BAB – 2 SISTEM PROTEKSI PETIR 2.1 Sistem proteksi petir dibagi dua, yaitu : 2.1.

1 dan Grounding terminal ) Eksternal ( Air terminal, Down conduktor

1 2

1. Air Termination 2. Down Conductor 3. Grounding Terminal

3
2.1.1.1 Air Termination Adalah saluran konduktif yang menghantarkan arus petir dari titik sambar ke down conductor, dengan bahan : Cu = 35 mm2, Fe = 50 mm2 atau Al = 70 mm2 2.1.1.2 Down Conductor. Adalah saluran konduktif yang menghantarkan arus petir dari titik sambar di terminal udara ke tanah, dengan bahan : Cu = 16 mm2, Fe = 50 mm2 atau Al = 25 mm2 2.1.1.3 Grounding Terminal Adalah saluran konduktif yang membuang arus petir ke dalam tanah. Dengan bahan dari batang atau plat tembaga. 2.1.2 Bonding ) Internal ( Arrester, shielding dan

2.1.2.1 Arrester dipasang pada terminal kabel ( K52 dan K71 ), digunakan untuk proteksi terhadap sambaran petir. 2.1.2.2 Shielding digunakan untuk proteksi terhadap induksi elektromagnetik dari sambaran petir, terdapat pada fondasi dan struktur bangunan, ruangan, panel dan lain sebagainya harus diintegrasikan ke system grounding

1

2.1.2.3 Bonding Semua grounding peralatan dan grounding arrester harus terintegrasi pada satu titik. 2.2 Material Terminal Grounding Material untuk elektroda grounding harus memiliki konduktivitas listrik baik dan tahan korosi : NO 1 2 MATERIAL Tembaga Besi TERMINASI UDARA 35 mm2 50 mm2 DOWN CONDUCTOR 16 mm2 50 mm2 ELECTRODA GROUNDING 50 mm2 80 mm2

2.3 Cara Kerja Grounding System 2.3.1 Arus impuls dari sambaran petir yang telah diterima oleh air terminal ( 1 ) disalurkan dengan aman oleh penghantar petir melalui bangunan atau rangka baja, harus disalurkan ke tanah ( 2 ), sedemikian rupa sehingga tersebar dan hilang dari instalasi tanpa menimbulkan pengaruh yang membahayakan manusia maupun peralatan. Bagian dari grounding terminal ( 3 ) yang membuang arus ke dalam tanah umumnya berbentuk batang atau plat tembaga. Disain dan konfigurasi dari ground terminal dan jumlah dari terminal yang digunakan, tergantung pada resistivitas listrik dan tanah

2.3.2 2.3.3

2.4 Fungsi Grounding 2.4.1 Meminimumkan pengaruh arus impuls petir terhadap personil, struktur dan peralatan 2.4.2 2.4.3 bocor 2.4.4 Menyediakan saluran untuk arus gangguan Menyalurkan arus muatan statik dan arus Meminimumkan gangguan noise

2

2.5 Cara Pemasangan Grounding System

Bonding peralatan pada rak
2.6 Ketentuan Grounding System 2.6.1 sistem grounding.

Integrasi grounding system

Impedansi yang rendah adalah tujuan utama harus

2.6.2 Semua sambungan grounding terintegrasi dan langsung, sehingga induktansi menjadi rendah.

3

2.6.3 Arus puncak petir berpengaruh pada tahanan tanah, sehingga R yang rendah adalah baik. 2.6.4 Sistem grounding yang tidak boleh disatukan dengan alasan tertentu harus diinterkoneksikan ke sistem melalui equipotensial bonding. BAB – 4 ANALISA PERMASALAHAN

Instalasi Grounding sistem rapih, tahanan grounding……. Ohm dan terintegrasi. Perlu pelabelan dan penggantian terminal grounding dengan plat tembaga yang lebih besar dan tebal. Gambar : 4.1.1 Terminal Grounding Instalasi Grounding sistem rapih dan terintegrasi. Perlu pelabelan dan penggantian terminal bar grounding dengan plat tembaga yang lebih besar dan tebal.

Gambar : 4.1.2 Terminal Grounding

Instalasi Grounding sistem cukup rapih dan terintegrasi. Terminal kabel grounding perlu ditutup untuk estetika dan menghindari korosi.

Gambar : 4.1.3 Terminal Grounding

Instalasi Grounding sistem cukup rapih dan terintegrasi. Perlu pelabelan dan penggantian terminal bar grounding dengan plat tembaga yang lebih besar dan tebal, agar tidak terlalu rapat. Instalasi Grounding sistem rapih dan terintegrasi. Perlu pelabelan dan penggantian terminal bar grounding dengan plat tembaga yang lebih besar dan tebal, serta rapihkan kabel disekitarnya.

4

Sumur bak kontrol grounding system telah tertutup bangunan, maka perlu penggantian. Perbaiki grounding di setiap rak perangkat dengan sistem bonding Gambar : 4.1.4 Terminal Grounding

Instalasi Grounding sistem rapih dan terintegrasi. Terminal bar grounding sdh baik terbuat dari plat tembaga yg lebar dan tebal, tapi perlu ditutup untuk estetika dan menghindari korosi..

Gambar : 4.2.1 Terminal Grounding Instalasi Grounding sistem belum terintegrasi secara baik, masih terdapat 3 bh kabel yang diintegrasikan di luar bar terminal grounding. Label untuk setiap kabel belum ada. Terminal bar grounding terbuat dari plat tembaga yang lebar dan tebal, tapi perlu ditutup untuk estetika dan menghindari korosi. Gambar : 4.2.2 Terminal Grounding Sumur bak kontrol grounding system telah tertutup bangunan, maka perlu penggantian. Perbaiki grounding di setiap rak perangkat dengan sistem bonding

Instalasi Grounding sistem rapih, dan terintegrasi. Perlu pelabelan dan penggantian terminal grounding dengan plat tembaga yang lebih besar dan tebal.

5

Gambar : 4.3 Terminal Grounding

Gambar : 4.4.1 Bak Kontrol

Gambar : 4.4.2 Grounding pada kaki antena

Gambar : 4.4.4 Grounding antena & Tower diintegrasikan Terlihat kawat grounding dan plat terminal grounding di hubungkan secara caldweld connection, agar lebih kuat Setiap kaki tower dan kawat grounding dari antena diintegrasikan ke bar terminal yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tebal sesuai kebutuhan Gambar : 4.4.3 Tower dengan Grounding system 6

Gambar : 4.4.5 DEG

Gambar : 4.4.6. Contoh Terminal Grounding .

Gambar : 4.4.7 MDP

Gambar : 4.4.8 MDF

7

Gambar : 4.4.9 Rak perangkat

Gambar : 4.4.10 Terminal Grounding

Gambar : 4.4.11 AC Split

Gambar : 4.4.12 AC PDB

Di sini terlihat hal – hal sebagai berikut : 1. Penggunaan caldweld Connection; 2. Penggunaan bonding 3. Integrasi 2 bh sumur grounding 4. Penggunaan plat Tembaga yang lebar dan tebal 5. Penggunaan 2 buah mur – baud pada masing-masing kabel / kawat , agar lebih kuat. Gambar : 4.4.13 Bak kontrol 4.1 Keterangan : 4.1.1 Adanya perbedaan tahanan elektroda pada bagian – bagian metal dan sistem dalam ruang yang diproteksi terhadap petir akan menimbulkan perbedaan tegangan. Oleh karena itu perlu dilakukan Sistem Bonding. Sistem Bonding menghubungkan bagian – bagian metal untuk menghilangkan beda tegangan. Secara lebih khusus menghubungkan metal tersebut ke elektroda Grounding. 4.1.2 Untuk mendispersikan arus ke bumi tanpa menimbulkan overvoltage, bentuk tebal dan ukuran elektroda grounding lebih penting dari harga spesifikasi tahanan elektroda. Tetapi secara umum, tahanan elektroda rendah dianjurkan. Dari sudut pandang proteksi petir, sistem Grounding tunggal yang terintegrasi dengan struktur lebih

8

menguntungkan untuk semua keperluan proteksi petir. Sistem yang karena satu sebab harus terpisah, harus diintegrasikan dengan “ Earth Clamp “. 4.1.3 Grounding dan Bonding merupakan bagian dari sistem proteksi petir.

Trafo PLN Penangkal Petir GENSET Grounding Internal N Phas a PLN

Menar a Tangki Utama BBM

Sistem Grounding Sistem Grounding Bak Kontrol

Pagar Metalic

SISTEM PROTEKSI PETIR TERINTEGRASI

9

BAB – 6 REKOMENDASI 6.1 Instalasi Sistem Grounding Sistem Grounding yang layak untuk meningkatkan keamanan terhadap bahaya sambaran petir harus memenuhi kriteria-kriteria seperti pada KD 51/TK.410/UTA.00/2004, tanggal 08 November 2004, tentang Petunjuk Teknis Pengoperasian dan Pemeliharaan Perangkat Energi dengan kualitas instalasi yang baik seperti : 6.1.1 Semua kutub grounding diintegrasikan pada Bak Kontrol untuk mendapatkan Equpotential yang homogen disemua titik kutub.

10

6.1.2

Bar Grounding agar menggunakan bahan Tembaga dengan ketebalan 5 mm dan lebar 80 mm serta panjang sekitar 350 mm. Setiap titik koneksi ditambahkan Label yang berisi informasi tentang ujung koneksi dari kabel. Metode koneksi menggunakan sepatu kabel dengan 2 lubang untuk memperbesar area koneksi dan lebih kencang atau cara caldweld

6.1.3

Semua rak dan kotak panel diintegrasikan secara bonding ke Bar Grounding terdekat

11

6.1.4 6.1.5 6.1.6

Khusus untuk Kabel SKSO yang terintegrasi dengan OTB, armour kabel harus diintegrasikan ke bar grounding Seluruh Sistem Grounding harus terintegrasi untuk memperkecil beda potensial antara titik integrasi satu dengan yang lain. Menambahkan Arrester untuk meningkatkan keamanan di jalur kabel atau catuan yang bepotensi terkena imbas sambaran petir dengan kapasitas yang sesuai

6.2

Pengukuran Berkala Dilakukan pengukuran berkala sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan di KV 85/2007 untuk mengetahui kualitas system grounding

12