Penyakit menular, usaha kesehatan lingkungan, perencanaan termasuk didalamnya statistic.

Bahkan sebagai ekses tujuan terseut banyakdiantaranya yang diserahi tugas pengelolaan keuangan. Dalam usaha pemberantasan penyakit menular beberapa lulusan angkatan ini dikerahkan dan menjadi tulang punggung dalam usaha pemberantasan malaria. Begitu pula dalam pembasmian penyakit cacar para lulusan AKK tidak sedikit member andilnya. Dari kenyataan yang demikian terjadilah penilaian terhadap tenaga ini dari berbagai sudut pandang.   Kerena tugas yang diberikan kepada lulusan begitu banyak ragamnya maka lulusan ini dianggap sebagai tenaga yang multi purpose. Sifat multi purpose ini dari berbagai segi dianggap menguntungkan pemerintah karena dengan biaya yang murah mendapatkan tenaga yang dapat ikut menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat dalam berbagai bidang.  Sebaliknya kerena sifat yang multi purpose maka para lulusan merasa tidak mempunyai profesi. Dengan demikian bila dilihat dari sudut kepentingan para lulusan, tenaga semacam ini akan sulit berkembang karena tidak dapat digolongkan sebagai tenaga profesi yang mempunyai keahlian khusus. Perubahan nama institusi terjadi pada tahun 1962. Akademi kontrolir kesehatan berubah menjadi akademi penilik kesehatan. Alas an penggantian nama adalah karena istilah kontrolir cenderung mengungatkan kita kepada masa penjajahan. Disamping itu istilah ini sudah tidak sesuai lagi dengan pangkat kepegawaian yang disandang para alumni akademi penilik kesehatan. Masalah nama institusi ini merebak sejak sekolah kontrolir kesehatan menjelma menjadi akademi kontrolir kesehatan. Hal ini karena dirasakan istilah kontrolir atau penilik kesehatan kurang tepat. Bahkan menteri kesehatan mengungkapkan hal ini pada tahun 1952, dalam sambutanya dikatakan bahwa “sebutan kontrolir kesehatan ini mungkin kelak dapat diberikan nama yang lebih tepat”. Ketidak puasan ini diungkapkan kembali oleh Prof. Dr. Satrio sebagai menteri kesehatan dalam sambutan beliau pada Dies Natalis Akademi Kontrolir kesehatan tahun 1960, sebagai berikut : “saya sengaja hanya menyebut dengan singkatan AKK karena saya belum puas dengan nama AKK, terutama huruf kedua. Perkataan kontrolir terlalu banyak sangkut pautnya dengan sejarah kolonial sehingga perlu diganti dengan nama yang lebih tepat dan yang member inspirasi kepada para petugas kesehatan angkatan pembangunan”.

d. Periode tahun 1975 sampai dengan tahun 1992. Usaha kesehatan sejak semula sudah menyadari perlunya menyehatkan lingkungan hidup manusia. Menyadari pentingnya peran kesehatan lingkungan, maka Departemen Kesehatan walaupun masih sangat terbatas telah menjalankan usaha-usaha kesehatan ini. Untuk menangani usaha sejak awal Departemen Kesehatan telah merekrut tenaga-tenaga untuk di didik dalam institusi pendidikan yang berada dibawah Departemen Kesehatan. Institusi pendidikan tempat mendidik tenaga kesehatan ini adalah akademi penilik kesehatan. Akademi ini dalam pendidikanya memberikan bekal kepada lulusan untuk dapat menangani usaha kesehatan lingkungan yang telah dicantumkan kedalam rencana tugas kontrolir kesehatan pada tahun 1953.