sebagian saja mempunyai jalur menurut kebutuhan.

Gambar berikut menunjukkan topologi Mesh secara umum, setiap piranti /

node mempunyai koneksi ke setiap piranti lainnya pada jaringan.

Gambar 2.4 Topologi Mesh

Pros:

Partial mesh dirancang untuk memberikan redundancy dimana memang

diperlukan saja.

15

Cons:

Full mesh adalah sangat tidak praktis terkecuali untuk jaringan yang skalanya

kecil saja.

Biaya implementasi full mesh adalah sangat mahal sekali karena bersifat

redundancy untuk keperluan fault tolerance.

5. Hybrid Topologies

Pada environment yang besar, anda bisa mengimplementasikan banyak switches

satu sama lain untuk membuat jaringan LAN yang besar agar bisa mendukung banyak

node. Topologi hybrid ini menggabungkan topologi-topologi diatas bersama untuk

membentuk tiga topologi hybrid yang popular: Tree, Hyrarchical star, dan star

wireless.

a. Tree Hybrid Topology

Gambar dibawah menunjukkan kombinasi topologi: Star topologi

dikombinasikan dengan topologi bus.

Gambar 2.5 Topologi Tree

Pro:

Suatu komputer yang gagal tidak akan menyebabkan kegagalan semua

system jaringan.

Jika satu switch tidak berfungsi, ia akan hanya tidak berfungsi pada

jaringan pada switch itu saja, sementara komputer lainnya pada switch

yang lain masih bisa berkomunikasi secara normal.

16

Cons:

Jika ada masalah pada backbone, maka setiap group switch hanya bisa

berkomunikasi pada segmen-segmen switch saja.

b. Hierarchical Star Topology

Untuk jaringan yang besar anda bisa melakukan konfigurasi dalam

topologi hierarchical star seperti tampak dari gambar berikut ini.

Gambar 2.6 Topologi Hierarchical Star

Pros:

Bisa diimplementasikan pada jaringan yang luas.

Switches bisa dikonfigurasikan secara redundancy untuk menghindari

satu kegagalan tunggal uplink.

Cons:

Ada batasan ukuran besarnya jaringan seperti design IP address dan

juga issue masalah timing jika tanpa memperkenalkan technologi

routing.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->