MIRABILIS JALAPA

INKLUSI SEL (ZAT ERGASTIK)
Di dalam sel-sel makhluk hidup khususnya sel tumbuhan selain banyak dijumpai adanya benda-benda protoplasmik (hidup) juga terdapat benda-benda nonprotoplasmik (tak hidup) atau disebut benda ergastik. Benda-benda ini terdiri dari substansi yang bersifat cair maupun padat dan merupakan hasil dari metabolisme sel. Adapun benda ergastik yang bersifat padat adalah amilum, aleuron, kristal Ca-oksalat, kristal kersik, sistolit, dll. Sedang benda ergastik yang bersifat cair atau lendir dari hasil tambahan metabolisme yang bersifat organik atau anorganik terdapat di dalam cairan sel berupa zat-zat yang larut di dalamnya, antara lain asam organik, karbohidrat, protein, lemak, gum, lateks tanin, antosian alkaloid, minyak eteris atau minyak atsiri dan hars, yang ditemukan dalam sitoplasma atau dalam vakuola Zat yang terlarut di dalam cairan sel berbeda-beda untuk setiap sel, bahkan dalam sebuah sel komposisi zat yang terlarut di masing-masing vakuola mungkin berbeda satu sama lain.

1. Amilum Amilum (pati) merupakan butir-butir tepung yang dapat disimpan sebagai cadangan makanan. Pada setiap jenis tumbuhan, butir amilum mempunyai bentuk dan susunan tertentu, namun pada umumnya berbentuk bundar atau lonjong. Adanya perbedaan bentuk dan susunan butir amilum ini karena adanya hilus (titik permulaan terbentuknya butir tepung) di setiap butir tepung. Berdasarkan letak hilus, butir amilum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: (a) amilum yang konsentris (hilus terletak di tengah); (b) eksentris (hilus terletak di tepi). Sedang berdasarkan jumlah hilus dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: (a) monoadelph (hilus hanya satu); (b) diadelph atau setengah majemuk (hilus berjumlah dua yang masing-masing dikelilingi oleh lamela); dan (c) poliadelph/majemuk (hilus berjumlah banyak dan tiap hilus dikelilingi oleh lamela) (Gambar 14). Bila jumlahnya sampai berdesakan dalam sel, maka sisi-sisinya membentuk sudut. Pada beberapa tumbuhan seperti jagung dan padi, butir amilum majemuk. Ukuran butir amilum bervariasi. Pada pati kentang misalnya garis tengahnya antara 70-100 mm, pada jagung 12-18 mm. Dalam amilum terdapat lamela-lamela yang mengelilingi hilus. Adanya lamela-lamela ini disebabkan karena waktu pembentukan amilum, tiap lapisan berbeda kadar airnya sehingga indeks pembiasannya berbeda. Lamela-lamela ini akan hilang apabila dibubuhi alkohol keras, sebab air akan diserap oleh alkohol sehingga indeks pembiasannya menjadi sama. Dibagian tengah amilum kadang-kadang tampak seperti terkerat, peristiwa ini disebut korosi. Hal ini biasa terjadi pada butir-butir amilum dalam biji yang sedang berkecambah. Sedang peristiwa retak di bagian tengah butir amilum dikarenakan kepekatan di bagian tengah butir amilum berkurang.

2. Aleuron dan kristal protein Di tempat penyimpanan makanan cadangan (misalnya biji) selain amilum terdapat juga protein. Pada waktu biji masih muda, terdapat vakuola berukuran kecil dan berjumlah banyak. Menjelang biji menjadi tua, vakuola menjadi dan besar. Setelah biji mengering, air dalam vakuola menjadi semakin sedikit sehingga konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya (protein, garam dan lemak) semakin besar. Karena peristiwa pengeringan ini maka vakuola pecah menjadi beberapa vakuola kecil-kecil yang berisi protein, garam dan lemak. Kemudian zat-zat tersebut akan mengkristal. Vakuola yang berisi kristal ini disebut aleuron (Gambar 16). Sebuah aleuron berisi sebuah atau lebih kristaloid putih telur dan sebuah atau beberapa globoid yaitu bulatan kecil yang tersusun oleh zat fitin (garam Ca- dan Mg- dari asam meseinesit hexafosfor). Butir aleuron dalam endosperm biji jarak (Ricinus communis) mengandung globoid yang terdiri atas garam magnesium dan kalsium dari asam inositol fosfat serta kristaloid. Disamping itu masih terdapat zat putih telur yang amorf (yang bila ditetesi larutan Jodium berwarna kuning coklat). Pada biji padi dan jagung, butir-butir aleuron terdapat di dalam sel-sel jaringan endosperm yang letaknya paling luar. Lapisan ini disebut lapisan aleuron. Lapisan ini biasanya akan terbuang bila mencuci beras terlalu bersih sebelum dimasak. Pada biji jarak, butir aleuron letaknya tersebar dan berukuran besar.

3. Kristal Ca-oksalat Kristal merupakan hasil tambahan yang terjadi pada berbagai proses metabolisme. Yang paling sering ditemukan adalah kristal garam kalsium, terutama Ca-oksalat (kalsium oksalat). Kristal Ca-oksalat merupakan hasil akhir atau hasil sekresi dari suatu pertukaran zat yang terjadi di dalam sitoplasma. Ada yang menduga bahwa asam oksalat bebas merupakan racun bagi tumbuhan karenanya diendapkan berupa garam Ca-oksalat. Kristal ini terdapat di dalam plasma

atau vakuola sel dan larut dalam asam kuat (HCl dan H2SO4). Bentuk dari kristal Ca-oksalat bermacam-macam, ada yang berupa kristal panjang, jika padat serta ditemukan sendiri-sendiri disebut stiloid; kristal tunggal besar (daun Citrus sp); kecil berbebntuk prisma kecil seperti pasir (tangkai daunAmaranthus); jarum/rafida (daun Ananas commosus, daun Mirabilis jalapa, batang dan akar Alöe sp); bintang/roset (= majemuk) terdapat pada daun Datura metel, sisik, pyramid; kristal majemuk dan terhimpun dalam kelompok bulat disebut drus; dan sebagainya (Gambar 15 dan 17). Kristal dapat ditemukan dalam sel yang sama rupanya dengan sel sekelilingnya, atau terdapat dalam sel yang khusus, berbeda dari sel lainnya dan disebut idioblas.

4. Lainnya Minyak dan lemak termasuk lipida serta senyawa lain yang bersifat lemak seperti malam, suberin dan kutin juga merupakan zat ergastik. Zat-zat itu langsung dibentuk oleh sitoplasma dan elaioplas. Pada biji, embrio dan sel meristematik umum terdapat bahan cadangan seperti minyak dan lemak. Garam silika sering ditemukan pada dinding sel seperti pada rumput-rumputan, namun dapat ditemukan pula di dalam sel. Sistolit bentuk lain dari ergastik yang merupakan tonjolan dinding sel kea rah lumen yang mengandung kalsium karbonat. Sel yang berisi sistolit disebut litosist. Tanin merupakan kelompok turunan fenol yang heterogen. Dalam sayatan mikroskopis tannin dikenal sebagai zat berwarna kuning, merah atau coklat. Tanin dapat ditemukan pada berbagai bagian tumbuhan terutama pada bagian daun, periderm dan dalam sel yang berhubungan dengan ikatan pembuluh. Dalam sel, tannin ditemukan vakuola atau sebagai tetes dalam sitoplasma dan kadang-kadang menembus dinding sel seperti pada jaringan gabus. Diperkirakan bahwa tannin berfungsi melindungi tumbuhan terhadap kekeringan dan kerusakan yang disebabkan oleh hewan.

BAHAN ERGASTIK PROTOPLASMA

Ergastic substances are non-protoplasm materials found in cells.  The living protoplasm of a cell is sometimes called the bioplasm and distinct from the ergastic substances of the cell.  The latter are usually organic or inorganic substances that are products of metabolism, and include crystals, oil drops, gums, tannins, resins and other compounds that can aid the organism in defense, maintenance of cellular structure, or just substance storage.  Ergastic substances may appear in the protoplasm, in vacuoles, or in the cell wall.

Bahan Ergastik(dari bahasaYunani erg yang berarti kerja adalah produkmetabolisme.

 Bahan Ergastik berupa berupa produk-produk cadangan atau sisa yang merupakan hasil dari kegiatan seluler dan biasanya mempunyai struktur yang lebih sederhana daripada badan- badan protoplasmik.   
Substansi; ini dapat muncul dan hilang pada waktu yang berbeda dalam hidup suatu sel. Sel hidup harus memiliki protoplas, yaitu bagian sel ada di bagian dalam dinding sel. Protoplas dibedakan atas komponen protoplasma dan non protoplasma.

 Komponen protoplasma yaitu terdiri atas membran sel, inti sel, dan sitoplasma (terdiri dari organelorganel hidup). 
Komponen non protoplasma dapat pula disebut sebagai benda ergastik.

 Jadi benda ergastik adalah bahan non protoplasma, baik organik maupun anorganik, sebagai hasil metabolisme yang berfungsi untuk pertahanan, pemeliharaan struktur sel, dan juga sebagai penyimpanan cadangan makanan, terletak di baigan sitoplasama, dinding sel, maupun di vakuola.  Dalam sel benda ergastik dapat berupa karbohidrat (amilum), protein (aleuron dan gluten), lipid (lilin, kutin, dan suberin), dan Kristal (Kristal ca-oksalat dan silika). 
Bahan Ergastik memiliki banyak fungsi untuk sel 1. penyimpanan cadangan makanan, misalnya amilum 2. pemeliharaan struktur (lilin) untuk bahan perlindungan

3. adanya Kristal ca oksalat dalam suatu jaringan tumbuhan dapat menyebabkan reaksi alergi bagi hewan yang memakannya sehingga hewan tersebut tidak akan bernafsu menyentuhnya untuk yang kedua kali.

 

Pada sel mati tidak dijumpai adanya organel-organel, di dalam Pada sel mati sel hanya berupa ruangan kosong saja. Sel mati sendiri asalnya dari sel hidup.

 Sel menjadi mati disebabkan karena berbagai faktor, misalnya faktor genetik maupun faktor lingkungan. 
Sel mati karena telah mencapai umur yang memang telah ditentukan secara genetik.

 Sel-sel tersebut memang dalam perkembangannya terspesialisasi untuk menjadi suatu sel mati, yang memiliki fungsi tertentu dalam bagi tumbuhan.  Misalnya sel-sel xilem-xilem yang akan bersifat mati secara khusus berguna untuk pengangkutan unsur mineral dari dalam tanah ke daun. 
Metabolisme merupakan kegiatan hidup yang mencakup tiga fungsi pokok yaitu 1. nutrisi 2. respirasi 3. sintesis.

 Bahan mentah dari lingkungan diolah dalam tubuh tumbuhan sehingga menghasulkan substansisubstansi penyusun tubuh,penunjang kegiatan dalam tubuh dan bahan sisa. 
Dengan demikian, substansi ergastik dapat dibedakan menjadi

Tiga kelompok yaitu 1. produk berupa makanan 2. produk berupa sekresi 3. dan produk sisa ( waste product) Berdasarkan bentuk benda yang dihasilkan dari ke tiga produk tersebut komponen ergastik terbagi menjadi dua yaitu 1. Ergastik yang bersifat padat 2. Ergastik yang bersifat cair. Ergastik padat, antara lain : 1. 2. 3. Amilum (butir-butir amilum) Aleuron dan kristal putih telur Kistal-kristal

Amilum (butir-butir amilum) :

  

Mempunyai rumus empiris(C6H10O5)n, Berupa karbohidrat atau polisakarida yang berbentuk tepung disebut amiloplas, Dapat dibedakan menjadi 1. leukoamiloplas yang berwarna putih dan menghasilkan tepung cadangan makanan 2. kloroamiloplas berwarna hijau dan menghasilkan tepung asimilasi.

 Titik permulaan (initia) terbentuk amilum disebut hilus(hilum), berdasarkan letaknya hilu, butir amilum dibedakan menjadi amilum konsentris bila hilus berada ditengah-tengah, dan amilum eksentris bila berada ditepi hilusnya.
Menurut banyaknya hilus dalam amilum, amilum dapat dibedakan menjadi:

1. Amilum tunggal, apabila sebutir amilum terdapat satu hilus 2. Amilum setengah majemuk, apabila terdapat dua hilus dan masing-masing dikelilingi lamela, sehingga terbentuk lamela yang mengelilingi seluruhnya 3. Amilum majemuk, apabila terdapat banyak hilus dan masing-masing dikelilingi lamela, sehingga terbentuk lamela yang mengelilingi seluruhnya.

 Dalam amilum terdapat lamela-lamela yang mengelilingi hilus adanya lamela-lamela disebabkan pad waktu pembentukkan amilum, tiap lapisan mempunyai kadar air yang berbeda, sehingga mempengeruhi indeks bias. 
Lamela-lamela akan hilang apabila ditetsi alkohol, karena air akan terserap alkohol.

 Di bagian amilum nampak seperti retak, dapat terjadi pada tepung tapioca. Atau di tengah amilum nampak seperti terkerat, dapat ditemukan butir amilum pada biji yang sedang berkecambah, disebut korosi, misalnya pada biji kacang merah yang sedang berkecambah.
Aleuron dan kristal putih telur

Ditemukan pada endosperm yang mengering.

 Prosesnya : keringnya biji, yang berarti mengeringnya endosperm menjadi semakin sedikit sehingga konsentrasi konsentrasi zat-zat yang terlarut seperti putih telur, garam dan lemak akan smakin besar, kemudian vakuola pecah hal ini akan terus berlangsung hingga vakuola pecah menjadi kecil-kecil yang mengandung zat-zat yang mengkristal yang disebut aleuron.  Sebuah aleuron berisi sebuah/ lebih krsitaloid putih telur dan sebuah atau beberapa guboid(bulatan kecil yang terbuat dari zat fitin yaitu garam Ca dan Mg dari asam mesoinosit hexafosfor)  Aleuron dapat terlihat pada lapisan paling luar dari endosperm padai dan jagung, dapat terbuang karena pencucian beras terlalu bersih, sedangkan pada biji jarak aleuron tampak tersebar dengan ukuran lebih besar dari aleuron padi.
Kistal-kristal

 Kristal yang terdapat pada tumbuahn merupakan hasil akhir dari metabolisme, umumnya terbentuk dari kristal Ca-oksalat yang diendapkan. 
Kristal tersebut tidak larut dalam asam cuka namun larut dalam asam kuat.

Bentuk-bentuk Kristal Ca-Oksalat : 1. Kristal Pasir, berbentuk piramida kecil, terdapat pada tangkai daun amaranthus hybridus, tangkai daun nicotiana tabacum dan begonia sp. 2. Kristal tunggal besar, berbentuk prisma atau poliedris terdapat pada daun Citrus sp. 3. Rafida,berbentuk seperti jarum atau sapu lidi terdapat pad daun mirabilis jalapa, batang dan akloe vera, daun rhoeo discolor serta ananas commosus, lapisan epidermis batang Pleomele sp. 4. Kristal majemuk, disebut juga drussen berbentuk bintang atau roset, terdapat pada tangkai daun carica papaya, kortek batang gnetum gnemon, ricinus communis dan daun datura metel. 5. Kristal sferit berbentuk kristal letaknya sitengah tengah sel, teratur radier. terdapat pada batang Phyllocactus sp. 6. Kristal ca-Carbonat terdapat pada sel daun Ficus elastica berupa sistolit, acanthaceae, Curcubiotaceae dan Uricaceae. Silica merupakan endapan silicon antara lain: 1. Pada tanaman palmae berbentuk kopi 2. Pada Heliconaceae berbentuk bujur sangkar 3. Zingiberaceae berbentuk pasir 4. Cyperaceae berbentuk kerucut 5. Poaceae berbentuk amorf

 Stiloid, kristal berbetuk prisma yang dikedua ujungnya meruncing seperti bilah, didapatka sebagai kristal tunggal, Pada iridaceae, agavaceae dan Liliaceae.
ERGASTIK CAIR Merupakan zat yang terlarut dalam cairan sel, terdapat dalam vakuola. Dalam sebuah sel, kemungkinan mempunyai vakuola-vakuola yang komposisi ergastik cair yang berlainan. Ergastik yang berupa cairan itu meliputi 1. Asam Organik, antara lain asam oksalat, asam sitrat, asam malat yang kadang-kadang dalam bentuk garam-garamnya. Konsentrasi asam organic yang tinggi banyak dijumpai pada vakuolavakuola muda 2. Karbohidrat, berupa sakarida yang terlarut, antara lain ,monosakarida(glukosa,fruktosa) dan disakarida(sakarosa, maltosa) bentuk gula didapatkan berupa inulin, seperti pada umbi dahlia sp. 3. Protein, berupa asam amino dan peptida sederhana 4. Lemak,berupa lemak atau minyak sebagai cadangan makanan, antara lain : asam palmitat dan asam stearat, seperti pada biji kacang tanah dan daging buah kelapa. 5. Zat penyamak(tannin) 6. Antosianin 7. Alkaloid 8. Minyak Atsiri 9. Terpentin Jenis Alkaloid bermacam macam meliputi

         

cafein : cofea arabica Tehin : Camelia sinensis papain : carica papaya Khirin : cinchonia sp Theobromin : Theobromin cacao Atrophin : Athropha balladona Morfin : Canabis sp Kokain : Erytocyclon coca Solanin : Solanum tuberosum Nikotin : Nicotiana tobacum

 dll Deyailnya KLIK disini
Minyak Atsiri  mempunyai daya bias dan menguap

 contoh pada kulit citrus sp, daun kayu putih, bunga mawar dan melati, minyak cengkeh Terpentin 
termasuk lipid tak tersabunkan antar lain pinus jefreyyi dan Pinus sabiniana

Percobaan III Benda-benda Mati (Ergastik) Maksud percobaan ini yaitu untuk mengetahui benda-benda mati (benda ergastik) dalam sel baik dari segi struktural maupun fungsional dari berbagai jenis tumbuhan, adapun tujuannya untuk megetahui adanya bendabenda mati (benda ergastik) dalam sel tumbuhan, prinsip percobaan ini untuk mengetahui adanya sel mati dan sel hidup di dalam berbagai jenis tumbuhan dan mengetahui keberadaan benda-benda mati (ergastik) salam sel tumbuhan. Sampel yang digunakan pada percobaan kali ini adalah Bayam (Amaranthus sp), tangkai daun Pepaya (Carica papaya), daun bunga Pukul empat (Mirabilis jalapa), Kentang (Solanum tuberosum), Ubi kayu (Manihot utillisima), Beras (Oryza sativa), Lidah buaya (Aloe vera), Jeruk (Cytrus sp.). Cara pengerjaan percobaan ini sebagai berikut: Bayam (Amaranthus sp) Disiapkan alat dan bahan, diambil tangkai daun Bayam kemudian diiris membujur, lalu diletakkan di atas objek gelas dan ditetesi dengan aquadest sebanyak satu tetes kemudian ditutup dengan dek gelas. Setelah itu diamati menggunakan mikroskop. Pepaya (Carica papaya) Disiapkan alat dan bahan, diambil tangkai daun Pepaya kemudian diiris membujur, lalu diletakkan di atas objek gelas dan ditetesi dengan aquadest sebanyak satu tetes kemudian ditutup dengan dek gelas. Setelah itu diamati menggunakan mikroskop. Daun bunga Pukul empat (Mirabilis jalapa) Disiapkan alat dan bahan, diambil sehelai daun bunga Pukul empat kemudian diiris membujur, lalu diletakkan di atas objek gelas dan ditetesi dengan aquadest sebanyak satu tetes kemudian ditutup dengan dek gelas. Setelah itu diamati menggunakan mikroskop. Kentang (Solanum tuberosum) Disiapkan alat dan bahan, diambil umbi Kentang kemudian dibelah dua, pada permukaan belahan kentang ditusuktusuk dengan menggunakan jarum preparat sampai mengeluarkan cairan, cairan tersebut lalu diletakkan di atas objek kemudian ditutup dengan dek gelas. Setelah itu diamati menggunakan mikroskop. Ubi kayu (Manihot utillisima) Disiapkan alat dan bahan, diambil umbi ubi kayu kemudian dibelah dua, pada permukaan belahan ditusuk-tusuk dengan menggunakan jarum preparat sampai mengeluarkan cairan, cairan tersebut lalu diletakkan di atas objek kemudian ditutup dengan dek gelas. Setelah itu diamati menggunakan mikroskop. Beras (Oryza sativa) Disiapkan alat dan bahan, diambil beras yang sudah dihaluskan (tepung beras) lalu diletakkan secukupnya secara tipis di atas objek kemudian ditutup dengan dek gelas. Setelah itu diamati menggunakan mikroskop. Lidah buaya (Aloe vera) Disiapkan alat dan bahan, diambil lendir Lidah buaya lalu diletakkan di atas objek kemudian ditutup dengan dek gelas. Setelah itu diamati menggunakan mikroskop. Jeruk (Cytrus sp.) Disiapkan alat dan bahan, diambil kulit buah jeruk, diiris melintang setipis mungkin lalu diletakkan di atas objek kemudian ditutup dengan dek gelas. Setelah itu diamati menggunakan mikroskop. Percobaan IV Proses Fotosintesis Tumbuhan Maksud percobaan ini adalah untuk mengetahui proses fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan, dan tujuanya adalah untuk mengamati adanya pelepasan oksigen, adanya pengikatan karbondioksida, dan untuk membuktikan bahwa pada proses fotosintesis menghasilkan amilum. Pada percobaan ini dilakukan tiga metode yaitu: percobaan Ingenhouz: Gelas piala diisi dengan aquadest dan dimasukkan tumbuhan Hydrilla (Hydrilla verticillata) ke dalamnya,corong dimasukkan dalam gelas piala dengan keadaan terbalik sedemikian rupa sehingga semua tumbuhan Hydrilla berada di bawah corong. pangkal corong ditutup dengan tabung reaksi terbalik yang berisi air, kemudian ditempatkan di dekat sumber cahaya yang mempunyai intensitas tinggi (lampu), setelah beberapa saat diamati, maka akan terjadi gelembung-gelembung udara yang terkumpul di atas tabung reaksi. itu berarti dalam percobaan ini fotosisntesis menghasilkan oksigen. Percobaan Sachs: Sebagian permukaan daun Mangga (Mangga idince) segar yang dipetik pada pagi hari ditutup dengan alumunium foil dan dijepit rapat dan dibiarkan selama 3 hari. setelah itu dimasukkan ke dalam gelas piala dan ditambahkan air panas hingga daun tersebut layu, kemudian daun tersebut diangkat dan dimasukan lagi kedalam alkohol mendidih hingga klorofilnya larut, diangkat dan dimasukkan lagi ke dalam wadah yang berisi larutan iodium selama beberapa saat untuk membuktikan adanya amilum, selanjutnya dibilas dengan air mengalir agar larutan iodiumnya hilang. Percobaan Asimilasi Karbon: Disiapkan tiga buah tabung reaksi, kemudian tabung pertama diisi dengan air matang + Hydrilla, tabung kedua diisi dengan air suling + Hydrilla, tabung ketiga diisi dengan air matang + Soda kue +

Hydrilla, kemudian semua tabung di letakkan di bawah sinar matahari/lampu berintensitas tinggi. Diamati gelembung-gelembung yang muncul.

Tujuan Mengamati komponen sel baik komponen yang hidup atau yang tidak hidup dalamsebuah sel.

II.

Alat / Bahan : a) Mikroskop b) Silet c) Umbi kentang, batang bayam, daun bunga pukul empat

III.

Prosedur

:

1) Buat irisan penampang melintang pada semua bahan 2) Amati beberapa buah sel pada setiap jaringan penyusun organ tumbuhan 3) Amati komponen-komponen sel yang terlihat dengan mikroskop yang ada

IV.

Tinjauan Teoritis Sel merupakan unit dasar umum dari struktur organic. Sel tumbuhan diartikan sebagai suatu kehidupan kecil yang membatasi batas nyata atau dinding sel, didalamnya terjadi reaksireaksi kimia yang rumit (Pandey, 1980). Sel bagian hidujuga dikatakan sebagai kesatuan struktur fisiologi yang terkecil dari organism hidup. Pada dasarnya sel tumbuhan terdiri dari protoplas yang dikelilingi dinding sel. Biasanya dinding sel di anggap bagian mati sedangkan protoplas adalah bagian hidup dari sel. Protoplas terdi dari komponen protoplasmic dan non protoplasmic. Komponen protoplasmic ada yang bersifat cair yaitu sitoplasma Sitoplasma metupakan substansi setengah cair lebih pekat (viscous) dari air dan bening (tembus cahaya: transculent), sehingga sukar dilihat oleh mata meskipun telah menggunakan mikroskop. Sitoplasma memenuhi ruangan sel hidup dan didalamnya terdapat organel- organel serta vakuola. Di dalam vakuola bisa terlarut berbagai zat seperti gula, garam, protein, alkaloid, dan zat pewarna. Bahan- bahan yang terdapat di dalam vakuola digolongkan sebagai bahan- bahan ergastik, yaitu bahanbahan hasil meabolisme sel (Suryani, 2008).

PROTOPLASMA A. Komponen Protoplasmik 1. Sitoplasma Sitoplasma merupakan suatu cairan sel dan segala sesuatu yang larut di dalamnya, kecuali nukleus (inti sel) dan organela. Sitoplasma yang berada di dalam inti sel disebut

nukleoplasma. Sitoplasma bersifat koloid kompleks, yaitu tidak padat dan tidak cair.. Sitoplasma tersusun atas air yang di dalamnya terlarut molekul-molekul kecil (mikromolekul) dan molekul-molekul besar (makromolekul), ion-ion dan bahan hidup (organela) ukuran partikel terlarut yaitu 0,001 – 1 mikron, dan bersifat transparan. Bagian yang merupakan lingkungan dalam sel adalah matrik sitoplasma. Tiap-tiap organela mempunyai struktur dan fungsi khusus. Organela yang menyusun sitoplasma adalah sebagai berikut. a. Mitokondria, berfungsi sebagai tempat terjadinya respirasi sel. b. Badan golgi, berfungsi sebagai tempat mensekskresikan zat- zat tersebut keluar sel. c. Plastida, pembentukan zatzat sekskresi dan

d. Ribosom, sebagai tempar sintesis protein e. f. Retikulum endoplasma, di bedakan menjadi R.E kasar dan R.E halus Lisosom, berfungsi sebagai organ autolysis, dan autofagi.

g. Sentrosom, mengatur arah pergerakan sel h. Badan mikro,terdiri dari peroksisom dan glioksisom 2. Nukleus Hampir semua sel memiliki nukleus, karena nukleus ini berperan penting dalam aktivitas sel, terutama dalam melakukan sintesis protein. Namun ada beberapa sel yang tidak memiliki nukleus antara lain sel eritrosit dan sel trombosit. Pada kedua sel ini aktivitas metabolisme terbatas dan tidak dapat melakukan pembelahan. Komposisi nukleus terdiri atas membran nukleus, matriks, dan anak inti.

B. Komponen Non Protoplasmik Komponen non protoplasmik (benda-benda ergastik) Dapat dibedakan 2 macam : bersifat padat dan cair. Yang bersifat cair biasanya disimpan dalam vakuola sel. VAKUOLA menempati lebih dari 90% volume sel-sel dewasa pada tumbuhan. Vakuola adalah bagian ruangan dalam sel berisi cairan yang dibatasi membran tonoplas. Cairan berisi berbagai macam bahan organik dan anorganik. Misal : gula, protein, lemak, tanin, pigmen, Ca-ox, dan lain-lain. Pada sel hidup dapat berwarna/tidak. Sel-sel meristem banyak vakuola dan kecil-kecil pertumbuhan dan deferensiasi sel vakuola melebar dan bersatu, http://www.blogkatalogus.net/komponen-non-protoplasmik I.

Hasil Percobaan dan Pembahasan 1. Pengamatan terhadap butir amilum kentang Solanum tuberosum dengan perbesaran 40 x 10

Keterangan Pada pengamatan terhadap butir amilum kentang Solanum tuberosumdengan perbesaran 40 x 10, dapat dlihat butiran- butiran amilum terdapat dalam suatu tempat yang disebut amiloplas (tempat menyimpan amilum).

1. Pengamatan terhadap Kristal Kalsium Oksalat Rafida pada Mirabilis jalapa dengan perbesaran 40 x 10
Pada anatomi buah kentang terdapat vakuola, plastida, dan amiloplas. Vakuola berisi antara lain garam-garam organik, glikosida, alkaloid , enzim, butir-butir pati. Dalam buah kentang, amilum terdapat pada amiloplas (tempat menyimpan amilum). Amiloplas merupakan bagian dari jenis Plastida yang disebut lekoplas. Lekoplas merupakan plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan. Butir pati terdiri atas lapisan-lapisan yang mengelilingi suatu titik yang disebut hilum. Hilum pada kentang terletak di pinggir(eksentrik). Pada butir kentang jangka waktu pembentukan lapisan-lapisan bergantung pada faktorfaktor endogen.
Amilum merupakan salah satu bagian dari sel yang bersifat non protoplasmik yang ada di dalam plastida. Perkembangan amilum dimulai dengan terbentuknya hilus/hilum, kemudian diikuti oleh pembentukan lamela yang semakin banyak. Kandungan amilum umbi kentang semakin meningkat dari minggu ke –13. Kandungan klorofil mengalami peningkatan maksimal pada usia 7 minggu setelah itu mengalami penurunan. Amilum pada kentang merupakan amilum setengah majemuk diadelf.Amilum setengah majemuk diadelf adalah butir amilum yang mempunyai lebih dari satu hilum yang masing-masing dikelilingi lamela dan di luarnya dikelilingi lamela bersama.

(http://banyaktugas.blogspot.com/2010/12/zat-tepung-amilum.html) Komponen yang hidup yang dapat dilihat dari pengamatan: Inti sel Leukoplas (Amiloplas) Komponen-komponen tersebut dikatakan bagian yang hidup karena inti sel dan leukoplas terdapat dalam sitoplasma, dan menjalani fungsi dari bagian- bagian hidup. Seperti inti sel berfungsi untuk mengontrol seluruh aktivitas sesl dan pewarisan faktor keturunan. Namun komponen protooplasmik lainnya sepeti reticulum endoplasma, mitokondria, rivosom, tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop majemuk (cahaya). Komponen yang tidak hidup yang dapat dilihat dari pengamatan: Butir amilum Amilum merupakan salah satu bagian dari sel yang bersifat non protoplasmik yang ada di dalam plastida Komponen-komponen tersebut dikatakan bagian yang mati karena pada butir amilum merupakan produksi makanan hasil metabolisme tumbuhan. Dimana pada komponen non protoplasmic cirri- cirinya hasilnya berupa produksi makanan (nitrogen, lemak, dan minyak), sekresi (pigmen dan enzim), dan zat sisa.

-

-

Keterangan
Pada praktikum, pengamatan sayatan melintang Mirabilis jalapa,dapat dilihat komponen protoplasmic di bagian parenkim korteks (parenkim floem dan xilem) terdapat Kristal kalsium oksalat berbentuk rapida. Namun dari gambar yang ada, Kristal kalsium oksalatnya sudah keluar dari parenkim korteksnya. Mikroskopik menurut teori Pada penampang melintang umbi bunga pukul empat, tampak jaringan gabus yang terdiri dari beberapa lapis sel, warna cokelat tua, bentuk empat persegi panjang, dinding tebal. Parenkim korteks terdiri dari beberapa lapis sel, bentuk polygonal,dengan butirbuir pati dan hablur kristal kalsium oksalat bentuk rafida. Kambium terdiri dari tiga lapis sel, bentuk empat persegi panjang memipih. Floem terdapat butir-butir pati dan hablur kalsium oksalat juga terdapat berkas pembuluh. Serbuk berwarna putih keabu-abuan. Fragmen pengenal adalah butir pati bentuk monoaldelfis sampai triadelfis; fragmen hablur kalsium oksalat berbentuk rafida; fragmen berkas pembuluh dengan penebalan tangga; fragmen jaringan gabus; fragmen parenkim. http://toiusd.multiply.com/journal/item/245/mirabilis_jalapa Komponen yang hidup yang dapat dilihat dari pengamatan: Inti sel Kloroplas Komponen-komponen tersebut dikatakan bagian yang hidup karena inti sel dan kloroplas terdapat dalam sitoplasma, dan menjalani fungsi dari bagian- bagian hidup. Seperti inti sel berfungsi untuk mengontrol seluruh aktivitas sesl dan pewarisan faktor keturunan.

-

Sedangkan kloroplas yang terdapat pada mesofil daun berfungsi untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan zat makanan untuk tumbuhan.

-

Komponen yang tidak hidup yang dapat dilihat dari pengamatan: Kristal kalsium oksalat tipe rafida Komponen-komponen tersebut dikatakan bagian yang mati karena pada Kristal kalsium oksalat tipe rafida merupakan produksi makanan hasil metabolisme tumbuhan. Dimana pada komponen non protoplasmic cirri- cirinya hasilnya berupa produksi makanan (nitrogen, lemak, dan minyak), sekresi (pigmen dan enzim), dan zat sisa. Kristal kalsium oksalat tipe rafida Merupakan komponen protoplasmic berbentuk padat.

1. Pengamatan terhadap Kristal kalsium oksalat bentuk pasir pada Amaranthus hibrida dengan perbesaran 40 x 10

Keterangan
Pada praktikum, pengamatan sayatan melintang Amaranthus hibrida dapat dilihat komponen protoplasmic di bagian parenkim korteks (parenkim floem dan xilem) terdapat Kristal kalsium oksalat berbentuk pasir. Namun dari gambar yang ada, Kristal kalsium oksalat bentuk pasir tersebut kurang jelas kelihatan. Kemudian pada sel itu juga banyak terdapat amilum.. kemudian pada Amaranthus hibrida yang merupakan tumbuhan dikotil, pada berkas pengangkuutnya ada yang tersebar cirri ini seperti pada batang tumbuhan monokotil, hal ini disebut anomali batang. Note: Kristal kalsium oksalat di dalam vakuola berasal dari asam oksalat. Bayam mengandung asam oksalat yang tinggi sehinggat tidak mengikat kalsium sehingga kalsium tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh dan membentuk Kristal yang dapat mengiritasi lambungdan membentuk batu ginjal. Kandungan assam oksalat yang tinggi padda bayam bias berbahaya pada seseorang sebab dengan 4-5 gram asam oksalat dapat menyebabkan kematian pada seseorang. Komponen yang hidup yang dapat dilihat dari pengamatan: Inti sel Kloroplas Komponen-komponen tersebut dikatakan bagian yang hidup karena inti sel dan kloroplas terdapat dalam sitoplasma, dan menjalani fungsi dari bagian- bagian hidup. Seperti inti sel berfungsi untuk mengontrol seluruh aktivitas sesl dan pewarisan faktor keturunan. Sedangkan kloroplas yang terdapat pada mesofil daun berfungsi untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan zat makanan untuk tumbuhan.

-

-

Komponen yang tidak hidup yang dapat dilihat dari pengamatan: Kristal kalsium oksalat tipe pasir Komponen-komponen tersebut dikatakan bagian yang mati karena pada Kristal kalsium oksalat merupakan produksi makanan hasil metabolisme tumbuhan. Dimana pada komponen non protoplasmic cirri- cirinya hasilnya berupa produksi makanan (nitrogen, lemak, dan minyak), sekresi (pigmen dan enzim), dan zat sisa.

I.

Kesimpulan: Sel mempunyai dua komponen yaitu: komponen protopalsmik dan non protoplasmic. Pada dasarnya sel tumbuhan terdiri dari protoplas yang dikelilingi dinding sel. Biasanya dinding sel di anggap bagian mati sedangkan protoplas adalah bagian hidup dari sel. Protoplas terdiri dari komponen protoplasmic dan non protoplasmic. Komponen protoplasmic ada yang bersifat cair yaitu sitoplasma Sitoplasma metupakan substansi setengah cair lebih pekat (viscous) dari air dan bening (tembus cahaya: transculent.. Sitoplasma memenuhi ruangan sel hidup dan didalamnya terdapat organel- organel serta vakuola.

Komponen protoplasmic yang kelihatan pada berbagai preparat yaitu inti srl, klotoplass, dan leukoplas. Namun bagian lain seperti mitokondria, ribosom, reticulum endoplasma, sukar diamati dengan menggunakan mikroskop majemuk. Komponen non protplasmik banyak terdapat didalam vakuola. Di dalam vakuola bisa terlarut berbagai zat seperti gula, garam, protein, alkaloid, dan zat pewarna. Bahan- bahan yang terdapat di dalam vakuola digolongkan sebagai bahan- bahan ergastik, yaitu bahan- bahan hasil meabolisme sel..

II.

DAFTAR PUSTAKA

Albert, et.al. 2010. Essential Cell Biology (third edition). Newyork and London: Garland Science. Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : PenerbitITB. Suryani, Cicik. 2008. Praktikum Struktur Pertumbuhan II. Medan: FMIPA UNIMED Sutrian, yayan. 2004. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan tentang Sel dan Jaringan. Jakarta : PT Rineka cipta. Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. http://simonbwidjanarko.files.wordpress.com/2008/08/kristal-caoksalat.pdf http://toiusd.multiply.com/journal/item/245/mirabilis_jalapa (http://banyaktugas.blogspot.com/2010/12/zat-tepung-amilum.html)

MITOSIS Mitosis terjadi pada bagian tumbuhan antara lain : Ujung batang Ujung akar Alat-alat reproduksi meskioun diikuti oleh proses meiosis

Proses pembelahan pertama terjadi pada kromosom dimana setiap tumbuhan mempunyai jumlah kromosom yang tetap unuk tumbuhan yang sama dan jumlah yang berlainan pada tumbuhan yang berlainan. Sel-sel tumbuhan memiliki beberapa sifat, antara lain : 1. Totipotensi : peristiwa dimana sel mengalami diferensiasi untuk membentuk sel apa saja baik sel epidermis, parenkim, sklerenkim, kolenkim, cambium, serta xylem dan floem. Contoh : tanaman cocor bebek , daun yang sudah tua dapat tumbuh tunas pada bagian rigi-rgi daun. 1. 2. Polipotensi : peristiwa dimana sel mengalami diferensiasi membentuk sel-sel tertentu misalnya cambium. Selain membentuk cambium baru juga mampu membentuk floem sekunder dan xylem sekunder. Unipotensi : peristiwa dimana sel hanya mampu membentuk satu macam sel saja misalnya sel promeristem membentuk sel-sel meristem yang baru. Tumbuhan : mencakup keseluruhan vegetasi dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Tanaman : tumbuhan yang dapa dibudidayakan Didalam sel terdapat benda-benda ergastik ( benda-benda tak hidup ) Benda tak hidup : benda yang tidak pernah mengalami / menunjukan gejala kehidupan. Benda mati : pernah menunjukan gejala kehidupan. Benda-benda ergastik dalam sel 1. 1. Bentuk cair Asam organic Contoh : asam sitrun, asam angsur 1. Hidrat arang (karbohidrat dalam bentuk cair ) Contoh : gula tebu ( sukrosa ), glukosa, fruktosa. 1. 2. Protein ( dalam bentuk cadangan makanan dalam bentuk biji-bijian , kacang tanah ) Lipid Misalnya : asam stearat, asam palmitat ( biasanya terdapat pada daging buah kelapa) 1. 2. Tannin ( zat penyamak ) Alkaloid Ada yang bersifat obat Ada yang berupa nikotin Ada yang berupa kapsein (menimbulkan rasa pedas) Papain Cafein Kina : pada papaya : pada kopi : pada tanaman kina

Theobromin : pada tanaman teh dan coklat

1.

Hars (danar) Terdapat pada pohon pinus

1.

Minyak aksirih Misalnya pada cabe, jeruk, minyak kayu putih, juga pada rimpang jahe

1.

Pigmen vakuoler Autosiantin : memberikan warna kuning pada bunga Autosianin : memberikan warna merah, biru, dan ungu pada bunga.

1. 1.

Bentuk padat Kristal kalium oksalat Tidak semua tumbuhan mengandung Kristal ini , tapi bila dalam keadaan bebas dalam sel kalsium oksalat ini dapat bersifat racun. ( banyak terdapat pada tananma bayam ) Ada beberapa bentuk antara lain : Pasir ( pada tanaman bayam, tembakau dan begonia ) Tunggal besar Majemuk seperti bintang, ( Kristal yang biasanya terdapat pada tumbuhan melinjo ) Rafida / jarum ( misalnya pada bunga pukul 4, lidah buaya ) Sferid / bentuk bola/bulat

1.

Kristal kersik ( SiO2 ) Terdapat pada batang tebu, epidermis graminae

1.

Butir-butir aleuron Terdapat pada biji/ umbi/ sebagai tempat penyimpanan makanan / vakuola

1.

Amilum / cadangan makanan Dijumpai pada umbi, rimpangataupun batang. Sebagai bentuk awal terbentuknya amilum disebut hilum. MACAM-MACAM JARINGAN Jaringan muda / jaringan meristem à titik tumbuh Terutama pada sel-sel embrional. Fungsinya antara lain : Membelah dan menghasilkan sel-sel baru Membentang dan tumbuh Berdeferensiasi menjadi jaringan dewasa yang dilanjutkan dengan spesialisasi

Jaringan tersebut antara lain Dilihat atas dasar asalnya: 1. Meristem primer

Yang berasal dari sel-sel embrional dan merupakan lanjutan dari pertumbuhan embrio. Misalnya pada bagian kuncup, ujung akar dan ujung batang. 1. Meristem sekunder Adalah berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengalami diferensiasi. Sifat-sifat meristem : Bentuk selnya kecil Nucleus relative besar Berdinding tipis Kaya akan plasma Vakuola kecil dan banyak Bentuk selnya seperti kubus atau prismatic ( berbentuk prisma )

Meristem ditinjau dari letak pada tubuh tumbuhan antara lain : 1. 2. 3. Meristem apical / meristem ujung yang terletak pada ujung batang, cabang, dan akar yang sering disebut meristem primer. Meristem interkalar / mristem antara . terdapat diantara jaringan dewasa misalnya pada ruas pangkal batang atau diatas buku-buku batang. Meristem lateral / meristem samping terdapat dalam organ sejajar dengan permukaan organ dimana bagian tunastunas tumbuh berasal dari cambium. Ada beberapa teori tentang meristem apical: 1. Teori sel apical, menurut Nagelih (1878) Dimana sel-sel ujung merupakan meristem yang konstan yang mempunyai fungsi struktur dan fungsi-fungs tertentu. 1. Teori tunika korpus ( Alexander smith, 1924 ) Menurut teori ini meristem terbagi atas 2 yaitu : 1. 2. 3. Bagian tunika terdiri atas beberapa lapis sel terluar yang akan membentuk epidermis dan korteks Bagian korpus, terdiri atas beberapa lapis sel disebelah dalam tunika yang akan membentuk stele pada batang. Teori histogen ( Hanstein, 1870) Menurut teori ini adad beberapa bagian : 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. Bagian dermatogen, sel yang terdapat pada bagian terluar yang akan membentuk epidermis akar Periblem, yaitu beberapa lapis sel sebelah dalam yang akan membentuk korteks akar Pleurom, yaitu beberapa lapis sel bagian terdalam yang akan membentuk stele akar Teori histogen ( Haberland, 1924 ) Promeristem, yang terdiri dari beberapa lapis sel paling ujung yang selalu membelah dan membentuk meristem kembali. Prokambium, yaitu beberapa lapis sel sebelah dalam protoderm yang akan tumbuh menjadi cambium yang nantinya akan membentuk floem sekunder dan xylem sekunder Protoderm, yaitu beberapa lapis sel terluar disebelah bawah promeristem yang akan membentuk epidermis dan bagian korteks batang 4. Meristem dasar, beberapa lapis sel yang paling dalam yang akan tumbuh menjadi stele pada batang.

SEL TUMBUHAN Nama Preparat : Aloe vera Sayatan melintang pada Aloe vera untuk melihat inti sel. Tanggal praktikum : 15 September 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. dinding sel 2. vakuola 3. inti sel / nukleus 4. plastida Deskripsi : Dari gambar mikroskop yang diamati, tapak bagian tersebut dari aloe vera, yaitu : 1. Vakuola Vakuola adalah bagian ruangan dalam sel berisi cairan yang dibatasi membrane tonoplas. Cairan itu berisi berbagai macam bahan organic dan anorganik, fosfatid, tannin, dan ca-oksalat. Fungsi vakuola ialah engatur air dan kandungan solute dalam sel. Missal dalam pengaturan osmosis, dan dalam pencernaan. Vakuola mengandung enzim pencerna yang mapu memecahkan komponen-komponen sitoplasma dan metabolit. 2. Inti sel / nucleus Inti sel aloe vera berbentuk bulat dan terdapat di tengah sel. Nucleus dikelilingi oleh sampul nuklir dan berisi matriks nuklir nukleoplasma dan satu atau lebih nukleuolus. Dalam nukleoplasma didapati nukleoplasma yang terdiri atas DNA dan protein. 3. Plastida Berbentuk seperti lensa. Tipe utama plastida ada tiga yaitu leukoplas, kromoplas dan klorofil. Leukoplas adalah plasmid tanpa pigmen, biasanya terdapat pada jaringan yang tidak terkena cahaya. Kromoplas biasanya berwarna kuning,jingga atau merah karena pigmen karotenoid. Sedangkan klorofil berwarna hijau akibat adanya pigmen klorofil yang lebih banyak. Plastid yang diamati pada irisan aloe vera berwarna hijau. Jadi disini dapat disimpulkan fungsinya adalah untuk berfotosintesis, membentuk pati dari karbohidrat terlarut hasil fotosintesis serta melarutkan kembali.

Nama Preparat : Allium cepa Sayatan membujur pada umbi lapis Allium cepa untuk melihat inti sel. Tanggal praktikum : 15 September 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. dinding sel 2. sitoplasma 3. inti sel / nukleus 4. plastida Deskripsi: Sel umbi pada alium cepa berbentuk lonjong dan ada yang hampir persegi panjang. Dari gambar diatas dapat diamati bagian yang tampak yaitu : 1. Sitoplasma Sitoplasma adalah zat kental yang transparan dalam cahaya tampak. Komponen utamanya adalah air 80-90%. Dalam sel tumbuh-tumbuhan plasma sel selalu mengadakan gerakan, yaitu gerakan rotasi dan sirkulasi. Hal ini menandakan sel itu memiliki sifat hidup. 2. Inti sel. Sama seperti inti sel aloe vera, inti sel alliu cepa juga berbentuk bulat, namun letaknya agak dipinggir. Nucleus dikelilingi oleh salut inti dan mengandung matriks inti (nukleoplasma, karyoumphe / cairan inti, terdapat kromosom (ADN + protein). Membrane inti atau selubng inti terdiri atas dua lapisan membrane. Ruang sempit diantara membrane itu disebut ruang perinukleir.

Nama Preparat : Daucus carota Sayatan melintang pada umbi Daucus carota untuk melihat pigmen karoten. Tanggal praktikum : 15 September 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. dinding sel 2. pigmen karoten 3. sitoplasma 4. Deskripsi : Pigmen karoten adalah pigmen warna orange yang terdapat pada wortel. Berikut keterangan gambar diatas : 1. Dinding sel Senyawa yang ada didalanya selulosa dan senyawa lain hemiselulosa, pectin, protein, serta zat seperti lignin (zat kayu) dan saberin (zat gabus). 2. Pigmen karoten Karoten merupakan pigmen warna orange yang terdapat pada wortel dan bentuknya seperti jarum. Biasanya ditemukan di dalam plastid serta vakuola. Tepatnya merupakan plastid tipe kromoplas, atau plasmid berpigmen selain hijau. Pigmen ini akan tampak bila hanya terdapat atau tidak ada klorofil sama sekali. 3. Sitoplasma Meliputi sebagian dari protoplas, merupakan zat kental yang lebih kurang transparan dalam cahaya tampak. Komponen utamanya adalah air 80-90%.

Nama Preparat : Rhoeo discolor Sayatan mebujur pada daun Rhoeo discolor untuk melihat pigmen ungu (anthosianin). Tanggal praktikum : 15 September 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. dinding sel 2. stomata 3. pigmen ungu 4. Deskripsi : 1. Stomata Biasanya ditemukan pada bagian yang berhubungan dengan udara terutama di daun, batang biasa dan rhizome. Pada daun yang berfotosintesis, stomata ditemukan dikedua permukaan daun. Berfungsi untuk jalan keluar masuknya air dan udara pada proses respirasi atau transpirasi. 2. Pigmen Ungu (anthosianin) Pigmen anthosianin ditemukan di epidermis, sedang sel bagian tidak mengandung anthosianin warna Rhoeo discolor tergantung pada PH jingga, ungu / biru (lingkungan netral atau basa). Kloroplas + kromoplas dapat dijumpai bersama-sama dalam pigmen athosianin. Adanya pigmen ungu tersebut menyebabkan warna hijau pada jaringan dibawahnya tertutupi. Sehingga daunnya tidak berwarna hijau melainkan ungu.

Nama Preparat : Solanum tuberrosum Menusuk-nusuk umbi Solanum tuberosum untuk mengetahui butir tepung atau amilum. Tanggal praktikum : 6 Oktober 2009 Gambar Mikroskopis Gambar Pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar :

1. hilus 2. lamela 3. amilum Deskripsi : Butir-butir pati dibentuk pertama kali didalam kloroplas. Butir pati terdiri atas lapisan-lapisan yang mengelilingi suatu titik yang disebut hilum. Lamela merupakan pelapisan pada butir pati yang tersusun dari 2 bagian yaitu selulosa dan lignin. Pelapisan pada butir pati terlihat sebagai akibat kepekatan molekul-molekul yang lebih banyak pada saat permulaan terbentuknya setiap lapisan dan sedikit demi sedikit kepekatan berkurang pada lapisan terluar karena kelebihan air. • Hilus pada umbi kentang terletak di tepi butiran atau dipinggir sehingga disebut tipe tepung eksentris.Lamelanya berbentuk mengerucut yang berpusat pada hilus. • Pada kentang tergolong monoadelph dan ada juga yang diadelph karena memiliki 1 hilus namun ada juga 2 hilus yang masing-masing dikelilingi lamelanya. • Amilum pada umbi kentang berfungsi sebagai cadangan makanan. Nama Preparat : Manihot utilissima Menusuk-nusuk umbi Manihot utilissima untuk mengetahui butir tepung atau amilum. Tanggal praktikum : 6 Oktober 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. hilus 2. lamela 3. Deskripsi : • Hilus pada manihot utilisima terletak di tengah-tengah sehingga disebut tipe butir tepung kosentris. • Letak lamela mengelilingi hilus, memiliki polarisasi silang gelap. • Lamela yang mengelilingi hilus tampak kurang tegas di bagian dalam sedangkan bagian luar tampak tegas. • Berdasarkan susunan hilus dan lamelanya maka tipe butir tepungnya adalah monoadelph yaitu hilusnya hanya ada satu.

Nama Preparat : kulit sebelah dalam buah pisang (Musa sp) Sayatan melintang pada aloe vera untuk melihat inti sel. Tanggal praktikum : 13 Oktober 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. hilus 2. lamela 3. parenkim Deskripsi : • Lamela semakin tua semakin halus karena pengaruh konsentrasi air semakin tinggi. • Parenkim pada kulit pisang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan berupa butir-butir tepung. butirbutir tepung ini terdapat pada bagian plasma sel parenkim. • Parenkim biasanya tersusun atas sel-sel yang berdinding tipis.

Nama Preparat : Oryza sativa Menumbuk padi kering (Oryza sativa) untuk mengetahui butir pati Tanggal praktikum : 13 Oktober 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding

Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. hilus 2. lamela 3. Deskripsi : • Butir tepung pada Oryza sativa disimpan dalam endosperm biji sebagai cadangan makanan. • Butir tepung beras terasuk butir tepung kosentris (hilus terletak ditengah dengan lamela yang mengelilinginya. • Berdasarkan letak hilusnya, termasuk poliadelph yaitu banyak butir tepung bersatu.

Nama Preparat : Amaranthus sp Sayatan membujur pada Amaranthus sp untuk mengetahui kristal Ca Oksalat. Tanggal praktikum : 6 Oktober 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. plastida 2. Ca Oksalat 3. dinding sel 4. Deskripsi : • Kristal Ca Oksalat termasuk bahan ergastik yang bersifat padat. Terbentuk sebagai hasil akhir metabolisme, ada juga yang terbentuk karena terjadinya pemadatan zat-zat cair akanan cadangan, sehingga berwujud butiran. • Kristal ini cukup banyak di kortex, parenkim, floem dan parenkim xilem bisa juga ditemukan di vakuola atau plasma selnya. Proses terjadinya melalui pengendapan hasil metabolisme. Endapan tersebut berupa asam oksalat yang bersifat racun bagi tumbuh-tumbuhan. • Kristal Ca Oksalat pada penampang melintang batang bayam berbentuk pasir kristal (Cristal sands) yang berupa butiran pasir berbentuk kristal. Pasir-pasir kristal ini dikelilingi oleh kloroplas.

Nama Preparat : Begonia sp Sayatan melintang pada Begonia sp untuk melihat Ca Oksalat. Tanggal praktikum : 13 Oktober 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. kloroplas 2. Ca Oksalat 3. dinding sel 4. Deskripsi : • Bahan organik yang lebih disimpan dalam plasma sel diendapkan dari garam kalsium menjadi kristal Ca Oksalat. • Bentuk kristal Ca Oksalat pada begonia sp yaitu berbentuk Prisma atau piramid.

• Dua sel sebelah atas terdapat kristal prisma yang soliter dan di dalm sel sebelah bawah terdapat kristal berbentuk durian.

Nama Preparat : Cocos nucifera Sayatan melintang pada kulit kelapa Cocos nucifera untuk melihat dinding sel dan hubungan antar sel. Tanggal praktikum : 13 Oktober 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. dinding sel 2. noktah 3. plasma 4. Deskripsi : Berdasarkan perkembangan dan struktur jaringan tumbuhan, dinding sel dibedakan dalam 3 lapisan pokok yaitu : 1. Lamela tengah, merupakan perekat yang mengikat sel-sel secara bersaa-sama untuk membentuk jaringan. 2. Dinding primer, adalah dinding sel asli yang pertama kali berkembang pada sel baru. 3. Dinding sel sekunder, dibentuk dipermukaan dalam dinding sel primer. Berkembang dalam bagian sel yang sudah berhenti tumbuh. Ada juga beberapa teori tentang pertumbuhan (penebalan) dinding sel, antara lain : Intersusepsi, oposisi, pertumbuhan mozaik dan pertumbuhan multinet. Pada pembentukan penebalan primer ada tempat tertentu dimana tidak terbentuk penebalan dan tetap dalam keadaan tipis. Tempat tersebut disebut daerah noktah pertama. Benang-benang plasma yang banyak menghubungkan lumen sel dari sel yang satu dengan yang lainnya. Benang plasma tersebut disebut plasmodesma. Plasmodesma ini menghubungkan protoplas sel-sel tetangga . maka ada dua golongan tumbuhan : 1. Symplas : protoplasmanya saling berhubungan 2. Apoplas : protoplasmanya tidak berhubungan. Plasmodesma memegang peranan penting dalam transport material dan pengulangan rangsangan. • Dinding sel pada penampang melintang cocos nucifera sangat tebal. • Noktah dalam cocos nucifera sangat dalam dan panjang sehingga merupakan saluran-saluran yang biasanya terdapat pada dinding sel yang tebal dan kuat. • Terdapat hubungan antar sel yang berupa apoplas yang artinya protoplasmanya tidak berhubungan. Plasmodesmata biasanya terdapat berkelompok-kelompok dan kadang menyebar diseluruh permukaan dinding sel plasmodesma.

JARINGAN PARENKIM Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar (Ground Tissue) karena merupakan jaringan penyusun sebagian besar organ tanaman. Parenkim pada umumnya tersusun oleh sel-sel yang berdinding tipis, vakuolanya besar dengan protoplas yang hidup, bentuk selnya polihedral. Berdasarkan fungsinya da beberapa macam perebkim, antara lain sebagai berikut : 1. Klorenkim (parenkim asimilasi) Sel parenkim yang berisi kloroplas dan berfungsi untuk fotosintesis. 2. Parenkim penimbun. Berisi leukoplas (cadangan makanan) seperti karbohidrat, protein dan lemak. 3. Parenkim air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah kering (xerofit). Sel berukuran besar, berdinding tipis, vakuolanya besar yang berisi cairan berlendir. Lendir ini berfungsi untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan air. 4. Aerenkim (parenkim udara) Banyak terdapat pada batang daun tumbuhan yang habitatnya di air (hidrofit). Jaringan ini penting untuk pertukaran udara.

Nama Preparat : Cactus sp Sayatan melintang pada Cactus sp untuk melihat sel parenkim. Tanggal praktikum : 29 Oktober 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. sel parenkim 2. kloroplas 3. sitoplasma 4. Deskripsi : • Jaringan parenkim pada batang cactus sp berfungsi untuk menyimpan air. • Selnya besar-besar, berdinding tipis serta selnya panjang-panjang. • Saat disayat juga mengandung lendir yang berfungsi untuk menambah daya serap, juga menahan air pada sekitar poroplasma dan dindingnya.

Nama Preparat : Canna hybrida Sayatan melintang pada pelepah daun Canna hybrida untuk melihat sel parenkim. Tanggal praktikum : 29 Oktober 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. sel parenkim 2. kloroplas 3. sitoplasma 4. Deskripsi : • Jaringan parenkim pada Canna hybrida sel-selnya berbentuk bintang dengan jari-jari panjang dan terdapat penonjolan-penonjolan sehingga antara sel 1 dengan sel yang lain terdapat rongga-rongga yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas. • Parenkim ini berfungsi sebagai aerasi / pertukaran gas. • Jenis parenkim Canna hybrida adalah parenkim aktinenkim. Sel-selnya berbentuk bintang dengan jari-jari yang panjang.

Nama Preparat : Eichornia crassipes Sayatan melintang pada Eichornia crassipes untuk melihat sel parenkim. Tanggal praktikum : 29 Oktober 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. sel perenkim 2. rongga udara 3. Deskripsi : • Bentuk selnya tidak teratur, selnya kecil. Diantara sel yang satu dengan sel yang lainnya mempunyai ronggarongga yang besar dan berisi udara. • Sel parenkim eceng gondok berfungsi sebagai aerasi (pertukaran udara). • Biasanya terdapat pada tanaman yang mengapung di air.

JARINGAN PENGUAT Berfungsi untuk memberikan kekuatan dan melindungi secara mekanik jaringan-jaringan disekitarnya. Disebut juga jaringan penunjang, terdapat pada batang, tangkai, tulang dan tepi daun. Jaringan penguat ada dua yaitu Kolenkim dan sklerenkim. A. Kolenkim Kolenkim berfungsi sebagai jaringan penyokong pada organ muda yang sedang tumbuh, bada tumbuhan herba, bahkan pada organ dewasa. Bentuk selnya memanjang, bersifat plastis, artinya dapat berkembang menyesuaikan diri dengan pertumbuhan memanjang organ. Menurut penebalan dindingnya, kolenkim dibedakan menjadi beberapa macam, sebagai berikut : a. Kolenkim sudut (angular kolenkim) Penebalan terjadi pada sudut-sudut sel. Pada penampang melintangnya, penebalan ini tampak terjadi pada tempat bertemunya tiga sel atau lebih. b. Kolenkim lamela (lamelar kolenkim) Terutama penebalan terjadi pada dinding tangensial selnya. c. Kolenkim lakuna (lacunar kolenkim) Penebalan dinding sel terdapat di daerah-dearah yang berbatasan dengan ruang antar sel. d. Kolenkim cincin (anular kolenkim) Penampang melintangnya, lumen sel berbentuk lingkaran. Namun menjelang dewasa penebalan bersambung pada dinding sel, lumen tidak lagi menyudut. Kolenkim dewasa adalah suatu jaringan lentur yang kuat. Pada bagian tumbuhan yang tua, kolenkim menjadi keras atau dapat berubah menjadi sklerenkim dengan pembentukan dinding sekunder yang berlignin. B. Sklerenkim Sklerenkim adalah sel dengan dinding sekunder tebal yang mengandung lignin atau tidak, terdiri atas sel-sel yang telah mati. Sklerenkim sifatnya elastis, mepunyai bentuk dan struktur bermacam-macam. Fungsi utamanya menopang, kadang juga sebagai pelindung.Menurut bentuknya dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Serabut Selnya panjang-panjang dengan bagian bagian ujungnya meruncing. Serabut ini terdapat pada kortex, xylem, floem. Serabut terdapat pada bagian yang berbada dari tubuh tumbuhan, yang mungkin terdapat sebagai idioblas tapi lebih sering berbentuk pita atau silinder kosong yang tidak terputus. 2) sklereid disebut juga sel batu karena dindingnya keras, tebal dan mempunyai banyak noktah. Di dalam beberapa tumbuhan, sklereida merupakan idioblas, yaitu sel yang mudah dibedakan dari sel yang sekelilingnya karena ukuran, bentuk dan ketebalan dindingnya. Sklereid dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu : a. brakislereid : bentuknya seperti sel parenkim, kadang disebut sel batu berbentuk isodiametris. Biasanya terdapat pada korteks,floem, kulit kayu batang dan daging buah pir. b. Makrosklereid : bentuknya memanjang silindris, sring membentuk lapisa testa dari biji leguminosae. c. Osteosklereid : bentuk sel memanjang dengan bagian ujungnya membesar seperti tulang. d. Astrosklereid : sklereida yang bercabang, berbentuk seperti bintang e. Trichosklereid : selnya bercabang dan panjang, berdinding tipis dan ujungnya runcing seperti trikoma.

Nama Preparat : Begonia sp Sayatan melintang pada Begonia sp untuk melihat kolenkim. Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. sel

2. penebalan 3. Deskripsi : • Dari gambar diatas dapat dilihat sel-sel yang rapat. Jika diamati pada pertemuan 3 sel terdapat penebalan yang berwarna gelap. • Pada batang Begonia sp jaringan kolenkim berada pada pertemuan 3 sel atau lebih, sehingga termasuk kolenkim angular. • Penebalan dinding sel terjadi secara membujur di sudut-sudut sel. Sedangkan secara melintang seperti terlihat pada hasil pengamatan diatas. • Kolenkim berkembang dari sel-sel mamanjang yang mirip prokambium dan terlihat pada tingkat amat awal deferensiasi meristem atau dari sel yang kurang isodiametrik pada jaringan meristem dasar. • Jaringan kolenkim terdapat pada akar dan batang, terkadang juga pada buah dan di kedua sisi tulang daun. Jaringan ini berfungsi untuk memberikan kekuatan dan penunjang tumbuhan.

Nama Preparat : Nerium oleander Sayatan melintang pada tangkai Nerium oleander untuk melihat kolenkim. Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. sel 2. kolenkim berbentuk cincin 3. Deskripsi : • Dari hasil pengamatan diatas penebalan terjadi pada dinding luar dari sel. Berbentuk melingkar seperti cincin. • Kolenkim pada Nerium oleander disebut kolenkim anular atau kolenkim cincin. Menurut Duchaigne untuk tipe kolenkim yang lumen selnya pada penampang melintang tampak melingkar. • Dinding sel kolenkim terdiri atas lapisan yang berselangseling, kaya selulosa dan sedikit pectin, dan lapisan lain dengan sedikit selulosa dan kaya pectin. • Jaringan kolenkim terdapat pada akar dan batang, terkadang juga pada buah dan di kedua sisi tulang daun. Jaringan ini berfungsi untuk memberikan kekuatan dan penunjang tumbuhan.

Nama Preparat : Nympaea sp Sayatan melintang pada Nympaea sp untuk melihat astrosklereid. Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. sklereid 2. parenkim 3. Deskripsi : • Dari gambar diatas sklereid terlihat jelas. Bentuknya menyerupai bintang, susunannya tersebar. • Pada tangkai Nympaea sp tergolong sklereid tipe astrosklereid. • Astrosklereid adalah sklereida yang bercabang, seringkali berbantuk seperti bintang.

• Sklereid berkembang dari inisial-inisial kecil berdinding tipis. Inisial tersebut mula-mula dibedakan dari sel-sel sekitarnya oleh adanya nucleus dan nucleolus yang lebih besar. Sejak tahap perkebangannya, inisial itu mulai bercabang dan memperoleh bentuk sklereid dewasa. • Cabang dan tonjolan sklereid menembus ke ruang-ruan antar sel, tetapi pertumbuhan intrusive dari cabangcabang tersebut,diantara dinding sel tetangga juga umum terjadi.

Nama Preparat : Pyrus communis Sayatan melintang pada Pyrus communis untuk melihat brakisklereid. Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. sklereid 2. noktah 3. Deskripsi : • Berdasarkan bentuk selnya, sklereid pada daging buah Pyrus communis tergolong brakesklerid atau sel batu ditandai dengan adanya dinding yang tebal dan keras. • Sel batu memiliki dinding yang tebal, keras dan memiliki banyak noktah. Bentuknya isodiametris, biasanya terdapat dalam floem, kortex, dan kulit kayu dan daging buah. • Brakesklerid yang khas berkembang dari sel-sel parenkima melalui penebalan sekunder dinding selnya. Dinding sekunder ini sangat tebal, dan lapisan-lapisan kosentris yang sangat banyak serta noktah yang bercabang. Selama proses penebalan dinding, permukaan sebelah dalam dinding itu menyusut dan noktah yang mulai berkembnag disisi luar dinding sekunder tadi terkumpul. • Sklereid biasanya diterangkan sebagai sel-sel mati sewaktu dewasa, tetapi telah diketahui bahwa protoplas dapat tetap aktif sepanjang hidup organ yang mengandung sklereid tersebut. JARINGAN PELINDUNG Jaringan pelindung melindungi organ-organ tanaman dari segala pengaruh luar yang dapat merugiakn pertumbuhannya. Yang termasuk dalam organ pelindung / penutup adalah : 1. Epidermis Epidermis biasanya terdiri atas satu lapisan sel (uniseriata), ada beberapa yang memiliki epidermis yang terdiri dari beberapa lapisan sel (multiseriata). Pada multiseriata ini lapisan atas disebut epidermis, sedangkan lapisan dibawahnya disebut hypodermis. 2. Stomata Stomata adalah celah atau lubang pada epidermis yang dibatasi oleh dua buah sel penutup atau sel penjaga. Sel tetangga biasanya berkembnag dari sel protoder yang terbatasi dengan sel induk stoma. Stoma dapat dibagi menjadi 3 tipe stoma, yaitu : • stoma mesogen adalah sel tetangga dan sel penjaga asalnya sama. • Stoma perigen adalah sel tetangga berkembang dari sel protoderm yang berdekatan dengan sel induk stoma. • Stoma mesoperigen adalah beberapa sel tetangga asalnya sama dengan sel penjaga, sedangkan beberapa sel penjaga yang lain tidak. 3. Tambahan pada epidermis → trikoma Trikoma merupakan rambut modifikasi epidermis macamnya rambut dan sisik. Berdasarkan ada tidaknya kelenjar dibagi menjadi dua, yaitu : - Trikoma berkelenjar - Trikoma tidak berkelenjar

Nama Preparat : Rhoeo discolor Sayatan membujur pada daun Rhoeo discolor untuk melihat stoma. Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. Stoma 2. Lubang 3. sel penjaga Deskripsi : • Permukaan epidermis terdapat stomata yang tersusun dalam deretan longitudinal. Terbentuk melalui pelengkungan sel epidermis yang berdekatan. • Termasuk tipe stomata mesogen, yaitu sel tetangga dan sel penjaga asalnya sama.

Nama Preparat : Zea mays Sayatan membujur pada daun Zea mays untuk melihat stoma. Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. sel gabus 2. sel tetangga 3. sel penjaga 4. nukleus 5. lubang Deskripsi : • Letak stomata pada Zea mays tersusun berderet sejajar. Sel penutupnya berbentuk seperti halter yang bagian ujungnya membesar dan berdinding tipis. Bagian tengahnya memanjang, berdinding tebal, dan lumennya sempit • Jaringan penutup pada tumbuhan berfungsi sebagai pelindung organ-organ dari pengaruh luar • Yang termasuk jaringan penutup adalah : - epidermis - stomata - trikoma - endodermis

Nama Preparat : Durio zibetinus Sayatan membujur pada daun Durio zibetinus untuk melihat trikoma non grandular Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40

Keterangan gambar : 1. Trikoma 2. Sel basal 3. Deskripsi : • Berdasarkan bentuk dan susunannya terasuk trikoma berbentuk sisik atau disebut rambut skuamiform. Termasuk multiselular dan memipih nyata. • Termasuk trikoma non grandular

Nama Preparat : Hibiscus tiliaceus Sayatan membujur pada daun Hibiscus tiliaceus untuk melihat trikoma non grandular. Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. epidermis 2. trikoma 3. Deskripsi : • Trikoma pada daun waru berbentuk seperti bintang, terdiri dari satu sel atau banyak sel, ada yang bercabang ada pula yang tidak. • Trikoma nonglandular ini berbentuk seperti bintang, trikoma yang menonjol di antara sel epidermis

Nama Preparat : Nicotiana tabacum Sayatan membujur pada daun Nicotiana tabacum untuk melihat trikoma grandular. Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. kepala 2. tangkai 3. sel basal 4. kompleks stoma

5.Sel penjaga 6.epidermis Deskripsi : • Termasuk trikoma berbentuk gelembung karena ujungnya menggelembung. Tangkai terdiri dari 3 ruas, bagian kepal menggelembung berisi sel-sel sekresi. • Trikoma berfungsi sebagai alat sekresi dan alat penerus rangsang yang dating dari luar. • Trikoma merupakan pelindung tubuh yang berasal dari deferensiasi epidermis yang dindingnya menonjol serta mempunyai bentuk dan fungsi tertentu.

JARINGAN SEKRETORI Jaringan ini dinamakan juga kelenjar internal karena senyawa ang dihasilkannya dari tubuh. Bentuk dan susunannya beracam-macam, mulai dari sel sederhana sampai jaringan ynag kompleks. Beberapa bentuk yang penting antara lain : a. Sel kelenjar Berasal dari parenkim yang mengalami deferensiasi dan mengandung senyawa hasil metabolisme disebut ideoblas. b. Ruang kelenjar atau saluran kelenjar Merupakan sel berdinding tipis yang disebut epitelium. Mengelilingi suatu ruang yang berisi senyawa yang dihasilkan oleh sel tersebut. Senyawa yang dihasilkan seperti minyak atsiri, lendir, getah, dan sebagainya. c. Saluran Getah Terdiri dari sel-sel atau sederet sel yang mengalami fusi, berisi latek (getah) membentuk suatu sistem jaringan lain dalam tubuh.

Nama Preparat : Bougenvilae spectabilis Sayatan membujur pada batang Bougenvilae spectabilis untuk melihat lenti sel Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1.lenti sel 2. epidermis 3. sklerenkim 4. korteks 5.parenkim

Deskripsi : • Lentisel berfungsi sebagai tepat pertukaran gas • Lenti sel adalah arena terpisah pada periderm yang terdiri atas sel-sel gabus dan tidak ada ruang interseluler

Nama Preparat : Ficus elastica Sayatan melintang pada daun Ficus elastica untuk melihat sel kelenjar (litosis) Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. kutikula 2. epidermis 3. palisade 4. sistolis 5. litosis Deskripsi : • Jaringan sekretori karet termasuk dalam kelompok sekresi atau intestinal karena senyawa yang dihasilkan masih berperan dalam proses metabolisme. • Bentuknya berupa sel getah yaitu sel-sel yang mengalami deferensiasi berisi getah yang membentuk suatu jaringan yang menembus jaringan lain dalam tubuh. • Jaringan disebut sel getah tunggal, kerena berasal dari satu sel yang dapat bercabang. • Epidermis pada Ficus sp tergolong epidermis multiseriata. Epidermis ini merupakan hasil pembelahan sel protoderm secara periklinal.

Nama Preparat : Citrus aurantifolia Sayatan melintang pada daun Citrus aurantifolia untuk melihat ruang kelenjar Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. epidermis atas 2. palisade 3. sel epitelial 4. sel seludang 5. ruang kelenjar Deskripsi : • Ruang kelenjar mepupakan ruang yang berbentuk bulat, terdapat kelenjar minyak aetheris. • Bentuknya berupa ruang kelenjar dan saluran kelenjar yaitu sel yang berdinding tipis disebut epitelium mengelilingi suatu senyawa yang dihasilkan oleh sel tersebut.

ORGAN TUMBUHAN AKAR DIKOTIL & MONOCOTIL Nama Preparat : Zea mays Sayatan melintang pada akar Zea mays untuk melihat jaringan penyusun akar Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. korteks 2. epidermis 3. xilem 4. floem Deskripsi : • Pada tumbuhan monokotil akar tidak berkembang dan membesar. Akar-akarnya mengalami penebalan sekunder. Sel-sel epidermis berdinding tipis dan biasanya tidak berkutikula. • Xilem terdapat dalam suatu lapisan ditepi silinder pembuluh, atau dapat meluas ke bagian tengah. • Pembuluh metaxilem yang besar-besar membentuk lingkaran sekitar empulur.

Nama Preparat : Allium cepa Sayatan melintang pada akar Allium cepa untuk melihat jaringan penyusun akar Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. epidermis 2. xilem 3. floem Deskripsi : • Pada tumbuhan monokotil akar tidak berkembang dan membesar. Akar-akarnya mengalami penebalan sekunder. Sel-sel epidermis berdinding tipis dan biasanya tidak berkutikula. • Xilem terdapat dalam suatu lapisan ditepi silinder pembuluh, atau dapat meluas ke bagian tengah. Pembuluh metaxilem yang besar-besar membentuk lingkaran sekitar empulur. • Deferensiasi floem juga sentripetal sehingga protofloem paling dekat dengan perisikel, sehingga metafloem terdekat dengan sumbu akar.

Nama Preparat : Ricinus communis Sayatan melintang pada akar Ricinus communis untuk melihat jaringan penyusun akar Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. epidermis 2. korteks 3. xilem 4. floem Deskripsi : • Akar pada tumbuhan dikotil dan monokotil dapat berkembang dan membesar. Penebalannya sekunder, kambium mula-mula tampak dibagian dalam floem. Perkembangan xilem sekunder mendahului perkembangan floe disebelah untaian yang ada di xilem sekunder luar terhadap gugus protoxilem. Maka kambium itu segera menjadi sirkuler dalam irisan melintangnya. • Sistem akar terdiri dari akar tunggang, sel epidermis akar berdinding tipis dan biasanya tidak berkutikula.

Nama Preparat : Arachis hypogea Sayatan melintang pada akar Arachis hypogea untuk melihat jaringan penyusun akar Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. epidermis 2. korteks 3. xilem 4. floem Deskripsi : • Pada tumbuhan monokotil akar tidak berkembang dan membesar. Akar-akarnya mengalami penebalan sekunder. Sel-sel epidermis berdinding tipis dan biasanya tidak berkutikula. • Xilem terdapat dalam suatu lapisan ditepi silinder pembuluh, atau dapat meluas ke bagian tengah. • Deferensiasi floem juga sentripetal sehingga protofloem paling dekat dengan perisikel, sehingga metafloem terdekat dengan sumbu akar. • Pembuluh metaxilem yang besar-besar membentuk lingkaran sekitar empulur.

Nama Preparat : Amaranthus sp Sayatan melintang pada akar Amaranthus sp untuk melihat jaringan penyusun akar Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. epidermis 2. xilem 3. floem

4. korteks Deskripsi : • Sistem akar terdiri dari akar tunggang, sel epidermis akar berdinding tipis dan biasanya tidak berkutikula • Xilem dan floem pada akar dikotil susunannya tersebar • Akar pada tumbuhan dikotil dan monokotil dapat berkembang dan membesar. Penebalannya sekunder, kambium mula-mula tampak dibagian dalam floem. Perkembangan xilem sekunder mendahului perkembangan floe disebelah untaian yang ada di xilem sekunder luar terhadap gugus protoxilem. Maka kambium itu segera menjadi sirkuler dalam irisan melintangnya.

ORGAN TUMBUHAN BATANG DIKOTIL & MONOCOTIL Nama Preparat : Zea mays Sayatan melintang pada batang Zea mays untuk melihat jaringan penyusun batang Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. sklerenkim 2. floem 3. xilem 4. epidermis Deskripsi : • Ikatan pada batang Zea mays yang emperlihatkan lakuna sebagai hasil perkembangan dari pemisahan perenkima dari dua elemen protoxilem yang mengelilinginya. • Pada silinder pusat dibedakan dua tipe jaringan pembuluh, yaitu floem yang bisanya sebelah luar. • Setiap untaiannya disebut berkas pembuluh. Berkas pebuluh yang floemnya hanya dibagian luar disebut berkas kolateral.

Nama Preparat : Allium cepa Sayatan melintang pada batang Allium cepa untuk melihat jaringan penyusun batang Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. epidermis 2. xilem 3. floem Deskripsi : • Pada silinder pusat dibedakan dua tipe jaringan pembuluh, yaitu floem yang bisanya sebelah luar dan letaknya tersebar. • Ikatan pada batang Zea mays yang emperlihatkan lakuna sebagai hasil perkembangan dari pemisahan perenkima dari dua elemen protoxilem yang mengelilinginya.

Nama Preparat : Ricinus communis Sayatan melintang pada batang Ricinus comunis untuk melihat jaringan penyusun batang Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. Korteks 2. Floem 3. Xilem 4. Epidermis Deskripsi : • Lapisan korteks yang paling dalam dari batang dikotil muda biasanya berisi banyak butir pati yang besar. Lapisan tersebut dinaakan dengan seludang pati, dan kerena kedudukannya bagian tersebut dianggap hemolog dengan endodermis. Pada bagian batang yang lebih tua pasti hilang dari sel-sel seludang • Xilem dan floem (jaringan pengangkut) pada dikotil tersusun rapi dan tidak tersebar.

Nama Preparat : Amaranthus sp Sayatan melintang pada batang Amaranthus sp untuk melihat jaringan penyusun batang Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. Epidermis 2. Korteks 3. Endodermis 4. Floem 5. xilem Deskripsi : • Berkas pembuluh angkut pada batang amaranthus sp berbentuk kolateral terbuka. Floem dengan xilem dipisahkan oleh kambium. • Batang terdapat kambium, tidak mempunyai rongga batang. • Letak berkas pembuluh angkut (xilem dan floem) teratur.

ALAT PERKEMBANGBIAKAN Nama Preparat : Hibiscus rosa-sinensis Mengamati bagian serbuk sari dari bagian benang sari Hibiscus rosa-sinensis Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. eksin 2. intin 3. epidermis 4. tepetum Deskripsi : • Epidermis dan tepetum, serbuk sari dan lapisan-lapisan dinding ruang sari berasal dari selapis sel dibawah epidermis. Lapisan serabut sel-sel serabut mepunyai penebalan pada dinding dalamnya, sedang pada dinding luar tipis. • Tapetum berguna untuk alat ekskresi. • Bentuk serbuk sari bulat atau jorong yang mempunyai dua dinding yaitu eksin yang berada di luar, dan intin yang ada disebelah dalam. Eksin berupa duri-duri.

Nama Preparat : Tumbuhan paku Mengamati bagian sorus tumbuhan paku Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40 Keterangan gambar : 1. spora 2. anulus Deskripsi : • Sorus meiliki pengkait yang berfungsi untuk menempelkan polen pada daerah yang dihinggapinya • di dalam sorus terdapat mikrospora yang sangat banyak. • Pada saat sorus mengalami dehidrasi, anulus akan pecah dan spora-spora akan keluar dan tersebar terbawa angin ke tempat tumbuhan baru

Nama Preparat : Hydrilla verticillata Sayatan membujur pada daun Hydrilla verticillata untuk sitoplasma dan plastid Tanggal praktikum : 15 September 2009 Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 40

Keterangan gambar : 1. dinding sel 2. klorofil 3. arah gerak plasma 4. sitoplasma Deskripsi: o Dalam sel tumbuhan terdapat plasma yang selalu melakukan gerakan yang menunjukkan sifat hidupnya. o Terdapat 2 gerakan plasma sel : Gerak rotasi = gerak melingkar plasma secara tetap Gerak sirkulasi = gerak sirkular plasma secara tidak menentu o Gerak dipengaruhi oleh adanya vakuola. Vakuola kecil gerak tetap, vakuola besar gerak tidak menentu. o Terdapat kloroplas berwarna hijau sebagai akibat adanya pigmen klorofil.

Nama Preparat : Arachis hypogea Sayatan membujur pada batang Arachis hypogea untuk melihat jaringan penyusun batang Gambar mikroskopis Gambar pembanding Perbesaran : 10 x 10 Keterangan gambar : 1. dinding sel 2. xilem 3. floem Deskripsi: • Letak berkas pembuluh angkut (xilem dan floem) teratur. • Berkas pembuluh angkut pada batang Arachis hypogea berbentuk kolateral terbuka. Floem dengan xilem dipisahkan oleh kambium.

Scribd Upload a Document

benda-benda erg

Search Documents

Explore

  

Sign Up | Log In

/ 11

Download this Document for Free

Preparat 3 : Tepung ketan (Oryza sativa var. glutinosa)(dalam air) Familia : Gramineae Perbesaran : kuat Keterangan : 1. Amilum tunggal Amilum + JKJ

Biru Preparat 4 : Penampang melintang buah Zea mays (awetan) Familia : Gramineae Perbesaran : kuat Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. Kulit buah Kulit biji Lapisan aleuron Endosperm Butir-butir amilum

Preparat 5 : Penampang melintang batang Amaranthus sp (awetan) Familia : Amaranthaceae Perbesaran : kuat Keterangan : 1. Kristal bentuk pasir 2. Dinding sel 3. Ruang antar sel Preparat 6 : Penampang melintang tangkai daun Begonia sp (dalam air)

Familia : Begoniaceae Perbesaran : kuat Keterangan : 1. Kristal bentuk bintang (drussen) 2. Dinding sel 3. Ruang antar sel Kristal + asam cuka tidak larut Kristal+ H2SO4 larut SOAL-SOAL 1. 2. 3. 4. 5. Di manakah terdapatnya amilum pada tanaman kentang ? Apa yang dimaksud dengan hilus ? Apa beda antara amilum eksentris dengan amilum konsentris ? Sebutkan reaksi pengenal untuk amilum. Apa yang menyebabkan terbentuknya lamela-lamela pada amilum ?

6. Sebutkan dan gambarkan bentuk kristal Ca-oksalat yang terdapat pada tangkai daun Begonia sp. 7. Mengapa asam oksalat pada tumbuhan diendapkan dalam bentuk Ca -oksalat ? 8. Zat apa saja yang dapat melarutkan Ca-oksalat ? 9. Sebutkan minimal 3 bentuk kristal Ca-oksalat yang lain selain bentuk yang ada pada Begonia sp. 10. Di manakah letak aleuron pada buah Zea mays ?

Info Bio Benda Ergastik
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document
Info and Rating

Follow

Abdullah-bin Hudh...

Share & Embed Related Documents

PreviousNext
1.
p.

p.

p.

2.
p.

p.

p.

3.
p.

p.

p.

4.
p.

p.

p.

5.
p.

p.

p.

6.
p.

p.

p.

7.
p.

p.

p.

More from this user

PreviousNext
1.
6 p.

16 p.

11 p.

Add a Comment

Upload a Document
benda-benda erg
Search Documents

                

Follow Us!
scribd.com/scribd twitter.com/scribd facebook.com/scribd

About Press Blog Partners Scribd 101 Web Stuff Support FAQ Developers / API Jobs Terms Copyright Privacy
Copyright © 2011 Scribd Inc.

Language: English

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful