Susunan dan Fungsi Sistem Saraf Manusia

Fatrecia Rita Yunita Doloksaribu Mahasiswi Semester Kedua Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Krida Wacana 102010046 Alamat Korespondensi: Jl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat No telp 021 569 42061 Email : sii.riita@yahoo.com 22 April 2011

PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari seluruh makhluk hidup selalu melakukan aktivitas, baik yang dilakukan secara sadar maupun yang dilakukan secara tidak sadar atau diluar kesadaran. Aktivitas yang dilakukan secara sadar misalnya saja dari hal yang paling sering dilakukan yaitu bergerak. Baik itu bergerak dalam artian berjalan, berdiri, atau bahkan dalam bentuk pergerakan yang kecil sekalipun seperti saat mengedipkan mata atau menggerakkan bola mata menuju ke objek yang dilihat. Disamping itu yang dimaksud dengan gerak yang dilakukan diluar kesadaran misalnya adalah pergerakan organ-organ di dalam tubuh manusia yang tidak dipengaruhi oleh tingkat kesadaran dari manusia tersebut misalnya adalah organ jantung. Dimana aktivitas dari organ ini sama sekali tidak dapat diatur oleh manusia dibawah kesadarannya. Pernahkah kita menyadari sebenarnya bagaimanakah semua aktivitas itu dapat terjadi disamping karena adanya alat-alat penunjang pergerakan seperti tulang dan otot. Apakah sebenarnya yang dapat membuat semua gerakan-gerakan tersebut dapat terkoordinasi dengan baik sehingga semua aktivitas dalam kehidupan manusia dapat berjalan dengan baik. Dan bagaimanakah proses yang terjadi didalam tubuh hingga akhirnya semua gerakan-gerakan tersebut dapat terbentuk dan terlaksana dengan koordinasi yang sangat baik. Ternyata dibalik semua aktivitas yang terjadi didalam tubuh manusia maupun dalam tubuh makhluk hidup lainnya ada sebuah sel yang menyusun dirinya menjadi sebuah jaringan yang dikenal dengan jaringan saraf dimana yang pada akhirnya akan menyusun sistem saraf yang mampu mengolah semua informasi yang diperoleh dari dalam maupun luar tubuh manusia hingga akhirnya terbentuk suatu gerakan yang mendukung aktivitas kehidupan manusia. Dalam kesempatan kali ini akan dibahas mengenai jaringan saraf secara mikroskopis beserta susunannya dalam tubuh manusia dan proses kerjanya hingga menghasilkan suatu bentuk-bentuk gerakan tubuh manusia serta berbagai fungsinya yang dapat menunjang aktivitas tubuh lainnya.

PEMBAHASAN Jaringan Saraf
Dalam kehidupan sehari-hari seringkali disebutkan bahwa dua komponen penting dalam pergerakan adalah tulang dan otot yang bekerja sama menciptakan suatu gerakan pada organ-organ tubuh tertentu. Namun dibalik kedua komponen yang menunjang pergerkan tersebut, terdapat suatu komponen lain yang memiliki fungsi yang tidak kalah pentingnya dalam menunjang terjadinya suatu pergerakan pada tubuh manusia. Komponen yang dimaksud adalah saraf. Saraf yang terdapat pada tubuh makhluk hidup khususnya pada pembahasan kali ini akan lebih difokuskan pada jaringan saraf manusia, merupakan suatu jaringan yang peka terhadap rangsangan. Jaringan-jaringan saraf ini akan membentuk dirinya menjadi suatu sistem yang disebut sistem saraf, dimana sistem saraf ini akan menjalankan suatu proses pengolahan informasi hingga akhirnya dapat menciptakan respon-respon yang spesifik pada organ-organ tertentu. Susunan saraf manusia merupakan sistem yang paling kompleks didalam tubuh manusia dan dibentuk oleh jaringan-jaringan yang tersusun lebih dari 100 juta sel saraf (neuron), dan ditunjang oleh sel glia dengan jumlah yang lebih besar. Setiap neuron rata-rata memilki sekurangnya seribu hubungan dengan neuron lain, dan membentuk sistem yang sangat kompleks untuk berkomunikasi. Suatu fungsi saraf merupakan seperangkat proses yang terkoordinasi dan bertujuan untuk menghasilkan sesuatu.1 Jaringan saraf tersebar di seluruh tubuh sebagai jaringan komunikasi yang terintegrasi. Secara anaotomis, susunan saraf dibagi dalam susunan saraf pusat (SSP), yang terdiri atas neuron dan akson yang terdapat pada otak dan medulla spinalis yaitu pusat pengintegrasi dan komunikasi tubuh; dan susunan saraf tepi (SST) yang terdiri atas neuron dan akson yang terletak di luar SSP, yaitu nervus kranialis dari otak, nervus spinalis dari medulla spinalis, dan ganglia terkait.1,2 Secara struktural, jaringan saraf terdiri atas dua jenis sel, yaitu sel saraf atau neuron, yang umumnya memiliki banyak cabang panjang dan terdapat pada SSP; dan beberapa sel glia atau neuroglia yang merupakan sel penyokong dengan cabang-cabang pendek yang mampu untuk menyangga dan melindungi neuron dan ikut serta dalam aktivitas saraf, nutrisi saraf, dan proses pertahanan susunan saraf pusat. Sel glia ini terdapat pada SSP dan SST

1. Sel-sel dengan ciri ini dapat dirangsang (excitable) atau irritable. dan sel satelit pada SST. sel ependim. oligodendroglia. akson dan dendrit (lihat gambar 2). ke otot. Macam-macam sel glia atau neuroglia ini diantaranya adalah astrosit. Kebanyakan neuron terdiri dari tiga bagian yaitu badan sel. mikroglia. Neuron bereaksi langsung terhadap rangsangan disertai modifikasi potensial listrik yang terbatas pada tempat penerima rangsang atau dapat tersebar ke seluruh neuron melalui membran plasma. Sel saraf atau neuron berfungsi untuk menerima. meneruskan. Penyebaran ini. sanggup menempuh jarak yang jauh. dan yang terakhir adalah pelepasan neurotransmitter dan molekul informasi lainnya. selain itu juga untuk memicu aktivitas sel tertentu.2 Gambar 1. dan memproses stimulus. atau impuls saraf. yang terdapat pada SSP serta sel schwann.(lihat gambar 1). dan kelenjar. 1 . Impuls meneruskan informasi ke neuron lain. Jenis-jenis Sel Glia Neuron berespons terhadap perubahan lingkungan (stimulus) dengan mengubah potensial listrik yang terdapat antara permukaan dalam dan luar dari membran. yang disebut potensial aksi.

1 . Badan Nissl sangat banyak ditemukan dalam sel saraf besar seperti neuron motorik. Sel Saraf http://jeffryzahra. Sel saraf binukleus terlihat dalam ganglia simpatis dan sensorik. Badan sel mengandung suatu retikulum endoplasma kasar yang berkembang sangat baik. Badan sel ini berfungsi untuk mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron. berupa kelompok-kelompok sisterna paralel.3 Kebanyakan sel saraf memiliki inti eukromatik (terpulas pucat) bulat dan sangat besar. Perikarion di kebanyakan sel saraf menerima sejumlah besar ujung saraf yang membawa stimulus eksitatorik atau inhibitorik yang datang dari sel saraf lain. Retikulum endoplasma kasar dan ribosom-ribosom yang bebas pada sitoplasma badan sel ini disebut juga dengan sebutan badan Nissl (lihat gambar 2). Di dalam sitoplasma di antara sisterna terdapat banyak poliribosom.1.Gambar 2. dengan anak inti yang nyata. Kromatin halus tersebar merata.blogspot. yang menggambarkan tingginya aktivitas sintesis dalam selsel ini. dan tidak mencakup cabang-cabang sel.com/ Badan sel yang juga disebut sebagai perikarion adalah bagian dari neuron yang mengandung inti dan sitoplasma di sekelilingnya. yang memberi kesan bahwa sel-sel ini menyintesis protein struktural dan protein transpor.

yaitu muara akson. dan neurofibril yang tersusun oleh neurofilamen dan mikrotubulus yang terlihat melalui mikroskop cahaya jika diberikan pewarnaan dengan perak. pada prokarion atau badan sel ini juga terdapat kompleks golgi.1 Akson pada saraf memiliki ukuran-ukuran tertentu dan tedapat selubung yang mengelilinginya. Membran plasma di akson disebut aksolemma sedangkan isinya disebut aksoplasma. terdapat celah-celah kecil dalam selubung mielin diantara sel Schwann yang disebut nodus Ranvier. ada sejumlah kecil yang tidak mempunyai akson sama sekali.1. Pada SST. mitokondria yang tersebar pada sitoplasma badan sel.com/2010_11_01_archive. semua akson dikelilingi oleh sel Schwann (neurilema) yang mampu membentuk selubung mielin yang kaya akan lipid dan neurokeratin (lihat gambar 3). Semua akson berasal dari daerah berbentuk piramida pendek.html .3 Akson merupakan suatu cabang tunggal yang dikhususkan untuk menciptakan atau menghantarkan impuls saraf ke sel-sel lain. Sedangkan pada SSP. mikrotubulus dan neurofilamen.Selain itu. Disepanjang akson yang bermielin.2 Gambar 3. dan sejumlah sisterna retikulum endoplasma halus. Sebuah akson merupakan cabang silindris dengan panjang dan diameter yang bervariasi. Kebanyakan sel saraf hanya memilki satu akson. Akson memiliki diameter yang tetap dan tidak bercabang banyak. yang umumnya muncul dari perikarion. retikulum endoplasma licin atau halus. Sitoplasma pada akson mengandung mitokondria. Tidak adanya poliribosom dan retikulum endoplasma kasar memperjelas ketergantungan akson pada perikarion untuk mempertahankan diri. Sel Schwann http://muthocta.blogspot. pembentukan dan mielinisasi selubung mielin dilakukan oleh oligodendroglia. sesuai jenis neuronnya.

