Lili Muflihah Muhtadin Muslim Apri Bayu Hendrik

PEMODELAN SPASIAL BERBASIS SEL
Cell based modeling adalah pemodelan data spasial yang berbasis raster, sel atau piksel yang mempresentasikan dalam sel dengan resolusi 10m x 10m dan dianalisis menggunakan teknik pemodelan topografi, hidrologi dan pembobotan untuk menyusun zonasi. Model spasial berbasis sel dapat memberikan hasil penyusunan zonasi yang objektif dan efektif.

Karimunjawa dan Kemujan adalah dua pulau kecil yang berpenghuni dan terletak bersebelahan. Pada penelitiaan ini memfokuskan pada pendekatan ekologi lanskap dan pemodelan spasial berbasis sel untuk menyusun zonasi ekosistem alami di pulau Karimunjawa dan Kemujan. Ada 5 ekosistem yang diteliti: 1. Terumbu Karang 2. Padang Lamun 3. Mangrove 4. Hutan Pantai, dan 5. Hutan tropis dataran rendah

Pada penelitian ini digunakan dua tipe pemodelan spasial berbasis sel, yaitu : > Model Representasi (Representation Model) Model representasi yang dihasilkan berupa satu set layer-layer tematik dasar, seperti ekosistem alami, habitat, penggunaan lahan, jalan, geomorfologi, dan infrastruktur dll > Model Proses (Process Model) Model proses merupakan hasil proses spsaial yang menggambarkan bentuk interaksi dari layer – layer dalam model represesentasi, seperti tampilan topografi, lereng dan elevasi

Ekologi

lanskap merupakan cabang termuda dari ilmu

ekologi. Konsep yang mengintegrasikan aspek ekologi dan aspek spasial. ekologi lanskap merupakan sebuah konsep yang menekankan pada metode identifikasi dan analisa karakteristik ekologi berdasarkan pada karakteristik unit spasial (patch) dari sebuah elemen lanskap. Elemen lanskap yang terkecil dalam ekologi adalah sebuah ekosistem yang yang dapat dibentuk dalam unit spasial. Identifikasi dan analisa unit spasial ekosistem dapat memberikan informasi mengenai kondisi gangguan, kestabilan dan ketahanan (resistensi) ekologi ekositem tersebut terhadap lingkungan.

Pendekatan ekologi lanskap pada penelitian ini diimplementasikan melalui pengolahan patch ekosistem alami menjadi data spasial Indeks Kondisi Ekologi (IKE) yang menjadi dasar dalam penyusunan zonasi Pulau Karimunjawa dan Kemujan. Indeks Kondisi Ekologi (IKE) yang menggambarkan karakteristik ekologi lanskap ekosistem alami direpresentasikan dalam patch ini disusun dari beberapa parameter, yaitu Luas patch, jumlah patch, bentuk pach, keberadaan koridor dalam patch, pengelompokan patch, dan keberadaan spesies endemik/ khas dalam patch tersebut.

IKE = (IL x 0.15) + (IJ x 0.05) + (IB x 0.15) + (IKr x 0.1) + (IKl x 0.05) + (IA x 0.2) + (ISE x 0.3) IL IJ IB IKr IKl AA ISE = Indeks Luas Patch = Indeks Jumlah Patch = Indeks Bentuk Patch = Indeks Keberadaan Koridor dalam patch = Indeks Pengemlompokan patch Sejenis = Indeks Kealamian patch = Indeks Keberadaan Spesies Endemik/khas

Indeks Penentuan Zona = (IKE x 0.2) + (IFF x 0.1) + (IPP x 0.15) + (INS x 0.1) + (IPM x 0.1) + (ISK x 0.1) + (ITR x 0.15) + (IKP x0.1) IKE IFF IPP lain INS IPM ISK ITR IKP = Indeks Kondisi Ekologi = Indeks Keunikan flora dan fauna = Indeks peranannya dterhadap perlindungan ekosistem = Indeks nilai sejarah / keagamaan = Indeks pengaruh manusia = Indeks status kepemilikan lahan = Indeks keberadaan tata ruang = Indeks kehendak politik

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful