You are on page 1of 17

KELOMPOK 13

Anggota :

Dimas Nur Rosit S.S 10501244016 Akung Sinayang H. 10501244014 Apriansyah Zulatama 10501249003

Diferensiasi dan integrasi vektor Diferensiasi vektor, misalkan
r=if1(t) + jf2(t) + kf3(t) = if1 + jf2+ kf3 s=ig1(t) + jgf2(t) + kg3(t) = ig1 + jg2+ kg3 u=ih1(t) + jh2(t) + kh3(t) = ih1 + jh2+ kh3 adalah vektor – vektor yang komponen- komponenn nya adalah fungsi dari satu variabel skalar tunggal t yang mempunyai turunan pertama dan kedua yang kontinu.

Kita dapat mennunjukkan seperti pada bab 39 untuk vektor2 bidang, bahwa

Juga dari sifat – sifat determinan yang entri – entrinya adalah fungsi dari variabel tunggal, kita mempunyai

Rumus tersebut dapat juga ditetapkan dengan mengembangkan hasil kali – hasil kali sebelum mendiferensiasi. Didapatkan :

KURVA RUANG. Pertimbangan kurva ruang x=f(t), y=g(t) , z= h(t) dimana f(t), g(t), dan h (t) mempunyai turunan pertama dan kedua yang kontinu. Misalkan vektor posisi dari titik variabel umum P(x,y,z) pada kurva diberikan oleh r= xi +yj + zk seperti pada bab 39 , t = dr/dsadlah vektor singgung satuan ke kurva. Jika R adlalah vektor posisi dari titik (X,Y,Z) pada garis singgung di P, persamaan vektor dari garis tersebut adalah R –r = kt untuk sautu variabel skalar k Dab persamaan pada koordinat persegi panjang adalah

Dimana

adalah himpunan cosinus arah dari garis tersebut. Pada persamaan yang bersesuaian, himpunan bilangan arah digunakan.
Persamaan vektor dari bidang normal pada kurva di P diberikan oleh (R-r).t = 0 Dimana R adalaha vektor posisi dari titik umum pada bidang tersebut. Sekali lagi seperti bab 39, dt/ds adalaha vektor yang tegak lurus terhadap t. Jika n adalah vektor satuan yang mempunyai arah dt/ds, maka

Di mana |K| adalah besaran kelengkapan di P.Vektor satuan

Disebut normal utama pada kurva di P. Vektor satuan b di P, didefinisikan oleh b= t×n disebut binormal di P. Tiga vektor t,n,b membentuk triad tangan kanan dari vektor- vektor yang saling ortogonal di P. Di titik P pada kurva ruang, vektor – vektor t, n,b membentuk tiga bidang yang saling tegak lurus : 1.Bidang oskulasi (osculating plane), memuat t dan n, dengan persamaan (R-r).b = 0 2.Bidang normal (normal plane), memeuat n dan b, dengan persamaan (R-r) . t = 0 3.Bidang perararahan (rectifying plane, memuat t dan b, dengan persamaan (R-r.n = 0 Pada tiap persamaan, R adalah vektor posisi dari suatu titik pada bidang tertentu itu.

Permukaan. Misalkan F(x, y, z) = 0 adalah persamaan suatu permukaan. Suatu representasi parametrik akan dihasilkan bila x, y dan z ditulis sebagai fungsi dari dua variabel independen atau parameter u dan v, sebagai contoh,
X = f1 (u,v), y = f2 (u,v), z= f3(uv) Bila u diganti dengan sebuah konstanta u0, menjadi X = f1 (u0,v), y = f2 (u0,v), z= f3(u0,v)

Persamaan dari kurva ruang (kurva u) yang terletak pada permukaan. Dengan cara serupa, bila v diganti dengan sebuah konstanta v0 menjadi X = f1 (u,v0), y = f2 (u,v0), z= f3(u,v0)

Persamaan dari kurva lain (kurva v) pada permukaan. Kedua kurva berpotongan di satu titik pada permukaan tersebut yang diperoleh dengan menetapkan u = u0 dan v=v0 secara serentak.

Vektor posisi dari titik P pada permukaan diberikan oleh R = xi+yj+zk = if1(u,v) + jf2(u,v) + kf3(u,v) Misalkan (53.11) dan (53.12) adalah kurva u dan v yang melalui P. Maka di P, f1(u0, v) + j f2(u0, v) + k f3(u0, v) Adalah vektor singgung pada kurva u, dan v0) + j f2(u, v0) + k f3(u, v0) f1(u,

Adalah kurva singgung pada kurva v. Kedua garis singgung tersebut membentuk suatu bidang yaitu bidang singgung pada permukaan di P (Gambar 53.2). jelaslah, suatu normal pada bidang tersebut diberikan oleh

Normal satuan pada permukaan di P didefinisikan oleh

Jika R adalah vektor posisi dari titik di normal pada permkaan di P, persamaan vektorya adalah (R-r)=k(X)=0 Jika R adalah vektor posisi dari titik di bidang inggung pada permukaan di P, persamaan vektornya adalah (Rr).(X)=0 Lihat soal 3.... OPERASI . pada BAB 52 turunan berarah dari z=f(x,y) di sebarang titik (x,y) dan pada arah yang dibuat sudut dengan sumbu x p ositif diberikan sebagai cos + sin . Mari kita tulis cos + j sin ) cos + sin =(i + j).(i

Maka a=i cos +j sin sin adalah vektor satuan dimana arahnya membuat sudut dengan sumbu x positif. Vektor lain pada sisi kanan (53.17), bila ditulis sebagai (i + j)f , menyarankan definisi dari operator diferensial vektor (del) , didefinisikan oleh I +j Pada analisis vektor, Vf=i +

gradien dari dari f atau grad f. Dari (53.17) kita melihat bahwa kompon n pada arah vektor satuan a adalah turunan berarah f pada arah a. Misalkan r=xi+yj adalah vektor posisi P (x,y) karena =(del) f.

dan df = |vf|cosø ds dimana ø adalh sudut antara vektor vf dan dx/ds, kita melihat bahwa df adalah maksimal bila cosø=1, yaitu bila vf dan dx/ds mempunyai arah yang sama. Jadi nilai maksimum dari turunan berarah di P adalah |vf|; dan arahnya adalah vf

Divrgensi dan curl
Divergensi dari fungsi vektor F=if1(x,y,z) + jf2(x,y,z) + kf3(x,y,z) kadang disebut del dot F dan didefinisikan oleh :

Integral garis
Perhatikan dua titik dalam Po dan Pi ruang, yang dihubungkan oleh busur C.Busur tersebut adalah segmen dari garis kurus atau bagian dari kurva ruang x = g1(t), y = g2(t), z = g3(t), C diasumsikan kontinyu di tiap titiknya dan tidak memotong dirinya sendiri

F = F(x,y,z) = if1(x,y,z) + jf2(x,y,z) + kf3(x,y,z) dimana disetiap titik pada daerah sekitar C, dan khususnya, di setiap titik C, mendefinisikan vektor dengan besaran dan arah yang diketahui r = xi + yj + zk

Integralnya

ʃ (F )ds = ʃ F. dx
cPo c

Pi

Pi

Po

ʃ F. dx

Disebut integral garis yaitu integral sepanjang lintasan C yang diberikan Sebagai contoh, misalkan F melambangkan gaya. Kerja yang dilakukan gaya tersebut dalam menggerakkan partikel di atas dr

|F||dr| cos Ɵ = F . Dx
Dan kerja yang dilakukan dalam menggerakkan partikel dari po ke pi sepanjang busur C diberikan oleh

c Po

ʃ F. Dx
Pi
1 2 3

Pi

Menjadi dx = idx + jdy + kdz
Pi

c Po

ʃ F. Dx = ʃ F (f dx + f dy + f dz)
c

Po

Penyelesaian Soal 9)