dan neuron pseudounipolar.1 Berdasarkan ukuran dan bentuk cabangnya. yang memiliki lebih dari dua cabang. dengan satu cabang terjulur ke ujung perifer dan yang lain terjulur ke SSP. Kebanyakan sel saraf memiliki banyak dendrit. Berbeda dengan akson yang memiliki diameter yang tetap dari satu ujung ke ujung lainnya.wordpress. neuron bipolar. Pada neuron pseudounipolar. dendrit makin mengecil setiap kali bercabang. yakni satu cabang berupa akson dan cabangn lainnya berupa dendrit. stimulus yang di tangkap oleh dendrit diteruskan langsung ke akson terminal tanpa melalui perikarion.com/2010/04/11/pembagian-sel-neuron/ . yang sangat memperluas daerah penerimaan sel.Dendrit umumnya pendek dan bercabang-cabang mirip pohon yang merupakan perpanjangan dari sitoplasma sel saraf (lihat gambar 2). Gambar 4. Komposisi sitoplasma di basis dendrit dekat dengan badan neuron. kebanyakan neuron dapat digolongkan kedalam salah satu dari kategori berikut (lihat gambar 4) : neuron multipolar. yang memiliki satu cabang dekat perikarion dan terbagi menjadi dua cabang. Dendrit menerima banyak sinaps dan merupakan tempat penerimaan sinyal dan pemrosesan utama di neuron. Klasifikasi Jenis Neuron http://systembiosaraf. dengan satu dendrit dan satu akson. mirip dengan komposisi sitoplasma perikarion namun tidak mengandung kompleks Golgi. Percabangan dendrit memungkinkan sebuah neuron untuk menerima dan mengintegrsikan sejumlah besar akson terminal dari sel saraf lain. Cabang tersebut kemudian membentuk huruf T.

Neuron bipolar ditemukan di ganglia koklear dan vestibular. Oligodendrosit memiliki inti dan badan sel lonjong yang lebih kecil dengan sedikit prosesus halus dan pendek yang tidak banyak bercabang. Astrosit merupakan sel berbentuk bintang dengan banyak cabang. Sel ini memiliki fungsi untuk membentuk selubung mielin yang merupakan insulator listrik neuron di susunan saraf pusat. Fungsinya yang mampu untuk membentuk selubung mielin pada akson serupa dengan fungsi sel schwann pada SST. Neuron pseeudounipolar ditemukan di ganglia spinal (ganglia sensorik dalam kornu dorsalis saraf spinal). Sel glia atau neuroglia jumlahnya 10 kali lebih banyak dari pada jumlah neuron di otak mamalia. dan membentuk jaringan fungsional yang kompleks.1 Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa selain terdapat sel saraf atau neuron pada jaringan saraf. yang terdiri atas protein asam glia berfibril yang memperkuat strukturnya. Neuron mototrik (eferen) mengatur atau mengendalikan organ efektor seperti serabut otot dan kelenjar eksokrin dan endokrin. Neuron dapat juga diklasifikasikan berdasarkan peran fungsionalnya. Sedangkan pada susunan saraf tepi. serta di retina dan mukosa olfaktorius. Sel-sel ini memiliki cabang-cabang yang membungkus akson. Astrosit mengikat neuron pada kapiler dan piamater. sel lain yang ikut menyusun jaringan ini adalah sel glia atau yang juga dikenal dengan sebutan neuorglia dengan tugasnya sebagai penyokong dari sel-sel saraf dalam susunan saraf baik SSP maupun SST. Oligodendroglia atau Oligodendrosit (lihat gambar 5). Disusunan saraf pusat. badanbadan sel terdapat di ganglia dan di beberapa daerah sensorik misalnya di mukosa olfaktorius.1. Astrosit dengan sedikit cabang panjang disebut sebagai astrosit fibrosa dan terdapat di substansia alba dari otak dan medulla spinalis. badan sel sarafnya hanya terdapat dalam substansia grisea. sedangkan jenis lain dari astrosit adalah astrosit protoplasma. Sel-sel ini mengelilingi badan sel dan cabang-cabang akson serta dendritnya yang terdapat di celah antar neuron. dan menghasilkan selubung mielin. Sel-sel ini memiliki berkas-berkas filamen intermediet. Neuron pseudounipolar juga ditemukan di kebanyakan ganglia kranialis. Neuron sensorik (aferen) terlibat dalam penerimaan stimulus sensoris dari lingkungan dan dari dalam tubuh.Kebanyakan neuron di tubuh adalah multipolar.2 Astrosit (lihat gambar 5). Sel-sel glia tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. Interneuron mengadakan hubungan antar neuron. dengan banyak tonjolan bercabang pendek ditemukan di .

Satu sel schwann membentuk mielin di salah satu akson. menjadi fagositik.2 Gambar 5.edu/neurHistAtls/pages/glia1.html Sel schwann memiliki fungsi yang sama dengan oligodendrosit namun terletak disekitar akson di susuan saraf tepi.3 Mikroglia adalah sel kecil memanjang dengan cabang-cabang pendek yang tak teratur (lihat gambar 5). mikroglia akan bermigrasi ke tempat terkait. berproliferasi.1 Susunan saraf pusat terdiri atas serebrum. SSP hampir tidak memiliki jaringan ikat sehingga konsistensi organ ini mirip gel yang relatif . berbeda dengan oligodendrosit yang dapat bercabang dan meliputi lebih dari satu neuron serta cabangnya. atau yang menghambat masuknya makromolekul tertentu pada plasma darah untuk masuk ke jaringan otak. serebelum. Sel ini merupakan salah satu sel yang bersifat fagosit.cvm. Keberadaan kaki vaskular ini dipercaya berkontribusi terhadap sawar atau barrier darah-otak. dan medula spinalis. dan menghilangkan jaringan mati atau sel asing dari SSP.umn. Bila jaringan saraf cidera atau rusak.1. sel-sel Glia http://vanat. Dan yang terkahir adalah sel ependim yang merupakan sel epitel silindris rendah yang melapisi ventrikel otak dan kanalis sentralis di medula spinalis.substansia grisea. Sebagaian cabang astrosit melekat pada dinding kapiler darah melalui kaki pedikel atau “kaki vaskular” yang juga dikenal dengan kaki perivaskular.1.

Sel-sel purkinje memiliki badan sel yang mencolok. terdapat suatu lubang yang disebut sebagai kanalis sentralis. Pada garis horizontal huruf H ini. Penyebaran mielin di SSP menyebabkan perbedaan hal berikut yaitu unsur utama dari substansia putih adalah akson yang bermielin dan oligodendrosit penghasil mielin serta tidak mengandung badan sel. Substansia grissea terutama terdapat dipermukaan serebrum dan serebellum yang membentuk korteks serebri dan serebeli. bagian substansia grissea pada SSP juga terdiri dari korteks serebeli yang memiliki 3 lapisan sel yaitu lapisan molekular. serta substansia kelabu yaitu substansia grissea. . sedangkan letak subtansia alba lebih ke pusat. lapisan sel-sel piramid. substansia alba terletak di pinggir dan substansia grissea teletak di bagian tengah yang menyerupai huruf H (lihat gambar 6). yang menerima serabut sensorik dari neuron-neuron di ganglia spinalis radiks dorsal. lapisan granular dalam. inti sel Purkinje jarang ditemui. lapisan piramid/ganglioner. Lapisan granular dibentuk neuron yang sangat kecil yang merupakan yang terkecil pada tubuh manusia. lapisan granular luar. Pada korteks serebri. Pada potongan melintang medulla spinalis. yang saling berhimpitan. substansia grissea memiliki 6 lapisan sel dengan beraneka bentuk dan ukuran. SSP yang terdiri dari serebrum. dendrit. Sel-sel pada korteks serebri berhubungan dengan integrasi informasi sensorik dan inisiasi respon motorik volunter. dengan dendritnya yang berkembang dengan baik menyerupai kipas serta menempati sebagian besar lapisan molekular dan karenanya. Sel ependim melapisi kanalis ini (lihat gambar 7). berbeda dengan sel yang tidak begitu padat.lunak. dan lapisan selsel multiform atau polimorf. Lapisan-lapisan tersebut diantaranya adalah lapisan molekular. Substansia grissea juga membentuk kornu posterior (bagian lengan dari huruf H). bagian awal akson tak bermielin. serebelum dan medulla spinalis ini memiliki daerah putih yaitu substansia alba. Kornu ini mengandung neuron motorik dengan akson yang berbentuk radiks ventral saraf spinal. Substansia grissea mengandung badan sel neuron. lapisan tengah yang terdiri dari sel Purkinje berukuran besar. Selain terdapat koteks serebri. dan lapisan granular dalam. dan sel glia. Tungkai substansia grissea dari huruf H ini membentuk kornu anterior.

