P. 1
Pengelolaan Sampah oleh Masyarakat. kalau Sulit Dilawan Jadikan Kawan

Pengelolaan Sampah oleh Masyarakat. kalau Sulit Dilawan Jadikan Kawan

5.0

|Views: 266|Likes:
Published by Oswar Mungkasa

diterbitkan oleh kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan/POKJA AMPL (Jakarta, Nopember 2007)

diterbitkan oleh kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan/POKJA AMPL (Jakarta, Nopember 2007)

More info:

Published by: Oswar Mungkasa on Jul 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

Sukses tidaknya upaya daur-ulang ditentukan oleh

banyak faktor. Yang utama adalah adanya perminta-

an pasar terhadap produk-produk daur-ulang. Per-

mintaan akan tinggi jika ongkos penggunaan bahan

daur-ulang masih lebih rendah daripada ongkos peng-

gunaan bahan baru. Faktor-faktor lain yang turut ber-

pengaruh antara lain adalah 1) kemudahan perolehan

sampah daur-ulang dengan jumlah dan kualitas yang

memadai, 2) ketersediaan teknologi yang terjangkau

baik itu menyangkut teknologi pemilahan, pemisahan

materi-sasaran, ataupun pembuatan produk, dan 3)

adanya kesadaran dan keinginan kolektif untuk men-

jaga kelestarian lingkungan.

Ongkos pembuatan produk daur-ulang umumnya

memang lebih rendah daripada pembuatan produk

tersebut dari material baru. Harga bahan baku yang

terbuat dari sampah tentu masih lebih murah dari

Untuk membuat suatu produk dari suatu jenis materi biasanya dibutuhkan sam-
pah dengan jenis materi yang sama. Pembuatan botol beling yang berwarna
hijau membutuhkan sampah dari jenis beling berwarna hijau pula. Pemilahan-
nya harus dilakukan dengan cermat guna menghasilkan produk botol baru yang
berkualitas.

43

Kalau Sulit Dilawan, Jadikan Kawan

Foto / Taufi k Ismail

PET (Polyethylene terephthalate)

Banyak digunakan untuk botol air minum ke-

masan, dan botol minuman ringan. Setelah

didaur-ulang, dijadikan serat plastik, bahan pa-

kaian polyester karpet, koper, atau untuk botol

kemasan lagi.

HDPE( High-density poly ethylene)

Banyak digunakan untuk botol susu kemasan,

botol juice kemasan, botol sabun cuci dan pe-

mutih, kantung belanja, dan kantung sampah.

Setelah didaur-ulang, dijadikan wadah sabun

cuci cair, wadah shampoo, botol oli motor, pipa,

ember, peti, pot bunga, tempat sampah, bangku,

tegel lantai, dan meja piknik.

V (Vinyl) /PVC (Polyvinyl chloride)

Banyak digunakan untuk wadah sabun cuci cair, map kertas, pipa air, tabung medis, insulator

kabel, panel penahan karpet, dan lainnya. Setelah didaur-ulang, umumnya dijadikan wadah

kemasan, tegel lantai, keset, rak kaset, boks elektrik, kabel-kabel, kerucut marka jalan, selang

kebun, dan pipa.

BERAGAM JENIS PLASTIK
Kita menyebut semuanya sebagai plastik. Botol plastik, kantong plastik, mainan plastik, pi-
ring plastik, map plastik, dan masih banyak lagi. Untuk kepentingan daur-ulang, materi
plastik dibagi ke dalam 7 (tujuh) jenis. Pembagiannya didasarkan kepada struktur dasar se-
nyawa kimia pembentuknya, seperti polyethylene, vinylchloride, propylene, dan styrene. Agar
jenisnya mudah dikenali oleh masyarakat dan juga oleh pelaku daur-ulang plastik, tiap
produk plastik umumnya dilengkapi dengan kode angka seperti ditunjukkan di bawah ini.
Secara umum, plastik diklasifikasikan sebagai thermoplastic dan thermoset. Jika dipanas-
kan, plastik jenis thermoplastic akan meleleh. Apabila terus dipanaskan sampai suhu lebih
dari 200ºC, plastik jenis ini akan mencair. Bila didinginkan, cairan itu akan mengeras kem-
bali mengikuti bentuk. Plastik jenis inilah yang mungkin didaur-ulang. Contoh populernya
adalah plastik jenis PET yang banyak digunakan untuk botol air minum dalam kemasan
yang terbuat dari bahan PET. Sementara itu plastik thermoset sangat sulit untuk dileleh-
kan. Sekali dibentuk, plastik thermoset tidak mungkin untuk dibentuk kembali. Contohnya
adalah plastik melamin yang paling mungkin hanya digunakan sebagai bahan pengganti
pasir halus dalam proses sandblasting.

44

LDPE (Low-density polyethylene)

Banyak digunakan untuk kantung cucian, lembar pembungkus makan-

an, kantung roti dan makanan beku, wadah makanan, dan botol saus.

Setelah didaur-ulang, umumnya dijadikan tegel lantai, furnitur, wadah

kompos, panel-panel bangunan, dan tempat sampah.

PP (Polypropylene)

Banyak digunakan untuk wadah air dalam kemasan gelas, suku

cadang otomotif, botol obat, tutup botol aerosol, dan sedotan

minum. Setelah didaur-ulang, umumnya dijadikan casing aki,

lampu sein, kabel batere, sapu, sikat, langit-langit, dan pipa oli.

PS (Polystyrene)

Banyak digunakan untuk wadah CD, wadah telur, botol aspirin, busa

gabus, dan beragam peralatan makan plastik. Setelah didaur-ulang,

umumnya dijadikan termometer, stop-kontak lampu, insulator pa-

nas, wadah telur, penggaris, bingkai foto, cangkir-cangkir plastik,

dan perkakas.

Lainnya

Banyak digunakan untuk wadah air minum 3-5 galon,

wadah jus, beberapa jenis wadah makanan dan plastik

tupperware. Setelah didaur-ulang, umumnya dijadikan

botol atau rangka plastik.

Kalau Sulit Dilawan, Jadikan Kawan

45

Foto / Taufi k Ismail

pada harga bahan baku baru. Dalam penentuan

harga bahan daur-ulang, kita tidak perlu memasuk-

kan biaya ekstraksi materi tersebut dari bentukan

alamnya. Sebagai contoh, dengan menggunakan

sampah alumunium, ongkos penambangan dan

pengolahan bijih bauksit tidak perlu lagi diperhi-

tungkan. Demikian juga dengan biaya pengangku-

tan material tersebut. Apalagi jika diingat bahwa

kita butuh 5 ton bijih bauksit untuk menghasilkan 1

ton alumunium. Prosesnya juga lebih cepat. Dari sisi

penggunaan air dan energi. Proses pembuatan alu-

munium daur-ulang hanya membutuhkan 5% dari

energi yang dibutuhkan jika pembuatan dilakukan

dengan menggunakan materi baru. Pembuatan ker-

tas dengan menggunakan bubur pulp daur-ulang

diyakini dapat menghemat tingkat penggunaan

penggunaan air dan energi sampai 50% lebih.

Melihat faktor-faktor sukses upaya daur-ulang, ti-
dak heran jika plastik merupakan materi yang paling
banyak didaur-ulang. Plastik memenuhi semua faktor
yang membuat suatu upaya daur-ulang sukses. Ongkos
produksinya murah, sampah plastik mudah ditemukan,
dan teknologi prosesnya terjangkau. Dari faktor ling-
kungan, plastik tergolong sebagai materi yang diang-
gap tidak ramah terhadap lingkungan. Alasannya, plas-
tik merupakan materi yang sangat sulit terdegradasi
secara alamiah. Para ahli memperkirakan degradasi
alamiah plastik membutuhkan waktu sampai puluhan
tahun.

46

Foto / Taufi k Ismail

Penciptaan pasar daur-ulang dapat lebih terbantu jika ada

peraturan yang mengharuskan pabrikan untuk menggunakan

sampah daur-ulang sebagai bahan bakunya. Atau jika ada ke-

bijakan yang mendorong penggunaan produk daur-ulang oleh

masyarakat. Undang-undang persampahan di Republik Filipina

malah mengharuskan pemerintah membeli produk-produk daur-

ulang untuk kebutuhan kantor-kantornya. Insentif terhadap pi-

hak pengumpul dan produsen juga diyakini dapat meningkatkan

besaran pasar daur-ulang.

Kalau berbicara soal reinkarnasi produk, sampah kaleng alu-
munium dapat digolongkan sebagai salah satu contoh ideal.
Dalam waktu kurang dari 8 minggu sejak dibuang, sampah
kaleng alumunium sudah berubah lagi menjadi kaleng alumu-
nium baru. Semua jenis sampah alumunium pada prinsipnya
dapat didaur-ulang. Tidak hanya terbatas pada kaleng bekas
minuman ringan saja. Lembar-lembar pembungkus makanan
(alumunium foil) juga dapat didaur-ulang. Begitu juga de-
ngan suku cadang kendaraan bermotor. Bahkan, lapisan tipis
alumunium yang melekat pada kertas kotak minuman juga
dapat didaur-ulang.

Kertas dibuat dari serat selulosa sehingga seha-
rusnya sampah kertas dapat mudah terdegradasi
di alam. Namun seiring berkembangnya zaman,
jenis kertas jadi semakin beraneka ragam. Ker-
tas sekarang tak hanya murni terdiri dari serat
tumbuhan. Selain berwarna warni, kertas ada
yang dilapisi lilin, plastik, dan tanah liat. Cam-
puran-campuran inilah yang membuat sebagian
kertas menjadi tidak ramah lingkungan lagi. Se-
lain menjadi sulit terdegradasi, sampah kertas
kemungkinan juga mengandung logam berat
yang berasal dari tinta cetakan.

Kalau Sulit Dilawan, Jadikan Kawan

47

Foto / Taufi k Ismail

Foto / Istimewa

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->