Gambar 7. Di dalam selubung perinerium. Setiap berkas dikelilingi oleh perinerium. Sebagian berhubungan dengan saraf kranial (ganglion kranialis). Disamping pembahasan seputar jaringan saraf yang terdapat pada manusia. terdapat akson-akson berselubung sel Schwann dan jaringan ikat pembungkusnya yaitu endonerium. Saraf memiliki selubung fibrosa luar yang terdiri dari jaringan ikat padat yang disebut epinerium. yaitu selapis jaringan yang tersusun dari lapisan sel-sel gepeng mirip epitel. Ganglion sensorik menerima impuls aferen yang menuju SSP. yang juga mengisi rongga-rongga di antara berkas-berkas serabut saraf. Ada dua jenis ganglia sensorik. Medulla Spinalis Komponen utama dari sistem saraf tepi adalah saraf ganglia. Arah impuls saraf menentukan apakah suatu ganglion menjadi ganglion sensorik atau otonom. Sel Ependim Gambar 6. Ganglia adalah suatu struktur lonjong yang mengandung badan sel neuron dan sel glia yang ditunjang oleh jaringan ikat. Serabut saraf disusun oleh akson yang dibungkus selubung khusus yang berasal dari sel ektodermal. yang tidak kalah pentingnya untuk di bahas adalah mengenai ganglia. dan ujung saraf. yang lain berhubungan dengan radiks dorsal dari saraf spinal dan disebut ganglion spinalis yang . Endonerium terdiri atas selapis tipis serat retikulin yang di hasilkan oleh sel Schwann. Sel-sel disetiap lapisan perinerium saling berhubungan melalui taut kedap. sehingga perinerium menjadi sawar terhadap lewatnya sebagian besar makromolekul dan berperan penting untuk melindungi serabut saraf dari agresi. suatu saraf masuk dan saraf lainnya keluar pada setiap ganglion. Disusunan saraf tepi. serabut-serabut saraf berkelompok sebagai berkas untuk membentuk saraf. Karena ganglia bekerja sebagai stasiun relay untuk menghantarkan impuls saraf.

Ganglion otonom umumnya memiliki neuron multipolar. serta ganglion yang terkait. Selapis sel satelit seringkali membungkus neuron ganglia otonom. dan piamater dan ketiga lapisan ini akan berlanjut bersama-sama hingga ke medulla spinalis.5 Dalam sistem saraf pusat ini terjadi berbagai proses analisis informasi yang masuk serta proses sintesis dan mengintegrasikannya. Sel-sel ini berperan penting sebagai penyokong struktural dan metabolik untuk neuron yang dikelilinginya. Dikelilingi oleh tiga meningen yaitu duramater. Pada dasarnya proses tersebut bertujuan untuk mengendalikan berbagai sistem organ yang lain sehingga terbentuk keluaran berupa perilaku makhluk hidup.2 Struktur Anatomi Susunan Saraf Pusat ( SSP ) Sistem saraf merupakan salah satu sistem dalam tubuh yang dapat berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi antar sel maupun organ dan dapat berfungsi sebagai pengendali berbagai sistem organ lainnya serta dapat pula memproduksi hormon. otak di bagi menjadi 3 bagian. dan selanjutnya dilindungi oleh tulang-tulang cranium serta columnna vertebralis.1.4 Pada dasarnya sususan saraf terdiri dari sel-sel saraf dengan spesialisasi yang berfungsi untuk menerima stimulus sensorik dan mentransmisikan stimulus ini ke organ-organ efektor. susunan saraf pusat yang terdiri dari otak dan medulla spinalis. Otak terletak dalam cavum cranii serta bersambung dengan medulla spinalis melalui foramen magnum. Ganglion otonom tampak sebagai pelebaran bulat pada saraf otonom. arachnoidmater. baik muskuler atau glanduler. dan susunan saraf tepi yang terdiri dari saraf kranila dan spinal. Sel satelit mengelilingi neuron pada ganglion yang berbeda.memiliki badan sel neuron yang besar dengan badan Nissl halus yang dikelilingi banyak sel glia kecil yang disebut sel satelit. Susunan saraf dibagi menjadi dua yaitu. Apabila diurutkan mulai dari diatsa . tidak mengherankan jika mereka terlindungi dengan baik. ganglia otonom memiliki perikarion neuron dengan badan Nissl halus.4 Otak dan medulla spinalis pada susunan saraf pusat merupakan pusat-pusat utama dimana disini terjadi hubungan dan integrasi dari informasi saraf. karena itu. Seperti halnya dengan ganglia kraniospinalis. Baik otak dan medulla spinalis terendam dalam cairan serebrospinal. Secara konvensional.

com/sutherland. commisura magna. Rhombensefalon terbagi menjadi metensefalon atau pons dan serebellum serta menjadi mielensefalon atau medulla oblongata.htm . corpus callosum menghubungkan antara kedua hemisferium secara menyilang sehingga keduanya saling berhubungan. dan telensefalon yang membentuk hemispherium cerebri. Selain itu.6 Cerebrum merupakan bagian terbesar dari otak dan terletak dalam fossa cranialis media dan anterior serta menempati seluruh bagian cekung cranium. hemisferium cerebri juga dipisahkan dengan cerebellum oleh tentorium cerebelli (lihat gambar 8). Bagian prosensefalon jga akan terbagi menjadi telensefalon yang menjadi serebrum dan diensefalon.5 Cerebrum3. mesensefalon atau otak tengah. Pada kedalaman fissura.osteodoc. Gambar 8. Dapat di bagi dalam dua bagian yaitu diensefalon yang merupakan inti sentral. Hemispherium cerebri dipisahkan oleh suatu celah sagital yang dalam pada di bagian garis tengah yang disebut dengan fissura longitudinalis cerebri. dan prosensefalon atau otak belakang.medulla spinalis adalah rhombensefalon atau otak belakang. Fissura ini mengandung lipatan duramater yang berbentuk bulan sabit yang disebut falx cerebri dan pembuluh darah cerebralis anterior. Ketiga bagian otak ini akan dibagi lagi menjadi bagiannya masing-masing. Falx Cerebri dan Tentorium Cerebri http://www.5.

Pada dasar sulcus lateralis yang dalam terdapat suatu cortex yang disebut . Sulcus centralis merupakan salah satunya. Ada beberapa sulci utama yang membagi hemispherium cerebri menjadi beberapa lobus seperti yang dijelaskan sebelumnya. yang dipisahkan oleh sulci atau fissura. Sulcus ini merupakan sulcus yang sangat penting karena gyrus yang terletak di bagian anteriornya mengandung sel-sel motorik yang memulai gerakan-gerakan sisi tubuh yang berlawanan. di bagian posterior sulcus ini terdapat cortex sensorik dari tubuh yang berlawanan. permukaan setiap hemispherium cerebri terbagi menjadi lipatan-lipatan atau gyri.Dalam usaha umtuk memperluas permukaan coetex cerebri secara maksimal. temporalis. Gambar 9. parietalis. Sulcus centralis dan sulcus parieto-occipitalis serta sulcus lateralis dan sulcus calcarina merupakan batas-batas yang digunakan untuk membagi hemispherium cerebri menjadi lobus frontalis.com/Medical/Anatom/406. dan beralanjut sebagai ramus posterior. dan occipitalis (lihat gambar 9).html Sulcus lateralis merupakan suatu celah yang dalam terutama ditemukan pada permukaan inferior dan lateral dari hemispherium cerebri. Sulcus ini terbagi menjadi tiga rami. yaitu ramus horizontalis anterior dan ramus asenden anterior. Untuk memudahkan pengurainnya tipa-tiap hemispherium di bagi menjadi beberapa lobus dengan penamaan yang disesuaikan dengan tualang cranium yang melindunginya. Anatomi otak http://meduniver.

Hemispherium cerebri terdiri dari beberapa lobus. Area ini merupakan staisun terakhir untuk mengkonversi masukan sensoris menjadi pelaksanaan gerakan. Daerah ini memiliki fungsi untuk menyimpan program-program aktivitas motorik yang dirakit sebagai pengalaman masa lalu. terutama terlibat dalam pengendalian gerakan-gerakan postural kasar melalui hubungannya dengan ganglia basalis. . Sulcus precentralis berjalan secara paralel dengan sulcus centralis dan gyrus precentralis terdapat diantaranya. Karena itu daerah ini memprogram aktivitas daerah motorik. Di bagian inferior dari sulcus frontalis inferior terdapat gyrus frontalis inferior. Fungsi daerah ini adalah untuk melakukan gerakan-gerakan individual pada bagian tubuh yang berbeda. Lobus-lobus tersebut adalah sebagai berikut. Daerah anterior diketahui sebagai daerah premotorik atau yang juga dikenal dengan istilah korteks premotorik atau Area Brodmann 6 (lihat gambar 9). Gyrus frontalis superior terletak di superior dari sulcus frontalis superior.insula dan sulit bahkan tidak dapat terlihat dari permukaan kecuali bibir dari sulcus dipisahkan. Diantara kedua sulcus frontalis superior dan sulcus frontalis inferior terdapat sebuah gyrus yaitu gyrus frontalis media. Sulcus calcarina ditemukan pada permukaan medialis hemispherium. Daerah posterior disebut sebagai daerah motorik atau daerah motorik primer atau yang juga dikenal dengan daerah korteks motorik primer atau Area Brodmann 4 (lihat gambar 10). Melintas kebawah dan ke anterior pada permukaan medialis untuk bertemu dengan sulcus calcarina. Lobus Frontalis (lihat gambar 9). Pada daerah precentralis lobus ini dapat dibagi menjadi daerah posterior dan anterior. Mulai dibawah ujung posterior corpus callosum dan melengkung keatas dan kebelakang untuk berhenti saat mencapai polus occipitalis. Permukaan superolateral lobus frontalis terbagi oleh tiga sulci menjadi 4 gyri. pars triangularis dan pars opercularis. Lobus frontalis menempati area anterior dari sulcus centralis dan superior dari sulcus lateralis. Membentang di anterior sulcus precentralis adalah sulcus frontalis superior dan sulcus frontalis inferior. Sulcus Parietooccipitalis dimulai pada tepi medial superior dari hemispherium cerebri di bagian anterior dari polus occipitalis. Ramus asenden anterior pada sulcus lateralis membagi gyrus ini menjadi pars orbitalis.

Pada sebagian besar individu daerah ini penting pada bagian kiri atau pada hemispherium dominan dan ablasinya akan menimbulkan paralisis bicara atau yang dikenal pula dengan afasia ekspresif.Gambar 10. Area Brodmann Dibagian anterior dari area premotorik ini terdapat Area Brodmann 8 yang meruapakan area mata frontal (frontal eye field) yang membentang dari fasialis gyrus precentralis ke gyrus frontalis medialis. Stimulasi listrik pada daerah ini menyebabkan terjadinya gerakan-gerakan konjungta mata. Selain itu pada gyrus frontalis inferior lebih tepatnya lagi pada pars triangularis dan opercularis terdapat suatu area yang disebut dengan Area Bicara Broca atau Area Brodmann 44 dan 45 (lihat gambar 10) yang berfungsi sebagai pusat motorik untuk berbicara. terutama ke arah sisi yang berlawanan. . daerah sisi kanan merupakan daerah yang penting. Sedangkan pada individu-individu yang hemispherium kanannya dominan. Ablasi daerah ini pada hemispherium non-dominan tidak akan mempunyai efek terhadap bicara. Daerah bicara broca ini menyebabkan pembentukan kata melalui hubungannya dengan daerah motorik primer berdekatan.

dan inferior. . Lobus occipitalis menempati area kecil di belakang sulcus parietooccipitalis. Sulcus temporalis superior dan sulcus temporalis inferior membagi lobus ini menjadi gyrus temporalis superior. membentang ke posterior sejauh sulcus parietooccipitalis. Permukaan lateral dari lobus parietooccipitalis terbagi oleh dua sulci menjadi 3 gyri.Cortex prefrontalis merupakan suatu daerah ekstensif yang terdapat di bagian anterior dari daerah precentralis. Berjalan ke posterior dari pertengahan sulcus postcentralis adalah sulcus intraparietalis. Sebagai akibat masukan sumber kortikal yang banyak. Termasuk bagian besar dari gyri frontalis superior. Pada permukaan atas lobus temporal yang mengahadap ke sulcus lateral terdapat gyrus transversa Heschl yang meluas ke medial ke arah lobus sentral atau lobus insula. dan propriosepsi dari tubuh. Area ini dikenal juga dengan area Brodmann 5 dan 7. Di duga fungsi utamanya adalah menerima dan mengintegrasi modalitas-modalitas sensorik yang berbeda. Di superior dari sulcus intraparietalis ini terdapat lobulus parietalis superior dan di inferior terdapat lobulus parietalis inferior yang lebih lanjut dibagi menjadi gyrus supramarginalis dan gyrus angularis. media. Lobus ini menduduki area inferior dari sulcus lateralis. Daerah ini berkaitan dengan penyusunan kepribadian individu. 1. area ini memainkan peranan penting sebagai pengatur kedalam perasaan seseorang. dan inferior. dan 2 (lihat gambar 10). Pada permukaan medialis dan inferior lobus-lobus hemispherium cerebri tidak berbatas dengan jelas. Sulcus postcentralis berjalan sejajar dengan sulcus centralis dan gyrus postcentralis terletak di antaranya. Area ini disebut juga dengan area Brodmann 3. Lobus ini menduduki area posterior dari sulcus centralis dan superior dari sulcus lateralis. Walaupun demikian. Disini neuron menerima informasi sensorik umum yang berkaitan dengan nyeri. tekanan. sentuhan. Permukaan lateral lobus temporalis ini dibagi menjadi tiga gyri oleh dua sulci. medialis. Daerah asosiasi somestetik atau daerah asosiasi sensori primer menempati lobulus parietalis superior membentang ke permukaan medial hemispherium cerebri. suhu. Pada lobus ini terdapat area somesthetik primer atau area somatosensorik primer menduduki gyrus postcentralis pada permukaan lateral hemispherium dan bagian posterior lobulus paracentralis pada permukaan media. Lobus temporalis (lihat gambar 9). terdapat daerah-daerah penting yang harus dikenali. Lobus Parietalis (lihat gambar 9).

membentuk suatu gambaran mencolok pada permukaan medial hemispherium cerebri ini. . Cuneus merupakan suatu daerah segitiga cortex yang pada bagian atas dibatasi oleh sulcus parietooccipitalis dan pada bagian inferior oleh sulcus calcarina dan di bagian posterior oleh tepi medialis superior. Gyrus cinguli dimulai di bawah ujung anterior corpus callosum hingga mencapai posterior. Bagian anterior dari lobulus ini merupakan kelanjutan dari gyrus precentralis pada permukaan lateral superior. Hemisferium Cerebri tampak Medial Lobulus Paracentralis adalah cortex cerebralis yang mengelilingi tanda yang ditimbulkan oleh sulcus centralis pada batas superior. dan bagian posterior lobulus merupakan kelanjutan gyrus postcentralis. Gambar 11.Corpus callosum (lihat gambar 11). Gyrus cinguli dipisahkan dari gyrus frontalis superior oleh sulcus cinguli. merupakan commisura terbesar otak. Precuneus merupakan daerah cortex yang di bagian anterior di batasi oleh ujung posterior dari sulcus cinguli yang berbalik ke atas dan posterior oleh sulcus parietooccipitalis. Gyrus dipisahkan dari corpus callosum oleh sulcus callosum.

Selain itu juga terdapat daerah atau area auditorik sekunder (area asosiasi auditorik) letaknya di posterior area auditorik primer dalam sulcus lateralis serta pada gyrus temporalis superior dan diberi label sebagai area Brodmann 22 yang diduga berperan dalam mengintepretasikan suara. terutama pada gyrus temporalis superior. Lesi pada daerah Wernick pada hemisfer yang dominan mengakibatkan kehilangan kemampuan untuk mengerti kata lisan maupun yang tertulis disebut afasia reseptif. Daerah ini dihubungkan dengan area bicara Broca oleh suatu fasiculus yang disebut fasiculus arcuatus. Di bagian medialis dibatasi oleh sulci collateralis dan rhinalis dan dilateral oleh sulcus occipitotemporalis. Daerah ini menerima serabut-serabut dari cortex visual pada lobus occipitalis dan cortex auditorik pada gyrus temporalis superior. Gyrus occipitotemporalis lateral terletak di lateral sulcus dan berlanjut dengan gyrus temporalis inferior. Selain kedua derah tersebut. dengan perluasan disekeliling ujung posterior sulcus lateralis kedalam daerah posterior. Area ini terletak pada gyrus transversa Hescl. . Pada lobus temporalis terdapat daerah auditorik primer yang diberi label sebagai area Brodmann 41 dan 42 (lihat gambar 10). Di anterior dari gyrus lingualis terdapat gyrus parahipocampalis. di antara sulcus collateralis dan sulcus calcarina terdapat gyrus lingualis. Area ini menerima impuls saraf yang berkaitan dengan pendengaran. Gyrus occipitotemporalis medialis membentang dari kutub occipitalis ke kutub temporalis.Sulcus collateralis terdapat pada permukaan inferior dari hemispherium cerebri. Berjalan ke anterior di bawah sulcus calcarina. pada lobus ini juga terdapat daerah lain yang dikenal dengan daerah bicara sensorik Wernicke (lihat gambar 10) yang tepatnya berlokasi pada hemispherium dominan kiri. Pada permukaan inferior dari lobus frontalis. mengerti kalimat. yang berakhir di depan sebagai uncus yang bentuknya mirip dengan kait. dan menyatakan dengan suara yang kuat. Daerah ini memungkinkan pengertian terhadap bahasa tulisan dan lisan serta memungkinkan seseorang untuk membaca. Apabila bersamaan dengan daerah Broca mengalami kerusakan maka disebut sebagai afasia global sehingga seseorang kehilangan kemampuan bicara dan pengertian terhadap kata lisan maupun tulisan. Dimedial sulcus olfactorius terdapat gyrus rectus dan di bagian lateral terdapat gyrus orbitalis. bulbus dan tractus olfactorius menempati suatu sulkus yang disebut sulcus olfactorius.

. Area ini diberi label area Brodmann 43. dan sisanya cornu anterior. dan temporalis. Ventrikulus lateralis berhubungan dengan rongga ventrikulus tertius melalui foramen interventrikularis. massa substansia grissea yaitu nuclei basalis. Fungsi daerah visual sekunder adalah mengaitkan informasi visual yang diterima oleh daerah visual primer dengan pengalaman masa lalu. occipitalis. tepatnya pada lobus pririforms dekat dengan uncus bagian dari gyrus parahipicampalis yang merupakan bagian dari lobus limbicus. Kemungkinan terletak pada ujung bawah gyrus postcentralis pada dinding superior sulcus lateralis atau daerah insula yang berdekatan. Daerah olfaktori merupakan suatu daerah yang diberi label Brodmann 34 dan 28 (lihat gambar 11). Masing-masing hemispherium cerebri memiliki satu ventrikel lateralis. dan inferior yang masing-masing meluas kedalam lobus frontalis. sehingga memungkinkan individu mengenal dan mengapresiasi apa yang terlihat.Daerah visual primer (lihat gambar 10) yang diberi label Brodmann 17 terletak pada dinding bagian posterior dari sulcus calcarina dan kadang-kadang membentang dari kutub occipitalis permukaan lateral hemispherium. Ventikel lateral dapat dibagi menjadi suatu corpus yang menempati lobus parietalis. posterior. Hal inilah yang menyebabkan adanya hubungan yang mempengaruhi rangsang bau yang diterima oleh resepor nervus olfaktorius dapat mempengaruhi emosi seseorang. Setiap ventrikel lateralis secara kasar merupakan rongga berbentuk huruf C dilapisi sel ependim dan terisi oleh cairan cerebrospinalis. Daerah ini terletak pada bagian medial hemispherium. dan serabut saraf. Daerah visual sekunder atau yang juga disebut sebagai area assosiasi visual diberi label Brodmann 18 dan 19 mengelilingi daerah visula primer pada permukaan medial dan lateral hemispherium. Daerah pengecap atau area gustatorik (lihat gambar 10) belum ditegakkan secara pasti pada manusia. Daerah vestibular diduga terletak dekat bagian dari gyrus postcentralis yang berkaitan dengan sensasi pada muka. Terletak di bagian interior hemispherium cerebri adalah ventrikel lateralis.

. Corpus striatum terletak lateral thalamus dan hampir tebagi secara lengkap oleh suatu pita serabut saraf yaitu capsula interna menjadi nucleus caudatus dan nucleus lentiformis (lihat gambar 13). Nucleus lentiformis ini terdiri dari putamen dibagian lateral dan globus pallidus dibagian medial.Gambar 12. Nucleus lentiformis merupakan massa substansia grissea berbentuk baji yang di bagian medial berhubungan dengan capsula interna sehingga memisahkannya dengan nucleus caudatus. nucleus ammigdalae. Mereka adalah corpus striatum. Di lateral nucleus lentiformis terdapat capsula externa yang memisahkannya dengan calustrum yang merupakan suatu lembaran tipis massa substansia grissea. Bagian lain yang merupakan bagian dari substansia grissea dari hemispherium cerebri adalah nucleus amigdalae yang mempunyai peranan dalam sistem limbik. yang memisahkannya dengan nucleus lentiformis. Nucleus caudatus merupakan suatu massa substansia grissea yang berhubungan dengan ventrikulus lateralis dan bagian lateralnya berhubungan dengan capsula interna. Ventrikel Lateral Istilah nuclei basalis digunakan untuk sekumpulan massa substansia grissea yang berada dalam setiap hemispherium cerebri. dan claustrum.

Serabut assosiasi yang menghubungkan berbagai daerahdaerah dalam satu hemispherium yang sama. Dan yang terakhir adalah serabut proyeksi yang merupakan serabut-serabut saraf yang berjalan dari cauda ke korteks cerebri (lihat gambar 14). Otak potongan Coronal . Serabut saraf dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu serabut-serabut commisura yang menghubungkan daerah-daerah kedua hemispherium yang bersesuaian. Gambar 14. Otak potongan Horizontal Substansia alba pada hemispherium cerebri terdiri dari serabut saraf yang bermielin dari berbagai diameter yang disokong oleh neuroglia.Gambar 13.

analitis. diantara kedua hemisfer terjadi pertukaran informasi yang luas. hemisfer kanan memandang dunia secara holistis. sekuensial. Daerah korteks terdistribusi secara merata pada kedua hemisferium manusia baik berupa korteks motorik maupun sensorik. sehingga mereka saling melengkapi. Selain itu setiap hemisfer sedikit banyak spesialisasi dalam jenis aktivitas mental yang terbaik dapat dilakukan. yang hanya dijumpai pada satu sisi. Sisi kiri biasanya juga merupakan hemisfer dominan untuk kontrol motorik halus. Diduga bahwa kedua hemisferium neonatus mempunyai kemampuan ekuipotensial. sementara pada kasus orang dewasa hal ini hampir tidak mungkin. kemampuan artistik dan musik. Dalam keadaan normal. dan hanya setelah sepuluh tahun pertama dominasi ini menetap. Hal itu menerangkan mengapa seorang anak dengan kerusakan hemisfer dominan dapat dengan mudah beralih menjadi bertangan kiri dan berbicara dengan baik. sebagian besar orang bersifat kanan. dan verbal misalnya matematika. Para ahli memperlihatkan bahwa daerah pembicaraan pada korteks orang dewasa lebih besar dikiri daripada di kanan. . biasanya dikiri. Hemisfer serebrum kiri unggul dalam melaksanakan tugas logis.7 Ukuran hemisfer cerebri adalah gambaran otak manusia yang signifikan. tetapi pada banayak orang keterampilan yang berkaitan dengan salah satu hemisfer tampaknya berkembang lebih kuat. sedangkan dominansi hemisfer kanan dikaitkan dengan “pencipta”. kecuali daerah bahasa.Spesialisasi Hemisfer6. Lebih dari 90 persen dari populasi orang dewasa bertangan kanan dan karena itu mempunyai hemisferium kiri yang dominan. Selama masa anak-anak. Sekitar 96 persen dari populasi dewasa mempunyai hemisferium bicara pada bagian kiri. satu hemisferium secara berangsur-angsur mendominasi yang lain. Dominansi hemisfer serebrum kiri cenderung di kaitkan dengan “pemikir”. Dengan demikian. Sebaliknya hemisfer serebrum kanan unggul dalam keterampilan non-bahasa terutama persepsi spasial. karena sisi kiri otak mengatur sisi kanan tubuh. Sementara hemisfer kiri cenderung mengolah informasi dalam cara fragmenter. pembentukan bahasa dan filsafat.

serta glandula pinealis. Permukaan medial thalamus membentuk bagian superior dinding lateral dari ventrikulus tertius dan biasanya dihubungkan dengan thalamus yang berlawanan oelh suatu pita substansia grissea. hubungan ini disebut juga dengan adhesio interthalamica. Subthalamus terletak di inferior dari thalamus dan diantara kumpulan-kumpulan sel-sel saraf yang ditemukan didalamnya adalah ujung-ujung kranial nuclei rubrum dan susbtansia nigra. Membentang ke arah posterior ke titik dimana ventrikel berlanjut dengan aquaductus cerebri atau yang juga dikenal dengan istilah aquaductus mesencephali dan kebagian anterior sejauh foramina interventricularis. Tahalamus terdapat pada setiap sisi dari ventrikulus tertius. subthalamus. Hypothalamus merupakan bagian diencephalaon yang memiliki fungsi untuk mengendalikan dan mengintegrasikan fungsi susunan saraf otonom dan susuan endokrin serta . Karena itu diencephalon merupakan garis tengah dengan paruhan kiri dan kanan yang simetris. Nucleus dari subthalamus ini memiliki hubungan dengan corpus striatum sehingga melibatkan struktur ini dalam pengendalian aktivitas otot. dan bagian medial dan lateral. lamina medullare interna ini membagi diri sehingg membentuk huruf Y.Diencephalon5 Diencephalon merupakan bagian penyusun dari otak depan selain cerebrum. Karena itu thalamus dibagi menjadi tiga bagian menjadi bagian anterior. Merupakan suatu daerah dengan kepentingan fungsional yang besar dan bertindak sebagai suatu stasiun sel ke seluruh susunan sensorik utama. Pada glandula pinealis ditemukan melatonin dan serotonin dalam konsentrasi tinggi. Thalamus merupakan massa oval substansia grissea yang membentuk bagian utama diencephalon. Epithalamus terdiri dari nuclei habenularis dan hubungannya. Permukaan lateral thalamus dipisahkan dai nucleus lentiformis oleh pita substansia alba yang disebut capsula interna. Kearah anteroposterior. dan hypothalamus. Diencephalon dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu thalamus. epithalamus. Substansia grissea thalamus dibagi oleh lembaran tipis substansia alba yang disebut lamina medullaris interna menjadi paruhan medial dan lateral. Diencephalon terdiri dari ventrikulus ketiga atau ventrikulus tertius dan struktur-struktur yang menjadi batas-batasnya.

Mesencephalon3. pons. Otak tengah. dan medulla oblongata disebut sebagai batang otak. Gambar 15. nafsu makan dan minum. Batang Otak tampak Posterior . Terlibat dalam aktivitas seperti pengaturan suhu tubuh. Bagian ini memiliki empat tonjolan bulat yang disebut colliculi yang menyusun langit-langit otak tengah.memainkan peranan penting dalam mempertahankan homeostatis tubuh. Sepasang colliculus superior berkaitan dengan refleks visual sedangkan sepasang colliculus inferior berkaitan dengan refleks auditorik. Pada bagian posterior dari mesencephalon ini terdapat dua pasang nukleus besar yang disebut dengan corpora quadrigemina (lihat gambar 15).5 Mesencephalon merupakan bagian otak pendek dan terkontriksi yang menghubungkan pons dan cerebellum dengan cerebrum dan berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat refleks. cairan tubuh. Otak tengah dilintasi oleh suatu saluran yang disebut aquaductus cerebri atau yang juga dikenal dengan sebutan aquaductus mesencephali yang terisi oleh cairan cerebrospinal dan menghubungkan ventrikel keempat. perilaku seksual dan emosi.

. Pons3. dan sebagian saraf kranial V berada dalam otak tengah. Sedangkan brachium inferior menghubungkan colliculus inferior dengan corpus geniculatum medial. Nervus ini merupakan satu-satunya nervus kranial yang berasal dari posterior mesencephalon. Pada bagian ini juga terdapat substansia grissea yang berisi neuron berpigmen yang penting dalam fungsi motorik yang disebut juga dengan substansia nigra. Di garis tengah terdapat sulcus dangkal yaitu sulcus basilaris yang ditempati oleh arteri basilaris. Bagian lain yang ada pada mesencephalon adalah dua berkas serabut silindris yang terbentuk dari traktus asenden dan desenden untuk membentuk bagian dasar otak tengah yaitu pedunculus cerebri. Nucleus saraf kranial V. brachium superior dan inferior naik dalam suatu arah anterolateral. Dalam sulcus antara pons dan medulla oblongata dari medial ke lateral timbul saraf abducens. Pusat respiratorik terletak dalam pons dan mengatur frekuensi dan kedalaman pernapasan. Pada aspek lateral otak tengah. Setiap saraf terdiri dari bagian medial yang kecil radiks motorik dan bagian lateral yang lebih besar radiks sensorik. Nucleus dari saraf kranial III. dan VII terletak dalam Pons yang juga menerima informasi saraf kranial VIII. IV. fasialis dan vestibulocochlearis.5 Pons terletak di anterior cerebellum serta menghubungkan medulla oblongata dengan otak tengah. VI. Dari fossa interpeduncularis inilah keluar nervus kranial ketiga yaitu nervus oculomorius. Brachium superior melintas dari colliculus superior ke corpus geniculatum lateral dan tractus opticus. Serta bagian lain yang ada pada otak tengah yaitu nukleus merah atau disebut juga dengan nucleus ruber yang terdiri dari massa neuron merah muda membentuk ovale dan berperan dalam tonus otot dan dan postur. Pada aspek anterior dari otak tengah terdapat suatu cekungan yang dalam pada garis tengah yang disebut dengan fossa interpeduncularis dan merupakan celah diantara kedua pedunculus cerebri. Pada setiap sisi permukaan anterolateral pons timbul nervus kranial kelima yaitu nervus trigeminus.Pada garis tengah dibawah colliculus inferior timbul nervus trochlearis yang merupakan nervus kranial ke-IV.

Dalam sulcus diantara keduanya yaitu pada sulcus lateralis anterior medulla oblongata akan keluar nervus kranial ke-IX. arachnoidmater. serabut kortikospinalis. membentuk decussatio pyramidum. yang kebagian inferior berlanjut dengan fissura intermediana anterior medulla spinalis. Pada setiap sisi fissura terdapat pembesaran yang disebut dengan piramid (piramis). Canalis centralis medulla oblongata melanjutkan diir keatas dan membentuk rongga ventrikulus keempat. yang kira-kira berada sekitar setinggi foramen magnum. Di bagianlateral tuberculum ini juga terdapat suatu pembesaran yang disebut sebagai tuberculum cuneatus. nervus vagus. Dalam sulcus anata piramis dengan oliva yang disebut juga dengan sulcus intermediana anterior medulla oblongata timbul akar-akar kecil dari nervus kranial ke-XII yaitu nervus hypoglossus. X. yang berasal dari sel-sel saraf besar dalam gyrus precentralis cortex cerebri. Dibagian posterior dari oliva terdapat pedunculus cerebellaris inferior yang menghubungkan medulla oblongata dengan cerebellum. Pada setiap sisi sulcus terdapat pembesaran yang memanjang yaitu tuberculum gracilis. Medulla oblongata berbentuk konus. dan . dan nervus accessorius. dan XI yaitu nervus glossopharyngeus. Dibagian posterolateral medulla oblongata terdapat oliva. Sambungan medulla spinalis dan medulla oblongata adalah tempat pertemuan radiks anterior dan posterior dari saraf spinal cervikal pertama. Pada permukaan anterior dari medulla oblongata ini terdapat suatu fissura atau sulcus yaitu fissura mediana anterior medulla oblongata. Piramid mengecil dibagian inferior dan disinilah mayoritas serabut desenden atau serabut motorik melintas kesisi yang berlawanan.Medulla Oblongata5 Medulla oblongata menghubungkan pons bagian superior dengan medulla spinalis dibagian inferior. Piramid terdiri dari serabut-serabut saraf. ekstremitas yang lebar mengarah pada bagian superior. Permukaan posterior pertengahan medulla oblongata berlanjut dengan aspek posterior medulla spinalis serta memiliki sulcus yaitu sulcus mediana posterior medulla oblongata. Medulla Spinalis3 Medulla spinalis merupakan suatu korda jaringan saraf yang terbungkus dalam kolumna vertebralis yang memanjang dari medulla oblongata sampai ke area vertebra lumbal pertama serta dilindungi oleh tiga lapisan meningen yaitu duramater.

piamater. Medulla spinalis berfungsi untuk mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam tubuh. Saraf spinal bagian bawah yang keluar sebelum ujung korda mengarah ke bawah. Gambar 16. Dibagian inferior. diameter struktur ini biasanya sekitar ukuran jari kelingking dengan panjang rata-rata 42 cm. yaitu fillum terminale. Selain itu medulla spinalis juga dilindungi cairan cerebrospinal dalam ruang subarachnoid. Korda berakhir dibagian bawah vertebra lumbal pertama atau kedua. medulla spinalis menipis menjadi conus medullaris. Medulla spinalis berbentuk slindris berongga dan agak pipih (lihat gambar 16). disebut cauda equina. muncul dari kolumna spinalis pada foramina intervertebral lumbal dan sakral yang tepat. Pada medulla spinalis terdapat dua pembesaran pada daerah cervical dan lumbal yang disebut sebagai intumescensia cervicalis dan lumbalis yang menjadi tempat dipercabangkannya saraf-saraf menuju ekstremitas superior dan inferior. Medulla Spinalis . bagian ini mentransmisikan impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden. dari puncak terjadi pemanjangna piamater. Walaupun diameter medulla spinalis bervariasi. terus ke bawah serta melekat pada permukaan posterior koksigeus.

Saraf olfaktorius (CN I) adalah saraf sensorik. Serabut sensorik membawa informasi indera otot (kesadaran proprioseptif) dari otot mata yang terinervasi ke otak. Seluruh serabut memanjang saat traktus optik. tempat persepsi indera penciuman berada. dan pada permukaan posterior. Saraf optik (CN II) adalah saraf sensorik. namun sebagian besar terdiri dari saraf motorik. serabut pada bagian temporal setiap mata lewat tanpa bersilangan. Susunan Saraf Tepi (SST)3 Sistem ini terdiri dari jaringan saraf yang berada di bagian luar otak dan medulla spinalis. Serabut dari bagain nasal pada setiap mata menyilang di bagian anterior hipothalamus untuk membentuk chiasma opticus. Di sepanjang sisi seluruh medulla spinalis melekat 31 pasang saraf spinalis melalui radiks motorik atau anterior dan radiks sensorik atau posterior. Batang atas dan batang bawah dari huruf H tersebut disebut cornu yang terbagi menjadi cornu anterior yang mengandung badan sel saraf motorik dan cornu posterior yang mengandung badan sel saraf sensorik. terdapat suatu alur dangkal. dan ganglia serta reseptor sensorik yang berhubungan. Sistem ini juga mencakup saraf kranial yang berasal dari otak. dan menonjol ke atas sampai ke area visual lobus oksipital untuk persepsi indera pengelihatan. Neuron motorik berasal dari otak tengah dan membawa impuls ke seluruh otot bola mata ke otot yang membuka kelopak mata. Berkas serabut sensorik mengarah ke bulbus olfaktorius dan menjalar melalui traktus olfaktorius sampai ke ujung lobus temporal (gyrus olfactorius). Bagian internal dari medulla spinalis terdiri dari sebuah inti substansia grissea yang diselubungi oleh substansia alba. Saraf ini berasal dari epitelium olfaktori mukosa nasal. 3. sulcus medianus posterior (dorsal). Saraf okulomotorius (CN III) merupakan saraf gabungan. dan ke otot polos tertentu pada mata. tetapi sebagian besar tersusun dari serabut sensorik dan serabut motorik. 2. Klasifikasi saraf ini meliputi : 1. Beberapa bagain saraf hanya tersusun dari serabut sensorik. . Saraf kranial terdiri dari duabelas saraf yang muncul dari berbagai bagian otak. Substansia grissea berbentuk seperti H dan di bagian tengahnya terdapat canalis centralis.Pada garis tengah bagian anterior medulla spinalis terdapat fissura mediana anterior (ventral). saraf spinal yang berasal dari medulla spinalis. bersinaps pada sisi lateral nuklei genikulasi talamus.

Saraf abdusen (CN VI) merupakan saraf gabungan tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Cabang mandibular membawa informasi dari gigi bawah. ke bagian medial nuklei geniculatum pada talamus. bola mata. Saraf Fasial (CN VII) merupakan saraf gabungan. Saraf vestibulocochlearis (CN VIII). 5. dan rongga nasal serta rongga oral. Sedangkan serabut sensorik membawa pesan proprioseptif dari otot rektus lateral ke pons. neuron ini . Serabut sensorik dari spindel otot menyempaikan informasi indera otot dari otot oblik superior ke otak. Sedangkan neuron sensorik membawa informasi yang berkaitan dengan rasa dari sepertiga bagian posterior lidah dan sensasi umum dari faring dan laring. 9. termasuk kelenjar air mata dan kelenjar saliva.4. 6. Neuron motorik berasal dari langit-langit otak tengah dan membawa impuls ke otot oblik superior bola mata. gusi. kulit rahang. merupakan saraf gabungan namun yang paling besar adalah saraf sensorik. dan kulit dahi serta kepala. bibir. Saraf troklear (CN IV) adalah saraf gabungan tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik dan merupakan saraf terkecil dalam saraf kranial. Sedangkan serabut sensorik membawa informasi dari reseptor pengecap pada dua pertiga bagian anterior lidah. dan kemudian ke area auditori pada lobus temporal. Cabang cochlear atau auditori yang menyampaikan informasi dari reseptor untuk indera pendengaran dalam organ Corti telinga dalam ke nuklei koklear pada medula. 8. sisi hidung. Neuron ini menginervasi otot ekspresi wajah. Bagian ini membentuk saraf sensorik utama pada wajah. 7. Neuron motorik berawal dari medula dan menginervasi otot untuk wicara dan menelan serta kelenjar saliva parotid. hanya terdiri dari saraf sensorik yang memiliki dua dua divisi. dan area temporal kulit kepala. Saraf trigeminal (CN V) saraf kranial terbesar. dan langit-langit mulut. Neuron motorik mempersarafi otot-otot pengunyah. Cabang vestibular membawa informasi yang berkaitan dengan ekuilibrium dan orientasi kepala terhadap ruang yang diterima dari reseptor sensorik pada telinga dalam. Sedangkan neuron sensorik terletak dalam ganglion semilunaris yang dimana bercabang menjadi tiga yaitu. Neuron motorik terletak dalam nuklei pons. Impuls menjalar sampai ke nuklei vestibular dalam medula dan dikirim kembali ke serebellum. rongga nasal. kelenjar air mata. ke colliculi inferior. Neuron motorik berasal dari sebuah nukleus pada pons yang menginervasi otot rektus lateral mata. Saraf glosofaringeal (CN IX) merupakan saraf gabungan. Cabang maksilar membawa informasi dari kulit wajah. cabang optalmik membawa informasi dari kelopak mata. rongga oral.

Saraf vagus (CN X) meruapakan saraf gabungan. trapezius. laring. jantung. tetapi sebagian besar terdiri dari serabut motorik. Saraf aksesori spinal (CN XI) adalah saraf gabungan. Kemudian saraf sakral dari os sacrum yang terdiri dari 5 pasang saraf yaitu S1 sampai S5. serta bagian spinal muncul dari medulla spinalis serviks dan menginervasi otot trapezius dan sternokleidomastoid. Saraf serviks (lihat gambar 16) yang muncul dari foramen intervertebralis dari columna vertebra cervicalis terdiri dari 8 pasang saraf. Neuron motorik berasal dari dua area. bagian kranial berawal dari medula dan menginervasi otot volunter faring dan laring. 31 pasang saraf spinal berawal dari korda melalui radiks dorsal (posterior) dan ventral (anterior). 11. Saraf spinal diberi nama dan angka sesuai dengan regio kolumna vertebra tempat munculnya saraf tersebut. faring. dan viseraabdominal ke medula dan pons. saraf kemudian bercabang menjadi empat divisi. esofagus. 10. Dan yang terakhir adalah saraf koksiks pada os coccygis yang terdiri hanya 1 pasang saraf saja. dan otot sternokleidomastoid. Selain kedua belas saraf kranial. 12. dan ligamen intervertebral.juga membawa informasi mengenai tekanan darah dari reseptor sensorik dalam pembuluh darah tertentu. sistem saraf tepi juga disusun oleh saraf spinal. dua radiks bergabung membentuk satu saraf spinal. Saraf hipoglosus (CN XII) adalah saraf yang termasuk saraf gabungan tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Saraf lumbal dari regio columna vertebralis lumbalis terdiri dari 5 pasang saraf yaitu L1 sampai L5. Neuron sensorik membawa informasi dari otot yang sama yang terinervasi oleh saraf motorik. Cabang meningeal masuk kembali ke medulla spinalis melalui foramen yang sama yang digunakan saraf untuk keluar dan mempersarafi meninges. Sedangkan neuron sensorik membawa informasi dari faring. Saraf torak yang muncul dari regio columna vertebralis torachalis terdiri dari 12 pasang saraf yaitu T1 sampai T12. Cabang lainnya . yaitu C1 sampai C8. Neuron motorik berawal dari medulla dan mensuplai otot lidah. trakea. Neuron motorik berasal dari medula dan menginervasi hampir semua organ toraks dan abdomen. membawa informasi ke korda melalui neuron aferen dan meninggalkan korda melalui neuron eferen. Setelah saraf spinal meninggalkan korda melalui foramen intervertebralis. Semua saraf tersebut adalh saraf gabungan (motorik dan sensorik). pembuluh darah medulla spinalis. misalnya otot laring. Neuro sensorik membawa informasi dari spindel otot di lidah. Pada bagian distal radiks dorsal ganglion.

c. dan L4. Pleksus serviks. Pleksus adalah sautu jaring-jaring serabut saraf yang terbentuk dari ramus ventral seluruh saraf spinal kecuali T1 dan T11. Saraf dari pleksus ini menginervasi kulit dan otot dinding abdomen. serta dada. e. kelenjar. Cabang ventral (anterior) terdiri dari serabut yang mensuplai bagian anterior dan lateral pada truncus dan anggota gerak. dengan bantuan T12. Pleksus sakral terbentuk dari ramus ventral saraf sakral S1. leher. C7. dan tungkai bawah. Saraf dari pleksus brachial mensuplai lengan atas dan beberapa otot pada leher dan bahu. dan kulit kepala. regia panggul. dan pada truncus di regia saraf spinal. dan S3. C6. leher. serta kontribusi dari L4. d. dengan melibatkan C4 dan T2. atau neuron lain. Sel yang menghantarkan sinyal itu . dan C4) dan sebagian C5. L3. Mekanisme Impuls Saraf7. dengan kontribusi dari ramus S4. dan S4. yang mensuplai otot fleksor paha dan kulit pada paha anterior. Taut antara neuron yang satu dengan yang lain disebut sebagai sinaps. C2. dan genitalia eksternal. Pleksus ini merupakan awal saraf koksiks yang mensuplai regia koksiks. Cabang viseral adalah bagian dari sistem saraf otonom yang mempersarafi organ-organ viseral tubuh. Pleksus Brachial terbentuk dari ramus ventral saraf serviks C5. dan saraf toraks pertama T1. Saraf terbesar adalah saraf femoral. L2. Saraf ini menginervasi otot leher. b. Biasanya sinaps neuron ke neuron melibatkan suatu pertautan antara sebuah terminal akson di satu neuron dan dendrit atau badan sel neuron lainnya. terbentuk dari ramus ventral keempat saraf serviks pertama (C1. yang merupakan awal saraf interkostal. Pleksuspleksus tersebut diantaranya adalah: a.8 Sebuah neuron dapat berakhir di salah satu dari tiga struktur berikut yaitu otot. S2. C8. Pleksus lumbal terbentuk dari ramus saraf lumbal L1.adalah cabang dorsal (posterior) terdiri dari serabut yang menyebar ke arah posterior untuk mempersarafi otot dan kulit pada bagian belakang kepala. Pleksus koksiks terbentuk dari ramus ventral S5 dan saraf spinal koksiks. paha. L5. Saraf dari pleksus ini menginervasi anggota gerak bawah. C3. Saraf terpenting yang berawal pada pleksus ini adalah saraf phrenicus yang menginervasi diafragma.

Sinaps listrik memungkinkan potensial aksi merambat secara langsung dari satu sel prasinaps ke sel pascasinaps. yaitu sinaps listrik dan sinaps kimiawi. dan histamin. Sel-sel itu dihubungkan oleh suatu persambungan longgar. Kepala sinaps mengandung vesikel sinaps. suatu neurotransmiter. yaitu neuron yang potensial aksinya menjalar menjauhi sinaps. Sinaps hanya beroperasi dalam satu arah. serotonin. Mekanisme hantaran impuls saraf diawali dengan terminal akson neuron prasinaps yang menghantarkan potensial aksi menuju ke sinaps. Hal ini memungkinkan impuls merambat dari satu neuron ke neuron lainnya tanpa penundaan dan tanpa kehilangan kekuatan sinyal. yaitu neuron prasinaps mempengaruhi neuron pascasinaps tetapi tidak berlaku untuk sebaliknya. dan yang menerimanya disebut sel pascasinaps (pascasynaptic cell). disebut kepala sinaps. perubahan potensial ini akan mencetuskan pembukaan saluran-saluran ion Ca2+ gerbang voltage di kepala sinaps. Neurotransmiter yang dibebaskan akan berdifusi melintasi celah dan berikatan dengan reseptor protein spesifik di membran subsinaps. Sinaps terdiri atas dua jenis. Bagian dari membran pascasinaps yang tepat berada di bawah kepala sinaps disebut sebagai membran subsinaps. berakhir di ujung yang sedikit menggelembung. Potensial aksi yang terjadi pada membran pascasinaps mendukung hantaran rangsangan dari serat aferen ke SSP untuk diteruskan ke . epinefrin. Ketika suatu potensial aksi di neuron prasinaps telah merambat sampai ke terminal akson. sehingga terjadi perubahan permeabilitas neuron pascasinaps. yang telah disintesis dan dikemas oleh neuron prasinaps. Namun pada sinaps kimiawai. norepinefrin. Melalui eksitosis. Neurotransmiter yang bersifat eksitator diantaranya adalah asetilkolin. ion tersebut menginduksi pelepasan suatu neurotransmiter dari sebagian vesikel sinaps kedalam celah sinaps. yaitu saluran antar sel yang mengalirkan ion potensial akso lokal agar menglir antarneuron. Neurotransmiter yang dihasilkan oleh neuron prasinaps ini dapat diklasifikasikan menjadi neurotrasmiter yang bersifat eksitator atau yang mendukung terjadinya potensial aksi dan neurotransmiter inhibitor yang menghambat terjadinya potensial aksi pada membran neuron pascasinaps. Pengikatan ini mencetuskan pembukaan saluran-saluran ion spesifik di membran subsinaps. yang menyimpan perantara kimiawi spesifik. yang berperan dalam hantaran impuls saraf adalah molekul neurotransmiter yang terdapat dalam suatu vesikel sinaptik dalam sitoplasma ujung akson prasinaps. Sedangkan neurotransmiter yang bersifat inhibitor adalah glisin dan GABA. dopamin.disebut sel prasinpas (presynaptic cell).

setelah menerima informasi melalui neuron-neuron aferen bahwa anda menyentuh benda panas. Potensial aksi dimulai di ujung reseptor akson perifer sebagai respon terhadap rangsangan dan menjalar di sepanjang akson perifer dan akson sentral ke arah korda spinalis. neuron-neuron aferen terutama terletak di dalam sistem saraf perifer. Sebagai contoh. ingatan. menyampaikan keluaran terintegrasi agar melaksanakan perintah yang diinginkan. antarneuron yang sesuai memberikan pesan neuron eferen yang mempersarafi otot-otot tangan dan lengan sehingga akhirnya menarik tangan menjauhi benda panas tersebut. Akson-akson eferen (serat eferen) meninggalkan SSP untuk berjalan menuju ke otot dan kelenjar yang mereka persarafi. interkoneksi antara interneuron itu sendiri bertanggung jawab atas fenomena abstrak yang berkaitan dengan “jiwa”. semakin besar jumlah interneuron yang terletak diantara pesan aferen dan respon eferen. neuron eferen. seperti diisyaratkan oleh namanya. Kedua. Sistem saraf aferen terdiri dari neuron aferen yang bentuknya berbeda dari neuron eferen dan antarneuron. Antarneuron (interneuron) terletak seluruhnya di dalam SSP. Terminal-terminal akson sentral mengalami mengalami divergensi dan bersinaps dengan neuron-neuron lain di dalam korda spinalis. dengan cara ini. yaitu neuron aferen. sebuah neuron aferen memiliki reseptor sensorik yang menghasilkan potensial aksi sebagai respons terhadap rangsangan spesifik. terletak dekat dengan korda spinalis. dan motivasi. Dengan demikian. intelektual. dan antarneuron. tempat banyak masukan prasinaps yang berlokasi sentral berkonvergensi pada neuron tersebut untuk mempengaruhi keluaran ke organ efektor.serat eferen sehingga dapat merangsang efektor yang berupa otot maupun kelenjar dan organorgan lainnya. kreativitas. emosi. Pertama. Neuron eferen juga berada terutama di sistem saraf perifer. misalnya berpikir. Hanya sebagian kecil dari ujung-ujung akson sentral menonjol ke dalam korda spinalis untuk menyalurkan sinyal perifer. Di ujung perifernya. Badan sel neuron eferen berada di SSP. mereka terletak diantara neuron aferen dan eferen dan penting dalam integrasi respons perifer ke informasi perifer. akson terminal menyebarkan informasi mengenai stimulus. Sistem saraf tersusun oleh tiga kelas neuron. Semakin kompleks tindakan yang diperlukan. Sekitar 99% dari semua neuron termasuk dalam kategori ini. Badan sel neuron aferen yang tidak memiliki dendrit dan masukan prasinaps. . Neuron jenis ini memiliki dua fungsi utama.

2nd ed. 1995. proses ini diawali dengan penerimaan rangsangan oleh reseptor kemudian dibawa oleh serat aferen menuju ke interneuron pada SSP hingga akhirnya di proses dan dilanjutkan melalui serat eferen menuju ke efektor baik berupa otot rangka. 1-2 7. Jakarta: Erlangga. 5. Biologi. h.ui. 2003. janting. Reece JB. 176-180 4. h.fk. Daftar Pustaka 1. 2004. 5th ed (3). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Atlas Histologi di fiore. 2007. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Departemen Ilmu Faal FKUI. 175-317 6. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.Jelas bahwa dalam proses hantaran impuls saraf dalam tubuh manusia ataupu makhluk hidup lainnya. maupun polos. Campbell NA. beserta kelenjar. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 211 . Neuroanatomi klinik. Carneiro J. 2001. h. 2nd ed. h. Sistem saraf sebagai sistem pengendali tubuh. yang dimana bekerja sama dengan sistem saraf tepi menjalankan fungsi untuk menerima informasi dan mengolahnya kemudian menghantarkannya kembali pada struktur lain sebagai suatu respon. Janqueira LC. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. 85-88 3. h. 10th ed. 1996. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2003.ac. Sherwood L.pdf pada tanggal 23 April 2011. Sloane E. Masing-masing unsur dari sistem saraf ini memiliki fungsi tersendiri sehingga kerusakan pada salah satu unsur penyusun sistem saraf ini baik pada susunan saraf pusat maupun susunan saraf tepi dapat menimbulkan gangguan pada fungsi tubuh tertentu sehingga dapat mengurangi kinerja dari struktur tubuh tersebut. 90-123 8. Noback CR. 2nd ed. h.id/SISTEM PENGENDALI TUBUHsas. 2004. Kesimpulan Seluruh aktivitas tubuh manusia baik yang disadari maupun yang tidak disadari berpusat pada suatu pusat integrasi tertinggi dalam tubuhnya yaitu sistem saraf pusat. Anatomi susunan saraf manusia. Histologi dasar teks dan atlas. 153-66 2. Eroschenko VP. Anatomi dan Fisiologi untuk pemula. Singgih SA. h. Diunduh dari http://ikdu. Snell RS. Mitchel LG. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful